P. 1
Jembatan Wheatstone

Jembatan Wheatstone

|Views: 254|Likes:
Published by Dwi Notiver

More info:

Published by: Dwi Notiver on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

Jembatan Wheatstone g Jembatan Wheatstone Jembatan wheatstone adalah susunan komponen komponen elektronika yang berupa resistor dan

catu daya seperti tampak pada gambar berikut

Hasil kali antara hambatan hambatan berhadapan yang satu akan sama dengan hasil kai hambatan hambatan berhadapan lainnya jika beda potensial antara c dan d bernilai nol. Persamaan R1 . R3 = R2 . R4 dapat diturunkan dengan menerapkan Hukum Kirchoff dalam rangkaian tersebut. Hambatan listrik suatu penghantar merupakan karakteristik dari suatu bahan penghantar tersebut yang mana adalah kemampuan dari penghantar itu untuk mengalirkan arus listrik, yang secara matematis dapat dituliskan: r=p. (L/A) Dimana: R : Hambatan listrik suatu penghantar (Ω) ρ : Resitivitas atau hambatan jenis (Ω. m) L : Panjang penghantar (m) A : Luas penghantar ( m²) Menurut hukum Ohm, hambatan listrik juga merupakan hasil perbandingan dari besarnya beda potensial pada ke-2 ujung penghantar terhadap besarnya arus listrik yang mengalir melalui hambatan tersebut. Secara matematis dapat dituliskan: R=V/I Dimana: R : Hambatan (Ω) V : Beda potensial (V) I : Arus Listrik (A) Cara menentukan besar suatu hambatan biasanya dapat dilakukan dengan cara: 1.

1. Menggunakan teori hubungan antara resitivitas terhadap besar hambatan ( jika
hambatan berupa suatu penghantar), yang mana harus diketahui luas dari lebar penghantar dan panjang penghantar serta harus diketahui juga hambatan jenis dari bahan penghantar. Namun bila besar hambatan merupakan suatu komponen listrik ( R ), dapat diketahui

Ditemukan oleh George Simon Ohm dan dipublikasikan pada sebuah paper pada tahun 1827. Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir pada Galvanometer = 0.Arus dinyatakan dengan Ampere. prinsip ohm adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar metal pada rangkaian. disimbolkan I . Hukum Ohm : . Jika luas penampang A yang diperhatikan cukup kecil dan tegak lurus kearah J (misalnya panjang konduktor besar sekali dibanding dengan luas penampangnya). Dapat juga dengan menggunakan metode jembatan Wheatstone. Pengertian Hukum Ohm Didalam logam pada keadaan suhu tetap. Dapat dituliskan V = I . R Pengertian Hukum Kirchoff Hukum kirchoff terbagi menjadi dua. menjelaskan bagaimana hubungan antar tegangan. the galvanic Circuit Investigated Mathematically. Gustav Robert Kichoff (1824-1887) menemukan cara untuk menentukan . dan hambatan disebut “Hukum Ohm”. Hubungan antara tegangan. dl dan juga integrasi diambil sepanjang suatu garis gaya ΔV = ∫E .Tegangan dinyatakan dengan nilai volt. yaitu: Hukum Kirchoff I Dipertengahan abad 19.dengan cara mengukur besar arus yang mengalir dan besar beda potensial pada ke-2 ujung penghantar. maka J dapat dianggap sama pada seluruh bagian penampang hingga I = J .Hambatan dinyatakan dengan Ohm. dl Terlihat bahwa faKtor yang berupa integrasi hanya tergantung dari konduktornya dan merupakan sifat khusus konduktornya dan biasa disebut sebagai tahanan (R) atau resistansinya. dalam keadaan ini jembatan disebut seimbang. yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. R resistansinya. arus dan hambatan yang salaing berhubungan. rapat arus I berbanding lurus dengan medan listrik. Rangkaian jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan. arus. Dapat dituliskan V = I . yaitu menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone dan melakukan perbandingan antara besar hambatan yang telah diketahui dengan besar hambatan yang belum diketahui yang tentunya dalam keadaan jembatan disebut seimbang ( G=0 ). disimbolkan E dan V. . disimbolkan R. lalu gunakan hukum Ohm yang mana didapat besar hambatan berbanding lurus dengan besar beda potensial dan berbanding terbalik terhadap besar arus listrik yang mengalir. sehingga sesuai dengan hukum Ohm berlaku persamaan : Rangkaian jembatan wheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser bila besarnya hambatan bergantung pada panjang penghantar. A maka untuk beda potensial berlaku ΔV = ∫E . Ohm menemukan sebuah persamaan yang simple.

Hukum Kirchoff 1 dan 2. Hukum Kirchoff berbunyi “Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. jumlah aljabar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol …” Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak adanya energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut atau dalam arti semua energi bisa digunakan atau diserap. “Dalam rangkaian tertutup. Kebanyakan alat itu kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di dalam medan magnet. Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Hubungan antara resitivitas dan hambatan. Dan juga menentukan hambatan sebagai fungsi dari perubahan suhu 2. tegangan dan arus listrik. 3.” Jumlah I masuk = I keluar Hukum Kirchoff II Hukum Kirchoff II berbunyi. Yang mana besar arus yang mengalir pada galvanometer diakibatkan oleh adanya suatu hambatan. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890. Pengertian Galvanometer Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk deteksi dan pengukuran arus. yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada waktu ini. Hukum Ohm yang menjelaskan tentang hubungan antara hambatan.arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian dikenal dengan hukum Kirchoff. yang mana sesuai dari hukum ini menjelaskan jembatan dalam keadaan seimbang karena besar arus pada ke-2 ujung galvanometer sama besar sehingga saling meniadaka Prinsip Dasar Jembatan Wheatstone | Teori Dasar Jembatan Wheatstone Gambar Rangkaian Dasar Jembatan Wheatstone . Kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Prinsip dari metode jembatan wheatstone adalah 1. Kepekaan galvanometer semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical dengan jarum kompas ditengahnya. yang berarti setiap penghantar memiliki besar hambatan tertentu.

Maka dapat dari perhitungan tersebut dapat dipastikan bahwa arus mengalir dari titik A pada rangkaian pertama ke titik B pada jembatan rangkaian kedua. Kemudian besar tegangan pada titik B adalah ((65K / (65K+10K)) * 9 volt = (65/75) * 9 volt = 7.Prinsip dasar dari jembatan wheatstone adalah keseimbangan. Besar tegangan pada titik jembatan pertama (titik A) adalah (75K / (75K + 10K)) * 9 volt = (75/85) 9 volt = 7.8 volt Keterangan : VAB : Tegangan yang diukur pada titik A dan B VBA : Tegangan yang diukur pada titik B dan A VA : Tegangan yang diukur pada titik A dan Ground .94 volt.14 + 7.94 – 7. Analisa dari rangkaian diatas adalah : VAB = VA-VB = 7.94 = 7.14 volt / Rbeban. Arus yang mengalir pada beban tersebut = 0. Jika kita pasang sebuah beban pada jembatan wheatstone maka untuk menentukan besar tegangan yang jatuh pada beban tersebut adalah selisih tegangan antara kedua titik jembatan tersebut ( 7.8 – 7.94 – 7.8 volt.8 = 0. Masing-masing menggunakan satu buah potensio sebagai pengatur pembagian tegangan.14 volt VA = VAB + VB (dikarenakan terhubung seri) = 0.14 volt VBA = VB-VA = 7.14 volt). Dalam rangkaian dasar jembatan wheatstone penghubung kedua titik tadi disebut sebagai jembatan wheatstone. dikarenakan tegangan pada titik A lebih besar dari tegangan pada titik B.94 = . Jika terdapat persamaan polaritas antara kedua titik maka arus tidak akan mengalir dari kedua titik tersebut. Sifat umum dari arus listrik adalah arus akan mengalir menuju polaritas yang lebih rendah. Perhatikan gambar diatas.8 = 0.0. jembatan wheatstone terhubung dari dua buah rangakaian pembagi tegangan.14 + 7.94 volt VB = VBA + VA (dikarenakan terhubung seri) = .8 = 7.0.

3. Arus yang mengalir pada dua titik yang mempunyai polaritasyang sama adalah 0 ampere. Tegangan yang diukur pada dua titik yang mempunyai polaritas yang sama adalah 0 volt. Arus akan mengalir dari titik jembatan yang berpolaritas tinggi ke titik yang berpolaritas rendah. Kesimpulan yang bisa kita tarik dari teori jembatan wheatstone adalah : 1. 2.VB : Tegangan yang diukur pada titik B dan Ground. 4. Tegangan pada jembatan adalah selisih tegangan antara kedua polaritas tersebut. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->