Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang Harmonis di Sumatera Selatan

Makalah ini diajukan sebagai tugas individu matakuliah Sistem Sosial Budaya indonesia

Dosen Pembimbing: Drs. Hilal Ramadhan, MA

Disusun Oleh : Dinar Risprabowo ( 1110015000046 )

KONSENTRASI SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011/1433 H

taufik serta hidayah-Nya kepada kami. yang telah membawa kita dari alam kebodohan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat sekarang ini. sehingga kami mampu menyelesaikan makalah yang merupakan tugas individu matakuliah Sistem Sosial Budaya Indonesia yang berjudul “ Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang Harmonis di Sumatera Selatan. Ciputat. yang telah melimpahkan rahmat. Amin. Maka dari itu kami mohon saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi kita. semoga makalah ini bermanfaat bagi kita khususnya bagi para pembaca.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. yaitu Nabi Muhammad SAW. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan.” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 18 Desember 2011 Pemakalah . Dan harapan kami.

“Lingkungan Hidup. dll. dari contoh merupakan yang dapat diperbarui dan untuk tidak dapat diperbarui seperti minyak bumi. bijih besi. Suatu penanaman nilai-nilai dalam diri agar 1 Delfi. Secara ekologipun. manusia merupakan bagian dari lingkugan hidup.1. Suatu hubungan yang berjalan dengan baik dan menciptakan suatu keseimbangan perlunya terhindar dari gangguan. tetapi bila hal ini kontradiksi ? pemanfaatan sumberdaya alam contonya hutan hanya digunakan. diarahkan.1 Mempengaruhi akan kehidupan manusia. agar tetap berjalan baik. Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup merupakan tempat atau wadah kehidupan dari makhluk hidup. Mengenai sumberdaya ada yang dapat diperbarui dan tidak diperbarui. dan faktor kebudayaan.blogspot. Apabila ada gangguan terhadap salah satu diataranya maka hubungan yang harmionis tidak terjaga. Sedikit yang diketahui seperti pemanfaatan sumber daya alam contohnya hutan.BAB I PENDAHULUAN 1. kondisi. dan habislah. Hubungan inipun pastinya mengingkan suatu keseimbangan.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://kytl3lingkunganhidup. dapat dikatakan inilah hubungan yang hamonis. Dalam kehidupan sehari-hari dapat dirasakan ketergantungan masyarakat (kumpulan manusia) dengan lingkungan. Lingkungan hidup adalah segala benda. faktor ekonomi yang mengingkan guna yang berlebihan tanpa memikirkan perawatan dan penataan kembali. Menurut Emil Salim. memang terlihat alam dibutuhkan manusia. Kesimbangan lingkungan alam dapat terwujudkan. batu bara. Suatu kesadaran akan terbangun bila kita memang dibiasakan. tembaga. lalu tidak ada perawatannya kembali. emas. Suatu keseimbangan berjalan baik dan dapat berkelanjutan. memungkinkan adanya hubungan yang terjalin antara lingkungan hidup dan manusia. Maka ketergantungan lingkungan hidup dan manusia merupakan erat kaitanya. Dengan ini pemanfaatan yang baik serta perawatan dan penaatan kembali.com/ . keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Maka hal ini merupakan suatu masalah. Lalu setelah digunakan tidak ada perawatan berkelanjutan.

(Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. 2009 h.terciptnya kesadaran akan lingkungan. Bunga Rampai Kearifan Lingkungan: Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang harmonis di Sumatera Selatan. dan suatu kearifan lokal merupakan pendorongnya. Pada pendekatan ini lebih pada pengetahuan setempat yang dimuarakan dari kearifan lokal. 2 2 ___. Suatu harmoni lingkungan adalah suatu keseimbangan dari masing-masing unsur lingkungan. Nilia-nilai kebudayaan setempat yang akan ialah mengenai menata lingkungan. Masing-masing dari unsur lingkungan itu tidak mendominasi atau mengeksploitasi unsur lingkungan yang lainya. 689 . Suatu penataan yang baik akan melahirkan suatu keharmonisan. kaitanya suatu nilai-nilai kebudayaan setempat yang mengarah pada kearifan lokal untuk menyeimbangkan lingkungan hidup. Dari segi inilah nilai-nilai kebudayaan setempat akan dipaparkan.

Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka.html . Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari (daily problem solving). Secara filosofis.com/2011/10/pengertian-kearifan-lokal. 2. yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). “Kearifan Lokal Guna Pemecahan Masalah.html 4 Jusuf Nikolas Anamofa. Local yang berarti setempat. Echols dan Hassan Shadily.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://karodalnet. penuh kearifan.blogspot.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://tal4mbur4ng.4 Suatu pengetahuan yang lahir dari masyarakat setempat.BAB II PEMBAHASAN 2.blogspot. maka pengertian keafiran lokal terdiri dari dua kata. sementara wisdom sama dengan kebijaksanaan. kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. gagasan. nilai dan terjaga oleh yang mendiami setempat tersebut. bahwa pengertian kearifan lokal merupakan gagasan-gagasan atau nilai-nilai. Kearifan Lokal Sebagai Penata Lingkungan Lingkungan hidup sebagai wadah dari kehidupan tidak dapat dapat menetralisir keadaan semula. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka.2.1. Sebagai gambarannya ialah adanya waktu tertentu untuk memanfaatkan potensi yang ada di lubuk larangan. “Pengertian Kearifan Lokal.com/2010/07/kearifan-lokal-guna-pemecahan-masalah.3 Mengacu pada suatu tempat yang memiliki padangan. Mungkin ada sesuatu tertentu yang menyebabkan hal ini dengan ketentuan waktu diperbolehkannya. Memahami Kearifan Lokal Dalam kamus Inggris Indonesia John M. seperti halnya keteraturan yang sudah dibiasakan dimasyarakat dan menjadi alternatif solusi pemecahaan masalah. Dengan demikian maka dapat dipahami. Suatu keseimbangan lingkungan itu dapat terjadi karena adanya aturan yang 3 ___. pandangan-padangan setempat atau (lokal) yang bersifat bijaksana.

3.5 Dimana. provinsi Kep. Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang Harmonis Kesimbangan lingkungan hidup inilah suatu yang harmonis. Hal yang dilingkupkan ialah penentuan waktu tanam melalui pengetahuan ke-kean dan penangkapan ikan.1. Tiap bagian dari kehidupan masyarakat lokal diarahkan secara arif berdasarkan sistem pengetahuan mereka. Penentuan Waktu Tanam melelui Pengetahuan Ke-kean Sumatera Selatan sangatlah luas. pada pemaparan ini dkhususkan pada kearifan lokal Desa Meringang Kabupaten Lahat. Dari dua hal tersebut kita dapat lihat suatu hasil tatanan yang menempatakan guna pemecahaan masalah menata lingkungan. Pengetahuan Ke-Kean adalah 5 ___. 2. 2. Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. tetapi juga dalam situasi-situasi yang tidak terduga seperti bencana yang datang tiba-tiba. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara. internaliasi nilai-nilai kearifan lokal dapat menata lingkungan mereka dan menjadikan keharmonisannya tersendiri. Hal itu tentu saja telah dibuktikan lewat proses panjang kehidupan leluhur dalam komunitas-komunitas lokal dalam mensiasati alam lewat budaya yang arif dan bijak. kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal.” artikel ini diakses pada tanggal 12 Desember 2011 dari http://id.3. “Sumatera Selatan. pertanianya menitik pada sawah dan perkebunan kopi. namun masyarakat yang berkaitan dengan aturan tingkah laku yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat tetap hidup serta tetap dipegang teguh nilai-nilai tersebut.wikipedia. Keharmonisan dengan lingkunganlah yang dapat menjamin masa depan manusia. provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Dengan cara itulah. dimana tidak hanya bermanfaat dalam aktifitas keseharian dan interaksi dengan sesama saja. sebagai gambaran yang akan dijelaskan ialah lokal di Sumatera Selatan. Dari desa ini kegiatanya ialah pertanian. Hal itu dapat dilihat dari ekspresi kearifan lokal dalam kehidupan setiap hari karena telah terinternalisasi dengan sangat baik.ada dan dapat diterima oleh masyarakat. Bangka-Belitung di timur. Provinsi ini beribukota di Palembang.org/wiki/Sumatera_Selatan . Secara formal hal aturan-aturan yang mengkaitkan nilai-nilai kearifan lokal tidak ada.

Ke-6 (Bulan Agustus): Membersihkan lahan yang sudah ditumbuhi rebe.wordpress. Kemudian rebe dibiarkan selam satu bulan. tebu. Pada masa ini disebut gantung akar. 690 . Penanaman kopi dapat dilakukan 6 Yayasan Pustaka. e. Ke-4 (Bulan Juni) masa gantung akar c. Bunga Rampai Kearifan Lingkungan: Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang harmonis di Sumatera Selatan (Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. lalu dilakukan pembakaran yang disebut dengan nyujul. Pada bulan ini pembukaan lahan (hutan/semak belukar) dimulai dengan melakukan penebasan dan penbangan kayu. dan purun. karena kopi yang di tanam pada ke-6 sering terkena penyakit tutuhan (istilah setempat). Pembakaran (manduk) itu dilakukan sampai sisa penebangan itu menjadi mutung (terbakar) dan bersisa sedikit. Sehingga penyebaran api sangat baik untuk membakar sisa-sisa penabangan dan penebasan. Berikut penentuan waktu pelaksanaan kegiataan penanaman berdasarkan pengetahuan ke-kean:7 a. Ke-5 (Bulan Juli) masa gantung akar d.” artikel ini diakses pada tanggal 12 Desember 2011 dari http://kelembagaandas. b.”Model-model Kearifan Masyarakat Adat Indonesia. walaupun lahan sudah sedemikian siap sebaiknya penanaman kopi tiak dilakukan. dahan kopi sering patah-patah disebabkan oleh adanya lubang pada bagian pangkal batang kopi. Semakin banyak sisa penebangan yang terbakar maka semakin mudah untuk membersihkan lahan dan penanaman bibit kopi tidak akan berlangsung lama. Pada bulan ini. Dalam penentuan waktu akan tanaman yang ditanam diantaranya kopi. Pada ke-6 ini kegiatan untuk mengolah sawah juga sudah dapat dilakukan. Maksudnya. padi. Kegiatan pertanian dimulai pada ke-3 yang terjatuh pada sekitar bulan mei. cuaca sudah panas dan banyak angin. yaitu nyawat sawah. Ke-7 (Bulan September): Penanaman bibit kopi baik yang diambil dari anakan yang tumbuh secara liar atau bibit yang memang sudah disemaikan secara khusus sudah dapat dilakukan. 2009) h.perhitungan waktu yang tepat untuk menanam jenis tanaman tertentu yang dikaitkan dengan ilmu perbintangan.6 Untuk menentukan hal perbintangan masyarakat di Desa Meringang berpedoman kepada bintang yang disebut dengan mate taun.com/kelembagaan-masyarakat-adat/yayasan-pusaka/ 7 ___. Setelah ditebas dan ditebang lahan dibiarkan selama kurang lebih dua bulan (masuk dalam ke-4 dan ke-5). Pada ke-6. bambu.

7.dengan beberapa alternatif. Angin ini membawa bintik-bintik air. tebu. yang tumbuh subur adalah tunas. Akan tetapi yang terbaik adalah pada ke-7. sebab batang kopi tumbuh dengan subur. k. Jadi pada ke -7 padi akan berumur tujuh bulan. dan ke-2. karena akan terkena penyakit tutuhan (istilah setempat). Ke-9 (Bulan November). Bibit kopi tidak boleh ditanam. . purun (mencapai 3 meter). dikhususkan untuk menanam jenis daun-daunan (istilah setempat) seperti bambu ruasnya akan panjang. maka tanaman tersebut akan beruas pendek. Akibat kekeliruan inilah sering ditemui padi yang batang dan daunnya sangat subur. Ke-12 (Bulan Februari) merupakan masa istirahat atau mengerjakan yang lainnya atau bersawah. atau angin endak mungka’i rebung pa-lak ayam. sering terkenapenyakit tutuhan. j. kejadian seperti ini dalam istilah setempat disebut mumbe daun. atau purun. Ke-10 dan 11 (Bulan Desember dan Januari). akan tetapi biasanya sangat lama (seringkali sepanjang hari). Sebaliknya pada ke-11 ini yang ditanam adalah bambu. Pada ke-7 ini penanaman padi juga tidak boleh dilakukan. dengan alasan karena saat ke -7 ini babi (kaput) sedang membuat sarang (kaput jang jeremun). tapi buahnya sedikit. tapi berbuah sedikit atau kurang memuaskan. g. sebab sering terjadi dalam perhitungan masih ke-7. h. karena berakibat padi tersebut lama akan panen. i. atau dalam istilah setempat disebut ujan berambai. yaitu pada ke-6. Disamping itu. sebaiknya tidak menanam kopi. 11. tikus sedang bersembunyi (tikus dang besimbun) dan burung sedang mengeram (burung dang bersangkar). tebu batangnya akan panjang. Pada ke-8. Ke-8 (Bulan Oktober): Penanaman kopi tidak boleh dilakukan. Pada ke-8 ini penanaman bibit padi sudah dapat dilakukan (nguni). pada ke-9 ini biasanya datang angin kencang kurang lebih selama 9 hari yang disebut dalam bahasa setempat dengan angin cakhai rebung palak ayam (angin hendak mematahkan rebung yang akan baru tumbuh). Bibit padi yang di tananm adalah sejenis bibit padi lokal yang berumur 5 bulan 15 hari. Menurut informasi penanaman padi harus hati-hati. 9. dalam istilah lain hujan ini dikenal dengan istilah ujan putih. Ke-1 (Bulan Maret) merupakan masa istirahat atau kerja lain atau bersawah. tapi sudah memasuki ke-8. yaitu jenin hujan yang tidak terlalu deras. f.

3. Dari bulan Desember sampai pertengahan Maret mereka sebut musim barat. Sehingga masyarakat setempat menyebut masa antara September dan Maret dengan musim kawin. yaitu perairan yang bersifat umum. rawa/lebak dan jalur-jalur. Mereka menangkap ikan setiap waktu yang memungkinkan atau dapat dikatakan sepanjang tahun. III dan Sungsang IV) melakukan aktivitas menangkap ikan baik di kawasan perairan laut dan perairan umum. Kawasan perairan tempat nelayan beroperasi dapat dikelompokan dalam dua kategori. para pemuda nelayan yang berencana akan melakukan perkawinan mengumpulkan uang selama masa delapan bulan kerja. Penangkapan Ikan8 Nilai-nilai sosial budaya masyarakat nelayan Sungsang dalam kegiatan mereka menangkap ikan tercermin dalam kebiasan-kebiasan yang dapat dikatakan sampai sekarang masih berlaku. yaitu sungai.l. maksudnya hasil tangkapan mereka mulai berkurang atau kurang memuaskan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. 2. Bunga Rampai Kearifan Lingkungan: Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang harmonis di Sumatera Selatan (Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. yaitu dari bulan April sampai sekitar akhir November. Ke-2 (Bulan April) merupakan masa istirahat atau kerja lain atau bersawah. dan yang merupakan objek lelang "lebak lebung". Nelayan tradisional yang berdiam di Sungsang (Sungsang I. 2009) h. Masa antara bulan September sampai Maret merupakan saat yang ditunggu oleh para muda-mudi di desa Sungsang (Sungsang I sampai Sungsang IV). Pada musim ini. 691 . II. 8 ___. Secara umum nelayan tradisional Sungsang tidak mengenal pembagian musim penangkapan ikan. berdasarkan informasi dan keterangan dari para nelayan bahwa mereka menangkap ikan rata-rata delapan (8) bulan dalam setahun. selain angin kencang dan gelombang tinggi. Setelah bulan September mereka sebut musim mundur. Masa puncak penangkapan ikan bagi mereka adalah dari bulan April sampai dengan September. Namun. Karena pada masa inilah biasanya banyak pernikahan dan pesta perkawinan dilakukan. Oleh karenanya. Sedangkan dari bulan Desember sampai sekitar pertengahan Maret para nelayan tidak melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi. juga temperatur air laut terasa agak panas dan alat penangkap ikan yang mereka tebar banyak dikotori oleh sejenis ganggang yang disebut agar-agar laut oleh nelayan tradisional dan masyarakat setempat.2.

Nelayan yang memakai tuba (racun) atau yang melanggar larangan ini akan diambil tindakan oleh pemerintah Marga (Pasirah). kawasan tempat mereka beroperasi dimanfaatkan nelayan dari daerah lain. Larangan Larangan dimaksud dapat berupa perbuatan maupun dalam menangkap jenis ikan tertentu. Segi nilai kearifan lokal. Keadaan seperti ini oleh para nelayan disebut dengan istilah "kucing-kucingan". Begitu gelombang dan angin berhenti mereka melaut kembali. Bahkan kegiatan nelayan. Ada waktu yang merupakan larangan untuk menagkap ikan dan patangan. sehinga anak udang/anak ikan tidak dapat meloloskan diri. Bunga Rampai Kearifan Lingkungan: Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang harmonis di Sumatera Selatan (Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. Larangan pemakaian bahan beracun atau tuba ini tetap berlaku hingga kini. tetap saja pada masa antara bulan September dan Maret ini kebanyakan nelayan. pokok yang akan dideskripsikan larangan. 692-693 . Suatu keteraturan yang baik untuk menata lingkungan tersbut. 2. terutama nelayan yang menangkap ikan di kilung dan tuguk tidak melakukan Dalam pada itu. patangan. 2009) h. Hal-hal yang dilarang: 1.Namun. Pergeseran disebabkan para nelayan pergi ke laut sudah menggunakan perahu bermotor. tidak seutuhnya dilaksanakan terus menerus. alat yang dilarang untuk dipakai oleh para nelayan adalah empang laut atau sekarang dikenal dengan sebutan "belet" yang ukuran atau jaraknya sangat rapat/kerap. Namun demikian. Nelayan dari daerah lain ini diduga berasal dari daerah Riau dan Tanjung Balai (Sumut). dan pengaturan jarak alat tangkap. 9 ___. yang merupakan mewujudkan tertatanya lingkungan agar seimbang. maka bila datang gelombang dan angin mereka dengan cepat dapat merapat atau bersembunyi di hutan-hutan bakau di pinggir pantai. Perbuatan "kucing-kucingan" ini menurut para nelayan tidak dapat dilakukan ketika mereka masih memakai perahu dayung atau sampan seperti masa-masa sebelumnya (masa sebelum motorisasi). Mereka memakai kapal yang berukuran besar dan mesin berkekuatan tinggi serta dilengkapi dengan peralatan yang lebih canggih.9 a. berdasarkan keterangan para nelayan Sungsang selama musim nelayan Sungsang tidak pergi ke laut karena gelombang tinggi dan angin kencang. sekarang kebiasan para nelayan pergi melaut mengalami pergeseran.

agar manfaatnya tidak terpakai begitu saja. Tiang nibung (awangan-awangan/langit-langit) bagan/rumah tempat kilung (bangunan di laut sebagai tempat menangkap ikan teri) tidak boleh dipotong dan dibiarkan rusak sendiri.3. . antara lain: 1. Ketentuan seperti ini menurut para nelayan tidak hanya berlaku untuk mendirikan tuguk di kawasan perairan sungai. dalam tradisi nelayan tradisional ini ada jenis ikan ter-tentu yang tidak pernah dengan sengaja mereka tangkap. Perlunya terapan dalam pemanfaatan lahan. Tidak boleh berbuat cabul (sombong. c. yaitu ikan lumba-lumba. dapat menimbulkan kerusakan.4. 2. memahami dari pembukaan lahan. Kalau dilanggar dapat menyebabkan penghasilan berkurang. Berdasarkan penjelasan dari salah seorang pegawai senior di Kantor Camat Banyuasin II bahwa jarak antara satu "kilung" dengan yang lainnya minimal 500 meter. masih ada lagi perbuatan yang menjadi pantangan atau larangan bagi para nelayan. Pada menginginkan keharmonisan. tetapi dapat berbentuk garis patah-patah. Nilai-nilai pengetahuan ke-keaan merupakan contoh bahwa lahan ini merupakan lingkungan yang dimiliki bersama. merupakan menata lingkungan yang seimbang. kekuatan menata lingkungan yang harmonis terlihat. Barisan tuguk tidak harus membentuk garis lurus. Pendirian tuguk dilakukan secara berbaris menyamping mulai dari pantai mengarah ke tengah laut. Pemberian jarak akan pemanfaatan potensi alam. Walaupun tanpa sadar merupakan hal yang baik dalam guna pemanfaatan lahan. dan pengembaliannya. Pengaturan Jarak alat tangkap Nelayan memiliki kebiasaan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan pengaturan jarak dalam pemakaian atau pendirian alat tangkap. terutama pemakaian atau pendirian "kilung" dan "tuguk". Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang Harmonis Konteks Kekinian Penanaman dengan pengetahuan ke-kean. Walaupun lingkunganya itu terlah terpakai sebelumnya. Sedangkan. tetapi juga di kawasan laut. merupakan mengenal alam itu sendiri. ketika melaut atau menangkap ikan. menurut sitilah setempat) . maksudnya ada yang maju dan ada yang mundur. b. dan 2. Patangan Selanjutnya. tetapi guna berkelanjutan lingkungan itu sendiri tetap ada. ukuran besar-kecilnya bangunan "kilung" itu sendiri terserah kepada kemampuan pemilik kilung. penanman.

dan ada standarisasi ukurannya. Tujuannya pangaturan jarak alat tangkap ini menurut para nelayan. pengaturan jarak alat tangkap. . dan suatu hal unik dari adanya larangan. Tetapi dengan berpengan teguh dan pewarisan akan kearifan lokal. dan perlunya regenerasi potensi laut tersebut. merupakan yang tidakmengerti musim. Aturan inipun mengajarkan agar tidak membunuh bibit perikanan dan anak-anak udang. adalah untuk menghindari agar di antara para nelayan tidak saling mengganggu. Apalagi para nelayan yang mendirikan tuguk dalam suatu kawasan perairan baik di perairan sungai maupun di laut. menjadikan keseimbangan dalam menata lingkungan itu sendiri. patangan. Hal kekinian yang dapat diterapkan untuk kelingkungan kita selajutnya. seperti larangan penangkapan penggunaan racun untuk mejaga kelangsungan ekosistem laut sebagai sumber pemanfaatan. Bahkan jaring untuk penangkapan tidak diperbolehkan rapat. Nilai kekinian mengajarkan akan perlunya pembaruan sumber daya.Kegiatan nelayan sungsang. dan pengetahuan modern mengenai perikanan. Larangan-larang dalam nelayan sungsang ini memiliki rasionalisasi local wisdom. suatu hal berbagai dengan nilai yang adil didalam konteks kebersamaan dalam lingkungan. kebanyakan masih mempunyai hubungan keluarga. Dari pengaturan musim yang akhrinya menjadikan pemahaman akan kegiatan melaut baiknya kapan. Mengingatkan kita ini seluruhnya saudara. ajaran ini masih sangat ditaati. agar tidak mengahabisi seluruhnya potensi laut.

bernilai baik yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka Keharmonisan dengan lingkunganlah yang dapat menjamin masa depan manusia. . 3.2.1. pandangan-padangan setempat atau (lokal) yang bersifat bijaksana. penuh kearifan. Hal itu tentu saja telah dibuktikan lewat proses panjang kehidupan leluhur dalam komunitaskomunitas lokal dalam mensiasati alam lewat budaya yang arif dan bijak.BAB III PENUTUP 3. Pemaparan contohcontoh kearifan lokal akan menjadikan relevansi nilai-nilai leluhur sebagai penanta lingkungan agar terciptanya harmonisasi. Saran Dengan demikian gambaran kearifan lokal sebagai pengetahuan setempat yang merupakan warisan kita semuanya. Kesimpulan kearifan lokal merupakan gagasan-gagasan atau nilai-nilai. perlunya memahami dan mengaplikasikan akan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dengan rasionalaisasi dapat diterima karena periode kemodernan sekarang.

blogspot.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://karodalnet. “Pengertian Kearifan Lokal.com/ Pustaka. Yayasan. (Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI. Jusuf Nikolas.com/2011/10/pengertian-kearifan-lokal.html ___. 2009) Anamofa.wikipedia. “Sumatera Selatan.com/2010/07/kearifan-lokalguna-pemecahan-masalah.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://kytl3lingkunganhidup.” artikel ini diakses pada 12 Desember 2011 dari http://tal4mbur4ng.Daftar Pustaka ___.” artikel ini diakses pada tanggal 12 Desember 2011 dari http://id.html Delfi.” artikel ini diakses pada tanggal 12 Desember 2011 dari http://kelembagaandas. “Kearifan Lokal Guna Pemecahan Masalah. Bunga Rampai Kearifan Lingkungan: Kearifan Lokal dalam Menata Lingkungan yang harmonis di Sumatera Selatan.”Model-model Kearifan Masyarakat Adat Indonesia.blogspot.org/wiki/Sumatera_Selatan .wordpress. “Lingkungan Hidup.com/kelembagaan-masyarakat-adat/yayasan-pusaka/ ___.blogspot.