P. 1
PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN FISIK

|Views: 208|Likes:
Published by Nerazzurri Hendry

More info:

Published by: Nerazzurri Hendry on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2015

pdf

text

original

PEMERIKSAAN FISIK

Tujuan • Mengetahui bentuk fungsi kepala • .Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala. Persiapan alat • • Lampu Sarung tangan(jika di duga terdapat lesi / luka)

Prosedur pelaksanaan inspeksi 1. Atur posisi duduk atau berdiri. 2. Anjurkan untuk melepan penutup kepala,kacamata,dll. 3. Lakukan inspeksi dengan mengamati bentuk kepala,ke simentrisan,dan keadaan kulit kepala. 4. Inspeksi penyebaran,ketebalan,kebersihan,dan tekstur,warna rambut. Palpasi 1.Atur posisi duduk atau berdiri. 1. 2. Anjurkan untuk melepas penutup kepala,kecamata,dll Pakai sarung tangan(terutama jika terdapat luka/lesi di kepala) 3. Lakukan palpasi dengan gerakan memutar yang lembut mengunakan ujung jari, lakukan mulai dari depan turun ke bawah melalui garis kepala 4. Rasakan apakah terdapat benjolan/massa,tanda bekas luka di kepala,pembengkakan,nyeri tekan,dll.jika hal itu di temukan,perhatikan berapa besarnya/luasnya,bagaimana konsistensinya,dan di mana kedudukanya,apakah di dalam kulit,pada tulang atau di bawah kulit terlepas dari tulang. Auskultasi Tempatkan diafrangma setetoskop pada daerah osipital,temporal,dan orbital, lalu dengarkan apakah ada suara bruit. PEMERIKSAAN MATA Tujuan • Mengetahui bentuk dan fungsi mata. • Mengatahui adanya kelainan pada mata.

Persiapan alat • Senter kecil • Surat kabar/majalah • Kartu snellen • Penutup mata • Sarung tangan(jika perlu) Perosedur pelaksanaan Inspeksi Klopak mata 1. Anjurkan klien melihat lurus kedepan. 2. Bandingkan mata kiri dan kanan ,ispeksi posisi dan warna kelopak mata. 3. Anjurkan klien memejamkan mata. 4. Amati bentuk dank e adaan kulit pada kelopak mata serta pada pinggri pada kelopak mata dan catat pada setiap kelainan yang ada. 5. Amati pertumbuhan rambut pada kelopak mata dan posisi bulu mata. 6. Untuk inspeksi kelopak mata bawah,minta klien untuk membuka mata,perhatikan frekuensi refleks berkedip mata. Konjungtiva dan sclera 1. Anjurkan klien untuk melihat lurus kedepan. 2. Tarik kelopak mata bagian bawah ke bawah dengan mengunakan ibu jari. 3. Gunakan sarung tangan jika ada sekret di tepi kelopak mata. 4. Amati keadaan konjungtiva dan kantung konjungtiva bagian bawah,catat jika terdapat infeksi,pus atau warnanya tidak normal/anemis. 5. Jika di perlukan,amati konjungtiva bagian atas,yaitu dengan membuka atau membalik kelopak mata atas dengan posisi pemeriksa berdiri di belakang pasien. 6. Amati warna sclera ketika memeriksa konjungtiva. Kornea 1. Berdiri di sisi klien,lalu dengan cahaya tidak langsung,inspeksi kejernihan dan tekstur kornea. 2. Lakukan ujian sensitivitas kornea,dengan menyentuhkan gulungan kapas steril untuk melihat reaksi berkedip. Pupil dan iris 1. 2. 3. 4. • • • Atur pencahayaan kamar menjadi sedikit redup. Pegang kepala dan dagu pasien agar tidak bergerak gerak. Ispeksi ukuran,bentuk,keselarasan pupil,dan reaksi terhadap cahaya. Uji reflek pupil terhadap cahaya: Sinar pupil klien dengan senter dari samping. Amati mengecilnya pupil yang sedang di sinari. Lakukan pupil yang lain.

5. • • •

Priksa reflek akomodasi. Anjurkan pasien untuk menetap suatu objek yang jauh(dinding yang jauh) Anjurkan klien untuk menatap objek pemeriksaan(jari/pensil) yang di pegang 10 cm dari batang hidung klien. Amati perubahan pupil dan akomodasi melalui kontriksi saat melihat objek yang dekat

PEMERIKSAAN TELINGA Tujuan Mengetahui keadaan pendengaran. telinga luar,saluran telinga,gendang telinga,dan fungsi

Persiapan alat :  Arloji berjarum detik  Garpu tala  Sepekulum telinga  Lampu kepala Perosudur pelaksanaan Inspeksi dan palpasi telinga luar a. Bantu klien dlm posisi duduk,jika memungkinkan. b. Posisi pemeriksaan menghadap ke sisi telinga yang di kaji. c. Atur pencahayaan dengan mengunakan auroskop,lampu kepala,atau sumber cahaya lain sehingga tangan pemeriksa bebas bekerja. d. Inspeksi telinga luar terhadap posisi,warna,ukuran,bentuk,hygiene, (adanya)lesi/ massa dan kesimentrisan.Bandingkan dengan hasil normal. e. Lakukan palpasi dengan memegang telinga menggunakan jari telunjuk dan jempol. f. Palpasi kartilago telinga luar secara sistematis,yaitu dari jaringan lunak ke jaringan keras dan catat jika ada nyeri. g. Lakukan penekanan pada area tragus ke dalam dan tulang telinga di bawah daun telinga. h. Bandingkan telinga kiri dan telinga kanan. Ispeksi lubang pendengaran esternal dengan cara berikut. • Pada orang dewasa ,pegang daun telinga/heliks dan perlahan lahan tarik daun telinga ke atas dan kebelakan sehingga lurus dan menjadi mudah diamati. • Pada anak-anak,tarik daun telinga ke bawah. i. Periksa adanya peradangan,perdarahan ,atau kotoran/serumen pada lubang telinga. PEMERIKSAAN HIDUNG

Tujuan • Mengetahui bentuk dan fungsi hidung. • Menentukan kesimentrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi. Persiapan alat • Sepekulum hidung • Senter kecil • Lampu penerangan • Sarung tangan(jika perlu) Prosedur pelaksanaan Inspeksi dan palpasi hidung bagian luar 1. pemeriksaan duduk berhadapan dengan klien 2. atur peneranagan 3. amati bentuk dan tulang hidung bagian luar dari sisi depan, samping dan atas 4. amati keadaan kulit hidung terhadap warna dan pembengkakan 5. amati kesimetrisan lubang hidung. 6. observasi dan pelebaran neres (lubang hidung) jika terdapat pengeluaran (sekret,darah,dll) jelaskan karakter, jumlah, dan warnanya 7. lakukan palpasi lembut dan jaringan lunak hidung terhadap nyeri terhadap massa 8. letakkan satu jari pada masing-masing sisi arkusnasal dan mepalsasinya dengan lembut, lalu gerakan jari dari batang keujung hidung 9. Kaji mobilitas septum hidung inspeksi hidung bagian dalam  Pemeriksaan duduk behadapan dengan klien  Pasang lampu kepala  Atur lampu agar dapat secara adekuat menerangi lubang hidung  Tekan hidung secara lembut untuk mengelefasikan ujung hidung dan lakukan pengamatan bagian arterior lubang hidung  Amati posisi septum hidung  Pasang ujung speculum hidung pada lubang hidung sehingga lubang hidung dapat diamati  Amati katilago dan dinding-dinding rongga hidung serta selaput lender pada rongga hidung (warna,sekresi,bengkak)  Lepas speculum secara berlahan-lahan.

Pemeriksaan mulut dan faring Tujuannya mengetahui bentuk dan kelainan mulut Persiapan alat • senter kecil • sudip lidah • sarung tangan bersih • kassa Prosedur pelaksanaan : 1. atur duduk klien berhadapan dengan pemeriksa dan tingginya sejajar 2. amati bibir klien untuk mengetahui warna bibir, kesimetrisan, kelembapan , dan apakah ada kelainan kongiental, bibir sumbing, pembengkakan, lesi, ulkus 3. instruksikan klien untuk membuka mulut guna mengamati gigi klien 4. atur penerangan yang cukup 5. amati keadaan gigi, jumlah, ukuran warna, kebersihan, karies dll 6. amati keadaan gusi adanya lesi, tumor, pembengkakan 7. observasi kebersihan mulut dan adanya bau mulut 8. amati lidah terhadap kesimetrisannya dengan cara meminta klien untuk menjulurkanlidahnya, lalu amati warna, sejajaran atau kelainan 9. amati semua bagian mulut termasuk bagian lender mulut dengan memeriksa warna, sekresi, adanya peradangan, pendarahan, ataupun ulkus 10. tarik lembut bibir bawah menjadi gigi dengan jari yang terpasang sarung tangan 11. beri klien kesempatan untuk beristirahat dengan menutup mulutnya jika ia lelah 12. anjurkan klien untuk mengangakat kepal sedikit kebelakang dan membuka mulut ketika menginspeksi faring PALPASI MULUT 1. 2. 3. 4. Pemeriksaan duduk behadapan dengan klien anjurkan klien dengan membuka mulut pegang pipi diantara ibujari dengan tangan ( jari telunjuk berada di dalam ) palpasi dasar muut dengan menginstruksikan klien untuk mengatakan el, lalu dengan jari telunjuk tangan kanan melakukan palpasi dasar mulut secara sistematis, sedangkan ibujari menekan bawah dagu untuk mempermudah palpasi. 5. palpasi lidah dengan menginstruksikan klien untuk menjulurkan lidah, dan lidah di pegang dengan kasa steril menggunakan tangan kiri. PEMERIKSAAN LEHER

Tujuan: 1. menentukan struktur integritas leher 2. mengetahui bentuk leher serta berkaitan 3. memeriksa system limfatik Persiapan alat: • stetoskop Prosedur pelaksanan inpeksi: 1. atur pencahayaan dengan baik 2. anjurkan klien untuk melepas baju atau benda apapu yang menutupi leher. 3. amati bentuk leher,warna kulit,adanya jaringan perut pembengkakan,adanya massa.pengamatan di lakukan secara system matis mulai dari garis tengah sisi depan leher,samping dan belakang. 4. inspeksi tiroit dengan menginstruksikan klien untuk menelan dan mengamati gerakan kelenjar tiroid pada takik suprasternal. 5. minta klien untuk memfleksikan leher dengan dagu ke dada, hiperekstensikan leher sedikit ke belakang, dan gerakan menyamping ke masing-masing sisi kemudian ke samping sehinga telinga bergerak ke arah bahu. PALPASI 1. Untuk memeriksa nodus limfe,buat klien santai dengan leher sedikit fleksi ke depan atau mengarah ke sisi pemeriksa untuk merelaksasikan jaringan dan otot-otot. 2. Gunakan bantalan ketiga jari tengah tangan dan memalpasikan dengan lembut masing masing jaringan limfe dengan gerakan memutar. 3. Periksa setiap nodus dengan urutan sebagai berikut. • Ndus oksipitalis pada dasar tengkorak. • Nodus auricular posterior di atas mastoid. • Nodus preurikular tepat di depan telinga. • Nodos tonsilar pada sudut mandibula. • Nodus submental pada garis tengah beberapa cm di belakang ujung mandibula. • Nodus submaksilaris pada garis tengah di belakang ujung mandibula. • Nodus servikal superficial,superficial terhadap sternomastoideus. • Nodus supraklilavikula,dalam suatu sudut yang terbentuk oleh klavikula sternokleidomastoideus. 4. Palpasi kelenjar tiroid,dengan cara: • Letakkan tangan pada leher klien • Palpasi fosa supresternal dengan jari telunjuk dan jari tengah • Instruksikan klien untuk minum atau menelan agar memudahkan palpasi.

Jika terba kelenjar teroit,pastikan bentuk,ukuran,konsitensi,dan permukaanya.

PEMERIKSAAN DADA DAN PARU Tujuan • Mengetahui bentuk ,kesimentrisan,ekspansi,keadaan kulit dinding dada. • Mengetahui frekuinsi,sifat,irama pernafasan • Mengetahui adanya nyeri tekan,massa,peradangan,tektil feremitus. • Mengetahui keadaan paru-paru dengan organ lain di sekitarnya. • Mengkaji aliran udara melalui batang trakeobronkial. • Mengetahui adanya sumbatan aliran udara dll. Persiapan alat • Setetoskop • Pengaris sentimeter • Pensil penanda Prosedur pelaksanaan inspeksi dada 1. Buka baju klien dan perlihatkan badan klien sebatas inggang. 2. Atur posisi klien,duduk atau berdiri. 3. Beri penjelasan pada klien tentang apa yang akan dilakukan oleh pemeriksaan dan anjurkan klien untuk tetap santai/rileks. 4. Lakukan pengamatan bentuk dada dari 4 sisi,yaitu: • Depan:perhatikan klavikula,seternum,dan tulang rusuk: • Belakang:perhatikan bentuk tulang belakang,kesimentrisan sekapula; • Sisi kanan; • Sisi kiri klien. 5. Inspeksi bentuk dada secara keselurusan untuk mengetahuan kelainan bentuk dada dan tentukan frekuensi respiresi. 6. Amati keadaan kulit dada,apakah terdapat retraksi interkostalis selama bernafas,jaringan perut,atau kelainan lainyan Palpasi dada a. Berdiri didepan klien dan letakkan kedua telapak tangan secara datar pada dinding dada klien. b. Anjurkan klien untuk menarik nafas. c. Rasakan gerakan dinding dada dan bandingkan sisi kanan dan sisi kiri. d. Pemeriksaberdiri di belakang klien,letakkan tangan pemeriksa pada sisi dadalateral klien,perhatikan getaran kesampingsewaktu klien bernafas. e. Letakkan ke dua tangan pemeriksa di punggung klien-ibu jari di letakkan sepanjang penonjolan sepina setinggi iga ke-10 dengan telapak menyentuh permukaan posterior.

f. g.

Setelah ekshalasi,minta klien untuk bernapas dalam,observasi gerakan ibu jari pemeriksa. Bandingkan gerakan kedua sisi dinding dada.

PEMERIKSAAN JANTUNG Tujuan  Mengetahui ketidaknormalan denyut jantung.  Mengetahui ukuran dan bentuk jantung secara kasar.  Mengetahui bunyi jantung normal abnormal atau abnormal.  Mendeteksi ganguan kardiovaskuler. Perosedur pelaksanaan inspeksi dan palpasi 1. Posisikan klien terlentang dengan pemeriksa berada di sebelah kanan klien. 2. Lokalikasi tanda pada dada,pertama dengan memalpasi sudut lousi atau sudut sternal yang teraba,seperti suatu tonjolan datar. 3. Gerakan jari – jari sepanjang sudut pada masing masing sisi seternum untuk meraba iga kedua yang berdekatan. 4. Palpasi spasium interkostal ke -2 kanan untuk menentukan area aorta dan spasium interkostalis ke-2 kiri untuk area pulmonal. 5. Inspeksi dan kemudian palpasi area aorta dan area pulmonal untuk mengetahui ada / tindaknya palpasi. 6. Palpasi spasium interkostalis ke-5 kiri untuk mengetahui area trikuspidalis/ ventricular. 7. Dari area trikuspidalis,pindahkan tangan secara lateral 5-7 cm ke garis midkla kiri untuk menemukan area apikal atau titik denyut maksimal. 8. Inspeksi dan palpasi area apikal tersebut untuk mengetahui pulsasi. 9. Untuk mengetahui pulsasi aorta,lakukan ispeksi dan palpasi pada area epigastrik tepat di bawah ujung sternum. .PEMERIKSAAN PAYUDARA DAN KETIAK Tujuan • Mengetahui adanya massa atau adanya ketidakteraturan dalam jaringan payudara. • Mendeteksi awal adanya kangker payudara., Persiapan alat Sarung tangan sekali pakai.(jika terdapat lesi) Prosedur pelaksanaan Inspeksi 1. Atur posisi klien duduk menghadap ke depan,telanjang dada dengan kedua langan rileks di sisi tubuh.

2. Lakukan observasi sesuai garis imajiner yang membagi payu dara menjadi empat kuadran dan sebuah ekor. 3. Inspeksi ukuran,bentuk,dan kesimentrisanya. 4. Inspeksi warna kulit , lesi ,edema,pembengkakan,massa,pendataran,lesung,dll. 5. Inspeksi putting dan areola terhadap ukuran ,warna dan bentuk dan titik putting, serta keluaran 6. Inspeksi adanya reaksi dengan meminta klien melakukan tiga posisi: • Mengangkat lengan keatas • Menekan tangan kepinggang • Mengeksetensikan tangan lurus kedepan saat duduk 7. Inspeksi ketiak dan klavikula untuk mengetahui adanya kemerahan, pembengkakan, infeksi, pigmentasi. Palpasi: a) b) c) Lakukan palpasi di sekeliling putting susu untuk mengetahui adanya keluaran Palpasi daerah klavikula dan ketiak terutama pada area limfenology Palpasi setiap payudara, untuk payudara yang berukuran besar terlebih dahulu palpasi dengan cara menekankan telapak tangan atau tiga jari tengah ke permukaan payudara pada kuadran samping atas, lakukan palpasi dengan gerakan memutar terhadap dinding dada dari tepi menuju areola dan memutar searah jarum jam Palpasi payudara sebelahnya Catat hasil pemeriksaan

d) e)

 

PEMERIKSAAN PERUT (ABDOMEN ) Tujuan Mengetahui bentuk gerakan – gerakan perut Mendengarkan suara paristaltik usus.  Meneliti tempat nyeri tekan,orang-orang dalam ronga perut,benjolan dalam perut,dll. Persiapan alat Setetoskop Pengaris kecil Pensil gambar Bantal kecil Pinta pengukur Abdomen a. Atur pencahayaan yang baik. b. Atur posisi yang tepat ,berbaring terlentang dengan tangan di kedua sisi dan sedikit menekuk.

c. Buka obdomen mulai dari porosesus xifoideus sampai simfisis pubis. d. Amati bentuk perut secara umum,warna kulit,kontur permukaan perut, (adanya) retraksi,penonjolan , adanya tidak kesimentrisan jaringan perut,steriae,dll. e. Perhatikan posisi,bentuk,warna,dan adanya inflamasi atau pengeluaran umbilicus. f. Amati gerakan – gerakan kulit pada perut saat inspirasi dan ekspirasi. Auskultasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hangatkan bagian diafragma dan bell stetoskop. Letakkan sisi diafrangma setetoskop tadi di atas kuadran kanan bawah pada area skum. Dengarkan bising usus dan perhatikan frekuensi dan karakternya Jika bising usus tidak mudah terdengar , lanjutkan pemeriksaan sistematis,dengarkan setiap kusdran setiap apdomen. Catat bising usus apkah terdengar normal,tidak ada , hiperaktif atau hipoaktif. Letakkan bagian bell/sungkup stetoskop di atas aorta,arteri renalis , arteri iliaka, dan arteri femoral. Letakkan bagian bell stetoskop pada daerah preubilikal/sekeliling pusat untuk mendengarkan bising vena(jarang terdengar)

PEMERIKSAAN GENITALIA Tujuan  Melihat dan mengetahui orang-orang yang termasuk dal genitalia.  Mengetahui adanya abnormalitas pada genitalia ,misalnya virises,edema,tumor,/benjolan,infeksi,luka/iritasi,pengeluaran cairan/darah ,dsb.  Melakukan perawatan genitalia.  Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil/persalinan. Persiapan alat  Lupa yang di atur pencahayaanya  Sarunga tangan Perosedur pelaksanaan a) Beri kesempatan klien untuk mengosokkan kandung kemih sebelum di mulai pemeriksaan. b) Anjurkan klien membuka celana,mengatur posisi litotomi,dan menutupi bagian yang tidak di amati. c) Atur pencahayaan sehinga area perinial mendapat penyinaran dengan baik. d) Pakai sarung tangan. e) Jangan menyentuh area perinial tanpa memberi tahu klien,atau sentuh salah satu pahan terlebih dahulu.

f) g) h) i) j) k)

Inspeksi kuantitas dan penyebaran pertumbuhan bulu pubis dan bandingkan sesuai masa perkembangan klien. Observasi kulit dan area pubis , perhatikan adanya lesi , eritema,fissure,leukoplakia,daneksoriasi. Tarik lembut labia mayora dengan jari-jari dengan tangan satu untuk menginspeksi keadan klitoris ,labia minora ,orifisium uretra ,selaput darah ,orifisium vagina,dan perineum. Perhatikan setiap pembengkakan ,ulkus,kluaran,nodula,dll. Palpasi klenjar sekene untuk mengetahui adanya rabas maupu kekakuan. Palpasi kelenjar bartholin.

Ispeksi dan palpasi genitalia eksternal pria 1. Pakai sarung tangan. 2. Inspeksi penis untuk mengetahui penampilan kulit,ukuran,dan kelainan lainya 3. Pada pria yang belum disirkumsisi/khitan,tarik prepusium/kulup untuk menginspeksi kepala penis dan meatus uretra terhadap adanya cairan,lesi,edema,dan inflamasi. 4. Inspeksi skrotum untuk mengatahui ukuran,warna,bentuk,dan kesimentrisan serta observasi terhadap adanya lesi dan edema. 5. Palpasi lembut batang penis di antara ibu jari dan kedua jari-jari utama untuk mengetahui adanya area pengerasan atau nyeri local. 6. Inspeksi skrotum untuk mengetahui ukuran,warna , bebtuk,dan kesimentrisanya serta observasi terhadap adanya lesi dan edema. 7. Palpasi skrotum dan testis dengan mengunakan jempol dan tiga jari pertama. 8. Palpasi epididinis yang memanjang dari puncak testis ke belakang. 9. Palpasi saluran sperma dengan jempol dan jari telunjuk. PEMERIKSAAN REKTUM DAN ANUS Tujuan • • • •    Mengetahui kondisi anus dan rectum. Menentukan adanya massa atau bentuk tidak teratur dari dinding rectal. Mengetahui integritas spingter anal eksternal. Memeriksa kangker rectal,dll.

Persiapan alat Sarung tangan sekali pakai Zat pelumas Penerangan untuk pemeriksaan

Prosedur pelaksanaan 1. Atur posisi klien Wanita : berbaring miring,jika bersamaan dengan pemeriksaan vaginal,berbaring posisi litotomi. Pria:posisi sims,atau berdiri dan membungkukke depan dengan pingang fleksi dan tubuh bagian atas bersandar pada meja periksa. 2. Kenakan sarung tangan sekali pakai. 3. Inspeksi jaringan prianal dan palpasi kulit sekitarnya. 4. Dengan tangan tidak dominant,renggangkan bokong,lalu ispeksi area anal untuk mengetahui karateristik kulit,lesi,hemoroid eksternal,ulkus,inflamasi,kemerahan, ekskoriasi. 5. Minta klien mengejan(perhatikan adaya hemoroid internal atau fosura). 6. Oleskan zat pelumas pada jari tlunjuk yang bersarung tangan 7. Lakukan palpasi pada dinding rectum dan rasakan ada tindakanya nodula.massa, serta nyeri tekan. 8. Pada peria,palpasi dinding anterior untuk mengetahi glandula prostate.,normalnya teraba dengan diameter+4 cm dan tidak tersa nyeri tekan. 9. Pada wanita,palpasi serviks uterius melalui dinding rectal anterior. 10. Setelah selesai,tarik jari pemeriksa dari rectum dan anus,amati keadaan feses pada sarung tangan. 11. Catat hasil pemeriksaan. PEMERIKSAAN KULIT DAN KUKU Tujuan. -mengetahui kondisi kulit dan kuku. -mengetahui perubahan oksigenasi,sirkulasi,kerusakan jaringan,setempat,dan hirasi. Persiapan alat -pencahayaan yang cukup/lampu -sarung tangan(untuk lesi basah atau berair) Perosudur pelaksanaan 1.cuci tangan. 2.jika klien mempunyai lesi yang lembab atau terbuka,gunakan sarung tangan. 3.inspeksi warna dan pingmentasi kulit serta bandingkan warna dari bagian simentris tubuh. 4.beri perhatian yang lebih pada area seputar aputasi,traksi,danbalutan. 5.perhatikan jika kulit lebih pucat atau gelap dari biasanya dan juga area ditemukanya variasi warna. 6.inspeksi warna bibir,kuku,telapak tangan. 7.dengan mengunakan ujung jari, palpasi permukaan kulit untuk merasakan kelembabanya. 8.palpasi suhu kulit dengan bagian dorsal atau punggun tangan,bandingkan tubuh yang simentris.

9.tekan ringan kulit dengan ujung jari untuk menentukan keadaan teksturnya. 10.kaji turgor dengan mencubit kulit pada punggung tangan atau lengan bawah dan lepaskan. 11.kaji kondisi kulit,beri perhatian khusus pada bagian yang terkena tekanan. 12.inspeksi adanya lesi,yang meliputi warna,ukuran,jenis,klompok,dan cara penularan. 13.ispeksi setiap area edema yang meliputi likasi,warna,dan bentuk. 14.palpasi setiap area edema untuk mengetahui mobilitas.konsistensi,dan nyeri tekan. 15.untuk mengkaji pitting edema, tekan kuat area tersebut selama 5detik dan lepaskan,lalu rekam kedalaman pitting/cekungan dalam millimeter. 16.ispeksi warna dasar kuku, ketebalan, bentuk kuku,tekstur,dan kondisi jaringan sekitar kuku. 17.ispeksi sudut antara kuku dan dasar kuku. 18.palpasi dasar kuku. 19.kaji keadekuatan sirkulasi dengan pengisian kapiler dengan palpasi:ganguan jari kuku,amati warna dasar kuku dengan ibu jari. PEMERIKSAAN SISTEM MUSKULOSKELETA Tujuan -memperoleh data dasar tentang otot,tulang, dan persediaan. -mengetahui adanya mobilitas,kekutan atau adanya gangguan pada bagian-bagian tertentu. Persiapan alat -meteran Perosedur pelaksanaan otot 1.ispeksi,ukuran otot bandingkan satu sisi dengan sisi yang lain dan amati adanya atrofi atau hipertrifi. 2.jika didapatkanperbedaan antara kedua sisi,ukuran keduanya dengan mengunakan materi. 3.amati adanya otot dan tendo untuk mengetahui kemungkinan kontraktur yang ditunjukkan oleh malpasi suatu bagian tubuh. 4.lakukan palpasi saat otot istrirahat dan pada saat otot bergerak secara aktif dan pasif untuk mengetahui adanya kelemahan. 5.uji kekkuatan otot dengan cara menyiruh klien menarik atau mendorong tanga pemeriksa,bandigkan kekuatan otot eksteremitas kanan dengan ekstremitas kiri. 6.amati kekutan suatu bagian tubuh dengan cara memberi penahanan secara resisten TULANG 1.Amati kenormalan susunan tulang dan adanya deformitas. 2.palpasii untuk mengetahui adanya edema atau nyeri tekan. 3.amati keadaan tulang untuk mengetahui adanya pembengkakan.

PEMERIKSAAN SISTEM NEUROLOGO Tujuan mengetahui integritas system persarafan yang meliputi fungsi saraf cranial,fungsi sensorik,fungsi motorik,dan refleks. Persiapan alat -bahan bacaan -botol kecil-kecil berisi zat bararoma -koin atau klip krtas -jarum -senter kecil -sudip lidah -botol berisi air panas,boto berisi air dingin -pembersihan berujung kapas -garpu tala -refleks hammer. PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL SUHU TUBUH Mengukur suhu oral pengertian mengukur suhu tubuh dengan mengunakan termometer yang di tempatkan di mulai Tujuan mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan membantu menentukan diagnosis. Persiapan alat Baki berisi Thermometer air raksa/thermometer elektriksiap pakai Bengkok Larutan sabun,desifektan,air bersih dalam tempatnya Kertas tisu dalam tempatnya Sarung tangan buku catatan dan alat tulis MENGUKUR SUHU REKTAL Pengertian Mengukur suhu tubuh dengan mengunakan temometer yang ditempatkan di rectum Tujuan Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan membantu menentukan diagnosa.

Persiapan alat Baki berisi: Temometer air raksa/ thermometer digital siap pakai Bengkok Vaselin/pelumas larut air Larutan sabun,desinfektan,air bersih dalam tepatnya Kartu tusu dalam tempatnya Sarung tangan Buku catatan dan alat tulis MENGUKUR SUHU KETIAK/AKSILA Pengertian Mengukur suhu badan dengan mengunakan thermometer yang ditempatkan diketiak/aksila. Tujuan Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan membantu menentukan dagnosa. Persiapan alat Baki berisi Thermometer air raksa/thermometer digital siap pakai Bengkok Larutan sabun,desinfektan,air bersih dalam tempatnya Sarung tangan Buku catatan dan alat tulis MENGUKUR TEKANAN DARAH Pengertian Melakukanpengukuran tekanan darah(hasil dari curah jantung dan tahanan pembuluh perifer)dengan mengunakan sfigmomanometer. Tujuan Mengetahui keadaan hemodinamik klien dan keadaan kesehatansecara menyeluruh. Dilakukan pada Setiap klien yang baru di rawat Setiap klien secara rutin Klien secara rutin Persiapan alat Baki berisi: Setetoskop Sfigmomanometer air raksa atau aneroid dengan balon udara dan manset

Kapas alcohol dalam tempatnya Bengkok Buku catatan dan alat tulis MENGHITUNG DENYUT NADI NADI RADIAL Pengertian Menghitung frekuensi denyut nadi(loncatan aliran darah yang dapat teraba pada berbagai titik tubuh)melalui perabahan pada nadi Tijuan Mengetahui jumplah denyut nadi dalam satu menit Mengetahui keadaan umum klien Mengetahui integritas system kardiovaskuler Mengikuti perjalanan penyakit Dilakukan Pada klien yang baru masuk untuk di rawat Secara rutin pada klien yang sedang di rawat Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klen Persiapan alat Arloji tangan dengan jarum detik atau layer digital atau polsteller Buku catatan dan alat tulis MENGHITUNG PERNAFASAN Pengertian menghitung jumplah pernapasan (inspirasi yang di ikuti ekspirasi)dalam satu menit. Tujuan Mengetahui keadaan umum klien. Mengetahui jumplah dan sifat pernapasan dalam 1 menit. Mengikuti perkembangan penyakit. Membantu menegakkan diagnosis. Dilakukan 1.pada klienyang baru masuk untuk di rawat 2.secara rutin pada klien yang sedang di rawat 3.sewaktu-waktu,sesuai kebutuhan klien Persiapan alat Arloji tangan dengan jarum detik atau layer digital atau polsteller Buku catatan dan alat tulis Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan

Menimbang berat badan Pengertian Menimbang berat badan dengan mempergunakan timbangan badan. Tujuan Mengetahui berat badan dan perkembanganya. Membantu menentukan program pengobatan(dosis) Menentukan status nutrisi klien Menentukan status cairan klien Persiapan alat Timbangan badan (berdiri,duduk,tidur) MENGUKUR TINGGI BADAN Pengertian tinggi badan dengan alat pengukur. Tujuan Mengetahui tinggi badan dan perkembanganya Menentukan status nutrisi klien Persiapan alat Pita ukur Prosedur pelaksanaan beritahu klien. Bantu klien naik ke timbangan berdiri di lengkapi dengan alat ukur tinggi badan beritahu klien untuk menghadap keperawat (saling berhadapan) beri tahu klien untuk berdiri tegak di atas timbangan. ukur tinggi badan klien. Bantu klien turun dari timbangan.

DAFTAR PUSTAKA Asih,Ni luh Gede Yasmin. 1994.Seri Pedoman Peraktis Prosedur Keperawatan Darurat.Jakarta:EGC Depkes RI. 1994.Prosedur perawatan Anak di Rumah Sakit, Cetakan ke-4. Dirjen Yan Med Depkes RI. Depkes RI. 1994. Prosedur Perawatan Dasar. Jakarta: PPNI. Depkes RI. 1995. Asuhan Keperawatan Pasien dan Gangguan/Penyakit Sistem Urogenital. Jakarta: Pusdiknakes. Delp & Mamming. 1998. Major’s Physical Diagnosis,Edisi 9, Alih Bahasa Moelia Radja Siregar. Jakarta:EGC. DRAMA Judul : Pemeriksaan fisik Nama peran : Dokter : Tri yanto Perawat Pasien Ibu

Bapak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->