P. 1
Cth Usaha Sapi Prh

Cth Usaha Sapi Prh

|Views: 97|Likes:
Published by GinthaCruz

More info:

Published by: GinthaCruz on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

http://rizkiirvani.blogspot.com/2009/12/abstraks-rizki-irvani-10206854-studi.

html

Rizki Irvani
Samudera Kehidupan

"Laa ilaaha illallah Muhammadur rasuulullaah"
RABU, 30 DESEMBER 2009

ABSTRAKS

Rizki Irvani, 10206854 STUDI KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN JUMLAH SAPI PERAH MILIK BAPAK H. HUSNI PI, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2009 Kata Kunci : Studi Kelayakan (xi + 35 + lampiran) Studi kelayakan penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. Husni ini bertujuan untuk mengetahui layakkah penambahan jumlah sapi perah yang akan dilakukan oleh Bapak H. Husni. Adapun studi kelayakan penambahan jumlah sapi perah ini dikaji dengan menggunakan aspek-aspek studi kelayakan seperti : aspek pasar dan pemasar, aspek teknis dan teknologi dan aspek keuangan.

Dari aspek-aspek tersebut menunjukkan bahwa penambahan jumlah sapi perah layak dan dapat diterima. Pada aspek keuangan metode yang digunakan dalam penilaian kelayakan investasi adalah metode Payback Period suatu periode yang diperlukan dapat menutup kembali pengeluaran investasi selama 9,84 bulan atau selama 9 bulan 84 hari yang berarti lebih cepat dari waktu yang diperkirakan oleh Bapak H. Husni yaitu selama 1 tahun, metode Net Present Value diperoleh selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih sebesar Rp 16.693.706,00,- metode Internal Rate of Return diperoleh perhitungan sebesar 21,38 % yakni lebih besar dari suku bunga pinjaman yang ditetapkan yaitu 11 %, metode Profitability Index diperoleh perhitungan sebesar 1,21 yakni lebih besar dari 1,00. Dari hasil perhitungan empat metode tersebut menyatakan bahwa investasi penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. Husni layak dan dapat diterima.

Daftar Pustaka (1999 – 2005)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai jenis-jenis usaha atau kegiatan produksi baik yang menghasilkan barang ataupun jasa. Namun jenis usaha yang hasilnya berupa barang lebih mudah untuk kita temui dan manfaatnya dapat kita rasakan secara langsung. Tanpa disadari ternyata kita sering kali menjumpai produk minuman yang berupa susu sapi. Susu merupakan minuman yang sangat menyehatkan bagi tubuh. Dengan minum susu, seseorang menjadi lebih sehat dan kuat. Karena susu banyak mengandung vitamin dan kalsium yang diperlukan oleh tubuh manusia terutama tulang. Orang yang minum susu daya tahan tubuhnya terhadap penyakit jauh lebih kuat dibandingkan dengan orang yang tidak minum susu. Susu baik diminum oleh siapa saja tanpa mengenal usia. Mulai dari balita sampai orang yang sudah lanjut usia. Susu sangat diperlukan oleh manusia terutama balita, karena jika balita tidak diberikan

2 Batasan Masalah Dalam penulisan ilmiah ini. aspek teknis dan teknologi dan aspek keuangan. perlu minum susu untuk menjaga kesehatannya dan mencegah penyakit osteoporosis. Sedangkan data yang penulis gunakan adalah data tahun 2009.2. Begitu juga yang dilakukan oleh Bapak H. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “STUDI KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN JUMLAH SAPI PERAH MILIK BAPAK H. sebelum rencana tersebut direalisasikan terlebih dahulu perlu dilakukan studi kelayakan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.1 Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah pada penulisan ilmiah ini adalah : Apakah investasi penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H.2 Rumusan dan Batasan Masalah 1. Anak-anak dan remaja juga perlu minum susu untuk mempercepat pertumbuhan dan kecerdasan otaknya. 1. Berdasarkan pandangan diatas. Akan tetapi untuk menambah jumlah sapi perah tersebut tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit. 1.4.susu ia akan kekurangan gizi dan mudah terserang berbagai macam penyakit. Oleh karena itu.4 Manfaat Penelitian Penulis berkeinginan agar penelitian ilmiah ini dapat memberikan manfaat yang maksimal sehingga bisa menjadikan nilai tambah bagi penelitian ini.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ilmiah ini adalah untuk mengetahui layak atau tidaknya investasi penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. HUSNI”. Adapun manfaat tersebut adalah : 1. Maka banyak pemilik sapi perah melihat ada peluang bisnis untuk melakukan pengembangan usahanya dengan cara menambah jumlah sapi perah. 26 Jakarta Selatan. Husni layak atau tidak untuk dilaksanakan ? 1. Husni yang berada di Jl. 1.2. Orang dewasa dan yang sudah lanjut usiapun. Net Present Value (NPV). penulis membatasi pembahasannya pada masalah aspek pasar dan pemasaran. Husni yang berencana untuk menambah jumlah sapi perahnya. Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI).1 Manfaat Akademis Penulis berharap bahwa permasalahan yang telah dirumuskan dapat memberikan manfaat baik dibidang pendidikan sebagai contoh kasus yang menguraikan hasil investasi yang dilakukan dan . Setelah melihat fenomena tersebut bahwa orang yang minum susu tidak dibatasi oleh usia. Mampang Prapatan VI No. Penilaian investasi tersebut menggunakan empat metode yaitu Payback Period (PP).

Wawancara. 1. penulis mendapatkan data dan informasi dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek atau lokasi penelitian. Husni. 2. 26 Jakarta Selatan.2 Data atau Variable Data atau Variable yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Studi Lapangan (Field Research) Yaitu suatu pengumpulan data dan informasi primer langsung dari sumber penelitian.5. maka penulis menggunakan data investasi. data pendapatan. Observasi. Dengan cara : 1. yang berasal dari berbagai sumber tertulis yaitu dengan cara mempelajari buku-buku literature dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang akan dibahas.5. Studi Kepustakaan (Library Research) Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca referensi yang mendukung isi penelitian ini. Mampang Prapatan VI No.5 Metode Penelitian 1.5. 1. usaha sapi perah milik Bapak H. Husni. 1.3 Metode Pengumpulan Data Dalam menyusun penulisan ilmiah ini. Husni yang beralamat di Jl. b.1 Objek Penelitian Dalam masalah ini penulis mengambil objek penelitian pada penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). yaitu pengamatan secara langsung pada kegiatan dan proses manajemen yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas. Dengan menggunakan empat metode analisis.2 Manfaat Bagi Pemilik Sapi Perah Bagi pemilik sapi perah untuk dijadikan bahan evaluasi dan sebagai tolak ukur untuk memperbaiki sistem manajemen.4 Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah analisis kuantitatif.dapat menunjang dalam proses belajar studi kelayakan bisnis bagi mahasiswa. adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui gambaran mengenai kelayakan investasi penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. data keuntungan dan tingkat suku bunga pinjaman Bank sebesar 11%. yaitu Payback Period (PP).4. 1. 1. Net Present Value (NPV).5. .

Penghematan devisa serta penambahan devisa. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan. 2) Pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dijalankan. 3. Manfaat sumber daya tertentu.1. Sedangkan menurut Suad Husnan dan Suwarsono (1999 . 2. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat sekitar proyek tersebut.1 Pengertian Studi Kelayakan Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi Negara tempat proyek itu dilaksanakan (manfaat ekonomis nasional). . Memudahkan perencanaan.2 Tujuan Dilakukan Studi Kelayakan Tujuan dilakukan studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan dan menghindari resiko kegagalan suatu proyek yang menyangkut investasi dalam jumlah besar. Pengertian keberhasilan ini dapat diartikan berbeda-beda antara lain : • Pihak swasta : Lebih berminat mengenai manfaat ekonomis suatu investasi. Manfaat bagi masyarakat luas dalam penyerapan tenaga kerja. b. Menurut Haming dan Basamalah (2003 .1.1 Kerangka Teori 2. 7) studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi itu dilaksanakan. 4) Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat atau tidaknya suatu proyek (proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. • Pihak pemerintah atau lembaga non profit : Menguntungkan dalam arti yang lebih relatif seperti : a. 2. Menghindari resiko kerugian. Menurut Kasmir (2003 . dalam rangka menentukan layak atau tidaknya suatu usaha tersebut dijalankan. c.BAB II LANDASAN TEORI 2. untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan. Paling tidak ada 5 tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan yaitu : 1. Manfaat ekonomis proyek tersebut bagi proyek itu sendiri (manfaat finansial) dengan maksud apakah proyek tersebut menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek tersebut. Pada umumnya suatu studi kelayakan proyek menyangkut 3 aspek yaitu : 1. 2. 3. Objek yang diteliti dapat berbentuk proyek besar maupun proyek yang sederhana.

Pihak Manajemen Perusahaan Sebelum leader. 5. Taksiran penghasilan.3 Manfaat Studi Kelayakan Bisnis Menurut Kasmir dan Jakfar (2003 .1. karena sedapat mungkin proyek dibuat demi tercapainya tujuan-tujuan nasional. . Mengenai pertanyaan sistem kinerja dari persiapan diadakannya produksi. maka investor akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena investor memiliki kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh dan jaminan modal yang akan ditanamkan. b. Harga. manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk mengetahui dana yang dibutuhkan. rencana pendanaan dari investor dan kreditor. biaya. Dana untuk investasi. 3. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional. Memudahkan pengendalian. Perkiraan penjualan yang dapat dicapai oleh perusahaan. d. Sumber-sumber pembelanjaan yang akan digunakan. Aspek pasar dan pemasaran a. Program pemasaran. 3. Aspek Keuangan a. berapa yang dialokasikan dari modal sendiri. Pihak Kreditor Sebelum memberikan kredit pihak bank perlu mengkaji studi kelayakan bisnis dan mempertimbangkan bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimiliki. Memudahkan pengawasan. Apakah perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan. Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat. Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima dari pandangan sosial.4 Aspek-Aspek Studi Kelayakan Aspek-aspek dalam studi kelayakan meliputi : 1. c. Pihak Investor Sebelum menanamkan modalnya diperusahaan yang akan dijalankan. d.1. c. b. laba/rugi operasi. 2. Aspek teknis dan teknologi a. 4. 5. 2. 2. 2. c. Permintaan dan penawaran. 124) studi kelayakan bisnis dibutuhkan oleh : 1. Pihak Pemerintah dan Masyarakat Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah agar dapat diprioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah.4. b.

Dalam mempertimbangkan investasi jenis ini. 2. Investasi dengan penambahan kapasitas. Investasi pergantian adalah penggantian aktiva yang harus sudah diganti dengan yang lain. Usulan investasi yang didasarkan menurut kategori diantaranya adalah : 1. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek.1. PI dan estiminasi resiko proyek. Hasil kegiatan proyek serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut. 332) investasi adalah komitmen untuk mengeluarkan dana sejumlah tertentu pada saat sekarang untuk memungkinkan perusahaan menerima manfaat diwaktu yang akan datang.7 Jenis-Jenis Investasi Mulyadi menggolongkan investasi menjadi empat golongan yaitu : 1. namun laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dengan adanya investasi ini akan sulit untuk dihitung secara teliti.1.1. sumber dan penggunaan dana. 2. jenis usaha dan tahapan-tahapannya. Sarana yang diperlukan oleh proyek dan fasilitas pendukung proyek seperti transportasi. identifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan serta teknik-tekniknya. neraca. Ruang lingkup kegiatan proyek. Investasi lain-lain yaitu investasi yang tidak termasuk dalam tiga golongan diatas. Manfaat dan biaya seperti : ROR on Investasi. 3. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan hasilnya suatu proyek. Investasi penambahan jenis produk baru yaitu investasi untuk menghasilkan produk baru tetapi tetap memproduksi yang lama. e. NPV. beserta jadwal dari masing-masing kegiatan tersebut sampai proyek investasi siap berjalan. 3. 2. jalan raya dll. yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. pedoman prosentase tertentu dari hasil penjualan tidaklah merupakan kriteria yang memuaskan. Cara kegiatan proyek dilakukan baik perorangan maupun organisasi. dua tahun atau lebih.6 Pengertian Investasi Menurut Gitman (2000 . 6. 2. Investasi yang tidak menghasilkan laba (non-profit investment) Investasi jenis ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat kontrak yang telah disetujui. .d. Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable profit investment) Investasi jenis ini dimaksudkan untuk menaikkan laba. 4. 3. 7. Investasi dalam penggantian mesin dan ekuipmen (replacement investment) Investasi jenis ini meliputi pengeluaran untuk penggantian mesin dan ekuipmen yang ada. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya proyek seperti manfaat dan pengorbanan ekonomis dan sosial. 4. PP. 2. 2. dan biasanya manajemen puncak lebih banyak mendasarkan pada pertimbangannya dari pada atas dasar analisis dan kuantitatif. Proyeksi keuangan. IRR.5 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Studi Kelayakan Proyek 1. 5.

Ada berbagai cara penilaian usulan investasi didasarkan pada aliran kas (cash flow) dan bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku. 3. Terminal cash flow (aliran kas terminal) yaitu aliran yang akan diterima pada akhir proyek. Untuk memutuskan jenis investasi ini dari informasi akuntansi diferensial yang perlu dipertimbangkan adalah apakah aktiva diferensial yang akan diperlukan untuk perluasan usaha diperkirakan akan menghasilkan laba diferensial. Ada pula yang membagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1. Aliran kas keluar netto (net outflow of cash) yaitu yang diperlukan untuk investasi baru. 148) capital budgeting adalah keseluruhan proses dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut lebih atau kurang dari waktu satu tahun. (2005 .1.8 Pengertian Capital Budgeting Menurut Manahan P. 2. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang. Capital budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena : 1. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan keuntungan tambahan bagi perusahaan dan juga perusahaan harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. 4. 3. 2. Initial cash flow (aliran kas permulaan) yaitu pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode. 2.2 Kajian Penelitian Sejenis Kajian penelitian sejenis berisikan mengenai kajian hasil dari penelitian yang sejenis atau memiliki kesamaan topik dan variable yang akan diteliti oleh penulis.4. 2. sering pula disebut “net cash proceeds” atau “proceed”. Setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas yaitu : 1.1.9 Pengertian Cash Flow Cash flow adalah laporan perubahan kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaannya. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan diwaktu yang akan datang. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar. Tujuan dari kajian penelitian sejenis ini adalah untuk mendorong mahasiswa guna menghargai hasil . Operational cash flow (aliran kas operasional) yaitu aliran kas yang timbul selama proyek berjalan. Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment) Investasi jenis ini merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya. 2. 2. Aliran kas masuk netto tahunan (net annual inflow of cash) yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut.

00. pesaing dan masalah yang dihadapi Rumah Makan Rawon Setan saat ini. 1. Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh : • Waktu pengembalian modal investasi dengan menggunakan metode payback period adalah dalam 5 bulan 5 hari Rumah Makan Rawon Setan ini dapat mengembalikan investasinya. Kelapa Dua yang ingin mengembangkan usahanya dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode NPV. Pengembalian investasi dalam waktu 5 bulan 5 hari dan IRR sebesar 16.. 2.. Judul : Studi Kelayakan Investasi Rumah Makan “Rawon Setan Mbak Endang” Nama : R. Dari penelitian yang dilakukan maka diperoleh : • Waktu pengembalian investasi dengan menggunakan metode PP adalah 7 bulan 9 hari yang lebih cepat dari umur ekonomisnya yaitu 5 tahun sehingga usulan pengembalian usaha yang akan dilakukan dapat diterima.576. Pengembalian investasi dalam waktu 7 bulan 9 hari dan IRR sebesar 47% berarti usulan investasi perluasan usaha pada Wartel Manan dapat diterima karena IRRnya lebih besar dari suku bungan yang ditetapkan . Margonda Raya 197-A Depok.dapat diharapkan bahwa Rumah Makan Rawon Setan akan berjalan dengan baik karena modal awal ini dapat dipastikan kembali dalam jangka waktu singkat.50.berarti layak untuk diperluas. • Dengan NPV bernilai positif ( + ) Rp 39. Judul : Studi Kelayakan Proyek untuk Pengembangan pada Wartel Manan Nama : Hari Purnomo Npm : 11200503 Pembimbing : Syahrudin.berarti layak untuk diperluas.00.. Yang ingin mengembangkan usahanya dengan memperhitungkan dari segi aspek keuangan menggunakan metode NPV. lokasi. maka pemilik Rumah Makan Rawon Setan berencana memperluas usahanya yaitu dengan membuka cabang baru. Widya Ocviana Npm : 10205951 Pembimbing : Dessy Hutajulu.076. MMSi Jurusan/jenjang : Manajemen/S1 Universitas Gunadarma 2005 Objek penelitian yang dilakukan adalah Wartel Manan yang berlokasi di Jl. IRR dan PP. • Dengan NPV bernilai positif ( + ) Rp 13. MM Jurusan/jenjang : Manajemen/S1 Universitas Gunadarma 2008 Objek penelitian yang dilakukan adalah Rumah Makan Rawon Setan yang beralamat di Jl.730. SE.566..401.31% berarti usulan investasi perluasan usaha pada Rumah Makan Rawon Setan dapat diterima karena IRRnya lebih besar dari suku bunga yang ditetapkan yaitu 14%. • Melihat kondisi perkembangan dari pasar potensial.. Akses UI. sebelum mahasiswa melakukan penelitian sendiri.000. • Dari investasi sebesar ( + ) Rp 138. SE. IRR dengan PP.pemikiran dan penelitian orang lain dan juga untuk menanamkan budaya ilmiah dengan selalu mereview hasil penelitian orang lain.

melibatkan periode pembayaran kembali dari proyek kurang dari atau dana dengan periode pembayaran maksimum yang diinginkan perusahaan. Kriteria terima atau tolak dalam metode Payback Period adalah sebagai berikut : • Terima jika pembayaran kembali ≤ periode pembayaran kembali maksimum yang diterima.000. saran dan masalah yang dihadapi Wartel Manan saat ini. . Investasi dapat dihitung dengan rumus : Payback Period = Jumlah Investasi x 12 Jumlah Proceed Apabila suatu investasi tidak sama besarnya dari tahun ke tahun. sehingga keseluruhan investasi yang dikurangi jumlah proceed tahun ke-1.. 197) payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (Initial Cash Investment) dengan menggunakan aliran kas. Mesin fax dan memakai fasilitas telfon sms. • Melihat manfaat dari proyek wartel. Kelebihan hasil pengurangan itu dibagi dengan proceed tahun berikutnya lalu dikalikan dengan 12 bulan untuk mengetahui berapa bulan pengembaliannya. promosi.3 Alat Analisis 2. Oleh karena itu kita perlu menghitung proceed dari tahun per tahun. pesaing. dengan kata lain payback period merupakan rasio antara initial cash investment dengan cash flownya yang hasilnya merupakan satuan waktu..830.. dengan sendirinya perhitungan diatas tidak dimungkinkan.420.3.000. • Dengan Cashflow sebesar Rp 228.00.096.00. strategi pemilihan lokasi mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi pengembangan wartel selanjutnya. Sedangkan menurut Suad Husnan dan Suwarsono “ metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi harus kembali ”. • Dari investasi sebesar ( + ) Rp 53.dapat diharapkan bahwa Wartel Manan akan berjalan dengan baik karena modal awal ini dapat dipastikan kembali dalam jangka waktu singkat. 2.maka dapat dilihat bahwa Cashflownya adalah Rp 81. Kriteria dalam penerimaan atau penolakan. maka pemilik wartel merencanakan untuk memperluas usahanya yaitu dengan menambah KBU. lokasi.yaitu 21%.605.berarti modal awal dengan pendapatan berimbang layak untuk memperluas usahanya.00. Karena saingan dari wartel sendiri yaitu telefon seluler (HP).1 Metode Payback Period (PP) Menurut Husein Umar (2001 . • Melihat kondisi perkembangan dari pasar potensial. • Tolak jika pembayaran kembali > periode pembayaran kembali maksimum yang diterima. hasilnya dikurangi lagi dengan proceed tahun ke-2 dan begitu seterusnya sehingga hasil pengurangan tersebut tidak dapat lagi dikurangi dengan proceednya.

Pada dasarnya Internal Rate of Return itu harus dicari cara “trial and error” (dengan cara coba-coba). maka proyek tersebut memberikan pengembalian yang sama dengan tingkat pengembalian yang diisyaratkan dan harus diterima.0 : Tolak).3 Metode Internal Rate of Return (IRR) Menurut Bambang Rianto (2001 . Tingkat pengembalian yang diisyaratkan atau biaya modal adalah tingkat pengembalian yang dibutuhkan untuk menaskahkan pencarian dana untuk mendanai proyek atau dengan kata lain tingkat pengembalian yang dibutuhkan untuk mempertahankan harga pasar per saham perusahaan sekarang.3. Cost of capital dimaksudkan konsep yang sangat penting dalam perusahaan.3. Konsep cost of capital dimaksudkan untuk menghitung besarnya ongkos rill yang harus dikeluarkan untuk menggunakan dana dari alternatif sumber yang ada. sebaliknya kalau PV Proceed lebih kecil dari PV Outlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang dapat dijadikan PV Proceed sama besarnya dengan PV Outlaysnya.0 : Terima). Nilai bersih sekarang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Net Present Value = PV Proceed – PV Outlays Kriteria terima atau tolak dalam metode Net Present Value adalah sebagai berikut : • Jika Net Present Value proyek lebih besar dari PV Proceed atau sama dengan 0 (nol). 245) “Nilai bersih sekarang proyek memberikan ukuran nilai bersih proposal investasi dalam nilai uang pada saat sekarang.2. • Jika ada nilai negatif muncul maka akan menolak penerimaan proyek tersebut (NPV < 0. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah PV dari Outlaysnya. maka akan menerima penerimaan proyek tersebut (NPV ≥ 0.2 Metode Net Present Value (NPV) Menurut Bambang Rianto (2001 . perlu digunakan discount rate yang dapat ditentukan berdasarkan cost of capital”. . Pertama kita menghitung PV dari Proceed suatu investasi dengan menggunakan tingkat bunga yang kita pilih menurut kehendak kita. 129) “Internal Rate of Return dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan diterima (PV of Future Proceed) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengurangan modal (PV 0f Capital Outlays)”. Konsep cost of capital ini digunakan untuk menolak atau menerima suatu usul proyek investasi yang berfungsi sebagai hurdle rate yaitu tingkat pembatas. Jika nilai bersih sekarang dari proyek nol. Pada tingkat bunga inilah NPV dari usulan investasi tersebut adalah 0 (nol) atau mendekati nol. Kalau PV Proceed lebih besar dari PV Outlaysnya kita harus menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi lagi. 2. Besarnya tingkat bunga tersebut menggambarkan besarnya Internal Rate of Return dari usulan investasi tersebut.

4 Profitability Index (PI) Profitability Index adalah membagi antara nilai sekarang arus kas masuk yang akan diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.Internal Rate of Return dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Internal Rate of Return (IRR) = DF 1 + NPV (DF 2 – DF 1) NPV 1 – NPV 2 Keterangan : DF 1 = Tingkat bunga ke-1 DF 2 = Tingkat bunga ke-2 NPV 1 = Net Present Value positif NPV 2 = Net Present Value negatif Kriteria keputusan dengan menggunakan tingkat pengambilan internal proyek adalah menerima proyek jika tingkat pengambilan internalnya lebih besar dari atau sama dengan tingkat pengambilan internalnya kurang dari tingkat pengambilan yang diisyaratkan.00 . .00. Profitability Index dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Profitability Index = PV Proceed PV Outlays Kriteria keputusan dengan menggunakan indeks keuntungan adalah menerima proyek jika Profitability Index lebih besar atau sama dengan 1.Konsisten secara umum dengan tujuan perusahaan memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Kelemahan : . Kriteria terima atau tolak dalam metode Internal Rate of Return adalah sebagai berikut : • Terima jika Internal Rate of Return ≥ tingkat pengambilan yang diisyaratkan.3. Keuntungan dan kelemahan dari metode Internal Rate of Return yaitu : Keuntungan : . Walau kriteria ini bersih sekarang investasi memberikan ukuran kelayakan proyek dalam nilai uang yang absolute.Meningkatkan Internal Rate of Return berganda.00 dan menolak proyek jika Profitability Index kurang dari 1. • Terima jika Profitability Index ≥ 1.Menggunakan arus kas.Memaksimumkan arus kas sepanjang usia proyek direinvestasi pada tingkat Internal Rate of Return. . • Tolak jika Internal Rate of Return < tingkat pengambilan yang diisyaratkan. maka indeks keuntungan memberikan ukuran relative dari keuntungan bersih masa depannya terhadap biaya awal.Memakai nilai waktu uang. 2. . .Membutuhkan peramalan jangka panjang yang detail mengenai pertambahan keuntungan biaya.

Husni yang beralamat di Jl. penulis mendapatkan data dan informasi dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek atau lokasi penelitian. yaitu pengamatan secara langsung pada kegiatan dan proses manajemen yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas. adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Observasi. 3. data pendapatan. b. . Untuk mengetahui dengan tepat alternatif yang tersedia dan kebijakan yang akan diambil dalam menentukan kemajuan perusahaan.1 Objek Penelitian Dalam masalah ini penulis mengambil objek penelitian pada penambahan jumlah sapi perah milik Bapak H. Net Present Value (NPV). 3. 26 Jakarta Selatan.4 Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah Capital Budgeting atau penganggaran modal dengan menggunakan empat metode analisis yaitu Payback Period (PP). yang berasal dari berbagai sumber tertulis yaitu dengan cara mempelajari buku-buku literature dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Husni. 3. yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang akan dibahas. 2. Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI). Studi Kepustakaan (Library Research) Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca referensi yang mendukung isi penelitian ini. Dengan cara : 1.2 Data atau Variable Data atau Variable yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.3 Metode Pengumpulan Data Dalam menyusun penulisan ilmiah ini. Studi Lapangan (Field Research) Yaitu suatu pengumpulan data dan informasi primer langsung dari sumber penelitian. Wawancara. data keuntungan dan tingkat suku bunga pinjaman Bank sebesar 11%. Mampang Prapatan VI No.• Tolak jika Profitability Index < 1. maka penulis menggunakan data investasi. usaha sapi perah milik Bapak H.00 BAB III METODE PENELITIAN 3.

3. 3. Jumlah Proceed : Jumlah laba setelah pajak + depresiasi. IRR dan PI.3 Metode Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Internal Rate of Return (IRR) = DF 1 + NPV (DF 2 – DF 1) NPV 1 – NPV 2 Keterangan : DF 1 = Tingkat bunga ke-1. Kriteria terima atau tolak dalam metode Net Present Value adalah sebagai berikut : • Jika Net Present Value proyek lebih besar dari PV Proceed atau sama dengan 0 (nol). NPV. • Tolak jika pembayaran kembali > periode pembayaran kembali maksimum yang diterima.4. Kriteria terima atau tolak dalam metode Payback Period adalah sebagai berikut : • Terima jika pembayaran kembali ≤ periode pembayaran kembali maksimum yang diterima. 3.1 Metode Payback Period (PP) Investasi dapat dihitung dengan rumus : Payback Period = Jumlah Investasi x 12 Jumlah Proceed Keterangan : Jumlah Investasi : Jumlah investasi awal usaha.0 : Tolak). • Jika ada nilai negatif muncul maka akan menolak penerimaan proyek tersebut (NPV < 0.2 Metode Net Present Value (NPV) Nilai bersih sekarang dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : Net Present Value = PV Proceed – PV Outlays Keterangan : PV Procced : Jumlah procced setelah dikalikan tingkat suku bunga.0 : Terima). DF 2 = Tingkat bunga ke-2.4. . maka akan menerima penerimaan proyek tersebut (NPV ≥ 0.4.Berikut ini adalah cara kerja dan tahapan dalam menyelesaikan metode perhitungan PP. PV Outlays : Jumlah seluruh investasi awal usaha.

00 • Tolak jika Profitability Index < 1. Sebelum adanya koperasi sapi perah miliknya masih sedikit hanya beberapa ekor saja. Husni saat ini telah memiliki 45 ekor sapi perah. Dengan kegigihan dan keuletan Bapak H. Mampang Prapatan VI No. • Tolak jika Internal Rate of Return < tingkat pengambilan yang diisyaratkan. Kriteria terima atau tolak dalam metode Internal Rate of Return adalah sebagai berikut : • Terima jika Internal Rate of Return ≥ tingkat pengambilan yang diisyaratkan. NPV 2 = Net Present Value negatif. Husni yang terletak di Jl. Dimana kebanyakan orang betawi sejak zaman belanda menjadikan sapi perah sebagai mata pencaharian mereka. 3.1 Data dan Profil Objek Penelitian Usaha sapi perah yang dirintis oleh Bapak H. . Diantaranya 40 ekor sapi betina dan 5 ekor sapi jantan. Kriteria terima atau tolak dengan menggunakan metode indeks keuntungan adalah sebagai berikut : • Terima jika Profitability Index ≥ 1. 26 Jakarta Selatan adalah pemberian atau warisan dari orang tuanya. Terbukti Bapak H.4 Profitability Index (PI) Profitability Index dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Profitability Index = PV Proceed PV Outlays Keterangan : PV Procced : Jumlah Procced. Husni.NPV 1 = Net Present Value positif. PV Outlays : Jumlah seluruh investasi awal usaha.00 BAB IV PEMBAHASAN 4. serta didukung dengan adanya koperasi yang bisa menampung susu sapi dalam jumlah yang banyak usahanya tersebut terus berkembang.4.

3. Husni Sumber : Usaha Sapi Perah Milik Bapak H.sedangkan sapi yang produktif ada 35 ekor. Selain itu harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. 4. Usaha sapi perahnya ini berada ditengahtengah kota. Proses decision making berjalan cepat. Disiplin dan loyalitas tinggi.1. Gambar 4.1 Struktur Organisasi Usaha Sapi Perah Milik Bapak H. c. Bentuk lini pada perusahaan perorangan. manajer dibawahnya hanya pelaksana. Rasa saling pengertian antar anggota tinggi. Hubungan antara atasan dan bawahan bersifat langsung. Usaha sapi perah ini dikelola sendiri oleh Bapak H. Pemilik Adalah pendiri dan seseorang yang sangat berperan penting dalam kemajuan usaha sapi perahnya ini.1. Jumlah karyawannya sedikit. Husni untuk memasarkan susu sapinya kerumahrumah dan sebagian lagi dijual kekoperasi. Kebaikannya : a. Selain manajer. Karyawan Adalah orang yang tugasnya membantu pemilik sapi perah dalam merawat dan memelihara sapi perah. pemilik perusahaan adalah Top Manajer. Husni. Organisasi lini atau garis adalah bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang berhubungan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan. Sarana dan alatnya terbatas. . 2. 5.1 Struktur Organisasi Usaha sapi perah milik Bapak H. Husni mempunyai stuktur organisasi sebagai berikut : 1. Sedangkan kebaikan dan keburukannya adalah sebagai berikut : 1.2 Bentuk Organisasi Bentuk Organisasi usaha sapi perah milik Bapak H. sehingga memudahkan Bapak H. Cirri-ciri : 1. Sehingga semua lapisan masyarakat dapat mengkonsumsi susu sapinya. Husni adalah organisasi lini. b. 4. e. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar. Husni 2009 4. 2. d. yang artinya tidak ada batasan antara atasan dan bawahan. Atasan dan bawahan dihubungkan dengan garis komando.

Harga Usaha sapi perah ini memberikan harga susu sapi yang sangat terjangkau yaitu Rp 5.00 Rabu 04.1 Jadwal Kegiatan Usaha Sapi Perah Milik Bapak H.00 Selasa 04. Pasar Potensial Dilihat dari situasi tempat. Keburukannya : a.2 Sumber Data dan Hasil Penelitian 4. 4.per liternya.08.2. 4. Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi. Jadi tidak terlalu sulit untuk memasarkan produknya (susu sapi). d. Promosi Dalam hal promosi.000.00 – 17.00 14. 4. Husni. maka perlu diperhatikan berbagai hal yang menunjang berdirinya serta berjalannya usaha sapi perah ini.2.00 14.2.00 – 08.00.00 – 17. c.00 – 08. Tabel 4. usaha sapi perah ini berada ditengah kota dimana orang-orang kota menyukai susu sapi. Lokasi Usaha sapi perah ini berada diwilayah yang sangat strategis.00 Kamis 04. Tendensi gaya kepemimpinan oktokratis.00 – 08.2 Aspek Teknis dan Teknologi Penanganan terhadap limbah dari kotoran sapi sudah diperhitungkan oleh pemilik.00 14.00 – 17.00 14.00 – 17.00 . Dan kebanyakan penduduk sekitar sudah mengenal dan tahu usaha sapi perah milik Bapak H. Tujuan Top Manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi. usaha sapi perah ini dengan cara menawarkan produknya dari rumah kerumah. Untuk itu kita perlu memperhatikan faktor-faktor berikut ini : 1. Pengembangan kreativitas karyawan terhambat. Husni HARI WAKTU PAGI SIANG Senin 04.1 Aspek Pasar dan Pemasaran Untuk menyesuaikan tujuan dan visi usaha sapi perah ini. karena berada ditengah-tengah kota yang ramai penduduknya.. b. 3. 2. Sehingga mempunyai potensi untuk memperoleh jumlah konsumen yang diinginkan.00 . Sebagian kotoran sapi ada yang dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk kandang.

000..00 – 08.000.= Rp 1.00.00 Sabtu 04.00 14.08. Pada tabel investasi penulis menggunakan depresiasi/penyusutan metode garis lurus. 17 tahun 2000 (pasal 17).000.x 30 hari x 12 bulan = Rp 360. Penulis mencoba menganalisa usaha sapi perah tersebut dengan modal aliran pengeluaran usaha sapi perah. 2) Harga susu sapi Rp 5.00 . Dengan rumus sebagai berikut : 2.000.000.000. karena perkiraan setiap tahunnya satu barang mengalami penyusutan.00 Minggu 04. Husni 2009 4. Untuk NPV menggunakan pemikiran suku bunga ( r ) 11% berdasarkan tingkat suku bunga pinjaman Bank.- . 3. Untuk tarif pajak.00.00.000.3 Aspek Keuangan Dalam aspek keuangan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kelangsungan usaha sapi perah tersebut.00 14.00. Untuk menganalisa studi kelayakan usaha sapi perah ini.00 Sumber : Usaha Sapi Perah Milik Bapak H. 3) Satu hari sapi perah dapat menghasilkan susu 10 liter per ekornya. 4) Penambahan jumlah sapi perah sebanyak 20 ekor.per liternya.00 – 17.Jum’at 04.2..Pendapatan dalam 1 tahun dari penambahan sapi perah : Rp 1. yaitu : 1. Perincian pendapatan : Susu yang dihasilkan dari penambahan sapi perah : 20 ekor x 10 liter = 200 liter/hari Pendapatan per hari dari penambahan sapi perah : 200 liter x Rp 5. menggunakan tarif pajak 5% dikalikan jumlah bruto berdasarkan tarif PPh no.00.00 – 17.00 – 08.00 – 17. Data dan Informasi Investasi : 1) Pada usia 2 tahun sapi perah sudah mulai produktif.00 14..000.

Jumlah biaya dalam 1 tahun = Rp 41.260.000. .2.000.Garam Rp 60..4 tahun 39. Husni Nama Jumlah Harga per ekor Total Harga Nilai Residu Umur Ekonomis Depresiasi Sapi Betina 20 ekor 8. .600.Dedek Rp 1.000.000..000.Ampas tahu Rp 30.Biaya-biaya karena penambahan sapi perah Karena investasi ini adalah investasi tambahan.Keterangan : tabel investasi ini hanya investasi tambahan Perhitungan Depresiasi : Pada penelitian ini sapi perah diperlakukan sama seperti mesin yang memiliki nilai residu.0 4 tahun 5..000.000..400.Biaya listrik dan air = Rp 95.00.+ Jumlah biaya per bulan = Rp 11.- Tabel 4. Biaya Variable Penambahan biaya-biaya variable ini didasarkan pada biaya variable untuk memproduksi susu sapi dengan pertimbangan sapi yang lama.00..x 220 kg/bulan = Rp 352..000.000.000.00.120.000..000.Obat Rp 160.x 7 kwintal/hari x 30 = Rp 6.44.000..000.000.per bulan x 12 bulan = Rp 41.00.Total Investasi 8.000. Biaya Tetap Penambahan biaya-biaya tetap ini didasarkan pada biaya tetap untuk memproduksi susu sapi dengan pertimbangan sapi yang lama..300.000.000..250.00..00.000..Jumlah biaya dalam 1 tahun ( Rp 11.x 2.00..00.000..00..per orang x 3 orang = Rp 3.00.00.000.000. dengan .443.260.150.000.000.x 12 ) = Rp 135.180.x 3 karung/bulan = Rp 180.2 Investasi Usaha Sapi Perah Milik Bapak H.000.400.00...00.00.160.Singkong Rp 650.x 25 gabung/hari x 30 = Rp 2.00.Biaya gaji untuk 3 orang karyawan : Rp 1..000.000.220 kg/bulan = Rp 1.000.000..Rumput Rp 3.00..Kandang Sapi 20 ekor 20..00.00.00.seminggu x 4 minggu = Rp 640.000.000.00. sehingga biaya-biaya yang diperhitungkan pada studi kelayakan ini adalah biaya-biaya tambahan yang timbul karena investasi ini.000. Penambahan biaya-biaya yang terjadi dengan adanya investasi ini sebagai berikut : 1.4.000.000.450.000..000.

000.306.= 0.00.480..00.000 4 = 39.000.306.Biaya variable Rp 135.Depresiasi Rp 44.000.00.000.000 .+ Jumlah biaya Rp 176.00.0 4 = 5.000.000.000.00.4..000 .000.000.000.x 12 Rp 218.+ Proceed Rp 218...maka pengembaliannya diperhitungkan sebagai berikut : Rumus : PP = PV Investasi x 12 bulan Proceed PP = Rp 180.00.3 Alat Analisis 4.480.00.00.82 x 12 = 9.000.120.) Rp 9.00.4.alasan sapi perah yang sudah tidak produktif masih bernilai sebagai sapi potong.00.000.000.000. Jika diketahui investasi netto usaha ini adalah Rp 180.Biaya tetap Rp 41..b) Depresiasi kandang : Depresiasi = Nilai perolehan – Nilai Residu Umur Ekonomis = 20..000.400.00.000.3. Perhitungan depresiasi sebagai berikut : a) Depresiasi sapi perah : Depresiasi = Nilai perolehan – Nilai Residu Umur Ekonomis = 160.EBT Rp 174.306.EBIT Rp 183.000.520.000.Menentukan Proceed : Pendapatan 1 tahun dari penambahan sapi perah Rp 360.174.00.000..1 Metode Payback Period (PP) Pada metode Payback Period waktu adalah sebagai hasil dari metode ini.84 .000.00.000.Pajak ( 5% x Rp 183.000.000.000.

PV Outlay = Rp 180.00. 4.901 (tabel present value dari 1) PV Proceed = 0.820 (tabel present value dari 1) PV Proceed = 0.000.= Rp 196.00.786.00.010. Berikut ini perhitungan NPV untuk mengetahui nilai bersih sekarang dari investasi ditanamkan pada usaha sapi perah milik Bapak H.000. 22% …………………… Rp 179.Dari hasil perhitungan Net Present Value (NPV) diketahui hasilnya positif. Rp 180.00. DF 22% = 0.000.………………….00.Rp 196.693.- ..706.920.000.000. Sehingga masa pengembalian investasi ini dapat memenuhi syarat.000..010. Sedangkan dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa dalam waktu 9 bulan 84 hari usaha sapi perah milik Bapak H.NPV 1 = Rp 16.00.…….306.000.706. Husni dapat mengembalikan investasinya..3 Interpolasi Selisih Tingkat Bunga Selisih PV Selisih PV Proceed dengan PV Outlay 11% Rp 196..820 x Rp 218.00.. Husni selaku pemilik usaha sapi perah ini adalah selama 1 tahun.693. Husni dengan tingkat suku bunga sebesar 11% sebagai dasar tingkat suku bunga pinjaman.Rp 17.3..2 Metode Net Present Value (NPV) Dalam sebuah investasi akan ada nilai sekarang dari uang yang ditanamkan dalam arus kas yang berjalan.306.00.-) Tabel 4..11% Rp 16.00..693.920.3.00.Untuk waktu pengembalian investasi yang diperkirakan oleh Bapak H.693.901 x Rp 218.00.00.. Untuk menghitung IRR penulis menggunakan tingkat bunga sebesar 22% lebih besar dari tingkat bunga sebelumnya sebesar 11%. maka usulan investasi ini dapat diterima.NPV 2 ( .00.= Rp 179.682.000.. proyek akan diterima. Rumus : NPV = PV Proceed – PV Outlay DF 11% = 0.PV Outlay (investasi) = Rp 180.706.00.080. 4.706.) = (Rp 989.693.706.3 Metode Internal Rate of Return (IRR) Kriteria keputusan dengan menggunakan tingkat pengambilan internal proyek adalah menerima proyek jika pengembalian internalnya lebih besar dari atau sama dengan tingkat pengembalian yang diisyaratkan.

4 Rangkuman Hasil Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Keterangan Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceed atau aliran kas netto. Lebih besar dari tingkat bunga yang telah ditetapkan yaitu 11% maka usulan investasi ini dapat diterima.Rp 180. Layak.x 11% Rp 17.786. 9 bulan 84 hari.21 maka usulan investasi ini dapat diterima.000.= 1.000.38%. Demikian pula sebaliknya. 4. Rumus : PI = PV Proceed PV Outlay PI = Rp 218..38% = 21. apabila tingkat profitabilitasnya > 1.4 Rangkuman Hasil Penelitian Tabel 4.= 11% + 10.00) yaitu 1.00 (PI > 1.00.00.00 maka usulan investasi Usaha Sapi Perah Milik Bapak H. 4.00 maka usulan investasi Usaha Sapi Perah Milik Bapak H.Husni ditolak.21 Dari hasil perhitungan Profitability Index (PI) hasilnya lebih besar dari 1.706. Apabila tingkat profitabilitasnya < 1.693.000.00.3. karena lebih cepat dari .IRR = Tingkat Bunga 1 + NPV x (Tingkat Bunga 2 – Tingkat Bunga 1) NPV 1 – NPV 2 IRR = 11% + Rp 16.38% Dari hasil perhitungan diatas dengan menggunakan analisis Internal Rate of Return (IRR) diketahui jumlahnya sebesar 21.682. Husni diterima.4 Metode Profitability Index (PI) Layak atau tidaknya suatu proyek untuk dilaksanakan dapat juga diketahui dengan cara menganalisa tingkat profitabilitasnya (Profitability Index).306.00.

00) maka usulan penambahan jumlah sapi perah ini dapat diterima. Maka usulan investasi pada usaha sapi perah ini dapat diterima. Husni dapat diterima sehingga “Layak” untuk direalisasikan. dengan menggunakan empat metode tersebut. Net Present Value adalah selisih antara PV Proceed dengan PV Outlays selama umur investasi. Husni dilihat dari berbagai aspek studi kelayakan bisnis.706. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan empat metode diatas yaitu Payback Period (PP). 21. Maka dapat disimpulkan bahwa dari aspek keuangan usulan investasi penambahan jumlah sapi perah pada usaha Sapi Perah Milik Bapak H.21 yang nilainya lebih besar dari 1.Karena hasilnya positif maka usulan penambahan jumlah sapi perah ini dapat diterima.00. Dan jika menggunakan metode Profitability Index didapatkan hasil sebesar 1.00.706. Internal Rate of Return adalah mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dimasa yang akan datang. Rp 16.21 Karena PI lebih besar dari 1.00 (PI > 1. Bila menggunakan metode Internal Rate of Return didapatkan hasil sebesar 21. Internal Rate of Return (IRR) dan Profitability Index (PI).693. Profitability Index adalah menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi.00 maka usulan tersebut dapat diterima. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan dengan berbagai metode penilaian investasi pada pembahasan yang telah dilakukan.waktu yang diperkirakan yaitu 1 tahun. maka penulis menyimpulkan bahwa : Investasi pada usaha sapi perah milik Bapak H. 1.yang bernilai positif berarti usulannya diterima.38% Karena IRR lebih besar dari tingkat bunga yang diisyaratkan yaitu 11% maka usulan penambahan jumlah sapi perah ini dapat diterima. Sedangkan dengan menggunakan metode Net Present Value didapatkan hasil sebesar Rp 16.693.. Jadi secara keseluruhan. Termasuk aspek keuangan dengan menggunakan empat metode yaitu metode Payback Period atau masa pengembalian investasi didapatkan hasil 9 bulan 84 hari.38% karena lebih besar dari suku bunga yang telah ditetapkan yaitu 11% maka usulan tersebut dapat diterima.. . Net Present Value (NPV). lebih cepat dari yang diperkirakan pemilik yaitu 1 tahun yang berarti usulan tersebut diterima.

Tak kan berhenti Tak kan berhenti Menghangati hati kita. Jakarta. Untuk itu Bapak H. Husni selaku pemilik usaha sapi perah untuk menambah jumlah sapi perahnya sudah tepat. Tetapi seiring dengan pembukaan cabang baru. Sebentar saja Aku pergi meninggalkan Membelah langit Punguti bintang Untuk kita jadikan hiasan. Gramedia Pustaka Utama. Manahan P. Kencana. Studi Kelayakan Proyek. Murdifin Haming dan Salim Basamalah. 2003. Tak pernah malas Persoalan yang datang Hantam kita Dan kita tak mungkin Untuk menghindar Semuanya sudah suratan. Edisi Ke-4. Apabila ingin meningkatkan pendapatannya lagi. Studi Kelayakan Investasi : Proyek dan Bisnis. Indonesia Jalani hidup Tenang tenang tenanglah Seperti karang Sebab persoalan Bagai gelombang Tenanglang tenang Tenanglah sayang. mungkin Bapak H. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada. 2005. Tenang tenang Tenanglah sayang Semuanya sudah suratan Tenang tenang Seperti karang Bintang bintang Jadikan hiasan. Jakarta Selatan. Penerbit PPM. Chaerul D. Dasar – dasar Manajemen Keuangan. Edisi Ke-7. Husni dapat membuka cabang baru. Jakarta. Yogyakarta. Jakarta. Tampubolon. 2001. Berlomba kita Dengan sang waktu Jenuhkah kita Jawab sang waktu Bangkitlah kita Tunggu sang waktu Tenanglah kita Menjawab waktu. Sampai tanah ini Inginkan kita kembali Sampai kejenuhan Mampu merobek robek Hati ini. Mampang Prapatan. PT.2 Saran Tidak banyak saran yang dapat penulis sampaikan karena keputusan Bapak H. juga perlu dipertimbangkan adanya biaya-biaya tambahan yang akan ditimbulkan. Simon Schusper (asia). Seperti karang Tenanglah Seperti karang Tenanglah Lagu Satu Iwan Fals ( Album Hijau 1992 ) . Salemba 4. Suad Husnan dan Suwarsono Muhammad. 2000.5. Yogyakarta. Bogor. Manajemen Keuangan (Finance Management). Kasmir dan Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. 2003. Djakman. Jakarta. Oh matahari Masih setia Menyinari rumah kita. Studi Kelayakan Bisnis. Husein Umar. Husni selaku pemilik usaha sapi perah juga harus memikirkan bagaimana caranya agar biaya-biaya itu tidak terlalu besar. Dasar – dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Ke-2. Edisi Ke-1. DAFTAR PUSTAKA Bambang Rianto. Edisi Ke-4. Cetakan Ke-7. UPP AMP YKNP. 1999. PT. 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->