MATRIKS A.

Pengertian, Notasi dan Ordo Suatu Matriks Matriks adalah susunan bilangan yan g diatur berdasarkan baris dan kolom sehingga membentuk persegi panjang. Ukuran panjang dan lebar matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan kolom pada matriks . Bilangan-bilangan yang menyusun baris dan kolom matris disebut unsur-unsur ata u elemen dari matriks itu. Suatu matriks yang mempunyai m baris dan n kolom dise but matriks berordo m × n, dan diberi notasi “ ” atau “ ” Matriks merupakan matriks beruku ran 2 × 2 karena terdiri dari m=2 baris (susunan dalam posisi horizontal) dan n=2 kolom (susunan dalam posisi vert ical/tegak), sehingga dapat dikatakan matriks berordo 2 × 2 Matriks merupakan matr iks berukura 3 × 1 karena terdiri dari 3 baris dan 1

kolom, sehingga dapat dikatakan matriks berordo 3 × 1 Penamaan suatu matriks biasa menggunakan huruf kapital B. Macam – Macam Matriks 1. Jenis Matriks Ditinjau Dari Banyaknya Baris dan Penyusun Kolomnya Untuk memah ami jenis-jenis matriks ditinjau dari banyaknya baris dan kolom penyusunnya, per hatikanlah beberapa contoh berikut. a) Matriks A = [ 2 -3 6 ], B= [ -1 9 2 1 ], dan C = [ 3 -1 4 -7 7 ] Matriks – matriks diatas hanya memiliki satu baris. Matrik s yang berbentuk seperti itu dinamakan matriks baris. b) Matriks A = ,B= Matriks – matriks di atas hanya memiliki satu kolom. Matriks yang berbentuk sepert i itu dinamakan matriks kolom. c) Matriks A = ,B= Banyaknya baris dan kolom pada matriks diatas sama. Matriks yang berbentuk seper ti itu dinamakan matriks persegi (bujur sangkar). 2. Jenis Matriks Segi Ditinjau Dari Elemen – Elemen Penyusunnya Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

a) Matriks Diagonal Matriks persegi yang semua elemennya adalah nol, kecuali ele men pada diagonalnya tidak semuanya bernilai nol (diagonal adalah elemen untuk i = j), dinamakan matriks diagonal. Perhatikan dua matriks berikut. A= dan B = Matriks A adalah matriks diagonal berordo 2×2 dan matriks B adalah matriks diagona l yang berordo 3×3. b) Matriks Identitas Matriks identitas ada dua jenis, yaitu ma triks identitas terhadap penjumlahan dan matriks identitas terhadap perkalian. 1 ) Matriks o(nol) disebut matriks identitas terhadap penjumlahan jika untuk A+o =A= sebarang matriks A, berlaku o +A Dan itu hanya di penuhi apabila matriks o adalah matriks nol, yaitu suatu matriks yang semua elemennya bernilai nol. Contoh – contoh dari matriks nol adalah seperti berikut ini. a) b) o= o= matriks nol berordo (2×2) matriks nol berordo (2×3) 2) Matriks I disebut matriks identitas terhadap perkalian jika untuk sembarang m atriks A berlaku a) IA = A b) AI = A c) AI = A = IA Dan itu hanya dipenuhi apabi la matriks I adalah matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya adalah 1 . Sebagai contoh : = matriks identitas berordo 2 = matriks identitas berordo 3 Catatan : matriks identitas hanya terdefinisi pada matriks persegi c) Matriks Se gitiga Atas dan Matriks Segitiga Bawah 1) Matriks segitiga atas adalah matriks p ersegi yang semua elemen di bawah diagonalnya bernilai nol. Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

Contoh : A= matriks segitiga atas berordo 3 2) Matriks segitiga bawah adalah matriks persegi yang semua elemen di atas diago nalnya bernilai nol. Contoh : B= matriks segitiga bawah berordo 3 d) Matriks simetris Matriks A berordo di sebut matriks simetris jika dan hanya j ika elemenelemen yang letaknya simetris terhadap diagonal utama bernilai sama, d ituliskan : = , ( i ≠ j) Contoh : A= matriks simetris berordo 2 B= matriks simetris berordo 3 C. Transpose Suatu Matriks Transpose suatu matriks dilambangkan dengan A′ atau gkah-langkah mentranspose suatu matriks: I. Mengubah baris ke-i matriks A menjad i kolom ke-i matriks baru II. Mengubah kolom ke-j matriks A menjadi baris ke-j m atriks baru. Ayu said: kalo bingung artiin aja langsung kalo transpose tuh merub ah kolom menjadi baris dan baris mejadi kolom Contoh : A= , maka A′ = Lan

Apabila matriks A berordo (m × n), maka A′ adalah suatu matriks yang berordo (n × m) Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

dan C = . tentukanlah Anandaayuputripaklutfi. maka A′ = A D.B= . Apakah kedua matriks tersebut adalah sama? Jawab : Matriks A dan B berordo sama. Kesamaan Dua Matriks Dua matriks dikatakan sama jika dan hanya jika keduanya berordo sama dan elemenelemen yang seletak pada kedua matriks bernilai sama.) (AB)′ = B′A′ e.com . Penjumlahan Matriks Penjumlahan matriks hanya berlaku jika memiliki ordo sama Penjumlahan dua buah matriks dinyatakan dengan menjumlahkan elemenelemen seleta k. deng n k adalah konstanta. Operasi pada matriks 1.B= .) (A + B)′ = A′ + B′ c.) k(A′) = kA′. d. sehingga matriks A sam dengan matriks B. yaitu 2×2 dan elemen-elemen yang seletak jug a sama.blogspot. E.) (A′)′ = A b.) Jika A adalah matriks simetris. Con toh : A= . Contoh : Jika diketahui A = .Sifat-sifat transpose suatu matriks (sifat-sifat ne kudu diinget kalo perlu diha falin biar gak terjadi kekeliruan) a.

) A + C = + = = 2. artinya (A + B) + C = A + (B + C) 3. yaitu sehingga untuk setiap matriks A. Pe ngurangan dua buah matriks dinyatakan dengan menjumlahkan elemen-elemen seletak Contoh : Diketahui A = Jawab : A – B = A + (-B) = = INGAT! Penjumlahan dan Pengura ngan pada matriks hanya bisa dilakukan jika dua atau lebih matriks yang djumlahk an tersebut berordo sama (jumlah baris &kolomna sama) . tentukanlah : A .)B + C = tidak terdefinisi sebab ordo matriks B ≠ ordo matriks C.B Anandaayuputripaklutfi. S ifat asosiatif.) A + C 2.com . Pengur angan Matriks a.blogspot.) B + C Jawab : 1.B= . Pengurangan matriks hanya berlaku jika memiliki ordo sama b.1. berlaku A + o = A = o o +A 4. Sifat komutatif. yaitu A + (-A) = (-A) +A = o 2. artinya A + B = B + A 2. mempunyai elemen identitas terhadap operasi penjumlahan. Sifat-sifat penjumlahan matriks : 1. mempunyai invers terhadap penjumlahan.

3. secara umum AB≠BA. Contoh : Jika A = Jawab : 2A = 2 = = Sifat-sifat perkalian matriks dengan skalar a. sifat asosiatif . sifat distri butif b. tentukan matriks yang diwakili oleh 2A b) perkalian matriks dengan matriks perkalian dua matriks A dan B dapat dilakuka n jika banyaknya kolom pada A sama dengan banyaknya baris pada B perkalian pada matriks dilakukan dengan mengalikan baris dengan kolom. (A+B)C=AC+BC. k(BA) = (kB)A. sifat distributif c. A(BC) =(AB)C. (k – I)A = kA – IA. sifat asosiatif d. A(B+C)=AC+AC. sifat distributif c. yaitu tidak berlaku sifat komutatif b.com . k(IA) = (kI)A. sifat asosiatif . tentukanlah AB! Anandaayuputripaklutfi. Contoh : Diketahui A = J awab : AB = = = = sifat-sifat perkalian matriks a.blogspot.B= . Perkalian matriks a) Perkalian skalar dengan suatu matriks Sebuah matriks den gan ordo m × n dapat dikalikan dengan sebuah bilangan real tertentu. sifa t distributif d. Bilangan real ini selanjutnya disebut dengan skalar (k). (k + I)A = kA + IA.

maka matriks A di sebut submatriks M karena A dapat diperoleh dari matriks M yang dihilangkan elemen baris kedua. Determinan dan Invers Determinan 1. yaitu dengan metode kofaktor dan aturan sorru s.F. Contoh : Jika M = dan A = . Determi nan hanya dapat dihitung pada matriks bujur sangkar (jumlah baris= jumlah kolom) Misalnya A adalah matiks berordo dua yang dituliskan dalam bentuk A= . jika A berasal dari matriks M yang dihilangkan beberapa elemen ba ris atau beberapa elemen kolomnya. tentuka minor dan Anandaayuputripaklutfi. Determinan matriks persegi berordo dua Determinan matriks A ditulis .com .blogspot. = = ad – b c. Determinan Matriks persegi berordo tiga Determinan suatu matriks berorodo tig a dapat dilakukan dengan dua cara. 2) Minor Jika matriks A = ( ) matriks persegi. Metode kofaktor 1) Submatriks Matriks A dapat disebut sebagai submatriks d ari matriks M. Contoh : Diketa hui matriks A = . maka minor adalah determinan dari ma triks A yang sudah dihilangkan elemen baris ke-i dan kolom ke-j. maka determinan matriks A adalah det A = Contoh soal : Tentukan determinan matri ks A= Jawab : = 2(4) – (-1)(3) =8+3 = 11 2. a.

Jawab : Misalnya kita menggunakan dengan baris ke-1. maka Det A = ( × )+( × )+ .blogspot. hilangkan elemen baris kedua dan kolom ketiga.com .+ ( × ).+ ( Contoh soal : Jika dike tahui matrks A = .) Menggunakan elemen-elemen baris ke-i.. menggunakan kofaktor.) men ggunakan elemen kolom ke-j. maka Det A = ( × )+( × )+ ...Jawab : Untuk minor diperoleh Minor = . × minor Nilai determinan matriks A adalah penjumlahan dari hasil kali semua elemen suatu baris atau kolom matriks A tersebut dengan kofaktor masing-masing.. tenetukan determinannya dengan × ). = 4(1) – (2)(2) = 4-4 = 0 . maka =( × )+( × )+( × ) =2× +1× +4× Anandaayuputripaklutfi. = 0 – (6) = -6 ) matriks persegi. 2. Misalnya : 1 . hilan gkan elemen baris pertama dan kolom kedua.tentukan kofaktor dari dan . maka kofaktor dari adalah Untuk minor diperoleh Minor = 3) Kofaktor dari Jika matriks A = ( = Contoh : × minor Diketahui matriks A = Jawab : = = = ( -1 ) ( 8 – 2 ) = -6 = × minor = = (1) (5-0) = 5 .

(4 × 3 × 4) – Anandaayuputripaklutfi. trus yang mengarah kebawah nilainya positif.blogspot. (maksudnya tuh untuk anak panah yang mengarah ke atas itu nilainya negat ive. Kalikan elemen-elemen yang terletak sejajar diagonal utama kemudian jumlahkan .4) + 1 × (-1) (6 – 1) + 4 × 1 × (12 – 5) = 12 + (-5) + 28 = 35 4) Metode Sarr s karena metode minor kofaktor lumayan ribeeet (tapi matriks ordo 5x5 bisa disel esaikan lho pake cara itu) maka ada metode yang sangat mudah untuk mencari deter minan.= 2 × 1 × (10 . Kalikan juga elemen-elemen yang terletak sejajar diagonal samping kemudian jum lahkan. Misalnya kita ingin mencari determinan dari matriks B= Untuk menentukan d eterminan matriks dengan kaidah sarrus ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.com . Jadi kalo hasil perkalian angk a2 yang berada di anak panah yang mengarah ke atas negative akan berubah jadi po sitif) negatif positif Tentukan determinan dari matriks P = = = [(1 × 3 × 3) + (2 × (-1) ×4) + (4 × 2 × 5)]+ [. Tuliskan kembali kol om pertama dan kolom kedua disebelah kanan garis 2. yaitu: 1.

com . Invers Matriks Berordo dua o Invers dari matriks A disimbolkan dengan o Jika determinan A = 0 atau ad – bc = 0. maka determinannya nol d. Kalo ada kesalahan mohon di ralat! Sifat – sifat determinan matriks persegi a.blogspot. Anandaayuputripaklutfi. maka pembagian tersebut tidak terdefinisikan se hingga tidak ada. Jika terdapat seb uah baris mempunyai elemen semuanya nol. Jika terdapat sebuah kolom mempunyai elemen semuanya nol. Det (A) = Determinan (A′) b. maka determinannya nol e. maka determinannya adalah n ol.(5 × (-1) × 1) –(3 × 2 × 2)] = 9 + (-8) + 40 – 48 + 5 – 12 = -14 Ket: yang merah itu untuk pe kalian dengan positif alias anak panah kebawah. o Matriks yang tidak mempunyai invers disebut matriks singular o Jika determinan A ≠ 0 . Jika pada matriks terdapat sebuah kolom y ang elemen-elemennya kelipatan dari kolom yang lain. maka matriks A disebut matriks non singular Invers matr iks A = dengan ad – bc ≠ 0 Contoh soal : Tentukan invers matriks A = Jawab : = = ada lah = . Invers 1. Jika pada suatu matriks A terdapat sebuah baris yang elemen-elemennya kelipatan dari bari s yang lain. maka determinannya nol c. dan warna ungu itu untuk perkali an dengan negative alias anak panah ke atas) SETAU AKU YAH: METODE SARRUS HANYA BISA DIGUNAKAN UNTUK MATRIKS ORDO 3x3.

= o Jika A dan B adalah matriks non singular. yaitu AX = B dan XA =B dengan A dan B matriks berorodo sama 1. maka berlaku a.blogspot. Sistem persamaan matriks mempunyai dua be ntuk. c. 2. Menggunakan Matriks Untuk Menyelesaikan Persamaan Linier a.com . Invers Matriks Berordo 3 × 3 = × Adj A Adj ( adjoint) merupakan transpose dari matriks kofaktor Untuk lebih jelasnya be rikut cara untuk mencari adjoint Misalnya A adalah suatu matriks berordo 3 yang ditulis dalam bentuk A= adalah = × Adj A Dengan adj A = G. A = A=I b. d. Menyelesaik an Bentuk Persamaan AX = B AX = B AX = B IX = X= B B Anandaayuputripaklutfi. Menyelesaikan Persamaan Matriks Invers suatu matriks dapat digunakan dalam me nyelesaiakan sistem persamaan matriks. Det =A = = = . e.

Maka penyelesaian bentuk AX = B adalah X = B.2)} . Menyelesaikan Bentuk Persamaan XA = B XA = B XA =B XI = B X=B b.blogspot.d. Jadi. R Langkah-langkah untuk menyelesaikan sistem persamaan linier da ngan metode matriks sebagai berikut a) Persamaan diatas di ubah menjadi persamaa n matriks = b) Persamaan matriks diatas memenuhi persamaan matriks A X = B.) D = ad – bc adalah determinan matriks koefisien persamaan linier Anandaayuputripaklutfi. dengan a. sehingga c. Metode Determinan 1.2.b.c. Metode matri ks invers Bentuk umum persamaan linier dua variabel adalah . = Contoh soal : Tentukan penyele saian dari sistem persamaan linier berikut Jawab : Sistem persamaan linier diatas dapat dituliskan dalam persamaan matriks = = = = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier di atas adalah {(3.) Sitem persamaan linier dua variabel Rumus dari Metode D eterminan adalah : x= .y= dengan : a.com .

b.) Dy = aq – cp Contoh soal : Jawab : Sistem persamaan linier Dapat dinyatakan dalam bentuk matriks sebagai = Sehingga D= Dx = Dy = Sehingga x = y= = 3(5) – (-1)(2) = 17 = 16(5) – (-1)(5) = 85 = 3(5) – (16)(2) = -17 = = =5 = -1 = jadi himpunan penyelesaian sistem persamaan linier di atas adalah {(5.D= cotoh soal : tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier dibawah ini dengan menggunakan metode determinana matriks! Jawab : Anandaayuputripaklutfi.z= dengan Dx = . Dz = .com .blogspot.) S istem Persamaan Linier Tiga Variabel secara umum: adalah x= .y= .) Dx = pd – qb c.-1)} 2. Dy = .

blogspot.com .-2)} Anandaayuputripaklutfi.1. sehingga diperoleh D = = 2(2)(2)+3(1)(-1)+(-1)(1)(-1)-(3)(2)(-1)-(-1)(1)(2)(2)(1)(3) = 8+9+1+6+2-6 =20 Dx = 1)(1)(11)= 11(2)(2)+3(1)(4)+(-1)(3)(-1)-(4)(2)(-1)-((2)(3)(3) = 44+12+3+8+11-18 = 60 Dy = = (2)(3)(2)+(11)(1)(3)+(-1)(1)(4)-(3)(3)(1)-(4)(1)(2)(2)(1)(11) = 12+33-4+9-8-22 =20 Dz = = (2)(2)(4)+(3)(3)(3)+(11)(1)(1)-(3)(2)(11)-(-1)(3)(2)(4)(1)(3) = 16+27-11-66+6-12= -40 x= y= z= = = = =3 =1 = -2 jadi himpunan penyelesaian sistem persamaan linier diatas adalah {(3.Dapat dinyatakan dalam bentuk matriks sebagai = .

blogspot. Anandaayuputripaklutfi.com . Indriastuti. kompetisi Matematika Program IPA.Daftar Pustaka Sulasim. Yanti. 2007. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama. 2006. Matematika SMA. Solo: PT Jatra Wangsa Lestari. 2005. dkk. Khazanah Matematika. Mulya ti. Jakarta: Yudhistira.

kedua ruas dikalikan dengan = = = = Anandaayuputripaklutfi. (B). (SPMB/Matematika/2002) .com . ditanyakan (A-1)3 = = maka (A-1)3 = = x x = = 2. (E) (B). (C). = = adalah….blogspot. Kunci jawaban : C Pembahasan : = yang memenuhi persamaan (C). (D). (D). (SPMB/Matematika 2002) Kunci jawaban : E Pembahasan: A= A-1 = .BIAR LEBIH PAHAM BERIKUT SOAL AND PEMBAHASAN YANG SAYA KUMPULKAN DARI SOAL2 UN D AN SPMB 1. Jika Matriks A= .. maka (A-1)3 adalah Matriks…. (A).. Matriks (A). (E).

2 (E) 5 (SPMB/Matematika/2001) Anandaayuputripaklutfi.11-(-3)(-7) = 10 55+33a+21 =10 33a = 10-76 a= 4. Diberikan matriks-matriks A= .1 dan 0 (SPMB/Matematika/2001) = -2 = 0 dengan matrik s I :C . -2 (D).-1 da n 5 (D). maka nilai a adalah…. maka nilai x yang memenuhi persamaan maka determinan dari (C). maka dereminan dari = (1-x)(3 -x). B= +3 = + (C).2 = x2-4x+3-8 = 0 (x-5)(x+1) = 0 maka nilai x yang memenuhi adalah x = 5 dan x = -1 . 1 dan -5 (B). xI = x = =0 = .C= . jika determinan dari matriks 2A-B+3C adalah 10.com .4. -1 dan -5 Kunci jawaban : C Pembahasan: A= .3. -5 dan 0 adalah…… (E). (A). Jika Matriks A= matriks satuan dari (A). -3 Kunci jawaban Pembahasan: A= M= 2A-B+3C = 2 = Determinan M = 10 (5+3a). -5 (B).blogspot. B= .

k= 12 (E ).B-1 = B. A-1.B-1) = B. x+2y+11= 0 (D).A + B(I) B-1 = B.C= . A+ B-1 (D). A-1) = B.persamaan garis yang melalui A dan bergradie n k=12 adalah : = 12 y-12x+25 = 0 6. x-2y+25 = 0 (B). .blogspot.B +A (SPMB/Matematika/2000) Anandaayuputripaklutfi. B. maka persamaan garis yang melalului A dan ber gradien k adalah…… (A).B + I (B). Jika garis 2x-y=5 dan x+y= 1 berpotongan di titik A.x = 1 – 2= -1 + Jadi titik potongnya adalah A(2. Hasil kali (B.5.B-1) = B. Diketahui B= .-1).C= = . A.A + I (C). A-1 + B (E). maka determinan BxC = 3.A)(B+A-1). A. A ( B. y-12x+11 = 0 Kunci jawaban Pembahasan : B= BxC = Perpotongan garis 2x-y = 5 dan x+y = 1 adalah 2x – y = 5 x+y=1 3x=6 x=2 Y = 1.4-0= 12.A.com .A)(B+A-1). dan determinan dari matriks BxC adalah k. y-12x-11 =0 (SPMB/Matematika/2000) :B .A ( I + A-1.B-1+ A-1. B-1 = …….A + B (A.A + B.A+ I kunci jawaban Pembaha san : :B (B. y-12x+25 = 0 (C). B-1 = B. (A).

maka determinan dari (E). 3 atau -5 (UMPTN/Matematika/199 9) 9.com . A’ adalah transpose dari A. Diketahui A= dan B = .B)-1 = …… (E). jika C = matriks A’B adalah…………………. 1 (D). 3 (UMPTN/Matematika/1999) dan B = A. dan A = C-1. 3 atau -4 (D). B= . 188 .blogspot. 2 . Jika diketahui A = (A). -1 Kunci jawaban Pembahasan : A = :C dan B = (C). -3 atau 4 Kunci jawaban Pembahasan : A= Det A = Det B (5+x)(3x). 212 Anandaayuputripaklutfi.B = secara umum = = Maka determinan AB = 15x7-13x8 = 105-104= 1 = =1 8. maka determinan (A. -2 (B). (A). 3 atau 4 (B). -196 (C).5(x)= (9)(4)-(-x)(7) 15x + 3x2-36 = 36 +7x 3x2+3x-36 = 0 x2+x-12 = 0 (x+4) (x-3) =0. jika determinan A dan determinan B sama. maka nila x yang memenuhi adalah x= -4 atau x = 3 :C dan B = (C).7. maka harga x yang memenuhi adalah…………… (A). -4 atau 5 (E).

0 (B). = (10)(34) – (12)(12)= 340-144 = 196 10. B-1 B-1 = .2 I B = C. Diketahui matriks A= . dan A = C-1 determinan mariks C. (A). Dengan I matriks satuan (A. B = dan C = . 2 Kunci jawaban Pembahasan : A= (C). -188 Kunci jawaban (D).B= dan C = (E). 10 (UMPTN/Matematika/1998) AB-2B = C berarti AB. 6 (D). nilai x+y yang memenuhi persamaan AB-2B = C adalah………. = ( )( ) . B= . 8 :B .2 I ) B-1B = C B-1 (A-2 I) = C.2 I) B= C (A .( ( = = = Maka C-1 = =7 = =A A’ = (kebetulan A = A’) Maka A’B = = .(B).196 :D (UMPTN/Matematika 1998) Pembahasan : C = .

blogspot.2 I = CB-1 Anandaayuputripaklutfi. B-1 = = Jadi A.com .= = C.

b (beda).. jika AT= A-1.= = x =2 maka nilai x + y = 2+ 4 = 6 11. 30 (B). -12 (D).. Diketahui matriks A = dan Un adalah suku ke-n barisan aritmatika. (E). 1 atau (SPMB/Matematika /2003) (D). y = 4 maka determinan matriks A adalah……. -1 atau (B).18 12.blogspot. 1 atau kunci jawaban Pembahasan : A = AT= A-1 . -1 atau 1 :D Anandaayuputripaklutfi. jika U6= 18.com . (A). U10= 30 x-2 = 0 y-2 = 2. jadi b = det A = = a(a+3b) – (a+b) (a+2b) = (a2+3ab) – (a2+3ab+2b2) = -2b2 jadi determinan A = -2b2 = -2 (3)2 = . 18 (UMPTN/Matematika/1998) U10-U6= 4.12 :B . atau . U6= 18. maka ad-b c = ……. -18 Kucnci jawaban Pembahasan : A = (C). AT = adalah AT = (C). U10= 30 = 3 (E). Transpose matriks A = (A). Un adalah suku ke-n barisan aritmatika.

com . A-1 merupakan matriks invers dari A. Jika A = . 8 (D). (D). 9 Kunci Jawaban Pembahasan (C). (E). Jika Matriks A = adalah………… (A). 12 (SPMB/Matematika/2003) Anandaayuputripaklutfi.= a= dan d = a= maka 13. maka nilai k adalah…………. A-1 = invers dari A (C). jadi p – q = 4 – 5 = -1 14. maka p-q jadi 2p = 8 p=4 . (B). -12 Kunci jawaban Pembahasan : A = :C . (A). -1 (SPMB/Matematika/2003) dan I = memenuhi persamaa n A2= p A + q I . 16 (B). A dan A-1 mempunyai determinan yang sama dan positif .blogspot. 1 :E :A= A2= p A + q I (E).

maka det erminan dari A-1 = . Jika vector AT tegak lurus dengan vector . (C). -2q :D : AT = tegak lurus dengan .0 (D). Diberikan matriks dan vector-vektor sebagi berikut : A = .(6)( ) = 1 . JADI D= jadi (7)(5).A dan A-1 memiliki determinan yang sama Misalkan determinan dari A = D. dan AT menyatakan transpose dari A. 3q (SPMB/Matmatika/2004) Anandaayuputripaklutfi. berarti determinannya nol. 2q (D).com . q (B). Karena determi nannya positif maka D= 1 35 – 3k = 1 -3k = -34 15. 0 0 1 16. (E). 1 :D tidak mempunyai invers. . -2 (B). . -1 Kunci jawaban Pembahasan : A = (C). maka nilai x adalah……… (E).blogspot. maka nil ai p sama dengan……. -q Kunci Jawaban Pembahasan diketahui bahwa AT. . jadi D = . jika matrik A = (A). 2 (SPMB/matematika/2004) tidak mempunyai invers. (A).

20 (B). dan x mem enuhi . Kunci jawaban Pemba hasan :C :A= dan B = dan B = (E). (E).. (B).17. (C). 9 tidak mempunyai invers adalah……. jika A = (A). 12 (SPMB/Matematika/2006) (D). dan AC=B Kunci Jawaban Pembahasan Jadi determinan AC = (10)(2) – (-3)(-3) = 20-9 = 11 20. B= . 9 dan matriks C memenuhi AC=B. 1 (B). Jika A= (A). -20 :D : 0 0 0 0 18. -10 kunci jawaban Pem bahasan (C).blogspot. Hasil kali semua nilai x sehingga matriks (A).B = = = . Transpose dari matriks A d itulis AT.B= C = A-1.com . 4 (D).B= (C). 8 (E).(A-B)(A+B) adalah matriks…. Jika matriks A = Anandaayuputripaklutfi. berrati determinannya = 0 maka (A+B)(A-B) . 10 (D). maka Det C = ………. 11 :D : A= AC = B . 6 . 16 (SPMB/Matemat ika/2005) 19. (SPMB/Matematika/2004) tidak memilikiminvers..

com . AT = B+x jadi x = 21. Pembahasan :A= misalkan x = . (B). B= . (E). Anandaayuputripaklutfi. (SPMB/Matematika/2008) Kunci Jawaban :A (C).blogspot.AT = B+x.. (D). maka invers dari x adalah………. (A).

Anandaayuputripaklutfi.com .22. 23.blogspot.

blogspot. Anandaayuputripaklutfi.24.com . 22. 25.

com . 24. 27.26.blogspot. Anandaayuputripaklutfi.

Anandaayuputripaklutfi. 30. 28.28. 29. 27.com .blogspot.

32.blogspot. 33.31.com . Anandaayuputripaklutfi.

com .34. Anandaayuputripaklutfi. 35.blogspot.

Anandaayuputripaklutfi.com . 37.blogspot.36.

38.maka determinan dari matriks P-1Q-1 adalah…… (A). -1 (D). 223 (B).com . 39.blogspot. 40.-10 (E). 1 Kunci jawaban : B Pembahasan :P= (C). jika P-1 adalah invers dari P. dan Q-1 adalah invers dari Q. Diketahui Matriks P = dan Q = . 7 (UAN/Matematika/IPA/2008) Anandaayuputripaklutfi.

Anandaayuputripaklutfi. Pemantapan Menghadapi SNM-PTN IPA 2009 11 Tahun. di unduh dari Internet.com .YRAMA WIDYA Berbagai Soal UAN MATEMATIKA SMA IPA/IPS. 2009.Q= maka determinan dari = (8)(14)-(-37)(-3)= 112-111= 1 REFERENSI Tim Widyagama.Bandung: CV .blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful