P. 1
40692813-Pembahasan-Matriks-SMA

40692813-Pembahasan-Matriks-SMA

|Views: 617|Likes:
Published by Christovorus_C_9367

More info:

Published by: Christovorus_C_9367 on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

MATRIKS A.

Pengertian, Notasi dan Ordo Suatu Matriks Matriks adalah susunan bilangan yan g diatur berdasarkan baris dan kolom sehingga membentuk persegi panjang. Ukuran panjang dan lebar matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan kolom pada matriks . Bilangan-bilangan yang menyusun baris dan kolom matris disebut unsur-unsur ata u elemen dari matriks itu. Suatu matriks yang mempunyai m baris dan n kolom dise but matriks berordo m × n, dan diberi notasi “ ” atau “ ” Matriks merupakan matriks beruku ran 2 × 2 karena terdiri dari m=2 baris (susunan dalam posisi horizontal) dan n=2 kolom (susunan dalam posisi vert ical/tegak), sehingga dapat dikatakan matriks berordo 2 × 2 Matriks merupakan matr iks berukura 3 × 1 karena terdiri dari 3 baris dan 1

kolom, sehingga dapat dikatakan matriks berordo 3 × 1 Penamaan suatu matriks biasa menggunakan huruf kapital B. Macam – Macam Matriks 1. Jenis Matriks Ditinjau Dari Banyaknya Baris dan Penyusun Kolomnya Untuk memah ami jenis-jenis matriks ditinjau dari banyaknya baris dan kolom penyusunnya, per hatikanlah beberapa contoh berikut. a) Matriks A = [ 2 -3 6 ], B= [ -1 9 2 1 ], dan C = [ 3 -1 4 -7 7 ] Matriks – matriks diatas hanya memiliki satu baris. Matrik s yang berbentuk seperti itu dinamakan matriks baris. b) Matriks A = ,B= Matriks – matriks di atas hanya memiliki satu kolom. Matriks yang berbentuk sepert i itu dinamakan matriks kolom. c) Matriks A = ,B= Banyaknya baris dan kolom pada matriks diatas sama. Matriks yang berbentuk seper ti itu dinamakan matriks persegi (bujur sangkar). 2. Jenis Matriks Segi Ditinjau Dari Elemen – Elemen Penyusunnya Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

a) Matriks Diagonal Matriks persegi yang semua elemennya adalah nol, kecuali ele men pada diagonalnya tidak semuanya bernilai nol (diagonal adalah elemen untuk i = j), dinamakan matriks diagonal. Perhatikan dua matriks berikut. A= dan B = Matriks A adalah matriks diagonal berordo 2×2 dan matriks B adalah matriks diagona l yang berordo 3×3. b) Matriks Identitas Matriks identitas ada dua jenis, yaitu ma triks identitas terhadap penjumlahan dan matriks identitas terhadap perkalian. 1 ) Matriks o(nol) disebut matriks identitas terhadap penjumlahan jika untuk A+o =A= sebarang matriks A, berlaku o +A Dan itu hanya di penuhi apabila matriks o adalah matriks nol, yaitu suatu matriks yang semua elemennya bernilai nol. Contoh – contoh dari matriks nol adalah seperti berikut ini. a) b) o= o= matriks nol berordo (2×2) matriks nol berordo (2×3) 2) Matriks I disebut matriks identitas terhadap perkalian jika untuk sembarang m atriks A berlaku a) IA = A b) AI = A c) AI = A = IA Dan itu hanya dipenuhi apabi la matriks I adalah matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya adalah 1 . Sebagai contoh : = matriks identitas berordo 2 = matriks identitas berordo 3 Catatan : matriks identitas hanya terdefinisi pada matriks persegi c) Matriks Se gitiga Atas dan Matriks Segitiga Bawah 1) Matriks segitiga atas adalah matriks p ersegi yang semua elemen di bawah diagonalnya bernilai nol. Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

Contoh : A= matriks segitiga atas berordo 3 2) Matriks segitiga bawah adalah matriks persegi yang semua elemen di atas diago nalnya bernilai nol. Contoh : B= matriks segitiga bawah berordo 3 d) Matriks simetris Matriks A berordo di sebut matriks simetris jika dan hanya j ika elemenelemen yang letaknya simetris terhadap diagonal utama bernilai sama, d ituliskan : = , ( i ≠ j) Contoh : A= matriks simetris berordo 2 B= matriks simetris berordo 3 C. Transpose Suatu Matriks Transpose suatu matriks dilambangkan dengan A′ atau gkah-langkah mentranspose suatu matriks: I. Mengubah baris ke-i matriks A menjad i kolom ke-i matriks baru II. Mengubah kolom ke-j matriks A menjadi baris ke-j m atriks baru. Ayu said: kalo bingung artiin aja langsung kalo transpose tuh merub ah kolom menjadi baris dan baris mejadi kolom Contoh : A= , maka A′ = Lan

Apabila matriks A berordo (m × n), maka A′ adalah suatu matriks yang berordo (n × m) Anandaayuputripaklutfi.blogspot.com

tentukanlah Anandaayuputripaklutfi.) (A + B)′ = A′ + B′ c. maka A′ = A D. dan C = .) k(A′) = kA′. Contoh : Jika diketahui A = .B= .) Jika A adalah matriks simetris.com .Sifat-sifat transpose suatu matriks (sifat-sifat ne kudu diinget kalo perlu diha falin biar gak terjadi kekeliruan) a. E.) (A′)′ = A b.blogspot. deng n k adalah konstanta. Operasi pada matriks 1. Kesamaan Dua Matriks Dua matriks dikatakan sama jika dan hanya jika keduanya berordo sama dan elemenelemen yang seletak pada kedua matriks bernilai sama.B= . sehingga matriks A sam dengan matriks B.) (AB)′ = B′A′ e. Penjumlahan Matriks Penjumlahan matriks hanya berlaku jika memiliki ordo sama Penjumlahan dua buah matriks dinyatakan dengan menjumlahkan elemenelemen seleta k. d. yaitu 2×2 dan elemen-elemen yang seletak jug a sama. Apakah kedua matriks tersebut adalah sama? Jawab : Matriks A dan B berordo sama. Con toh : A= .

Pengur angan Matriks a. Sifat-sifat penjumlahan matriks : 1. Pe ngurangan dua buah matriks dinyatakan dengan menjumlahkan elemen-elemen seletak Contoh : Diketahui A = Jawab : A – B = A + (-B) = = INGAT! Penjumlahan dan Pengura ngan pada matriks hanya bisa dilakukan jika dua atau lebih matriks yang djumlahk an tersebut berordo sama (jumlah baris &kolomna sama) .)B + C = tidak terdefinisi sebab ordo matriks B ≠ ordo matriks C. artinya A + B = B + A 2.) A + C = + = = 2. berlaku A + o = A = o o +A 4. mempunyai elemen identitas terhadap operasi penjumlahan. S ifat asosiatif. yaitu A + (-A) = (-A) +A = o 2.B Anandaayuputripaklutfi. Sifat komutatif. artinya (A + B) + C = A + (B + C) 3.B= .1.com . tentukanlah : A .) B + C Jawab : 1. Pengurangan matriks hanya berlaku jika memiliki ordo sama b.) A + C 2.blogspot. mempunyai invers terhadap penjumlahan. yaitu sehingga untuk setiap matriks A.

blogspot. sifa t distributif d. sifat distri butif b. sifat asosiatif d. (k – I)A = kA – IA. tentukan matriks yang diwakili oleh 2A b) perkalian matriks dengan matriks perkalian dua matriks A dan B dapat dilakuka n jika banyaknya kolom pada A sama dengan banyaknya baris pada B perkalian pada matriks dilakukan dengan mengalikan baris dengan kolom. k(BA) = (kB)A. Contoh : Jika A = Jawab : 2A = 2 = = Sifat-sifat perkalian matriks dengan skalar a. yaitu tidak berlaku sifat komutatif b. k(IA) = (kI)A. tentukanlah AB! Anandaayuputripaklutfi. Contoh : Diketahui A = J awab : AB = = = = sifat-sifat perkalian matriks a.com . secara umum AB≠BA. sifat distributif c. (A+B)C=AC+BC. Perkalian matriks a) Perkalian skalar dengan suatu matriks Sebuah matriks den gan ordo m × n dapat dikalikan dengan sebuah bilangan real tertentu. (k + I)A = kA + IA. A(B+C)=AC+AC. A(BC) =(AB)C. sifat asosiatif . Bilangan real ini selanjutnya disebut dengan skalar (k).B= . sifat distributif c. sifat asosiatif .3.

com . = = ad – b c. yaitu dengan metode kofaktor dan aturan sorru s. Determinan Matriks persegi berordo tiga Determinan suatu matriks berorodo tig a dapat dilakukan dengan dua cara. Determinan matriks persegi berordo dua Determinan matriks A ditulis . Contoh : Diketa hui matriks A = . Contoh : Jika M = dan A = . jika A berasal dari matriks M yang dihilangkan beberapa elemen ba ris atau beberapa elemen kolomnya. maka matriks A di sebut submatriks M karena A dapat diperoleh dari matriks M yang dihilangkan elemen baris kedua. maka determinan matriks A adalah det A = Contoh soal : Tentukan determinan matri ks A= Jawab : = 2(4) – (-1)(3) =8+3 = 11 2. Determi nan hanya dapat dihitung pada matriks bujur sangkar (jumlah baris= jumlah kolom) Misalnya A adalah matiks berordo dua yang dituliskan dalam bentuk A= . a.blogspot. Determinan dan Invers Determinan 1. 2) Minor Jika matriks A = ( ) matriks persegi. tentuka minor dan Anandaayuputripaklutfi. Metode kofaktor 1) Submatriks Matriks A dapat disebut sebagai submatriks d ari matriks M. maka minor adalah determinan dari ma triks A yang sudah dihilangkan elemen baris ke-i dan kolom ke-j.F.

hilangkan elemen baris kedua dan kolom ketiga. menggunakan kofaktor.. maka kofaktor dari adalah Untuk minor diperoleh Minor = 3) Kofaktor dari Jika matriks A = ( = Contoh : × minor Diketahui matriks A = Jawab : = = = ( -1 ) ( 8 – 2 ) = -6 = × minor = = (1) (5-0) = 5 .tentukan kofaktor dari dan .) Menggunakan elemen-elemen baris ke-i.blogspot. = 4(1) – (2)(2) = 4-4 = 0 .) men ggunakan elemen kolom ke-j. maka Det A = ( × )+( × )+ . 2...+ ( Contoh soal : Jika dike tahui matrks A = . tenetukan determinannya dengan × ). = 0 – (6) = -6 ) matriks persegi. maka =( × )+( × )+( × ) =2× +1× +4× Anandaayuputripaklutfi. Jawab : Misalnya kita menggunakan dengan baris ke-1. maka Det A = ( × )+( × )+ .Jawab : Untuk minor diperoleh Minor = . Misalnya : 1 . hilan gkan elemen baris pertama dan kolom kedua. × minor Nilai determinan matriks A adalah penjumlahan dari hasil kali semua elemen suatu baris atau kolom matriks A tersebut dengan kofaktor masing-masing..com .+ ( × ).

Jadi kalo hasil perkalian angk a2 yang berada di anak panah yang mengarah ke atas negative akan berubah jadi po sitif) negatif positif Tentukan determinan dari matriks P = = = [(1 × 3 × 3) + (2 × (-1) ×4) + (4 × 2 × 5)]+ [.= 2 × 1 × (10 . (maksudnya tuh untuk anak panah yang mengarah ke atas itu nilainya negat ive. Kalikan juga elemen-elemen yang terletak sejajar diagonal samping kemudian jum lahkan. Misalnya kita ingin mencari determinan dari matriks B= Untuk menentukan d eterminan matriks dengan kaidah sarrus ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.(4 × 3 × 4) – Anandaayuputripaklutfi. Tuliskan kembali kol om pertama dan kolom kedua disebelah kanan garis 2.blogspot.4) + 1 × (-1) (6 – 1) + 4 × 1 × (12 – 5) = 12 + (-5) + 28 = 35 4) Metode Sarr s karena metode minor kofaktor lumayan ribeeet (tapi matriks ordo 5x5 bisa disel esaikan lho pake cara itu) maka ada metode yang sangat mudah untuk mencari deter minan.com . yaitu: 1. Kalikan elemen-elemen yang terletak sejajar diagonal utama kemudian jumlahkan . trus yang mengarah kebawah nilainya positif.

Anandaayuputripaklutfi. maka determinannya nol e.com . Jika terdapat seb uah baris mempunyai elemen semuanya nol. maka determinannya adalah n ol. Invers 1. maka determinannya nol d. Invers Matriks Berordo dua o Invers dari matriks A disimbolkan dengan o Jika determinan A = 0 atau ad – bc = 0. Det (A) = Determinan (A′) b. Jika terdapat sebuah kolom mempunyai elemen semuanya nol. Jika pada suatu matriks A terdapat sebuah baris yang elemen-elemennya kelipatan dari bari s yang lain. maka pembagian tersebut tidak terdefinisikan se hingga tidak ada.blogspot. maka matriks A disebut matriks non singular Invers matr iks A = dengan ad – bc ≠ 0 Contoh soal : Tentukan invers matriks A = Jawab : = = ada lah = . Kalo ada kesalahan mohon di ralat! Sifat – sifat determinan matriks persegi a. Jika pada matriks terdapat sebuah kolom y ang elemen-elemennya kelipatan dari kolom yang lain. o Matriks yang tidak mempunyai invers disebut matriks singular o Jika determinan A ≠ 0 . dan warna ungu itu untuk perkali an dengan negative alias anak panah ke atas) SETAU AKU YAH: METODE SARRUS HANYA BISA DIGUNAKAN UNTUK MATRIKS ORDO 3x3.(5 × (-1) × 1) –(3 × 2 × 2)] = 9 + (-8) + 40 – 48 + 5 – 12 = -14 Ket: yang merah itu untuk pe kalian dengan positif alias anak panah kebawah. maka determinannya nol c.

Invers Matriks Berordo 3 × 3 = × Adj A Adj ( adjoint) merupakan transpose dari matriks kofaktor Untuk lebih jelasnya be rikut cara untuk mencari adjoint Misalnya A adalah suatu matriks berordo 3 yang ditulis dalam bentuk A= adalah = × Adj A Dengan adj A = G. e.blogspot. Menggunakan Matriks Untuk Menyelesaikan Persamaan Linier a. Sistem persamaan matriks mempunyai dua be ntuk. d. yaitu AX = B dan XA =B dengan A dan B matriks berorodo sama 1.= o Jika A dan B adalah matriks non singular. maka berlaku a. Det =A = = = . 2. Menyelesaikan Persamaan Matriks Invers suatu matriks dapat digunakan dalam me nyelesaiakan sistem persamaan matriks. A = A=I b. Menyelesaik an Bentuk Persamaan AX = B AX = B AX = B IX = X= B B Anandaayuputripaklutfi. c.com .

com . Metode Determinan 1. Metode matri ks invers Bentuk umum persamaan linier dua variabel adalah . dengan a. Maka penyelesaian bentuk AX = B adalah X = B.2)} . R Langkah-langkah untuk menyelesaikan sistem persamaan linier da ngan metode matriks sebagai berikut a) Persamaan diatas di ubah menjadi persamaa n matriks = b) Persamaan matriks diatas memenuhi persamaan matriks A X = B. = Contoh soal : Tentukan penyele saian dari sistem persamaan linier berikut Jawab : Sistem persamaan linier diatas dapat dituliskan dalam persamaan matriks = = = = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier di atas adalah {(3. sehingga c.) D = ad – bc adalah determinan matriks koefisien persamaan linier Anandaayuputripaklutfi.2.b.y= dengan : a.c.blogspot. Jadi.d.) Sitem persamaan linier dua variabel Rumus dari Metode D eterminan adalah : x= . Menyelesaikan Bentuk Persamaan XA = B XA = B XA =B XI = B X=B b.

) S istem Persamaan Linier Tiga Variabel secara umum: adalah x= .) Dx = pd – qb c.-1)} 2.z= dengan Dx = .D= cotoh soal : tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier dibawah ini dengan menggunakan metode determinana matriks! Jawab : Anandaayuputripaklutfi.y= . Dz = .) Dy = aq – cp Contoh soal : Jawab : Sistem persamaan linier Dapat dinyatakan dalam bentuk matriks sebagai = Sehingga D= Dx = Dy = Sehingga x = y= = 3(5) – (-1)(2) = 17 = 16(5) – (-1)(5) = 85 = 3(5) – (16)(2) = -17 = = =5 = -1 = jadi himpunan penyelesaian sistem persamaan linier di atas adalah {(5.blogspot. Dy = .b.com .

-2)} Anandaayuputripaklutfi.1.Dapat dinyatakan dalam bentuk matriks sebagai = .blogspot. sehingga diperoleh D = = 2(2)(2)+3(1)(-1)+(-1)(1)(-1)-(3)(2)(-1)-(-1)(1)(2)(2)(1)(3) = 8+9+1+6+2-6 =20 Dx = 1)(1)(11)= 11(2)(2)+3(1)(4)+(-1)(3)(-1)-(4)(2)(-1)-((2)(3)(3) = 44+12+3+8+11-18 = 60 Dy = = (2)(3)(2)+(11)(1)(3)+(-1)(1)(4)-(3)(3)(1)-(4)(1)(2)(2)(1)(11) = 12+33-4+9-8-22 =20 Dz = = (2)(2)(4)+(3)(3)(3)+(11)(1)(1)-(3)(2)(11)-(-1)(3)(2)(4)(1)(3) = 16+27-11-66+6-12= -40 x= y= z= = = = =3 =1 = -2 jadi himpunan penyelesaian sistem persamaan linier diatas adalah {(3.com .

blogspot. kompetisi Matematika Program IPA.com . 2007. 2005. dkk. Indriastuti. 2006. Matematika SMA. Jakarta: Yudhistira. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama. Anandaayuputripaklutfi. Solo: PT Jatra Wangsa Lestari. Mulya ti. Yanti. Khazanah Matematika.Daftar Pustaka Sulasim.

Jika Matriks A= . maka (A-1)3 adalah Matriks…. ditanyakan (A-1)3 = = maka (A-1)3 = = x x = = 2. (B).BIAR LEBIH PAHAM BERIKUT SOAL AND PEMBAHASAN YANG SAYA KUMPULKAN DARI SOAL2 UN D AN SPMB 1.blogspot. Kunci jawaban : C Pembahasan : = yang memenuhi persamaan (C). (E). (SPMB/Matematika 2002) Kunci jawaban : E Pembahasan: A= A-1 = . (E) (B)... kedua ruas dikalikan dengan = = = = Anandaayuputripaklutfi. = = adalah…. Matriks (A). (D). (C). (SPMB/Matematika/2002) . (D).com . (A).

2 (E) 5 (SPMB/Matematika/2001) Anandaayuputripaklutfi.-1 da n 5 (D). -5 dan 0 adalah…… (E).2 = x2-4x+3-8 = 0 (x-5)(x+1) = 0 maka nilai x yang memenuhi adalah x = 5 dan x = -1 . -2 (D). maka dereminan dari = (1-x)(3 -x). maka nilai a adalah…. 1 dan -5 (B).1 dan 0 (SPMB/Matematika/2001) = -2 = 0 dengan matrik s I :C . jika determinan dari matriks 2A-B+3C adalah 10. maka nilai x yang memenuhi persamaan maka determinan dari (C). B= . (A). Jika Matriks A= matriks satuan dari (A).com .blogspot. Diberikan matriks-matriks A= . -5 (B).4.3. -3 Kunci jawaban Pembahasan: A= M= 2A-B+3C = 2 = Determinan M = 10 (5+3a). B= +3 = + (C).11-(-3)(-7) = 10 55+33a+21 =10 33a = 10-76 a= 4.C= . -1 dan -5 Kunci jawaban : C Pembahasan: A= . xI = x = =0 = .

B + I (B).4-0= 12.B-1) = B. y-12x+25 = 0 (C).5.blogspot. k= 12 (E ). Diketahui B= . B.A + B.A + B(I) B-1 = B.A)(B+A-1).persamaan garis yang melalui A dan bergradie n k=12 adalah : = 12 y-12x+25 = 0 6. B-1 = B. maka persamaan garis yang melalului A dan ber gradien k adalah…… (A).B-1) = B. A-1. dan determinan dari matriks BxC adalah k. (A).A ( I + A-1.A + B (A.com .-1).B-1+ A-1. y-12x-11 =0 (SPMB/Matematika/2000) :B . A.A)(B+A-1). A.x = 1 – 2= -1 + Jadi titik potongnya adalah A(2. maka determinan BxC = 3.B +A (SPMB/Matematika/2000) Anandaayuputripaklutfi. B-1 = …….C= . A-1) = B.A+ I kunci jawaban Pembaha san : :B (B. Jika garis 2x-y=5 dan x+y= 1 berpotongan di titik A. A ( B. A-1 + B (E).A + I (C). y-12x+11 = 0 Kunci jawaban Pembahasan : B= BxC = Perpotongan garis 2x-y = 5 dan x+y = 1 adalah 2x – y = 5 x+y=1 3x=6 x=2 Y = 1. . x-2y+25 = 0 (B). Hasil kali (B.A.C= = .B-1 = B. x+2y+11= 0 (D). A+ B-1 (D).

A’ adalah transpose dari A. -2 (B). 3 atau -4 (D).B = secara umum = = Maka determinan AB = 15x7-13x8 = 105-104= 1 = =1 8.7. dan A = C-1. -196 (C). maka nila x yang memenuhi adalah x= -4 atau x = 3 :C dan B = (C). (A). B= . -1 Kunci jawaban Pembahasan : A = :C dan B = (C). Diketahui A= dan B = .com . 188 . maka determinan dari (E). jika C = matriks A’B adalah…………………. 2 . Jika diketahui A = (A). 3 atau 4 (B). maka harga x yang memenuhi adalah…………… (A). maka determinan (A. 212 Anandaayuputripaklutfi. jika determinan A dan determinan B sama. -4 atau 5 (E). 3 atau -5 (UMPTN/Matematika/199 9) 9.blogspot. -3 atau 4 Kunci jawaban Pembahasan : A= Det A = Det B (5+x)(3x).5(x)= (9)(4)-(-x)(7) 15x + 3x2-36 = 36 +7x 3x2+3x-36 = 0 x2+x-12 = 0 (x+4) (x-3) =0.B)-1 = …… (E). 1 (D). 3 (UMPTN/Matematika/1999) dan B = A.

B= dan C = (E). = (10)(34) – (12)(12)= 340-144 = 196 10.( ( = = = Maka C-1 = =7 = =A A’ = (kebetulan A = A’) Maka A’B = = . = ( )( ) . (A). B= . dan A = C-1 determinan mariks C. -188 Kunci jawaban (D).2 I ) B-1B = C B-1 (A-2 I) = C.196 :D (UMPTN/Matematika 1998) Pembahasan : C = . nilai x+y yang memenuhi persamaan AB-2B = C adalah………. Diketahui matriks A= .(B). 8 :B . 6 (D). B-1 B-1 = . 0 (B). 10 (UMPTN/Matematika/1998) AB-2B = C berarti AB. B = dan C = .2 I) B= C (A . 2 Kunci jawaban Pembahasan : A= (C). Dengan I matriks satuan (A.2 I B = C.

2 I = CB-1 Anandaayuputripaklutfi.com .blogspot. B-1 = = Jadi A.= = C.

30 (B). -1 atau 1 :D Anandaayuputripaklutfi. U10= 30 = 3 (E).= = x =2 maka nilai x + y = 2+ 4 = 6 11. Diketahui matriks A = dan Un adalah suku ke-n barisan aritmatika.b (beda). 1 atau kunci jawaban Pembahasan : A = AT= A-1 . -12 (D).12 :B . Transpose matriks A = (A). (E). AT = adalah AT = (C). jadi b = det A = = a(a+3b) – (a+b) (a+2b) = (a2+3ab) – (a2+3ab+2b2) = -2b2 jadi determinan A = -2b2 = -2 (3)2 = . 1 atau (SPMB/Matematika /2003) (D). jika AT= A-1. y = 4 maka determinan matriks A adalah……. U6= 18.com . (A). atau . Un adalah suku ke-n barisan aritmatika. 18 (UMPTN/Matematika/1998) U10-U6= 4. -18 Kucnci jawaban Pembahasan : A = (C).. U10= 30 x-2 = 0 y-2 = 2. jika U6= 18.blogspot.18 12. -1 atau (B). maka ad-b c = ……..

9 Kunci Jawaban Pembahasan (C). Jika A = . 12 (SPMB/Matematika/2003) Anandaayuputripaklutfi. -1 (SPMB/Matematika/2003) dan I = memenuhi persamaa n A2= p A + q I . jadi p – q = 4 – 5 = -1 14. (A).= a= dan d = a= maka 13. 1 :E :A= A2= p A + q I (E). A-1 = invers dari A (C). -12 Kunci jawaban Pembahasan : A = :C . 8 (D). 16 (B). Jika Matriks A = adalah………… (A). maka nilai k adalah…………. (D).blogspot. A-1 merupakan matriks invers dari A. maka p-q jadi 2p = 8 p=4 .com . A dan A-1 mempunyai determinan yang sama dan positif . (E). (B).

maka nilai x adalah……… (E). . .com . 1 :D tidak mempunyai invers. q (B). . -2q :D : AT = tegak lurus dengan . (C). berarti determinannya nol. 2q (D). -1 Kunci jawaban Pembahasan : A = (C). 2 (SPMB/matematika/2004) tidak mempunyai invers. JADI D= jadi (7)(5). maka nil ai p sama dengan…….(6)( ) = 1 . Karena determi nannya positif maka D= 1 35 – 3k = 1 -3k = -34 15. maka det erminan dari A-1 = . 0 0 1 16. jika matrik A = (A).0 (D). Diberikan matriks dan vector-vektor sebagi berikut : A = . -q Kunci Jawaban Pembahasan diketahui bahwa AT. Jika vector AT tegak lurus dengan vector . dan AT menyatakan transpose dari A.blogspot. 3q (SPMB/Matmatika/2004) Anandaayuputripaklutfi. (E). -2 (B).A dan A-1 memiliki determinan yang sama Misalkan determinan dari A = D. jadi D = . (A).

maka Det C = ………. (SPMB/Matematika/2004) tidak memilikiminvers. 11 :D : A= AC = B . 6 . -20 :D : 0 0 0 0 18. jika A = (A).(A-B)(A+B) adalah matriks…... Kunci jawaban Pemba hasan :C :A= dan B = dan B = (E).B= (C). 12 (SPMB/Matematika/2006) (D).com . Transpose dari matriks A d itulis AT.17. 1 (B).B= C = A-1. 8 (E). berrati determinannya = 0 maka (A+B)(A-B) . (B). Jika matriks A = Anandaayuputripaklutfi. (C).B = = = . dan AC=B Kunci Jawaban Pembahasan Jadi determinan AC = (10)(2) – (-3)(-3) = 20-9 = 11 20. Jika A= (A). 9 tidak mempunyai invers adalah……. B= . 4 (D). 16 (SPMB/Matemat ika/2005) 19. Hasil kali semua nilai x sehingga matriks (A).blogspot. 9 dan matriks C memenuhi AC=B. 10 (D). dan x mem enuhi . 20 (B). -10 kunci jawaban Pem bahasan (C). (E).

. (SPMB/Matematika/2008) Kunci Jawaban :A (C). Anandaayuputripaklutfi.com . (D).blogspot. (B). (A). B= . (E). Pembahasan :A= misalkan x = . AT = B+x jadi x = 21. maka invers dari x adalah……….AT = B+x.

22. Anandaayuputripaklutfi.blogspot. 23.com .

24.com .blogspot. 25. Anandaayuputripaklutfi. 22.

com . 24.26. 27.blogspot. Anandaayuputripaklutfi.

blogspot. 27. Anandaayuputripaklutfi.com .28. 28. 29. 30.

32.com . 33.blogspot.31. Anandaayuputripaklutfi.

34.com . Anandaayuputripaklutfi. 35.blogspot.

Anandaayuputripaklutfi. 37.36.blogspot.com .

39.38.com .blogspot. 1 Kunci jawaban : B Pembahasan :P= (C). 223 (B).maka determinan dari matriks P-1Q-1 adalah…… (A). 7 (UAN/Matematika/IPA/2008) Anandaayuputripaklutfi. jika P-1 adalah invers dari P. Diketahui Matriks P = dan Q = . -1 (D).-10 (E). 40. dan Q-1 adalah invers dari Q.

Q= maka determinan dari = (8)(14)-(-37)(-3)= 112-111= 1 REFERENSI Tim Widyagama. 2009.Bandung: CV . Pemantapan Menghadapi SNM-PTN IPA 2009 11 Tahun. Anandaayuputripaklutfi. di unduh dari Internet.com .YRAMA WIDYA Berbagai Soal UAN MATEMATIKA SMA IPA/IPS.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->