SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM IDEOLOGI Written by Lab.

Pancasila Monday, 20 June 2011 13:39 Article Index SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM IDEOLOGI Page 2 All Pages Page 1 of 2 Bagi bangsa Indonesia sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran fundamental dan universal, sebagai terpancar dari identitas dan integritas martabatnya sebagai sistem filsafat theisme religius; karenanya mengandung keunggulan bahkan keluhuran dan kemuliaan. Untuk menghayati keunggulan sistem filsafat Pancasila, secara mendasar dapat kita uraikan dalam wawasan perbandingan ringkas, berikut :

A.

Keunggulan Sistem Filsafat Pancasila

Sistem filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional dapat dihayati dalam kedudukan dan fungsinya. Untuk meningkatkan kesyukuran, kebanggaan nasional dan wawasan nasional, marilah kita hayati asas-asas normatif-filosofis-ideologis dan konstitusional sistem kenegaraan Pancasila sebagai negara Proklamasi yang diwariskan dan diamanatkan PPKI kepada kita dan generasi penerus. Tema demikian dengan sadar kami bahas supaya kita semua makin menghayati bagaimana keunggulan sistem kenegaraan Pancasila integral dengan berbagai potensi keunggulan natural, kultural termasuk SDM yang dianugerahkan Maha Pencipta. Juga wajib dihayati, bagaimana SDM (baca: manusia Indonesia) percaya bahwa penghayatan dan pengamalan nilai: HAM dan KAM, terjabar dalam sistem NKRI yang berkedaulatan rakyat (demokrasi) dan negara hukum (Rechtsstaat) serta nation state sebagai wujud dan praktek wawasan nasional yang dijiwai Pancasila dan ditegakkan dalam asas kekeluargaan; keunggulan asas konstitusional sebagai terkandung dalam UUD Proklamasi 1945.

Nilai-nilai fundamental, mulai filsafat hidup dan filsafat negara Pancasila sebagai Weltanchauung adalah sumber dan landasan nilai-nilai wawasan nasional dan wawasan nusantara yang menjamin ketahanan nasional demi tegaknya kemerdekaan, kedaulatan dan kejayaan NKRI berdasarkan Pancasila - UUD 45. Kita bangsa Indonesia wajib bersyukur dan bangga atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa bahwa bangsa dan NKRI diberkati dengan berbagai keunggulan potensial, terutama:

NKRI sebagai negara hukum (Rechtsstaat). wawasan nasional dan wawasan nusantara). Keunggulan sosiokultural dengan puncak nilai filsafat hidup bangsa (terkenal sebagai filsafat Pancasila) yang merupakan jatidiri nasional. dan kejayaan negara Majapahit (abad XIII . bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah keemasan: kejayaan negara Sriwijaya (abad VII . amat kaya sumber daya alam (SDA).1. . 4. Asas demikian memancarkan keunggulan sistem filsafat Pancasila (sebagai bagian dari sistem filsafat Timur). amat strategis posisi geopolitiknya: sebagai negara bahari (maritim.XI). b. NKRI sebagai negara bangsa (nation state). c.XVI) dengan wilayah kekuasaan kedaulatan geopolitik melebihi NKRI sekarang (dari Taiwan sampai Madagaskar).dalam era reformasi. Semoga dengan asas nilai sistem filsafat demikian bangsa dan NKRI mampu menghadapi tantangan dan godaan masa depan: dalam dinamika globalisasi-liberalisasi dan neo-imperialisme dalam postmodernisme yang menggoda dan melanda bangsa-bangsa modern abad XXI. jiwa bangsa. Potensi nasional dan keunggulan NKRI akan ditentukan oleh kuantitas-kualitas SDM yang memadai + UUD Negara yang mantap terpercaya ---bukan kontroversial sebagaimana UUD 45 amandemen---. Keunggulan kuantitas-kualitas manusia (SDM) sebagai rakyat dan bangsa. asas kerokhanian negara dan sumber cita nasional sekaligus identitas dan integritas nasional. amat subur dan nyaman iklimnya. NKRI sebagai negara berasas kekeluargaan (paham persatuan. NKRI menegakkan sistem kenegaraan berdasarkan UUD Proklamasi yang memancarkan asas konstitusionalisme melalui tatanan kelembagaan dan kepemimpinan nasional dengan identitas Indonesia. dalam gugusan 17. 5.584 pulau). Keunggulan natural (alamiah): nusantara Indonesia amat luas (15 juta km2. Keunggulan historis. merupakan asset primer nasional: 235 juta dengan karakteristika dan jatidiri yang diwarisinya sebagai bangsa pejuang (ksatria)…… ---silahkan dievaluasi bagaimana identitas dan kondisi kita sekarang!--. 2. e. 3. NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat (demokrasi). Keunggulan sistem kenegaraan Pancasila sebagai negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Keunggulan potensial demikian sinergis dan berpuncak dalam kepribadian SDM Indonesia sebagai penegak kemerdekaan dan kedaulatan NKRI yang memancarkan budaya dan moral Pancasila dalam mewujudkan cita-cita nasional. d. terjabar dalam asas konstitusional UUD 45: a. dengan asas budaya dan asas moral filsafat Pancasila yang memancarkan identitas martabatnya sebagai sistem filsafat theisme-religious. 3 juta km2 daratan + 12 juta km2 lautan. kelautan) di silang benua dan samudera sebagai transpolitik-ekonomi dan kultural postmodernisme dan masa depan (MNS 2000: 23 – 30).

atau sistem politik (kenegaraan) diakui sebagai teori yang unggul. . . antara lain: “. Sebagaimana juga Kant menyatakan: “. . independent. Secara universal diakui kedudukan dan martabat manusia sebagai dinyatakan. .” (Bodenheimer 1962: 143). melandasi dan memandu tatanan dan fungsi kebangsaan. . peran (fungsi). 37). (Bodenheimer 1962: 71-72) Demikianlah budaya dan peradaban modern mengakui dan menjamin kedudukan manusia dalam konsepsi HAM sehingga ditegakkan sebagai negara demokrasi. karena mengakui kedudukan. sistem kedaulatan maupun sistem negara hukum adalah ajaran filsafat yang bertujuan menjamin HAM dalam budaya dan peradaban.that humanity should always be respected as an end it self (Mc Coubrey & White 1996: 84) Pemikiran mendasar tentang jatidiri bangsa.” (Bodenheimer 1962: 149) sebagaimana juga diakui oleh Murphy & Coleman: “. resting on respect for human dignity as a supervalue . yang secara umum diakui sebagai Weltanschauung! Sistem filsafat terutama mengajarkan bagaimana kedudukan. subyek hukum dan subyek moral. individu) manusia di dalam masyarakat. . peranannya dalam memberikan identitas sistem kenegaraan dan sistem hukum. . sekaligus mengakui kepribadian manusia sebagai subyek budaya. Karenanya. potensi dan martabat kepribadian manusia di dalam alam. khususnya dalam masyarakat dan negara. . hak asasi. these values be democratically shared in a world-wide order. . . Sejarah HAM membuktikan bahwa sepanjang peradaban senantiasa dalam tantangan: Mesir purbakala. Cina. nilai fundamental ini menjiwai. wajarlah kita bangga dengan filsafat Pancasila yang mengakui asas keseimbangan HAM dan KAM. sampai kolonialisme-imperialisme di Asia dan Afrika baru runtuh pertengahan abad XX. Secara normatif filosofis ideologis. Yunani. istimewa dalam sistem kenegaraan.B. Demikian pula di Perancis dengan "teori 'raison d' etat' (reason of state) yang menentukan eksistensi suatu bangsa dan negara (the rise of souvereign. . Berdasarkan berbagai pandangan filosofis di atas. Jadi. ajaran ini melahirkan teori hak asasi manusia (HAM) dan teori kekuasaan (kedulatan) dalam negara. kenegaraan dan kebudayaan. . dikemukakan juga oleh Carl von Savigny (1779 . respect to central human values . fundamental rights and freedom as highest value as legal. bahkan juga martabat (pribadi.1861) dengan teorinya yang amat terkenal sebagai Volkgeist ---yang dapat disamakan sebagai jiwa bangsa dan atau jatidiri nasional---. Ajaran Sistem Filsafat tentang Kedudukan dan Martabat Manusia Setiap bangsa dan negara menegakkan sistem kenegaraannya berdasarkan sistem filsafat dan atau ideologi nasionalnya. negara RI berdasarkan Pancasila – UUD 45 mengakui kedudukan dan martabat manusia sebagai asas HAM berdasarkan Pancasila yang menegakkan asas keseimbangan hak asasi manusia (HAM) dan kewajiban asasi manusia . termasuk sistem ketatanegaraan dan sistem negara hukum. Nilai demokrasi sebagai suatu teori kedaulatan. . sebagaimana tersirat dalam pernyataan: “. .” (1996: 22. and nationa state)". negara dan hukum.

(KAM) dalam integritas nasional dan universal. Bandingkan dengan fundamental values dalam negara USA sebagai terumus dalam CCE 1994: 24-25. ditegakkan dalam asas Persatuan Indonesia (= wawasan nasional) dan dijabarkan secara konstitusional sebagai negara kesatuan (NKRI dan wawasan nusantara). sebagai integritas SDM dalam pengamalan budaya dan moral filsafat Pancasila. 53-55.UUD 45 memiliki integritas-kualitas keunggulan normatif filosofis-ideologis dan konstitusional: asas theisme-religious dan UUD Proklamasi menjamin integritas budaya dan moral politik yang bermartabat." NKRI berdasarkan Pancasila . Sebagai integritas nasional bersumber dari sila III. terutama: "Declaration of independence. market economy and federalism. . E Pluribus Unum. Human Rights. the American political system.