P. 1
NASIONALISME PANCASILA

NASIONALISME PANCASILA

|Views: 517|Likes:
Published by Ali Mustopik

More info:

Published by: Ali Mustopik on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

NASIONALISME PANCASILA Berbagai masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme

dan lain sebagainya.Menimbulkan suatu ataupun banyak permasalahan. Salah satunya adalah rendahnya rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia.Memang itu tidak bisa dipungkiri, karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya dari pada memikirkan hal-hal seperti itu yang dianggapnya tidak penting. Padahal rasa nasionalisme itu sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern , bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera. Itu berbanding terbalik dengan situasi yang terjadi pada sejarah bangsa Indonesia di masa penjajahan Belanda.Bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan rasa nasionalime pada masa tersebut.Dimana pejuang-pejuang terdahulu kita bersatu dari sabang sampai merauke untuk membebaskan diri dari tirani.Yang mana itu bisa terwujud jika adanya rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat Indonesia.Dan telah terbukti kita bisa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat juang yang tinggi.Tapi bagaiman dengan saat ini?Hal tersebut pun berpengaruh pada ketahanan nasional bangsa ini.Dapat kita lihat aksi bom-bom di Negara Indonesia ini seakan menjawab bahwa rendah sekali rasa nasionalisme kita hingga kita bisa-bisanya merusak bangsa dan Negara kita sendiri. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia, tinggi ataupun rendahnya rasa nasionalisme Indonesia ditimbulkan banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor yang berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya rasa nasionalisme tersebut antara lain pengaruh budaya-budaya barat yang dengan sangat mudahnya masuk dan mempengaruhi budaya Indonesia yang jati dirinya adalah budaya timur. Adapula faktor ekonomi yang mempengaruhi rasa nasionalisme bangsa Indonesai.Terlepas dari faktor-faktor tersebut sebenarnya dalam sejarah bangsa menyebutkan bahwa rasa nasionalisme pada jaman penjajahan lebih tinggi dari pada saat ini, memang tidak bisa dipungkiri hal tersebut membuat bangsa Indonesia dapat terlepas dari penjajahn Belanda yang tentu saja dulu bisa dibilang dipelopori oleh Bung Karno. Nasionalisme sendiri banyak jenisnya. Di Indonesia sendiri saat ini lebih mengarah pada jenis nasionalisme kontrarevolusioner yang transparan dapat dilihat oleh kaum awam, karena elite politik kita selalu saja merasa dirinya benar dan apabila melihat sesuatu tidak sesuai dengan kepentingannya mereka tidak akan sungkan untuk melawan musuhnya. Selama ini nasionalisme yang digunakan oleh penguasa adalah jenis nasionalisme artikuaris, yaitu nasionalisme yang selalu mengkaitkan dengan sejarah kejayaan masa lalu tanpa melihat keterkaitan dengan masa sekarang terlebih masa depan. Nasionalisme yang selalu mengagung-agungkan sejarah dan kebudayaan bangsa, namun pelaksanaanya pada keadaan aktual justru nol atau sebaliknya,

yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. dan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang merupakan fundamen moral Negara. karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia. adil dan makmur. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar Negara Indonesia. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia. dijiwai oleh fundamen moral Negara. merampas tanah penduduk. dengan mudahnya mencabut nyawa orang. jual beli ideologi dan penghianatan atas kepercayaan rakyat tidak terhindarkan. tujuan Negara. perdamaian abadi dan keadilan sosial. yang artinya politik Negara Indonesia tidak boleh .Hubungan antara nilai-nilai antik yang dimuliakan itu dan tingkah laku sosial-politik kian serba tidak jelas.Maka. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Dalam penjelasan UUD 1945 dinyatakan bahwa pembukaan UUD mengandung empat pokok pikiran. yang merdeka. seringkali sambil membanggakan kebudayaan bangsa. tapi mencuri uang milik rakyat. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Kemanusiaan yang adil dan beradab. bersatu. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. yakni : pokok pikiran persatuan yang merupakan dasar Negara.Dan sambil berkotbah mengenai tepo sliro. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. dan system Negara yang ketiga-tiganya menjadi satu kesatuan sebagai fundamen politik Negara. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu.menginjak-injak budaya dan sejarah bangsa serta memanfaatkannya untuk kepentingan kekuasaan.Atau sambil menyerukan toleransi. Pokok pikiran tentang dasar Negara. pokok pikiran keadilan sosial yang merupakan tujuan Negara. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawatan/Perwakilan. tanpa malu-malu menculik orang-orang yang berbeda pendapat. mencerdaskan kehidupan bangsa. berdaulat. pokok pikiran kedaulatan rakyat yang merupakan system Negara.

ada suatu system tertentu yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut.Eksistensi nasion dan nasionalisme Indonesia adalah fakta obyektif yang tidak dapat dinegasikan oleh teori-teori atau analisis-analisis apapun.bertentangan dengan hokum Tuhan. bahasa. kesadaran bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi Indonesia.Dan antara keduanya. hokum kodrat dan hukumetik.1. Sebagai pokok pikiran keadilan social sebagai tujuan Negara untuk mewujudkan sosialisme Pancasila sebagai dasar ekonomi Pancasila. dan yang paling pokok adalah make up psikologis sebagai bangsa terjajah. Dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dengan jelas dinyatakan “atas nama bangsa Indonesia”. Substansi Nasionalisme Indonesia mempunyai dua unsur: Pertama. telah memberi bukti bahwa nation Indonesia beserta kesadaran nasionalismenya tidak hanya eksis. Pengalaman penderitaan bersama sebagai kaum terjajah melahirkan semangat solidaritas sebagai satu komunitas yang mesti bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka. nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu bangsa serta memberi seperangkat sikap dan program tindakan. sebagaimana dibicarakan dalam kajian Pancasila sebagai Yuridis kenegaraan. tetapi terus-menerus hingga kini dan masa mendatang. "Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sedangkan nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang sejak awal anti kolonialisme dan anti imperialisme. Dalam pokok pikiran persatuan sebagai inti dasar Negara yang sekaligus merupakan dasar yang utama ialah untuk mewujudkan nasionalisme Indonesia atau disebut juga dengan nasionalisme Pancasila. Sejarah Nasionalisme Bangsa Indonesia Nasionalisme merupakan suatu bentuk ideologi. tapi hidup-aktif dalam pengembangan dirinya dan dalam kehidupan masyarakat antar bangsa. dari dasar Negara untuk mewujudkan tujuan Negara. sedang dalam Pembukaan UUD 1945 secara tegas dikatakan. Kellas (1998: 4)." Berdirinya Republik Indonesia. kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku.Sebagai suatu ideologi.Semangat tersebut oleh para pejuang kemerdekaan dihidupi tidak hanya dalam batas waktu tertentu. kohesifitas ekonomi.Tingkah laku seorang nasionalis didasarkan pada perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas bangsa. yakni dengan demokrasi Pancasila sebagai sistem Negara. Kedua. sebagai perwujudan dari fundamen moral Negara. 1. dan agama. etnik. demikian pendapat James G.Semangat dari dua substansi tersebutlah yang kemudian tercermin dalam Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan dalam Pembukaan UUD 1945. Pembentukan Indonesia sebagai nation selain faktor kesamaan geografis.Analisis atau pandangan yang menyimpulkan bahwa “Indonesie bestaat niet” (Indonesia itu tidak ada) dengan alasan .

yang terhambat dan rusak berat dalam perjuangan untuk nation building. Analisis atau pandangan yang menyimpulkan bahwa “Indonesie bestaat niet” (Indonesia itu tidak ada) dengan alasan kata “Indonesia” berasal dari asing telah mengalami kegagalan. Nasionalisme Indonesia sampai tahun 1965 sudah mantap bersemayam di dada bangsa Indonesia. Tapi tahap perjuangan state . Artinya nasionalisme tersebut bersenyawa dengan keadilan sosial.Proses pengembangan kesadaran nasionalisme Indonesia bisa dibilang dipelopori oleh Bung Karno yaitu sejak masa mudanya. paling unggul dll.Bahkan sekat-sekat ideologipun oleh Bung Karno ditebas tanpa ampun demi perjuangan tersebut. dan keberadaan negara Indonesia dengan segala atributnya sebagai suatu fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Suka atau tidak suka. perjuangan melawan pemberontakan-pemberontakan dan sisa-sisa kolonialisme. banyak pidato dan diskusinya masalah nasionalisme dengan gencar diperjuangkan oleh Bung Karno. budaya dan tanah kelahiran bisa ditembus untuk menggalang persatuan perjuangan melawan kolonialisme.Suka atau tidak suka.kata “Indonesia” berasal dari asing telah mengalami kegagalan. yang berkeyakinan bahwa hanya dengan ide dan jiwa nasionalismelah sekat-sekat etnik. penghormatan. toleransi kepada bangsa atau suku bangsa lain. Eksistensi nasionalisme Indonesia adalah fakta yang tidak dapat ditilai dari teori-teori atau analisis-analisis apapun. dan keberadaan negara Indonesia dengan segala atributnya sebagai suatu fakta yang tidak dapat disangkal oleh siapapun. Nasionalisme yang demikian ini menghendaki penghargaan. Berdirinya Republik Indonesia tersebut telah memberi bukti bahwa nation Indonesia beserta kesadaran nasionalismenya tidak hanya eksis. perlu dicatat bahwa kita tidak bisa menerapkan padanan dengan nasionalisme Barat. yang oleh Bung Karno disebut Socionasionalisme. harus diakui keberadaan bangsa Indonesia dengan kesadaran nasionalismenya. menganggap bangsa atau sukubangsa sendirilah yang paling bagus. sesuai dengan individualisme Barat. Bicara tentang nasionalisme Indonesia. tidak laku dijajakan sebagai wacana untuk memanipulasi nasionalisme Indonesia dan untuk memecah belah bangsa serta integritas NKRI. suku.Sebab nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang berpondasi dari Pancasila. tidak laku dijajakan sebagai wacana untuk memanipulasi nasionalisme Indonesia dan untuk memecah belah bangsa serta integritas NKRI. harus diakui keberadaan bangsa Indonesia dengan kesadaran nasionalismenya. agama. tapi hidup-aktif dalam pengembangan dirinya dan dalam kehidupan masyarakat antar bangsa.Dalam artikel-artikelnya. Tahap nation building telah tercapai dan bersiap-siaga untuk menuju ke tahap berikutnya yaitu state building. Proklamasi Kebangsaan Indonesia tersebut dalam sejarah perkembangannya telah memberi makna yang sangat signifikan bagi nation building dan pemantapan kesadaran nasionalisme Indonesia. Maka nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme Barat yang bisa menjurus ke sovinisme (nasionalisme sempit) yang membenci bangsa atau suku bangsa lain.

adalah kekuasaan rezim Orde Baru di bawah pimpinan jendral Soeharto. antara ummat Kristen dengan ummat Islam (di Maluku dan Sulawesi). memperbodoh rakyat. kemelaratan dan kesengsaraan rakyat yang tak terhingga. penganiayaan fisik dan pengrusakan harta benda etnik Tionghoa (di Jakarta) dll. anti HAM. bahkan dengan mengganti NKRI ini menjadi Negara federal pun tidak dimungkinkan meski secara teori dan secara komposisi masyarakat kita ini mengarah kepada yang demikian Serta alasan pembentukan negara federal dalam kaitannya dengan masalah nasionalisme Indonesia tidak dapat dibenarkan. misalnya antara suku Dayak dengan suku Madura (di Kalimantan).Dari situasi yang demikian itu rakyat daerah luar Jawa merasakan ketidak adilan yang sangat mendalam.building ini ternyata terpangkas oleh timbulnya peristiwa G30S dan berdirinya kekuasaan rezim Orde Baru atau Rezim Jendral Soeharto. Kekuasaan demikian. Adalah contoh retaknya bangunan nasionalisme Indonesia. Sekarang ini harus diakui bahwa kesadaran Nasionalisme sedang mempunyai banyak masalah berat. Memang dengan melihat multi kultural bangsa. kita melihat jelas bahwa selama Indonesia dalam kekuasaan rezim Orde Baru berlaku tatanan pemerintahan kediktatoran-militer yang anti demokrasi. yang menumpas ideal nasionalisme Indonesia. kita tidak mudah untuk membangkitkan Negara ini dari keterpurukkan. Sesungguhnya solusi pembentukaan otonomi luas . Kegagalan pembenahannya akan mempunyai dampak terhadap persatuan bangsa dan kesatuan negara Indonesia.Di samping itu konflik yang bernuansa SARA. anti national. Maka dengan demikian menjadi jelas bahwa sumber keretakan bangunan nasionalisme tersebut. Dengan melihat kembali ke sejarah lampau. telah mematikan inisiatif dan kreativitas rakyat. terutama rakyat luar Jawa yang merasakan kekayaan alamnya dijarah dan kebudayaannya dieliminir.Kolonialisme Orba ini meskipun hanya 32 tahun (suatu jangka waktu relatif pendek jika dibandingkan dengan penjajahan kolonialisme Belanda) menjajah Indonesia tapi kerusakan yang diakibatkannya telah menimbulkan krisis yang luar biasa. Tanpa mengetahui sumber malapetaka tersebut kita tidak akan bisa dengan tepat memperbaiki atau menyehatkan nasionalisme Indonesia yang sedang sakit tersebut. yang memerlukan pembenahan secara serius dan diberbagai asfek. yang mengakibatkan tumbuhnya benih-benih gerakan disintegrasi dalam negara Indonesia. Di sisi lain tindakan rezim Orba tersebut menumbuhkan kebencian rakyat mendasar.Di samping itu masih ada lagi alasanalasan yang tidak membenarkan solusi pembentukan negara federal di Indonesia: Dalam situasi kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang sangat rawan dewasa ini (gagasan) pembentukan negara federal sama artinya mengobarkan dan mempercepat proses disintegrasi. anti hukum dan keadilan. Maka tidaklah salah kalau dikatakan terjadi penjajahan oleh rezim Orba atau rezim Soeharto. yang berlangsung selama 32 tahun dan menggunakan pendekatan kekerasan.

Penegakan demokrasi yang tidak anarki. semboyan “mempertahankan Negara Kesatuan (NKRI)”. sebab sebagian besar rakyat Indonesia masih teguh jiwa patriotismenya. cinta bangsa dan tanah air Indonesia.2. Maka dalam era reformasi dewasa ini gagasan pembentukan Negara Federal akan merupakan kesempatan bagus bagi kekuatan Orde Baru untuk mendirikan rezimrezim Orba di daerah-daerah. suku. Di kalangan masyarakat timbul pandangan yang pesimistik. tidak dapat dilepaskan dari paham nasionalisme. sebab mereka memiliki sumber dana dan sumber daya manusia sangat besar. bahkan konsolidasinya makin menguat. semata-mata sebagai taktik untuk mempermudah realisasi strategi kolonialisme terhadap daerahdaerah. gender dan lain-lain. Tapi hal itu sulit akan terjadi apabila tidak didasari oleh upaya-upaya serius oleh penyelenggara negara untuk: Pembangunan ekonomi di semua daerah secara merata dan realisasi otonomi daerah secara luas. Dari persoalan-persoalan yang terurai di atas.Dengan terbentuknya negara bangsa atau negara modern maka yang paling penting adalah siapa-siapa yang menjadi warga negara dan negara bangsa tersebut.Nasionalisme berkaitan dengan gagasan dan sentimen tentang identitas nasional bersamaan dengan identitas seperti okupari.Kalau pada era kejayaannya. etnik dan budaya. agama. supremasi hukum yang berkeadilan dan demokrasi.Nasionalisme dapat diartikan kesadaran diri suatu bangsa. suku. Nasionalisme dan Negara Bangsa Hubungan negara dan warga negara sangat kuat. Tapi di samping itu terdapat pandangan optimistik yang cukup kuat juga. 1. aman-damai dan rukun dalam masyarakat yang multi agama. nasionalisme Indonesia bisa “sehat”.Nasionalisme memiliki banyak arti. sampailah pada pertanyaan bagaimana tingkat atau kadar nasionalisme Indonesia ini. kelas. meskipun realisasinya masih menghadapi kendala-kendala yang sangat serius.bagi daerah-daerah sudah tepat sekali. Dalam membaca peta politik dewasa ini tampak bahwa kekuatan Orde Baru masih utuh di mana-mana.Kewarganegaraan merupakan konsekuensi dari paham nasionalisme. tergantung dari penekanan dan sudut pandang yang dipakai.Nasionalisme juga merupakan gerakan untuk meraih dan memelihara otonomi kohesi dan individualitas bagi suatu kelompok.Penggalakan kehidupan bersuasana toleransi. Nasionalisme terbagi menjadi 5 jenis yaitu : Nasionalisme humaniter Nasionalisme yacobin Nasionalisme tradisional .

bentuk negara yang republik. etnik. .Yang kemudian diubah pandangannya oleh kaum kosmopolitan dengan pendapat tidak ada bangsa yang ada warga dunia. Dengan kesepakatan tersebut maka terbentuklah negara Indonesia.3. faktor-faktor ini sangat berpengaruh kepada tingkat atau kadar ataupun seberapa tinggi rasa nasionalisme yang tertanam di masyarakat Indonesia ini. budayadan golongan.Dengan munculnya Rennaissance dan reformasi maka nasionalisme kemudian tumbuh dan berkembang dan akhirnya lahirlah bangsa-bangsa modern. Nasionalisme lahir pada abad 20 dengan adanya organisasi Boedi Oetomo yang menghasilkan ketetapan Sumpah Pemuda pada tanggal 20 Oktober 1928.Akar nasionalisme muncul setelah para pemuda belajar di Belanda atau belajar dari pemerintah jajahanyang memunculkan nasionalisme modern karena melampaui batas-batas etnis.Nasionalisme liberal Nasionalisme integral Konsep nasionalisme dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang meletakkan kesetiaan tertinggi seseorang pada suatu negara tertentu. 1. otonomi daerahdan jaminan hak warga negara dan penduduk. agama. pengawasan oleh dewan perwakilan rakyat. Revolusi ini digerakkan oleh bangsawan nasionalis. pemilihan umum. negara memiliki peranan yang sangat penting memahami pendidikan agar terbentuk generasi muda nasionalis. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Rasa Nasionalisme di Indonesia Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi rasa nasionalisme di Indonesia. Agar terbentuk negara modern harus memiliki wawasan kenegaraan dan dasar-dasar kultur Politik Nasional yang bersifat abstrak dan lembaga-lembaga negara yang bersifat konkrit untuk mewujudkan kepentingan rakyat. sistem pemerintahan presidensiil. Dalam merancang lembaga-lembaga negara Indonesia bersumber dari : Esensi kultur politik tradisional yang dianut masyarakat Indonesia yang sifatnya majemuk Faham atau institusi kenegaraan modern yang dianut pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia. Untuk membentuk negara lebih sulit daripada membentuk pemerintahan khususnya bangsa yang majemuk seperti Indonesia.Tetapi pada saat itu belum dilandasi dengan nasionalisme. Dari faham dan institusi kenegaraan modern disepakati bahwa paham negara yang berdasarkan hukum. kedaulatan rakyat atau demokrasi. Indonesia dapat dicirikan sebagai satu negara modern didasari dengan semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu masyarakat untuk membangun masa depan bersama negara walaupun berbeda-beda suku. Revolusi Prancis pada tahun 1789 mengakibatkan perombakan total pada berbagai bidang politik. ras.Konsep nasionalisme berasal dari peradaban purba Yunani dan Ibrani Purba. Perlu adanya integrasi nasional yang solid.

dunia dilanda krisis moneter yang menjalar dari mexico. rasa nasionalisme yang tinggi dan rasa yang menginginkan adanya perubahan. dan timbulnya berbagai macam kecurigaan yang berlebihan ikut memperburuk dan memperumit masalah bangsa ini. karena Negara-negara itu kuat dasar perekonomian dan mempunyai upaya yang kuat dan etos kerja yang tinggi ingin cepat-cepat keluar dari krisis. Thailand. Apabila dilihat lebih jauh budaya barat lebih kepada gaya hidup mereka seperti free sex. pengangguran. loyal. Malaysia dan Indonesia. dan serba bebas lainnya membuat rasa akan cinta tanah air khususnya Indonesia semakin terkuras. Tingkat kemiskinan yang tinggi dan pengangguran yang dimana-mana membuat rasa akan bangga terhadap bangsa Indonesia memudar. Hal tersebut memang bias dibilang telah menodai rasa Nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Korea.2. yang tentu saja dapat menimbulkan konflik-konflik internal bangsa. Bisa dikatakan jika dengan penghidupan yang layak seperti maka kesadaran akan rasa nasionalime yang tumbuh dari diri kita sendiri akan sangat subur. Dan bagaimana mungkin kita akan dianggap sebagai bangsa yang menghargai sejarah dan Nasionalisme tinggi jika dengan hal yang kecil pun kita mudah sekali dipecah . 1. sebagai contoh kita lebih banyak melihat masyarakat khususnya para remaja yang lebih mengagung-agungkan tokohtokoh lain yang bisa dianggap tidak sesuai dengan jati diri bangsa. krisis kekuasaan.3. Rasa percaya pun ikut hilang. Negara-negara di asia seperti Jepang. Mereka lebih mementingkan urusan perut mereka sendiri. dan membuat mereka lupa akan rasa yang pernah kita miliki bersama disaat meraih kemerdekaan dari penjajah. perekonomian yang lemah. Ditambah lagi dengan bermacam-macam suku bangsa di Indonesia ini yang tentunya lebih banyka perbedaanya dibandingkan dengan persamaan. krisis moneter ini amat membuat Indonesai terpuruk. Yaitu rasa persatuan dan kesatuan.Dalam faktor ini budaya negative baik dari budaya barat ataupun dari budaya internal masyarakat kita berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya rasa nasionalisme. Artinya memang rendahnya rasa nasionalisme sangat berkaitan erat dengan faktor ekonomi.Kemiskinan. Faktor Budaya Budaya merupakan faktor utama yang bisa dibilang menentukan rasa nasionalisme suatu bangsa. krisis politik. Keterkaitan rendahnya rasa nasionalisme dengan ekonomi adalah dimana kita dapat melihat dan menyimpulkan bahwa seseorang yang miskin ataupun pengemis. Faktor Ekonomi Pada tahun 1997. seperti kejadian di Madura dan Maluku serta Jakarta beberapa decade silam lalu. terus ke Asia seperti Jepang. pengamen dan sejenisnya pastinya jauh dari pikiran apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan Negara ini.Faktor-faktor tersebut adalah : 1.1. dan Malaysia cepat keluar dari krisis.3. bahkan krisis kepercayaan dan yang paling parah krisis nasionalisme. Akan tetapi di Indonesia. Karena memang itu seharusnya jika kitapun berada pada situasi yang sama. Thailand. Korea.

tingkat kriminalitas makin tinggi.Contohnya dalam masalah supporter sepak bola yang sering terjadi kerusuhan. Tapi tentunya pendapat orang berbeda tergantung dari pemikiran mereka. pengangguran masih numpuk. akan tetapi sebagain masyarakat indonesiakan masih berada di garis kemiskinan. Akan tetapi dari berbagai faktor yang mempengaruhinya kita dapat juga mengira-ngira bagaimana tingkat Nasionalisme yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini. padahal pancasila bisa dibilang wadah tempat menyatukan berbagai penghalang yang menghantui bangsa Indonesia ini. rasisnya para suporter.Harta yang seharusnya untuk kemakmuran masyarakat. Jika kita Tanya saja pada masyarak mungkin saja masih banyak yang tidak tahu Pancasila. Tapi rasa optimis ini akan terus ada karena dari gejala situasi saat ini. Kapan bangsa Indonesia ini akan dewasa dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi jika adanya perbedaan sedikit saja bisa jadi masalah besar? Kapan Indonesia akan seperti Negara Jepang yang bisa dibilang jiwa patriotisme dan nasionalisme sangat tinggi sekali. Ditambah lagi perbedaan sedik saja di negeri ini bisa jadi masalah besar.belahkan.Itu sudah menodai nasionalisme. Oleh sebab itu pastinya factor ini sangat berpengaruh terhadap rasa nasionalisme di Indonesia. Faktor ekonomi dan budaya yang telah dibahas diatas memang sangat berperan dalam rasa Nasionalisme Bangsa Indonesai karena bagaimana akan bisa membanggakan bangsa dan Negara ini jika kemiskinan masih banyak. 1. Dengan kata lain pemikiran itu mungkin saja bisa dibenarkan. Orang pun akan memikirkan dua kali jika mugkin ditanyakan apakah anda cinta dengan bangsa dan Negara ini?.Bagaimana mungkin orang yang benar mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi dapat menguras harta yang bukan haknya. Mengukur Tingkat Nasionalisme Masyarakat Indonesia Dalam hal ini memang susah untuk mengukur tingkat Nasionalisme bangsa Indonesia secara matematis.Apalagi kasus-kasus yang menyangkut para elit politik dan orang nomor sekian di Indonesia.Rasa tersebut timbul dari rasa senasib untuk memiliki bangsa Indonesia ini. Sebagai contoh pengakuan budaya batik oleh Negara tetangga menimbulkan rasa persatuan dan nasionalisme sebab kita pun tidak mau budaya bangsa yang asli kita miliki menjadi hilang begitu saja menjadi milik orang. Contoh lainnya yang bisa dibilang mengurangi dan mengotori rasa nasionalisme adalah dimana banyaknya kasus korupsi bahkan kolusi dan nepotisme yang jelas sekali membuat Negara ini tetap dalam keadaan terpuruk. Akan tetapi jika rasa itu tidak di imbangi dengan rasa penghormatan terhadap bangsa dan Negara lain maka akan menimbulkan sikap cauvinisme. pengrusakan dan tawuran antar supporter. .4.

Maka adalah tugas kita semua untuk membantu pemerintahan dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan negara dewasa ini. "Segala bentuk penjajahan dan penindasan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Dan tentu mungkin apa yang kan diprediksikan setelah itu adalah mungkin saja kita akan mengalami evolusi seperti tahun 98? Tapi saya harapkan tidak demikian karena kita yakin masih punya semangat untuk menjadi yang lebih baik lagi. kesadaran bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi Indonesia. Karena sekali lagi jika faktor yang mempengaruhinya kurang baik maka Indonesia akan tetap tertinggal dan rasa nasionalisme itu mungkin saja akan menghilang dan rasa percaya terhadap para pemimpin akan habis. Perjuangan bangsa Indonesia tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 mencapai titik kulminasi dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Kedua. Dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dengan jelas dinyatakan “atas nama bangsa Indonesia”. Semangat dari dua substansi tersebutlah yang kemudian tercermin dalam Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan dalam Pembukaan UUD 1945.Hal itu membuktikan bahwa nasionalisme Indonesia sudah merupakan faktor penentu perkembangan sejarah Indonesia – sejarah berdirinya negara Republik Indonesia. Menegakan Kembali Ideal Nasionalisme Indonesia Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 adalah Proklamasi Kebangsaan Indonesia yang merupakan ikrar tentang eksistensi nasion dan nasionalisme Indonesia yang telah tumbuh puluhan tahun dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda.Sikap yang mengagungkan bangsa dan Negara sendiri tanpa menghormati bangsa dan Negara lainnya. 1. sedang dalam Pembukaan UUD 1945 secara tegas dikatakan. Substansi Nasionalisme Indonesia mempunyai dua unsur: Pertama. yang akan berakibat semaraknya gerakan disintegrasi bangsa dan negara. Rasa optimis itu tentu saja harus diimbangi dengan pembenahan diberbagai aspek kehidupan seperti pembenahan system perekonomian dan perpolotikan serta system hokum yang bagus. etnik." Kegagalan atas upaya tersebut di atas akan mempercepat berlanjutnya proses penipisian kesadaran nasionalisme Indonesia. kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku.5. Inilah tugas berat pemerintahan dewasa ini. dan agama.

Daftar Pustaka Prof.Rasa Nasionalisme di Indonesia telah ada dari jaman perjuangan melawan para penjajah hanya tahun demi tahun mengalami penipisan karena adanya banyak faktor yang mempengaruhinya. Dasar-dasar Ilmu Politik. salah satunya bisa juga dengan lebih menekankan pada pembenahan bidang perekonomian terlebih dahulu supaya tingkat kemiskinan kita berkurang. 2008 http/www. Jakarta.Diantaranya faktor perekonomian yang mana menimbulkan banyak masalah pengangguran.PT Gramedia Pustaka Utama.net . Miriam Budiarjo. Karena jika kita sudah menjadi bangsa yang Adil dan Sejahtera Niscaya Rasa Nasionalisme kita pun akan tinggi dan Rakyat semakin bangga dengan bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini.Negara Indonesia sendiri menganut Nasionalisme Pancasila yang mana dalam Nasionalisme ini kita tidak hanya mencintai Bangsa dan Negara Indonesia sendiri tapi juga menghormati Negara dan bangsa lainnya.edisi resvisi.Rasa Nasionalisme itu harus kita pupuk ulang agar tidak hilang ditelan masa.parlemen. Saran Untuk dapat memupuk kembali semangat nasionalisme bangsa Indonesia. kemiskinan dan lain-lain.

htm NASIONALISME PANCASILA .- http/www.nationalismproject.org/what/renan.

NAMA NIM : ALI MUSTOPIK : DO11OO08 JURUSAN ILMU ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->