KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur saya Ucapkan Kepada Tuhan Yang MahaEsa. Bahwasanya saya telah dapat membuat Makalah tentang "PerawatanCedera" walaupun banyak sekali hambatan dan kesulitan yang saya hadapidalam menyusun makalah ini, dan mungkin makalah ini masih terdapatkekurangan dan belum bisa dikatakan sempurna dikarenakan keterbatasankemampuan saya. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak terutama dari Dosen Pembimbingsupaya saya dapat lebih baik lagi dalam menyusun sebuah makalah dikemudian hari, dan semoga makalah ini berguna bagi siapa saja terutama bagi teman-teman yang hobi atau ingin lebih tahu lebih banyak tentang olahraga ini.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Cedera sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek padaligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanyamemerlukan pertolongan yang profesional dengan segera. Banyak sekali permasalahan yang dialami oleh atlit olahraga, tidak terkecuali dengansindrom ini. Sindrom ini bermula dari adanya suatu kekuatan abnormaldalam level yang rendah atau ringan, namun berlangsung secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama. Jenis cedera ini terkadang memberikanrespon yang baik bagi pengobatan sendiri. Tak ada yang menyangkal jika olahraga baik untuk kebugaran tubuh danmelindungi kita dari berbagai penyakit. Namun, berolahraga

secara berlebihan dan mengabaikan aturan berolahraga yang benar, malah mendatangkan cedera yang membahayakan dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang menyebabkan cedera akibat aktivitas olahraga yangsalah. Menurut Wijanarko Adi Mulya, pengurus PBSI (persatuan bulutangkisseluruh Indonesia) Jawa Timur, aktivitas yang salah ini karena pemanasantidak memenuhi syarat, kelelahan berlebihan terutama pada otot, dan salah dalam melakukan gerakan olahraga. Kasus cedera yang paling banyak terjadi, biasanya dilakukan para pemula yang biasanya terlalu

berambisi menyelesaikan target latihan atau ingin meningkatkan tahap latihan. Cedera akibat berolahraga paling kerap terjadi pada atlet, tak terkecuali atletsenior. Biasanya itu terjadi akibat kelelahan berlebihan karena panjangnyawaktu permainan (misalnya ada babak tambahan) atau terlalu banyaknya partai pertandingan yang harus diikuti. Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikanrespon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuhkita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegahterjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter). Perawatan dan pencegahan cedera di perguruan tinggi. Khususnya paramahasiswa pendidikan jasmani. Makalah ini mencakup agar

mahasiswamampu melaksanakan dan faham tentang prinsip-prinsip, faktorfaktor perawatan cedera dalam olahraga serta dapat mempraktekkanya pada saatmenempuh perkuliahan maupun setelah lulus dan menjadi guru pendidikan jasmani di sekolah.

B. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa dapat :Menjelaskan pengertian cederaMengenal secara mendalam tentang macam-

. Manfaat Penelitian Di dalam makalah ini kita dapat mengetahui manfaat dan kerugian dariCedera Olahraga tersebut.macam cedera olahragaDapat menjelaskan penyebab dan pencegahan cedera olahragaMampu menyampaikan informasi dan menunjukkan tata cara pengobatancedera olahraga. Baik cedera olahraga yang ringan maupun cederaolahraga yang berat. Sebagai calon guru pendidikan jasmani kita harus tahu bagaimana mengkondisikan siswa-siswa supaya meringankan terjadinya cedera olahraga. C.

Namun beberapa faktor yang mempunyai peran perlu diperhatikan antara lain : a. sedangkan atlit baik amatir danprofesional selalu berusaha mencapai prestasi sekurang-kurangnya untuk menjadi juara. misalnya olahragsepak bola. Telah menyadari kegunaan akan pentingnya latihan-latihan yang teratur untuk kesegaran dan kesehatan jasmani dan rohani.Apakah semua macam olahraga bisa menimbulkan cedera? Cedera yang dialami tergantung dari macamnya olahraga. Usia Kesehatan Kebugaran Menurut pengetahuan yang ada pada saat ini. baik pada masyarakat atau golongan dengan sosial ekonomiyang rendah sampai yang paling baik. tenis meja. Deskripsi Teori Olahraga bertujuan untuk menyehatkan badan. dan fungsi tubuh . balapan tentu memberikan resiko cedera yang berbeda-beda. memberikan kebugaran jasmani selama cara-cara melakukannya sudah dalam kondisi yang benar.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. apa yang disebut proses digenerasi mulai berlangsung pada usia 30 tahun. Seseorang melakukan olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan kebugaran jasmani. kesehatan maupun kesenangan bahkan ada yang sekedar hobi. Kegiatan olahraga sekarang ini telah benar-benar menjadikan bagianmasyarakat kita.

ini berarti bahwa kekuatan dan kelentukan jaringan akan mulai berkurang akibat proses degenerasi. Jenis Kelamin Sistem hormon pada tubuh manusia berbeda dengan wanita. apapun jenisnya. b. maka tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua golonganusia atau jenis kelamin. mengingat perbedaan dan perubahan fisik. cedera. demikian puladengan bentuk tubuh. dengan demikian bahwa usia memegang peranan. c. mempunyai peraturan permainan tertentu dengan tujuan agar tidak menimbulkan mencegahnya.Hal ini apabila dipaksakan. d. Untuk mempertahankan kondisi agar tidak terjadi pengurangan fungsi tubuh akibat degenerasi. selainitu jaringan menjadi rentan terhadap trauma. maka akan timbul cedera yang sifatnya pun jugatertentu untuk jenis olahraga tertentu. o Tekniknya agar tidak terjadi “over use”. Jenis Olahraga Kita tahu bahwa setiap macam olahraga. peraturan tersebut merupakan salah satu .akan berkurang 1% pertahun (Rule of one). maka latihan sangat diperlukan guna mencegah timbulnya Atrofi. Pengalaman Teknik Olahraga Untuk melaksanakan olahraga yang baik agar tujuan tercapai perlu persiapandan latihan antara lain : o Metode atau cara berlatihnya.

derajat cedera. ada permainan-permainan tertentu yang bersifat kompetitif untuk dipertandingkan dimana masingmasing individu harus bias mencapai prestasi maksimal untuk mencapai kemenangan. ukuran tubuh. Sarana atau Fasilitas Walaupun telah diusahakan dengan baik kemungkinan cedera masih timbul akibat sarana yang kurang memadai f. ini yang sering mengundang terjadinya cedera olahraga. Dalam cedera macam-macan pula derajat cederanya mulai dari yang ringansampai yang sangat berat. kelemahan ligamen. kekuatan. menghindari penyakit-penyakit seperti penyakit jantung. .e. kesegaran aerobik. Gizi Olahraga memerlukan tenaga untuk itu perlu gizi yzng baik. kejiwaan. karena faktornya: jenis kelamin. serta menunda proses-proses degeneratif yang tidak bisa dihindari oleh proses penuaan. namun dapat dihindari bila faktor-faktor penyebab serta peralatan olahraga tersebut diperhatikan. kekuatan otot. selain itu gizi menentukan kesehatan dan kebugaran. anatomi. Dalam ilmu kedokteran sangat jelas bahwa dengan olahraga yang teratur memegang peranan untuk memperoleh badan yang sehat. kontrol motorik pusat. Keadaan akan pentingnya serta keuntungan yang diakibatkan oleh olahraga adalah sesuai dengan perubahan-perubahan kondisi sosial dan ekonomi bila kita menilai beragam olahraga.

biarpun kita telah berhati-hati tetapi masih juga celaka. Untuk tidak menjadi kabur tentang perbedaan banyak ragam jenis cedera maka perlu diberikan penjelasan tentang pengertian cedera. Harus diingat bahwa setiap orang dapat terkena celaka yang bukan karena kegiatan olahraga. . Kerangka Berfikir Tujuan utama dalam mempelajari tentang cedera olahraga adalah supaya mahasiswa atau buru pendidikan jasmani mengetahui bagaimana menanganicedera olahraga dan bagaiman mencegahnya. gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama. B. Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau kekuatan yang berlebihandilimpahkan pada tubuh atau sebagian tubuh sehingga tubuh atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan dan tidak dapat menyesuaikan diri.kemampuan mental merupakan faktor-faktor dalam kecenderungan cedera. yaitu : 1. tetapi bila kita berhati-hati kita akan bisa mengurangi resiko celaka tersebut. Cedera Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya.

Oleh sebab itu dalam penaganan cedera olahraga harus dilakukan secara timyang multidisipliner. korban cedera olahraga juga ikut bertambah. luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh. Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut. . Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukuplama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya. Cedera Olahraga Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya olahraga prestasi atau kompetisi. Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi. Sangat disayangkan jika hanya karena cedera olahraga tersebut para pelaku olahraga sulit meningkatkan atau mempertahankan prestasi. “Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga. tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara umum. Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapatmengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. baik dalam melakukanaktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktivitas olahraga yang bersangkutan. Oleh karena itu kegiatan olahraga sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.2. tetapi juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. sehingga dapat menimbulkan cacat.

seperti : tenis elbow. Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet. Kita ketahui penyembuhan penyakit atau cedera memerlukan waktu penyembuhan yang secara alamiah tidak akan sama untuk semua alat (organ)atau sistem jaringan ditubuh. lepuh. trauma tulang pinggul. cedera anggota gerak atas dan bawah. luka. golfer’s elbow swimer’s shoulder. memar. “sprain” sendi. trauma pada dada. “stram” otot. yang lebih spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya. Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam kedokteran olahraga perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan luka serta cara memberikan terapi agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih . patah tulang. leban otot. trauma kepala-leher-tulang belakang. b. Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes).Cedera olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar : a. trauma pada perut. Macam Cedera Olahraga Didalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi pemulihan seorang atlit untuk kembali melaksanakan kegiatan dan kalau perlu ke prestasi puncak sebelum cedera. selain itu penyembuhan juga tergantung dari derajat kerusakan yang diderita. dislokasi sendi. jumper’s knee. cepat lambat serta ketepatan penanggulangan secara dini. stress fracture pada tungkai dan kaki C.

parah. memar. tendontendon. yaitu : a. c. Misalnya: lecet. namun dapa tmengganggu penampilan atlit. Cedera tingkat 1 (cedera ringan) Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius. b. straing otot. istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau .maka latihan untuk pemulihan dan peningkatan prestasi sangat diperlukanuntuk mempertahankan kondisi jaringan yang cedera agar tidak terjadi penecilan otot (atropi). Keluhan bias berupa nyeri. sehingga penyembuhan serta pemulihan fungsi. robeknya ligament (sprain grade II). Cedera tingkat 3 (cedera berat) Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif. Klasifikasi Cedera Olahraga Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam. Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat diperlukanadanya pengetahuan tentang macam-macam cedera. gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: lebar otot. Cedera tingkat 2 (cedera sedang) Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. alat dan sistem anggota yangcedera dapat dicapai dalam waktu singkat untuk mencapai prestasi kembali. D. bengkak. sprain yang ringan.

. Misalnya straing dari otot hamstring (otot paha belakang) akan mempengaruhi atlit pelari jarak pendek (sprinter). sehingga dapat mengurangi kekuatan atlit. Straing dapat dibagi atas 3 tingkat.hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) ataufracture tulang. yaitu : a) Tinkat 1 (ringan) Straing tingkat ini tidak ada robekan hanya terdapat kondisi inflamasiringan. Strain dan Sprain Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga. tetapi dapat menurunkan endurance (dayatahannya). tetapi pada kondisi tertentu cukup mengganggu atlit. d. 1. meskipun tidak ada penurunan kekuatan otot. atau pada baseball pitcher yang cukup terganggu dengan strain otot-otot lenganatas meskipun hanya ringan. b) Tingkat 2 (sedang) Strain pada tingkat 2 ini sudah terdapat kerusakan pada otot atau tendon. Strain Straing adalah menyangkut cedera otot atau tendon.

2. b) Tingkat 2 (sedang) Cedera sprain tingkat 2 ini terjadi robekan yang lebih luas. Hal ini sudah terjadi gangguan fungsi. Imobilisasi diperlukan 6-10 minggu untuk benarbenar aman dan mungkin diperlukan waktu 4 bulan. yaitu : a) Tingkat 1 (ringan) Cedera tingkat 1 ini hanya terjadi robekan pada serat ligament yang terdapat hematom kecil di dalam ligamen dan tidak ada gangguan fungsi. pada tingkat 3 diperlukan tindakan bedah (repair) sampai fisioterapi dan rehabilitasi. Sprain dapat dibagi 4 tingkat. Seringkali terjadi pada atlit memaksakan diri sebelumselesainya waktu pemulihan belum berakhir dan akibatnya akan timbul cedera baru lagi. tetapi 50% masih baik. Sprain Sprain adalah cedera yang menyangkut cedera ligament. tindakan proteksi harus dilakukan untuk memungkinkan terjadinya kesembuhan. c) Tingkat 3 (berat) Cedera sprain tingkat 3 ini terjadinya robekan total atau lepasnya ligament dari tempat lekatnya dan fungsinya terganggu secara .c) Tingkat 3 (berat) Straing pada tingkat 3 ini sudah terjadi rupture yang lebih hebat sampai komplit.

Mengistirahatkan atlit boleh dikatakan mustahil karena waktu yang tersedia selalu terbatas. yaitu orang yang paling dekat dengan atlit. Dalam rangka persiapan menghadapi suatu event. Sebaik apapun tim medis disiapkan akan kalah dibandingkan dengan kita menyiapkan para pelatih olahraga yang tahu tentang olahraga.total. Pulih tidaknya cedera sebagian besar tergantung tindakan pertama pada saat cedera. Penyebab dan Pencegahan pada cedera olahraga Cedera olahraga perlu diperhatikan terutama bagi para pelatih. Disinilah muncul seni yang tinggi tentang pengelolaan atlit yang cedera. Maka sangat penting untuk segera menempatkan kedua ujung robekan secara berdekatan. . guru pendidikan jasmani. E. Sekarang hendakna kita satukan bahasa dahulu bahwa yang paling sentaldalam pengelolaan cedera bukanlah tenaga medis tetapi pelatih olahraga. Cedera ringan tidak kalah berbahayanya dari cedera berat terhadap masa depan atlit. maupun pemerhati olahraga khususnya yang mempunyai atlit cedera olahraga. d) Tingkat 4 (Sprain fraktur) Cedera sprain tingkat 4 ini terjadi akibat ligamennya robek dimana tempat lekatnya pada tulang dengan diikuti lepasnya sebagian tulang tersebut.

Sebagai pelatih. guru pendidikan jasmani haruslah mengetahui cara pencegahan ataupun pertolongan pertama secara benar. Kegiatan-kegiatan fisik mencapai puncaknya pada usia 20-40 tahun. . Misalnya pada umur 30-40 tahun raluman kekuatan otot akan relative menurun.Pelatih harus menyadari bahwa tiap olahraga mempunyai kecenderungan cedera yang berbeda. b) Faktor pribadi Kematangan (motoritas) seorang olahraga akan lebih mudah dan lebih sering mengalami cedera dibandingkan dengan olahragawan yang sudah berpengalaman. sehingga para atlit dapat menepis atau menghindari kecenderungan untuk cedera olahraga. Penyebab Cedera Olahraga Beberapa faktor penting yang ada perlu diperhatikan sebagai penyebab cedara olahraga. 1. Elastisitas tendon dan ligament menurun pada usia 30 tahun. Banyak sekali penyebab-penyebab cedera olahraga yang perlu diperhatikan. Faktor olahragawan/olahragawati a) Umur Faktor umur sangat menentukan karena mempengaruhi kekuatan serta kekenyalan jaringan. F.

namun sebaliknya latihan yang terlalu berlebihan bias mengakibatkan cedera karena “over use”.c) Pengalaman Bagi atlit yang baru terjun akan lebih mudah terkena cedera dibandingkan berpengalaman. dengan olahragawan atau atlit yang sudah . d) Tingkat latihan Betapa penting peran latihan yaitu pemberian awal dasar latihan fisik untuk menghindari terjadinya cedera. dengan demikaian kemungkinan terjadinya cedera bisa dihindari. e) Teknik Perlu diciptakan teknik yang benar untuk menghindari cedera. strainataupun rupture tendon dan lain-lain g) Recovery period Memberi waktu istirahat pada organ-organ tubuh termasuk system musculoskeletal setelah dipergunakan untuk bermain perlu untuk recovery (pulih awal) dimana kondisi organ-organ itu menjadi prima lagi. Misalnya : terjadi sprain. Dalam melakukan teknik yang salah maka akan menyebabkan cedera. sehingga terhindar dari cedera yang tidak di inginkan. f) Kemampuan awal (warming up) Kecenderungan tinggi apabila tidak dilakukan dengan pemanasan.

Faktor karakter dari pada olahraga tersebut Masing-masing cabang olahraga mempunyai tujuan tertentu. ini semua harus diketahui sebelumnya. 3. vitamin yang cukup untuk kebutuhan tubuh yang sehat. serta jenis olahraga yang khusus. .h) Kondisi tubuh yang “fit” Kondisi yang kurang sehat sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahrga. Missal olahraga yang kompetitif biasanya mengundang cedera olahraga dan sebagainya. Peralatan dan Fasilitas Peralatan : bila kurang atau tidak memadai. jenis olahraga yang bersifat body contack. 2. karena kondisi semua jaringan dipengaruhi sehingga mempercepat ataumempermudah terjadinya cedera. i) Keseimbangan Nutrisi Keseimbangan nutrisi baik berupa kalori. cairan. rokok danyang lain. Fasilitas : kemungkinan alat-alat proteksi badan. hindari minuman beralkohol. j) Hal-hal yang umum Tidur untuk istirahat yang cukup. design yang jelek dan kurang baik akan mudah terjadinya cedera.

Untuk itu para atlit sangat perlu ditumbuhkan kemampuan untuk bersikap wajar atau relaks. Dalam meningkatkan atlit tidak cukup keterampilan tentang kemampuan fisik saja namun termasuk daya pikir. 1. hal ini tetap merupakan kaidah yang harus dipegang teguh. mengetahui bahaya yang bisa terjadi dan mengurangi resiko. tetapi masing-masing tetaplah memiliki kekhususan yang perlu diperhatikan. Pencegahan Cedera Mencegah lebih baik daripada mengobati. sampai bangun masih terasa lelah e) Meningkatnya frekuensi jantung saat istirahat f) Penurunan berat badan g) Melambatnya pemulihan h) Cenderung menghindari latihan atau pertandingan . karena penyiapan atlit dan resikonya harus dipikirkan lebih awal. a) Mengurangnya antusiasme atau kurang tanggap b) Kulit dan otot terasa mengembang c) Kehilangan selera makan d) Gangguan tidur. membaca situasi. Banyak cara pencegahan tampaknya biasa-biasa saja. serta harus dapt mengurangi dosis latihan sebelum resiko cedera timbul. Pelatih juga harus mampu mengenali tanda-tanda kelelahan pada atlitnya. Pencegahan lewat keterampilan Pencegahan lewat keterampilan mempunyai andil yang besar dalam pencegahan cedera itu telah terbukti.G.

Pencegahan lewat makanan Nutrisi yang baik akan mempunyai andil mencegah cedera karena memperbaiki proses pemulihan kesegaran diantara latihan-latihan. Daya tahan Daya tahan meliputi endurance otot. Makan harus memenuhi tuntutan gizi yang dibutuhkan atlit sehubungan dengan latihannya.2. serta mampu bertahan untuk pertandingan lebih lama tanpa kelelahan. Strength Otot lebih kuat jika dilatih. c. karena kelelahan mengundang cedera. otot yang dilatih benar-benar tidak mudah cedera. sendi dan tendo. Daya tahan yang baik berarti tidak cepat lelah. a. b. Pencegahan lewat Fitness Fitness secara terus menerus mampu mencegah cedera pada atlit baik cedera otot. Untuk latihan sifatnya individual. beban waktu latihan yang cukup sesuai nomor yang diinginkan untuk. Pencegahan lewat Warming up ada 3 alasan kenapa warm up harus dilakukan :  Untuk melenturkan (stretching) otot. paru dan jantung. . Atlit harus makan-makanan yang mudah dicerna dan yang berenergi tinggi kira-kira 2. tendon dan ligament utama yang akan dipakai.5 jam sebelum latihan atau pertandingan.

Hal ini di hubungkan dengan dominanya olahraga lari. Sepatu yang baik sangat membantu kenyamanan berolahraga dan dapat memperkecil resiko cedera olahraga. contoh yang sederhan seperti sepatu. Untuk menaikkan suhu terutama bagian dalam seperti otot dan sendi. Peralatan Peralatan yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera. Masing-masing cabang olahraga umumnya mempunyai model sepatu dengan cirinya sendiri. Sepatu adalah salah satu bagian peralatan dalam berolahraga yang mendapat banyak perhatian para ahli.  Untuk menyiapkan atlit secara fisik dan mental menghadapi tugasnya. Pencegahan lewat lingkungan Banyak terjadi bahwa cedera karena lingkungan. peralatan yang tidak ditaruh secara baik) dan cedera. Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula. Seorang atlit jatuh karena tersandung sesuatu (tas. Harusnya memperhatikan peralatan dan barang ditaruh secara benar agar tidak membahayakan. Kontruksi sepatu Sepatu lari yang baik mempunyai cirri-ciri kontruksi sebagai berikut : . Yang paling banyak dibicarakan adalah sepatu olahraga lari. e. baik yang berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari orang lain. d.

4) Terdapat “arch support” yang baik. sedang sintetik yang telah banyak dipakai juga dapat rusak. Medan Medan dalam menggunakan latihan atau pertandingan mungkin dari alam. 6) “Heel counter” harus kuat dan kaku. Yang terpenting atlit mampu menghalau dan mengantisipasi hal-hal penyebab cedera. bagian yang lebar dari kaki pas dengan bagian lebar dari sepatu. 2) Tumit harus sedikit lebih tinggi dari bagian depan ½ inci (1. keduanya menimbulkan masalah. buatan atau sintetik. tetapi cukup elastic sehingga mampu meredam benturan. 7) Berat sepatu sekitar 238-340 gram.3 cm). Biasanya mempunyai permukaan yang tidak rata (bergelombang atau berkembang-kembang). f. 3) Bagian belakang “counter” ditinggikan sedikit sebagai “Achilles pad” dengan tujuan mencegah cedera tendon Achilles.1) Sol relative tebal dan kuat.5 cm). 5) Harus cukup fleksibel. Alam dapat selalu berubah-ubah karena iklim. bisa dibengkokkan dengan mudah. . Sepatu dikatakan pas jika jarak antara ujung jari kaki dengan bagian depan sepatu selebar satu jari tangan (1. Pengepasan sepatu harus dengan memakai kaos kaki (harus cukup empuk dan tebal) yang bisa digunakan. serta tumit “terpegang” dengan pas pada “counter” (bagian belakang sepatu).

ketidakstabilan tersebut penyebab cedera berikutnya. h. i. Pencegahan lewat pakaian Pakaian sangat tergantung selera tetapi haruslah dipilih dengan benar. Misalnya celana jika terlalu ketat dan tidak elastis maka dalam melakukan gerakan juga tidak bebas. Khususnya atletik. sehingga menyebabkan lecet-lecet pada daerah selakangan dan bahkan akan mempengaruhi penampilan atlit. seperti kaos. Pencegahan lewat pertolongan Setiap cedera memberi tiap kemungkinan untuk cedera lagi yang sama atau yang lebih berat lagi. Masalahnya ada kelemahan otot yang berakibat kurang stabil atau kelainan anatomi. Dengan demikian dalam menangani atau pemberian pertolongan harus kondisi benar dan rehabilitasi yang tepat pula. bila tidak janganlah mencobacoba untuk ditampilkan dari pada mengundang permasalahan. Yakinkan bahwa atlitnya memang siap untuk tampil. tenaga kesehatan dan atlitnya sendiri secara bersama-sama.g. Sebagai pelatih juga perlu memikirkan masa depan atlit merupakan faktor yang lebih penting . perlu mendapat perhatian. Implikasi terhadap pelatih Sikap tanggung jawab dan sportifitas dari pelatih. official. kaos kaki. celana.

atau mungkin terjadi kerusakan pembuluh darah kecil atau besar (pendarahan dibawah kulit) didaerah itu. b) Sub-Akut (24-48 jam) Pada saat masa akut telah berakhir. Terdapat pendarahan tidak. 1. c) Tingkat lanjut (48 jam sampai lebih) Pendarahan telah berhenti. Bila pertolongan tidak benar dapat kembali ke tingkatakut dan berdarah kembali. fruktur tulang (patah tulang) dan sebagainya. Dengan pertolongan yang baik masa ini dapat mempersingkat. biasanya samapai 24 jam. Bila ini terjadi akan ada warna ungu. pada saat ini penyembuhan telah mulai.H. Perawatan dan Pengobatan cedera olahraga Dalam melakukan perawatan dan pengobatan cedera olahraga terlebihdahulu mengetahui dan apa yang harus dikerjakan. tetapi bisa berdarah kembali. Penanganan pendarahan Penanganan cedera dinilai lewat tingkatan cedera berdasarkan adanya pendarahan lokal. a) Akut (0-24 jam) Terjadi cedera antara saat kejadian sampai proses pendarahan berhenti. pendarahan telah berhenti. Pelatih harus sangat mahir dalam hal ini agar tahu kapan harus meminta pertolongan dokter . Dalam pertolongan yang benar dapatmempersingkat periode ini. nyeri dan bengkak. dan kecil kemungkinan kembali ke tingkat akut.

keadaan ini paling banyak berlaku. a) Penanganan rehabilitasi medik pada cedera olahraga akut. untuk cedera yang berat keputusannya sangat mudah diambil. 3. Penanganan rehabilitasi medic Pada terjadinya cedera olahraga upaya rehabilitasi medik yang sering digunakan adalah : a) Pelayanan spesialistik rehabilitasi medik b) Pelayanan fisioterapi c) Pelayanan alat bantu (ortesa) d) Pelayananpengganti tubuh (protesa) Penanganan rehabilitasi medik harus sesuai dengan kondisi cedera. pelatih sebaiknya mampu melakukan pemeriksaan praktis fungsional dilapangan. serta pertolongan yang diberikan. tetapi untuk cedera yang ringan keputusannya menjadi sangat sulit. maka terpaksa pelatih harus memutuskan sendiri. Pelatih harus mampu memutuskan apakah atlit terus atau berhenti. Yang paling penting adalah penangananya. Bila ragu istirahatkan atlit anda. Pertama adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita. Penanganan pertama Pulihnya atlit dan mampu aktif kembali sangat tergantung dari keputusan yang dibuat saat terjadi cedera. Bila ada tindakan pertama harus . Bila dokter tidak ada. untuk menentukan apakah ada keadaan yang mengancam kelangsungan hidupnya. Cedera akut ini terjadi dalam waktu 0-24 jam.2.

C . gunanya mengurangi pendarahan dan meredakan rasa nyeri. Setelah diketahui tidak ada hal yang membahayakan jiwa atau hal tersebut telah teratasi maka dilanjutkan upaya yang terkenalyaitu RICE : R .Terapi dingin : Cara pemberian terapi dingin sebagai berikut : 1. I . Kompress dingin Teknik : potongan es dimasukkan dalam kantong yang tidak tembus air lalu kompreskan pada bagian yang cedera.Ice : terapi dingin.Elevatin : peninggian daerah cedera gunanya mencegah statis. E . b) Penanganan rehabilitasi pada cedera olahraga lanjut Pada masa ini rehabilitasi tergantung pada problem yang ada antara lain berupa :  Pemberian modalitas terapi fisik . . mengurangi edema (pembengkakan) danrasa nyeri.berupa penyelamatan jiwa.Rest : diistirahatkan adalah tindakan pertolongan pertama yang esensial penting untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.Compression : penekanan membantu atau balut tekan gunanya mengurangi pembengkakan jaringan dan pendarahan lebih lanjut.

2. Lamanya 10-20 menit. Semprot dingin Tekniknya dengan menyemprotkan kloretil atau fluorimethane kebagian tubuh yang cedera. Panas yang kita berikan ketubuh akan masuk atau berpenetrasi kedalamnya. tetapi panas juga dapat diberikan pada keadaan akut. . Pencelupan atau peredaman Tekniknya yaitu memasukkan tubuh atau bagian tubuh kedalam bak air dingin yang dicampur dengan es.Lamanya : 20-30 menit dengan interval kira-kira 10 menit. dapat diulang dengan tenggang waktu 10 menit 3. . Kedalam penetrasi ini tergantung pada jenisterapi panas yang diberikan seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.Terapi panas : Pada umumnya toleransi yang baik pada terapi panas adalah bila diberikan pada fase sub akut dan kronis dari suatu cedera. 4. Masage es Tekniknya dengan menggosok-gosokkan es yang telah dibungkus dengan lama 5-7 menit.

4. Penetrasi Dangkal (superfisial) Macam Lembab/Basah Contoh Kompres kain air panas “Hydrocollator pack” Mandi uap panas“ Paraffin wax bath” Hydrotherapy Kompres botol air panas Kompres bantal pemanas tenaga listrik Lampu merah infra Diatermi gelombang pendek Diatermi gelombang mikro Diatermi suara ultra Kering Dalam (Deep) Diatermi Secara ringkas efek pemberian panas secara lokal dapat dilihat pada table no2. 2. 6. edema dan eksudasi 7. Panas meningkatkan efek vaskulatik jaringan kolagen.Tabel 1 : Pembagian terapi panas menurut kedalaman penetrasinya. 3. Table 2 : Respon fisiologis terhadap panas 1. Panas digunakan sebagai bagian dari terapi kanker . Panas mengurangi dan menghilangkan rasa sakit Panas mengurangi kekakuan sendi Panas mengurangi dan menghilangkan spasme otot Panas meningkatkan sirkulasi darah Panas membantu resolusi infiltrate radang. 5.

mengurangi spastisitas dan mencegah terjadinya trombloflebitis. Efek rangsangan listrik pada otot normal antara lain relaksasi otot spasme.Masase Dengan menggunakan masase yang lembut dan ringan. . Terapi air dipilih karena adanya efek daya apung dan efek pembersihan. anggota gerak yang cedera bergantian masuk ke bejana secara bergantian dengan jarak waktu.Terapi air (Hydroterapy) Pada sebagian kasus pemberian terapi air akan banyak menolong. re-edukasi otot. Satu buah diisi air hangat suhu 40.Perangsangan listrik Perangsangan listrik mempunyai efek pada otot yang normal maupun otot yang denervasi. memperbaiki sirkulasi darah dan nutrisi. Sedang pada otot denervasi efeknya meliputi menunda progrese atropi otot. Teknik lain terapi air adalah “contrast bath” yaitu dengan menggunakan dua buah bejana. . kurang lebih satu minggu setelah trauma mungkin akan dapat mengatasi rasa nyeri tersebut.5-43. .3 C dan satunya lagi diisi air dingin dengan suhu 10-15 C. Dengan syarat diberikan dengan betul dan dengan dasar ilmiah akan efektif untuk mengurangi bengkak dan kekakuan otot.. Jenis terapi ini dapat kita berikan dengan memakai bak atau kolam air.

antara lain : ortesa leher. sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan dan melindungi dari cedera ulangan. . dan support pada anggota gerak bawah. Pada cedera otot misalnya terjadi kerusakan atau robekan serabut otot bagian central memerlukan waktu pemulihan 3 kali lebih lama dibandingkan dengan robeknya otot bagian perifer. berupa : 1. 3. 2. persendian (ligament) memerlukan waktu yang lebih lama.Pemberian ortesa (alat Bantu tubuh) Pada terjadinya cedera olahraga yang akut ortesa terutama berfungsi untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. Mencegah terjadinya deformitas dan meningkatkan fungsi anggota gerak yang terganggu. Pada fase berikutnya ortesa dapat berfungsi lebih banyak. Terapi latihan yang dapat diberikan. Latihan luas gerak sendi Latihan peregangan Latihan daya tahan Latihan yang spesifik (untuk masing-masing bagian tubuh) .Pemberian terapi latihan Waktu untuk memulai terapi latihan tergantung pada macam dan derajat cederanya. Sedangkan cedera tulang. 4..

. Fungsi dari alat ini adalah untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang akibat daricedera tersebut .Pemberian protesa (pengganti tubuh) Protesa adalah suatu alat Bantu yang diberikan pada atlit yang mengalami cedera dan mengalami kehilangan sebagian anggota geraknya.

yaitu: 1. Akibatnya. malah mendatangkan cedera dan membahayakan diri sendiri. biasanya kesalahan terbanyak karena tidak cukup efektifnya pemanasan atau gerakan peregangan yang dilakukan sebelum memulaiolahraga. otot tidak siap untuk melakukan aktifitas. Bagi pelatih-pelatih harus lebih dekat dengan para atlitnya sehingga keluhan-keluhan atlit mengenai cedera yang dialaminya bisa dibicarakan . ada beberapa saran yang dapat disampaikan. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas.Kalau pemula. B. tak terkecuali atlet senior.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa Cedera akibat berolahraga paling kerap terjadi pada atlet. Berolahraga secara berlebihan dan mengabaikan aturan berolahraga yang benar. Guru pendidikan jasmani perlu meningkatkan kualitas pengetahuan tentang cedera olahraga sehingga siswa merasa nyaman jika guru pendidikan jasmaninya bisa mengatasi masalah cedera olahraga. Biasanya itu terjadi akibat kelelahan berlebihan karena panjangnya waktu permainan (misalnya ada babak tambahan) atau terlalu banyaknya partai pertandingan yang harus diikuti. 2.

Pelatih juga harus mengetahui bagaimana kondisi para atlitnya baik secara jasmani maupun rohani.dan disembuhkan secara bersama tim. . Oleh karena itu pelatih-pelatih harus sering mengikutu seminarseminar untuk para pelatih guna memperdalam pengetahuan.

RAJAGRAFINDO PERSADA. (2002). Taylor.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=14557 . Andun Sujidandoko. Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga.http://surya. dkk.DAFTAR PUSTAKA Paul M.co. Yogyakarta: DepartemenPendidikan Nasional . Perawatan dan Pencegahan Cedera. (2000). Jakarta: PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful