PENGERTIAN AKSIOLOGI

Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya 1. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jujun S.Suriasumantri mengartika aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. 2. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, sosial dan agama. sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan. Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.

Kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu
Nilai itu bersifat objektif, tapi kadang-kadang bersifat subjektif. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. Tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya, bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta.

Sebaliknya, nilai menjadi subjektif, apabila subjek berperan dalam memberi penilaian; kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian. Dengan demikian nilai subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Bagaimana dengan objektivitas ilmu? Sudah menjadi ketentuan umum dan diterima oleh berbagai kalangan bahwa ilmu harus bersifat objektif. Salah satu faktor yang membedakan antara peryataan ilmiah dengan anggapan umum ialah terletak pada objektifitasnya. Seorang ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang bersifat idiologis, agama dan budaya. Seorang ilmuan haruslah bebas dalam menentukan topik penelitiannya, bebas melakukan eksperimen-eksperimen. Ketika seorang ilmuan bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan tujuannya agar penelitiannya be rhasil dengan baik. Nilai objektif hanya menjadi tujuan utamanya, dia tidak mau terikat pada nilai subjektif

Kegunaan Aksiologi Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan
Berkenaan dengan nilai guna ilmu, baik itu ilmu umum maupun ilmu agama, tak dapat dibantah lagi bahwa kedua ilmu itu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, dengan ilmu sesorang dapat mengubah wajah dunia.

Berkaitan dengan hal ini, menurut Francis Bacon seperti yang dikutip oleh Jujun.S.Suriasumatri yaitu bahwa “pengetahuan adalah kekuasaan” apakah kekuasaan itu merupakan berkat atau justru malapetaka bagi umat manusia. Memang kalaupun terjadi malapetaka yang disebabkan oleh ilmu, bahwa kita tidak bisa mengatakan bahwa itu merupakan kesalahan ilmu, karena ilmu itu sendiri merupakan alat bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidupnya, lagi pula ilmu memiliki sifat netral, ilmu tidak mengenal baik ataupun buruk melainkan tergantung pada pemilik dalam menggunakannya. . Nilai kegunaan ilmu, untuk mengetahui kegunaan filsafat ilmu atau untuk apa filsafat ilmu itu digunakan, kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal, yaitu:

2. Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya ialah untuk petunjuk dalam menjalani kehidupan. Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah masalah itu dapat diselesaikan. atau sistem politik. maka batu itu masalah. maka sebaiknya mempelajari teori-teori filsafatnya. atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi. Ada banyak cara menyelesaikan masalah. Inilah kegunaan mempelajari teori-teori filsafat ilmu. Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung suatu ide yang membentuk suatu dunia. . Dalam hidup ini kita menghadapi banyak masalah. Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran. Filsafat sebagai pandangan hidup.penyelesaian yang detail itu biasanya dapat mengungkap semua masalah yang berkembang dalam kehidupan manusia. Bila ada batui didepan pintu. setiap keluar dari pintu itu kaki kita tersandung. mulai dari cara yang sederhana sampai yang paling rumit. 3. Bila cara yang digunakan amat sederhana maka biasanya masalah tidak terselesaikan secara tuntas. Filsafat dalam posisi yang kedua ini semua teori ajarannya diterima kebenaranya dan dilaksanakan dalam kehidupan.1.

diantaranya : 1. sedangkan jiwa atau ruh tidaklah merupakan suatu kenyataan yang berdiri sendiri . Sedangkan metafisika khusus masih terbagi menjadi Kosmologi. Dengan demikian. yaitu metafisika umum dan khusus. Aliran ini sering disebut naturalisme. Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi. tidak mungkin dua. baik berupa materi maupun rohani. Didalam pemahaman Ontologi terdapat beberapa pandangan-pandangan pokok pemikiran. Atau bisa juga ilmu tentang yang ada. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataan dan satu-satunya fakta yang hanyalah materi. metafiska atau otologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada. Haruslah satu hakikat saja sebagai sumber yang asal. Paham ini terbagi menjadi dua aliran : a. Dalam perkembangannya Christian Wolf (1679-1754) membagi metafisika menjadi dua. yaitu : Ontos : being. dan Logos Logic Jadi ontology adalah the theory of being qua being ( teori tentang keberadaan sebagai keberadaan ). Monoisme Paham Monoisme menganggap bahwa hakikat yang berasal dari kenyataan adalah satu saja.PENGERTIAN ONTOLOGI Kata ontologi berasal dari perkataan Yunani. Istilah ontologi pertama kali diperkenalkan oleh rudolf Goclenius pada tahun 1936 M. Materialisme. Metafisika umum adalah istilah lain dari ontologi. Secara istilah ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada yang merupakan realiti baik berbentuk jasmani atau kongkrit maupun rohani atau abstrak. bukan rohani. Psikologi dan Teologi. untuk menamai hakekak yang ada bersifat metafisis.

api dan udara 4. Doktrin tentang Nihilisme sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani kuno. yaitu tanah. yaitu hakikat materi dan ruhani. Idealisme. Materi bukan muncul dari benda. Dealisme berasal dari kata ”Ideal” yaitu suatu yang hadir dalam jiwa. Aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh (sukma) atu sejenis denganntya. benda dan ruh. Istilah Nihilisme dikenal oleh Ivan Turgeniev dalam novelnya Fadhers an Children yang ditulisnya pada tahun 1862 di Rusia. Materi atau zat ini hanyalah suatu jenis dari penjelamaan ruhani 2. yang menyatakan bahwa substansi yang ada itu terbentuk dan terdiri dari empat unsur. paham ini beranggapan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. sama-sama hakikat. yaitu sesuatu yang tidak terbentuk dan menempati ruag. air. Pluralisme tertolak dari keseluruhan dan mengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya nyata. sama-sama azali dan abadi. tokoh aliran ini pada masa Yunani kuno adalah Anaxagoras dan Empedcoles. jasad dan spirit. Nihilisme Nihilisme. berasal dari bahasa Yunani yang berati nothing atau tidak ada. Pluralisme Pluralisme. hubungan keduanya menciptakan kehidupan di alam ini. Sebagai lawan dari materialisme yang dinamakan spriritualismee. . Aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal sumbernya.b. Tokoh paham ini adalah Descater (1596-1650 SM) yang dianggap sebagai bapak Filosofi modern) 3. Dualisme Dualisme. kedua macam hakikat tersebut masing-masing bebas dan berdiri sendiri.

sekalipun realitas itu dapat kita ketahui. Timbulnya aliran ini dikarenakan belum dapatnya orang mengenal dan mampu menerangkan secara kongkret akan adanya kenyataan yang berdiri sendiri dan dapat dikenal Akal merupakan salah satu anugrah dari Alloh SWT yang paling istimewa bagi manusia. Pengetahuan yang dimiliki manusia bukan di bawa sejak lahir. mengatakan ilmu adalah yang empiris. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah sederhana d. penginderaan itu sumber ilusi. kata agnosticisme barasal dari bahasa Grick. amupun menurut hubungannya dari dalam b. dan keempatnya serentak c. termasuk dirinya sendiri. Kedua. umum dan sistematik. Ignotos yang berarti Unknow artinya not. Realitas itu sebenarnya tidak ada. Sifat akal adalah selalu ingin tahu terhadap segala sesuatu. Ralp Ross dan Ernest Van Den Haag. Guru Besar Antropolo di Rutgers University menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disususn dalam satu system yang berasal dari . mendifinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. rasional. maupun menurut kdudukannya tampak dari luar. bila sesuatu itu ada. Agnotitisme Paham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Definisi ilmu menurut para ahli antara lain : a. baik hakikat materi maupun hakikat ruhani. tapi lewat sebuah proses berpikir dan mendapatkan pengalaman. ia tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain 5. Gno artinya Know. Mohammad Hatta.yaitu pada pandangan Grogias (483-360 SM) yang memberikan tiga proporsi tentang realitas Pertama. ini disebabkan oleh penginderaan itu tidak dapat dipercaya. ia tidak dapat diketahui. Ashely Montagu. tidak ada sesuatupun yang eksis. Karl Pearson. Ketiga.

studi dan percobaan untuk menetukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.pengamatan. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep. Harsojo. seorang pemikir Marxist bangsa Rusia mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan manusia tentang alam. dan pikiran. . Afanasyef.`Suatu pendekatan atau mmetode pendekatan terhadap seluruh dunia empirisyaitu dunia yang terikat oleh factor ruang dan waktu yang pada prinsipnya dapat diamati panca indera manusia Suatu cara menganlisis yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk: “jika. Guru Besar antropolog di Universitas Pajajaran.…. menerangkan bahwa ilmu adalah Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan.maka…” f. kategori dan hukum-hukum. yang ketetapnnya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. masyarakat. e.

Pengertian epistemologi ini cukup menjadi perhatian para ahli. Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber. pertanyaan pokoknya adalah “apa yang dapat saya ketahui”? Persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1. epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Demikian pula. untuk membedakan dua cabang filsafat. struktur. guna mengungkap substansi persoalan yang terkandung dalam konsep tersebut. Hal iini berfungsi mempermudah dan memperjelas pembahasan konsep selanjutnya. Sebagai sub sistem filsafat. Substansi persoalan menjadi titik sentral dalam upaya memahami pengertian suatu konsep. epistemologi ternyata menyimpan “misteri” pemaknaan atau pengertian yang tidak mudah dipahami. dia baru bisa menjelaskan proses belajar. Dari mana pengetahuan itu dapat diperoleh?. . Secara etimologi.PENGERTIAN EPISTEMOLOGI Secara historis. pengertian epistemologi diharapkan memberikan kepastian pemahaman terhadap substansinya. meskipun ciri-ciri yang melekat padanya juga tidak bisa diabaikan. epistemologi dan ontologi. sehingga memperlancar pembahasan seluk-beluk yang terkait dengan epistemologi itu. Dalam Epistemologi. tetapi mereka memiliki sudut pandang yang berbeda ketika mengungkapkannya. Setelah memahami substansi belajar tersebut. gaya belajar.Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu?. 2003. hal. Misalnya. prinsip-prinsip belajar. sehingga didapatkan pengertian yang berbeda-beda. selalu diawali dengan memperkenalkan pengertian (definisi) secara teknis. metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. dan logos berarti teori. 2). 3). teori belajar.32). pemahaman terhadap substansi suatu konsep merupakan “jalan pembuka” bagi pembahasan-pembahsan selanjutnya yang sedang dibahas dan substansi konsep itu biasanya terkandung dalam definisi (pengertian). Lazimnya. seseorang tidak akan mampu menjelaskan persoalan-persoalan belajar secara mendetail jika dia belum bisa memahami substansi belajar itu sendiri. cara mengetasi hambatan belajar dan sebagainya. pembahasan konsep apa pun. buka saja pada redaksinya. istilah epistemologi digunakan pertama kali oleh J. istilah epistemologi berasal dari kata Yunani episteme berarti pengetahuan.F. Jadi. Bagaimanakah validitas pengetahuan a priori (pengetahuan pra pengalaman) dengan pengetahuan a posteriori (pengetahuan purna pengalaman) (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM. Ferrier. hambatanhambatan belajar. Ada beberapa pengertian epistemologi yang diungkapkan para ahli yang dapat dijadikan pijakan untuk memahami apa sebenarnya epistemologi itu. melainkan juga pada substansi persoalannya.

Hardono Hadi menyatakan. RUANG LINGKUP EPISTEMOLOGI.Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian.Pengertian lain. Bertolak dari pengertian-pengertian epistemologi tersebut. Sedangkan D. dasar dan pengendaian-pengendaiannya serta secara umum hal itu dapat diandalkannya sebagai penegasan bahwa orang memiliki pengetahuan. Akan tetapi. 1965. menyatakan bahwa epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat. Inti pemahaman dari kedua pengertian tersebut hampir sama. serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Kodrat berkaitan dengan sifat yang asli dari pengetahuan. ada baiknya dikemukakan pernyataan-pernyataan lain yang mencoba menguraikan ruang lingkup . P. dan ilmu sebagai proses adalah usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu.Suriasumantri. Sebenarnya masing-masing definisi diatas telah memberi pemahaman tentang ruang lingkup epistemologi sekaligus. Sedangkan. pengandaian-pengendaian dan dasarnya. sedang hakikat pengetahuan berkaitan dengan ciri-ciri pengetahuan. 2005). sehingga menghasilkan pengertian yang sebenarnya. Menurut Musa Asy’arie. Pembahasan hakikat pengetahuan ini akhirnya melahirkan dua aliran yang saling berlawanan. sedangkan pengertian kedua tentang hakikat pengetahuan. yaitu realisme dan idealisme. epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu. bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mencoba menentukan kodrat dan skope pengetahuan. jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manuasia (William S. Kodrat pengetahuan berbeda dengan hakikat pengetahuan. seperti proses maupun tujuan. dalam Jujun S.W Hamlyn mendefinisikan epistemologi sebagai cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan. Sedangkan hal yang cukup membedakan adalah bahwa pengertian yang pertama menyinggung persoalan kodrat pengetahuan. karena definisi-definisi itu tampaknya didasarkan pada rincian aspek-aspek yang tercakup dalam lingkup epistemologi daripada aspek-aspek lainnya. kiranya kita perlu memerinci aspek-aspek yang menjadi cakupannya atau ruang lingkupnya.

Kenyataan ini kembali mempertegas. dan refleksi selalu bersifat kritis. meliputi hakekat. tumpuan. Semua pertanyaan itu dapat diringkat menjadi dua masalah pokok. taklid kepada pengetahuan atas kewibaan orang yang memberikannya termasuk epistemologi. Usaha menyelidiki dan mengungkapkan kenyataan selalu seiring dengan usaha untuk menentukan apa yang diketahui dibidang tertentu.epistemologi. tetapi cakupannya luas sekali. batas. apa yang dapat kita ketahui. yaitu hakikat. maka tidak mungkin seserorang memiliki suatu metafisika yang tidak sekaligus merupakan epistemologi dari metafisika.M Saefuddin menyebutkan. Jika kita memaduakan rincian aspek-aspek epistemologi. validias. macam. tumpuan. batas. melainkan bisa juga sebaliknya. maka teori pengetahuan itu bisa meliputi. ontologi dan aksiologi serta dimensi lainnya. keaslian. Epistemologi senantiasa “mengawali” dimensi-dimensi lainnya. sasaran. terutama ketika dimensi-dimensi itu dicoba untuk digali. Jelasnya. apa sumbernya. bahwa epistemologi mencakup pertanyaan yang harus dijawab.Arifin merinci ruang lingkup epistemologi. sebab pernyataan-pernyataan ini akan membantu pemahaman secara makin komprehensif dan utuh (holistik) mengenai ruang lingkup pemabahasan epistemologi. unsur. macam. sekalipun ia sebenarnya merupakan doktrin tentang psikologi kepercayaan. masalah sumber ilmu dan masalah benarnya ilmu. Bahkan. dari mana asalnya. bahwa epistemologi sama luasnya dengan filsafat. Jadi meskipun epistemologi itu merupakan sub sistem filsafat. Sidi Gazalba. pengandaian. sebagaimana diuraikan tersebut. pertanggungjawaban dan skope pengetahuan. . seperti psikologi selalu diiringi oleh epistemologi. bagaimana membangun ilmu yang tepat dan benar. apakah ilmu itu. struktur. sumber dan validitas pengetahuan. kodrat. atau psikologi yang tidak sekaligus epistemologi dari psikologi. Filsafat merupakan refleksi. mungkinkah kita mencapai ilmu yang benar. unsur. dan sampai dimanakah batasannya. hakikat. dan sasaran pengetahuan. bahwa antara epistemologi selalu berkaitan dengan ontologi dan aksiologi. Mudlor Achmad merinci menjadi enam aspek. sampai Gallagher secara ekstrem menarik kesimpulan. apa hakikatnya. Bahkan menurut. metode. apa kebenaran itu. seluruh permasalahan yang berkaitan dengan pengetahuan adalah menjadi cakupan epistemologi. A. M. atau bahkan suatu sains yang bukan epistemologi dari sains. Mengingat epistemologi mencakup aspek yang begitu luas. sumber. dasar.

pedagogi. sedangkan objeknya adalah kepalanya. ekonomi. Oleh karena itu. ternyata hanya aspek-aspek tertentu yang mendapat perhatian besar dari para filosof. Objek sama dengan sasaran. bilogi. perekayasa. meskipun secara spesifik tekanan perhatian dalam meneliti dan mengamati itu berbeda-beda. tujuan baru dapat diperoleh. sosiologi. Sedangkan aspek-aspek lain yang jumlahnya lebih banyak cenderung diabaikan.Dalam pembahasa-pembahsan epistemologi. sejak lama ia menjadi objek penelitian dan pengamatan yang memiliki tujuan bermacam-macam. Dengan kata lain. Ternyata ini juga mungkin terjadi bahkan sering terjadi. Lebih dari itu. mungkinkan suatu kegiatan hanya memiliki objek satu tetapi tujuannya banyak. ada upaya bagaimana . justru kecenderungan ini mulai memperoleh perhatian yang sangat besar di kalangan para pemikir. Misalnya. sebab objeklah yang mengantarkan tercapainya tujuan. tetapi objek dan tujuan memiliki hubungan yang berkesinambungan. Sebaliknya. dan juga pengusaha. ilmu hukum dan sebagainya. jika telah melalui objek lebih dulu. Manusia misalnya. sehingga pengertiannya menjadi rancu bahkan kabur. Meskipun berbeda. ketika akan ditangkap dengan menambak kepalanya sebagai sasaran. Artinya. sedang tujuan hampir sama dengan harapan. antropologi. Dewasa ini. tujuannya adalah pembunuhan. seorang polisi bertujuan membunuh perampok yang melakukan perlawanan. OBJEK DAN TUJUAN EPISTEMOLOGI Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. agar dapat menyajikan pembahasan terhadap aspek-aspek epistemologi seluruhnya secara proporsional. Semestinya harus ada pergeseran pusat perhatian pembahasan ke arah aspek-aspek yang terabaikan itu. Ini berarti dalam satu tujuan bisa dicapai melalui objek yang berbeda-beda atau lebih dari satu. perubahan kecenderungan pembahasan tersebut dapat memperkenalkan pengetahuan yang makin luas dan mendalam tentang cakupan epistemologi. sebenarnya objek tidak sama dengan tujuan. Jadi. sehingga mengesankan bahwa seolah-olah wilayah pembahasan epistemologi hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu. bisa juga dadanya atau perutnya. baik untuk membangun psikologi. pembunuhan sebagai tujuan polisi baru mungkin tercapai setelah melalui tindakan menembak kepala perampok sebagai sasaran. tetapi terjadinya pembunuhan tidak hanya melalui menembak kepala perampok. tidak jarang pemahaman objek disamakan dengan tujuan. Jika diamati secara cermat.

Kecenderungan ini justru memiliki efektifitas dan efisiensi yang tinggi dan bersifat dinamis. akan dipengaruhi atau tergantung landasannya. sedangkan landasan bagaikan fundamennya. . sehingga memiliki fungsi yang sangat penting dalam bangunan ilmu pengetahuan. Sedangkan landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah. semuanya tergantung pada titik tolaknya. mendorong kreativitas seseorang. jika memiliki landasan yang kokoh. Kekuatan bangunan rumah bisa diandalkan berdasarkan kekuatan fundamennya. Secara global. sedang berpikir dalam kecenderungan kedua (satu objek untuk tujuan yang berbeda-beda) lebih mendorong pencarian hasil yang sebanyak-banyaknya. Hal ini merupakan implikasi dari tekanan masing-masing pola berpikir tersebut. Bangunan pengetahuan bagaikan bangunan rumah. sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Aktivitas berfikir dalam kecenderungan pertama (satu tujuan dengan objek yang berbedabeda) lebih mendorong pencarian cara sebanyak-banyaknya. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. sebab ia merupakan tempat berpijak.menjadikan bahan yang sama untuk kepentingan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan epistemologi. metode ilmiah merupakan penentu layak tidaknya pengetahuan menjadi ilmu. Tidak semua pengetahuan disebut ilmiah. yaitu cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Jadi. LANDASAN EPISTEMOLOGI Landasan epistemologi memiliki arti yang sangat penting bagi bangunan pengetahuan. Di dalam filsafat pengetahuan. Bangunan pengetahuan menjadi mapan. Dengan demikian. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan bisa disebut ilmu yang tercantum dalam metode ilmiah. tetap saja membutuhkan banyak cara untuk mewujudkan keinginan pemikirnya. baik berpikir dalam kecenderungan pertama maupun kecenderungan kedua.

tetapi tidak empiris. sistematis. melaikan termasuk wilayah filsafat. disamping disebut ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah. Dengan istilah lain. sedangkan substansisnya relatif sama. Kholil Yasin menyebut pengetahuan tersebut dengan sebutan pengetahuan biasa (ordinary knowledge). juga bisa disebut pengetahuan sehari-hari. yaitu rasio dan fakta secara integratif . seakan-akan mereka menganut motto: tak ada sains tanpa metode. Hal ini sebenarnya hanya sebutan lain. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan.Begitu pentingnya fungsi metode ilmiah dalam sains. karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. logis dan empiris. sehingga timbul sifat-sifat atau ciri-cirinya. juga sering disebut ilmu dan sains. juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan. sehingga banyak pakar yang sangat kuat berpegang teguh pada metode dan cenderung kaku dalam menerapkannya. Disini perlu dibedakan antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan (ilmu). Sesungguhnya sikap berlebihan itu memang riil. sumbersumbernya. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah. sedangkan ilmu pengetahuan dengan istilah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). akhirnya berkembang menjadi: sains adalah metode. misalnya antar sains dengan ilmu melalui pelacakan akar sejarah dari dua kata tersebut. yang jelas dalam kenyataanya metode ilmiah telah dijadikan pedoman dalam menyusun. Pengetahuan adalah pengalaman atau pengetahuan sehari-hari yang masih berserakan. tanpa menyadari semuanya yang hanya sekedar salah satu sarana dari sains untuk mengukuhkan objektivitas dalam memahami sesuatu. batas-batasanya. tetapi terlepas dari sikap tersebut yang seharusnya tidak perlu terjadi. Sikap ini mencerminkan bahwa mereka berlebihan dalam menilai begitu tinggi terhadap metode ilmiah. membangun dan mengembangkan pengetahuan ilmu. Sebutan-sebutan tersebut hanyalah pengayaan istilah. Sesuatu fenomena pengetahuan logis. Pada bagian lain. kendatipun ada juga yang menajamkan perbedaan. sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diatur berdasarkan metode ilmiah. Disamping istilah pengetahuan dan pengetahuan biasa. Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. objektif. dan sebagainya. atau pengalaman sehari-hari.

sesuatu yang ditentukan oleh yang lain). sedangkan penelitian kualitatif menggunakan paradigma naturalisme (fenomenologis). Hal ini perlu penegasan. dalam metodologi dapat ditemukan upaya membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan metode. Secara sederhana dapat dikatakan. tampaknya perlu memahami terlebih dahulu makna metode dan metodologi. bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. bahwa penelitian kuantitatif menggunakan paradigma positivisme. Metodologi membahas konsep teoritik dari berbagai metode. Implikasinya. metodologi dan epistemologi. . METODE DAN METODOLOGI Selanjutnya perlu ditelusuri dimana posisi metode dan metodologi dalam konteks epistemologi untuk mengetahui kaitan-kaitannya. kelemahan dan kelebihannya dalam karya ilmiah dilanjutkan dengan pemilihan metode yang digunakan. mengingat dalam kehidupan sehari-hari sering dikacaukan antara metode dengan metodologi dan bahkan dengan epistemologi. maka metodologilah yang mengkerangkai secara konseptual terhadap prosedur tersebut. Banyak peneliti pemula yang tidak bisa membedakan paradigma penelitian ketika dia mengadakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jika metode merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu. Padahal mestinya dia harus benar-benar memahami.HUBUNGAN EPISTEMOLOGI. Lebih jauh lagi Peter R. metodologi juga menyentuh bahasan tantang aspek filosofis yang menjadi pijakan penerapan suatu metode. “metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis”. Dengan demikian. “Dalam dunia keilmuan ada upaya ilmiah yang disebut metode. yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang sedang dikaji”. Aspek filosofis yang menjadi pijakan metode tersebut terdapat dalam wilayah epistemologi. sedangkan metode penelitian mengemukakan secara teknis metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Untuk mengetahui peta masingmasing dari ketiga istilah ini. Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. sehingga ditentukan oleh sebab akibat (mengikuti paham determinsime. antara metode. Penggunaan metode penelitian tanpa memahami metode logisnya mengakibatkan seseorang buta terhadap filsafat ilmu yang dianutnya.Senn mengemukakan.

metode merupakan perwujudan dari metodologi. “Apa yang bisa kita ketahui dan bagaimana kita mengetahui” adalah masalah-masalah sentral epistemologi. sedangkan metodologi merupakan salah satu aspek yang tercakup dalam epistemologi. Lebih jelas lagi. karena ita tidak bisa menangkapnya. mengidentifikasikan sumber-sumbernya dan menetapkan batas-batasnya. tentu lebih sulit lagi. baik dalam aspek parsial atau total. dilanjutkan dengan merinci pada metodologi.Oleh karena itu. problem penyelidikan ilmiah yang secara filosofis menjadi kajian utama cabang epistemologi yang berkaitan dengan problem metodologi juga berkaitan dengan rancangan tata pikir. HAKIKAT EPISTEMOLOGI Pembahasan tentang hakikat. tetapi masalah-masalah ini bukanlah semata-mata masalah-masalah filsafat. epistemologi mencakup bahasan metodologis. metodologi dan metode sebagai berikut: Dari epistemologi. Dalam filsafat. bidang epistemologi bukanlah lapangan filsafat. bahwa seseorang yang sedang mempertimbangkan penggunaan dan penerapan metode untuk memperoleh pengetahuan. Sebab epistemologi itu berkenaan dengan pekerjaan . maka metode sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari filsafat. Kemudian berbicara tentang metodologi yang berarti berbicara tentang cara-cara atau metodemetode yang digunakan oleh manusia untuk mencapai pengetahuan tentang realita atau kebenaran. dan dari metodologi itulah akhirnya diperoleh metode. melainkan termasuk dalam kajian psikologi. Secara lebih khusus. Adapun epistemologi merupakan bagian dari filsafat. istilah metodologi berkaitan dengan praktek epistemologi. Epistemologi itu sendiri adalah sub sistem dari filsafat. membedakan cabang-cabangnya yang pokok. Metodologi inilah yang memberikan penjelasan-penjelasan konseptual dan teoritis terhadap metode. Apalagi hakikat epistemologi. Pandangan yang lebih ekstrim lagi menurut Kelompok Wina. dapat dijelaskan urutan-urutan secara struktural-teoritis antara epistemologi. yang biasanya terfokus pada metode atau tehnik. Epistemologi berusaha memberi definisi ilmu pengetahuan. Filsafat mencakup bahasan epistemologi. apa yang benar dan dapat dipergunakan sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan. Jadi. kecuali ciri-cirinya. mengingat pembahasan tentang seluk-beluk metode itu ada pada metodologi. maka dia harus mengacu pada metodologi. lagi-lagi terasa sulit.

terutama pada saat proses aplikasi metode deduktif yang penuh penjelasan dari hasil pemikiran yang dapat diterima akal sehat. the workings of human mind. padahal realitasnya banyak sekali. walaupun objeknya tidak merupakan ilmu yang empirik. atau sekedar memiliki persentuhan yang erat dengan epistemologi. epistemologi lebih berkaitan dengan filsafat. Selain itu. Kemudian jika diingat. sebab epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang membentang seluas jangkauan metafisika sendiri. bahwa filsafat adalah landasan dalam menumbuhkan disiplin ilmu. sehingga tidak ada sesuatu pun yang boleh disingkirkan darinya. Pengetahuan biasanya diandaikan begitu saja. Ini berarti tidak ada disiplin ilmu lain. logika itu sendiri patut dipertanyakan. epistemologi . Ada yang menyatakan. Perbedaaan padangan tentang eksistensi epistemologi ini agaknya bisa dijadikan pertimbangan untuk membenarkan Stanley M. Cara pandang demikian akan berimplikasi secara luas dalam menghilangkan spesifikasi-spesifikasi keilmuan. karena filsafat mengedepankan upaya pendayagunaan pikiran. maka minat untuk membicarakan dasar-dasar pertanggungjawaban terhadap pengetahuan dirasakan sebagai upaya untuk melebihi takaran minat kita. Dalam epistemologi terdapat upaya-upaya untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkannya. Sejak semula. kecuali psikologi. pengetahaun merupakan hal yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari. bahwa posisi logika berada diluar ontologi. Luasnya jangkauan epistemologi ini menyebabkan objek pembahasannya sangat detail dan pelik. epistemologi keilmuan adalah rumit dan penuh kontroversi. diluar epistemologi sama sekali. apakah logika itu bagian dari epistemologi. epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat sistematik yang paling sulit. justru karena epistemologi menjadi ilmu dan filsafat sebagai objek penyelidikannya. Oleh karena itu. Metodologi misalnya telah digabungan secara teliti dengan epistemologi dan logika. maka seluruh disiplin ilmu selalu berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. Tampaknya Kelompok Wina melihat sepintas terhadap cara kerja ilmiah dalam epistemologi yang memang berkaitan dengan pekerjaan pikiran manusia.Hunt yang menilai.pikiran manusia. Tidak ada satu pun aspek filsafat yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pikiran manusia. Honer dan Thomas C. Sementara itu. Aktivitas-aktivitas ini ditempuh melalui perenunganperenungan secara filosofis dan analitis.

sebab jangkauan berpikirnya adalah masa depan. bahwa epistemologi keilmuan pada hakikatnya merupakan gabungan antara berpikir secara rasional dan berpikir secara empiris. berarti dia menggunakan pendekatan induktif. Adakalanya seseorang selalu mengarahkan pemikirannya ke masa depan yang masih jauh. maka tindakannya itu justru merugikan. Ia merupakan parameter yang bisa memetakan. Suriasumatri.dan aksiologi. apa yang mungkin diketahui tetapi lebih baik tidak usah diketahui. Kita terkadang menemukan seseorang beraktivitas dengan serba strategis. tidak bisa lepas dari ontologi dan aksiologi. ada yang hanya berpikir berdasarkan pertimbangan jangka pendek sekarang dan ada pula seseorang yang berpikir dengan kencenderungan melihat ke belakang. baruk ditarik kesimpulan secara umum. Sebaliknya. sehingga tidak mungkin bisa diketahui. Selanjutnya. Dalam pemahaman yang sederhana epistemologi memiliki interrelasi (saling berhubungan dengan komponen lain. meskipun memungkinkan untuk diketahui. sehingga tidak perlu diketahui. jika dilihat dari kepentingan jangka panjang. ada yang cenderung bertolak dari gejala-gejala yang sama. epistemologi tersebut sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. Di samping itu. Jujun S. berarti dia menggunakan pendekatan deduktif. apa yang mungkin diketahui dan harus diketahui. Pada bagian lain dikatakan. dan apa yang sama sekali tidak mungkin diketahui. sebab secara . Seseorang yang senantiasa condong menjelaskan sesuatu dengan bertolak dari teori yang bersifat umum menuju detail-detailnya. Epistemologi ini juga bisa menentukan cara dan arah berpikir manusia. bahwa persoalan utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. karena jangkauan berpikirnya yang amat pendek. Tidak semua objek mesti dijelajahi oleh pengetahuan manusia. yaitu masa lampau yang telah dilalui. ontologi dan aksiologi). Tetapi terkadang kita jumpai seseorang dalam melakukan sesuatu sesungguhnya sia-sia. Kedua cara berpikir tersebut digabungan dalam mempelajari gejala alam untuk menemukan kebenaran. Ada juga objek yang benar-benar merupakan misteri. Epistemologi dengan demikian bisa dijadikan sebagai penyaring atau filter terhadap objek-objek pengetahuan. Ada objek-objek tertentu yang manfaatnya kecil dan madaratnya lebih besar. Menurut. Pola-pola berpikir ini akan berimplikasi terhadap corak sikap seseorang. epistemologi atau teori mengenai ilmu pengetahuan itu adalah inti sentral setiap pandangan dunia. apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin menurut bidang-bidangnya.

Oleh sebab itu. Selama belum digugurkan oleh temuan lain. Perkemabangan ilmu pengetahuan dengan demikian membuktikan. maka epistemologi dapat memberikan pengayaan gambaran proses terbentuknya pengetahuan ilmiah. mengingat bahwa proses itulah menunjukkan mekanisme kerja ilmiah dalam memperoleh ilmu pengetahuan. sehingga tidka jarang temuan ilmu pengetahuan yang lebih dulu ditentang atau disempurnakan oleh temuan ilmu pengetahuan yang kemudian. bahwa kebenaran ilmu pengetahuan itu bersifat tentatif. sedangkan usah membuktikan berkaitan dengan induksi. sedangkan usaha untuk membuktikan adalah aplikasi berpikir empiris. Sebagai teori pengetahuan ilmiah. Melalui pelaksanaan fungsi dan tugas dalam menganalisis prosedur ilmu pengetahuan tersebut. Popper. epistemologi adalah usaha untuk menafsir dan membuktikan keyakinan bahwa kita mengetahuan kenyataan yang lain dari diri sendiri. Ilmu pengetahuan harus berkembang terus. maka suatu temuan dianggap benar. akan kehilangan kekhasannya. epistemologi bisa menentukan cara kerja ilmiah yang paling efektif dalam memperoleh ilmu pengetahuan yang kebenarannya terandalkan. bahwa usaha menafsirkan berkaitan dengan deduksi. Gabungan kedua macaram cara berpikir tersebut disebut metode ilmiah. Proses ini lebih penting daripada hasil. Perbedaan hasil teman dalam masalah yang sama ini disebabkan oleh perbedaan prosedur yang ditempuh para ilmuwan dalam membentuk ilmu pengetahuan. epistemologi berfungsi dan bertugas menganalisis secara kritis prosedur yang ditempuh ilmu pengetahuan dalam membentuk dirinya. Hal ini juga bisa dikatakan.epistemologi ilmu memanfaatkan dua kemampuan manusia dalam mempelajari alam. Usaha menafsirkan adalah aplikasi berpikir rasional. ilmu pengetahuan harus ditangkap dalam pertumbuhannya. epistemologi adalah teori pengetahuan ilmiah. sebab ilmu pengetahuan yang berhenti. Tetapi. Akhirnya. yakni pikiran dan indera. PENGARUH EPISTEMOLOGI Bagi Karl R. .

Suatu peradaban. baik yang dimiliki seseorang maupun masyarakat. Dinamika pemikiran tersebut mengakibatkan polarisasi pandangan. epistemologi senantiasa mendorong dinamika berpikir secara korektif dan kritis. Dalam filsafat. Epistemologi mengatur semua aspek studi manusia. Koreksi secara kontinyu terhadap pemikirannya sendiri ini untuk menyempurnakan argumentasi atau alasan supaya memperoleh hasil pemikiran yang maksimal. Epistemologi dari masyarakatlah yang memberikan kesatuan dan koherensi pada tubuh.Epistemologi juga membekali daya kritik yang tinggi terhadap konsep-konsep atau teoriteori yang ada. sehingga perbedaan pemikiran itu dapat dipahami secara memuaskan dengan melacak akar persoalannya pada perbedaan sudut pandang. bahwa keragaman seseorang atau masyarakat akan dipengaruhi pula oleh pandangan epistemologinya serta situasi sosial politik yang melingkupinya. pada gilirannya juga menghasilkan pemikiran yang berbeda. Kondisi demikian sesungguhnya dalam dunia ilmu pengetahuan adalah suatu kelaziman. ide atau gagasan. tidak ada yang aneh sama sekali. Penguasaan epistemologi. Epistemologilah yang menentukan kemajuan sains dan teknologi. bila para ilmuwan memperkuat penguasaannya. sudah tentu dibentuk oleh teori pengetahuannya. sedangkan perbedaan sudut pandangan itu dapat dilacak dari epistemologinya Secara global epistemologi berpengaruh terhadap peradaban manusia. kepercayaan dan sistem nilai mereka. karena didukung oleh penguasaan dan bahkan . Mohammad Arkoun menyebutkan. dari filsafat dan ilmu murni sampai ilmu sosial. ilmu-ilmu mereka itu—suatu kesatuan yang merupakan hasil pengamatan kritis dari ilmu-ilmu—dipandang dari keyakinan. sehingga perkembangan ilmu pengetahuan relatif mudah dicapai. Kendati terhadap satu persoalan. Wujud sains dan teknologi yang maju disuatu negara. Ini menunjukkan bahwa epistemologi bisa mengarahkan seseorang untuk mengkritik pemikiran orang lain (kritik eksternal) dan pemikirannya sendiri (kritik internal). terutama cara-cara memperoleh pengetahuan yang membantu seseorang dalam melakukan koreksi kritis terhadap bangunan pemikiran yang diajukan orang lain maupun oleh dirinya sendiri. banyak konsep dari pemikiran filosof yang kemudian mendapat serangan yang tajam dari pemikiran filosof lain berdasarkan pendekatan-pendekatan epistemologi. tetapi karena sudut pandang yang ditempuh seseorang berbeda. Keberangaman pandangan seseorang dalam mengamati suatu fenomena akan melahirkan keberagaman pemikiran. Implikasinya.

Demikian halnya yang terjadi pada teknologi. . Epistemologi menjadi modal dasar dan alat yang strategis dalam merekayasa pengembanganpengembangan alam menjadi sebuah produk sains yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.pengembangan epistemologi. sehingga kemajuan sains dan teknologi tanpa didukung oleh kemajuan epistemologi. tetapi jika dilacak lebih jauh lagi ternyata teknologi sebagai akibat dari pemanfaatan dan pengembangan epistemologi. Tidak ada bangsa yang pandai merekayasa fenomena alam. Meskipun teknologi sebagai penerapan sains.

bertolak dari teori ini kita akan tahu bahwa logam lain yang kalau dipanasi juga akan mengembang. Dari contoh di atas bisa diketahui bahwa induksi tersebut memberikan suatu pengetahuan yang disebut dengan pengetahuan sintetik. DEDUKSI Definisi deduksi. metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum. setelah diperoleh pengetahuan. Ada penyelidikan bentuk logis teori itu dengan tujuan apakah teori tersebut mempunyai sifat empiris atau ilmiah. Deduksi adalah suatu metode yang menyimpulkan bahwa data-data empiric diolah lebih lanjut dalam suatu system pernyataan yang runtut. suatu interfensi biasa disebut induktif bila bertolak dari pernyataan-pernyataan tunggal. Dan menurut suatu pandangan yang luas diterima. seperti ilmu mengajarkan kita bahwa kalau logam dipanasi. ia mengembang. maka akan dipergunakan hal-hal lain. Hal-hal yang harus ada dalam metode deduktif adalah adanya perbandingan logis antara kesimpulan-kesimpulan itu sendiri. ada perbandingan dengan teori-teori lain dan ada pengujian teori dengan jalan menerapkan secara empiris kesimpulan-kesimpulan yang bias ditarik dari teori tersebut. penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus Comtoh : Dalam induksi. Induksi yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan-pernyataan hasil observasi disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum. . ilmu-ilmu empiris ditandai oleh metode induktif.INDUKSI DAN DEDUKSI INDUKSI Definisi induksi. seperti gambaran mengenai hasil pengamatan dan penelitian orang sampai pada pernyataan-pernyataan universal. penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum.

teori-teori dapat dikukuhkan sebagai benar atau bahkan hanya mungkin benar. . Tidak pernah ia menganggap bahwa berkat kesimpulan-kesimpulan yang telah diverifikasikan.Popper tidak pernah menganggap bahwa kita dapat membuktikan kebenaran-kebenaran teori dari kebenaran pernyataan-pernyataan yang bersifat tunggal. harga akan turun. maka harga beras akan turun. karena penawaran beras besar. Contoh : jika penawaan besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful