P. 1
Azeotrop

Azeotrop

|Views: 559|Likes:
Published by Annisa Sukmasari

More info:

Published by: Annisa Sukmasari on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2015

pdf

text

original

 Campuran dari dua atau
lebih larutan dengan rasio tertentu yang komposisinya tidak dapat dipisahkan dengan distilasi sederhana

 Hal ini terjadi ketika
campuran azeotrop mencapai titik didih, tidak ada perbedaan volatilitas dari komponennya.

sehingga tidak dapat dipisahkan dengan distilasi biasa.  Pada beberapa campuran. Campuran ini disebut azeotrop .Why azeotrope can’t be separated by simple distillation  Distilasi biasa disasarkan pada perbedaan volatilitas dari setidaknya dua komponen. pada suhu dan tekanan tertentu terjadi tidak adanya perbedaan volatilitas artinya volatilitas masing-masing komponen sama.

1°C.5°C . metanol mendidih pada 64. Kloroform memiliki titik didih 61.4% kloroform dan 12. Azeotrop Positif : Campuran yang titik didih azeotropnya lebih rendah dibandingkan dengan titik didih komponennya  Campuran 87. tapi campuran azeotropnya mendidih saat 53.6% metanol.7°C.

Diagram Fasa Azeotrop Positif .

 Azeotrop Negatif : Campuran yang titik didih azeotropnya lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih komponennya  Asam format pada konsentrasi 77. Asam for murni mendidih pada −84°C dan air pada 100°C. tetapi campuran azeotropnya mendidih pada 110°C.5% dan air 22. dengan demikian titik didih azeotrop lebih tinggi dari komponennya. .5%.

Diagram Fasa Azeotrop Negatif .

sehingga tidak perlu energi tinggi untuk memutus interaksi antar molekul .Why positive azeotrope has minimum boiling point but maximum pressure in azeotrope point?  Pada tekanan tinggi gerakan molekul akan semakin acak.

.

 Entrainer : zat perantara tambahan  Entrainer akan mempengaruhi volatilitas dari salah satu penyusun azeotrop  Jika ditambahkan ke azeotrop biner. akan terbentuk azeotrop terner  Kemudian didistilasi untuk mendapatkan salah satu komponen murninya .

5%. Pada campuran azeotrop etanol-air ditambahkan CaO yang bereaksi secara kuat dengan air membentuk senyawa non-volatil Ca(OH)₂ Kalsium Hidroksida tidak larut dalam alkohol sehingga mudah dipisahkan dari etanol dengan distilasi atau dekantasi Kemurnian etanol dengan distilasi menggunakan entrainer biasanya bisa mencapai 99. Tipe lain entrainer adalah memiliki sifat     afinitas kimia yang kuat terhadap salah satu penyusun azeotrop. Sekarang metode ini hanya digunakan dalam skala laboratorium . contohnya CaO dalam pemisahan etanol-air.

garam akan meningkatkan titik didih pelarut dan menurunkian volatilitas pelarut. namun tidak larut dalam komponen lain menyebabkan volatilitas komponen azeotrop yang melarutkan garam tersebut akan menurun. kemudian dilakukan distilasi .Ketika suatu garam dilarutkan dalam pelarut. dan komponen azeotrop lainnya tidak terpengaruh. Dengan cara ini dapat dilakukan pemecahan azeotrop etanol-air dengan kalium asetat. Jika garam tersebut terlarut dalam salah satu komponen azeotrop.

Beberapa campuran azeotrop akan berubah komposisinya bila tekanan sistem berubah Tekanan sangat berpengaruh pada kesetimbangan campuran azeotrop .

.

.

 Jenis sieve yg digunakan pada pemisahan etanol 95% ini adalah tipe 3A. Molecular sieve adalah: kristal alumina silikat yg memiliki 3 dimensi dengan silica dan alumina tetrahedral yg saling terhubung atau sering disebut dengan zeolit sintetik.2Å. . berbentuk bubuk dgn pori 3Å. Pemilihan ini spesifik ̴ untuk pemisahan air yg memiliki diameter kritis 3.

. Steam parsial yang mengandung uap etanol dipanaskan di dalam superheatter kemudian masuk kedalam unit molecular sieve untuk proses dehidrasi. Etanol cair ditampung dalam tangki etanol. Uap anhidrat etanol yang lolos akan masuk kedalam kondensor. Feed etanol 95% dipompa masuk     kedalam kolom stipper/Rectifier. Uap kemudian dilewatkan ke dalam tumpukan molecular sieve dimana air pada arus feedakan teradsorbsi oleh material molecular sieve. lalu didinginkan lebih lanjut dalam cooler.

     Proses sederhana sehingga mudah dioprasikan. Permasalahan yg umum terjadi hanya pada terjadinya kemungkinan fouling dan kerusakan akibat destruksi mekanik.   . dengan menggunakan beberapa jenis ukuran sieve yg spesifik ut masing2 molekul yg ingin dipisahkan. penambahan steam hanya sedikit diatas kebutuhan teoritis sistem distilasi. Jika diintegrasikan dengan sistem distilasi. Tidak memerlukan kontrol yang ketat pada kualitas produk. Sieve dpt digunakan ut pemisahan beberapa kontaminan. Memiliki umur yg panjang. Dapat didesain sebagai sistem yg terpisah atau terintegrasi dengan sistem distilasi. Tidak memerlukan penambahan bahan kimia inert lain.

.

 Teknologi membran ini  Pervaporasi merupakan penggabungan dari proses permeasi memalui membran dengan proses evaporasi penghalang antara umpan dalam fasa liquid dengan permeate yang tervaporasi dalam fasa gas menggunakan metoda pervaporasi  Membran sebagai .

 Memiliki selektifitas yang tinggi  tidak membutuhkan zat kimia tambahan  Hemat energi  Mudah dalam scale-up .

 Efisiensi proses pervaporasi sangat tergantung pada performa membran oleh karena itu pemilihan jenis membran sangat mempengaruhi performa membran itu sendiri .

perpindahan terjadi dengan bantuan carrier molecule yang mentransportasikan komponen yang diinginkan untuk melewati membran.1. Porous membrane: Pemisahan 2. baik gas maupun cairan. berdasarkan atas ukuran partikel dari zat-zat yang akan dipisahkan. 3. . Carrier membrane: Pada carriers membrane. Hanya partikel dengan ukuran tertentu yang dapat melewati membran sedangkan sisanya akan tertahan. Non-porous membrane:Dapat digunakan untuk memisahkan molekul dengan ukuran yang sama.

Cross-link: menjadikan polimer tidak larut dalam air 2. Copolimerization . Grafting 4. Blending: pencampuran polimer yang tidak terikat secara kovalen yang bertujuan mendapatkan memran pemisahan campuran komponen dengan gugus fungsi yang berbeda 3.1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->