P. 1
pembukaan uud 45

pembukaan uud 45

|Views: 412|Likes:
Published by Nuraini Oncezz

More info:

Published by: Nuraini Oncezz on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Sections

  • I. PENGANTAR
  • II. PENDAHULUAN
  • III. "DUA KAPAL BERBEDA MENGHADAPI BAJAK LAUT YANG SAMA"
  • IV. PRD DAN PERSOALAN TIMOR TIMUR
  • V. SEJARAH PERJUANGAN SPRIM
  • VI. PERDEBATAN WILAYAH RI DALAM BPUPKI, 1945
  • VII. SOLUSI TIMOR TIMUR SEBAGAI PRAKTEK PEMBUKAAN UUD 1945
  • VIII. TIMOR-PORTUGIS PADA MASA PEMERINTAHAN SOEKARNO
  • IX. PRAJURIT ABRI SEBAGAI TUMBAL
  • X. GARDA PEMUDA PENEGAK INTEGRASI (GADAPAKSI)
  • XI. BANGSA TIMOR TIMUR SEBAGAI KELAS BURUH
  • XII. TIMOR TIMUR DALAM SISTEM POLITIK INDONESIA
  • XIII. TIMOR TIMUR DAN PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN (Preambule

)
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan gerbang negara Indonesia yang merdeka, bersatu berdaulat adil dan makmur. Atas berkat Rakhmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan Luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulaan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

I. PENGANTAR
Setiap orang Indonesia terikat pada kebijaksanaan dari bangsanya sendiri. Sehingga pengertian mereka tentang Timor Timur adalah produk dari bagaimana pemerintah melihatnya. Kecuali jika mereka mendengarkan kata nuraninya sendiri dan menyatakan hubungan batin mereka pada prinsip-prinsip keadilan, kebebasan dan rule of law" Pembelaan Xanan Gusmao, 27 Maret 1993 Persidangan atas para aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) di dalam pengadilan rejim Soeharto yang otoriter hanyalah bertujuan untuk menunjukkan otot kekuasaan pada rakyatnya yang kritis dan menghendaki perbaikan-perbaikan dalam proses ketatanegaraan yang telah korup dan busuk. Sudah sepantasnya kami tidak melayani otot kekuasaan dengan otot, tapi dengan argumentasi politik dan penjelasan menggunakan akal sehat dan hati nurani. Tidak ada gunanya kami melakukan pembelaan berdasarkan prinsip-prinsip hukum yang pada prakteknya hanya digunakan untuk melegalkan kejahatan politik penguasa atas rakyatnya sendiri. Persidangan ini

hanyalah panggung sandiwara untuk menunjukkan watak kekuasaan yang sedang menanggalkan pakaian moral dan etikanya. Sebuah pemandangan kekuasaan yang telanjang, vulgar, ekstrim, dan tidak kenal malu. Untuk melawan kekuasaan yang Machiavelis seperti ini adalah jauh lebih berharga bila dari penjara di LP Cipinang, saya dapat mewariskan pemikiran-pemikiran politik saya dalam persoalan demokrasi dan solusi untuk Timor Timur. Menghadapi penguasa yang tidak suka berdialog, yang mau menang sendiri, tidak menghargai perbedaan pendapat adalah sama sekali tidak berguna. Karena itu pokok-pokok pikiran yang saya tulis selama menghuni sel ukuran 4 X 8 meter di LP Cipinang akan saya serahkan pada rakyat agar mereka dapat membaca, merenungkan, dan memahami perjuangan PRD dan Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia untuk Maubere (SPRIM) dalam hubungannya dengan hak rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Sebagai seorang Indonesia yang selalu mendengar dongeng perjuangan kemerdekaan yang heroik melawan penjajahan, tulisan ini lebih merupakan suatu persembahan kecil bagi rakyat Timor Timur agar tidak mengisi memori mereka tentang Indonesia dengan kekejaman dan kebrutalan semata, tapi juga dengan secercah harapan bahwa di Indonesia juga terdapat orangorang yang mungkin belum pernah mereka jumpai -- dan bergabung dalam PRD atau SPRIM -yang sepenuhnya, dengan rasa hormat ingin berada satu barisan dengan rakyat Timor Timur untuk menghadapi musuh bersama. "RAKYAT DUA BANGSA MENGHADANG KEKUASAAN OTORITER YANG SAMA", demikianlah saya penyebut pembelaan saya. Pembelaaan ini sama sekali bukanlah sebagai reaksi atas semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan politik yang sejak awal telah menjadi alat kekuasaan belaka. SPRIM dan PRD secara tegas sudah sejak awal tidak lagi mengakui persidangan ini sebagai upaya hukum. Tapi tak lebih dari upaya melegalkan suatu kejahatan kekuasaan. Sebuah keyakinan politik dan kebebasan berpendapat sebagaimana yang dijamin dalam pasal 28 UUD 1945 tidak dapat diadili atau dikriminalkan. Perlakuan seperti itu hanya pantas dilakukan oleh para penguasa kolonial atas rakyat jajahan atau rejim-rejim fasis di masa silam. Seharusnya rejim ini membuat pledoi kepada kami, atas semua kejahatan politik dan ekonomi yang telah mereka lakukan selama tiga puluh tahun terakhir. Seharusnya rejim yang mengupayakan pembelaan terhadap kekuasaan korupnya karena mendakwa PRD berdasarkan isi Manifesto PRD dan aksi-aksi kami. Dan vonisnya, biarlah rakyat yang menentukan. Seperti nasib Marcos ditakdirkan, seperti pengadilan atas Chun Doo Hwan diselenggarakan, seperti Mobutu kabur keluar negeri dengan ketakutan, seperti sang Apartheid de Klerk dipermalukan di muka rakyat kulit hitam Afrika. Persoalan Timor Timur bukanlah persoalan nasional, tapi persoalan internasional. Karena itu catatan ini juga ditujukan pada warga dunia agar paham dan tak ragu lagi untuk mendukung upaya pejuang demokrasi di Indonesia melawan otoriterisme dan pendudukan tentara Indonesia di Timor Timur. Saya sadar, dalam panggung masyarakat global, rejim Soeharto adalah TERDAKWA yang sedang diadili akibat kejahatan yang dilakukannya atas rakyat Timor Timur sepanjang 20 tahun terakhir. Dan pengadilan itu secara seremonial ditunjukkan di Oslo pada waktu penyerahan hadiah Nobel Perdamaian pada Uskup Belo dan Ramos Horta pada tanggal 10 Desember 1996. Saya tidak tahu apakah Ali Alatas sudah menyiapkan sebuah pembelaan yang

dapat diterima etika masyarakat beradab dengan demagogi integrasinya? Atau menambah kejahatan baru dengan menggerakkan provokator dari Gardapaksi untuk melakukan teror atas kaum demokrat yang mendukung hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Maubere? Bab-bab dalam pembelaan ini semoga dapat menjelaskan kepada semua umat manusia yang beradab, agar berani memutuskan dan bertindak, bahwa toleransi atas suatu penindasan yang brutal haruslah mempunyai batas. Kemanusiaan tidak dapat dikalahkan oleh demagogi right or wrong is my country yang sekarang digunakan oleh penguasa dalam soal Timor Timur. Suatu demagogi yang dibuat oleh kolonialis Inggris di masa lalu untuk menunjukkan arogansi kekuasaannya atas bangsa-bangsa lain yang mereka jajah. Dan tragisnya, Jaksa Penuntut Umum menggunakan demagogi ini untuk menjadikan saya sebagai terdakwa dan ia di pihak yang 'benar'. SPRIM menganggap manusia Timor Timur, manusia Indonesia atau manusia di seluruh dunia tidak bisa direndahkan statusnya, apalagi untuk membenarkan suatu proses penghancuran peradaban manusia atas nama Tanah Air, bangsa atau negara. Prinsip-prinsip ini hanya pernah muncul di bawah fasisme Mussolini dan Naziisme Hitler. Semua penindasan rakyat dari dua bangsa yang berbeda pada akhirnya akan membangkitkan rakyat di kedua negeri untuk melawan dan menegakkan kedaulatannya. Dan sejarah Indonesia telah memberikan fakta yang tidak terbantahkan bahwa rakyat dari kaum penjajah ternyata bisa menjalankan satu tekad bersama dengan rakyat jajahan karena didasari pada prinsip yang sama: menentang kolonialisme. Mr JEW Duijs, pembela Moh. Hatta dkk. dalam pengadilan kolonial di Negeri Belanda, adalah seorang yang bersimpati pada gerakan kemerdekaan Indonesia, dan secara langsung menjadi oposisi bagi rejim kolonial yang berkuasa saat itu. Pembelaannya atas keyakinan politik Hatta dan kawan-kawan, sekaligus menjadi corong bagi partainya SDAP untuk menentang eksploitasi kolonial. Dalam pembelaan yang menakjubkan di depan Majelis Hakim dikatakan: "Tuan-tuan hakim yang terhormat, jumlah orang yang jatuh jadi korban, yang dibunuh dan jumlah tiang gantungan yang tidak diketahui lagi jumlahnya, sudah merupakan tugu peringatan yang akan selalu mengingatkan ... bahwa kejadian-kejadian tersebut akan selalu mengingatkan kita dan orang-orang di Hindia Belanda, kepada kekejaman rejim kolonialisme Belanda ... Saya hanya melihat keadaannya sebagai akibat dari cara-cara penindasan dan perkosaan yang kita lakukan atas hak-hak mereka. Bagaimanakah reaksi Belanda, jikalau terjadi hal seperti itu di negeri ini?" (Membela Mahasiswa Indonesia di Depan Pengadilan Belanda, Jakarta, Gunung Agung, 1985, h. 116) Dan pengadilan Hatta di Belanda, merupakan awal dari dukungan rakyat Belanda yang semakin meluas atas perjuangan kaum pergerakan Indonesia di Hindia Belanda. Hal yang sama juga akan berlaku atas persidangan PRD karena keyakinan politinya untuk mendukung referendum di Timor Timor. Pengadilan ini akan mempererat solidaritas rakyat di dua negera melawan rejim yang sama: Rejim otoriter yang anti-demokrasi dan kedaulatan rakyat. Dan dari penjara Orde Baru di LP Cipinang, dalam suasana tanpa kemerdekaan secara fisik, saya semakin mencintai kemerdekaan itu sendiri. Untuk itu semua penjara ini telah ditempuh oleh para aktivis PRD dan pejuang Timor Timur. Kami telah menjalankan suatu nasehat dari Jan Romein dalam baris-baris puisinya:

Cinta kemerdekaan membangkitkan pemberontakan memaksa orang untuk melawan apa yang ada karena kemerdekaan mau direbut. saya. Tembok-tembok itu harus dibongkar agar dapat dimengerti maknanya Akhirnya. 10 Desember 1996 II. Pengadilan tersebut membuktikan bahwa tidak semua rakyat Belanda sepakat dengan kekuasaan kolonial pemerintahannya sendiri. untuk menciptakan kerukunan dan toleransi. Pengadilan ini membuktikan bahwa rejim takut pada solusi yang ditawarkan oleh rakyatnya sendiri dalam soal . Uskup Belo. Sebaliknya. Mereka ingin membangun jembatan dengan saudara-saudara Indonesia mereka. pidato di Oslo. sebagai koordinator SPRIM mendapat nasib yang jauh lebih buruk dari pengadilan kolonial tersebut. saya mendapat tumpukan-tumpukan dakwaan yang banyak di sekitar aktivitas dan keyakinan politik dari SPRIM dan PRD untuk mendukung suatu proses penentuan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur melalui cara-cara damai. Di sini. di pengadilan ini. mereka rindu perdamaian di tengah masyarakat dan wilayah mereka. ia lalu disembunyikan di balik tembok masa kini para penguasa. Juni 1997 WILSON Koordinator SPRIM. maka saya harus diadili oleh orang-orang yang sebangsa tapi dengan keyakinan politik ekspansionis dan berwatak otoriter. Bila Hatta harus berhadapan dengan rejim kolonial yang angkuh. Hari ini. SOLIDARITAS PERJUANGAN RAKYAT INDONESIA UNTUK MAUBERE (S P R I M) Rakyat Timor Timur bukanlah orang yang tak mau kompromi. PENDAHULUAN Pada tahun 1928 Mohammad Hatta diadili di Negeri Belanda karena aktivitas politiknya menuntut Indonesia merdeka. ALUTA CONTINUA! LP Cipinang. Pengadilan terhadap Hatta tersebut telah mendapat tentangan dari berbagai partai politik serikat buruh dan kaum intelektual di negeri kolonialis tersebut. Mereka bukanlah tak mau memaafkan dan melupakan pengalaman pahit mereka.

Ini merupakan suatu sifat kekanak-kanakan yang menunjukkan pada bangsa di dunia. Bukannya mengakomodasi kemajuan kesadaran politik yang beradab daam solusi Timor Timur. karena rakyatnya sendiri jauh lebih cepat menyerap nilai-nilai positif dari masyarakat maju yang beradab tersebut. Kekeliruan itu sudah saatnya untuk dikoreksi. Malah lebih ekstrem lagi dianggap subversif dan membahayakan negara. bukan mencari jalan keluar.Timor Timur. karena situasi yang tegang tersebut . karena sudah terjerumus ke dalam lubang kelam sejarah peradaban yang mereka gali sendiri. karena solusi tersebut tidak sesuai dengan kepentingan penguasa. Bila usaha-usaha untuk menempuh "cara damai" ini dihindari bahkan dihujat oleh penguasa Orde Baru. generasi baru yang menyaksikan gelombang demokrasi dan tumbangnya rejim-rejim otoriter dan kolonialis di akhir abad 20 "telah menolak untuk diseret dengan paksa ke dalam lubang kelam sejarah yang digali oleh penguasa Orde Baru". Penguasa Orde Baru selalu berusaha menciptakan situasi kisruh dan tegang di Timor Timur. Kami. bahwa politik penguasa yang menyangkut soal Timor Timur sudah merupakan kekeliruan sejak awalnya. Dan SPRIM merupakan suatu organisasi yang secara terbuka menyatakan pada penguasa. Dalam tata dunia baru yang mengangungkan hak asasi dan demokrasi adalah suatu kehormatan bila cara-cara lama yang lapuk itu dibuang jauh-jauh dan menyesuaikan dengan dinamika masyarakat baru yang menghendaki perdamaian dan kemerdekaan sebagai suatu etika masyarakat modern yang maju dan beradab. Kasus PRD adalah salah satu parade arogansi kekuasaan yang menggunakan berbagai cara untuk menutupi kesalahan mereka. Cara-cara diplomatis dan persekongkolan ala elit militer sudah terbukti gagal dan tidak dapat menyelesaikan soal Timor Timur. segala praktek politik yang merupakan bangkai sejarah Perang Dunia II atau cacat peradaban seperti yang dilakukan oleh kolonialisme dan perang dingin haruslah ditanggalkan. khususnya para pembela demokrasi dan hak asasi manusia. agar tidak menghubungkan aktivitas politik mereka dengan segala hal yang berhubungan dengan Timor Timur. penguasa malah mengecam dan bila perlu mengenakan pasal-pasal subversi atas rakyatnya sendiri. Memasuki awal abad ke-21. Penguasa takut. Ketakutan untuk menghadapi situasi baru dari zaman yang berubah tersebut tampak dari pengadilan atas aktivis PRD dan SPRIM. SPRIM yakin bahwa satu-satunya cara yang adil dan demokratis untuk menuntaskan itu semua adalah dengan suatu strategi damai yang melibatkan partisipasi langsung rakyat Timor Timur dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini merupakan suatu cara kasar dan jorok untuk menakut-nakuti rakyatnya sendiri. ingin mengabarkan pada rakyat Indonesia bahwa persoalan Timor Timur harus dituntaskan dengan melibatkan partisipasi langsung dari rakyat. Dan cara damai itu tidak bisa tidak akan bermuara pada satu titik yaitu REFERENDUM bagi Timor Timur. bila aktivitas itu tidak menguntungkan diplomasi rejim untuk menutupi segala pelanggaran hak-hak asasi atas sebuah bangsa yang sudah dijalankan lebih dari 21 tahun. Kami secara tegas mengatakan. karena tujuan dari segala permainan politik mereka memang untuk menutupi persoalan. berarti mereka sendiri yang tidak menghendaki terciptanya "suasana damai" di Timor Timur. betapa takutnya rejim di sini akan partisipasi rakyatnya dalam menuntaskan soal Timor Timur menurut versi dan cara yang harus disesuaikan dengan keinginan rakyat Timor Timur itu sendiri. terbukti telah gagal memberikan jalan keluar bagi persoalan Timor Timur yang dibuatnya sendiri. Sikap penguasa Orde Baru yang masih mewarisi tradisi yang sudah usang dan kadaluarsa tersebut. ditunjukkan dan dikritik secara terbuka dan terang-terangan di depan rakyatnya sendiri.

yaitu menegakkan kedaulatan rakyat. tapi menghadapi "bajak laut" yang sama. bahwa solusi bagi Timor Timur tidak dapat diharapkan akan mengalami kemajuan bila sistem politik yang berlaku masih di bawah syarat-syarat yang otoriter. Alasan-alasan taktis untuk menghindari dukungan perjuangan rakyat Timor Timur. Pengadilan atas cita-cita politik bagi suatu Timor Timur yang merdeka. SPRIM menyerukan kepada rakyat Indonesia dan para pejuang demokrasi untuk secara berani. adil. Rakyat Timor Timur dan rakyat Indonesia adalah dua kapal dengan tujuan yang berbeda. Dengan masih berlangsungnya suatu praktek pendudukan atas bangsa Timor Timur. Sebab demokrasi dan kemerdekaan mempunyai pondasi yang sama. . Kami semakin yakin bahwa perjuangan demokrasi yang sedang tumbuh di tengah rakyat Indonesia akan menemukan titik temu dengan solusi Timor Timur. Berpikir dan bertindak sebagai seorang demokrat sejati. namun tegak di antara regangan nyawa para prajurit yang harus menelantarkan keluarga dan kehidupannya sendiri. Menghindari bicara soal Timor Timur akan menjadikan kita persis seperti gaya penguasa sekarang yang takut untuk bicara soal Timor Timur di tengah masyarakat global. Suatu cara legitimasi yang sukses menaikkan pangkat para perwira militer. bahwa Timor Timur adalah suatu persoalan yang tidak bisa dihindari dan harus ditanggung di atas pundak para pejuang demokrasi sejati. Selama kekuasaan yang ada sekarang menjadi trauma dan takut akan kedaulatan rakyat. maka perjuangan demokrasi Indonesia harus bersikap sebagaimana layaknya seorang demokrat sejati yang menganggap soal kemerdekaan suatu bangsa adalah amanat dari konstitusi dan menjadi pokok dari tegaknya hak asasi manusia. tanpa ragu-ragu. Bila penguasa Orde Baru menganggap persidangan ini akan menghentikan kami untuk terusmenerus mendukung perjuangan rakyat Timor Timur. dengan berbagai cara yang dimungkinkan untuk mengembalikan rel politik bangsa Indonesia menuju suatu pemerintahan yang demokratis dan anti-kolonialis secara konsekuen. maka mereka telah keliru. serta upaya dari klik kekuasaan untuk melegitimasi dirinya sebagai pahlawan penjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. sama halnya kita telah mengolok-olok demokrasi sebagai suatu yang dipecah-pecah dan tidak utuh. damai da tanpa kekerasan akan semakin membenarkan situasi yang sudah berkembang saat ini.memberi legitimasi untuk kehadiran kekuasaan mereka sendiri. kecuali upaya untuk memanipulasi segala jenis fakta yang menyangkut soal Timor Timur. justru akan memberikan citra kurang baik bagi kaum demokrat Indonesia di tengah komunitas kaum demokrat global yang sudah secara implisit dan eksplisit mendukung suatu referendum bagi Timor Timur. Proses pengintegrasian "nasionalisme" rakyat Timor Timur ke dalam "nasionalisme Orde Baru" terbukti menimbulkan ladang nyawa bagi rakyat Timor Timur dan para prajurit ABRI yang dikirim ke sana untuk perang agresif yang tidak peranh mereka kehendaki atau putuskan sendiri. Perjuangan demokratis bagi kami adalah sama berharganya dengan perjuangan rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Dari pengadilan ini. Pengadilan ini semakin membenarkan posisi dan keyakinan politik kami. Semuanya adalah skenario politik dari para penguasa militer di Jakarta untuk mempertahankan strategi perang dingin yang sudah wafat di awal tahun 1990-an. karena keduanya menghadapi arogansi kekuasaan yang sama. tanpa mampu menghubungkannya dengan nasib rakyat Timor Timur. selama itu pula perjuangan demokrasi dan rakyat Timor Timur akan berjalan beriringan.

Karena untuk melakukan itu dalam situasi tempat mereka hidup kemungkinan membutuhkan sepuluh kali keberanian dari orang-orang yang telah merintisnya. dijajah oleh pemerintah sendiri yang menjadi alat-alat politik. "Mereka ingin membangun jembatan-jembatan dengan saudara dan saudari Indonesia mereka untuk menemukan jalan serta cara menciptakan keharmonisan dan toleransi. pemilik modal global dan domestik. meskipun dipermulaan banyak kesulitan yang harus dihadapi. bahwa rakyat Indonesia juga ditindas oleh pemerintah yang sama. Pada suatu ketika tampak seakan-akan sebagian dari bangsa kita hendak membuktikan persamaan derajatnya dengan kaum penjajah ang lama dengan meniru atau melebihi dalam arti materiil.." (Pidato Oslo. Seperti kata pimpinan perjuangan Timor Timur Xanana Gusmao. bernasib sama dengan rakyat Timor Timur. "Rakyat Timor Timur mengamati gejala-gejala sosial. Kedua orang yang menjadi kepercayaan rakyat Timor Timur untuk menyatakan isi hatinya ini telah membuat para aktivis PRD terharu dan merasa malu. ternyata mengandung pada dirinya segi-segi dan sifatsifat yang berbahaya serta merugikan ." Sutan Sjahrir Harus dipahami bahwa rakyat Timor Timur menghadapi masalah dengan pemerintah Indonesia. sehingga tiap putera dan puteri Indonesia seakan-akan merasa dirinya dilahirkan baru sebagai manusia berharga. "DUA KAPAL BERBEDA MENGHADAPI BAJAK LAUT YANG SAMA" "Sesudah tercapainya kemerdekaan politik bangsa kita. Salam persahabatan dan solidaritas ini membuat kami semakin yakin. bahwa perasaan senasib akan melahirkan ikatan yang lebih kuat dan saling percaya. Dengan berjalannya waktu dan masuknya berbagai informasi. Kami merasa kasihan kepada mayoritas rakyat Indonesia yang menderita akibat kesenjangan sosial ekonomi. Namun kami sangat percaya pada nasehat Vavlac Havel bahwa sekarang ini sebenarnya kami tidak sendirian. memperoleh harga dan rasa diri. pengiriman mahasiswa atau pemuda Timor Timur ke wilayah Indonesia dapat disadari. tapi tak bisa. dua bangsa yang bertetangga ini akan mencapai cita-citanya.Dari persidangan ini SPRIM dan PRD akan terus berada di barisan depan untuk membangun masyarakat demokratis yang tidak hanya menegakkan kedaulatan rakyat Indonesia. Pemerintah Indonesia tampaknya sangat kuatir dengan jabatan tangan dari rakyat Indonesia pada perjuangan Timor Leste." Uskup Belo juga mengatakan bahwa rakyat Timor Timur mendambakan perdamaian. Lebih ekstrim ." Inilah yang dilakukan SPRIM dan PRD sekarang! A LUTA CONTINUA! III. kedudukan serta cara-cara hidup kaum penjajah. tapi juga menuju tercapaiya kedaulatan rakyat di Timor Timur. nasionalisme yang di zaman perjuangan serta peperangan kemerdekaan sanggup mengisi serta menyalakan jiwa bangsa kita. Kami yakin bahwa suatu hari nanti akan tiba. politik dan ekonomi di Indonesia. mereka tetap mampu keluar dari nasionalisme sempit dan melihat manusia Indonesia sebagai rakyat yang juga ditindas.. bukan rakyat Indonesia. Setelah lebih dari 20 tahun pemerintah Indonesia menduduki dan menganiaya bangsa Timor Timur. Mungkin malah lebih tragis. 10 Desember 1996). "Ada ribuan orang yang tidak bernama mencoba hidup dalam kebenaran dan jutaan orang yang ingin melakukannya.

. AJI. Dan. Tujuan aksi ini adalah menentang invasi di Timor Timur dan menyerukan suatu referendum di Timor Timur." Puto. ia melihat munculnya generasi muda Indonesia di kalangan mahasiswa dan intelektual yang berani bicara soal solusi Timor Timur dengan cara yang berbeda dengan penguasa. kini dikirim ke penjara.. aktivis hak asasi manusia dan kaum intelektual yang membicarakan soal Timor Timur. juga publik Indonesia. salah seorang perwakilan CNRM dalam sebuah wawancara dengan tabloid Green Left Weekly (26 Juli 1995) melihat pentingnya untuk menghubungkan isu Timor Timor bagi perjuangan demokrasi di Indonesia. salah seorang pimpinan aksi yang kini harus mengungsi ke luar negeri menulis dalam buku Rai Timor yang diterbitkan di Australia tentang dampak dari aksi tersebut: . SPRIM. tapi juga di Indonesia. penangkapan atas para pejuang demokrasi yang juga bersimpati pada perjuangan Timor Timur adalah: ". Tahun 1990-an menandai tekanan publik dunia. Menurut Xanana Gusmao. lambat laun. Sejak pembantaian Santa Cruz. Pemerintah Indonesia selalu menutupi kesalahan-kesalahan politik publik mengenai referendum. ia juga harus menjadi inspirasi bagi gerakan pro-demokrasi di seluruh Asia. akhirnya mereka tampil di kandang sendiri. Sebagai suara kaum muda. Kita harus bekerja sama dengan gerakan pro-demokrasi di Indonesia untuk mengabarkan pada dunia tentang pelanggaran hak asasi yang terus berlangsung." (Apakabar. sampai pelompatan pagar kedubes Amerika di saat KTT APEC. Kelompokkelompok yang semakin luas ini tentulah mendapat inspirasi dari perjuangan tak kenal takut dan lelah dari rakyat Timor Timur di tengah penindasan yang eksrim dan brutal. tidak hanya di Timor Timur. Jerman. 15 Januari 1997) Jose Gusmao. Pijar Indonesia. akhirnya mata dunia dan rakyat Timor Timur terkejut dan terbuka matanya bahwa para pejuang demokrasi Indonesia tidak main-main dalam mendukung kawan-kawan Maubere." Setelah peristiwa pembantaian Santa Cruz mulai bermunculan para aktivis mahasiswa.lagi para kaum demokrat dari PRD.. Semua yang berbicara tentang referendum adalah subversif. dan Jepang. Radio Nederlands di Belanda dalam siarannya mengatakan tentang aksi ini: "Maka gayung aksi Timor pun mulai disambut di Indonesia. Jose Gusmao mengatakan: "Kita harus bekerja sama dengan gerakan pro-demokrasi di Indonesia dalam rangka menggantikan kediktatoran Soeharto. Portugal. Suatu yang membuktikan bahwa generasi muda di kedua negeri telah bersepakat tentang suatu solusi damai di Timor Timur melalui suatu proses referendum yang demokratis di bawah pengawasan PBB. untuk mengantisipasi bahaya yang muncul dari dalam masyarakat Indonesia sendiri yang mulai menerima referendum sebagai jalan yang adil untuk solusi menurut norma-norma dekolonisasi PBB.. Sejumlah wakil Indonesia berbicara di Manila. Tahun 1995. Belanda. ketika pada tanggal 7 Desember 1995 ratusan pemuda Indonesia dari PRD dan kaum muda Timor Timur melakukan aksi di kedutaan Belanda dan Rusia. Kita harus membiarkan masyarakat Eropa tahu tentang pembantaian yang dilakukan Soeharto pada tahun 1960-an ketika 1 juta orang Indonesia dijagal. dan. PUDI dan SBSI yang jelas bersimpati. dan seterusnya. Perjuangan pembebasan kami bukan hanya untuk Timor Tiimur.

suatu kenyataan yang menyedihkan bahwa rakyat Maubere hingga kini masih hidup dalam penjajahan pemerintah kolonial Indonesia. yang mayoritas adalah kaum muda ini. Dari dukungan yang diam-diam. kini generasi baru kaum demokrat Indonesia telah melakukan aksi-aksi yang kongkret untuk memberi dukungan."Saat ini kawan-kawan Maubere yakin bahwa apa yang ia ceritakan saat pertemuan sebelum aksi itu benar. Dengan adanya partai-partai demokrasi sseperti PRD dan PDI di bawah Megawati. Oleh karena itu sudah saatnya bangsa Indonesia dalam hal ini gerakan pro-demokrasi menunjukkan sikapnya atas dirampasnya hak kami -.. Perlawanan yang terus-menerus dilakukan oleh rakyat Maubere dan rakya tertindas di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa rakyat Maubere menginginkan kemerdekaan dan rakyat Indonesia menginginkan perubahan dan kesejahteraan. Rakyat Maubere menolak penjajahan. tidak akan pernah ada demokrasi dan hak asasi di belahan dunia ini. Kini para pendengar radio luar negeri di Timor Leste. Untuk itu adalah hal yang strategis bila dukungan pada gerakan demokratis harus dihubungkan dengan persoalan rakyat Timor Timur. Perlawanan kami terhadap pemerintah kolonial Indonesia merupakan suatu pelajaran yang berharga bagi kami untuk lebih tahu. karena mereka senasib dengan kami.. Bau bangkai pendudukan telah dilihat jelas oleh rakyat Indonesia. Falintil di hutan maupun yang berada di pelosok dunia mengetahui bahwa ada aktivis pro-demokrasi Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Maubere. . rakyat Maubere mempunyai aspirasi dan ingin berdiri di atas kaki sendiri. Pemerintahan yang otoriter tidak akan menemui kemajuan dalam solusi Timor Timur. akibat kontrol pers di Indonesia atas persoalan Timor Timur." Semua kepercayaan kawan-kawan Timor Timur. Rakyat Maubere tidak akan pernah menerima penjajahan. Suatu peningkatan kualitatif yang muncul dari gerakan demokrasi itu sendiri.. 22 Juli 1996 perwakilan CNRM mengatakan: "Sudah 21 tahun rakyat Maubere memperjuangkan hak kemerdekaannya yang telah dirampas oleh rejim Soeharto. Baik itu yang dilakukan oleh pemerintah Portugal maupun saat ini oleh pemerintah Indonesia. akan membuka mata kawan-kawan Indonesia yang belum tahu latar belakang rakyat Maubere." CNRM sendiri tampaknya mulai menyadari akan potensi strategis para pejuang demokrasi di Indonesia untuk mempermudah suatu solusi yang damai bagi Timor Timur. penjara. Sebuah dogma yang dipakai oleh rejim kolonial Inggris untuk legitimasi penjajahan yang dia lakukan di berbagai penjuru dunia. untuk lebih membuka mata terhadap kekejaman rejim Soeharto atas rakyat Maubere di Timor Timur. membuktikan kegagalan penguasa untuk terus menutupi bangkai sejarah di Timor Timur. Rakyat Maubere dan khususnya pemudapemudi Timor Timur berjuang bagi tercapainya kemerdekaan dan demokrasi bangsa Maubere. Dari sekadar bersuara.. Perjuangan dan penderitaan kami. Dari aksi .hak untuk merdeka. Dan sebaliknya kawan-kawan prodemokrasi pun demikian sebab rakyat kecil sangat mengharapkan Anda untuk membawa aspirasi mereka. menjadi dukungan terbuka. Dalam kata sambutan bagi deklarasi Partai Rakyat Demokratik. maka rakyat Maubere mengatakan bahwa otak Soeharto telah diubah oleh rakyatnya sendiri. Penyiksaan. . betapapun rejim mencoba memanipulasinya dengan dogma-dogma right or wrong is my country. Tanpa kemerdekaan bangsa Mauberee. Begitu pula rakyat Indonesia. dan pembunuhan yang dialami oleh rakyat Maubere merupakan tuntutan tanah air kami tercinta Timor Loro Sae.

George merupakan suatu fakta bahwa rejim telah gagal mengajak dan memaksa kaum intelektual untuk diam dan sepakat dengan demagogi rejim dalam persoalan Timor Timur.Bagaimanakah suara kaum demokrat Indonesia dalam soal Timor Timur? Mari kita lihat pernyataan-pernyataan yang mereka keluarkan dalam hubungannya dengan Timor Timur. Kebangkitan Kaum Demokrat di Indonesia Pada tanggal 27 Maret 1993. Xanana Gusmao -. dan negeri Eropa lainnya yang punya hubungan ekonomi erat dengan Jakarta. Kami tidak hendak memecah-belah Indonesia. Sebab kenyataannya Timor Timur tidak pernah menjadi bagian dari Indonesia. Bahkan kini mulai terdengar pula pendapat-pendapat kritis dari kaum intelektual yang berada dalam sistem itu sendiri. Amerika Serikat. tak takut untuk terus berjuang..yang kurang beresiko hingga aksi dukungan beresiko tinggi. .. Pada bagian pembelaannya ia secara optimis melihat akan munculnya generasi baru Indonesia yang berani menyingkap semua kebohongan rejim Soeharto dalam proses pendudukan di Timor Timur. LSM. di negerinya sendiri. Dongeng komunis adalah cerita usang. Semua perkembangan ini membuktikan bahwa rejim mulai kehilangan dukungan secara pelan tapi pasti atas legitimasi pendudukannya di Timor Timur. Saya menyerukan rakyat Indonesia memahami bahwa Timor Timur bukanlah ancaman bagi Indonesia atau faktor yang menganggap ancam keamanan Indonesia. Akibat dukungannya pada kemerdekaan Timor Timur dan aktivitas intelektualnya untuk melakukan oposisi atas Soehartp. Inilah inspirasi yang muncul dari kepercayaan yang diberikan para pejuang Timor Timur yang telah mengorbankan segalanya bagi perjuangan. tak takut untuk mati. keadilan dan perdamaian daripada pembangunan yang dilakukan di luar sana berkat bantuan Australia. Kawan-kawan Timor Timur telah menunjukkan pada kami bahwa "Kita tidak boleh cengeng dalam berjuang". Kawan-kawan Timor Timur telah mengajarkan pada kaum demokrat Indonesia tentang keberanian dalam situasii yang paling gawat sekalipun. Empat tahun yang lalu. Empat tahun kemudian terbukti harapan dari Xanana Gusmao menjadi kenyataan. Inspirasi dari moral penentangannya tersebut kini terbukti bukanlah merupakan the only one." "Setiap mendung pastilah mempunyai kilatan cahaya gemilang. Sekarang ini telah banyak lahir kaum muda dari berbagai organisasi. ia kini hidup di pengasingan. Timor Timur dianggap sebagai wilayah non-otonomi sesuai norma-norma yang mengatur proses dekolonisasi. Saya menghimbau rakyat Indonesia untuk memahami bahwa menurut prinsip-prinsip universal dan hukum Internasional. mahasiswa dan intelektual yang secara terbuka dan terangterangan mengkritik pelaksanaan HAM di sana. pimpinan perjuangan kemerdekaan Rakyat Timor Timur. inilah yang dikatakan oleh Xanana Gusmao kepada para jendral-fasis rejim Soeharto: ". Kawan-kawan Timor Timur telah mendidik kami tentang moral perjuangan." kata George Aditjondro. dalam melihat merebaknya dukungan bagi perjuangan Timor Timur di tengah komunitas rakyat Indonesia. Saya berseru kepada generasi baru Indonesia agar memahami bahwa rakyat Timor Timur lebih menghargai kemerdekaan.di depan Pengadilan Negeri Dili di Timor Timur mengucapkan pidato pembelaan atas semua tuduhan para penguasa rejim Soeharto. dari bersuara lantang di luar negeri menuju pernyataan terbuka di depan moncong senapan kekuasaan Soeharto di negeri sendiri.

dan kawan-kawan aktivis di Indonesia menjadi korban pelanggaran . sekarang menjadi pengurus Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI). . dengan keprihatinan yang sangat dalam.. Kami tidak melihat kemungkinan lain dari itu. menyerukan agar masalah Timor Timur ini dapat diselesaikan secara tuntas dan mengakar dengan tetap berpegang pada prinsip 'Hak Rakyat Timor Timur untuk Menentukan Nasibnya Sendiri'. Timor Timur. INFIGHT dan LPHAM juga menunjukkan posisi politiknya dalam solusi Timor Timur.. . setiap hari kita melihat dan mendengar pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di Indonesia. Suatu Referendum yang dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah hukum internasional dengan perpegang teguh pada prinsip 'Hak Rakyat Timor Timur untuk Menentukan Nasibnya Sendiri'. Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta juga mengeluarkan pernyataan sikap yang mempertanyakan legitimasi pendudukan atas Timor Timur.Pada tanggal 12 November 1991. Dalam pernyataan sikap dikatakan: "Kami menuntut pemerintah Republik Indonesia menarik mundur pasukannya secepat mungkin dari Timor Timur." Di Yogyakarta. Kami mengusulkan bahwa sebuah referendum yang diawasi oleh PBB harus diselenggarakan sesegera mungkin dalam rangka untuk memenuhi keinginan nyata dari masyarakat Timor Timur. pada tanggal 23 November diadakan mimbar bebas solidaritas bagi rakyat Timor Timur. kami meminta pada pemerintah untuk mempertimbangkan kembali segala proses integrasi di Timor Timur. ABRI menembaki pemuda belasan tahun yang melakukan aksi damai di pemakaman Santa Cruz. yang tampaknya tetap mempertahankan jiwa melayang secara tanpa henti di luar proporsi dalam usaha mendukung integrasi di antara rakyat Timor. karena telah membuka mata kaum demokrat Indonesia akan persoalan Timor Timur... dan untuk pertama kalinya diadakan aksi untuk menentang pembantaian tersebut. saudarasaudari kita di Timor Timur. Peristiwa ini secara historis penting. kami dari Front Indonesia untuk Pembelaan Hak-hak Asasi Manusia (INFIGHT) dan Lembaga Pembelaan Hak-hak Asasi Manusia (LPHAM). Dalam pernyataan bersama.. Di Bandung." Dua lembaga yang sejak tahun 1991 getol mengkampanyekan pelanggaran hak asasi di Timor Timur dan Indonesia.. dalam rangka untuk meminimalkan korban jiwa yang lebih banyak. Salah seorang pendirinya. Kita semua menyadari sepenuhnya bahwa apa-apa yang akan kita kerjakan di masa datang penuh resiko dan tantangan. Bahkan tidak sedikit dari kita sendiri. dan memberikan sepenuh-penuhnya dan kebebasan untuk 'menentukan nasib sendiri' bagi rakyat Timor Timur. Dili. Kami percaya bahwa hal tersebut di atas hanya dapat dilakukan dengan cara melakukan Referendum di Timor Timur. Tapi selama bertahun-tahun pula. Dalam pernyataan disebutkan: "Atas pertimbangan kemanusiaan dan umat manusia. 17 Juli 1995 menulis: ". Tanpa mengacu pada prinsip di atas. Soleh Abdullah. Sementara HJC Princen adalah aktivis hak asasi yang menjadi mediator dalam banyak aksi permintaan suaka politik pemuda Timor Timur di Jakarta. kami sangat khawatir rakyat Timor Timur akan terus-menerus menjadi korban kepentingan politik yang tidak berkesudahan. INFIGHT adalah organisasi yang aktif mendukung aksi pemuda Timor Timur di Jakarta untuk menentang pembantaian Santa Cruz di kantor PBB. Aksi ini mengeluarkan pernyataan yang ditanda-tangani oleh 10 universitas di Pulau Jawa.

Sumbu (SMID Semarang). SMID mempunyai cabang di Jabotabek. Kita ditindas oleh kekuasaan yang sama. Lampung. SMID terlibat aktif dalam aksi-aksi rakyat dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur. aksi bersama mahasiswa Timor Timur di Kantor Gubernur Jawa Timur. Selain itu SMID juga aktif di forum internasional untuk mengkampanyekan hak menentukan nasib sendiri. Karena itu SMID menyatakan secara tegas dalam program perjuangannya: "Secara aktif membangun solidaritas internasional untuk dunia yang damai dan demokratis dalam menentang imperialisme dan kolonialisme. Surabaya. bila mulai saat ini kita katakan: 'Sekaranglah waktunya kita berbicara '. Filsafat UGM). yaitu Solidaritas Perjuangan Indonesia untuk Maubere.. SMID juga mendukung aksi-aksi untuk Timor Timur seperti aksi pada tanggal 7 Desember 1995 di Kedutaan Belanda dan Rusia. oleh karena itu. tidaklah berlebihan. Sifat terbuka SMID untuk mendukung perjuangan rakyat Timor Timur membuktikan bahwa propaganda di lingkungan mahasiswa adalah tempat strategis untuk mendelegitimasi rejim. seperti yang dimuat dalam majalah Hayam Wuruk (Universitas Diponegoro). aksi 12 November 1995 di Universitas Indonesia. Dalam organ nasional SMID Suara Massa. . Organisasi ini berpengaruh luas di kalangan mahasiswa radikal diberbagai kota. ini harus menjadi tuntutan dari gerakan demokrasi di Indonesia . Solo. dan lain-lain. SMID adalah organisasi mahasiswa antar-kota yang bersifat terbuka. seperti yang dilakukan di dalam Asian Student Association. majalah Pijar (Fak. Semarang. Yogyakarta. dan Palu. Malang. Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) memasukkan tuntutan kemerdekaan Timor Timur dalam program perjuangannya. dan kemerdekaan sejati bagi rakyat Indonesia dan Maubere. Apa yang harus dibangun sekarang ini adalah mendorong terciptanya persatuan dalam gerakan demokrasi di Indonesia. sehingga gerakan demokrasi tersebut sanggup memberikan dukungan sejati bagi perjuangan rakyat Timor Timur untuk Menentukan Nasib Sendiri.hak asasi pemerintah Indonesia. SMID bekerjasama dengan ASIET pada bulan Juli 1995 melakukan kampanye di beberapa negara bagian untuk mendukung referendum di Timor Timur. Saatnya sudah tiba untuk menyatukan perjuangan menuntut kesejahteraan. Manado. baik kepada penguasa maupun kepada massa. SMID mendorong terbentuknya suatu front politik bagi kaum demokrat yang secara khusus melakukan propaganda perjuangan rakyat Timor Timur. Januari 1996. Purwokerto. kebebasan politik. SMID juga mendorong terbitan-terbitan kampus dan cabangcabangnya untuk memuat isu perjuangan rakyat Timor Timur.." Dalam penjelasannya atas program perjuangan ini. isu Timor Timur dinyatakan dalam setiap edisi dalam kolom "Internasional" bersamaan dengan pemberitaan perjuangan rakyat di negeri-negeri lain. Medan.. dinyatakan: "Hak untuk menentukan nasib sendiri adalah agenda mendasar dari perjuangan rakyat Maubere. termasuk mendukung hak untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan bagi rakyat Maubere. Karena itu pula." Dalam panggung gerakan mahasiswa.. keadilan sosial. aksi bersama mahasiswa-mahasiswa Timor Timur di Semarang sekitar bula Februari 1996. Di Australia.

. Tapi perubahan politik di Indonesia tidak secara otomatis membawa perubahan bagi Timor Timur. Dalam pembicaraan dengan saya di LP Cipinang dikatakan bahwa persoalan Timor Timur harus dipandang dari tiga landasan.Peluru yang menembus badan para pejuang Timor Timur adalah peluru yang sama yang membunuh rakyat Indonesia. Senjata yang diimpor dari Amerika." Di Yogyakarta para aktivis mahasiswa yang bergabung dalam LSM yang bernama Lekhat (Lembaga Kajian Hak-Hak Masyarakat) juga giat melakukan propaganda tentang Timor Timur. Dan terakhir. Pijar juga menjadi anggota dari APCET (Asia Pacific Coalition on East Timor) yang berkantor di Filipina. karena itu pemerintahan Soeharto harus menghargai organisasi ini dan menjalankan semua resolusinya yang menyangkut Timor Timur. Swedia. Lembaga ini juga . jelas sekali apa yang dilakukan di Timor Timur menyimpang dari Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Pijar memuat persoalan Timor Timur dalam buletin mingguan mereka Kabar dari Pijar (KdP). Irian Timur. SPRIM dan PRD. Untuk tujuan aksi informasi tersebut. Ada dua asumsi di balik pernyataan ini. Menurut PBB.. Secara historis. Dengan "aksi reformasi" Pijar melakukan pendidikan politik kepada mahasiswa dan kaum demokrat agar juga menghubungkan perjuangannya dengan persoalan Timor Timur. pemerintahan baru pasca Soerharto nanti memerlukan dukungan domestik dan internasional yang kokoh untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya." Sri Bintang Pamungkas. Australia. salah seorang pendiri Pijar mengatakan dalam Inside Indonesia (Oktober-Desember 1996): "Kesempatan untuk menuntaskan persoalan Timor Timur sangat tergantung pada demokratisasi di Indonesia. dijadikan wilayah Indonesia. wilayah geografis Indonesia adalah bekas jajahan Belanda yang bernama Hindia Belanda. Bila penetapan geografis ini tidak diterima bisa jadi Kalimantan Utara. Inggris dan Jerman adalah senjata yang sama yang digunakan untuk rakyat Indonesia. Pijar juga menerbitkan buku tentang Timor Timur seperti terjemahan laporan utusan PBB Bacre Waky Ndiate ketika mengunjungi Timor Timur pada bulan Juli 1994 dan pledoi sekjen Renetil Fernando de Araujo yang berjudul "Anak Muda Timor Timur Melihat Persoalan Bangsanya". Dan Timor Timur bukanlah warisan historis geografi Hindia Belanda. selama rejim Soeharto terus berkuasa hanya sedikit kemauan untuk berdialog tentang hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur. Kelompok aktivis mahasiswa yang rajin mempropagandakan perjuangan Timor Timur adalah Yayasan Pijar Indonesia. Mereka mempunyai terbitan yang bernama Suara Rakyat Maubere. Pijar juga memperingati pembantaian 12 November 1995 dengan penyalaan lilin perdamaian di Jakarta. Timor Timur masih belum diakui sebagai wilayah RI. Berbarengan dengan perubahan politik yang terjadi. historis dan konstitusional. dan akan sangat terganggu oleh persoalan yang diwariskan oleh rejim sebelumnya. Kedua. ketua umum Partai Uni Demokrasi Indonesia juga menunjukkan perhatian yang tegas dalam soal Timor Timur. Coki Naipospos. yaitu PBB.. Pijar Indonesia termasuk salah satu unsur dari gerakan demokrasi yang juga menganggap penting menghubungkan isu Timor Timur dengan program politik kaum demokrat di Indonesia. Hubungan kerjasama antara gerakan demokrasi di Indonesia dan kampanye untuk kemerdekaan Timor Timur akan tetap krusial. Pertama.. Seperti SMID.

pengarang buku Primadosa mengatakan bahwa. perundingan antara rakyat Timor Timur yang pro-integrasi dan anti-integrasi diselenggarakan terakhir di Schlossingen. Austria dan mencatat point-point antara lain. Liotohe. Kedua. "Masalah Timor Timur ini memang pelik dan gawat. Menurut Wimanjaya ada empat hal yang menjadikan Timor Timur merupakan suatu persoalan. Arief Aris Mundayat. Indonesia menganggap tentara Indonesia di Timor Timur tidak lagi bersifat operasional teritorial melainkan sekadar menjaga keamanan penunjang pembangunan. YLBHI. Pertama. Juvencio de J. baik dari segi juridis formal. Aries juga salah seorang intelektual yang menjadi pengurus pusat PRD sebagai Ketua Departemen Litbang. yang merupakan Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia juga sepakat dengan diadakan referendum di Timor Timur. Kelompok-kelompok hak asasi dalam LSM juga kerap mengangkat isu Timor Timur bila terjadi pelanggaran HAM di sana seperti PIPHAM. Sayangnya. dosen pada Jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada juga menentang pendudukan militer di sana dan menceritakan dampak negatifnya. sedang Indonesia beranggapan dengan terjadinya integrasi Timor Timur dalam wilayah RI maka persoalan Timor Timur dianggap selesai. Di Salatiga. Para anggota Yayasan Geni juga menulis artikel kritis tentang monopoli kopi di majalah mahasiswa Fakultas Ekonomi. 16-17 Januari 1996 tidak mencapai banyak kemajuan. sedangkan penyelesaian lebih lanjut diserahkan kepada Sekjen PBB. Pada tahun 1995 para dosen dan mahasiswa Satya Wacana melakukan protes keras atas pembunuhan di Liquisa. 43). Lukman Soetrisno dari Universitas Gadjah Mada mengadakan penelitian tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat Timor Timur paska integrasi. hasil penelitian ini tidak begitu disukai oleh ABRI karena memberikan banyak kritikan dan menunjukkan berbagai dampak negatif dalam proses pembangunan di Timor Timur. 1996. karena sifatnya kompleks. Prof. Indonesia harus mengakui eksistensi rakyat Timor Timur dengan cara melindungi latar belakang adat-budaya rakyat setempat. Di Salatiga para mahasiswa Satya Wacana yang bergabung dalam Yayasan Geni juga melakukan kampanye persoalan Timor Timur dalam buletin mereka Asap. resolusi PBB menyerukan Indonesia menarik mundur tentara RI dari wilayah Timor Timur dan menyelesaikan status Timor Timur melalui perundingan segitiga Indonesia-PortugalRakyat Timor Timur dengan perantaraan PBB.menerbitkan pembelaan dari Aleixio da Silva. Dr. Muchtar Pakpahan. PBHI dan Elsam. Filsafat UGM. Ketiga." (Indonesia dalam Sorotan Dunia. YLBHI membantu pendampingan hukum sebagai pengacara bagi aktivis Timor Timur yang diadili di Pulau Jawa. Tulisannya tentang Militer dan Timor Timur dimuat dalam majalah mahasiswa Fak. sehingga masih dilanjutkan lagi . PBB belum mengakui sah posisi dan kekuasaan Indonesia atas Timor Timur dan masih tetap mengakui wilayah itu sebagai milik administratif kekuasaan Portugal. Wimanjaya K. h. dua orang sahabat dari George Aditjondro juga intelektual "oposisi" atas rejim yang concern dalam persoalan demokrasi dan Timor Timur. maupun menyangkut segi hak-hak asasi manusia tentang penentuan nasib sendiri bagi suatu bangsa. Di kalangan intelektual juga terjadi perubahan dalam melihat Timor Timur. Pijar. Jakarta. Keempat. perundingan segitiga Indonesia-Portugal-PBB yang diselenggarakan di London. Ariel Heryanto dan Arief Budiman. Martins dan pembelaan Xanana Gusmao.

The Australian. bangsa Maubere tidak pernah dipandang sebagai salah satu suku dari bangsa Indonesia. mereka akan terpana terhadap kemerdekaan. Brunei. Jika rakyat Timor Timur tetap menginginkan referendum maka saya akan berkata. Ini akan baik bagi mereka dan baik bagi Indonesia pula . Jakarta.. dan dengan demikian. Ketua Umum Muhamadiyah. tidak bisa menghindar. Pencaplokan atas Timor Timur dan tragedi yang menimpa rakyat negeri itu adalah tak terbayangkan tanpa lahirnya Orde Baru . Muslem Chief". . Monaco. 40) MR Siregar dalam bukunya Tragedi Manusia dan Kemanusiaan mengatakan bahwa sebelum Orde Baru. dan kawasan Timor Timur tidak pernah menjadi bagian dari Hindia Belanda. Bagi rakyat Indonesia yang tak berkepentingan atas pemacuan perkembangan kapitalisme model abad 18.. Seperti dikatakan Siregar: "Tragedi bangsa Maubere di Timor Timur adalah bagian yang tak terpisahkan dari tragedi manusia dan kemanusiaan yang menimpa Indonesia. "Jika perkembangan dalam tiga atau empat tahun ke depan tetap tidak menentu . Prof. Timor Timur itu penduduknya sekitar satu juta orang.. . "Tapi toh bangsa Maubere juga tidak terkecuali dari proses pemusnahan bansa". Ada negara yang penduduknya hanya 200-an ribu. atas bangsanya sendiri rejim Soeharto tega menurunkan tangan besi penuh darah." (Patrick Walters "Let East Timor Decide".. Dr. yang baru saja digeser posisinya dari Dewan Pakar ICMI karena kritik kerasnya atas eksploitasi kekayaan alam di Indonesia dalam kasus Busang dan Freeport.. Biarkan saja. Rektor Universitas Diponegoro dan anggota Komnas HAM juga mengatakan bahwa Indonesia juga harus siap menerima solusi referndum. Kita harus siap itu. Ia mengatakan dalam wawancaranya di majalah Sinar. Amien Rais.pertengahan tahun ini di bawah pimpinan utusan Jepang di PBB bertempat di Austria (Wimanjaya.. h. 4 Maret 1995: "Indonesia jauh-jauh harus harus siap-siap menghadapi hal yang paling buruk. Indonesia dalam Sorotan Dunia. ya melaksanakan referendum. kemerdekaan. juga menyatakan bahwa Timor Timur bisa saja dipisahkan dari Indonesia bila itu memang kehendak dari rakyatnya. adalah suatu hal ihwal yang sangat penting dan tak terungkapkan. lebih baik untuk memberika pada mereka kesempatan untuk melakukan referendum. Jadi. Republik Solomon.. dalam menunaikan solidaritas kemanusiaannya terhadap rakyat Maubere.. untuk juga memahami proses pencaplokkan ini dan tragedi berdarah akibat dari pencaplokkan tersebut. sebagai isu internasional . nasib bangsa Meubere dipertautkan erat dengan nasib rakyat Indonesia oleh penindas mereka yang sama -. Kecuali kalau kita tidak mengakui PBB. 11 Desember 1996). termasuk itu tadi. Kita harus siap itu. misalnya seandainya PBB memutuskan adanya referendum.jendral-jendral fasis Indonesia.. Apa yang dialami oleh rakyat Timor Timur adalah sebuah tragedi yang juga dialami oleh rakyat Indonesia.. Jangankan atas bangsa lain." Dr. Muladi. Mereka masih mengharapkan sesuatu yang lebih baik." . Tapi orang yang selalu berpikiran strategis harus memikirkan kemungkinan terburuk dalam soal Timor Timur ini.. Bahkan jika mereka ingin memisahkan diri dari Indonesia. 1996.. terutama yang berjuang menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia.

maka pada saat itu rakyat dua bangsa akan bersatu menghadapi musuh bersama -. MD Situmorang. serta kurangnya keteladanan. agar kita bersama dapat melakukan tindakan-tindakan perbaikan". Pada butir kesepuluh disebutkan: "Di sini kami mengingatkan juga masalah Timor Timur. semoga Tuhan mencurahkan damai dan ketentraman di sana dan rasa kasih pada kita semua. Sangatlah penting memperhatikan apa yang sungguh-sungguh didambakan oleh masyarakat di sana. manipulasi juga rasanya makin meluas dan mengakar. hak-hak dan martabat manusia kurang dihargai. Kami berharap. Kami berpendapat bahwa kunci penyelesaian yang baik adalah peralihan dari pendekatan keamanan ke penciptaan lingkungan dan suasana sosial. PRD DAN PERSOALAN TIMOR TIMUR "Kami bersikeras untuk mengajukan syarat-syarat yang menjadikan perjuangan untuk kemerdekaan itu logis. OFM.kekuasaan otoriter rejim Soeharto. IV. Kita berdoa. sebagian masyarakat Timor Timur masih belum dapat menghayatinya. jelas bahwa PRD dan SPRIM tidaklah sendirian dalam mengurus persoalan Timor Timur. hak-hak orang kecil kurang dihormati dan dilindungi. korupsi. bahwa identitas kultural. Surat Gembala ini menunjukkan keprihatinan yang mendalam atas berbagai permasalahan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini. Cap." Nelson Mandela. masih sering terjadi diskriminasi dalam berbagai bidang terhadap beberapa golongan masyarakat. yang meliputi: hukum yang kurang ditegakkan secara tegas. Pemerintah tidak bisa lagi bersikap kepala batu dengan cara menutup mata dan telinga atas perkembangan ini. Satu-satunya jalan yang pasti untuk mencapai tujuan ini ialah melalui perjuangan massa tanpa kompromi dan dengan tekad yang pasti untuk menggulingkan fasisme dan mendirikan bentuk pemerintahan yang demokratis. kaya. adil dan konsisten. Surat Gembala Pra-Paskah ini mengajukan 10 pasal "untuk mawas diri. Juni 1953 Surat dakwaan saya pada tingkat primair. kini persoalan tersebut sudah menjadi pembicaraan bahkan program perjuangan dari berbagai kalangan di dalam masyarakat Indonesia. kolusi. suatu hari nanti. keadilan seakan-akan hanya berlaku bagi yang kuat." Dari fakta-fakta yang kami uraikan. rakyat sering diperlakukan sebagai abdi dan kurang dilayani. Bila rakyat Indonesia dan rakyat Timor Timur sepakat pada solusi referendum di bawah pengawasan PBB dan hak menentukan nasib sendiri. Kardinal Julius Darmaatmadja SJ dan Sekjennya Mgr. agar semua pihak melakukan introspeksi yang mendalam dan bertanya mengapa sesudah 20 tahun integrasi. dan lebih subsidair lagi dipenuhi dengan usaha untuk mempidanakan aktivitas politik mendukung referendum bagi .Pada awal tahun 1997. dan yang berkuasa. Surat Gembala Pra-Paskah ini ditandatangani oleh ketua KWI. Rakyat Indonesia dan rakyat Maubere adalah "dua kapal berbeda menghadapi bajak laut yang sama". ada kesenjangan antara kata-kata indah dan tingkah laku. dihargai dan dilindungi. ketika rakyat Indonesia menyesali perang yang keliru di Timor Timur. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Surat Gembala Pra-Paskah yang bertitel Keprihatinan dan Harapan. Menurut SPRIM saatnya akan tiba. subsidair. di mana orang-orang Timor Timur mengalami secara nyata. religius dan historis mereka akui. lebih subsidair. Bila Timor Timur empat tahun yang lalu hanya dibicarakan di panggung internasional.

Kelakuan bangsa sendiri untuk mengadili rakyatnya sendiri yang mencoba menantang pendudukan yang tidak dikehendaki rakyat hanya pantas dilakukan oleh penguasa fasis dan kolonialis. Era Gubernur Jendral Hindia Belanda memang telah berakhir. Mereka menghendaki perdamaian di mana kedaulatan tidak dikebiri atau dianeksasi oleh kekuatan asing. juga telah mengakibatkan dampak-dampak yang merugikan rakyat Indonesia. Pemborosan belanja negara tersebut pada layaknya dapat digunakan untuk mengurangi angka kemiskinan rakyat Indonesia atau memberikan subsidi bagi kesejahteraan sosial rakyat. Bila perlu. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sejarah perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia menunjukkan bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak dapat ditaklukkan oleh kekerasan dan segala tipu daya diplomasi kolonialis di pelbagai front internasional. Dan pada masa kini.rakyat Timor Timur guna menentukan nasibnya sendiri sebagai bangsa yang berdaulat. pemborosan belanja negara untuk membiayai operasi-operasi militer. Sebagai sebuah bangsa yang paham bagaimana menjijikkannya kehidupan sebuah bangsa yang tidak berdaulat. Suatu upaya untuk mengintegrasikan rakyat Timor Timur dengan mengimpor "nasionalisme semu" dari luar akar sejarah mereka. Pertama. patuh dan menjalankannya secara konsisten dan konsekuen. belanja senjata dan proyek pembangunan mercusuar. tapi mempunyai substansi yang sama yaitu. perang dan pertumpahan darah dilakukan sebagai usaha terakhir bila cara-cara damai dan diplomatis tidak mampu mengubah perilaku kaum kolonialis. republik ini mempunyai sebuah pembukaan konstitusi yang secara tegas menyatakan penolakan kepada segala bentuk kolonialisme dan mendukung setiap usaha untuk menentukan nasibnya sebuah bangsa dengan cara-cara damai. tidak adanya kedaulatan rakyat Timor Timur. tapi saya merasa praktek dan mentalitasnya sedang dijalankan oleh para penguasa di sini." Konsitusi adalah batu pijakan dan penunjuk arah dari sebuah negara bangsa. yang sampai saat ini belum dapat memahami kebutuhan pokok mereka sebagai sebuah bangsa. Praktek ekspansi tersebut. Oleh karena itu sebuah pemerintahan harus tunduk. Sekarang ini prinsip mendasar dari konstitusi Indonesia sedang dilecehkan oleh kemunafikan berbagai bangsa dengan mendorong rejim Soeharto untuk mempraktekkan suatu ekspansi politik dengan menguasai bangsa lain melalui cara-cara kekerasan dan membuka suatu trauma perang sipil yang panjang di Timor Timur. dengan tanpa perlu banyak membaca referensi. "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. bila rakyat itu sendiri merasa bahwa semua yang dilakukan dan direncanakan adalah hasil "pekerjaan" dan keringat dari "pihak luar". sama saja dengan praktek yang dilakukan oleh Portugis dengan wujud berbeda. kita dapat melihat adanya perasaan sama seperti itu. Pembangunan material di Timor Timur tidak mungkin mempunyai arti. . dengan melihat ke dalam isi hati rakyat Timor Timur. selain tidak menjalankan janji Pembukaan UUD 1945.

3485/1075. hingga terlaksananya sebuah REFERENDUM bagi rakyat Timor Timur. Negara Indonesia adalah produk historis dari geografi administratif penjajahan Belanda. Untuk melakukan suatu transformasi damai bagi upaya rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. lembaga hak asasi manusia. Sekarang ini masalah Timor Timur merupakan hal yang memalukan bagi politik diplomasi Indonesia. Kelima. pendirian kantor palang merah internasional. Persidangan ini akan menjadi suatu pesan kepada penguasa dan rakyat Indonesia bahwa praktek aneksasi atas Timor Timur telah . dan pencekalan-pencekalan. Upaya untuk menolaknya. dan semua pihak yang hendak mengetahui kondisi di Timor Timur dengan cara obyektif. perwakilan palang merah dunia. seperti yang dicanangkan oleh Soekarno. hal-hal yang menyangkut wilayah negara dan perbatasannya ditentukan oleh latar belakang historis tersebut.Kedua. hanyalah sekadar legitimasi belaka untuk membenarkan suatu praktek ekspansi yang gagal di Timor Timur. maka PRD telah mengeluarkan resolusi yang mendukung solusi Timor Timur melalui upaya-upaya sebagai berikut: 1. Mengurangi operasi-operasi dan administrasi militer atas Timor Timur dan menyerahkannya kepada suatu konsorsium keamanan multinasional yang independen di bawah rekomendasi PBB seperti yang dilakukan di Bosnia. baik di kalangan prajurit ABRI. Kamboja dan Palestina. maupun rakyat sipil. Membuka Timor Timur bagi para jurnalis. politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Menyerahkan solusi masyarakat Timor Timur sesuai dengan Resolusi PBB No. Menjalankan suatu proyek desentralisasi politik yang memberikan otonomi sepenuh-penuhnya bagi Timor Timur. Ketiga. 3. Karena itu. merupakan hasil pendidikan dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. tanpa sensor. pengurangan personil militer. individu. pasukan pemelihara perdamaian antar-bangsa. Prinsip-prinsip sejarah dari rakyat Indonesia yang terkenal gigih untuk menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan rakyat. dan menjadi roh dari Gerakan Non-Blok adalah penghapusan segala jenis kolonialisme dan neokolonialisme. persoalan Timor Timur adalah suatu bagian yang tak terpisahkan dari usaha penegakan perdamaian di seluruh dunia. para pejuang Timor Timur. Keempat. peneliti. saat ini tidak tampak dalam persoalan Timor Timur. 2. Ini mengakibatkan suatu trauma psikis bagi prajurit beserta sanak-keluarganya. 4. Dakwaan yang dikenakan kepada saya dan kawan-kawan. yang menyepakati penghentian pendudukan Timor Timur dan mengupayakan usaha-usaha untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Maubere. Suatu sikap keras kepala untuk mempertahankan legitimasi integrasi tanpa mempedulikan suara dan pendapat masyarakat internasional membuktikan bahwa pemerintah yang sedang berkuasa sekarang ini tidak mengikuti perubahan zaman dan tetap mempertahankan cara-cara politik gaya lama yang sudah sepantasnya ditanggalkan menjelang pergantian abad 20 menuju abad 21. perang sipil yang berkepanjangan telah menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit. atas keyakinan politik yang tidak menghendaki Timor Timur hidup dalam situasi mirip negeri kami pada zaman kolonial dulu. Diplomasi Indonesia bisa keluar dari jalan buntuk bila kembali pada prinsip yang menghargai kemanusiaan dan kemerdekaan sebuah bangsa.

Hanya soal proses dan cara bagaimana mereka memperoleh kembali kemerdekaan itu yang tergantung pada mereka yang pada saat itu memegang kekuasaan" Moh. Sikap malu-malu dalam mendukung referendum untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur di kalangan kaum demokrat mendapat kemajuan kualitatif dengan terbentuknya organisasi payung Persatuan Rakyat Demokratik di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1994. YLBHI. isu Timor Timur hilang kembali dari perbincangan kaum demokrat. Hatta dalam Indonesia Merdeka. kinilah saatnya bagi kaum demokrat untuk tanpa ragu-ragu menunjukkan komitmen politiknya bagi persoalan Timor Timur. 1924 Pada tanggal 12 November 1991. Dili. Tidak tampak adanya penyesalan atas tindakan penembakan atas rakyat Timor Timur yang tidak bersenjata dan tidak melakukan suatu tindakan yang mengganggu rakyat setempat. ABRI menembaki demonstrasi damai kaum muda Timor Timur di Santa Cruz. V. dan INFIGHT mengirim surat protes terbuka kepada penguasa atas terjadinya tragedi pembantaian tersebut. Malamnya. Jumlah korban yang mati. Ketika pemberitaan tentang tragedi Santa Cruz reda setahun kemudian. Dan referendum lah satu-satunya cara yang adil dan demokratis untuk memberikan jalan keluar bagi persoalan Timor Timur.menjadikan bangsa kita menjadi "paria peradaban" di tengah bangsa-bangsa lain. Namun perhatian atas Timor Timur ini lebih merupakan reaksi atas pelanggaran hak asasi di sana. kecuali menyerahkan solusi Timor Timur itu sendiri. luka-luka. pemerintah berusaha memberikan keterangan pers dan berdemagogi tentang keterlibatan GPK dalam peristiwa berdarah di pemakaman Santa Cruz. sebagai bagian dari perjuangan demokrasi itu sendiri. Organisasi . SEJARAH PERJUANGAN SPRIM "Cepat atau lambat setiap bangsa yang ditindas pasti memperoleh kemerdekaannya kembali. Para aktivis mahasiswa di Yogyakarta juga melayangkan surat protes kepada penguasa. Peristiwa ini menandai fase baru dalam perjuangan demokrasi di Indonesia. dan menghilang tak pernah dengan pasti ditemukan bekasbekasnya. khususnya pada pelanggaran hak asasi manusia yang dipraktekkan militer di sana. Pada saat yang bersamaan kemunculan kekuatan demokrasi ekstra-parlementer sedang menunjukkan kekuatannya. yaitu perhatian pada persoalan Timor Timur. Pembantaian ini menjadi topik utama dalam pemberitaan pers nasional dan asing keesokan harinya. Beberapa LSM di Jakarta seperti LPHAM. Tuntutantuntutan reformasi politik semakin menunjukkan hasilnya dengan berbagai keterbukaan yang terpaksa harus diberikan oleh rejim. Untuk itu. Aksiaksi massa dari berbagai sektor masyarakat muncul ke permukaan di berbagai daerah. Untuk menghindarinya. Di Bandung para aktivis mahasiswa menggelar aksi solidaritas mengutuk penembakan tersebut. Dari kawah inilah mulai bermunculan bibit-bibit radikalisme di kalangan mahasiswa. Tangan berdarah rejim Soeharto kembali memakan korban rakyat tak berdosa. Muncullah kebutuhan mencari sebanyak mungkin informasi tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di Timor Timur. itulah hukum sejarah yang tidak dapat dimungkiri. Demonstrasi dan unjuk rasa menjadi metode perjuangan yang terbukti ampuh. tidak ada jalan lain. yang kini semakin berlarut-larut karena sikap penguasa Indonesia yang kaku dan konservatif. yang oleh penguasa Orde Baru diklaim sebagai propinsi ke-27.

Langkah keliru akan perang yang salah di Timor Timur harus segera dihentikan. bahkan oleh generasi yang tidak mengalami perang itu sendiri. Enam bulan setelah berdirinya PRD terjadi aksi meloncat pagar Kedutaan Amerika di Jakarta ketika Presiden Clinton datang untuk menghadiri konferensi pembentukan APEC di Bogor. persis seperti rakyat Amerika menyesali perang Vietnam sampai kini. PRD bertugas menyadarkan rakyat Indonesia dan kaum demokrat khususnya akan praktek agresi wilayah yang hanya menjadi rekayasa dari para Jendral di Jakarta. Bagi PRD perjuangan rakyat yang berjumlah sektar 700. yang sekarang sedang diselewengkan oleh penguasa.000 orang untuk tidak kenal takut dan menyerah melawan ABRI yang bersenjata lengkap dan modern merupakan guru yang baik untuk memahami watak sebuah perjuangan yang sejati. kepada rakyat Indonesia.ini merupakan organisasi payung dari berbagai sektor masyarakat di Indonesia yang sepakat memperjuangkan demokrasi dengan metode perjuangan pengerahan-pengerahan massa. Dalam program politik perjuangannya PRD secara tegas menyatakan dukungan pada proses penyelesaian damai di Timor Timur melalui referendum yang diawasi oleh PBB. pada November 1994. yang dengan gigih menentang kolonialisme bersama kaum pergerakan Indonesia di tahun 1920-an. tidak perlu takut untuk menyatakannya kepada rakyat Indonesia. kepada rakyat Maubere dan kepada masyarakat internasional. Ini sangat berkebalikan dengan kualitas kaum demokrat Indonesia yang . PRD mulai yakin sepenuh-penuhnya adalah suatu kewajiban moral dan politik bagi kaum demokrat yang melawan rejim antidemokrasi Soeharto untuk dapat menghubungkan gerakannya dengan tuntutan rakyat Timor Timur. Dukungan internasional atas tuntutan referendum merupakan payung politik yang akan membuat rejim Soeharto semakin kehilangan muka bila harus menindas rakyatnya yang mendukung perjuangan rakyat Maubere. bila tidak rakyat Indonesia akan meratapi nasibnya. Inilah untuk pertama kalinya sebuah organisasi politik secara terbuka mendukung perjuangan rakyat Timor Timur kepada penguasa. Pada saat itulah kami melihat dan berkenalan langsung dengan para pemuda belasan tahun. Perjuangan yang banyak memakan korban nyawa namun tidak pernah kenal takut dan mundur untuk terus maju melawan musuh yang paling kuat sekalipun. Rakyat Timor Timur dan kaum demokrat Indonesia menghadapi musuh yang sama. PRD juga akan mengawasi pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh rejim Soeharto atas rakyat Timor Timur sebagai sebuah bangsa. seorang Belanda. yang dengan militansinya telah gagal dikalahkan oleh kekuatan ABRI dengan dukungan dana dan intelijennya. Dari kontak dengan kaum muda Timor Leste tersebut. Slogan ini persis dengan slogan para pejuang republik ketika harus mempertahankan revolusi kemerdekaan di tahun 1945 dahulu. Aksi ini kembali menjadikan Timor Timur sebagai isu yang mencoreng muka diplomasi politik Indonesia dihadapan dunia. Persis seperti Douwes Dekker. Beberapa orang pemuda Timor Timur yang terlibat aksi namun gagal untuk meloncati pagar lalu datang ke sekretariat PRD untuk menyerahkan tuntutan aksi. Untuk meluruskan pelaksanaan konstitusi ini. PRD merasa kecil dibandingkan dengan kualitas perlawanan para pemuda Timor Leste dengan slogannya Patria ao Morte! (Merdeka atau Mati). Peristiwa APEC berubah menjadi ajang kampanye menentang pendudukan rejim Soeharto atas Timor Timur. Mengapa harus secara terbuka mendukung referendum? PRD memandang apa yang sedang diperjuangkan oleh rakyat Maubere adalah sesuai dengan cita-cita Pembukaan UUD 1945.

dari gerakan demokrasi Indonesia. kita bisa melihat kerugian psikologis yang diderita oleh bangsa Indonesia akibat perang . PPBI. Pertama. Beberapa orang dari PPBI. Wadah ini harus dapat menggerakkan rakyat Indonesia dalam aksi-aksi terbuka bersama pemuda Timor Timur. diplomasi internasional. Dari sinilah mulai dirasakan perlunya dibuat suatu wadah tersendiri yang secara khusus mendorong kaum demokrat Indonesia. bahkan menjadi oportunis bila berhadapan dengan penguasa yang garang. Selama ini bila kita melihat front perjuangan dengan kawan-kawan di Timor Timur mereka menggunakan dua strategi. kedua. STN. agar secara aktif dan terbuka mendukung tuntutan rakyat Timor Timur. Kita bisa memblejeti pelanggaran konstitusional terhadap negeri ini oleh rejim yang berkuasa sekarang. Munculnya kelompok-kelompok demokrasi di Indonesia seperti PRD yang mendukung gerakan di Timor Timur ini suatu fenomena baru yang juga berhubungan dengan perubahan strategi kawan-kawan di Timor Timur sendiri. dari kawan-kawan Timor Timur sendiri yang menganggap bahwa perjuangan Timor Timur ini pun tidak dapat dipisahkan dari perjuangan demokrasi di Indonesia. dan JAKKER lalu mengadakan diskusi dengan pemuda dan mahasiswa Timor Timur di Jawa akan pentingnya mendirikan wadah yang mengorganisir suatu propaganda politik untuk lebih mengaktifkan kaum demokrat dalam isu Timor Timur. bila ada demokrasi di Indonesia dapat direbut. Sekarang ini saya melihat ada kemajuan dari dua sisi. Satu. Untuk itu adalah suatu pelecehan bila gerakan demokrasi Indonesia yang masih baru bangkit tidak dapat menghubungkan perjuangannya dengan tuntutan rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. ini akan mempermudah kawan-kawan di Timor Timur untuk mencapai kemerdekaan. saya menjawab pertanyaan reporter dari Belanda yang menanyakan aktivitas PRD dalam solusi persoalan Timor Timur: "Munculnya satu gerakan baru yang dimotori oleh kawan-kawan SMID. perjuangan bersenjata di Timor Timur.suka cengeng bila direpresi. dan Jakker. yaitu sekelompok ormas gerakan demokrasi baru. karena kata Maubere merupakan suatu identifikasi kultural rakyat yang menunjukkan . Atau paling tidak. Kedua. Sementara perang berlarut-larut di Timor Timur itu telah banyak menghabiskan sumberdaya manusia dan juga sumberdaya ekonomi untuk kepentingan perang tentara di sana. untuk mendidik rakyat Indonesia itu sendiri agar memperjuangkan demokrasi bersama-sama dengan tuntutan referendum bagi Timor Timur. yang melihat persoalan Timor Timur merupakan satu persoalan yang tidak dipisahkan juga dari problem gerakan demokrasi di Indonesia. SMID. Kawan-kawan di Indonesia sendiri melihat bahwa persoalan Timor Timur ini bisa merupakan satu kunci juga untuk memblejeti yang namanya tentara di mata rakyat Indonesia. tiarap bila diintimidasi.. Karena secara konstitusional tindakan yang dilakukan oleh rejim Soeharto di Timor Timur itu melanggar Undang-Undang Dasar 1945. Dalam wawancara dengan Radio Nederland pada bulan Desember 1995. PRD. Kualitas perjuangan rakyat yang tidak kenal takut dan memakan korban yang banyak tidak perlu diragukan lagi merupakan sekutu yang dapat dipercaya. Kami menggunakan kata Maubere bukan Timor Timur. STN.." Pada bulan Maret 1995 didirikanlah SOLIDARITAS PERJUANGAN RAKYAT INDONESIA UNTUK MAUBERE atau disingkat SPRIM.

Mengorganisir terbitan. Pembukaan UUD 1945 merupakan kristalisasi dari pengalaman rakyat Indonesia yang berjuang tak kenal takut untuk melawan kolonialisme Belanda dan pendudukan fasisme Jepang. diskusi. selebaran. Piagam ini melahirkan apa yang disebut sebagai Gerakan Non-Blok (GNB). ras merupakan hasil dialektika masyarakat Barat atas praktek-praktek fasisme. Seperti penggunaan kata Indonesia dan Hindia Belanda bagi kaum pergerakan Indonesia di zaman kolonial dahulu. Inilah cara masyarakat beradab mengambil hikmah dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Melakukan pendidikan politik kepada rakyat Indonesia dari berbagai sektor yang ada di dalam masyarakat untuk mendukung proses penyelesaian damai di Timor Timur melalui referendum. menunjukkan bahwa kolonialisme tidak akan mendapat tempat lagi dalam sejarah peradaban manusia. bacaan. dan Piagam Deklarasi Hak Asasi Manusia dalam persoalan yang menyangkut Timor Timur. Piagam Deklarasi Hak Asasi Manusia. Kolonialisme juga bertentangan dengan seluruh pasal yang terdapat dalam Pancasila yang dimuat dalam alinia keempat. Pembukaan UUD 1945. Mengorganisir agenda politik untuk memperjuangkan demokrasi di Indonesia dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Maubere melalui proses referendum di bawah pengawasan PBB. 6. Di dalam pendiria tersebut disepakati tiga landasan dasar dari SPRIM sebagai pedoman organisasinya. Piagam Dasasila Bandung yang dideklarasikan pada tahun 1955 di Bandung. 4. kolonialisme dan imperialisme yang telah mengorbankan perang dan memusnahkan peradaban. Ketiga. Menyerukan kepada masyarakat internasional agar memberikan sanksi-sanksi diplomatis. Dari ketiga pedoman di atas lalu SPRIM merumuskan program-program tuntutan yang akan menjadi bahan pendidikan pada rakyat Indonesia serta menjadi bagian dari penyelesaian persoalan Timor Timur. Dari sebuah perang yang merendahkan martabat manusia lahirlah suatu dokumen abadi yang meninggikan kemanusiaan di atas segala-galanya. Soekarno bersama para negarawan Asia Afrika memimpin negara-negara merdeka di Asia Afrika agar bersatu menentang segala praktek kolonialisme dan imperialisme. 2. 5. ekonomis dan politis pada pemerintah Indonesia atas pendudukannya di Timor Timur. Program tuntutan tersebut meliputi: 1.bahwa dirinya bukanlah bagian dari kultur pendudukan. Pertama. Kedua. Dasa Sila Bandung. 3. seminar dan segala jenis informasi tentang perjuangan rakyat Maubere di berbagai forum dan front. . Pembukaan ini menjadi patokan bagi rakyat dan pemerintah RI bahwa segala hal yang berhubungan dengan praktek kolonialisme sangat bertentangan dengan perikemanusiaan. perikeadilan dan perdamaian dunia. Bersatunya bangsa-bangsa yang pernah merasakan dihina oleh praktek kolonialisme negara-negara Barat dan kini berdiri sama tinggi dengan bekas penjajahnya. Meluruskan kembali praktek politik kekuasaan Orde Baru agar kembali pada prinsip-prinsip Pembukaan UUD 1945. Piagam ini merupakan suatu komitmen universal dari negara-negara Barat untuk memperjuangkan demokrasi dan penghargaan atas manusia tanpa mengenal bangsa. Melakukan propaganda dan mendorong kaum demokrat Indonesia agar secara terbuka mendukung tuntutan rakyat Timor Timur untuk menyelenggarakan referendum dengan jalan menjadikannya sebagai program perjuangan politik.

7. maka harus ada sistem politik demokratis yang berlandaskan kedaulatan rakyat yang sejati. karena sistem itu sendiri masih menghendaki adanya kolonialisme. diplomasi. Dalam syarat-syarat sistem politik yang otoriter kemajuan-kemajuan kualitatif dalam solusi Timor Timur sangat sulit untuk diharapkan. cacat. bahwa solusi bagi Timor Timur tidak dapat diharapkan akan mengalami kemajuan bila sistem politik yang berlaku masih di bawah syarat-syarat otoriter. 10.. 15. Dalam eksepsi saya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mencabut 5 UU Politik 1985 dan Dwi Fungsi ABRI sebagai langkah awal untuk mendemokratiskan sistem politik di Indonesia. 16 Februari 1997 dikatakan. sekelompok perwira progresif menumbangkan kekuasaan Salazar. kesejahteraan dan keadilan dalam perhubungan antar-bangsa. Menuntut rejim mengeluarkan laporan terbuka tentang jumlah prajurit yang gugur. Menuntut dibebaskannya pimpinan perjuangan rakyat Maubere Xanan Gusmao beserta seluruh tahanan politik di Timor Timur dan Indonesia. SPRIM lebih mengarahkan organisasinya pada pendidikan politik dan partisipasi rakyat secara aktif dalam segala hal yang menyangkut solusi bagi Timor Timur. Terlibat aktif dalam solidaritas internasional yang menghendaki perdamaian dunia. ". seperti: Pertama. Menuntut pemerintah Indonesia agar menjalankan semua resolusi PBB yang berhubungan dengan Timor Timur. 9. Menuntut penguasa agar memberikan laporan pada rakyat tentang jumlah biaya operasional yang digunakan sepanjang 20 tahun untuk keperluan amunisi. 8." Dengan konsepsi seperti di atas SPRIM memandang perlu untuk belajar dan mengambil hikmah dari sejarah dunia. Pada bulan April 1974. dinas intelijen. Menuntut dibentuknya sebuah komite independen antar-bangsa di bawah rekomendasi PBB untuk melakukan investigasi atas jumlah korban yang tewas sepanjang pendudukan di Timor Timur. 17. 16. teknologi militer. 14. Mengorganisir aksi-aksi massa terbuka untuk mendukung hak rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri melalui referendum di bawah naungan PBB. 13. bila tidak didukung oleh rakyatnya sendiri. Membuktikan pada masyarakat internasional bahwa rakyat Indonesia tidak mendukung sikap agresor pemerintahnya dalam pendudukan di Timor Timur. 11. dan lain-lain. Dan untuk menghentikan politik agresi tersebut. Dari pengalaman sejarah dapat dibuktikan bahwa sebuah kekuasaan yang ekspansif dapat dipercepat keruntuhannya.. anak yatim beserta para istri dan orangtua yang menjadi korban dari praktek perang teritorial di Timor Timur. pengalaman revolusi demokratis di Portugal pada tahun 1974. sangat sulit untuk memajukan solusi-solusi untuk daerah jajahan di seberang lautan. Meminta para prajurit ABRI dan keluarganya untuk menolak untuk dikirim berperang ke Timor Timur sebagai tumbal ambisi perang dan karir para jenderal di Jakarta. . Dalam sistem politik Salazar yang militeris dan diktator. Peristiwa ini merupakan transisi awal dari Portugal dengan sistem otoriter menuju Portugal yang demokratis. 12. Melibatkan gerakan demokrasi Indonesia dan perwakilan rakyat Timor Timur di bawah naungan CNRM serta gereja (USKUP) dalam semua perundingan yang menyangkut nasib Timor Timur. terganggu jiwanya.

selain pengalaman trauma kehilangan kawan dan ketakutan. Akibatnya. Sampai kini rakyat Amerika tetap menyesali perang yang keliru untuk tujuan yang keliru. Seperti yang terjadi di Angola. Amerika Serikat maju ke medan perang dengan dukungan rakyat Amerika Serikat di belakangnya. hak asasi dan memajukan kesejahteraan umum. Tentu saja semua kegagalan Amerika di Vietnam juga sangat ditentukan oleh militansi dan pengorbanan rakyat Vietnam Utara unuk mempertahankan tanah airnya dari serbuan pasukan invasi Amerika Serikat. Akhirnya proyek dekolonisasi yang selalu menemui jalan buntu di bawah diktator Salazar menemui titik terang di bawah sebuah sistem politik yang demokratis. mulailah dapat dibicarakan solusi-solusi melalui cara damai untuk suatu proses menentukan nasib sendiri di negeri-negeri jajahan. orangtua. Pada tahun 1976. Sampai suatu saat para mahasiswa. Mozambik serta Timor Portugis. gerakan feminis. milik Inggris. Meskipun perang Vietnam telah berakhir. Intinya. sebuah rejim yang otoriter kehilangan legitimasi politiknya dihadapan rakyat. perlawanan di negeri-negeri kolonis yang tidak kenal takut dan menyerah itu sendiri yang paling menentukan. Perang Vietnam merupakan kekalahan terbesar Amerika secara militer. Keempat. Namun harus diingat bahwa munculnya gerakan demokrasi yang mendukung dekolonisasi hanya mempunyai kekuatan bila ia menjadi bagian dari perjuangan rakyat di negeri jajahan itu sendiri. politis dan psikologis. gerakan anti-perang. kondisi historis dari terbentuknya bangsa dan republik Indonesia sebagai suatu kesimpulan sejarah melawan kolonialisme dan imperialisme. Perang Vietnam dianggap perang yang seharusnya tidak perlu terjadi. Ketiga. kritikan masyarakat internasional akhirnya memaksa pemerintah Amerika Serikat harus menghentikan perang. di Paris yang indah disepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perang.Dengan tumbangnya rejim otoriter digantikan oleh rejim yang demokratis. Namun Wahington telah mengabaikannya. gerakan hakhak sipil kaum Negro di Amerika bergerak turun ke jalan menuntut "Hentikan Perang di Vietnam!" Aksi-aksi simultan rakyat Amerika Serikat menentang politik luar negeri pemerintahan yang berkuasa tersebut. SPRIM yakin bila rakyat di Indonesia dibiarkan untuk mengetahui apa . Dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi nilai-nilai moral penentangan atas kolonialisme tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Para keluarga prajurit berduka atas anggota keluarganya yang berangkat perang. Kedua. untuk menegakkan demokrasi. Para veteran yang pernah dikirim ke sana tidak pernah bangga dengan perang di Vietnam. Dalam Perang Dunia I dan II. Pada tahap awal perang Vietnam berhasil menggerakkan aksi-aksi menentangnya di berbagai pelosok dunia. rejim-rejim otoriter akan kehilangan dukungan dari rakyatnya akibat politik agresi terhadap bangsa atau negara lain. ramalan dari teoritisasi Samuel Huntington tentang salah satu unsur yang mempercepat tumbangnya rejim-rejim otoriter dalam Gelombang Demokrasi Ketiga. gerakan perdamaian. kekalahan di front pertempuran. Rakyat dalam gelombang demokrasi ketiga hanya akan mendukung suatu pemerintahan yang dapat melindungi demokrasi. Rakyat Amerika justru menyesali perang tersebut. Demagogi dengan alasan nasionalisme tampaknya akan secara kritis dinilai oleh rakyatnya sendiri. pengalaman rakyat Amerika dalam perang Vietnam. intelektual. dampak-dampaknya bagi rakyat Amerika terus berlangsung. Menurut Huntington. Dalam kasus rejim militere di Argentina ditunjukkan bagaimana rakyat berbalik menentang penguasa atas politik ekspansif untuk menduduki kepulauan Fakland. Namun dalam kasus Vietnam situasinya lain.

Kelima. Pada saat itu sekitar 30 pemuda. Dengan keberaniannya ia menentang penguasa kolonial Belanda di negeri jajahan dan bergabung dengan kaum pergerakan nasional untuk menuntut Indonesia merdeka. Untuk keberaniannya tersebut ia diasingkan oleh pemerintahnya sendiri melalui penjara dan pembuangan. kami yakin bahwa rakyat akan melihat Timor Timur masa kini seperti Indonesia di bawah kolonialisme Belanda atau pendudukan militer Jepang. Menurut SPRIM kebebasan untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dibatasi oleh kekuasaan negara. Aksi ini digelar di halaman Fak. Psikologi Universitas Indonesia. Dalam hal dukungan pada rakyat Maubere. Tuduhan yang diberikan adalah mengadaka rapat gelap tanpa izin. mereka akan melihat bahwa rakyat Timor Timur sedang mempraktekkan jiwa dan prinnsip dari Pembukaan UUD 1945. Rakyat akan terbuka matanya akan praktek-praktek mirim zaman pendudukan Jepang atas rakyat Timor Timur. Douwes Dekker tidak memandang asal-usulnya sebagai seorang Belanda sebagai basis dari pandangan politiknya.yang sebenarnya terjadi di Timor Timur dan apa yang sebenarnya diingini oleh rakyat Timor Timur. SPRIM yakin bahwa aksi jauh lebih bermakna ketimbang hanya sibuk berbicara. SPRIM mengadakan doa menyalakan lilin perdamaian pada tanggal 12 November 1995. SPRIM telah melakukan beberapa aksi untuk menunjukkan bahwa sebuah aksi untuk mendukung perjuangan rakyat Maubere secara terbuka sudah dimungkinkan. memasuki abad ke-21 nanti nilai dan etika masyarakat global yang secara de facto telah menganggap posisi rejim Soeharto atas Timor Timur sebagai suatu aneksasi akan meresap ke dalam masyarakat Indonesia melalui jaringan komunikasi dan penyebaran informasi yang tidak dapat lagi disensor atau dibredel oleh aparat negara. Douwes Dekker bahkan rela menanggalkan identitas Belandanya dan berganti nama menjadi Setiabudi. semata untuk mempertegas pandangan politiknya sebagai seorang demokrat sejati untuk menentang kekuasaan rejim kolonial di Hindia Belanda. Di tengah guyuran hujan lebat. SPRIM membacakan pernyataan sikapnya: . Tapi setelah dibawa ke kantor polisi mereka semua dituduh ingin menggerakkan aksi untuk menentang integrasi. Dukungan nyata SPRIM dilakukan pertama kali pada bulan Juni 1995. SPRIM sangat terinspirasi dengan tokoh pergerakan asal Belanda yang bernama Douwes Dekker. Suatu saat nanti bila jendela perjuangan rakyat Timor Timur dibuka di depan rakyat. Rakyat Indonesia akan secara bertahap terintegrasi dalam jaring-jaring kekuatan politik internasional yang secara obyektif dan ilmiah dapat dipercaya ketimbang demagogi atau propaganda dari para penguasa yang hanya bermotifkan stabilitas belaka. Aktivis SPRIM bersama beberapa pemuda Timor Timur mengadukan penangkapan yang sewenangsewenang tersebut ke Komnas HAM. Bahkan ia mendirikan partai politik pertama di Hindia Belanda yang secara tegas menuntut Indonesia merdeka. Penangkapan atas pemuda Timor Timur ini juga menunjukkan bahwa orang Timor di Indonesia tetap diawasi dan dikontrol secara berlebihan dan di luar kewajaran. Dalam rangka mengenang para korban pembantaian Santa Cruz. 12 November 1991. Douwes Dekker telah mengajarkan pada SPRIM bahwa sebuah kekuasaan yang merendahkan martabat rakyat dari bangsa lain tidak pantas untuk didukung. mahasiswa dan buruh Timor Timur ditangkap oleh intel Bakorstanas dan Polres Jakarta Pusat. Rakyat akan melihat betapa para prajurit dikorbankan untuk perang ambisi para perwira guna melegitimasi dirinya menjadi pahlawan-pahlawan persatuan yang sudah kesiangan.

rakyat Timor Timur untuk suatu perang agresi yang mengingkari kemerdekaan rakyat Timor Timur untuk menentukan nasib sendiri... Dalam aksi lilin perdamaian ini hadir pula kawan-kawan kami yang sekarang di penjara oleh Orde Baru. Kurniawan (DPO PRD). rejim melanjutkan penindasan atas rakyat Timor Timur. (3) bebaskan Xanana Gusmao dan seluruh tahanan politik di Timor Timur dan Indonesia". para aktivis Indonesia dan Timor Timur menuliskan spanduk yang berbunyi. Aksi ini mempunyai tujuan utama. SPRIM menuntut: (1) pemerintah Indonesia harus menghentikan perang di Timor Timur. dan beberapa orang pemuda Timor Timur. .. 20 tahun yang lampau. yaitu Budiman Sudjatmiko (ketua PS-PRD). empat tahun sesudah tragedi Santa Cruz. Referendum untuk Rakyat Maubere dan Free Indonesia. LPHAM. yaitu: mengutuk invasi militer Indonesia ke Timor Timur. Di akhir ceritanya tentang tragedi Santa Cruz ia menyerukan pada para pejuang demokrasi di Indonesia agar juga menghubungkan perjuangannya dengan solusi Timor Timur. Free East Timor". referendum bagi Timor Timur. Di tengah-tengah upaya umat manusia untuk menciptakan tata pergaulan internasional yang bersendikan keadilan dan di tengah-tengah bangsa Indonesia memperingati 50 tahun kemerdekaannya. ketua umum PS-PRD (sekarang PRD). Pada tanggal 7 Desember . (4) menghormati hak rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri melalui referendum. Dalam pernyataan sikapnya PS-PRD mengatakan: ". Wilson (SPRIM) dan Petrus (SMID/PS-PRD). Garda Sembiring (ketua SMID Jabotabek). Dita Indah Sari (ketua PPBI). Tanpa persetujuan rakyat Indonesia. untuk memecahkan kontroversi di antara pihak-pihak yang bertikai. Menlu Ali .". Salah seorang pemuda Timor Timur menunjukkan sebuah telinganya yang hilang terkena peluru. (2) cabut 5 UU Politik 1985. Sekitar 60 orang masuk ke Kedutaan Rusia dan 55 orang memasuki Kedutaan Belanda. maka kami Presidium Sementara Persatuan Rakyat Demokratik (PS-PRD) menyerukan: (1) referendum di Timor Timur di bawah pengawasan PBB.. Aksi di Kedutaan Belanda dipimpin oleh Puto (Timor Timur). (5) untuk tujuan tersebut harus juga dicabut paket 5 UU Politik 1985". Ia menganggap diri dan bangsanya dilakukan bukan seperti manusia oleh rejim pendudukan Soeharto. (3) pemerintah Indonesia harus membentuk pemerintahan yang otonom sepenuh-penuhnya di Timor Timur.sepertiga -. Dan. Di dalam kedutaan PS-PRD meminta pertemuan dengan perwakilan Hak Asasi PBB. sudah 20 tahun bangsa Timor Timur 'dijajah Indonesia' dan kini mereka sedang berjuang untuk memperoleh haknya untuk merdeka. rejim Soeharto telah memerintahkan ABRI untuk menyerbu Timor Timur. Di Kedutaan Rusia dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko. (2) pemerintah Indonesia harus menarik mundur semua personil militer dari Timor Timur.000 nyata -.. Palang Merah Internasional (ICRC). "Cabut 5 UU Politik.. Keduanya di pagi hari yang dingin dan sepi. Dalam aksi di kedua kedutaan tersebut. Aksi yang paling dramatis dari SPRIM adalah ketika mendukung aksi PS-PRD dan pemuda Timor Timur untuk menjadikan Kedutaan Belanda dan Rusia sebagai tempat berunding yang netral dengan pemerintah Indonesia dalam solusi Timor Timur. 7 Desember 1975 atau yang dikenal dengan sandi Operasi Seroja. ribuan tentara Indonesia dipertaruhkan nyawanya dan telah mencabut 200. di bawah tekanan internasional atas rejim Orde Baru. Persoalan politik yang sensitif diciptakan oleh rejim untuk membenarkan kekuasaan militerisnya.

tidak diberi makan. kawan-kawan PRD semangatnya tetap luar biasa. Pada sore harinya. Pabrik ini dimiliki oleh ketua umum Golkar. para aktivis masih mempunyai keberanian untuk melakukan mimbar bebas di kandang institusi yang merenggut hak asasi manusia mereka. Sementara para aktivis Timor Timur dipaksa untuk menandatangani pernyataan telah menerima integrasi. membuat kawan-kawan Maubere semangat kembali. pihak kedutaan. Aparat militer dan kepolisian tampak dengan jelas melindungi para preman tersebut. "Lho. jadi ada peringatan Hari Hak Asasi Manusia to Mas?" Coba bayangkan seorang pelaksana hukum. yang katanya menghargai hak asasi manusia tidak tahu pentingnya makna 10 Desember bagi peradaban. tidak diberi waktu istirahat. Harmoko dan Ibu Tien Soeharto. Namun di bawah situasi yang mencekam tersebut. Di negeri-negeri yang demokratis dan beradab aparat kepolisian melaksanakan nilai-nilai dari Piagam Deklarasi Hak Asasi Manusia. Kini para pendengar radio luar neeri di Timor Leste.Alatas. Puto sungguh-sungguh kagum terhadap kawan-kawan PRD yang rela berkorban demi kemerdekaan Timor Leste. Duta Besar dan Atase Politik yang menghentikan aksi tersebut justru dipukuli hingga luka parah. Keesokan harinya sekitar 300 aparat militer menyerbu Kedutaan Belanda dan menyeret secara paksa 55 aktivis yang masih bertahan dan sedang melancarkan mogok makan. Aksi 7 Desember ini terus berlanjut dengan aksi pemogokan umum 14. Di pabrik ini secara ironis dipekerjakan sekitar 100 orang buruh Timor Timur. Para aktivis Indonesia yang ingin menjalankan prinsip Pembukaan UUD 1945 dicaci maki sebagai pengkhianat bangsa. Baik buruh Indonesia dan buruh Timor Timur di pabrik tersebut . Salah seorang pimpinan aksi di Kedutaan Belanda yang sekarang sudah di luar negeri menulis pengalaman aksi bersama PS-PRD sebagai berikut: ". Pada tanggal 8 Desember para aktivis di Kedutaan Rusia ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Seorang aktivis Timor Timur ditelanjangi dan disunduti rokok. di mana BIA dan Bakorstanas sudah siap untuk mengintrogasi dan meneror. Seorang polisi yang keheranan bertanya kepada saya. Princen dari LPHAM. Sritex di Solo. Princen serta ICRC. namun di sini aparat negara justru digunakan untuk melecehkan piagam tersebut..000 buruh PT. Mimbar bebas untuk merayakan Hari Hak Asasi Sedunia yang jatuh pada 10 Desember. Selama pemeriksaan kami tidak didampingi pengacara. Saat itulah kawan-kawan Maubere yakin bahwa apa yang ia ceritakan saat pertemuan sebelum aksi itu memang benar. di bawah intimidasi dan tatapan aparat militer dan polisi yang galak. yang di Timor Timur telah membunuhi saudara-saudara mereka selama 20 tahun lebih). Malahan sampai membantu untuk meloncati pagar kedutaan. Sekitar 25 aktivis PS-PRD dan pemuda Timor Timur mengalami luka-luka untuk mempertahankan diri.. seragam Golkar dan seragam ABRI. sekitar 300 preman yang bergabung dalam Gardapaksi dan Pemuda Pancasila menyerbu gedung Kedutaan Belanda. Falintil di hutan maupun yang berada di pelosok dunia mengetahui bahwa ada aktivis prodemokrasi Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Maubere". para buruh dari Timor Timur ini harus menjahit baju militer. Padahal pada hari itu telah dikumandangkan Piagam Deklarasi Hak Asasi Manusia di mana Indonesia juga menjadi salah satu penandatangannya. Pabrik ini memproduksi baju Korpri. (Bayangkan. Beberapa aktivis yang luka-luka serta menderita penyakit dibiarkan mengerang-ngerang tanpa diberi pengobatan. Kami dibawa ke Polres Jakarta Selatan. dan tidak diperbolehkan dikunjungi oleh HJC. dan HJC.

pimpinan Jakker harus merelakan sebuah biji matanya menjadi buta. Inilah suatu pendidikan politik yang berharga untuk menunjukkan bahwa buruh Indonesia juga ditindas oleh penguasa militer yang menindas rakyat Timor Timur. apalagi dibunuh secara sewenangwenang. Manuel Soares (25 tahun) ditembak mati oleh Polsek Tanah Abang. kaum buruh tidak mengenal batas tanah air dan kebangsaan. dan para pemuda Timor Timur dari Tanah Abang melakukan aksi ke DPR RI mengadukan peristiwa penembakan tersebut. selain solidaritas sepenanggungan untuk melawan eksploitasi dari sistem kapitalisme. Manuel adalah korban dari Yayasan Tiara yang terpaksa harus menjadi buruh buruh di sebuah pabrik furniture di Jakarta. Rejim merekayasa isu bahwa ia terpaksa ditembak karena terlibat dalam kasus kriminal dan melawan petugas ketika ditangkap. Solidaritas SPRIM juga diberikan pada para pemuda Timor Timur yang menjadi anak buah komandan Kopassus Mayjen TNI Prabowo di Tanah Abang. beberapa pemuda yang kami temui di DPR RI ternyata adalah para penyerang kami pada aksi 7 Desember 1995 yang lalu. Hercules menjadi penguasa di sana dengan bekingan dari Mayjen Prabowo. "bahwa kami akan membela semua orang yang dilanggar hak asasinya. Tapi kejadian yang sebenarnya bukanlah demikian. Di sinilah dapat diketahui bahwa sebagai sebuah kelas. meskipun itu adalah hak asasi dari para preman yang pernah menyerang kami. Untuk itulah direkayasa sebuah skenario untuk membuhnya dengan alasan terlibat kasus kriminal. Salah seorang di antaranya adalah Garda Sembiring yang mengalami gegar otak karena diinjak-injak sepatu lars dan popor senapan. yang juga ditindas oleh pengusaha. Jakarta Pusat. cabut Dwi Fungsi ABRI dan pembebasan aktivis PS-PRD dan Timor Timur yang ditangkap dalam aksi 7 Desember di Kedutaan Belanda dan Rusia. baik secara sukarela karena uang ataupun dipaksa. Sikapnya ini merupakan contoh moral kepada kawankawan Timor lainnya bahwa mereka harus berani menolak bujukan uang atau paksaan untuk mengkhianati tanah airnya. Manuel ternyata berani mengikuti hati nuraninya. ketua PPBI ditangkap dan mengalami pelecehan dari aparat.menghadapi kondisi yang sama. Lucunya. PRD. Perjuangan buruh PT Sritex menunjukkan solidaritas tersebut. Buruh Timor Timur dan buruh Indonesia sama-sama ditindas oleh kapitalisme serta ditindas oleh penguasa militer yang sama. ia menolak tawaran tersebut berkali-kali. di mana seorang preman dari Timor Timur. Manuel lalu dicoba untuk dirayu agar bersedia mendukung aksi-aksi pro-integrasi serta menjadi informan untuk mencari kawan-kawannya yang anti-integrasi. ia lalu keluar dan hidup menggelandang di Jakarta. Yang menggembirakan dari aksi pemogokan buruh PT Sritex adalah keterlibatan para buruh yang didatangkan oleh Yayasan Tiara pimpinan Tutu dalam pemogokan. Sekitar 60 aktivis PS-PRD ditangkap dan disiksa. Aksi ini dipimpi oleh PS-PRD yang diketuai oleh Budiman Sudjatmiko. Dita Sari." SPRIM . Wiji Thukul. LPHAM. Mereka bingung kenapa SPRIM dan PRD yang pernah mereka celakai malahan membantu mereka? SPRIM dan PRD menjawab para pemuda tersebut. Karena upah yang rendah dan tidak sesuai dengan janji sebelum berangkat ke Pulau Jawa. yaitu upah yang rendah serta tunjangan yang tidak diberikan oleh penguasa. Dalam aksi tersebut mereka bisa melihat bahwa militer menyiksa kaum buruh tanpa kenal kasihan. Inilah untuk pertama kalinya kaum buruh Timor Timur yang jauh dari tanah airnya mengikuti sebuah aksi pemogokan dan berjuang bersama-sama buruh Indonesia. Aparat militer menghadapi aksi ini dengan ganas. di sekitar kawasan Tanah Abang. Tuntutan aksi juga mencakup pencabutan paket 5 UU Politik 1985. Atas pembunuhan tersebut aktivis SPRIM. Pada tanggal 7 Juni 1996.

SMID. sehingga akhirnya semua orang Filipina jadi paham soal Timor Timur. Sastra Undip) atau Pijar (Fak. SPRIM sadar adalah ilusi bila pers Indonesia yang sedang tiarap mampu menampilkan soal Timor Timur dengan adil. Rejim Soeharto lupa bahwa Filipina adalah negeri berdaulat di mana hak-hak sipil rakyatnya untuk berpendapat dan berpolitik tidak boleh diinjakinjak. "Selagi rejim membutuhkan mereka untuk kepentingan politik adu dombanya. serta kontrol pers oleh rejim yang begitu ketat. maka harus siap dibuang. Untuk alat bicara pada kaum demokrat dan rakyat Indonesia. karena dia menolak atas kerjasama dengan BAIS dan intel polisi di Tanah Abang" (Pernyataan pengakuan Duarte Freitas yang dikirim ke wartawan. Referendum berisi situasi aktual di Timor Timur serta berbagai agenda politik internasional yang berhubungan dengan Timor Timur. STN. Filsafat UGM). Dalam konferensi APCET pertama di Filipina. Acara ini menjadi polemik di Malaysia karena rejim Jakarta yang menjadi sekutu Mahatir meminta acara konferensi yang dilaksanakan Partai Rakyat Malaysia dihentikan. JAKKER. Dan sudah sejak lama masyarakat internasional menuntut pemerintah RI agar menjalankan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Timor Timur ataupun melalui resolusiresolusi PBB." Beberapa hari kemudian keluar release pengakuan dari teman Manuel. 10 Juni 1996) Dalam situasi demagogi negara atas persoalan Timor Timur melalui penipuan akan makna dari nasionalisme yang mengacu pada pembukaan UUD 1945. Buletin ini kami distribusikan di semua ormas PRD yang meliputi PPBI. tampaklah bagi rakyat Filipina bahwa penguasa Jakarta persis seperti diktator Marcos yang pada kebebasan sipil dan demokrasi. dan SRJ. SPRIM mengeluarkan buletin tiga bulanan bernama Referendum. Konferensi APCET ke-2 dilaksanakan di Kuala Lumpur sekitar bulan Oktober 1996. intelektual. terbitan STN Pacul. Selain melalui Referendum. Suara Massa. mereka akan dilindungi. terbitan PPBI Buruh Bergerak. mahasiswa dan berbagai LSM dalam dan luar negeri. adalah sangat penting untuk bicara pada rakyat melalui terbitan yang dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya tentang Timor Timur. serta kalangan kampus. APCET adalah sebuah wadah bagi berbagai organisasi dan LSM se-Asia Pacific untuk memberikan dukungan dalam penyelesaian Timor Timur. tapi persoalan masyarakat internasional.juga mengingatkan mereka bahwa nasib seperti Manuel bisa menimpa siapa saja. yang bernama Duarte Freitas yang mengaku: "Mengetahui secara jelas adanya kejadian proses kematian daripada almarhum Manuel Soares selaku buronan ABRI selama ini. Paksaan dari penguasa Jakarta tersebut menjadikan polemik panjang di Filipina dan dunia. Persoalan Timor Timur bukanlah soal Indonesia-Portugal. seperti Hayam Wuruk (Fak. Rakyat Filipina tidak ingin gaya politik militeris yang diktator Marcos hidup kembali. Dalam zaman globalisasi ini partisipasi aktif dalam gerakan perdamaian bagi solusi Timor Timur adalah suatu hal yang tidak bisa terhindarkan. SPRIM menjadi anggota APCET (Asia Pacific Coalition for East Timor). Untuk itu sejak tahun 1996. . Melihat gaya diplomasi rejim Jakarta. rejim Soeharto turut campur dengan melobi Presiden Ramos untuk melarang acara tersebut. serta berbagai terbitan kampus dan cabang-cabang SMID. bahkan untuk dibunuh sekalipun. Tapi bila rejim sudah tidak lagi membutuhkannya. Sengaja nama referendum kami ambil karena referendum yang dapat menyelesaikan persoalan di Timor Timur yang semakin berlarut-larut. SPRIM juga melakukan propaganda melalui terbitan SMID.

menghalalkan kolonialisme dan imperialisme. pada tanggal 29 April 1945 dibentuklah BPUPKI. 17 Agustus 1945. Pada tanggal 28 Mei 1945 anggota BPUPKI dilantik oleh pembesar tertinggi bala tentara Jepang di Jawa. Sang Proklamator menjadi hal yang ditentang dengan segala pengorbanan oleh kaum pergerakan nasional. Rakyat harus ditunjukkan bahwa cita-cita kemerdekaan republik ini adalah untuk menghapuskan segala jenis penjajahan. Bahkan lebih jauh lagi dengan bangga rejim ini melegitimasi penghisapan pemodal Indonensia atas rakyat Cina. VI. Sesuatu yang oleh Hatta. Mohammad Yamin. seorang nasionalis. PERDEBATAN WILAYAH RI DALAM BPUPKI. Dengan gagasan ini Yamin hendak mengatasi watak imperialisme negeri-negeri Barat yang pernah menjajah Indonesia. Sekarang ini. Indonesia bukan hanya telah berlaku seperti tuan kolonial dalam kasus Timor Timur.Panitia ternyata menolak untuk menghentikan acara konferensi yang akan dihadiri oleh utusan dari puluhan negara di Asia Pacifik. Akhirnya Mahatir mengorganisir para preman yang bergabung dalam pemuda UMNO untuk melakukan kekerasan dengan cara menyerbu dan memukuli panitia dan peserta yang hadir. Tema pokok dari sidang BPUPKI adalah merumuskan dasar negara bagi bangsa yang akan merdeka nanti. Perdebatan tersebut berlangsung dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). bahkan Mahatir telah menggunakan cara-cara fasis yang sudah menjadi makanan politik dari rejim Soeharto. 29 Mei dimulailah sidang yang pertama. Tujuannya agar rakyat yang didudukinya tidak berontak. .P Soeroso. di depan Parlemen. SPRIM mengutuk acara pembubaran ini dan menunjukkan tendensi dari pemerintahan Jakarta untuk melakukan intervensi dalam aktivitas politik rakyat negeri lain yang juga berdaulat. meskipun bukanlah perdebatan yang pokok. Keesokan harinya. yaitu Majapahit. pertama dari tanggal 29 Mei hinga 1 Juni 1945. Inilah nasionalisme kedua yang menjadi slogan rejim sekarang. Burma. dengan 62 orang anggota bangsa Indonesia yang diketuai Dr. Lihatlah. Namun dalam sidang ini juga disinggung soal wilayah Republik Indonesia. BPUPKI mengadakan dua kali persidangan. Semenanjung Malaya. Yamin mendapat fakta wilayah Majapahit dari kitab sastra Negarakertagama. Legitimasi Yamin untuk membenarkan kewilayahan ini adalah pada luasnya imperium kerajaan feodalkuno. Nampak di sini dua-dualisme dalam diri Yamin. mengusulkan wilayah Republik Indonesia meliputi Hindia Belanda. Seperti dicatat oleh sejarah pada tanggal 7 September 1944. Tidakkah ini menunjukkan tendensi agresif dan sok jagoan dari penguasa Jakarta kampanye di Australia? Demikianlah pokok-pokok pemikiran dan perjuangan SPRIM dalam menjalankan perdamaian dunia serta mempraktekkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Timor Portugis. Papua dan Kalimantan Utara. Situasi ini merupakan suatu sogokan politik dari Jepang yang sedang dipukul mundur dalam berbagai front pertempuran di Asia Paficik. Namun ia tidak peduli dengan watak ekspansionis-militeris dari kerajaan Majapahit yang dengan kekuatan senjata menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. karangan Mpu Prapantja. penguasa yang sedang bercokol tanpa mengindahkan kedaulatan rakyat sedang mempretelinya tanpa kenal malu. pemerintah Jepang menjanjikan memberikan kemerdekaan pada bangsa Indonesia. Sebagai realisasi. 1945 Persoalan luas wilayah Republik Indonesia sudah menjadi perdebatan sebelum Proklamasi Kemerdekaan. Radjiman dan Ketua Muda R. Vietnam. tapi juga sudah menjadi imperialisme. dan yang kedua dari tanggal 10 Juli hingga 17 Juli 1945. yang dikarang sekitar tahun 1365.

Jadi alangkah naif bila dalam prakteknya justru kita menyimpang dari pembukaan tersebut. seorang pejuang Islam yang mempunyai sejarah panjang menentang kolonialisme. "Saya belum membaca Prapantja. Tapi pada sisi lain ia membenarkan suatu praktek ekspansionis yang dilakukan oleh rejim feodal Majapahit. . Partai ini mencita-citakan suatu Indonesia Raya yang megah dengan kembali pada kejayaan kerajaan Majapahit. meskipun itu harus mengorbankan kemanusiaan dan kedaulatan bangsa lain. Ia secara tegas menganggap bahwa usula Yamin tersebut menunjukkan adanya tendensi imperialistik di dalamnya. Pada penekanan ini Hatta ingin menyatakan bahwa adalah hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Bila ditelusuri lebih ke belakang. Karena itu jangan sampai kita mengajari pada kaum muda tentang spirit imperialisme -. karena Majapahit bukan Barat. kaum pergerakan sudah berjuang dan mengorbankan apa saja yang mereka miliki untuk menentang kolonialisme dan imperialisme sepanjang hidupnya. Tidakah ide Yamin ini tanpa ia sadar telah menjalankan suatu praktek naziisme yang menjadikan nasion dan bangsa dihalalkan sekadar untuk kemegahan. Mohammad Hatta menjawab proposal Yamin dengan sindiran tajam. Tentunya ia menunjukkan pada kegagalan imperium fasisme di berbagai belahan dunia. Bila kita membaca Pembukaan UUD 1945 pada alinia pertama. Dengan plebisit ini rakyat setempat bebas memilih apakah hendak bergabung dengan wilayah Republik Indonesia atau tidak. Bagi Hatta. Maka daripada itu tidak heran bila ia membayangkan suatu Indonesia Raya yang jaya dan gemilang. biarlah rakyat setempat yang menentukan nasibnya sendiri. mengambil contoh pada watak rasialis dari imperialisme Jerman untuk mengritik Yamin secara halus. Dengan tajam ia berkata. tapi lebih baik belajar dari kesalahan sejarah masa kini. Pada sidang pleno 11 Juli 1945. Di sini. pada tahun 1955. Wilayah-wilayah yang ada di luar Hindia Belanda.yaitu ekspansionisme. Agus Salim. ide Yamin ini sama persis dengan Raden Mas Notonindito yang mendirikan Partai Fasis Indonesia pada tahun 1933 di Bandung. Untuk Papua sebagai misal. bahwa bila usulan Yamin diterima maka bisa jadi wilayah RI akan terus bertambah "termasuk kepulauan Solomon". dibiarkan menentukan nasibnya sendiri melalu suatu plebisit. Yamin terjebak pada nasionalisme kultural-rasial yang reaksioner dan bertendensi Zenophobi.Pada satu sisi ia menunjukkan suatu bentuk nasionalisme kanan yang anti-Barat karena praktek kolonialismenya yang menindas rakyat Indonesia. Akhirnya ia mengusulkan suatu jalan kompromi pada Yamin dan Hatta. sudah jelas bahwa gagasan Yamin bertentangan dengan pembukaan itu sendiri. Ide Yamin ini didukung oleh Soepomo. Yamin juga orang yang sangat terobsesi dengan keagungan dan kebesaran negara. yang sangat anti-fasisme tampaknya sangat kuatir dengan usulan Yamin yang tidak belajar dari sejarah modern. Bung Karno berhasil membuktikan makna alinia pertama tersebut melalui pembentukan Gerakan Non-Blok sebagai hasil dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Alinia pertama merupakan suatu dokumen sejarah dari pengalaman rakyat Indonesia berjuang menentang segala bentuk penjajahan. Padahal pada saat yang sama obsesi Hitler akan Jerman Raya sedang mengalami keruntuhan. Untunglah Indonesia di bawah pimpinan presiden RI yang pertama. seorang nasionalis Jawa yang mencetuskan faham negara integralistik yang otoriter dan berbau fasistik." Dengan kalimat ini ia ingin mengajak Yamin untuk tidak mengais-ngais kejayaan masa lalu. tapi saya membaca banyak sejarah masa kini. Hadji Agus Salim.

apakah sudah bijaksana. itu namanya apa?" tanya ibu itu. November 1996) Fernando de Araujo. SOLUSI TIMOR TIMUR SEBAGAI PRAKTEK PEMBUKAAN UUD 1945 Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan. Karena dalam Pembukaan itu terdapat kandungan universal hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri." Uskup Belo yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tanggal 10 Desember 1996. sama seperti yang dilakukan rakyat Indoneia dulu terhadap Belanda dan Jepang. aneksasi wilayah maupun tindak kekerasan .. Lalu sekarang anak-anak diberlakukan sama. "Kalau dulu orang Portugis membunuh dan memukul dikatakan sebagai penjajah. Bapak guru yang baik tersebut lalu membaca alinia pertama dari Pembukaan UUD 1945. "Bila begitu isi Pembukaan UUD 1945 mengapa bapak tetap ada di sini?" Oktavio (17 tahun) siswa kelas II SMU di Dili semoga semakin membuka mata kita akan sikap politik kaum muda Timor Timur yang sesungguhnya. 2 Mei 1992: "Memang pantas kalau dunia mengagumi Pancasila dan UUD 1945 milik Indonesia. Sang murid bertanya pada bapak guru tentang isi Pembukaan UUD 1945. Dan Romo Mangunwijaya mengatakan dengan tidak kalah getirnya. tapi sedikit pun tidak tercantum dalam Pancasila itu soal pembunuhan massal.VII. Baru selesai membaca alinia pertama sang murid menyela. Fernando menulis dalam pembelaannya di depan pengadilan Jakarta. Sekjen Renetil yang sekarang harus mendekam di LP Cipinang Jakarta membuat sebuah pembelaan yang membuat SPRIM dan PRD makin yakin bahwa Pembukaan UUD 1945 tidak hanya dihargai oleh rakyat Indonesia tapi juga oleh rakyat Timor Timur. secara "halus" juga mengingatkan saya dalam pidatonya tentang penghargaan pada para pejuang .. maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. ketika kita meniru segala cara yang dilakukan politisi Belanda antara tahun 1945 dan 1950?" (Romo Mangunwijaya. Manatuto menantang pejabat yang menjelaskan kekejaman yang dilakukan di zaman pemerintahan Belanda dan Portugis terhadap rakayat. Maret-April 1997). Rakyat Indonesia harus bersyukur bahwa para bapak pendiri negeri ini sudah menganut citra yang luhur itu. karena nilai yang terkandung di dalamnya memang mulia ." (Basis. penghinaan dan kesewenangan dilakukan Belanda dan Jepang terhadap rakyat Indonesia. saya pun melawan. Banyak penyiksaan. Karena itu. ". Maret-April 1997). Apakabar.. Namun sungguh sangat memalukan bahwa citra yang luhur itu telah dikhianati oleh orang-orang yang memegang kekuasaan di negeri ini sekarang.. "Saya tak habis mengerti. Menurut Oktavio di sekolah mereka mendapat pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Kekejaman Jepang dan Belanda secara jelas diceritakan di sana. "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. saya temukan dalam kehidupan sehari-hari saya. Seorang ibu di desa Soibada. "Roosevels and Churchills Light and Shadow on East Timor". (Basis." Membaca kalimat pembuka ini saya teringat kisah seorang pemuda belasan tahun yang duduk di SMP terhadap gurunya dari Indonesia yang sedang mengajar PSPB.. apa yang diajarkan dalam PSPB itu.. Orangtua saya juga mengalami hal yang sama sekarang ini.

Alinia ini mengungkapkan suatu dalil obyektif bahwa penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan dan oleh karena itu harus ditentang dan dihapuskan agar semua bangsa di dunia ini dapat memperoleh kemerdekaan sebagai hak asasinya. Maka dari iru pantaslah ia merasa bahwa para pemimpin kemerdekaan Indonesia jauh lebih layak dari dirinya. Ia tidak menyebut para "pemimpin Indonesia masa kini" untuk penghargaan ini. Saya teringat kepada para pejuang Indonesia dan saya sadar bahwa sejarah telah mengajar begitu banyak kepada kita asalkan kita meluangkan waktu untuk merenungkan kekayaan historis itu". Apa yang mereka lakukan secara tegas justru menjalankan penjelasan Pembukaan UUD 1945 seperti yang ditulis dalam Bahan Penataran P-4 UndangUndang dasar 1945. Dalil tersebut di atas meletakkan tugas kewajiban kepada bangsa/pemerintah Indonesia untuk senantiasa berjuang melawan setiap bentuk penjajahan dan mendukung kemerdekaan setiap bangsa. ia seolah seperti mengingatkan kita semua akan pentingnya untuk tetap mengambil kembali prinsip-prinsip moral politik kaum pejuang kemerdekaan Indonesia yang secara tanpa pamrih menanamkan nilai-nilai anti-penjajahan dalam bentuk apa pun. puluhan tahun sejak berlakunya UUD 1945 itu. Aspirasi bangsa Indonesia itu adalah kesatuan tekad untuk membangun masa depan bersama walaupun ada keanekaragaman latar belakang budaya dan adat istiadat dari suku-suku serta golongan yang ada dalam masyarakat yang mendiami bumi Indonesia. (Hidup. "Dengan pernyataan itu. ketua DPR/MPR. Sekarang. ibu tua. SPRIM menilai justru mereka semua. telah banyak sekali negara jajahan di .kemerdekaan Indonesia dan teladan yang dapat diambil dari "kekayaan historis itu". justru saya melihat Uskup Belo lah yang telah mempraktekkan "kekayaan historis" dari sejarah bangsa Indonesia. Alasan bangsa Indonesia menentang penjajahan ialah karena penjajahan itu bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Karena ia tahu bahwa penguasa yang sekarang tidak berjalan seperti cita-cita para pendahulunya yang telah melahirkan Pembukaan UUD 1945 yang agung tersebut. . melainkann juga akan bersama-sama bangsa lain tetap berdiri dibarisan yang paling depan dalam menentang dan menghapuskan penjajahan di atas dunia. Ia mengatakan dalam pidatonya: "Tidak diragukan.. Sesuatu yang sekarang ini hanya menjadi hapalan dan slogan-slogan belaka. 23 Februari 1997) Apa yang dikatakan anak SMP dan SMA. sekarang ini degan segala pembatasan politik yang harus mereka rasakan sebagai sebuah bangsa telah mengajarkan bangsa Indonesia akan makna yang sesungguhnya dari alinia pertama Pembukaan UUD 1945. para pemimpin Indonesia yang sama ini sepantas-pantasnya memperoleh tempat di Oslo ini. Ini berarti bahwa setiap hal atau sifat yang bertentangan atau tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan juga harus secara sadar ditentang oleh bangsa Indonesia. pada puncak perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan dan martabat mereka. bahkan sebelum saya dilahirkan tahun 1948. yang diterbitkan oleh BP-7 Pusat pada tahun 1994. Alinia ini juga mengandung pernyataan subyektif tentang aspirasi bangsa Indonesia di dalam membebaskan diri dari penjajahan. Di sinilah letak moral luhur dari pernyataan kemerdekaan Indonesia. Romo Mangunwijaya serta Uskup Belo pada intinya adalah suatu penjabaran dari Pembukaan UUD 1945 itu sendiri. Demikian juga halnya dalam hal Timor Timur.. bangsa Indonesia bukan saja bertekad untuk merdeka. "Telah terjadi kesenjangan antara perkataan dan perbuatan". Seperti kata Wahono. Yang penting dalam pidato Uskup Belo.

Kinipun yang sama terjadi demi the right of self-determination untuk Timor Timur. h. Meskipun demikian. 275] Bila Romo Mangun mengingatkan secara halus. Apakabar." (Bahan Penataran P-4 Undang-Undang dasar 1945.dunia yang merdeka.. tidaklah berarti bahwa makna dari alinia tersebut sudah tidak ada lagi. Perjuangan untuk menghapuskan penjajahan dalam segala bentuk yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan akan tetap menjadi motivasi dan inspirasi bangsa Indonesia dalam melanjutkan perjuangan pembangunan nasional sekarang ini. Apa yang dikatakan oleh Romo Mangunwijaya apa bedanya dengan pernyataan PRD? Bahasanya mungkin lain tapi intinya sama. ketika masalah Timor Timur menjadi fokus utama saat Uskup Belo dan Ramos Horta mendapat perhatian dunia? Romo Mangunwijaya menjawabnya untuk kita semua. Perjuangan demokrasi Indonesia tidaklah lengkap dan palsu bila tidak menghubungkan dengan tuntutan kemerdekaan rakyat Maubere. ". dalam buku Voice of the Voiceless (Suara Kaum Tak Bersuara). Hujankan Sang Adil". TIDAK PEDULI NANTINYA HIDUP MISKIN". Malahan lebih hebat lagi ia menuntut "Pak . h. Seperti dikatakan PRD: "Untuk itu penjajahan di Timor Timur haruslah menjadi bagian dari program perjuangan kita.dalam makna tabo terhadap rakyat Maubere untuk menentukan nasibnya sendiri. bahwa "RAKYAT TIMOR TIMUR INI INGIN MERDEKA DAN HIDUP MANDIRI DI NEGERINYA SENDIRI. Ya.. Apa tidak tragis?" (Politik Etik dalam Kasus Timor Timur. November 1996). 12-13) Apa yang terjadi atas wajah Indonesia dihadapan dunia.. neo-kolonialisme nasion perintis utama konferesi Asia Afrika di Bandung. 2 Desember 1996) Lantas apa bedanya pula tuntutan kami dengan bahasa Romo Mangunwijaya yang secara komparatif membandingkan posisi Indonesia dalam Timor Timur sekarang di mata dunia dengan Indonesia pada masa 1948-1949 di mata PBB: "Opini dunia di tahun 1948-1949. di muka raja Harald dan Ratu Sonja serta seluruh mata lensa TV dan telinga parabola. Apakabar. 5) Lantas apa karena ada tuntutan "Merdeka" dalam Manifesto tersebut maka ia layak disubversifkan? Bagaimana bila itu dinyatakann oleh Uskup Belo. Merdeka. putra Timor Timur yang memberi jalan terang pada rakyat Timor Timur dan menjadi juru bicara dari "Suara Kaum Tak Bersuara" selama bertahun-tahun seperti yang dikatakannya dalam wawancara dengan koran Der Spiegel. tidak demikian cara Wimanjaya K." (Relung-Relung Oslo." (Manifesto PRD. Jakarta. Indonesia praktis diadili oleh seluruh dunia sebagai negara penjajah neo-kolonialis yang menindas rakyat Timor Timur. baik melalui perjuangan melawan penjajah maupun melalui pemberian kemerdekaan oleh penjajahnya. atau kita akan bergaya seperti burung onta?" ["Embunkan. Akibat cara penguasa Indonesia memperlakukan bangsa Timor Timur.. (terjemahan versi Forum Keadilan. 1997. dengan terang benderang dihadapan publik global bumi. mendukung penuh RI dalam perjuangan demi its right of self-determination. seluruh dunia mengkualifikasi masuknya Indonesia di Timor Timur sebagai neo-kolonialisme. h. ". November 1996). yaitu pelecehan atas Pembukaan UUD 1945 pada alinia pertama. bukan sekadar embel-embel solidaritas -. antara lain PBB. Liotohe dalam bukunya yang menggemparkan Primadosa. Ini fakta yang tidak dapat kita tutup-tutupi. Penerbit Obor.

atau menyelewengkan Pancasila Haluan Negara"." Para pendiri bangsa Indonesia. tapi merupakan hasil kesimpulan dari peradaban manusia Indonesia dalam sejarahnya untuk mendirikan sebuah bangsa yang merdeka dan bernama Republik Indonesia. Sekarang ini prinsip mendasar dari konstitusi Indonesia dilecehkan oleh kemunafikan berbagai bangsa. ketimbang bertindak konsisten dengan berpijak pada UUD 1945. Wimanjaya membuka dengan penyelewengan atas Pembukaan UUD 1945 di mana salah satu faktanya adalah "kasus Timor Timur". Slogan yang sama yang digunakan oleh pejuang Timor Timur: "Patria ou Morte". dan imperialisme dapat dipahami bahwa segala hal yang menyangkut Timor Timur adalah berhubungan dengan belum dijalankannya amanat pembukaan tersebut oleh para Jendral Orde Baru. kini 22 tahun kemudian luka sejarah yang diciptakan di Timor Timur telah bernanah dan terinfeksi. tapi yang paling pokok lagi ia telah melecehkan Pembukaan UUD 1945. 001/c/Res/PRD/VII/1996: " Konstitusi adalah batu pijakan dan penunjuk arah dari sebuah negara-bangsa. Para jendral yang memutuskan untuk memulai operasi Seroja. yang mengorbankan segalanya untuk proklamasi kemerdekaan telah menulis kata-kata mulia dalam Pembukaan UUD 1945. tapi karena mereka mengalami sendiri bagaimana hinanya sebuah bangsa yang dijajah atau diduduki oleh bangsa lain yang lebih kuat dan besar. Kalimat pembuka itu bukanlah mantra yang turun dari renungan mengawang-awang. bukan untuk pemanis konstitusi. Akibat dari avonturisme tersebut. seperti dikatakannya. PRD telah menyatakan dalam Resolusi tentang Timor Timur No. Oleh karena itu sebuah pemerintahan harus tunduk. Lebih hebat lagi ia malahan menuduh Soeharto telah berlaku mirip rejim komunis. pada tanggal 7 Desember 1975 lebih tunduk pada avonturisme politik perang dingin yang disetir oleh Amerika Serikat. dengan mendorong rejim Orde Baru untuk mempraktekkan suatu ekspansi politik dengan menguasai bangsa lain melalui cara-cara kekerasan bersenjata dan membuka suatu perang sipil yang panjang di Timor Timur". Dari faktafakta yang diajukan. merongrong. Suatu dokumen sejarah peradaban bangsa Indonesia untuk merdeka dan menentang segala jenis penjajahan. h. (Manifesto PRD. Perang yang keliru di Timor Timur harus dibayar mahal bukan oleh biaya intelijen atau pembangunan di sana.Harto harus diajukan ke pengadilan dengan menggunakan delik subversi karena dianggap telah memutar-balikan. patuh da menjalankan secara konsisten dan konsekuen. Dengan kembali kepada jiwa Pembukaan UUD 1945 yang anti-kolonialisme. Semua kubangan diplomatik yang bau di sekitar Timor Timur sebetulnya dapat diselesaikan dengan jalan kembali mempraktekkan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. fasisme. Untuk kemerdekaan tersebut rakyat kita telah memilh sikap "merdeka atau mati". 82) . "Dalam kasus Timor Timur dugaan keras Pak Harto menundukkan diri pada pasal 28 ayah (2) Konstitusi mantan Uni Soviet. Untuk itu. Penguasa bukannya menyembuhkan luka-luka peradaban tersebut. sebelum dosa sejarah ini diwarisi kepada generasi masa depan. namun malah sibuk merias muka untuk kepentingan diplomasi belaka.

dan kami sangat senang dengan itu semua. yang dikuasai Portugis. Mereka negara merdeka dan berdaulat atas dirinya. Pada masa pra-kemerdekaan ia keluar-masuk penjara untuk membela prinsip-prinsip politiknya itu. Kami juga tidak mempunyai klaim terhadap bagian Timur dari Papua yang di bawah administrasi Australia. kami tidak mempunyai klaim teritorial atas itu semua. Indonesian Second Front." Pada tahun 1961 dalam pernyataanya pada PBB dikatakan pula oleh Soebandrio: "Bagaimanapun juga. pemerintah Soekarno tidak menunjukkan ketidak-sukaannya terhadap penyatuan tersebut. saya meyakinkan saudara-saudara bahwa dari sisi Indonesia tidak pernah ada klaim teritorial. tapi mewakili klaim Indonesia atas bagian dari wilayahnya yang masih dikuasai bangsa lain. bahwa Indonesia tidak mempunyai ambisi teritorial. 118) Pada bulan November 1961 dalam sebuah surat kepada editor surat kabar New York Times sehubungan dengan penyatuan Kalimantan Utara ke dalam Malaysia dinyatakan. Ia mengatakan. TIMOR-PORTUGIS PADA MASA PEMERINTAHAN SOEKARNO Soekarno adalah presiden pertama RI yang secara gigih menentang kolonialisme dan imperialisme sepanjang hayatnya. meskipun rakyat tersebut mempunyai ras yang sama dengan kami. "Perjuangan untuk merebut Irian Barat bukanlah ambisi teritorial. Hindia Belanda. Dalam soal wilayah RI pemerintahan Soekarno. yang bagian utaranya masih menjadi bagian Inggris. Perdana Menteri Djuanda pada tahun 1959 menyatakan. Asal itu memang sudah menjadi pilihan dari rakyat di sana. karena apa yang kami anggap sebagai Indonesia dan wilayah Indonesia tidak lain adalah peninggalan dari bekas koloni sebelumnya." Menlu Soebandrio yang saat itu baru saja mengadakan perjalanan dunia meyakinkan negaranegara Barat akan ketakutan mereka yang tak mendasar. Konferensi ini mengeluarkan dokumen sejarah yang disebut sebagai Dasa Sila Bandung dan pembentukan organisasi antar negara untuk melakukan kerjasama guna melawan segala jenis kolonialisme dan imperialisme." (Arnold Brackman. bahwa meskipun secara etnologis lebih dekat dengan wilayah Indonesia.VIII. Dalam hal Timor Portugis dikatakan pula oleh Soebandrio. "Sebagian dari Kalimantan dan sebagian dari Timor masih di bawah kontrol asing dan Indonesia siap untuk menjalankan koesistensi dama dan kerjasama dengan bangsa asing yang mengontrol teritori ini. baik terhadap Malaya juga terhadap Filipina. Bahkan untuk pulau yang luas seperti Borneo -. Prinsip-prinsip politik Soekarno yang anti-kolonialisme dan imperialisme tidak perlu lagi diragukan. London. bahwa mereka tidak akan mencaplok Irian Timur." . demikian juga terhadap sebagian dari Timor. Organisasi tersebut dikenal dengan nama Gerakan Non-Blok. Setelah Indonesia merdeka ia bersama beberapa kepala negara bangsa-bangsa Asia Afrika yang merdeka memprakarsai Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955.apa yang kami sebut dengan Kalimantan. Untuk prinsip ini ia tidak kenal takut dan tidak tunduk pada Amerika Serikat atau Inggris di berbagai front politik internasional dan di negerinya sendiri. Seperti juga kami. melalui Menteri Luar Negerinya Soebandrio meyakinkan negeri-negeri Barat pada waktu perjuangan merebut Irian Barat. 1966. h. "Kami tidak menuntut bagian dari Pulau Timor yang berada di bawah kekuasaan Portugis.

di bawah suasana perang dingin dan pertentangan Peking-Moscow mulai ada usaha-usaha dari kubu komunis-Moscow untuk mendorong Soekarno agar secepatnya menuntaskan soal Timor Portugis. Pemerintahan pengasingan ini menyusun sebuah kabinet dengan 12 menteri yang diketuai Perdana Menteri TE Maly.Kebijakan pemerintahan Soekarno pada saat itu perihal Timor Portugis sangat menghargai resolusi Sidang Umum PBB tahun 1962 yang mengakui hak penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan bagi wilayah dan rakyat yang berada di bawah administrasi Portugis. Suyakawesi dan Wachdiyat Sukardi yang memimpin mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya. tapi lebih pada perhitungan taktis kedekatan antara pemerintah Indonesia dengan Peking. Pada tahun 1963 pemerintahan Soekarno mendukung pembentukan Republik Persatuan Timor di Jakarta. Menurut teori geo-politik Soviet. Pemerintah di Portugal tidak mengakui keabsahan republik dan kabinet yang didirikan di Jakarta tersebut. Pertimbangan RRC untuk meminta Soekarno mengabaikan proposal Moscow karena RRC khawatir Timor akan menjadi basis buat Moscow untuk melemahkan pengaruh RRC di Asia Tenggara yang mayoritas masih negeri agraris. bukan karena ia tidak anti pada kolonialisme. "Kawan Indonesia dapat menyempurnakan perjuangannya untuk memberantas sisa-sisa kolonialisme secepat mungkin. RRC membalas sinisme Soviet dengan menjuluki Soviet "si pengecut". Soekarno menolak semata karena proposal tersebut diusulkan oleh seterunya RRC. Sementara bagi Soekarno sendiri isu merebut Irian Barat adalah . sebagai pemerintah sementara di pengasingan yang tidak mengakui kekuasaan kolonial Portugis di Timor." Soekarno menolak proposal dari Moscow tersebut. Dengan menggunakan nama republik berarti negeri ini merdeka dari Indonesia dan juga dari Portugal dan mengusahakan sebuah federasi yang tidak mengikat. Pada saat itu memang sedang terjadi pertentangan sengit antara Kruschev yang menerima strategi koeksistensi damai dengan kapitalisme berhadapan dengan Mai Zedong dengan Teori Tiga Dunia-nya. maka pihak Pentagon akan dengan segera memperkuat basis pertahanannya di Timor Portugis. Menerima Moscow berarti akan menganggu proses persekutuan dengan RRC yang sedang mulai dibangun. Namun Soekarno-Liu Sao Chi mendukung perjuangan kemerdekaan di berbagai koloni Portugis seperti di Angola. Bagi Portugal republik tersebut hanyalah bentukan sekelompok orang yang tinggal di luar Timor Portugis dan didukung oleh kepentingan luar negeri untuk mengganggu Timor Portugis. dengan merdekanya Papua Timur di bawah pengaruh Barat. karena mundur dari Kuba akibat provokasi dari Amerika. Mozambik dan Portugis Guinea. Pada tahun 1956 sebuah kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Penghapusan Kolonialisme di Indonesia (GPKI) menuntut agar diadakan plebisit di Timor Portugis untuk menentukan nasib sendiri. tapi tidak membuat pernyataan tentang status Macao dan Timor Portugis. Di mana kapitalisme tetap tidak mungkin hidup berdampingan dengan Komunisme. Soviet mengkritik sikap Cina tersebut yang mereka anggap telah membiarkan tumbuhnya kolonialisme di bumi Tiongkok seperti yang tampak dengan status Macao dan Hong Kong. GPKI juga mendeklarasikan tuntutan untuk menentang segala jenis kolonialisme yang masih ditemukan di sekitar perbatasan Indonesia. Pemerintahan Kruschev mulai mendorong Soekarno dalam soal Timor Portugis sebagai bagian dari strategi perang dinginnya. Pada tahun 1963. Moscow berharap.

Tidak seperti pemerintah di AS yang harus bertanggungjawab atas pengorbanan para prajurit untuk ambisi perang dingin di Vietnam di hadapan rakyatnya. Perang tak berkesudahan di Timor Timur. Dunia para jendral Orde Baru yang menciptakan perang itu sendiri. untuk mengorbankan selembar nyawa mereka di bawah demagogi mengabdi tanah air dan negara. tapi juga harus dilihat beban psikologis yang harus dihadapi seorang prajurit sebagai manusia biasa. IX. Mengamati perang di Timor Timur tidaklah cukup dengan hanya mengangkat kebrutalan ABRI di sana. Dalam pidato tersebut jelas bahwa proses perjuangan kemerdekaan rakyat Timor Timur akan didukung sepenuhnya oleh pemerintah Soekarno. Pada tanggal 1 Oktober 1965 terjadi kudeta militer akibat pertentangan ideologis di dalam tubuh ABRI yang berhubngan dengan PKI dan para pendukung Soekarno. Pemerintah Indonesia yang tertutup. "Perjuangan kemerdekaan di Timor Portugis adalah bentuk perjuangan kemerdekaan yang bagi Indonesia harus terus-menerus secara aktif didukung. 17 Agustus 1965. Dalam peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI. Bila kita tengok ke belakang. Isu Timor Portugis menyeruak semata karena melibatkan pertentangan antara Soviet dengan Peking. tapi juga nasib ribuan prajurit yang dikirim ke sana. Sikap tertutup ini justru memberikan suatu fakta bahwa rejim ingin menyembunyikan segala hal yang menyangkut korban perang di Timor Timur dari pihaknya. tidak menciptakan suatu beban psiko-historis bagi para jendral tersebut.hal yang lebih urgent pada saat itu. dengan alasan yang sulit dipahami. Leo Lopilusa sedang . selain kebanggaan mengelus-elus lencana penghargaan dan kenaikan pangkat. Persis seperti agresi militer Belanda atas revolusi Indonesia." (Arnold Brackman. h. Komandan Kostrad saat itu. meskipun itu adalah para prajurit yang mereka kirim sendiri. tidak pernah mengumumkan tentang jumlah korban dari para prajurit di sana. Dan nasib Timor Timur lalu ditentukan oleh rejim yang baru ini melalui suatu proses penyerbuan militer dengan mengorbankan ribuan rakyat Timor Timur yang sudah diproklamsikan kemerdekaannya. Posisi Soekarno tentang Timor Portugis justru semakin jelas menjelang akhir dari kekuasaannya. Menurut Bung Karno. Sayangnya ucapan Soekarnoo ini tidak sempat kita lihat tindak lanjutnya. Perang yang diciptakan oleh operasi intelijen Opsus pimpinan Jendral Ali Moertopo di Timor Timur hanyalah kesenangan ideologis dari kumpulan jendral di Jakarta untuk memuaskan psikis mereka yang ditakut-takuti oleh hantu komunisme yang ditiup-tiupkan Amerika. berkebalikan dengan sisi-sisi kehidupan prajurit yang dengan terpaksa. PRAJURIT ABRI SEBAGAI TUMBAL Timor Timur adalah daerah kompetisi naik pangkat bagi para perwira militer. Bagi rakyat Indonesia bukan hanya nasib rakyat Timor Timur yang menjadi korban perang yang masih gelap. 128). Pada awal dijalankannya Operasi Seroja telah terjadi ketidaksepakatan di lingkungan para perwira. Soekarno mengucapkan pidato yang menyinggung kolonialisme Portugis di Timor. Harus dipahami sikap Soekarno tersebut murni sebagai pernyataan sikap dirinya pribadi dan pemerintahannya pada saat itu untuk menentang segala bentuk kolonialisme yang masih berlangsung di muka bumi. Setelah itu Mayjen Soeharto mengambil alih kekuasaan melalui apa yang disebut sebagai "kudeta yang merangkak".

Prajurit memang harus tunduk pada komando. ya keceblok. Menurut Letkol Soebijanto. tak bisa ukuran seribu atau dua ribu. Tapi komando para jendral telah memperlakukan para prajurit sebagai bidak-bidak catur yang bisa mereka maju-mundurkan seenaknya." (Aboeprijadi Santoso. Saya telah dituduh menggali liang kubur bagi orang-orang yang tidak pernah kembali lagi." (Sayidiman Suryohadiprojo.berada di Paris ketika Ali Moertopo menjalankan Operasi Seroja. intervensi Amerika di Vietnam dan intervensi Rusia di Chechna sekarang ini. Jejak-Jejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur. Saya tidak terlibat. 39) Sementara menurut George Aditjondro sejak Desember 1975 sampai dengan Agustus 1976. 275) Dalam wawancaranya di majalah Gatra. Yogyakarta. sekitar 500 orang tentara Indonesia telah mati terbunuh dan 2. Menurut Letkol Soebijanto tentang jumlah korban dari pihak prajurit ABRI: "Kalau mulai dari awal penyerangan di Dili sampai sekarang . Para jendral yang bertanggungjawab atas kelangsungan perang juga tidak pernah secara terbuka mengumumkan tentang jumlah prajurit yang tewas sia-sia di sana. Dengan penuh kecewa ia menulis. "Memang kalau tidak ada akibat yang merugikan. "Intelligence Agencies and Third World Militarization: A Case Study of Indonesia." (Richard Tanter. Tampaknya Leo sengaja tidak dilibatkan karena ada kemungkinan ia tidak sepakat dengan operasi tersebut. 1996. 1966-1989.. "ABRI yang sudah ke Timor Timur itu. Tak lebih daripada itu." (Aboeprijadi Santoso. 6 Agustus 1993). memberikan ulasan kritis atas perang yang tak pernah tuntas di Timor Timur. terperangkap jatuh. para penyelenggara (yaitu para pimpinan intel) menjadi pahlawan. meskipun terlambat. Jakarta. Yogyakarta. Pijar Indonesia.000 orang lainnya luka parah (Dari Memo ke Tutuala. Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah dan Perjuangannya. maka perang di Timor Timur yang memakan korban ribuan prajurit justru membuat penguasa Jakarta semakin rapat untuk menutup-nutupi. 1996. 350) Jendral Sayidiman Suryohadiprojo. Bila mereka mati maka bintang-bintang jasa akan disematkan . begitu. Mereka tidak peduli bahwa para prajurit hanya mempunyai selembar nyawa yang harus ditanggung. 10 Februari 1996 ia menyamakan intervensi di Timor Timur dengan intervensi Uni Soviet di Afganistan. Pijar Indonesia. Bila nasib korban perang Vietnam menjadi daftar penyesalan rakyat dan pemerintah AS yang harus juga ditanggung oleh generasi masa depan. "Saya hanyalah seorang pengurus kamar mayat. Tapi terbukti berakibat fatal. prinsipnya prajurit tidak lagi diperlakukan sebagai manusia yang sebenarnya. Para jendral tersebutlah yang menggali liang kubur bagi para prajuritnya sendiri. Di koran dan TV hanya mencatat komentar para jendral atas berbagai operasi teritorial di Timor Timur. Ia berkata dengan penuh penyesalan tentang nasib prajurit yang terpaksa dikirim ke Timor Timur. Itu bisa lima ribuan atau sepuluh ribuan orang. Jejak-Jejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur.. sudah terlanjur masuk lumpur. 1996. Bisa dibayangkan berapa jumlah prajurit yang gugur selama 20 tahun perang sipil di sana. anak-istri atau orangtua yang menanti penuh khawatir. h. h. Namun pada kenyataannya kesuksesan itu harus diumumkan di atas galian kubur para prajuritnya sendiri. h. h. 37) Satu hal yang tidak bisa digantikan oleh kedua belah pihak yang sedang berperang adalah melayangnya nyawa mereka. seorang perwira yang berani menolak untuk dikirm berperang di Timor Timur. Bahkan dengan agak sinis ia menilai Operasi Seroja sebagai strategi yang keliru secara militer.

Menurut Letkol Soebijanto: "Walaupun dia pulang selamat. anak. Bahkan yang cacat dan harus dirawat harus diisolasi dan tidak boleh diketahui oleh keluarganya. Ada pula para prajurit yang stres hingga berat badannya susut hingga 5 sampai 10 kilogram. harus ikut memikul stres yang diderita para anggota ABRI. pada siapa mereka harus memohon bantuan? Hukum militer memang keras tapi bukan berarti tidak berdasar kemanusiaan. apa tangannya. Biasanya . para jendral dan diplomat hanya sibuk menangkis kritikan dunia internasional jadi tidak sempat memikirkan nasib para prajurit yang ada di sana. Karangan bunga dan puja-puji kepahlawanan tidak dapat mengembalikan para prajurit di tengah orang-orang yang dicintainya. Apalagi bila ditambah dengan berbagai cerita tentang para prajurit yang gugur. Yogyakarta. Namun sesudah 20 tahun kontingen terakhir tak pernah ada. Dengan cara ini ia tidak jadi dikirim ke Timor Timur. Banyak pula keluarga yang melakukan lobi kepada perwira supaya suami atau anaknya jangan dikirim ke Timor Timur. Sementara para prajurit yang harus gugur hari demi hari harus dirahasiakan kematiannya. Jejak-Jejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur.. apa itu kakinya. apalagi atas para prajuritnya yang luka-luka dan dalam kondisi psikologis yang down. pastilah akan memilih untuk tidak dikirim ke Timor Timur. itu langsung dilarikan keluar dari Dili. bahwa ibunya tidak pernah merasa tenang selama anaknya berangkat ke Timor Timur. 40) Bila para pimpinan entah dengan pertimbangan macam apa tidak memperbolehkan keluarga sendiri tahu tentang kondisi mereka yang sedang sekarat atau luka-luka.. Dan saudara selain militer tidak boleh diketahui. Atau mencari "orangtua" sakti yang dapat memberikan mantera dan keselamatan agar mereka tidak terkena bencana di Timor Timur. berupa larangan kecepatan dan suara mesin kendaraan. Di Indonesia. apa itu kepalanya. Inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh istri. Sedangkan para prajurit yang melepas kawan-kawannya selalu punya harapan: "semoga ini kontingen yang terakhir". cacat atau hilang tak tentu rimbanya.pada para perwira.. kebanyakan cacat. Semua militer yang ada di Timor Timur yang masih bisa ditolong. Ada kisah seorang prajurit yang rela mematahkan salah satu kakinya sendiri ketika kesatuannya akan dikirim ke Timor Timur. Adiknya yang merupakan teman main saya berkata. ayah. Bagi para prajurit ABRI yang dikirim ke medan perang di Timor Timur adalah sebuah perjudian rolet rusia yang menegangkan. Itupun waktu cacat dari Timor Timur itu dirahasiakan oleh pemerintah kita . Cara lain untuk menghilangkan rasa takut adalah dengan cara mencari dukun untuk mendapatkan jimat. atau ibu para prajurit yang dikirim ke medan perang di Timor Timur. Di manakah para jendral pada saat itu? Bagaimanakah perlakukan para penguasa militer yang menciptakan perang di Timor Timur memperlakukan para prajuritnya di sana? Di Jakarta. Para prajurit itu sendiri bila dibolehkan memilih. masyarakat yang melintas di depan kompleks satuan tentara yang baru pulang bertugas dari Timor Timur." (Aboeprijadi Santoso.. Saya masih ingat dengan tetangga saya pada masa kecil yang mengadakan selamatan karena salah seorang prajurit yang merupakan anak kandungnya pulang dari Timor Timur. artinya masih bisa disembuhkan. Situasi ini menciptakan suatu ketegangan psikologis yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang menjalani perang itu sendiri. Bila yang melanggar aturan biasanya dipukuli hingga babak belur. h. Pijar Indonesia. 1996.

Sampai tahun 1978 kami masih banyak bantuan dari 'teman-teman' yang tak dikenal yang meninggalkan amunisi. bahwa di dalam tubuh ABRI ada orang yang baik hati. Banyak gerilyawan yang ditawan. "mungkin semua rakyat Timor Timur. dan sebagainya di tenda-tenda. lalu menyuruhnya lari. Nyonya itu tibatiba berkata di dekat Xanana. obat-obatan. hingga ia dapat bersembunyi.. menceritakan kesannya ketika membezoek seorang prajurit yang sedang dirawat di rumah sakit. Tapi ternyata kecurigaan itu tidak benar. Meskipun para jendral fasis telah menangkap pimpinan perjuangan rakyat Timor Timur Xanana Gusmao. di malam hari dilepaskan. Xanana menceritakan betapa istri seorang perwira yang menangkapnya justru tercengangcengang mengetahui betapa besar dukungan yang telah dimiliki oleh Xanana. Beberapa orang prajurit siap untuk memuntahkan peluru. Di dalam pembelaannya di Pengadilan Negeri Dili. Saya tidak boleh memberitahu kepada istri kalau saya sakit. atau mencari cara untuk memberi tahu kami. 67) Saya sendiri juga pernah mendengar kisah tentang prajurit yang membebaskan seorang aktivis kemerdekaan Timor Leste yang ditangkap. Ini merupakan suatu cara dari para prajurit tersebut untuk menunjukkan pembangkangan secara tidak langsung pada para komandan yang hanya ingin menjadikan mereka tak lebih sebagai anjing-anjing pembunuh belaka. 30 November 1996) Di medan pertempuran sekalipun para prajurit ABRI yang tampaknya marah dengan pengiriman mereka ke medan perang yang tidak mereka kehendaki mempunyai cara sendiri untuk menunjukkan bahwa mereka tidak memusuhi rakyat Timor Timur. Atau ada yang dapat saran supaya lari sebelum mereka dihabisi. orang di luar ABRI. Pernyataan kedua orang ini membuktikan bahwa para jendral tersebut telah rela untuk menggadaikan suara hati nuraninya sekadar untuk promosi jabatan dan kenaikan pangkat.para prajurit yang sedang bertugas atau luka-luka dan dalam perawatan menitip salam atau surat pada kontingen atau kesatuan yang ingin pulang untuk disampaikan pada keluarga. 27 Maret 1993). Biasanya ini adalah taktik klasik tentara di sana untuk melegitimasi pembunuhan politik dengan alasan korban akan melarikan diri dan melawan petugas. Pemuda Timor Leste tersebut dibawa kesuatu tempat sepi dengan sebuah kendaraan." (Pembelaan. Xanana Gusmao mengungkapkannya dalam sebuah wawancara: ". Bahkan ada batalyon-batalyon yang berbicara dengan rakyat tentang hak-hak atas kemerdekaan. Tibatiba saja salah seorang yang tampaknya menjadi pimpinan menghampiri dirinya. Namun setelah ratusan.. Tadinya ia menduga akan dibuntuti menuju tempat persembunyian teman-temannya. Romo Mangunwijaya. Jejak-Jejak Darah. h. tapi banyak batalyon yang menghindari bentrokan senjata dengan kami. bahan peledak." Seorang perwira tinggi juga menukas. Prajurit yang berbaring itu meminta kepada Romo Mangun untuk memberitahu keluarganya." (D&R. tetap saja penangkapan itu tidak menutupi hati kecil mereka untuk mengakui bahwa di belakang Xanana berdiri ratusan ribu rakyatnya. . membebaskan ikatan di tangan dan kaki. ribuan langkah tak satu peluru pun menembus punggungnya. "Akhirnya banyak rakyat yang menyokong dia. tapi suatu fakta yang menunjukkan bahwa para prajurit juga mengalami suatu pengalaman batin yang rumit." (Aboeprijadi Santoso. Malahan beberapa prajurit mendukung kemerdekaan Timor Timur sebagaimana yang diajarkan oleh konstitusi Indonesia. 1996. Tidak pernah ada disersi tentara Indonesia. Ini bukan sebuah keajaiban di film.

Ini adalah suatu ironi. para istri yang kehilangan gantungan hidup dan harapan karena suaminya tidak akan pernah menjadi bapak yang membesarkan dan membimbing anak-anaknya. maupun beban psikologis menghadapi medan yang berat. Dan korban terus berjatuhan." (Aboeprijadi Santoso. hanya sibuk ber-cocktail party dan mengadu gelas toast untuk membenarkan proses integrasi yang belum bisa diterima dunua. h. itu cukup banyak. Para diplomat ini jelas tidak tahu bahwa ribuan prajurit dikorbankan untuk perang yang tidak pernah selesai di Timor Timur. Nah. Yogyakarta. Yogyakarta. Ali Alatas tidak pernah tahu jeritan ibu Soedarni dari Jawa Tengah yang tidak pernah tahu nasib saudaranya yang dikirim ke Timor Timur. Pada tahun 1982 ia turun gunung dan menyerahkan diri pada sebuah Korem di Dili.Meskipun begitu suara hati nurani yang kelewat dipaksakan untuk dibendung akhirnya keluar juga dalam bentuk gumaman yang spontan dan mungkin tidak disadari keluar begitu saja dari mulut mereka. Setelah luka-lukanya sembuh sersan Edi itu bergabung dengan Falintil. akhirnya menjadi korban dari suatu kewajiban. Semuanya serba tidak terduga. Bali dengan tuduhan disersi dan dijatuhi hukuman 4 tahun serta dibebastugaskan dari militer. Ali Alatas. Meninggalnya bagaimana itu belum ketahuan sampai sekarang. Pijar Indonesia. Namun kekebalan para jendral di Jakarta sudah tidak sanggup lagi membaca tanda-tanda tersebut." (Aboeprijadi Santoso. 40) Biarpun para prajurit tersebut tunduk pada perintah dari para komandan. Gengsi para diplomat tidak dapat merasakan bagaimana duka kehilangan teman. 1996. 67) Ia juga tidak pernah tahu tentang nasib para anak yatim yang kehilangan ayahnya. JejakJejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur. ". itu 'kan sangat mengharukan kalau kita lihat orangtua mereka. bukan berarti sah untuk menginjak-injak hak mereka sebagai manusia yang punya perasaan dan bisa menilai sendiri . 1996. Pijar Indonesia. Begitulah kenyataan yang terjadi di lapangan. puja-puji. tanda kehormatan dan demagogi nasionalisme tidak bisa menghidupkan para prajurit yang sudah mati dari liang kubur. Jejak-Jejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur. h. Peter R. Di dalam pasukan ia diberi tugas untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada para komandan regu. pengalaman tentang sersan Edi adalah yang paling banyak dikenang. Dari semua kisah di atas. Para prajurit terus dikirim. Pada awal tahun 1979 seorang prajurit yang terluka parah dalam pertempuran ditinggalkan oleh komandannya dalam keadaan sekarat. penderitaan keluarga para prajurit. Dari sana ia dioper ke Kodam Udayana dan diajukan ke Mahkamah Militer di Denpasar. para komandan yang meninggalkan anak buahnya yang terluka. seorang wartawan dari Timor Barat mengatakan rasa keprihatinannya: "Kalau kita lihat di panti-panti asuhan yang merawat anak-anak yatim korban dari pertempuran di Timor Timur yang saya lihat di Panti Asuhan Seeroja di Bekasi Jakarta. justru tidak diadili.. Ucapan duka cita. Menlu Indonesia yang sering kehilangan muka di berbagai forum internasional bila ditanyakan soal Timor Timur. tapi membantu Falintil yang menolong nyawanya justru dianggap bersalah. Hampir selama 3 tahun ia bergabung.. Sikap para prajurit yang membantu para pejuang Timor Timur menunjukkan bahwa tidak semua prajurit setuju dengan perang pendudukan di Timor Timur. Para pejuang Falintil tidak membunuhnya tapi merawat lukanya hingga sembuh dengan tulus dan penuh perhatian. Jadi sampai sekarang pun belum ada berita yang sebenarnya.

saya hanya norekken mengambil nyawa saja nich. dengan tindakan di luar batas kemanusiaan. ". saya kalau ke sana nanti. 20 November 1996) Melihat seluruh konsekuensi yang harus diterima oleh ribuan prajurit yang telah tertipu oleh perang yang tak lebih untuk mempertahankan gengsi diplomasi para penguasa di Jakarta." (Aboeprijadi Santoso. harus tugas dulu yang diutamakan. Dalam resolusi PRD tersebut dikatakan: ". Yogyakarta. Ini mengakibatkan suatu trauma psikis bagi para prajurit beserta sanak-keluargnya. h. Pijar Indonesia. saya bilang gitu. Bosnia.. Bila para jendral dan penguasa tidak mempunyai iktikad untuk menghentikan operasi militer di Timor Timur.tentang apa yang sebenarnya telah mereka lakukan di Timor Timur. Namanya kita manusia. tapi kan nggak boleh begitu pak. Lalu menyerahkan keamanan Timor Timur di bawah pengawasan PBB langsung. Ethiopia. PBB nanti dapat mengusahakan suatu misi pasukan perdamaian seperti yang dilakukan di Kamboja. kesaksian (bisik-bisik) para pegawai sipil RI yang pernah bekerja di Timor Timur. bahwa kopral sersan yang pernah bertempur di sana dan tidak tahan menyimpan segala beban rahasia di dalam hati lalu bercerita kepada keluarga dan tetangga. Bukankah ini tindakan yang biadab! Menjadikan fitrah manusia yang berakal sehat menjadi buas seperti binatang. Namun meskipun berbagai upaya dilakukan untuk mengubah kodrat prajurit sebagai manusia tetap saja terjadi konflik batin di dalam diri mereka. bahkan terhadap rakyat jelata sekalipun. 1996. h. tapi juga dapat menghentikan jatuhnya korban-korban baru. Para veteran mengorganisir aksi-aksi. 82) Nasib para prajurit ABRI yang menjadi korban tersebut harus dibicarakan kepada rakyat.." (Rohaniawan Tak Boleh Berpolitik? Apakabar. PRD dalam buku Manifesto PRD mengatakan bahwa perang di Timor Timur harus dihentikan untuk menyelematkan penderitaan ribuan para prajurit dan keluarganya. maka pengalaman para veteran perang Vietnam yang menjadi korban dapat dijadikan contoh. 37) Romo Mangunwijaya mencatat kontradiksi tersebut sebagai sesuatu yang memang ada dan dapat dilihat dengan dua bola mata atau dua telinga sendiri: "Atau mendengar sendiri. Perang ini harus dihentikan dengan menyepakati solusi-solusi yang ditawarkan oleh PBB. yang masih jujur dan bisa dipercaya. Memang kerap terdengar adanya cara-cara yang di luar batas kemanusiaan atas para prajurit tersebut. Dengan cara ini Indonesia tidak hanya dapat menghemat anggaran militer untuk mensejahterakan prajurit. Jejak-Jejak darah: Tragedi dan Pengkhianatan di Timor Timur. perang sipil yang berkepanjangan telah menimbulkan korban nyawa yang banyak di kalangan para prajurit ABRI. Albania. Secara diplomatis Indonesia juga sudah terbebas dari tekanan internasional yang selama puluhan tahun tidak dapat menerima praktek pendudukan di Timor Timur." (Manifesto PRD. apa yang mereka lihat atau dipaksa harus dikerjakan di bawah perintah dengan segala konflik batin yang luar biasa. Misalnya adalah pemberian "pil-pil tertentu" yang membuat para prajurit "setengah sadar" hingga dapat menghilangkan rasa takut mereka dan mampu bertindak brutal.. petisi.. resolusi dan pernyataan sikap . Untuk itu tidak ada upaya lain untuk menghentikan ribuan prajurit dan keluarganya yang telah menjadi "tangga darah" bagi kenaikan pangkat para perwira selain menghentikan perang tersebut dan menarik mundur semua personil militer dari Timor Timur. Letkol Soebijanto mengatakan. para pejuang Timor Timur dan rakyat sipil.

Justru banyak kaum muda yang secara sadar dan sukarela memilih cara hidup sebagai pejuang sebagai cita-cita dan kehormatan." (Basis. maka anak-anak ini seolah dipaksa untuk sampai pada satu titik untuk terus melawan. Setiap ada masalah pasti tambah organisasinya. Biasanya. Semua propaganda tersebut adalah bohong belaka. kembali dalam kondisi invalid bukan dengan pujian. Malahan banyak yang di antara mereka menjadi aktivis anti-perang dan pendukung perdamaian yang fanatik. Pemerintah tidak pernah mau tahu dengan akar persoalan itu sendiri..untuk menghentikan perang di Vietnam. atau anti-integrasi. tapi pemerintah justru sibuk membangun organisasi-organisasi baru. Namun paling tidak para keluarga prajurit dapat menuntut ganti rugi material dan pertanggungjawaban dari para jendral yang mengirim para prajurit ke medan perang yang tidak mereka kehendaki. secara tanpa sadar rejim dengan mudah mengatakan bahwa mereka telah dipengaruhi oleh aktivis anti-integrasi atau Ramos Horta.. Ini membuktikan bahwa pembangunan fisik gedung sekolah buat mereka tidaklah cukup. Film yang dibintangi oleh Tom Cruise. Born in Fourth of July merupakan contoh yang dapat ditiru. "Pemerintah bukannya mengatasi persoalan itu. Bila mereka melakukan aksi-aksi maka dengan gampang dicap GPK." (Basis. GARDA PEMUDA PENEGAK INTEGRASI (GADAPAKSI) Salah satu hal yang mencengangkan rejim Soeharto dalam persoalan Timor Timur adalah keterlibatan aktif banyak kaum muda untuk menentang keberadaan rejim Jakarta.. tapi dengan fakta bahwa rakyat Amerika sendiri tidak merestui perang di Vietnam. Bersama semua teman-temannya yang menjadi korban perang yang dibuat oleh penguasa. X. ia mengorganisir aksi-aksi penentangan meminta agar perang dihentikan untuk menyelamatkan kemanusiaan. Jika ini terus terjadi. Sebagai seorang prajurit bekas perang Vietnam. mengajak para jendral pensiunan yang sekarang kritis agar mau membicarakan nasib para prajurit dan keluarganya yang kini harus menanggung beban psikologis dan ekonomis dari perang di negeri asing yang dalam proklamasi kemerdekaan belum disepakati sebagai wilayah republik. bukannya menjawabnya dengan kekuasaan dan keamanan terus. malahan memperluas arena kekerasan dengan membangun organisasi provokator untuk mempertajam perpecahan di Timor Timur di antara sesama rakyat. komunis. Jawaban seperti ini jelas menggampangkan persoalan belaka. Lalu yang terjadi sekarang setiap ada aksi demonstrasi justru organisasi-organisasi bentukan pemerintah ini yang melancarkan demo-demo tandingan. Maret-April 1997) . Mungkin langkah ini terlihat ekstrim di Indonesia yang otoriter dan tidak pernah memberikan pendidikan demokrasi dalam hirarki komandonya. Tom Cruise. Atau. sang tokoh utama. untuk menghentikan munculnya kesadaran mereka sebagai sebuah bangsa yang sedang dihinakan. Kaum muda ini muncul sebagai penyuara yang militan untuk menentang rejim Soeharto. Seorang pengamat masalah Timor Timur Florentimo Sarmento mengatakan: "Seharusnya pemerintah pun mengantisipasinya secara sosio-politik. Maret-April 1997) Selama ini penguasa hanya menjalankan pendekatan keamanan tanpa pernah mau tahu akan aspirasi rakyat atau kaum muda Timor Timur..

karena adanya pihak ketiga yang mendalanginya. memprovokasi para aktivis gerakan demokrasi dan Timor Timur yang menuntut dilaksanakannya referendum atau mengkritik pelaksanaan hak asasi manusia di sana. Gejolak ini terjadi." katanya (Media. Beberapa bus berangkat dari Polda Jakarta. 11 Desember 1995: ". Tidak benar pelatihan ini dilaksanakan semata-mata dipicu oleh gerakan-gerakan antiintegrasi. Yaitu. ABRI menyediakan bus. Mereka juga menyebut nama Mayjen Zacky Anwar Makarim dari BIA sebagai orang yang terlibat dalam operasi teror di Kedutaan Belanda. Dan kemudian terbukti bahwa itu rekayasa belaka. kaum provokator ini juga dikirim ke Norwegia untuk mengacaukan pemberian Hadiah Nobel pada Ramos Horta dan Uskup Belo... Bahkan tak segan-segan untuk memukuli dan melukai Duta Besar Belanda dan Atase Politiknya yang mereka anggap mendukung para pemuda anti-integrasi.. aktivis hak asasi serta aktivitas politik pemuda Timor Timur untuk mengkritik kebijakan dan pelaksanaan HAM di Timor Timur. maupun aktivis PRD dan LPHAM? Bahkan dalam aksi penghancuran Kedutaan Belanda yang tidak beradab dan memalukan pada bulan Desember 1995 yang melukai duta besar dan atase politik tidak ada satu orang pun di antara para provokator tersebut yang diproses secara hukum? Malahan tampak dengan telanjang para intel dan polisi membantu para provokator tersebut meloncati pagar kedutaan. Abilio Soares dalam penutupan pelatihan Pemuda Gadapaksi di Jatinangor. . Ini termasuk kaderisasi saya sejak tiga tahun yang lalu. Tidak cukup dengan aksi di dalam negeri. Aksiaksi mereka pastilah selalu berhubungan dengan kemunculan kelompok demokrat. membantah bahwa ada rekayasa untuk memobilisasi aksi-aksi pro-integrasi. Melihat dukungan kaum muda yang semakin meluas atas perjuangan menuntut referendum lalu dibuatlah organisasi tandingan yang bernama Gerakan Pemuda Penegak Integrasi atau Gadapaksi. Indikasi ini tampaknya jelas dari pernyataan Gubernur Timor Timur. Hal ini semakin membuktikan bahwa Gadapaksi tak lebih dari organisasi provokator yang menggunakan cara-cara teror dan kekerasan untuk mencapai tujuannya. Namun mengapa aparat kepolisian dan militer tampak akomodatif dalam aksi-aksi kekerasan dan teror yang dilakukan Gadapaksi atas perwakilan PBB Jose Ayalo. dorongan dan mungkin dana kepada mereka . Ghafar Fadhyl dengan pura-pura tidak tahu.Ternyata penguasa memang tidak punya niat untuk mencari solusi damai. "Pemerintah melakukan rekayasa itu non-sense. Empat orang aktivis Timor Timur yang menyusup ke dalam Gadapaksi membuat pengakuan bahwa mereka dibayar untuk aksi tersebut. Gadapaksi dibuat atas rekayasa dari Mayjen Prabowo. 5 Desember 1995). Tidakkah dunia sedang mentertawakan Ali Alatas yang kekanak-kanakan dan tidak kenal malu dalam berdiplomasi untuk persoalan Timor Timur? Tampaknya memang Gadapaksi ini dibuat khusus untuk kepentingan provokasi belaka. Dalangnya sendiri adalah LSM-LSM yang telah memberikan dukungan. Direktur Penerangan Deplu. Bila perlu juga meneror utusan PBB seperti Lasso Ayalo ketika berkunjung ke Jakarta pada bulan Desember 1995. militer Soeharto sedang mempraktekkan cara-cara yang hanya dikenal pada masa Hitler dan Mussolini yang fasis. 12 Desember 1995) Burung beo penguasa. Lihatlah. komandan Kopassus sekitar tahun 1994. makanan." (Merdeka.. Untuk perekrutan ke dalam Gadapaksi digunakan dua cara yaitu melalui sogokan uang atau paksaan/ancaman. dan akomodasi. Kedutaan Belanda.

agar tidak mempengaruhi para pemuda Timor Timur yang lain. Muladi. namun pada kenyataannya ia bekerja di pabrik furniture dengan gaji hanya Rp 45. Namun berdasarkan kesaksian empat orang pemuda Gadapaksi yang membelot karena tidak tahan harus menyerbu teman-teman. 10 Juni 1996) Begitulah nasib pemuda Timor Timur yang tetap menjaga hati nuraninyya dari kepentingan para penguasa di Jakarta. Bila ditanyakan kepada mereka tentang integrasi maka jawabannya hanya satu: "Tidak setuju dengan integrasi". Ia adalah seorang buruh yang ditipu oleh janji-janji Yayasan Tiara pimpinan Tutut. saudara sebangsanya. Rektor Universitas Diponegoro pernah mengatakan bahwa para pemuda dan mahasiswa Timor Timur pernah bertemu dengannya dan mengatakan. menuntut the right of self determination yang sudah dijanjikan dan digaransi oleh para adikuasa. Bila dalam aksi teror melibatkan sampai 200 orang.000 per bulan.Lalu bagaimanakah nasib pemuda Timor Timur yang menolak untuk bekerjasama dengan rejim mendukung aksi-aksi teror? Kisah tragis Manuel Soares (25 tahun). karena dia menolak kerjasasama dengan BAIS dan intel polisi di Tanah Abang." (Romo Mangunwijaya. Dua suku dari Indonesia Timur. yaitu Duarte Freitas memberikan pernyataan pers tertulis yang pada alinie pertama berbunyi: "Mengetahui secara jelas adanya proses kematian almarhum Manuel Soares selaku buronan ABRI selama ini. Sikap perlawanannya ini membuat rejim harus memberikan hukuman. Caranya dengan melakukan rekayasa pembunuhan. Lebih jauh dikatakan oleh Romo Mangun. yang juga sempat diperiksa di Polsek. Ini membuktikan satu hal bahwa pemuda Timor Timur diperlakukan tak lebih seperti binatang ternakan politik. seperti di Kedutaan Belanda maupun atas utusan PBB pada bulan Desember 1995. Manuel mungkin bukan korban terakhir dari rekayasa militer untuk memanfaatkan pemuda Timor Timur untuk ambisi politik mereka. Dan Romo Mangun cukup kagum karena mereka konsisten menolak untuk menjadi "demonstran sewaan" atau "politikus sewaan" penguasa. . yang secara fisik mirip dengan pemuda Timor Timur. Menurut kesaksian Romo Mangun.. "Mereka ingin negerinya merdeka. sekarag ini ada sekitar 600 mahasiswa Timor Timur yang kuliah di Yogyakarta. Sahabat Manuel. Polisi mengaku bahwa ia terpaksa menembak karena Manuel terlibat kasus kriminal dan hendak lari ketika akan ditangkap. "Relungrelung Oslo. putri sulung Soeharto. 1996) Prof. Ia menjanjikan kerja di pabrik dengan gaji sekitar Rp 450. Pada tanggal 7 Juni 1996 ia ditemukan tewas dengan luka tembakan. Lalu bagaimana sikap para pemuda dan mahasiswa Timor Timur yang ada di Indonesia sendiri? Romo Mangunwijaya membuat suatu contoh yang nyata tentang sikap mereka. Bila dibutuhkan akan dipakai namun bila membandel akan dibunuh. yaitu berambut keriting dan berkulit cokelat tua. Namun semua pernyataan ini adalah bohong belaka. Ia selalu menolak untuk bekerjasama dengan intel dari BAIS dan Polsek Tanah Abang untuk terlibat dalam aksi-aksi pro-integrasi.. Lalu berapa pemuda Timor Timur yang tertarik aktif di dalam Gadapaksi? Angka yang pasti sukar didapatkan. dari Ermera.000 per bulan. sebetulnya pemuda Timor Timur yang aktif tak lebih dari tiga puluhan. 56 km dari Dili patut didengar." (Pengakuan Duarte Freitas pada pers. Ia lalu keluar dari pekerjaannya dan hidup menggelandang dengan korban Yayasan Tiara lainnya di Tanah Abang. sebagian besar diambil dari para pemuda pengangguran dari Ambon atau Flores.

Melayani orang-orang bayaran tidak berotak ini sama saja dengan menjadikan diri kita sama tidak berotak. Tampaknya rejim Soeharto banyak belajar dari "guru besarnya": fasisme. saya juga kembali bertemu dengan beberapa orang yang mengikuti aksi di LPHAM. Melihat fakta yang baru ini. Mas?" Dia menjawab dengan lugunya. ya. Di Timor Timur sendiri Gadapaksi didirikan dengan perlindungan militer dan gubernur Abilio. Dalam penyerbuaan pemuda Gadapaksi di Kedutaan Belanda. "Yang masuk ke dalam kantor orang Timor. pimpinan HJC. Princen. Dibayar berapa kamu?" sambil melepaskan orang itu. Ternyata pemuda tersebut tidak mengerti. Kedua orang diktator ini menggunakan pemuda-pemuda semi-teroris untuk melakukan aksi-aksi kekerasan atas lawan-lawan politiknya. baru menyadari. di mana konsentrasi mahasiswa Timor Timur terbesar berada malahan lebih ekstrim lagi: menolak ikut serta dalam pemilihan umum pemerintahan yang menjajah mereka. Rejim ini tampaknya bukan belajar dari sejarah pendudukan militer Jepang. Dalam aksi tandingan pada sidang Sri Bintang Pamungkas. Sebagai fakta bahwa Gadapaksi tidak dapat tempat. saya sendiri bukan. Dari fakta-fakta ini jelas sudah bahwa Gadapaksi tidak mendapar dukungan dan tidak populer di kalangan mahasiswa dan intelektual Timor Timur. 5 Desember 1995. tapi mencontoh cara-cara pendudukan Jepang yang jelas-jelas telah mengorbankan jutaan rakyat dalam kerja paksa Romusha dan berbagai pembunuhan yang keji atas rakyat Indonesia. Dalam pemberitaan dikatakan itu hanyalah . ya. ini pemuda dari Timor Timur semua. Langsung saja Puto berteriak. Mereka juga kerap menggelar aksi-aksi yang menentang integrasi." Fakta-fakta di atas sudah cukup bagi saya untuk menyimpulkan bahwa aksi-aksi tandingan yang dilakukan selama ini tak lebih sebagai pekerjaan preman-preman yang dibayar cukup murah untuk kepentingan politik penguasa. Hal yang sama saya alami ketika sekelompok pemuda yang mengaku dari Timor Timur di bawah pimpinan Ahmad Alkatiri melakukan aksi di markas LPHAM. Di mata rakyat. Puto salah seorang pemimpin antiintegrasi berhasil mencekal leher seorang penyerbu. Persis seperti kepencian para aktivis bawah tanah pada zaman fasisme Jepang di Indonesia yang menganggap rendah para kolaborator yang menjadi mata-mata atau agen propaganda pemerintahan militer Jepang. Rakyat boleh dikatakan menganggap organisasi teror ini seperti virus yang harus dijauhi." Di Malang. Beberapa di antaranya nongkrong di pinggir jalan sambil mengisap rokok. Ia membentak-bentak dengan bahasa Tetun. Saya berdiri berlagak menonton aksi tersebut. "Wah. Sekitar bulan Februari terjadi penyerbuan atas para pemuda Gadapaksi Uatori (Viqueque) di Timor Timur. yaitu penggunaan premanpreman untuk melakukan teror dan memprovokasi aksi kekerasan. dapat kita lihat dari banyaknya aksi-aksi untuk melawan pemuda Gadapaksi. saya lalu dapat menarik suatu taktik dari rejim. "Kamu orang Flores. tapi bila kami kembali ke Timor Timur kami menjadi bangsa Timor. Secara iseng saya bertanya pada salah seorang yang berambut keriting agak gondrong dengan kulit cokelat."Bila berada di Indonesia kami seperti bangsa Indonesia. Saya yang kebetulan ingin berkunjung ke sana terkejut melihat puluhan pemuda berkulit hitam atau cokelat tua berkerumun di depan kantor LPHAM. Pengalaman ini mengingatkan saya pada organisasi pemuda Partai Nazi pada zaman Hitler atau fasisme di bawah Mussolini. Gadapaksi tak lebih dari sekumpulan pengangguran yang tidak tahan menderita lalu menjual jiwanya secara murah kepada penguasa yang telah menduduki negeri mereka.

Sekretaris Keuskupan Dili." Fransisco de V. BANGSA TIMOR TIMUR SEBAGAI KELAS BURUH Salah satu cara propaganda rejim untuk menunjukkan perhatiannya pada rakyat Timor Timur adalah dengan pembangunan fisik: sekolah-sekolah. akibatnya mereka babak belur dihakimi rakyat. Sth. Cara seperti ini tentulah diambil dari cara-cara kolonialisme Belanda dulu untuk memecah-belah rakyat Indonesia. Untunglah diselamatkan oleh polisi." (Hidup. Jelas sekali penguasa sedang menjalankan politik adu domba antar sesama rakyat Timor Timur. Rumah orangtua pemuda Gadapaksi yang diwawancarai di TV nyaris dihancurkan ribuan massa bila tidak diselamatkan oleh militer. Sikap para anggota Gadapaksi sebagai bagia dari keamanan tampak dengan jelas di kota Dili. "Penganak-emasan Gadapaksi oleh ABRI tentunya akan menimbulkan iri hati pada kelompok mayoritas pemuda lainnya yang saat ini sedang berjuang menata masa depannya. " Kehadiran atau kelakuan Gadapaksi dengan beberapa aksinya turut serta dalam tugas militer seperti penanganan masalah keamanan telah menimbulkan kesan Gadapaksi sebagai tentara sipil. XI. Di Los Palos gerilyawan Falintil menembak enam orang pemuda Gadapaksi yang sedang mengendarai mobil. Malam harinya. Kelakuan mereka ini tidak bisa diterima oleh pemuda setempat. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kemarahan rakyat pada para pemuda anggota Gadapaksi yang suka berlagak seperti penguasa dan suka mencari informasi tentang para pemuda Timor Timur yang dicurigai aktivis anti-integrasi. Padahal yang sebenarnya adalah suatu peristiwa politik di mana para provokator yang dibenci rakyat dan tega mengirim para pemuda sebangsa kepada penguasa.. sangat kerdil dan jauh dari tanda-tanda zaman pencerahan. sedang diberi peringatan oleh para pejuang Timor Timur agar jangan menjadi kaki tangan penguasa atas bangsa sendiri. juga di lingkungan aktivis demokrasi di Indonesia. salah seorang peserta mengatakan.perkelahian pemuda antar genk. Namun . kurang lebih sejak Januari lalu -. Sengaja Gadapaksi digunakan untuk memprovokasi kekerasan agar perjuangan kaum muda Timor Timur untuk membebaskan negerinya dibelokkan menjadi tindakan anarkis kepada saudara sebangsa sendiri.. di Senayan. ". ketika aksi tersebut diberitakan oleh TVRI ribuan orang turun ke jalan menentang aksi tersebut. Dalam berita di koran hanya disebut bahwa GPK telah membunuh rakyat sipil. Nampaknya untuk tujuan kekuasaan segala cara telah dihalalkan termasuk taktik-taktik kolonial yang tidak pantas dilakukan oleh sebuah negeri yang telah merdeka lebih dari 50 tahun. Akal budi dan cara-cara damai telah ditaklukkan untuk kepentingan mempertahankan kekuasaan semata. khususnya di kota Dili. Tentu saja sekolah adalah lembaga yang dibutuhkan manusia modern untuk menyerap ilmu pengetahuan dan keterampilan. dalam Musyawarah Antara Umat Beragama dengan Pemerintah di Dili.kehidupan malam hampir dikuasai oleh ekstrimis kanan. Inilah peradaban para penguasa di Indonesia sekarang ini. Kembali rejim Soeharto mempraktekkan suatu taktik yang dulu sangat dimusuhi oleh para pendiri republik ini. Pastur Domingos Sequwira Pr. 18 Mei 1997) Bukti-bukti di atas cukup membuktikan bahwa Gadapaksi tidak mendapat tempat di hati rakyat Timor Timur. Yang paling menghebohkan adalah setelah Gadapaksi dan beberapa organisasi "pemuda-preman" pemerintah melakukan apel menentang pemberian Hadiah Nobel pada Uskup Belo. Para pemuda Timor Timur tampaknya tahu bahwa Gadapaksi hanyalah provokator belaka. Timor Timur pada tanggal 15-17 April 1997 menyebut Gadapaksi sebagai ekstrimis kanan.

000 . Yang terbukti kemudian. pada tahun 1990.sekolah di Timor Timur hanyalah suatu cara untuk mencuci otak rakyat dengan kurikulum yang diatur oleh kepentingan politik di Jakarta. Para pemuda yang direkrut dijanjikan akan dipekerjakan di Pulau Batam dan beberapa pabrik di Pulau Jawa. tanpa alasan yang jelas. tampaknya pemerintah sengaja membuat para remaja di Timor Timur putus sekolah untuk dipekerjakan di pabrik-pabrik di Indonesia. rejim tidak tahu lagi hendak dikemanakan mereka itu. 132 orang -. yayasan ini juga bertujuan untuk menjauhkan kaum muda dari gerakan politik perlawanan di Timor Timur. Karuan para buruh itu menolak untuk menandatangani dokumen tersebut. Pada tanggal 1 April 1991 diadakan pertemuan kedua di TMII. Karena mereka bukan buruh yang terlatih dijadikan alasan untuk membatalkan janji upah Rp 300. "Tindakan ini lebih merupakan usaha mematahkan semangat kemerdekaan yang sudah bersemi di hati sanubari kaum remaja di sana. para buruh ini mendatangi kantor Yayasan Tiara dan minta bertemu langsung dengan Tutut. Dalam pertemuan ini diputuskan akan mengirim 72 orang tenaga kerja ke PT Kanindotex di Bawen. Tanpa melalui training seperti yang dijanjikan. Yayasan ini tak lebih sebagai makelar tenaga kerja untuk mengangkut pemuda Timor Timur keluar dari negerinya. tapi hanya dibayar sekitar Rp 10. Orang yang diutus oleh Yayasan Tiara hanya membawa sebuah dokumen pernyataan yang menyatakan. Secara politis. Staf yayasan mengatakan bahwa Tutut sedang keluar negeri dan ia tidak dapat memutuskan sendiri. Akhirnya. Yayasan Tiara mulai melakukan perekrutan atas tenaga kerja. akibat banyaknya keluhan dari buruh Timor Timur yang merasa telah ditipu.000/bulan. diberangkatkan dengan kapal terbang dari Dili. 6 Agustus 1993) Setelah meminta restu dari Gubernur Mario Vegas Carascalao. . Tragisnya setelah sekolah hingga Sekolah Menengah Atas. ketua yayasan. Yayasan Tiara mengirim stafnya untuk bertemu langsung. Upah ini didapat tanpa tunjangan yang lain. Banyaknya dukungan kaum muda pada gerakan anti-integrasi harus ditangani dengan cara mencabut mereka dari akar sejarah dan masyarakatnya.000/bulan. Jawa Tengah. Sebelum berangkat mereka mendapat training dari Depnaker selama tiga bulan.Rp 20.000-an per bulan. Menurut George Aditjondro. Untuk itu ratusan kaum muda berangkat ke "pengasingan" dengan janji-janji diberi pekerjaan dan upah yang layak. Para buruh itu dipaksa untuk menandatangani dengan ditakut-takuti akan dipulangkan. Lapangan kerja yang ada tidak mampu menyerap luapan pemuda yang lulus SMA. anak sulung Soeharto. Namun harapan mereka bahwa pengaduan dan keluhan yang mereka rasakan akan ditanggapi dan terjadi perubahan menjadi kandas. hanyalah janji-janji kosong tanpa bukti. Pada tanggal 27 Maret 1991. Upah yang dijanjikan adalah Rp 300." (Dari Memo ke Tutuala. Pada tanggal 3 Mei 1991. ketimbang merupakan usaha memperbaiki pendidikan dan kesempatan kerja bagi mereka. Pada bulan Mei. Persis sepeti budak belian yang didatangkan dari negeri Timor Timur. bahwa para buruh yang dikirim Yayasan Tiara telah diperlakukan sesuai dengan perjanjian. Untuk mengatasi ini semua dibuatlah sebuah skenario politik dengan mendirikan Yayasan Tiara yang diketuai Tutut. Pada tanggal 29 Maret semua calon buruh ini dikumpulkan di Desa Wisata di TMII untuk menghadap Tutut. Dalam perjumpaan tersebut Tutut menyatakan membatalkan rencana pengiriman ke Batam. mereka langsung dipekerjakan di pabrik. Ia menjanjikan kompensasi dengan ditempatkan diberbagai pabrik di Pulau Jawa dalam tiga kelompok besar.angkatan pertama.

mereka mengirim surat kepada Gubernur Timor Timur tentang semua perlakuan yang merek alami di Indonesia. Kelompok kedua dikirim ke Bogor untuk dipekerjakan di perusahaan peternakan ayam, untuk membersihkan kotoran ayam. Suatu pekerjaan yang bisa dikerjakan di Timor Timur tanpa perlu keahlian dan jauh-jauh hidup di negeri asing. Setelah beberapa bulan, sebagian besar dari mereka memilih keluar. Selain pekerjaan yang tidak layak, juga upah yang diberikan tidak sesuai dengan janji. Mereka lalu menuntut agar yayasan lebih baik mengembalikan mereka ke Timor Timur. Tuntutan ini juga tidak diperhatikan. Beberapa di antaranya pulang dengan biaya sendiri dari kiriman orangtua mereka. Bahkan ada yang ikut rombongan Pramuka yang baru saja mengikuti Jambore di Cibubur, Jakarta Timur. Pada tanggal 6 Juni 1991, angkatan kedua tenaga kerja Timor Timur yang berjumlah 283 orang dikirim ke Surabaya melalui kerjasama Depnaker dengan Yayasan Tiara. Sesampainya di Surabaya mereka dipecah menjadi tiga kelompok: 40 orang dikirim ke Bali, 160 orang dipekerjakan di Surabaya dan 100 orang dikirim ke Jakarta. Seratus orang yang dikirim ke Jakarta ternyata bukannya diberi latihan kerja tapi dikirim ke Pusat Latihan Kopassus di Cinajntung, Jakarta Timur. Selama sebulan mereka diberi latihan militer seperti baris-berbaris dan latihan fisik oleh para pelatih dari Kopassus. Sehabis latihan fisik mereka diberi pendidikan mental ideologi tentang Pancasila, integrasi Timor Timur dan lain sebagainya. Para buruh kaget dengan cara-cara seperti ini. Di asrama militer tersebut mereka diperlakukan seperti tahanan perang. Karena tidak tahan dengan latihan militer yang berat serta tidak adanya kepastian tentang pekerjaan yang dijanjikan, dua orang buruh, Luis Mario Lopos dan Nuno V. Pereira menghadap komandan latihan, Letkol. Sutrisno untuk menyampaikan keluhan mereka. Letkol Sutrisno mencatat semua keluhan dan meminta mereka berdua untuk kembali menghadap pada tanggal 9 Agustus 1991. Pada tanggal 9 Agustus, 10 orang yang ditunjuk sebagai perwakilan kaum buruh berniat memenuhi panggilan yang dijanjikan, guna mempertanyakan nasih keluhan mereka. Rombongan ini ternyata mendapat nasib sial. Tiga orang Kopassus yang melihat rombongan tersebut lalu tanpa banyak berkata langsung memukuli mereka dengan tinju dan tendangan. Setelah itu mereka dijemur untuk menghormati bendera. Baru ditanya ada keperluan apa berombongan keluar dari asrama. Setelah dijelaskan tentang janji Letkol Sutrisno barulah mereka dibawa menghadap sang komandan latihan. Letkol Sutrisno entah lupa atau tidak, malahan membentak-bentak 10 orang utusan buruh tersebut dan dituduh akan melawan petugas. Ia bersama anak buahnya malahan memukuli mereka. Letkol ini lupa akan kata-katanya sendiri yang meminta mereka untuk datang pada hari itu. Sepuluh orang tersebut lalu diintrogasi dengan tuduhan sebagai simpatisan politik anti-integrasi. Letkol ini tidak mau mengerti dengan jawaban buruh bahwa mereka datang untuk menanyakan nasib mereka yang dijanjikan akan diberi pekerjaan, bukannya latihan militer. Pada bulan Mei 1992, para buruh yang dikirim oleh Yayasan Tiara sudah tidak taha lagi akan sikap yayasan yang tidak mau tahu dan tidak bertanggungjawab. Sekitar 100 orang buruh Timor Timur lalu mengadukan perlakuan Yayasan Tiara ke DPR RI. Aksi ini merupakan jalan terakhir supaya pihak yayasan jangan lepas tangan akan janji-janji yang tidak pernah direalisir. Tuntutan aksi di DPR RI tersebut adalah: 1. Semua janji-janji yang dibuat Yayasan Tiara di Dili sebagai agen yang bertanggung jawab

harus dipenuhi. 2. Upah dan jaminan sosial harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan. 3. Pemilihan tempat kerja dan jenis pekerjaan harus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kaum buruh. 4. Tidak lagi menggunakan kekerasan atas kaum buruh. 5. Pelatihan kerja diberikan oleh orang yang profesional bukan oleh personil militer. 6. Para buruh dijamin untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan formal dengan jaminan dari pemberi dana. 7. Bila tuntutan kami tak dapat dipenuhi, harap kami dipulangkan sebab kami manusia yang harus diperlakukan secara manusiawi, tidak sebagai komoditi murah untuk kepentingan industrial. Secara umum kaum buruh dari Timor Timur mengalami penindasan yang sama dengan kaum buruh Indonesia. Kaum buruh Indonesia mendapat upah yang rendah, tunjangan yang kecil bahkan tidak ada, jam kerja yang panjang serta hidup berdesakan di barak-barak yang sempit dan jauh dari kesehatan. Pemerintah Indonesia bukannya memperhatikan kesengsaraan buruh malahan menjadi alat yang melindungi penghisapan dengan menjajakannya sebagai keunggulan komparatif kepada pemodal asing. Agar kaum buruh tidak melawan maka diterapkan politik stabilitas industrial, di mana SPSI, Depnaker, pengusaha dan militer bersatu untuk mengontrol kaum buruh. SPSI yang dibuat oleh penguasa dan sebagai satu-satunya serikat buruh yang dibuat bukan untuk memperjuangkan nasib kaum buruh, tapi untuk mengontrolnya. Karena itu tidak percaya pada SPSI dan lebih suka memilih mogok atau unjuk rasa sebagai alat perjuangan utama. Terbukti mogok lebih efektif dan cepat untuk memaksa pengusaha memenuhi hak-hak kaum buruh. Sekarang ini kaum buruh mulai mengorganisir perlawanan melalui serikat buruh sejati seperti SBSI dan PPBI. Rejim berusaha menindas perjuangan buruh ini melalui penangkapan para aktivis PPBI dan SBSI dan mengirimnya ke penjara. Bagi kaum buruh yang mendukungnya maka harus siap ditangkap, disiksa, dan menghadapi segala macam teror dan intimidasi yang dilakukan oleh militer. Militer yang menindas buruh Indonesia adalah militer yang juga menindas rakyat Timor Timur, sebagai sebuah bangsa. Bagaimanakah kehidupan buruh Timor Timur di negeri Indonesia yang penguasanya tidak hanya menindas negeri Timor Timur tapi juga tega menindas rakyatnya sendiri? Kita ambil contoh dari para buruh pabrik PT Sritex yang bekerja di Solo, Jawa Tengah. Pabrik yang dimiliki Harmoko, Ibu Tien Soeharto, dan Mayjen Prabowo ini memproduksi seragam para penindas seperti baju Golkar, Korpri dan seragam militer. Di pabrik ini dipekerjakan sekitar 80an buruh dari Timor Timur. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka ketika harus menjahit baju seragam dari para penguasa yang justru telah membunuhi rakyat mereka sendiri. Bila buruh Indonesia dari berbagai daerah bisa berbaur dan tinggal bersama, maka buruh dari Timor Timur disapih dari buruh Indonesia. Mereka tinggal di pemukiman tersendiri yang dijaga langsung oleh aparat militer. Semua aktivitas buruh Timor Timur diawasi. Ingin keluar harus diinterogasi untuk keperluan apa dan ingin menemui siapa. Mereka tidak boleh pergi melewati pukul 9 malam, bahkan di hari libur kerja sekalipun. Para buruh Indonesia juga tidak dapat masuk ke dalam karena akan diinterogasi. Perlakuan khusus ini menunjukkan bahwa penguasa tetap mengawasi semua aktivitas orang Timor Timur, bahkan di luar negerinya sendiri. Penguasa khawatir para

buruh Timor Timur tersebut akan berhubungan dengan aktivitas para pemuda dan mahasiswa Timor Timur yang anti-integrasi. Untuk itu penguasa memperlakukan mereka mirip tahanan kamp konsentrasi. Tampaklah di sini bahwa kaum buruh Timor Timur tidak hanya ditindas sebagai sebuah kelas, tapi juga ditindas sebagai sebuah bangsa. Tidakkah penguasa sadar bahwa cara-cara yang diskriminatif ini justru akan semakin menimbulkan kebencian para buruh tersebut kepada penguasa yang menindas mereka tidak hanya sebagai sebuah bangsa, tapi juga sebagai kelas buruh. Penindasan ekonomi yang sama dari pemilik modal atas buruh Indonesia dan Timor Timur telah melahirkan tuntutan-tuntutan dan solidaritas yang tinggi di antara mereka. Betapapun rejim memisahkan mereka, terbukti kapitalisme lebih mendorong mereka untuk bersatu, menghadapi musuh bersama yaitu para pemilik modal yang menindas. Pada tanggal 11 Desember 195, 14.000 buruh PT Sritex melakukan pemogokan umum untuk menuntut hak-hak normatif mereka, kebebasan berserikat, cabut 5 UU Politik dan cabut dwi fungsi ABRI. Aksi ini juga menuntut agar para aktivis PRD dan Timor Timur yang ditangkap dalam aksi di Kedutaan Belanda dan Rusia dibebaskan tanpa syarat. Aksi ini kemudian dipukul secara brutal oleh aparat militer. Sekitar 60 orang aktivis PRD dan buruh ditangkap dan disiksa. Kaum buruh Timor Timur yang sudah biasa melihat perlakuan brutal ABRI di negerinya, kini dengan mata kepala sendiri melihat bagaimana ABRI memukuli dan menangkapi kaum buruh Indonesia persis seperti di Timor Timur. Kaum buruh Timor Timur mendapat pengetahuan politik, bahwa rakyat Indonesia juga tidak merdeka. Mereka dijajah oleh pemerintahnya sendiri, yang berkulit sama, namun mengabdi pada kepentingan modal. Setelah aksi di PT Sritex ini bukan berarti perlakuan atas buruh Timor Timur semakin baik. Sebagai puncak kekecewaan mereka, sekitar bulan April 1997, kaum buruh yang dibawa oleh Yayasan Tiara ini melakukan aksi di kantor Depnaker Solo. Mereka menuntut janji-janji upah Yayasan Tiara Rp 350.000 sebulan dipenuhi. Sudah bertahun-tahun mereka bekerja tapi tetap saja dengan upah yang rendah. Bila penderitaan manusia Timor Timur di Indonesia hanya sebatas ekonomi dan politik mungkin masih ada harapan untuk mendapat perbaikan suatu hari kelak. Tapi bagaimana dengan mereka yang mati di tengah penderitaan di negeri asing, jauh dari keluarga? Tercatat, beberapa orang buruh yang dikirim Yayasan Tiara meninggal dunia tanpa ada perhatian dari yayasan yang bertanggung jawab mengirimnya. Terbukti bukan hanya di Timor Timur nyawa mereka terancam, bahkan di Indonesia sekalipun mereka harus menerima kematian secara tragis. Kisah tragis dapat kita mulai dari kematian buruh PT Kondeco, Ermindo Trinade. Ia berasal dari Boros, Kecamatan Tutuala, Los Palos. Ia tertarik dengan Yayasan Tiara karena dijanjikan akan mendapat gaji Rp 350.000 per bulan bila mau direkrut untuk bekerja di Pulau Jawa. Bersama 350 orang lainnya ia diberangkatkan ke Jawa pada bulan Juni 1991. Sampai di Jakarta ia sempat ditraining di Cijantung, yang merupakan pusat latihan militer Kopassus. Setelah itu ia ditempatkan di pabrik produksi meubel dan perkayuan. Karena upah dan kondisi kerja yang buruk ia memutuskan keluar lalu pindah ke pabrik PT Kondeco, sebuah perusahaan kontainer. Pada tanggal 29 Juni ia meninggal dunia karena penyakit dalam yang diidapnya. Menurut dokter perusahaan ia menderita penyakit lever. Tapi dokter rumah sakit menolak untuk memberi keterangan pada istri dan teman-temannya. Ia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 7 bulan. Akhirnya perusahaan memberikan uang duka pada sang istri sejumlah Rp 243 ribu untuk mengurus jenazah suaminya. Namun, Ny. Ermindo menolak sumbangan tersebut.

Beberapa buruh Timor Timur yang tidak puas dengan kesimpulan polisi mengadukan kasus ini ke LBH Jakarta. Polisi sendiri mencoba mengarang rekayasa bahwa ia kemungkinan berkelahi dengan para preman. Jakarta Timur. Pada awalnya ia bekerja di PT Warna Primadana di kawasan Berikat Nusantara. Nasib tragis juga menimpa Filomino Gabriel dps Reis Amaral Lino. puluhan di antara mereka terpaksa menjadi anak buah Hercules. Dari sini ia lalu pindah ke PT Ina Tai yang memproduksi furniture. Nasib yang sama juga menimpa Marcos Soares Fatima yang meninggal dunia akibat sakit pada tanggal 17 September 1993. Di sini. seorang warga negara Indonesia dan bayi berusia 1 bulan. Karena harus bertahan hidup. Jakarta Pusat. isu perburuhan dan isu tentang Liem Sioe Liong. Pertanyaannya adalah mengapa rejim melihat isu Tomae ini mempunyai dampak politik yang buruk buat mereka. kemungkinan ia terlibat perkelahian dengan aparat keamanan pabrik. Ketiga isu ini sangat krusial bagi rakyat Indonesia dan masyarakat internasional. Ia termasuk angkatan kedua yang sempat ditraining oleh Kopassus. Menurut versi temantemannya. . Karena di bawah ancaman para buruh terpaksa menandatangani surat menarik kuasa hukum dari LBH Jakarta. Jelas ia dianiaya sebelum dibunuh dan dibuang ke sungai. Jakarta Utara. karena menyangkut tiga isu penting: isu Timor Timur. Tapi teman-teman dan warga kampung tempat ia mengontrak rumah menganggap Petrus anak baik yang tidak punya musuh. ia ditemukan tewas ditabrak mobil ketika sedang jogging di sekitar tempat latihan militer di Cijantung. Petrus adalah buruh angkatan pertama yang dikirim oleh Yayasan Tiara. Lopian Gultom. Hercules. Petrus bekerja pada pabrik semen PT Indocement Tunggal. Karena ketidakpuasan atas tempat kerja yang buruk dan upah yang rendah akhirnya mengakibatkan banyak pemuda Timor Timur yang memilih keluar dan menggelandang di sekitar kawasan Tanah Abang. lalu dibunuh dalam perkelahian. Beberapa hari sebelum pembunuhan ia kelihatan ribut dengan pihak keamanan karena memprotes kondisi kerja yang buruk dan selalu menunjukkan ketidakpuasan pada perlakuan pengusaha atas buruh Timor Timur. Tentu saja fakta-fakta ini kemudian dipetieskan. pada bulan Maret 1991. Nasib malang juga dialami oleh buruh yang bernama Alfreso da Costa (25 tahun) asal Los Palos. baik melalui sogokan uang maupun ancaman dan pemaksaan. Ia ditemukan tewas mengambang di kali Cileungsi dengan banyak luka di sekujur badan dan kepalanya. Biasanya mereka yang mendapat pekerjaan akan keluar dari Tanah Abanng dan tidak sudi mendukung Hercules dan teman-temannya. Hercules ini yang menjerumuskan para pemuda Timor Timur menjadi agen-agen politik bayaran pemerintah. Sampai sekarang tidak ada pelaku pembunuhan Petrus yang ditangkap. preman Timor Timur piaraan Mayjen Prabowo menjadi penguasa wilayah. Ia meninggal pada 27 Februari 1994 akibat usus buntu.Nasib lebih tragis menimpa seorang buruh yang bernama Petrus Toame. yang dikawal langsung oleh militer. Sampai sekarang kematian Petrus tetap menjadi sesuatu yang gelap. Polisi dan militer yang mengetahui rencana ini mendatangi buruh Timor Timur yang memberikan kuasa hukum pada LBH untuk mengusut pembunuhan atas Petrus dan memaksa mereka agar mencabut kuasa hukum dari LBH. Pada tanggal 31 Agustus 1991. Kematian Petrus menjadi teka-teki bagi teman-teman se pabrik dan Timor Timur. Ia meninggal diiringi tangisan istrinya. sebuah perusahaan dari orang terkaya di Indonesia yang sangat dekat dengan Soeharto yaitu Sudono Salim alias Liem Sioe Liong.

Kaum buruh juga belajar tentang watak dari negara dengan menjadi buruh di Indonesia. Ini merupakan pendidikan politik yang penting bila Timor Timur merdeka nanti. Persamaan ini akan melahirkan perasaan senasib-sepenanggungan yang akan melahirkan solidaritas abadi bila mereka kembali ke negerinya kelak. XII. korban-korban lain akan menyusul. yaitu melawan penindasan ekonomis pabris secara bersama-sama dengan kaum buruh Indonesia lainnya. bila tidak ia melahirkan mesin penindasan yang baru. Untuk keberanian moralnya ia kemudian ditembak mati oleh Polsek Tanah Abang. Perlakuan yang sama para pemilik modal telah melahirkan kepentingan dan tuntutan yang sama antara buruh Indonesia dan Timor Timur. Frick. dengan enteng nyawa bisa melayang. Dari pengalaman menjadi buruh murah di Indonesia kaum buruh Timor Timur menyadari bahwa kapitalisme memperlakukan kaum buruh Indonesia dan Timor Timur tanpa perbedaan. Pengatahuan ini sangat penting untuk membangun negeri mereka dalam situasi yang bebas dan tanpa penindasan dari bangsa lain suatu hari nanti. Menteri Dalam Negeri Pemerintahan Hitler . Bila melawan nasibnya tentulah akan seperti Manuel Soares. menolak untuk patuh pada para intelijen berarti akan mendapat banyak sekulitan. Namun bila tidak sesuai dengan selera rejim. atau kaum buruh pada umumnya. Mereka kebanyakan memilih diam. Pembunuhan atas Manuel ini bertujuan untuk menakut-nakuti para pemuda Timor Timur agar patuh dan jangan berbuat macam-macam yang tidak berkenaan dengan kepentingan penguasa. Mereka melihat bahwa para penguasa yang sebangsa bisa jadi menjadi penindas yang baru bila pemerintahannya menjadi boneka para pemilik modal asing dan domestik. Sisi yang positif dari pengalaman menjadi buruh adalah pengenalan rakyat Timor Timur pada mesin-mesin pabrik menejemen dan teknologi industri.Bagi para pemuda yang tanpa perlindungan ini. Kapitalisme tidak peduli dengan warna kulit dan kebangsaan seorang buruh. Rejim akan mengelus-elus dan memanjakan mereka sejauh bisa mematuhi kehendak politik para penguasa. yang penting adalah mereka sanggup menjual tenaga kerjanya kepada pemilik modal dengan harga yang semurah mungkin. Ia berani menolak paksaan dan bujukan untuk mengikuti aksi-aksi tandingan yang pro-integrasi. Bagi pemuda Timor Timur ini menunjukkan watak asli dari rejim. yang tidak sesuai dengan undang-undang adalah yang merugikan bangsa Jerman" Dr. Para pemuda Timor Timur harus sadar bahwa rejim hanya menjadikan mereka boneka untuk diadu domba satu sama lain. Kaum buruh Timor Timur melihat dan mengalami langsung pengalaman ditindas sebagai kelas buruh bersama dengan kaum buruh Indonesia lainnya. Hal positif lainnya dari menjadi buruh di Indonesia adalah hilangnya chauvinisme nasionalisme yang sempit. Kaum buruh Timor Timur melihat dan mengalami sendiri bagaimana sebuah pemerintahan yang sebangsa belum tentu membela kesejahteraan rakyat. bahwa kekuasaan negara harus dikuasai oleh rakyat. Kaum buruh harus belajar dari Indonesia. Manuel Soares mungkin bukan orang terakhir. TIMOR TIMUR DALAM SISTEM POLITIK INDONESIA "Nasional-sosialisme mengatakan: Yang sesuai dengan undang-undang adalah yang baik untuk bangsa Jerman.

Mulai hari itu sistem politik multipartai yang demokratis telah dihancurkan oleh kekuatan asing menggunakan operasi militer untuk menguburnya. maka kata-kata dari Dr. Akan datang suatu waktu ketika kesabaran rakyat kami akan habis -. Masa penjajahan Jepang yang cuma 3. Bukan pasukan pembawa perdamaian yang datang. kini harus kembali dihinakan oleh penguasa Indonesia yang bermarkas di Jakarta.5 tahun. "Obat yang diberikan jauh lebih beracun ketimbang penyakit yang ingin disembuhkan. Dr. Taktik ini agak mirip dalam kasus Timor Timur. Rakyat yang telah membenci Belanda dengan darah dagingnya dengan gembira menyambut kedatangan "saudara tua"-nya. Namun setelah "saudara tua" datang ke Hindia Belanda. Radjiman di atas paling tidak dapat menggambarkan isi hati dan kekecewaan mereka. Rakyat Indonesia yang termakan oleh propaganda Jepang dan ramalan Jayabaya menganggap Jepang adalah "saudara tua" yang akan membebaskan Hindia Belanda. Untuk legitimasi menghentikaan perang saudara yang memakan korban ribuan orang.000 orang. maka dapat dikatakan. Pada tanggal 7 Desember 1975 ABRI melakukan invasi terhadap negara yang bedaulat di bawah pemerintahan partai pemenang pemilu 1975. maka bukan hanya rakyat tak berdosa yang menjadi korban dalam jumlah yang massal. mulai dilakukan suatu pendudukan militer dan administratifnya atas rakyat Indonesia. Kemarahannya diungkapkan dengan kata-kata sebagai berikut: "Ingatlah -. Bangsa yang baru diproklamsikan berdirinya sebagai Republik Demokrasi Timor Timur.Bagaimanakah perasaan sebuah bangsa yang harus tunduk secara terpaksa dalam sistem politik yang tidak dikehendakinya? Pengalaman sejarah Indonesia telah mengajarkan bahwa sebuah sistem politik yang dipaksakan dari luar. tapi juga kemerdekaan rakyat Timor Timur telah dikorbankan. Namun bukannya menghentikan perang saudara yang berlangsung. ternyata telah membantai jutaan rakyat dalam proyek romusha. dan kekejaman militer yang tiada tara. ABRI justru mengakibatkan korban jiwa yang jauh lebih massal dari korban perang saudara itu sendiri. setelah mengalami 350 tahun penjajahan Portugis. tapi pasukan pendudukan yang bertangan darah dan tidak pandang bulu . dari Boedi Oetomo menunjukkan kemarahannya pada rejim kolonial akan penolakan proposal Parlemen Sejati di mana rakyat Indonesia memilih sendiri secara langsung wakil-wakilnya. tanpa melibatkan partisipasi mayoritas rakyat adalah bohong belaka bila dapat menyalurkan aspirasi rakyat." Saya jadi ingat dengan pengalaman sejarah Indonesia sendiri ketika menyambut kedatangan fasisme Jepang.dan waktu itu segera akan datang sesudah hari ini!" Bila kita ingin mengetahui bagaimana rakyat Timor Timur memandang sistemm politik yang kini harus mereka terima. Radjiman.tapi jangan menunggu lebih lama. Dengan dukungan dari segelintir orang Timor untuk menghentikan perang saudara. Bila meminjam ungkapan dari Paus Paulus II. wabah kelaparan. Janji-janji pembebasan "saudara tua" ternyata hanyalah kedok belaka untuk menguasai bangsa Indonesia. Pemerintah Indonesia memberi legitimasi penyerbuan tersebut sebagai permintaan sekelompok orang yang menandatangani Deklarasi Balibo.sekarang waktunya bagi tuan untuk memberikan kepada kami apa yang kami inginkan. yaitu Fretilin. maka dikirimkan operasi pendudukan yang menghentikan perang saudara dengan memakan korban 200. Sekarang tuan masih bisa memimpin kami -.

Begitu juga yang terjadi di Timor Timur. Jadi jangan heran bila beberapa orang penandatangan petisi Balibo menarik kembali dukungannya. lalu diganti dengan partai-partai politik yang diimpor dari Jakarta. pemilu yang curang dan dominasi militer melalui doktrin dwi fungsi ABRI. 7/1976 yang mensahkan legalitas pendudukan atas Timor Timur dan memasukannya menjadi propinsi ke-27. Sistem politik ini terbukti tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai saluran aspirasi rakyat. Setelah diduduki secara militer. Seharusnya . Sistem politik yang di negerinya sendiri juga digunakan untuk membatasi partisipasi rakyat. Melakukan 'penyelamatan' terhadap sebuah wilayah yang sudah dalam waktu 450 tahun ditindas dan dihancurkan oleh Portugal. Pemerintah tak peduli dengan PBB yang belum mensahkan pendudukan itu sendiri. karena rakyat Timor Timur sendiri tidak dimintai pendapatnya secara langsung melalui suatu proses referendum yang luber-jurdil di bawah pengawasan PBB. Partai mereka mencerminkan pembagian kekuasaan di saa. Tahun 1976 pada waktu integrasi. Penjajahan Indonesia oleh Belanda dan Jepang disahkan oleh pemerintah yang berkuasa dan parlemen di negeri masing-masing. Di Indonesia sendiri dewan-dewan hasil pemilu tidak satu pun yang datang mewakili rakyat. Partai-partai politik lama yang mengikuti pemilu 1975 dihapuskan. Hasilnya dibuatlah DPRD Tk. Mereka dulunya punya empat partai. Ini justru semakin membuat rakyat tidak percaya dengan bangunan politik yang dibuatkan oleh pemerintah Indonesia. dan dilitsus untuk mewakili kepentingan politik penguasa Jakarta. 17 Juli 1996) Setelah proses pengesahan atas pendudukan tersebut. Pada tahun 1977 rakyat Timor Timur mengikuti pemilu pertama di bawah sistem politik Indonesia.untuk mengambil korban. kekuasaan pemerintah Indonesia disahkan sendiri oleh mereka pada tanggal 17 Juli 1976 melalui UU No. dan PDI. Golkar. mantan direktur Lemhanas mengatakan dalam koran Merdeka (19/1/1996) tentang kekeliruan tersebut: "Saya anggap masih terlalu dini untuk mentransfer masyarakat sana menjadi seperti Indonesia dalam politik. SPRIM sendiri tetap menganggap UU ini tidak sah. Mayjen Soebijakto. partai-partai dihapuskan. Rakyat Timor Timur yang tidak punya kaitan historis dengan partai-partai ini lalu dipaksa untuk diintegrasikan dalam sistem kepartaian Orde Baru. II di propinsi dan kabupaten. yaitu PPP. Dan sang penyelamat merasa tidak bersalah sedikitpun jika untuk alasan penyelamatan itu mereka melakukan pembantaian terhadap mayoritas rakyat Maubere yang melihat secara terang-benderang bahwa yang dilakukan rejim Indonesia terhadap wilayahnya adalah suatu penjajahan lain yang serupa dengan kolonialisme Portugal". Rakyat hanya memberikan suara tiap lima tahun sekali di bawah iklim politik yang otoriter. Dalam pernyataan 20 tahun berlakunya UU ini SPRIM menulis: "Dan hari ini pada 20 tahun peringatan penjajahan Timor Timur media massa Indonesia masih saja terus-menerus menulis tentang saat 20 tahun yang lalu itu sebagai saat 'penyelamatan' sebuah wilayah yang dinyatakan nyaris berada di tepi jurang kehancuran. Semua wakil-wakil yang duduk di dewan lokal tersebut dipilih oleh atasan mereka di Jakarta. Bisa dibayangkan betapa terasingnya rakyat dari sistem politik yang secara paksa harus mereka terima. I dan DPRD Tk. lantas dibuatkan suatu sistem politik yang diimpor dari Orde Baru. (Statement SPRIM.

saudara bungsu dari mantan Gubernur Timor Timur. mengkritik langkah tersebut. sosial. ekonomi. KOTA. orang militer terjun disegala bidang. Kami tahu bahwa Fretilin itu harus diamati." (Kepemimpinan ABRI dalam Sejarah Perjuangannya.bertahap. Jangan menunjuk seorang ABRI menjadi bupati. Begitu dihapuskan tidak tahu lagi. Seperti keluhan Uskup Belo. Mario Vegas Carascalao menyatakan bahwa para kandidat Golkar untuk duduk di dewan tidak dikenal oleh rakyat. "Ambil orang setempat jadi bos di daerah sendiri. . Meskipun tetap dalam kerangka kepentingan pendudukan ia mengajukan proposal teknik infiltrasi ke dalam masyarakat Timor Timur melalui institusi politik yang diakui oleh rakyat pada saat itu sebagai alternatif dari operasi penyerbuan militer. Para anggota Golkar yang menjadi anggota DPRD Tk. komunikasi sosial. sehingga terasa sekali bahwa rakyat Timor Timur hanyalah tamu di negerinya sendiri." (Merdeka. misalnya. dengan segala penyesalan dan kerugian politik yang harus ditanggung. Karena partai-partai pada waktu itu masih dibutuhkan untuk stabilisasi keamanan. UDT yang betul-betul berjuang mengalahkan Fretilin bersama-sama TNI terlupakan. Partai-partai ini menganggap kemenangan Fretilin yang populis akan membahayakan kepentingan ekonomi-politik mereka. ABRI kelewat dominan dalam hirarkis pemerintahan. Namun setelah Fretilin dikalahkan. walaupun menganggap Operasi Seroja sebagai suatu yang fatal. ABRI cukup komandan Kodim. karena itu ABRI harus didatangkan. ternyata ABRI yang mendominasi jabatan-jabatan mereka. Jendral Soebijakto juga mencatat bahwa mereka yang telah mendukung sistem politik yang ada sekalipun tidak diuntungkan. 1996. Basis ekonomi juga dikonsesikan oleh militer kepada para pengusaha dari Jakarta dan pendatang dari luar Timor Timur. "Sehingga pejuang-pejuang (sic!) dari Apodeti. 274) Meskipun kedua jendral di atas tetap menganggap integrasi Timor Timur tidak dapat diganggugugat lagi." ujar Soebijakto. I tampaknya juga secara kritis mengakui bahwa Golkar tidak mewakili aspirasi masyarakat Timor Timur. Kami belum setuju waktu itu. tapi ini menunjukkan bahwa dalam soal penerapan sistem politik apa yang harus diterapkan keduanya tidak sepakat dengan jedral opsus seperti Ali Moertopo. "Kalau seperti sekarang ini di Timor Timur." Jendral (purn) Sayidiman Suryohadiprojo. UDT. Yang duduk di pemerintahan dominannya dari luar. pariwisata. h. Dan orang-orang Apopeti dan UDT yang dulu melawan Fretilin sudah diarahkan menjadi Golkar. Agustus 1992) Akibat dominasi militer untuk stabilitas belaka. 19/1/1997) Harus dipahami bahwa partai-partai yang mendukung integrasi kebanyakan adalah orang-orang yang dulunya hidup dari birokrasi Portugis atau para keluarga tuan tanah yang berpendidikan modern. "Salah satu alternatif yang dapat dikemukakan di samping operasi ofensif militer adalah membiarkan Timor Timur terlebih dahulu kacau disertai penyelenggaraan kegiatan intel kita lebih lanjut untuk mengambil hati rakyat Timor Timur. lalu di mana tempat kaum sipil?" (Matra. dan Trabhalhista. Manuel Vegas Carascalao. (Merdeka. agar berpihak pada Apodeti. Jakarta. terjadilah kontrol berkelebihan disegala bidang kehidupan tanpa menyisakan pada orang Timor Timur. kebudayaan. 10/1/1997).

dipaksa dengan pola-pola dari atas. "Kami orang Timor Timur ini.. (Topik. seperti robot. 19/11/1994) Mario Carascalao pernah mengatakan bahwa kehendak rakyat Timor Timur lebih dapat disalurkan melalui para pimpinan tradisional. Posisi mereka sama sekali tidak dipertimbangkan oleh kekuasan di Jakarta. Para pimpinan tradisional ini membentuk semacam "komite konsultasi rakyat" dengan 400 sampai 500 anggota. dan Korem serta hirarki birokrasi dari kelurahan hingga propinsi. Rakyat biasa lebih menghargai para pimpinan tradisional karena sangat akrab dengan kehidupan mereka. Sistem kekuasaan politik rakyat sehari-hari yang diwakili liurai dan gereja dieliminir oleh penguasa dan tidak didengar. Uskup Belo melihat kebuntuan aspirasi rakyat selama ini karena rakyat Timor Timur tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan caranya sendiri. Mereka bermain di belakang panggung. Tapi siapa yang suruh itu tak kelihatan. kelancaran kebijakan yang diperintahkan oleh gubernur di Dili sangat tergantung dari dukungan para pimpinan tradisional. Padahal kedua sistem politik ini sangat mengakar secara historis dan kultural di tengah rakyat Timor Timur. Karena itu. Dengan dilarangnya partai-partai politik yang menjadi aspirasi berbagai kelompok kepentingan di masyarakat. Tepatlah ungkapan Uskup Belo bahwa. didorong. Kodim. Seorang liurai dapat dicopot dari jabatannya bila posisinya ditentang oleh para kepala suku. Aspirasi rakyat dari bawah ke atas melalui lembaga liurai sudah punah digantikan oleh instruksi dari atas ke bawah melalui alat-alat politik rejim Indonesia. Agustus 1992) . Pada masa Portugis meskipun ada birokrasi kolonial yang mewakili tingkatan lokal yang dikepalai oleh administrator atau chef de posto. Sekarang ini para liurai tunduk pada hirarki militer seperti Koramil. mantan pimpinan Apodeti dan ketua DPRD pertama di Timor Timur mengatakan bahwa partai politik di Timor Timur adalah fenomena baru yang muncul setelah revolusi di Portugal. Dan para liurai tidak dapat mengambil keputusan seenaknya sendiri. Kami jangan hanya diinjeksi. Pada saat yang sama para kepala suku yang dipilih oleh klan atau kuna. Disuruh ke sana. Dan terus ke bawah hingga kepada kepala keluarga. bisa atau tidak bisa." (Matra. harus mendapat pembenaran dari klan dalam suku mereka." (Sinar. Juni 1996) Guilherme Goncalves. disuruh ke sini. Sebab.. semua mengabdi pada Jakarta. berikanlah kesempatan pada kami untuk melakukan semuanya dengan pola kami sendiri. Tapi. maka rakyat menjadikan gereja sebagai lembaga untuk aspirasi politik mereka. Pertama ia harus mendapat persetujuan dari kepala suku di bawahnya. mengabdi pada stabilitas: "Masyarakat Timor Timur mengatakan bahwa mereka adalah pemilik Timor Timur ini. 7/5/1997) Akibat lain dari dominasi alat-alat politik yang diimpor dari Jakarta adalah tidak adanya legitimasi formal dari aspirasi rakyat secara politis. Malahan yang paling ekstrim para suku-suku yang tinggal secara tradisional di gununggunung dipaksa untuk turun dan di-getho-kan oleh militer karena dikuatirkan akan berhubungan dengan para pejuang Falintil. pada saat itu aspirasi rakyat dapat disalurkan melalui liruai (raja) dan struktur yang ada di bawahnya. Ini berarti mendorong rakyat untuk menerima sesuatu yang mereka tidak sukai."Saya sangat kecewa karena Golkar memilih calon-calon yang tidak dikehendaki rakyat untuk mewakilinya di dalam dewan. itu akan sangat tergantung pada masyarakat di sini." (The Jakarta Post.

Semakin para penguasa tidak mempunyai inisiatif untuk memperbaiki keadaan dengan mengadakan dialog yang mewakili seluruh kepentingan rakyat Timor Timur. kami akan ikut bicara. Januari 1996) Dalam pidatonya pada penyerahan Hadiah Nobel di Oslo. dan kenetralan harus dipertahankan berdasarkan Magisterium Gereja. Dan pada kenyataannya. Menurut Romo Mangun. Termasuk juga yang menyangkut tingkah laku aparat bersenjata RI sepanjang mengenai penduduk Timor Timur. hak asasi manusia. Pengaruh ini jelas tampak dari keterlibatan Belo dalam perundingan tripartiat di Austria. Nah." (Matra. cinta-kasih. Sikap pemeritah yang kurang menyukai Belo. di tengah situasi penindasan rakyat Timor Timur maka tidak bisa tidak gereja akan mempunyai pengaruh politik di kalangan rakyat dan penguasa." (Matra. martabat manusia. dsb. di Timor Timur ini. tapi tidak pada para penguasa. Dan itulah yang nampaknya sedang terjadi. dari ekstrim kanan sampai ekstrim kiri semua mendapat tempat di hati saya -. keadilan sosial. "Wilayah politik pun termasuk dalam aktivitas manusia normal manusiawi. walaupun dengan alasan keamanan nasional -.Gereja akan memihak pada person karena kadang-kadang pribadi manusia harganya lebih tinggi daripada keamanan negara atau kepentingan nasional. kami mencoba dan bertekad untuk tetap netral. demokrasi. maka kesalahannya adalah di tangan para penguasa di Jakarta. sebetulnya mereka sedang mendorong Uskup Belo untuk berdiri berseberangan dengan para penguasa. DPRD. nilai-nilai kebebasan. PPP. Dalam idealnya gereja memang bersifat netral dalam politik namun sebagai pribadi Uskup Belo lebih memilih sebagai seorang yang adil dan demokrat. aspirasi dan kritik dicap "GPK" maka satu-satunya lembaga yang tersisa adalah gereja. iman. gereja harus selalu berpihak pada manusia. moralitas seumumnya. "Kita tak bisa mentolerir perpanjangan jangka waktu penderitaan rakyat Timor Timur. Norwegia. "Justru di sinilah perjuangan Uskup Belo: membela hak-hak asasi manusia. nilai-nilai moral. bahkan langkah yang paling ekstrim sekalipun. PDI. rakyat memang tunduk pada gereja. Romo Mangunwijaya mempertanyakan serangan dari orang-orang pemerintah yang seolah menganggap Uskup Belo telah keluar dari tugas sucinya sebagai seorang rohaniawan. saran. justru sama saja mendorong rakyat untuk semakin mengambil inisiatif di luar kerangka kekuasaan. 20 November 1996) Golkar. keadilan. pertemuan dengan Sekjen PBB hingga proposalnya tentang referendum pada PBB. Sambutan fanatik rakyat Timor Timur menyambut kedatangan Uskup Belo dari Oslo menunjukkan bahwa secara riil politik Belo . dalam realita -. Untuk semua yang dilakukan oleh Uskup ini dikatakan: "Gereja mengambil posisi netral. Menurut Uskup Belo." (Rohaniawan Tak Boleh Berpolitik? Apakabar. Secara nyata gereja lah lembaga politik yang menyalurkan semua persoalan rakyat dan mencari solusi-solusinya." Untuk itu Uskup Belo tidak menggunakan pedang tapi lewat kebenaran.Ketika parlemen yang tidak didukung rakyat terus dipaksakan.walaupun belum tentu saya setuju dengan pandangan mereka. Tapi.kalau sudah menyangkut pribadi manusia. kalau menyangkut hal-hal yang sudah mengorbankan pribadi manusia. Gubernur adalah lembaga politik yang mandul dan hanya berisi bualan kosong belaka. 10 Desember 1996 Uskup Belo secara tegas menyatakan. Bukan untuk melawan negara tapi karena itu menyangkut martabat manusia. dan bahwa Kerajaan Tuhan melawan kerajaan kegelapan dipergulatkan dalam medan politik juga. Hanya. kemanusiaan." Bila kalimat ini yang dinyatakan Belo. "Bagi seorang demokrat. 8/1992) Dengan pribadi sebagai seorang demokrat.

bukanlah kehendak mereka. Rakyat Timor Timur hanya pernah mengalami pemilu yang demokratis bagi bangsa yang merdeka pada tahun 1975. Kedaulatan rakyat sebagai syarat utama untuk dilaksanakannya pemilu tidak terdapat di Indonesia di bawah rejim Soeharto. dengan mengirim para aktivis anti-integrasi ke penjara. Bagi rakyat Timor Timur sendiri pemilu yang sudah empat kali dilangsungkan tak lebih dari menjalankan kehendak pemerintahan pendudukan. Hercules. Kebutuhan mendesak rakyat Indonesia saat ini bukanlah pemilu." (Sinar. Dan demokrasi baru bisa diterapkan bila pilar kekuasaan otoriter diruntuhkan. penguasa Indonesia sedang berlaku bagaikan tuan kolonial zaman Hindia Belanda dahulu kala. tapi menjadi alat kontrol penguasa atas rakyat. yaitu Dwi Fungsi ABRI dan 5 UU Politik 1985. Di tengah ketidak-percayaan rakyat Indonesia yang semakin meluas atas pemilu yang akan berlangsug adalah suatu yang aneh. Sebab-sebabnya adalah tetap dipertahankannya Dwi Fungsi ABRI dan pemberlakuan Paket 5 UU politik 1985. Muladi. bahwa Pemilu Orde Baru bukanlah sarana untuk memobilisasi partisipasi politik rakyat. maka tidak dapat diragukan lagi. Memaksakan sistem politik yang ditolak oleh rakyat jajahan dengan segala legitimasi legal-formalnya. Suatu pemilu multi-partai kerakyatan yang memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasi politiknya dengan memilih wakil-wakilnya di Dewan dan membentuk pemerintahan. Uskup Belo jelas lebih kredibel untuk dipercaya sebagai keinginan suara Timor Timur yang sebenarnya ketimbang sekumpulan provokator yang telah kehilangan harga diri akan rakyat dan bangsanya. Pemaksaan alat-alat politik dari Indonesia kepada rakyat tidak akan menyelesaikan masalah Timor Timur. XIII. Timor Timur yang demokratis hanya dapat dibangun bila referendum telah dilaksanakan. Sejarawan dari Australia MC Riclefs menulis. Kita patut curiga bahwa ini adalah rekayasa dari rejim untuk memanipulasi rakyat Indonesia. suara gereja lebih kuat dari suara negara. sudah terbukti gagal untuk mendapatkan dukungan dari mayoritas rakyat Timor Timur. Tepatlah kata Prof. Bila proses itu ditunda dengan polesan gincu diplomatis Ali Alatas. "anak" kesayangan Mayjen Prabowo. tapi demokrasi. di sebuah hotel. . bila "sekelompok" pemuda Timor Timur yang negerinya diporakporandakan oleh penguasa yang ada sekarang lantas malahan meligitimasi kekuasaan tersebut. Hasil pemilu itu sendiri sudah diakui oleh internasional dan dimenangkan oleh Fretilin. Terbukti tuan Belanda tidak sanggup menahan daya tahan para pejuang kemerdekaan Indonesia. TIMOR TIMUR DAN PEMILIHAN UMUM Pada bulan April yang lalu.mempunyai massa pendukung yang lebih besar ketimbang agen-agen dan alat politik yang diimpor dari Indonesia. tapi bukan rakyat Timor Timur. dengan perjuangan yang panjang sekalipun. Semuanya "seperti api dalam sekam". "Di masyarakat Timor Timur itu. Para pahlawan kesiangan ini pura-pura menutup mata-telinga atas pernyataan Uskup Belo yang secara tegas tidak akan memberikan suara pada pemily nanti. membuat pernyataan sikap untuk mendukung dan menyukseskan Pemilu 1997. Perlakuan yang buruk dan semakin keji atas rakyat jajahan telah menjadi bahan bakar untuk meneruskan perlawanannya dengan tanpa rasa takut. 4 Maret 1995) Orde Baru di bawah rekayasa strategi komunis fobia perang dingin yang diciptakan oleh AS.

Bagi mereka pemilu yang akan dilangsungkan adalah hak bagi rakyat Indonesia. Apa yang menjadi argumentasi para mahasiswa tersebut adalah sangat tepat. Jelas.Namun pemerintahan yang dibentuk melalui pemilu tersebut kemudian ditaklukkan melalui operasi militer ABRI pada 7 Desember 1975 dengan apa yang dikenal sebagai Operasi Seroja. Yang menjadi hak bagi rakyat Timor Timur adalah untuk menentukan nasib sendiri sebagai sebuah bangsa. Atau. Sebagai penyuara rakyat Timor Timur yang tidak bisa bersuara. Ini berbeda dengan slogan para pejabat setempat yang sibuk menyambut pesta milik penguasa Jakarta. Dalam koran The Jakarta Post (7 Mei 1997) dimuat sebuah berita tentang keputusan Uskup Belo untuk tidak memberikan suara dalam pemilihan umum yang diadakan tanggal 29 Mei 1997. penguasa kolonial tidak akan memberikan sebuah dewan di bawah kondisi rakyat yang berdaulat. Dan pilihan yang terakhir berarti ia mengambil posisi seorang Kristiani. Pada bulan Februari 1996 para mahasiswa Timor Timur di kota Malang menolak didaftar untuk mengikuti pemilu di Indonesia. Memberikan suara dalam pemilu nanti adalah suatu bentuk . Uskup Belo mungkin menggunakan pertimbangan moral atas perkembangan politik yang dilakukan penguasa untuk pemilu yang hanya berguna untuk kekuasaan itu sendiri. pilihan Uskup Belo tersebut paling tidak menggambarkan isi hati rakyat Timor Timur yang sebenarnya. Menyukseskan pemilu bagi mereka adalah menyukseskan posisi jabatan mereka sendiri. tapi juga bukan merupakan sesuatu yang urgent sekarang ini. bukan hak rakyat Timor Timur. Pilihan moral Uskup Belo pastilah akan sangat mempengaruhi umatnya. atau tidak memberikan suaranya. meskipun harus mengorbankan hati nurani. dalam bahasa yang luas sebuah parlemen yang demokratis dan mewujudkan kepentingan rakyat hanya bisa dicapai dalam sebuah masyarakat yang merdeka. Kejadiannya mirip dengan usaha Belanda dalam Perang Agresi I (tahun 1947) dan Perang Agresi II (1949) untuk tidak mengakui keabsahan pemerintahan yang dibentuk oleh Soekarno-Hatta. Pemilu bagi masyarakat Timor Timur bukan saja berarti mengakui kekuasaan politik Jakarta. Selama kemerdekaan belum didapatkan selama itu pula dewan yang dibentuk tidak mempunyai arti apa-apa bagi perbaikan kehidupan rakyat. Bukan rahasia lagi bahwa rakyat Timor Timur berpartisipasi dalam pemilu rejim Soeharto karena faktor tekanan dan pemaksaan. Untuk itu kaum pejuang revolusi Indonesia meneriakkan slogan: hidup atau mati! Slogan yang juga diteriakkan oleh para pejuang Timor Timur dengan teriakan Patria ou Morte! (Merdeka atau Mati!) sejak tanggal 7 Desember 1975 hingga sekarang. yang tidak menghendaki kekuasaan dijalankan atas nama kekuasaan. Yang paling penting sekarang ini bagi rakyat Timor Timur dan paling mendesak adalah menyelenggarakan suatu referendum di bawah pengawasan PBB untuk menentukan nasib rakyat Timor Timur. Sikap mereka mengingatkan saya pada sikap kaum pergerakan di Indonesia ketika diberikan boneka parlemen yang disebut Volkstraad atau Dewan Rakyat pada tahun 1918 oleh penguasa kolonial. Kaum pergerakan sejati sepakat bahwa suatu dewan yang dibentuk oleh penguasa kolonial dengan tanpa melibatkan seluruh rakyat jajahan sebagai rakyat yang berdaulat hanya komedi omong belaka. karena rakyat yang berdaulat berarti meniadakan kekuasaan kolonial itu sendiri. yaitu berpartisipasi dengan memberikan suara dan ini berarti melegitimasi sikap tak bermoral penguasa selama proses berlangsungnya pemilu. Belanda saat itu justru menjalankan operasi militer untuk memaksakan naluri kolonial mereka tanpa menyadari bahwa rakyat dan pemerintah Indonesia yang baru dibentuk ini sudah berdaulat dan tidak ingin dijajah kembali. tapi haruslah suatu kekuasaan yang bermoral dan bertika. Suatu pertimbangan yang membuat dirinya sebagai seorang uskup harus mengambil keputusan penting.

bahwa kita juga berhadapan dengan dunia dan punya kebutuhan memposisikan secara internasional . Dengan pernyataan Uskup tadi. tunjangan. kami sanggup untuk memikulnya.. Uskup Belo kembali memberikan jalan terang pada rakyat di tengah situasi politik yang semakin korup dan menghalalkan segala cara. Di TV ia mengatakan bahwa integrasi Timor Timur sudah final dan tidak perlu diutak-atik lagi. bukannya memberikan suara dalam pemilu rejim Soeharto. bukan pesanan dari Golkar.pengorbanan politik yang tidak bisa mereka hindari dalam situasi sekarang ini. kredit mobil serta melakukan bisnis yang menguntungkan dengan para pemodal dari Jakarta.. maka PDI Palsu pimpinan Soerjadi yang tidak didukung oleh rakyat mengajukan proposal yang membuat penguasa marah. Mengapa rejim takut dengan hak pilih rakyat Timor Timur dalam referendum yang demokratis? Mungkin jawaban Uskup Belo bisa menjadi referensi: "Pengakuan itu harus diperjuangkan. Karena kami yang memilih. Tapi harus diingat. maka yang memilih bertanggung jawab atas apa yang telah ia pilih. sudah terang bahwa rakyat Timor Timur tidak perlu takut dan ragu-ragu lagi untuk tidak berpartisipasi dalam penusukan nanti. Pemerintah punya sikap bahwa integrasi sudah selesai secara de jure dan de facto. Sementara bagi agen-agen politik di Jakarta. Yang bereaksi dengan arogan justru Harmoko. kaki-tangan penguasa. "Yang . Daripada menghabiskan dana untuk menyelenggarakan pemilu yang tak didukung rakyat alangkah baiknya dana tersebut digunakan untuk persiapan suatu proses referendum di bawah pengawasan PBB. Proposal Soerjadi ini tidak menarik perhatian rakyat Timor Timur. Beranikah rejim Soeharto membalas kekeliruannya selama 20 tahun atas Timor Timur dengan memberikan hak pilih pada rakyat Timor Timur dalam suatu referendum sebagai amanat Pembukaan UUD 1945? Bila rejim Soeharto tidak pernah mengalami kemajuan dalam solusi Timor Timur. pemilu adalah jembatan emas untuk menjilati kekuasan untuk menapaki karier dan posisi jabatan mereka. Ketua Umum Golkar. karena mereka sadar ini adalah janji kosong para juru kampanye. Usaha ini ternyata dianggap salah . Ia mengajukan proposal bahwa PDI akan memperjuangkan Timor Timur sebagai daerah istimewa. bukan pesanan dari gereja. Itu maksud saya dulu mengirim surat kepada Sekjen PBB meminta diadakannya referendum. Suara yang akan diberikan oleh rakyat Timor Timur bila diadakan sebuah referendum adalah suara yang keluar dari hatinurani mereka sendiri... Agustus 1992) Dari pernyataan Uskup Belo ini jelas sekali bahwa satu-satunya hak pilih yang dimiliki oleh rakyat Timor Timur pada saat sekarang ini harus digunakan pertama kali dalam suatu referendum untuk menentukan status dan nasib bangsa Timor Timur itu sendiri. pesanan dari Fretilin. maka kalau ada kesengsaraan akibat pilihan itu. Semuanya bermotif oportunisme ekonomi berupa gaji besar. tapi betul-betul apa yang akan mereka kehendaki. Ini pendirian pemerintah. Soerjadi tampaknya tahu isi hati rakyat Timor Timur yang tidak rela diperlakukan sebagai propinsi ke-27 di Indonesia." (Matra. Suara yang diberikan oleh rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri adalah hal mendesak yang harus diupayakan oleh berbagai pihak yang menghendaki terciptanya perdamaian di Timor Timur. bukan pula pesanan dari PBB. Yang ingin saya tekankan adalah bila sudah terjadi proses memilih dan itu ditempuh secara sadar. Lagi pula ini hanya taktik PDI Soerjadi yang tidak mendapat dukungan massa untuk menjebak rakyat Timor Timur.

"Coba tengoklah kenyataan di Timor Timur dengan hati nuranimu. Jelas sudah. Bila demikian halnya Bung Harmoko dan Golkarnya harus berhadapan dengan PBB yang dalam resolusi-resolusinya membenarkan hak rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri." (terjemahan dari Forum Keadilan. Rakyat Timor Timur juga paham Piagam Dasa Sila Bandung yang mengilhami lahirnya Gerakan Non-Blok. Karena bila ia mengetahui isi hati rakyat di sana ia akan tercengang-cengang bahwa rakyat Timor Timur sebetulnya lebih suka menentukan nasibnya sendiri. bahwa pemilu yang diselenggarakan nanti untuk kelima kalinya di Timor Timur tidak akan mengubah apa-apa. Untuk itu rakyat Timor Timur bisa meneriakkan slogan "TANPA REFERENDUM TOLAK PEMILU!" Bila nanti referendum sudah dilaksanakan di bawah pengawasa PBB apa pun hasilnya nanti. Bila demikian halnya berati si Harmoko harus berhadapan dengan seluruh rakyat Timor Timur. mereka hadir mendukung Megawati. mungkin ia harus diingatkan kembali pada hari itu. proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia terkenal sebagai penentang yang konsisten atas segala bentuk kolonialisme. Desember 1996) Timor Timur dan Megawati Soekarnoputri Dalam kunjungannya ke Timor Timur. Selama penguasa Jakarta memaksakan pemilu tapi menolak referendum. rakyat Timor Timur tahu bahwa ayah Megawati. Tentu saja kedatangan rakyat Timor Timur tersebut dapat diartikan dalam dua hal. tidak peduli nantinya hidup miskin. bahwa tanpa partisipasi DPP PDI Perjuangan pimpinan Megawati Soekarnoputri dalam pemilu 1997. yang pada substansinya menentang segala jenis kolonialisme dan imperialisme. Untuk itu rakyat Timor Timur harus mengikuti jejak Uskup Belo yang tidak akan memberikan suaranya dalam pemilu nanti. Bagi rakyat Indonesia sendiri sudah jelas. maka harus dilakukan BOIKOT PEMILU di seluruh Indonesia. Menurut Uskup Belo dalam wawancaranya dengan koran Der Spiegel dari Jerman." demikian katanya. Golkar tak lebih dari perpanjangan tangan administrasi penguasa dari Jakarta. Bila demikian pernyataan Ketua Umum Golkar maka ia juga harus berhadapan dengan masyarakat internasional yang menganjurkan referendum untuk Timor Timur. yaitu Bung Karno. sebelum tragedi 27 Juli 1996 rekayasa ABRI meletus.masih mempersoalkannya berarti akan berhadapan dengan Golkar. Golkar dianggap sebagai simbil birokrasi pemerintahan pendudukan yang hanya tunduk pada penguasa di Jakarta. yaitu Golkar. Tanpa Megawati. sebagai upaya untuk menunjukkan ketidak-sukaan mereka pada partai penguasa. BOIKOT PEMILU! Bagi rakyat Timor Timur sendiri tidak memberikan suara pada pemilu nanti berarti menolak kekuasaan pendudukan. Tidakkah ayahmu akan berduka dengan praktek Orde Baru atas bangsa Timor Timur?" Saya tidak tahu apakah putri Bung Karno yang menjadi panutan rakyat ini pernah mendengar pidato ayahnya pada Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1965? Bila belum. "Rakyat Timor Timur ini ingin merdeka dan hidup mandiri di negerinya sendiri. Kedua. wahai putri Bung Karno. selama itu pula pemilu di Timor Timur tidak mempunyai makna sama sekali bagi rakyat Maubere. maka baru boleh dikatakan bahwa pemilu yang akan dilangsungkan betul-betul menunjukkan kehendak dan partisipasi rakyat Timor Timur. sebulan sebelum kekuasaannya direnggut oleh rejim Soeharto . Megawati Soekarnoputri sempat mengadakan temu kader yang dihadiri ribuan orang. Pertama. Dengan mendukung Megawati seolah mereka ingin mengatakan isi hati mereka pada putri Bung Karno ini.

Pada masa pemilu nanti massa Megawati sudah tidak percaya lagi dengan kekuasaan yang ada. rakyat Timor Timur menyatakan solidaritasnya dan siap untuk menghadapai musuh bersama dalam satu barisan!" Keruan saja ribuan massa yang menghadiri "mimbar demokrasi" berteriakteriak "Hidup Timor Timur! Hidup Megawati!" Sebelum turun dari mimbar ia kembali meneriakkan slogan: "Hidup Megawati! Hidup PDI! Hidup Timor Leste!" Pengalaman lain adalah dalam aksi Megawati di Gambir. 1966. seorang pemuda dari Timor Timur naik ke podium dan mengenalkan dirinya dengan nama Lopez. Hidup Xanana Gusmao!".000 orang itu. Rejim terus melanjutkan pemilu tanpa peduli pada jutaan rakyat yang berdiri di belakang Megawati. para pemuda Timor Timur ini dengan militansi yang luar biasa tidak takut menembus barikade aparat militer. Dengan lantang ia meneriakkan yel-yel: "Hidup Megawati. sekaligus menunjukkan kebencian . yang telah merampas hak bangsa Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri. Jln.." (Arnold Brackman. Indonesian Second Front. Salemba. Sebuah keberanian yang secara suka rela mereka sumbangkan untuk mendukung Megawati Soekarnoputri dengan terlibat aktif. serta satu barisan dengan ribuan pendukung Megawati Soekarnoputri. Lalu ia menyimpulkan. Budiman Sudjatmiko berbaris pada barisan paling depan bersama para pengurus DPP PDI seperti Sophan Sophian. "Karena perlakuan ABRI pada Megawati Soekarnoputri dan para pendukungnya. Mangara Siahaan dan Ketua PUDI. h. Jawa Tengah. bahwa penguasa yang memukuli para pendukung Megawati di Gambir. di bawah pimpinan langsung ketua partai kami. marah atas kebrutalan aparat militer yang menggunakan kekerasan dan senjata untuk menghalau mereka. perjuangan kemerdekaan di Timor Portugis adalah salah bentuk perjuangan kemerdekaan yang bagi Indonesia harus terus-menerus secara aktif didukung. pada tanggal 10 September 1996. Mereka tampak dengan energi yang luar bisa meneriakkan yel-yel "ABRI pembunuh rakyat!" sambil menerjang maju dengan batu atau tongkat di tangan. puluhan pemuda Timor Timur ikut bergabung dalam barisan. Sekarang Megawati Soekarnoputri dengan PDI Perjuangannya telah dianiayai secara brutal oleh ABRI. Ketika terjadi provokasi dari aparat militer atas peserta rally damai tersebut. Sri Bintang Pamungkas. Di Matraman. Kontradiksi yang terjadi adalah antara negara otoriter versus rakyat yang ingin perubahan dan pembaharuan. posisi yang harus siap clash dengan aparat keamanan. dan tampaknya mereka lebih suka di barisan depan. Pada aksi yang diikuti sekitar 20. London. saya tidak pernah lagi mendengar sepak terjang mereka. Lalu ia mengatakan. Kesaksian terakhir saya atas para pemuda Timor Timur saya saksikan dalam tragedi berdarah penyerbuan kantor DPP PDI Megawati pada tanggal 27 Juli 1996. 18 Juni 1996 yang berakhir dengan bentrokan berdarah. Diponegoro.ia pernah mengatakan dalam pidatonya. dan Cikini saya melihat beberapa pemuda Timor Timur bergabung dengan ribuan massa pendukung Megawati yang berteriak-teriak.. "Mega pasti menang! Pasti menang! Pasti menang!" Ekspresi muka mereka sama persis dengan ribuan massa yang hadir di jalanan. 128) Pengalaman saya dengan rakyat Timor Timur dalam hubungannya dengan Megawati adalah partisipasi pemuda dari Timor Timur dalam "mimbar demokrasi" yang digelar para pendukung setia Megawati di kantor DPP PDI. merasakan pukulan militer. karena saya harus bersembunyi dari buruan dan akhirnya tertangkap di Ungaran. ". Dalam pemilu nanti sudah dipastikan mereka akan melakukan boikot atas pemilu. Sikap mereka semakin radikal dan politis. Dalam sebuah mimbar demokrasi. penguasa yang menggulingkan Megawati melalui kudeta Kongres Medan adalah penguasa yang sama. PRD sendiri. Setelah aksi ini.

nyawa sekalipun untuk cita-citanya. Dengan berjuang satu barisan untuk membela Megawati bersama massa Megawati maka telah dibangun suatu kerjasama untuk menghadapi musuh bersama di lapangan aksi. Sedangkan pada sisi lain. Keduanya didukung oleh rakyat dan kaum muda secara fanatik di negerinya masing-masing. Bagi saya pribadi. Kami percaya bahwa Megawati akan bertahan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada. keterlibatan para pemuda dan mahasiswa Timor Timur dalam mendukung Megawati merupakan suatu pendidikan politik yang bagus untuk rakyat Indonesia. yang kini di penjara di LP Cipinang. Sekarang ini Megawati merupakan satu-satunya figur yang didukung rakyat yang memimpin perubahan menuju Indonesia yang demokratis. Megawati hanya perlu mengetahui bahwa rakyat dari negeri Timor Timur telah secara suka rela. pembunuhan. Keduanya sanggup bertahan di bawah kekuasaan yang tidak kenal belas kasihan dan tidak bermoral. Kemerdekaan bagi pendukung Xanana." (Apakabar. Hukum sejarah ini adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dibendung oleh kekuasaan rejim sekarang ini. Untuk itu massa Megawati sudah meneriakkan slogan dan menulis di poster dan spanduk-spanduk: "TANPA MEGAWATI BOIKOT PEMILU". Xanana Gusmao. intimidasi. dan militan mendukungnya di berbagai front perjuangan. PRD sudah sejak dari awal yakin dan percaya bahwa Indonesia masa depan haruslah dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Indonesia masa depan akan mempertemukan keduanya sebagai dua pimpinan bangsa yang berdaulat dan berkeadilan sosial. 15 Januari 1997) Xanana Gusmao dan Megawati adalah para pemimpin perjuangan yang paling saya hormati dan kagumi. Para pendukung kedua pimpinan ini rela mengorbankan apa saja yang dimiliki. berbagai teror. Megawati juga harus menjalankan amanatamanat pemikiran politik Bung Karno yang abadi seperti pesannya yang selalu menentang kolonialisme hingga akhir hayatnya. Jakarta mengatakan soal Megawati dengan rasa hormat: "Saya angkat topi kepada Megawati. demokrasi bagi Megawati. pengadilan dan penganiayaan atas partainya akan menjadikan dirinya semakin dipercaya rakyat dan tahan banting. . Semua dukungan tersebut adalah suatu tabungan politik yang berguna suatu saat nanti bagi politik Megawati yang menyangkut status Timor Timur. Kemampuan Megawati untuk melewati masamasa sulit.mereka pada alat-alat politik penguasa seperti ABRI dan Golkar yang tidak kenal malu telah menghalalkan segala cara yang kasar dan jorok hanya untuk terus berkuasa. Untuk itu PRD sudah memutuskan untuk mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI menggantikan Soeharto yang sudah kelewat lama berkuasa dan korup. Dia adalah seorang perempuan Indonesia yang sekarang menjadi korban dari rejim ini. panglima Falintil. Semua permainan lelucon peradilan terhadap Mega dan pendukung-pendukungnya menunjukkan bahwa tidak adanya nilai moral yang dimiliki oleh rejim ini. Pidato-pidato pemuda Timor Timur dalam Mimbar Demokrasi yang disambut applaus pengikut Megawati menunjukkan bahwa pada tingkatan massa tidak ada persoalan mendasar soal penempatan pemuda-pemuda tersebut yang bersolidaritas atas "para pejuang demokrasi yang ditindas oleh musuh yang sama dengan rakyat Timor Timur".

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->