LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 DISTILASI FRAKSINASI

Oleh : YUMAROTUN 10/2976777/PA/13054

Selasa, 15 November 2011 Asisten pembimbing : Ardhiyatma Putra

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

PERCOBAAN DISTILASI FRAKSINASI A. dan sebagainya. B.teknik pemisahan berdasarkan titik didih. Mempelajari teknik. Mengidentifikasi komponen senyawa dalam bensin. Destilasi sebagai proses pemisahan dikembangkan dari konsep-konsep dasar: tekanan uap. Distilasi adalah suatu metode pemisahan Hukum Raoult berdasarkan perbedaan titik didih. Distilasi merupakan metode isolasi/pemurnian (Bahti. kesetimbangan ini tergantung pada tekanan uap larutan. Hukum Raoult digunakan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi pada proses pemisahan yang menggunakan metode destilasi. dapat memisahkan cairan-cairan dengan perbedaan tekanan uap yang kecil (tapi tidak campuran azeotrop). misalnya untuk memisahkan fraksi-fraksi . Proses ini berlangsung berulang-ulang. 3. lalu menguap lagi. Destilasi digunakan untuk pemisahan cairan-cairan dengan tekanan uap yang cukup tinggi. TUJUAN 1. Distilasi fraksional/distilasi fraksionasi/penyulingan bertingkat adalah suatu distilasi yang dilakukan dengan refluks parsial karena luas permukaan dalam kolom fraksionasi yang digunakan memungkinkan terjadinya kesetimbangan uap-cair. Distilasi fraksional sudah jamak dipakai. Butirbutir uap yang terbentuk akan mendingin kembali.karena pemisahan antara dua zat cair volatil atau lebih akan makin sempurna. 2. Dan kolom ini-yang yang rancangannya bisa beraneka ragam untuk mancapai hasil yang maksimal-dapat disekat untuk meminimalkan panas yang hilang. Untuk membahas destilasi perlu dipelajari proses kesetimbangan fasa uapcair. semakin bagus. ketika menempuh kolom.semakin panjang kolomnya. Melakukan pemurnian produk bensin. Bila kolomnya efisien. menjelaskan bahwa tekanan uap suatu komponen yang menguap dalam larutan sama dengan tekanan uap komponen murni dikalikan fraksimol komponen yang menguap dalam larutan pada suhu yang sama (Armid. 1998). Dengan kolom yang dirancang secara baik. 2009). DASAR TEORI Distilasi merupakan penguapan suatu cairan dengan cara memanaskannya dan kemudian mengembunkan uapnya kembali menjadi cairan. uap yang berhasil mencapai puncak kolom akan hanya terdiri atas komponen yang lebih volatil (bertitik didih rendah). Oleh karena itu. kemenguapan. dan mengembun menjadi zat cair.

org. atom-atom karbon dalam minyak mentah ini berhubungan satu dengan yang lainnya dengan cara membentuk rantai yang panjangnya yang berbeda-beda. Prinsip inilah yang diterapkan di pengilangan minyak untuk memisahkan berbagai fraksi hidrokarbon dari minyak mentah. Tetapi. Tetapi akibatnya adalah bumi yang kita tinggali ini diselimuti oleh lapisan tipis lead. Berikutnya. dari C5 sampai dengan C18 berwujud cair. sehingga kita bisa memisahkan hidrokarbon ini dengan cara destilasi. Molekul hidrokarbon dengan panjang yang berbeda akan memiliki sifat dan kelakuan yang berbeda pula.( Arsyad. etana.2011) Menambahkan tetraetil lead pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut. sehingga bensin “murah” dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan lead (timbal) ini. dan mulai dari C19 ke atas berwujud padat. Dengan bertambah panjangnya rantai hidrokarbon akan menaikkan titik didihnya. termasuk manusia. berdasarkan td-nya. lead sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan campuran bensin.minyak bumi. juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin. -67. MTBE ini selain dapat meningkatkan bilangan oktan. belakangan diketahui bahwa TBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air. sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO.atau tekanan uap komponen campurancampuran tersebut.2011) Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl ether).-43 dan -18 derajat C. cairan berwarna hitam yang dipompa dari perut bumi dan biasa disebut dengan petroleum. sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pom bensin) dan MTBE ini masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumbersumber air minum lainnya. propana dan butana.2011) .( Chem_is_try.org. dengan titik didih masing-masing -107. (Chem_is_try. Sehingga di negara-negara maju. Empat molekul pertama hidrokarbon adalah metana.org. keempatnya berwujud gas. yang berasal dan dibuat dari etanol. 2001) Bensin dibuat dari minyak mentah. Cairan ini mengandung hidrokarbon. dan lead ini berbahaya untuk makhluk hidup. Dalam temperatur dan tekanan kamar.( Chem_is_try.volalitasnya.

Dilakukan proses destilasi samapi tercapai suhu 100°C . pendingin lurus.C.33 % 14. ALAT DAN BAHAN Adapun peralatan yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya adalah 1 buah labu leher tiga.33 % EFISIENSI .100°C destilat ditampung dalam labu jantung III. pada suhu 60°C . F. CARA KERJA Dibuat rangkaian alat untuk destilasi fraksinasi.100 VOLUME DISTILAT ( mL) 26 22 38 17.hati. GAMBAR RANGKAIAN ALAT E. D. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil percobaan distilasi fraksinasi pada komponen bensin NO FRAKSI SUHU (°C) 1 2 3 I II III 30.66 % 25. pada suhu 80°C .60°C destilat ditampung dalam labu jantung I. dan gelas beker. kolom fraksinasi. Pada suhu 30°C . 3 buah labu jantung.80°C destilat ditampung dalam labu jantung II.bahan yang dipakai adalah bensin dan batu didih.80 80. Kemudian sebanyak 150 ml bensin dimasukkan kedalam labu leher tiga dengan hati. Sedangkan bahan.60 60.

Pemasangan labu leher tiga dilakukan setelah kolom fraksinasi di pasang pada statip. Air yang mengalir lewat pendingin harus dihidupkan sebelum proses destilasi berjalan. propana. Kemudian pendingin dihubungkan dengan kolom fraksinasi kemidian ujung satunya dari pendingin dipasangkan dengan labu jantung.66 %.80 °C. kemudian baru kolom fraksinasi tersebut dihubungkan dengan labu leher tiga.Percobaan distilasi fraksinasi untuk komponen bensin dilakukan pada suhu 0° 100° C. Fraksi I adalah pada suhu 30°. Cara kerja dari proses distilasi ini adalah senyawa yang dipanaskan pada suhu tertentu akan naik melewati kolom fraksinasi.Keempat senyawa ini berwujud gas pada suhu kamar. dan benzena (80 °C). Setelah proses distilasi selesai. methanol ( Td 65 °C). diperoleh hasil dalam beberapa fraksi. senyawa yang memiliki titik didih rendah akan keluar dari kolom menuju kondensor dan mengembun menjadi cairan. Labu leher tiga ditaruh diatas pemanas minyak. Komponen yang terdapat dalam fraksi ini diantaranya. Dengan % efisiensi sebesar 17. Pemberian batu didih ini dimaksudkan agar panas yang terjadi merata dan untuk mengurangi atau meredam letupan-letupan maupun gelembung pada labu destilat saat melakukan pemanasan. sebab akan terjadi peledakan apabila air pendingin belum menyala tetapi proses sudah berjalan.palt yang dibawah dan akhirnya kembali ke labu. khloroform ( Td 61 °C) . heksana ( Td 69 °C).senyawa hodrokarbon dengan jumlah atom karbon < 5 seperti metana. etil asetat (Td 77 °C). Thermometer diletakkan pada bagian atas kolom fraksinasi.perangkaian alat digunakan vaselin / pelumas agar lebih mudah dalam melepasnya. ethanol (78 °C). pada fraksi ini dapat diperkirakan komponen bensin tersebut adalah senyawa. Komponen sampel yang akan didistilasi dimasukkan menggunakan corong ke dalam labu leher tiga dan diberi batu didih.30° C. Fraksi II adalah pada suhu 60. Fraksi ke 0 adalah yang keluar lewat gas. kemudian ditutup rapat. Komponen bensin pada fraksi ini diantaranya adalah dikhlorometana ( dengan Td 40 °C) dan aseton ( Td 56 °C). yaitu pada suhu 0°. Dengan efisiensi 14. . Sedangkan senyawa yang memiliki titik didih tinggi akan tertinggal di plat dalam bentuk cairan dan turun ke plat. dan butana. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada setting alat. etana. karbon tetraklorid ( Td 77 °C).33%.60°.

sehingga distilasi yang dilakukan diperoleh hasil yang maksimal.33 %. efisiensi fraksi II adalah 14. Pada dasarnya komponen murni dari bensin adalah isooktana dan n. kemudian baru naik secara perlahan. ethanol (78 °C).66 %. methanol ( Td 65 °C).fraksi III yang mengandung Isooktana dan n. Efisiensi fraksi I 17.Fraksi III adalah pada suhu 80.98° C.pentana dengan titik didih 97.33%. Komponen bensin fraksi I adalah dikhlorometana ( dengan Td 40 °C) dan aseton ( Td 56 °C). G.heptana memiliki efisiensi sebesar 25. iso oktana dengan titik didih 99° C.33%.33% bensin murni. Komponen bensin dalam fraksi ini diantaranya adalah n-nonana dengan titik didih 93°C. KESIMPULAN 1. terjadi penurunan suhu setelah pada mulanya suhu naik. Dari hasil destilasi yang telah dilakukan. Ini menunjukkan bahwa dalam 38 ml destilat mengandung 25. Seharusnya pemanasan dilakukan dari suhu yang rendah terlebih dulu. Sedangkan sisanya komponen lain / pengotor. isooktana dengan titik didih 99° C. heksana ( Td 69 °C).lahan. hal ini disebabkan karena pada waktu pemanasan terjadi overheating karena langsung dilakukan dengan pemanasan suhu tinggi sehingga yang akan menguap adalah senyawa yang memiliki titik didih lebih tinggi dulu. Komponen residu adalah senyawa senyawa hidrokarbon dengan titik didih antara 100.heptana. dan benzena (80 °C). karbon tetraklorid ( Td 77 °C). Pada waktu percobaan dilakukan. 2. Fraksi III diantaranya adalah n-nonana dengan titk didih 93°C.220 ° C. dan efisiensi fraksi III adalah 25. . npentana dengan titik didih 97. Dengan efisiensi 25. 33%. Fraksi II meliputi khloroform ( Td 61 °C) . etil asetat (Td 77 °C). n.100 °C.98° C.

Teknik Pemisahan Kimia dan Fisika. Penuntun Praktikum Metode Pemisahan Kimia.H. Ardhiyatma Putra Yumarotun .  Armid. 2009. DAFTAR PUSTAKA  Arsyad. Unhalu. Asisten. LEMBAR PENGESAHAN Yogyakarta. P. 2001. 1998.chem-istry. 15 November 2011. Kendari. Praktikan.org/artikel_kimia/kimia_material/bensin_cairan_penggerak_ekonomi/ (12 November 2011) I. Natsir. T. Bandung. Gramedia Pustaka Utama. Universitas Padjajaran. Jakarta. M.  (http://www.  Bahti. KAMUS KIMIA: Arti dan Penjelasan Ilmiah.

Pemasangan labu leher tiga dilakukan setelah kolom fraksinasi di pasang pada statip.macamkolom fraksinasi diantaranya adalah 3. Thermometer diletakkan pada bagian atas kolom fraksinasi. picknometri dll. cairan yang menguap dilewatkan melalui kolom. Cara mengatasi over heating adalah 7. refraktometri. Campuran azeotrop adalah campuran yang mempunyai keadaan dimana campuran memiliki komposisi di fase uap sama dengan di fase cair. dintilasi vakum. Distilasi pengurangan tekanan dilakukan apabila titik didih senyawa yang dipisahkan cukup tinggi dan komponen yang akan dipisahkan akan terdegradasi/ rusak pada sebelum atau mendekati titik didihnya. Komponen yang lebih mudah menguap cenderung mengembun di kolom lebih atas dan komponen yang sukar menguap cenderung mengendap di kolom lebih bawah. Macam. Air yang mengalir lewat pendingin harus dihidupkan sebelum proses destilasi berjalan. Kemudian pendingin dihubungkan dengan kolom fraksinasi kemidian ujung satunya dari pendingin dipasangkan dengan labu jantung.perangkaian alat digunakan vaselin / pelumas agar lebih mudah dalam melepasnya. kemudian baru kolom fraksinasi tersebut dihubungkan dengan labu leher tiga.BAHAN DISKUSI 1. . 4. distilasi uap.kolom perangkap uap. Metode fisika yang dapat digunakan untuk analisa kemurnian suatu senyawa organic diantaranya adalah distilasi fraksinasi. Cara-cara yang digunakan agar proses distilasi berjalan sempurna labu leher tiga ditaruh diatas pemanas minyak. 2. 5. 6. Prinsip dari distilasi fraksinasi adalah pemisahan suatu campuran cairan.

3. TUJUAN 1. CARA KERJA 150 ml bensin Labu distilasi leher tiga Residu Labu jantung 1: fraksi 1 (titik didih 0⁰C-60⁰C) Destilat Labu jantung 2: fraksi 2(titik didih 60⁰C80⁰C) ) Diamati volumenya Labu jantung 2: fraksi 2(titik didih 80⁰C100⁰C ) . Melakukan pemurnian produk bensin. 2. Mengidentifikasi komponen senyawa dalam bensin.teknik pemisahan berdasarkan titik didih. Mempelajari teknik. B.LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM DISTILASI FRAKSINASI Nama/ nim Tanggal praktikum : Yumarotun/ 10/297677/PA/13054 : Oktober 2011 A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful