PHBS , kata yang sangat sederhana tapi ternyata masih banyak tenaga kesehatan yang belum tau apa

arti PHBS. Kalaupun kita tau apa arti PHBS tapi masih segelintir orang yang mampu melaksanakan PHBS dalam kehidupan sehari – hari. ARTI PHBS PHBS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, adalah sekumpulan perilaku yang di praktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Jadi PHBS merupakan wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktikkan PHBS. PELAKSANAAN PHBS Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan nya PHBS di kelompokkan menjadi lima tatanan yaitu : 1. PHBS di Rumah Tangga

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi ASI ekslusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah 2. PHBS di Sekolah

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu : 1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun 2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Memberantas jentik nyamuk 6. Tidak merokok di sekolah 7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan 8. Membuang sampah pada tempatnya 3. PHBS di Institusi Kesehatan

PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan yaitu : 1. Menggunakan air bersih 2. Menggunakan Jamban 3. Membuang sampah pada tempatnya

atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata. Tempat . Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan 5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja 6. sarana ibadah. transportasi. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat. Menggunakan air bersih 2. mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat . Tidak merokok di institusi kesehatan 5. Memberantas jentik nyamuk 4.tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat . Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja 3. Menggunakan jamban .tempat Umum Sehat.tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil 5.4. PHBS di Tempat – Tempat Umum PHBS di Tempat . Tidak merokok di tempat kerja 2. Tidak meludah sembarangan 6. sarana perdagangan dan olahraga.tempa t umu m agar tahu. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik 4. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat . Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain : 1. Menggunakan air bersih 7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar 8. rekreasi dan sarana sosial lainnya.Tempat Umum yaitu : 1. Membuang sampah pada tempatnya 9. PHBS di Tempat Kerja PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu.

berkaitan dan saling bergantung yakni pendidikan dan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health Promoting School ( Sekolah yang mempromosikan kesehatan ). Oleh karena itu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan titik berat pada upaya promotif dan preventif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas.3. Tidak merokok di tempat umum 5. Health Promoting School adalah sekolah yang telah melaksanakan UKS dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah. Membuang sampah pada tempatnya 4. Tidak meludah sembarangan 6. memberikan pendidikan kesehatan di sekolah. memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan. sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan sangat mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang. Memberantas jentik nyamuk Read more: http://www. menjadi sangat penting dan strategis untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya. menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.org/component/content/article/3-artikelkesehatan/30-phbs#ixzz1EnA07zhk Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan dua faktor yang satu sama lain saling berhubungan.dinkesprovkepri. Kesehatan merupakan prasyarat utama agar upaya pendidikan berhasil. .

suka tantangan dan ingin coba-coba sesuatu hal yang baru serta penanganan akibatnya. Murid usia SMP/MT dan SMU/MA (remaja) perlu dibina agar menjalankan hidup sehat lewat keterapilan hidup sehari-hari (life skill education). Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. kesehatan reproduksi remaja. kebiasaan cuci tangan pakai sabun. memupuk kebiasaan PHBS sedini mungkin dengan membentuk kebiasaan menggosok gigi dengan benar. Sementara untuk anak usia TK/RA dan SD/MI. pelaksanaan UKS di tingkat TK/RA dan SD/MI berbeda dengan tingkat SMP/MT dan SMU/MA. penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. Jumlah usia sekolah yang cukup besar yaitu 30 % dari jumlah . kehamilan yang tak diinginkan (KTD). Berkaitan dengan hal itu. Pada anak usia TK/RA dan SD/MI biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar. Pada anak usia SMP/MT dan SMU/MA (remaja). ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. masalah kesehatan yang dihadapi biasanya berkaitan dengan perilaku berisiko seperti perilaku merokok. abortus yang tidak aman. stress dan trauma. Upaya penerapan PHBS di Sekolah Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya). serta membersihkan kuku dan rambut. mencuci tangan. Pelaksanaan UKS di SMP/MT dan SMU/MA lebih difokuskan pada pencegahan perilaku berisiko yang biasanya sering dilakukan remaja sesuai dengan ciri dan karakteristiknya yang selalu ingin tahu.Masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak usia sekolah dan remaja sangat kompleks dan bervariasi. serta membersihkan kuku dan rambut.

. Beberapa kegiatan peserta didik dalam menerapkan PHBS di sekolah antara lain jajan di warung/kantin sekolah karena lebih terjamin kebersihannya. karena berkat rahmat. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Dengan menerapkan PHBS di sekolah oleh peserta didik. tidak merokok. maka dari itu. maka akan membentuk mereka untuk memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mencegah penyakit. keluarga maupun masyarakat. meningkatkan kesehatannya. MAKALAH PHBS KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.wb Puji syukur kehadirat Allah SWT. Dengan segenap kerendahan hati tidak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. guru dan masyarakat lingkungan sekolah. serta membuang sampah pada tempatnya. Kami menyadari dengan segenap hati bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin. baik dilingkungan sekolah. yang insya Allah akan diberikan syafa’at kapada kita semua di Yaumil qiyamah nanti. Makalah ini kami disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas. serta karunianya kami dapat menyelesaikan Makalah ini tentang PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KESEHATAN LINGKUNGAN. memantau pertumbuhan peserta didik melalui pengukuran BB dan TB. mengikuti kegiatan olah raga dan aktifitas fisik sehingga meningkatkan kebugaran dan kesehatan peserta didik. menggunakan jamban di sekolah serta menjaga kebersihan jamban. terutama kepada para dosen mata kuliah tersebut. Demikian atas perhatianya kami ucapkan terima kasih. April 2010 Penyusun DAFTAR ISI .wb Cimahi. serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat. Amiin…………. saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah kami yang akan datang. hidayah. Kedua kalinya Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan habiibbana wanabiyyana Muhammad saw.penduduk Indonesia merupakan masa keemasan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga anak sekolah berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS. semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi kita semua Amiin……… Wassalamu’alaikum wr.

Maka guna tercapainya keberhasilan intervensi perawatan komunitas perlu adanya pembahasan khusus mengenai PHBS kesehatan lingkungan. nilai kemanusiaan dalam hubungan social. ekonomi dan politik yang memengaruhi kehidupan dari komunitas tersebut. mulai dari Diare. 1. Jika dilihat dari kepanjangannya yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.2 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2. social.2 Tujuan 1.1 Latar Belakang Tidak jarang istilah PHBS terdengar di masyarakat.3 Mengetahui pengertian kesehatan lingkungan 1. tentu kita langsung mengetahui apa itu PHBS. mengatasi gangguan kesehatan secara wajar.2 Komponen PHBS kesehatan lingkungan 2. Banyak penyakit dapat dihindari dengan PHBS.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan 2.3 Kesehatan Lingkungan 2. singkat kata mengenai perilaku seseorang menyangkut kebersihan yang dapat mempengaruhi kesehatannya. flu burung.3.2.4 Kegiatan PHBS Kesehatan Lingkungan BAB III PENUTUP 3.3.1 Latar Belakang 1. pekerjaan dan pendidikan yang dapat tercapai.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.2. ketersediaan sumber yang diperlukan dalam mempertahankan hidup dan penaggulangan penyakit.3. Lingkungan diartikan sebagai akumulasi dari kondisi fisik.4 Mengetahui permasalahan kesehatan lingkungan di negara berkembang 1. DBD.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Salah satu faktor yang mendukung PHBS adalah kesehatan lingkungan.1 Lingkungan 2. Dua istilah penting dalam kesehatan lingkungan yang harus dipahami dan diinterpretasikan sama oleh seluruh tenaga kesehatan yang terlibat agar kegiatan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik. Kesehatan lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan perawatan komunitas.2. akses dari garis keturunan serta rasa ingin berkuasa dan memiliki harapan. Sedangkan kesehatan dari suatu komunitas bergantung pada integritas lingkungan fisik. pelestarian kebudayaan dan toleransi terhadap perbedaan jenis.2.2 Mengetahui pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 1. atau pun flu babi yang akhir-akhir ini marak. budaya.5 Mengetahui kegiatan tenaga kesehatan guna mengatasi permasalahan kesehatan lingkungan .1 Mengetahui pengertian dan komponen lingkungan 1.3 Indikator PHBS kesehatan lingkungan 2.3.1 Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.

jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi. Lingkungan sosial.1 LINGKUNGAN Pengertian lingkungan berbeda-beda menurut disiplin berbagai disiplin ilmu. Persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui panca indera. yang meliputi factor budaya. Menurut Haryoto K. Lingkungan Biologi. serta mikroorganisme lain. Indikator Kesehatan a. membersihkan lingkungan. 2. Dalam aspek biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme atau mahluk hidup yang bersangkutan. memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Perubahan-perubahan perilaku kesehatan dalam diri seseorang dapat diketahui melalui persepsi. (1985). PHBS itu jumlahnya banyak sekali. ahli sedangkan menurut ahli teknologi lingkungan. Menurut ahli cuaca dan iklim lingkungan berarti atmosfer. Indikator Positif • Status Gizi • Tingkat Pendapatan b. Ahli ekologi berpendapat bahwa lingkungan sama artinya dengan habitat hewan dan tumbuhan. Dasar orang berperilaku dipengaruhi oleh a. mengkonsumsi garam beryodium. yang termasuk ke dalam lingkungan ini adalah semua organisme hidup seperti binatang dan tumbuh – tumbuhan. meliputi tanah. (Notoatmodjo. ekonomi. dan udara serta hasil interaksi diantara factor – factor tersebut. serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.1995). lingkungan dibagi menjadi beberapa komponen yaitu sebagai berikut : 1..BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. minum Tablet Tambah Darah. Secara lebnih rinci. PENDIDIKAN/PENGETAHUAN PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran. serta lingkungan (Simons-Morton et al. Indikator Negatif • Mortalitas (Angka Kematian) • Morbiditas (Angka Kesakitan) Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah respon seseorang (organism) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. NILAI b. bisa ratusan. sistem pelayanan kesehatan. Lingkungan fisik. lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia. 23 tahun 1992) Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia. makanan. dan psiko-sosial. SIKAP c. maka lingkungan berarti atmosfer dengan ruangannya. (UU Kesehatan RI No. . Lingkungan social dimaksud adalah semua interaksi antara manusia. 2005). 3. 2.2 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan. air.

Perumahan bersih dan sehat Rumah merupakan salah satu persyaratan bagi kehidupan manusia. Persyaratan rumah sehat menjadi sangat penting.. Dkk). Penanganan sampah Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. L) Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada diantara manusia dan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia (World Health Organization Expert Commite) Kesehatan lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan interaktif antara komunitas dengan perubahan yang memiliki potensi bahaya/menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit. c. d. Tekhnologi yang dimiliki masyarakat 4. tiap orang memerlukan air sekitar 60-120 liter per hari.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula (Notoatmodjo S. Menurut WHO. Didalam tubuh manusia sendiri.2 Komponen PHBS kesehatan lingkungan 1.3. sebagaian besar terdiri dari air.3 Indikator PHBS kesehatan lingkungan a. di negara maju. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat 3. Beberapa faktor-faktor yang ikut berpengaruh dalam pembangunan rumah antara lain adalah sebagian berikut: 1. PHBS di Tempat-tempat Umum 5. industri maupun tempat- . kolera dll. PHBS di Institusi Kesehatan 2. Oleh karena itu sampah harus dikelola dengan baik sehingga tidak berdampak buruk pada masyarakat.2003) Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia (Walter R. PHBS di Tempat Kerja 4.anak-anak sekitar 65% dan pada bayi 80%. antara lain typoid. Ditinjau dari segi ilmu kesehatan masyarakat.3. Oleh karena itu sebagian besar waktu kehidupan manusia dihabiskan di rumah. PHBS di Sekolah 3. serta mencari upaya penanggulangannya (Susanna D. Penyediaan air bersih Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Penanganan air limbah Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga.3 KESEHATAN LINGKUNGAN 2. karena dari sampah tersebut dapat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit(bakteri patogen). PHBS Rumah Tangga 2. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia. masalah pembuangan tinja merupakan yang urgen untuk diatasi. karena tinja dapat menyebabkan penyakit. Selain itu tempat bersarangnya berbagai serangga sebagai penyebar penyakit(vektor).2. disentri. Faktor lingkungan 2..3. Pembuangan kotoran manusia (Tinja) Permasalahan pembuangan kotoran manusia (tinja) semakin meningkat dengan adanya pertambahan penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman. 2. Pada orang dewasa mengandung air sekitar 55-60%. e. Kebijakan pemerintah b. tiap orang memerlukan air sekitar 30-60 liter per hari.

Menggunakan air bersih 2. Menjaga kebersihan dan kesehatan kantin sekolah 3. Penyaringan terhadap bahan-bahan kimia baru 6.3. Menggunakan jamban yang bersih & sehat 3. Tidak merokok b. air limbah dapat dibagi menjadi: • Domestic wastes water ( berasal rumah tangga) • Industrial wastes water (berasal dari industri) • Municipal waste water (berasal dari Kotapraja) 2. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun 2. Adapun kegiatan – kegiatan PHBS kesehatan lingkungan di setiap komponen. Memberantas jentik nyamuk . Pemeliharaan data dasar 7. Memberantas jentik nyamuk 3. Kegiatan PHBS di lingkungan rumah tangga 1. Tidak merokok 5. Kegiatan PHBS di lingkungan sekolah 1. Secara garis besar.tempat umum lainnya. Menggunakan jamban yang bersih & sehat 4. Pembuatan standar kualitas air dan udara 2. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 5. Tidak meludah sembarangan 6. Menggunakan Air Bersih e. Menetapkan. Kesehatan dan keselamatan kerja 5. Olah raga teratur d. Memberantas jentik di rumah 4. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Evaluasi terhadap bahaya lingkungan 4.4 Kegiatan PHBS Kesehatan Lingkungan Kegiatan yang dilakukan tenaga kesehatan menurut Occupational Health and Safety Administration (OSHA) dan Nuclear Regulation Commision (NRC) adalah: 1. Kegiatan PHBS di lingkungan umum 1. mengevaluasi dan mengusahakan agar peraturan-peraturan yang telah dibuat dapat ditepati. Tidak merokok 7. Jamban Sehat 4. Penerimaan informasi tentang kesehatan yang terkait dengan lingkungan 5. Mengadakan kawasan tanpa asap rokok 2. Memberantas jentik nyamuk 6. Bebas jentik 3. Menggunakan jamban sehat 2. Kegiatan PHBS di lingkungan kerja 1. Pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Membuang sampah pada tempatnya 4. Membuang sampah pada tempatnya c. Menggunakan jamban sehat 3. Menggunakan air bersih 2. Kegiatan PHBS di institusi kesehatan 1. Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan 3. yaitu : a.

sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.BAB III PENUTUP 3. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Mukono. Penanganan air limbah 4.2005.com/rmah-sehat-dalam-lingkungan-yang-sehat. et al. Indikator kesehatan lingkungan : 1.asho-aceh. DAFTAR PUSTAKA http://abahjack. Surabaya Soemirat. Penanganan sampah 5. Jakarta : EGC Diposkan oleh oudiens di 18:34 .Yogyakarta : Gajah Mada University Pres Sumijatun.org/artikel/Training%20module-HEALTH%20PLAN/PHBS. Penyediaan air bersih 3. yaitu sanitasi minimal yang diperlukan agar dapat memenuhi criteria kesehatan pemukiman. Kesehatan Lingkungan. Perumahan bersih dan sehat 2.html#more-13 http://www.ppt.2004. Juli. Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia PHBS kesehatan lingkungan adalah perilaku kesehatan yang menciptakan hubungan antara manusia dan lingkungannya yang berakibat mempengaruhi derajat kesehatan manusia.2000. Pembuangan kotoran manusia (Tinja) PHBS Kesehatan Lingkungan di Indonesia masih diirasakan belum memenuhi kebutuhan sanitasi dasar. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan.1 Kesimpulan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran.

Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program PHBS. Sebagai daerah model/laboratoriumnya adalah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. mulai dari pelatihan petugas pengelola PHBS tingkat Provinsi. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30 . Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar. Program Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah diluncurkan sejak tahun 1996 oleh Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. keluarga dan masyaralat beserta lingkungannya. yaitu lingkungan sehat. Kabupaten/Kota sampai dengan Puskesmas. Paradigma sehat adalah cara pandang. dan Puskesmas. kemampuan teknis petugas rendah. 35. mencegah risiko terjadinya penyakit. serta membuat buku saku PHBS untuk petugas puskesmas.3% tatanan tempat umum. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu.BAB I PENDAHULUAN A. Dalam mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan misi pembangunan yaitu menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. Hasilnya sampai tahun 2001 tenaga kesehatan yang telah terlatih PHBS tingkat provinsi 100% (30 provinsi). Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). LATAR BELAKANG. Untuk melaksanakan misi pembangunan kesehatan diperlukan promosi kesehatan. . memproduksi dan menyebarkan buku Panduan Manajemen Penyuluh Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi. hal ini disebabkan program promosi kesehatan berorientasi pada proses pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan. 33. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. 71. adil dan merata.89% tatanan rumah tangga. memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pencapaian klasifikasi III dan IV (1998) 38. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program PHBS adalah kemitraan/ dukungan lintas program/lintas sektor rendah. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. dan salah satu pilar utama Indonesia Sehat 2010. melalui peningkatan. yang sekarang bernama Pusat Promosi Kesehatan.3% puskesmas. 50% institusi pendidikan. maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. tatanan tempat umum. pola pikir atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. tatanan sarana kesehatan. yang dilandasi paradigma sehat. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. memproduksi dan menyebarkan buku Pedoman Pembinaan Program PHBS di tatanan rumah tangga. pemeliharaan dan perlindangan kesehatan. merata dan terjangkau. melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor. 76% kabupaten/kota. pemeliharaan dan perlindungan kesehatannya.35 % terhadap derajat kesehatan. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Provinsi Jawa Barat. Hal ini sesuai dengan yang ditekankan dalam paradigma sehat. Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan.3% tatanan tempat kerja. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. Kabupaten. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus.

Kerangka Konsep Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan. salah satu altematif pemecahan masalah yang perlu segera dilaksanakan adalah review buku Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi. perubahan struktur organisasi. penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian. sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit. kecamatan yang secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dengan prasarana wilayah yang memadai. keluarga. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar. Pengkajian. Altematif pemecahan adalah melalui kegiatan advokasi kebijakan. 6. menetapkan indikator PHBS tatanan. Perilaku Sehat Adalah pengetahuan. karena buku panduan tersebut sudah tidak cocok lagi digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pada era otonomi daerah. untuk meningkatkan pengetahuan. koordinasi dan keterpaduan manajemen. Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. terutama dalam tatanan masing-masing. kelurahan. nyaman dan sehat secara mandiri.mutasi petugas terlatih. pemetaan PHBS individu. Kesehatan Lingkungan. kelompok dan masyarakat. yaitu 1). berinteraksi dan lain-lain. Kabupaten Sehat/Kota Sehat Adalah kesatuan wilayah administrasi pemerintah terdiri dari desa-desa. menetapkan indikator PHBS individu skala nasional dan pembobotan. melindungi diri dari ancaman penyakit. melalui pendekatan pimpinan (Advokasi). Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum. diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian. alokasi dana terbatas. 4. arahan. 4). bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). acuan bagi pengelola program PHBS. Tempat Kerja. dengan membuka jalur komunikasi. 2. serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. Perencanaan. Untuk lebih jelasnya digambarkan dalam bagan berikut ini : . pemetaan tatanan sehat. pemantauan dan penilaian. Sekolah. 3). Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. Tujuan disusunnya buku panduan ini untuk memberikan gambaran. pemetaan tatanan sehat serta PHBS individu. indikator PHBS tatanan. Manajemen PHBS Adalah pengelolaan PHBS yang dilaksanakan melalui 4 tahap kegiatan. penggerakkan pelaksanaan. 3. 2). perencanaan. melakukan asistensi. BAB II MANAJEMEN PROGRAM PHBS A. mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Untuk itu perlu perbaikan mulai dari pengkajian sampai dengan pemantauan dan penilaian. sehingga dapat saling mengisi dan bekerjasama dalam melaksanakan program pembangunan kesehatan. bekerja. Kabupaten/Kota dan Puskesmas yang dikeluarkan tahun 1997. 5. bermain. serta perubahan perilaku menuju masyarakat aman. Indikator PHBS skala Nasional. memberikan informasi dan melakukan edukasi. PENGERTIAN 1. Gizi. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. Gaya Hidup. dukungan kehidupan sosial. Berdasarkan masukan dari lapangan. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga. peningkatan kemampuan teknis pelaksana PHBS. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Tatanan Adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup. sehingga dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan pembinaan program PHBS dengan sebaik-baiknya. B. sikap dan perilaku. dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga.

Faktor perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan. sedangkan gaga hidup merupakan pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya. Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan. seseorang menderita kanker paru padahal orang itu tidak merokok tetapi kehidupannya tidak lepas dari lingkungan kerja yang merokok (masalah lingkungan). Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Diharapkan semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. ataupun hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. Contoh seseorang yang mengidolakan aktor atau artis yang tidak merokok. . Contoh seseorang menderita diare karena minum air yang tidak dimasak (masalah perilaku). Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan. Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan. serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah.Pengkajian PROMOSI KESEHATAN Penindaklanjutan Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green: Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor lingkungan adalah faktor fisik. Semakin tinggi derajat kesehatan seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi. Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri. dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi. kualitas hidup Pemantauan Penilaian Pengkajian Perencanaan Penggerakan Pelaksanaan PENYULUHAN KESEHATAN KEBIJAKAN PERATURAN ORGANISASI FAKTOR PEMUNGKIN FAKTOR PEMUDAH FAKTOR PENGUAT FAKTOR LINGKUNGAN DERAJAT KESEHATAN FAKTOR PERILAKU DAN GAYA HIDUP KUALITAS HIDUP ini salah satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. sedang proses penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan. biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan. Faktor perilaku dan gaga hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingk-umgannya. memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif.

ketersediaan sumber daya dan komitmen masyarakat atau pemerintah terhadap kesehatan. c. atau selalu minum air yang sudah dimasak. Pemantauan.Prom kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. jenis maupun sumbernya serta dana yang. biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Promosi kesehatan adalah -proses memandirikan masyarakat agar dal memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan c.Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. maka hal tersebut tidak dapat diterapkan. dilakukan melalui : a. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS secara kuantitatif. keyakinan dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. 2. Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut : . AVA. peraturan serta organisasi. Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal) b. dll. dana. Persiapan sumber daya manusia. transportasi. dll. Himbauan dan peraturan tidak akan berjalan. Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor d. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen PHBS. Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan program PHBS. Contoh petugas penyuluhan menyarankan agar masyarakat dapat mengkonsumsi tempe. faktor pemudah dan faktor penguat. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan. Tetapi karena di daerah tersebut tidak ada produsen tempe. B. Contoh petugas kesehatan memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan. bentuk kegiatanya yaitu : a. diperlukan. selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. membuat surat undangan. d. karena selain murah juga mengandung gizi yang tinggi. Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi : 1. sarana dan tenaga) 1. Faktor ini terwujud dalam bentuk sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya yang merupakan kelompok yang dipercaya oleh masyarakat. Persiapan teknis dan administratif. sikap. Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah benjalan baik resmi maupun tidak resmi. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya. Pencatatan dan pelaporan. apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai. menganalisis dan merumuskan masalah perilaku yang berkaitan dengan PHBS. Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif. Penyediaan ATK. Lokakarya PHBS f. tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program Promkes. Pelatihan PHBS e. Faktor lingkungan adalah segala faktor bail: fisik. Ternasuk didalamnya keterampilan petugas kesehatan. pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya (dana. Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku. Tahap Pengkajian Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari. tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah. Misalnya pengetahuan. Contoh seseorang tidak merokok karena mereka yakin bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. Persiapan administrasi. b. Surat menyurat.

a. administrasi. dengan mengundi nomor unit desa. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5 program prioritas yaitu KIA. Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga. hal ini disebabkan karena keterbatasan dana. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30 kluster. Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rnunah tangaa secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan. Perhitungan sampel sederhana yang direkomendasikan WHO yaitu : 30 x 7 = 210 rumah tangga (30 kluster dan 7 rumah tangga per kluster). data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga. selanj utnya desa kedua dapat ditentukan dengan menambahkan interval. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut. gaya hidup. swasta khususnya . Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan klasifikasi PHBS. faktor penyebab perilaku. masalah pelaksanaan dan sumber daya penyuluhan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi. Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah : Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan. Diharapkan masyarakat yang bersangkutan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di lapangan. Kesehatan lingkungan. c. maka jumlah sampel harus mencukupi. Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan nunah tangga adalah dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir). tahap pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan /desa). Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masingmasing kecamatan Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 =X Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. b. diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah. Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. lintas sektor. LSM peduli kesehatan. sehat III dan sehat IV. Selanjutnya dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai PHBS sehat I. organisasi. tahap kedua ditentukan rumah tangganya. Benkut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota. Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi. Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau desa. Data tersebut dapat dipefoleh dari Puskesmas. Dan lain-lain. Untuk menbaukur masalah PHBS di tatanan rumah tangga. sehat II. Berdasarkan hasil pemetaan. Gizi. Analisis dan Pemetaan PHBS Berdasarkan hasil pendataan. dan JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. waktu dan sumber daya yang ada. masalah kebijakan.

dan ditentukan alternatif intervensi penyuluhan. b. Diskusi Kelompok Terarah (DKT). selanjutnya dilakukan pengkajian kualitatif Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kebiasaan. melalui serangkaian tanyajavvab (dialog) yang bersifat terbuka dan mendalam. yang meliputi antara lain pesan dan media yang akan dikembangkan. ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan. yaitu: a. pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang dapat mendukung PHBS. Dalam DKT : Diperlukan seorang pemandu yang terampil mendorong orang untuk saling bicara dan memperoleh pemahaman tentang perasaan dan pikiran peserta yang hadir terhadap masalah tertentu. d.Pemda kabupaten / kota dan TP PKK mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS. Dalam WPM : Pewawancara adalah seorang yang terampil dalam menggali informasi secara mendalam tentang perasaan dan pikiran tentang masalah tertentu. Wawancara Perorangan Mendalam (WPM). DISKUSI KELOMPOK TERARAH (DKT) Adalah diskusi informal bersama 6 s/d 10 orang. maka dihasilkan Pemetaan PHBS. metode apa saja yang digunakan. Pengkajian sumber daya (dana. Ada dua metoda untuk melakukan pengkajian PHBS secara kualitatif. budaya perilaku masyarakat yang tidak terungkap dalam kajian kuantitatif PHBS. WAWANCARA PERORANGAN MENDALAM (WPM) Adalah wawanncara antara pewancara yang trampil dengan perorangan selaku sumber informasi kunci. Tanya jawab dilakukan secara terbuka dan mendalam 3. tujuannya untuk mengungkapkan infonnasi yang lebih mendalam tentang masalah perilaku PHBS. Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah. Menentukan Prioritas Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. kepercayaan. sikap. Pengkajian PHBS secara kualitatif Setelah ditentukan prioritas masalah perilaku. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut : a. tenaga dan sarana) Pengkajian sumber daya dilakukan mark mendukung pelaksanaan . Sumber informasi kunci adalah peserta wawancara yang dianggap mampu dan dipandang menguasai informasi tentang masalah tertentu. Memperoleh informasi tentang nilai-nilai kepercayaan dan perilaku seseorang yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara biasa. Melibatkan dan memberikan kebebasan peserta untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya. Caranya dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini : Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah ? Mengapa terjadi demikian ? Bagaimana penanggulangannya ? Apa-rencana tindakannya ? Berapa sumber dana yang tersedia ? Siapa yang mengerjakan ? Berapa lama mengerjakannya ? Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ? Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS. b. norma. 2.

dan strategi komunikasi PHBS Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut: 1. Penjajagan dana yang tersedia di lintas program dan lintas sektoral dalam jurnlah dan sumbernya. . Menentukan jenis kegiatan intervensi Setelah ditentukan tujuan.program PHBS. Kegiatan ini secara komprehensif harus ada dalam perencanaan. selanjutnya ditentukan jenis kegiatan Intervensi yang akan dilakukan. C. Penjajagan jenis media dan sarana yang dibutuhkan dalam jumlah dan sumbernya. Kemudian secara bertahap dikembangkan ke tatanan lain Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. Setelah dilakukan analisis data kualitatif melalui FGD ternyata penyebabnya adalah tidak adanya tempat sampah. satu unit industri rumah tangga untuk tatanan tempat kerja. Pada situasi ini kegiatan yang bernuansa bina suasana akan lebih banyak porsinya dibanding dengan kegiatan lainnya. swasta dll. maka ditentukan tujuannya. dunia usaha. dengan dikaitkan pada ketersediaan sumber daya. Bina Suasana. kegiatan mempersiapkan kerjasama lintas pro Gram. tetapi hanya satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. satu unit pasar untuk tatanan tempat umum. organisasi kemasyarakatan. Rumusan rencana kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan operasionalisasi strategi PHBS. Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah tangga yang merokok. yaitu : Advokasi. Misalnya. ditentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah PHB S yang ditemukan. baik secara menyeluruh atau sebatas pada tatanan tertentu. yaitu mengutamakan wilayah yang mempunyai PHBS hasil kajian rendah. yaitu menentukan tatanan yang akan digarap. maka dapat ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat di tiap tatanan dan wilayah. Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatifditemukan masalah merokok pada tatanan rumah tangga. Kajian tenaga pelaksana PHBS. . yaitu dengan memilih topik penyuluhan yang sesuai dengan urutan masalah PHBS. yaitu mengembangkan PHBS pada tiap tatanan. Tahap Perencanaan. Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan tujuan. Tujuan Umum : Menurunkan prosentase keluarga yang tidak merokok selama satu tahun. Wilayah garapan. 2. berdasarkan masalah perilaku kesehatan dan hash pengkajian sumber daya PKM. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang membuang sampah sembarangan. b. Penentuan tatanan yang akan diintervensi . kegiatan pendekatan pada para tokoh / pimpinan vNilavah. Selanjutnya. Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada : Prioritas masalah PHBS. limas sektor. dari 40% menjadi 20%. Contoh. Gerakan masyarakat. bentuk kegiatannya : a. mulai mempersiapkan petugas. satu unit tatanan sekolah. namun untuk menentukan kegiatan apa yang lebih besar daya ungkitnya ditentukan dari hasil pengkajian. c. secara kuantitas (jumlah) dan pelatihan yang pernah diikuti oleh lintas program maupun lintas sektor. MenentukanTujuan Berdasarkan kegiatan pengkaj ian PHB S dapat ditentukan klasifikasi PHBS wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan. kegiatan mempersiapkan dan menggerakkan sumber daya. LSM. Caranya adalah dengan mengembangkan berbagai alternatif intervensi. kemudian dipilih intervensi mana yang bisa dilakukan. pengadaan media dan sarana.

kemudahan. Serangkaian altematif lain yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil pengkajian PHBS adalah : . Tuiuannya agar para pengambil keputusan di tingkat keluarga/nunah tangga dapat meneladani dalam berperilaku sehat. termasuk memberikan keteladanan. Langkah-langkah Advokasi Tentukan sasaran yang akan diadvokasi. 2. Langkah-langkah Pengembangan Dukungan Suasana : Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana. diperoleh kesimpulan bahwa mereka tidak mengerti manfaat pemeriksaan kehamilan. .Tujuannva adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksahakannva PHBS di lingkungan keluarga. dan lain-lain.Rancangan intervensi penyuluhan massa dan kelompok Penyuhrhan massa dilakukan dengan topik umum. Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran. strategi ini ditujukan kepada kelompok sasar sekunder. Di tingkat petugas. Mengembangkan Dukungan Suaana Di tingkat keluarga/RT. memberikan dukungan. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/ bapak/suami. pelatihan. Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi. seperti adanya peraturan tertulis. yang secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di wilayahnya. Ditingkat petugas. nenek. Advokasi (Pendekatan pada para pengambil keputusan) Ditingkat keluarga/rumah tangga. kakek. dukungan dana. yang peduli kesehatan. pejabat di tingkat kabupaten/kota. Tahap Perencanaan. nenek. Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan. untuk selanjutnya bersama-sama melaksanakan penyuluhan diwilayah tersebut. pelatihan. sosialisasi.Contoh lain. baik sasaran primer. para pembuat op dan media masa. D. kader. Caranya antara lain melalui anjuran untuk selalu datang ke Posyandu mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat ibu hamil dan balita. lintas sektor. sehingga bisa dirancang " Paket Penyuluhan Terpadu " di vvilayah tersebut Misal : di desa A terdapat 3 masalah utama. 1. sekunder atau tersier Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan. yaitu JPKM. Lakukan advokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan metoda yang tepat. seperti : demonstrasi. maka dapat dilakukan penyuluhan terpadu yang berisi 3 hal tersebut. strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan. seperti petugas kesehatan. seperti Kepala Puskesmas. Setelah dilakukari analisis kualitatif.Rancangan intenvensi penyuluhan terpadu lintas program/sektor Pemetaan wilayah menghasilkan rumusan masalah PHBS antar wilayah. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/suami/bapaL ibu. lintas progra Lembaga Swadaya Masyarakat. ibu. program atau peraturan yang berorientasi sehat. Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya PHBS. Air bersih dan KIA/KB . Kondisi seperti ini kegiatan gerakan masyarakat akan lebih banyak dilakukan dibanding kegiatan lainnya. Disini petugas kesehatan berfungsi sebagai penggerak lintas prograpi dan lintas sektor. lokakarya. yaitu PHBS yang secara keseluruhan merupakan masalah di wilayah kerj a tersebut. Penyuluhan kelompok dilakukan untuk mengatasi masalah PHBS yang lokal sifatnya . komitmen. dsb. semin studi banding. kakek. Caranya antara lain melalui penyuluhan kelompok. orientasi. Simpulkan dan sepakati hasil advokasi. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang tidak memeriksakan kehamilannya. pengayoman dan bimbingan kepada anggota keluarga dan lingkungan disekitarnya.

Ditingkat petugas strateai ini ditujuk kepada sasaran primer. Mengembangkan metoda dan teknik dan media yang telah diuji coba dan disempurnakan. Cara pemantauan dapat dilaksanakan dengan melakukan kunjungan lapangan ke tiap tatanan atau dengan melihat buku kegiatan/laporan kegiatan intervensi penyuluhan PHBS. Waktu pemantauan dapat dilakukan secara berkala atau pada pertemuan bulanan. pengembangan media komunikasi untuk penyuluh individu. Tahap Pemantauan dan Penilaian 1. 4. Berdasarkan uraian tersebut. Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan. lokakarya. dan dukungan sumber daya. Mengupayakan dukungan pimpinan. Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya kesadaran maupun kemampuannya. Mengembangkan daerah kajian atau daerah binaan. Hasil yang dicapai dalam tahap penggerakan pelaksanaan adalah adanya kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana. ibu yang mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingkungannya dengan cara menjadi kader posyandu. Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk adanya komitmen. Menganalisis dan mendisain metode dan teknik kegiatan pemberdaya seperti pelatihan. lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait. 3. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiat pembinaan. kepala din kesehatan. kelompok. pelaksanaan adalah menerapkan AIC. Melaksanakan pelatihan. Di tingkat keluarga/Rt. maka perlu dilakukan pemantauan. organisasi kemasyarakatan dan kelompok profesi. program. kelompok dan massa. Langkah-langkah kegiatan gerakan masyarakat 1. seminar. yaitu : A (Apreciation) : penghargaan kepada para pelaksana kegiatan. sarasehan dan lokakarya. Untuk mengetahui program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil atau dampak seperti yang diharapkan. I (Involvement) : keterlibatan para pelaksana dalam tugasnya. eksekutif). membuat gerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. baik untuk petugas kesehatan.Mengupayakan dukungan pimpinan. pelatihan. Mengembanakan metoda dan teknik dan media yang telah diujicoba d disempurnakan. lomba. 3. sektor terkait pada ti tatanan dalam bentuk komitmen dan sumber daya. bimbingan dan supervisi. 5. Melaksanakan uji coba media dll. Pemantauan. Gerakan Masyarakat. Penilaian dilaksanakan oleh pengelola PHBS lintas . aktif di LSM peduli kesehatan dll. sehingga dapat berperilaku sehat Caranya dengan penyuluhan perorangan. tugasnya. 2. pemuka masyarakat. Membuat format pen] laian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama deng. strategi ini ditujukan kepada anggota keluar seperti bapak. lintas sektor. program. C (Commitment) : kesepakatan para pelaksana untuk melaksanakan. Kegiatan pendekatan kepada pimpinan/pengambil keputusan Kegiatan pembinaan. Tujuannya meningkatkan motivasipetuq untuk membantu masyarakat untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan Caranva antara lain melalui penyuluhan kelompok. kelompok dan masyarakat Kegiatan pengembangan kemitraan dengan program dan sektot terkait serta dunia usaha. Mengembangkan pesan dan media spesifik. meliputi pimpinan puskesmas. maka yang perlu dilakukan dalam penggerak. Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan. E. dll. khususnya dalam : Penyuluhan perorangan. 6. Selanjutnya kendala-kendala yang muncul perlu dibahas dan dicari solusinya. studi banding. topik bahasannya adalah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dikaitkan dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati bersama. 2.

tersedia alat pembersih jamban. Contoh di Kabupaten Pariaman data perilaku tidak merokok tahun 2001 menunjukan 44. dapat mengukur perubahan situasi dimaksud.program dan lintas sektor. digunakan dan dipeliharanya tempat sampah dan lain-lain. 2. C. tersedia jamban yang bersih. Obyektif. dapat mengukur perubahan sekecil apapun. Seperti: terpelihara tempat penampungan air. yaitu melek huruf. diskusi kelompok terarah kepada petugas.6 % Cara melakukan penilaian melalui : Pengkajian ulang tentang PHBS Menganalisis data PHBS oleh kader/koordinator PHBS Melakukan analisis laporan rutin di Dinas Kesehatan kabupaten/kota (SP2TP) Observasi. Penilaian PHBS meliputi masukan. Hasil yang dicapai pada tahap pemantauan dan penilaian adalah : 1. Adanya peningkatan program PHBS BAB III INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT (PHBS) A.2% sedangkan tahun 2002 ada peningkatan sebesar 73. frekuensi dan cakupan penyuluhan. tersedia tempat sampah. Dengan demikian indikator merupakan suatu alat ukur untuk menunjukkan suatu keadaan atau kecenderungan keadaan dari suatu hal yang menjadi pokok perhatian. Tunggal (indikator tunggal) yang isinya terdiri dari satu indikator. dapat mengukur sesuatu yang sebenarnya dapat diukur oleh indikator tersebut.dll. Misal : Indek Mutu Hidup (IMH) yang merupakan gabungan dari 3 indikator. mengkaji penyebab masalah dan melakukan pemecahannya. Indikator output/outcome Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana hasil output suatu program . 3. harus memberikan hasil yang sama. wawancara mendalam. Sahih (solid). yang merupakan gabungan dari beberapa indikator. yaitu indikator input. B. Indikator Proses Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana proses kegiatan/program berjalan atau tidak. walaupun dipakai oleh orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Jenis-jenis indikator Jenis indikator ada 3. kader dan keluarga. Seperti : tersedia air bersih. indikator proses dan indikator output/outcome. Sifat indikator 1. Misal : Angka Kematian Bayi (AKB). Jamak (indikator komposit). Sensitif. kemudian merencanakan intervensi berdasarkan data hasil evaluasi PHBS. Misalnya jumlah tenaga terlatih PHBS media yang telah dikembangkan. Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana 2. Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi kemacetan/hambatan 4. Waktu penilaian dapat dilakukan pada setiap tahun atau setiap dua tahun Caranya dengan membandingkan data dasar PHBS dibandingkan dengan data PHBS hasil evaluasi selanjutnya menilai kecenderungan masing-masing indikator apakah mengalami peningkatan atau penurunan. Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka harapan hidup anak usia 1 tahun. Pengertian Indikator Indikator diperlukan untuk menilai apakah aktifitas pokok yang dijalankan telah sesuai dengan rencana dan menghasilkan dampak yang diharapkan. 2. Persyaratan Indikator Indikator harus memenuhi persyaratan antara lain : 1. Spesifik. 4. Adanya pembinaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan 3. D. proses dan luaran kegiatan. Apabila diuraikan sebagai berikut : Indikator Input Yaitu indikator yang berkaitan dengan penunjang pelaksanaan program dan turut menentukan keberhasilan program.

b. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah kesehatan yang ada didaerah. karena selain mengakibatkan penyakit seperti jantung. Ukuran-ukuran yang sering digunakan sebagai indikator adalah angka absolut. 10. 8.Kurang aktifitas fisik dan olah raga mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu. dan lain-lain. 7. Imunisasi 4. 11. bila terjadi pada usia balita akan menj adikan generasi yang lemah/generasi yang hilang dikemudian hari. Penduduk mencuci tangan pakai sabun. Healthy Asean Life Styles). Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Mengacu pada pengertian perilaku sehat. Alasan dipilihnya ke tiga indikator tersebut berdasarkan issue global dan regional (Mega Country Health Promotion Network. Indikator tatanan rumah tangga : a. paru-paru. indikator ditetapkan berdasarkan area / w-ilayah 1. Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan. 1. 2. Penduduk mengaiuiakan jamban sehat. Persentase penduduk tidak merokok. Penimbangan balita . tatanan terr kerja. yaitu tatanan rumah tangga. 3. Indikator PHBS di tiap tatanan Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indik. Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas. seperti jantung. 5. 12. Penduduk wamta memeriksakan kesehatan secara berkala den. 4. Pasangan usia subur (PUS ) memakai alat KB. rasio. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Ada 16 indikator yang dapat digunakan uttuk rnengukur perilaku sehat sebagai berikut : 1. Balita ditimbang. 6. tatanan sarana kesehatan. tatanan tempat umum. tatanan Sekolah. yaitu: a. digunakannya jamban. Demikian juga bila terjadi pada ibu hamil akan melahirkan bayi yang kurang sehat. Bayi di imunisasi lengkap. seperti merokok telah menj adi issue global. Persentase penduduk melakukan aktifitas fisik/olah raga. Tidak merokok 2. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur. kankerparu-paru juga disinyalir menjadi entry point untuk narkoba. lbu hamil memeriksakan kehamilannya.kegiatan telah berjalan atau tidak. 14. E. c. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur. Penduduk tidak menggunakan napza. 2. 15. Penduduk minum air bersih yang masak. proporsi. Penduduk sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas. 16. Indikator Lokal Spesifik Yaitu indikator nasional ditambah indikator lokal spesifik masingmasing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Yang perlu diingat suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara keseluruhan. apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagal penyakit. 9. Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan. lingkungan di lima tatanan. 13 . Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 3. tetapi kadang-kadang hanya memberi petunjuk (indikasi) tentang keadaan keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan (proxy). angka/tingkat. bagi usia produktif akan mengakibatkan produktifitas menurun. di halaman dan di dalam ruangan dalam keadaan bersih dll. 3. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala un mengukur hipertensi. Perilaku : 1. Seperti : Digunakannya air bersih. Indikator Nasional Ditetapkan 3 indikator.

Ada jamban 2. Ada taman sekolah 5. Olah Raga teratur b. Ada kantin 9. Ada klinik 3. Ventilasi 6. Ada warung sehat 8. Ada SPAL 5. Gizi Keluarga/sarapan 6. Ada tempat sampah 4. Lingkungan I. Mencuci tangan pakai sabun 8. TidakmenggunakanNAPZA b. Lantai 2. Ada tempat sampah 4. Indikator tatanan tempat umum a. Menggosok gigi sebelum tidur 9. Ventilasi 6. Perilaku 1. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 4. Ada air bersih 3 . Ventilasi 6. Terbebas dari bahan berbahaya 10. Ada jamban 2. Kepesertaan Askes/JPKM 7. Ada jamban 2. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 8. Olah raga teratur 4. Indikator Tatanan Sekolah : a. Ada air bersih 3. Ada air bersih 3 . Ada SPAL 5. Menggunakan alat pelindung 2. Bebas Napza 5. Kepadatan 7. Ada air bersih 3. Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok 3 . Perilaku . Lingkungan : 1. Olah Raga teratur 4. Kepadatan 7. Indikator tatanan tempat kerja : a. Pencahavaan 7. Ada SPAL 5. Ada Asuransi Kesehatan b. Kebersihan jamban 2 . Tidak merokok 3. Perilaku 1. Kebersihan pribadi 2. Perilaku 1. Lingkungan 1. Ada tempat sampah 4. Lingkungan 1.5. Ada SPAL 5. Kebersihan lingkungan b. Ada jamban 2. Ada UKS 9. Ada tempat sampah 4. Kebersihan 6. Indikator tatanan sarana kesehatan a.

Cara memperoleh data PHBS Ada beberapa indikator perilaku sehat yang dapat diperoleh dengan cara 1. Ventilasi 7. Sampel data tersebut di ambil sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota saja. 5. Selanjutnya para pengguna panduan ini diharapkan mempunyai pemahaman yang mendalam. 2. Ada j amban 2. Ada air bersih 3. Amin. 4. 3. Oleh karena itu dalam pelaksanaan di lapangan. sehingga tingkat akurasi dan penajaman permasalahan dapat diperoleh. Lingkungan 1. Daerah dapat mengembangkan sendiri untuk melaksanakan program PHBS pada tatanan lain sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu. Menggunakan laporan yang sudah ada. BAB IV PENUTUP 1. Mengembangkan survai khusus. dll. petunjuk dan perlindunganNya kepada kita semua dalam menjalankan tugas untuk membangun masyarakat Indonesia yang sehat rohani dan jasmani. daerah dapat mengembangkan survai cepat PHBS dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat desa dengan metode sampel WHO yaitu 210 KK/kabupaten/kota. 3. Ada SPAL 5. . Ada IPAL (RS) 6. apabila ingin memperoleh data yang khusus seperti survai PBHS balk kuantitatif maupun kualitatif sesuai perilaku lainnya. motivasi yang kuat. dan kreativitas yang tinggi untuk mempraktekkan program PHBS di lapangan. Menggunakan sumber data yang sudah tersedia seperti SUSENAS (Survai Sosial Ekonomi Nasional) SDKI (Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia) SAKERTI (Survai Kehidupan Rumah Tangga Indonesia) SURKESNAS (Survai Kesehatan Nasional) SEM (Studi Evaluasi Manfaat). Ada tempat sampah 4. Selamat bekerja. Ada pencegahan serangga F. Dengan demikian program PHBS dapat berjalan secara efektif dan efisien serta diperlukan adanya dukungan positif dari semua pihak. Tempat cuci tangan 8. Kebersihan lingkungan 3. Kebersihan kamar mandi b. Selain itu. semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa memberikan kekuatan.I. Panduan Manajemen PHBS menuju Kabupaten/Kota sehat disusun berdasarkan antara lain adanya perkembangan indikator dan cara pengambilan sampel. kebijakan Pusat Promosi Kesehatan saat ini baru melaksanakan program PHBS di tatanan rumah tangga yang secara bertahap akan dikembangkan pada tatanan lain. Tidak merokok 2. 2. panduan ini dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan permasalahan dan keadaan daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful