P. 1
PHBS

PHBS

|Views: 1,676|Likes:
Published by Fitri Fauziyah

More info:

Published by: Fitri Fauziyah on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

PHBS , kata yang sangat sederhana tapi ternyata masih banyak tenaga kesehatan yang belum tau apa

arti PHBS. Kalaupun kita tau apa arti PHBS tapi masih segelintir orang yang mampu melaksanakan PHBS dalam kehidupan sehari – hari. ARTI PHBS PHBS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, adalah sekumpulan perilaku yang di praktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Jadi PHBS merupakan wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktikkan PHBS. PELAKSANAAN PHBS Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan nya PHBS di kelompokkan menjadi lima tatanan yaitu : 1. PHBS di Rumah Tangga

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi ASI ekslusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah 2. PHBS di Sekolah

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu : 1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun 2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Memberantas jentik nyamuk 6. Tidak merokok di sekolah 7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan 8. Membuang sampah pada tempatnya 3. PHBS di Institusi Kesehatan

PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan yaitu : 1. Menggunakan air bersih 2. Menggunakan Jamban 3. Membuang sampah pada tempatnya

sarana ibadah. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik 4. PHBS di Tempat – Tempat Umum PHBS di Tempat . sarana perdagangan dan olahraga. Memberantas jentik nyamuk 4. Tidak meludah sembarangan 6. Tidak merokok di institusi kesehatan 5. transportasi. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan 5. Menggunakan jamban .Tempat Umum yaitu : 1. Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat . mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain : 1. Menggunakan air bersih 2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja 3. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja 6. Menggunakan air bersih 7.4.tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat . Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil 5. Tempat . PHBS di Tempat Kerja PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu. Membuang sampah pada tempatnya 9.tempat Umum Sehat.tempa t umu m agar tahu. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar 8. Tidak merokok di tempat kerja 2. atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata. rekreasi dan sarana sosial lainnya.tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta. mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat .

Tidak merokok di tempat umum 5. Oleh karena itu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan titik berat pada upaya promotif dan preventif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas. Tidak meludah sembarangan 6. menjadi sangat penting dan strategis untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya. Health Promoting School adalah sekolah yang telah melaksanakan UKS dengan ciri-ciri melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah. Kesehatan merupakan prasyarat utama agar upaya pendidikan berhasil. sebaliknya pendidikan yang diperoleh akan sangat mendukung tercapainya peningkatan status kesehatan seseorang. Membuang sampah pada tempatnya 4. menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.org/component/content/article/3-artikelkesehatan/30-phbs#ixzz1EnA07zhk Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan dua faktor yang satu sama lain saling berhubungan. ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan kesehatan dan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. berkaitan dan saling bergantung yakni pendidikan dan kesehatan. memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan. Memberantas jentik nyamuk Read more: http://www. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health Promoting School ( Sekolah yang mempromosikan kesehatan ).dinkesprovkepri. memberikan pendidikan kesehatan di sekolah. .3.

Jumlah usia sekolah yang cukup besar yaitu 30 % dari jumlah . pelaksanaan UKS di tingkat TK/RA dan SD/MI berbeda dengan tingkat SMP/MT dan SMU/MA. Pelaksanaan UKS di SMP/MT dan SMU/MA lebih difokuskan pada pencegahan perilaku berisiko yang biasanya sering dilakukan remaja sesuai dengan ciri dan karakteristiknya yang selalu ingin tahu. kebiasaan cuci tangan pakai sabun. mencuci tangan. suka tantangan dan ingin coba-coba sesuatu hal yang baru serta penanganan akibatnya. Berkaitan dengan hal itu. Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS. Upaya penerapan PHBS di Sekolah Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga. Pada anak usia TK/RA dan SD/MI biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar. masalah kesehatan yang dihadapi biasanya berkaitan dengan perilaku berisiko seperti perilaku merokok. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya). Murid usia SMP/MT dan SMU/MA (remaja) perlu dibina agar menjalankan hidup sehat lewat keterapilan hidup sehari-hari (life skill education). ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. kesehatan reproduksi remaja.Masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak usia sekolah dan remaja sangat kompleks dan bervariasi. abortus yang tidak aman. penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. stress dan trauma. kehamilan yang tak diinginkan (KTD). serta membersihkan kuku dan rambut. memupuk kebiasaan PHBS sedini mungkin dengan membentuk kebiasaan menggosok gigi dengan benar. serta membersihkan kuku dan rambut. Sementara untuk anak usia TK/RA dan SD/MI. Pada anak usia SMP/MT dan SMU/MA (remaja).

maka dari itu. keluarga maupun masyarakat. tidak merokok. terutama kepada para dosen mata kuliah tersebut. yang insya Allah akan diberikan syafa’at kapada kita semua di Yaumil qiyamah nanti. Dengan menerapkan PHBS di sekolah oleh peserta didik. saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah kami yang akan datang. mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Beberapa kegiatan peserta didik dalam menerapkan PHBS di sekolah antara lain jajan di warung/kantin sekolah karena lebih terjamin kebersihannya. memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin. serta membuang sampah pada tempatnya. guru dan masyarakat lingkungan sekolah. Makalah ini kami disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas. April 2010 Penyusun DAFTAR ISI . maka akan membentuk mereka untuk memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mencegah penyakit. Kedua kalinya Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan habiibbana wanabiyyana Muhammad saw. karena berkat rahmat.wb Cimahi. mengikuti kegiatan olah raga dan aktifitas fisik sehingga meningkatkan kebugaran dan kesehatan peserta didik. baik dilingkungan sekolah. Kami menyadari dengan segenap hati bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. menggunakan jamban di sekolah serta menjaga kebersihan jamban. Demikian atas perhatianya kami ucapkan terima kasih. serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat. serta karunianya kami dapat menyelesaikan Makalah ini tentang PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KESEHATAN LINGKUNGAN. meningkatkan kesehatannya. MAKALAH PHBS KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.penduduk Indonesia merupakan masa keemasan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga anak sekolah berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS. Amiin…………. Dengan segenap kerendahan hati tidak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. memantau pertumbuhan peserta didik melalui pengukuran BB dan TB. hidayah. semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi kita semua Amiin……… Wassalamu’alaikum wr.wb Puji syukur kehadirat Allah SWT..

2.3 Mengetahui pengertian kesehatan lingkungan 1. atau pun flu babi yang akhir-akhir ini marak. Kesehatan lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan perawatan komunitas. Lingkungan diartikan sebagai akumulasi dari kondisi fisik.3.2.3. 1.1 Lingkungan 2. tentu kita langsung mengetahui apa itu PHBS. ketersediaan sumber yang diperlukan dalam mempertahankan hidup dan penaggulangan penyakit.2 Komponen PHBS kesehatan lingkungan 2. Salah satu faktor yang mendukung PHBS adalah kesehatan lingkungan.3 Kesehatan Lingkungan 2. DBD. pekerjaan dan pendidikan yang dapat tercapai.1 Latar Belakang Tidak jarang istilah PHBS terdengar di masyarakat.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. flu burung. ekonomi dan politik yang memengaruhi kehidupan dari komunitas tersebut.1 Mengetahui pengertian dan komponen lingkungan 1.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan 2.4 Mengetahui permasalahan kesehatan lingkungan di negara berkembang 1. akses dari garis keturunan serta rasa ingin berkuasa dan memiliki harapan.3. social. Dua istilah penting dalam kesehatan lingkungan yang harus dipahami dan diinterpretasikan sama oleh seluruh tenaga kesehatan yang terlibat agar kegiatan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik.2. mulai dari Diare. nilai kemanusiaan dalam hubungan social.3. mengatasi gangguan kesehatan secara wajar.1 Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.2 Mengetahui pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 1. pelestarian kebudayaan dan toleransi terhadap perbedaan jenis. Sedangkan kesehatan dari suatu komunitas bergantung pada integritas lingkungan fisik.2.2.4 Kegiatan PHBS Kesehatan Lingkungan BAB III PENUTUP 3. singkat kata mengenai perilaku seseorang menyangkut kebersihan yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Banyak penyakit dapat dihindari dengan PHBS.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.5 Mengetahui kegiatan tenaga kesehatan guna mengatasi permasalahan kesehatan lingkungan . Jika dilihat dari kepanjangannya yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.2 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Indikator PHBS kesehatan lingkungan 2. Maka guna tercapainya keberhasilan intervensi perawatan komunitas perlu adanya pembahasan khusus mengenai PHBS kesehatan lingkungan. budaya.

2005). Indikator Positif • Status Gizi • Tingkat Pendapatan b. lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia. air. jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi. dan udara serta hasil interaksi diantara factor – factor tersebut. Secara lebnih rinci. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. (Notoatmodjo. serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). sistem pelayanan kesehatan.1 LINGKUNGAN Pengertian lingkungan berbeda-beda menurut disiplin berbagai disiplin ilmu. mengkonsumsi garam beryodium. Perubahan-perubahan perilaku kesehatan dalam diri seseorang dapat diketahui melalui persepsi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. makanan. SIKAP c. 3. Indikator Kesehatan a. meliputi tanah. Lingkungan fisik. Dalam aspek biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme atau mahluk hidup yang bersangkutan. bisa ratusan. 23 tahun 1992) Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia. memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A.2 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan. ahli sedangkan menurut ahli teknologi lingkungan. Dasar orang berperilaku dipengaruhi oleh a. yang termasuk ke dalam lingkungan ini adalah semua organisme hidup seperti binatang dan tumbuh – tumbuhan. serta mikroorganisme lain. Persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui panca indera. 2.1995). yang meliputi factor budaya. Ahli ekologi berpendapat bahwa lingkungan sama artinya dengan habitat hewan dan tumbuhan. serta lingkungan (Simons-Morton et al. Indikator Negatif • Mortalitas (Angka Kematian) • Morbiditas (Angka Kesakitan) Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah respon seseorang (organism) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. (UU Kesehatan RI No. 2. Menurut Haryoto K. maka lingkungan berarti atmosfer dengan ruangannya. Lingkungan social dimaksud adalah semua interaksi antara manusia. sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. lingkungan dibagi menjadi beberapa komponen yaitu sebagai berikut : 1. PHBS itu jumlahnya banyak sekali. NILAI b.. membersihkan lingkungan. PENDIDIKAN/PENGETAHUAN PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran. . Lingkungan sosial. Lingkungan Biologi. (1985). Menurut ahli cuaca dan iklim lingkungan berarti atmosfer. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan. dan psiko-sosial. ekonomi. minum Tablet Tambah Darah.

karena dari sampah tersebut dapat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit(bakteri patogen).anak-anak sekitar 65% dan pada bayi 80%. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia. PHBS di Sekolah 3. c. Persyaratan rumah sehat menjadi sangat penting.. kolera dll. PHBS Rumah Tangga 2. industri maupun tempat- . PHBS di Institusi Kesehatan 2. Perumahan bersih dan sehat Rumah merupakan salah satu persyaratan bagi kehidupan manusia.3.2003) Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia (Walter R.2 Komponen PHBS kesehatan lingkungan 1. Faktor lingkungan 2.2. sebagaian besar terdiri dari air. Penanganan air limbah Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga. karena tinja dapat menyebabkan penyakit. Ditinjau dari segi ilmu kesehatan masyarakat. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat 3. Selain itu tempat bersarangnya berbagai serangga sebagai penyebar penyakit(vektor). Kebijakan pemerintah b. Didalam tubuh manusia sendiri. Dkk). di negara maju. L) Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada diantara manusia dan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia (World Health Organization Expert Commite) Kesehatan lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan interaktif antara komunitas dengan perubahan yang memiliki potensi bahaya/menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit. Oleh karena itu sampah harus dikelola dengan baik sehingga tidak berdampak buruk pada masyarakat. PHBS di Tempat Kerja 4. serta mencari upaya penanggulangannya (Susanna D. Oleh karena itu sebagian besar waktu kehidupan manusia dihabiskan di rumah. Beberapa faktor-faktor yang ikut berpengaruh dalam pembangunan rumah antara lain adalah sebagian berikut: 1. tiap orang memerlukan air sekitar 60-120 liter per hari.. disentri. Tekhnologi yang dimiliki masyarakat 4.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula (Notoatmodjo S.3. d. antara lain typoid. tiap orang memerlukan air sekitar 30-60 liter per hari. masalah pembuangan tinja merupakan yang urgen untuk diatasi. Penyediaan air bersih Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. e. Penanganan sampah Sampah erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Pada orang dewasa mengandung air sekitar 55-60%.3 KESEHATAN LINGKUNGAN 2. PHBS di Tempat-tempat Umum 5.3. 2.3 Indikator PHBS kesehatan lingkungan a. Menurut WHO. Pembuangan kotoran manusia (Tinja) Permasalahan pembuangan kotoran manusia (tinja) semakin meningkat dengan adanya pertambahan penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman.

Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan 3.4 Kegiatan PHBS Kesehatan Lingkungan Kegiatan yang dilakukan tenaga kesehatan menurut Occupational Health and Safety Administration (OSHA) dan Nuclear Regulation Commision (NRC) adalah: 1. Menggunakan jamban sehat 3. Jamban Sehat 4. Menggunakan jamban yang bersih & sehat 3. Membuang sampah pada tempatnya c.3. Tidak merokok b. Memberantas jentik nyamuk . Secara garis besar. Menggunakan jamban sehat 2. Menjaga kebersihan dan kesehatan kantin sekolah 3. Menggunakan air bersih 2. Tidak merokok 7. Pemeliharaan data dasar 7. Penerimaan informasi tentang kesehatan yang terkait dengan lingkungan 5. Penyaringan terhadap bahan-bahan kimia baru 6. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun 2. Pembuatan standar kualitas air dan udara 2. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Memberantas jentik nyamuk 3. Olah raga teratur d. Adapun kegiatan – kegiatan PHBS kesehatan lingkungan di setiap komponen. mengevaluasi dan mengusahakan agar peraturan-peraturan yang telah dibuat dapat ditepati. yaitu : a. Bebas jentik 3. Kegiatan PHBS di lingkungan sekolah 1. Kesehatan dan keselamatan kerja 5. Kegiatan PHBS di institusi kesehatan 1.tempat umum lainnya. Evaluasi terhadap bahaya lingkungan 4. Menggunakan air bersih 2. Memberantas jentik nyamuk 6. Menggunakan Air Bersih e. Mengadakan kawasan tanpa asap rokok 2. Tidak merokok 5. Menggunakan jamban yang bersih & sehat 4. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 5. Tidak meludah sembarangan 6. air limbah dapat dibagi menjadi: • Domestic wastes water ( berasal rumah tangga) • Industrial wastes water (berasal dari industri) • Municipal waste water (berasal dari Kotapraja) 2. Memberantas jentik di rumah 4. Kegiatan PHBS di lingkungan rumah tangga 1. Kegiatan PHBS di lingkungan kerja 1. Pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Membuang sampah pada tempatnya 4. Menetapkan. Kegiatan PHBS di lingkungan umum 1.

DAFTAR PUSTAKA http://abahjack.2004. et al. Jakarta : EGC Diposkan oleh oudiens di 18:34 . Konsep Dasar Keperawatan Komunitas. Kesehatan lingkungan adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang berakibat atau mempengaruhi derajat kesehatan manusia PHBS kesehatan lingkungan adalah perilaku kesehatan yang menciptakan hubungan antara manusia dan lingkungannya yang berakibat mempengaruhi derajat kesehatan manusia.asho-aceh.BAB III PENUTUP 3.2005. Kesehatan Lingkungan. Perumahan bersih dan sehat 2. sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.1 Kesimpulan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran. Pembuangan kotoran manusia (Tinja) PHBS Kesehatan Lingkungan di Indonesia masih diirasakan belum memenuhi kebutuhan sanitasi dasar. yaitu sanitasi minimal yang diperlukan agar dapat memenuhi criteria kesehatan pemukiman.html#more-13 http://www. Mukono.Yogyakarta : Gajah Mada University Pres Sumijatun.com/rmah-sehat-dalam-lingkungan-yang-sehat.2000. Surabaya Soemirat. Juli. Penanganan air limbah 4. Penanganan sampah 5. Penyediaan air bersih 3.org/artikel/Training%20module-HEALTH%20PLAN/PHBS.ppt. Indikator kesehatan lingkungan : 1. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan.

Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan. pola pikir atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. tatanan tempat umum. LATAR BELAKANG. dan Puskesmas. dimana ada 3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus. 35. mulai dari pelatihan petugas pengelola PHBS tingkat Provinsi. . merata dan terjangkau. Memasuki milenium baru Departemen Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan. Secara makro paradigma sehat berarti semua sektor memberikan kontribusi positif bagi pengembangan perilaku dan lingkungan sehat. melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Untuk melaksanakan misi pembangunan kesehatan diperlukan promosi kesehatan.3% tatanan tempat kerja. tatanan sarana kesehatan. secara mikro berarti pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.89% tatanan rumah tangga. dan salah satu pilar utama Indonesia Sehat 2010. Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan. memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. mencegah risiko terjadinya penyakit. perilaku sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. 33.3% puskesmas. Kabupaten. Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program PHBS. memproduksi dan menyebarkan buku Panduan Manajemen Penyuluh Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi. Hal ini sesuai dengan yang ditekankan dalam paradigma sehat. Hasilnya sampai tahun 2001 tenaga kesehatan yang telah terlatih PHBS tingkat provinsi 100% (30 provinsi). Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). serta membuat buku saku PHBS untuk petugas puskesmas. Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program PHBS adalah kemitraan/ dukungan lintas program/lintas sektor rendah. yaitu lingkungan sehat. memproduksi dan menyebarkan buku Pedoman Pembinaan Program PHBS di tatanan rumah tangga. perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan. Kabupaten/Kota sampai dengan Puskesmas. maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit. Provinsi Jawa Barat. tetapi perlu memperhatikan faktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30 . Paradigma sehat adalah cara pandang. Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi. dan upayanya lebih diarahkan pada peningkatan. mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. hal ini disebabkan program promosi kesehatan berorientasi pada proses pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. yang sekarang bernama Pusat Promosi Kesehatan. Dalam mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010 telah ditetapkan misi pembangunan yaitu menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan. yang dilandasi paradigma sehat. Program Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) telah diluncurkan sejak tahun 1996 oleh Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.3% tatanan tempat umum. pemeliharaan dan perlindangan kesehatan. melalui peningkatan. maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. keluarga dan masyaralat beserta lingkungannya. kemampuan teknis petugas rendah.35 % terhadap derajat kesehatan. serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Sebagai daerah model/laboratoriumnya adalah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang. 71.BAB I PENDAHULUAN A. 50% institusi pendidikan. 76% kabupaten/kota. adil dan merata. pemeliharaan dan perlindungan kesehatannya. Pencapaian klasifikasi III dan IV (1998) 38.

Manajemen PHBS Adalah pengelolaan PHBS yang dilaksanakan melalui 4 tahap kegiatan. perubahan struktur organisasi. dengan membuka jalur komunikasi. alokasi dana terbatas. serta perubahan perilaku menuju masyarakat aman. B. Indikator PHBS skala Nasional. Altematif pemecahan adalah melalui kegiatan advokasi kebijakan. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA. Kesehatan Lingkungan. dukungan kehidupan sosial. menetapkan indikator PHBS tatanan. karena buku panduan tersebut sudah tidak cocok lagi digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pada era otonomi daerah. Tempat Kerja. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. pemetaan PHBS individu. memberikan informasi dan melakukan edukasi. sikap dan perilaku. pemantauan dan penilaian. sehingga dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan pembinaan program PHBS dengan sebaik-baiknya. bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). salah satu altematif pemecahan masalah yang perlu segera dilaksanakan adalah review buku Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat tingkat Provinsi. melakukan asistensi. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian. Sekolah. bermain. serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. berinteraksi dan lain-lain. 3. bekerja. BAB II MANAJEMEN PROGRAM PHBS A. 5. Gaya Hidup. PENGERTIAN 1. Gizi. Tujuan disusunnya buku panduan ini untuk memberikan gambaran. melindungi diri dari ancaman penyakit. indikator PHBS tatanan. 4. koordinasi dan keterpaduan manajemen. untuk meningkatkan pengetahuan. kelompok dan masyarakat. kecamatan yang secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dengan prasarana wilayah yang memadai. pemetaan tatanan sehat. sehingga dapat saling mengisi dan bekerjasama dalam melaksanakan program pembangunan kesehatan. Kerangka Konsep Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan. Perilaku Sehat Adalah pengetahuan. terutama dalam tatanan masing-masing. keluarga.mutasi petugas terlatih. nyaman dan sehat secara mandiri. menetapkan indikator PHBS individu skala nasional dan pembobotan. 3). sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit. Berdasarkan masukan dari lapangan. 4). perencanaan. memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Kabupaten/Kota dan Puskesmas yang dikeluarkan tahun 1997. Tatanan Adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup. dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga. arahan. melalui pendekatan pimpinan (Advokasi). acuan bagi pengelola program PHBS. Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. peningkatan kemampuan teknis pelaksana PHBS. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga. Kabupaten Sehat/Kota Sehat Adalah kesatuan wilayah administrasi pemerintah terdiri dari desa-desa. yaitu 1). 6. Perencanaan. Untuk itu perlu perbaikan mulai dari pengkajian sampai dengan pemantauan dan penilaian. Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. kelurahan. mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar. pemetaan tatanan sehat serta PHBS individu. 2. 2). Untuk lebih jelasnya digambarkan dalam bagan berikut ini : . Pengkajian. Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum. penggerakkan pelaksanaan. diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian.

dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi. sedangkan gaga hidup merupakan pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya. Faktor perilaku dan gaga hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingk-umgannya. Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri. Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Contoh seseorang yang mengidolakan aktor atau artis yang tidak merokok. Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan. biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan. ataupun hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. Contoh seseorang menderita diare karena minum air yang tidak dimasak (masalah perilaku). kualitas hidup Pemantauan Penilaian Pengkajian Perencanaan Penggerakan Pelaksanaan PENYULUHAN KESEHATAN KEBIJAKAN PERATURAN ORGANISASI FAKTOR PEMUNGKIN FAKTOR PEMUDAH FAKTOR PENGUAT FAKTOR LINGKUNGAN DERAJAT KESEHATAN FAKTOR PERILAKU DAN GAYA HIDUP KUALITAS HIDUP ini salah satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi derajat kesehatan seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi. seseorang menderita kanker paru padahal orang itu tidak merokok tetapi kehidupannya tidak lepas dari lingkungan kerja yang merokok (masalah lingkungan). . Faktor perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan. sedang proses penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan. Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan. serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan.Pengkajian PROMOSI KESEHATAN Penindaklanjutan Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green: Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diharapkan semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif. Faktor lingkungan adalah faktor fisik.

tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah. Himbauan dan peraturan tidak akan berjalan. b. Persiapan administrasi. Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku. 2. dll. Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah benjalan baik resmi maupun tidak resmi. peraturan serta organisasi. apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai. B. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin. Misalnya pengetahuan. tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program Promkes. Persiapan teknis dan administratif. keyakinan dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. membuat surat undangan. sikap. Tetapi karena di daerah tersebut tidak ada produsen tempe. Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan c. maka hal tersebut tidak dapat diterapkan.Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. sarana dan tenaga) 1. Pelatihan PHBS e. dana. Penyediaan ATK. jenis maupun sumbernya serta dana yang. Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor d. Faktor lingkungan adalah segala faktor bail: fisik. d. AVA. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan. Surat menyurat. Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS secara kuantitatif. Pencatatan dan pelaporan. Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Persiapan sumber daya manusia. ketersediaan sumber daya dan komitmen masyarakat atau pemerintah terhadap kesehatan. Faktor ini terwujud dalam bentuk sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya yang merupakan kelompok yang dipercaya oleh masyarakat. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen PHBS. Contoh seseorang tidak merokok karena mereka yakin bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan. Ternasuk didalamnya keterampilan petugas kesehatan. karena selain murah juga mengandung gizi yang tinggi. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya. Pemantauan. selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Contoh petugas penyuluhan menyarankan agar masyarakat dapat mengkonsumsi tempe. transportasi. Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan program PHBS. dilakukan melalui : a. Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal) b. Contoh petugas kesehatan memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan. Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut : . Tahap Pengkajian Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari. atau selalu minum air yang sudah dimasak. pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya (dana. terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi : 1. c.Prom kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. faktor pemudah dan faktor penguat. diperlukan. Lokakarya PHBS f. dll. bentuk kegiatanya yaitu : a. menganalisis dan merumuskan masalah perilaku yang berkaitan dengan PHBS. Promosi kesehatan adalah -proses memandirikan masyarakat agar dal memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan.

Benkut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota. Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masingmasing kecamatan Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 =X Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. waktu dan sumber daya yang ada. Analisis dan Pemetaan PHBS Berdasarkan hasil pendataan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi. Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rnunah tangaa secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan. Data tersebut dapat dipefoleh dari Puskesmas. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30 kluster. Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5 program prioritas yaitu KIA. gaya hidup. b. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di lapangan. maka jumlah sampel harus mencukupi. tahap kedua ditentukan rumah tangganya. Gizi. Berdasarkan hasil pemetaan. selanj utnya desa kedua dapat ditentukan dengan menambahkan interval. lintas sektor. tahap pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan /desa). Dan lain-lain. dan JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. masalah kebijakan. Perhitungan sampel sederhana yang direkomendasikan WHO yaitu : 30 x 7 = 210 rumah tangga (30 kluster dan 7 rumah tangga per kluster). Kesehatan lingkungan. Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi. dengan mengundi nomor unit desa. c. Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah : Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan. Untuk menbaukur masalah PHBS di tatanan rumah tangga. Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. swasta khususnya . sehat III dan sehat IV.a. administrasi. organisasi. masalah pelaksanaan dan sumber daya penyuluhan. Selanjutnya dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai PHBS sehat I. data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga. Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau desa. Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan klasifikasi PHBS. diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah. hal ini disebabkan karena keterbatasan dana. Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan nunah tangga adalah dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir). Diharapkan masyarakat yang bersangkutan. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut. sehat II. LSM peduli kesehatan. faktor penyebab perilaku.

Diskusi Kelompok Terarah (DKT). Wawancara Perorangan Mendalam (WPM). tujuannya untuk mengungkapkan infonnasi yang lebih mendalam tentang masalah perilaku PHBS. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut : a.Pemda kabupaten / kota dan TP PKK mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS. Ada dua metoda untuk melakukan pengkajian PHBS secara kualitatif. melalui serangkaian tanyajavvab (dialog) yang bersifat terbuka dan mendalam. kepercayaan. maka dihasilkan Pemetaan PHBS. selanjutnya dilakukan pengkajian kualitatif Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kebiasaan. norma. Pengkajian sumber daya (dana. tenaga dan sarana) Pengkajian sumber daya dilakukan mark mendukung pelaksanaan . dan ditentukan alternatif intervensi penyuluhan. b. Dalam WPM : Pewawancara adalah seorang yang terampil dalam menggali informasi secara mendalam tentang perasaan dan pikiran tentang masalah tertentu. Sumber informasi kunci adalah peserta wawancara yang dianggap mampu dan dipandang menguasai informasi tentang masalah tertentu. 2. Dalam DKT : Diperlukan seorang pemandu yang terampil mendorong orang untuk saling bicara dan memperoleh pemahaman tentang perasaan dan pikiran peserta yang hadir terhadap masalah tertentu. Caranya dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini : Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah ? Mengapa terjadi demikian ? Bagaimana penanggulangannya ? Apa-rencana tindakannya ? Berapa sumber dana yang tersedia ? Siapa yang mengerjakan ? Berapa lama mengerjakannya ? Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ? Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS. ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan. DISKUSI KELOMPOK TERARAH (DKT) Adalah diskusi informal bersama 6 s/d 10 orang. pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang dapat mendukung PHBS. Pengkajian PHBS secara kualitatif Setelah ditentukan prioritas masalah perilaku. Melibatkan dan memberikan kebebasan peserta untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya. WAWANCARA PERORANGAN MENDALAM (WPM) Adalah wawanncara antara pewancara yang trampil dengan perorangan selaku sumber informasi kunci. Tanya jawab dilakukan secara terbuka dan mendalam 3. budaya perilaku masyarakat yang tidak terungkap dalam kajian kuantitatif PHBS. yang meliputi antara lain pesan dan media yang akan dikembangkan. Memperoleh informasi tentang nilai-nilai kepercayaan dan perilaku seseorang yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara biasa. metode apa saja yang digunakan. d. sikap. Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah. Menentukan Prioritas Masalah Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. yaitu: a. b.

organisasi kemasyarakatan. Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah tangga yang merokok. limas sektor. namun untuk menentukan kegiatan apa yang lebih besar daya ungkitnya ditentukan dari hasil pengkajian. Tujuan Umum : Menurunkan prosentase keluarga yang tidak merokok selama satu tahun. Penjajagan jenis media dan sarana yang dibutuhkan dalam jumlah dan sumbernya. pengadaan media dan sarana. dari 40% menjadi 20%. LSM. c. b. Tahap Perencanaan. Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan tujuan. kegiatan mempersiapkan kerjasama lintas pro Gram. kemudian dipilih intervensi mana yang bisa dilakukan. Penentuan tatanan yang akan diintervensi . . Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatifditemukan masalah merokok pada tatanan rumah tangga. satu unit pasar untuk tatanan tempat umum. Wilayah garapan. maka dapat ditentukan masalah perilaku kesehatan masyarakat di tiap tatanan dan wilayah. yaitu menentukan tatanan yang akan digarap. swasta dll. dan strategi komunikasi PHBS Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut: 1. Kajian tenaga pelaksana PHBS. yaitu mengembangkan PHBS pada tiap tatanan. yaitu : Advokasi. dunia usaha. Bina Suasana. Misalnya. Caranya adalah dengan mengembangkan berbagai alternatif intervensi. Kemudian secara bertahap dikembangkan ke tatanan lain Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. yaitu mengutamakan wilayah yang mempunyai PHBS hasil kajian rendah. Menentukan jenis kegiatan intervensi Setelah ditentukan tujuan. Rumusan rencana kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan operasionalisasi strategi PHBS. Gerakan masyarakat. . tetapi hanya satu jenis sasaran untuk tiap tatanan. Pada situasi ini kegiatan yang bernuansa bina suasana akan lebih banyak porsinya dibanding dengan kegiatan lainnya. maka ditentukan tujuannya. C. yaitu dengan memilih topik penyuluhan yang sesuai dengan urutan masalah PHBS. MenentukanTujuan Berdasarkan kegiatan pengkaj ian PHB S dapat ditentukan klasifikasi PHBS wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan. bentuk kegiatannya : a. ditentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah PHB S yang ditemukan. baik secara menyeluruh atau sebatas pada tatanan tertentu. satu unit industri rumah tangga untuk tatanan tempat kerja. selanjutnya ditentukan jenis kegiatan Intervensi yang akan dilakukan. Selanjutnya. Setelah dilakukan analisis data kualitatif melalui FGD ternyata penyebabnya adalah tidak adanya tempat sampah. berdasarkan masalah perilaku kesehatan dan hash pengkajian sumber daya PKM. Kegiatan ini secara komprehensif harus ada dalam perencanaan. satu unit tatanan sekolah. Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada : Prioritas masalah PHBS. Contoh. dengan dikaitkan pada ketersediaan sumber daya. kegiatan mempersiapkan dan menggerakkan sumber daya. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang membuang sampah sembarangan.program PHBS. kegiatan pendekatan pada para tokoh / pimpinan vNilavah. Penjajagan dana yang tersedia di lintas program dan lintas sektoral dalam jurnlah dan sumbernya. 2. secara kuantitas (jumlah) dan pelatihan yang pernah diikuti oleh lintas program maupun lintas sektor. mulai mempersiapkan petugas.

seperti adanya peraturan tertulis. yang peduli kesehatan. termasuk memberikan keteladanan. program atau peraturan yang berorientasi sehat. Tuiuannya agar para pengambil keputusan di tingkat keluarga/nunah tangga dapat meneladani dalam berperilaku sehat. sosialisasi. Tahap Perencanaan.Rancangan intervensi penyuluhan massa dan kelompok Penyuhrhan massa dilakukan dengan topik umum. dsb. yang secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di wilayahnya. Penyuluhan kelompok dilakukan untuk mengatasi masalah PHBS yang lokal sifatnya . dan lain-lain. kader.Rancangan intenvensi penyuluhan terpadu lintas program/sektor Pemetaan wilayah menghasilkan rumusan masalah PHBS antar wilayah. lintas sektor. dukungan dana. seperti petugas kesehatan. seperti : demonstrasi. strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan. pelatihan. Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya PHBS. baik sasaran primer. . kakek.Tujuannva adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksahakannva PHBS di lingkungan keluarga. nenek. pengayoman dan bimbingan kepada anggota keluarga dan lingkungan disekitarnya. komitmen. Disini petugas kesehatan berfungsi sebagai penggerak lintas prograpi dan lintas sektor. nenek. yaitu PHBS yang secara keseluruhan merupakan masalah di wilayah kerj a tersebut. ibu. Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran. pelatihan. Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi. semin studi banding. Caranya antara lain melalui penyuluhan kelompok. Air bersih dan KIA/KB . sehingga bisa dirancang " Paket Penyuluhan Terpadu " di vvilayah tersebut Misal : di desa A terdapat 3 masalah utama. yaitu JPKM. Langkah-langkah Pengembangan Dukungan Suasana : Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana. Simpulkan dan sepakati hasil advokasi. Kondisi seperti ini kegiatan gerakan masyarakat akan lebih banyak dilakukan dibanding kegiatan lainnya. Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan kebijakan. strategi ini ditujukan kepada kelompok sasar sekunder. para pembuat op dan media masa. Ditingkat petugas. sekunder atau tersier Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan. pejabat di tingkat kabupaten/kota. 1. orientasi. Lakukan advokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan metoda yang tepat. Langkah-langkah Advokasi Tentukan sasaran yang akan diadvokasi. dari hasil pengkaj ian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang tidak memeriksakan kehamilannya. Di tingkat petugas. maka dapat dilakukan penyuluhan terpadu yang berisi 3 hal tersebut. 2. Serangkaian altematif lain yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil pengkajian PHBS adalah : . Caranya antara lain melalui anjuran untuk selalu datang ke Posyandu mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat ibu hamil dan balita. lokakarya. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/suami/bapaL ibu. D. seperti Kepala Puskesmas.Contoh lain. Setelah dilakukari analisis kualitatif. lintas progra Lembaga Swadaya Masyarakat. diperoleh kesimpulan bahwa mereka tidak mengerti manfaat pemeriksaan kehamilan. Advokasi (Pendekatan pada para pengambil keputusan) Ditingkat keluarga/rumah tangga. memberikan dukungan. strategi ini ditujukan kepada para kepala keluarga/ bapak/suami. untuk selanjutnya bersama-sama melaksanakan penyuluhan diwilayah tersebut. kakek. Mengembangkan Dukungan Suaana Di tingkat keluarga/RT. kemudahan.

dll. 5. membuat gerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. sektor terkait pada ti tatanan dalam bentuk komitmen dan sumber daya.Mengupayakan dukungan pimpinan. maka yang perlu dilakukan dalam penggerak. pelatihan. Mengembangkan pesan dan media spesifik. Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya kesadaran maupun kemampuannya. E. pemuka masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut. 6. Penilaian dilaksanakan oleh pengelola PHBS lintas . Tujuannya meningkatkan motivasipetuq untuk membantu masyarakat untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan Caranva antara lain melalui penyuluhan kelompok. kelompok. Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan. maka perlu dilakukan pemantauan. tugasnya. 3. sehingga dapat berperilaku sehat Caranya dengan penyuluhan perorangan. sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk adanya komitmen. kepala din kesehatan. lokakarya. Membuat format pen] laian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama deng. Waktu pemantauan dapat dilakukan secara berkala atau pada pertemuan bulanan. Mengembangkan daerah kajian atau daerah binaan. Gerakan Masyarakat. Langkah-langkah kegiatan gerakan masyarakat 1. organisasi kemasyarakatan dan kelompok profesi. Di tingkat keluarga/Rt. I (Involvement) : keterlibatan para pelaksana dalam tugasnya. Hasil yang dicapai dalam tahap penggerakan pelaksanaan adalah adanya kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana. strategi ini ditujukan kepada anggota keluar seperti bapak. ibu yang mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingkungannya dengan cara menjadi kader posyandu. eksekutif). seminar. kelompok dan masyarakat Kegiatan pengembangan kemitraan dengan program dan sektot terkait serta dunia usaha. Untuk mengetahui program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil atau dampak seperti yang diharapkan. Mengembangkan metoda dan teknik dan media yang telah diuji coba dan disempurnakan. studi banding. lintas sektor. Pemantauan. dan dukungan sumber daya. 2. Melaksanakan uji coba media dll. Cara pemantauan dapat dilaksanakan dengan melakukan kunjungan lapangan ke tiap tatanan atau dengan melihat buku kegiatan/laporan kegiatan intervensi penyuluhan PHBS. Menganalisis dan mendisain metode dan teknik kegiatan pemberdaya seperti pelatihan. lomba. aktif di LSM peduli kesehatan dll. C (Commitment) : kesepakatan para pelaksana untuk melaksanakan. 3. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiat pembinaan. 2. Mengupayakan dukungan pimpinan. sarasehan dan lokakarya. Kegiatan pendekatan kepada pimpinan/pengambil keputusan Kegiatan pembinaan. topik bahasannya adalah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dikaitkan dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati bersama. program. Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. yaitu : A (Apreciation) : penghargaan kepada para pelaksana kegiatan. kelompok dan massa. Selanjutnya kendala-kendala yang muncul perlu dibahas dan dicari solusinya. Mengembanakan metoda dan teknik dan media yang telah diujicoba d disempurnakan. baik untuk petugas kesehatan. khususnya dalam : Penyuluhan perorangan. program. bimbingan dan supervisi. Melaksanakan pelatihan. Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan. Ditingkat petugas strateai ini ditujuk kepada sasaran primer. Tahap Pemantauan dan Penilaian 1. 4. lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait. pelaksanaan adalah menerapkan AIC. pengembangan media komunikasi untuk penyuluh individu. meliputi pimpinan puskesmas.

kemudian merencanakan intervensi berdasarkan data hasil evaluasi PHBS. Tunggal (indikator tunggal) yang isinya terdiri dari satu indikator. Contoh di Kabupaten Pariaman data perilaku tidak merokok tahun 2001 menunjukan 44. Adanya peningkatan program PHBS BAB III INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT (PHBS) A. Indikator output/outcome Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana hasil output suatu program . proses dan luaran kegiatan. 3.program dan lintas sektor. Dengan demikian indikator merupakan suatu alat ukur untuk menunjukkan suatu keadaan atau kecenderungan keadaan dari suatu hal yang menjadi pokok perhatian. 2. Misalnya jumlah tenaga terlatih PHBS media yang telah dikembangkan. dapat mengukur sesuatu yang sebenarnya dapat diukur oleh indikator tersebut. Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi kemacetan/hambatan 4. Jenis-jenis indikator Jenis indikator ada 3.6 % Cara melakukan penilaian melalui : Pengkajian ulang tentang PHBS Menganalisis data PHBS oleh kader/koordinator PHBS Melakukan analisis laporan rutin di Dinas Kesehatan kabupaten/kota (SP2TP) Observasi. Sifat indikator 1. tersedia jamban yang bersih. Apabila diuraikan sebagai berikut : Indikator Input Yaitu indikator yang berkaitan dengan penunjang pelaksanaan program dan turut menentukan keberhasilan program. Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana 2. yaitu melek huruf. kader dan keluarga. frekuensi dan cakupan penyuluhan. Misal : Indek Mutu Hidup (IMH) yang merupakan gabungan dari 3 indikator. Jamak (indikator komposit). Misal : Angka Kematian Bayi (AKB). Persyaratan Indikator Indikator harus memenuhi persyaratan antara lain : 1. walaupun dipakai oleh orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. wawancara mendalam. Seperti : tersedia air bersih. B. Angka Kematian Bayi (AKB) dan angka harapan hidup anak usia 1 tahun. 4. mengkaji penyebab masalah dan melakukan pemecahannya. digunakan dan dipeliharanya tempat sampah dan lain-lain. Spesifik.dll. Indikator Proses Yaitu indikator yang menggambarkan bagaimana proses kegiatan/program berjalan atau tidak. Sahih (solid). Waktu penilaian dapat dilakukan pada setiap tahun atau setiap dua tahun Caranya dengan membandingkan data dasar PHBS dibandingkan dengan data PHBS hasil evaluasi selanjutnya menilai kecenderungan masing-masing indikator apakah mengalami peningkatan atau penurunan. 2. Pengertian Indikator Indikator diperlukan untuk menilai apakah aktifitas pokok yang dijalankan telah sesuai dengan rencana dan menghasilkan dampak yang diharapkan. harus memberikan hasil yang sama. diskusi kelompok terarah kepada petugas. Hasil yang dicapai pada tahap pemantauan dan penilaian adalah : 1. Seperti: terpelihara tempat penampungan air. D. tersedia tempat sampah. Obyektif. yang merupakan gabungan dari beberapa indikator. dapat mengukur perubahan sekecil apapun.2% sedangkan tahun 2002 ada peningkatan sebesar 73. Sensitif. Penilaian PHBS meliputi masukan. tersedia alat pembersih jamban. dapat mengukur perubahan situasi dimaksud. C. yaitu indikator input. Adanya pembinaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan 3. indikator proses dan indikator output/outcome.

Alasan dipilihnya ke tiga indikator tersebut berdasarkan issue global dan regional (Mega Country Health Promotion Network. 3. Indikator tatanan rumah tangga : a. indikator ditetapkan berdasarkan area / w-ilayah 1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 3. Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan. Persentase penduduk tidak merokok. tetapi kadang-kadang hanya memberi petunjuk (indikasi) tentang keadaan keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan (proxy). 5. Penduduk tidak menggunakan napza. Pasangan usia subur (PUS ) memakai alat KB. Ada 16 indikator yang dapat digunakan uttuk rnengukur perilaku sehat sebagai berikut : 1. 7. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur. 11. di halaman dan di dalam ruangan dalam keadaan bersih dll. Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas. 2. Healthy Asean Life Styles). 9. Balita ditimbang. rasio. 3. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Mengacu pada pengertian perilaku sehat. Penduduk minum air bersih yang masak. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). 4. bagi usia produktif akan mengakibatkan produktifitas menurun. Penduduk mengaiuiakan jamban sehat. 14. Penduduk mencuci tangan pakai sabun. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala un mengukur hipertensi. Persentase penduduk melakukan aktifitas fisik/olah raga. 8. Demikian juga bila terjadi pada ibu hamil akan melahirkan bayi yang kurang sehat. angka/tingkat. Indikator Lokal Spesifik Yaitu indikator nasional ditambah indikator lokal spesifik masingmasing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. 10. lingkungan di lima tatanan. Penduduk sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas. 2. 12. tatanan tempat umum. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear. karena selain mengakibatkan penyakit seperti jantung. Yang perlu diingat suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara keseluruhan. yaitu tatanan rumah tangga. Indikator PHBS di tiap tatanan Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indik. tatanan Sekolah. Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan. 13 . Perilaku : 1. Penduduk wamta memeriksakan kesehatan secara berkala den. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah kesehatan yang ada didaerah. Imunisasi 4. Penimbangan balita . digunakannya jamban. tatanan terr kerja. 15. lbu hamil memeriksakan kehamilannya. Seperti : Digunakannya air bersih. seperti merokok telah menj adi issue global. Bayi di imunisasi lengkap. seperti jantung. dan lain-lain. c. bila terjadi pada usia balita akan menj adikan generasi yang lemah/generasi yang hilang dikemudian hari. kankerparu-paru juga disinyalir menjadi entry point untuk narkoba. paru-paru. 1. 6. Indikator Nasional Ditetapkan 3 indikator. Tidak merokok 2. E. 16. Ukuran-ukuran yang sering digunakan sebagai indikator adalah angka absolut. proporsi.Kurang aktifitas fisik dan olah raga mengakibatkan metabolisme tubuh terganggu. apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagal penyakit. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur. b.kegiatan telah berjalan atau tidak. yaitu: a. tatanan sarana kesehatan.

Ada air bersih 3 . Ada Asuransi Kesehatan b. Ada klinik 3. Indikator Tatanan Sekolah : a. Kebersihan pribadi 2. Ada air bersih 3 . Kepesertaan Askes/JPKM 7. Perilaku 1. Ada SPAL 5. TidakmenggunakanNAPZA b. Olah Raga teratur 4. Lingkungan 1. Bebas Napza 5. Lingkungan 1. Menggosok gigi sebelum tidur 9.5. Kepadatan 7. Ada tempat sampah 4. Ada tempat sampah 4. Ada tempat sampah 4. Olah raga teratur 4. Menggunakan alat pelindung 2. Ada taman sekolah 5. Ada jamban 2. Pencahavaan 7. Ada air bersih 3. Lingkungan : 1. Ada SPAL 5. Lingkungan I. Indikator tatanan tempat kerja : a. Ventilasi 6. Ada jamban 2. Lantai 2. Ada SPAL 5. Ada jamban 2. Ada jamban 2. Indikator tatanan tempat umum a. Ada air bersih 3. Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok 3 . Kebersihan 6. Perilaku . Perilaku 1. Gizi Keluarga/sarapan 6. Ada UKS 9. Kebersihan lingkungan b. Ada SPAL 5. Ada warung sehat 8. Ada kantin 9. Indikator tatanan sarana kesehatan a. Kebersihan jamban 2 . Perilaku 1. Olah Raga teratur b. Mencuci tangan pakai sabun 8. Kepadatan 7. Ada tempat sampah 4. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 8. Ventilasi 6. Ventilasi 6. Tidak merokok 3. Terbebas dari bahan berbahaya 10. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) 4.

Sampel data tersebut di ambil sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota saja. petunjuk dan perlindunganNya kepada kita semua dalam menjalankan tugas untuk membangun masyarakat Indonesia yang sehat rohani dan jasmani. 2. Daerah dapat mengembangkan sendiri untuk melaksanakan program PHBS pada tatanan lain sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tidak merokok 2. Ada tempat sampah 4. Ada SPAL 5. Ada IPAL (RS) 6. dan kreativitas yang tinggi untuk mempraktekkan program PHBS di lapangan. dll. Menggunakan laporan yang sudah ada. 4. kebijakan Pusat Promosi Kesehatan saat ini baru melaksanakan program PHBS di tatanan rumah tangga yang secara bertahap akan dikembangkan pada tatanan lain. 2. 3. Kebersihan lingkungan 3. Dengan demikian program PHBS dapat berjalan secara efektif dan efisien serta diperlukan adanya dukungan positif dari semua pihak. daerah dapat mengembangkan survai cepat PHBS dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat desa dengan metode sampel WHO yaitu 210 KK/kabupaten/kota. 5. . motivasi yang kuat. Selanjutnya para pengguna panduan ini diharapkan mempunyai pemahaman yang mendalam. Mengembangkan survai khusus. Ada air bersih 3. Ada j amban 2. Oleh karena itu dalam pelaksanaan di lapangan. semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang senantiasa memberikan kekuatan. Oleh karena itu. apabila ingin memperoleh data yang khusus seperti survai PBHS balk kuantitatif maupun kualitatif sesuai perilaku lainnya. Cara memperoleh data PHBS Ada beberapa indikator perilaku sehat yang dapat diperoleh dengan cara 1. Tempat cuci tangan 8. Selamat bekerja. Lingkungan 1. Menggunakan sumber data yang sudah tersedia seperti SUSENAS (Survai Sosial Ekonomi Nasional) SDKI (Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia) SAKERTI (Survai Kehidupan Rumah Tangga Indonesia) SURKESNAS (Survai Kesehatan Nasional) SEM (Studi Evaluasi Manfaat). 3. panduan ini dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan permasalahan dan keadaan daerah. Ventilasi 7.I. Selain itu. Panduan Manajemen PHBS menuju Kabupaten/Kota sehat disusun berdasarkan antara lain adanya perkembangan indikator dan cara pengambilan sampel. Amin. Ada pencegahan serangga F. BAB IV PENUTUP 1. Kebersihan kamar mandi b. sehingga tingkat akurasi dan penajaman permasalahan dapat diperoleh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->