Aliran energi Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Aliran energi

merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, ke konsumen primer (herbivora), ke konsumen tingkat tinggi (karnivora), sampai ke saproba[1], aliran energi juga dapat diartikan perpindahan energi dari satu tingkatan trofik ke tingkatan berikutnya. Pada proses perpindahan selalu terjadi pengurangan jumlah energi setiap melalui tingkat trofik makan-memakan. Energi dapat berubah menjadi bentuk lain, seperti energi kimia, energi mekanik, energi listrik, dan energi panas. Perubahan bentuk energi menjadi bentuk lain ini dinamakan transformasi energi.[2][3] Daftar isi

 

1 Produktivitas ekosistem o 1.1 Produktivitas primer o 1.2 Produktivitas sekunder & Efisiensi ekologi 2 Lihat pula 3 Referensi

[sunting] Produktivitas ekosistem Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya Matahari. Energi cahaya Matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen (organisme fotoautotropik) yang diubah menjadi energi kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia tersebut digunakan organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. [3] [sunting] Produktivitas primer Produktivitas primer adalah kecepatan organisme autotrof sebagai produsen mengubah energi cahaya Matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik. Hanya sebagian kecil energi cahaya yang dapat diserap oleh produsen. Produktivitas primer berbeda pada setiap ekosistem, yang terbesar ada pada ekosistem hutan hujan tropis dan ekosistem hutan bakau. Produktifitas primer dibagi menjadi dua yaitu produktivitas primer kotor (PPk) dan produktivitas primer bersih (PPB). [3]

Produktivitas primer kotor (PPk) adalah seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme fotoautotrof. Lebih kurang 20% dari PPK

Perbandingan produktivitas bersih antara trofik dengan trofik-trofik di atasnya dinamakan efisiensi ekologi. Interaksi dalam ekosistem didasari adanya hubungan saling membutuhkan antara sesama makhluk hidup dan adanya eksploitasi lingkungan abiotik untuk kebutuhan dasar hidup bagi makhluk hidup. sesungguhnya interaksi bagi makhluk hidup umumnya merupakan upaya mendapatkan energy bagi kelangsungan hidupnya yang meliputi pertumbuhan. reproduksi dan pergerakan. [3] [sunting] Produktivitas sekunder & Efisiensi ekologi Produktivitas sekunder (PS) adalah kecepatan organisme heterotrof mengubah energi kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di dalam tubuhnya. Biomassa organisme autotrof (produsen) diperkirakan mencapai 50%90% dari seluruh bahan organik hasil fotosintesis. [3]  Produktivitas primer bersih (PPB) adalah sisa energi produktifitas primer kotor yang baru disimpan. baik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya dan antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik (habitat). Produksi bagi ekosistem merupakan proses pemasukan dan penyimpanan energy dalam ekosistem. Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang dapat ditransfer sebagai biomassa dari trofik sebelumnya ke trofik berikutnya. tumbuh dan berkembang. Hal ini menunjukkan simpanan energi kimia yang dapat ditransfer ke trofik selanjutnya melalui hubungan makan dimakan dalam ekosistem. Sumber energy primer bagi ekosistem adalah cahaya matahari. Pemasukan energy dalam ekosistem yang dimaksud adalah pemindahan energy . Energi kimia dalam bahan organik yang berpindah dari produsen ke organisme heterotrof (konsumen primer) dipergunakan untuk aktivitas hidup dan hanya sebagian yang dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam tubuhnya sebagai produktivitas bersih. Jika dilihat dari aspek kebutuhannya. [3] Demikian juga perpindahan energi ke konsumen sekunder dan tersier akan selalu menjadi berkurang. LATAR BELAKANG Suatu ekosistem dapat terbentuk oleh adanya interaksi antara makhluk dan lingkungannya. [3] Produktivitas Primer dan Sekunder Lapangan Golf UPI Bandung PRODUKTIVITAS PRIMER DAN SEKUNDER BAB 1. PENDAHULUAN A.digunakan oleh organisme fotoautotrof untuk respirasi. pemeliharaan.

Jika produktivitas suatu ekosistem hanya berubah sedikit dalam jangka waktu yang lama maka hal itu menandakan kondisi lingkungan yang stabil. PELAKSANAAN KEGIATAN Hari. METODE KERJA A. terjadinya perbedaan produktivitas pada berbagai ekosistem dalam biosfer disebabkan oleh adanya faktor pembatas dalam setiap ekosistem.00-Selesai Tempat : Laboratorium Ekologi FPMIPA UPI B. RUMUSAN MASALAH Adapun permasalahan yang kami dapatkan dari kegiatan ini adalah : 1. Hal ini akan memberikan sisi positif terkait dengan ekosistem itu sendiri. Menurut Campbell (2002). Berapakah laju produktivitas primer rumput-rumputan di lapangan Golf UPI? 2.cahaya menjadi energy kimia oleh produsen. C. ALAT DAN BAHAN 1. Tali rafia ukuran1x1 m . TUJUAN 1. tetapi jika perubahan yang dramatis maka menunjukkan telah terjadi perubahan lingkungan yang nyata atau terjadi perubahan yang penting dalam interaksi di antara organisme penyusun eksosistem. Laju produksi makhluk hidup dalam ekosistem disebut sebagai produktivitas. 23 september 2010 Waktu : 13. Untuk mengetahui laju produktivitas produktivitas sekunder kelinci. Oleh karena itu. B. Sedangkan penyimpanan energy yang dimaksudkan adalah penggunaan energy oleh konsumen dan mikroorganisme. dibutuhkan suatu pengetahuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai produktivitas dan cara penghitungannya. Berapakah laju produktivitas sekunder kelinci percobaan? BAB II. Faktor yang paling penting dalam pembatasan produktivitas bergantung pada jenis ekosistem dan perubahan musim dalam lingkungan. Untuk mengetahui laju produktivitas primer rumput di lapangan Golf UPI 2. tanggal : Kamis. Menurut Jordan (1985) dalam Wiharto (2007).

. Produktivitas Primer permukaan tanah pemotongan kembali. Gunting 4. Menimbang berat kelinci setiap 3 hari sekali selama 2 minggu. Menurut Campbell (2002). Menimbang berat akhir kelinci Analisis data BAB III. Produktivitas Sekunder Menimbang berat awal kelinci Kelinci diberi makan setiap hari sebanyak 100 g kangkung. 2. Patok 3. Plastik sample 5. Produktivitas primer menunjukkan Jumlah energy cahaya yang diubah menjadi energy kimia oleh autotrof suatu ekosistem selama suatu periode waktu tertentu. TINJAUAN PUSTAKA Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen.2. Kangkung C. LANGKAH KERJA Adapun langkah kerja yang kami lakukan adalah : 1. Kertas koran 6.

Dalam sebuah ekosistem. Produktivitas primer menunjukkan laju di mana organisme-organisme mensintesis biomassa baru. karena organisme tersebut menggunakan sebagian molekul tersebut sebagai bahan bakar organic dalam respirasinya. GPP). Pada sebagian besar produsen primer. Dengan demikian. yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas. tapi lamanya musim tumbuh. NPP) sama dengan produktivitas primer kotor dikurangi energy yang digunakan oleh produsen untuk respirasi (Rs): NPP = GPP – Rs.. Meskipun sebuah hutan memiliki biomassa tanaman tegakan yang sangat besar. Produktivitas primer dapat dinyatakan dalam energy persatuan luas persatuan waktu (J/m /tahun). Adanya suhu yang tinggi dan konstan hampir sepanjang tahun dapat bermakna musim tumbuh bagi tumbuhan akan berlangsung lama. produktivitas primer suatu ekosistem hendaknya tidak dikelirukan dengan total biomassa dari autotrof fotosintetik yang terdapat pada suatu waktu tertentu. Tidak semua hasil produktivitas ini disimpan sebagai bahan organik pada tubuh organisme produsen atau pada tumbuhan yang sedang tumbuh. Namun pada hutan hujan tropis. 2 . 2002). Namun demikian. produktivitas primer bersih dapat mencapai 50% – 90% dari produktivitas primer kotor. Rasio NPP terhadap GPP umumnya lebih kecil bagi produsen besar dengan struktur nonfotosintetik yang rumit. Suhu Berdasarkan gradasi suhu rata-rata tahunan. suhu bukanlah menjadi faktor dominan yang menentukan produktivitas. atau sebagai biomassa (berat kering organik) vegetasi yang ditambahkan ke ekosistem persatuan luasan per satuan waktu (g/m2/tahun).Total produktivitas primer dikenal sebagai produktivitas primer kotor (gross primary productivity. seperti pohon yang mendukung sistem batang dan akar yang besar dan secara metabolik aktif. produktivitas primernya mungkin sesungguhnya kurang dari produktivitas primer beberapa padang rumput yang tidak mengakumulasi vegetasi (Campbell et al. Menurut Campbell et al (2002). yang disebut biomassa tanaman tegakan (standing crop biomass). maka produktivitas akan meningkat dari wilayah kutub ke ekuator. Produktivitas pada ekosistem dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: 1. produktivitas primer menunjukkan simpanan energy kimia yang tersedia bagi konsumen. Produktivitas primer bersih (net primary productivity.

Air merupakan bahan dasar dalam proses fotosintesis. curah hujan dan kelembaban Produktivitas pada ekosistem terrestrial berkorelasi dengan ketersediaan air. sehingga ketersediaan air merupakan faktor pembatas terhadap aktivitas fotosintetik. 3. Uap di atmosfer dapat mengalami kondensasi lalu jatuh sebagai air hujan. 2007). Laju pertumbuhan maksimum fitoplankton akan mengalami penurunan jika perairan berada pada kondisi ketersediaan cahaya yang rendah.Suhu secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada produktivitas. Sedangkan secara tidak langsung. Air. misalnya suhu berperan dalam membentuk stratifikasi kolom perairan yang akibatnya dapat mempengaruhi distribusi vertikal fitoplankton. Air memiliki siklus dalam ekosistem. oleh karena hanya dengan energy cahaya tumbuhan dan fitoplankton dapat menggerakkan mesin fotosintesis dalam tubuhnya. laju pertumbuhan fitoplankton sangat tergantung pada ketersediaan cahaya dalam perairan. Secara langsung suhu berperan dalam mengontrol reaksi enzimatik dalam proses fotosintetis. Pada ekosistem terrestrial seperti hutan hujan tropis memilik produktivitas primer yang paling tinggi karena wilayah hutan hujan tropis menerima lebih banyak sinar matahari tahunan yang tersedia bagi fotosintesis dibanding dengan iklim sedang (Wiharto. Cahaya Cahaya merupakan sumber energy primer bagi ekosistem. Secara kimiwi air berperan sebagai pelarut universal. dan air di atmosfer dalam bentuk uap. Keberadaan air dalam ekosistem dalam bentuk air tanah. Cahaya memiliki peran yang sangat vital dalam produktivitas primer. keberadaan air memungkinkan membawa serta nutrient yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Interaksi antara suhu dan air hujan yang . air sungai/perairan. sehingga tingginya suhu dapat meningkatkan laju maksimum fotosintesis. 2. Hal ini berarti bahwa wilayah yang menerima lebih banyak dan lebih lama penyinaran cahaya matahari tahunan akan memiliki kesempatan berfotosintesis yang lebih panjang sehingga mendukung peningkatan produktivitas primer. Sedangkan pada eksosistem perairan.

Nutrien Tumbuhan membutuhkan berbagai ragam nutrient anorganik. Pada banyak ekosistem nitrogen dan fosfor merupakan nutrient pembatas utama. Pencucian adalah penyebab utama hilangnya zat hara dalam ekosistem. Selain itu. dan turun ke bumi bersama air hujan. proses lain yang sangat dipengaruhi proses ini adalah pelapukan tanah yang berlangsung cepat yang menyebabkan lepasnya unsure hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Produktivitas di laut umumnya terdapat paling besar diperairan dangkal dekat benua dan disepanjang terumbu karang. akan tetapi semuanya penting. Produktivitas dapat menurun bahkan berhenti jika suatu nutrient spesifik atau nutrient tunggal tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. tingginya kelembaban pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas mikroorganisme. Sehingga fitoplankton.banyak yang berlangsung sepanjang tahun menghasilkan kondisi kelembaban yang sangat ideal tumbuhan terutama pada hutan hujan tropis untuk meningkatkan produktivitas. air yang jatuh sebagai hujan akan menyebabkan tanah-tanah yang tidak tertutupi vegetasi rentan mengalami pencucian yang akan mengurangi kesuburan tanah. berada pada kondisi paling produktif ketika arus yang naik ke atas membawa nitrogen dan fosfor kepermukaan. Di tempat yang dalam di mana nutrient melimpah. Pada beberapa ekosistem terrestrial. Tanah Potensi ketersedian hidrogen yang tinggi pada tanah-tanah tropis disebabkan oleh diproduksinya asam organik secara kontinu melalui respirasi yang dilangsungkan oleh . Produktivitas primer persatuan luas laut terbuka relative rendah karena nutrient anorganic khusunya nitrogen dan fosfor terbatas ketersediaannya dipermukaan. di mana cahaya dan nutrient melimpah. Nutrient spesifik yang demikian disebut nutrient pembatas (limiting nutrient). 5. beberapa bukti juga menyatakan bahwa CO2 kadangkadang membatasi produktivitas. Namun demikian. 4. Menurut Jordan (1995) dalam Wiharto (2007). nutrient organic merupakan faktor pembatas yang penting bagi produktivitas. beberapa dalam jumlah yang relatif besar dan yang lainnya dalam jumlah sedikit. namun cahaya tidak mencukupi untuk fotosintesis. Terjadinya petir dan badai selama hujan menyebabkan banyaknya nitrogen yang terfiksasi di udara.

akan bereaksi dengan liat silikat dan membebaskan aluminium. maka karbon dioksida (CO2) dari respirasi tanah beserta air (H2O) akan membentuk asam karbonat (H2CO3 ) yang kemudian akan mengalami disosiasi menjadi bikarbonat (HCO3-) dan sebuah ion hidrogen bermuatan positif (H+). menurut McNaughton dan Wolf (1998) bahwa akibat yang ditimbulkan oleh herbivore pada produktivitas primer sangat sedikit sekali diketahui. dan hasil reaksi ini dapat tercuci ke bawah melalui profil tanah (Wiharto. Selain itu. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN . maka alminiumlah yang lebih dominan berasosiasi dengan tanah asam di daerah ini. BAB IV. 2007). Sulfat juga dapat menjadi sumber pembentuk asam di tanah. 1985 dalam Wiharto. Herbivora Menurut Barbour at al. 6. kemudian bikarbonat bereaksi dengan kation yang dilepaskan oleh koloid. Jordan (1985) dalam Wiharto (2007) menyatakan. (1987) dalam Wiharto (2007). Namun demikian. Jika tanah dalam keadaan basah. Asam organik juga dapat dilepaskan dari aktivitas penguraian serasah (Jordan. Bahkan hubunga antar herbivore dan produktivitas primer bersih kemungkinan bersifat kompleks. juga melalui aktivitas organisme mikro yang melepaskan senyawa gas sulfur. Persentase ini bervariasi menurut tipe ekosistem darat. Sulfat ini dapat masuk ke ekosistem melalui hujan maupun jatuhan kering.mikroorganisme tanah dan akar (respirasi tanah). sekitar 10 % dari produktivitas vegetasi darat dunia dikonsumsi oleh herbivora biofag. Ion hidrogen selanjutnya dapat menggantikan kation hara yang ada pada koloid tanah. banyak pohon mengembangkan alat pelindung terhadap herbivora melalui produksi bahan kimia tertentu yang jika dikonsumsi oleh herbivora memberi efek yang kurang baik bagi herbivora. Karena aluminium merupakan unsur yang terdapat dimana-mana di daerah hutan hujan tropis. 2007 ). bahwa walaupun defoliasi pada individu pohon secara menyeluruh sering sekali terjadi. Hidrogen yang dibebaskan ke tanah sebagai hasil aktivitas biologi. hal ini disebabkan oleh tingginya keanekaragaman di daerah hutan hujan tropis. di mana konsumsi sering menstimulasi produktivitas tumbuhan sehingga meningkat mencapai tingkat tertentu yang kemudian dapat menurun jika intensitasnya optimum.

3 2. Tabel1.6 7.74 2.5 105.25 1.63 Berdasarkan hasil pengamatan data kelas. Hasil pengamatan produktivitas sekunder Hari ke0 3 Berat (g) 128 g 148. Tabel 3.64 9.6 1 10 2 20 Rata-rata - Cara penghitungan produktivitas primer dilakukan dengan membagi berat kering rumput dengan jumlah waktu pengamatan (hari).15 11.90 2. Oleh karena itu.905 Bruto (Berat Basah) 2.46 8.1 Produktivitas Bruto 11. Produktivitas primer kemudian terbagi menjadi 2 bagian lagi yaitu produktivitas primer kotor (bruto) dan bersih (netto).7 9.06 4.72 2. Hasil pengamatan data kelas produktivitas primer Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Netto (berat kering) 2. produktivitas primer bersih (netto) rata-rata pada lapangan golf adalah 2.3 1.5 g Berat Makanan 300 .30 1. penghitungan produktivitas dilakukan per plot. Hal ini menyebabkan produktivitas rumput pun dianggap sebagai data produktivitas rata-rata rumput. data berat rumput yang diambil di lapangan Golf UPI dengan plot yang berbeda-beda ternyata memiliki perbedaan berat yang cukup signifikan.9 2.32 1. Berdasarkan hasil pengamatan. Tabel 2. Hasil Pengamatan Produktivitas Primer No Hari Berat Kering 23 19 21 Berat Basah 116.95 12. Dalam hal ini.4 95.Produktivitas dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu produktivitas primer dan produktivitas sekunder. hanya menghitung beberapa data saja yaitu data masing-masing kelompok.1 gr/hari/m2.95 Produktivitas Netto 2. Hasil pengamatan berat kering rumput dilakukan 2 kali pengulangan sehingga yang diambil adalah data rata-rata.29 1.55 10.7 3 8.82 4.

. maka produktivitas sekunder rata-rata kelinci adalah 4.(pdf_file). Selisih berat tubuh kelinci didapatkan dari berat akhir kelinci pada saat akhir pengamatan dikurangi dengan berat awal sebelum perlakuan.1 gr/hari/m2. Penerbit Erlangga. Cara perhitungan produktivitas sekunder adalah dengan mengetahui pertambahan massa tubuh (selisih berat tubuh) kelinci yang kemudian dibagi dengan jumlah hari pengamatan. J.2 gr/hari Berdasarkan data hasil pengamatan tersebut. Edisi kelima Jilid 3. Selisih berat tubuh kelinci = 169-128 = 41 Produktivitas rata-rata = selisih berat/hari = 41 gr/9 hari = 4. Campbell. kesimpulan data adalah : 1. yaitu kelinci menjadi biomassa barunya sendiri. N.56 gr/hari Makanan yang dikonsumsi/hari= jumlah makanan/hari = 1000 gr/9 hari = 111. 2002.56 gr/hari. G. DAFTAR PUSTAKA Anonim. BAB V. Jakarta. Biologi (terjemahan).6 9 12 159. Laju produktivitas sekunder rata-rata kelinci adalah 4. Sedangkan makanan yang dikonsumsi adalah 111.56 gr/hari. A. Laju produktivitas primer bersih (netto) rata-rata pada lapangan golf adalah 2. .2 gr/hari.5 g 169 g Mati 400 300 - Produktivitas sekunder pada kelinci merupakan laju pertumbuhan energi kimia pada makanan yang dimakan oleh konsumen ekosistem. Mitchell. B. L. Produktivitas Primer_Tinjauan Pustaka. Reece. KESIMPULAN Berdasarkan data hasil pengamatan. 2. 2007.

. Gadjah Mada University Press.ac.Berat (g) Berat Makanan 0 128 g -3 148. Pertumbuhan. kesimpulan data adalah : 1. S. Hasil pengamatan produktivitas sekunderHari ke. Produktivitas dan Biomassa. Sedangkan makanan yang dikonsumsi adalah 111. maka produktivitas sekunder rata-rata kelinciadalah 4. Fungsi dan Peranan. Selisih berat tubuh kelinci didapatkan dari b erat akhir kelinci pada saat akhir pengamatan dikurangi dengan berat awal sebelum perlakuan. 2009.56 gr/hariMakanan yang dikonsumsi/hari= jumlah makanan/hari= 1000 gr/9 hari = 111.5 g 4009 169 g 30012 Mati -Produktivitas sekunder pada kelinci merupakan laju pertumbuhan energi kimia pada makanan yang dimakan oleh konsumen ekosistem. yaitu kelinci menjadi biomassa barunyasendiri. Laju produktivitas primer bersih (netto) rata -rata pada lapangan golf a d a l a h 2 . 1998. L. KESIMPULAN Berdasarkan data hasil pengamatan. Mcnaughton.2 gr/hariBerdasarkan data hasil pengamatan tersebut.ipb.J.5 g 3006 159.1 2 8 = 4 1 Produktivitas rata-rata = selisih berat/hari= 41 gr/9 hari= 4.56 gr/hari. Yogyakarta.S e l i s i h b e r a t t u b u h k e l i n c i = 1 6 9 ..Dedi. Edisi kedua. 1 gr/hari/m2. Cara perhitungan produktivitas sekunder adalah dengan mengetahui pertambahan m a s s a t u b u h ( s e l i s i h b e r a t tubuh) kelinci yang kemudian dibagi dengan jumlah h a r i pengamatan. S. Diposkan oleh Nunung Haerani di 08:03 Tabel 3.id/Dedi_s download tanggal 20 Desember 2010. Ekologi Umum (terjemahan). BAB V.2 gr/hari. Dari http://web. L. Wolf.

Mcnaughton. Gadjah MadaUniversity Press. S. N. Edisi kelima Jilid3. Biologi (terjemahan) . . 2007. Mitchell.D e d i .ac. D a r i http://web.. Produktivitas dan Biomassa. Ekologi Umum (terjemahan). A. B. DAFTAR PUSTAKA Anonim.56 gr/hari.J. Edisi kedua.id/Dedi_sdownload tanggal 20 Desember 2010. Campbell. Yogyakarta. S . L. Reece. Jakarta. Fungsi dan Peranan . Produktivitas Primer_Tinjauan Pustaka . L. (pdf_file). G. J.ipb. L. 1998. Pertumbuhan. Wolf.. Laju produktivitas sekunder rata-rata kelinci adalah 4. Penerbit Erlangga.2. 2 0 0 9 . 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful