Desain Strategi Pembelajaran

Desain Strategi Pembelajaran

Tulisan ini merupakan hasil diskusi bersama di kelas, yang telah dipersentasikan oleh Zahrotul Afiyah, Muhammad Mahmud, Dwi Karuniawati dan Amiruddin Tholib. Adapun hasil resumenya sebagai berikut. Strategi Pembelajaran Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah,digariskan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkahlangkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. Jenis-jenis strategi pembelajaran Pengembangan pengalaman belajarakan akan sangat ditentukan oleh pengemasan materi pelajaran. Pengamasan materi secara individual, seperti pengamasan dalam bentuk pengajaran terpogram dan pengemsan dalam bentuk modul, maka pengalaman belajara harus didesain secara indivua jugal, artinya pengalaman belajar yang dapat dilakukan oleh siswa secara mandiri. Demikian juga halnya, kalau pengemasan materi pelajaran dilakukan untuk kebutuhan kelompok sehingga materi pengajaran tidak memungkinkan dapat dipelajari sendiri, maka pengalaman belajar harus didesain untuk pengajaran kelompok atau klasikal yang memerlukan bimbingan guru. Mengorganisasi pengalaman belajar meliputi 4 hl pokok yaitu; 1. Pengidentifikasian dan penetapan spesifikasi dan kualifikasi hasil yang harus dicapai dan menjadi sasaran setiap usaha pembelajaran. 2. Pertimbangan dan pemilihan strategi pembelajaran yang ampuh untuk mencapai sasaran. Masalah ini berkaitan dengan penetapan metode dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan jenis materi pembelajaran.

Oleh karena ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur maka. Masalah ini berkaitan dengan penetapan alat evaluasi untuk mengumpulkan informasi tentang kebrehasilan siswa mencapai tujuan dan kompetensi pembelajaran. akan sangat tergantung pada pengemasan bahan dan strategi pembelajaran yang digunakan. 3) Korelasi . Pertimbangan dan penetapan tolak ukur dan ukuran baku yang akan digunakan untuk menilai keberhasilan usaha yang dilakukan. Macam-macam strategi pembelajaran a) Strategi Pembelajaran Ekspositori Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajarn secara optimal. Pertimbangan dan penetapan langkah-langkah yang ditempuh sejak awal sampai akhir. Tujuan yanh ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah: • • • • Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif. menjaga kontak mata dengan siswa. 4. Oleh sebab itu. Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka. Yang harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agara materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. sering juga dinamakan istilah strategi. Roy Killen (1998). dan penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu agar kelas tetap hidup dan segar. Masalah ini berkaitan dengan penetapan prosedur dan kegiatan yang harus dilakukan baik oleh guru atau siswa. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini diantaranya adalah penggunaan bahasa. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademis siswa. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan diantaranya adalah. Metode pembelajaran yang sering digunakan untuk mengaplikasikan strtegi ini adalah metode kuliah atau ceramah.3. Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori. Menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung(direct instruction). 1) Persiapan Langkah ini berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Mmbangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar. Pencapaian sasaran atau tujuan yang ditentukan.yaitu. intonasi suara. Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa. 2) Penyajian Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan.

Berbeda denga tahapan preparation dalam strategi Pembelajaran Ekspositori ((SPE) sebagai langkah untuk mengkondisikan agar siswa siap menerima pelajaran. yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. 4) Menyimpulkan Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. di antaranya.guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Dengan demikian. pada langkah orientasi pada SPI. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. b) Strategi Pembelajaran Inkuiri Strategi pembelajaran inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Langkah korelasi dilakukan tiada lain untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran swatu paparan. siswa tidak merasa ragu lagi akan penjelasan guru. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi beuristic. • • Mengulang kembali initi-inti materi yang menjadi pokok-pokok persoalan. maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa. Tehnik yang biasa dilakukan pada langkah ini diantaranya. Menyimpulkan bisa dilakukan dengan beberapa cara. 1) Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. yang berasal dari bahasa yunani. Keberhasilan SPI sangat tergantung kepada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya . Memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang disajikan. Mengaplikasikan 5) Langkah aplikasi adalah langkah untuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. • • Membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan Memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajkan.

6) Merumuskan Kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya. Disamping itu. 2) Merumuskan Masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka teki. akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan. Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki sejak individu itu lahir. Sebagai jawaban sementara. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. Manakala individu dapat membuktikan tebakannya. Merumuskan kesimpulan merupakan puncak dalam proses pembelajaran. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. 5) Menguji Hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Ddalam strategi pembelajaran inkuiri. oleh karna banyaknya data yang . akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi inkuiri. Ini penting dalam pembelajaran inkuiri. 4) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. tugas dan peran guru daam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaanyang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Dikatakan teka teki alam merumuskan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka teki itu. Potensi berfikir itu dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ngira (perhipotesis) dari suatu permasalahan. karna melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya pengembangan mental melalui proses berpikir. tanpa kemampuan dan kemauan itu tidak mungkin proses pembelajaran akan berjalan dengan lancer. Dengan demikian teka-teki yang menjadi masalah dalam berinkuiri adalah teka-teki yang mengandung konsep yang jelas yang harus dicari dan ditemukan. kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi. hipotesis perlu diuji kebenarannya. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. oleh sebab itu. dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Sering terjadi.dalam memecahkan masalah. 3) Merumuskan Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. maka ia akan sampai pada posisi yang dapat mendorong untuk berpikir lebih lanjut.

Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. atnik. kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar (peer tu toring) dan saling mendukung. . kelompok heterogen memudahkan pengelolaan kelas karna dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi. Prosedur pembelajaran kooperatif pada perinsipnya terdiri atas 4 tahap. sehingga setiap indifidu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan kelompok. curah pendapat dan tanya jawab. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok. untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan. guru juga dapat menggunakan berbagai media pembelajaran agar proses penyampaian dapat lebih menarik siswa. agama. Selanjutnya lie. 1) Penjelasan materi Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Setiap kelompok akan memperoeh penghargaan (reward). jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. guru mendapatkan satu asisten untuk siap 3 orang melalui pembelajaran tim siswa didorong untuk melakukan tukar menukar (sharing) informasi dan pendapat. Pertama. Disamping itu. Setiap individu akan saling membantu. Pengelompokan dalam SPK bersifat hiterogen. Tujuan utama dalam tahap ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. 2 oarang dengan kemampuan sedang. setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif. kelompok ini meningkatkan relasi dan interaksi antar ras. Pada tahap ini. dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang (anita lie. yaitu. atau suku yang berbeda (Hiterogen). c) Strategi Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan system pengelompokan atau tim kecil. Dengan demikian. latar belakang agama. mereka akan memiiki motifasi untuk keberhasilan kelompok. menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karna itu. Pada tahap ini guru dapat menggunakan metode ceramah. bahkan kalau perlu guru dapat menggunakan demonstrasi. ras. 2005). artinya kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan setip anggotaya. Ke 2. dan gender. menjalankan beberapa alasan lebih disukainya pengelompokan heterogen. jenis kelamin. baik perbedaan gender. Trakhir.diperoleh. social sampai ekonomi dan etnik serta perbedaan kemampuan akademis. guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus dikuasai yang selanjutnya siswa akan memperdalam materi dalam pembelajaran kelompok (team). selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompokya masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya. dalam hal kemampuan akademis. yaitu antara 4-6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis. kelompok pembelajaran biasanya tediri dari 1 orang berkemampuan akademis tinggi. 2) Belajar dalam kelompok Setelah guru menjelaskan gambaran umum tentang pokok-pokok materi pelajaran.

dan tes kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Hla ini disebabkan nilai kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil kerja sama setiap anggota kelompok. 3) Penilaian Penilaian dalam SPK biasa dilakukan dengan tes atau kuis. Hasil akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. 4) Pengakuan Tim Pengakuan tim (team recog mition)adalah penetapan timyang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadia. Tes atau kuis baik dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Tes individual nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa. Pengakuan dan pemberian penghargaan tersebut.mendiskusikan permasalahan secara bersama. Nilai setiap kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya. diharapkan dapat memotifasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi mereka. membandingkan jawaban mereka dan mengoreksi hal-hal yang kurang tepat. Post a Comment .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful