P. 1
modul 2011 elektronika

modul 2011 elektronika

|Views: 492|Likes:
Published by Jusnadi Husain

More info:

Published by: Jusnadi Husain on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • Percobaan - 2 DIODA SEBAGAI PENGHANTAR
  • Percobaan - 3 DIODA SEBAGAI PENYEARAH
  • Percobaan - 4 TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR
  • Percobaan - 5 GERBANG DASAR LOGIKA
  • Percobaan - 6 ARITHMATIC CIRCUIT
  • Percobaan - 7 FLIP-FLOP
  • Percobaan - 8 REGISTER
  • Percobaan - 9 DECODER TO SEVENT SEGMENT
  • Percobaan - 10 COUNTER

Percobaan -1

I. TUJUAN

RANGKAIAN SETARA

Setelah mengikuti praktikum, mahasiswa diharapkan dapat menggunakan alat ukur untuk: 1. Membuktikan rumur dari teori superposisi, teori Thevenin dan teori Norton. 2. Mengukur kuat arus tiap-tiap cabang pada rangkaian. 3. Mengukur kuat arus beban dan tegangan beban pada rangkaian. II. ALAT DAN BAHAN 1. Power supply 2. Bread board 3. Resistor 4. AVOmeter 5. Kabel penghubung III. TEORI DASAR Pada setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber egangan/sumber arus dapat dihitung dengan cara : menjumlah aljabarkan tegangan/arus yang disebabkan tiap sumber independent/bebas bekerja sendiri, dengan semua sumber tegangan/arus independent/bebas lainnya diganti dengan tahanan dalamnya. Berdasarkan rangkaian pada gambar 1 yang terdiri atas dua sumber tegangan V1 dan V2, maka jumlah kuat arusnya merupakan penjumlahan kuat arus di saat V1 bekerja (gambar 1.2) dengan kuat arus di saat V2 bekerja (gambar 1.3) pada titik resistor yang sama.
1

1 unit 1 papan 3 buah 1 buah secukupnya

a. Teorema Superposisi

R1 I1
0

2

R2 I2

3

V1

I3

R3

V2

Gambar 1.1. Rangkaian Listrik dengan dua sumber tegangan V1 dan V2 Modul Praktikum Elektronika Page 1

Setelah rangkaian dibuat bekerja masing-masing dengan satu sumber secara bergantian, maka hal ini ditinjau dari dua kondisi :  Kondisi 1: V1 on, V2 hubung singkat/short circuit (off)
4

R1
5

R2 Ib
0

V1

Ia

Ic

R3

Gambar 1.2. Rangkaia listrik dengan V1 sebagai sumber tegangan dan V2 Hubung singkat (OFF)

Analisis arus dan teganganya : ܴ‫+ 1ܴ = ݐ‬ ଵ 
ோଶାோଷ ோଶ∗ோଷ

;

Kondisi 2: V2 on, V1 hubung singkat/short circuit (off)

‫ܫ‬ଵ = ‫= ܫ‬ ‫ݐ‬ ܽ

ோ௧ భ

௏ଵ

;

‫= ܫ‬ ܾ

ோଶାோଷ

ோଷ

∗‫; ܫ‬ ܽ
6

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ ܿ ܽ ܾ

R1
5

R2 Iy

Ix
0

Iz

R3

V2

Gambar 1.3. Rangkaian listrik dengan V2 sebagai sumber tegangan dan V1 Hubung singkat (OFF)

Analisis arus dan teganganya : ܴ‫+ 2ܴ = ݐ‬ ଶ
ோଵାோଷ ோଵ∗ோଷ

;

Sehingga superposisi arusnya : ‫ܫ− ܫ= ܫ‬ 1 ܽ ‫;ݔ‬

‫ܫ‬ଶ = ‫= ܫ‬ ‫ݐ‬ ‫ݕ‬

sehingga tegangannya menjadi : ܸܴଵ = ‫;1ܴ ∗ ܫ‬ 1

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ 2 ‫;ܾ ݕ‬

ோ௧ మ

௏ଶ

;

‫= ܫ‬ ‫ݔ‬

ܸܴଶ = ‫;2ܴ ∗ ܫ‬ 2

‫ܫ ܫ= ܫ‬ 3 ܿ+ ‫ݖ‬

ோଵାோଷ

ோଷ

∗‫; ܫ‬ ‫ݕ‬

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ ‫ݖ‬ ‫ݕ‬ ‫ݔ‬

ܸܴଷ = ‫3ܴ ∗ ܫ‬ 3

Modul Praktikum Elektronika

Page 2

b. Teorema Thevenin Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber tegangan yang dihubungkan dengan sebuah tahanan ekivelennya pada dua terminal yang diamati. Tujuan sebernnya dari teorema ini adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu membuat rangkaian pengganti yang berupa sumber tegangan yang dihubungkan seri dengan suatu resistansi ekivalennya. Menentukan resistansi pengganti (Rth) Cara memperoleh resistansi pengganti (Rth) adalah dengan mematikan atau menonaktifkan semua sumber bebas pada rangkaian linier (untuk sumber tegangan tahanan dalamnya=0 atau rangkaian short circuit dan untuk sumber arus tahanan dalamnya = ¥ atau rangkaian open circuit). Langkah-langkah penyelesaian dengan teorema Thevenin    Cari dan tentukan titik terminal a-b dimana parameter yang ditanyakan. Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut, open circuit kan pada terminal a-b kemudian hitung nilai tegangan dititik a-b tersebut (Vab-Vth). Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber tegangan bebas diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus bebas diganti dengan rangkaian open circuit)(Rab=Rth).  Gambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya, kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan.
1

R1 I

a 2 Vth

R2

3

V1

V2
0

b
Gambar 1.4. Rangkaian Listrik dengan Metode Thevenin

Modul Praktikum Elektronika

Page 3

‫=ܫ‬

Analisis arus dan tegangannya : ܸ‫= ݐ‬ ℎ
௏ଵି௏ଶ ோଵାோଶ ௏ଵି௏ଶ ோଵାோଶ

; bila V1 > V2, jika V2 > V1, maka V2 – V1, jika V1=V2, maka I = 0 Ampere. ; ܴ‫= ݐ‬ ℎ
ோଵାோଶ ோଵ∗ோଶ

;

Ket : umumnya VL diasumsikan = VR3

‫= ܫ‬ ‫ܮ‬

ோ௧ ௛ାோ௅

௏௧ ௛

;

ܸ‫;ܮܴ ∗ ܫ = ܮ‬ ‫ܮ‬

c. Teorema Norton Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber arus yang dihubungparalelkan dengan sebuah tahanan ekivalennya pada dua terminal yang diamati. Tujuan teorema Norton adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu dengan membuat rangkaian pengganti yang berupa sumber arus yang diparalel dengan suatu tahanan ekivalennya. Langkah-langkah penyelesaian dengan teorema Norton    Cari dan tentukan titik terminal a-b dimana parameter yang ditanyakan. Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut, short circuit kan pada terminal a-b kemudian hitung nilai arus dititik a-b tersebut (Iab=Isc=IN). Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber tegangan bebas diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus bebas diganti dengan rangkaian open circuit (Rab = RN = Rth).  Gambarkan kembali rangkaian pengganti Norton-nya, kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan.
1

R1 I1

3

a IN b

R2 I2
0

2

V1

V2

Gambar 1.5. Rangkaian Listrik dengan Metode Norton

Modul Praktikum Elektronika

Page 4

Off-kan Powersupply.IV. ܸ‫ܮܴ ∗ ܫ = ܮ‬ ‫ܮ‬ 1. VR2 = mA. 4. VR3 = VL = mA. VTH = RL (IL dan VL) VL = Volt . I = mA = Ampere 5. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ோಿ ାோ௅ ோಿ ∗‫ܫ‬ ே . Volt . Lepas/hilangkan hambatan R3 (RL) dari rangkaian. I2. IL = mA = Ampere 6. ukur arus dan tegangan yang mengalir pada RL (IL dan VL) VL = 8. kemudian ukur I1. VR1 = I1 = Volt. Pasang kembali hambatan RL ke rangkaian. IN = mA = Ampere 7. ܴே = ோଵାோଶ ோଵ∗ோଶ . ON-kan Power Supply. Ukur I1. ukur tegangan Thevenin (tegangan keluaran terbuka pada sisi RL yang terlepas) dan arus pada R1 atau R2. I3 = IL = mA Volt 3. I2 = Volt. Susun rangkaian seperti gambar berikut: 1 R1 I1 0 2 R2 I2 3 V1 I3 R3 V2 2. dan catat hasil pengukurannya.I2 dan IL dengan Voltmeter. Pasang kembali hambatan RL ke rangkaian. ukur arus Nortonnya (arus hubung singkat pada sisi RL yang terhubungsingkat). dan I3/IL dengan Amperemeter. ukur arus dan tegangan yang mengalir pada Modul Praktikum Elektronika Page 5 . dan catat hasil pengukurannya. Hubung-singkatkan pada sisi hambatan RL dari rangkaian. IL = mA = Ampere Volt . ‫= ܫ+ ܫ= ܫ‬ 1 2 ே Analisis arus dan tegangannya : ௏ଵ ோଵ ௏ଶ ோଶ LANGKAH KERJA + .

bandingkan hasil perhitungan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 3. dan VL. Hitung V1. ANALISA DAN EVALUASI 1.V. 5. dan IL dengan menggunakan metode superposisi. V2. bandingkan hasil perhitungan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 4. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 6 . Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil pengukuran (praktek) dengan perhitungan (teori) ! VI. I2. bandingkan hasil perhitungkan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 2. Hitung IL dan VL dengan menggunakan teori Thevenin dan Norton. Gambarkan rangkaian setara (ekivalen) Thevenin dan Norton. Hitung arus I1.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 7 .

Mengetahui fungsi dari dioda 3. Bread board 3. dioda hanya mengijinkan arus listrik untuk mengalir ke satu arah saja dan menghalangi aliran aliran ke arah yang berlawanan. Power supply 2.2 I. Kabel penghubung 1 buah 1 unit secukupnya III. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Jika arah aliran arus pada rangkaian searah dengan arah dioda (dioda dibias forward) maka dioda berfungsi sebagai konduktor/penghantar. TEORI DASAR VCC VCC R1 1 D 2 R2 0 IL RL Gambar 2. Resistor 1 unit 1 papan 5 buah 4.1. Menganalisa dan menentukan kuat arus dan tegangan pada dioda II. TUJUAN DIODA SEBAGAI PENGHANTAR Setelah melakukan praktikum ini. komponen yang berperilaku seperti itu adalah dioda. Mengetahui prinsip kerja dari dioda 2. Dioda 5. Dengan membatasi arah pergerakan muatan listrik. Rangkaian dioda sebagai penghantar Dalam elektronika sering diperlukan alat yang hanya mengalirkan arus satu arah saja. ALAT DAN BAHAN 1. dan sebagai isolator pada arah yang berlawanan (dioda dibias Modul Praktikum Elektronika Page 8 . AVOmeter 6.Percobaan .

2-0. Ukur tegangan beban (VL) tanpa atau dengan dioda.3. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ோ௧ ௛ାோ௅ ோ௧ ௛ ∗‫ܫ‬ ܰ 1. Rangkain dioda dengan metode Norton (tanpa dioda). ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ (tanpa dioda) . VL (tanpa dioda) = VL (dengan dioda) = Modul Praktikum Elektronika Volt Volt Page 9 . di samping itu. dioda dianggap ideal jika VD = 0.3 volt.2. Susun rangkaian seperti gambar berikut: 1 R1 D 2 3 Vcc R2 0 IL RL 2. LANGKAH KERJA ‫= ܫ‬ ܰ ௏௖௖ ି଴. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ௏௧ ௛ି଴.଻ ோ௧ ௛ାோ௅ (dengan dioda) R1 IR2=0 0 D 3 Vcc R2 IN IV. ‫= ܫ‬ ܰ ௏௖௖ ோଵ Gambar 2.଻ ோଵ (dengan dioda).reverse). Rangkain dioda dengan metode Thevenin ோ௧ ௛ାோ௅ ௏௧ ௛ Vth ܸ‫= ݐ‬ ℎ Rangkaian dioda pada analisis Norton sebagai berikut : 1 ோଵାோଶ ோଶ ∗ ܸܿܿ. Rangkaian dioda pada analisis Thevenin sebagai berikut : 1 R1 D 3 Vcc 0 R2 Gambar 2. sedangkan dioda germanium sebesar 0.7 Volt. Tegangan konduk untuk dioda silikon (VD) sebesar 0.

Hitung tegangan beban (VL) dan arus beban (IL) pada rangkaian 1 setelah diganti nilai hambatannya dengan menggunakan teori Norton. Jelaskan prinsip kerja dioda pada suatu rangkaian! VI. dengan dioda dan tanpa menggunakan dioda! 4. Hitung tegangan beban (VL) dan arus beban (IL) pada rangkaian 1 dengan menggunakan teori Thevenin.3. ANALISA DAN EVALUASI 1. Gambarkan rangkaian ekivalen Thevenin dan Norton dari rangkaian di atas! 6. Gambarkan Rangkaian Ekivalen Thevenin dari rangkaian percobaan di atas! 2. Ukur arus yang mengalir pada RL (Arus IL) tanpa atau dengan dioda. IL (tanpa dioda) = Ampere Ampere IL (dengan dioda) = V. Bandingkan hasil yang diperoleh secara teori dan praktek untuk metode Thevenin dan Norton! 5. dengan dioda dan tanpa menggunakan dioda! 3. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 10 .

VIII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 11 .

Penyearah gelombang penuh Menggunakan 2 dioda seperti gambar berikut. Resistor 6. Kabel penghubung III. Power supply 2. TUJUAN DIODA SEBAGAI PENYEARAH Setelah melakukan praktikum ini. Secara garis besar penyearah dibagi atas 2 jenis yaitu : 1. Elco 2200µF 5. II. 2.Percobaan . Menganalisa rangkaian penyearah. Modul Praktikum Elektronika Page 12 . mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Dioda 4.3 I. ALAT DAN BAHAN 1. Merancang suatu penyearah. D1 3 1 T V 4 0 5 D2 2 0 C RL 0 - Menggunakan 4 dioda (lihat gambar penyearah gelombang penuh pada Langkah Kerja). Bread board 3. AVOmeter 7. Penyearah setengah gelombang 2. TEORI DASAR 1 unit 1 papan 4 buah 1 buah 1 buah 1 unit secukupnya Rangkaian penyearah berfungsi untuk mengubah arus/tegangan bolak-balik (AC) menjadi arus/tegangan searah (DC).

318 Vout (puncak) Idc fin Gelombang Penuh 2 dioda 0.636 Vout (puncak) 0.Penyearah setengah gelombang hanya menggunakan 1 buah dioda. LANGKAH KERJA 1. Tabel berikut menunjukkan perbedaan perhitungan parameter pada ketiga penyearah: Penyearah tanpa kapasitor Setengah Gelombang Puncak tegangan keluar Tegangan keluar dc Arus dioda dc Frekuensi riak V2 (puncak) 0. sedangkan pada penyearah gelombang penuh akan mengisi setiap setengah siklus.5 Idc 2 fin Penyearah dengan kapasitor (elco) Setengah Gelombang Tegangan keluar dc Arus dioda dc Frekuensi riak V2 (puncak) Idc fin IV.5 Idc 2 fin Gelombang penuh 4 dioda (jembatan) V2 (puncak) 0.636 Vout (puncak) 0. positif dan negatifnya sehingga penyearahannya lebih stabil. Setengah siklus positif dioda bekerja dan setengah siklus negatif dioda tidak bekerja.5 Idc 2 fin Gelombang penuh 4 dioda (jembatan) V2 (puncak) 0. Susun rangkaian seperti berikut : a. Penyearah setengah gelombang D 1 4 T V 2 0 3 C 0 RL 0 b.5 Idc 2 fin Gelombang Penuh 2 dioda 0. Penyearah gelombang penuh 4 dioda Modul Praktikum Elektronika Page 13 .5 V2 (puncak) 0.5 V2 (puncak) 0.

2. Ukur tegangan sekunder trafo 3.Lakukan semua instruksi dengan mengukur semua parameter yang diinstruksikan berikut untuk : 2. Catat hasilnya pada tabel berikut (perhatikan satuan penukuran): Instruksi Tegangan sekunder trafo (Vrms) (Vac) Tegangan DC tanpa elco (V) Kuat arus pada RL tanpa elco (mA) Tegangan DC dengan elco (V) Kuat arus pada RL dengan elco (mA) V. Bandingkan hasil analisa secara teori dengan hasil pengukuran 5. Hitung tegangan sekunder dalam Volt peak (V2 puncak). Hitung tegangan DC penyearah (tegangan keluaran dioda). Gambarkan bentuk gelombang sebelum dan setelah disearahkan tanpa elco dan dengan elco. Ukur tegangan DC penyearah tanpa kapasitor 4. Pasang kapasitor (elco) dan resistor (RL) pada rangkaian. 3. maka hitunglah parameter berikut : 1. 4. Gelombang Penuh 4 dioda Untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh 4 dioda untuk kondisi tanpa kapasitor dan dengan kapasitor. Hitung arus dan tegangan pada RL. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 14 . Setengah Gelombang P. VI. ANALISA DAN EVALUASI P. ukur tegangan output elco dan arus DC pada RL.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 15 .VII.

yaitu kondisi ON dan kondisi OFF. Modul Praktikum Elektronika Page 16 . Potensiometer 6. TUJUAN TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR Setelah mengikuti praktikum in. VCC 1 unit 1 papan 1 Chip 3 buah 5. VCE = 0 volt ௏௖௖ି௏಴ಶ ோ಴ ାோಶ ‫( ܫ‬௦௔௧) = ஼ . Saat saturasi (jenuh). Ic(sat)) b. Ic(sat))  (0. Resistor III. Jika arus basis bertambah besar.4 I. TEORI DASAR Saklar adalah suatu alat yang terdiri atas dua kondisi. Kabel Penghubung secukupnya VCC Transistor bisa memiliki sifat sebagai saklar dimana R1 1 3 RC ketika arus basis nol maka tidak ada arus kolektor. Saat cut off (putus). berarti transistor dalam keadaan OFF. Titik saturasi (VCE. arus kolektor bertambah besar maka kondisi tersebut merupakan kondisi saturasi (titik jenuh) pada transistor. AVOmeter 1 buah 1 buah 1 buah 8. Merancang suatu saklar transistor II. LED 7. Kondisi tersebut juga disebut sebagai kondisi cut off pada transistor dan merupakan saklar terbuka. Untuk analisis transistor sebagai saklar : 2 R2 0 RE a. mahasiswa diharapkan akan dapat : 1. Menganalisa rangkaian saklar transistor 2. Sebaliknya kondisi ON merupakan suatu kondisi dimana arus bisa mengalir dengan bebas dengan kata lain tidak ada resistivitas dan besar tegangan pada saklar sama dengan nol.Percobaan . Bread board 3. Power supply 2. sehingga Ic = 0 Ampere. VCE = Vcc. Transistor BC 107 4. Kondisi OFF merupakan suatu kondisi dimana tidak ada arus yang mengalir. ALAT DAN BAHAN 1.

Ic)  (VCE. 4.7 volt. Titik kerja ܸ‫= ݐ‬ ℎ ܸா = ܸ‫ܸ − ݐ‬஻ா . pada saat mencapai maksimum catat penunjukan AVOmeter dan keadaan LED. Putar pelan-pelan Potensiometer berlawanan dengan arah jarum jam. Putar pelan-pelan potensiometer searah jarum jam. LANGKAH KERJA 1. 0) c. Ic) IV. ℎ Titik kerja (aktif) : (VCE.Titik cut off (VCE. Pasang AVOmeter untuk mengukur VCE dan IC. ܸ஼ா = ܸܿ− ܸா ܸܿ = ܸܿ ‫. ‫= ܫ= ܫ‬ ா ஼ ௏௧ ௛ି௏ಳಶ ோଵାோଶ . dimana VBE = 0.ܴܿ ܫ‬ ܿ− ܿ∗ VCC RC 1 R1 LED1 3 2 R2 50% 0 RE 2. 3. VCE = IC = Volt mA = Ampere LED dalam keadaan = 5. Pasang LED antara collector dan Rc. pada saat mencapai minimum catat penunjukan AVOmeter dan keadaan LED. VCE = IC = Volt mA = Ampere LED dalam keadaan = Modul Praktikum Elektronika Page 17 . Susun rangkaian seperti gambar berikut : VCC ோଵାோଶ ோଶ ∗ ܸܿܿ.

JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VIII. Hitung titik saturasi. 2. dan titik kerja (aktif) transistor sebagai saklar. titik cut off. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 18 . VI. Gambarkan grafik VCE terhadap IC untuk kondisi saturasi. dan kerja transistor sebagai saklar. ANALISA DAN EVALUASI 1. 3. cut off. Jelaskan prinsip kerja transistor sebagai saklar.V.

Power supply 2. Empat gerbang logika lain dapat dibuat dari gerbang-gerbang dasar ini. Semua sistem digital disusun dengan hanya menggunakan tiga gerbang logika dasar:gerbang AND. LANGKAH KERJA Rangkai IC. Modul Praktikum Elektronika Page 19 . IC 7486 9. sumber dc (Vcc).Percobaan . IC 7408 (AND) 5. TEORI DASAR Gerbang Logika merupakan dasar pembentuk sistem digital. Bread board 3. Susun rangkaian seperti pada gambar dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED 10.5 I. ALAT DAN BAHAN 1. GERBANG DASAR LOGIKA TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. Menganalisa prinsip kerja gerbang dasar logika. 2. 1. IV. gerbang NOR. gerbang eksklusif OR. IC 7404 (NOT) 4. yakni : gerbang NAND. gerbang OR dan gerbang NOT. gerbang eksklusif NOR. II. IC 7432 (OR) 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 1 chip 6. IC 7400 7. Membuat tabel kebenaran dari gerbang dasar logika. Gerbang Logika beroperasi dengan bilangan biner. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 1 chip secukupnya secukupnya III. karenanya disebut Gerbang Logika Biner. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. dan LED sesuai dengan pin atau nomor kakinya berdasarkan gambar berikut. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah High (berarti “1” atau +5V”) atau low (berarti “0V”). IC 7402 8.

A 0 1 0 1 O/P Susun rangkaian seperti pada gambar. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. Susun rangkaian seperti pada gambar.LED1 U9A 2 0 7408J Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 2. Modul Praktikum Elektronika Page 20 . LED2 0 U10A 7432N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 3. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran.

berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED4 U12A 0 7400N Tabel kebenaran logika : B A O/P 0 0 0 1 1 0 1 1 5.U11A LED3 0 7404N Tabel kebenaran logika : A 0 1 4. O/P Susun rangkaian seperti pada gambar. LED5 U13A 0 7402N Modul Praktikum Elektronika Page 21 . berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. Susun rangkaian seperti pada gambar.

Susun rangkaian seperti pada gambar. Susun rangkaian seperti pada gambar.Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 6. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED7 U15A 3 U16A 0 7486N 7404N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P Modul Praktikum Elektronika Page 22 . berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED6 U14A 0 7486N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 7.

Jelaskan prinsip kerja gerbang : a.V. ത ത ‫̅ܥܤܣ + ̅ܥ ܤ̅ܣ + ̅ܥܤ̅ܣ + ܥܤܣ + ̅ܥ ܤܣ = ܨ‬ VI. NOT gate d. Sederhanakan persamaan berikut serta gambar rangkaian setelah disederhanakan dan buat tabel kebenarannya. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 23 . OR gate c. X-NOR gate 2. NAND gate e. X-OR gate g. NOR gate f. ANALISA DAN EVALUASI 1. AND gate b.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 24 .VII.

Kabel penghubung 1 chip 1 chip 2 buah secukupnya III. Power supply 2. mengalihkan dan membagi. kita dapat dengan mudah mengurangkan. Menganalisa prinsip kerja rangkaian penghitung II. IC 7486 6. Bagaimana cara kita melakukan penjumlahan dua bilangan biner. LED 8. IC 7404 7. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. mengurangkan. ARITHMATIC CIRCUIT TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. ALAT DAN BAHAN 1.6 I. Karena setiap bit hanya dapat mempunyai dua kemungkinan nilai. Sebuah kunci yang dibutuhkan dalam komputer kemampuan untuk melakukan fungsi logika untuk menjalankan operasi-operasi aritmetik. 0+0=0 0+1=1 1+0=1 1 + 1 = 10 Modul Praktikum Elektronika Page 25 . Bread board 3. Dasar dari penjumahan ini. IC 7432 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 5. 0 atau 1. TEORI DASAR Rangkaian aritmetik merupakan rangkaian logika kombinasi yang dapat menambahkan. Mulai dari penjumlahan dua bit bilangan biner. IC 7408 4. atau bahkan perkalian dan pembagian.Percobaan . Dalam percobaan ini akan dipraktekkan Half Adder dan Full Adder yang menjadi dasar dari semua rangkaian dengan fungsi tersebut. Merancang rangkaian penghitung 2. jika kita dapat menambahkan dua buah bilangan biner.

Di samping itu. Maka kita perlu melihat tabel kebenaran dari dua input dan dua output. sehingga memiliki 3 input. Rangkaian Half Adder memiliki sifat : 1. Dapat mengeluarkan pindahan (carry) untuk tempat bit berikutnya 3. LANGKAH KERJA 1. terdapat juga Half Subtractor dan Full Subtractor untuk operasi pengurangan. Penjumlahan yang lengkap (Full Adder) memerlukan input yang dapat dimasuki bit carry.Baris keempat menunjukkan bahwa kita mempunyai sum (∑) dan carry (C). IV. Amati dan catat level outputnya. Oleh karena itu rangkaian ini disebut Half Adder/penjumlahan tak lengkap. Tidak mempunyai input yang dapat dimasuki carry hasil penjumlahan yang terdahulu. Berikan pulsa input menurut tabel berikut. Rangkaian Full Adder ini dapat disusun dari 2 buah Half Adder dan gerbang OR. Dapat mengeluarkan penjumlahan 2 bit 2. Susunlah rangkaian Half Adder pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 2 U6A SUM 0 1 7486N U1A CARRY 0 7408J 2. Perlihatkanlah pada asisten! B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 SUM CARRY Modul Praktikum Elektronika Page 26 .

Susunlah rangkaian Half Subtractor pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 7404N 1 DIFFERENCE 0 7486N BORROW 0 7408J Modul Praktikum Elektronika Page 27 . Amati dan catat level outputnya. Perlihatkan pada asisten! C 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 SUM CARRY 5. Berikan pulsa input menurut tabel berikut. Susunlah rangkaian Full Adder pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 1 U6A U2A SUM 0 7486N 4 2 3 7486N U3A 6 C 7408J U1A 5 CARRY OUT U4A 0 7432N 7408J 4.3.

Perlihatkanlah pada asisten! B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 DIFFERENCE BORROW 7. Amati dan catat level outputnya. Berikan pulsa input menurut tabel berikut.6. Amati dan catat level outputnya. Berikan pulsa input menurut tabel berikut. Susunlah rangkaian Full Subtractor pada bread board sesuai gambar di bawah: C A B 7404N DIFFERENCE OUT 0 7486N 7486N 7404N 4 7408J 3 7408J 2 U10A BORROW OUT 0 7432N 8. Perlihatkan pada asisten! C 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 DIFFERENCE OUT BORROW OUT Modul Praktikum Elektronika Page 28 .

V. 2. Jelaskan perbedaan prinsip kerja dari rangkaian half subtractor dan full subtractor berdasarkan input dan outputnya. ANALISA DAN EVALUASI 1. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. KESIMPUAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 29 . VI. Jelaskan perbedaan prinsip kerja dari rangkaian half adder dan full adder berdasarkan input dan outputnya.

IC 7402 (NOR) 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 5. Tidak seperti gerbang logika. Membedakan prinsip kerja dari Flip-Flop R-S dan Flip-Flop J-K III. Bread board 3. Output tersebut diberi label Q dan Q. TEORI DASAR Flip-Flop dapat dirangkai dari gerbang logika. Flip-Flop yang lain adalah Flip-Flop JK. Simbol logika tersebut memiliki dua input yang diberi label S (set) dan R (reset) di sebelah kiri. Flip-Flop RS dapat disusun dari gerbang logika NAND Gate. ALAT DAN BAHAN 1. juga dapat diperoleh dalam bentuk IC. LED 8. Membuat rangkaian Flip-Flop R-S dan Flip-Flop J-K 2. Simbol logika sebagai berikut: Modul Praktikum Elektronika Page 30 . maka Flip-Flop ini sering disebut RS Latch Flip-Flop. penghitungan dan pengurutan (secuencing). IC 7404 (NOT) 6. Flip-Flop memiliki dua output komplementer. pewaktu. Flip-Flop diinterkoneksikan untuk membentuk rangkaian logika sekuensial untuk penyimpanan. Karena fungsi Flip-Flop memegang data sementara. dan dalam kondisi normal kedua output selalu merupakan komlementer. IC 7400 (NAND) 4. FLIP-FLOP TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1.Percobaan . Output Q dianggap merupakan output normal.7 I. Simbol logika untuk Flip-Flop RS diperlihatkan pada gambar di bawah. Kebanyakan FlipFlop dasar merupakan Flip-Flop RS. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 2 buah secukupnya II. Flip-Flop RS pada simbil ini memiliki input aktif low/nol. Power supply 2. IC 7473 (FF J-K) 7.

dan input clock memindahkan data dari input ke output. Dua sifat unik dari flip-flop JK adalah: 1. Jika kedua data input pada keadaan “1”. IV. tidak akan terjadi perubahan pada output meskipun diberikan sinyal clock (output tetap). pada tiap pulsa clock data output akan berubah dari sebelumnya (komplemen dari data sebelumnya). 2. LANGKAH KERJA 1. Susun rangkaian pada bread board seperti gambar berikut : 2. Diperlukan keseluruhan pulsa (bukan sekedar transisi low ke high atau high ke low saja) untuk memindahkan data dari input ke 14 7476N output.2 ~1PR 4 1 16 1J 1CLK 1K ~1Q ~1CLR 3 1Q U1A 15 Input J dan K merupakan input data. Jika kedua data input pada keadaan “0”. Berikan pulsa inputnya menurut tabel berikut. Amati dan catat level outputnya R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 ࡽ ഥ ࡽ Modul Praktikum Elektronika Page 31 . kondisi tersebut kondisi “Togle”.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 32 . Tuliskan kelebihan JK Flip-Flop dibandingkan dengan RS Flip-Flop? VI. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. Apakah perbedaan antara JK Flip-Flop dengan RS Flip-Flop? 2. U6A 14 1 3 2 1J 1CLK 1K ~1CLR 1Q ~1Q 12 13 7473N 4. J 0 0 0 1 1 K 0 0 1 0 1 ܳ ത ܳ ANALISA DAN EVALUASI 1.3. Amati dan catat level outputnya. Clock 0 1 1 1 1 V. Berikan pulsa inputnya menurut tabel berikut. Buat rangkaian JK Flip-Flop dan susunlah pada bread board.

ALAT DAN BAHAN 1 unit 1 papan 2 chip 1 chip 5. LED 7. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. II. 2. Suatu register geser beban paralel membebani semua semua bit informasi dengan segera. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara. Register geser beban paralel juga memungkinkan terjadinya sirkulasi data dengan adanya umpan balik yang melintas dari output FF4 kembali masuk ke input FF1. IC 7474 (D-JK) 4. Dengan kata lain data akan berputar kembali melalui register tersebut.Percobaan . Modul Praktikum Elektronika Page 33 . Kelamahan register geser seri adalah bahwa untuk membebani register tersebut diperlukan banyak pulsa clock. Power supply 2. dan lintasan tersebut akan menyimpan data yang secara normal akan hilang keluar ke ujung kanan dari register tersebut. Merancang berbagai macam gambar register. Menjelaskan prinsip kerja register. IC 74LS164 1 chip 2 buah secukupnya III. Tampilan pada layr kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan.8 I. IC 74LS165 6. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. TEORI DASAR Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Bread board 3. Kabel penghubung 1. Garis ini merupakan garis perputaran kembali. Register geser ini terbangun dari flip-flop. REGISTER TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini.

LANGKAH KERJA 1.Berikut jenis IC TTL 74LS164 (Serial Input Pararel Output) dan IC TTL 74LS165 (Paralel Input Serial Output). Keluarkan data dari register dan catat prosesnya pada tabel berikut : Clock 0 1 2 3 4 QD QC QB QA Modul Praktikum Elektronika Page 34 . 4. 3. Perhatikan proses kerjanya inputnya dan isi tabel berikut: Clock DD DC DB DA 0 1 2 3 4 5. IV. Berikan power pada rangkaian. Rancang suatu register 4 bit jenis SIPO dengan menggunakan D Flip-Flop. Susun rangkaian pada bread board. kemudian simpan data 1101 pada register. 2.

Berikan tegangan sumber. 8. ANALISA DAN EVALUASI 1. Jelaskan prinsip kerja dari register SISO? 3. Jelaskan prinsip kerja dari register SIPO? 4. Jelaskan prinsip kerja dari register PIPO? Modul Praktikum Elektronika Page 35 . Perhatikan proses kerja inputnya dan isi tabel berikut : Clock 0 9. Jelaskan prinsip kerja dari register PISO? 5. 7. Tuliskan defenisi dari register? 2. DD DC DB DA Keluarkan data dari register dan catat prosesnya pada tabel berikut: Clock 0 1 2 3 4 QD QC QB QA V.6. Susun rangkaian pada bread board. Rancang register 4 bit jenis PISO dengan menggunakan D Flip-Flop. kemudian simpan dan keluarkan data 1001.

JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 36 .VI.

Percobaan . TEORI DASAR Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi masukan. ada 2n kemungkinan kombinasi dari input atu kode-kode. IC 74144 5. Jika sebuah decoder dengan jumlah input n=2 dan output m=4 (decoder 2 ke 4).9 I. Seven segmnet 1 chip 1 chip 3. Bread board 1 unit 1 papan 4. maka setiap n input dapat berisi logika 1 atau 0. 3. ALAT DAN BAHAN 1. Power supply 2. Kabel penghubung secukupnya III. Beberapa decoder didesain untuk menghasilkan keluaran low (logika “0”) pada keadaan aktif. Menjelaskan prinsip kerja dari decoder. Untuk setiap kombinasi input ini hanya satu dari m output yang akan aktif (berlogika 1). mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. sedangkan output yang lain adalah berlogika 0. Mendefenisikan mengenai decoder. DECODER TO SEVENT SEGMENT TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. Modul Praktikum Elektronika Page 37 . II. dengan kata lain decoder adalah komponen yang berfungsi untuk mengubah bilangan biner ke bilangan desimal. 4. IC 7447 atau 7448 1 chip 6. Memperagakan konversi BCB pada seven segment. 2. dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara keluaran yang lain adalah berlogika 1. Menghubungkan decoder dengan seven segment.

perlu diketahui kode pada tiap pin seven segment seperti gambar berikut : Rangkaian decoder to seven segment dipergunakan untuk mengubah sandi BCD 8421 ke dalam bilangan-bilangan decimal yang akan ditampilkan oleh seven segment. b. d. c.Seven segment adalah suatu peralatan elektronik yang mempunyai segmen sebanyak 7 buah dan pada setiap segmen tersebut terdapat satu buah LED yang digunakan untuk menampilkan angka-angka decimal yang telah diterjemahkan oleh decoder. Decoder ini mempunyai empat buah jalan masuk D C B A dan 7 buah jalan keluar yang diberi tanda a. Modul Praktikum Elektronika Page 38 . Sebelum menghubungkan seven segment dengan IC decoder. Berikut Seven Segment dan TTL 74144 Decoder BCD ke Desimal. LANGKAH KERJA 1. e. Pasang IC 7448 pada bread board kemudian hubungkan dengan sumber tegangan. f dan g. IV.

B. Jelaskan hubungan antara BCD dengan seven segment? 4.2. Amati dan catat peragaan seven segment. C dan D menurut tabel berikut. ANALISA DAN EVALUASI 1. Apa sebabnya BCD 1010 sampai dengan 1111 tidak dapat diperagakan dengan baik? Modul Praktikum Elektronika Page 39 . Berikan pulsa input A. Jelaskan prinsip kerja dari decoder? 3. Tuliskan defenisi dari decoder? 2. 3. Hubungkan pin-pin IC 7448 dengan pip-pin seven segment sesuai dengan kode hurufnya. D 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Nilai desimal Peragaan IV.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 40 . JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VI.V.

IC 7476 III. TUJUAN COUNTER Setelah melakukan praktikum ini. IC 7400 4. Merancang berbagai macam synchronous dan synchronous counter II. Menghitung ke atas atau ke bawah. Operasi asinkron atau sinkron. 2.10 I. Bergerak bebas atau berhenti sendiri. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 1 chip 4 sd secukupnya Counter merupakan rangkaian logika sekuensial. Counter digital memiliki karakteristik penting : 1. Bread board 3.Percobaan . LED 10. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. membagi frekuensi dan menyimpan data seperti dalam clock digital. TEORI DASAR 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 1 chip 6. Menjelaskan prinsip kerja synchronous dan asynchronous counter 2. 3. IC 7490 (JK-FF) 7. untuk menyusun counter digunakan flip-flop. IC 74161 8. Power supply 2. Sebagaimana dengan rangkaian sekuensial yang lain. ALAT DAN BAHAN 1. 4. Modul Praktikum Elektronika Page 41 . Hal ini dikarenakan counter membutuhkan karakteristik memori. Pewaktu (timer) memegang peranan penting dalam pengoperasian counter. IC 7411(AND-3in) 9. Penggunaan counter adalah : untuk menghitung banyaknya detak pulsa dalam waktu yang tersedia (pengukuran frekuensi). Jumlah hitungan maksimum (modulus counter). dan dalam pengurutan alamat serta dalam beberapa rangkaian aritmatika. IC 7408 5.

Karena semua input clock digabungkan menjadi satu. maka counter ini juga dikenal sebagai counter paralel. Maka counter akan menghitung mulai 000 hingga 1001 lagi. yang bahkan sudah menyertakan gerbang reset NAND seperti IC 7493 yang akan kita pakai dalam percobaan ini. Setiap flip-flop tidak dipacu bersamaan dengan satu pulsa clock. IV. maka hitungan berikut (10 – 1010) digunakan untuk menghasilkan pulsa reset. Counter jenis ini disebut decade counter (decade berarti sepuluh). kita dapat membuat sejumlah counter modulo yang lain. Susun rangkaian seperti gambar berikut : Modul Praktikum Elektronika Page 42 . Hal ini dilakukan dengan mengumpankan kedua logika 1 pada 1010 kedalam gerbang NAND yang akan mereset seluruh flip-flop kembali ke 0000 lagi. Counter ini dapat dibangun dari beberapa flip-flop individual. Karena modulus-10 menghitung hingga 9 (1001). counter sinkron banyak disediakan dalam bentuk IC. Counter jenis ini disebut counter sinkron. dengan tetap memperhatikan logika 1 sebagai “tanda” tercapainya batas perhitungan. Pada beberapa operasi kerja frekuensi tinggi diperlukan pemacuan serempak terhadap seluruh tahap counter secara bersamaan. Ripple Counter Modulo-10 Pencacahan sekuensial/berurutan dari counter modulo-10 adalah dari 0000 sampai 1001 (0 hingga 9 desimal). Counter Sinkron Ripple merupakan counter asinkron.Ripple Counter (Counter Asincron) Counter digital hanya akan menghitung dalam biner atau dalam kode biner dari 0000 sampai 1111 (0 sampai 15 desimal). Counter mod-10 memiliki 4 bit untuk dubutuhkan empat flip-flop yang dihubungkan seperti ripple counter dan ditambahkan gerbang NAND untuk menghapus (clear) semua flip-flop kembali ke keadaan nol segera sesudah hitungan ke-10. Modulus suatu counter adalah jumlah hitungan yang dilaluinya. namun juga diproduksi keempat flip-flop dalam satu paket IC. Karena kompleksitasnya yang cukup tinggi. Dengan menggunakan gerbang NAND. Suatu counter digital yang menghitung biner 0000 sampai 1111 disebut sebagai modulo (mod)-16 counter. LANGKAH KERJA 1.

Clock 0 1 2 3 4 Q4 Q3 Q2 Q1 Konversi ke decimal untuk counter langkah 1 Konversi ke decimal untuk counter langkah 4 Modul Praktikum Elektronika Page 43 . Q3. Berikan tegangan sumber pada rangkaian dan dihubungkan Q1. 4. 7. Berikan pulsa clock pada rangkaian kemudian amati dan catat datanya berdasarkan peragaan LED. Susun rangkaian seperti gambar seperti gambar berikut : X1 X2 X3 X4 Clock Logic 5 2 2V ~1PR 7 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 6 2 2V ~1PR 1 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 2 2V ~1PR 2 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 4 2 2V ~1PR 3 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U7A 74ALS11AN 5. Hubungkan Q1. Catat hasilnya pada tabel di langkah 7.Q2. 3. 6. Q3.X1 2V U1A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 5 X2 2V 3 X3 2V 6 X4 2V 7 2 U2A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U3A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U4A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 1 4 2. dan Q4 dengan LED. “Clock” lah berulang kali.Q2. dan Q4 dengan LED. Catat perubahan clock yang diikuti perubahan output setiap flip-flop pada tabel berikut untuk rangkaian pada lankah 1 dan langkah 4. Amati dan catat peragaan LED pada tabel.

Jenis counter apa gambar pada langkah 1 dan langkah 4? jelaskan prinsip kerjanya. VI. ANALISA DAN EVALUASI 1. Jelaskan perbedaan antara keduanya. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. 3.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 V. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 44 . Tuliskan prinsip kerja synchronous dan asynchronous counter? 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->