P. 1
Pestisida Nabati

Pestisida Nabati

|Views: 478|Likes:
Published by Ichan Pattimukay

More info:

Published by: Ichan Pattimukay on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI DALAM PERDAGANGAN GLOBAL Oleh Ir. Handry R. D. Amanupunyo.

, MP Pendahuluan Menjelang era perdagangan bebas semua negara terutama negara-negara berkembang ingin memasukkan produk pertaniaannya di pasar global khususnya di negara-negara maju yang konsumennya memiliki daya beli tinggi. Namun untuk memasuki pasar global banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh produsen pertanian dari negara-negara berkembang, dalam persaingan mereka dengan para produsen dari negara-negara berkembang lainnya dan produsen domestik dari negara-negara industri sendiri. Karena pasar global saat ini sudah dikuasai oeh konsumen hijau yaitu konsumen sadar lingkungan, maka persyaratan lingkungan sudah merupakan persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh suatu komoditi pertanian untuk dapat menembus pasar global. Salah satu persyaratan lingkungan adalah aras kandungan residu pestisida tertentu harus berada di bawah aras tertentu yang ditetapkan oleh negara importir yang bersangkutan. Bila ditemukan kandungan pestisida di suatu komoditi pertanian berada atas MRLs (Maximum Residue Limits) yang berlaku di suatu negara, komoditi tersebut tidak dapat memasuki pasar di negara tersebut. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, maka negara-negara yang ingin bersaing di pasar bebas harus mengusahakan agar dalam proses budidaya tanaman dan usaha tani menggunakan teknologi pengendalian hama yang tidak meninggalkan residu pestisida melebihi dari persyaratan yang ditetapkan. Salah satu alternatif teknologi pengendalian hama dan Penyakit tanaman adalah penggunaan pestisida nabati yang lebih bercirikan alami daripada ciri kimiawi. Dengan sifat-sifatnya yang mudah terurai, aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup, dapat diharapkan bahwa produk-produk pertanian yang diperlukan dengan pestisida nabati dapat diterima dan berdaya saing tinggi di pasar global. Namun perlu diingatkan di sini bahwa kandungan residu pestisida hanya merupakan salah satu persyaratan lingkungan, karena masih banyak persyaratan lingkungan lainnya yang harus dipenuhi oleh petani dari negara berkembang bila mereka memperoleh label lingkungan dan sukses memasuki pasar global. Makalah ini akan membahas mengenai label lingkungan, prospek pestisida nabati dalam memenuhi persyaratan label lingkungan, dan usaha-usaha yang harus dilakukan petani untuk dapat memperoleh label lingkungan dengan memanfaatkan pestisida nabati.

label lingkungan dapat berbentuk pernyataan atau deklarasi berwawasan lingkungan yang berupa label. simbol. 6. teruji dan tidak curang sehingga dapat mendorong berjalannya mekanisme peningkatan pengelolaan lingkungan hidup yang digerakkan oleh mekanisme pasar. Sebagai atribut lingkungan. Membangkitkan difensiasi harga antara produk ekolabel dengan produk yang tidak didaftarkan untuk memperoleh ekolabel atau produk yang tidak berekolabel. Beberapa prinsip yang harus diikuti dalam pengembangan ekolabel: a. Meningkatkan kinerja perusahaan/unit produksi penghasil produk dalam pengelolaan lingkungan hidup. Karena itu penggunaan label lingkungan harus didasarkan pada informasi yang akurat. dll. Ekolabel mempunyai beberapa tujuan antara lain: 1. b. Label lingkungan harus akurat. ` 4. Memberikan keuntungan kompetitif dan akses ke pasar yang lebih besar bagi produkproduk yang berekolabel Meskipun ada Negara industri yang mempersyaratkan ekolabel. tetapi pada dasarnya ekolabel bersifat sukarela. Menyediakan dan memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada konsumen tentang bagaimana suatu produk dihasilkan. pernyataan atau grafik yang ditempelkan pada produk atau disertakan dalam bentuk buletin teknik. 5. Ekolabel adalah sarana atau instrument yang disediakan bagi konsumen “hijau” untuk menentukan pilihannya. termasuk tidak menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. 2. relevan dan benar Pihak yang membuat pernyataan/label harus menyediakan informasi yang relevan mengenai kinerja lingkungan produsen yang bersangkutan . reklame. Memasyarakatkan dan mendorong dunia industri untuk menerapkan proses produksi berwawasan lingkungan.Label Lingkungan Label lingkungan atau ekolabel merupakan suatu label yang ditempelkan atau disertakan pada suatu produk yang berbentuk benda atau jasa yang menyatakan bahwa produk tersebut dihasilkan dan diproses dengan menggunakan pendekatan dan teknik yang tidak membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan manusia. 3. teruji (verifiable). Membantu konsumen dalam mengambil keputusan dalam membeli suatu produk yang berwawasan lingkungan. apakah memang berwawasan lingkungan. tanpa ada persyarataan dari pemerintah.

persyaratan ekolabel meliputi banyak sekali persyaratan teknis yang rinci yang harus dipenuhi oleh suatu produsen agar produknya memperoleh label lingkungan. termasuk produk hasil pertanian. e. Bagi Negara-negara berkembang sistem ekolabel dapat memberikan peluang untuk melaksanakan program pengelolaan lingkungan atau peluang lingkungan. peredaran dan pemasaran produk sampai ke proses pembuangan limbah. proses pengangkutan. Pada prinsipnya agar produk dapat memperoleh ekolabel harus ada jaminan informasi bahwa pada setiap tahap dari daur hidup proses produksi dilakukan dengan metode atau teknik yang tidak merusak lingkungan hidup dan membahayakn kesehatan manusia. . dan peluang ekonomi karena peningkatan daya saing dan akses ke pasar global. Standar dan kriteria yang digunakan dalam pemberian ekolabel harus dikembangkan dan ditetapkan berdasarkan konsensus dengan mengikutsertakan semua pihak yang terkait dan tertarik (stakeholder). Rangkaian penilaian ini di istilah lingkungan hidup dikenal dengan proses ”from cradle to grave” atau analisis daur hidup produk. Label lingkungan harus disusun berdasarkan metode-metode ilmiah yang komprehensif dan menyeluruh Informasi mengenai proses dan metodologi yang digunakan dalam memberikan label lingkungan harus diketahui oleh konsumen Label lingkungan harus memasukkan dan mencakup daur hidup atau “life-cycle” produk atau jasa. Persyaratan teknis tersebut mencakup semua tahap proses menghasilkan baik yang berbentuk barang atau jasa. Label lingkungan seharusnya tidak menimbulkan pembatasan perdagangan yang tidak adil atau membuat diskriminasi perlakuan antara produk/jasa domestik dan yang berasal dari luar negeri g. Dengan demikian melalui penerapan ekolabel kedua tujuan yaitu ekonomi dan ekologi dapat dicapai melalui mekanisme pasar. Persyaratan bebas residu pestisida Seperti dikemukakan di atas. d. proses produksi yang dinilai mencakup sejak tahap persiapan pembuatan atau penyediaan bahan baku.c. proses fabrikasi atau proses produksi. Daur hidup produk/jasa merupakan tahap-tahap pembuatan produk/jasa yang saling terkait sejak pengambilan dari sumber daya alam/hayati sampai pembuangan akhir f.

dia akan dapat memenuhi persyaratan khususnya pada proses pemeliharaan tanaman. distribusi. Pertimbangan tersebut diberikan mengingat pestisida nabati adalah bahan alami yang mempunyai sifat-sifat yang memiliki resiko rendah bagi kesehatan dan lingkungan dibandingkan dengan teknik pengendalian dengan pestisida sintetik.Kalau prinsip tersebut kita terapkan untuk komoditi pertanian seperti produk perkrbunan maka produsen harus dapat memberikan jaminan bahwa proses produk perkebunan dilakukan secara bersahabat terhadap lingkungan. perolehan bibit dan masukan produksi lain. pemasaran sampai ke pembuangan limbah. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam. pengemasan. Bila produsen/petani menggunakan pestisida nabati untuk usaha perlindungan tanaman. Prospek Pestisida Nabati dalam kerangka PHT Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam. Produsen harus menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan perlindungan tanaman. Dalam kaitan dengan persyaratan data mengenai teknik perlindungan tanaman tersebut informasi tentang pestisida nabati menjadi sangat relevan. kegiatan budidaya dan pemeliharaan tanaman. Mungkin pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah antara lain mengenai teknik perlindungan tanaman yang dilakukan? Bila digunakan pestisida jenis pestisida apa yang digunakan dan berapa kali diperlakukan selama satu musim. kegiatan pemanenan. Demikian juga informasi tentang teknik penggunaan atau penyemprotan pestisida dan siapa yang melakukan tindakan pengendalian. Banyak informasi relevan dalam kegiatan pemeliharaan dan perlindungan tanaman yang harus diberikan pada lembaga penilai untuk menjamin agar kegiatan perlindungan tanaman yang dilakukan tidak mengakibatkan resiko bagi kesehatan dan lingkungan hidup. sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak. Informasi mengenai kadar residu pestisida yang berhasil dideteksi di jaringan tanaman sebelum dipasarkan juga akan ditanyakan. karena residunya akan terurai dan mudah hilang. Tentunya banyak pertanyaan dan persyaratan yang harus dijawab dan dipenuhi oleh suatu produsen/petani yang menginginkan memperoleh ekolabel dengan mengajukan permintaan pada lembaga pemberi sertifikat ekolabel. . sejak persiapan dan pengolahan tanah. misalnya tumbuhan.

Perhatian banyak peneliti Indonesia terhadap pestisida nabati sangat meningkat pada dekade terakhir ini. memblokir kemampuan makan serangga. nimba. jahe. Telah membahas banyak hasil penelitian mengenai siifat-sifat pestisida nabati antara lain yang berasal dari tanaman cengkeh. jeruju/mangrove. Rieupassa 2009). menghambat reproduksi serangga betina. vitex trifola. Mengganggu permeabilitas Membran dinding sel Patogen sehingga patogen tidak dapat mengahmbat keluar masuknya cairan ke dalam dan keluar sel. yaitu : • • • • • • • • • • merusak perkembangan telur. larva dan pupa. lada hitam. Pada kesempatan seminar tersebut Direktorat Jenderal Perkebunan telah membuat daftar sebanyak 45 jenis tumbuhan di Indonesia . menghambat pergantian kulit. 1994). menghambat perkembangan patogen penyakit. peneliti juga telah berhasil mengembangkan kembangkan menjadi pestisida nabati spesifik lokasi Beberapa untuk di fungisida dan insektisida untuk menggendalikan hama dan penyakit pada tanaman ( Amanupunyo 1997. nona sabrang. duku. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik. biji bengkuang dan sirih (Martono. nilam. gadung. serai wangi.Pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik. mengganggu komunikasi serangga. yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal. Tamaela 2005. Dengan semakin meningkatnya kesadaran lingkungan dan keinginan untuk hidup selaras dengan alam serta berkembangnya konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pestisida nabati kembali memperoleh perhatian dari para pakar dan praktisi termasuk di Indonesia setelah beberapa dekade teknik pengendalian hama tersebut nyaris dilupakan. seperti kunyit. menyebabkan serangga menolak makan. piretrum. laos. gadung. mengurangi nafsu makan. deris dan bengkuang. Seminar hasil penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati yang diselenggarakan bulan Desember 1993 (Anonim. mengusir serangga. Namun perlu dicatat di sini bahwa banyak kelompok pestisida sintetik yang sudah dikembangkan dan dipasarkan saat ini berasal dari pestisida nabati seperti karbamat dan piretroid. Banyak jenis tanaman yang telah diteliti indikasi sifat insektisidal. kecubung. fungisidal dan sifat-sifat pengendalian hama lainnya. 1997). sirih. temu hitam.

b) Tidak mempunyai dampak yang merugikan bagi musuh alami hama. Bahan nabati mempunyai sifat yang menguntungkan karena daya racun rendah. kisaran organisme sasaran sempit. residu lebih pendek dan kemungkinan berkembangnya resistensi lebih kecil. h). Murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. i). k). . tidak mendorong resistensi. Oka (1993) juga mengemukakan bahwa pestisida nabati tidak mencemari lingkungan. lebih bersifat spesifik.yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. lebih akrab lingkungan serta lebih sesuai dengan kebutuhan keberlangsungan usaha tani skala kecil. praktis dan tidak membahayakan manusia dan lingkungan. g) Biaya dapat lebih murah. f) Mengurangi ketergantungan petani terhadap agrokimia. Nimba. banyak keuntungan/keunggulan tetapi juga masih banyak kelemahannya yang secara rinci diuraikan berikut ini: Keunggulan Pestisida Nabati adalah : a) Mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi. Tidak menyebabkan keracunan pada tanaman j). baik dilakukan secara manual Dilihat dari maupun konsep dan secara prinsip industri PHT pestisida (Schumutterer. mudah terdegradasi. Kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. nabati mempunyai 1995). Namun dari berbagai hasil penelitian baik yang dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri masih banyak langkah penelitian dan pengembangan yang harus ditempuh agar jenis-jenis tumbuhan tersebut dapat digunakan sebagai pestisida nabati yang dapat efektif mengendalikan hama. e) Tidak merusak lingkungan dan persediaan air tanah dan air permukaan. mimba atau Azadirachta indica merupakan tanaman yang sangat intensif diteliti oleh banyak peneliti dan ditinjau dari berbagai aspek pengendalian hama yang menunjukkan bahwa tanaman tersebut dapat dijadikan pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan di lapangan. ekonomi. c) Mengurangi resiko terjadinya letusan hama kedua d) Mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak.

Pestisida nabati tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu-satunya teknik pengendalian hama yang akan digunakan. Kurang praktisdan tidak tahan disimpan. mengakibatkan kepastian ketersediaannya yang akan menjadi kendala pengembangannya lebih lanjut 5). maka penggunaannya memerlukan frekuensi penggunaan yang lebih banyak dibandingkan pestisida kimiawi sintetik sehingga mengurangi aspek kepraktisannya Kebanyakan senyawa organik nabati tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu diperlukan bahan pengemulsi 2). kandungan kadar bahan aktif di bahan nabati yang diperlukan untuk pelaksanaan pengendalian di lapangan. Dengan mempelajari keunggulan dan kelemahan pestisida nabati sebagai pestisida yang bersahabat dengan lingkungan. sehingga hasilnya sulir diperhitungkan sebelumnya. kimia maupun biotik dari lingkungannya. aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. sesuai dengan prinsip-prinsip PHT. 8). Kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang. 7). alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan . Daya kerjanya relatif lambat. 3). Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. sebelum dapat digunakan di lapangan untuk mengendalikan hama dalam kerangka kerja PHT.Kelemahan pestisida nabati antara lain : 1). sehingga untuk mencapai efektivitas yang memadai diperlukan jumlah bahan tumbuhan yang banyak. Bahan nabati alami juga terkandung dalam kadar rendah. mencakup banyak disiplin ilmu dan kepakaran. Kesulitan menentukan dosis. Karena bahan nabati kurang stabil mudah terdegradasi oleh pengaruh fisik. Bahan nabati hanya sesuai bila digunakan pada tingkat usaha tani subsisten bukan pada usaha pengadaaan produk pertanian massal 4). 9). buah atau bagian tanaman yang muncul secara musiman. apabila tidak dijumpai alat semprot. 6). Tidak tahan terhadap sinar matahari. dan harus dipadukan dengan teknik-teknik pengendalian hama lainnya termasuk pengendalian hayati. Apabila bahan bioaktif terdapat di bunga. Namun. Caranya. masih memerlukan banyak langkah penelitian yang harus dilaksanakan secara terpadu dan komprehensif. biji.

masalah berikutnya adalah menentukan kriteria pengambilan keputusan penggunaan pestisida nabati. petani perkebunan enggan untuk mengadopsi teknologi baru. kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. dimana dan berapa kali pestisida nabati digunakan diperlukan kegiatan penelitian khusus. butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Dengan kenyataan akan kelemahan pestisida nabati seperti yang diuraiakan sebelumnya. Pemberdayaan Petani Mengingat petani tanaman Perkebunan sudah sangat terbiasa dengan penggunaan pestisida kimia sintetik dalam usaha taninya. Untuk menjawab pertanyaan kapan. maka konsep Ambang ekonomi atau aras luka ekonomi menjadi tidak relevan. Pertimbangan ekonomi dan bisnis merupakan pertimbangan utama yang digunakan oleh petani tanaman perkebunan dalam menerapkan teknologi budidaya atau pengelolaan usaha tani tertentu. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian. perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Apabila telah ditentukan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan sebagai bahan dasar pestisida nabati yang sesuai dengan keadaan setempat. Selama teknologi baru tidak mendatangkan manfaat dan keuntungan yang lebih besar daripada teknologi sebelumnya. Ada kemungkinan untuk menekan populasi hama agar selalu berada di sekitar garis keseimbangan diperlukan perlakuan pestisida dengan pestisida secara berjadwal. sehingga diperlukan aras pengendalian yang khas untuk tindakan koreksi perlakuan dengan pestisida nabati. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu penelitian aspek sosial ekonomi yang terkait dengan . diperlukan usaha yang sangat keras untuk memasyarakatkan pemanfaatan pestisida nabati kepada mereka. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama. petani perkebunan menjadi semakin kurang semangat untuk mengubah kebiasaannya dalam melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman perkebunan. penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali.pestisida nabati. Karena sifat-sifat dasar pestisida nabati berbeda dengan sifat-sifat pestisida kimia sintetik. Untuk menentukan ambang kendali.

Melalui kegiatan kelompok dalam mendorong kreativitas dan kemandirian kelompok. Dalam hubungannya dengan peningkatan daya saing produk tanaman perkebunan memasuki pasar global dengan memanfaatkan sistem ekolabel. Untuk memberdayakan petani agar dapat memanfaatkan pestisida nabati secara efektif dan efisien dalam mengendalikan hama mereka perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan melalui forum pelatihan seperti SLPHT dalam menanam. dengan asumsi bahwa teknologi pestisida nabati pengembangannya telah mapan dan efektif. Aplikasi pestisida nabati akan dirasakan bermanfaat bila dilaksanakan sendiri oleh petani dan kelompok tani perkebunan yang memiliki lahan dan modal terbatas. dapat dilakukan studi khusus dan pengamatan mengenai persiapan dan pemanfaatan pestisida nabati yang berorientasi ekspor ke pasar global. Mereka perlu dilatih untuk menetapkan tanaman apa yang dipilih sebagai bahan nabati untuk pengendaluian hama setempat yang sesuai dengan keadaan setempat juga. Agar produk pertanian dapat bersaing di pasar global perlu memperhatikan persyaratan lingkungan pada seluruh aspek budidaya dan pengelolaan usaha taninya termasuk aspek perlindungan tanaman. Pada umumnya persyaratan ekolabel terutama untuk ekolabel pertanian organik memberikan nilai positif bagi kemandirian. Pemberdayaan petani dalam memanfaatkan pestisida nabati dapat dilakukan dengan menginternalisasikannya dalam program pelatihan SLPHT tanaman pangan. pengetahuan dan kearifan tradisional yang dilakukan oleh petani. Kegiatan studi ini dapat dilanjutkan sebagai salah satu kegiatan tindak lanjut SLPHT yang bertujuan untuk lebih memasyarakatkan pemanfaatan pestisida nabati. bagaimana cara menyimpan. maka perlakuan pestisda nabati yang direncanakan. Kesimpulan 1. diputuskan dan dilakukan oleh petani sendiri akan memperoleh nilai “kredit” yang nyata. . memelihara tanaman serta mempersiapkan dan menggunakan pestisida nabati secara benar sesuai dengan pedoman baku yang disusun oleh para pemandu/pelatih.introduksi teknologi pestisida nabati pada petani perkebunan perlu dilakukan. Petani perlu diberi pengetahuan tentang sifat-sifat dasar pestisida nabati dan prinsip penggunaanya di lapangan. serta cara aplikasi di lapangan. cara memproses dan membuat abstrak. Ketrampilan berikut adalah menentukan kapan bahan harus diambil.

3. 5.2. karena dapat meniadakan penggunaan pestisida yang termasuk dalam kategori bahan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. . Pemberdayaan masyarakat untuk mengelola agroekosistem secara berkelanjutan dengan pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal termasuk tanaman pestisida nabati perlu dilaksanakan melalui pendekatan partisipatori seperti yang dilakukan melalui pelatihan dengan metode SLPHT. Penggunaan pestisida nabati yang efektif dan efisien dapat memenuhi sebagian persyaratan lingkungan. Pemanfaatan pestisida nabati untuk kegiatan perlindungan tanaman perkebunan yang direncanakan dan dilaksanakan sepenuhnya oleh petani dan atau kelompok tani setempat akan memberi nilai tambah pada pemenuhan persyaratan ekolabel.

Washington D. Oka. 1995. HIMAGRO. Bogor. H. H. Schumutter. Balitro. 1-2 Desember 1993. Bogor. Ceramah disampaikan pada Seminar Regional Pengembangan Pertanian Berwawasan Lingkungan. Natural Crop Protection in the Tropics. N. Deere. 1997. E. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Germany. 696 pp. 188 pp.D. 1995. Biopestisida sebagai Penunjang Pertanian Berwawasan Lingkungan. and FAO Rome. Martono. Weinheim. Anonim. Dalam Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. C. Yogyakarta. Hal 1-10.ed). Weikersheim. Medicine. The Neem Tree. 311 hal. . 26 November 1997. Fakultas Pertanian UGM. Universitas Gadjah mada Yogyakarta. Ecolabelling and Sustainable Fisheries. 1999. (. Germany.C. VCH.Daftar Pustaka Amanupunyo. 1994. Penggunaan. Permasalahan. serta Prospek Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama Terpadu. IUCN. G. Margraf Verlag. 8 hal. Stoll.R. Bogor. 1994. 1997 Pengaruh Bubuk Cengkeh dalam menghambat perkembangan Jamur Sklerotium rolfsii penyebab Penyakit Layu Sklerotium pada Kedelai. Industry and Other Purposes. Source of Unique Natural Products for Integrated Pest Management. I. Balitro. 32 pp.

Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing serta jamur patogen tanaman (dalam bentuk serbuk). tambahkan air kembali 10 liter. 2 sendok makan minyak detergen.Rendam dalam 5 liter air. .Siap disemprotkan ke tanaman.Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus. sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter. Pestisida Nabati “Biji Jarak” Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” . tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk. .Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air . Efektif untuk mengendalikan hama ” Trip “ Cara Pembuatan : . + 15 gr detergen. efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ). tanah. diamkan semalam. . 2. aduk rata dan diamkan semalam. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “ Daun sirsak mengandung bahan aktif “Annonain dan Resin “. 30 gr . Pestisida Nabati “Daun Pepaya” Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”. .Saring larutan hasil perendaman.Saring dengan kain halus .1 kg daun pepaya segar di rajang . .Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air. Cara Pembuatannya: . 3.Beberapa contoh Pestisida Nabati 1.Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman. . Cara Pembuatannya: .

Siap disemprotkan ke tanaman. tambah 1 liter air. . saponin. Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng dan kepik“.Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air . alkaloid. Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “ . Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “. dan tanin. . Efektif untuk mengendalikan hama penghisap. . Cara Pembuatan: . . Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “ Daun tembakau mengandung nikotin.siap disemprotkan ke tanaman. Pestisida Nabati ” Pacar Cina “ Pacar Cina mengandung minyak atsiri.Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam. Eugenol “. Kalomeone. aduk rata dan di biarkan semalam. Cara Pembuatan : . Metil eugenol. flavonoin. Kalomen. Kalomenol. 7. 6. aduk merata kemudian disaring.Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina.siap di semprotkan ke tanaman. 5. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak dan Jeringau “ Rimpang jeringau mengandung ” Arosone.Rendam dalam air sebanyak 20 liter. tambah 1 gram detergen kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk agar menjadi larutan. . 20 siung bawang putih. Cara Pembuatan: . .Saring dengan kain halus. segenggam rimpang jeringau.Tambahkan 2 sendok detergen. di + 20 gr sabun colek. .Tumbuk halus segenggam daun sirsak .4.saring dengan kain halus.

Cara Pembuatan: .Siap disemprotkan ke tanaman. salanin.Saring dengan kain halus . aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman. Dengan ” Daun Mimba “ . Dengan ” Biji Mimba “ . Pestisida Nabati ” Daun Mimba “ Daun mimba mengandung Azadirachtin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. . .Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus. 5 batang serai. alkohol dan fenol.Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar. Efektif untuk hama penghisap dan jamur patogen. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus. . 8. Efektif mengendalikan ulat.Aduk rata dan saring. siap disemprotkan ketanaman. 9. Cara Pembuatan : .Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba . . 3 siung bawang merah. nematoda jamur patogen Cara pembuatan a. . jamur. c.Rendam dalam 10 liter air semalam.Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar. hama penghisap. 50 gr deterjen dan diaduk rata.Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “ Umbi gadung mengandung diosgenin.Tambahkan air 8 – 10 liter air.rendam dalam 10 liter air semalam . steroid saponin. b.Tambahkan 10 liter air . bakteri. saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman. kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau. nimbinen dan meliantriol. aduk rata .

11. Cara Pembuatan . 12. Pestisida Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “. Efektif untuk mengendalikan ulat. ditambah 20 liter air. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam. Cara Pembuatan . 1gr deterjen . Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida.Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang .Rendam dalam 1 liter air.Rendan serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air . Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “ Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. saring dan siap untuk di semprotkan ke tanaman. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. 13.Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun. Pestisida Nabati “ Daun Gamal “ Daun gamal mengandung Tanin. Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “ Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin.d. aduk rata dan biarkan 1 malam. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap. 10. Cara Pembuatan . Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter. Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman.

baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun. aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman. Juga dapat mengendalikan jamur patogen. Cengkeh Cengkeh merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di tingkat petani. Dringgo (Acarus calamus) Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung). 15. Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama. Tanaman ini banyak mengandung minyak atsiri yang mempunyai nilai jual tinggi. Tembelekan (Lantara camara) daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar.tambah 10 gr detergen. 14. Biji buah Mengkudu/Pace. Minyak atsiri diperoleh melalui proses ekstraksi maupun penyulingan bagian daun atau bunga cengkeh.. Campuran antara tepung dan air tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembasmi serangga. 17. 16. kemudian dicampur dengan air secukupnya. Bahan aktif : annonain dan resin Mekanisme pengendalian : penghambatan aktivitas makan hama sehingga menurunkan aktivitas hama sasaran (antifeedant) Hama sasaran : ulat. hama . M. Incognita. Minyak tersebut diketahui mengandung sampai dengan 80% eugenol dan berdasarkan uji laboratorium dan rumah kaca diketahui sangat efektif membunuh nematode puru akar.

. Selanjutnya larutan siap disemprotkan ke hama sasaran. Kulit Batang Pule (Alstonia Scholaris) Pohon pule biasanya diambil kayu nya untuk kebutuhan rumah dan biasanya seluruh kulit kayunya dibuang. kemudian disaring dengan kain halus. lalu hasil tumbukannya direndam selama 1 malam dalam 1 liter air. yang ditambah 1 gram deterjen.penghisap (kepik. Daun Kayu Manis Kayu manis biasanya di manfaatkan kulit kayu sebagai bahan rempah. Larutan diaduk. 18. Sisa limbanya berupa daun yang telah gugur dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan serangga dan Jamur Patogen Tular tanah serta sebagai bahan pestisida nabati untuk mengendalikan hama gudang pada tanaman perkebunan. tungau) dan Patogen Cara pembuatan : 15 -25 gram biji buah pace ditumbuk sampai halus. Masyarakat Maluku biasanya memanfaatkan kulitnya sebagai obat penyakit dalam dan beberapa penyakit lainnya. Sekarang rendaman kulit kayu pule dapat di manfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan jamur patogen tular tanah 19.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->