PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.

) SEBAGAI PEWARNA MAKANAN ALAMI KAYA ANTIOKSIDAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MIKROENKAPSULASI

BIDANG KEGIATAN: PKM-GT

Diusulkan oleh: Leonardus Adi Wijaya Marcel Priyandi Segara Fenny Suprioto F24051029 / 2005 F24051456 / 2005 F24061488 / 2006

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009

i

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan

: PEMANFAATAN LIMBAH KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI PEWARNA MAKANAN ALAMI KAYA ANTIOKSIDAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MIKROENKAPSULASI 2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI (x) PKM-GT 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Leonardus Adi Wijaya b. NIM : F24051029 c. Jurusan : Ilmu dan Teknologi Pangan d. Universitas/Institut/Politeknik : Institut Pertanian Bogor e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Kepa Duri Mas Blok O2 No.1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat f. Alamat email : longz_a@yahoo.co.id 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang 5. Dosen Pembimbing a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Ir. Harsi D. Kusumaningrum MSc. b. NIP : 132.061.173 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Kenari 101, Perumahan Sindang Barang I, Loji Bogor 081311210180 Bogor, 30 Maret 2009 Menyetujui Sekretaris Departemen Ketua Pelaksana Kegiatan

Dr. Ir. Nurheni Sri Palupi MSi. NIP. 131.681.402 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Leonardus Adi W. NIM. F24051029

Dosen Pembimbing

Prof. Dr. Ir. H. Yonny Koesmaryono, M.S. NIP. 131.473.999

Dr. Ir. Harsi D. K. MSc. NIP. 132.061.173 ii

Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya sehingga penulisan karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. Penggunaan bahan pewarna sintetik berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya dan menimbulkan masalah kesehatan. Bogor. 29 Maret 2009 Penulis iii . Trend peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan gaya hidup back to nature juga dapat mendukung pengembangan pewarna alami. saran dan kritik yang konstruktif sangat diperlukan sehingga memberikan hasil yang positif dan tindakan yang solutif demi kondisi bangsa yang lebih baik. perlu diadakan inovasi yang mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi. manggis sering dikenal dan dimanfaatkan dalam bentuk segarnya padahal buah ini mempunyai nilai tambah yang cukup besar bila diolah lebih lanjut. Selama ini. Semoga tulisan ini menjadi inspirasi untuk kehidupan yang lebih baik. Pengembangan pewarna alami ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari manggis dan sebagai alternatif penyelesaian masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tulisan ini sangat jauh dari kesempurnaan. Sebagai contoh. salah satunya adalah dengan pembuatan pewarna alami dari kulitnya. Penggunaan bahan-bahan pewarna sintetik tersebut mulai ditinggalkan dan beralih pada pewarna alami yang lebih sehat dan aman sehingga penggunaan pewarna alami akan berkembang di masa yang akan datang. Karya ilmiah ini merupakan salah satu tulisan yang mengkaji perspektif pengembangan kulit buah manggis sebagai bahan baku pembuatan pewarna alami yang dapat menggantikan penggunaan bahan pewarna sintetik. di luar negri buah manggis banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku kosmetik maupun produk-produk suplemen.

......………. 8 ANALISIS DAN SINTESIS…………………………………………….... 16 DAFTAR RIWAYAT HIDUP…………………....... 22 iv .. 15 Simpulan…………………………………………………………………... 19 LAMPIRAN………………….…………....………………….………………….. 15 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………….....) dan Pemanfaatannya………… 4 Zat Pewarna………………………….…………………………… 5 Antosianin…………………………..... 2 Tujuan dan Manfaat Penulisan…………..... ii Kata Pengantar……………………………………………………………… iii Daftar Isi………………………………………………………………….………………….. 4 Buah Manggis (Garcinia mangostana L. 15 Saran…………………………………………………………………... 1 Latar Belakang………………………………………………………….. 1 Rumusan Masalah………………………………………………………...... 6 METODE PENULISAN…………………………………………………. 11 KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………….. iv Daftar Gambar ……………………………………………………………… v Ringkasan…………………………………………………………………… vi PENDAHULUAN……………………………………………………….. 5 Mikroenkapsulasi dan Pengeringan Semprot…………………………...………………….....…………………………….… 9 Prospektif Ekonomi KBM sebagai Pewarna Makanan Alami…………… 9 Prospektif Manfaat Kesehatan Pewarna Makanan Alami KBM………… 10 Teknologi Mikroenkapsulasi Antosianin dari KBM…………………….............…….……....DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul……………………………………………………………… i Halaman Pengesahan………………………………………………………....…………………… 3 TELAAH PUSTAKA…………………………......

. Bagan Alir Biaya Produksi Serbuk Pewarna Alami (Antosianin) KBM……………………………………………………………………. Buah Manggis (Garcinia mangostana L.DAFTAR GAMBAR Halaman 1.. 6 3. Representasi Mikrokapsul (Vilstrup..…. Struktur kimia antosianidin……………………. 7 4..) ………………………………. 10 5.…. 4 2. Bagan Proses Pembuatan Serbuk Pewarna Alami (Antosianin) KBM…………………………………………………………………….. 12 v .. 2001) …………………………….………………..

Oleh karena itu. Namun. Produksi manggis tahun 2007 mencapai 112. Hal ini sangat disayangkan karena peningkatan nilai ekonomis buah manggis dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulitnya. penyeleksian. Data dikumpulkan dari buku. masyarakat beralih untuk menggunakan pewarna alami yang lebih sehat dan aman. teknologi proses pengolahan pewarna alami. pengolahan data. salah satunya sebagai pewarna alami yang dapat menggantikan bahan pewarna sintetik. salah satunya adalah dengan menghasilkan pewarna alami berbentuk serbuk yang dikembangkan dengan teknologi mikroenkapsulasi secara pengeringan semprot. dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan kulit buah manggis. dan penyusunan kerangka pemikiran. Masalah utama dari pewarna alami berbasis kulit buah manggis ini adalah stabilitas penyimpanannya yang rendah. sehingga hanya sebagian kecil saja yang dapat bersaing di pasar internasional. Pengembangan produk pewarna alami berbasis kulit buah manggis sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil manggis yang cukup besar di dunia. namun sering kali disalahgunakan. serta manfaat dan pengaruh dari ekstrak antosianin di dalam tubuh manusia. Buah manggis pada umumnya dikonsumsi daging buahnya sedangkan kulitnya yang mencakup ¾ bagian dibuang.697 ton dari jumlah total produksi sekitar 72. perlu dikembangkan suatu produk dengan stabilitas yang lebih baik namun tidak mengurangi manfaat kulit buah manggis. Melihat efek samping yang cukup berbahaya. Data tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya sekitar 5.634 ton yang dapat diekspor. skripsi. sebagian besar dipasarkan di dalam negeri dan banyak juga yang terbuang karena penanganan yang kurang baik. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode literatur.722 ton. Penyalahgunaan pewarna sintetik dapat menyebabkan kanker. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan perspektif nilai tambah dari kulit buah manggis sebagai pangan fungsional dan mencari teknik pembuatan pewarna alami berbasis kulit buah manggis yang tepat dan murah agar dapat memberikan efek kesehatan yang positif bagi masyarakat. Selanjutnya dilakukan pengkajian. Metode literatur dilakukan dengan cara pencarian data. stroke. vi . jurnal. Penelitianpenelitian phytokimia sebelumnya menyatakan bahwa kulit buah manggis dapat menjadi sumber antosianin yang merupakan senyawa flavanoid dengan berbagai manfaat. Sisanya. jurnal elektronik. mutu buah manggis yang dihasilkan sebagian besar masih rendah. Sampai saat ini penggunaan pewarna sintetik begitu pesat digunakan pada makanan. dan pencarian solusi atas masalah yang dihadapi.RINGKASAN Manggis (Garcinia mangostana L. dan penyakit jantung.) merupakan salah satu buah tropika unggulan nasional Indonesia dan menjadi primadona penghasil devisa negara. serta penarikan kesimpulan.

peluang untuk memasarkan produk pewarna alami ini semakin terbuka lebar dan dapat berkembang menjadi semakin besar sebagai bisnis yang menjanjikan. Teknologi mikroenkapsulasi dengan spray drying merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan dalam proses pembuatan pewarna alami berbasis kulit buah manggis karena kelebihannya yang dapat melindungi antosianin sehingga tidak mudah terdegradasi dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. soft drink. Mikroenkapsulasi juga merupakan metode untuk melindungi bahan yang telah dienkapsulasi dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan. Melihat hal ini. Teknologi mikroenkapsulasi didefinisikan sebagai teknologi pengemasan padatan. Sedangkan secara non enzimatis kestabilannya dipengaruhi oleh pH. Melihat sifat-sifat antosianin yang tidak stabil dan mudah terdegradasi. kehadiran enzim polifenol oksidase mempengaruhi kestabilan antosianin karena dapat merusak antosianin. Mikroenkapsulasi merupakan metode yang sederhana. Peningkatan nilai ekonomis buah manggis dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulitnya sebagai sumber pewarna alami antosianin. Optimalisi proses mikroenkapsulasi juga perlu dilakukan agar kualitas produk dan rendemen yang dihasilkan dapat lebih ditingkatkan. Prosesnya ekonomis dan fleksibel. menggunakan peralatan yang telah banyak tersedia. Secara enzimatis.Penggunaan kulit buah manggis sebagai alternatif bahan baku pembuatan pewarna alami karena ketersediaannya yang melimpah dengan harga yang murah. jeli. Metode enkapsulasi yang paling banyak digunakan dalam industri makanan adalah pengeringan semprot. Trend masyarakat yang lebih memilih back to nature ataupun healty lifestyle turut mendukung terjadinya peningkatkan permintaan pasar akan antosianin sebagai pewarna makanan alami. Keunggulan mikroenkapsulasi lainnya adalah mikroenkapsulasi dapat mereduksi off-flavor dari beberapa vitamin dan mineral. Kulit buah manggis mengandung pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami yang juga dapat berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh. cairan. dan suhu. produk confectionary dan juga frozen food. maka sangatlah tepat bila teknologi mikroenkapsulasi digunakan karena dapat melindungi antosianin dari faktorfaktor penyebab degradasinya. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan manfaat yang dimiliki pewarna alami kulit buah manggis tersebut. sehingga turut memungkinkan untuk diekspor ke luar negeri. sehingga dapat dihasilkan pewarna alami yang lebih murah dengan kualitas yang baik. dan ekonomis. Dengan demikian diharapkan pengembangan pewarna alami berbasis kulit buah manggis dengan teknologi mikroenkapsulasi ini dapat memperpanjang umur simpan produk. Kestabilan antosianin dipengaruhi antara lain secara enzimatis dan non enzimatis. jam. atau gas di dalam kapsul kecil yang dapat melepaskan isinya dengan laju terkontrol pada kondisi yang spesifik. mudah dilakukan. dan menghasilkan partikel dengan kualitas yang baik. Penggunaan antosianin sebagai pewarna pun semakin meluas misalnya sebagai pewarna wine. cahaya. dan mengurangi reaktivitas dari nutrien terhadap bahan lain. vii . mempermudah penyerapan nutrisi.

697 ton dari jumlah total produksi sekitar 72. antiviral. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat kematian dari penyakit jantung koroner berbanding terbalik terhadap konsumsi senyawa flavonoid. Data tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya sekitar 5. Senyawa-senyawa flavonoid juga dapat mencegah stroke. Terdapat bukti epidemiologik yang menunjukan antosianin dan komponenkomponen polifenolik memiliki efek preventif dan therapeutik terhadap beberapa penyakit. Namun. Buah manggis pada umumnya dikonsumsi daging buahnya sedangkan kulitnya yang mencakup ¾ bagian dibuang. namun . Sampai saat ini penggunaan pewarna sintetis begitu pesat digunakan pada makanan. 2000).634 ton yang dapat diekspor (Anonima. mutu buah manggis yang dihasilkan sebagian besar masih rendah.722 ton. Warna merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap suatu produk pangan.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Manggis (Garcinia mangostana L. bersifat antiinflammatory. Hal ini sangat disayangkan karena peningkatan nilai ekonomis buah manggis dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulitnya.) merupakan salah satu buah tropika unggulan nasional Indonesia dan menjadi primadona penghasil devisa negara. banyak produk pangan yang ditambahkan pewarna untuk membuat produk tersebut lebih menarik. Sisanya. 2008). Oleh karena itu. sebagian besar dipasarkan di dalam negeri dan banyak juga yang terbuang karena penanganan yang kurang baik. dan memiliki aktivitas antimikroba (Wrolstad. Penelitian-penelitian phytokimia sebelumnya menyatakan bahwa kulit buah manggis (KBM) dapat menjadi salah satu sumber antosianin yang merupakan senyawa flavanoid dengan berbagai manfaat. Produksi manggis tahun 2007 mencapai 112. sehingga hanya sebagian kecil saja yang dapat bersaing di pasar internasional. 2000). antosianin juga dapat dimanfaatkan dan telah diterima penggunaannya sebagai pewarna alami yang dapat menggantikan bahan pewarna sintetik (Wrolstad. menghambat pertumbuhan sel tumor. Tidak hanya itu.

namun belum dapat dimanfaatkan secara optimum. 2. Masalah utama dari pewarna alami berbasis KBM ini adalah stabilitas penyimpanannya yang rendah.1986). Oleh karena itu. Penyalahgunaan pewarna sintetis dapat menyebabkan kanker. Melihat efek samping yang cukup berbahaya. perlu dikembangkan suatu produk dengan stabilitas yang lebih baik namun tidak mengurangi manfaat KBM. Produksi buah manggis yang cukup besar di Indonesia mencapai 112. Hal ini didukung juga oleh gaya hidup back to nature yang diusung oleh masyarakat modern. Pengembangan produk pewarna alami berbasis KBM sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil manggis yang cukup besar di dunia. KBM memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pewarna alami mengingat KBM kaya akan antosianin yang merupakan senyawa flavanoid yang memiliki banyak manfaat. stroke. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang menjadi fokus tulisan ini adalah: 1.722 ton. 3. dan penyakit jantung (Ernie. salah satunya adalah dengan menghasilkan pewarna alami berbentuk serbuk yang dikembangkan dengan teknologi mikroenkapsulasi secara pengeringan semprot.2 sering kali disalahgunakan. terutama untuk buah yang ditolak ekspor. Pengembangan pewarna alami berbentuk serbuk yang dilengkapi dengan teknologi mikroenkapsulasi ini diharapkan dapat memperpanjang umur simpan produk sehingga memungkinkan untuk diekspor ke luar negeri. Pembuatan produk pewarna alami berbasis ekstrak KBM dalam bentuk serbuk dengan teknologi mikroenkapsulasi yang memiliki tingkat kestabilan tinggi dan umur simpan lebih panjang serta harga terjangkau perlu diupayakan agar manfaat KBM terhadap kesehatan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. masyarakat beralih untuk menggunakan pewarna alami yang lebih sehat dan aman. .

karya tulis ini dapat bermanfaaat sebagai informasi edukatif mengenai KBM dan manfaatnya terhadap kesehatan.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan perspektif nilai tambah dari KBM sebagai pangan fungsional dan mencari teknik pembuatan pewarna alami berbasis KBM yang tepat dan murah agar dapat memberikan efek kesehatan yang positif bagi masyarakat. Bagi industri. . Bagi pemerintah karya tulis ini bermanfaat untuk memberikan masukkan dalam mengembangkan kebijakan yang terkait mengenai pertanian dan industri yang berkaitan terhadap buah manggis. Sedangkan bagi masyarakat. karya tulis ini dapat menjadi bahan kajian untuk mengembangan industri pewarna alami yang berbasis pada KBM.

) secara taksonomi termasuk divisi Spermatophyta. Buah manggis berbentuk bulat dan berwarna unggu tua karena mengandung banyak antosianin pada kulitnya (Obolskiy et al. Berbagai hasil penemuan tersebut mendorong berkembangnya industri pengolahan KBM. Hal ini disebabkan karena kandungan tannin pada KBM akan berkurang drastis sehingga proses penghilangan tannin lebih mudah dilakukan. diantaranya adalah jus KBM yang diproduksi di Malaysia dan berbagai suplemen ekstrak KBM dalam bentuk kapsul. ordo Thalamiflora famili Guttiferae dan genus Garacinia. Dalam karya tulis ini.4 TELAAH PUSTAKA Buah Manggis (Garcinia mangostana L.. vitamin B6. buah dengan tingkat kematangan penuh paling sering digunakan karena rasa buahnya yang manis dan warna kulitnya yang menarik (Anonima. 2009). Gambar 1.yang telah populer di Amerika. buah manggis yang digunakan adalah buah dengan tingkat kematangan optimum.) Tingkat kematangan buah manggis dapat digolongkan menjadi empat tingkat. Pada umumnya. . kelas Angiospermae.) dan Pemanfaatannya Manggis (Garcinia mangostana L.. antara lain xanthone. vitamin B2. disentri dan infeksi (Matsumoto et al. vitamin B1. Buah Manggis (Garcinia mangostana L. Di beberapa negara Asia dan Afrika. 2003). Berbagai penelitian manggis dan produk turunannya semakin berkembang dengan penemuan berbagai senyawa aktif bersifat fungsional yang terkandung didalamnya. antosianin. 2007). dan vitamin C (Iswari dan Sudaryono. ekstrak KBM digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan diare. 2008).

Zat pewarna alami merupakan bahan pewarna yang diperoleh dari sumber yang dapat dimakan atau bahan pewarna alami yang ada di alam. Kebanyakan antosianin menghasilkan warna pada pH kurang dari 4. Pengunaan zat pewarna alami bebas dari proses sertifikasi. anthos yang berarti bunga dan kyanos yang berarti biru gelap. dan zat pewarna sintetik (Baurnifiend. antosianin.1996). klorofil. Pada pH tinggi antosianin cenderung bewarna biru atau tidak berwarna. Antosianin merupakan pigmen larut air. riboflavin. 2002). jumlah gugus hidroksi dan metoksi (Markakis. Zat pewarna makanan yang diijinkan penggunaannya dikenal dengan nama certificated color atau permited color. Contoh zat pewarna alami antara lain curcumin. 1982). tersebar luas dalam bunga dan daun.1996). zat warna identik. letak. kemudian cenderung bewarna merah pada pH rendah (Deman. Zat pewarna alami disebut juga uncertified color. Pewarna sintetik merupakan bahan pewarna yang memberikan warna yang tidak ada di alam dan merupakan sintetis kimia (Hendry. dan menghasilkan warna dari merah sampai biru. Zat pewarna alami antosianin tergolong ke dalam turunan benzopiran. Antosianin akan berubah warna seiring dengan perubahan nilai pH. Zat pewarna identik alami merupakan zat pewarna yang disintetis secara kimia sehingga menghasilkan struktur kimia yang sama dengan pewarna alami. Sifat dan warna antosianin di dalam jaringan tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: jumlah pigmen. kopigmentasi. dan brazilein. 1997). Menurut Winarno (1992). Jumlah gugus .1981). zat pewarna sintetik harus melalui berbagai prosedur pengujian sebelum akhirnya dapat digunakan sebagai zat pewarna makanan.5 Zat Pewarna Zat pewarna merupakan suatu bahan kimia baik alami maupun sintetik yang dapat memberikan warna (Elbe dan Schwartz. Antosianin Antosianin berasal dari bahasa Yunani. Struktur utama turunan benzopiran ditandai dengan adanya dua cincin aromatik benzena (C6H6) yang dihubungkan dengan tiga atom karbon yang membentuk cincin (Moss. Zat warna makanan dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu pewarna alami.

menghambat pelepasan materi inti hingga digunakan. Beberapa alasan mengapa industri makanan mengaplikasikan mikroenkapsulasi yaitu untuk mengurangi reaktivitas materi inti dengan lingkungan luarnya (misalnya cahaya. oksigen. Sedangkan jumlah gugus metoksi yang dominan dibandingkan gugus hidroksi pada struktur antosianidin. 1993). dan melarutkan materi inti secara perlahan ketika digunakan untuk mencapai distribusi yang merata (Shahidi dan Han. Gambar 2. Mikroenkapsulasi ini memiliki ukuran bervariasi dari sub-mikron hingga beberapa milimeter. Bentuknya berbeda-beda tergantung bahan dan metode yang digunakan untuk membuatnya. mempermudah penanganan materi inti. (Shahidi dan Han. 1988 dan Risch. 1996). Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kestabilan antosianin antara lain secara enzimatis dan non enzimatis. 1995). Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan antosianin secara non enzimatis adalah pengaruh dari pH. Secara enzimatis kehadiran enzim polifenol oksidase mempengaruhi kestabilan antosianin karena dapat merusak antosianin. akan mempengaruhi warna antosianin. suhu (Elbe dan Schwartz. atau gas di dalam kapsul kecil yang dapat melepaskan isinya dengan laju terkontrol pada kondisi yang spesifik (Dziezak. kelembaban. 1993). cairan.6 hidroksi atau metoksi pada struktur antosianidin. menyebabkan warna cenderung merah dan relatif stabil. dan . Mikroenkapsulasi juga merupakan metode untuk melindungi bahan yang telah dienkapsulasi dari faktorfaktor yang dapat menyebabkan kerusakan. misalnya suhu. dan air). cahaya. Struktur kimia antosianidin Mikroenkapsulasi dan Pengeringan Semprot Mikroenkapsulasi didefinisikan sebagai teknologi pengemasan padatan. Jumlah gugus hidroksi yang dominan menyebabkan warna cenderung biru dan relatif tidak stabil. menutupi rasa materi inti. menurunkan laju evaporasi dari materi inti.

.7 mikroorganisme (Pothakamuryans et al. gula. 1991. maltodekstrin melindungi bahan yang dienkapsulasi dari oksidasi (Reineccius. Mikroenkapsulasi dapat mereduksi off-flavor dari beberapa vitamin dan mineral. 1990 dan Reineccius. Pati termodifikasi ini memberikan retensi komponen volatil yang baik selama pengeringan semprot. Representasi mikrokapsul: (A) materi inti kontinu yang dikelilingi oleh pelapis yang kontinu. Prosesnya ekonomis dan fleksibel. 1995 dan Rosenberg et al. 1988 dan Pszczola. . 1991 dan Ré. dan mengurangi reaktivitas dari nutrien terhadap bahan lain (Dziezak.. 1990). mempermudah penyerapan nutrisi. Kapsul adalah pati yang dimodifikasi secara kimia dengan penggabungan komponen lipofilik. 1998). menggunakan peralatan yang telah banyak tersedia. dan Marchal et al. Formulasinya berbasis maltodekstrin atau produk hidrolisis pati. Produk yang dihasilkan adalah matriks polimer yang tercampur secara homogen yang menyelimuti materi inti.. 1998). dan menghasilkan partikel dengan kualitas yang baik (Rosenberg et al. Meskipun maltodekstrin tidak memiliki retensi komponen volatil yang baik selama pengeringan semprot. Reineccius. polisakarida yang diperoleh dari tanaman atau mikroorganisme (Karel. meningkatkan stabilitas terhadap temperatur dan kelembaban. dapat digunakan pada bahan dengan kandungan padatan tinggi. 1999). 1990).. 1988). dan menghasilkan stabilitas emulsi yang sangat baik (Shahidi dan Han. Pengeringan semprot adalah metode enkapsulasi yang paling banyak digunakan dalam industri makanan. 1993. Gambar 3. (B) materi inti terdispersi dalam matriks pelapis Karbohidrat telah banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat mikroenkapsul bahan pangan.

Selanjutnya.com. . teknologi proses pengolahan pewarna alami. Jurnal elektronik internasional diantaranya diakses pada http://wileyinterscience. dan penyusunan kerangka pemikiran.com. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian bahan-bahan bacaan dalam buku. jumlah. sehingga kesimpulan akhir yang didapat relevan dengan masalah di lapangan dan benar-benar telah melalui penyusunan secara komprehensif berdasarkan data akurat yang dianalisis secara runtut dan tajam. Pengolahan Data Melalui bahan-bahan bacaan di atas. serta manfaat dan pengaruh dari ekstrak antosianin di dalam tubuh manusia. dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan KBM. mutu. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kedua hal diatas. dan http://springerlink. http://sciencedirect. skripsi. jurnal elektronik.com. pemilihan pelarut dan suhu yang tepat. pemilihan proses ekstraksi antosianin dari KBM. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam memahami permasalahan yang diungkapkan dalam karya ilmiah ini. Metode literatur dilakukan dengan cara pencarian data.8 METODE PENULISAN Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode literatur. maka kerangka pemikiran dikembangkan dengan menganalisis ketersediaan bahan baku KBM di Indonesia. penyeleksian. serta proses pembuatan pewarna alami teknologi mikroenkapsulasi yang tepat beserta dengan formulasinya. dilakukan pengkajian. serta penarikan kesimpulan. pengolahan data. jurnal. dan pencarian solusi atas masalah yang dihadapi. dan ketersediaan antosianin serta warna yang dihasilkan. dilakukan pengkajian pewarna alami yang dihasilkan terhadap parameter biaya produksi.

937 ton atau sebanyak 92% maka sangatlah disayangkan bila buah manggis tersebut tidak diolah lebih lanjut agar memiliki nilai tambah dengan harga jual yang lebih tinggi. hanya sekitar 5. dipasarkan didalam negeri dengan harga yang jauh lebih murah. Sisanya. Melihat jumlah buah manggis undergrade yang mencapai 66. jam. . 2009). Salah satu potensi yang terkandung di dalam KBM adalah kandungan pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami yang juga dapat berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini dan menunjang produksi yang berkelanjutan maka bahan baku KBM segar terlebih dahulu akan mengalami perlakuan pengeringan dan penepungan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. 2008). kesulitan yang mungkin akan dialami dalam memproduksi pepewarna alami dari KBM adalah ketersediaannya yang terbatas mengingat manggis merupakan buah musiman. penggunaan antosianin sebagai pewarna semakin meluas tidak hanya sebagai pewarna wine tetapi juga sebagai pewarna soft drink. Melihat hal ini. Berikut ini akan diuraikan analisis ekonomi mengenai biaya produksi pembuatan pewarna alami dari KBM. jeli. Saat ini. 2008). Selain itu.9 ANALISIS DAN SINTESIS Prospektif Ekonomi KBM sebagai Pewarna Makanan Alami Produksi manggis Indonesia pada tahun 2007 mencapai 112. produk confectionary maupun frozen food (Anonimb. Secara ekonomi. Buah manggis tersebut memiliki grade yang rendah karena memiliki cacat maupun underzise (Anonima. trend masyarakat yang lebih memilih back to nature ataupun healty lifestyle turut mendukung terjadinya peningkatkan permintaan pasar akan antosianin sebagai pewarna makanan alami.634 ton yang dapat diekspor (Anonima.722 ton namun. peluang untuk memasarkan produk pewarna alami ini semakin terbuka lebar dan dapat berkembang menjadi semakin besar sebagai bisnis yang menjanjikan.697 ton dari jumlah total produksi sekitar 72.

Prospektif Manfaat Kesehatan Pewarna Makanan Alami KBM Seperti yang telah banyak diketahui secara luas bahwa kulit buah manggis merupakan salah satu sumber antosianin. Selain itu. 1995).000.10 Buah Manggis Segar Basis 100 Kg Biaya Rp 600. Termasuk diantaranya . Kemampuan antioksidan antosianin akan membantu konsumen menjaga kesehaan tubuhnya terutama dari bahaya radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker yang merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi masyarakat modern. Penepungan 17.5 % Biaya Rp 500. Bagan Alir Biaya Produksi Serbuk Pewarna Alami (Antosianin) KBM Perhitungan diatas dilakukan dengan menggunakan asumsi ceteris paribus pada berbagai faktor dan dilakukan dengan menggunakan alat pada skala laboratorium.000 Mikroenkapsulasi + maltodekstrin & capsul 10 % Biaya Rp 3..000. 7.000 Rendemen 70 % Biaya Rp 150. yang merupakan salah satu senyawa antioksidan polifenol dan termasuk senyawa antioksidan flavonoid (Gould.000 Rendemen 15 % Perendaman.700. Pengeringan.600.000 Penghilangan Gum + Etanol 50 % Biaya Rp 1.25 Kg serbuk pewarna makanan alami KBM adalah sebesar Rp.per 26.25 Kg Total biaya produksi serbuk pewarna alami (antosianin) KBM untuk menghasilkan 26.500. 286.Gambar 4. Dari asumsi-asumsi di atas maka dapat diperoleh biaya produksi pewarna makanan alami KBM yaitu sebesar Rp. Fungsi lain antosianin sebagai antioksidan dan sebagai anti bakteri didalam tubuh inilah yang menjadi nilai plus yang menjadi nilai jual dan membedakan pewarna makanan alami KBM dari pewarna makanan alami maupun sintetik lainnya.25 Kg atau sebesar Rp. 7.200..000 Rehidrasi dengan 175 lt air Biaya Rp 250.000 KBM 70 Kg Rendemen 25 % Pengurangan Tanin + Gelatin 0.000 Ekstraksi 175 lt ekstrak KBM Biaya Rp 250. antosianin juga dapat menjaga kesehatan pencernaan dengan mengganggu kerja di dalam membran sitoplasma mikroba.000.per Kg. Biaya yang produksi yang dicantumkan disini dapat diperkecil bila seluruh produksi pewarna alami KBM dapat dilakukan secara industrisasi.000 Serbuk Pewarna Makanan Alami KBM 26.5 Kg Biaya Rp 950. Blanching.

Senyawa fenolik seperti antosianin dapat membentuk ikatan hidrogen dengan protein (Suradikusumah. dilakukan proses blanching yang bertujuan untuk menginaktifasi .. karena dapat melindungi antosianin dari faktor-faktor penyebab degradasinya.11 adalah mengganggu transpor aktif dan kekuatan proton (Davidson. dan pengeringan. cair.. tahap ekstraksi dan tahap mikroenkapsulasi. 1988). 1993). Proses produksi pewarna makanan alami KBM pada karya tulis kali ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan bahan. Diziezak. blancing. Teknologi mikroenkapsulasi dapat melindungi material yang dienkapsulasi dari banyak faktor seperti suhu. perubahan pH. kelembaban. Secara lebih lengkap. proses teknologi mikro enkapsulasi yang digunakan dapat dilihat pada gambar 3. Proses perendaman selama 1 jam bertujuan agar getah maupun tanin yang terkandung di dalam KBM terlarut ke dalam air sehingga tidak ikut terekstrak. 1996). cahaya. (1994) yang menyatakan bahwa thymol dapat bereaksi dengan kandungan protein membran sitoplasma Salmonella thypimurium. terutama dalam produk-produk pangan dan kesehatan. Dengan menggunakan teknologi ini. Kompleks ini membuat perubahan permeabilitas membran sel mikroba dan membuat perkembangan Salmonella thypimurium dapat dihambat. Setelahnya. mikroorganisme. dan juga dari pengaruh oksidasi (Pothakamuryans et al. cahaya dan suhu (Elbe dan Schwartz. Melihat sifat-sifat antosianin yang tidak stabil dan mudah terdegradasi maka sangatlah tepat bila teknologi mikroenkapsulasi digunakan. Teknologi Mikroenkapsulasi Antosianin dari KBM Saat ini mikroenkapsulasi banyak digunakan. Dalam tahap ini ada beberapa proses yang amat penting yang harus diperhatikan seperti proses perendaman. maupun gas dapat dikemas dalam bentuk mikro dan digunakan kembali dengan perlakuan tertentu (Diziezak. 1988 ). 1989) dan sesuai dengan Juven et al. Antosianin memiliki sifat yang mudah terdegradasi terutama oleh faktor-faktor non enzimatis seperti pH. Tahap persiapan bahan merupakan tahap pertama dimana buah manggis segar diberi beberapa perlakuan dan dikeringkan menjadi tepung KBM. 1995. zat dan senyawa yang berbentuk padat.

Berdasarkan percobaan terdahulu. karena suhu yang tinggi dapat merusak antosianin yang terkandung di dalam KBM (Budiarto. 3 jam Serbuk Pewarna Makanan Alami KBM + Campuran Maltodekstrin & Capsul (1:1) 10 % b/v Homogenisasi Spray Drying T inlet 150oC. Kualitas produk dan jumlah rendemen yang akan diperoleh pada tahap mikroenkapsulasi ditentukan pada tahap ini.5 % Sentrifuse + Etanol 50 % sebanyak 50 % v/v Penyaringan Vacuum evaporator 50oC. proses blanching selama 5 menit merupakan proses blanching terbaik untuk buah-buahan. T outlet 90oC Ekstraksi Tepung KBM Ekstraksi air (1:10). 6-8 jam Penggilingan Pin Disc Mill 60 mesh Tepung KBM Ekstrak KBM (padatan) + gelatin 0. T ruang. Persiapan Bahan Buah Manggis Segar Pengupasan & Pencucian KBM Penyaringan Pemotongan 1cm X 4cm Perendaman 1 jam Blanching uap 5 menit Pengeringan Tray Dryer 50oC. Proses ekstraksi antosianin dilakukan pada suhu ruang menggunkan air dengan perbandingan 1:10 (Tepung KBM : Air). 1991). Pengeringan dilakukan pada suhu 50oC.12 enzim polifenoloksidase. Dengan menginaktivasi enzim tersebut maka proses browning dan oksidasi antosianin yang tidak diinginkan dapat dicegah. 4 jam Mikroenkapsulasi Ekstrak KBM (padatan) Rehidrasi Gambar 5. Bagan Proses Pembuatan Serbuk Pewarna Alami (Antosianin) KBM Tahap ekstraksi merupakan tahap utama yang amat penting dalam proses pembuatan produk pewarna alami dari KBM. Dengan menggunakan suhu ruang diharapkan proses degradasi antosianin yang terjadi pada proses ekstraksi akan terjadi seminimal mungkin sehingga menaikkan rendemen antosianin yang .

alginat. Tahap mikroenkapsulasi ini dilakukan dengan mengikuti proses mikroenkapsulasi vitamin C. padatan ekstrak KBM harus direhidrasi terlebih dahulu sesuai dengan volume ekstrak pada proses ekstraksi sebelumnya. Gum merupakan senyawa karbohidrat yang banyak terdapat di dalam kulit buah-buahan. Vitamin C dipilih karena sifatnya yang menyerupai antosianin yaitu mudah terdegradasi oleh suhu dan cahaya sehingga diharapkan proses yang akan diterapkan nantinya akan meminimalisir kerusakan antosianin.13 terekstrak. Namun demikian. Kandungan gum yang tinggi pada ekstrak antosianin akan menyebabkan kelengketan pada nozzle sehingga menyulitkan proses spray drying dan menyebabkan penurunan tingkat kelarutan produk akhir. Untuk menghindari hal tersebut. albumin. akan dilakukan dua proses tambahan yaitu proses pengurangan tanin dan penghilangan gum untuk mengatasi persoalan tersebut. ekstrak dievaporasi menjadi padatan menggunakan vacuum evaporator pada suhu 50oC untuk menguapkan etanol dari proses sebelumnya. Ekstrak KBM kemudian ditambahkan bahan pengisi berupa campuran maltodekstrin dan capsul dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 % dari volume ekstrak. Air merupakan pelarut alami yang murah dan aman serta telah terbukti dapat mengekstrak antosianin dari KBM. maka dilakukan proses penghilangan gum menggunakan etanol 50 % sebanyak 50 % dari volume ekstrak yang dihasilkan. Terdapat beberapa senyawa yang dapat digunakan untuk menghilangkan tanin antara lain CMC. berdasarkan penelitian terdahulu. 1991). Namun. 1991) sedangkan penambahan capsul bertujuan untuk mengikat komponen-komponen yang akan . dapat mengikat tanin KBM dengan baik dan mengendapkannya (Budiarto. Untuk itu. Selanjutnya. dan gelatin. Penambahan maltodekstrin bertujuan untuk melindungi antosianin dari proses oksidasi (Reineccius. Tahap terakhir adalah tahap mikroenkapsulasi. 1980). penggunaan air akan turut mengekstrak tanin dan gum yang tidak diharapkan untuk turut terekstrak karena akan menyulitkan proses mikroenkapsulasi serta menurunkan kualitas produk akhir (Timberlake. Kandungan gum akan berpengaruh pada kelarutan produk akhir yang dihasilkan. Sebelum proses spray drying dilakukan.

oksidasi. penggunaan spray drying untuk mikroenkapsulasi vitamin C dapat mengakibatkan pengurangan kadar vitamin C sebesar 20 % namun. tetap dapat menjaga produk yang dihasilakan agar tetap kering dan tidak menyerap uap air. jumlah ini masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan proses produksi vitamin C lainnya. Meskipun demikian. Suhu outlet merupakan suhu keluaran produk mikroenkapsulasi. Dalam karya tulis kali ini suhu outlet yang digunakan mengikuti suhu outlet yang biasa digunakan dalam proses spray drying yaitu 90oC. (1991). (2003). Berdasarkan Uddin et al. menurut Uddin et al. Kedua bahan pengisi tersebut merupakan polisakarida yang berasal dari pati yang dimodifikasi sehingga penggunaannya cukup aman dan relatif tidak berinteraksi dengan material yang dienkapsulasi. ekstrak campuran kemudian diproses menggunakan spray drying untuk membentuk lapisan misel atau dinding pelindung. Setelah dihomogenisasi. Menurut Dib Taxi et al. dan perubahan warna pada vitamin C.. terutama vitamin C. Proses spray drying dipilih karena biayanya yang ekonomis dan telah terbukti dapat untuk digunakan untuk melakukan mikroenkapsulasi terhadap beberapa vitamin. 1999). proses mikroenkapsulasi vitamin C menggunakan spray drying dan bahan pengisi karbohidrat terbukti mampu mencegah terjadinya proses degradasi.14 menjadi volatil pada saat proses spray drying dilakukan dan menstabilkan emulsi yang terbentuk (Marchal et al. suhu outlet tidak terlalu tinggi namun. Sebaiknya. Hal lainnya yang perlu diperhatikan dari penggunaan spray drying adalah pengaturan suhu inlet dan outlet. suhu inlet 150oC merupakan suhu terbaik yang dapat digunakan untuk melakukan proses mikroenkapsulasi vitamin C. . (1991).

Selain itu. kelembaban. Optimalisasi proses mikroenkapsulasi juga perlu dilakukan agar kualitas produk dan rendemen yang dihasilkan dapat lebih ditingkatkan.15 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Antosianin yang terkandung dalam KBM dapat digunakan sebagai salah satu pewarna makanan alami yang sehat dan aman. serta oksidasi sehingga tidak mudah terdegradasi dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Mengingat sifat antosianin yang tidak stabil dan mudah terdegradasi maka dibutuhkan proses pengolahan tertentu yang efektif dan ekonomis yang dapat menjawab permasalahan ini. pH. . Saran Melihat potensi dan prospek pewarna makanan alami KBM maka penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memaksimalkan manfaat yang dimilikinya. yaitu hanya sekitar 20 %. Antosianin KBM dalam produk pangan tidak hanya memberikan warna tetapi juga memiliki manfaat kesehatan sebagai antioksidan dan anti bakteri yang dapat mencegah terjadinya penyakit gastrointestinal. kerusakan yang diakibatkan teknologi mikroenkapsulasi dengan spray drying cukup rendah. Teknologi mikroenkapsulasi dengan spray drying merupakan teknologi yang tepat untuk diterapkan dalam proses pembuatan pewarna makanan alami KBM karena kelebihannya yang dapat melindungi antosianin dari pengaruh suhu. Hal ini dapat menjawab tuntutan masyarakat yang mulai beralih pada pewarna alami yang tidak berbahaya dan sekaligus mempunyai sifat fungsional tertentu. mikroorganisme. cahaya.

M. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura. G. New York: Marcell Dekker.com [27 maret 2009] Baurnifiend. Parabens and Phenolic Compounds. 1996. Di dalam: Hendry. Journal of Microencapsulation. M. A. 2003. Food Technology: 136-151. P. R. Inc. http://www. Von dan Schwartz. J. (1988). Makalah Direktur Jenderal Hortikultura. C. Anthocyanin Colour. Enie A. 1991. 1986. Editor. J. B. dan Grosso. H. Davidson. New York: Marcel Dekker. B. Owen. M.H.A. 20 (4): 443-448.D. Bandung: ITB Press.S. Kimia Makanan Edisi Kedua. L. K. F. Santos. Keragaman Kondisi Manggis Indonesia. Teven J. Natural Food Colours. Pangan (2). Natural Food Colorants Second Edition. C. Bogor: Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan . Zat pewarna makanan dan peraturan pemakaiannya. Menezes.. 2008. Caretenoid as Colorant and Vitamin A Precusor. A. Dziezak. Penerjemah. Media Teknologi Indonesia. 1996. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Food Chemistry. Mechanism of Action of Food Preservation Procedures.. Colorants. Di dalam: Davidson. Departemen Pertanian. Stabilitas Antosianin Manggis dalam Minuman Berkarbonat.tradeindia. H.B. Dib Taxi. 1981.. London: Elsevier. Gould. 1995. E.M. R. D. London: Chapman and Hall. J. Study of The Microencapsulation of Camu-Camu (Myciaria dubia) Juice.D Hougton. 1997. Anonimb. P.D dan J. C. Di dalam: Fennema. Deman. Antimicrobials in Foods 2nd Edition. Editor.C. G. 1993.B. J. Elbe.. W. Microencapsulation and Encapsulated Ingredients. Hendry. dan Alfred. Padmawinata. Budiarto.16 DAFTAR PUSTAKA Anonima. New York and London: Academic Press.

Induction of Apoptosis by Xanthones from Mangosteen in Human Leukemia Cell Lines. Editor.. 1982.H. G. S. Schved F. 2002. Prod.com [15 Maret 2009] Pothakamury. Trends in Food Science & Technology.A. Factors that Interact with The Antibacterial Action of Thyme Essential Oil and Its Active Constituent. The Chemistry of Food Colour. IFT.V. dan Weisslowicz. Di dalam: D.B. Markakis. Encapsulation and Controlled Release of Food Components. E. T. Microencapsulation by Spray Drying.. 4 Jenis Olahan Manggis..A. Dmitriy. P. Editor. Nat. J.. Colour in Food: Improving Quality. Chem. K. Natural Food Antimicrobial Systems. New York: Academis Press. hlm 22 -25.: A Phytochemical and Pharmacological Review. A. 16 (6): 1195-1236.. Moss. 1999. 1998. J. G. J. 2007. 2009. Ivo P..G. Marchal. dan Barbosa-Cánovas. Ré. dan Michael H. Ito... Biotechnology and Food Process Engineering.. Flavor Encapsulation. Kanner J. Reineccius.E. MacDougall. Obolskiy. L. Rao.R. 6: 397-406. Washington: CRC Press. (1988).. . Nisarat S. T. U. Di dalam: H. Drying Technology. B. Fundamental Aspects of Controlled Release in Foods. Soc.. 22 Agustus. dan Tramper. Matsumoto. 1990. Trends in Food Science & Technology.: 55-66. Di dalam: Naidu.. Am. Beeftink.wiley.17 Iswari. M. 2002. 10: 345-355. 2003. 66: 1124-1127. Towards a Rational Design of Commercial Maltodextrins. Akao. Y. Spray-Drying of Food Flavors. B. 52(12): 70-77. Si Ratu Buah Dunia dari Sumbar.interscience. 1995. T. Tabloid Sinar Tani. (1998). dan Tanaka. Food Technology. Encapsulated Ingredients: Providing The Right Fit. H. 1994. K. Garcinia mangostana L. H. Pszczola.. Anthocyanin as Food Colors. USA: CRC Press. Juven. Ohguchi. Schwartzberg dan M.I. D. M.M. K dan Sudaryono. Karel.. Editor. http://www. Marcel Dekker Inc. Kobayashi.W.

Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. M. 1991. Agric. I. J. Microencapsulation of Ascorbic Acid: Effect of Process Variables on Product Characteristics. 2000. Carbohydrates for Flavor Encapsulation. J. Food Chem. 2001. Q. J. 1993. 33 (6): 501-547. dan Zhu. J. G. Kopelman. Winarno. dan Talmon. Suradikusumah. . Editor. N. S. 1980. IPB. Encapsulation of Food Ingredients. Uddin. London: Applied Science Publishers LTD. 1995. Lauro. J. 18 (2): 199-209. R. E. Jakarta: PT Gramedia. Timberlake dan Bridle. Journal of Microencapsulation. F. Y. Francis. 1990. Di dalam: Walford. M.G. Anthocyanins. and Han. Development in Food Colors. Food Technology: 144-146. Encapsulation and Controlled Release of Food Ingredients.. Rosenberg. Kimia Tumbuhan. USA: American Chemical Society. Anthocyanins. New York: Marcel Dekker. Wrolstad. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. Kimia Pangan dan Gizi. G. 1992. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. H.. A. 1989. X. 38: 1288-1294. F. Editor. M. and F. Shahidi.. Natural Food Colorants: Science and Technology. A. S. Risch. J. Factors Affecting Retention in Spray-Drying Microencapsulation of Volatile Materials.A. and Reineccius.18 Reineccius.J. Di dalam: G. Hawlader. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. E.

Bogor.19 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat. : 021-5650377 08176368824 : longz_a@yahoo. Universitas Diponegoro 2008 . Kemampuan Imunomodulator.W. Darmaga.id : Judul Keterangan RISTEC UNDIP Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Karya ilmiah yang pernah dibuat Tahun 2008 2009 2009 Pembuatan Kemasan Biodegradable Menggunakan Limbah Udang Dan Ubi Kayu Sebagai Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan Toksisitas.: 004/04 Jakarta Barat 11510 : Jalan Perwira no 45. Telepon E-mail : Leonardus Adi Wijaya : Jakarta.co.T. 1 R.) sebagai Pewarna Makanan Alami Kaya Antioksidan dengan Menggunakan Teknologi Mikroenkapsulasi Penghargaan ilmiah yang pernah diraih : Juara II Lomba Penulisan Karya Ilmiah Nasional Tingkat SMA UPH 2004 Juara I kompetisi RISTEC. 18 November 1987 : Laki-laki : Kepa Duri Mas Blok O2 No./R. Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat Rumah Alamat Kost No. Dan Aktivitas Antioksidan Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Pada Sel Limfosit Manusia Secara In Vitro Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.

) sebagai Pewarna Makanan Alami Kaya Antioksidan dengan Menggunakan Teknologi Mikroenkapsulasi Penghargaan ilmiah yang pernah diraih : Juara I kompetisi RISTEC. Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat Rumah No. Universitas Diponegoro 2008 .20 Nama Tempat. Cendawan no C5 RT 001/ Rw 008 Bogor 16710 : 0818679230 : mp_segara@yahoo. 2 Maret 1987 : Laki-laki : Jln.com : Judul Keterangan RISTEC UNDIP Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Karya ilmiah yang pernah dibuat Tahun 2008 2008 2009 Potensi Modified Cassava Grits sebagai pangan Fungsional Pensubstitusi Makanan Pokok (Nasi) Pembuatan Kemasan Biodegradable Menggunakan Limbah Udang dan Ubi Kayu sebagai Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis (Garcinia mangostana L. Telepon E-mail : Marcel Priyandi Segara : Bogor.

Apt. : 021 – 6503072 081806969337 : fenny. 3 September 1988 : Perempuan : Jalan Metro Kencana V. Bogor.) sebagai Pewarna Makanan Alami Kaya Antioksidan dengan Menggunakan Teknologi Mikroenkapsulasi Keterangan Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa 2008 2009 .com Karya ilmiah yang pernah dibuat : Tahun 2008 Judul Formulasi dan Produksi Insektisida Alami Berbasis Kitosan dan Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.21 Nama Tempat. Jakarta Utara.s@windowslive.) serta Aplikasinya Terhadap Serangga Hama Gudang Sitophillus zeamais Komersialisasi Permen Jelly dari Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai Pangan Fungsional dengan Harga Terjangkau Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis (Garcinia mangostana L. Telepon E-mail : Fenny Suprioto : Jakarta. Metro Sunter unit 1122 Sunter. Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat Rumah Alamat Kost No. : Perwira 99 (Puri Riveria) Darmaga.

000 Gelatin 875 gram 35.200.000 Rehidrasi (air) 175 liter 1.000 3.500 7.000/proses 50.312.000 Proses evaporasi 1x proses 650.000 Maltodekstrin 8.600.000/proses 150.000/proses 200. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jenis pengeluaran Pengeluaran Pengeluaran/Tahap Jumlah Harga Satuan (Rp) (Rp) (Rp) Bahan dan Proses Buah manggis segar 100 kg 6.000 250.000/proses 150.050.000/proses 200.700. Blanching.500 Spray drying 1x proses 830.000 Proses penepungan 1x proses 200.000/kg 600.000 Kapsul 8.000 250.000 150.75 kg 120. Pengeringan.000/kg 1.000 Total 7.050.75 kg 150.000/100 gram 307.5 liter 12.000 Proses perendaman 1x proses 150. Penepungan Pengurangan tannin Penghilangan gum Mikroenkapsulasi . Tahap Perendaman.400/liter 250.000/liter 1.000 950.000/proses 830.589.000/proses 400.000 Proses pemotongan 1x proses 150.400/liter 250.000/proses 140.000 Proses penyaringan 1x proses 50.000 Ekstraksi (air) 175 liter 1.000 600.000 Proses pengeringan 1x proses 400.000 Proses sentrifuse 2x proses 75.000 Alkohol 50% 87.000/kg 1.000 1.000 Proses blanching 1x proses 200.000/proses 650.000 500.000 *Perhitungan diandaikan dengan menyewa peralatan dan pembelian bahan secara grosir.LAMPIRAN No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful