Teknik Umum Konseling

Posted on 15 Januari 2008 Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum, diantaranya : 1. Perilaku Attending Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik dapat :
  

Meningkatkan harga diri klien. Menciptakan suasana yang aman Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.

Contoh perilaku attending yang baik :
    

Kepala : melakukan anggukan jika setuju Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyum Posisi tubuh : agak condong ke arah klien, jarak antara konselor dengan klien agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan. Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah, menggunakan tangan sebagai isyarat, menggunakan tangan untuk menekankan ucapan. Mendengarkan : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan klien hingga selesai, diam (menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian terarah pada lawan bicara.

Contoh perilaku attending yang tidak baik :
    

Kepala : kaku Muka : kaku, ekspresi melamun, mengalihkan pandangan, tidak melihat saat klien sedang bicara, mata melotot. Posisi tubuh : tegak kaku, bersandar, miring, jarak duduk dengan klien menjauh, duduk kurang akrab dan berpaling. Memutuskan pembicaraan, berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara. Perhatian : terpecah, mudah buyar oleh gangguan luar.

2. Empati Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati. Terdapat dua macam empati, yaitu :
1

1. Empati primer, yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran dan keinginan klien, dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka.Contoh ungkapan empati primer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”. ” Saya dapat memahami pikiran Anda”.” Saya mengerti keinginan Anda”. 2. Empati tingkat tinggi, yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan, pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalaman termasuk penderitaannya. Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan, dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”. 3. Refleksi Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :

Refleksi perasaan, yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah ….” Refleksi pikiran, yaitu teknik untuk memantulkan ide, pikiran, dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan…” Refleksi pengalaman, yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…”

4. Eksplorasi Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu :
 

Eksplorasi perasaan, yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan. Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan ….” Eksplorasi pikiran, yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien. Contoh : ” Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang sekolah sambil bekerja”. Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali pengalamanpengalaman klien. Contoh :” Saya terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui Namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”

2

akan tetapi saya tidak mengambilnya.” 6. lebih baik gunakan kata tanya apakah. (3) memberi arah wawancara konseling. Oleh karenanya. Klien : ” Empat ” 3 . Contoh : ” Apakah Anda merasa ada sesuatu yang ingin kita bicarakan? ” 7. Menangkap Pesan (Paraphrasing) Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau initi ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien. Pertanyaan Tertutup (Closed Question) Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Tujuan pertanyaan tertutup untuk : (1) mengumpulkan informasi. Contoh dialog : Klien : ”Saya berusaha meningkatkan prestasi dengan mengikuti belajar kelompok yang selama ini belum pernah saya lakukan”. Contoh dialog : Klien : ” Itu suatu pekerjaan yang baik. bagaimana. pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan teknik pertanyaan terbuka (opened question). Konselor: ”Biasanya Anda menempati peringkat berapa ? ”. dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup. Tujuan paraphrasing adalah : (1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien. (2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan . (2) menjernihkan atau memperjelas sesuatu. dan mengamati respons klien terhadap konselor. dan (3) menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang jauh. jika dia tidak tahu alasan atau sebabsebabnya. Pertanyaan Terbuka (Opened Question) Pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing siswa agar mau berbicara mengungkapkan perasaan. biasanya ditandai dengan kalimat awal : adakah atau nampaknya. dapatkah.5. Pertanyaan semacam ini akan menyulitkan klien. yang harus dijawab dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana. Saya tidak tahu mengapa demikian ? ” Konselor : ” Tampaknya Anda masih ragu. dan (4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien. adakah.

Contoh dialog : Klien : ” Saya pikir dengan berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua merupakan bakti saya pada keluarga. Contoh dialog : Klien : ” Saya putus asa… dan saya nyaris… ” (klien menghentikan pembicaraan) Konselor: ” ya…” Klien : ” nekad bunuh diri” Konselor: ” lalu…” 9. dengan tujuan untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut. perasaan dan pengalaman klien dengan merujuk pada teori-teori. Membantu orang tua memang harus. Dorongan minimal (Minimal Encouragement) Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien.. maka dibutuhkan manusia Indonesia yang berkualitas. Mengarahkan (Directing) Yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu. Karena tantangan masa depan makin banyak. Misalnya dengan menggunakan ungkapan : oh….” Konselor : ” Pendidikan tingkat SMA pada masa sekarang adalah mutlak bagi semua warga negara. karena adik-adik saya banyak dan amat membutuhkan biaya. Terutama hidup di kota besar seperti Anda. bukan pandangan subyektif konselor. lalu…. ya…. 10.Konselor: ” Sekarang berapa ? ” Klien : ” Sebelas ” 8.dan… Tujuan dorongan minimal agar klien terus berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan. terus…. 4 . Dorongan ini diberikan pada saat klien akan mengurangi atau menghentikan pembicaraannya dan pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan atau pada saat konselor ragu atas pembicaraan klien. Interpretasi Yaitu teknik untuk mengulas pemikiran. Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan sesuatu. namun mungkin disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong akan meninggalkan SMA”.

Saya tak dapat lagi menahan diri. Oleh karena itu. (2) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap. Fokus Yaitu teknik untuk membantu klien memusatkan perhatian pada pokok pembicaraan.Klien : ” Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. kedua.” Konselor : ” Bisakah Anda mencobakan di depan saya. Contoh dialog : Klien :” Saya mungkin berfikir juga tentang masalah hubungan dengan pacar. (4) mempertajam fokus pada wawancara konseling. terdapat teknik umum lainnya dapat dihunakan dalam konseling. yaitu : sikap orang tua Anda yang menginginkan Anda segera menyelesaikan studi. Mungkin Anda tinggal merinci kepedulian itu. klien akan mengungkapkan sejumlah permasalahan yang sedang dihadapinya. Tujuan menyimpulkan sementara adalah untuk : (1) memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik dari hal-hal yang telah dibicarakan. tekad Anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas. Pada umumnya dalam wawancara konseling. Misalnya dengan mengatakan : 5 . Tapi bagaimana ya?” Konselor : ” Sampai ini kepedulian Anda tertuju kuliah kuliah sambil bekerja. diantaranya: A. dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana tuntutan dari perusahaan yang akan Anda masuki. Menyimpulkan Sementara (Summarizing) Yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas. kita sudah sampai pada dua hal: pertama. konselor seyogyanya dapat membantu klien agar dia dapat menentukan apa yang fokus masalah.” Selain yang telah disampaikan dalam Teknik Umum I. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit. namun masih ada hambatan yang akan hadapi. Dari materi materi pembicaraan yang kita diskusikan. Contoh : ” Setelah kita berdiskusi beberapa waktu alangkah baiknya jika simpulkan dulu agar semakin jelas hasil pembicaraan kita. bagaimana sikap dan kata-kata ayah Anda jika memarahi Anda.” 11. Mengenai pacaran apakah termasuk dalam kerangka kepedulian Anda juga ?” B. (3) meningkatkan kualitas diskusi. Memimpin (leading) Yaitu teknik untuk mengarahkan pembicaraan dalam wawancara konseling sehingga tujuan konseling .

(3) membawa klien kepada kesadaran adanya diskrepansi. wajah murung. telah membuat kamu menderita. Fokus mengenai budaya. ungkapan kata-kata yang tegas. Fokus pada orang lain. Contoh dialog : Klien : ” Perubahan yang terjadi di keluarga saya membuat saya bingung.” Konselor :” Anda mengatakan baik-baik saja. Contoh dialog : Klien : ” Saya baik-baik saja”. kurang jelas dan agak meragukan. yaitu dengan : (1) memberi komentar khusus terhadap klien yang tidak konsisten dengan cara dan waktu yang tepat. Terangkanlah tentang dia dan apa yang telah dilakukannya ?” 3. Fokus pada diri klien. Tujuannya adalah : (1) mendorong klien mengadakan penelitian diri secara jujur. ibu. dan sebagainya. Konfrontasi Yaitu teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi antara perkataan dengan perbuatan atau bahasa badan.” C. diantaranya : 1. Tujuannya adalah : (1) mengundang klien untuk menyatakan pesannya dengan jelas. (2) meningkatkan potensi klien. ”Saya melihat ada perbedaan antara ucapan dengan kenyataan diri ”. ide awal dengan ide berikutnya. Ada beberapa yang dapat dilakukan. atau saudara-saudara Anda. mengulang dan mengilustrasikan perasaannya. Penggunaan teknik ini hendaknya dilakukan secara hati-hati.” Apakah tidak sebaiknya jika pokok pembicaraan kita berkisar dulu soal hubungan Anda dengan orang tua yang kurang harmonis ”. (3) dilakukan dengan perilaku attending dan empati. 2. Contoh: ” Mungkin budaya menyerah dan mengalah pada lakilaki harus diatas sendiri oleh kaum wanita. Fokus pada topik. atau kontradiksi dalam dirinya. (2) agar klien menjelaskan. senyum dengan kepedihan.” Konselor : ”Bisakah Anda menjelaskan persoalan pokoknya ? Misalnya peran ayah.” 6 . Contoh : ” Pengguguran kandungan ? Kamu memikirkan aborsi ? Pikirkanlah masak-masak dengan berbagai pertimbangan”. konflik. (2) tidak menilai apalagi menyalahkan. Menjernihkan (Clarifying) Yaitu teknik untuk menjernihkan ucapan-ucapan klien yang samar-samar. posisi tubuh gelisah). dan dengan alasan-alasan yang logis. Saya tidak mengerti siapa yang menjadi pemimpin di rumah itu. 4.(suara rendah. D. Anda tidak yakin apa yang akan Anda lakukan ”. tapi kelihatannya ada yang tidak beres”. Contoh : ” Roni. Contoh : ” Tanti. Wanita tak boleh menjadi obyek laki-laki.

” 6. Konselor :”…………. G.” (diam) F. karena saya akan mendengarkan dengan sebaikbaiknya... Tujuannya adalah (1) menanti klien sedang berfikir. dan pengalamannya secara bebas. konselor tetap harus mempertimbangkannya apakah pantas untuk memberi nasehat atau tidak. paling lama 5 – 10 detik. Konselor mengajak klien untuk berinisiatif dalam menuntaskan diskusi. tidak tahu. Memudahkan (facilitating) Yaitu teknik untuk membuka komunikasi agar klien dengan mudah berbicara dengan konselor dan menyatakan perasaan.. Diam Teknik diam dilakukan dengan cara attending. komunikasi yang terjadi dalam bentuk perilaku non verbal. dan kurang parisipatif..E. saya pikir Anda mempunyai satu keputusan namun masih belum keluar. (2) sevagai protes jika klien ngomong berbelit-belit. Coba Anda renungkan kembali”.harus bagaimana. sering diam. pikiran. (3) menunjang perilaku attending dan empati sehingga klien babas bicara..” (diam) Klien :” Saya. Contoh: ” Baiklah. Teknik ini bertujuan : (1) mengambil inisiatif jika klien kurang semangat. (2) jika klien lambat berfikir untuk mengambil keputusan. Contoh dialog : Klien :”Saya tidak senang dengan perilaku guru itu” Konselor :”…………. Saya. 7 . Sebab dalam memberi nasehat tetap dijaga agar tujuan konseling yakni kemandirian klien harus tetap tercapai.. Walaupun demikian. Mengambil Inisiatif Teknik ini dilakukan manakala klien kurang bersemangat untuk berbicara. Contoh : ” Saya yakin Anda akan berbicara apa adanya. Memberi Nasehat Pemberian nasehat sebaiknya dilakukan jika klien memintanya.. (3) jika klien kehilangan arah pembicaraan.

(2) memantapkan rencana klien.com di internet”. sebaiknya tetap diupayakan agar klien mengusahakannya. jika konselor tidak memiliki informasi sebaiknya dengan jujur katakan bahwa dia mengetahui hal itu. dalam hal seperti ini saya yakin Anda lebih mengetahuinya dari pada saya. 8 . terutama mengenai kecemasan. (3) pemahaman baru klien. Contoh : ” Mengenai berapa biaya masuk ke Universitas Pendidikan Indonesia.” H. Pemberian informasi Sama halnya dengan nasehat. Contoh : ” Nah. J. Merencanakan Teknik ini digunakan menjelang akhir sesi konseling untuk membantu agar klien dapat membuat rencana tindakan (action). perbuatan yang produktif untuk kemajuan klien. Kalau pun konselor mengetahuinya. jika dipandang masih perlu dilakukan konseling lanjutan. apakah tidak lebih baik jika Anda mulai menyusun rencana yang baik berpedoman hasil pembicaraan kita sejak tadi ” I.upi.Contoh respons konselor terhadap permintaan klien : ” Apakah hal seperti ini pantas saya untuk memberi nasehat Anda ? Sebab. saya sarankan Anda bisa langsung bertanya ke pihak UPI atau Anda berkunjung ke situs www. dan (4) pokok-pokok yang akan dibicarakan selanjutnya pada sesi berikutnya. Menyimpulkan Teknik ini digunakan untuk menyimpulkan hasil pembicaraan yang menyangkut : (1) bagaimana keadaan perasaan klien saat ini.

Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut. model fisik. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara perilaku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan. 4. Teknik-teknik khusus ini dikembangkan dari berbagai pendekatan konseling. Pengkondisian Aversi Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. 2008 ⋅ 17 Comments Dalam konseling. Desensitisasi Sistematis Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang perilaku model. Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya perilaku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. dan memperkuat perilaku yang sudah terbentuk. dapat menggunakan model audio. 3. mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini. di samping menggunakan teknik-teknik umum. yaitu : 1. Jadi desensitisasi sistematis hakekatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negatif biasanya merupakan kecemasan. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung. 2. dalam hal-hal tertentu dapat menggunakan teknik-teknik khusus. Pembentukan Perilaku Model Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk Perilaku baru pada klien. Esensi teknik ini adalah menghilangkan perilaku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan dihilangkan. dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku yang akan dihilangkan. Gestalt dan sebagainya Di bawah disampaikan beberapa teknik – teknik khusus konseling. model hidup atau lainnya yang 9 . Latihan Asertif Teknik ini digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. kesulitan menyatakan tidak. Rational Emotive Theraphy. seperti pendekatan Behaviorisme.Teknik Khusus Konseling Posted by Eko Susanto ⋅ March 22.

Kecenderungan kuat atau tegar lawan kecenderungan lemah. 7. Mengingkari perasaan-perasaan sendiri dengan cara 10 . Kecenderungan “anak baik” lawan kecenderungan “anak bodoh”. “Saya malas. 6. Bermain Proyeksi Proyeksi yaitu memantulkan kepada orang lain perasaan-perasaan yang dirinya sendiri tidak mau melihat atau menerimanya. Kecenderungan bertanggung jawab lawan kecenderungan masa bodoh. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial. dan saya bertanggung jawab atas kejenuhan itu” “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan sekarang. Perilaku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Melalui dialog yang kontradiktif ini. menurut pandangan Gestalt pada akhirnya klien akan mengarahkan dirinya pada suatu posisi di mana ia berani mengambil resiko. Dalam teknik ini konselor meminta klien untuk membuat suatu pernyataan dan kemudian klien menambahkan dalam pernyataan itu dengan kalimat : “…dan saya bertanggung jawab atas hal itu”. misalnya : Kecenderungan orang tua lawan kecenderungan anak. 5. dan saya bertanggung jawab atas ketidaktahuan itu”. Misalnya : “Saya merasa jenuh. Kecenderungan otonom lawan kecenderungan tergantung. Latihan Saya Bertanggung Jawab Merupakan teknik yang dimaksudkan untuk membantu klien agar mengakui dan menerima perasaan-perasaannya dari pada memproyeksikan perasaannya itu kepada orang lain. Penerapan permainan dialog ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknik “kursi kosong”.teramati dan dipahami jenis perilaku yang hendak dicontoh. tetapi menurut Gestalt akan membantu meningkatkan kesadaraan klien akan perasaan-perasaan yang mungkin selama ini diingkarinya. yaitu kecenderungan top dog dan kecenderungan under dog. dan saya bertanggung jawab atas kemalasan itu” Meskipun tampaknya mekanis. Permainan Dialog Teknik ini dilakukan dengan cara klien dikondisikan untuk mendialogan dua kecenderungan yang saling bertentangan.

klien diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan ide-ide dan perasaan-perasaan yang tidak rasional dan tidak logis. perasaan-perasaan yang dipantulkan kepada orang lain merupakan atribut yang dimilikinya. Untuk membuka dan membuat jalan menuju perkembangan kesadaran perasaan yang lebih baru tidak cukup hanya mengkonfrontasi dan menghadapi perasaan-perasaan yang ingin dihindarinya tetapi membutuhkan keberanian dan pengalaman untuk bertahan dalam kesakitan perasaan yang ingin dihindarinya itu. kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri. Sering terjadi. dan menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntut pola perilaku yang diharapkan. mengadakan latihan-latihan tertentu berdasarkan tugas yang diberikan. Pelaksanaan home work assigment yang diberikan konselor dilaporkan oleh klien dalam suatu pertemuan tatap muka dengan konselor. Dalam hal ini konselor tetap mendorong klien untuk bertahan dengan ketakutan atau kesakitan perasaan yang dialaminya sekarang dan mendorong klien untuk menyelam lebih dalam ke dalam tingkah laku dan perasaan yang ingin dihindarinya itu. Kebanyakan klien ingin melarikan diri dari stimulus yang menakutkan dan menghindari perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan. Misalnya : konselor memberi kesempatan kepada klien untuk memainkan peran “ekshibisionis” bagi klien pemalu yang berlebihan. Dengan tugas rumah yang diberikan. membiasakan diri. 8. pengelolaan diri klien dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor. 10. 9.memantulkannya kepada orang lain. Dalam teknik bermain proyeksi konselor meminta kepada klien untuk mencobakan atau melakukan hal-hal yang diproyeksikan kepada orang lain. Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab. Konselor mendorong klien untuk tetap bertahan dengan perasaan yang ingin dihindarinya itu. 11. Bertahan dengan Perasaan Teknik ini dapat digunakan untuk klien yang menunjukkan perasaan atau suasana hati yang tidak menyenangkan atau ia sangat ingin menghindarinya. Teknik yang dilaksanakan dalam bentuk tugas-tugas rumah untuk melatih. mempelajari bahan-bahan tertentu yang ditugaskan untuk mengubah aspek-aspek kognisinya yang keliru. Dalam teknik ini konselor meminta klien untuk memainkan peran yang berkebalikan dengan perasaan-perasaan yang dikeluhkannya. Teknik Pembalikan Gejala-gejala dan perilaku tertentu sering kali mempresentasikan pembalikan dari dorongandorongan yang mendasarinya. Home work assigments. Adaptive 11 .

12 . 12. 13. mendorong. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien. Bermain peran Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaan-perasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu.Teknik yang digunakan untuk melatih. Imitasi Teknik untuk menirukan secara terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan perilakunya sendiri yang negatif. dan membiasakan klien untuk secara terusmenerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku yang diinginkan.

Setiap potensi harus diusahakan untuk berkembang dan terapi realitas berusaha membangun anggapan bahwa tiap orang akhirnya menentukan nasibnya sendiri B. 4. sehingga yang paling dipentingkan adalah bagaimana konseli dapat memperoleh kesuksesan pada masa yang akan datang. Konsep Dasar Terapi Realitas merupakan suatu bentuk hubungan pertolongan yang praktis. Setiap orang memiliki kemampuan potensial untuk tumbuh dan berkembang sesuai polapola tertentu menjadi kemampuan aktual. bahwa tentang hakikat manusia adalah: 1. Perilaku masa lampau tidak bisa diubah tetapi diterima apa adanya. dengan cara memberi tanggung jawab kepada konseli yang bersangkutan. yang dapat dilakukan oleh guru atau konselor di sekolah daam rangka mengembangkan dan membina kepribadian/kesehatan mental konseli secara sukses. maka dalam memberikan bantuan tidak perlu melacak sejauh mungkin pada masa lalunya. 13 . Bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang tunggal. relatif sederhana dan bentuk bantuan langsung kepada konseli. 2. Berfokus pada perilaku nyata guna mencapai tujuan yang akan datang penuh optimisme. yang hadir di seluruh kehidupannya. 2. Karennya dia dapat menjadi seorang individu yang sukses. Konselor dalam memberikan pertolongan mencarikan alternatif-alternatif yang dapat diwujudkan dalam perilaku nyata dari berbagai problema yang dihadapi oleh konseli . Terapi Realitas lebih menekankan masa kini. sehingga menyebabkan dia memiliki keunikan dalam kepribadiannnya. Tidak menegaskan transfer dalam rangka usaha mencari kesuksesan. Menurutnya. 3. tetapi yang ada adalah perilaku tidak bertanggungjawab tetapi masih dalam taraf mental yang sehat. Terapi Realitas berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun. Adalah William Glasser sebagai tokoh yang mengembangkan bentuk terapi ini. dianalisis dan ditafsirkan.Teknik Konseling Realitas Posted on 14 Juli 2008 A. diperbaiki. Menolak adanya konsep sakit mental pada setiap individu. 3. Berorientasi pada keadaan yang akan datang dengan fokus pada perilaku yang sekarang yang mungkin diubah. sebagai pengalaman yang berharga. Ciri-Ciri Terapi Realitas 1.

yang berusaha mendidik konseli agar memperoleh berbagai pengalaman dalam mencapai harapannya. 3. dan (b) merangsang klien untuk mampu mengambil keputusan sendiri. 3. 4. baik berupa limit waktu. Motivator. Tanggung jawab dan perilaku nyata yang harus diwujudkan konseli adalah sesuatu yang bernilai dan bermakna dan disadarinya. sehingga klien tidak menjadi individu yang hidup selalu dalam ketergantungan yang dapat menyulitkandirinya sendiri. yang mendorong konseli untuk: (a) menerima dan memperoleh keadaan nyata. sehingga: (a) keputusan terakhir berada di tangan konseli. Mengembangkan rencana-rencana nyata dan realistik dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Moralist. 14 . 2. 5. 6. (b) konseli sadar bertanggung jawab dan objektif serta realistik dalam menilai perilakunya sendiri. yang dicapai dengan menanamkan nilai-nilai adanya keinginan individu untuk mengubahnya sendiri. Pengikat janji (contractor). baik dalam perbuatan maupun harapan yang ingin dicapainya. 2. Tujuan Terapi 1. ruang lingkup kehidupan konseli yang dapat dijajagi maupun akibat yang ditimbulkannya. Penyalur tanggung jawab. sebaliknya akan memberi celaan bila tidak dapat bertanggung jawab terhadap perilakunya. tetapi yang ada sebagai ganti hukuman adalah menanamkan disiplin yang disadari maknanya dan dapat diwujudkan dalam perilaku nyata. Guru. Perilaku yang sukses dapat dihubungkan dengan pencapaian kepribadian yang sukses. D.. yang memegang peranan untuk menetukan kedudukan nilai dari tingkah laku yang dinyatakan kliennya. artinya peranan konselor punya batas-batas kewenangan. Menekankan aspek kesadaran dari konseli yang harus dinyatakan dalam perilaku tentang apa yang harus dikerjakan dan diinginkan oleh konseli . Proses Konseling (Terapi) Konselor berperan sebagai: 1. Konselor akan memberi pujian apabila konseli bertanggung jawab atas perilakunya. 7. Menghapuskan adanya hukuman yang diberikan kepada individu yang mengalami kegagalan. Terapi ditekankan pada disiplin dan tanggung jawab atas kesadaran sendiri. Mendorong konseli agar berani bertanggung jawab serta memikul segala resiko yang ada.5. 4. Menolong individu agar mampu mengurus diri sendiri. sesuai dengan kemampuan dan keinginannya dalam perkembangan dan pertumbuhannya. supaya dapat menentukan dan melaksanakan perilaku dalam bentuk nyata. 5. C. Menekankan konsep tanggung jawab agar konseli dapat berguna bagi dirinya dan bagi orang lain melalui perwujudan perilaku nyata.

C. Konsep Dasar:    Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. 5. pengalamannya tertekan. B. Membuat batas-batas yang tegas dari struktur dan situasi terapinya 7. Asumsi Perilaku Bermasalah Gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. yang tidak atau kurang sesuai dengan dirinya agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualization seoptimal mungkin. Menggunakan humor yang mendorong suasana yang segar dan relaks 3. yang unik. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Tidak menjanjikan kepada konseli maaf apapun. Konseling Humanistik Posted on 14 Juli 2008 A. Menggunakan role playing dengan konseli 2. Menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi dirinya. 3. Dengan perkataan lain.Teknik-Teknik dalam Konseling 1. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Menolong konseli untuk merumuskan perilaku tertentu yang akan dilakukannya. 15 . Ikut terlibat mencari hidup yang lebih efektif. Menggunakan terapi kejutan verbal atau ejekan yang pantas untuk mengkonfrontasikan konseli dengan perilakunya yang tak pantas. Saya adalah saya 2. Membuat model-model peranan terapis sebagai guru yang lebih bersifat mendidik. persepsi cara berfikir. Manusia tidak pernah statis. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Memperbaiki dan mengubah sikap. keyakinan serta pandanganpandangan individu. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. 6. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya dan menerima keadaannya menurut apa adanya. 8. karena terlebih dahulu diadakan perjanjian untuk melakukan perilaku tertentu yang sesuai dengan keberadaan klien. 4. Tujuan Konseling 1.

Sumber: Sayekti. Berbagai Pendekatan dalam Konseling. (4) mewujudkan dirinya. Deskripsi Proses Konseling 1. Konseling Inpidual. (2) respect (rasa hormat). meliputi: (1) acceptance (penerimaan). Rogers. sebagaimana dikembangkan oleh Carl R. 16 . dan (6) reflection (memantulkan pernyataan dan perasaan). Membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kondisi dirinya. Unsur menghargai dan menghormati keadaan diri individu dan keyakinan akan kemampuan individu merupakan kunci atau dasar yang paling menentukan dalam hubungan konseling. Yogyakarta: Menara Mass Offset Sofyan S. 3. Teori dan Praktek. Adanya kebebasan secara penuh bagi individu untuk mengemukakan problem dan apa yang diinginkannya. Pengenalan tentang keadaan individu sebelumnya beserta lingkungannya sangat diperlukan oleh konselor. E. (5) encouragementlimited questioning (pertanyaan terbatas. Adanya hubungan yang akrab antara konselor dan konseli. 2007. Konselor berusaha sebaik mungkin menerima sikap dan keluhan serta perilaku individu dengan tanpa memberikan sanggahan. (4) reassurance (menentramkan hati). 1997. 2. 4. (5) Melalui penggunaan teknik-teknik tersebut diharapkan konseli dapat (1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya dengan baik.4. Willis. (memberi dorongan). (3) mengarahkan diri. Bandung: Alfabeta. Teknik-Teknik Konseling Teknik yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pendekatan ini yaitu teknik client centered counseling. (2) mengambil keputusan yang tepat. 5. (3) understanding (pemahaman). D.

Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock.Psikologi Remaja Posted by Eko Susanto ⋅ May 2. 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. 2001). Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspekaspek yang berbeda. 1984 dalam Rice. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock. misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds. seperti DeBrun (dalam Rice. dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka. 2001). dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial. 1990). dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. (2) perkembangan kognitif. 1997). misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh. masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual. Papalia & Olds. 1990). Aspek-aspek Perkembangan perkembangan pada masa remaja fisik 17 . Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001). Menurut Papalia dan Olds (2001). yaitu: (1) perkembangan fisik. Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds. dan kualitatif. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja. Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. 2001). 1990. 2008 ⋅ 52 Comments Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif.

seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Yang dimaksud dengan egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds. dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock. 2001). serta pengalaman yang benar-benar terjadi. Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds. 2001). dan bahasa. Dengan demikian. yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanakkanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. 2001). dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. Pada tahap ini. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual. Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar. 2001). termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya. 2001). remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka. 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh. menalar. Dalam pandangan Piaget.Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh. Piaget (dalam Papalia & Olds. Perkembangan Kognitif Menurut Piaget (dalam Santrock. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds. 2001). Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti. Elkind (dalam Beyth-Marom 18 . Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif. 2001). pertumbuhan tulang dan otot. kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds. berpikir. otak. memori. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds. remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya. di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut.

atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya [saat mengendarai mobil].. 2001). kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom.. Dengan demikian. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri [self-destructive] oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. Papalia & Olds. dkk.et al. yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang berisiko merusak diri (self-destructive). pada remaja dan orang dewasa adalah sama. merupakan kutipan yang populer dalam penjelasan berkaitan perilaku berisiko yang dilakukan remaja (Beyth-Marom. Remaja biasanya menganggap bahwa halhal itu hanya terjadi pada orang lain. Dengan demikian. dkk. 1993). atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang [drugs] berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. Beyth-Marom. Kata fabel berarti cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta. Personal fabel adalah “suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendiri mengenai diri kita sendiri. biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil [karena perilaku seksual yang dilakukannya]. 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel.. 2001). tetapi [cerita] itu tidaklah benar” . Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan “personal fable” sebagai berikut : “Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. 2001). Pendapat Elkind bahwa remaja memiliki semacam perasaan invulnerability yaitu keyakinan bahwa diri mereka tidak mungkin mengalami kejadian yang membahayakan diri. sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds. Mereka juga mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi self-invulnerability. 1993. Perkembangan kepribadian dan sosial Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat. 2001). bukan pada dirinya”. ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger. Dibanding pada masa kanak-kanak. Papalia & Olds. 1991. dalam Papalia & Olds. 19 . pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. 1991. remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds. Umumnya dikemukakan bahwa remaja biasanya dipandang memiliki keyakinan yang tidak realistis yaitu bahwa mereka dapat melakukan perilaku yang dipandang berbahaya tanpa kemungkinan mengalami bahaya itu.

dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. 1991. 1. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. 1993. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut. 2. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. 1991). Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Papalia & Olds. musik atau film apa yang bagus.. maupun psikologis. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. Dari segi kondisi sosial.Pada diri remaja. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. 3. Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. berat badan. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. tetapi juga dengan lawan jenis. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger. dan dengan orang dewasa. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. 5. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. 4. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik. Deaux. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. et al. pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. pencernaan. Conger. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. 2001). misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. 20 . Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. dan sebagainya (Conger. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. 1991). et al. Bagi remaja. Perubahan nilai. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. 1993.

apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental. 2001). nilai. 21 . Olds & Feldman. Olds & Feldman. dan menentukan peran. 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion. Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya. dalam Papalia.Tugas perkembangan remaja Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain :         memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya. baik laki-laki maupun perempuan memperoleh peranan sosial menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga membentuk sistem nilai. yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. moralitas dan falsafah hidup Erikson (1968. apa perannya dalam masyarakat. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia. sikap. serta minat yang dimilikinya.