Perbedaan Klorofil a Dan Klorofil B

Perbedaan klorofil A dan klorofil B 1. Rumus kimia: klorofil a C55 H72 O5 N4 Mg dan klorofil b C55H70O6N4 Mg 2.

Gugus pengikat: Klorofil a CH3 Klorofil b CH 3. Cahaya yang diserap: Klorofil a menyerap cahaya biru-violet dan merah. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. 4. Absorpsi maksimum Klorofil a pada λ 673 nm Klorofil b pada λ 455-640 nm 5. Klorofil a paling banyak terdapat pada Fotosistem II Klorofil b paling banyak terdapat pada Fotosistem I literatur:
   

Stryer, L. 1995. Biokimia. Vol.2. E/4 Terj. Dari: Biochemistry 4/E. Oleh Sadikin, M & Zahir, S.S. dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lakitan, B. 1993. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Darmawan, J. & Baharsjah, J. 1983. Dasar-Dasar Ilmu Fisiologi Tanaman. Campbell, N.A., J.B. Recce, & L.G. Mitchell. 2003. Biologi. Edisi ke-5 Terj. Dari: Biology. 5th ed. Oleh Manalu, W. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Pengetian senyawa organologam

dalam senyawa organologam. Berdasarkan definisi. Penemuan ferosen. Hadiah Nobel dianugerahkan pada Ziegler dan Natta (1963). Sebagai contoh. Namun dengan jelas ditunjukkan bahwa senyawa ini memiliki struktur berlapis dengan lima atom karbon gugus siklopentadienil terikat secara simultan pada atom besi. suatu aloksida seperti (C3H7O)4 Ti tidaklah dianggap sebagai suatu senyawa organologam karena gugus organiknya terikat pada Ti melalui oksigen. dsb. Walaupun kompleks etilena platina yang disebut dengan garam Zeise. a Senyawa karbonil logam Senyawa karbonil logam yang terdiri atas logam dan ligan CO biasanya dipreparasi dengan reaksi langsung serbuk logam yang kereaktifannya tinggi dengan karbon monoksida. O.Senyawa organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. spektrum NMR. karena terdapat ikatan suatu logam pada karbon. dan senyawa-senyawa ini merupakan sistem model yang baik untuk memahami esensi kimia organologam logam transisi. dalam berbagai aspek ikatan. ikatan dan strukturnya waktu itu belum dikeahui. Merupakan penemuan besar bahwa ferosen menunjukkan kestabilan termal yang tinggi walaupun ada anggapan umum ikatan logam transisi-karbon akan sangat tidak stabil. tetrakarbonilnikel. sedangkan C6H5Ti(OC3H7)3 adalah organologam. Modus ikatan yang sangat unik dalam senyawa ini menjadi sangat jelas terlihat dengan hasil analisis struktural kristal tunggal sinar-X. tetapi kompleks CN dan sebagainya biasanya dianggap bukan senyawa organologam. dan G. Ni(CO)4. tetapi hasil-hasil studi ini sangat terbatas karena analisis struktur yang belum berkembang pada waktu itu. spektrum IR. dan pentakarboniliron. Fe(CO)5. Walaupun berbagai modus ikatan ligan hidrokarbon akhirnya ditemukan satu demi satu. aplikasi industri senyawa organologam logam transisi meningkat dengan penemuan katalis polimerisasi olefin (katalis Ziegler). telah dipreparasi di abad ke-19. di tahun 1951 merupakan fenomena penting dalam kimia organologam. Hieber dkk pada senyawa karbonil logam merupakan penanda penting di tahun 1930-an. struktur dan reaksi. yang kini diklasifikasikan senyawa organologam. Fe(C5H5)2. Fischer. K[PtCl3(C2H4)]. Riset W. atau dengan reduksi garam logam ke valensi nol diikuti dengan reaksi dengan karbon monoksida tekanan tinggi. Senyawa logam karbonil merupakan senyawa organologam. dan katalis sintetik asimetrik.paling tidak ada satu ikatan logam-karbon. . Wilkinson (1973) sebagai penghargaan atas pentingnya penemuan-penemuan ini. katalis hidrogenasi homogen (katalis Wilkinson). E. dan merupakan titik awal perkembangan selanjutnya di bidang ini. Kimia organologam logam transisi masih relatif baru. Namun.

ditemukan pertamakali di akhir abad 19.tetrakarbonilnikel.14).3 (f)). M(CO)6. dan CO terminal. terbentuk dengan reaksi logam nikel dan karbon monoksida pada suhu kamar dan tekanan atmosfer. berstruktur segitiga bipiramid. µ-CO (jembatan di antara dua logam). dan dalam Co2(CO)8. . Senyawa karbonil logam khas dan sifatnya diberikan di Tabel 6. Ada sejumlah senyawa karbonil logam dengan ikatan logam-logam yang menghubungkan tiga atau lebih logam. memiliki koordinasi tetrahedral reguler (Gambar 6. Fe(CO)5. Kromium. dan tetrakarbonilnikel. Atom karbon ligan karbonil berkoordinasi dengan logam. dan µ -CO (jembatan yang menutupi tiga logam) berkoordinasi dengan kerangka logam (lihat bagian 6. molibdenum. Preparasi senyawa karbonil logam yang lain. di pihak lain memerlukan suhu dan tekanan tinggi. Banyak karbonil kluster yang dibentuk dengan reaksi senyawa karbonil mononuklir dan karbonil binuklir. penta-koordinat pentakarbonilbesi. dua satuan Co(CO)3 digubungkan dengan tiga jembatan CO dan sebuah ikatan Co-Co. dan tungsten heksakarbonil. dan lingkungan CO berorientasi searah dengan sumbu logam-karbon. Senyawa karbonil logam mononuklir memiliki struktur koordinasi polihedral yang bersimetri tinggi. Dalam Fe2(CO)9. mempunyai struktur oktahedral reguler. dua sub satuan Fe(CO)3dijembatani tiga ligan CO. Karbonil logam binuklir Mn2(CO)10 memiliki ikatan Mn-Mn yang menghubungkan dua piramida bujur sangkar Mn(CO)5. Ni(CO)4.4.

dan apalagi ikatannya stabil. Werner. Untuk waktu yang lama. oleh karena itu penjeasan yang cocok untuk kestabilan senyawa karbonil logam perlu dicari. interaksi ikatan antara logam dan karbon diharapkan dapat dibentuk. orang tidak dapat menjelaskan mengapa ikatan semacam itu mungkin terjadi. Karena kebasaan karbon monoksida sangat rendah ikatan logam-karbon biasanya tidak stabil.Donasi balik Senyawa karbonil logam terdiri dari karbon monoksida yang terkoordinasi pada logam bervalensi nol. Karena akumulasi elektron yang terlalu banyak dalam logam yang berbilangan oksidasi rendah dihindari. Mekanisme elektron didonasikan ke orbital π* karbon monoksida yang kosong dari orbital d logam disebut donasi balik.15 berdasarkan pandangan ini. Skema ikatannya ditunjukkan di Gambar 6. donasi balik menghasilkan stabilisasi ikatan M-C. . Kepercayaan bahwa ikatan koordinasi normal dibentuk dengan donasi elektron dari ligan yang sangat basa kepada logam merupakan dasar teori koordinasi A. Bila bentuk dan simetri orbital d logam dan orbital π (anti ikatan) CO untuk ikatan karbon-oksigen bond cocok untuk tumpang tindih.

Peningkatan dalam orde ikatan logam-karbon direfleksikan dalam peningkatan frekuensi ulur M-C dan penurunan frekuensi ulur C-O dalam spektrum vibrasinya. . Penurunan bilangan oksidasi logam dengan aliran muatan negatif dari ligan yang terkoordinasi tercerminkan dalam penurunan frekuensi ulur C-O. Spektrum IR sangat bermanfaat sebab frekuensi karbonil sangat mudah dideteksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful