BAJA Baja adalah sebuah paduan dari besi karbon dan unsur”lainnya dimana kadar karbonnya jarang melebihi

2%(menurut euronom) Baja merupakan paduan yang terdiri dari besi ,karbon dan unsur” lainnya. Baja dpt d bentuk melalui proses pengecoran. Pencanaian / penempaan. Baja merupakan logam yg paling banyak digunakan dlm bidang teknik, klasifikasinya mengikuti SAE (society of automotive engineering) dan AISI (american airon and steel institute)

BAJA KARBON; 1.Baja karbon rendah(<0,3%c) Baja ini kekuatannya relatif rendah, lunak, tetapi keuletannya tinggi, mudah d bentuk & d mesin. Tidak dapat dikeraskan kecuali dg case hardeninng (pengerasan permukaan). Baja profil, baja tulang beton, rangka kendaraan mur dan baut. 2.Baja karbon sedang(0,3-0,7% C) Baja ini strukturnya lebih kuat dari baja karbon rendah sehingga mempunyai kekuatan dan ketangguhan yang tinggi. Dapat d lakukan heat treating sehingga mnjadi keras dan kuat. Baja konstruksi, poros mesin, roda gigi, rantai. 3. Baja karbon tinggi (0,7-1,4%C) Baja jenis ini lebih kuat dan lebih keras tetapi keuletannya dan ketangguhan rendah. Penggunaanya pada baja perkakas dg sifat tahan aus. BAJA PADUAN; 1.Baja paduan rendah, memiliki unsur paduan khusus lebih kecil dari 8,0%C kekuatan dan ketangguhannya lebih tinggi dari baja karbon dengan kadar karbon yg sama, atau memiliki keuletan yang lebih tinggi dari baja karbon dg kekuatan yg sama. Mempunyai sifat tahan korosi dan hardenability. bnyak Digunakan pd konstruksi. 2.Baja paduan tinggi, memiliki unsur paduan khusus diatas 8,0% termasuk stainless steel, baja perkakas misalnya HSS( high speed steel) SIFAT BAJA PADUAN; 1.keuletan yg tinggi tanpa pengurangan kekuatan tarik. 2.kemampu kerasan sewaktu di celup dalam minyak dan udara. 3.tahan korosi dan keausan, tergantung pada jenis paduannya. 4.tahan terhadap perubahan suhu, berarti sifat fisisnya tidak banyak berubah. 5.memiliki kelebihan dlm sifat” metalurgi, seperti butir yang halus.

BAJA PERKAKAS

Baja ini mempunyai komposisi kimia. Baja perkakas panas adalah bahan yang dipakai untuk proses pengerjaan panas seperti pada pengecoran cetak.3%Mn. Sifat-Sifat yg Di Perlukan 1.mudah d mesin dan d bentuk menjadi cetakan 2. Dg kadar karbon diatas 0.tidak mempunyai sifat yang mengarah dan bersifat homogin 4. BAJA PERKAKAS AISI H13 MODIFIED( BAJA ASSAB 8407 SUPREME) Baja ini di tinjau dari proses kerja yg d hadapi merupakan jenis baja perkakas panas (hoot work steel).8%Mo. 0.mempunyai ketahanan aus yg tinggi dan mempunyai deposi thermal dan defusi yg kurang. triming. kekerasan yang tinggi setelah proses pengerasan. Umumnya baja perkakas dingin memiliki kadar karbon yg tinggi. Aplikasi baja ini untuk dies pada proses punching. blangking.3%Si. 3. Berdasarkan komposisinya baja ini d klasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu baja perkakas karbon dan baja perkakas paduan. 5. dan untuk cetakan penempaan panas yang dipakai pada tem tinggi.mempunyai kekerasan panas yg tinggi dan keuletan yg baik. dan rotary slitter deep drawing. 1. 5. Baja ini mempunyai komposisi kimia yaitu 0. 1%V. 1%Si. 0.37%C. mempunyai kestabilan dimensi yg sangat baik pada saat dikenai peroses pengerasan. Baja perkakas paduan adalah baja perkakas yang mengandung unsur paduan seperti Cr. 12.karakteristik baja ini memiliki wear resistance yg tinggi.Mo. ekstrusi.3%Cr.75% dan dibawah 2. Penggunaanya untuk pembuatan cetakan pada proses pengecoran( die casting) .Ni.V.. Baja perkakas dingin adalah baja perkakas yang digunakan pada proses pengerjaan dingin. . 0. Baja perkakas berdasarkan unsur paduan dibagi menjadi 3 klompok yaitu baja perkakas paduan rendah. 1. baja perkakas dingin(cool work tool steel) dan baja perkakas panas (hot work tool steel). Baja perkakas karbon adalah baja perkakas yg tidak mengandung unsur paduan.mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap pelunakan temperatur. untuk bilah penggunting.8%V.55%C. 0.14%. Berdasrkan proses kerja yg dihadapi baja perkakas dibedakan menjadi 2 jenis yaitu. proses dlm keadaan panas (hot forming) Dan peroses tempa panas (hot forging) BAJA PERKAKAS AISI D2(BAJA ASSAB XW 42) Ditinjau dari kondisi pengerjaannya baja ini merupakan jenis baja perkakas dingin (cool work steel).4%Mn. sedang dan tinggi.mempunyai mampu keras yang baik dan transformasi yang kurang pada waktu perlakuan panas.0%Cr.4%Mo. 6. 0.Baja perkakas adalah baja yg dibuat untuk pembuatan alat” perkakas dan cetakan(dies).

Mn. penurunan laju transformasi austenit memudahkan pengerasan pada ukuran yg besar dan karenanya menaikkan mampu keras.Mo. Cr.UNSUR-UNSUR PADUAN PADA BAJA 1.Chrom. 5. memperbaiki ketahanan korosi pada suhu tinggi. meningkatkan ketahanan terhadap korosi.6% masih belum bisa sebagai paduan dan tidak mempengaruhi sifat baja.Vanadium. 2. suhu kritis diturunkan seimbang. menaikkan kekerasan. dengan karbon unsur chrom akan membentuk karbida-karbida. menambah mampu keras. kandungan mangan lebih kurang 0.Si. Walaupun demikian pengaruhnya tidak sebesar carbon. Carbon. Dengan bertambahnya kandungan mangan. 3. karbida yg terjadi merupakan ikatan kimia dg unsur karbon.Cr. memperbaiki mampu mesin. Unsur tersebut diantaranya Ni. berfungsi sebagai dioksidasi terhadap baja seperti sama halnya Aluminium dan dapat membentuk karbida yang keras sehingga dapat menaikkan fatique creep pada suhu tinggi. meningkatkan konduktifitas magnet dan listrik. merupakan penstabil ferrit.4% yg mempunyai pengaruh menaikkan tegangan tarik dan menurunkan kecepatan pendinginan kritis. menaikkan kekuatan tanpa mengurangi keuletan. Sedangkan penambahan Cr dan Si akan meningkatkan suhu eutectoid karena mampu membentuk BCC. Unsur” yg larut dalam austenit mempengaruhi penurunan kecepatan transformasi dan meningkatkan mampu keras.Kecepatan transformasi. Silikon juga merupakan pembentuk ferrit. adalah unsur campuran yang sangat penting dalam membentuk baja. merupakan unsur paduan yang ada pada setiap baja dengan jumlah kandungan lebih dari 0. Chrom menambah kekuatan tarik. berfungsi untuk menguatkan fasa ferrit. perubahan yang dimaksud adalah perubahan titik eutectoid pada diagram keseimbangan yg disebabkan karena atom besi kation akan saling berkoordinasi dg atom unsur lainnya.Silikon. Mn mempengaruhi kenaikan mampu keras dari baja. Unsur” paduan seperti Mo. PENGARUH UNSUR-UNSUR PADUAN PADA BAJA 1.Molibdem(Mo). V.Kelarutan dalam austenit dan ferrit. jumlah persentase dan bentuknya membawa pengaruh yg sangat sangat besar pada sifat baja.salah satu unsur tersebut tersebut selain karbon adalah posfor. tetapi mempersempit daerah austenit.Perubah diagram keseimbangan. karenanya sangat berguna untuk tahan aus dan goresan. 4.Mo dan V. baja itu bersifat getas dan keras.V pada baja perkakas AISI H13 dan baja perkakas AISI D2 merupakan unsur” pembentuk ferrit dan pembentuk karbida. Dan menaikkan ketahanan creep pada suhu tinggi. Unsur” yang membentuk larutan padat akan meningkatkan kekuatan dan kekerasan ferrit. 5. Unsur paduan Cr.Mangan (Mn). sehingga kandungan mangan 1-1. penstabil karbida sehingga dapat mencegah pembentukan grafit pada pemanasan yang lama.2% cukup untuk mendapatkan pengerasan dalam oli. Penambahan unsur ini pada baja carbon adalah meningkatkan kekuatan dan kekerasan ferrit tanpa mengurangi keliatannya. Unsur Mangan akan menurunkan suhu eutektoid karena mampu membentuk larutan padat FCC dg besi.Pembentuk karbida. . 2. 3. 4. suhu tinggi. dan keplastisan.W.

unsur” seperti Al.3%. adalah campuran eutectoid antara ferrit dan cementit dg kandungan karbon 0. Unsur” paduan dapat mempengaruhi ukuran butir kristal. kemudian temperatur kritis transformasi merupakan temperatur dimana terjadi perubahan struktur logam. Sifatnya lunak.. Merupakan temperatur eutectoid pada 723’c dimana terjadi perubahan struktur dari austenit menjadi ferrit dan sementit atau sebaliknya. Perubahan ini reflesibel atau mampu balik pada struktur suatu logam yg diikuti perubahan sifat dari suatu logam yg disebut perubahan alotrofik.Temperatur kritis atas. rapuh. Sifatnya keras. keras. Fase ini terjadi dibawah temperatur 1450’C dan mempunyai kandungan karbon maksimum sebesar 2%.Martensit. non magnetik. Tetapai pengaruh ini tidak terjadi apabila unsur tersebut larut dalam baja. rapuh. magnetik.Ledeburite.Perlit . Ti.025% sifat ferrit adalah lunak.5. disebut juga besi gamma ϒ yaitu larutan padat karbon dg sel satuan kubus berpusat muka(FCC). disebut juga besi α yaitu larutan pada karbon yang memiliki sel satuan kubus terpusat (Bcc). 5. FASE CAMPURAN BESI KARBON 1. Fase ini terjadi dibawah temperatur 723’C. Sifat perlit adalah keras. Kekerasannya dpt mencapai 820BHN 4. Sifatnya keras. dapat di tempa.CEMENTIT (FE3C). dan kekerasannya berkisaran antara 650-700 BHN. dan kekerasannya sekitar 170200BHN.2%. 3.Pengaruh pada ukuran butir kristal.Austenit.Ferrit. rapuh. getas dan kekerasannya dapat mencapai 700BHN. tidak tahan karat dan kekerasannya berkisaran antara 160-200 BHN 6. DIAGRAM FE-FE3C Diagram ini menyatakan hubungan antara kandungan kadar karbon. tahn karat. Merupakan temperatur awal saat terjadinya perubahan alottropik( pada saat pemanasan) dan akhir terjadinya perubahan allotropik pada saat pemanasan. liat. Sifat martensit stabil dibawah temperatur 1500’C. adalah larutan dari karbon dan besi dengan sistem kristal Body Centered tetragonal (BCT). adalah campuran eutectoid antara cementit dan austenit dg kandungan karbon sebesar 4.67%. Fase ini terjadi di bawah temperatur 723’C. Fase ini terjadi pada temperatur 723’-910’C adalah larutan carbon maksimum pada ferrit dg kandungan karbon sebesar 0.temperatur kritis bawah. disebut juga besi karbid yaitu senyawa kandungan besi dan karbon dg kandungan karbon sebesar 6. . dan magnetik dg pemenesan sampai temperatur 210 dan di atas 210’c besi ini sifatnya tidak magnetik lagi.83%. akibatnya struktur halus. 1. Terbentuk dari pendinginan cepat dari austenit dengan kandungan karbon lebih dari 0. Si yg membentuk partikel oksida akan memperbanyak pengintian kristal dan mengurangi pertumbuhan. V. 2. dan kekerasannya berkisaran antara 60-100BHN 2.

yaitu proses pemanasan baja sampai temperatur tertentu dengan maksud memberi kesempatan agar terjadi perubahan struktur dari atom-atomnya.Air 3. menghilangkan atau mengurangi tegangan dalam. besar butir diperbesar atau diperkecil .PERLAKUAN PANAS PADA BAJA Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat untuk mengubah sifat” fisis logam tersebut. Tegangan dalam dapat dihilangkan.mengubah kekenyalan dan keliatan. Melelui tempering kekerasan dan kerapuhan dapat diturunkan sampai memenuhi syarat penggunaan. Baja dapat dikeraskan sehingga ketahanan aus dan kemampuan memotong meningkat atau baja dapat dilunakkan untuk memudahkan permesinan lebih lanjut melalui perlakuan panas yg tepat. 2. Tahapan perlakuan panas: 1. memberikan waktu pada baja untuk berdekomposisi (menguraikan struktur atom-atomnya) dan agar terjadi homogenisasi struktur baru yg terbentuk.Oli 4. 3. Prosesnya terdiri dari pemenasan kembali dibawah suhu kritis kemudian disusul dg pendinginan. menghomogenkan struktur. ketangguhan ditingkatkan atau dapat dihasilkan suatu permukaan yang keras di sekeliling inti yang ulet. PROSES TEMPERING Baja yg sudah keras bersifat rapuh dan tidak cocok untuk digunakan.Udara 5.Furnance PROSES PENGERASAN Pengerasan adalah pemenasan baja sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat. PROSES ANELING Merupakan suatu proses perlakuan panas yg bertujuan untuk melunakkan . . memperbaiki sifat mampu permesinan.holding. NaOH 2.Cooling yaitu proses pendinginan dengan kecepatan tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan struktur dan sifat-sifat logam yg diinginkan Macam media pendingin. yaitu proses penahanan pada temperatur pemanasan tertentu dg tujuan untuk memberikan kesempatan pemerataan panas pada baja. dan menghaluskan ukuran butir di dalam logam. heating. Perbedaannya pada proses aneling proses pendinginanya sangat lambat. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful