Contoh KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANGTANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS BULUPODDO PERIODE JUNI S/D NOVEMBER

2011 KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan (A.Md.Keb) Pada Program Diploma III Kebidanan Akademi Kebidanan ……………. OLEH: …………………… NIM………….. PROGRAM DIII KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN ………………………….. 2011

DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR ISI………………………..........................…..............……. i DAFTAR TABEL.............................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah……………………..............….. 1 B. Rumusan Masalah………………………….......………… 4 C. Tinjuan Pustaka......…………………….......……………. 4 D.Tujuan Penelitian……………..........……………………… 5 E. Manfaat penelitian........................................................... 5 F. Sistematika penulisan...................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan umum tentang kehamilan…...............………… 8 1. Pengertian…………………………….………………. 8 2. Tanda Dan Gejala Kehamila..............……………….. 8 B. Tinjauan Umum Tentang Tanda Bahaya Kehamilan....... 11 1. Pengertian…………………………………………....... 11 2. Jenis …………………………………...……............... 11

3. Efek Dari Tanda Bahaya……………….............….… 14 4. Penanganan………………………….............….…….. 19 C. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan………..……….. 24
1. Pengertian………………………………….......………. 2. Kategori

24

Pengetahuan………………….......………….. 25

D. Kerangka Konsep…………………....…..............…….….. 26
1. Dasar 2. Bagan

Pemikiran Variable Yang Diteliti………......……. 26 Kerangka pikir......……………..............………… 26

BAB III METODE PENELITIAN………………..............……………… 30 A. pendekatan dan desain penelitian…………..............…… 30 B. Lokasi Dan Waktu Penelitian………………......…………. 30
1. Lokasi 2. Waktu

Penelitian……………………..........…………….. 30 Penelitian……………………......……………...... 30

C. Defenisi Operasional Dan Kriteria Objektif ........……….. 30
1. Pengetahuan 2. Pengetahuan 3. Pengetahuan 4. Pengetahuan

tentang pengertian .............................. 30 jenis..........………………....………...….. 31 efek......................................................... 31 penanganan............................................. 32

D. Teknik Pengambilan Sampel…………................………. 33

................. 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 33 F.......2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Jenis Tanda Bahaya Dalam Keh20amilan Di Puskesmas Bulupoddo Periode Juni s/ November 2011 Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Efek Tanda Bahaya Dalam Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periopde Juni s/d November 2011 Tabel 4................... Pengolahan Data………......... Saran ......... 35 A.............. 46 DAFTAR TABEL Tabel 4................. Teknik Pengambilan Data……………................. 33 G.............. 34 H. Tehnik pengumpulan data ……………............................................................ Hasil penelitian ..........E.................................................... 35 B...................... Analisa Data................................………... Kesimpulan ........……….........................4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang penanganan Tanda Bahaya Dalam Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periopde Juni s/d November 2011 ........... 45 B............................. Pembahasan ..............…………..............................…….............……….............................1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pengertian Tanda Bahaya dalam kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periode Juni s/d November 2011 Tabel 4.... 45 A.......................... 38 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN..............

Kes sebagai Ketua Program Studi Kebidanan Akademi Kebidanan Madani Sinjai. akan tetapi berkat ketekunan dan bantuan dari berbagai pihak. taufiq dan hidayah-Nya jualah.M. S. sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah (KTI) ini. 3.M sebagai direktur Akademi Kebidanan Madani Sinjai beserta para dosen dan staf yang telah memberikan kesempatan untuk belajar di kampus Akademi Kebidanan Madani Sinjai. membimbing dan meluangkan waktunya dalam konsultasi penyusunan karya tulis ilmiah ini.M. 4.SKM.. Orang tua tercinta yang telah melahirkan dan membesarka serta mendorong.SiT.M. 2. maka wajarlah pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Disamping itu pula shalawat dan salam penulis tujukan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw sebagai pembawa rahmat bagi sekalian alam. akhirnya Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini dapat diselesaikan walau masih jauh dari kesempurnaan yang diharapkan. memberikan doa dan semangat serta membantu secara materi.P sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Enam-Enam Pusat Makassar yang telah menyapkan sarana dan prasarana pendidikan Akademi Kebidanan Madani Sinjai.. S.I.. bahwa dalam usaha untuk mewujudkan Karya Tulis Ilmiah ini. senantiasa mengalami berbagai macam hambatan dan rintangan. walaupun dalam bentuk sebagaimana adanya.SiT.Ked. Muhaeminah S..Oleh karena rahmat. S.Nurhayana Amin. dr. utamanya kepada : 1. Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Puji dan syukur yang tak terhingga penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.Erfan Askani. A.M.Kes selaku pembimbing I dan Muhaeminah. Penulis menyadari. .Kes selaku pembimbing II yang telah banyak membantu.Nurwahida. 5.A.member kasih saying dan perhatiannya. Hj.

Rahmaniar. Seluruh rekan-rekan Mahasiswa Akademi Kebidanan Madani Sinjai. 7. dan menyemangati. Hj.S. menemani. memberi imbalan pahala yang berlipat ganda di sisinya.6. membimbing.Akhirnya penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi pembangunan agama. yang telah banyak membantu.SiT. Sinjai. bangsa dan Negara. selaku penanggung jawab KIA di Puskesmas Bulupoddo Kecamatan Bulupoddo yang telah memberikan izin untuk pengambilan data yang dibutuhkan selama penelitian. Kepada yang telah disebutkan di atas penulis hanya berdoa semoga Allah SWT. 12 Desember 2011 Penyusun …………………… Nim ……………… .

17 per 100. Jumlah kematian ibu maternal yang dilpaporkan oleh dinas kesehatan kabupaten/ kota sulawesi pada tahun 2006 sebanyak 133 orang atau 101.000 kelahiran hidup.BAB I PENDAHULUAN A. Untuk tahun 2008 jumlah kematian ibu maternal mengalami penurunan menjadi 121 orang atau 85. .56 per 100. 255 pada tahun 2006 dan 248 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007.[1] Berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) angka kematian ibu berhasil diturunkan dari 270 per 100. 89 per 100. sekitar 25-30% kematian wanita usia subur disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. pada tahun 2009 menurun lagi menjadi 118 orang atau 78. 84 per 100.000 kelahiran hidup. Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di Negara miskin. Sedangkan pada tahun 2007 sebanyak 143 kematian atau 92.000 kelahiran hidup.Sedangkan Angka Kematian Ibu dikabupaten Sinjai pada tahun 2009 sebanyak 4 orang. Latar Belakang masalah Salah satu indikator yang dipakai dalam menilai derajat kesehatan suatu Negara atau Daerah adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi.000 kelahiran hidup pada tahun 2004 menjadi 262 pada tahub 2005. pada tahun 2010 sebanyak 5 orang dan pada tahun 2011 sebanyak 2 orang.000 kelahiran hidup.

Penyebab komplikasi obstetrik langsung telah banyak diketahui dan dapat ditangani. [3] Menurut pusat pendidikan kesehatan nasional (2009). bengkak pada muka dan tangan. penglihatan kabur. Karena itu setiap ibu hamil. ibu hamil maupun keluarga dapat segera mencari . sebagian besar perdarahan (28%). mual dan muntah yang terus menerus. sakit kepala menetap. agar jika terjadi salah satu atau beberapa dari tanda bahaya dalam kehamila. keluarga dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan. komplikasi obstetrik. pelayanan kesehatan sosial ekonomi. Penyebab langsung sebesar 90%. [4] Tanda bahaya tersebut dapat terjadi secara mendadak dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya (Unprtedictable Disruption). Tujuannya. Ada sembilan macam tanda bahaya dalam kehamilan yaitu perdarahan pervaginam.[2] Dalam kehamilan sendiri dikenal adanya tanda bahaya yang merupakan suatu tanda yang terjadi selam hamil atau priode antental. Penyebab tidak langsung kematian ibu berupa kondisi kesehatan yang dideritanya misalnya Kurang Energi Kronis (KEK). meskipun pencegahannya terbukti sulit. dapat digolongkan atas faktor-faktor reproduksi. eklamplia (24%) dan infeksi (11%). nyeri perut yang hebat. gerakan janin kurang. demam dan kejang.pada puskesmas Bulupoddo sendiri pada tahun 2011 Angka Kematian Ibu menunjukkan nilai terendah yaitu nol atau tidak terjadi kematian Penyebab kematian ibu cukp kompleks. apabila tidak dilaporkan atau dideteksi bisa menyebabkan kematian ibu.

Yaitu rata-rata 35 perbulan. B. ibu maupun keluarga tidak akan menyadari bahwa telah terjadi masalah serius pada ibu atau janin yang dikandungnya. Jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di puskesmas tersebut cukup banyak. Apabila tanda bahaya tersebut diabaikan dapat meyebabkan ibu berada dalam kondisi yang mengancam jiwanya dan sulit untuk ditolong.pertolongan ke bidan. [5] Puskesmas Bulupoddo salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Sinjai Utara. atau langsung ke rumah sakit untuk menyelamatkan jwa ibu dan bayi yang di kandungnya. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas. maka jika ibu mengalami salah satu tanda bahaya dalam kehamilan tersebut. hal ini disebabkan karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Maka bukan tidak mungkin resiko kematian ibu dan janin di depan mata dan akan menambah deret Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Janin. dokter. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian di Puskesmas Bulupoddo judul “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan. maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : . Pada ibu hamil maupun keluarga tidak mengetahui dan mengenali tanda bahaya dalam kehamilan.

siswa Akbid Madani dengan judul penelitian gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tandabahaya kehamilan dengan titik penekananya yaitu membahas tentang antenatal care dan tanda bahaya kehamilan. Tujuan Umum Untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dalam kehamilan. D. Bagaimana gambaran pengetahuam ibu hamil tentang pengertian tanda bahaya kehamilan 2.1. Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan C. Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang jenis tanda bahaya dalam kehamilan 3. Bagaimana gambaran pengetahuan ibu hamil tentang efek tanda bahaya dalam kehamilan 4. Sedangkan penelitian yang saya lakukan titik penekanannya yaitu kunjungan antenatal care dan tanda bahaya kehamilan. Tujuan Khusus. 2. Tinjauan pustaka Pada hasil penelitian Fatmawati. Tujuan penelitian 1. .

2. . 4. F. Sistematika penulisan . E. Bagi penulis merupakan pengalaman berharga bagi peneliti dalam upaya memperluas wawasan.1. Diperolehnya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang jenis tanda bahaya dalam kehamilan. 2. Bagi institusi pendidikan Sebagai bahan masukan informasi dan bacaan bagi institusi pendidikan Akademi Kebidanan Madani Sinjai 1. Diperolehnya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang efek tanda bahaya dalam kehamilan. Diperolehnya gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan. Bagi instansi tempat penelitianSebagai bahan masukan informasi bagi instansi kesehatan utamanya Puskamas Bulupoddo. Manfaat Penelitian 1. Dipelorehnya gambran pengetahuan ibu hamila tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan. 3. dan menjadi bahan acuan bagi manajemen Puskesmas Bulupoddo untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan antenatal.

5. kerangka konsep. tinjauan pustaka. populasi dan sampel. tujuan penelitian. Bab V (penutup) Pada bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran. tehnik pengambilan sampel. Bab IV (metode penelitian) Pada bab ini merupakan tentang hasil penelitian yang didapatkan. . lokasi dan waktu penelitian. manfaat penelitian dan sistematika penulisan. 2. tehnik pengumpulan data. tinjauan umum tentang tanda bahaya dalam kehamilan dan tinjauan umum tentang pengetahuan. Bab III (metode penelitian) Pada bab ini membahas tentang metode penelitan yang dugunakan yaitu jenis penelitian.dan defenisi Operasional Dan Kriteria Objektif 3. Bab II (kajian pustaka) Pada bab ini mambahas tentang tinjauan umum tentang kehamilan. rumusan masalah. pengolaan data dan analisa data 4. Bab I (pendahuluan) Merupakan pembahasan mengenai latar belakang masalah.Sistematika yang dapat yang dapat digunakan pada karya tulis ini terdiri dari V Bab yang disusun secara sistimatika sebagai berikut: 1.

Diakses tanggal 19 november 2011 [3]www.com.al. 2009). h.2003.Pusdinakes.ibubayi.com [5] diakses tanggal 24 oktober 2011 diakses tanggal 24 oktober 2011 www.. 3 [1] [2]Sudiranto. et.com [4]www. Laporan Dinkes kab/kota makassar.2003.Saefuddin. 2009. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.pusdinakes. (jakarta : YBPSP. diakses 24 oktober 2011 .

Tanda Dan Gejala Kehamilan Tanda dan gejala kehamilan terdiri atas beberapa bagian. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. terjadi konsepsi. Pengertian Sebelum penulis membahas tentang tanda bahaya dalam kehamilan terlebih dahulu mengemukakan beberapa pengertian kehamilan menurut para pakar. Amenorhea. Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari sperma dan ovum yang dilanjutkan dengan nidasi atau implementasi[1] 2. Tinjauan Umum Tentang Kehamilan 1. a. Masa kehamilan akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulan.[3] 2. Proses pada kehamilan merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi. maka penulis menguraikan pada pokok bahasan selanjutnya. yaitu: 1. migrasi spermatozoa dan ovum. Tanda tidak pasti hamil 1. Untuk lebih jelasnya.[2] 3. Wanita tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut.

7. Fatigue. Mastodynia. Kesulitan buang air besar karena pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena perubahan pola makan. Nausea (mual) dan emesis (muntah). Miksi. Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar karena pengaruh hormon estrogen pada duktus mammae dan progesteron pada alveoli.2. Akibat dari pengaruh hormon progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan. Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Konstipasi. Pertambahan berat badan ibu ada artinya setelah umur 20 minggu. Quickening. Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20 (primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Mual-mual pada pagi hari disebut morning sickness. Perasaan lelah pada ibu hamil yang sulit diterangkan. namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu. Gerakan janin pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan. 8.mumnya pertambahan berat badan normal selama kehamilan adalah 8-14 kg. 3. 4. Wanita hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang gravid mendesak vesica urinaria. 6. 5. . Pertambahan berat badan ibu tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Weight gain.

10. Ingin makanan atau minuman tertentu. Uterus membesar. Epulis. pembuluh darah menifes). Pigmentasi kulit. kelenjar montgomery menonjol. Pemekaran vena-vena. dinding perut (striae gravidarum suatu perubahan warna seperti jaringan parut). leher dan sekitar payudara (hiperpigmentasi areola mamae. Perut membesar 2. 14. 12. 11. Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta. Hal ini terjadi pada bulan-bulan pertama. Nail sign. Varises. Hipertropi papilla ginggivae (gusi berdarah).9. akan tetapi akan menghilang seiring dengan tuanya kehamilan.[4] b. puting susu menonjol. Sinkope (pingsan). Biasanya dijumpai pada triwulan akhir. Mengidam. Adanya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat. 13. Tanda mungkin hamil Adapun beberapa tanda mungkin hamil yaitu: 1. sesuai dengan umur kehamilan . betis dan vulva. Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan lebih tipis. sering dijumpai pada muka (chloasma gravidarum). dapat terjadi pada kaki.

3.

Tanda

Chadwicks,

mukosa

vagina

berwarna

kebiruan

karena

hipervaskularisasi hormon estrogen.

4. Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh homron estrogen dan progesterone

5. Tanda Goodells, portio teraba melunak.

6. Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.

7. Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu

8. Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada umur 16-20 minggu.

9. Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri.

10. Reaksi kehamilan positif.[5]

c. Tanda Pasti Hamil

Tanda pasti ibu hamil adalah :

1. Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta ditemukan bagian-bagian janin.

2. Terdengar denyut jantung janin secara auskultas,dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf dan dilihat pada USG.

3. Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen, sudah tidak disarankan [6]

B. Tinjauan Umum Tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan.

1. Pengertian

Adapun beberapa pengertian tanda bahaya dalam kehamilan yaitu :

1. Tanda bahaya dalam kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya masalah serius yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal dan proses persalinan yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi maka dapat menyebabkan kematian ibu.[7]

2. Tanda bahaya dalam kehamilan merupakan suatu pertanda yang terjadi pada ibu hamil yang merupakan pertanda telah terjadinya masalah serius pada ibu atau janin yang dikandungnya dan jika tidak dilaporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih parah.[8]

2. Jenis Tanda Bahaya Dalam Kehamilan

Adapun jenis tanda bahaya dalam kehamilan yaitu :.

1. Perdarahan Pervaginam

Perdarahan Pervaginam adalah Perdarahan yang keluar dari jalan lahir yang terjadi pada masa kehamilan, baik pada awal kehamilan atau kehamilan muda maupun pada kehamilan lanjut.[9]

2. Sakit Kepala Menetap

Sakit kepala menetap adalah sakit kepala yang terjadi pada masa kehamilan yang sifatnya menetap atau tidak hilang meskipun dengan beristirahat.[10]

3. Kejang

Kejang adalah gerakan otot tubuh secara mendadak yang tidak disadari baik dalam bentuk kronik atau tonik dengan atau tanpa disertai hilangnya kesadaran [11]

4. Bengkak Pada Muka Dan Tangan

Bengkak pada muka dan tangan adalah gelembung cairan dari beberapa organ atau jaringan yang merupakan terkumpulnya kelebihan cairan limfe, tanpa peningkatan jumlah sel dalam mempengaruhi jaringan. Edema bisa terkumpul pada muka dan tangan.[12]

5. Demam

Demam adalah keadaan dimana suhu tubuh diatas 101ºF(38,3ºC) [13]

6. Muntah Yang Terus Menerus (Hiperemesis Gravidarum)

1. kadang-kadang dapat disertai dengan perdarahan merupakan penyakit atau komplikasi yang fatal. Efek Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Adapun efek tanda bagaya dalam kehamilan yaitu :.Muntah yang terus menerus adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi.[14] 7. Nyeri Perut Yang Hebat Nyeri perut yang hebat adalah yang hebat. menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Perdarahan Pervaginam .[17] 3.[16] 9. Gerakan Janin Kurang Gerakan janin kurang adalah keadaan dimnana Gerak janin kurang dari 3 kali dalam satu jam. berkunang-kunang. Perubahan Penglihatan Perubahan penglihatan adalah Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak. misalnya penglihatan kabur atau berbayang. melihat bintik-bintik (spot).[15] 8.

Dalam keadaan ini.[18] Pada awal kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Perdarahan ini dapat berarti Abortus. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta [20] 2. Kadang-kadang sakit kepala menetap tersebut disertai dengan penglihatan kabur atau berbayang. atau perdarahan dengan nyeri. serviks belum membuka dan tes kehamilan masih positif maka besar kemungkinan telah terjadi abortus imminens atau abortus yang mengancam. perdarahan yang banyak. kehamilan mola atau kehamilan ektopik. dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. kadang-kadang banyak tetapi tidak sering. Kehamilan akan berakhir dengan keguguran yang pada umumnya disebabkan oleh kelainan kromoson yang ditemui pada spermatozoa tau ovum. perdarahan yang tidak normal adalah yang merah. perdarahan kehamilan sebelu usia 20 minggu yang disertai dengan rasa mual. disertai dengan rasa nyeri. perdarahan yang tidak normal adalah merah. Sakit Kepala Menetap Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan. kehamilan masih dapat di pertahankan [19] Pada kehamilan lanjut.Perdarahan Pervaginam pada kehamilan muda umunya disebabkan oleh keguguran. Sakit kepala menetap dalam kehamilan adalah gejala pre-eklampsia.[21] .

Nyeri Perut Yang Hebat . nyeri ulu hati sehingga muntah bila semakin bera. Gejala terjadinya eklampsia sama dengan gejala pada saat ibu mengalami kejang. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia. Jika keadaan ini terus berlanjut. maka dapat menyebabkan fetal distrees atau gawat janin bahkan dapat berakibat kematian janin dalam rahim.[23] 4. nutrisi. Jika bayi tidur gerakan akan melemah. kesadaran menurun kemudian kejang. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Gerakan Janin Kurang Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. penglihatan semakin kabur. dan mungkin pernah mengalami kecelakaan yg dapat mengakibatkan benturan.[24] Kurangnya gerakan janin biasanya pengaruh dari kondisi ibu. Kejang Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala-gejala sakit kepala. mual.[25] 5. Atau pengaruh dari janin sendiri.[22] Kemungkinan penyebab terjadinya kejang pada ibu hamil adalah eklampsia.3.

kemungkinan timbulnya preklamsi harus dicurigai. atau paling sering adalah bengkak pada muka dan tangan disebabkan karena terjadi preeklampsia. Oedema pada muka dan tungkai Timbulnya oedema didahului oleh penambahan berat badan yang berlebihan. iritasi uterus. abrupsio placenta. menetap dan tidak hilang setelah istirahat. gangguan fungsi organ ginjal. Penambahan bert badan seperdua kilogram seminggu pada seorang yang hamil dianggap normal.[27] Yang menyebabkan terjadinya bengkak pada muka dan tangan biasanya terjadi anemia pada ibu. Demam . gagal jantung. kehamilan ektopik. Hal ini bisa berarti appendiksitis. aborsi. Oedema tidak hilang dengan istirahat.Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat. penyakit kantong empedu.[26] 6. Protenuria disebabkan oleh spasme orteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus. Penambahan berat bada disebabkan oleh retensi air dalam jaringan kemudian oedema tampak yang timbul pada kaki. infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya. jaringan tangan dan wajah.[28] 7. tetapi jika mencapai 1 kg seminggu atau 3 kg dalam sebulan.

[29] Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala-gejala penyakit. Muntah Terus Menerus Kebanyakan ibu hamil dengan umur kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual dan kadang-kadang muntah.Ibu menderita demam dengan suhu > 38. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik. juga tidak ditemukan kelainan biokimia.. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. º C dalam kehamilan merupakan suatu masalah.[31] Mual dan muntah yang berlebihan menyebabkan hiperemesis gravidarum. Perubahan Penglihatan . Keadaan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 bulan. persalinan dan masa nifas. Penyebab muntah-terus menerus belum diketahui secara pasti. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital infeksi dapat terjadi selama kehamilan. Karena dapat mengganggu aktivitas ibu sehari-hari dan dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Penyakit ini berbahaya bagi janin dan kesehatan ibu.[30] 8. muntah terus menerus sampai ibu lemah dan tidak dapat bangun.[32] 9. keadaan ini berbahaya bagi keadaan janin dan kesehatan. Terapi bila ibu tetap tidak mau makan.

termasuk tanda vital (nadi. misalnya pandangan kabur atau terbayang. respirasi. segera lakukan tindakan meskipun tanda–tanda syok belum terlihat. sangat penting untuk segera memulai penanganan syok.[34] Penanganan selanjutnya disesuikan dengan penyebab terjadinya perdarahan pervaginam. Perdarahan Pervaginam Jika ibu merasakan adanya darah yang keluar dari jalan lahir maka secepat mungkin ibu harus meminta pertolongan dari petugas kesehatan. Misalnya jika terjadi perdarahan karena abortus . Penglihatan ringan adalah normal. Jika terjadi syok. tekanan darah. Penanganan Tanda Bahaya Dalam Kehamilan. ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan mendadak. Jika dicurigai adanya syok.pengaruh hormonal. Ingat bahwa saat melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu dapat memburuk dengan cepat. Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan. lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu.[33] 4. yaitu pasang infus dan berikan cairan intravena. dan temperatur). Penanganan Umum : Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat. Perubahan penglihatan ini mungkin akan di sertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin merupakan suatu tanda preeclampsia. Adapun penanganan tanda bahaya dalam kehamilan yaitu : 1.

2. atau darah. . b. segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.[35] 3. muntahan. Sakit Kepala Menetap Jika ibu mengalami sakit kepala sebaiknya ibu beristirahat dan minum obat penghilang rasa nyeri. b. Penanganan Umum : a. dan pernafasan) sambil mencari riswayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya. tekanan darah. Bebaska jalan nafas. Kejang Penanganan umum: a. Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital (nadi. Namun jika sakit kepala tersebut tidak hilang meskipun dengan beristirahat dan minum obat maka segas baiknya ibu segera memeriksakan keadaannya pada petugas kesehatan. Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi secret. Jika ibu tidak sadar atau kejang.imminens maka anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktifitas fisik yang berlebihan karenakehamilan masih dapat di pertahankan.

suhu b. respirasi. tensi. kemudian nilai ulang 2) Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetoskop Doppler.[36] 4. Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi. d.c. Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur. Gerakan Janin Kurang Penanganan Umum : a. Lakukan pengawasan ketat. Memberi dukungan emosional pada ibu b. Nyeri Perut Yang Hebat Penanganan Umum : a. Menilai denyut jantung janin (DJJ) : 1) Bila ibu mendapat sedative. mulai pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas.[37] 5. . Jika dicurigai syok. waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengan cepat. tunggu hilangnya pengaruh obat.

Istirahat cukup b. b. Demam Penanganan Umum : Demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring.[38] 6. Mengatur diet. c. yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak.[39] 7. Jika ada syok segera terapi dengan baik. Muntah Terus-Menerus Penanganan Umum : a. minum banyak. Makan sedikit tapi sering. Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak.[40] 8. . kompres untuk menurunkan suhu. Bengkak Pada Muka Dan Tangan Penanganan umum : a. Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan bayi.c.

Jahe merupakan obat alami untuk mual. h. Hindari hal–hal yang membuat Anda berke ringat atau kepanasan. b. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat. Pengertian . yang dapat memicu rasa mual. d. g.[42] C. e. f. Cincang dan makan bersama sayuran serta makanan lain. Istirahat cukup. Jaga masukan cairan. seperti bau. Hindari hal–hal yang memicu mual. Makan hanya makanan kering pada satu waktu makan. gerakan atau bunyi. Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual. i. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan 1. karena cairan lebih mudah ditolelir daripada makanan padat. Jika tidak sadar atau kejang.[41] 9.c. Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda–tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya. Perubahan Penglihatan Penanganan Umum : a. Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. kemudian makanan berkuah pada waktu berikutnya.

prinsip dalam konteks atau situasi yang lain. Tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real. pendengaran. 4. rasadan raba. mendefenisikan dan menyatakan.pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang mengalami pengidraan terhadap suatu objek tertentu. Sebagai objek pengetahuan manusia diperolah melalui mata dan telinga. yakni indera penglihatan. Pengidraan melalui pancaindra manusia. Untuk mengukur seseorang dikatakan tahu yaitu antara lain: dapat menyebutkan. Memahami (comprehension) Memahami diartikan suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi secara benar. penciuman. Selanjutnya menurut bloom tingkat pengetahuan yaitu : 1. 2. menguraikan. Analisis (Analysis) . rumus. Aplikasi disini di artikan sebagai penggunaan hukum. metode. 3. Tahu (know) Tahu diartikan sebagai suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya dengan mengingat kembali sesuatu yang telah dipelajari.

tetapi masih dalam satu strukur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. Terdiri atas pernyataan dan dua alternative jawaban yaitu benar atau salah. Penelitian ini menggunakan pertayaan yang membutuhkan jawaban benar atau salah. 5. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap materi objek Pengukuran Pengetahuan Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan melalui wawancara atau tehnik angket (bentuk pertanyaan tertulis) yang menyakan isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian. Sedangkan kualits pengetahuan pada masing-masing pengetahuan dapat dilakukan dengan kriteria yaitu : 1. Tingkat pengetahuan baik jika jawaban responden dari kesioner yang benar 76 – 100% 2. 6. Sintesis (Syntesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam satu bentuk keseluruhan yang baru. Tingkat pengetahuan cukup jika jawaban dari responden dari kesioner yang benar 56 – 75% .Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan suatuobjek kedalam komponen.

Jenis Setiap ibu hamil perlu mengetahui dan mengenali jenis dari tanda bahaya dalam kehamilan agar jika mengalami salah satu atau beberapa dari tanda bahaya tersebut maka ibu dapat segera meminta bantuan dari petugas kesehatan.3. Agar ibu hamil memahami bahwa jika dirinya mengalami salah satu dari tanda bahaya tersebut berarti dirinya berada dalam kondisi yang buruk dan mengancam keselamatan diri dan janin yang dikandungnya.[43] D. . Pada penelitian ini hanya terdapat satu variable (variable tunggal). 1. efek. Tingkat pengrtahuan kurang jika jawaban responden dari kesioner < 55%. Dasar Pemikiran Variable Yang Diteliti. Variable tunggal yaitu variable yang terdiri dari beberapa varian yang selalu berhubungan. Pada penelitian ini yang menjadi variabel tunggal adalah pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dalam kehamilan Yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dalam kehamilan adalah pengertian. dan penanganan. 2. jenis. Pengertian Setiap ibu hamil perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan tanda bahaya dalam kehamilan. Kerangka Konsep 1.

et. 2009. Agar jika mengalami salah satu dari tanda bahaya tersebut. op. ilmu kebidanan ( jakarta : PT Bina .3.89 [3] Manuaba. Asuhan Kebidanan1. h. Jakarta. 107-108 Mochtar Rustam. EGC. al. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dalam kehamilan [1] [2] Hanifa wiknjosastro. h.al. et. Penanganan Setiap ibu hamil perlu mengetahui penanganan awal dari tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan. Karena jika ibu mengetahui efek dari tanda bahaya dalam kehamilan. ilmu kebidanan penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. 217 Muhaeminah. h. 75 [4] [5] [6] Ibid.86 . IBG. 2008) . h. pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. 85 . ibu atau keluarga dapat melakukan pertolongan pertama sebelum mendapat pertolongan dari petugas kesehatan. (Jakarta : YBP-SP. jika ibu mengalami salah satunya maka ibu dapat segera memahami kondisinya bahwa dirinya sedang mengalam salah satu dari tanda bahaya 4. 2009). Efek Setiap ibu hamil perlu mengetahui efek atau akibat dari tanda bahaya dalam kehamila. h. Cit.. 2010 h. 213 Saifuddin.

h. Com diakses 24 oktober 2011 Yuni kusmiatil. 2009. op. h.tanda bahaya dalam kehamilan (online). Cit. www.3idanku.2009. Cit h. Cit h.[7] [8] [9] www. 2003 com diakses 24 0ktober 2011 Saefuddin. 2009 com diakses 24 oktober 2011 Manuaba. (online). diakses tanggal 24 oktober 2011 [12] [13] [14] [11]Ratna.http// www. [10] 2010 tanda bahaya dalm kehamilan (online).ibubayi.com.masdanag . 195 [15]Irma.op. Pusdinakes. 163-164 [26]Yuni [27] ibid .op.//: www. Perawatan Ibu Hamil.com diakses 24 oktober 2011 [16]Widyastuti. op. Pusdinakes. 228 Saefiddin. cit.Pusdinakes.Pusdinakes. http// www. 259 Hanifa Wiknjosastro.tanda bahaya kehamilan. h.Pusdinakes. 2003. Cit h. 248 Mochtar rustam. op. op. op.Pusdinakes. diakses 24 oktober 2011 [17] [18] [19] [20] [21] [22] [23] [24] [25] Saefuddin. 2003. Cit. h. Gambaran pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Cit. 208 Ibid www. Com diakses 24 oktober 2011 www. 160 www. h. op. Com diakses 24 oktober 2011 kusmiati. 2003 com diakses 24 oktober 2011 Muliati.com. Cit h. www. 161 Saefuddin.

Suakses 24 0ktober 2011 [33]Ratna [32]Ratna.2002.com.diaksess 24 oktober 2011 [40] Saefuddin. al. 160-161 Ibid.. Cit h. 335 [38] Saifuddin.ibubayi.)http//www. h.com.206 [43] Supryanto. h.86 [39]Irma. op. 207 Ibid. op.ibubayi.[28] [29] [30] [31] ibid Saefuddin . op. diakses 1 november 2011 . h.com.blospot. Buku Panduan Praktis pelayanan kesehatan maternal dam neonatal.h.masdanang. h.(jakarta : YBP-BP).com.. 206 Ibid. op. Com diakses 24 oktober 2011 Muliati. h. Diakses 24 oktober 2011 [34] [35] [36] [37] Saefuddin.Pusdinakes.http///www. tanda bahaya dalam kehamilan. Cit.et.tanda Saefuddin.(http// www. cit bahaya dalam kehamilan.com.248 www.(online). Cit.Masdanang. (http : www.Tanda tanda bahaya dalam kehamilan (online) www. 2003. konsep dasar pengetahuan . 221 bahaya dalamkehamilan(online. h. op.diakses 24 oktober 2011 [42] [41]Irma.(online). (online).

Lokasi Penelitian Di Puskesmas Bulupoddo 2. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan Segala sesuatu yang di ketahui oleh responden tentang pengertian tanda bahaya kehamilan yang terdapat dalam kuisioner dengan kriteria : . Defenisi Operasional Dan Kriteria Objektif 1. Lokasi dan Waktu Penelitian 1.BAB III METODE PENELITIAN A. dengan tujuan memperoleh gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya dalam kehamilan di Puskesmas Bulupoddo kabupaten Sinjai periode Juni s/d November 2011 B. Waktu Penelitian Penelitian akan di laksanakan pada Bulan Juni s/d November 2011 C. Pendekatan dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang di gunakan adalah menggunakan pendekatan metode deskriptif.

Baik : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 76 .75% pertanyaan tentang pengertian tanda bahaya dan kehamilan Kurang : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar <55% pertanyaan tentang pengertian tanda bahaya dan kehamilan 2.75 % pertanyaan tentang jenis tanda bahaya kurang : jika jawaban responden dari kesioner dengan benar < 55% pertanyaan tentang jenis tanda bahaya dalam kehamilan 3. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Jenis Tanda Bahaya Kehamilan Segala sesuatu yang di ketahui oleh respoden tentang jenis tanda bahaya kehamilan yang terdapat dalam kuisioner dengan kriteria : Baik : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 76 .100 % pertanyaan tentang jenis tanda bahaya cukup : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 56 . Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Efek Tanda Bahaya Kehamilan Segala sesuatu yang di ketahui oleh responden tentang Efek tanda bahaya dan kehamilan yang terdapat dalam kuisioner dengan kriteria : .100% pertanyaan tentang pengertian tanda bahaya dan kehamilan Cukup : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 56 .

Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penanganan Tanda Bahaya Kehamilan Segala sesuatu yang di ketahui oleh responden tentang penanganan tanda bahaya dan kehamilan yang terdapat dalam kuisioner dengan kriteria : Baik : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 76 – 100% pertanyaan tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan Cukup : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 56 – 75% pertanyaan tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan Kurang : jika jawaban responden dari kesioner dengan benar < 55% pertanyaan tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan. Populasi . D. Populasi Dan Sampel 1.Baik : jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 76 – 100% efek tanda bahaya dalam kehamilan Cukup : Jika jawaban responden dari kesioner dengan benar 56 – 75% pertanyaan tentang efek tanda bahaya dan kehamilan Kurang : jika jawaban responden dari kesioner dengan benar < 55%[1] 4.

Ibu hamil yang menyatakan bersedia dan telah menandatangani surat tersebut lalu diberi kuisioner berupa pertanyaan dalam bentuk pertanyaan dengan dua alternative jawaban yaitu benar atau salah. . F. Teknik Pengambilan Sampel Penarikan sampel dengan cara accidental sampling yaitu cara pengambilan sampel yang di lakukan secara subjektif oleh peneliti di tinjau dari sudut kemudahan. tempat pengambilan sampel.Populasi adalah wilayah generelisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti dan di tentukan untuk di tarik kesimpulannya. yaitu dengan melihat jumlah ibu hamil yang berkunjung pada bulan juni s/d november. sedangkan untuk penelitan menggunakan data primer yaitu dengan mengambil data langsung pada ibu hamil melalui pembagian surat izin persetujuan menjadi respoden setelah sebelumnya menunjukkan surat permohonan peneliti. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ditemui peneliti pada saat penelitian berlangsung sebanyak 30 orang.[2] Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilan mulai Juni s/d November 2011 sebanyak 98 orang 2.[3] E. Teknik Pengumpulan Data Data yang di kumpulkan adalah sekunder. dan jumlah sampel yang akan di ambil.

H. diakses 1 november 2011 [2]Aziz alimut hidayat. Pengolahan Data Data di olah secara manual dengan menggunakan kalkulator dan di tampilkan dalam bentuk tabel distribusi dan persentase. Metode penelitian kebidanan dan tehnik analisa data ( Jakarta : Salemba Medika.com.blospot. 68 [3] Ibid . Analisa Data Data dianalisa dalam bentuk persentase dengan menggunakan rumus distribusi sebagai berikut : P= Keterangan : P : persentase yang di cari f : frekuensi faktor variable n : Jumlah sample [1] Supryanto. h. (online). (http : www. 2007). konsep dasar pengetahuan .G.

10 Orang (33. sampel yang di teliti 30 orang.4%) yang pengetahuannya .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.1 Distirbusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Pengertian Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periode Juni s/d November 2011 NO 1 2 3 PENGETAHUAN Baik Cukup Kurang JUMLAH JUMLAH 12 10 8 30 PRESENTASE 40 % 33.4 % 26.6 % 100 % Sumber : Data Primer Tabel 4. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Puskesmas Bulupoddo mulai bulan Juni-November 2011. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan frekuensi sebagai berikut: Tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 12 Orang (40%) yang pengetahuannya baik. banyaknya populasi 30 orang.

6 % 10 % 100% Tabel 4.3 Distirbusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Efek Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periode Juni s/d November 2011 .2 Distirbusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Jenis tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Priode Juni s/d November 2011 NO 1 2 3 Baik Cukup Kurang JUMLAH Sumber : Data Primer PENGETAHUAN JUMLAH 10 17 3 30 PERSENTASE 33.2 menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 10 Orang (33.3%) yang pengetahuannya baik.6%) yang pengetahuannya cukup dan 3 0rang (10%) pengetahuaanya kurang tentang jenis tanda hahaya dalam kehamilan Tabel 4. 17 Orang (56.cukup dan 8 0rang (26.3 % 56.6) pengetahuaanya kurang tentang Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan Tabel 4.

3 menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 7 Orang (23.4 Distirbusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penanganan Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Bulupoddo Periode Juni s/d November 2011 NO 1 2 3 Baik Cukup Kurang JUMLAH Sumber : Data Primer PENGETAHUAN JUMLAH 11 9 10 30 PERSENTASE 36.3 % 26.3%) yang pengetahuannya baik. 8 Orang (26.6 % 30 % 33.NO 1 2 3 Baik PENGETAHUAN JUMLAH 7 8 15 30 PERSENTASE 23.6%) yang pengetahuannya cukup dan 15 0rang (50%) pengetahuaanya kurang tentang efek tanda hahaya dalam kehamilan Tabel 4.3 % 100% .6 % 50 % 100% Cukup Kurang JUMLAH Sumber : Data Primer Tabel 4.

4%) yang pengetahuannya cukup dan 8 0rang (26. 9 Orang (30%) yang pengetahuannya cukup dan 10 0rang (33.[1] . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 12 Orang (40%) yang pengetahuannya baik.3%) pengetahuaanya kurang tentang penanganan tanda hahaya dalam kehamilan B. Pengetahuan tentang pengertian tanda bahaya kehamilan.Tabel 4. pemberian intervensi dasar. Hal ini meliputi pemeriksaan kehamilan dan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan.4 menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 11 Orang (36. 10 Orang (33. Pelayanan antenatal adalah pelayanan yang diberikan secara berkala untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya. serta mendidik dan memotivasi agar ibu dapat merawat dirinya selama hamil dan mempersiapkan persalinannya. Pembahasan Setelah melakukan mengenai pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Bulupoddo pada bulan Juni s/d November 2011 Maka di peroleh hasil sebagai berikut : 1.6) pengetahuaanya kurang tentang Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan. Hal ini menunukkan pengetahuan ibu hamil baik tentang pengertian tanda bahaya kehamilan.6%) yang pengetahuannya baik.

yang apabila tidak diatasi akan berdampak lebih besar.3%) yang pengetahuannya baik. Pengetahuan tentang jenis tanda bahaya kehamilan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 10 Orang (33. tetapi ada juga ibu hamil yang tidak tahu tentang pengertian tanda bahaya kehamilan. dari ketidak tahuan ibu hamil akan pengertian tanda bahaya dalam kehamilan maka ibu hamil tidak dapat mengetahui bagaimana tanda bahaya dalam kehamilan diatasi. 2. diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan sudah baik ini terlihat dari banyaknya ibu hamil yang tahu tentang pengertian.[2] Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan dapat berdampak ketidak tahuan terhadap pengertian tanda bahaya dalam kehamilan yang mereka alami setiap.6%) yang pengetahuannya cukup dan 3 0rang (10%) pengetahuaanya kurang . Berdasarkan penelitian. Sedangkan mamfaat bagi ibu hamil yang tahu tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan akan lebih mudah mengatasi tanda bahaya tersebut. 17 Orang (56.Tanda bahaya dalam kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya masalah yang serius yang dapat terjadi selama kehamilan atau priode antenatal dan proses persalinan yang apabila tidak dilaporkan atau tidak dideteksi maka dapat menyebabkan kematian ibu.

diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang gejala tanda bahaya dalam kehamilan cukup ini terlihat dari banyaknya ibu hamil yang tidak tahu tentang gejala. pengetahuan ibu hamil tentang gejala tanda bahaya dalam kehamilan dapat berdampak ketidak tahuan terhadap gejala tanda bahaya dalam kehamilan dan yang mereka alami. Berdasarkan penelitian. yang apabila tidak diatasi akan berdampak lebih besar. bengakak pada muka dan tangan.tentang jenis tanda hahaya dalam kehamilan. nyeri andomen yang hebat. dari ketidak tahuan ibu hamilakan gejala tanda dalam kehamilan maka ibu hamil tidak dapat mengetahui bagaimana tanda bahaya kehamilan diatasi. dan bayi kurang bergerak. sakit kepala yang hebat. tetapi ada juga ibu hamil yang tahu tentang gejala tanda bahaya dalam kehamilan. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang gejala tanda bahaya kehamilan. . Terdapat beberapa macam tanda bahaya dalam kehamilan selama periode antenatal yaitu perdarahan pervaginam. Sedangka mamfaat bagi ibu hamil yang tahu tentang gejalal tanda bahaya dalam kehamilan akan lebih muda mengatasi tanda bahaya tersebut. Tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan(hamil muda). pertengahan ataun pada akhir kehamilan(hamil tua) tanda bahaya ini jika tidk dilaporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih parah. penglihatan kabur.[3] Dalam kehamilan sendirir dikenal adanya tanda bahaya yang merupakan suatu tanda yang terjadi pada seorang ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah teradinya suatu masalah yang serius pada ibu atau janin yang dikandungnya.

8 Orang (26. Perdarahan ini dapat berarti abortus.[4] Pada umunya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala-gejala sakit kepala.kejang dalam kehamilan dapat merupakan penyebab dari eklamsia.kesadaran menurun kemudian kejang. Hal ini menunjukkan masih kurangnya pengetahuan ibu tentang penyebab tanda bahaya dalam kehamilan. Dalam kehamilan sendiri di kenal adanya tanda bahaya yang merupakan suatu tanda yang terjadi pada seorang ibu hamil seperti hipertensi.3%) yang pengetahuannya baik.penglihatan semakin kabur. pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua). perdarahan akibat abortus. Perdarahan semacam ini biasa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta.3. disertai dengan rasa nyeri. perdarahan yang tidak normal adalah yang merah. Tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil muda). atau perdarahan dengan nyeri.6%) yang pengetahuannya cukup dan 15 0rang (50%) pengetahuaanya kurang tentang efek tanda hahaya dalam kehamilan. perdarahan yang banyak. kehamilan ektopik.bila semakin berat. kehamilan mola atau kehamilan ektopik. dan preeklampsi. kadang-kadang tetapi tidak selalu. Pada kehamilan lanut. perdarahan yang tidak normal adalah merah. Pada awal kehamilan. Pengetahuan tentang penyebabab tanda bahaya kehamilan Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 7 Orang (23. banyak.[5] Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang peyebab tanda bahaya dalam kehamilan dapat berdampak ketidak tahuan terhadap penyebab tanda bahaya dalam .mual.nyeri ulu hati sehingga muntah.

Sedangkan mamfaat bagi ibu hamil yang tahu tentang penyebab tanda bahaya dalam kehamilan akan lebih mudah mengatasi tanda bahaya tersebut. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang penyebab tanda bahaya dalam kehamilan masih kurang ini terjadi dari banyaknya ibu hamil yang tidak tahu tentang penyebab. Pengetahuan tentang penanganan tanda bahaya kehamilan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 11 Orang (36.kehamilan dan persalinan yang mereka alami. 9 Orang (30%) yang pengetahuannya cukup dan 10 0rang (33. dari ketidaktahuan ibu hamil akan penyebab tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan maka ibu hamil tidak dapat mengetahui bagaimana tanda bahaya kehamilan diatasi. .3%) pengetahuaanya kurang tentang penanganan tanda hahaya dalam kehamilan.6%) yang pengetahuannya baik. Hal ini menunjukkan pengetahuan ibu baik tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan. 4. tetapi ada juga ibu hamil yang tahu tentang penyebab tanda bahaya dalam kehamilan. Penanganan perdarahan pervaginam pada hamil muda yang lebih banyak dari perdarahan biasanya terjadi pada permulaan persalinan adalah segera bawa ke Rumah Sakit terdekat dan jangan sekali-kali melakukan pemeriksaan dalam saat terjadi perdarahan penanganan tersebut di atas merupakan penanganan pada saat teradi perdarahan. yang apabiala diatasi akan berdampak lebh besar.

Faktor resiko dan adanya penyakit tertentu sebaiknya dikenali sejak awal sehingga dapat dilakukan berbagai upaya maksimal untuk mencegah gangguan yang berat terhadap kehamilan serta keselamatan ibu maupun bayi yang di kandungnya Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan dapat berdampak ketidaktahuan terhadap penanganan tanda bahaya dalam kehamilan yang mereka alami. perawatan ibu hamil ( cet 3 : fitramaya. yang merupakan upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan yang serius terhadap kehamilan. yang apabila tidk diatasi akan berdampak lebih besar. tetapi ada juga ibu hamil yang tidak tahu tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan. di ketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan baik ini terlihat dari banyaknya ibu hamil yang tahu tentang penanganan. dari ketidak tahuan ibu hamil akan penanganan tanda bahaya dalam kehamilan maka ibu hamil tidak dapat mengetahui bagaimana tanda bahaya kehamilan diatas. Berdasarkan penelitian.. Com diakses 24 oktober 2011 Yuni kusmiati. Depkes RI. 158 Ibid .2009)h. al. et. [1] [2] [3] www. Sedangkan mamfaat bagi ibu hamil yang tahu tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan akan lebih muda mengatasi tanda bahaya tersebut. 2004.Pencegahan tanda bahaya dalam kehamilan yaitu dengan deteksi dini selama kehamilan.

di peroleh data yaitu pengetahuan ibu hamil tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan yaitu dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 12 Orang (40%) yang pengetahuannya baik. 10 Orang (33. Tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil muda).[4] [5] www. al. com.4%) yang pengetahuannya cukup dan 8 0rang (26.6) pengetahuannya kurang tentang pengertian tanda bahya dalam kehamilan. 2009).3%) yang . Diakses 24 0ktober 2011 Saifuddin. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal . (Jakarta : YBP-SP. h 208 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Berdasarkan penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan di Puskesmas Bulupoddo priode Juni s/d November 2011. Pusdikes 2003.. pegetahuan ibu hamil tentang jenis tanda bahaya dalam kehamilan yaitu dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 10 Orang (33. pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua) tanda bahaya ini jika tidak di laporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih parah. et. Kesimpulan Dalam kehamilan sendiri dikenal adanya tanda bahaya yang merupakan suatu tanda yang terjadi pada seorang ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada ibu atau janin yang dikandungnya.

8 Orang (26. 2. Kepada pemerintah terkait khususnya dinas kesehatan agar menyediakan prasarana seperti poster mengenai sembilan tanda bahaya dalamm kehamilan yang di tempatkan di tempat pelayanan kesehatan.pengetahuannya baik.3%) pengetahuaanya kurang tentang penanganan tanda hahaya dalam kehamilan B. Perlunya peningkatan penyuluhan oleh petugas kessehatan khususnya bidan di Puskesmas Bulupoddo mengenai tanda bahaya dalam kehamilan. 9 Orang (30%) yang pengetahuannya cukup dan 10 0rang (33. 3. Diharapkan bagi peneliti berikutnya agar meneliti lebih banyak tentang tanda bahaya dalam kehamilan. 17 Orang (56. Saran 1. KUISIONER PENELITIAN GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG .6%) yang pengetahuannya cukup dan 15 0rang (50%) pengetahuaanya kurang tentang efek tanda hahaya dalam kehamilan dan pengetahuan ibu hamil tentang penanganan tanda bahaya dalm kehamilan yaitu dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 11 Orang (36.6%) yang pengetahuannya cukup dan 3 0rang (10%) pengetahuaanya kurang tentang jenis tanda hahaya dalam kehamilan. pengetahuan ibu hamil tentang Efek tanda bahaya dalam kehamilan yaitu dari 30 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan 7 Orang (23.6%) yang pengetahuannya baik.3%) yang pengetahuannya baik.

Jawablah pertanyaan dengan memberi tanda centang ( disediakan. Benar b. Tanda bahaya dalam kehamilan merupakan gangguan yang terjadi dalam proses kehamilan yang dapat mengakibatkan komplikasi? a. 2. √ ). Kuisioner : Ny : Umur : Alamat : Kehamilan : B.Pertanyaan tentang pengertian tanda bahaya dalam kehamilan 1. pada kolom yang telah A.TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI PUSKEMAS BULUPODDO PERIODE JUNI-NOVEMBER Petunjuk 1. Isilah pertanyaan yang telah disediakan. Identitas responden No. Salah .

Benar b. Bengkak pada muka dan tangan merupakan adanya gelembung cairan pada muka dan tangan karena terkumpulnya cairan? a. Benar b. Benar b. Salah 6. Benar b. Salah 5. Kejang merupakan gerakan otot tubuh secara mendadak yang disadari? a.2. Sakit kepala menetap yaitu sakit kepala yang tidak hilang meskipun dengan beristirahat? a. Benar b. Salah 3. Salah . Benar b. Perdarahan pervaginam adalah perdarahan yang keluar dari jalan lahir yang terjadi pada masa kehamilan? a. Demam adalah keadaan dimana suhu tubuh lebih dari 38ºC? a. Salah 7. Mual dan muntah berlebihan yaitu mual muntah yang terjadi secara terus menerus hingga mengganggu aktifitas sehari-hari ibu? a. Salah 4.

Benar b. Nyeri perut yang hebat adalah perasaan nyeri pada perut yang terasa hebat. Benar b. Benar b. Salah 1. Kejang tidak termasuk tanda bahaya dalam kehamilan . Salah 1. menetap. Perubahan penglihatan adalah masalah visual yang terjadi secara mendadak misalnya penglihatan kabur. berbayang. a. dan tidak hilang meskipun dengan beristirahat. Gerakan janin kurang yaitu keadaan dimana ibu merasakan gerakan janin lebih dari 3 kali dalam satu jam? a. Salah 9. Ada 9 jenis tanda bahaya dalam kehamilan a. Salah 10. Salah C. Salah 1. Benar b. Perdarahan jalan lahir merupakan salah satu dari tanda bahaya kehamilan? a. Benar b.8. atau berkunang-kunang? a. Benar b. Pertanyaan tentang jenis tanda bahaya dalam kehamilan 1. Sakit kepala menetap adalah salah satu jenis dari tanda bahaya dalam kehamilan a.

Benar b. Salah 10. Gerakan janin kurang bukan merupakan tanda bahaya dalam periode antenatal a. Pertanyaan tentang efek tanda bahaya dalam kehamilan . Salah 4. Muntah terus menerus merupakan salah satu dari tanda bahaya dalam kehamilan a. Salah 5.a. Benar b. Perubahan penglihatan tidak termasuk dalam tanda bahaya dalam kehamilan karena merupakan hal yang wajar terjadi? a. Salah 9. Nyeri perut yang hebat adalah salah satu dari Sembilan tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan a. Benar b. Salah 3. Benar b. Yang merupakan tanda bahaya dalam kehamilan adalah bengkak pada tungkai a. a. Demam merupakan hal yang wajar dalam pkehamiln dan bukan merupakan tanda bahaya. Benar b. Salah 2. Salah D. Benar b. Benar b.

Salah . Perdarahan pervaginam pada kehamilan lanjut merupakan efek dari kehamilan ektopik? a. Kejang merupakan efek dari terjadinya eklampsia. Benar b. Salah 5. Perdarahan pada kehamilan muda merupakan efek dari plasenta previa? a. Benar b. Benar b. Preeklampsia dalam kehamilan dapat menyebabkan timbulnya sakit kepala menetap a. Salah 4. Salah 2. Bengkak pada muka dan tungkai bisanya terjadi kerana ibu kekurangan darah a.1. Benar b. a. a. Gerakan janin kurang merupakan salah satu tanda terjadinya gawat janin. Benar b. Salah 3. Salah 6. Benar b. Benar b. Nyeri perut yang hebat dalam kehamilan adalah salah satu efek dari penyakit ginjal? a. Salah 7.

Muntah terus menerus akan mengakibatkan kekurangan cairan a. Penanganan yang tepat untuk perdarahan adalah dengan mengakhiri kehamilan a. Benar b. . Benar b.8. Bila terjadi perdarahan pada kehamilan muda maka sebaiknya ibu segera meminta pertolongan ke dukun a. Benar b. Jika ibu hamil mengalami sakit kepala menetap maka sebaiknya ibu banyak beristirahat dan mengurangi aktifitas a. Salah 9. Salah 3. Salah 2. Salah E. Pertanyaan tentang penanganan tanda bahaya dalam kehamilan 1. Hal pertama yang harus dilakukan bila terjadi kejang adalah membebaskan jalan nafas. a. Salah 10. Benar b. Salah 4. Benar b. Benar b. Perubahan penglihatan pada kehamilan terjadi karena ibu mengalami rabun senja a. Demam dalam kehamilan terjadi karena adanya infeksi.

a. Benar b. a. Benar b. Salah 5. Jika terjadi demam sebaiknya ibu banyak minum dan kompres untuk menurunkan suhu. a. Salah 10. Benar b. a. Bila terjadi perubahan penglihatan pada masa kehamilan maka sebaiknya ibu segera menggunakan kaca mata. Gerakan janin kurang dapat ditangani dengan cara ibu lebih banyak beraktifitas a. Salah 9. Jika mengalami muntah terus menerus maka sebaiknya ibu makan dengan cara makan banyak dan frekuensi sering. Salah 8. Benar b. Benar b. a. Salah 6. Benar b.a. Salah . Salah 7. Bengkak pada muka tangan dapat dikurangi dengan meninggikan kaki saat berbaring. Benar b. Nyeri perut yang hebat dapat di tangani dengan minum obat penghilang rasa nyeri.

Laporan Dinkes Kab/kota makassar.com. di akses 24 oktober 2011 Ratna. 2008. Mochtar. http//:www. EGC: Jakarta Mulianti. AB. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Dan Persalinan Di Puskesmas Batua Raya Makassar Bulan April 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Perawatan Ibu Hamil. AH. Fitramaya . http//:www3idanku. Yayasan Bina Pustaka: Jakarta Saifuddin.com Diakses tanggal 24 oktober 2011. 2002. Tanda Bahaya Kehamiln. Yayasan Bina Pustaka : Jakarta Suprianto.com di akses 1 n0vember 2011 Hanifa prawihardjo. Karya Tulis Ilmiah\ Pusdinakes. Diakses tanggal 20 Februari 2011 Saifuddin. 2003. http blospot. Jakarta. Yuni kusmiati. konsep Dasar pengetahuan. 2010. Yayasan Bina Pustaka :Jakarta Sudiranto.masdanang. 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. 2009. Sinopsis Obstetri. R. PT. R. 2007. S. 2009. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. IGB. AB 2009. Diakses 19 November 2011 . 2009. Manuaba. 2010.com. lmu kebidanan. Diakses Tanggal 20 Februari 2011. http//:www. 2002. Tanda Bahaya Kehamilan. 2008.com. Asuhan kebidanan. Tanda bahaya kehamilan. 2003. Tanda Bahaya Kehamilan. http//:www. Widyastuti.3idanku. Metode Penelitian Kebidanan Dan Tekhnik Analisa Data.ibubayi. Salemba Medica: Jakarta Irma. EGC: Jakarta Muhaeminah.DAFTAR PUSTAKA Aziz.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful