SISTEM KERJA TURBIN

A. Tujuan Sistem kerja turbin merupakan salah satu proses untuk memutar poros turbin, dimana uap atau steam dengan tekanan dan temperatur tinggi digunakan untuk memutar turbin tersebut. Uap atau steam yang digunakan untuk memutar turbin ini dihasilkan oleh boiler, kemudian uap yang telah dipakai oleh turbin dialirkan ke kondensor.

B. Peralatan Pada Turbin Peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung system kerja turbin ini adalah: 1. Turbin Turbin digunakan untuk memutar generator dengan cara mengubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi diarahkan untuk mendorong sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros sehingga turbin berputar, akibat melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur uap menjadi turun sehingga menjadi uap basah yang kemudian dialirkan ke kondensor. Berikut adalah spesifikasi turbin yang digunakan di PLTU Tarahan : Type Single Casing Multi Stage Reaction Condensing Daya out put : 100 MW Kecepatan : 3000 rpm Tekanan uap masuk MSV : 127 kg/cm2a Temperatur uap masuk MSV : 5400C

Tekanan uap ekstraksi no. 5 : 0.31 kg/cm2a Tekanan uap ekstraksi no. 3 : 8.47 kg/cm2a Tekanan uap ekstraksi no.928 kg/cm2a Tekanan keluar turbin : 0.00 kg/cm2a Tekanan uap ekstraksi no.5 m Berat Rotor dan Sudu-sudu : 32 ton . 4 : 3.082 kg/cm2a Jumlah tingkat sudu : 42 tingkat reaksi Arah putaran poros : CCW (view from front turbin) Panjang Total Steam Turbin : 8. 1 : 33. 2 : 18.06 kg/cm2a Tekanan uap ekstraksi no.

Main Steam Strainer Main steam strainer dipasang pada main steam inlet sebelum Main Stop Valve (MSV) untuk menjaga atau mencegah benda-benda asing yang terkandung dalam uap masuk ke dalam turbin. Karakteristik dari strainer ini adalah :  Sangat kuat karena terbuat dari modulus yang kuat . 3.2. MSV akan menutup karena gaya atau tekanan dari pegas (spring) yang dipasang dibelakang MSV pada saat actuator menerima perintah untuk menutup. MSV pada system turbin PLTU Tarahan berjumlah satu buah. serta untuk menghentikan supply uap tekanan tinggi tersebut pada saat turbin emergency trip untuk Posisi normal dari Main Stop Valve (MSV) pada saat operasi normal system kerja turbin adalah open. Main Stop Valve (MSV) Fungsi dari Main Steam Valve (MSV) adalah katup untuk mengalirkan uap tekanan tinggi masuk kedalam turbin.

. Main Control Valve (MCV) Sebelum masuk ke turbin uap tekanan tinggi dari MSV terlebih dahulu melewati main steam control valve.  Ukuran meshnya kecil (sekitar 9 mm2) Desain rapi dan menyatu 4. selain itu berfungsi juga untuk menghentikan aliran uap masuk ke turbin bila terjadi emergency trip. Fungsi dari main steam control valve adalah untuk mengatur jumlah dan tekanan uap yang akan disupply masuk ke dalam turbin.

.

Bearing Pada konstruksi turbin digunakan 3 buah bearing yaitu 2 buah journal bearing yang letaknya satu di depan turbin yang satunya dibelakang turbin berfungsi untuk menahan dan menumpu gaya aksial rotor dan 1 buah thrusht bearing untuk menahan gaya aksial rotor yang letaknya di bagian front pedestal.5. .

1 .Gambar journal bearing no.

Gambar journal bearing no.2 .

.

Gambar Thrust bearing 6. mengangkat poros pada saat turning gear beroperasi dan untuk mengontrol gerakkan Main Steam Valve dan Main Control Valve. Lube Oil dan Control Oil Lube Oil atau Minyak Pelumas dan Control Oil berfungsi untuk melumasi bantalan turbin. .

C. 8. Sistem Kerja Dari Turbin . Bolier Boiler berfungsi untuk menghasilkan uap atau steam yang akan digunakan untuk memutar poros turbin. Putaran turning gear pada saat memutar poros adalah 5 rpm. Pada PLTU Tarahan steam yang dihasilkan boiler untuk memutar turbin adalah Pressure 127kg/cm2 dan temperatur 5400C. Turning Gear Turnig gear berfungsi untuk memutaran poros turbin pada saat start dan shut down agar poros turbin tidak melengkung karena panas yang tidak merata.7.

Start make-up water pump untuk menyuplay air demin dari make-up water tank menuju kondensor dn stand pipe 2.Tujuan dari system kerja turbin ini adalah untuk memutar generator. yang digunakan sebagai pendingin utama pada kondesor dengan tekanan sekitar 1. Sebelum turbin bekerja pastikan dulu sistem-sistem yang mendukung system kerja turbin sudah bekerja dengan baik.  Sstem Pendinginan 1. Sementara cooling water yang sudah melakukan kerja di . Akibat malakukan kerja pada alat-alat pendukung system kerja turbin. serta membuat vaccum pada kondensor. maka temperatur pada close cooling water menjadi panas sekitar 38 0c. Close cooling water pump di start untuk menyuplaykan air yang digunakan sebagai pendingin pada alat-alat yang digunakan untuk mendukung system kerja turbin dengan tempetarur 30 0c 3. setelah tekanan kompresor juga sudah mencapai 6 kg/cm2 barulah udara yang dihasilkan oleh kompresor dapat digunakan untuk menggerakan valve control yang terdapat pada alat-alat pendukung system kerja turbin 4. dimana generator ini berfungsi untuk menghasilkan tegangan listrik. setelah dingin baru close cooling water dapat digunakan. pelumasan. Setelah itu cooling water pump di start untuk menyuplaykan air laut ke kondesor. Di PLTU Tarahan turbin digunakan untuk memutar generator dengan cara mengubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik. Ada beberapa sistem pendukung seperti pendinginan.3 kg/cm2 dan temperature 30 0c 5. Ketika tekanan pada close cooling water sudah mencapai 6 kg/cm2 kompresor di start. Untuk mendinginkan close cooling water tersebut digunakan heat exchanger dengan air laut sebagai media pendingin yang diambil dari aliran pipa cooling water menuju kondesor menggunakan boster pump dan temperature close cooling water turun menjadi 300c. Untuk memutar generator tersebut maka kita harus memutar turbin terlebih dahulu karena turbin dan generator satu poros. apabila salah satunya tidak terpenuhi maka sistem kerja turbin tidak akan bisa bekerja. dimana Uap atau steam yang digunakan untuk memutar turbin ini dihasilkan oleh boiler.

Star oil purifier untuk membersihkan minyak pelumas dalam tangki utama 2. Setelah semua berjalan normal selanjutnya jalankan system pelumasan pada turbin. dimana tekanan pada tiap-tiap bearingnya berbeda-beda : Bearing 1 pada turbin : 65 kg/cm2 Bearing 2 pada turbin : 100 kg/cm2 Bearing 1 pada generator : 7 kg/cm2 Bearing 2 pada generator : 8. o Sistem Pelumasan 1. Start juga Jacking Oil Pump (JOP) untuk mengangkat poros turbin dan generator.7 kg/cm2 4. Kemudian start cop yang akan digunakan untuk menggerakkan main stop valve (MSV) dan main control valve (MCV) dengan tekanan 145 kg/cm2 .kondesor juga mengalami kenaikan temperatur sekitar 38 0c langsung dialirkan kembali ke laut. Start Main Oil Pump (MOP) untuk mendinginkan bearing pada turbin dan generator dengan tekanan sekitar 2. 6. Kemudian vapor extractor distart untuk menghilangkan gas atau udara yang terdapat pada ruangan tangki utama 3.5 kg/cm2 5.

Sementara valve ejector driving steam dibuka. 3. Setelah vaccum mancapai 0. Buka valve starting ejector air vaccum. sehingga steam mengalir masuk menuju ejector. fungsi dari gland seal steam ini adalah :   mencegah uap bocor keluar dari dalam turbin mencegah udara luar masuk kedalam turbin. Buka valve dari High Pressure Auxilary Steam Header. agar uap atau udara yang terdapat di dalam kondensor tertarik keluar ikut dengan aliran steam yang mengalir ke atmosfir sehingga keadaan dalam kondensor menjadi vaccum 5. Untuk membuat vaccum di kondesor lihat High Pressure Auxilary Steam Header apakah temperaturnya sudah mencapai sekitar 250 .35 kg/cm2. 6. Pada turbin dilengkapi juga dengan system gland seal steam. buka turbin by-pass 8. sehingga aliran steam dari High Pressure Auxilary Steam Header tidak mengalir ke atmosfir lagi tapi mengalir masuk ke dalam Starting Jet Air Ejector.94 kg/cm2 valve gland steam header buka.05 kg/cm2. Buka valve starting ejector driving steam. Turbin dapat dioperasikan. 2. apabila kondisi tersebut sudah tercapai maka start vaccum pada kondesor dapat dilakukan. valve starting ejector driving steam dan valve starting ejector air vaccum di tutup. . 7. Posisi valve ejector driving steam dalam keadaan tertutup.Selanjutnya setelah sistem-sistem tersebut sudah jalan bikin vaccum pada kondensor. Adapun langkah-langkah untuk menbuat vaccum ini adalah sebagai berikut : 1. Apabila vaccum kondensor sudah mencapai 0. dimana steam dari High Pressure Auxilary Steam Header tadi terlabih dahulu dialirkan ke atmosfir untuk menarik uap atau udara yang berada didalam kondensor 4.340 0C dan tekanannya sudah mencapai 17 kg/cm2. Setelah vaccum pada kondensor mencapai kondisi 0.

Peressure dan temperatur pada main steam sebelum masuk turbin tergantung dengan kondisi start-up turbin. Setelah melewati Main Stop Valve (MSV) steam masuk ke Main Control Valve (MCV) atau governor. Sebelum masuk turbin uap masuk ke Main Stop Valve (MSV). Start-up mode Cold start Warm start Hot start Very hot start Pressure masuk turbin (kg/cm2) 48-72 48-72 48-128 102-141 Temperatur masuk turbin (0C) 385-415 385-415 480-546 510-546 Apabila steam yang dihasilkan oleh boiler sudah mencapai pressure dan temperatur yang diinginkan. sehingga poros turbin tersebut akan berputar dan turning motor di stop. main steam akan masuk ke turbin. Kemudian main steam diarahkan masuk ke dalam turbin untuk mendorong sudusudu turbin yang dipasang pada poros. Akibat melakukan kerja di didalam turbin tekanan dan temperatur dari main steam menjadi turun sehingga menjadi uap basah. kemudian turnning motor distart untuk pemutaran awal pada poros turbin dan generator dengan putaran 5 rpm. Setelah main steam mauk kedalam turbin terjadi proses warming yaitu pemerataan panas pada casing turbin. dimana differential antara upper dan lower casing tidak boleh lebih dari 500C. kemudian main steam dialirkan ke kondensor. Pada putaran 1220 rpm terjadi proses heat soak yaitu pemerataan panas pada turbin dengan putaran konstan 1220 rpm. maka aliran uap atau steam yang akan masuk ke turbin tersebut di stop. eksitasi dijalankan dan tegangan dinaikkan 90%. Kemudian terjadi lagi proses warming. Setelah itu turbin reset pada turbin ditarik dan turbin siap di operasikan. Tujuannya adalah apabila uap yang akan masuk ke turbin tekanannya terlalu tinggi. Ketika putaran poros sudah mencapai 2850 rpm. .Setelah semua sistem pendukung sudah jalan. dimana fungsi dari governor adalah untuk mengontrol main steam yang masuk kedalam turbin. setelah proses warming selesai generator sychron dengan system.

Selain digunakan untuk memutar turbin. Untuk menjaga putaran poros tetap 3000 rpm. Uap ekstrasi ini mengalir keluar melalui pipa-pipa yang dipasang di sisi turbin. Pada saat beban mulai naik. . sebagian main steam yang melewati sudu-sudu turbin juga digunakan untuk memanaskan air di LP 1. maka pressure dan temperatur pada main steam juga naik. Untuk PLTU Tarahan pada beban 100 MW pressure pada main steam 127 kg/cm2 dan temperatur 5400C. Main steam yang digunakan untuk memanaskan air ini dinamakan Uap Ekstrasi. maka Main Control Valve (MCV) akan mengatur aliran main steam yang masuk ke turbin. Pada pipa-pipa ektrasi ini terdapat Extraction Check Valve yang berfungsi untuk mencegah terjadinya uap balik dari pipa uap ekstrasi. beban dapat dinaikkan sesuai dengan yang diinginkan. LP 2.Setelah generator sudah sychron dengan sistem. HP 4 dan HP 5. Deaerator.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful