TUGAS KIMIA ANALISIS TERAPAN

“PENGARUH URANIUM TERHADAP ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS”

OLEH : SARI RAHAYU PUSPANINGRUM 09-231-188 KIMIA VI D

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA IKIP MATARAM 2012

Pembentukan warna dilakukan dengan cara menambahkan bahan pengompleks yang selektif terhadap unsur yang ditentukan.arsenazo yang berwarna merah terang dengan panjang gelombang senyawa komplek thorium-arsenazo 665. Dalam keadaan murni thorium adalah suatu logam bewarna putih keabu-abuan. Pada kegiatan ini akan dilakukan analisis thorium dalam sampel yang mengandung uranium.0 nm. Dengan nomor atom yang berdekatan maka sifat kimia dari kedua unsur ini hamper sama yaitu .0 dengan penambahan asam oksalat.039. uranium stabil pada bilangan oksidasi (VI) dengan membentuk UO2 +2 sedangkan thorium stabil pada bilangan oksidasi (IV).0381 dan merupakan elemen ke dua pada rangkaian actinida (5f) dalam tabel system periodik. Pada penentuan uranium dengan metoda spektrofotometri uv-vis digunakan penggomplek arsenazo (III) 0.2%[5]. sedangkan uranium juga termasuk dalam unsure aktinida dengan nomor atom 92 dan nomor masa 238. Fakta ini menimbulkan dugaan bahwa ke dua unsur ini akan saling mempengaruhi dalam analisis salah satu unsur tersebut menggunakan metoda spektrofotometri uv-vis.0). Pembentukan senyawa kompleks terjadi pada pH 2. dimana thorium dalam senyawa nitrat bereaksi dengan Arsenazo(III) membentuk senyawa kompleks thorium . Analisis secara kualitatif berdasarkan pada panjang gelombang yang ditunjukkan oleh puncak spektrum (190 nm s/d 900 nm). Metoda spektrofotometri uv-vis adalah salah satu metoda analisis kimia untuk menentukan unsur logam. Intensitas ini sangat tergantung pada tebal tipisnya media dan konsentrasi warna spesies yang ada pada media tersebut. (1) mudah membentuk senyawa komplek ionik atau netral. (4) uranium nitrat dan thorium nitrat mempunyai kelarutan yang tinggi dalam beberapa senyawa organik. baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.PENGARUH URANIUM TERHADAP ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS PENDAHULUAN Thorium termasuk dalam unsur aktinida dengan nomor atom 90 dan nomor masa 232. sedangkan analisis secara kuantitatif berdasarkan pada penurunan intensitas cahaya yang diserap oleh suatu media.0 nm dan thorium 665. (2) mempunyai panjang gelombang yang berdekatan (uranium 651. (3) U+4 terhidrolisis pada pH rendah. .0 a/d 3.

2%. 0.0 ppm .1 ppm. Masing-masing larutan sample tersebut ditambahkan aquades hingga volume 25 ml.Pembuatan kurva linieritas Deret standar uranium dibuat dengan konsentrasi uranium bervariasi : Blanko . larutan ini siap diukur dengan spektrofotometer uv-vis.. 2.0 ppm ke dalam masingmasing labu ukur 25 ml. setelah alat pada kondisi nol salah satu blanko tersebut di keluarkan. Selanjutnya pada masing-masing standar tersebut ditambahkan 1 ml asam oksalat dan 2ml larutan arsenazo III 0. 3.5 ppm . dan didiamkan selama 30 menit agar pembentukan senyawa komplek yang sempurna.0 ppm. selanjutnya ditambahkan 1 ml asam oksalat dan 2 ml larutan arsenazo III 0. Penentuan panjang gelombang optimum Alat diseting pada posisi nol dengan cara larutan blanko dimasukkan ke dalam dua buah cuvet lalu ditekan tombol back corect dan tombol run.05 ppm.3 ppm.5 ppm . larutan standar siap diukur dengan spektrofotometer uv-vis[5]. Pembuatan larutan sampel Ke dalam 5 piala gelas 25 ml dimasukkan masing-masing thorium standar 2 ppm. 0. 0. 3. 2.0 ppm dan 5. dan ditambahkan variasi konsentrasi uranium standar 0. didiamkan selama 30 menit. 1. . Pengukuran standard dan sampel Analisis larutan standar dengan variasi konsentrasi diukur untuk membuat kurva kalibrasi yaitu hubungan antara konsentrasi dengan absorbansi.0 ppm dalam labu ukur 25 ml.2%.0 ppm .0 ppm. 1. kemudian masukkan standar uranium 2 ppm pada posisi metoda scan maka display akan menampilkan spektrum panjang gelombang optimum untuk uranium dengan pengomplek arsenazo III. 1. 4.0 ppm .0ppm dan 6. 0. dan analisis kandungan sampel ditentukan dari nilai absorbansi yang diukur dan disubtitusikan ke dalam persamaan regresi yang dihasilkan dari kurva kalibrasi. Masing-masing deret standar tersebut ditambahkan aquades hingga volume 25 ml.0 ppm.5 ppm . 2.

Gambar 1. 3 ppm dan 4 ppm didapatkan bahwa panjang gelombang maksimum serapan terjadi pada panjang gelombang 664.2 665.534 0. selanjutnya pada panjang gelombang tersebut dipakai untuk pengukuran konsentrasi thorium dalam larutan standar dan sampel.2 0. Scaning Panjang Gelombang Optimum Tabel-1 Scaning Panjang Gelombang optimum Konsentrasi Th 1 ppm 2 ppm 3 ppm 4 ppm Scaning λ (nm) 664. 2 ppm.355 0.5 664.715 Absorbansi Rata-rata 664.9 nm.9 665.9 .HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan panjang gelombang optimum Hasil scanning larutan kompleks thorium-arsenazo(III) pada konsentarsi thorium1 ppm.178 0.

792 0.00045 0.041 0.5 2.367%.172 0.351 0.000 0.00045 0 0 0.041 0090 0.261 0.00045 0.530 0.091 0.001 0.000 0.793 0.793 0.557 0.9939.530 0.000 0.709 0.351 0.0118 R = 0.081 Rerata SD RSD% Pengaruh uranium terhadap pengukuran Thorium Pada Table-2 terlihat bahwa pengukuran thorium dalam sampel tanpa keberadaan unsure uranium menghasilkan akurasi yang baik yaitu 97.171 0.056 0.709 0.00045 0.351 0.530 0.041 0090 0.Kurva Kalibrasi Thorium Pada tabel-1 tercantum data nilai rata-rata absorbansi dari masing-masing larutan standar.530 0.041 0.05 ppm penyimpangan dari pengukuran masih dibawah 5%. Kurva kalibrasi dibuat dari hubungan antara konsentrasi masing-masing larutan deret standar dengan nilai absorbansinya dan diperoleh seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.1 ppm ternyata memberikan efek .792 0.351 0.261 0. Dengan menggunakan persamaan tersebut maka konsentrasi thorium dalam larutan sampel yang mengandung uranium dapat dihitung Konsentrasi ppm 0.1652 x + 0.26 0.000 0. presisi pengukuran cukup bagus seperti yang ditunjukkan dari perolehan nilai RSD secara keseluruhan berada dibawah 5%.171 0.556 5 0.633% atau dengan penyimpangan 2.0 5.001 0. sedangkan uranium diatas 0.171 0 0 0 0.556 0.496 0.0 1 0.001 0. Persamaan dan koefisien regresi kurva kalibrasi ditentukan menggunakan metoda ”Least quare” dan didapatkan y = 0.530 0.351 0.041 0090 0.000 0.00045 0.041 0090 0.0 6.0 3.0 0.793 0.558 2 0.2 0.0 4.709 0. Bila dalam sampel ditambahkan unsur uranium sebesar 0.709 0.171 0.001 0.000 0.261 0.171 0.261 0.709 0.709 0.0 1.261 0.001 0.171 0.556 4 0.090 0. nilai standar deviasi.557 A absorbansi 3 0.5 1.351 0.261 0.793 0.530 0.

0 3.367 4.0 2.545 5.004 Penyimpangan % 2.368 0.365 0.0 rata-rata 0.349 0.848 50.182 Pada gambar-3 terlihat persen penyimpangan dari variasi konsentrasi uranium didalam sampel thorium.yang cukup signifikan terhadap penyimpangan pengukuran. Konsentrasi Absorbansi Th.697 34.697 2.1 0.406 0.0 0.048 2.507 Konsentrasi Thorium ppm 2.05 0. Dan semakin besar kandungan uranium yang ditambahkan ke dalam larutan sampel maka penyimpangan pengukuran yang terjadi semakin besar.091 2. semakin banyak keberadaan uranium didalam sampel akan menaikan konsentrasi dari thorium dan akan mengakibatkan semakin besar penyimpangan dari analisa thorium.165 2. ppm 0.456 0. .359 0.113 2.242 19.3 1.394 2.636 8.

05 0.353 0.3 655. Hal ini disebabkan karena sifat kimia uranium dan thorium hampir sama dan termasuk dalam unsur aktinida. Pengaruh uranium terhadap panjang gelombang thorium 2ppm Konsentrasi uranium.1 0.574 Pada Tabel-4 tercantum data scaning panjang gelombang dan absorbansi dari masing-masing sampel campuran thorium.394 0. panjang gelombang thorium akan bergeser ke arah panjang gelombang uranium. .4 Absorbansi maksimum thorium 0. dimana semakin banyaknya keberadaan uranium didalam sampel. Tabel 4. ppm 0. semakin banyak uranium didalam sampel thorium semakin tinggi pula puncak yang didapatkan.0 3.9 654.9 664.573 0.0 2.3 1.416 0. Adanya uranium didalam sampel mempengaruhi panjang gelombang thorium.Pada Gambar-4 terlihat puncak thorium 2 ppm dengan penambahan variasi uranium akan menaikan puncak thorium.358 0.6 654.5 664.0 Panjang gelombang uranium (nm) 664.492 0.4 659.0 0.

659.4 nm. dan 19. 34.242 %.05 ppm. dan 3 ppm yang terdapat dalam larutan sample adalah sebesar 4. Persen kesalahan dari masing-masing campuran dengan konsentrasi uranium 0. 0.0 ppm.848 % dan 50.KESIMPULAN Hasil penelitian analisis pengaruh uranium terhadap analisis thorium menggunakan metoda spektrofotometri uv-vis dengan pengomplek arsenazo III.636 %. 664. 0. dan 654. 8. terbukti bahwa uranium berpengaruh terhadap analisis thorium. Panjang gelombang untuk thorium arsenazo adalah 664.9 nm. dengan adanya penambahan variasi uranium didalam sampel maka panjang gelombang akan bergeser ke panjang gelombang uranium (651.0 ppm.1 ppm.545 %. perlu dilakukan terlebih dahulu proses pemisahan thorium dan uranium. . yaitu 664. 2.3nm. Berdasarkan hal tersebut maka untuk melakukan analisis thorium dalam sampel yang mengandung uranium dengan metoda spektrofotometri uv-vis dengan pengomplek arsenazo III.4nm.5nm.3 ppm 1.182 %. 5.0 nm). dimana semangkin banyak uranium didalam sampel maka akan menaikan serapan sehingga konsentrasi dari thorium akan semakin tinggi dan juga panjang gelombang dari thorium akan bergeser pada panjang gelombang uranium.9nm.697 %. 655.

DAFTAR PUSTAKA YUSUF NAMPIRA “Diktat coaching spektrofotometer uv-vis” Maret Tahun 2009 PERKIN ELMER & Co Gmbh. Lamda 15.”Vogel’s Textbook of Quantitative Chemical Analysis”. “ Manual Operation UV-VIS Spentrometer”. VOGEL AND G.I. NUKEM DOCUMENT NO. INSPECTION SCHEME. 15 MTR -05-189 . Longman Science and Technology. 1962.H. April 1992. MTR Control Fuel Element for the reactor MPR-30 . 1989. JEFFRY. part 3. Nukem GmbH. A. London. Description of the Nukem Quality control of fuel element fabrication. ANONIM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful