P. 1
Praktikum Shampo

Praktikum Shampo

|Views: 1,643|Likes:
Published by Arbhy Indera I

More info:

Published by: Arbhy Indera I on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2015

pdf

text

original

2.2.1.1 Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LABS)

Alkylbenzene merupakan bahan baku dasar untuk membuat Linear Alkyl

benzene sulfonate. Linear alkylbenzene sulfonate disebut juga dengan nama acid

slurry. Acid slurry merupakan bahan baku kunci dalam pembuatan serbuk

deterjen sintetik dan deterjen cair. Alkylbenzene disulponasi menggunakan asam

sulfat, oleum atau SO3(g). Linear Alkylbenzene sulfonate diperoleh dengan variasi

proses yang berbeda pada bahan yang aktif, bebas asam, warna maupun

viskositas. Bahan baku utama untuk membuat acid slurry adalah dodecyl benzene,

linear alkyl benzene. Nama Kimia Acid Slurry D.D.B.S. adalah Dodecyl Benzene

Sulphonate dan L.A.B.S dan Linear Alkyl Benzene Sulphonate (NIIR Board,

2004)

Alkylbenzene Sulfonates (ABS) merupakan bahan baku kunci pada industri

deterjen selama lebih dari 40 tahun dan berjumlah kira-kira 50 persen volum total

surfaktan anionik sintetik. Linear alkylbenzene Sulfonates (LAS) digunakan

secara luas menggantikan Branch alkylbenzene sulfonates (BAB) dalam jumlah

besar yang ada didunia karena LAS merupakan bahan deterjen yang lebih

biodegradabilitas dibandingkan BAB. Produk umumnya dipasarkan berupa asam

bebas (free acid) atau yang dinetralkan dengan basa kuat seperti sodium

hidroksida yang ditambahkan kedalam slurry, yang umumnya dalam bentuk pasta.

Sebagian besar pasta di produksi pada sprayed-dried menghasilkan serbuk

deterjen. Pasta bisa juga di proses dengan drum-dried menjadi serbuk atau flake

atau spray dried menjadi butir-butir halus yang memiliki densitas rendah. Bentuk

kering LAS digunakan terutama pada industri dan produk kebersihan (Kent and

Riegels, 2007).

Agar berguna sebagai surfaktan, pertama Alkylbenzene harus disulfonasi.

Untuk proses sulfonasi biasanya digunakan Oleum dan SO3 . Sulfonasi dengan

oleum memerlukan biaya peralatan yang relatif tidak mahal dan bisa dijalankan

dengan proses batch atau continuous. Bagaimanapun ia juaga memiliki kerugian

dalam terminologi dibandingkan harga SO3, sulfonasi dengan oleum memerlukan

aliran pembuangan sisa asam dan ia juga memberikan masalah corossi potensial

yang disebabkan oleh asam sulfat. Proses oleum biasanya menghasilkan 90%

ABS, 6 sampai 10% asam sulfat, dan 0,5 sampai 1% minyak yang tidak

mengalami proses sulfonasi (Kent and Riegels, 2007).

Proses sulfonasi dengan tipe batch memiliki empat unit proses dasar untuk

netralisasi antara lain yaitu sulfonation, digestion, dilution, dan phase separation.

Pada tahap sulfonasi, alkyl benzene dan oleum dicampur pada tekanan 1 atm inert.

Reaksi sulfonasi berlangsung dengan eksotermik tinggi. Dan perpindahan panas

tercapai dengan menggunakan reaktor jacket dan atau adanya resirkulasi

pemakaian ulang penukar panas. Variabel kunci dalam mengontrol luas reaksi dan

warna produk adalah temperatur, keluaran asam, waktu reaksi dan perbandingan

oleum dengan alkylate. Kemudian produk meninggalkan zona sulfonasi yang

kemudian dilanjutkan proses digested 15 sampai 30 menit agar reaksi berlangsung

secara sempurna. Setelah proses digested, kemudian campuran dilarutkan

(diluted) dengan air untuk menyempurnakan raksi. Produk kemudian diumpankan

ke dalam tangki separator yang berdasarkan pada gravitasi pada lapisan asam

sulfat yang keluar dari asam sulfonate ringan. Waktu separasi bergantung pada

konfigurasi tangki separator, viskositas asam sulfat, temperatur dan tingkat aerasi

dalam aliran umpan. (Bassam, 2005).

Sifat fisika LABS adalah sebagai berikut :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->