A.

Bela Negara

Bela negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan uud 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. pembelaan negara bukan semata-mata tugas tni, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik, secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertanankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Landasan pembentukan bela negara adalah wajib militer. Bela negara adalah pelayanan oleh seorang individu atau kelompok dalam tentara atau milisi lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapa negara (misalnya Israel, Iran) meminta jumlah tertentu dinas militer dari masing-masing dan setiap salah satu warga negara (kecuali untuk kasus khusus seperti fisik atau gangguan mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya, kecuali dihadapkan dengan krisis perekratan selama masa perang. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Inggris, bela negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen, misalnya Tentara Teritorial Britania Raya Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti Amerika Serikat National Guard Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan Israel, wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional, Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadangkadang disebut sebagai cadangan militer, yang merupakan kelompok atau unit personil militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanan negara.

B.

Pengertian Bela Negara di Indonesia

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

C. 1. 2. 3. 4. 5.

Unsur Dasar Bela Negara Cinta Tanah Air Kesadaran Berbangsa & bernegara Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara Rela berkorban untuk bangsa & negara Memiliki kemampuan awal bela Negara

D.

Dasar Hukum

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara: 1. Tap MPR No. VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.

2.

Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat

3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara Rl. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. 4. 5. 6. 7. Tap MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. Tap MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. Amandemen UUD '45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tenteng Pertahanan Negara.

E.

Hak dan Kewajiban dalam Bela Negara

Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. 2. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri

3. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn

Cinta tanah air ialah perasaan cinta terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Usaha membela bangsa dari serangan penjajahan. Dalam cinta tanah air terdapat nilai-nilai kepahlawanan ialah: Rela dengan sepenuh hati berkorban untuk bangsa dan Negara. Sedangkan pahlawan ialah : Seseorang yang membela bangsa. Ada baiknya Rasa Cinta Tanah Air ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dapat menajdi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin, maka anak akan hafal

Pancasila merupakan sarana atau wadah yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia. Perjanjian Luhur artinya Pancasila telah disepakati secara nasional sebagai dasar negara tanggal 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia). Yaitu diantaranya adalah Pandangan Hidup Bangsa Indonesia yaitu yang dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin dalam masyarakat yang heterogen (beraneka ragam). Nilai-nilai itu adalah Pandangan Hidup. sebab Pancasila adalah falsafah. Sumber dari segala sumber tertib hukum artinya. kearah mana tujuan yang akan dicapai tanpa Pandangan Hidup. Tentu banyak contoh lainnya perilaku yang mencerminkan Rasa Cinta tanah air ini. ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui Dasar Negara Indonesia yaitu “PANCASILA” Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa. Kesadaran dan Cita hukum. jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma . Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Dengan dasar negara.cita dan tujuan yang akan dicapai bangsa Indonesia.dan bisa memahami isi lagu. Pentingnya sebuah lagu kebangsaan adalah sebagai identitas dari negara tersebut. artinya Pancasila lahir bersama denganlahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain. Keadilan Sosial. agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap Negara. bahwa segala peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia harus bersumberkan Pancasila atau tidak bertentangan dengan Pancasila. Cita. suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi berbagai permasalahan baik yang dari dalam maupun dari luar. Suatu bangsa tidak akan berdiri dengan kokoh tanpa dasar negara yang kuat dan tidak akan dapat mengetahui dengan jelas. norma yang luhur. Kita menyadari bahwa Pancasila sebagai norma dasar dan nilai moral yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. cita-cita mengenai Kemerdekaan. maka sebelum kita menjelaskan perilaku yang mencerminkan cinta tanah air. yaitu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual yang berdasarkan Pancasila. . Di dalam pancasila terdapat 5 Fungsi Pokok Pancasila selain sebagai Dasar Negara.

tetapi melalui proses yang begitu panjang. Sebuah pulau yang berada dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) tetapi masih diklaim Malaysia sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Mencintai Negeri kita sendiri bukan hanya tau akan Sejarah Lahirnya Tanah Air saja tapi banayk contoh lain lagi sikap yang mesti kita lestarikan . LATAR BELAKANG Semangat cinta tanah air bangsa kita kembali diperlihatkan masyarakat bangsa ini dalam kasus ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia beberapa tahun lalu. Nilai-nilai pamcasila merupakan cirri khas kepribadian bangsa Indonesia.Rasa Kemanusiaan. dan bernegara. belajar alat music daerah. Melestarikan Nilai-nilai budaya Indonesia seperti : “belajar tarian daerah. .Rasa Persatuan antar rakyat Indonesia. yaitu perihal pulau Ambalat di laut Sulawesi.Politik. maka harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat. maka sanksinya tidak dihargai dan tidak diakui oleh masyarakat. Norma yang terdapat di masyarakat terdapat 4 macam . sebab bila dilanggar. karena sikap seperti itulah yang mencirikan perilaku masyarakat Indonesia yang ramah dan sopan. Keagamaan dll. Setiap masyarakat mempunyai norma dan aturan yang tidak boleh kita langgar. Nilai-nilai inilah yang dirumuskan dan disyahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi norma . Norma Kesopanan. CINTA TANAH AIR I. berbangsa. Tentunya Pancasila tidaklah lahir secara begitu saja. etc. Dan setiap Norma memiliki sanksi yang berbeda-beda. santun. Ekonomi. Karena kebanyakan Anak Muda sekarang lebih memilih untuk bersikap ala Negara lain ketimbang mengaplikasikan budaya Negara sendiri. Nilai-nilai Pancasila di ambil dari tingkah laku kehidupan manusia masyarakat Indonesia. Norma Kesusilaan. mulai dari yang menyangkut dengan Ketuhanan. Karena itu bangsa Indonesia lahir dengan kepribadiannya sendiri. Wilayah Kalimantan Timur. Kita hidup dalam masyarakat yang beraneka ragam coraknya. yaitu : Norma Agama. misalnya lebih banyak memakai produk buatan dalam negeri daripada Luar Negeri. yang bersamaan dengan lahirnya bangsa dan negara itu. dasar kita. Nilai-nilai Pancasila telah mencakup semua aspek yang di lakukan manusia khususnya bangsa Indonesia. Jadi . tidak ada salahnya toh kalo kita sebagai penerus bangsa belajar untuk mencintai Negara Kita sendiri di jaman moderenisasi ini. Norma Hukum . tidak meniru budaya Negara lain. ramah terhadap sesama warga. bertingakah/bersikap sopan.

penyebab dari memudarnya rasa cinta tanah air ini juga disebabkan oleh paradigma tentang bangsa dan cinta tanah air yang kita anut berjalan ditempat. Dari dalam itulah lahir kesadaran berbangsa dan bernegara yang pada hakikatnya merupakan kesadaran politik yang normatif.Lahirnya posko atau front perlawanan terhadap Malaysia di Sulawesi selatan yang disebut Front Ganyang Malaysia (FGM) dan Gerakan Anti Arogansi Solo (Gemars) dan berbagai wacana public di media massa dan forum-forum lainnya jelas memperlihatkan semangat cinta tanah air. Ekspresi semangat cinta tanah air tersebut memang sangat baik sebagai perwujudan sebuah bangsa yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya. perkembangan nasional dan global menurut paradigma yang disuaikan dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan bangsa dan negara yang berdaulat. Dari sini pula kesadaran yang merupakan janin suatu ideologi yang disebut cinta tanah air. II. PERMASALAHAN Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentiment kedaerahan dan semangat primodialisme pasca krisis. Padahal. Boleh jadi. Dalam arti cinta tanah air sebagai suatu paham yang mengakui kebenaran pikiran bahwa setiap bangsa demi kejayaannya seharusnya bersatu bulat dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak mengherankan semangat solidaritas dan kebersamaan pun terasa semakin hilang sejak beberapa dekade terakhir. tetapi semuanya tampak bohong belaka. Pemberantasan korupsi terhadap para koruptor kelas kakap dan penegak hukum dan keadilan yang sebenarnya sebagai sarana strategis untuk membangkitkan semangat cinta tanah air dalam diri anak-anak bangsa. Dan ini juga yang menjadi pelatuk yang sangat baik dimana kasus ambalat telah membangkitkan kembali semangat cinta tanah air anak-anak bangsa yang sekian lama agak memudar rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. . Suatu sikap yang sedikit banyak disebabkan oleh kekecewaan sebagian besar anggota dan kelompok masyarakat bahwa kesepakatan bersama (contract social) yang mengandung nilai-nilai seperti keadilan dan perikemanusiaan dan musyawarah kerap hanya menjadi retorika kosong. Ini membuat generasi sekarang menjadi gamang terhadap bangsa dan negaranya sendiri. Dan memudarnya rasa kebangsaan bagi bangsa Indonesia inilah yang sesungguhnya menjadi problema cinta tanah air itu sendiri.

Di Indonesia. perikemanusiaan dan lain-lain dalam bangsa dan Negara ini. karena dalam era modern ini setiap bangsa semakin menghormati kedaulatan bangsa lain. bila Malaysia nekat menggangu kedaulatan RI dengan mengambil atau merampas pulau Ambalat. Selain itu. Yang kemudian menjadi problem dasar disini adalah apakah tegaknya suatu bangsa yang pada hakikatnya merupakan suatu produk kesadaran politik bernegara itu dapat dilakukan tanpa landasan kultur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Pertanyaan ini penting untuk dijawab. PEMBAHASAN Dengan memudarnya cinta tanah air. ketidak-adilan. Meskipun dalam beberapa kasus di dunia ada Negara yang masih kurang menghormati kedaulatan Negara lain. tetapi lebih pada faktor kultur atau pemeliharaan budaya. menyalah-gunakan kekuasaan dan sebagainya. kekuasaan yang sewenang-wenang dan sebagainya. ide dan usaha seperti ini berkembang kuat pada tahun 1930-an dan memuncak pada tahun 1940-an. kita tidak bisa lengah sedikitpun untuk memerangi musuh bangsa kita sendiri yang korup. bukan sikap ekspansif atau sikap agresor Negara tetangga. Kita semua jelas sangat mendukung setiap usaha TNI dan para sukarelawan yang berusaha menjaga keutuhan kedaulatan Negara RI. III. Pemberantasan korupsi yang hanya retorika belaka. perlakuan yang melanggar HAM dan lai-lain. sebab tantangan yang paling berat bagi sebuah Negara yang berdaulat sesungguhnya adalah bukan terutama pada sikap ekspansif dari negara tetangga seperti Malaysia dalam kasus pulau Ambalat ini. Karena cinta tanah air kita sekarang bukan berkaitan dengan penjajah. ketidak-adilan dan/atau ketidakmerataan ekonomi dan politik. korupsi yang merajalela dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak diselesaikan secara tuntas lewat jalur hukum dan lain-lain maka musuh bangsa yang paling utama sekarang adalah bukan penjajah. melainkan birokrasi yang korup. sikap hidup atau perilaku hidup sehari-hari seperti bagaimana kita menciptakan keadilan.Dari cinta tanah air ini lahirlah ide dan usaha perjuangan untuk merealisasi Negara bangsa. merupakan sesuatu perilaku atau sikap yang sangat terpuji. Tetapi. atau terutama terhadap perilaku ekspansif atau agresor Negara tetangga. ketidak-adilan antara pusat dan daerah dan sebagainya harus segera diperhatikan secara serius. melainkan harus dikaitkan dengan keinginan untuk memerangi semua bentuk penyelewengan. Cinta tanah air dengan munculnya gerakan perjuangan fisik melawan Malaysia misalnya. pelanggran HAM yang tidak diselesaikan lewat jalur hukum hingga tuntas. Artinya cinta tanah air saat ini adalah . yang terutama disebabkan oleh begitu tingginya ketidak-adilan. kemiskinan.

it’s a good thing tho’! Namun perasaan sedih sekali-dua kali dan berulang kali terasa saat punya kesempatan berkunjung ke negara tetangga atau negara eropa dan melihat betapa jauh tertinggalnya negara kita. uang kopi dan sebagainya adalah perilaku anticinta tanah air yang harus diberantas. kesewenang-wenangan kekuasaan dan lain-lain. tidak korup dan berani untuk melawan segala ketidakadilan. melainkan juga atau bahkan yang pertama adalah pada masyarakat bangsanya yang berkualitas dan bermartabat. gemar menerima dan menyogok uang pelicin. Rasa cinta tanah air ini pada diri saya mungkin bisa dijadikan gambaran sebagai salah satu keberhasilan pendidikan di negeri saya utk mendoktrin generasi mudanya agar memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Ancaman Kerahasiaan Negara/Stabilitas Nasional. uang semir. dengan segala alasan Hukum. disamping semangat dan keterampilan fisik seperti militer untuk menghadapi setiap kekuatan yang menggangu kedaulatan Negara RI. Sebuah kekuatan dan harga diri bangsa bukan terutama pada kekuatan angkatan bersenjata dengan seluruh persenjataan perang yang canggih. Adalah semangat untuk berperilaku jujur. IV. Dan pahlawan era sekarang bukan saja mereka yang berani menumpas agresor atau penjajah. Lucunya adalah ketika generasi muda percaya bahwa negeri kita mampu untuk maju dengan segala SDA/SDM yang ada.usaha untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan Negara dari kehancuran akibat korupsi dan penyalah-gunaan kekuasaan. HUKUM (yang jujur saya sendiri takut dan . tetapi juga mereka yang berkata tidak terhadap korupsi dan berbagai bentuk penyalah-gunaan wewenang dan/atau kekuasaan itu. Perilaku korup. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang harus menjadi catatan kita kedepan adalah bagaimana menumbuh semangat cinta tanah air cinta tanah air dalam diri anak-anak bangsa. perilaku sewenang-wenang dalam menjalankan roda kekuasaan.. Para pemimpin terkesan takut akan majunya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh rakyat. namun sampai sekarang terlihat para pemimpin negeri terkesan enggan melakukannya. berdisiplin. memanfaatkan segala fasilitas dalam lingkup kekuasaannya demi memperkaya diri. Pahlawan seperti ini tidak kalah mulianya dengan pahlawan yang menang dari sebuah pertarungan fisik melawan siapapun yang mencoba menggangu kedaulatan bangsa dan negara. tidak menghormati harkat dan martabat orang lain. menggelapkan uang negara. UU.

Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra VS UnValid Jaksa Agung. dan menjadi milik kita). Hal lain adalah rentetan pergantian topik utama tuntutan pemerintah kepada RIM Blackberry yang berawal dari Filterisasi Kontent Porno -> Menuntut RIM untuk memuat PT di negara kita (yg nyatanya sudah dibuat oleh RIM) -> sampai akhirnya mendapatkan alasan yang paling make sense adalah “Pembuatan Server Lokal” untuk keamanan data. Mafia Pajak/Hukum Gayus Tambunan. Dua issue diatas adalah beberapa contoh yang menurut saya (semoga saya salah) itu semua Tidak lain hanya kedok yang digunakan bapak2 diatas sana untuk mendapatkan “jatah” lebih. mengapa pemimpin kami diatas terkesan santai2 saja.parno untuk berdekatan dengan Hukum di negara ini) menjadi alat yang paling powerful bagi para elit diatas untuk mengamankan posisinya dengan tidak mempunyai rasa malu mempermainkan Hukum didepan mata publik! *silakan pelajari kasus-kasus besar tiada akhir seperti CenturyGate. Padahal intinya hanya minta Uang lebih saja (semoga saya salah!) Pajak Bea Masuk yang tinggi untuk Film asing dapat diputar di Bioskop terdengar sangat amat absurd. Susno Duadji. Dari filmfilm berkualitas tinggi dan berisi secara story dan cinematography rakyat pun mendapatkan banyak sekali ide-ide cemerlang untuk terus berinovasi. dan memaksa keduaanya “membayar lebih” untuk dapat digunakan di negeri ini tentunya dengan segala pengawasan yang ketat. Namun mungkin kedua contoh diatas dapat menjadi ancaman bagi penguasa negeri ini untuk menahan rakyatnya agar tidak menjadi terlalu pintar. kita lihat setiap saat. Pada akhirnya disaat rakyat negeri sudah bisa serentak berkomentar “Ada – Ada Saja Negara Ini” dengan segala keluhan yang beragam dan berbeda. dan terus melakukan keputusan2 yang dapat dikategorikan keputusan absurd! . ketika suatu karya seni yang hanya dapat dinikmati UnTangible harus dikenai biaya bea masuk seperti membeli barang asing yang Tangible (seakan film tersebut bisa kita bawa pulang kerumah. dan masih banyak lagi yang jikalau salah-satunya saja coba ditelusuri maka sangat mudah bagi kita melihat ketidak-adilan hukum di negeri kita tercinta. Dengan beralasan “Cinta Tanah Air” pemimpin berlagak ingin mengamankan negara ini dari kekuatan Asing. Dari mendalami tekhnologi informasi sebatas Internet rakyat dapat menjadi pintar tanpa harus bergantung pada bangku kurikulum sekolah dan media lokal. Anthasari Azhar. Absurd bukan? IYA dan mereka tidak malu untuk menerapkan hukum / perundang-undangan yang absurd ini!. Kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra). yang pada nyatanya sekarang publik sudah jauh lebih pintar dengan segala media informasi yang ada. Tidak habis pikir ketika para pemimpin tidak malu utk melakukan pembodohan publik.

Di era revolusi fisik. .Bab. semangat perjuangan bangsa yang tidak kenal menyerah. yang hakekatnya merupakan kekuatan mental spiritual bangsa telah melahirkan perilaku heroik dan patriotik. serta menumbuhkan kekuatan. Urgensi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SEJARAH perjuangan bangsa Indonesia telah menempuh perjalanan panjang. Pendahuluan A. Idealnya. 1. dimulai dari masa sebelum dan selama penjajahan. nilai-nilai tersebut terbukti masih relevan untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Masing-masing tahap tersebut melahirkan tantangan jaman yang berbeda sesuai dengan kondisi dan tuntutan jamannya. Namun demikian sebagai fenomena sosial. Tantangan jaman itu ditanggapi bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan bangsa. yang dilandasi dengan jiwa dan tekad kebangsaan. Di samping sudah terbukti keandalannya. nilai-nilai itupun mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan nasional. berbangsa dan bernegara. dalam situasi dan kondisi apapun semangat juang itu hendaknya tetap dimiliki oleh setiap warganegara NKRI. PENGANTAR 1. kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. Kesemuanya itu tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam wadah Nusantara. dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan.

sejahtera dan lebih berkemanusiaan. lambang terpisahnya blok Barat dan Timur runtuh. baik dalam konsep. Menjelang akhir abad 20 situasi politik dunia berubah secara drastis. seusai Perang Dunia II (1939-1945) dunia diwarnai oleh suasana Perang Dingin (Cold War) antara Blok Barat yang dipelopori oleh Amerika Serikat (AS) dan Blok Timur yang dimotori oleh Uni Sovyet (US). AS menganggap bahwa runtuhnya Tembok Berlin sebagai pertanda bahwa dunia tidak lagi bersekat. strategi maupun kepemimpinan politik. di luar perhitungan pihak yang bertikai. Perang Dingin berakhir secara mendadak. Untuk merubah dari strategi konfrontasi ke rekonsiliasi bukanlah hal yang mudah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. disusul bubarnya Uni Sovyet. sementara tuntutan dunia terhadap adanya Tata Dunia Baru terus mendesak. di satu sisi dunia dilanda kevakuman. Konstelasi politik duniapun berubah.Seperti diketahui. Bertolak dari 2 . Perubahan yang begitu mendadak itu membuat Washington terjebak pada situasi kehilangan pegangan dan pedoman dalam mengarahkan perubahan mondialnya. Akibatnya. Tahun 1989 Tembok Berlin. ditambah lagi adanya gejala meluasnya nilai-nilai bercirikan global. sementara di sisi lain muncul tuntutan masyarakat dunia akan adanya Tata Dunia Baru yang aman. dan itu berlangsung selama hampir setengah abad1). Di tengah keterdesakan dan ketiadaan konsep tersebut AS selaku pemenang dan adikuasa tunggal nampaknya hanya mengambil jalan mudahnya.

sehingga seolah-olah terbentuk kampung sedunia tanpa mengenal batas negara. Ketika itu para politisi dan ilmuwan berlomba mengumandangkan istilah tersebut dengan interpretasi dan pemahaman sesuai tujuan masing-masing. didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan sistim komunikasi telemedia (Soerjanto. tingkah laku orangorang perkotaan (metropolitan) dan meluasnya penerimaan terhadap mode pakaian dan tata rias. Tidak ada lagi batas atau sekat antara bagian dunia yang satu dengan bagian yang lain. Istilah “globalisasi” baru muncul setelah Perang Dingin usai. Situasi jadi makin tambah semarak setelah AS sebagai pemenang dalam Perang . Gejala awal terlihat dari mendunianya penyebaran jenis-jenis makanan tertentu. Namun demikian. Semua itu mengarus dari masyarakat dunia industri maju ke bagian dunia yang lain.fenomena tersebut maka AS mulai memperkenalkan apa yang sekarang dikenal sebagai “globalisasi”. Kemajuan IPTEK bidang informasi. yang sebenarnya bukan konsep baru yang diharapkan untuk mengisi kevakuman dunia. Cepatnya komunikasi lewat teknologi elektronika membuat penyebaran informasi berjalan singkat dan melampaui batas negara. Hanya saja. Orangpun mulai merasa bahwa dunia semakin “sempit”. Yang terjadi kemudian ialah paduan suara sejagad mendendangkan globalisasi. Peristiwa di satu titik di muka bumi dalam waktu sekejap dapat diketahui oleh seluruh penjuru dunia. selama ini para pengamat tidak menaruh perhatian karena dianggap bukan sebagai gejala yang penting. hingga sedemikian jauh orang belum berbicara tentang globalisasi. komunikasi dan transportasi telah membuat dunia menjadi semakin transparan. 1994:26-29). Pada hakekatnya proses yang mengandung ciri penduniaan itu telah melanda dunia jauh sebelum Perang Dingin usai.

AFTA dan lain-lain. Dengan dukungan negaranegara Barat. Ini terbukti dari adanya pembentukan trade block. peng gunaan kekerasan dan segala bentuk pemaksaan serta permusuhan. Israel. Padahal pembaharuan tanpa konsep yang jelas yang didasarkan pada kondisi dan situasi kultural. sosial dan politik serta sejarah bangsa yang bersangkutan justeru akan membuka peluang munculnya . Ini terlihat dari perlakuannya terhadap Eropa Barat. mulai gencar mengkampanyekan konsep globalisasi. Jepang. kadang bersikap kontroversial. Selain itu AS yang selama Perang Dingin selalu mengumandangkan semboyan demokrasi dan kebebasan bagi bangsa-bangsa untuk nasib mereka sendiri. seperti NAFTA bersama Kanada dan Meksiko. demokrasi dan sistim pasar bebas kepada negara-negara berkembang. kemanusiaan dan kesejahteraan. dan adanya berbagai ketentuan yang sifatnya proteksionistis. kenyataannya justeru dihadapkan pada situasi yang makin tidak menentu. Washington mulai memaksakan “pembaharuan” melalui penerapan HAM. negara-negara Dunia Ketiga dan negara-negara eks Komunis. Pertanyaannya ialah apakah “pembaharuan” model AS itu benar-benar memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan aspirasi masyarakat dunia ? Masalahnya setiap bangsa 3 memiliki latar belakang sejarah dan budayanya sendiri. Ironisnya. di sisi lain justeru sering memaksakan kehendak dan mengetrapkan standar ganda.Dingin dan secara psikologis merasa sebagai pihak yang berhak mengatur dunia. AS yang selalu menepuk dada sebagai pelaku perdagangan bebas dan fair. di saat umat manusia yang telah muak dengan konfrontasi. menuntut dan mendambakan suatu tatanan Dunia Baru yang lebih menjamin kebebasan.

liberalisasi dan lingkungan hidup. Ancaman lebih besar ialah bahwa globalisasi juga menciptakan struktur baru. perkembangan globalisasi juga ditandai dengan kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional dan campur tangan negaranegara maju dalam percaturan politik. ekonomi. isu globalisasi.disintegrasi nasional. yaitu struktur global. demokrasi. Untuk Indonesia. sesama negara berkembang maupun antar lembaga-lembaga internasional. “destabilisasi”. Pergolakan berdarah yang berlarut-larut di sejumlah negara Afrika. saat ini negara dan bangsa dihadapkan pada tiga permasalahan pokok. juga sering digunakan oleh negara-negara maju untuk menyudutkan dan mendiskreditkan bangsa dan negara lain. Permasalahan lain. yaitu : pertama. Pada gilirannya hal itu tentu akan menimbulkan berbagai konflik kepentingan. kedua. negara maju dengan negara berkembang. separatisme. masalah internal. Walaupun sementara orang menganggap bahwa globalisasi adalah konsep “semu” sekedar pengisi kevakuman dunia pasca Perang Dingin (Cold War). disintegrasi yang melanda Uni Sovyet dan Yugoslavia menjadi contoh yang baik dalam kasus ini. dan ketiga. sikap dan tindakan masyarakat. akan tetapi kehadirannya menjadi sesuatu yang tak terelakkan. yakni HAM. Atas dasar itu maka perlu ada langkah-langkah strategis. baik antara sesama negara maju. Lebih buruk lagi. reformasi sistem yang . yaitu itu mempengaruhi struktur kehidupan. pola pikir. yaitu pertama. sosial-budaya dan militer global. bagaimana menjaga agar “roh” reformasi tetap berjalan pada relnya. khususnya negara-negara berkembang. tantangan dan pusaran arus globalisasi. Dengan kata lain globalisasi akan mempengaruhi kondisi mental spiritual bangsa. seperti KKN. teror dan sebagainya.

nilai strategis dari pembe lajaran ini ialah meningkatnya kesadaran komprehensif mahasiswa terhadap masalah bangsa. 2. Pada gilirannya hal itu akan berujung pada keterlibatan (partisipasi efektif) dan tumbuhnya kesadaran akan tanggung jawab untuk memperbaiki kualitas kehidupan sosial dan politik secara keseluruhan. dan ketiga. Adapun media yang dianggap kondusif untuk mencapai sasaran itu salah satunya ialah melalui pembelajaran civic education (pendidikan kewarganegaraan). 4 . reformasi kelembagaan yang menyangkut pengembangan dan pemberdayaan lembaga-lembaga politik. Untuk itu diperlukan bekal ilmu pengetahuan. yang ketiga harus dilakukan oleh seluruh segmen masyarakat mulai dari rakyat awam hingga elit politik. Pendidikan Kewargaan : Belajar dari Banyak Negara SETIAP warganegara hakekatnya dituntut untuk dapat hidup berguna dan bermakna bagi negara dan bangsanya. Di tingkat perguruan tinggi.menyangkut perumusan kembali falsafah. Apabila yang pertama dan kedua lebih didominasi oleh eksekutif dan legislatif. kerangka dasar dan perangkat legal sistem politik. berkesinambungan dan dalam bingkai paradigma yang jelas. Pemberdayaan ini mesti dilakukan secara massal. kedua. pengembangan kultur atau budaya politik yang lebih demokratis dan tertanamnya komitmen untuk lebih baik.

Kemampuan mengambil keputusan selaku warga masyarakat demokratis dan multikultural di tengah dunia yang saling tergantung. proses globalisasi yang melanda dunia pada dekade akhir abad 20 telah mendorong munculnya pemikiran baru tentang pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara. karena tujuan pembelajaran ialah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara. Di Amerika Serikat pendidikan kewarganegaraan diatur dalam kurikulum sosial selama satu tahun. Fungsinya adalah sebagai panduan dan pegangan dalam kehidupan bermasyarakat. Dewan Eropa telah memprakarsai proyek demokratisasi untuk menopang pengembangan kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Di Negara-negara Asia. Nilai-nilai dan prinsip demokrasi konstitusional.teknologi dan seni (IPTEKS) yang berlandaskan pada nilai-nilai agama. yang pelaksanaannya diserahkan kepada negara-negara bagian. 2). Hal yang sama juga terjadi di Australia. juga sikap dan perilaku cinta tanah air yang bersendikan budaya bangsa. dan 3). Di Australia. yaitu: 1). Dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan nilai budaya bangsa menjadi pijakan utama. Di Eropa. berbangsa dan bernegara. dan 3). Hanya saja. ethics dan philosophy. proses dan nilai demokrasi. Jepang dan negara Asia lainnya. Jepang misalnya. 2). Pendidikan Kewargaan (civic education) sesungguhnya bukanlah agenda baru di muka bumi. materi pendidikan kewarganegaraan ditekankan pada Japanese history. Proses pemerintahan. Prinsip. Keahlian dan nilai partisipasi aktif di masyarakat. Bagaimana menjadi warga yang produktif dan sadar akan haknya sebagai warga Amerika dan warga dunia. Canada. pendidikan kewarganegaraan ditekankan pada discovering democracy. Di Filipina materi difokuskan . Materi yang diajarkan diarahkan pada : 1). moral dan budaya bangsa.

perilaku moral (kohesi sosial. Hongkong menekankan pada nilai-nilai Cina. Philiphine New Constitution dan study of humanity (Kaelan. Pengantar Kewarganegaraan UU No. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA 1. sosiologi. Dari sini terlihat bahwa secara umum pendidikan kewarganegaraan di negaranegara Asia lebih menekankan pada aspek moral (karakter individu). B. ekonomi. family planning. jalur dan jenjang pendidikan di Indonesia wajib 5 . Thailand. Menghormati orang lain dan ajaran Budha. taxation and landreform. harmoni sosial.pada : Philipino. sistim dan proses demokrasi. keluarga. Menanamkan nilai-nilai demokrasi dengan raja sebagai kepala negara. Beberapa negara yang lain juga mengembangkan studi sejenis. HAM dan ekonomi pasar (Sobirin. 2003:11-12). sedangkan Amerika dan Australia lebih difokuskan pada pentingnya hak dan tanggungjawab individu. identitas nasional dan demokrasi). kepentingan komunal. dan menghargai budaya lain. berusaha : 1). 2 Tahun 1989 tentang Sistim Pendidikan Nasional Pasal 39 Ayat (2) menyatakan bahwa setiap jenis. ilmu sosial. 2003:2). hukum dan budaya). identitas nasional dan perspektif internasional. mesin politik Cina dan lain-lain. tanggung jawab moral. yang dikenal dengan nama Civic Education. Menyiapkan pemuda menjadi warga bangsa dan warga dunia yang baik. dan 3). 2). Taiwan menitikberatkan pada pengetahuan kewarganegaraan (disusun berdasarkan psikologi.

267/DIKTI/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum. Materi Pokok Seperti diketahui. ketiganya dimasukkan dalam kelompok Mata Kuliah Umum (MKU) dan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi. materi pokok kuliah Kewiraan ialah Wawasan Nusantara.memuat Pendidikan Pancasila. Selanjutnya dalam Keputusan Mendikbud No. Substansi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan makin disempurnakan dengan keluarnya Surat Keputusan Dirjen Dikti No. sebutan MKU diganti dengan MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) dan substansi mata kuliah Kewiraan direvisi dan selanjutnya namanya diganti menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa. 2. Untuk tingkat Perguruan Tinggi. Politik dan Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional (Polstrahankamnas) dan Sistim Pertahanan . Dengan keluarnya Keputusan Dirjen Dikti No. di masa Orde Baru substansi pendidikan kewarganegaraan diberikan melalui mata kuliah Kewiraan yang lebih menekankan pada PPBN (Pendidikan Pendahuluan Bela Negara). Di tingkat Pendidikan Dasar hingga Menengah substansi pendidikan kewarganegaraan digabungkan dengan pendidikan Pancasila sehingga menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Ketahanan Nasional. Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. 43/Dikti/ 2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Politik dan Strategi Nasional (Polstranas). 38/Dikti/2002 dan Surat Keputusan Dirjen Dikti No.

dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). yang lebih dititik beratkan pada PPBN. Geopolitik Indonesia h. Demokrasi Indonesia e. HAM dan Rule of Law f. UUD 1945 . Filsafat Pencasila b. Ketetapan MPR No. II/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara c. Geostrategi Indonesia 3.. Negara dan Konstitusi d.Pasal 30 (1) tentang Bela Negara .Pasal 27 (1) tentang Kesamaan Kedudukan dalam Hukum . materi kajian beberapa kali mengalami perubahan.Pasal 31 (1) tentang Hak Mendapat Pengajaran 6 b. . 43/Dikti/2006 obyek pembahasan Pendidikan kewarganegaraan ialah : a. Setelah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Hak dan Kewajiban Warga Negara g. Landasan Hukum a. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 20/Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok .Pembukaan Alinea Kedua dan Keempat yang memuat cita-cita dan aspirasi bangsa Indonesia tentang kemerdekaan. Identitas Nasional c.Undang-Undang No.

43/Dikti/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi 4. Keputusan Dirjen Dikti No. 2 Tahun 1989 tentang Sistim Pendidikan Nasional. 1 Tahun 1988) d. Keputusan DIRJEN Pendidikan Tinggi No. f. 267/DIKTI/KEP/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) Pendidikan Kewarganegaraan pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Keputusan Dirjen Dikti No. yaitu: a. b.Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Jo. Undang-Undang No. e. agar menjadi warganegara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Tujuan Khusus . 38/Dikti/2002 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi g. Tujuan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan mencakup dua hal. Tujuan Umum Untuk memberi bekal pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warganegara dengan negara dan PPBN. No.

g. mengingat dalam masa transisi menuju demokrasi saat ini di masyarakat banyak ditemukan berbagai patologi sosial yang seringkali kontra produktif dengan upaya penegakan demokrasi itu sendiri. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggungjawab berlandaskan Pancasila.1). 2). Kompetensi yang Diharapkan Bagi bangsa Indonesia. c. Melemahnya nilai-nilai dalam keluarga. Kemerosotan nilai-nilai toleransi dalam masyarakat. Memudarnya nilai-nilai kejujuran. jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai warganegara RI terdidik dan bertanggungjawab. Praktek Korupsi. b. f. Pendidikan Kewarganegaraan sudah demikian mendesak untuk dilakukan. d. 3). cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa. Kolusi dan Nepotisme dalam penyelenggaraan pemerintahan. Beberapa patologi sosial itu antara lain: a. h. Kerusakan sistim dan kehidupan ekonomi. konsepsi Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan. kesopanan dan rasa tolong-menolong e. 5. Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun. Memudarnya kehidupan kewargaan dan nilai-nilai komunitas. Pelanggaran terhadap nilai-nilai kebangsaan . bangsa dan negara. Hancurnya nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat.

c. agama dan nilai universal. Catatan: Perang Dingin berawal dari kemenangan posisi tawar Uni Sovyet dalam Yalta Agreement bulan Februari 1945. Agar mahasiswa mampu meletakkan nilai-nilai dasar secara bijak (berkeadaban) (Sobirin Malian. d.7 Adapun kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan antara lain : a. Agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan obyektif terhadap persoalan kenegaraan. Agar mahasiswa memiliki kepedulian dan mampu berpartisipasi dalam upaya menyelesaikan konflik di masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai moral. Kekuatiran terhadap berlakunya “teori domino” menyebabkan AS . Agar mahasiswa mampu menjadi warganegara yang memiliki pilihan pandangan dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM. f. HAM dan demokrasi. 1969:54) dan pengkomunisan sejumlah negara Asia. sehingga hubungan kedua blok menjadi tegang. b. Agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebijakan publik. disusul blokade atas Berlin (Jack Plano. 2003). e. Agar mahasiswa mampu berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai.

Perang ideologi. yang terbagi dalam empat bagian. 3). Mereka tidak takut mati. dan 4). Anzus Pact. spionase dan infiltrasi komunis melalui promosi free world. Semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan adalah hal yang sangat luar biasa. Dominika. Pakta Bagdad dan lain-lain. Aksi militer dalam bentuk pakta militer. 1) TANTANGAN DAN PERMASALAHAN BANGSA DI ERA REFORMASI. yaitu : 1). melainkan untuk bangsa dan tanah air tercinta. Pembangunan ekonomi lewat paket bantuan Marshall Plan dan lain-lain. Akibatnya suhu politik dunia terus menerus memanas (Brzensinski. peperangan melawan penjajah dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki. DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN BELA NEGARA. seperti NATO (1949). melainkan segala aspek kehidupan yang terkait dengan terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. SEATO (1954). Regulasi keamanan untuk membendung aksi subversi. Generasi muda saat ini hanya mengenal/mengetahui bahwa kemerdekaan NKRI adalah hasil perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Berbagai cara diplomasi. Umumnya pelajaran sejarah disampaikan dengan cara yang kurang menarik. Muhamad Hanif Bela Negara tidaklah berarti suatu kegiatan ‘memanggul senjata’ atau yang berbau ‘militerisme’ belaka. Vietnam. karena penjiwaan tentang peristiwa-peristiwa bersejarah tidak . CENTO (1959) dan juga intervensi militer AS di Kuba. antara lain dengan membentuk Pakta Warsawa. Di lain pihak Uni Sovyet juga mengimbanginya dengan cara yang sama. rela berkorban bukan untuk kepentingan dirinya semata. 2). Korea. Kemerdekaan NKRI adalah suatu hal yang dicita-citakan dan dihasilkan melalui perjuangan panjang segenap rakyat Indonesia. Kamboja dan lain-lain.mengetrapkan politik membendung komunis. 1964:4-5). Menampilkan satu-satunya kiriman. melalui pelajaran sejarah yang diperoleh di sekolah formal.

Lagu-lagu perjuangan. telah membuat persaingan yang tidak sehat tumbuh di masyarakat kita. setelah kejatuhan rezim ‘Soeharto’. kita mendapat tantangan yang sangat besar untuk menumbuhkan kesadaran ‘bela negara’. yang diadopsi dari luar Indonesia. jika kita . bahkan justru ancaman dari dalam negeri lebih dominan serta harus lebih diwaspadai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kepribadian anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tak sehat ini. baik yang mempunyai kedudukan sebagai wakil rakyat. Ditengah situasi pendidikan dan kondisi kehidupan sehari-hari yang ada saat ini. perintah/keharusan saja. maupun rakyat jelata. sebagaimana mata pelajaran lainnya. Pada akhirnya. pejabat. kendaraan. bersaing untuk mendapatkan berbagai macam alat elektronik. tidak hanya bagi para pemuda namun juga anggota masyarakat dewasa. Cerita-cerita kepahlawanan dan riwayat perjuangan para pahlawan kemerdekaan. dengan variasi sumber daya alam yang sangat beragam. etnis. barang-barang mewah lainnya. Tantangan dan permasalahan bangsa di era reformasi Euphoria yang terjadi di tanah air. seolah tak ada rem yang mengendalikannya. serta mempertahankan harga diri sebagai warganegara NKRI. namun lebih kepada kesadaran yang tumbuh karena kecintaan terhadap kedaulatan bangsa dan negaranya. Jika kita telaah hal-hal seperti tersebut di atas. Seringkali cara-cara yang tidak wajar/semestinya ditempuh demi mendapatkan apa yang diinginkannya. bahasa dan agama yang kita miliki serta luasnya wilayah kepulauan dan laut. budaya. Tanpa kita sadari. Pola hidup yang konsumtif. sehingga tidak tampak sebagai doktrin. Kreativitas dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ‘bela negara’ sangatlah diperlukan. Arus informasi yang masuk dengan sangat mudah dan tanpa penyaringan. yang mengekang bangsa ini untuk menyatakan pendapatnya secara bebas. bisa jadi hanya dikenal oleh sebagian kecil saja pemuda Indonesia. meski seringkali pemicunya tampaknya hanya soal yang sangat sepele saja. Berbagai macam konflik sangat mudah terjadi. merupakan kekayaan Negara kita yang patut kita syukuri. lebih banyak yang menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah sebuah hafalan saja. seringkali sudah tidak sesuai lagi dengan etika pergaulan bangsa kita. telah menghasilkan keterbukaan dan kebebasan yang sangat sering tak terbatas. maka tampak dengan jelas bahwa ancaman terhadap bela negara tidak hanya datang dari luar negeri . jarang yang mendiskusikannya dalam forum-forum non formal. Keberagaman suku. sebagai hasil perkembangan teknologi informasi dan elektronika yang luar biasa cepatnya. tidak hanya di kota-kota besar. tidak cukup banyak dibahas dalam keseharian kehidupan mereka. Etika pergaulan. Semua itu telah menyebabkan perubahan besar-besaran pada tatanan dan pola hidup bangsa ini. Perkelahian dan tawuran antar pelajar dan juga antar mahasiswa seringkali terjadi.tampil dengan cukup sempurna.

menanti solusi demi tegaknya kedaulatan di negeri ini. Apakah yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Tantangan besar jelas menghadang di hadapan kita. baik di tingkat pusat maupun daerah. kemudian diambil oleh negara lain? . yang tidak tahan terhadap bujukan yang seringkali tak tampak dengan jelas. Potensi ancaman dari luar: Wilayah NKRI yang terdiri atas kepulauan. sangat mudah tersinggung dan bahkan ada yang berujung pada kematian. Hal ini juga diakui oleh negara-negara lain. demokrasi di Indonesia tampak sudah berjalan dengan baik. padahal para koruptor tersebut semula merupakan sebagian dari tokoh yan diidolakan. yang diakui sebagai bagian dari wilayah negara jiran. Hal ini telah terjadi pada kasus Sipadan dan Ligitan. masih tampak ketidak-siapan para tokoh politik menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginannya. jangan sampai terjadi korban di kalangan kaum muda dan masyarakat yang lemah. Belum lagi mereka yang diketahui korupsi. kita saksikan para wakil rakyat yang telah kita pilih untuk menjadi wakil bangsa ini di Dewan Perwakilan Rakyat. Hal lain yang belakangan ini kita saksikan juga adalah adanya upaya penggantian ideology Pancasila dengan ideology lain yang ekstrim. Namun ternyata di sisi lain. Situasi yang kini kita hadapi. khususnya bagi pulau-pulau terluar. Apakah kita akan tinggal diam membiarkan pulau-pulau tak terurus dengan baik. menjadi pemicu kerawanan sosial.tidak dapat mengelolanya dengan baik maka hal tersebut mengandung potensi konflik yang sangat rawan dan dapat menjadi sumber desintegrasi bangsa. Apakah mereka belum menyadari bahwa tindakan mereka itu menunjukkan rendahnya kesadaran bela negara? Tampaknya mereka lebih mementingkan ambisi pribadi/keplompoknya dibandingkan dengan memperjuangkan amanat yang dibebankan di pundak mereka. Malaysia. dengan berbagai macam cara/alasannya. telah menyebabkan terjadinya berbagai macam konflik yang tentunya berpengaruh terhadap kehidupan politik di Negara ini. Telah kita saksikan berbagai konflik yang bernuansa’SARA’. kita dapat melihat bahwa saat ini kita sedang kehilangan tokoh idola. Belum lama ini. Apakah mereka menyadari bahwa sebetulnya mereka adalah tokoh yang diharapkan menjadi panutan rakyat yang diwakilinya? Kita menjadi tidak yakin bahwa mereka mampu memperjuangkan rakyat Indonesia untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warganegara. Dari sebagian kecil masalah yang terjadi ini saja. kita lihat keberhasilan pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Presiden. rawan terhadap penguasaan oleh bangsa lain. telah menunjukkan sikapnya yang kekanak-kanakan. Tentunya hal ini juga menuntut kita lebih waspada. Sungguh ini merupakan hal yang sangat tercela. yang telah memberikan demikian banyak kekayaan alam mereka kepada bangsa ini. upaya-upaya pemisahan diri yang disebabkan perasaan ketidak adilan perlakuan terhadap daerah mereka. Ketimpangan sosial sebagai akibat kebijakan ekonomi dan pelaksanaan HAM.

membuat orang luar tergiur untuk melakukan penjarahan sumber daya alam (indigeneous natural resources) kita. Pudarnya semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. demikian pula bagi mereka yang rawan untuk diajak menjadi konsumen narkoba. 9. Masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. yang menimbulkan terjadinya konflik yang bernuansa ‘SARA’. 8. 6. Tanpa kita sadari hukum yang diberlakukan terhadap para pengedar Narkoba di tanah air ini masih terlalu ringan. tampak gejala-gejala: 1. eksploitasi pertambangan kita secara tak terkendali oleh para kontraktor asing yang ingin mengeruk keuntungan sebesarbesarnya. LANDASAN YURIDIS KEWAJIBAN BELA NEGARA: UUD’1945: . Kemandirian bangsa belum sepenuhnya terlaksana. Kepentingan pribadi/golongan berdiri di atas kepentingan bersama. Negara kita telah dijadikan lalu-lintas perdagangan NARKOBA. Perbedaan pendapat antar golongan dan pemerintah dalam iklim demokrasi 4. 5. 10. Integritas bangsa masih harus ditegakkan. Lunturnya kebersamaan. Pudarnya kesadaran dan semangat ‘bela negara’. Mereka melakukan penjarahan tanpa kita sadari.Luasnya wilayah Indonesia dan kekayaan alamnya. Berdasarkan kajian singkat tersebut. Permasalahan Psikologis tampaknya dialami tidak hanya para pemuda namun juga para petinggi Negara. 2. Di bidang pertambangan. 7. pada akhirnya kita menjadi pihak yang dirugikan. menyebabkan kerusakan lingkungan dan mungkin juga mengundang kemarahan masyarakat sekitarnya yang merasa tidak mendapatkan pningkatan kesejahteraan. sehingga mereka merasa lebih aman menjadi pengedar di Indonesia. khususnya mereka yang tergiur untuk mendapatkan keuntungan dengan cara cepat. 3. Perlunya ‘tokoh panutan’ agar jelas siapa dan sosok yang bagaimana yang patut ditiru. anarkisme dan separatisme. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kita.

Pemahaman ideologi Negara Pancasila dan UUD 45) 2. Pasal 27 (3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. untuk menegakan kedaulatan negara. terpadu. wilayah. Pasal 7 (2) Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung SPEKTRUM BELA NEGARA (Berdasarkan DITJEN POTHAN): SOFT: Pendekatan Psikologis: 1. terarah dan berlanjut.1. Pasal 1 titik 2 Sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan bersifat semesta yang melibatkan: seluruh warga negara. 2. Nilai-nilai luhur bangsa 3. Disiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total. Wawasan kebangsaan 4. 3/2002 (HANNEG) 1. 2. (2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. sumber daya nasional lainnya. UU NO. sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Rasa cinta tanah air . Pasal 30 (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

maupun berbagai jenis wisata lainnya yang tentunya akan memperluas wawasan para pesertaya. Penanaman wawasan kebangsaan di sekolah formal maupun melalui media massa. mudah diakses dan disediakan tempat/ruang diskusi dan tanya-jawab. Kesadaran bela negara Pendekatan Fisik: 1. Pemahaman dan penerapan nilai luhur itu dapat dilaksanakan. budaya. social. Melalui pendidikan sejarah yang tepat dan benar serta pembahasan tentang sejarah perjuangan bangsa. Perjuangan mengisi kemerdekaan 2. pengkajian terhadap nilai-nilai luhur bangsa yang harus tetap kita pertahankan. Diperlukan pengadaan literature penunjang yang cukup mudah dibaca baik oleh anak-anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan dari para guru maupun orang tua mereka. dsb. Persatuan dan kesatuan bangsa 6. orang awam maupun orang dewasa.) Pendekatan Psikologis dalam menanamkan kesadaran bela negara Kesadaran bela Negara pada diri seorang warga Negara adalah suatu hal yang terkait dengan kesadaran dan pengertian tentang perlunya peran dari pribadi yang bersangkutan dalam mempertahankan kedaulatan Negara. Menjunjung tinggi nama Indonesia di dunia Internasional 4. Permasalahan muncul ketika warganegara tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sangat diperlukan dalam mempertahankan kedaulatan Negara. baik media cetak maupun elektronik hendaknya dilaksanakan secara menerus. Pemahaman terhadap Pancasila sebagai ideology Negara. Untuk itu hendaknya disiapkan/disediakan sarana yang mudah . serta UUD 45 sebagai landasan hukum hendaknya disertai dengan implemantasinya dalam kehidupan sehari-hari.5. Pengabdian sesuai profesi 3. Untuk keperluan tersebut hendaknya disiapkan secara bersama-sama oleh berbagai lembaga terkait. Kecintaan terhadap tanah air tentunya akan tumbuh jika masyarakat mengenal tanah airnya dan upaya pengenalan dapat dilakukan melalui pelaksanaan wisata belajar. Penanganan bencana dan menghadapi ancaman non militer lain (ekonomi.

Kesadaran bahwa ancaman terhadap kedaulatan Negara terus menerus berlangsung. Tantangan bagi kita kini adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran bela Negara sejak dini. seolah permasalahan yang kita hadapi hanyalah persoalan yang harus dipecahkan oleh penyelenggara Negara semata. Kecintaan terhadap sesama serta kemampuan bekerjasama. Kebiasaan ini tampaknya sudah mulai ditinggalkan. Tentu saja keunggulan lokal dan kearifan lokal patut ditonjolkan. Persatuan dan kesatuan bangsa dapat dipupuk melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa dan ditumbuhkannya kebiasaan untuk saling menghargai sesama warganegara. terlena dalam berbagai kemudahan dan fasilitas yang setiap hari mereka temui. termasuk para pemudanya sangatlah memprihatinkan. dapat diciptakan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan secara bergotong royong. masih tampak kegiatan bergotong-royong. Berbagai peristiwa yang telah terjadi belakangan ini telah membuktikan bahwa kesadaran bela Negara masyarakat kita. tanggung jawab para sesepuh yang pernah terlibat dalam kemerdekaan. Kita harus cepat menyadari bahwa kesadaran bela Negara sudah harus disiapkan sejak dini. Inlah salah satu dampak buruknya. Seolah hal ini merupakan tanggung jawab para anggota TNI dan kepolisian belaka dan paling jauh. terutama di kota-kota besar. di sisi lain tidak ada perintah langsung untuk melakukan tindakan persiapan maupun secara aktif melaksanakan bela Negara. Era reformasi di Indonesia telah menyebabkan masyarakat merasa bebas berbuat.dijangkau oleh masyarakat luas. yang menggambarkan berbagai daerah dan budaya serta keseharian masyarakatnya. bebas berbicara. Berbagai kegiatan olahraga nasional dan festival budaya. Pendekatan lain dapat dilakukan dengan membuat berbagai film dokumentasi tentang keaneka ragaman budaya. baik yang mampu maupun tidak mampu secara finansial. diskusi di internet. Apakah melalui pendidikan formal semata hal tersebt harus kita lakukan? Di pundak siapakah sebetulnya kewajiban membangun kesadaran bela Negara ini? Tentu saja hal ini bukanlah persoalan sederhana yang dapat dipecahkan sekejap . tak tampak ‘wacana bela negara’ merupakan suatu hal yang penting dan menarik untuk didiskusikan. Berbagai kegiatan social juga dapat menumbuhkan rasa solidaritas. kekayaan dan keindahan tanah air. telah menyebabkan masyarakat kita. dipersoalkan dan dipertanyakan. baik langsung maupun tak langsung. khususnya kaum muda. banyak menuntut haknya tapi lupa akan kewajibannya. Kita tidak boleh terus terlena. Di kampung dan di desa. Dalam pembicaraan sehari-hari. baik melalui percakapan. dapat menjadi ajang berkomunikasi dan saling mengenal anak-anak bangsa.

menjaga kebersihan. remaja dan pemuda? Aktivitas sehari-hari hendaknya sudah menjadi bagian dalam proses pembentukan kesadaran bela Negara. jika kebutuhan dasar manusia seseorang belum terpenuhi. Jika ditinjau dari piramida kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow. iklan layanan . Keluarga. Hal apa sajakah yang perlu disiapkan? Pertama-tama setiap warga Negara hendaknya menyadari akan hal-hal yang wajib mereka lakukan sebagai warganegara yang baik. melalui mata pelajaran/kurikulumnya menyiapkan bahan pengajaran dan pola pelaksanaannya. Lembaga pendidikan formal. maupun Clayton Alderfer dalam teori ERG nya. Bagaimana menumbuhkan kesadaran bela Negara pada diri anak-anak. Kita dituntut secara bersama-sama bersinergi menyiapkan generasi muda Indonesia yang memiliki kesadaran bela Negara yang tinggi. sangat sulit untuk dilaksanakan karena akan melibatkan kemampuan masing-masing pelaksana dalam mengkomunikasikan tentang perlunya kemampuan mempertahankan kedaulatan Negara. yaitu kebutuhan fisiologis belum terpenuhi maka tidak akan terpikirkan/termotivasi untuk tercapainya kebutuhan-kebutuhan lain yang berada ditingkat atasnya. bersikap saling menghargai kepada sesama maupun yang lebih rendah kedudukannya. Di atas kertas. diperlukan uji coba yang akan menghasilkan metode yang paling tepat dalam menumbuhkan kesadaran bela Negara. Hal ini berarti. berpikir bahwa dia harus membela negaranya dari ancaman-ancaman kehancuran yang datang dari dalam maupun luar negeri Bagaimana cara kita mengatasi semua itu? Tantangan bagi kita untuk mencukupi kebutuhan dasar manusia Indonesia. Pernahkan seorang yang miskin. Fakta di lapangan. termasuk tayangan-tayangan televisi. melalui sikap dan perilaku sehari-hari. menjaga kedamaian. dalam kesehariannya haruslah menerapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan Negara. menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.mata. menjaga lingkungan hidupnya. niscaya tak akan tumbuh motivasi dalam dirinya untuk melakukan hal-hal yang terkait dengan kepentingan bangsa dan Negara. dapat kita cermati bahwa jika kebutuhan yang paling mendasar. mulai dari hal yang paling sederhana yaitu. tampaknya hal ini lebih mudah dilaksanakan. Permasalahan menjalankan kurikulum juga merupakan hal yang harus ditangani secara serius.

seperti tingkat kepekaan dan kepedulian yang tinggi. kemampuan memimpin yang baik. karena media ini dapat menyiapkan mahasiswa yang berminat secara khusus mendapatkan pendidikan yang utuh dan tepat. hendaknya dapat disebarluaskan dalam bentuk yang menarik. maupun tokohtokoh dalam pewayangan. ruang-ruang kegiatan yang terarah ke peningkatan kesadaran bela Negara terus ditingkatkan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan. Hal ini tentunya harus kita atasi. baik bagi kanak-kanak maupun remaja dan orang dewasa. kita juga menghendaki kematangan emosi mahasiswa. kemandirian. sehingga dapat dibangun komunikasi yang baik serta memungkinkan terjadinya penumbuhan motivasi untuk menjadi warganegara yang siap membela Negara dari gangguan-gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Hal-hal yang terkait dalam proses pembentukan motivasi hendaknya mudah dibaca dan menarik untuk didiskusikan. hendaknya mendapatkan perhatian khusus. sehingga mereka dapat menjadi kader-kader pemimpin dalam menyiapkan rekan-rekannya maupun adik-adiknya meningkatkan kesadaran bela Negara. khususnya para dosen/pendidik di tingkat perguruan tinggi.masyarakat. mengalahkan cerita-cerita yang berasal dari Negara lain dan juga komik-komik hiburan belaka. antara lain adalah menyiapkan diri untuk menyisipkan pendidikan kesadaran bela Negara secara sistematik dan berkelanjutan dalam setiap pertemuan di ruang kuliah. resimen mahasiswa. kemampuan berkomunikasi . Secara Institusional. : Secara umum. yang ditunjukkan dengan tingginya EQ. yaitu yang mencakup aspek-aspek emosional. disamping tingkat intelegensia yang tinggi.dsb. diantaranya dengan membuka peluang mereka untuk bersosialisasi dalam berbagai kegiatan non kurikuler. kegiatan Kepramukaan. Cerita-cerita perjuangan. seperti latihan kepemimpinan. baik itu tentang pahlawan-pahlawan Negara. Tinjauan Psikologis pemuda yang diwakili oleh mahasiswa. baik dalam bidang seni dan budaya maupun keolahragaan. yang dibawakan oleh para tokoh/praktisi yang mumpuni tentunya merupakan hal penting yang perlu diselenggarakan secara teratur. . sikap kritis. Kedekatan antara masyarakat dan aparat keamanan juga harus menjadi prioritas. Tantangan bagi kita. Berbagai pelatihan khusus yang diselenggarakan. adalah bagaimana mempercepat ketertinggalan/meningkatkan kematangan emosi mahasiswanya. agar tujuan kita menyiapkan generasi muda yang siap menjalankan ‘bela negara’ dapat kita capai. juga siaran-siaran radio. baik negri maupun swasta. Kuliah-kuliah umum dengan materi untuk meningkatkan kesadaran bela Negara. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa justru disitulah letak kelemahan mereka (studi kasus mahasiswa ITB).

SMP. Dengan cara ini diharapkan. dipelihara dan ditingkatkan untuk mengatasi problematika pertahanan kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia. Berbagai macam keprofesian telah dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan yang ada di dalam negeri maupun oleh berbagai macam industri dan usaha-usaha kecil dan menengah. Kecintaan akan produk dalam negeri hendaknya selalu didengungkan dan implementasinya harus tampak jelas. organisasi yang baik. Persiapan yang matang. . Penempatan tenaga kerja professional di tanah air. Untuk itu hendaknya mereka mendapat dkungan sepenuhnya dari berbagai pihak di tanah air. keanekaragaman proses menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran bela Negara terus berkembang dan tanpa terasa kita sudah membuat suasana keseharian kita menjadi akrab dengan kesadaran bela Negara. Apakah hal ini juga akan berpengaruh terhadap masyarakat pada umumnya? Tentu kita berharap bahwa publikasi yang meluas akan menjadi media pembelajaran yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. sehingga akan dicontoh dan diikuti oleh masyarakat luas. sehingga mereka sudah menumbuhkan kesadaran bela negaranya dari sejak dini dan mendapatkan apresiasi dari semua pihak. agar prestasinya terus meningkat dan pada suatu saat kelak dia akan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara. Jika ini terus terjadi. maka akan timbul kecemburuan sosial dan merupakan suatu bentuk pelecehan yang tentunya tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Untuk itu diperlukan sinergitas berbagai pihak terkait dalam menyiapkan delegasi-delegasi Indonesia. Kemenangan mereka dalam berbagai lomba yang diikuti tentunya akan mengharumkan nama Negara. Dukungan tidak hanya berupa dukungan moril semata. melainkan juga dukungan finansial dalam mempersiapkan delegasi Indonesia. materi yang sesuai. Pendekatan fisik untuk meningkatkan kesadaran bela Negara: Perjuangan mengisi kemerdekaan dengan karya-karya anak bangsa. serta berbagai macam hal lainnya yang menunjang tentunya sangat dibutuhkan untuk meraih keberhasilan. Anak-anak bangsa yang telah mengukir prestasi di arena lomba Internasional hendaknya juga medaatkan dukungan secara menerus.Tulisan-tulisan serta lukisan-lukisan yang bernilai heroik. maupun SMA/SMK dan PT hendaknya mendapatkan penghargaan dan mendapatkan kesempatan untuk dipublikasikan. Kita masih sering menjumpai tenaga asing yang sebetulnya tidak professional namun mendapatkan gaji yang jauh lebih besar daripada tenaga lokal. Kesempatan menjunjung tinggi nama Indonesia di dunia Internasional diperoleh dutaduta Indonesia di ajang lomba bertaraf Internasional. Upaya penyelenggara Negara untuk hal ini juga harus tegas dan jelas. hendaknya diutamakan dan tidak mendahulukan tenaga asing. merupakan suatu kebanggaan sekaligus memotivasi anak-anak bangsa untuk berkarya. Tinggal sinergitas semua pihak yang memiliki kewenangan dan kemampuan secara financial untuk menunjang hal tersebut perlu ditumbuhkan. baik itu karya anak-anak di tingkat SD.

Tantangan bagi kita adalah bagaimana menerapkan pendidikan karakter secara sinergis di keluarga dan di lingkungan pendidikan formal. MEMBANGUN INTEGRITAS PEMUDA INDONESIA UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN BELA NEGARA. yang pada gilirannya kelak akan menciptakan pribadi yang berkarakter unggul dan memiliki integritas. baik itu yang disebabkan oleh kejadian alam maupun karena ulah manusia yang terjerumus dalam tindakan yang keliru. Untuk itu perlu kita perhatikan bahwa integritas dapat kita bangun melalui pendidikan karakter yang tepat. Jika ini dapat diterapkan kepada seluruh bangsa Indonesia. merupakan hal yang perlu ditangani secara serius. dan efektif. Namun demikian secara mendasar kita perlu melakukan upaya membangun integritas bangsa Indonesia. Rasa solidaritas juga dapat ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan penangan becana yang terorganisir secara baik. Modernisasi dunia yang global dan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat secara universal mempunyai implikasi terhadap kompleksitas permasalahan kehidupan masyarakat. akuntabilitas. tentunya bangsa ini akan terselamatkan dari keterpurukan. Pendidikan karakter (budi pekerti plus) hendaknya diberikan sejak masa kanak-kanak. Kita sadari bahwa untuk melaksanakan upaya-upaya menumbuhkan kesadaran bela Negara bukanlah hal yang mudah. Dalam konteks pemerintahan daerah. bijaksana. Nilai Strategis Bela Negara Tugas pemerintah pada hakekatnya adalah melayani masyarakat. khususnya para pemuda harapan bangsa ini. niscaya permasalahan bangsa akan dapat terselesaikan satu persatu secara bertahap dan kesadaran bela Negara akan tumbuh dengan sendirinya. sekaligus tantangan bagi pemerintah. . sangat diperlukan kemampuan birokrasi untuk memberikan tanggapan terhadap berbagai tantangan secara akurat. Dalam dunia yang penuh dengan kompetisi. Semoga cita-cita kita membangun bangsa dan mempertahankan kedaulatan NKRI selalu mendapat limpahan rahmat dan lindungan Tuhan Yang Maha Agung. dan kemampuan untuk menanggapi setiap tantangan yang muncul. sehingga akan tertanam dengan baik dalam dirinya.Penanganan bencana. adil. globalisasi berarti segenap jajaran birokrasi publik di daerah dihadapkan pada adanya tuntutan keterbukaan. Melalui proses penanganan yang tepat.

sejak beberapa tahun belakangan ini. Salah satu tujuan dari pelaksanaan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam meningkatkan kapasitas daerahnya. Pattern maintenance. banyak perabadan masyarakat yang hilang karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia. Kemampuan suatu bangsa beradaptasi dengan dunia yang berubah dengan cepat. rasa saling mencurigai diantara sesama komponen masyarakat semakin meningkat. karena budaya adalah suatu endapan dari perilaku manusia. keamanan dan perekonomian Indonesia. Akhirnya upaya untuk meminimalisir aksi terorisme ini dilakukan dengan hati-hati. karena akar permasalahannya begitu kompleks dan sensitif. isu terorisme menjadi salah satu masalah besar yang menambah buruknya citra Indonesia dan yang pasti mengganggu stabilitas politik. Globalisasi sebagai bagian dari kehidupan dunia. Lalu bagaimana suatu bangsa bisa bertahan dalam era globalisasi saat ini. termasuk Indonesia. sehubungan dengan isu terorisme.Munculnya tantangan ini merupakan suatu konsekuensi dari komitmen terhadap demokrasi yang memungkinkan adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan bagi komponen di luar lingkaran birokrasi. . Ada 4 (empat) paradigma fungsi (function paradigm) yang harus dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa agar tetap eksis dan lestari. maka akan mempengaruhi langkah Indonesia di dalam kancah persaingan antar negara. Kemampuan memelihara sistem nilai budaya yang dianut. Kekuatan dimaksud adalah bela negara. Yang lebih memprihatinkan. karena apabila ada satu daerah yang tenggelam dalam derasnya arus globalisasi. Fungsi unsur-unsur dari masyarakat yang beraneka ragam secara terus menerus sehingga terbentuk kekuatan sentripetal yang semakin menyatukan masyarakat. perlu dilakukan proses penataan dalam berbagai bidang yang menyangkut pelaksanaan pemerintahan di daerah agar tercipta pemerintahan daerah yang kuat serta profesional dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu. Menghadapi semua tersebut diperlukan kekuatan yang mampu menyelesaikannya. Seiring dengan kondisi politik global. dimana batas-batas negara sudah tidak menjadi penghalang dalam setiap proses untuk melakukan interaksi antar bangsa. Sejarah membuktikan. Bela negara dan ketahanan nasional identik dengan kekuatan suatu bangsa untuk bertahan dan eksis dalam arus liberalisasi dan globalisasi. serta memberdayakan daerah agar mampu menghadapi persaingan pada era globalisasi yang tidak dapat dibendung lagi kehadirannya di hampir setiap negara. yang akan memberikan ciri dan karakter bagi suatu bangsa. Hal ini perlu agar tidak ada daerah yang tenggelam dan tertinggal oleh derasnya arus globalisasi.

bahaya narkotika. Bela Negara dapat dioptimalkan melalui strategi yang digunakan untuk menghadapi setiap permasalahan bangsa baik ke dalam maupun ke luar. Pengertian strategi mengandung dua unsur yaitu pertama adalah cara untuk mendapatkan kemenangan/tercapainya suatu tujuan. ketidak amanan bagi suatu negara dapat menjadi sumber ketidakamanan bagi negara lain. demikian juga sebaliknya. Bhinneka Tunggal Ika. dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. imigran gelap. bajak laut. Suatu negara tidak lagi berdasarkan pada apa yang mereka anggap kepentingan nasional. .Masyarakat atau bangsa harus memiliki tujuan bersama. meski mungkin terbatas pada efektivitas pemerintahan. bukan pada soal keutuhan wilayah. tantangan itu dapat menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional. Strategi mewujudkan nilai-nilai bela negara dalam pembangunan tidak bisa menghilangkan pengaruh globalisasi. Sedangkan menurut Clausewitz : strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan senjata untuk memenangkan peperangan dimana perang merupakan kelajutan politik. Globalisasi terbukti sebagai tantangan yang sulit dihindari sehingga yang dapat dilakukan adalah bagaimana mengelola agar globalisasi tidak menimbulkan atau sekurang-kurangnya meminimalisasi dampak yang tidak dikehendaki. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Strategi berasal dari bahasa Yunani. sosial budaya maupun permasalahan keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme. yaitu Pancasila. pencurian kekayaan alam. Sedangkan pengertian kedua seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (IPOLEKSOSBUDHANKAN) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. strategi yang artinya the art of the general (seni seorang panglima dalam peperangan). dan perusakan lingkungan. Sebagai fenomena yang ditandai dengan luluhnya perbatasan (boundary eroding). Dalam hubungan antar negara. Keamanan nasional sangat berpengaruh terhadap keamanan daerah. Kedaulatan negara menjadi semakin relative. Dapat bersumber pada berbagai dimensi non militer permasalahan ideologi. Semakin kuat kesadaran bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara semula bersifat konvensional (fisik dan non fisik). dari masa ke masa bertransformasi karena terus menerus diperbaiki oleh dinamika masyarakat dan pemimpinnya. globalisasi menampilkan dirinya dalam berbagai bentuk interdependensi dan relativisasi kedaulatan nasional. tetapi juga harus mempertimbangkan negara-negara lain. Memahami nilai-nilai bela negara kita harus berpegang teguh pada 4 (empat) pilar utama kebangsaan sebagaimana bapak pendiri bangsa (the founding fathers) letakkan sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa isu yang secara berkaitan langsung dengan interdependensi adalah ancaman transnasional. politik.

Menyempurnakan regulasi berkaitan bela negara. konsultasi dan koordinasi dengan semangat kemitraan kerja antara pemerintah dengan masyarakat. Mengayomi dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. . Mengembangkan komunikasi daripada konfrontasi terhadap seluruh kekuatan bangsa dalam pengembangan bela negara.Adapun strategi mewujudkan nilai-nilai bela negara adalah : Mengedepankan fasilitasi daripada regulasi terhadap infrastruktur politik sebagai wahana penyalur aspirasi demokrasi. Mengembangkan komunikasi.