P. 1
PPT Macam Macam Alkes

PPT Macam Macam Alkes

|Views: 283|Likes:
Published by Rizqy Sang Bintang

More info:

Published by: Rizqy Sang Bintang on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2014

pdf

text

original

Macam Macam Alat Kesehatan

Bagian I Ahmad Mumtaz Tauba Harmonika Maas

Cairan Infus .

sehingga larut dalam serum. sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju.Klasifikasi Cairan Infus:  Cairan hipotonik: osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum). Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi). juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. dan menurunkan osmolaritas serum. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi.5%. misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik. .

dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0. khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan). Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL).9%). sehingga tekanan darah terus menurun). sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. .Cairan Isotonik: osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah). Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh.

dan albumin. Misalnya Dextrose 5%. . dan mengurangi edema (bengkak).Cairan hipertonik: osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum. Dextrose 5%+RingerLactate.9%. meningkatkan produksi urin. NaCl 45% hipertonik. Mampu menstabilkan tekanan darah. Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. produk darah (darah). sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Dextrose 5%+NaCl 0.

dehidrasi berat. dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati .Pada pemberian sebelum operasi sesar. luka bakar.Mempunyai efek vasodilator . penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran . trauma."Jenis-jenis Cairan Infus" ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut.Pada kasus bedah.Pada kasus stroke akut.Asetat dimetabolisme di otot. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus .  Keunggulan: . demam berdarah dengue (DHF). dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral  . syok hemoragik.

Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam . misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak . demam) .Bayi prematur atau bayi baru lahir.< 24 jam pasca operasi .KA-EN 1B  Indikasi: .Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui.

pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium .KA-EN 3A & KA-EN 3B     Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

KA-EN MG3 Indikasi :  Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas  Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)  Mensuplai kalium 20 mEq/L  Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC .

KA-EN 4A Indikasi :  Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak  Tanpa kandungan kalium. sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal  Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik .

KA-EN 4B Indikasi:  Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun  Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia  Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik .

insufisiensi adrenokortikal.Otsu-NS Indikasi:  Untuk resusitasi  Kehilangan Na > Cl. luka bakar) . misal diare  Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.

Otsu-RL Indikasi:  Resusitasi  Suplai ion bikarbonat  Asidosis metabolik .

AMIPAREN Indikasi:  Stres metabolik berat  Luka bakar  Infeksi berat  Kwasiokor  Pasca operasi  Total Parenteral Nutrition  Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit .

trauma dan pasca operasi)  Stres metabolik sedang  Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) .AMINOVEL-600 Indikasi:  Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI  Penderita GI yang dipuasakan  Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.

PAN-AMIN G Indikasi:  Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan  Nitrisi dini pasca operasi  Tifoid .

MARTOS-10 Indikasi:  Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik  Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor. stres berat dan defisiensi protein  Dosis: 0.3 gr/kg BB/jam  Mengandung 400 Bersambung … . infeksi berat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->