FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA GELANDANGAN DAN PENGEMIS

:
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA GELANDANGAN DAN PENGEMIS: Kasus di Kota Denpasar, Gianyar, Tabanan dan Singaraja

Oleh Ir. Gede Sedana, M.Sc. MMA

ABSTRAKSI

Arus urbanisasi ke Kota Denpasar dan kota-kota lainnya seperti Gianyar, Tabanan dan Singaraja semakin besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi regional. Di sisi lain, kesempatan kerja yang tersedia dan peluang berusaha di Kota Denpasar termasuk kota-kota lainnya di Bali (seperti Gianyar, Tabanan dan Singaraja) ternyata tidak mampu menampung pelaku-pelaku urbanisasi karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki di daerah asal sehingga menimbulkan salah satu masalah yaitu terjadinya gelandangan dan pengemis. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya Gepeng ádalah faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor penyebab ini dapat terjadi secara parsial dan juga secara bersama-sama atau saling mempengaruhi antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. Faktor internal meliputi : (i) kemiskinan; (ii) umur; (iii) rendahnya tingkat pendidikan formal; (iv) ijin orang tua; (v) rendahnya tingkat ketrampilan; (vi) sikap mental. Sedangkan faktor-faktor eksternal mencakup: (i) kondisi hidrologis; (ii) kondisi pertanian; (iii) kondisi prasarana dan sarana fisik; (iv) akses terhadap informasi dan modal usaha; (v) kondisi permisif masyarakat di kota; (vi) kelemahan pananganan Gepeng di kota Oleh karena itu, pemecahan masalahnya harus mencakup dua aspek yaitu: (i) kondisi di daerah asal; (ii) kondisi daerah tujuan. Prinsipnya adalah upaya pencegahan dilakukan di daerah asal sehingga mereka tidak terdorong untuk meninggalkan desanya dan mencari penghasilan di kota dengan cara membuka pekerjaan di desa. Sedangkan di sisi lain, prinsipnya adalah penanggulangan yaitu di tempat tujuan “harus” ditanggulangi atau ditangani sehingga mereka tidak lagi tertarik untuk menjadi Gepeng di kota, karena tidak akan memperoleh penghasilan lagi.

Tetapi. Tabanan dan Singaraja. meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat serta meningkatkan hubungan antar daerah. seperti Denpasar. Kota Denpasar dan kota-kota lainnya di Bali tumbuh juga secara baik dan bahkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. . seperti gelandangan dan pengemis. Secara umum. kesempatan kerja yang tersedia dan peluang berusaha di Kota Denpasar termasuk kota-kota lainnya di Bali (seperti Gianyar. Kabupaten Karangasem. Salah satu persoalan yang muncul adalah kesenjangan atau ketimpangan yang semakin besar dalam pembagian pendapatan antara berbagai golongan pendapatan. Akibatnya.Tujuan Penelitian Berdasarkan pada latar belakang di atas. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengatasi masalah Gepeng yang ada di kota-kota. mereka yang menjadi Gepeng di ke empat kota seperti yang disebutkan di atas hampir seluruhnya berasal dari Dusun Munti Gunung di Desa Tianyar Barat. 1983). Di sisi lain. Ini berarti juga bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat belum berhasil untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Oleh karena itu. Gianyar. Secara konsepsional. Latar Belakang Masalah Hakekatnya. Kecamatan Kubu. memperluas kesempatan kerja dan kesempatan peluang berusaha. antara daerah perkotaan dan pedesaan. Gianyar. pembangunan ekonomi di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. arus urbanisasi. Tabanan dan Singaraja akan semakin menjadi ”sosok” yang sangat tidak dibutuhkan karena dirasakan mengganggu ketertiban dan keamanan di jalanan termasuk dibeberapa permukiman. mereka yang dengan sengaja untuk menjadi gelandangan dan pengemis (Gepeng) di kota-kota seperti Denpasar. Apalagi mereka yang melakukan urbanisasi tidak memiliki keterampilan tertentu yang dibutuhkan dan sengaja untuk melakukan kegiatan sebagai gelandangan dan pengemis. Tabanan dan Singaraja semakin besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi regional. Tabanan dan Singaraja) ternyata tidak mampu menampung pelaku-pelaku urbanisasi karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki di daerah asal. maka tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi berbagai masalah atau faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai Gepeng baik yang ditemui di daerah asal maupun di daerah tujuan (kota-kota). pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan bermuara pada manusia sebagai insan yang harus dibangun kehidupannya dan sekaligus merupakan sumberdaya pembangunan yang harus terus ditingkatkan kualitas dan kemampuannya untuk mengangkat harkat dan martabatnya (Chambers. seperti pengangguran dan masalah sosial-ekonomi lainnya. pada penelitian ini juga akan melihat faktor-faktor apa yang menyebabkan mereka menjadi Gepeng? 2. khususnya yang menuju Kota Denpasar dan kota-kota lainnya seperti Gianyar. Kota Denpasar yang sebagai Ibukota Provinsi Bali menjadi daerah yang “subur” bagi penduduk untuk mendapatkan pekerjaan.I PENDAHULUAN 1.

Humaidi. (2003) menyatakan bahwa gelandangan berasal dari kata gelandang yang berarti selalu mengembara. dan pertumbuhan penduduk yang tinggi dibandingkan dengan tingkat penghasilannya. dan air serta cuaca yang tidak mendukung). mental yang tidak kuat. Dalam proses dinamikanya. 1984). Sementara itu Alkostar (1984) dalam penelitiannya tentang kehidupan gelandangan melihat bahwa terjadinya gelandangan dan pengemis dapat dibedakan menjadi dua faktor penyebab. 1979). 1996). Menurut Muthalib dan Sudjarwo (dalam IqBali. (1990) juga menggambarkan mata pencaharian gelandangan di Kartasura seperti pemulung. 2Kemiskinan Hall dan Midgley (2004). agama dan letak geografis. teknologi (kesederhanaan sistem teknologi untuk berproduksi). pengemis dan gelandangan termasuk pekerja sektor informal. dan (3) orang yang berpola hidup agar mampu bertahan dalam kemiskinan dan keterasingan. 2005) diberikan tiga gambaran umum gelandangan. boros. tukang becak. dan (3) kelompok miskin yang kegiatannya mirip gelandangan dan pengemis. tukang semir sepatu. atau kondisi di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat. menyatakan kemiskinan dapat didefenisikan sebagai kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak. tidak mau bekerja. 2. Kemiskinan merupakan suatu ketidaksanggupan seseorang untuk memuaskan kebutuhankebutuhan dan keperluan-keperluan materialnya (Oscar.I KERANGKA DASAR TEORI 2. Harris (1984) mengatakan bahwa kemiskinan disebabkan karena keterbatasan faktor-faktor geografis (daerahnya terpencil atau terisolasi.1 Pengertian Gelandangan dan Pengemis Gelandangan adalah orang-orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat. kultural. cerdik dan ulet. Juga. dungu dan bodoh. Sementara itu. dan pengamen. pendidikan. yaitu (1) kelompok yang berusaha sendiri dengan modal dan memiliki ketrampilan. Breman (1980) mengusulkan agar dibedakan tiga kelompok pekerja dalam analisis terhadap kelas sosial di kota. (Anon. (2) kelompok buruh pada usaha kecil dan kelompok yang berusaha sendiri dengan modal sangat sedikit atau bahkan tanpa modal. peminta-minta. adanya cacat fisik ataupun cacat psikis. pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan pelbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. yaitu (1) sekelompok orang miskin atau dimiskinkan oleh masyaratnya. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. dalam Suparlan. atau berkelana (lelana). dkk. Argumennya dilandasi bahwa mereka memiliki sifat-sifat tersebut . Ali. Sedangkan. Sementara itu. serta tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap di wilayah tertentu dan hidup mengembara di tempat umum.. Harth (1973) mengemukakan bahwa dari kesempatan memperoleh penghasilan yang sah. (2) orang yang disingkirkan dari kehidupan khalayak ramai. ekonomi. Chambers (1983) mengemukakan bahwa sebenarnya orangorang miskin tidaklah malas. lingkungan. budaya kemiskinan ini selanjutnya menjadi kondisi yang memperkuat kemiskinan itu sendiri. ekologi (keadaan sumber daya tanah/lahan. dimana masing-masing faktor penyebab sekaligus dampak untuk dan dari faktor-faktor lainnya atau penyebab sirkuler (Rajab. Keadaan tersebut di atas memberikan indikasi bahwa kemiskinan merupakan penyebab dan sekaligus dampak.. 1980). tetapi mereka sebenarnya adalah pekerja keras. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor sosial. dan terbatasanya prasarana dan sarana). fatalistik. Faktor internal meliputi sifat-sifat malas. penjaja makanan. kemiskinan didefenisikan sebagai ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasikan basis kekuasaan sosial (Friedmann.

Dengan demikian.23 are. di pinggir jalan. di warung dan lain sebagainya. Tabanan dan Singaraja) hanya untu memenuhi kebutuhan yang paling mendasar. kecuali saat musim hujan mengakibatkan mereka tidak dapat mengusahakan lahannya sepanjang tahun. yaitu di empat kota (Denpasar. Beberapa faktor penyebab tersebut di antaranya ádalah faktor yang ada di internal individu dan keluarga Gepeng. Akses lainnya yang sulit untuk diperoleh adalah modal usaha. pada saat musim kemarau Gepeng dan keluarganya mencari penghasilan ke kota (Denpasar. Oleh karena itu. Keterbatasan dalam mengakses informasi ini juga diperparah oleh keterbatasan pemilikan prasarana media. serta observasi di lokasi daerah asal.2 Kemiskinan Individu dan Keluarga Melalui penelitian yang dilakukan ternyata kemiskinan individu termasuk salah satu faktor yang menentukan terjadinya kegiatan menggelandang dan mengemis. 3. termausk keluarga Gepeng. yaitu tanahnya disita jika usahanya tidak berhasil. Gianyar. internal masyarakat. Gianyar. Faktor-faktor tersebut diuraikan secara ringkas berikut ini. Faktor-faktor penyebab ini dapat terjadi secara parsial dan juga secara bersama-sama atau saling mempengaruhi antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. 3. 3. kesulitan memperoleh penghasilan dari lahan pertanian yang dikuasainya mendorong mereka untuk meninggalkan desanya dan terpaksa harus mencari penghasilan dengan cara-cara yang mudah dan tanpa memerlukan ketrampilan. Kondisi ini tercermin dari informasi yang diperoleh bahwa rata-rata penguasaan lahan Gepeng dan keluarganya adalah relatif sempit. 3. yaitu di kota-kota tujuan aktivitas Gepeng.3 Terbatasnya Akses Informasi dan Modal Usaha Warga Dusun Munti Gunung memiliki keterbatasan di dalam mengakses informasi baik yang berkenaan dengan berbagai aspek ekonomi produktif. 3. diperoleh beberapa faktor penyebab terjadinya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng).PENYEBAB TERJADINYA GELANDANGAN DAN PENGEMIS Berdasarkan pada hasil survai dan pengamatan langsung di lokasi penelitian. dengan interval antara 20-60 are.4 Kondisi Permisif di Kota Tujuan Sikap permisif masyarakat di Kota (Denpasar. Ternyata. yaitu Munti Gunung dan sekitarnya.karena untuk dapat mempertahankan hidupnya dan melepaskan diri dari belenggu rantai kemiskinan. Rasa kasihan. dan eksternal masyarakat. Warga dusun dan keluarga Gepeng tidak berani menyerahkan sertifikat tanahnya sebagai agunan karena mereka tidak mau mengambil resko terburuk. Terbatasnya penguasaan lahan diperburuk lagi oleh kondisi lahan yang tandus. kepedulian dan berbagi antar sesama umat yang merupakan ajaran moralitas mengakibatkan warga kota memberikan sedekahnya kepada . keterbatasan ini diakibatkan juga oleh belum masuknya jaringan listrik secara meluas di Dusun Munti Gunung. baik yang ke rumah. kritis dan kurangnya ketersediaan air. sosial maupun aspek lainnya.1 Faktor Internal Faktor internal dan keluarga yang dimaksudkan ádalah suatu keadaan di dalam diri individu dan keluarga Gepeng yang mendorong mereka untuk melakukan kegiatan menggelandang dan mengemis. seperti televisi. Syarat utama yang dibutuhkan adalah adanya agunan yang berupa sertifikat tanah. koran dan lain sebagainya. yaitu 38. Gianyar. yaitu kebutuhan pangan. Tabanan dan Singaraja) terlihat dari adanya sikap yang memberi bila ada Gepeng yang mendekatinya. yaitu menjadi Gepeng. Kesulitan ini diakibatkan karena perolehan modal usaha memerlukan berberapa syarat yang sangat sulit untuk dipenuhi oleh warga dusun. Tabanan dan Singaraja).

Selain itu. sikap permisif masih terlihat juga dari dibiarkannya Gepeng melintasi wilayah-wilayah tertentu. Kabupaten Gianyar. Kondisi ini terlihat dari adanya Gepeng yang telah ditangkap dan dikembalikan ke desa akan selalu balik kembali untuk melakukan kegiatannya. 3. Hasil survai dan observasi menunjukkan juga bahwa terdapat kesulitan bagi warga untuk melarangnya karena mereka hanya melintas. Tabanan dan Buleleng) telah berupaya secara maksimal di dalam menangani Gepeng di wilayahnya masing-masing.5 Kelemahan Penanganan Gepeng di Kota Walaupun pemerintah di (Kota Denapasar. namun tetap saja terjadi pemberian sedekah kepada Gepeng. namun hasilnya belum maksimal. Oleh karena itu. pandangan tersebut dimanfaatkannya secara baik guna terus berlaku dengan cara menunjukkan kondisi yang layak untuk mendapatkan rasa welas asih. Malahan selain ditangkap. Selain itu. terlihat bahwa penanganan Gepeng belum efektif. tetapi ternyata setelah dipulangkan mereka balik kembali. sehingga para Gepeng akan kembali dna kembali lagi setelah tertangkap dan dipulangkan. Upaya yang menimbulkan efek jera pada Gepeng belum terwujud secara baik. Gepeng juga dibina.Gepeng. seperti di sekitar rumahnya atau di tempat umum. meskipun pemerintah seperti di Kota Denpasar telah memasang spanduk yang berisikan agar warga tidak memberikan sedekah kepada Gepeng. diperoleh informasi juga bahwa warga tidak memiliki hak atau kewajiban untuk menegur apalagi menangkap Gepeng. Sementara di sisi lain. Selain itu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful