P. 1
MAKALAH BIMBINGAN KONSELING

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING

|Views: 278|Likes:
Published by Furqon Kautsar

More info:

Published by: Furqon Kautsar on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING

DESKRIPSI DIRI

Oleh : Delya Fauziah Indri Agnesty M. Furqon Kausar Reny Kartika Sari Septiany Kurnia .P

hari. emosional dan social diri Harapan tentang diri Konsep diri memberikan rasa kontinuitas. citra tubuh. Keempat komponen konsep diri adalah identitas. Selain itu. Sedangkan seseorang disebut sakit apabila gagal dalam mempertahankan keseimbangan diri dan lingkungannya. kepercayaan dan nilai yang diketahui individu tantang dirinya dan memengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Konsep diri adalah semua perasaan. Konsep diri berkembang secara bertahap saat bayi mulai mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain. termasuk pandangan tentang maskulinitas dan feminitas. Konsep diri yang sehat mempunyai tingkat kestabilan yang tinggi dan membangkitkan perasaan negatif atau positif yang ditujukan pada diri. citra tubuh yang merupakan gambaran dari mental kita adalah bagian konsep diri yang mencakup sikap dan pengalaman yang berkaitan dengan tubuh. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan hidupnya. Manusia dalam mewujudkan keadaannya untuk sehat berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. struktur dan fungsi. Latar Belakang Manusia adalah makhluk biopsikososial yang unik dan menerapkan system terbuka serta saling berinteraksi.BAB I PENDAHULUAN A. . daya tahan dan kapabilitas. keutuhan dan konsistensi pada seseorang. Cara orang lain melihat tubuh kita juga mempunyai pengaruh. Aktualisasi diri menurut Maslow merupakan tingkat kebutuhan yang paling tinggi dan untuk mencapainya diperlukan konsep diri yang sehat. harga diri dan peran. Konsep diri adalah citra subyektif dari diri dan pencampuran yang kompleks dari perasaan. kegagahan fisik. Konsep diri adalah kombinasi dinamis yang dibentuk selama selama bertahun-tahun dan didasarkan pada hal berikut :         Reaksi orang lain terhadap tubuh seseorang Persepsi berkelanjutan tentang reaksi orang lain terhadap dirinya Hubungan dengan diri dan orang lain Struktur kepribadian Persepsi terhadap stimulus yang mempunyai dampak pada diri Pengalaman baru atau sebelumnya Perasaan saat ini tentang fisik. Identitas membentuk salah satu dari keempat prinsip yang terintigrasi dari konsep diri. Citra tubuh berkembang secara bertahap dan dapat berubah dalam beberapa jam. sikap dan persepsi bawah sadar maupun sadar. minggu dan bulan bergantung pada stimuli eksternal pada tubuh dan perubahan aktual dalam penampilan. Konsep diri dikembangkan melalui proses yang sangat kompleks yang melibatkan banyak variable.

ide. Secara umum konsep diri adalah semua tanda. . yaitu diri sendiri dan orang lain. Harga diri mencakup penerimaan diri sendiri karna nilai dasar. kemampuan.Harga diri berasal dari dua sumber. Harga diri bergantung pada kasih sayang dan penerimaan. nilai. keyakinan dan pendirian yang merupakan suatu pengetahuan individu tentang dirinya yang dapat mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. meski lemah dan terbatas. termasuk karakter. dan tujuan.

baik secara internal maupun eksternal. 3. Citra tubuh juga dipengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Nilai-nilai atau harga diri adalah kebutuhan dasar manusia yang dipengaruhi oleh sejumlah control yang mereka miliki terhadap tujuan dan keberhasilan dalam hidup. keutuhan dan konsistensi dari seseorang sepanjang waktu dan dalam berbagai situasi. Harga diri Harga diri berdasarkan pada factor internal dan eksternal. 4. tujuan. Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain. 1.BAB II PEMBAHASAN A. Perilaku didasarkan pada pola yang ditetapkan melalui sosialisasi. Sosialisasi itu sendiri dimulai tepat setelah lahir. Evaluasi diri adalah proses mental yang berkelanjutan. namun menjadi diri yang utuh dan unik. Pencapaian identitas diperlukan untuk hubungan yang intim karma identitas seseorang diekspresikan dalam berhubungan dengan orang lain. nilai dan standar perilaku yang diupayakan untuk dicapai. 2. nilai cultural dan sosial. Diri ideal terdiri atas aspirasi. Harga diri dapat dipahami dengan memikirkan hubungan antara konsep diri seseorang dan diri ideal. Peran Peran mencakup harapan atau standar perilaku yang telah diterima oleh keluarga. Citra tubuh Citra tubuh membentuk persepsi seseorang tentang tubuh. sikap. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditujukan pada tubuh. Komponen konsep diri Konsep diri dapat digambarkan dalam istilah rentang dari kuat sampai lemah atau dari positif sampai negatif. Bergantung kepada kekuatan individu dari keempat komponen konsep dirinya. Identitas menunjukkan menjadi lain dan terpisah dari orang lain. Identitas Identitas mencakup rasa internal tentang individualitas. ketika bayi berespons terhadap orang dewasa dan orang dewasa berespons terhadap perilaku bayi. komunitas dan kultur. Anak belajar perilaku yang diterima oleh masyarakat melalui proses berikut : .

Setiap tahap perkembangan mempunyai aktivitas spesifik yang membantu seseorang dalam mengembangkan konsep diri yang positif. keterampilan atau perilaku dari anggota social atau kelompok cultural Identifikasi : seorang anak menginternalisasikan keyakinan. Pengalaman pertama bayi dengan tubuh mereka yang sangat ditentukan oleh kasih sayang dan sikap ibu adalah dasar untuk perkembangan citra tubuh. Penyapihan. perkembangan citra tubuh dan konsep diri mengalami kerusakan. B. Selama sosialisasi. Tanpa stimulasi yang adekuat dari kemampuan motorik dan penginderaan. Inhibisi : seorang anak belajar memperbaiki perilaku. Anak-anak beralih dari ketergantungan total kepada rasa kemandirian dan keterpisahan diri mereka dari orang lain. . Mereka belajar mengontrol tubuh mereka melalui keterampilan locomotion.Reinforcement-extinction : perilaku tertentu menjadi umum atau dihindari. Bayi Apa yang pertama kali dibutuhkan seorang bayi adalah pemberi perawatan primer dan hubungan dengan pemberi perawatan tersebut. Todler Tugas psikososial utama mereka adalah mengembangkan otonomi. Anak usia bermain belajar untuk mengoordinasi gerakan dan meniru orang lain. yang memberikan kepuasan peribadi yang sama Imitasi : seorang anak mendapatkan pengetahuan. dan nilai dari model peran ke dalam ekspresi diri yang unik dan personal. bahkan ketika berupaya untuk melibatkan diri mereka. bergantung apakah perilaku ini diterima dan diharuskan atau tidak diperbolehkan dan dihukum. kontak dengan orang lain. berbicara dan sosialisasi. dan penggalian lingkungan memperkuat kewaspadaan diri. Mereka mencapai keterampilan dengan makan sendiri dan melakukan tugas higien dasar. 2. perilaku. seorang anak umumnya mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berfungsi dalam banyak peran yang berbeda. Bayi menumbuhkan rasa percaya dari konsistensi dalam interaksi pengasuhan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh orang tua atau orang lain. Sosialisasi yang tidak berhasil adalah ketidakmampuan untuk berfungsi seperti yang dapat diterima oleh nilai masyarakat. 1. Substitusi : seorang anak menggantikan satu perilaku dengan perilaku lainnya. Perkembangan konsep diri Perkembangan konsep diri adalah proses sepanjang hidup. toilet training.

emosional. Masa dewasa muda Pada masa dewasa muda perubahan kognitif. dan perasaan tentang diri. sosial dan intelektual. Kaluarga sangat penting untuk pembentukan konsep diri anak dan masukan negatif pada masa ini akan menciptakan penurunan harga diri dimana orang tersebut sebagai orang dewasa akan bekerja keras untuk mengatasinya. Pengalaman negatif sebagai anak dapat mengakibatkan konsep diri yang buruk. perasaan.3. dan sosial. perilaku dan tempat lain. Pengalaman yang positif pada masa kanan-kanak memberdayakan remaja untuk merasa baik tentang diri mereka. Perkembangan konsep diri dan citra tubuh sangat berkaitan erat dengan pembentukan identitas. sosial dan perilaku terus terjadi sepanjang hidup. . Penghargaan dari anggota keluarga menjadi penghargaan diri. meningkatkan kesadaran diri. Usia prasekolah Pada masa ini seorang anak memiliki inisiatif. pertumbuhan menjadi cepat dan lebih banyak didapatkan keterampilan motorik. Sepanjang maturasi seksual. Pengamanan dini mempunyai efek penting. Konsep diri dan citra tubuh dapat berubah pada saat ini karna anak terus berubah secara fisik. dan identitas seksual menguat. rentan perhatian meningkat dan aktivitas membaca memungkinkan ekspansi konsep diri melalui imajinasi ke dalam peran. peran. Pertumbuhan yang cepat yang diperhatikan oleh remaja dan orang lain adalah faktor penting dalam penerimaan dan perbaikan citra tubuh. mental dan sosial. Konsep diri secara konstan terus berkembang dan dapat diidentifikasi dalam nilai. mengenali jenis kelamin. Tubuh anak berubah. Masa remaja Masa remaja membawa pergolakan fisik. Dalam masa ini konsep diri dan citra tubuh menjadi relatif stabil. Mereka mengumpulkan berbagai peran perilaku sejalan dengan mereka menetapakan rasa identitas. meningkatkan keterampilan berbahasa. mencapai kestabilan dalam pekerjaan dan mulai melakukan hubungan erat. Anak usia sekolah Pada masa ini seorang anak menggabungksn umpan balik dari teman sebaya dan guru. 5. dan nilai baru harus diintegrasikan ke dalam diri. penghargaan dan penerimaan diberikan untuk penampilan normal dan perilaku yang sesuai berdasarkan standar sosial. 6. Konsep diri dan citra tubuh adalah kreasi sosial. Dewasa muda adalah periode untuk memilih. emosional. Anak-anak belajar menghargai apa yang orang tua mereka hargai. 4. dan sensitive terhadap umpan balik keluarga. Adalah periode untuk menetapakan tanggung jawab. Dengan anak memasuki usia sekolah. sikap.

Tingkat perkembangan dan kematangan Perkembangan anak seperti dukungan mental. Orang tua yang bekerja seharian akan membawa anak lebih dekat pada lingkungannya. Terjadi penurunan kekuatan otot dan tonus otot. Orang usia dewasa tengah yang manerima usia mereka dan tidak mempunyai keinginan untuk kembali pada masa-masa muda menunjukkan konsep diri yang sehat. . Lansia Parubahan pada lansia tampak sebagai penurunan bertahap struktur dan fungsi. rambut memutih dan varises. 8. Masa lansia adalah waktu dimana orang bercermin pada hidup mereka. kebotakan. Sumber eksternal dan internal Dimana kekuatan dan perkembangan pada individu sangat berpengaruh terhadap konsep diri. Konsep diri selama masa lansia dipengaruhi oleh pengalaman sepanjang hidup. Budaya Dimana pada usia anak-anak nilai-nilai akan diadopsi dari orang tuanya. Tahap perkembangan ini terjadi sebagai akibat perubahan dalam produksi hormonal dan sering penurunan dalam aktivitas mempengarui citra tubuh yang selanjutnya dapat mengganggu konsep diri. Usia dewasa tengah Usia dewasa tengah terjadi perubahan fisik seperti penumpukan lemak.7. C. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri Adapun factor-faktor yang mempengaruhi pembentukan konsep diri adalah sebagai berikut : 1. meninjau kembali keberhasilan dan kekecewaan dan dengan demikian menciptakan rasa kesatuan dari makna tentang diri makna tentang diri mereka dan dunia membentu generasi yang lebih muda dalam cara yang positif sering lansia mengembangkan perasaan telah meninggalkan warisan. kelompoknya dan lingkungannya. 4. Pengalaman sukses dan gagal Ada kecendrungan bahwa riwayat sukses akan meningkatkan konsep diri demikian pula sebaliknya. perlakuan dan pertumbuhan anak akan mempengaruhi konsep dirinya. Tahun usia tengah sering merupakan waktu untuk mengevaluasi kembali pengalaman hidup dan mendefinisikan kembali tentang diri dalam peran dan nilai hidup. 3. 2.

citra tubuh. a) Stresor identitas Identitas didefinisikan sebagai pengorganisasian prinsip dari system kepribadian yang bertanggung jawab terhadap kesatuan. Citra tubuh terdiri atas elemen ideal dan nyata. b) Stresor citra tubuh Perubahan dalam penampilan. Identitas dipengaruhi oleh stresor seumur hidup. atau perilaku peran. Stresor Stresor menantang kapasitas adaptif seseorang. Kebingungan identitas dapat terjadi kapan saja dalam kehidupan jika seseorang tidak mampu mengatasi stresor identitas. Sepanjang hidup orang menjalani berbagai perubahan peran. konsisten. d) Stresor peran Peran membentuk pola perilaku yang diterima secara sosial yang berkaitan dengan fungsi seorang individu dalam berbagai kelompok sosial. Ketidakmampuan untuk memenuhi harapan orang tua. Makin besar makna penting dari tubuh atau bagian spesifik. ambiguitas peran atau ketegangan peran. Stresor konsep diri adalah segala perubahan nyata atau yang diserap yang mengancam identitas. Seorang wanita yang memasukkan payudara sebagai citra tubuhnya dalam elemen ideal. Makna dari kehilangan fungsi atau perubahan dalam penampilan dipengaruhi oleh persepsi individu tentang perubahan yang dialaminya. Dalam stress ekstrem seorang individu dapat mengalami depersonalisasi.5. dan konsistensi dari kepribadian. maka makin besar ancaman yang dirasakan akibat perubahan dalam citra tubuh. Perubahan normal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan maturasi mengakibatkan transisi perkembangan. Bingung identitas terjadi ketika seseorang tidak mempertahankan identitas personal yang jelas. keunikan. . struktus atau fungsi bagian tubuh akan membutuhkan perubahan dalam citra tubuh. dan kekalahan yanmg berulang dapat menurunkan tingkat nilai diri. yaitu suatu keadaan dimana realitas internal dan eksternal atau perbedaan antara diri dan orang lain tidak dapat ditetapkan. prasekolah dan remaja. maka kehilangan payudara akibat mastektomi dapat menjadi perubahan yang signifikan. Stresor pada orang dewasa mencakup ketidakberhasilan dalam pekerjaan dan kegagalan dalam hubungan. Masing-masing dari transisi dapat mengancam konsep diri yang mengakibatkan konflik peran. hukuman yang yang tidak konsisten. kritik tajam. kompeten dan bernilai. persaingan antara saudara sekandung. dan terus sadar. Proses normal dari kematangan dan perkembangan itu sendiri adalah stresor. harga diri. bukan hasil spesifik tindakan seseorang atau respon khas terhadap sesuatu. usia bermain. c) Stresor harga diri Harga diri adalah rasa dihormati. kontinuitas. diterima. Selye (1956) menyatakan bahwa stres adalah kehilangan dan kerusakan normal dari kehidupan. Banyak stresor mempengaruhi harga diri seorang bayi.

6. Ketegangan peran dapat diekspresikan sebagai perasaan frustasi ketika seseorang merasakan tidak adekuat atau merasa tidak sesuai dengan peran. Rencana keperawatan yang dirumuskan untuk membantu klien dengan perubahan konsep diri dapat ditingkatkan atau digagalkan oleh nilai dan perasaan bawah sadar perawat.1) Konflik peran Konflik peran adalah tidak adanya kesesuaian harapan peran. D. 3) Ketegangan peran Ketegangan peran adalah perpaduan antara konflik peran dan ambiguitas peran. Ketika terdapat ketidakjelasan harapan. berlawanan. Jika seseorang diharuskan untuk secara bersamaan menerima dua peran atau lebih yang tidak konsisten. bagaimana harus melakukannya. Usia. atau sangat eksklusif maka dapat terjadi konflik peran. Terdapat tiga jenis dasar konflik peran yaitu : a) Konflik interpersonal terjadi ketika satu orang atau lebih mempunyai harapan yang berlawanan atau tidak cocok secara individu dalam peran tertentu. 2) Ambiguitas peran Ambiguitas peran mencakup harapan peran yang tidak jelas. hampir pasti baik klien maupun keluarganya akan melihat pada perawat dan mengamati respons dan reaksi mereka terhadap situasi yang baru. Penting artinya bagi perawat untuk mengkaji dan mengklarifikasi hal-hal berikut mengenai diri mereka : . keadaan sakit dan trauma Dimana usia tua dan keadaan sakit akan memengaruhi persepsi seseorang. b) Konflik antar-peran terjadi ketika tekanan atau harapan yang berkaitan dengan satu peran melawan tekanan atau harapan yang saling berkaitan. maka orang menjadi tidak pasti apa yang harus dilakukan. Kelebihan beban peran terjadi ketika seseorang individu tidak dapat memutuskan tekanan mana yang harus dipatuhi karna jumlah tuntutan yang banyak dan konflik prioritas. c) Konflik peran personal terjadi ketika tuntutan peran melanggar nilai personal individu. atau keduanya. Pengaruh perawat pada konsep diri klien Penerimaan perawat terhadap klien dengan perubahan konsep diri membantu menstimulasi rehabilitasi yang positif. Klien yang penampilan fisiknya telah mengalami perubahan dan yang harus beradaptasi terhadap citra tubuh yang baru. Dalam hal ini perawat mempunyai dampak yang signifikan.

memahami dirinya sendiri serta nilai yang dianut. b) Mengurangi keraguan. bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk untuk kesembuhan pasien. Menurut Carl rogers prinsip-prinsip komunikasi terapeutik diantaranya : A. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar. Perawat harus dapat menciptakan suasana yang memungkinkan pasien memiliki motivasi untuk mengubah dirinya sendiri baik sikap. Perawat harus memahami. spiritual dan gaya hidup. D. Hubungan perawat dan klien yang terapeutik akan memepermudah proses komunikasi tersebut. Perawat harus menciptakan suasana yang memungkinkan suasana yang memungkinkan pasien bebas berkembang tanpa rasa kuat. E. Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan pasien baik fisik maupun mental. B.  Nilai dan harapan pribadi apa yang ditunjukkan dan mempengaruhi klien  Bagaimana pendekatan tidak menghakimi dapat bermanfaat bagi klien Untuk menciptakan hubungan antara perawat dan pasien diperlukan komunikasi yang akan mempermudah dalam mengenal kebutuhan pasien dan menentukan rencana tindakan serta kerja sama dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Mampu menetukan batas waktu yang sesuai dan dapat mempertahankan konsistensinya. Mampu berperan sebagai role model agar dapat menunjukkan dan meyakinkan orang lain tentang kesehatan. Tujuan komunikasi terapeutik itu sendiri adalah : a) Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien percaya pada hal yang diperlukan. G. oleh karma itu perawat perlu mempertahankan suatu keadaan sehat fisik mental. saling percaya dan saling menghargai. H. C. Kejujuran dan komunikasi terbuka merupakan dasar dari hubungan terapeutik. Bertanggung jawab dalam dua hal yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri atas tindakan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang lain. tingkah lakunya sehingga tumbuh makin matang dan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. J. Perasaan perawat sendiri mengenai kesehatan dan penyakit  Bagaimana perawat bereaksi terhadap stress  Kekuatan komunikasi nonverbal dengan klien dan keluarganya dan bagaimana hal tersebut ditunjukkan. . F. I. c) Mempengaruhi orang lain. membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan egonya. Perawat harus mengenal dirinya sendiri yang berarti menghayati. Komunikasi harus ditandai dengan sikap saling menerima. manghayati nilai yang dianut oleh pasien. lingkungan fisik dan dirinya sendiri.

Sekarat dan kematian Sekarat (dying) merupakan kondisi pasien yang sedang manghadapi kematian. Kehilangan dapat berupa kehilangan yang nyata (actual loss) yaitu kehilangan orang atau obyek yang tidak lagi bisa dirasakan. dan reaksi yang normal terhadap kehilangan. Kematian (death) merupakan kondisi terhentinya pernapasan. . yang memiliki berbagai hal dan harapan tertentu untuk meninggal. baik sebagian atau keseluruhan. Berduka Berduka (grieving) merupakan reaksi emosional terhadap kehilangan. Kehilangan Kehilangan (loss) adalah suatu situasi actual meupun potensial yang dapat dialami individu ketika berpisah dengan suatu yang sebelumnya ada.  Berduka yang rumit dialami oleh seseorang yang sulit untuk maju ketahap berikutnya. dilihat.Adapun masalah-masalah yang dihadapi seseorang yang berhubungan dengan konsep diri adalah sebagai berikut : 1. Adapun jenis berduka yaitu :  Berduka normal terdiri atas perasaan.  Berduka tertutup yaitu kedukaan akibat kehilangan yang tidak dapat diakui secara terbuka. 2. perilaku. 3. nadi dan tekanan darah serta hilangnya respons terhadap stimulus eksternal. atau terjadi perubahan dalam hidup sehingga terjadi perasaan kehilangan. diraba atau dialami oleh seseorang dan kehilangan yang dirasakan (perceived loss) yaitu kehilangan yang sifatnya unik menurut orang yang mengalami kedukaan.  Berduka antisipatif yaitu proses melepaskan diri yang muncul sebelum kehilangan atau kematian yang sesungguhya terjadi.

nilai dan sikap budaya dan social. . dan persepsi individu tantang tubuh. serta aktivitas intelektual dan kesenangan. Komponen konsep diri adalah identitas. Citra tubuh adalah gambaran mental tubuh seseorang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan. mendorong eksplorasi diri klien. Saran  Untuk memepermudah seorang perawat dalam pengaplikasian teori ini hendaknya seorang perawat memahami dan mampu membangun konsep dirinya sendiri yang positif  Untuk menambah wawasan pembaca dapat melihat reverensi yang lain. Harga diri bergantung pada persepsi seseorang tentang ideal diri dan stresor harga diri meliputi perkembangan dan hubungan. Dalam penanganan masalah konsep diri dibutuhkan peran perawat sebagai orang yang paling dekat dengan klien secara intensif. penyakit. pengalaman keluarga. B. pembedahan serta respon individu lain terhadap perubahan individu yang di akibatkan oleh kejadian ini. citra tubuh. harga diri dan peran yang dapat dipengaruhi oleh peran kesehatan.BAB III PENUTUP A. Oleh karna itu perawat-klien dapat terlibat dalam peningkatan kesadaran diri klien. Stresor citra tubuh mencakup perubahan dalam penampilan fisik. Dalam hal ini komunikasi terapeutik memegang peranan penting yang memiliki tujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan klien. emosional dan social dibentuk berdasarkan reaksi orang lain terhadap seseorang dan kemudian oleh interpretasi individu tentang reaksi ini pada diri sendiri. Identitas adalah rasa konsisten dari berbagai individu yang berbeda dari orang lain. Stresor identitas selama masa remaja dapat menimbulkan kebingungan identitas. social dan okupasi. membantu klien merumuskan tujuan dalam upaya adaptasi dan membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Untuk itu diperlukan hubungan antara perawatklien yang akan mempermudah dalam pemenuhan kebutuhan klien. membantu klien dalam evaluasi diri. struktur atau fungsi tubuh. Kesimpulan Konsep diri secara fisiologis.

2006. Fundamental Keperawatan. Perry. Jakarta : Salemba Medika. Jakarta : EGC . 2006. Jakarta : EGC Purwanto. A. Potter. 2005. Aziz. 1993. Tarwoto dan wartona.DAFTAR PUSTAKA Alimuh H. Kebutuhan Dasar Manusia. Komunikasi Untuk Perawat. Jakarta: Salemba Medika. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. heri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->