MIAH: YUNANI KUNO, ABAD PERTENGAHAN, MASA KEKHILAFAHAN, RENAISSANCE DAN AUFKLAERUNG, ZAMAN MODERN, DAN ZAMAN KONTEMPORER

(sebuah pengantar)
07 Nov A. Zaman Yunani Kuno Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. Jadi, dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi. Secara umum dapat dikatakan, para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk “melahirkan” pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu. Dengan demikian Sokrates meletakkan dasar bagi pendekatan deduktif. Pemikiran Sokrates dibukukan oleh Plato, muridnya. Hidup pada masa yang sama dengan mereka yang menamakan diri sebagai “sophis” (“yang bijaksana dan berapengetahuan”), Sokrates lebih berminat pada masalah manusia dan tempatnya dalam masyarakat, dan bukan pada kekuatan-kekuatan yang ada dibalik alam raya ini (para dewa-dewi mitologi Yunani). Seperti diungkapkan oleh Cicero kemudian, Sokrates “menurunkan filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah”. Karena itu dia didakwa “memperkenalkan dewa-dewi baru, dan merusak kaum muda” dan dibawa ke pengadilan kota Athena. Dengan mayoritas tipis, juri 500 orang menyatakan ia bersalah. Ia sesungguhnya dapat menyelamatkan nyawanya dengan meninggalkan kota Athena, namun setia pada hati nuraninya ia memilih meminum racun cemara di hadapan banyak orang untuk mengakhiri hidupnya. Filsafat pra-sokrates ditandai oleh usaha mencari asal (asas) segala sesuatu . Tidakkah di balik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya ada satu azas? Thales

dan etikanya.mengusulkan: air. Namun tetap menjadi pertanyaan: bagaimana yang satu itu muncul dalam bentuk yang banyak. B. Periode ini ditandai oleh bapak-bapak Gereja (patristik) yang dimulai dengan tampilnya apologet dan para pengarang Gereja. masyarakat dan sejarah. Hal itu kelihatan jelas pada Filsafat Plotinus. Karena . dan berfilsafat dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain. tentang manusia. Empedokles: api-udara-tanah-air. kepribadian. Yang terkenal Tertulianus (160222). Filsafat rasional dan sains tidak penting. dan bagaimana yang banyak itu sebenarnya hanya satu? Pythagoras (580-500 sM) dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu. sifat Tuhan. Oleh karena itu tujuan dari filsafat adalah bersatu dengan Tuhan. terutama pada Zaman Sofis. Anaximandros: yang tak terbatas. mempelajarinya merupakan usaha mubadzir. Agustinus. kesusilaan. Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Sokrates (470-399 sM). Abad Pertengahan merupakan dominasi akal yang hampir seratus persen pada Zaman Yunani sebelumnya. Untuk mempertahankan dan menyebarkanya maka mereka menggukanakan falsafat Yunani dan memperkembangkanya lebih lanjut. kepribadian. manusia dan dunia. etika. 2003: 191). menghabiskan waktu secara sia-sia. beserta etikanya. khususnya mengenai soal-soal yang berhubungan dengan manusia. mencari jalan menuju teologi Kristiani. Anselmus. Berdasarkan ajaran Neo-Plaonisi da Stoa. Istilah Patristik berasal dari kata latin patres yang berarti Bapak dalam lingkungan gereja. melalui peletakan dasar intelektual untuk agama kristen. Untuk mempertahankan dan menyebarkannya maka mereka menggunakan Filsafat Yunani dan mengembangkannya lebih lanjut. Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa Patristik dan masa Skolastik. kesusilaan. Origenes (185-254). Bapak yang mengacu pada pujangga Kristen. sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Bukti adanya Tuhan. yang sangat besar pengaruhnya (De Civitate Dei). sifat tentang Tuhan (Burhanuddin. Ia mengatakan bahwa Tuhan bukan untuk dipahami melainkan untuk dirasakan. tata dalam alam. Ciri-ciri pemikiran filsafat barat abad pertengahan adalah: cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja. Democritus (460-370 sM) dikenal oleh konsepnya tentang atom sebagai basis untuk menerangkannya. manusia dan dunia. dan kerena itu filsafatnya mendapat kritikan. ajarannya meliputi pengetahuan. Pemasungan akal dengan jelas terlihat pada pemikiran Plotinus. Agustinus (354-430). jiwa. Herakleitos mengajar bahwa segala sesuatu mengalir (“panta rei” = selalu berubah). pedoman hidup manusia. Plato (428-348 sM) dan Aristoteles (384-322 sM). khususnya mengenai soal-soal tentang kebebasan manusia. Sebagaimana telah dikatakan. Pada Aquinas penghargaan terhadap akal muncul kembali. Dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. Zaman Pertengahan Filsafat Barat Abad Pertengahan (476 – 1492) juga dapat dikatakan sebagai “abad gelap”. berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles. Di dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. Akal pada Abad Pertengahan ini benar-benar kalah. Jadi dalam hidup ini rasa itulah satu-satunya yang dituntun oleh Kitab Suci.

maka filsafat mereka menempati pengertian agama yang absolut dalam dirinya. Karena iman harus menang mutlak orangorang yang masiih menghidupkan filsafat (akal) harus dimusuhi. tidak absolut. Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo mengoleksi tidak kurang dari 2 juta judul buku. yang dalam catatan Chatolique . Ciri khas Filsafat Abad pertengahan terletak pada rumusan terkenal yang dikemukakan oleh Saint Anselmus. Thomas Aquinas. Oleh karena itu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi Barat hingga kira-kira abad ke-10. Maka pada tahun 415 M. Tokoh-Tokoh Filsafat Pada Zaman Patristik adalah Augustinus. C. Zaman ini ditandai dengan pengaruh yang cukup besar dari agama Katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu. Penafsiran sebanarnya tidak lebih berarti dari pada sekedar filsafat juga. diantaranya yang terkenal adalah perpustakaan Cordova yang saat itu memiliki tidak kurang 400 ribu judul buku. mengoleksi lebih dari 3 juta judul buku. yaitu Credo Ut Intelligam. Bandingkan dengan perpustakaan Gereja Canterbury yang berdiri empat abad setelahnya. Sedangkan kelemahan dalam Filsafat Kristen pada Abad Pertengahan itu adalah sifatnya yang terlalu yakin terhadap penafsiran teks kitab suci. Menjelang berakhirnya abad tengah. Pada abad ke-10. kondisi barat tidak akan ada artinya”. ada kemajuan-kemajuan yang tampak dalam masyarakat berupa penemuan-penemuan. di Andalusia terdapat 20 perpustakaan umum. telah menutup sama sekali ruang gerak filsafat rasional. Terdapat Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan oleh Khalifah al-Muntashir Billah di Kota Baghdad. Zaman Kekhilafahan Berbeda dengan keaadan di Eropa. Hypatia seorang yang terpelajar ahli filsafat pada zaman Aristoteles dibunuh. Menurut Montgomery Watt dalam bukunya The Influence of Islam on Medieval Europa (1994) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 31) menyatakan “peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. iman telah menang mutlak. Jadi penafsiran pada dasarnya bersifat relatif kebenarannya.Simplicius salah seorang pemikir zaman Plotinus. di Eropa tidak ada kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan yang spektakuler yang dapat dikemukakan dan di sebut abad kegelapan. Tahun 529 M Kaisar Justianus mengeluarkan Undang-Undang yang melarang Filsafat. Bukti perkembangan tradisi pemikiran ilmiah pada masa kekhilafahan Islam dapat dilihat dari sarana dan prasarana pendidikan yang telah maju pada zamannya. Ada pula Madrasah An-Nuriah yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Muhammad Nuruddin Zanky. tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi motornya. Orang Romawi sibuk dengan masalah keagamaan tanpa memperhatikan masalah duniawi dan ilmu pengetahuan. yang pernah dibakar pasukan Salib Eropa. Anselmus. yang berarti iman terlebih dahulu setelah itu mengerti. Karena filosof pada zaman itu rata-rata menjabat sebagai orang suci (Saint). Pengertian umum tentang zaman pertengahan yang berkaitan dengan perkembangan pengetahuan ialah suatu periode panjang yang dimulai dari jatuhnya kekaisaran Romawi Barat tahun 476 M hingga timbulnya Renaisance di Italia. Perpustakaan Umum Tripoli di Syam. di dunia Islam pada masa yang sama justru malah mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

al-Maqalah fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah. sains dan teknologi pada masa kekhilafahan Islam. Ilmuwan Muslim lainnya yang memajukan tradisi pemikiran ilmiah pada masa keemasan Islam adalah al-Khawarizmi yang terkenal dengan kitab monumentalnya. ia menulis ensiklopedia jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. dan benda) semuanya relatif dan tidak absolute. dikategorikan sebagai ilmuwan terhebat sepanjang zaman. Di dalam kitabnya. Boyer dalam bukunya The Arabic Hegemony: A History of Mathematics. Kemudian. fiki. Selain itu. dan lain-lain. adab. Teori relativitas merupakan revolusi dari ilmu matematika dan fisika. 2011: 32). mengungkapkan bahwa kitab Al-Jabr karya al-Khawarizmi itu telah menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua. dan Descartes yang menanggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolute. Al-Falsafah al-Ula. . Melalui kitabnya ini. diantaranya Imam Syafi’I yang menurut Imam Al-Mawardi karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir. hanya memiliki tidak lebih dari 2 ribu judul buku (Sadik. Karyanya yang sangat terkenal Al-Qanun fi ath-Thibb. gerakan. menyebutkan bahwa Al-Biruni telah berkontribusi penting dalam geodesi dan geografi karena dialah yang pertama kali memperkenalkan teknik mengukur jarak di bumi menggunakan metode triangulasi. Al-Jawahir atau Book of Precious Stones. alKhawarizmi telah meletakkan dasar cabang Matematika modern yakni Aljabar (Algebra). ruang. yang oleh saintis Barat. seorang ilmuwan Muslim abad ke-9 M telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas tersebut. al-Biruni menjelaskan beragam mineral dan mengklasifikasikannya berdasarkan warna. Carl B. Dalam kitabnya. kekerasan. Ia berbeda dengan Galileo. John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam bukunya History of Mathematics. terdapat cendekiawan bidang sains yang disegani di dunia barat yaitu Ibnu Sina (dikalangan ilmuwan Barat dikenal dengan nama Avicenna). Menurut catatan sejarah. bau.Encyclopedia. yang versi terjemahan bahasa Inggrisnya adalah The Compendious Book on Calcuation By Completion and Balancing. 2011: 31). Teori Einstein tentang relativitas yang dipublikasikan dalam La Relativite banyak dipengaruhi oleh pemikiran al-Kindi. Al-Biruni merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan suara. Dalam kitabnya. Jonathan Bloom dan Sheila Blair dalam bukunya Islam: A Thousand Years of Faith and Power (2002) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 32) menyatakan bahwa “rata-rata tingkat kemampuan literasi (membaca dan menulis) di dunia Islam pada Abad Pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa”. George Sarton (Introduction to the History of Science. Karya lainnya adalah Kitab Asy-Syifa yang terdiri dari 18 jilid dan dikenal di dunia kedokteran modern sebagai ensiklopedia filosofi kedokteran (Sadik. 1000 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitas. 1927). yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Canon of Medicine merupakan tujukan bidang kedokteran dunia selama berabad-abad. kepadatan serta beratnya. Tokoh-tokoh yang terkenal memberi dasar pada kemajuan tradisi pemikiran ilmiah. al-Kindi mengemukakan bahwa fisik bumi dan seluruh fenomena fisik bumi (waktu. Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal dengan kitabnya Al-Musnad. Al-Biruni. yaitu al-Kindi.

Perkembangan pemikiran filsafat di era kekhilafahan Islam dimulai dari seorang tokoh yang bernama Al-Kindi yang merupakan orang arab keturunan Qahtan. namun menurut Al-Badawi yang tersisa saat ini hanya 17 buah antara lain yang terkenal al-Syifa’. astronomi dan perbintangan 45 topik. Seperti halnya Al-Kindi. ilmu pengetahuan modern bisa mengenal asam klorida. Penelitiannya mengenai cahaya telah memberikan dasar penting kepada saintis Barat yaitu Boger. muncul nama besar lainnya dalam sejarah filsafat Islam yaitu Al-Farabi. dan metafisika. 2002: 75). asam asetat. telah menjadi rujukan di berbagai universitas Eropa selama ratusan tahun. Keduanya berusaha untuk mengintegrasikan pandangan kefilsafatan dengan agama. yang menyatakan bahwa di Andalusia (Spanyol) belum pernah ada orang yang berpengetahuan lebih mendalam. Karya monumental Al-Kindi di bidang filsafat adalah Kitab Ila alMu. yaitu logika. Sepeninggal Ibnu Sina. dalam bidang logika sebanyak 36 buah. kecenderungan filsafat Ibnu Sina tidak juah beda dengan al-Farabi. Al-farabi merupakan filosuf muslim kedua setelah Al-Kindi. Dari kampungnya Al-Farabi menuju Baghdad yang terkenal pada masa itu sebagai pusat studi sains. Mendalamnya pengetahuan Al-Kindi Nampak dari karya-karyanya yang telah dikumpulkan oleh An-Nadlim sebanyak 241 topik. Berkat jasa Jabir. Bacon. Ibnu Sina meninggal dalam usia 58 tahun pada hari Jum’at pertama Ramadhan tahun 428 H/1049 M (Maghfur. Adapun Jabir Ibnu Hayyan atau di Barat dikenal dengan nama Geber merupakan peletak dasar ilmu kimia modern. antara . Menurut Ibnu Tufayl dalam pengantar Risalah Hayyi bin Yaqzan. matematika. Saat ini karya Ibnu Bajjah yang telah didaftar oleh Oxford meliputi 29 judul.tashim Billah fi al-falsafah al-Ula. 2002: 66).Perkembangan dunia sains juga dipelopori oleh al-Haitham atau Alhazen. Kedudukan AlKindi diakui oleh ahli sehrah pemikiran Ibnu An-Nadlim. filsafat 22 topik. matematika 18 topik. dalam bidang logika ada 20 topik. Secara umum. muncul filosuf lain yaitu Ibu Sina (370H/980 M). sahih dan jujur dari segi periwayatannya dalam bidang filsafat selain Ibnu Bajjah. Sepeninggal Al-Kindi pada tahun 260 H/873 M. yang terdiri dari empat bagian. Al-Farabi anak seorang njenderal pada masa Abbasiyah yang lahir di Farab Transoxiana. oleh Ibnu an-Nadlim disebut sebagai tokoh sentral filsafat Islam di Barat. Karya monumental Al-Farabi diantaranya Kitab Al-Qiyas. dan sebagainya.Sepuluh abad sebelum ahli kimia barat John Dalton mencetuskan teori molekul kimia. al-Farabi juga telah melakukan kompromi antara agama dengan filsafat. Ibnu Sina memiliki karya sebanyak 276 Kitab. Jabir Ibnu Hayyan (721 M-815 M) telah menemukannya pada abad ke-8. dan Kepler dalam penciptaan mikroskop serta teleskop. asam nitrat. sebagai salah seorang tokoh agung pada zamannya bahkan dinobatkan sebagai filosuf arab pertama (Maghfur. geometri 23 topik. Setelah Al-Farabi yang meninggal pada 339 H/951 M di damaskus. Tawti’ah fi al-Mantiq. kitabnya yang berjudul AlKimya atau versi terjemahannya The Book of Composition Aichemy. Ibnu Bajjah sezaman dengan alGhazali. asam nitrat. Karya-karya al-Farabi sebanyak 128 buah. muncul filosuf muslim yang mengembangkan tradisi pemikiran filsafat Islam di Barat yakni Ibnu Bajjah (478-503 H/1099-1124 M). asam sitrat. teknik distilasi dan teknik kritalisasi. fisika.

and careful records. Chemicall analyzed innumerable substances. D.which was the most scientific of all medival operations. Alkimia yang diwarisi kaum muslim dari mesir menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan incidental. composed lapidaries distinguished alkalis and acids. alchemy . Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbic). 17 dan 18 ternyata telah dikembangakan oleh matematikawan Arab/Islam kirakira empat abad lebih awal) (Amhar: 2011: 48) Will Durant juga menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: Chemistry as a science was almost created by the moslems. controlled experiment. the sarancens. Zaman ini merupakan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. for in this field. contributed to Chemistry by a thousand. dari metodenya. yang paling ilmiah dari seluru kegiatan pada zaman pertangahan) (Amhar. Setelah itu muncul generasi setelahnya yakni Ibnu Rusyd pada tahun 520 H/1137 M atau 15 tahun setelah wafatnya al-Ghazali.O’Connor dan Edmund F.lain: Maqalat al-Sama’ awa al-Tabi’I. para ilmuwan Muslim mengantarkan pada mengamatan teliti. menyelidiki kemiripannya. Dapat dipastikan bahwa banyak ide yang sebelumnya kita anggap merupakan konsep-konsep brilian matematikawan Eropa pada abad 15. membedakan alkali dan asam. Filosuf muslim Barat kedua adalah Ibnu Tufayl. Introduced precise observation. (Penelitian terkini memberikan gambaran yang baru pada hutang yang telah diberikan matematika Islam pada kita.which the moslems inherited from Egypt. 2002: 82). seperti pada zaman Yunani Kuno. Secara historis Renaisance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman ketika orang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban. 2011: 48). eksperimen terkontrol dan catatan yang hati-hati. mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat. menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya. Filsafat Ibnu Bajjah banyak dipengaruhi unsur Platonisme dibanding Aristoteleanisme (Maghfur.They invented and named the alembic (al-anbiq). sebagaimana John J. Beliau lahir di Granada sekitar 506 H/1123 M. Certainly many of the ideas which were previously thought to have been brilliant new conceptions due to Europen mathamatichians of the sixteenth. Where the Geeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis. Manusia pasa zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran bebas. Serta masih banyak lagi pemikir atau filosuf muslim lainnya yang pernah dilahirkan pada masa keemasan peradaban Islam (masa Kekhilafahan).seventeenth and eighteenth centuries are now known to have been developed by Arabic/Islamic mathamatichians around four centuries earlier. Zaman Renaissance Kata Renaissance berarti kelahiran kembali. investigated their affinities. Saat dalam bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan.studied and manufactured hundreds of drugs. Robertson (1999) menulis dalam MacTutor History of Mathematics Archive: Recent research paints a new picture of the debt that we owe to Islamic mathematics. (Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim. . Pengakuan jujur para peneliti telah menjadi bukti akan kemajuan tradisi berpikir ilmiah pada masa kekhilafahan Islam.

kecuali kalau diyakini sendiri bahwa itu memang benar. (2) memilah-milah masalah menjadi bagian-bagian terkecil untuk mempermudah penyelesaiannya. yaitu: (1) adanya hubungan dengan kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan negara-nagara Perancis. (1) tidak menerima apa pun sebagai hal yang benar. teknologi mendapat arti baru sebagai applied scince (Ilmu terapan).Gejala-gejala kebangkitan kembali pemikiran bebas telah mulai tampak pada abad ke-12M dan merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. (2) Perang Salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali. dan menjadi pelopor dalam usaha mensistemalisasi secara logis prosedur ilmiah. J. Segala uraian dan persoalan yang diluar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan.J. pada zaman Renaisance juga terdapat perkembangan di bidang ilmu negara. (4) perincian yang lengkap dan pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan supaya tidak ada yang terlupakan dari permasalahan yang dikaji (Mustansyir. yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Orang yang merintis suatu perkembangan besar pada abad ke-17 adalah Francis Bacon (1561-1626). langkah-langkah berpikir terdiri dari empat hal. Tokoh yangmemberikan sumbangan pada masa modern adalah Rene Descartes (1596-1650) merupakan tokoh yang amat mendewakan rasio dan terkenal sebagai Bapak Filsafat Modern. yang factual. (3) berpikir runtut dengan mulai dari hal yang paling rumit. Thompson sebagai penemu electron. Menurut Slamet Iman Santosa (1977:65) perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Renaissance mempunyai tiga sumber. E. Menurut Decrates. Kabangkitan ilmu pengetahuan pada zaman Renaisance ditandai dengan timbulnya pemikiran dari tokoh-tokoh terkenal seperti: Nicolas Copernicus. yang positif. Tycho Brahe. Muncul pemikiran positivisme pada abad ke-19 yang dikemukakan oleh Auguste Comte (1798-1857). 2001: 81-82). sekalipun puncaknya baru terdapat pada awal abad ke-17. dan matematika. seperti rasionalisme dan empirisme. Zaman Modern Pada masa ini muncul pemikir-pemikir yang mendorong cara pendekatann yang sama sekali baru terhadap masalah-masalah manusia. (3) jatuhnya Istanbul ke tangan bangsa Turki (1453). Darwin menyumbangkan teori evolusi serta tokoh-tokoh lainnya. Sementara. kemudian menyebarkan kebeberapa tempat di Eropa. yaitu dari Hugo de Groot (1583-1645) dengan gagasannya tentang hukum internasional. dan Francis Bacon. Mulai saat zaman modern. Kebangkitan ilmu pengetahuan ini dipelopori oleh beberapa orang biarawan yang menuntut ilmu di Spanyol. Aliran rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Galileo Galilei. Johannes Kepler. Pemikiran ini berpangkal dari apa yang telah diketahui. perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam . Ia dapat dipandang sebagai orang yang meletakkan dasardasarr bagi metode induksi yang modern. Menurut Comte. Tokoh-tokoh yang lain adalah Isaac Newton (1643-1727) yakni dalam bidang ilmu fisika. Ditemukannya mesin uap oleh James Watt mendorong tercetusnya Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18. Disamping perkembangan di bidang ilmu pengetahuan alam. aliran empirisme berpendapat bahwa empiri ata pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan baik pengalaman batiniah maupun lahiriah.

tetapi menurunkan kualitas. kepada sebab pertama dan tujuan terakhir segala sesuatu. dll. Zaman Kontemporer Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembang dengan sangat cepat. Sekarang microelektronik dan multi media memebawa kita ke masyarakat informasi yang sanggup menyajikan gambar. karena lingkungan yang terlalu cepat berubah. Teknologi sengaja dibuat segera usang atau tidak tahan lama. Perkembangan teknologi akan menambah kuatitas produk. percepatan pertumbuhan teknologi itu sedemikian rupa. Dalam bidang kedokteran. yaitu teologis. Zaman positif adalah zaman ketika orang tahu bahwa tiada gunanya untuk berusaha untuk mencapaii pengetahuan yang mutlak. karena pengaruh negative teknologi dan pengaruh positif ekologi (Jacob.tiga tahap. Dalam disiplin ilmu social. G. Perkembangan teknologi juga ditrandai dengan makin meluasnya penggunaan teknologi modern itu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam media komunikasi. dengan pengertian-pengertian yang dipersatukan dalam sesuatu yang bersifat umum. 1993:19). Orang membayangkan masa depan yang penuh shock. Zaman teologis. suara dan cetakan sekaligus dan dapat bersifat individual dan personal. sehingga kalau diukur dari jangka waktu yang pendek tersebut . pertumbuhan itu laksana sebuah ledakan. kekuatan-kekuatan adikodrati hanya diganti dengan kekuatan-kekuatan yang abstrak. yaitu dengan pengamatan dan dengan memakai akal. materi dan jiwa harus dipisahkan. Di masa depan teknologi akan jauh lebih pesat lagi perkembangannya. berbagai macam pendekatan dihasilkan guna semakin menajamkan daya analisa terhadap fenomena yang ditelitinya. Mahzhab Hippokrates melihat kedokteran secara historis . Salah satu fisikawan yang termasyur pada masa itu adalah Albert Einstein. yang dipandang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Zaman metafisis . Sekarang orang berusaha menemukan hukum-hukum kasamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. terutama fisika sianggap memiliki perkembangan yang sangat spektakuler. yang dimanfaatkan dengan baik pertama kali di Eropa. Dalam dasawarsa-dasawarsa akhir datang pula arus kontra dengan gerakan ke holism lagi. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat. tetapi sekitar lima abad yang lalu terjadi perubahan besar dengan gagasan manusia harus menguasai alam. Inilah yang disebut technostress. Media elektronik kemudian merevolisi informasi dengan telavisa. orang mengarahkan rohnya kepada hakekat batiniah segala sesuatu. meliputi dua setiap tahun. Disisi lain pada zaman Kontemporer perkembangan ilmu juga ditandai dengan terjadinya . yan gpenuh katidakpastian dan kecemasan. bahkan disiplindisiplin tertentu seperti genetika setiap dua tahun (Jacob. Menurut Comte ilmu pasti adalah dasar segala filsafat. Dalam 20 tahun terakhir ini. Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti dan makin sering. 2993: 20-21). Koran jarak jauh. Sementara itu dalam ilmu pengetahuan alam. ilmiah atau positif. metafisis. penemuan mesin cetak merupakan peristiwa yang sangat penting. dan makin lama makin mencapai skala masal. Masing-masing ilmu mengembangkan disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuan-penemuannya.

Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Modern (abad 17-19 M) yang ditandai dengan percepatan kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa. Yang terjadi tidak hanya pada benua Eropa tetapi dunia Timur juga memegang peran penting dalam perkembangan ilmu dan peradaban manusia. Perubahan perilaku/ kebiasaan masyarakat mulai dari berburu. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Pertengahan (abad 6 SM–15M) yang dimulai dengan kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat hingga timbulnya Renaissance di Italia. Di samping kecenderungan ke arah spesialisasi. bidang pengkajian suatu bidang keilmuan makin sempit yang ditambah dengan berbagai pembatasan dalam pengkajiannya seperti asumsi dan prinsip sehingga membuat lingkup penglihatan keilmuan bertambah sempit pula. Mulai dari Zaman Purba yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Mesir dan Babylonia pada abad 3–1 SM. kecenderungan lainnya dalam perkembangan ilmu pada zaman kontemporer ini adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan bidang ilmu yang lainnya. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kekhilafahan Islam yang merupakan dasar perkembangan tradisi pemikiran ilmiah.spesialisasi-spesialisasi yang semakin tajam. Dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak terpusat hanya pada suatu wilayah tertentu saja. Namun pada masa sekarang komunikasi antar ilmuan menjadi sangat mudah karena munculnya pendukung lain seperti internet. Hal inilah yang menimbulkan gejala deformation professionelle. Melainkan merata pada wilayah-wilayah yang dihuni manusia. Inilah yang menjad kunci percepatan perkembangan ilmu sekarang ini. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Yunani (abad 7 SM–6 M) yang dikenal sebagai masa kelahiran pemikiran kritis refleksi manusia. . Akibatnya. perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah India pada tahun 2000 SM. dan perkembangan IPTEK di barat. Zaman Renaissance (abad 14–17 M) yang merupakan zaman peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Perkembangan ilmu yang semakin cepat pada masa sekarang dimungkinkan karena adanya metode ilmiah dan komunikasi ilmiah antar ilmuan. Komunikasi ilmiah antar ilmuan juga sangat mendukung bagi percepatan perkembangna ilmu pengetahuan. PENUTUP Ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan perkembangan akal pikiran manusia yang semakin lama semakin maju dan meluas. Hingga perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kontemporer (abad 20 M – sekarang) yang ditandai dengan perkembangan disiplin ilmu dari masing-masing ilmu yang menghasilkan berbagai macam penemuan yang silih berganti dan makin sering. berladang hingga penggunaan teknologi modern merupakan bentuk dari perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju seiring dengan perkembangan akal pikiran manusia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuan disuatu wilayah akan dapat dengan mudah diketahui oleh ilmuan lain di wilayah lain. dan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Cina pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Chon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful