MIAH: YUNANI KUNO, ABAD PERTENGAHAN, MASA KEKHILAFAHAN, RENAISSANCE DAN AUFKLAERUNG, ZAMAN MODERN, DAN ZAMAN KONTEMPORER

(sebuah pengantar)
07 Nov A. Zaman Yunani Kuno Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. Jadi, dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi. Secara umum dapat dikatakan, para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk “melahirkan” pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu. Dengan demikian Sokrates meletakkan dasar bagi pendekatan deduktif. Pemikiran Sokrates dibukukan oleh Plato, muridnya. Hidup pada masa yang sama dengan mereka yang menamakan diri sebagai “sophis” (“yang bijaksana dan berapengetahuan”), Sokrates lebih berminat pada masalah manusia dan tempatnya dalam masyarakat, dan bukan pada kekuatan-kekuatan yang ada dibalik alam raya ini (para dewa-dewi mitologi Yunani). Seperti diungkapkan oleh Cicero kemudian, Sokrates “menurunkan filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah”. Karena itu dia didakwa “memperkenalkan dewa-dewi baru, dan merusak kaum muda” dan dibawa ke pengadilan kota Athena. Dengan mayoritas tipis, juri 500 orang menyatakan ia bersalah. Ia sesungguhnya dapat menyelamatkan nyawanya dengan meninggalkan kota Athena, namun setia pada hati nuraninya ia memilih meminum racun cemara di hadapan banyak orang untuk mengakhiri hidupnya. Filsafat pra-sokrates ditandai oleh usaha mencari asal (asas) segala sesuatu . Tidakkah di balik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya ada satu azas? Thales

kesusilaan. masyarakat dan sejarah. Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Sokrates (470-399 sM). sifat tentang Tuhan (Burhanuddin. Namun tetap menjadi pertanyaan: bagaimana yang satu itu muncul dalam bentuk yang banyak. dan etikanya. manusia dan dunia. dan bagaimana yang banyak itu sebenarnya hanya satu? Pythagoras (580-500 sM) dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu. Akal pada Abad Pertengahan ini benar-benar kalah. Berdasarkan ajaran Neo-Plaonisi da Stoa. Pemasungan akal dengan jelas terlihat pada pemikiran Plotinus. tata dalam alam. khususnya mengenai soal-soal yang berhubungan dengan manusia. Empedokles: api-udara-tanah-air. Karena . sifat Tuhan. Abad Pertengahan merupakan dominasi akal yang hampir seratus persen pada Zaman Yunani sebelumnya. kepribadian. dan kerena itu filsafatnya mendapat kritikan. Filsafat rasional dan sains tidak penting. pedoman hidup manusia. Ciri-ciri pemikiran filsafat barat abad pertengahan adalah: cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja. Istilah Patristik berasal dari kata latin patres yang berarti Bapak dalam lingkungan gereja. Dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. Jadi dalam hidup ini rasa itulah satu-satunya yang dituntun oleh Kitab Suci. Plato (428-348 sM) dan Aristoteles (384-322 sM). Hal itu kelihatan jelas pada Filsafat Plotinus. etika. Agustinus. Anaximandros: yang tak terbatas. Herakleitos mengajar bahwa segala sesuatu mengalir (“panta rei” = selalu berubah). yang sangat besar pengaruhnya (De Civitate Dei). manusia dan dunia. Agustinus (354-430). Oleh karena itu tujuan dari filsafat adalah bersatu dengan Tuhan. mempelajarinya merupakan usaha mubadzir. B. kesusilaan. terutama pada Zaman Sofis. jiwa. Anselmus. Zaman Pertengahan Filsafat Barat Abad Pertengahan (476 – 1492) juga dapat dikatakan sebagai “abad gelap”. menghabiskan waktu secara sia-sia. Democritus (460-370 sM) dikenal oleh konsepnya tentang atom sebagai basis untuk menerangkannya. Di dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. Pada Aquinas penghargaan terhadap akal muncul kembali. Bukti adanya Tuhan. Untuk mempertahankan dan menyebarkannya maka mereka menggunakan Filsafat Yunani dan mengembangkannya lebih lanjut. melalui peletakan dasar intelektual untuk agama kristen. Sebagaimana telah dikatakan. mencari jalan menuju teologi Kristiani. beserta etikanya.mengusulkan: air. berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles. Yang terkenal Tertulianus (160222). Untuk mempertahankan dan menyebarkanya maka mereka menggukanakan falsafat Yunani dan memperkembangkanya lebih lanjut. kepribadian. Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa Patristik dan masa Skolastik. khususnya mengenai soal-soal tentang kebebasan manusia. 2003: 191). tentang manusia. dan berfilsafat dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain. ajarannya meliputi pengetahuan. Bapak yang mengacu pada pujangga Kristen. Ia mengatakan bahwa Tuhan bukan untuk dipahami melainkan untuk dirasakan. sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Origenes (185-254). Periode ini ditandai oleh bapak-bapak Gereja (patristik) yang dimulai dengan tampilnya apologet dan para pengarang Gereja.

Penafsiran sebanarnya tidak lebih berarti dari pada sekedar filsafat juga. Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo mengoleksi tidak kurang dari 2 juta judul buku. di Eropa tidak ada kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan yang spektakuler yang dapat dikemukakan dan di sebut abad kegelapan. yang dalam catatan Chatolique . Thomas Aquinas. Jadi penafsiran pada dasarnya bersifat relatif kebenarannya. Hypatia seorang yang terpelajar ahli filsafat pada zaman Aristoteles dibunuh. ada kemajuan-kemajuan yang tampak dalam masyarakat berupa penemuan-penemuan. yaitu Credo Ut Intelligam. Zaman ini ditandai dengan pengaruh yang cukup besar dari agama Katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu. mengoleksi lebih dari 3 juta judul buku. Zaman Kekhilafahan Berbeda dengan keaadan di Eropa. Karena iman harus menang mutlak orangorang yang masiih menghidupkan filsafat (akal) harus dimusuhi. Menurut Montgomery Watt dalam bukunya The Influence of Islam on Medieval Europa (1994) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 31) menyatakan “peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. diantaranya yang terkenal adalah perpustakaan Cordova yang saat itu memiliki tidak kurang 400 ribu judul buku. di Andalusia terdapat 20 perpustakaan umum. yang pernah dibakar pasukan Salib Eropa. C. Karena filosof pada zaman itu rata-rata menjabat sebagai orang suci (Saint). Perpustakaan Umum Tripoli di Syam. Tokoh-Tokoh Filsafat Pada Zaman Patristik adalah Augustinus. Ciri khas Filsafat Abad pertengahan terletak pada rumusan terkenal yang dikemukakan oleh Saint Anselmus. Oleh karena itu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi Barat hingga kira-kira abad ke-10. Bukti perkembangan tradisi pemikiran ilmiah pada masa kekhilafahan Islam dapat dilihat dari sarana dan prasarana pendidikan yang telah maju pada zamannya. Tahun 529 M Kaisar Justianus mengeluarkan Undang-Undang yang melarang Filsafat. Pada abad ke-10. telah menutup sama sekali ruang gerak filsafat rasional. Orang Romawi sibuk dengan masalah keagamaan tanpa memperhatikan masalah duniawi dan ilmu pengetahuan.Simplicius salah seorang pemikir zaman Plotinus. tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi motornya. yang berarti iman terlebih dahulu setelah itu mengerti. Anselmus. Ada pula Madrasah An-Nuriah yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Muhammad Nuruddin Zanky. tidak absolut. Bandingkan dengan perpustakaan Gereja Canterbury yang berdiri empat abad setelahnya. Pengertian umum tentang zaman pertengahan yang berkaitan dengan perkembangan pengetahuan ialah suatu periode panjang yang dimulai dari jatuhnya kekaisaran Romawi Barat tahun 476 M hingga timbulnya Renaisance di Italia. di dunia Islam pada masa yang sama justru malah mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjelang berakhirnya abad tengah. kondisi barat tidak akan ada artinya”. iman telah menang mutlak. Sedangkan kelemahan dalam Filsafat Kristen pada Abad Pertengahan itu adalah sifatnya yang terlalu yakin terhadap penafsiran teks kitab suci. Terdapat Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan oleh Khalifah al-Muntashir Billah di Kota Baghdad. Maka pada tahun 415 M. maka filsafat mereka menempati pengertian agama yang absolut dalam dirinya.

dan lain-lain. Teori Einstein tentang relativitas yang dipublikasikan dalam La Relativite banyak dipengaruhi oleh pemikiran al-Kindi. Karyanya yang sangat terkenal Al-Qanun fi ath-Thibb. 2011: 31). gerakan. dikategorikan sebagai ilmuwan terhebat sepanjang zaman. hanya memiliki tidak lebih dari 2 ribu judul buku (Sadik. Di dalam kitabnya. Dalam kitabnya. fiki. ruang. Teori relativitas merupakan revolusi dari ilmu matematika dan fisika. mengungkapkan bahwa kitab Al-Jabr karya al-Khawarizmi itu telah menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua. yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Canon of Medicine merupakan tujukan bidang kedokteran dunia selama berabad-abad. sains dan teknologi pada masa kekhilafahan Islam. alKhawarizmi telah meletakkan dasar cabang Matematika modern yakni Aljabar (Algebra). George Sarton (Introduction to the History of Science. Dalam kitabnya. seorang ilmuwan Muslim abad ke-9 M telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas tersebut. al-Kindi mengemukakan bahwa fisik bumi dan seluruh fenomena fisik bumi (waktu. dan benda) semuanya relatif dan tidak absolute. yaitu al-Kindi.Encyclopedia. Al-Jawahir atau Book of Precious Stones. Jonathan Bloom dan Sheila Blair dalam bukunya Islam: A Thousand Years of Faith and Power (2002) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 32) menyatakan bahwa “rata-rata tingkat kemampuan literasi (membaca dan menulis) di dunia Islam pada Abad Pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa”. menyebutkan bahwa Al-Biruni telah berkontribusi penting dalam geodesi dan geografi karena dialah yang pertama kali memperkenalkan teknik mengukur jarak di bumi menggunakan metode triangulasi. al-Maqalah fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah. terdapat cendekiawan bidang sains yang disegani di dunia barat yaitu Ibnu Sina (dikalangan ilmuwan Barat dikenal dengan nama Avicenna). dan Descartes yang menanggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolute. 1000 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitas. diantaranya Imam Syafi’I yang menurut Imam Al-Mawardi karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir. yang versi terjemahan bahasa Inggrisnya adalah The Compendious Book on Calcuation By Completion and Balancing. John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam bukunya History of Mathematics. 2011: 32). al-Biruni menjelaskan beragam mineral dan mengklasifikasikannya berdasarkan warna. yang oleh saintis Barat. Ilmuwan Muslim lainnya yang memajukan tradisi pemikiran ilmiah pada masa keemasan Islam adalah al-Khawarizmi yang terkenal dengan kitab monumentalnya. Ia berbeda dengan Galileo. Menurut catatan sejarah. kepadatan serta beratnya. adab. Al-Biruni. Selain itu. Karya lainnya adalah Kitab Asy-Syifa yang terdiri dari 18 jilid dan dikenal di dunia kedokteran modern sebagai ensiklopedia filosofi kedokteran (Sadik. Tokoh-tokoh yang terkenal memberi dasar pada kemajuan tradisi pemikiran ilmiah. Boyer dalam bukunya The Arabic Hegemony: A History of Mathematics. Carl B. ia menulis ensiklopedia jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. . kekerasan. Al-Biruni merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan suara. Al-Falsafah al-Ula. Kemudian. bau. Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal dengan kitabnya Al-Musnad. 1927). Melalui kitabnya ini.

matematika 18 topik.Sepuluh abad sebelum ahli kimia barat John Dalton mencetuskan teori molekul kimia. asam nitrat. Perkembangan pemikiran filsafat di era kekhilafahan Islam dimulai dari seorang tokoh yang bernama Al-Kindi yang merupakan orang arab keturunan Qahtan. Al-farabi merupakan filosuf muslim kedua setelah Al-Kindi. Ibnu Sina memiliki karya sebanyak 276 Kitab. asam sitrat. Adapun Jabir Ibnu Hayyan atau di Barat dikenal dengan nama Geber merupakan peletak dasar ilmu kimia modern. dan metafisika. sahih dan jujur dari segi periwayatannya dalam bidang filsafat selain Ibnu Bajjah. Setelah Al-Farabi yang meninggal pada 339 H/951 M di damaskus. filsafat 22 topik. Sepeninggal Ibnu Sina. Menurut Ibnu Tufayl dalam pengantar Risalah Hayyi bin Yaqzan. al-Farabi juga telah melakukan kompromi antara agama dengan filsafat. dalam bidang logika sebanyak 36 buah. telah menjadi rujukan di berbagai universitas Eropa selama ratusan tahun. Ibnu Sina meninggal dalam usia 58 tahun pada hari Jum’at pertama Ramadhan tahun 428 H/1049 M (Maghfur. Kedudukan AlKindi diakui oleh ahli sehrah pemikiran Ibnu An-Nadlim. Keduanya berusaha untuk mengintegrasikan pandangan kefilsafatan dengan agama. dan sebagainya. Karya monumental Al-Farabi diantaranya Kitab Al-Qiyas. matematika. oleh Ibnu an-Nadlim disebut sebagai tokoh sentral filsafat Islam di Barat. 2002: 66). Karya-karya al-Farabi sebanyak 128 buah. muncul nama besar lainnya dalam sejarah filsafat Islam yaitu Al-Farabi. sebagai salah seorang tokoh agung pada zamannya bahkan dinobatkan sebagai filosuf arab pertama (Maghfur. dalam bidang logika ada 20 topik. teknik distilasi dan teknik kritalisasi. Mendalamnya pengetahuan Al-Kindi Nampak dari karya-karyanya yang telah dikumpulkan oleh An-Nadlim sebanyak 241 topik. Sepeninggal Al-Kindi pada tahun 260 H/873 M. antara . yang terdiri dari empat bagian. ilmu pengetahuan modern bisa mengenal asam klorida. muncul filosuf lain yaitu Ibu Sina (370H/980 M). asam asetat. yaitu logika. astronomi dan perbintangan 45 topik. muncul filosuf muslim yang mengembangkan tradisi pemikiran filsafat Islam di Barat yakni Ibnu Bajjah (478-503 H/1099-1124 M). 2002: 75). namun menurut Al-Badawi yang tersisa saat ini hanya 17 buah antara lain yang terkenal al-Syifa’. dan Kepler dalam penciptaan mikroskop serta teleskop. geometri 23 topik. Ibnu Bajjah sezaman dengan alGhazali. kitabnya yang berjudul AlKimya atau versi terjemahannya The Book of Composition Aichemy. Tawti’ah fi al-Mantiq. Saat ini karya Ibnu Bajjah yang telah didaftar oleh Oxford meliputi 29 judul. Karya monumental Al-Kindi di bidang filsafat adalah Kitab Ila alMu. fisika. Al-Farabi anak seorang njenderal pada masa Abbasiyah yang lahir di Farab Transoxiana. Seperti halnya Al-Kindi. Dari kampungnya Al-Farabi menuju Baghdad yang terkenal pada masa itu sebagai pusat studi sains. Penelitiannya mengenai cahaya telah memberikan dasar penting kepada saintis Barat yaitu Boger. yang menyatakan bahwa di Andalusia (Spanyol) belum pernah ada orang yang berpengetahuan lebih mendalam. Secara umum. asam nitrat. Bacon.Perkembangan dunia sains juga dipelopori oleh al-Haitham atau Alhazen. Jabir Ibnu Hayyan (721 M-815 M) telah menemukannya pada abad ke-8.tashim Billah fi al-falsafah al-Ula. kecenderungan filsafat Ibnu Sina tidak juah beda dengan al-Farabi. Berkat jasa Jabir.

which was the most scientific of all medival operations. D. composed lapidaries distinguished alkalis and acids. membedakan alkali dan asam. Zaman ini merupakan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. alchemy . menyelidiki kemiripannya. Filosuf muslim Barat kedua adalah Ibnu Tufayl. Dapat dipastikan bahwa banyak ide yang sebelumnya kita anggap merupakan konsep-konsep brilian matematikawan Eropa pada abad 15. and careful records. Certainly many of the ideas which were previously thought to have been brilliant new conceptions due to Europen mathamatichians of the sixteenth. (Penelitian terkini memberikan gambaran yang baru pada hutang yang telah diberikan matematika Islam pada kita. Pengakuan jujur para peneliti telah menjadi bukti akan kemajuan tradisi berpikir ilmiah pada masa kekhilafahan Islam. . seperti pada zaman Yunani Kuno. Chemicall analyzed innumerable substances. mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat.which the moslems inherited from Egypt. Secara historis Renaisance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman ketika orang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban. Alkimia yang diwarisi kaum muslim dari mesir menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan incidental. Introduced precise observation. (Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim. 2002: 82). sebagaimana John J. Saat dalam bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan. 2011: 48). yang paling ilmiah dari seluru kegiatan pada zaman pertangahan) (Amhar. Filsafat Ibnu Bajjah banyak dipengaruhi unsur Platonisme dibanding Aristoteleanisme (Maghfur. investigated their affinities.seventeenth and eighteenth centuries are now known to have been developed by Arabic/Islamic mathamatichians around four centuries earlier. 17 dan 18 ternyata telah dikembangakan oleh matematikawan Arab/Islam kirakira empat abad lebih awal) (Amhar: 2011: 48) Will Durant juga menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: Chemistry as a science was almost created by the moslems. Manusia pasa zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran bebas.lain: Maqalat al-Sama’ awa al-Tabi’I. dari metodenya. para ilmuwan Muslim mengantarkan pada mengamatan teliti. Robertson (1999) menulis dalam MacTutor History of Mathematics Archive: Recent research paints a new picture of the debt that we owe to Islamic mathematics. eksperimen terkontrol dan catatan yang hati-hati. Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbic). contributed to Chemistry by a thousand.They invented and named the alembic (al-anbiq). the sarancens. menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya.studied and manufactured hundreds of drugs. Setelah itu muncul generasi setelahnya yakni Ibnu Rusyd pada tahun 520 H/1137 M atau 15 tahun setelah wafatnya al-Ghazali. Where the Geeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis. for in this field. Serta masih banyak lagi pemikir atau filosuf muslim lainnya yang pernah dilahirkan pada masa keemasan peradaban Islam (masa Kekhilafahan). controlled experiment. Zaman Renaissance Kata Renaissance berarti kelahiran kembali. Beliau lahir di Granada sekitar 506 H/1123 M.O’Connor dan Edmund F.

Kebangkitan ilmu pengetahuan ini dipelopori oleh beberapa orang biarawan yang menuntut ilmu di Spanyol. Muncul pemikiran positivisme pada abad ke-19 yang dikemukakan oleh Auguste Comte (1798-1857). Tokoh yangmemberikan sumbangan pada masa modern adalah Rene Descartes (1596-1650) merupakan tokoh yang amat mendewakan rasio dan terkenal sebagai Bapak Filsafat Modern.J. Menurut Decrates. Sementara. (3) jatuhnya Istanbul ke tangan bangsa Turki (1453). kemudian menyebarkan kebeberapa tempat di Eropa. Ia dapat dipandang sebagai orang yang meletakkan dasardasarr bagi metode induksi yang modern. perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam . Johannes Kepler. Zaman Modern Pada masa ini muncul pemikir-pemikir yang mendorong cara pendekatann yang sama sekali baru terhadap masalah-masalah manusia. Ditemukannya mesin uap oleh James Watt mendorong tercetusnya Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18. 2001: 81-82). dan matematika. Disamping perkembangan di bidang ilmu pengetahuan alam.Gejala-gejala kebangkitan kembali pemikiran bebas telah mulai tampak pada abad ke-12M dan merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Thompson sebagai penemu electron. (4) perincian yang lengkap dan pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan supaya tidak ada yang terlupakan dari permasalahan yang dikaji (Mustansyir. yaitu dari Hugo de Groot (1583-1645) dengan gagasannya tentang hukum internasional. Kabangkitan ilmu pengetahuan pada zaman Renaisance ditandai dengan timbulnya pemikiran dari tokoh-tokoh terkenal seperti: Nicolas Copernicus. yang positif. yaitu: (1) adanya hubungan dengan kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan negara-nagara Perancis. Aliran rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). aliran empirisme berpendapat bahwa empiri ata pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan baik pengalaman batiniah maupun lahiriah. E. Menurut Comte. yang factual. Galileo Galilei. (2) memilah-milah masalah menjadi bagian-bagian terkecil untuk mempermudah penyelesaiannya. (2) Perang Salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali. dan Francis Bacon. sekalipun puncaknya baru terdapat pada awal abad ke-17. pada zaman Renaisance juga terdapat perkembangan di bidang ilmu negara. teknologi mendapat arti baru sebagai applied scince (Ilmu terapan). Darwin menyumbangkan teori evolusi serta tokoh-tokoh lainnya. Tokoh-tokoh yang lain adalah Isaac Newton (1643-1727) yakni dalam bidang ilmu fisika. Pemikiran ini berpangkal dari apa yang telah diketahui. seperti rasionalisme dan empirisme. dan menjadi pelopor dalam usaha mensistemalisasi secara logis prosedur ilmiah. J. Mulai saat zaman modern. (1) tidak menerima apa pun sebagai hal yang benar. langkah-langkah berpikir terdiri dari empat hal. Tycho Brahe. (3) berpikir runtut dengan mulai dari hal yang paling rumit. yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. kecuali kalau diyakini sendiri bahwa itu memang benar. Menurut Slamet Iman Santosa (1977:65) perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Renaissance mempunyai tiga sumber. Segala uraian dan persoalan yang diluar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. Orang yang merintis suatu perkembangan besar pada abad ke-17 adalah Francis Bacon (1561-1626).

Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti dan makin sering. yaitu dengan pengamatan dan dengan memakai akal. Media elektronik kemudian merevolisi informasi dengan telavisa. karena lingkungan yang terlalu cepat berubah. terutama fisika sianggap memiliki perkembangan yang sangat spektakuler. Mahzhab Hippokrates melihat kedokteran secara historis . penemuan mesin cetak merupakan peristiwa yang sangat penting. berbagai macam pendekatan dihasilkan guna semakin menajamkan daya analisa terhadap fenomena yang ditelitinya. Zaman teologis. tetapi menurunkan kualitas. karena pengaruh negative teknologi dan pengaruh positif ekologi (Jacob. Dalam dasawarsa-dasawarsa akhir datang pula arus kontra dengan gerakan ke holism lagi. yang dipandang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. 1993:19). ilmiah atau positif. 2993: 20-21). orang mengarahkan rohnya kepada hakekat batiniah segala sesuatu. kepada sebab pertama dan tujuan terakhir segala sesuatu. Zaman positif adalah zaman ketika orang tahu bahwa tiada gunanya untuk berusaha untuk mencapaii pengetahuan yang mutlak. dan makin lama makin mencapai skala masal. percepatan pertumbuhan teknologi itu sedemikian rupa. Sekarang orang berusaha menemukan hukum-hukum kasamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. kekuatan-kekuatan adikodrati hanya diganti dengan kekuatan-kekuatan yang abstrak. Sekarang microelektronik dan multi media memebawa kita ke masyarakat informasi yang sanggup menyajikan gambar. meliputi dua setiap tahun. Salah satu fisikawan yang termasyur pada masa itu adalah Albert Einstein. G. Perkembangan teknologi juga ditrandai dengan makin meluasnya penggunaan teknologi modern itu dalam kehidupan sehari-hari. bahkan disiplindisiplin tertentu seperti genetika setiap dua tahun (Jacob. Menurut Comte ilmu pasti adalah dasar segala filsafat. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat. Dalam disiplin ilmu social. metafisis. tetapi sekitar lima abad yang lalu terjadi perubahan besar dengan gagasan manusia harus menguasai alam. Disisi lain pada zaman Kontemporer perkembangan ilmu juga ditandai dengan terjadinya . yan gpenuh katidakpastian dan kecemasan. dengan pengertian-pengertian yang dipersatukan dalam sesuatu yang bersifat umum. yaitu teologis. Zaman metafisis . Masing-masing ilmu mengembangkan disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuan-penemuannya. Di masa depan teknologi akan jauh lebih pesat lagi perkembangannya. Teknologi sengaja dibuat segera usang atau tidak tahan lama. materi dan jiwa harus dipisahkan. dll. Sementara itu dalam ilmu pengetahuan alam. Inilah yang disebut technostress. sehingga kalau diukur dari jangka waktu yang pendek tersebut . yang dimanfaatkan dengan baik pertama kali di Eropa. Dalam bidang kedokteran. Koran jarak jauh. Dalam 20 tahun terakhir ini.tiga tahap. Orang membayangkan masa depan yang penuh shock. Perkembangan teknologi akan menambah kuatitas produk. Zaman Kontemporer Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembang dengan sangat cepat. suara dan cetakan sekaligus dan dapat bersifat individual dan personal. Dalam media komunikasi. pertumbuhan itu laksana sebuah ledakan.

Yang terjadi tidak hanya pada benua Eropa tetapi dunia Timur juga memegang peran penting dalam perkembangan ilmu dan peradaban manusia. bidang pengkajian suatu bidang keilmuan makin sempit yang ditambah dengan berbagai pembatasan dalam pengkajiannya seperti asumsi dan prinsip sehingga membuat lingkup penglihatan keilmuan bertambah sempit pula. Melainkan merata pada wilayah-wilayah yang dihuni manusia. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Yunani (abad 7 SM–6 M) yang dikenal sebagai masa kelahiran pemikiran kritis refleksi manusia. Akibatnya. Di samping kecenderungan ke arah spesialisasi. kecenderungan lainnya dalam perkembangan ilmu pada zaman kontemporer ini adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan bidang ilmu yang lainnya. berladang hingga penggunaan teknologi modern merupakan bentuk dari perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju seiring dengan perkembangan akal pikiran manusia. PENUTUP Ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan perkembangan akal pikiran manusia yang semakin lama semakin maju dan meluas. Inilah yang menjad kunci percepatan perkembangan ilmu sekarang ini. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Modern (abad 17-19 M) yang ditandai dengan percepatan kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa. Dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak terpusat hanya pada suatu wilayah tertentu saja. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kekhilafahan Islam yang merupakan dasar perkembangan tradisi pemikiran ilmiah. dan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Cina pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Chon.spesialisasi-spesialisasi yang semakin tajam. perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah India pada tahun 2000 SM. . Zaman Renaissance (abad 14–17 M) yang merupakan zaman peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Perkembangan ilmu yang semakin cepat pada masa sekarang dimungkinkan karena adanya metode ilmiah dan komunikasi ilmiah antar ilmuan. dan perkembangan IPTEK di barat. Komunikasi ilmiah antar ilmuan juga sangat mendukung bagi percepatan perkembangna ilmu pengetahuan. Perubahan perilaku/ kebiasaan masyarakat mulai dari berburu. Hingga perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kontemporer (abad 20 M – sekarang) yang ditandai dengan perkembangan disiplin ilmu dari masing-masing ilmu yang menghasilkan berbagai macam penemuan yang silih berganti dan makin sering. Hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuan disuatu wilayah akan dapat dengan mudah diketahui oleh ilmuan lain di wilayah lain. Namun pada masa sekarang komunikasi antar ilmuan menjadi sangat mudah karena munculnya pendukung lain seperti internet. Mulai dari Zaman Purba yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Mesir dan Babylonia pada abad 3–1 SM. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Pertengahan (abad 6 SM–15M) yang dimulai dengan kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat hingga timbulnya Renaissance di Italia. Hal inilah yang menimbulkan gejala deformation professionelle.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful