MIAH: YUNANI KUNO, ABAD PERTENGAHAN, MASA KEKHILAFAHAN, RENAISSANCE DAN AUFKLAERUNG, ZAMAN MODERN, DAN ZAMAN KONTEMPORER

(sebuah pengantar)
07 Nov A. Zaman Yunani Kuno Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. Jadi, dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi. Secara umum dapat dikatakan, para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk “melahirkan” pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu. Dengan demikian Sokrates meletakkan dasar bagi pendekatan deduktif. Pemikiran Sokrates dibukukan oleh Plato, muridnya. Hidup pada masa yang sama dengan mereka yang menamakan diri sebagai “sophis” (“yang bijaksana dan berapengetahuan”), Sokrates lebih berminat pada masalah manusia dan tempatnya dalam masyarakat, dan bukan pada kekuatan-kekuatan yang ada dibalik alam raya ini (para dewa-dewi mitologi Yunani). Seperti diungkapkan oleh Cicero kemudian, Sokrates “menurunkan filsafat dari langit, mengantarkannya ke kota-kota, memperkenalkannya ke rumah-rumah”. Karena itu dia didakwa “memperkenalkan dewa-dewi baru, dan merusak kaum muda” dan dibawa ke pengadilan kota Athena. Dengan mayoritas tipis, juri 500 orang menyatakan ia bersalah. Ia sesungguhnya dapat menyelamatkan nyawanya dengan meninggalkan kota Athena, namun setia pada hati nuraninya ia memilih meminum racun cemara di hadapan banyak orang untuk mengakhiri hidupnya. Filsafat pra-sokrates ditandai oleh usaha mencari asal (asas) segala sesuatu . Tidakkah di balik keanekaragaman realitas di alam semesta itu hanya ada satu azas? Thales

Ia mengatakan bahwa Tuhan bukan untuk dipahami melainkan untuk dirasakan. mencari jalan menuju teologi Kristiani. B. berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles. Bapak yang mengacu pada pujangga Kristen. mempelajarinya merupakan usaha mubadzir. khususnya mengenai soal-soal yang berhubungan dengan manusia. kesusilaan. khususnya mengenai soal-soal tentang kebebasan manusia. Akal pada Abad Pertengahan ini benar-benar kalah. manusia dan dunia. Herakleitos mengajar bahwa segala sesuatu mengalir (“panta rei” = selalu berubah). Zaman Pertengahan Filsafat Barat Abad Pertengahan (476 – 1492) juga dapat dikatakan sebagai “abad gelap”.mengusulkan: air. beserta etikanya. dan bagaimana yang banyak itu sebenarnya hanya satu? Pythagoras (580-500 sM) dikenal oleh sekolah yang didirikannya untuk merenungkan hal itu. dan berfilsafat dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain. Democritus (460-370 sM) dikenal oleh konsepnya tentang atom sebagai basis untuk menerangkannya. sifat Tuhan. sifat tentang Tuhan (Burhanuddin. Berdasarkan ajaran Neo-Plaonisi da Stoa. Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafati Sokrates (470-399 sM). masyarakat dan sejarah. tentang manusia. Periode ini ditandai oleh bapak-bapak Gereja (patristik) yang dimulai dengan tampilnya apologet dan para pengarang Gereja. etika. Pemasungan akal dengan jelas terlihat pada pemikiran Plotinus. ajarannya meliputi pengetahuan. Agustinus. Untuk mempertahankan dan menyebarkannya maka mereka menggunakan Filsafat Yunani dan mengembangkannya lebih lanjut. Bukti adanya Tuhan. melalui peletakan dasar intelektual untuk agama kristen. Abad Pertengahan merupakan dominasi akal yang hampir seratus persen pada Zaman Yunani sebelumnya. Anaximandros: yang tak terbatas. Yang terkenal Tertulianus (160222). yang sangat besar pengaruhnya (De Civitate Dei). kesusilaan. Oleh karena itu tujuan dari filsafat adalah bersatu dengan Tuhan. dan kerena itu filsafatnya mendapat kritikan. Ciri-ciri pemikiran filsafat barat abad pertengahan adalah: cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja. kepribadian. Filsafat rasional dan sains tidak penting. Origenes (185-254). tata dalam alam. pedoman hidup manusia. Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa Patristik dan masa Skolastik. Di dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. Namun tetap menjadi pertanyaan: bagaimana yang satu itu muncul dalam bentuk yang banyak. Empedokles: api-udara-tanah-air. dan etikanya. Agustinus (354-430). kepribadian. Jadi dalam hidup ini rasa itulah satu-satunya yang dituntun oleh Kitab Suci. sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Karena . Sebagaimana telah dikatakan. Anselmus. menghabiskan waktu secara sia-sia. Pada Aquinas penghargaan terhadap akal muncul kembali. Dunia Barat agama Khatolik mulai tersebar dengan ajarannya tentang Tuhan. manusia dan dunia. terutama pada Zaman Sofis. jiwa. Plato (428-348 sM) dan Aristoteles (384-322 sM). Untuk mempertahankan dan menyebarkanya maka mereka menggukanakan falsafat Yunani dan memperkembangkanya lebih lanjut. Istilah Patristik berasal dari kata latin patres yang berarti Bapak dalam lingkungan gereja. 2003: 191). Hal itu kelihatan jelas pada Filsafat Plotinus.

Pengertian umum tentang zaman pertengahan yang berkaitan dengan perkembangan pengetahuan ialah suatu periode panjang yang dimulai dari jatuhnya kekaisaran Romawi Barat tahun 476 M hingga timbulnya Renaisance di Italia. Ciri khas Filsafat Abad pertengahan terletak pada rumusan terkenal yang dikemukakan oleh Saint Anselmus. iman telah menang mutlak. Zaman ini ditandai dengan pengaruh yang cukup besar dari agama Katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu. Terdapat Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan oleh Khalifah al-Muntashir Billah di Kota Baghdad. Anselmus. Orang Romawi sibuk dengan masalah keagamaan tanpa memperhatikan masalah duniawi dan ilmu pengetahuan. di dunia Islam pada masa yang sama justru malah mengalami masa keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hypatia seorang yang terpelajar ahli filsafat pada zaman Aristoteles dibunuh. Ada pula Madrasah An-Nuriah yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Muhammad Nuruddin Zanky. Karena filosof pada zaman itu rata-rata menjabat sebagai orang suci (Saint). telah menutup sama sekali ruang gerak filsafat rasional. Menurut Montgomery Watt dalam bukunya The Influence of Islam on Medieval Europa (1994) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 31) menyatakan “peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Zaman Kekhilafahan Berbeda dengan keaadan di Eropa. Pada abad ke-10. Bandingkan dengan perpustakaan Gereja Canterbury yang berdiri empat abad setelahnya. kondisi barat tidak akan ada artinya”. Oleh karena itu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi Barat hingga kira-kira abad ke-10. Menjelang berakhirnya abad tengah. tidak absolut. ada kemajuan-kemajuan yang tampak dalam masyarakat berupa penemuan-penemuan. tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi motornya.Simplicius salah seorang pemikir zaman Plotinus. yaitu Credo Ut Intelligam. mengoleksi lebih dari 3 juta judul buku. Jadi penafsiran pada dasarnya bersifat relatif kebenarannya. maka filsafat mereka menempati pengertian agama yang absolut dalam dirinya. diantaranya yang terkenal adalah perpustakaan Cordova yang saat itu memiliki tidak kurang 400 ribu judul buku. yang pernah dibakar pasukan Salib Eropa. Penafsiran sebanarnya tidak lebih berarti dari pada sekedar filsafat juga. Bukti perkembangan tradisi pemikiran ilmiah pada masa kekhilafahan Islam dapat dilihat dari sarana dan prasarana pendidikan yang telah maju pada zamannya. di Eropa tidak ada kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan yang spektakuler yang dapat dikemukakan dan di sebut abad kegelapan. Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo mengoleksi tidak kurang dari 2 juta judul buku. Tokoh-Tokoh Filsafat Pada Zaman Patristik adalah Augustinus. Perpustakaan Umum Tripoli di Syam. Thomas Aquinas. yang dalam catatan Chatolique . di Andalusia terdapat 20 perpustakaan umum. yang berarti iman terlebih dahulu setelah itu mengerti. Karena iman harus menang mutlak orangorang yang masiih menghidupkan filsafat (akal) harus dimusuhi. Sedangkan kelemahan dalam Filsafat Kristen pada Abad Pertengahan itu adalah sifatnya yang terlalu yakin terhadap penafsiran teks kitab suci. Maka pada tahun 415 M. C. Tahun 529 M Kaisar Justianus mengeluarkan Undang-Undang yang melarang Filsafat.

. Kemudian. al-Biruni menjelaskan beragam mineral dan mengklasifikasikannya berdasarkan warna. Ia berbeda dengan Galileo. Boyer dalam bukunya The Arabic Hegemony: A History of Mathematics. ruang. dikategorikan sebagai ilmuwan terhebat sepanjang zaman. Dalam kitabnya. hanya memiliki tidak lebih dari 2 ribu judul buku (Sadik. Jonathan Bloom dan Sheila Blair dalam bukunya Islam: A Thousand Years of Faith and Power (2002) sebagaimana dikutip Kusman Sadik (2011: 32) menyatakan bahwa “rata-rata tingkat kemampuan literasi (membaca dan menulis) di dunia Islam pada Abad Pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa”. kekerasan. seorang ilmuwan Muslim abad ke-9 M telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas tersebut. John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam bukunya History of Mathematics. al-Kindi mengemukakan bahwa fisik bumi dan seluruh fenomena fisik bumi (waktu. Menurut catatan sejarah. bau. Karya lainnya adalah Kitab Asy-Syifa yang terdiri dari 18 jilid dan dikenal di dunia kedokteran modern sebagai ensiklopedia filosofi kedokteran (Sadik. Melalui kitabnya ini. yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Canon of Medicine merupakan tujukan bidang kedokteran dunia selama berabad-abad. Al-Biruni. fiki. Ilmuwan Muslim lainnya yang memajukan tradisi pemikiran ilmiah pada masa keemasan Islam adalah al-Khawarizmi yang terkenal dengan kitab monumentalnya. diantaranya Imam Syafi’I yang menurut Imam Al-Mawardi karyanya mencapai 113 kitab tentang tafsir. Al-Jawahir atau Book of Precious Stones. gerakan. Dalam kitabnya. dan Descartes yang menanggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolute. Carl B. Tokoh-tokoh yang terkenal memberi dasar pada kemajuan tradisi pemikiran ilmiah. Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal dengan kitabnya Al-Musnad. yaitu al-Kindi. Al-Falsafah al-Ula.Encyclopedia. dan lain-lain. yang versi terjemahan bahasa Inggrisnya adalah The Compendious Book on Calcuation By Completion and Balancing. yang oleh saintis Barat. terdapat cendekiawan bidang sains yang disegani di dunia barat yaitu Ibnu Sina (dikalangan ilmuwan Barat dikenal dengan nama Avicenna). Selain itu. sains dan teknologi pada masa kekhilafahan Islam. Di dalam kitabnya. alKhawarizmi telah meletakkan dasar cabang Matematika modern yakni Aljabar (Algebra). Karyanya yang sangat terkenal Al-Qanun fi ath-Thibb. George Sarton (Introduction to the History of Science. 1000 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitas. menyebutkan bahwa Al-Biruni telah berkontribusi penting dalam geodesi dan geografi karena dialah yang pertama kali memperkenalkan teknik mengukur jarak di bumi menggunakan metode triangulasi. Teori relativitas merupakan revolusi dari ilmu matematika dan fisika. 2011: 32). kepadatan serta beratnya. adab. mengungkapkan bahwa kitab Al-Jabr karya al-Khawarizmi itu telah menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua. ia menulis ensiklopedia jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. 2011: 31). al-Maqalah fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabilah. 1927). dan benda) semuanya relatif dan tidak absolute. Teori Einstein tentang relativitas yang dipublikasikan dalam La Relativite banyak dipengaruhi oleh pemikiran al-Kindi. Al-Biruni merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan suara.

Bacon. ilmu pengetahuan modern bisa mengenal asam klorida. namun menurut Al-Badawi yang tersisa saat ini hanya 17 buah antara lain yang terkenal al-Syifa’. Sepeninggal Ibnu Sina. teknik distilasi dan teknik kritalisasi. al-Farabi juga telah melakukan kompromi antara agama dengan filsafat. Mendalamnya pengetahuan Al-Kindi Nampak dari karya-karyanya yang telah dikumpulkan oleh An-Nadlim sebanyak 241 topik. Adapun Jabir Ibnu Hayyan atau di Barat dikenal dengan nama Geber merupakan peletak dasar ilmu kimia modern. Al-Farabi anak seorang njenderal pada masa Abbasiyah yang lahir di Farab Transoxiana. antara . Berkat jasa Jabir. Karya monumental Al-Kindi di bidang filsafat adalah Kitab Ila alMu. matematika 18 topik. Secara umum. yaitu logika. Kedudukan AlKindi diakui oleh ahli sehrah pemikiran Ibnu An-Nadlim. asam nitrat. telah menjadi rujukan di berbagai universitas Eropa selama ratusan tahun. Karya monumental Al-Farabi diantaranya Kitab Al-Qiyas.tashim Billah fi al-falsafah al-Ula. yang terdiri dari empat bagian. filsafat 22 topik. oleh Ibnu an-Nadlim disebut sebagai tokoh sentral filsafat Islam di Barat. Jabir Ibnu Hayyan (721 M-815 M) telah menemukannya pada abad ke-8.Perkembangan dunia sains juga dipelopori oleh al-Haitham atau Alhazen. Saat ini karya Ibnu Bajjah yang telah didaftar oleh Oxford meliputi 29 judul. yang menyatakan bahwa di Andalusia (Spanyol) belum pernah ada orang yang berpengetahuan lebih mendalam. asam asetat. Keduanya berusaha untuk mengintegrasikan pandangan kefilsafatan dengan agama. astronomi dan perbintangan 45 topik. Perkembangan pemikiran filsafat di era kekhilafahan Islam dimulai dari seorang tokoh yang bernama Al-Kindi yang merupakan orang arab keturunan Qahtan. muncul filosuf lain yaitu Ibu Sina (370H/980 M). sahih dan jujur dari segi periwayatannya dalam bidang filsafat selain Ibnu Bajjah. kecenderungan filsafat Ibnu Sina tidak juah beda dengan al-Farabi. Penelitiannya mengenai cahaya telah memberikan dasar penting kepada saintis Barat yaitu Boger. Setelah Al-Farabi yang meninggal pada 339 H/951 M di damaskus. Al-farabi merupakan filosuf muslim kedua setelah Al-Kindi. 2002: 66). Ibnu Sina meninggal dalam usia 58 tahun pada hari Jum’at pertama Ramadhan tahun 428 H/1049 M (Maghfur. Tawti’ah fi al-Mantiq.Sepuluh abad sebelum ahli kimia barat John Dalton mencetuskan teori molekul kimia. dalam bidang logika ada 20 topik. geometri 23 topik. Dari kampungnya Al-Farabi menuju Baghdad yang terkenal pada masa itu sebagai pusat studi sains. kitabnya yang berjudul AlKimya atau versi terjemahannya The Book of Composition Aichemy. muncul filosuf muslim yang mengembangkan tradisi pemikiran filsafat Islam di Barat yakni Ibnu Bajjah (478-503 H/1099-1124 M). dan sebagainya. 2002: 75). asam nitrat. asam sitrat. muncul nama besar lainnya dalam sejarah filsafat Islam yaitu Al-Farabi. Seperti halnya Al-Kindi. matematika. dan metafisika. dan Kepler dalam penciptaan mikroskop serta teleskop. sebagai salah seorang tokoh agung pada zamannya bahkan dinobatkan sebagai filosuf arab pertama (Maghfur. Ibnu Bajjah sezaman dengan alGhazali. Menurut Ibnu Tufayl dalam pengantar Risalah Hayyi bin Yaqzan. Sepeninggal Al-Kindi pada tahun 260 H/873 M. fisika. Karya-karya al-Farabi sebanyak 128 buah. Ibnu Sina memiliki karya sebanyak 276 Kitab. dalam bidang logika sebanyak 36 buah.

2002: 82).They invented and named the alembic (al-anbiq). yang paling ilmiah dari seluru kegiatan pada zaman pertangahan) (Amhar. 2011: 48). seperti pada zaman Yunani Kuno. Filosuf muslim Barat kedua adalah Ibnu Tufayl. investigated their affinities. Serta masih banyak lagi pemikir atau filosuf muslim lainnya yang pernah dilahirkan pada masa keemasan peradaban Islam (masa Kekhilafahan). Zaman Renaissance Kata Renaissance berarti kelahiran kembali. Where the Geeks (so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis. mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat.which the moslems inherited from Egypt. Saat dalam bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan.O’Connor dan Edmund F. Chemicall analyzed innumerable substances. Filsafat Ibnu Bajjah banyak dipengaruhi unsur Platonisme dibanding Aristoteleanisme (Maghfur. Pengakuan jujur para peneliti telah menjadi bukti akan kemajuan tradisi berpikir ilmiah pada masa kekhilafahan Islam. Certainly many of the ideas which were previously thought to have been brilliant new conceptions due to Europen mathamatichians of the sixteenth. controlled experiment. membedakan alkali dan asam. eksperimen terkontrol dan catatan yang hati-hati. Alkimia yang diwarisi kaum muslim dari mesir menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan incidental. Secara historis Renaisance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman ketika orang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban. sebagaimana John J. para ilmuwan Muslim mengantarkan pada mengamatan teliti.seventeenth and eighteenth centuries are now known to have been developed by Arabic/Islamic mathamatichians around four centuries earlier. Introduced precise observation. alchemy . dari metodenya.which was the most scientific of all medival operations. Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbic). and careful records. Manusia pasa zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran bebas. for in this field. menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya. (Penelitian terkini memberikan gambaran yang baru pada hutang yang telah diberikan matematika Islam pada kita.studied and manufactured hundreds of drugs. Zaman ini merupakan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. (Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim. composed lapidaries distinguished alkalis and acids. Robertson (1999) menulis dalam MacTutor History of Mathematics Archive: Recent research paints a new picture of the debt that we owe to Islamic mathematics.lain: Maqalat al-Sama’ awa al-Tabi’I. the sarancens. contributed to Chemistry by a thousand. Setelah itu muncul generasi setelahnya yakni Ibnu Rusyd pada tahun 520 H/1137 M atau 15 tahun setelah wafatnya al-Ghazali. Dapat dipastikan bahwa banyak ide yang sebelumnya kita anggap merupakan konsep-konsep brilian matematikawan Eropa pada abad 15. 17 dan 18 ternyata telah dikembangakan oleh matematikawan Arab/Islam kirakira empat abad lebih awal) (Amhar: 2011: 48) Will Durant juga menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: Chemistry as a science was almost created by the moslems. menyelidiki kemiripannya. . Beliau lahir di Granada sekitar 506 H/1123 M. D.

(2) memilah-milah masalah menjadi bagian-bagian terkecil untuk mempermudah penyelesaiannya. Tokoh-tokoh yang lain adalah Isaac Newton (1643-1727) yakni dalam bidang ilmu fisika. (3) jatuhnya Istanbul ke tangan bangsa Turki (1453). yaitu dari Hugo de Groot (1583-1645) dengan gagasannya tentang hukum internasional. Zaman Modern Pada masa ini muncul pemikir-pemikir yang mendorong cara pendekatann yang sama sekali baru terhadap masalah-masalah manusia. kecuali kalau diyakini sendiri bahwa itu memang benar. Muncul pemikiran positivisme pada abad ke-19 yang dikemukakan oleh Auguste Comte (1798-1857). yang positif. Pemikiran ini berpangkal dari apa yang telah diketahui. (2) Perang Salib (1100-1300) yang terulang sebanyak enam kali. yang factual. langkah-langkah berpikir terdiri dari empat hal. Ia dapat dipandang sebagai orang yang meletakkan dasardasarr bagi metode induksi yang modern. Orang yang merintis suatu perkembangan besar pada abad ke-17 adalah Francis Bacon (1561-1626). yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. 2001: 81-82). Darwin menyumbangkan teori evolusi serta tokoh-tokoh lainnya. Menurut Comte. Mulai saat zaman modern. Thompson sebagai penemu electron. (4) perincian yang lengkap dan pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan supaya tidak ada yang terlupakan dari permasalahan yang dikaji (Mustansyir. Tycho Brahe. Kebangkitan ilmu pengetahuan ini dipelopori oleh beberapa orang biarawan yang menuntut ilmu di Spanyol.Gejala-gejala kebangkitan kembali pemikiran bebas telah mulai tampak pada abad ke-12M dan merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya. Menurut Slamet Iman Santosa (1977:65) perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Renaissance mempunyai tiga sumber. Sementara. dan matematika. perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam . Aliran rasionalisme berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). teknologi mendapat arti baru sebagai applied scince (Ilmu terapan). Galileo Galilei. yaitu: (1) adanya hubungan dengan kerajaan Islam di Semenanjung Iberia dengan negara-nagara Perancis.J. Segala uraian dan persoalan yang diluar apa yang ada sebagai fakta atau kenyataan dikesampingkan. Menurut Decrates. Johannes Kepler. kemudian menyebarkan kebeberapa tempat di Eropa. pada zaman Renaisance juga terdapat perkembangan di bidang ilmu negara. E. Kabangkitan ilmu pengetahuan pada zaman Renaisance ditandai dengan timbulnya pemikiran dari tokoh-tokoh terkenal seperti: Nicolas Copernicus. Disamping perkembangan di bidang ilmu pengetahuan alam. seperti rasionalisme dan empirisme. Ditemukannya mesin uap oleh James Watt mendorong tercetusnya Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18. J. (1) tidak menerima apa pun sebagai hal yang benar. aliran empirisme berpendapat bahwa empiri ata pengalamanlah yang menjadi sumber pengetahuan baik pengalaman batiniah maupun lahiriah. Tokoh yangmemberikan sumbangan pada masa modern adalah Rene Descartes (1596-1650) merupakan tokoh yang amat mendewakan rasio dan terkenal sebagai Bapak Filsafat Modern. (3) berpikir runtut dengan mulai dari hal yang paling rumit. sekalipun puncaknya baru terdapat pada awal abad ke-17. dan Francis Bacon. dan menjadi pelopor dalam usaha mensistemalisasi secara logis prosedur ilmiah.

Zaman teologis. dll. Di masa depan teknologi akan jauh lebih pesat lagi perkembangannya. percepatan pertumbuhan teknologi itu sedemikian rupa. yang dimanfaatkan dengan baik pertama kali di Eropa. yang dipandang sebagai asal segala penampakan atau gejala yang khusus. Perkembangan teknologi juga ditrandai dengan makin meluasnya penggunaan teknologi modern itu dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang microelektronik dan multi media memebawa kita ke masyarakat informasi yang sanggup menyajikan gambar. kekuatan-kekuatan adikodrati hanya diganti dengan kekuatan-kekuatan yang abstrak. tetapi menurunkan kualitas. Orang membayangkan masa depan yang penuh shock. Zaman positif adalah zaman ketika orang tahu bahwa tiada gunanya untuk berusaha untuk mencapaii pengetahuan yang mutlak. materi dan jiwa harus dipisahkan. Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti dan makin sering.tiga tahap. metafisis. dan makin lama makin mencapai skala masal. Mahzhab Hippokrates melihat kedokteran secara historis . Dalam bidang kedokteran. ilmiah atau positif. kepada sebab pertama dan tujuan terakhir segala sesuatu. Menurut Comte ilmu pasti adalah dasar segala filsafat. Inilah yang disebut technostress. karena lingkungan yang terlalu cepat berubah. Disisi lain pada zaman Kontemporer perkembangan ilmu juga ditandai dengan terjadinya . Sementara itu dalam ilmu pengetahuan alam. meliputi dua setiap tahun. Dalam dasawarsa-dasawarsa akhir datang pula arus kontra dengan gerakan ke holism lagi. Zaman metafisis . karena pengaruh negative teknologi dan pengaruh positif ekologi (Jacob. Masing-masing ilmu mengembangkan disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuan-penemuannya. Media elektronik kemudian merevolisi informasi dengan telavisa. tetapi sekitar lima abad yang lalu terjadi perubahan besar dengan gagasan manusia harus menguasai alam. G. Perkembangan teknologi akan menambah kuatitas produk. Zaman Kontemporer Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembang dengan sangat cepat. berbagai macam pendekatan dihasilkan guna semakin menajamkan daya analisa terhadap fenomena yang ditelitinya. Dalam 20 tahun terakhir ini. dengan pengertian-pengertian yang dipersatukan dalam sesuatu yang bersifat umum. Koran jarak jauh. Dalam media komunikasi. yaitu dengan pengamatan dan dengan memakai akal. yaitu teologis. Salah satu fisikawan yang termasyur pada masa itu adalah Albert Einstein. pertumbuhan itu laksana sebuah ledakan. Dalam disiplin ilmu social. bahkan disiplindisiplin tertentu seperti genetika setiap dua tahun (Jacob. terutama fisika sianggap memiliki perkembangan yang sangat spektakuler. 2993: 20-21). yan gpenuh katidakpastian dan kecemasan. penemuan mesin cetak merupakan peristiwa yang sangat penting. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat. sehingga kalau diukur dari jangka waktu yang pendek tersebut . Teknologi sengaja dibuat segera usang atau tidak tahan lama. suara dan cetakan sekaligus dan dapat bersifat individual dan personal. Sekarang orang berusaha menemukan hukum-hukum kasamaan dan urutan yang terdapat pada fakta-fakta yang telah dikenal atau disajikan kepadanya. 1993:19). orang mengarahkan rohnya kepada hakekat batiniah segala sesuatu.

Yang terjadi tidak hanya pada benua Eropa tetapi dunia Timur juga memegang peran penting dalam perkembangan ilmu dan peradaban manusia. Zaman Renaissance (abad 14–17 M) yang merupakan zaman peralihan ketika kebudayaan abad tengah mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Inilah yang menjad kunci percepatan perkembangan ilmu sekarang ini. dan perkembangan IPTEK di barat. kecenderungan lainnya dalam perkembangan ilmu pada zaman kontemporer ini adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan bidang ilmu yang lainnya. Komunikasi ilmiah antar ilmuan juga sangat mendukung bagi percepatan perkembangna ilmu pengetahuan. Dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak terpusat hanya pada suatu wilayah tertentu saja. PENUTUP Ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan perkembangan akal pikiran manusia yang semakin lama semakin maju dan meluas. Perubahan perilaku/ kebiasaan masyarakat mulai dari berburu. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kekhilafahan Islam yang merupakan dasar perkembangan tradisi pemikiran ilmiah. Melainkan merata pada wilayah-wilayah yang dihuni manusia. . Hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuan disuatu wilayah akan dapat dengan mudah diketahui oleh ilmuan lain di wilayah lain.spesialisasi-spesialisasi yang semakin tajam. Mulai dari Zaman Purba yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Mesir dan Babylonia pada abad 3–1 SM. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Modern (abad 17-19 M) yang ditandai dengan percepatan kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa. Namun pada masa sekarang komunikasi antar ilmuan menjadi sangat mudah karena munculnya pendukung lain seperti internet. dan perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Cina pada masa Dinasti Shang dan Dinasti Chon. bidang pengkajian suatu bidang keilmuan makin sempit yang ditambah dengan berbagai pembatasan dalam pengkajiannya seperti asumsi dan prinsip sehingga membuat lingkup penglihatan keilmuan bertambah sempit pula. Akibatnya. Hal inilah yang menimbulkan gejala deformation professionelle. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Yunani (abad 7 SM–6 M) yang dikenal sebagai masa kelahiran pemikiran kritis refleksi manusia. Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Pertengahan (abad 6 SM–15M) yang dimulai dengan kejatuhan Kekaisaran Romawi Barat hingga timbulnya Renaissance di Italia. berladang hingga penggunaan teknologi modern merupakan bentuk dari perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju seiring dengan perkembangan akal pikiran manusia. Perkembangan ilmu yang semakin cepat pada masa sekarang dimungkinkan karena adanya metode ilmiah dan komunikasi ilmiah antar ilmuan. Hingga perkembangan ilmu pengetahuan pada Zaman Kontemporer (abad 20 M – sekarang) yang ditandai dengan perkembangan disiplin ilmu dari masing-masing ilmu yang menghasilkan berbagai macam penemuan yang silih berganti dan makin sering. Di samping kecenderungan ke arah spesialisasi. perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah India pada tahun 2000 SM.