P. 1
Tennis

Tennis

|Views: 619|Likes:
Published by ALda Kye

More info:

Published by: ALda Kye on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN KEKUATAN GENGGAMAN, KOORDINASI MATA TANGAN DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN FOREHAND DRIVE TENIS LAPANGAN PADA

MAHASISWA PKLO SEMESTER VI FIK UNNES TAHUN 2005

SKRIPSI
Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata I untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh ; Nama NIM : Nurdiyanto : 6314000049

Jurusan /Prodi : Pendidikan Kepelatihan Olahraga/S1 Fakultas : Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005
i

LEMBAR PERSETUJUAN
Telah disetujui untuk diajukan dalam sidang Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada :

Hari Tanggal

: …………………………………. : ………………………………….

Menyetujui

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Sri Haryono, S.P.D., M.OR. NIP.132205930

Drs. Sukirno, M.Pd. NIP.130935358

Mengetahui, Ketua jurusan PKLO

Drs. Wahadi, M.Pd NIP. 131571551

ii

SARI

Nurdiyanto, 2005. Hubungan Kekuatan Genggaman, Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Tenis Lapangan pada Mahasiswa PKLO Semester VI FIK UNNES Tahun 2005. Skripsi. Jurusan PKLO. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. Permasalahan penelitian adalah : 1) Apakah ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005, 2) Apakah ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 dan 3) Apakah ada hubungan kelincahan dengan kemampuan melakukan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive tennis lapangan pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Populasi penelitian ini mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak. Jumlah sampel yang digunakan dalam penlitian ini sebanyak 31 mahasiswa. Variabel penelitian ini meliputi variabel besar yaitu kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan kelincahan dan variabel terikat yaitu kemampuan forehand drive. Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes dan pengukuran kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan, kelincahan dan kemampuan forehand drive. Data dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi sederhana maupun ganda. Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r1y) sebesar 0,461 > rtabel =0,361, yang berarti ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive. Koefisien korelasi (r2y) sebesar 0,571 > rtabel =0,361, yang berarti ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive. Koefisien korelasi (r3y) sebesar 0,363 > rtabel =0,361, yang berarti ada hubungan kelincahan dengan kemampuan forehand drive Korelasi korelasi (r123y) sebesar 0,745. Keberartian Koefisien korelasi ganda tersebut diuji dengan uji F, hasil perhitungan diperoleh Fhitung 11,235 dengan probabilitas 0.000 < 0.05, yang berarti ada hubungan antara kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive. Berdasarkan hasil penelitian penulis memberikan saran : 1) Untuk mendapatkan pukulan forehand drive yang keras dan akurat perlu memperhatikan kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan jalan memberikan dasar latihan koordinasi gerak, dan latihan kekuatan secara terprogram dan terencana, dan 2) Saat latihan pukulan forehand drive, perlu menekankan latihan mengombinasikan atau mengkoordinasikan kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan kelincahan agar menjadi suatu gerakan terpadu sehingga dapat menghasilkan pukulan yang keras dan akurat.

iii

4.KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. dorongan dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi. M. Drs. Seluruh Mahasiswa PKLO Semester VI FIK UNNES yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan dorongan sehingga terselesaikannya penulisan skripsi.Or. Sukirno.Pd. Keberhasilan penulis dalam menyusun skripsi ini atas bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. iv . Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi lancer tanpa halangan yang berarti.Pd. M. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan penulis menjadi mahasiswa UNNES. 2. Dosesn Pembimbing I yang telah sabar dalam memberikan petunjuk dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi. Dosen Pembimbing II yang telah sabar dan teliti dalam memberikan petunjuk. 7. Sri Haryono. Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNNES yang telah memberikan dorongan dan semangat untuk menyelesaikan skripsi. 6... 3.. S. 5.

Atas segala bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan kepada penulis.8.W. Akhirnya penulis berharap skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca semua. Agustus 2005 Penulis v .T. penulis mendoakan semoga amal dan bantuan saudara mendapat berkah yang melimpah dari Allah S. Semarang. Semua pihak yang telah membantu dalam penelitian untuk penulisan skripsi.

Adik-adik dan keluarga besarku. 3.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : Kita dapat memimpikan prestasi dan membayangkan kesuksesan. 2. (Nurdiyanto) Pelajaran yang terbaik adah rintangan yang dihadapi dalam kehidupan yang berhasil dilalui berkat adanya ketabahan. vi . 4. kebahagiaanku tak ada yang bias terucap dalam kebimbanganku. semangat dan ketelitian. namun keteguhanlah yang membuat tujuan kita menjadi kenyataan. (Nurdiyanto) Persembahan : Skripsi ini kupersembahkan kepada : 1. Semua teman-teman PKLO’00. Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa memberikan dorongan dan do’a yang tiada henti-hentinya. Almamater FIK UNNES.

........................................................ 2....... Tujuan Penelitian ................... i ii iii iv vi vii ix x xi 1 1 4 5 6 7 7 7 8 9 15 17 18 19 19 20 21 21 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ..... Kelincahan Pukulan Forehand Drive ........................................ DAFTAR TABEL........... 2......1.....................................................................1................................2 1.................6.............4................ 2. Teknik Dasar Permainan Tenis..........1......................................................................... Kerangka Berpikir .............................. Hipotesis....1.........................................1 Hubungan Kekuatan Genggaman dengan kemampuan Forehand Drive .......................... 2............. DAFTAR ISI..................................................... 2.................................2..... 2.....1....................................2.....................................1 Hubungan Kelincahan dengan kemampuan Forehand Drive......... Landasan Teori. DAFTAR GAMBAR ................................................................................ Permasalahan ....... BAB I PENDAHULUAN ....4 Alasan Pemilihan Judul........................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......... 2..................................... vii .................1.......................... 2..1........7.................................. 2........ Pukulan Forehand Drive .....................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... Kekuatan Genggaman Pukulan Forehand Drive................... SARI.....7...... KATA PENGANTAR ...............7..............2 Hubungan Koordinasi Mata Tangan dengan kemampuan Forehand Drive ... Manfaat Penelitian ........1....................1..........7............................................................................................................................................................................ 2......1 1......1........................................1................................1............................................ Teknik Pegangan Atau Grip Pukulan Forehand Drive 2.......5............... Koordinasi Mata Tangan Pukulan Forehand Drive .............................................3 1....................................................................... 1.. 2.......... DAFTAR LAMPIRAN....................................................... HALAMAN PERSETUJUAN...........3........

.......... viii ..............................................1 4.......................................................................................................................................3 Variabel Penelitan ........2 Kesimpulan .................. 3............... 3....8 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelitian .....2 Hasil Penelitian ...5 Metode Pengambilan Data ........................................................................................................................................................... 3.................................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............ 4..................................................................7 Analisis Data ...................................................4 Rencana Penelitian ............................................... 3........ Pembahasan.......... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................6 Tempat Dan Waktu Penelitian .... 23 23 23 24 24 25 26 26 27 29 29 39 43 43 43 45 46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN......... 3............................................. 3......................................... 5............................................................................................................................2 Sampel...................................... Saran ..........................1 5..................................................1 Populasi .......................BAB III METODE PENELITIAN ....... 3...................................... 3.....

.......... Tes speder run............. Tes Rally 3 menit ........ 2.......................... 9....................................................... 10.................... Hubungan Variabel-variabel Penelitian .......................... 11...................... Tes Kekuatan Genggaman ................................................. Eastern Forehand Grip ........................................................ Ayunan ke Belakang (Back Swing)........................................................................................ Ayunan ke Muka (Forward Swing) ............ Rangkaian Gerak Forehand Drive .............................................................. Lapangan Lempar Tangkap Bola Tenis .................................................................................... 8................................. 3...............................DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 9 12 13 14 14 17 27 46 47 49 50 1................. Gerak Lanjutan (Follow Through) ......................... ix .............. 4.................. 6...................................................................... 7...... 5.................... Otot Genggaman ............

.................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1..... Koordinasi Mata Tangan................................................................... Koordinasi Mata Tangan.... Koefisien Regresi Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive............. Koefisien Korelasi antara Koordinasi Mata Tangan dengan Kemampuan Forehand Drive.......... 3...... 9.. 7.......... 8...................... Kelincahan........................... Uji Linieritas Model Regresi antara Kekuatan Genggaman...... Kelincahan.... 6................ Koordinasi Mata Tangan.................................... Koordinasi Mata Tangan.................................... Uji Normalitas Data Kekuatan Genggman............................................ dan Kemampuan Forehand Drive ....................... 10.. Koefisien Korelasi antara Kekuatan Genggaman dengan Kemampuan Forehand Drive........... Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive................................... Koefisien Korelasi antara Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive..................................................... 5.... Uji Homogenitas Data Kekuatan Genggman. 13............................... 11.. Koefisien Regresi Kekuatan Genggaman........... Koefisien Regresi Koordinasi Mata Tangan Lengan dengan Kemampuan Forehand Drive........................................................................................ Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive..... Norma Penilaian Spider Run Test ............................. Koefisien Korelasi antara Kekuatan Genggaman. 2.......... Kelincahan. 12................... Koefisien Regresi Kekuatan Genggaman dengan Kemampuan Forehand Drive................ Deskriptif Data Tentang Kekuatan Genggman...... dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive dalam Permainan Tenis ................. 4............................................... dan Kemampuan Forehand Drive ......................... 44 48 38 36 37 36 34 34 33 32 31 30 29 x ................. dan Kemampuan Forehand Drive ........................

.. 4..... Tes ke 1....... 8......... Tes II lempar tangkap bola tenis tangan yang melempar bola dan hasil bola lemparan ditangkap dengan tangan yang lainnya..................... Tes ke 2............ Data hasil T Pengukuran power lengan (x1)..... 5............. Tes II lempar tangkap bola tenis tangan yang melempar bola dan hasil bola lemparan ditangkap dengan tangan yang lainnya.................... 7....DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 51 64 1..... Tes ke 2............. Instrumen Penelitian . 6........ Daftar dan hasil pukulan backhand drive 9............................. Tes I lempar tangkap bola tenis tangan yang melempar bola dan hasil bola lemparan ditangkap dengan tangan yang melempar............. Format Penilaian Hasil Tes dan Pengukuran ...... Kecepatan Lari Maksimal (X2)...... Data Hasil Kekuatan Otot Tungkai (X1)......... 2................................... dan Hasil Tendangan Bebas Langsung ke Gawang ..... Tes ke 1................. 3..... koordinas 65 67 68 69 70 xi ... Tes I lempar tangkap bola tenis tangan yang melempar bola dan hasil bola lemparan ditangkap dengan tangan yang melempar......

2. 3. 5. 4. Teguh cahyono Trisno Dhiantoro Elis Supriatin Siti Tugas Peneliti Pengukuran Pengukuran Pengukuran Pengukuran Keterangan PJKR Guru Guru Guru Guru xii .Lampiran 1 53 TABEL PEMBANTU PENELITIAN Nama 1.

M. Wahadi.Kes NIP. 131671212 2. Kriswantoro NIP.00 – 11. M. Drs.LEMBAR PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Univeritas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal Pukul Tempat : Rabu. Sutardji. S. Drs. : 22 Desember 2004 : 09. M. 132205930 1. M. Drs.Pd. 131571551 3. 131876219 xiii . 130523506 Dewan Penguji Sri Haryono.Or NIP. M.00 WIB : Laboratorium PKLO Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. Nasution.Pd NIP. NIP.S.

Permainan dan Metodik. Jakarta. Surakarta. Tarsito. Jonath. Depdikbud. Taktik dan Teknik Permainan. Bratara karya Aksara. Jakarta. Jakarta. Harsono. 1990. 1992. Raja Grafindo. FPOK IKIP Winarno Surachmad. Olahraga Pilihan Sepakbola. Jakarta. PT. Jakarta. W. 1980. 1982. Remmy Muchtar. Krempel. Ilmu Yogyakarta. 1988.1992. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Alat Tes dan Pengukuran Kesegaran Jasmani dan Pedoman Penggunaannya. Suharno HP. Sukatamsi. 1988. Pengantar Ilmu Pendidikan Ilmiah. Permainan Besar. Sajoto.. 1980. Semarang.S. Tiga Serangkai. 1995. PSSI. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Ilmu Coaching. 2000. Joe Lux bacher. Jakarta. 1986. xiv . bandung. Bumi Aksara. Pusat Ilmu Olahraga. Teknik Dasar Bermain Sepakbola. PT. 1993. Suharsimi Arikunto. Depdikbud. Jakarta. E. 1984. Sudjana. Jakarta. M. Peraturan Permainan PSSI. Sarumpaet. Depdikbud. Haag. PJKR Depdikbud. Kepelatihan Olahraga. Rosda Jaya Putra Offset. PSSI. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi.DAFTAR PUSTAKA A. 1986.J. Nurhasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Atletik 2. PT.Yogyakarta. Suharsono. CV Tambak Kusuma. 1983. R. Depdikbud. Jakarta. Depdikbud. Poerwadarminta. KONI Pusat. U. Bandung. Dahara Frize. Jakarta.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

adanya sarana-prasarana yang menunjang dan membuat metode latihan yang tepat. Demikian populernya olah raga tenis lapangan hingga terjadi persaingan yang ketat antara pemain.1 Alasan Pemilihan Judul Dalam kehidupan modern ini. manusia tidak dapat dipisahkan dengan olahraga. perkembangan ini disebabkan karena tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh semua orang mulai dari anak-anak. Usaha pemasalahan. Tenis lapangan telah mencapai tahap perkembangan sangat pesat dan menarik perhatian sebagian orang. diberikannya pelajaran-pelajaran olahraga tenis yang serius tanpa mempedulikan usia maupun jenis kelamin. Sejak terbukanya acara-acara pertandingan tingkat dunia. karena dengan pengetahuan ilmiah diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kepelatuhan tenis lapangan. yang ikut serta di dalamnya telah mendorongh meluasnya permainan olahraga ini ke seluruh dunia. orang dewasa sampai orang tua sekalipun. pembinaan dan pengembangan untuk mencapai prestasi tersebut tidak lepas dari pendeketan ilmiah. pendekatan ilmiah dan pengembangan pencapain prestasi olahraga tenis. Baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. 1 .BAB I PENDAHULUAN 1. Tenis juga merupakan salah satu jenis olah raga yang popular dan banyak digemari semua lapisan masyarakat di dunia khususnya di Indonesia.

1996:31). Adapun menurut Maghetti (1990) teknik pukulan dasar dibedakan menjadi empat macam yaitu: service. 2) forehand. lebih-lebih bagi pemain profesional. tiga perempat pukulan kemenangan ditentukan lewat forehand. maka kemungkinan besar prestasi bermain tenisnya lebih cepat berkembang. 4) volley “ (hal: 24). Bila setiap pemain memulai dengan dasar memukul yang baik dan benar. Untuk dapat bermain tenis baik kaum amatir. yaitu : 1) service. Menurut Scharff (1991:24). Pukulan forehand merupakan stroke yang paling umum dipakai dalam tenis (Larder. langkah. adapun teknik pukulan dasar menurut Scharff (1979:) bahwa:“ ada empat jenis pukulan dasar dalam permainan tennis. dan samsh (hal:32). dari keseluruhan pukulan yang ada dalam suatu permainan. Agar dapat bermain dengan baik dan benar serta berprestasi tinggi. Dari keempat pukulan tersebut. khususnya bagi petenis pemula keterampilan dasar dalam bermain tennis harus di kuasai. backhand drive. 3) backhand. pukulan forehand drive adalah pukulan yang paling sering dilakukan dalam suatu permainan. pemain harus dituntut untuk menguasai teknik-teknik memukul bola. Pada hakekatnya seorang pemain dapat memenangkan suatu . forehand drive.2 Tenis seperti dikatakan oleh Mageti (1999:3) adalah jenis olahraga yang mencakup aspek-aspek tertentu. Seseorang petenis yang memiliki pukulan forehand drive yang baik dimungkinkan dapat memegang kendali permainan dan juga ia dapat mempertahankan bola bahkan bisa memenangkan suatu permainan. serta gerakan tubuh yang sesuai. Setiap pemain tenis harus menguasai teknik pukulan dasar dengan baik untuk mendukung penampilannya dalam melaksanakan keterampilan dalam bermain tenis.

Menurut Leary (1988:9) mengatakan bahwa perasan raket mempengaruhi permukaan pada saat menyentuh bola. kekuatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam menentukan kualitas fisik seseorang. Pate Ratela MC Clenanghan dalam Jaminanto (1991:180) juga menyatakan bahwa perasan (pegangan) memiliki peranan penting saat memukul suatu benda dengan sebuah alat. Adapun komponen-komponen kondisi fisik tersebut yaitu: 1) kekuatan. 6) kelincahan. 3) daya otot. Pukulan forehand drive yang baik juga harus didukung dengan kelincahan . Harsono (1988:12). keberhasilan forehand drive juga ditentukan oleh kondisi fisik. Cara memegang raket sangat berpengaruh terhadap hasil pukulan forhand. Dengan pegangan yang kokoh maka daya gerak tubuh dapat benar-benar dipindahkan kebenda tersebut. 5) daya lentur. 4) kecepatan. Kekuatan adalah tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan gerak atau bentuk dari suatu benda. 7) koordinasi. Selain teknik yang benar. dan 10) reaksi. 8) keseimbangan. koordinasi mata dan tangan yang baik juga menguntungkan untuk dapat mengarahkan pengembalian bola dari lawan dengan arah bola yang diinginkannya dalam melakukan pukulan forehand drive sebagai serangan bola pada daerah lawan yang kosong jadi lawan akan sulit menjangkau bola. 2) daya tahan. Menurut Sajoto (1995:81) dari kesepuluh komponen kondisi fisik di atas. Dengan demikian pegangan yang tepat dan benar akan memberikan rasa yang enak di tangan sehingga dapat memukul bola ke arah yang dikehendaki Selain unsur kekuatan. 9) ketepatan.3 pertandingan atau permainan (set) apabila dapat memukul forehand dengan keras dan lawan tidak dapat mengembalikan ataupun lawan dapat mengembalikan forehand drive yang tidak baik dapat menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan.

2 Permasalahan Sesuai dengan judul di atas maka dengan demikian timbul suatu pemikiran. Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan Dengan Kemampuan Forehand Drive Tenis Lapangan Pada Mahasiswa PKLO Semester VI FIK UNNES Tahun 2005” Sebagai alasan pemilihan judul tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) Dalam suatu permainan tenis lapangan pukulan forehand drive adalah pukulan yang paling sering atau banyak di lakukan. koordinasi mata tangan dan kelincahan pada kemampuan melakukan forehand drive di atas. 2) Kekuatan genggaman berpengaruh pada pukulan forehand drive. Jadi kemampuan seorang petenis untuk memadukan unsur kekuatan. Berdasarkan uraian peranan kekuatan genggaman.4 atau gerak kaki yang baik pula. 3) Pukulan forehand drive memerlukan kombinasi antara kelincahan tata gerak kaki dan kekuatan. Dan Pukulan forehand drive sangat berperan dalam kemenangan. perhatian dan permasalahan bagi penulis untuk meneliti masalah sebagai berikut: . 4) Koordinasi mata tangan sangat jelas berpengaruh terhadap pukulan forehand drive 1. maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Kekuatan Genggaman. koordinasi mata tangan serta kelincahan saat melakukan pukulan forehand drive akan berpengaruh terhadap baik buruknya pukulan yang dihasilkan.

3) Apakah ada hubungan kelincahan dengan kemampuan melakukan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 2. Untuk nengetahui hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.5 1) Apakah ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 4. Untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 3. Untuk mengetahui hubungan kekuatan genggaman. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan melakukan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Untuk mengetahui hubungan kelincahan dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 4) Apakah ada hubungan kekuatan genggaman.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. 1. 2) Apakah ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 . . koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan melakukan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.

6

1.5 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : 1) Dapat memberikan informasi kepada para pelatih bahwa ada hubungan antara power lengan dengan kemampuan penempatan pukulan forehand drive. 2) Diharapkan dapat dimanfaatkan dan disempurnakan sebagai informasi ilmiah dan bahan perbandingan bagi peneliti yang lain, pelatih tenis dan Pembina olahraga tenis. 3) Dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program latihan untuk

meningkatkan prestasi petenis yang lebih tinggi.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teknik Dasar Permainan Tenis Dalam Bermain tenis yang baik dan benar, teknik dasar dalam bermain haruslah dikuasai. Lardner (1996), menyebutkan bahwa ada 6 macam pukulan dasar dalam tenis yaitu:forehand,backhand, service, volley, lob dan smash. . Menurut Scharff (1981:24), menyatakan bahwa teknik pukulan dasar dibedakan menjadi:Forehand drive, Backhand drive, Serve, lob dan Volley Pukulan forehand menurut Lardner (1996:31) “adalah merupakan pukulan strike yang paling umum dipakai dalam tenis. Ini hanpir selalu merupakan stroke penting yang dipelajari”. Scharff menyebutkan “Forehand drive adalah yang penting bagi seorang pemula. Tujuannya ialah mengembalikan pada sisi badan sebelah raket (sebelah kanan pada orang biasa dan sebelah kiri pada orang kidal) (1981:24). Pukulan gaya backhand adalah suatu gaya pukulan yang lebih wajar dan menuntut agar lengan dihempaskan keluar menjauh dari tubuh (Jean King. 1986:41).adapun menurut Yudoprasetyo “Backhand drive adalah pukulan yang dilakukan terhadap bola yang berada di samping kiri pemain, kalau pemain mempergunakan tangan kanan”. Pukulan service adalah pukulan yang sangat penting dalam permainan selain sebagai pukulan pembuka suatu permainan sekarang ini juga digunakan untuk memenangkan suatu permainan (Katili. 1948:57). Sedangkan Scharff

menyebutkan “Service adalah pukulan untuk memulai permainan, ini merupakan 7

8

suatu pukulan yang dimana pemain seluruhnya menguasai bola. (1981:60) “Pukulan volley adalah suatu cara memukul sebelum bola mental di lapangan, umumnya terjadi di wilayah dekat net” ( Lardner. 1996: 62). Pukulan lob menurut Jean King “ adalah salah satu pukulan yang bermutu dan paling digunakan dalam tenis” (1986:87) pendapat lain mengenai lop dikemukakan oleh Mottram “pukulan lop adalah yang naik di udara dan di arahkan supaya jatuh sedekat mungkin dengan basline lawan” (1996:85). Pukulan overhead smash adalah pukulan yang dilakukan terhadap bola yang berposisi agak tinggi di atas kepala (katili. 1948:57). Menurut Schraff “Overhead smash adalah pukulan untuk mematikan, smash yang cermat dan gigih adalah jawaban atas lob lawan (1981:85). Dari beberapa jenis pukulan tersebut, pukulan forehand drive merupakan yang paling umum dipakai dalam permainan tenis lapangan dan sedikitnya setengah dari seluruh pukulan dalam tenis lapangan adalah forehand.

2.1.2

Teknik Pegangan atau Grip Kita ketahui ada tiga macam pegangan atau grip, seperti yang dikatakan

Magethi (1990:42) bahwa grip yang digunakan dalam melakukan pukulan forehand drive yaitu easteren grip, continental grip, dan western grip. Dari ketiga macam grip yang ada, grip untuk pukulan forehand yang paling cocok atau sesuai adalah eastern grip dalam melakukan forehand drive (Brown, 1996:35). Teknik pegangan eastern seperti yang dikemukakan Lardner (1996:35) bahwa untuk forehand harus menggunakan pegangan forehand model timur atau

Ini juga dapat membantu Anda dalam menggapai bola dengan berbagai ketinggian.1.3. Cara memegang Eastern Grip Menurut Magethi (1990:43) adalah pegang raket pada lehernya dengan tangan kiri Anda (tangan yang tidak digunakan untuk memukul). rasanya seperti jika Anda seolah-olah berjabat tangan dengan pegangan raket.3 Pukulan Forehand Drive 2. dan posisi telapak tangan di belakang pegangan raket akan memberikan kekuatan yang lebih besar. Genggaman ini akan memberi kekokohan. yaitu pukulan yang dilakukan terhadap bola . tempatkan telapak tangan yang anda gunakan untuk bermain di belakang pegangan dan jari-jari ditempatkan melingkari pegangan raket.1.1 Pengertian forehand drive Sesuai pendapat Yudoprasetio (1981 :59) bahwa:pukulan drive adalah jenis pukulan yang disebut ground stroke. Gambar 1 Eastern Forehand Grip Sumber:Bey Magethi (1990) 2. lihat gambar.9 eastern grip.

dan follow trough atau gerak lanjutan (Abdoellah. .10 yang sudah menyentuh tanah (lapangan). serta dapat menentukan perbendaharaan teknik (Lardner. 1974:27). gerak kaki yang tepat. impact (perkenalan bola dengan raket).2 Teknik Pukulan Forehand Drive Kunci keberhasilan atau urutan dalam melakukan pukulan forehand drive dapat terbagi menjadi tiga. 31).3.1981:40). keseimbangan yang kokoh. Pukulan drive dibagi menjadi dua. foreward swing (ayunan ke muka). 2. Dalam proses mengembangkan kemahiran dalam forehand. Forehand drive dilakukan dari sebelah kanan badan dan backhand drive dilakukan dari kiri badan.1. 1996: 32). pelaksanaan. Dalam permainan tenis lapangan. pukulan drive merupakan pukulan menjuruskan atau mengarahkan bola ke muka. yaitu forehand drive dan backhand drive. memberi pukulan keras padanya (Yudoprasetio. memandang bola dengan cermat. jenis pukulan yang mendominasi atau lebih banyak dilakukan. karena forehand adalah pukulan stroke yang dapat membuat lawan berlari kesana-kemari selama rally yang panjang atau lama. Pukulan ini untuk mendekte lawan. memperkirakan arah bola dari lawan. kepekaan terhadap waktu /teming dan konsentrasi (Lardner. Dalam istilah yang sama di kemukakan oleh Brown (1996:32). yaitu: back swing (ayunan ke belakang). khususnya permainan tunggal adalah forehand. ada prinsip-prinsip yang digunakan yaitu. 1996 . untuk pemain yang bukan kidal. Dalam permainan tenis lapangan. dengan pukulan datar di atas net. mempersiapkan strok sejak dini. dan gerak lanjut”. menyatakan bahwa komponen keberhasilan forehand yaitu persiapan.

Bahu kiri dan kanan ditarik ke muka. Lutut tidak boleh diluruskan kembali sebelum pemukulan seluruhnya selesai. Badan menghadap ke jaring. grip untuk forehand (Eastern grip). Berdiri sedikit membungkuk di atas telapak kaki bagian muka . Pada saat back swing dimulai. Jarak diantara kedua kaki tidak sama bagi semua orang (diantara 35 cm dan 50 cm). dan mata mengawasi bola terus menerus. 2. Jarak di antara kaki kanan dan kaki kiri diatur supaya terasa bahwa dengan lutut yang dibengkokkan. Jari-jari tangan kiri memegang dipangkal.11 1. pada saat bola meninggalkan tangan / raket. back swing harus sudah selesai pada saat bola jatuh pada atas lapangan pemain yang akan memukulnya. lutut sedikit dibengkokkan. untuk memudahkan pemutaran badan dan untuk dapat bergerak dengan cepat. setelah dapat dipastikan. (Yudoprasetio. Persiapan forehand drive Persiapan dalam melakukan teknik pukulan forehand drive yatu: untuk melakukan tiap pukulan raket disiapkan dimuka badan. tidak diatur tumit maupun jari-jari kaki. dan lengan-lengan dilemaskan. back swing sudah harus dimulai. dan bahu kiri disiapkan . badan sedikit dibungkukkan. badan mudah diputar ke kiri maupun ke kanan. matamata mengawasi bola yang akan datang dari seberang jaring. Kepala tegap dan pemain berkonsentrasi kepada bola yang dipukul oleh lawan.1971:56). Ayunan ke belakangan (back swing) Harus dilaksanakan dengan baik. berat badan harus ditanamkan dikaki kanan (belakang).

Ayunan ke muka (forward swing) Ayunan ke muka / forward swing dimulai dengan menurunkan raket setinggi bola yang akn disapu dan melangkahkan kaki kiri kemuka. sebelum forward swing dimulai dipermudah pemindahan berat badan dari kaki ke . Pada akhir back swing berat badan sudah tertanam di kaki belakang dan badan sudah terputar ke kanan. Daun raket sudah lebih tinggi dari pada tinggi bola yang akan dipukul.12 untuk diarahkan ke jaring. pemain harus membengkokkan lututnya lebih rendah (Yudoprasetio 1971:57). dalm usaha untuk memukul bola. Raket diayunkan ke belakang dan badan harus terputar kekanan. Untuk memukul bola rendah. Daun raket tidak boleh diturunkan lebih rendah dari pada pergelangan tangan . : Gambar 2 Ayunan ke Belakang (Back Swing) Sumber: Visben (1987:31) 3.

daun raket tetap tegak lurus terhadap lapangan.(Yudoprasetio. Dan Follow Trough berakhir dengan lengan lurus dan tanganyang memegang raket kira-kira setinggi bahu kiri. Gerak lanjutan (follow trough) Gerak lanjutan ini dilaksanakan dengan lengan lurus. Pada saat daun raket menyapu bola.1971:60). Badan yang dibungkukkan dan lutut yang dibengkokkan tidak boleh diluruskan kembali. pergelangan tangan tidak boleh bergerak. dengan daun raket tetap tegak lurus terhadap lapangan. dan memudahkan ayunan lengan. Pada saat bola menyentuh raket raket harus dipegang dengan kuat / teguh. daun raket berposisi tegak lurus dengan lapangan. sebelum Follow Trough selesai. Gambar 3 Ayunan ke Muka (Forward Swing) Sumber : Visben (1987:31) 4. .13 belakang ke kaki muka.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar rangkaian gerakan yang akan dimulai dari posisi siap hingga gerak lanjutannya berikut ini. diharapkan petenis dapat melakukan pukulan forehand drive dengan lebih mudah.14 Gambar 4 Gerak Lanjutan (Follow Through) Sumber : Visben (1987:32) Dari tahapan-tahapan pukulan forehand drive yang sudah diterangkan di atas. Gambar 5 Rangkaian Gerak Forehand Drive Sumber : Baron’s (1995:80) .

Sedangkan Harsono mendefinisikan kekuatan juga sebagai kemampuan dari otot untuk dapat mengatasi tekanan atau beban dalam aktivitas. Dalam meraih prestasi yang optimal diperlukan pembinaan dan pengembangan yang maksimal diperlukan beberapa aspek penentu salah satunya adalah aspek biologis yang tidak dapat diabaikan.4 Kekuatan Genggaman pada Pukulan Forehand Drive Tubuh manusia terdiri bermacam-macam otot dimana dalam suatu gerakan otot-otot tersebut saling mendukung antara otot yang satu dengan yang lain. Jika ingin mencapai suatu gerakan yang maksimal dalam gerakan forhand drive juga harus memperhatikan otot-otot yang mendukung saat melakukan gerakan tersebut. suhu keasaman darah kadar elektrolit darah. Faktor-faktor yang mengganggu kerja otot adalah sistem syaraf.1. Karena tanpa saling terkait otot-otot tersebut tidak dapat mencapai hasil yang maksimal. Kekuatan sebagai tenaga yang dipakai untuk mengubah kedaan gerak atau bentuk dari suatu benda (Dwijowinoto:181). Namun begitu ada bagian otot yang paling dominan saat melakukan gerakan. Kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. serta gangguan pada sistem penyediaan tenaga (Sugiyanto 1991:19).15 2. ukuran otot. Jadi yang dimaksud kekuatan . kapasitas sistem penyediaan tenaga dan aliran darah. Dan otot-otot bekerja sesuai dengan aktifitas yang dibutuhkan sesuai bagianbagiannya. bahan-bahan kimia sisa metabolisme. Namun juga harus melihat kwalitas dari sisitem otot yang dipengaruhi oleh banyak factor seperti: serabut otot. Kekuatan menurut Sajoto (1995:81). Dari pendapat tersebut jelaslah dalam oto-ototbahwa dalam melakukan tidak dapat berdiri sendiri.

Jadi yang dimaksud kekuatan genggaman dalam penelitian ini adalah usaha untuk sekelompok otot dalam mencekram atau mengepal raket saat melakukan forhand drive (saat perkenaan dengan bola). Cara memegang raket sangat berpengaruh terhadap hasil pukulan forhand. raket di genggam cukup keras. Menurut Yudoprasetio (1981:180) mengatakan bahwa: raket tidak dipegang dengan keras. Leary (1988:8) mengatakan bahwa hasil dari terlontar pada bola akan ditentukan dari pegangan grip raket: untuk menghasilkan kekuatan yang lebih besar pegangan atau grip terletak agak kebelakang (pangkal raket) Kekuatan genggaman menurut Poerwodarminto (1984:314) dikatakan bahwa “genggaman adalah cengkraman tangan untuk memegang”. agar bahu raket tidak berusaha dalam genggaman pada saat daun raket menyentuh bola. Perasan atau genggaman memainkan peranan penting dalam jenis reaksi yang bias diharapkan dari suatu benda. tetapi terlebih dahulu harus berlatih untuk dapat melaksanakan ayunan raket dengan baik sebelum melakukan pukulan terlebih dahulu lengan dan bahu dilemaskan (relaked). dengan sebuah alat sehingga daya gerak tubuh . Menurut leary (1988:9) mengatakan bahwa: “Perasan raket mempengaruhi permukaan pada saat menyentuh bola”. sering kali perlu menggunakan yang kokoh saat memukul suatu benda.16 adalah tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan gerak atau bentuk dari suatu benda. Pada saat raket kena bola. Pegangan yang tepat benar yang akan memberikan rasa yang enak di tangan dan dapat memukul bola kearah yang dikehendaki.

5 Koordinasi Mata Tangan pada Pukulan Forehand Drive Koordinasi Mata Tangan menurut Sanjoto. saat itulah kecepatan geraknya mencapai maksimum.1.17 dapat benar-benar dipindahkan kebenda tersebut (pate Ratela MC Clenanghan diterjemahkan Jaminanto 1991:180). (1988:59) mengatakan bahwa “koordinasi adalah kemampuan seseorang. Adapun pendapat lain. dalam mengintegrasikan gerakangerakan yang berbeda ke dalam suatu pola gerakan tunggal secara efektif seperti dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis. kemudian memukul dengan teknik yang benar dan luwes”. koordinasi adalah bilamana kekuatan yang dikerahkan untuk memberikan kecepatan gerak pada suatu benda atau badan berakhir. seorang pemain akan kelihatan mempuyai koordinasi gerak yang baik. bila ia dapat bergerak kearah bola sambil mengayun raket. 2. koordinasi .

2. kelentukan.indera penglihatan (KBBI. Tangan adalah anggota badan dari pergelangan sampai ke ujung jari (KBBI. tetapi kekuatan tersebut harus tetap dikombinasikan dengan kelincahan. dengan kata lain: Percepatan (kekuatan yang bekerja untuk menambah kecepatan gerak) dari setiap anggota tubuh yang satu. begitu rupa sehingga masing-masing akan mencapai kecepatan maksimal pada waktu yang bersamaan. 1984:1004). Sebagian besar olahraga lebih banyak memerlukan kekuatan. Menurut Soekarman (1989:71) “kelincahan adalah kemampuan untuk merubah arah dengan cepat pada waktu gerak dengan kecepatan tinggi”.18 merupakan gerakan anggota tubuh yang satu terhadap yang lain harus bekerjasama dengan berurutan. Seseorang yang dapat mengubah pada posisi berbeda dalam kecepatan yang tinggi dengan koordinasi yang baik. Dalam penulisan ini yang dimaksud koordinasi penglihatan tangan sebagai angota badan dari pergelangan sampai ke ujung jari dengan kemampuan penempatan pukulan forehand drive. koordinasi dan sebagainya. Dalam suatu permainan setiap pemain akan melakukan banyak . harus berakhir pada saat yang sama dengan anggota tubuh berikutnya (Hidayat.1.:524). Koordinasi adalah mengkoordinasi. berarti kelincahanya cukup baik (Sanjoto. Sedangkan menurut suharno (1983:28): “kelincahan adalah kemampuan dari seseorang untuk mengubah posisi badan secepat mungkin sesuai situasi yang di hadapi”. Mata adalah indera untuk melihat. 1984:636). supaya terarah (KBBI. 1997:138). 1995:9).6 Kelincahan pada Pukulan Forehand Drive Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu.

.1. tes kekuatan otot kaki dan kekuatan memeras (genggaman). Disaat melakukan forehand drive lengan dan perasan dibutuhkan. khususnya tenis lapangan.1 Hubungan Kekuatan Genggaman dengan Kemapuan Forehand Drive Pada umumnya orang melakukan forehan drive “keras” tidak sulit menanggapinya dengan kata lain cara termudah untuk mengambil forehand drive yang keras dengan sumbangan tenaga perasan pada saat memegang raket. Kontraksi tangan tersebut dinamakan kontraksi isotonic. Karena kelincahan sangat penting dalam permainan tenis.1.19 sekali pukulan yang kadang datangnya bola sulit untuk kita jangkau serta perubahan arah datangnya bola yang tidak sesuai dengan yang diharapkan menyebabkan seorang pemain harus berlari dan menrubah arah lari untuk dapat memukul bola dengan sempurna. Tes kekuatan dari Cloy (2001:6) mengatakan ada tiga macam yaitu: tes kekuatan otot punggung. keras dan perasan mengontrol keadaanraket pada saat melakukan forehand drive. maka setiap pemain dan pelatih harus mengetahui dengan benar akan pentingnya kelincahan bagi setiap atlet.7 Kerangka Berpikir 2.7. melakukan perasan kuat saat raket mengenai bola maka tekanan bola dalam pelaksanaan forehand drive keras dan kencang. Isotonic adalah suatu kontraksi yang ditandai oleh pendekatan atau pemamjangan otot dimana tegangan otot meningkat selama kontraksi dan beban tidak berpindah. 2. Jadi sumbangan tenaga kekuatan menghasilkan tegangan sekaligus memberi efek pantulan.

1. Koordinasi adalah mengkoordinasi.7. 1984:636). seorang petenis harus mempuyai .:524). Dalam penulisan ini yang dimaksud koordinasi penglihatan tangan sebagai anggota badan dari pergelangan sampai ke ujung jari dengan kemampuan penempatan pukulan forehand drive. Adapun pendapat lain.2 Hubungan Koordinasi Mata Tangan dengan Kemampuan Forehand Drive. begitu rupa sehingga masing-masing akan mencapai kecepatan maksimal pada waktu yang bersamaan. dengan kata lain: Percepatan (kekuatan yang bekerja untuk menambah kecepatan gerak) dari setiap anggota tubuh yang satu. 1997:138). Tangan afalah anggota badan dari pergelangan sampai ke ujung jari (KBBI. Maka koordinasi mata tangan sangat berpengaruh untuk melakukan penempatan pukulan forehand drive yang baik. harus berakhir pada saat yang sama dengan anggota tubuh berikutnya (Hidayat.20 2. 1984:1004). saat itulah kecepatan geraknya mencapai maksimum. Menurut Sanjoto. koordinasi merupakan gerakan anggota tubuh yang satu terhadap yang lain harus bekerjasama dengan berurutan. seorang pemain akan kelihatan mempuyai koordinasi gerak yang baik. supaya terarah (KBBI.indera penglihatan (KBBI. dalam mengintegrasikan gerakan-gerakan yang berbeda ke dalam suatu pola gerakan tunggal secara efektif seperti dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis. koordinasi adalah bilamana kekuatan yang dikerahkan untuk memberikan kecepatan gerak pada suatu benda atau badan berakhir. (1988:59) mengatakan bahwa “koordinasi adalah kemampuan seseorang. kemudian memukul dengan teknik yang benar dan luwes”. Mata adalah indera untuk melihat. bila ia dapat bergerak kearah bola sambil mengayun raket.

2 Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah dan uraian dalam keranga berpikir. . 2.3 Hubungan Kelincahan dengan Kemampuan Melakukan Pukulan Forehand Drive Kondisi fisik petenis sangat berpengaruh terhadap prestasi yang akan dicapai. maka pukulan tidak akan keras dan kualitasnya tidak baik. kemudian seorang petenis bergerak cepat untuk mengejar dan mencapai bola yang akan dipukul (Yudoprasetio. Koordinasi mata tangan yang baik juga bisa sebagai serangan bola pada daerah lawan yang kosong jadi lawan akan sulit menjangkau bolanya. Petenis yang memiliki kelincahan yang baik akan mendukung pukulan yang baik pula serta dapat mengarahkan bola sesuai yang diharapkan. Selain itu diharapkan dapat cepat memukul bola tetapi harus memiliki kelicahan dalam bergerak untuk memukul bola yang jaraknya jauh dengan tubuh. 1981:39).7. karena untuk mengembalikan bola dari lawan harus bisa mempelajari hasil pukulan bola dari lawan. terutama pada saat menjangkau bola yang jauh.1. Dalam melakukan pukulan forehand drive. maka hipotesis penelitian ini adalah : 1) Ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Sehingga dari urain di atas diduga ada hubungan yang positif antara kelincahan terhadap kemampuan malakukan pukulan forehand drive. Kelincahan dalam memukul bola sangat mempengaruhi kualitas dan kerasnya pukulan.21 koordinasi mata dan tangan yang baik. 2. jika kelincahan kita kurang baik.

22 2) Ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 4) Ada hubungan kekuatan genggaman. . koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 3) Ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.

Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang wilayah penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan Sutrisno Hadi (2000:221).BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. yang berjumlah 31 orang yang acak. atau 20% .2 Sampel Sampel menurut Suharsimi Arikunto (1993:120) adalah Sampel adalah wakil populasi yang diteliti. diambil secara 23 . Dalam penelitian ini peneliti menggunakan mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. menyatakan bahwa sampel adalah penduduk yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi.1 Populasi Populasi menurut Suharsimi Arikunto (1993:102) adalah keseluruhan subyek penelitian. Teknik pengambilan sampel jika subyek kurang dari 100 lebih baik diambil semua dan bila subyeknya besar dapat di ambil antara 10% – 15%. Populai dalam penelitian ini adalah Mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 3.25% atau lebih.

yang hendak menyelidiki ada tidaknya korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat. koordinasi mata tangan (X2). 1988:97). koordinasi mata tangan dan kelincahan.4 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah kekuatan genggaman(X1). 2) Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan malakukan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES Tahun 2005. 3. secara grafis bentuk hubungan variabel-variabel penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Kekuatan Genggaman (X1) Koordinasi Mata Tangan (X2) Hasil Forehand Drive (Y) Kelincahan (X3) Gambar 7 Hubungan Variabel-variabel penelitian .3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala-gejala yang bervariasi (Suharsimi Arikunto. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas dan satu variabel terikat yaitu: 1) Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi kekuatan genggaman. dan kelincahan (X3) sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan forehand drive (Y).24 3.

interpretasi dan laporan yang disusun secara teratur dan sistematis tentang faktafakta penting yang berhubungan dengan aspek-aspek tertentu. yaitu data yang dapat diukur secara langsung dan data yang tidak dapat diukur secara langsung. Data yang diperoleh nantinya dianalisis untuk disimpulkan. (Soemardjono Fakultas Pendidikan Olah Raga Semarang). analisis. yang dimaksud survey adalah suatu koleksi. Faktor penting dalam penelitian yang berhubungan dengan data adalah metode pengumpulan data. Seperti dikemukakan oleh Sutrisno Hadi (1987:19). sedangkan data yang dapat diukur secara tidak langsung termasuk jenis data kualitatif. Reliabilitass tes diperoleh .77. Jenis data dalam penelitian ini dibagi dua bagian. Reliabilitass tes diperoleh dari hasil tes ritess (2 kali percobaan) dengan koefisien reliabilitas 0. Jenis data yang dibutuhkan tergantung dari tujuan penelitian itu sendiri. menyatakan bahwa jenis data yang dapat diukur secara langsung atau tepatnya dapat dihitung adalah data kuantitatif. Dengan demikian peneliti akan memperoleh hasil yang relevan terhadap objek yang diteliti sehingga dapat dipercaya. Uji coba tes akan dilakukan lebih lanjut sebelum pengambilan data.5 Metode Pengumpulan Data Pada dasarnya dalam suatu penelitian seorang peneliti harus mengetahui jenis data apa yang harus dipakai. Pendapat lain mengenai metode pengumpulan data menurut Sumardjono (1986 : 5).25 3. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tes dan pengukuran yang datanya langsung di ukur dari: 1) Tes kekuatan genggaman menggunakan Hand Grip Dynamo Meter. 2) Tes kelincahan menggunakan Spider Run (lari laba-laba).

81. sedangkan data dari hasil tes sampling diperoleh koefisien reliabilitas 0. Waktu pengambilan data dilakukan sehari pada hari senin tanggal 06 Juni 2005 pukul 15.76. maka teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda dan juga regresi sederhana.00 WIB sampai dengan selesai. kelincahan dengan kemampuan forehand drive.84.6 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian ini adalah lapangan tenis FIK UNNES. 3) Tes koordinasi mata tangan menggunakan Lempar Tangkap Bola Tenis.79. Reliabilitass tes diperoleh dari hasil tes ritess (2 kali percobaan) dengan koefisien reliabilitas 0. Secara teknik pengukurannnya meliputi tiga cara maka sebelum dilaksanakan penghitungan statistik deskriptif terlebih dahulu dilakukan transformasi data diubah kedalam skor T baru kemudian dilakukan penghitungan-penghitunggan statistik deskriptif dan juga dilakukan uji persyaratan yakni uji normalitas menggunakan statistik . koordinasi mata tangan. dimana terdapat tiga variable bebas dan satu variabel terikat. (hasil uji uji coba lampiran 3) 4) Tes kemampuan forehand drive menggunakan test relly 3 menit.26 dari hasil tes ritess (2 kali percobaan) dengan (hasil uji uji coba lampiran 2) koefisien reliabilitas 0.7 Analisis Data Penelitian ini akan melihat hubungan kekuatan genggaman. 3. Reliabilitass tes diperoleh dari hasil tes ritess (2 kali percobaan) dengan koefisien reliabilitas 0. 3.

uji homogenitas dengan ChiSquare atau leven’s test dan uji lineritas dan keberartian model dengan uji t dan uji F.27 nonparametik dengan kolmogorov-Smirnov test. Faktor penggunaan alat Di dalam pelitian ini penulis menggunakan alat-alat yang telah diterakan. Faktor pemberian materi Pemberian materi dalam pelaksanaan tes mempunyai peran yang besar dalam pencapean hasil yang optimal. terlebih dahulu penulis memberikan informasi dan contoh penggunaan alat-alat tersebut sehingga didalam pelaksanaan penelitian tidak terdapat kesalahan. Sebelum sampel diberi perlakukan.8 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penelitian Faktor-faktor yang mempengaruhi penelitaian ini adalah: 1. Pengolahan data ini menggunakan komputerisasi dengan sistem SPSS versi 11 (Syahri Alhusin. untuk itu penulis dalam pelaksanaan tes selalu mengawasi dan mengontrol setiap aktivitas yang dilakukan dengan melibatkan dosen pembimbing untuk mengarahkan kegiatan sampel pada tujuan yang akan dicapai. Faktor kesungguhan Faktor kesungguhan dalam pelaksanaan penelitian dari masing-masing sampel tidak sama. dengan harapan dapat memperlancar jalannya penelitian. 2003:182). 3. 2. Usaha yang ditempuh agar penyampaian . 3.

penulis berus mengatasi dengan mengkondisikan sampel untuk tidak melakukan aktivitas yang melelahkan.28 materi tes dapat diterima seluruh sampel dengan jelas. 4. . baik dalam penerimaan materi secara lisan maupun kemampuan dalam penggunaan alat tes. Untuk iti penulis selain memberikan informasi secara klasikal. sebelum pelaksanaan tes. Tujuan utama pelaksanaan penelitian ini adalah memperoleh data-data seakurat mungkin. 5. secara individu penulis berusaha memberikan koreksi agar tes yang digunakan benarbenar baik. Faktor Kemampuan Sampel Masing-masing sampel memiliki kemampuan dasar yang berbeda. Faktor Kegiatan Sampel Diluar penelitian. secara klasikal diberikan petunjuk penggunaan alat tes dan contoh yang benar penggunaan masing-masing alat tes tersebut. Untuk menghindari adanya kegiatan sampel diluar penelitian yang bisa menghambat proses pengambilan data.

koordinasi mata tangan. Rata-rata koordinasi mata tangan sebesar 8. 4. dan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 dapat dilihat pada lampiran dan terangkum pada tabel 1 berikut.30. kelincahan.29 dan terendah 15. Kelincahan. Hasil analisis regresi tersebut dapat dilakukan 43 .09 dan terendah 30. Tabel 1.5 dan terendah 7.00 dan terendah 18.00.01. dan Kemampuan Forehand Drive dalam Permainan Tenis Seperti dalam tabel 1 di atas.52 dengan data tertinggi sebesar 9.1.66 dengan kekuatan genggaman tertinggi 50.68 dengan hasil tertinggi 36.55 dengan hasil tertinggi 21.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Koordinasi Mata Tangan. Rata-rata kemampuan forehand drive sebesar 27. Rata-rata kelincahan sebesar 18.1 Persyaratan Uji Analisis Data Untuk menguji hipotesis digunakan analisis statistik dengan regresi dan korelasi sederhana maupun ganda. Deskriptif Data Tentang Kekuatan Genggman. terlihat bahwa rata-rata kekuatan genggaman adalah 41.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian Hasil pengukuran kekuatan genggaman.

homogen dan model regresi antara variabel linier.1 Uji Normalitas Data Untuk menguji normalitas data digunakan analisis kolmogorof smirnov.1. maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.05.415 dengan probabilitas sebesar 0. diperoleh nilai kolmogorof smirnov untuk data kekuatan genggaman sebesar 0.074) > 0. Untuk data kemampuan forehand drive diperoleh nilai kolmogorof smirnov sebesar 1. Apabila hasil perhitungan diperoleh probabilitas (p) lebih besar daripada taraf kesalahan (0. yang berarti bahwa data tersebut berdistribusi normal. Besarnya nilai kolmogorof smirnov untuk data kordinasi mata tangan sebesar 1.05.995 > 0. dan Kemampuan Forehand Drive dalam Permainan Tenis Seperti dalam tabel 2 di atas. yang perhitungannya menggunakan program SPSS release 11.285 dengan p (0.44 apabila data tersebut memenuhi syarat yaitu : berdistribusi normal. 4. Uji Normalitas Data Kekuatan Genggman. Hasil uji normalitas tersebut dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini : Tabel 2. yang berarti data tersebut berdistribusi normal.05). Kelincahan.05. Koordinasi Mata Tangan.027 dengan .538 dengan probabilitas (0. yang berarti data tersebut berdistribusi normal.1. Untuk data klincahan diperoleh nilai kolmogorof smirnov sebesar 0.935) > 0.

084) > 0.05. maka dapat digunakan statistik parametrik untuk pengujian hipotesis selanjutnya.620 dan probabilitas 0.05.05. yang berarti data tersebut juga berdistribusi normal. maka pengujian hipotesis selanjutnya dapat digunakan analisis regresi. . Kelincahan.045 dengan probabilitas (0. 4.2 Uji Homogenitas Hasil uji homogenitas data dapat dilihat dari hasil levene test.05 yang berarti bahwa data tersebut homogen atau mempunyai varians yang sama.45 probabilitas sebesar 0.05.1. Hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS release 11 tampak pada tabel 3 berikut ini : Tabel 3. maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh mempunyai varians yang sama atau homogen.174 > 0. dan untuk data kelincahan dengan kemampuan forehand drive sebesar 2. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa keempat data tersebut berdistribusi normal. Apabila nilai probabilitasnya lebih besar daripada taraf kesalahan 0.059) > 0.257 dengan probabilitas (0.242 > 0. dan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 3 di atas diperoleh nilai levene statistic untuk kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive sebesar 1. Koordinasi Mata Tangan. Uji Homogenitas Data Kekuatan Genggman. Berdasarkan hasil analisis ini. untuk data koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive sebesar 2.1.

538 dengan probalitas 0.203 > 0. yang berarti antara data koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive membentuk model persamaan linier.1.46 4.05.1. Harga F hitung untuk variabel koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive sebesar 1. Koordinasi Mata Tangan.05. Uji Linieritas Model Regresi antara Kekuatan Genggaman. dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive dalam Permainan Tenis Seperti dalam tabel 4 di atas diperoleh nilai F hitung untuk kekuatan genggaman sebesar 0.996 > 0. Harga F hitung untuk variabel kelincahan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0.207 dengan probalitas 0.972 > 0. yang berarti bahwa data kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive membentuk persamaan linier.328 dengan probalitas 0.05.3 Uji Linieritas Hasil uji linieritas dapat dilihat dari uji F seperti pada lampiran dan terangkum pada tabel 4 berikut ini : Tabel 4. yang berarti antara data kelincahan dengan kemampuan forehand drive .

1 Hubungan antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive Berdasarkan hasil analisis korelasi antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 diperoleh hasil seperti terlihat pada tabel 5 berikut ini : Tabel 5.355). Koefisien Korelasi antara Kekuatan Genggaman dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 5 di atas diperoleh koefisien korelasi antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive sebesar 0. berarti ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.1.461 > 0. Pada α = 5% dengan N = 31 diperoleh rtabel = 0.2 Uji Hipotesis 4.355 atau (0. Bentuk hubungan antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh. Dengan demikian hasil tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penggunaan analisis regresi korelasi linier sederhana dan ganda. Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 6 berikut ini : .47 membentuk model persamaan linier.461. Uji keberatian koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi harga rhitung dengan r product moment.2.1. 4.

begitu juga dengan sebaliknya.48 Tabel 6.461X1.1.965 + 0. Koefisien Korelasi antara Koordinasi Mata Tangan dengan Kemampuan Forehand Drive . dibutuhkan kekuatan genggaman yang tinggi. Melalui persamaan tersebut. 4.461 point pada konstanta 26. Dengan kata lain untuk memperoleh kemampuan forehand drive yang optimum.2 Hubungan antara Koordinasi Mata Tangan dengan Kemampuan Forehand Drive Berdasarkan hasil analisis korelasi antara kordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 diperoleh hasil seperti terlihat pada tabel 7 berikut ini : Tabel 7. Koefisien Regresi Kekuatan Genggaman dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 6 di atas diperoleh persamaan regresi antara kekuatan ˆ genggaman dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 26. dimana koefisien regresi yang diperoleh adalah bertanda positif maka bentuk hubungan antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive adalah hubungan yang positif. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi kenaikan kekuatan genggaman sebesar 1 point.2.965. akan diikuti pula kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0.

berarti ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Pada α = 5% dengan N = 31 diperoleh rtabel = 0.355. Melalui persamaan tersebut.571 point pada konstanta 21. atau (0.355). Koefisien Regresi Koordinasi Mata Tangan Lengan dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 8 di atas diperoleh persamaan regresi antara koordinasi ˆ mata tangan dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 21.571>0.461 + 0. Uji keberatian koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi harga rhitung dengan r product moment. Bentuk hubungan antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh.49 Seperti dalam tabel 7 di atas diperoleh koefisien korelasi antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0.461. Dengan kata lain untuk memperoleh kemampuan forehand drive yang .571.571X2. Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 8 berikut ini : Tabel 8. dimana koefisien regresi yang diperoleh adalah bertanda positif maka bentuk hubungan antara koordinasi mata tangan dengan hasil kemampuan forehand drive adalah hubungan yang positif. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi kenaikan koordinasi mata tangan sebesar 1 point. akan diikuti pula kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0.

Uji keberatian koefisien korelasi tersebut dilakukan dengan cara mengonsultasi harga rhitung dengan r product moment. berarti ada hubungan antara kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Koefisien Regresi Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive .355 atau (0.2. Bentuk hubungan antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive dapat digambarkan dengan persamaan regresi yang diperoleh.363).363 > 0. begitu juga dengan sebaliknya.3 Hubungan antara Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Berdasarkan hasil analisis korelasi antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 diperoleh hasil seperti terlihat pada tabel 9 berikut ini : Tabel 9.50 optimum. Koefisien Korelasi antara Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 9 di atas diperoleh koefisien korelasi antara kelicahan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0. Pada α = 5% dengan N = 31 diperoleh rtabel = 0.1. dibutuhkan koordinasi mata tangan yang tinggi.363. 4. Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 10 berikut ini : Tabel 10.

853 + 0. dimana koefisien regresi yang diperoleh adalah bertanda positif maka bentuk hubungan antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive adalah hubungan yang postif.1.05.363 point pada konstanta 31.4 Hubungan antara Kekuatan Genggaman. koefisien korelasi ganda tersebut diuji keberartiannya menggunakan uji F.363X3. 4. Dengan kata lain untuk memperoleh kemampuan forehand drive yang optimum.51 Seperti dalam tabel 10 di atas diperoleh persamaan regresi antara ˆ kelincahan dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 31. Melalui persamaan tersebut. diperoleh Fhitung 11. Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Hasil analisis korelasi antara kekuatan genggaman.2.745.853. begitu juga dengan sebaliknya. yang berarti hipotesis kerja (Ha) diterima. dibutuhkan kelincahan yang tinggi. Dengan diterimanya hipotesis kerja (Ha) ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kekuatan genggaman. akan diikuti pula kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi kenaikan kelencahan sebesar 1 point. Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 11 di atas diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.235 dengan probabilitas 0. koordinasi mata tangan . koordinasi mata tangan dan kelincahan dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive diperoh hasil seperti tampak pada tabel 11 berikut ini : Tabel 11.000 < 0. Koefisien Korelasi antara Kekuatan Genggaman.

koordinasi mata tangan dan kelincahan secara bersama-sama.394X3.433+0. dapat dilihat dari model regresi ganda yang diperoleh.433X2 + 0. Koefisien Regresi Kekuatan Genggaman. variabel koordinasi mata tangan sebesar 0. Bentuk hubungan antara kekuatan genggaman.358.284.433.354+0.394 serta konstanta sebesar -9. maka akan terjadi kenaikan kemampuan Forehand Drive sebesar 0. koordinasi mata tangan. ˆ sehingga model regresinya dinyatakan persamaan : Y = -9.284. Dengan demikian menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan 1 skor kekuatan gengganan.354X1 + 0. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive. Berdasarkan hasil analisis melalui perhitungan komputasi program SPSS diperoleh persamaan regresi seperti tersaji pada tabel 13 berikut : Tabel 12. Koordinasi Mata Tangan dan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Seperti dalam tabel 12 di atas diperoleh koefisien regresi untuk variabel kekuatan genggaman sebesar 0.52 dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Berdasarkan kontribusi atau pengaruh dari kekuatan genggaman. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 11 diperoleh harga R2 .284 + 0. dan variabel kelicahan sebesar 0.394 pada konstantan -9. dan kelincahan terhadap kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 dapat dilihat dari harga R2.

belum mendapat pengaruh dari lingkungannya.3 Pembahasan 4.32%.1 Hubungan Kekuatan Genggaman dengan Kemampuan Forehand Drive Unsur kekuatan yang terdapat pada diri manusia telah ada semenjak manusia itu dilahirkan.71%. Berdasaran hasil perhitungan sumbangan efektif diketahui bahwa yang paling berpengaruh terhadap kemampuan pukulan forehand drive adalah variabel koordinasi mata tangan sebesar 24. koordinasi mata tangan. Sehingga kekuatan yang dihasilkan oleh kontraksi otot menjadi dasar untuk melakukan aktivitas. dalam kehidupan manusia. Perkembangan unsur kekuatan itu sejalan dengan bertambahnya usia menusia.5%.555. kemudian variabel kekuatan genggaman sebesar 16. 4. Perkembangan dunia tenis yang modern saat . Aktivitas yang dimaksud disini adalah aktivitas olahraga khususnya olahraga tenis. Sebab dengan pegangan raket yang kuat berguna untuk menghindari raket lepas dari tangan pada saat memukul bola saat melakukan forehand drive. Dengan demikian secara bersama-sama kekuatan genggaman.49% dan yang terakhir adalah variabel kelincahan sebesar 14. Hanya pada saat anak-anak sifatnya masih murni. akan tetapi forehand drive juga sebagai salah satu jenis serangan untuk mengakhiri lawan.3. dan kelincahan berpengaruh terhadap kemampuan pukulan forehand drive 55. Dalam perkembangannya tenis dewasa ini forehand drive tidak hanya mengembalikan bola dari samping kanan.53 sebesar 0.

tetapi terlebih dahulu harus berlatih untuk dapat melaksanakan ayunan raket dengan baik sebelum melakukan pukulan terlebih dahulu lengan dan bahu dilemaskan (relaked). Kekuatan genggaman dalam melakukan pukulan forehand drive dapat terjadi akibat kontraksi otot-otot yang terdapat pada jari-jari tangan.54 ini sudah menjadikan forehand drive sebagai salah satu senjata untuk menyerang dengan tujuan untuk mendapatkan nilai.2 Hubungan Koordinasi Mata Tangan dengan Kemampuan Forehand Drive Koordinasi mata tangan saat melakukan pukulan forehand drive memberikan peranan yang sangat signifikan pada kemampuan memukul bola . Genggaman raket mempengaruhi permukaan pada saat menyentuh bola”.3. mampu melakukan pukulan dalam rangka mengembalikan bola dari lawan dengan penuh tenaga dan cepat. 4. Sebagai senjata untuk menyerang maka diperlukan kekuatan dan kecepatan yang maksimal. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil analisis data bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis. Pegangan yang tepat benar yang akan memberikan rasa yang enak di tangan dan dapat memukul bola kearah yang dikehendaki. saat melakukan forehand drive. Pernyataan tersebut di atas didukung pendapat Leary (1988 : 9) yang menyatakan bahwa cara memegang raket sangat berpengaruh terhadap hasil pukulan forhand. Kekuatan genggaman dalam pukulan forehand drive cukup berpengaruh dalam menghasilkan pukulan bola yang mendatar di atas net atau hasil pukulan bola jatuh mendekati garis base line.

Artinya kemampuan untuk mempelajari hasil pukulan bola dari lawan dan bergerak ke arah bola pada sisi permainan secara cepat sangat menguntungkan bagi pemain karena dapat mengembalikan bola ke arah lawan sesuai arah bola yang diinginkan dan bahkan menjadi bentuk serangan bola yang sulit dijangkau lawan dengan menempatkan bola pada daerah lawan yang kosong. 4. Berdasarkan hasil analisis data telah dibuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive dalam permainan tenis. . Dengan memiliki kelincahan yang baik yang menunjukkan suatu kemampuan untuk mengubah posisi badan secepat mungkin sesuai situasi yang di hadapi ikut menentukan keberhasilan dalam permainan tenis.3 Hubungan Kelincahan dengan Kemampuan Forehand Drive Dalam permainan tenis seorang pemain harus memiliki kemampuan mobilisasi atau berpindah dalam upaya mengejar datangnya bola dari lawan. dengan mempunyai koordinasi yang baik.3. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Yudoprasetio (1981 : 39) yang menyatakan bahwa koordinasi mata tangan yang baik bisa sebagai modal untuk melakukan serangan bola pada daerah lawan yang kosong jadi lawan akan sulit menjangkau bolanya. maka akan sangat baik juga untuk mengantisipasi datangnya bola dari lawan dan dapat memukul dengan akurat sehingga menghasilkan pukulan bola yag baik.55 yang baik. Dengan kemampuan mengejar arah datangnya bola dari posisi yang sesulit apapun tersebut akan memungkinkan seorang petenis memenangkan pertandingan sebab kemungkinan terjadinya bola mati sebagai akibat tidak dapat dijangkaunya bola dari lawan akan sangat kecil.

5%.4 Hubungan Kekuatan Genggaman. . kemampuan mengetahui arah datangnya bola yang lebih cepat dan didukung oleh kemampuan bergerak mendatangi arah datangnya bola yang cepat pula serta diakhiri dengan pemukulan bola yang dilakukan dengan penuh tenaga akan menghasilkan pukulan bola yang keras dan akurat sehingga akan menyulitkan lawan dalam mengembalikan bola. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga komponen kondisi fisik tersebut memberikan kontribusi terhadap kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 sebesar 55. dan Kelincahan dengn Kemampuan Forehand Drive Gabungan dari unsur kondisi fisik yaitu kekuatan genggaman. maka seorang petenis dapat mengetahui dengan cepat arah datangnya bola dari lawan. koordinasi mata tangan dan kelincahan memberikan kontribus yang sangat besar terhadap kualitas hasil pukulan forehand drive dalam permainan tenis. Diantara ketiga komponen tersebut ternyata koordinasi mata tangan memberikan kotribusi yang paling besar terhadap kemampuan pukulan forehand drive.3.56 Berdasarkan hasil analisis data telah dibuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive dalam permainan tenis. Koordinasi Mata Tangan. 4. Melalui koordinasi mata tanga yang baik.

4. perlu memberikan basis latihan koordinasi gerak. Variabel koordinasi mata tangan memberikan sumbangan paling besar terhadap pukulan forhand drive yaitu 24. Secara bersama-sama antara kekuatan genggaman. Ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 5.BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. maka peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut: 1. 2. Ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. 5. dibandingkan dengan kekuatan genggaman (16. 3. latihan kekuatan dan latihan kelincahan secara terprogram dan terencana.71%. 49 . koordinasi mata tangan dan kelincahan berhubungan secara signifikan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. dan kelincahan (14.32%).49%). Untuk mendapatkan pukulan forehand drive yang keras dan akurat. Ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan.2 Saran Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian ini.

Untuk meningkatkan kekuatan genggaman dapat dilakukan dengan hand grip. koordinasi mata tangan dan kelincahan agar menjadi suatu gerakan terpadu sehingga dapat menghasilkan pukulan yang keras dan akurat. 3. . Saat latihan pukulan forehand drive.50 2. meningkatkan koordinasi mata tangan dapat dilakukan dengan lempar tangkap bola dan untuk meningkatkan kelincahan dapat dilakukan dengan lari zig-zag. perlu menekankan latihan mengombinasikan atau mengkoordinasikan kekuatan genggaman.

Bhatara Karya Aksara. 1981. Magthi. Jakarta. PT Radja Grapinda Persada. Bimbingan Main Tenis. Bruce dan Rob. Rotella. Rex. Jakarta. Jakarta : Department Pendidikan dan Kebudayaan Press. Bandung. Semarang. King. Jakarta. Kilderry. 1997. Tenis Para Bintang. 1994. Imam Hidayat.USA. Semarang. Kasiyo MS. .51 DAFTAR PUSTAKA A.M. 1981. 1977. Dahara Prize. Yudoprasetyo. Bhatara Karya Aksara. B. Semarang. Lardner. Billie. Merpati. 2002. 1992. Prosedur Penilitian suatu Pendekatan Praktik. Dasardasar Ilmu Kepelatihan Philadelphia. Rineka Cipta. Semarang. Pete MC Clenanghan Diterjemahkan Kasiyo Dwijowinoto. Belajar Tenis Jilid I. Brown. 1988. Jakarta . 1991. 1982. Rahasia Sang Juara. . Yogyakarta. Jim. Angela. Belajar Tenis Jilid II. Andi Offset. Bandung. CV Pionir Elliot. Sutrisno Hadi. Fundamental Tenis. 1990 Olahraga Tenis.A Katilli. Dahara Prize. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Mutiara. 1979. Tyas Biratno Pallal. FPOK IKIP Bandung. Jakarta. M. Teknik Dasar tenis Strateg dan taktik yang Akurat . Depdikbud/Dirjendikti P2LPTK. Jean. Tony. Pionir Jaya. Mottram. Handono Murti. Dahara Prize. dan Buxton. Jakarta. 1996. Statistik Jilid II. Tes Keterampilan Bermain Tenis. Hasnan Said. Jakarta. Jones C. 1980. Jakarta. Tenis Tingkat Pemula. CBS College Publishing.. Bey. The Art And Science Of Tennis. 1983. Scharff Robert. 1990. Biomekanika. 2000. 1986. Belajar Tenis Untuk Pemula. Sajoto. 1994. Tenis Sebagai Prestasi dan Profesi. Semarang : Institu Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Suharsimi Arikunto.

g. Berdiri kedua kaki dibuka selebar bahu. Tes Kekuatan Genggaman Sumber: Soemardjono Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Semarang . Hasil dapat dilihat dalam skala kg. f. Alat diperas sekuat-kuatnya dengan perasaan yang semakin meningkat jangan ada gerakan sentakan. Tes diambil dua kali dan diambil hasil terbaik. b. e. d. 2. Lengan yang memegang alat tergantung lurus di samping badan. Waktu memeras. Alat dipegang dengan telapak tangan menghadap ke badan (ke dalam) sedangkan jarum sekala dari alat menghadap ke samping (ke luar). lengan maupun alat tidak boleh menyentuh badan. Kekuatan genggaman Tes kekuatan genggaman ini menggunakan alat Handy Dynamometer dengan kekuatan sebagai berikut: 1. Gambar 8. Penggunaan praktis Untuk mengukur kekuatan memeras dari telapak tangan kanan. c. Cara menggunakan: a.INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen yang digunakan dalam penelitian: A.

Tempat berhenti dan tindakan . Dalam penulisan ini yang dimaksud koordinasi penglihatan tangan sebagai angota badan dari pergelangan sampai ke ujung jari dengan kemampuan penempatan pukulan forehand drive. pergerakan-pergerakan pada tes ini sesuai dengan gerakan yang ada di permainan tenis. φ = 30 cm Setinggi Testi = Batas lemparan 2m Gambar 9. dalam mengintegrasikan gerakan-gerakan yang berbeda ke dalam suatu pola gerakan tunggal secara efektif seperti dalam melakukan teknik pukulan dalam olahraga tenis. seorang pemain akan kelihatan mempuyai koordinasi gerak yang baik.76.81. Reabilitas tes diperoleh dari dari hasil tes rites (2 kali percobaan) dengan koefisien reliabilitas 0.B. kemudian memukul dengan teknik yang benar dan luwes”. Lapangan Lempar Tangkap Bola Tenis Sumber: PUSLITBANG-OR Universitas Sebelas Maret. C. yaitu dengan menyesuaikan atau menyamakan gerakan tes dengan gerakan lempar tangkap bola tenis. Koordinasi Mata Tangan Menurut Sanjoto. (1988:59) mengatakan bahwa “koordinasi adalah kemampuan seseorang. bila ia dapat bergerak kearah bola sambil mengayun raket. sedangkan data dari hasil tes sampling diperoleh koofisien reabilitas 0. Dari semua test kebugaran phisik. kita mengacu ke pemain. Kelincahan Lari laba-laba adalah versi tenis drill yang baik. 1999:27 Validas tes adalah validitas logis. (Skripsi Supriadi 2004:61).

30 14.10-17.16-17. 5. tempatkanlah lima peluru/bola pada atas lapangan: satu pada atas masingmasing sudut. 2. .000 <14.00-15. gunakanlah baseline sebagai satu sisi.30 Sempurna <15. dapatkan kembali masing-masing tempat dan peluru/bola dalam segiempat panjang.40 Butuh peningkatan >18. Bandingkanlah score mu dengan tabel 1 berikut: Tabel 1. berilah atanda pada lapangan panjang 12-by-18 inchi segiempat di belakang pusat baseline.30 17.48 permulaan spider run merupakan drill yang sempurna.30-18.34 Butuh peningkatan >16.00-18.60-15.00 15.30-16. Speder run menguji ketangkasan dan kecepatan gerak dalam permainan tenis. di mana baseline dan garis lapangan tunggal bertemu. mitra mu menghentikan waktu. Norma Penilaian Spider Run Test Wanita Dewasa Yunior Pria Dewasa Yunior Sempurna <17. 4.00 Rata-rata 18. seperti halnya seorang pelatih yang memberi dril pada atlitnya. 3.00 17.00-15.16 Baik 15. Secepat kamu menempatkan peluru/bola terakhir dalam segi empat panjang.34 Rata-rata 15. satu demi satu berlawanan arah jarum jam. yaitu dengan menyesuikan atau menyamakan gerakan tes dengan gerakan sepeder run / lari laba-laba.40 Validitas tes adalah faliditas logis. Sudahkah suatu mitra merekam score dengan stopwatch. dan satu peluru/bola pada T. 6. Prosedur 1.00 >15. Mulailah dengan satu kaki dalam segiempat panjang. satu pada atas masing-masing sisi di mana pertandingan garis samping tunggal.30 >17.30 <17.60 Baik 17.

Tes speder run Sumber: Science of Coaching Tennis. . Dengan menggunakan rally 3 (tiga) menit. melakukan tes pada waktu yang sama. Forehand drive Test Forehand drive test adalah suatu test untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam melakukan pukulan forehand drive. Cara pelaksanaan: 1. Stan Smith D. 3. Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan seorang pemain testee menguasai bola dengan bermacam-macam cara memukul dalam permainan tenis Tes Ketrampilan Bermain Tenis (PKJR 1997:5) Dekdibut Jakarta. Dua orang pemain (testee).net 4 3 2 5 1 Gambar 6. Pada aba-aba “SIAP” kedua pemain tersebut berdiri dalam keadaan siap di belakang garis akhir. Pemain (testee) A dan B berdiri di belakang garis akhir lapangan tenis (base line) berhadapan ke arah net. pemain A dan pemain B yang diperkirakan mempuyai kemampuan bermain tenis seimbang. masing-masing memegamg raket dan 2 (dua) bola tenis. 2.

umpamanya tersangkut pada net atau keluar lapangan sehingga tidak dapat dimainkan. lapangan. raket. Bilamana keempat bola sudah dipergunakan semua. Gambar 7. pemain A memukul bola kearah pemain B yang didahului dengan memantulkan bola di belakang garis akhir. Bola tersebut dipukul kembali oleh B ke A. maka giliran kawan atau dalam hal ini pemain / testee B untuk memulai lagi rally yang terpiyis tersebut.4. bola tenis. Tetapi waktu yang tersedia belum habis. Demikianlah seterusnya sehingga terjadi suatu rally. 6. bola harus dipukul dari belakang garis akhir. Sedangkan instrumen alat yaitu. A dan B masing-masing berusaha membuat rally sebanyak mungkin selam 3 menit. dan alat tulis (Pusat Kesegaran Jasmani Dan Rekreasi 1977:05). Pada aba-aba “YA”. Tes Rally 3 menit Sumber: Pusat Kesegaran Jasmani Dan Rekreasi 1997 . dan A memukul kembali kepada B. 7. Setia rally dimulai.tes reabitas dan validitasnya akan dicari lebih lanjut. 5. maka selanjutnya para pemain / testee harus memungut bola sendiri untuk meneruskan rally tersebut (tidak dibantu oleh pemungut bola atau siapapun). Apabila tidak bisa dikuasai.

Jumlah semua pukulan dari kedua pemain / testee (dalam hal ini A dan B) tanpa memperhatikan adanya pukulan–pukulan yang salah. Pukulan pertama dari garis akhir gagal. Pukulan pertama tidak melampaui net. Bola diyatakan dalam permainan. Setiap kesalahan yang dibuat oleh pemain/ testee. 2) Bola kena net dan masuk ke lapangan lawan. Selama rally bola tidak melampaui net. Gagal memukul bola sebelum pantulan kedua (second bounce). . Pukulan pertama tidak dilakukan dari belakang garis akhir. Pemain atau testee boleh terus memainkan bola. e. jika : 1) pada pukulan pertama bola mengenai atau memantul (boundary line first bounce is good and in play). Umpamanya bola keluar lapangan (out). c. d. b. 2. 4. f. Pukulan tidak sah atau salah jika: a.(single court). Catatan: a. meskipun kawannya membuat kesalahan jika dianggap menguntungkan.Pencacatan hasil Hasil yang dicatat adalah 1. tetapi dapat dipukul kembali hal ini sangat menguntungkan karena lebih cepat dari pada setiap kali dimulai lagi. 3. Yang dimaksud dengan pukulan adalah perkenaan bola dengan raket (contact of ball and raket). Memukul bola keluar dari lapangan tenis untuk permainan tunggal.

koordinasi mata tangan yang baik juga menguntungkan untuk dapat mengarahkan pengembalian bola dari lawan dengan arah bola yang diinginkannya dalam melakukan pukulan forehand drive sebagai serangan bola pada daerah lawan yang kosong jadi lawan akan sulit menjangkau bola. Dengan demikian pegangan yang tepat dan benar akan memberikan rasa yang enak di tangan sehingga dapat memukul bola ke arah yang dikehendaki. Jadi kemampuan seorang petenis untuk memadukan unsur kekuatan. koordinasi mata tangan serta kelincahan saat melakukan pukulan forehand drive akan berpengaruh terhadap baik buruknya pukulan yang dihasilkan. Pukulan forehand drive yang baik juga harus didukung dengan kelincahan atau gerak kaki yang baik pula. Selain unsur kekuatan.HUBUNGAN KEKUATAN GENGGAMAN. . KOORDINASI MATA TANGAN DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PUKULAN FOREHAND DRIVE PADA MAHASISWA PKLO SEMESTER VI FIK UNNES TAHUN 2005 Oleh : NURDIYANTO NIM. 6314000049 LATAR BELAKANG Perasan (pegangan) memiliki peranan penting saat memukul suatu benda dengan sebuah alat. Dengan pegangan yang kokoh maka daya gerak tubuh dapat benar-benar dipindahkan ke benda tersebut.

Apakah ada hubungan kekuatan genggaman. pelatih tenis dan Pembina olahraga tenis. Untuk mengetahui hubungan kekuatan genggaman. Untuk nengetahui hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan melakukan forehand drive.PERMASALAHAN TUJUAN PENELITIAN nfaat penelitian HIPOTESIS Permasalahan Tujuan Penelitian Apakah ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive? Apakah ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan melakukan forehand drive? Apakah ada hubungan kelincahan dengan kemampuan melakukan pukulan forehand drive?. Untuk mengetahui hubungan kelincahan dengan kemampuan melakukan forehand drive. Ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Manfaat penelitian Hipotesis Dapat memberikan informasi kepada para pelatih bahwa ada hubungan antara kekuatan genggaman. Dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program latihan untuk meningkatkan prestasi petenis yang lebih tinggi. . koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan melakukan forehand drive. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan melakukan pukulan forehand drive?. Ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan penempatan pukulan forehand drive. Diharapkan dapat dimanfaatkan dan disempurnakan sebagai informasi ilmiah dan bahan perbandingan bagi peneliti yang lain. Ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan melakukan forehand drive. Ada hubungan kekuatan genggaman.

METODOLOGI PENELITIAN

Populasi Sampel

Seluruh mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Untuk penelitian digunakan 31 mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005 yang diambil secara acak.

Variabel Penelitian Teknik Pengumpulan Data ANALISIS DATA

1. Variabel Bebas : Kekuatan genggaman Koordinasi mata tangan Kelincahan 2. Variabel Terikat : Kemampuan pukulan forehand drive

Analisis Regresi Korelasi Sederhana dan Ganda. sebelum dilaksanakan penghitungan statistik terlebih dahulu dilakukan transformasi data dengan rumus T skor, baru kemudian dilakukan penghitungan-penghitunggan statistik deskriptif dan juga dilakukan uji persyaratan yakni uji normalitas menggunakan rumus kolmogorov-Smirnov test, uji homogenitas dengan leven’s test dan uji lineritas dengan uji F.

1. Deskripsi Data

2. Uji Prasyarat

Koefisien korelasi antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive sebesar 0,461 > rtabel = 0,355. Berarti ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Persamaan regresi antara kekuatan genggaman dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 26,965 + 0,461X1. Berarti setiap terjadi kenaikan kekuatan genggaman sebesar 1 point, akan diikuti kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0,461 point pada konstanta 26,965.

Koefisien korelasi antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0,571 > rtabel = 0,355. Berarti ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Persamaan regresi antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 21,461 + 0,571X2. Berarti setiap terjadi kenaikan koordinasi mata tangan sebesar 1 point, akan diikuti kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0,571 point pada konstanta 21,461.

363X3. koordinasi mata tangan.235 dengan probabilitas 0. Berarti ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.71%. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0.363 > rtabel = 0.394X3. dan kelincahan terhadap kemampuan pukulan forehand drive dapat dilihat dari harga R2 yaitu sebesar 55. akan diikuti kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0.05.433X2 + 0. Berarti setiap terjadi kenaikan kelincahan sebesar 1 point.363 point pada konstanta 31.745.Koefisien korelasi antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive sebesar 0. diperoleh Fhitung =11.32%.000 < 0. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Persamaan regresi antara kelincahan dengan kemampuan forehand drive adalah Y = 31.394 pada konstantan -9.853 + 0.354+0. koordinasi mata tangan dan kelincahan dengan kemampuan forehand drive adalah Y = -9. Berdasaran hasil perhitungan sumbangan efektif diketahui bahwa yang paling berpengaruh terhadap kemampuan pukulan forehand drive adalah variabel koordinasi mata tangan sebesar 24. Berarti Ada hubungan antara kekuatan genggaman. Berarti ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. koordinasi mata tangan dan kelincahan masing-masing 1 point.354X1 + 0. .49% dan yang terakhir adalah variabel kelincahan sebesar 14. Persamaan regresi antara kekuatan genggaman. Uji keberartian koefisien korelasi ganda menggunakan uji F. Koefisien korelasi antara kekuatan genggaman. Besarnya pengaruh kekuatan genggaman. akan diikuti kenaikan kemampuan forehand drive sebesar 0. Berarti setiap terjadi kenaikan kekuatan genggaman.355.284. kemudian variabel kekuatan genggaman sebesar 16.853.433+0.284 + 0.5%.

Untuk mendapatkan pukulan forehand drive yang keras dan akurat. perlu memberikan basis latihan koordinasi gerak. Saat latihan pukulan forehand drive. Ada hubungan kelincahan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. meningkatkan koordinasi mata tangan dapat dilakukan dengan lempar tangkap bola dan untuk meningkatkan kelincahan dapat dilakukan dengan lari zig-zag. Ada hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Untuk meningkatkan kekuatan genggaman dapat dilakukan dengan hand grip. perlu menekankan latihan mengombinasikan atau mengkoordinasikan kekuatan genggaman. latihan kekuatan dan latihan kelincahan secara terprogram dan terencana. koordinasi mata tangan dan kelincahan agar menjadi suatu gerakan terpadu sehingga dapat menghasilkan pukulan yang keras dan akurat.49%). Secara bersama-sama antara kekuatan genggaman. dan kelincahan (14.32%). .Ada hubungan kekuatan genggaman dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005.71%. koordinasi mata tangan dan kelincahan berhubungan secara signifikan dengan kemampuan pukulan forehand drive pada mahasiswa PKLO semester VI FIK UNNES tahun 2005. Variabel koordinasi mata tangan memberikan sumbangan paling besar terhadap pukulan forhand drive yaitu 24. dibandingkan dengan kekuatan genggaman (16.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->