PERENCANAAN PERANCANGAN SISTEMPENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN KARYAWAN DI PDAM GARUT “Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata

Kuliah Manajemen Proyek Perangkat Lunak”

NAMA : MUHAMAD FAUZI NPM : 0806057

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2012

4. peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lain-lain. Metode Penelitian Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukan oleh penulis meliputi: 1. Membuat suatu sistem yang dapat menunjang keputusan pada saat merekrutan pegawai berdasarkan dari hasil perhitungan kriteria.Penggunaan SPK tidak terbatas pada tingkat manajerial. pengelolaan jenjang karir dan kepangkatan. Pendahuluan Dewasa ini adanya sistem penunjang keputusan (SPK) di suatu perusahaan / organisasi dapat di pandang sebagai aset penting dalam menunjang kelan-caran bisnis dan tercapainya tujuan strategis perusahaan. dari mulai fungsi perencanaan produksi maupun keuangan. Bagaimana membuat suatu sistem penunjang keputusan yang dapat membantu mempermudah manager dalam mengambil keputusan pada saat seleksi calon pegawai.1. 3. Penerapan SPK dapat dilakukan hampir pada semua fungsi bisnis di organisasi. dan pengelolaan sumber daya manusia 1. prioritas kebutuhan. dan test akademik. mengambil data yang diperlukan serta melakukan wawancara dengan pihak perusahaan 3. fungsi pelayanan konsultasi. dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada 2. 2. penjualan. yang bagaimana seluruh calon sudah memenuhi kriteria yang sudah ada. Pada fungsi pengelolaan sumber daya manusia. Merencanakan sistem yang akan dibangun.Masalah utama dalam sistem yang akan dibuat iniadalah : 1.dari mulai bentuk sederhana berupa pengolahan da-ta hingga bentuk aplikasi kompleks dan terintegrasi. tergantung dari ruang lingkup dan jenis informasi yang di olah. Dapat membantu manager saat melakukan pemilihan pegawai baru. SPK dapat di manfaatkan untuk membantu proses manajemen sumber daya manusia (SDM) agar lebih mudah dan efektif. Penerapan pada bidang ini misalnya meliputi akuisisi sumber daya manusia baru. tetapi dapat meluas mulai dari tingkat strate-gis hingga operational. maupun pengelolaan sumber daya manusia. Merancang sistem secara konseptual . SPK dapat hadir dalam beberapa bentuk. Melakukan observasi langsung ke perusahaan. Mempermudah bagian HRD dalam melakukan seleksi administrasi pelamar.

pengetahuan teknis. Manager dan pegawai HRD sering mengalami kesulitan ketika harus memilih calon pegawai dari bermacam pilihan yang akan direkrut. Melakukan proses pemilihan karyawan secara terkomputersasi. Pemecahan masalah tersebut yaitu: 1. 2. 4. dan kemampuan khusus atau skill Aspek softskill merupakan item-item selain aspek yang ada pada aspek akademik. Hal ini dikarenakan tidak adanya transparansi dan perhitungan dalam proses perekrutan pegawai. Perancangan halaman 2. 2. Hal ini berarti semua hal mengenai pemilihan karyawan mulai dari input. 3. Karyawan yang telah dipilih sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Merancang dan membuat suatu sistem penunjang keputusan yang dapat membantu manager dalam menentukan pemilihan perekrutan pegawai. Merancang aplikasi dengan UML. memiliki aspek . pengetahuan umum. Pemecahan Masalah Berdasarkan analisis masalah yang diuraikan pada bagian sebelumnya. Proses pemilihan karyawan masih dilakukan secara musyawarah mufakat. didapatkan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Prosesnya dilakukan secara berulang. antara lain yang termasuk aspek akademik adalah . 5. kemudian data diolah secara manual dan diseleksi kembali 3. Analisis Masalah Beberapa permasalahan yang terdapat dalam prosedur perekrutan karyawan yang sedang berjalan pada PDAM Garut adalah sebagai berikut: 1.4. Manajemen arsip yang buruk mengakibatkandokumentasi arsip pegawai tidak dapat dikelola dengan baik. jabatan yang diperkirakan dapat menghasilkan kinerja optimal dari setiap calon pegawai. dan hasil kerja yang merupakan fungsi dari motivasi dan kemampuan. Melakukan evaluasi hasil rancangan konseptual 5. Proses pengambilan keputusan pemilihan karyawan membutuhkan waktu yang relatif lama. aspek ini yang menggambarkan kecenderungan bertingkah laku dalam bekerja. Storyboard. hal ini dikarenakan pegawai harus menyeleksi dahulu orang-orang yang berkualifikasi. sehingga belumadanya sistem yang menunjang pilihan bagi manager.

capability. character. dapat dilihat pada tabel di bawah ini: . Rumus perhitungan bobot : Untuk skala nilai bobot sendiri. compability.sebagai berikut credibility. creativity. capacity. Proses penentuan bobot tiap aspek akan melalui proses pendeskripsian dari pihak manajemen Sumber Daya Manusia untuk tiap jabatan yang di lowongkan. comitment. berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan para manager.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful