Nilai Dasar Filsafat Pancasila

Pengertian Pancasila sebagai filsafat pada hakikatnya adalah suatu nilai (Kaelan, 2000). Rumusan Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV adalah sebagai berikut: - Ketuhanan Yang Maha Esa - Kemanusiaan yang adil dan beradab - Persatuan Indonesia - Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan/perwakilan - Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

kebijaksanaan

dalam

Kelima sila dari Pancasila pada hakikatnya adalah suatu nilai. Nilai-nilai yang merupakan perasaan dari sila-sila Pancasila tersebut adalah: nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Nilai itu selanjutnya menjadi sumber nilai bagi penyelenggaraan kehidupan bernegara Indonesia. Secara etimologi, nilai berasal dari kata value (Inggris) yang berasal dari kata valere (Latin) yang berarti kuat, baik, berharga. Dengan demikian secara sederhana, nilai (value) adalah sesuatu yang berguna. Nilai adalah sesuatu yang berharga, baik, dan berguna bagi manusia. Nilai adalah suatu penetapan atau suatu kualitas yang menyangkut jenis dan minat. Nilai adalah suatu penghargaan atau suatu kualitas terhadap suatu hal yang menjadi dasar penentu tingkah laku manusia, karena suatu hal itu berguna (useful), keyakinan (belief), memuaskan (satisfying), menarik (interesting), menguntungkan (profitable), dan menyenangkan (pleasant). Adapun ciri-ciri nilai adalah sebagai berikut: - Suatu realitas abstrak Nilai bersifat abstrak, seperti sebuah ide, dalam arti tidak dapat ditangkap melalui indra, yang dapat ditangkap adalah objek yang memiliki nilai. Misal, gandum akan bernilai kemakmuran bila dibagikan dan diterima secara adil. Kemakmuran adalah abstrak, tetapi gandum adalah riil. Sebuah pantai akan bernilai keindahan apabila dilukis atau difoto. Keindahan adalah abstrak sedangkan pantai bersifat riil. Contohnya lagi keadilan, kecantikan, kedermawanan, kesederhanaan adalah hal-hal yang abstrak. Meskipun abstrak, nilai merupakan suatu realitas, sesuatu yang ada dan dibutuhkan manusia.

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Misalnya nilai keadilan. Misalnya. Orang hidup mengharapkan mendapat keadilan. . Sila Ketiga Satu. Berikut penjelasan nilai-nilai pancasila :  Sila Pertama Tuhan. Karena mengharapkan nilai itu. Pengakuan terhadap Tuhan diwujudkan dengan perbuatan untuk taat apda perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya sesuai dengan ajaran atau tuntutan agama yang dianutnya. sebagai makhluk Tuhan yang sama derajatnya dan sama hak dan kewajiban asasinya. nilai bersifat normatif. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminasi antarumat beragama. Nilai ketuhanan juga memiliki arti bagi adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama. Nilai ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme   . Setiap siswa berharap menjadi pandai atau pintar. Jadi. setiap siswa tergerak untuk melakukan berbagai perilaku agar menjadi pandai. suatu keharusan (das sollen) yang menuntut diwujudkan dalam tingkah laku. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial.Sebagai motivator (daya dorong) manusia dalam bertindak Nilai menjadi pendorong/motivator hidup manusia. Tindakan manusia digerakkan oleh nilai.Bersifat normatif Nilai mengandung harapan akan sesuatu yang diinginkan. Kemakmuran adalah keinginan setiap orang. secara mutlak ada pengakuan terhadap hak asasi manusia. menghormati kemerdekaan beragama. bukan bangsa yang ateis. kesederhanaan.. yaitu sebagai kausa prima. Berdasarkan nilai ini. Manusia perlu diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya. Sila Kedua Manusia. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. kepandaian.

Berdasar pada nilai ini. harus bekerja sama dan gotong royong. Berdasarkan nilai ini. Sila Kelima Adil. Negara Indonesia yang diharapkan adalah negara Indonesia yang berkeadilan. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah maupun batiniah. Kesadaran ini tercipta dengan baik bila sesanti ”Bhinneka Tunggal Ika” sungguh-sungguh dihayati.dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. yaitu unsur mutlak negara. yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.  Sila Keempat Rakyat. keadilan adalah nilai yang amat mendasar yang diharapkan oleh seluruh bangsa. Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. Adanya perbedaan bukan sebagai sebab perselisihan tetapi justru dapat menciptakan kebersamaan. dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. oleh rakyat.  Daftar Pustaka .

wikipedia.com/makalah-ppkn-mantap/ http://www.http://www.peutuah.com/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful