INTEGRASI PENDIDIKAN NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk di sekolah harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill. Untuk itu penulis menulis makalah ini, agar pembaca tahu betapa pentingnya pendidikan karakter bagi semua orang, khususnya bangsa Indonesia sendiri. Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerrti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan seharihari dengan sepenuh hati.

diyakini bahwa nilai dan karakter yang secara legal-formal dirumuskan sebagai fungsi dan tujuan pendidikan nasional. tetapi juga menyentuh tataran afektif dan konatif melalui mata pelajaran Pendidikan Agama. Secara pedagogis.Karena itu muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning. dan jenis pendidikan. Pendidikan Bahasa Indonesia. maka upaya-upaya tersebut ternyata belum mampu mewadahi pengembangan karakter secara dinamis dan adaptif terhadap perubahan tersebut. berbangsa. Kebutuhan tersebut bukan hanya dianggap penting tetapi sangat mendesak mengingat berkembangnya godaan-godaan (temptations) dewasa ini marak dengan tayangan dalam media cetak maupun noncetak (televisi. Sampai saat ini. 1981). dan bernegara Indonesia.com: 2010): Sementara itu Lickona (1992) menegaskan bahw: “In character education. moral feeling. akan mendorong mereka menjadi anggota masyarakat. dan Pendidikan Jasmani. Eisenberg-Berg. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat. harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan hidup pada saat ini dan di masa mendatang akan datang. dll) yang memuat fenomena dan kasus perseteruan dalam berbagai kalangan yang memberi kesan seakan-akan bangsa kita sedang mengalami krisis etika dan krisis kepercayaan diri yang berkepanjangan. Karena itu pengembangan nilai yang bermuara pada pembetukan karakter bangsa yang diperoleh melalui berbagai jalur. it’s clear we want our children are able to judge what is right. atau dalam arti utuh sebagai morality yang mencakup moral judgment and moral behaviour baik yang bersifat prohibition-oriented morality maupun pro-social morality (Piager. Oleh karena itu pendidikan karakter perlu dirancangulang dan dikemas kembali dalam wadah yang lebih komprehensif dan lebih bermakna. Pendidikan karakter bangsa diharapkan mampu menjadi alternatif solusi berbagai persoalan tersebut. dan warga negara yang memiliki kepribadian unggul seperti diharapkan dalam tujuan pendidikan nasional. pendidikan karakter seyogyanya dikembangkan dengan menerapkan holistic approach. jaringan maya. dirasakan perlunya membangun wacana dan sistem pendidikan karakter yang sesuai dengan konteks sosial kultural Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika dengan nilai-nilai Agama dan Pancasila sebagai sumber nilai dan rujukan utamanya. and then do what they believe to be right-even in the face of pressure form without and temptation from within. dengan pengertian bahwa “Effective character education is not adding a program or set of programs. Untuk itu. Pendidikan IPS. Pendidikan karakter perlu direformulasikan dan direoperasionalkan melalui transformasi budaya dan kehidupan sekolah. anak bangsa. Rather it is a tranformation of the culture and life of the school” (Berkowitz: … dalam goodcharacter. care deeply about what is right. jenjang. 1975. 1967. secara kurikuler telah dilakukan berbagai upaya untuk menjadikan pendidikan lebih mempunyai makna bagi individu yang tidak sekadar memberi pengetahuan pada tataran koginitif. Pendidikan Kewarganegaraan. . dan moral behaviour (Lickona:1991). Namun demikian harus diakui karena kondisi jaman yang berubah dengan cepat. Kohlberg.

“Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan bagian integral yg tak terpisahkan dari pendidikan nasional secara utuh. bahwa pendidikan karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. pendidikan. d. pendidikan dasar. pendidikan menengah dan pendidikan tinggi secara holistik dan sinambung. pendidikan dan kebudayaan secara kelembagaan perlu diwadahi secara utuh. dan mata pelajaran lain yang relevan. pendidikan karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. . sarana/prasarana.Kondisi dan situasi saat ini tampaknya menuntut pendidikan karakter yang perlu ditransformasikan sejak dini. secara formal upaya menyiapkan kondisi. Pendapat kedua. Pendidikan budaya dan karakter bangsa harus dikembangkan secara komprehensif sbg proses pembudayaan. Oleh karena itu. Tidak terkecuali juga pada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak. pendidikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran PKn. Dalam pemberian pendidikan karakter bangsa di sekolah. para pakar berbeda pendapat. telah dinyatakan pada Sarasehan Nasional Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sebagai Kesepakatan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.” Berangkat dari hal tersebut diatas. kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa. 1. yakni sejak pendidikan anak usia dini. pendidikan agama. sinyal tersebut baru disadari ketika terjadi krisis akhlak yang menerpa semua lapisan masyarakat. Pendapat ketiga. yang dibacakan pada akhir khir Sarasehan Tanggal 14 Januari 2010. kegiatan.Urgensi dari pelaksanaan komitmen nasional pendidikan karakter. masyarakat. sebagai berikut. Oleh karena itu pelaksanaan budaya dan karakter bangsa harus melibatkan keempat unsur tersebut. b. sekolah dan orangtua. Namun. a. Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah. Pertama. dan kurikulum yang mengarah kepada pembentukan watak dan budi pekerti generasi muda bangsa memiliki landasan yuridis yang kuat. Setidaknya ada tiga pendapat yang berkembang. Dalam upaya merevitalisasi pendidikan dan budya karakter bangsa diperlukan gerakan nasional guna menggugah semangat kebersamaan dalam pelaksanaan di lapangan.

Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang terurai diatas maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Tujuan Adapun tujuan dalam pembahasan makalah ini antara lain : 1. Bagaimanakah proses pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa ? C. 3. Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam makalah ini akan mengurai upaya sekolah mengembangkan Pendidikan Karakter Bangsa dengan mengkritisi implementasi Pendidikan Karakter Bangsa dalam keterpaduan pembelajaran. Apakah Pendidikan Karakter Bangsa dapat terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran? 2 Bagaimanakah cara mengimplementasikan terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran ? Pendidikan Karakter Bangsa 3. Untuk mengatahui cara mengimplementasikan Pendidikan Karakter Bangsa terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Untuk mengetahui apakah Pendidikan Karakter Bangsa dapat terintegrasikan kedalam semua mata pelajaran. Untuk mengetahui proses pengembangan Pendididkan Karakter Bangsa. D. 2. Kupasan selengkapnya mencakup rasionalisasi keterpaduan. bentuk-bentuk pembelajaran terpadu.B. skenario penerapan Pendidikan Karakter Bangsa dalam keterpaduan pembelajaran .

Dalam penilaian hasil belajar. Seorang siswa yang menempuh ujian Matematika secara tertulis. dalam menentukan keberhasilan siswa harus dinilai dari berbagai ranah seperti pengetahuan (kognitif). Dengan penilaian seperti itu maka akan tergambar sosok utuh siswa sebenarnya. Menurut (Joni. Artinya. Oleh karena itu. Atau seorang guru pendidikan agama dalam menjawab pertanyaan para siswanya dengan cara yang nalar yaitu dengan memberikan contoh perilaku para Nabi dan sahabat. pembinaannya pun harus oleh semua guru. dan perilaku (psikomotor). sementara guru lain dengan cara otoriter. Dengan demikian. semua guru akan dan seharusnya mengukur kemampuan siswa dalam semua ranah (Waridjan. Walaupun dapat dipahami bahwa porsi yang dominan untuk mengajarkan pendidikan karakter bangsa adalah para guru yang relevan dengan pendidikan karakter bangsa. sikap (afektif). kurang tepat jika dikatakan bahwa mendidik para siswa agar memiliki karakter bangsa hanya ditimpahkan pada guru mata pelajaran tertentu. Tujuan utuh pendidikan jauh lebih luas dari misi pengajaran yang dikemas dalam Kompetensi Dasar (KD). tidak dapat dicapai secara langsung. menurut (Hasan. Rasionalisasi Keterpaduan Pendidikan ke arah terbentuknya karakter bangsa para siswa merupakan tanggungjawab semua guru. Oleh karena itu. Tanpa terkecuali. . 1996) mengatakan Dampak langsung pengajaran dinamakan dampak instruksional (instrucional effects) sedangkan dampak tidak langsung dari keterlibatan para siswa dalam berbagai kegiatan belajar yang khas yang dirancang oleh guru yang disebut dampak pengiring (nurturant effects). semua guru harus menjadikan dirinya sebagai sosok teladan yang berwibawa bagi para siswanya. baru dapat tercapai setelah beberapa kegiatan belajar berlangsung. Sebab tidak akan memiliki makna apapun bila seorang guru PKn mengajarkan menyelesaikan suatu masalah yang bertentangan dengan cara demokrasi. 2000) pemaksaan suatu pengembangan tujuan didalam kompetensi dasar tidak dapat dipertahankan lagi bila hanya mengacu pada hafalan semata. Dampak pengiring adalah pendidikan karakter bangsa yang harus dikembangkan. sebenarnya siswa tersebut dinilai kemampuan penalarannya yaitu kemampuan mengerjakan soal-soal Matematika. semisal guru PKn atau guru pendidikan agama. 1991).BAB II LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN A. sebab tidak semua kualitas manusia dapat dinyatakan terukur berdasarkan hafalan tertentu. Rumusan tujuan yang berdasarkan pandangan behaviorisme dan menghafal saja sudah tidak dapat dipertahankan lagi Para guru harus dapat membuka diri dalam mengembangkan pendekatan rumusan tujuan. Hasil belajar atau pengalaman belajar dari sebuah proses pembelajaran dapat berdampak langsung dan tidak langsung. sementara guru lain hanya mengatakan asal-asalan dalam menjawab Sesungguhnya setiap guru yang mengajar haruslah sesuai dengan tujuan utuh pendidikan.

model-model pembelajaran inovatif dan terpadu yang mungkin dapat diadaptasi. Sementara itu. 1991). seorang guru akan menilai kemampuan dalam semua ranah ujian suatu mata pelajaran secara absah. Bentuk-Bentuk Pembelajaran Terpadu Yang Bekarakter Menurut Cohen dalam Degeng (1989). dan pembelajaran terpadu (integrated learning). dan suka berbuat keonaran meskipun dalam mengerjakan ujian siswa itu berhasil baik tanpa menyontek dan menuliskan jawaban ujian dengan tulisan yang jelas dan rapi. dan dampak pengiring. alat kepentingan politik. ia dinilai kemampuan gerak-geriknya. afektif. terdapat tiga kemungkinan variasi pembelajaran terpadu yang berkenaan dengan pendidikan yang dilaksanakan dalam suasana pendidikan progresif yaitu kurikulum terpadu (integrated curriculum). Kurikulum terpadu adalah kegiatan menata keterpaduan berbagai materi mata pelajaran melalui suatu tema lintas bidang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna sehingga batas antara berbagai bidang studi tidaklah ketat atau boleh dikatakan tidak ada. dan psikomotor. Oleh karena itu. boleh jadi seorang guru memperhitungkan tindak-tanduk siswanya di luar ujian. selalu usil. Selain penilaian dilakukan terhadap semua kemampuan pada saat ujian berlangsung. dan dapat dipertangungjawabkan. dampak instruksional. Hari terpadu berupa perancangan kegiatan siswa dari sesuatu kelas pada hari tertentu untuk mempelajari atau mengerjakan berbagai kegiatan sesuai dengan minat mereka. dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik adalah sebagai berikut." 2. tanpa ragu. . Artinya. Dengan demikian. 2009. Lebih lanjut. Di samping itu. dan pelajaran hafalan yang membosankan. dengan demikian akan menghindarkan adanya "mata pelajaran baru.Juga dinilai kemampuan pendidikan karakter bangsanya yaitu kemampuan melakukan kejujuran dengan tidak menyontek dan bertanya kepada teman dan hal ini disikapi karena perbuatan-perbuatan tersebut tidak baik. pada setiap rencana pembelajaran termuat kemampuan kognitif. Berdasarkan pada pemikiran-pemikiran dan prinsip-prinsip tersebut maka dapat dimengerti bahwa pendidikan karakter bangsa menghendaki keterpaduan dalam pembelajarannya dengan semua mata pelajaran. dan mudah dibaca (Waridjan. Pendidikan karakter bangsa diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Seorang guru mungkin saja tidak akan meluluskan seorang siswa yang mengikuti ujian mata pelajaran tertentu karena perilaku siswa tersebut sehari-harinya adalah kurang sopan.2. hari terpadu (integrated day). akan tepat apabila pada setiap mata pelajaran dirumuskan tujuan pengajaran yang mencakupi kemampuan dalam semua ranah. yaitu kemampuan mengerjakan soal-soal ujian dengan tulisan yang teratur. seperti yang ditulis oleh Trianto. pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interst). rapi.

dan keterampilan khusus) dari setiap mata pelajaran. topik atau unit pembelajaran disusun dan diurutkan selaras dengan yang lain. (10) Jaringan Dalam model ini. (6) Jala-jala Dalam model ini. . teknik. tema/topik yang bercabang ditautkan ke dalam kurikulum. intelegensi. berpikir. dalam setiap topik ke topik. Ide yang sama diberikan dalam kegiatan yang sama sambil mengingatkan konsep-konsep yang berbeda.(1) Fragmentasi Dalam model ini. pebelajar menjaring semua pembelajaran melalui pandangan keahliannya dan membuat jaringan hubungan internal mengarah ke jaringan eksternal dari keahliannya yang berkaitan dengan lapangan. tema ke tema. Dengan menggunakan tema itu. (5) Patungan Dalam model ini. para pebelajar menjaring semua isi melalui keahlian dan meramu ke dalam pengalamannya. perencanaan dan pembelajaran menyatu dalam dua disiplin yang konsep/gagasannya muncul saling mengisi sebagai suatu sistem. dan keterampilan belajar melalui variasi disiplin. sosial. (7) Untaian Simpul Dalam model ini. (8) Integrasi Dalam model ini. (9) Peleburan Dalam model ini. suatu disiplin yang berbeda dan terpisah dikembangkan merupakan suatu kawasan dari suatu mata pelajaran (2) Koneksi Dalam model ini. atau konsep ke konsep isi mata pelajaran dihubungkan secara tegas (3) Sarang Dalam model ini. guru mentargetkan variasi keterampilan (sosial. pembelajaran mencari konsep/gagasan yang tepat. pendekatan interdisipliner memasangkan antar mata pelajaran untuk saling mengisi dalam topik dan konsep dengan beberapa tim guru dalam model integrasi riil. suatu disiplin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keahliannya. (4) Rangkaian/Urutan Dalam model ini. pendekatan metakurikuler menjalin keterampilan berpikir.

2. pemantapan konsep. perlu ada komitmen untuk disepakati dan disikapi dengan saksama sebagai kosekuensi logisnya. bentuk/format Silabus. dan evaluasi yang sesuai. Dengan bekal varisai modus pembelajaran tersebut. 1996). Dalam pembelajaran terpadu agar pembelajaran efektif dan berjalan sesuai harapan ada persyaratan yang harus dimiliki yaitu (a) kejelian profesional para guru dalam mengantisipasi pemanfaatan berbagai kemungkinan arahan pengait yang harus dikerjakan para siswa untuk menggiring terwujudnya kaitan-kaitan koseptual intra atau antarmata bidang studi dan (b) penguasaan material terhadap bidang-bidang studi yang perlu dikaitkan (Joni. dan komponen kurikulum yang harus dikembangkan. serta pemaknaan pengalaman belajar para siswa. Kegiatan penyampaian informasi. maka skenario pembelajaran yang di dalamnya terkait pendidikan karakter bangsa seperti contoh berikut ini dapat dilaksanakan lebih bermakna. Sementara itu. Pendidikan karakter bangsa (sebagai bagian dari kurikulum) yang terintegrasikan dalam semua mata pelajaran. pendekatan atau model evaluasi. Oleh karena itu. Penempatan Pendidikan karakter bangsa diintegrasikan dengan semua mata pelajaran tidak berarti tidak memiliki konsekuensi. . Terselenggaranya variasi modus belajar para siswa perlu ditunjang oleh variasi modus penyampaian pelajaran oleh para guru. 2000) terhadap semua mata pelajaran yang dimuati pendidikan karakter bangsa. Hasan (2000) mengurai bahwa pengembangan ide berkenaan dengan folisifi kurikulum. maka modus belajar para siswa harus bervariasi sesuai dengan karakter masingmasing siswa Variasi belajar itu dapat berupa membaca bahan rujukan. pengungkapan pengalaman para siswa melalui monolog oleh guru perlu diganti dengan modus penyampaian yang ditandai oleh pelibatan aktif para siswa baik secara intelektual (bermakna) maupun secara emosional (dihayati kemanfaatannya) sehingga lebih responsif terhadap upaya mewujudkan tujuan utuh pendidikan.3. Lebih lanjut. melakukan percobaan. prosedur penyampaian. pengembangan proses berkenaan dengan pengembangan pada tataran empirik seperti RPP. Kebiasaan penyampaian pelajaran secara eksklusif dan pendekatan ekspositorik hendaknya dikembangkan kepada pendekatan yang lebih beragam seperti diskoveri dan inkuiri. pendekatan dan teori belajar. melakukan pengamatan. proses belajar di kelas. dan kurikulum sebagai proses (Hasan. atau paling tidak pada proses pengembangan kurikulum sebagai dokumen. Agar pengembangan proses ini merupakan kelanjutan dari pengembangan ide dan dokumen haruslah didahului oleh sebuah proses sosialisasi oleh orang-orang yang terlibat dalam kedua proses. Pendidikan Karakter Bangsa dalam Keterpaduan Pembelajaran Pendidikan karakter bangsa dalam keterpaduan pembelajaran dengan semua mata pelajaran sasaran integrasinya adalah materi pelajaran. dan sebagainya dengan cara kelompok maupun individual. Konsekuensi dari pembelajaran terpadu. kurikulum sebagai dokumen. Komitmen tersebut antara lain sebagai berikut. model kurikulum. dalam proses pengembangannya haruslah mencakupi tiga dimensi yaitu kurikulum sebagai ide. Pengembangan dokumen berkaitan dengan keputusan tentang informasi dan jenis dokumen yang akan dihasilkan. mewawancarai nara sumber.

pada umumnya mencakup kegiatan ritual. juga staf-staf sekolah. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi dengan sesamanya. di lorong-lorong maupun di luar gedung sekolah/taman sekolah. proses pengambilan keputusan. dan tanggungjawab merupakan nilainilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah. kerja keras. keramahan. di ruang kelas. Sebagai salah satu contoh kecil tentang kebersihan lingkungan sekolah. . kepedulian sosial. antara tenaga kependidikan dengan pendidik dan ppeserta didik. Interaksi internal kelompok dan antar kelompok terikat oleh berbagai aturan. misi sekolah. guru akan merasakan kedamaian dan suasana sekolah seperti itu akan meningkatkan pengelolaan kelas. kegiatan kurikuler. Kepemimpinan. baik di kamar mandi/WC. Sebuah temuan penting lainnya adalah bila siswa memeiliki karakter yang baik. hubungan sosial-kultural. harapan. budaya sekolah diyakini merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. kepedulian lingkungan. . aspek demografi.Berkaitan dengan Pendidikan karakter bangsa sebagai pembelajaran yang terpadu dengan semua mata pelajaran arahan pengait yang dimaksudkan dapat berupa pertanyaan yang harus dijawab atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa yang mengarah kepada perkembangan pendidikan karakter bangsa dan pengembangan kualitas kemanusiaan. konselor dengan peserta didik. Desain Pendidikan Karakter A. antar tenaga kependidikan. semua langkah dalam model pembelajaran nilai-nilai karakter ini akan berkontribusi terhadap buadya sekolah. kebijakan maupun interaksi sosial antar komponen di sekolah. Jika suasana sekolah penuh kedisiplinan. toleransi. Sesunngguhnya. moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. Menurut penelitian Dr. kebijakan dan visi pihak manajemen moral para staf dan guru. Hal ini termasuk di dalamnya adalah objetive atau tujuan yang tepat untuk sekolah. keteladanan. norma. guru dengan guru. Selain itu. ditemukan empat hal utama (input dan output) yang saling mempengaruhi. kejujuran. rasa kebangsaan. Dengan pengelolaan kelas yang baik maka akan menyebebakan prestasi akademik yang tinggi. serta partisipasi orang tua dan siswa. kepemimpinan sekolah. kegiatan ekstrakurikuler. Pada saat yang sama . dan antar anggota kelompok masyarakat dengan warga sekolah sekolah. kasih sayang maka hal ini akan menghasilkan output yang diinginkan berupa katakter yang baik. Kerangka Pengembangan budaya sekolah Budaya sekolah memiliki cakupan yang sangat luas. Karena itu langkah pertama dalam mengaplikasikan pendidikan karakter di sekolah adalah menciptkan suasana atau iklim sekolah yang cocok yang akan membantu transformasi guru-guru dan siswa. Teerakiat Jareonsttasin (2000) tentang pengaruh sekolah terhadap perkebangan anak. maka hal ini akan berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik yang tinggi. disiplin. Yang terpenting adalah iklim atau budaya sekolah.

telinga.Hal itu hanya dapat dilakukan di sekolah dengan dukungan manajemen sekolah yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji. memalak. memperoleh prestasi dalam olahraga atau kesenian. B. b. guru. berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran. mencuri. berani menentang/mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji dan sebagainya. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik tersebut. perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian kedalam kegiatan sehari-hari sekolah yaitu melalui hal-hal sebagai berikut. berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Kegiatan rutin sekolah Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Integrasi nilai dalam kegiatan intrakurikuler dan kurikuler Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah. Kondisi sekolah seperti itu dilaksanakan melalui program sekolah bersama antara manajemen sekolah. menolong orang lain. berpakaian tidak senonoh dan sebagainya. . Siswa dikondisikan untuk membuang sampah ke tempat yang sesuai dengan jenis sampah dan melalui pembiasaan seperti itu diharapkan kepedulian siswa menjadi lebih tinggi terhadap kebersihan lingkungan. rambut dan lain-lain) setiap hari Senin. misalnya: memperoleh nilai tinggi. tenaga kependidikan (konselor) secara bersamasama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut. Di setiap sudut ruang. mengucap salam bila bertemu guru/tenaga kependidikan yang lain dan sebagainya. Program Pengembangan Diri Dalam program pengembngan diri. berkelahi. terdapat tempat sampah yang dapat digunakan untuk menyimpan sampah kering dan basah serta sampah yang dapat di daur ulang. beribadah bersama/sembahyang bersama setiap dluhur (bagi yang beragama Islam). berlaku tidak sopan. pemeriksaan kebersihan badan (kuku. Contoh kegiatan tersebut adalah: membuang sampah tidak pada tempatnya. Kegiatan spontan Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. a. siswa dan orang tua siswa. Contoh kegiatan ini adalah: upacara pada hari besar kenegaraan. melakukan bullying. guru.

bertutur kata sopan. sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur. penilaian beragam. difusi. Cukup beralasan bila Pendidikan karakter bangsa dalam pembelajarannya diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Implementasi Pendidikan karakter bangsa terintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. pengembangannya lebih memadai pada model kurikulum terpadu dan pembelajaran terpadu dengan menentukan center core pada mata pelajaran yang akan dibelajarkan. bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan. . Alasan-alasan itu adalah karena meningkatkan akhlak luhur para siswa adalah tanggung jawab semua guru. dukungan pendidikan luar sekolah. BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan landasan teori dan pembahasan yang terurai ditas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . Teladan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. pencapaian pendidikan harus mencakupi dampak instruksional dan dampak pengiring. dan proses. kejelian profesional dan penguasaan materi. jujur. semua guru harus menjadi teladan yang berwibawa.c. perhatian terhadap peserta didik. Proses pengembangan Pendidikan karakter bangsa sebagai pembelajaran terpadu harus diproses seperti kuriklum lainya yaitu sebagai ide. Sekolah harus mencerminkan kehidupan sekolah yang mencerminkan nilai-nilai dalam budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. tujuan utuh pendidikan adalah membentuk sosok siswa secara utuh. arahan spontan dan penguatan segera. Misalnya toilet yang selalu bersih. Misalnya berpakaian rapi. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh bagaimana berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai terebut. Pengkondisian Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan tersebut. d. inovasi dan sosialisasi adalah komitmen-komitmen yang harus diterima dan disikapi dalam pencanangan pembelajaran terpadu Pendidikan karakter bangsa. dokumen. bekerja keras. datang tepat pada waktunya. kasih sayang. menjaga kebersihan dan sebagainya.

Depdikbud. Trianto. 2000. Keterpaduan pendidikan karakter adalah kegiatan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 20 tahun 2003. Semarang: IKIP Semarang Press. Hamid. Burhan Yasin. Pendekatan Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Tes Hasil Belajar Gaya Objektif. Jakarta.Universitas negeri Malang. . Malang. Raka. Pendekatan Multikultural untuk Penyempurnaan Kurikulum. 2003.id Hasan. dan penampilan berbagai kegiatan sekolah untuk itu guru diharapkan lebih aktif dalam pembelajarannya 2. Undang-undang No. Bandung: Remaja Rosdakarya Joni. Tahun Ke-7 Degeng. Untuk itu benahi lingkungan sekolah agar menjadi lingkungan yang positif. Pembelajaran Terpadu. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.depdiknas.go. Prestasi Pustaka Publisher. S. 3. Nurhadi. 2004. 2009.Taksonomi Variabel . Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Agus Genad Senduk. simulasi. Waridjan. Guru harus disiplin lebih dulu siswa pasti akan mengikuti disiplin Daftar Rujukan Rachman. dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi Muda Bangsa. Reevaluasi. Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan karakter diharapk menjadi kegiatan-kegiatan diskusi. Jakarta: Dirjen Dikti Bagian Proyek PPGSD. 1996. 2003. www. Depdiknas. T. 1991. Jakarta. Kurikulum Berbasis Kompetensi.Saran-Saran 1. Mulyana. 2000. S Nyoman. Reposisi. Lingkungan sekolah yang positif membantu membangun karakter. Maman.1989.