P. 1
Hukum Acara Pidana

Hukum Acara Pidana

|Views: 280|Likes:
Published by Fajrin Borneo

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Fajrin Borneo on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

HUKUM ACARA PIDANA

(HAP)

Pengertian HAP:
HAP ialah aturan-aturan yang memberikan
petunjuk apa yang harus dilakukan oleh
aparat penegak hukum dan pihak-pihak
atau orang-orang lain yang terlibat di
dalamnya, apabila ada persangkaan bahwa
hukum pidana dilanggar (Sudarto)

Pengertian HAP:
Aturan-aturan yang memberikan
petunjuk apa yang harus
dilakukan oleh aparat penegak
hukum dan pihak-pihak atau
orang-orang lain yang terlibat di
dalamnya, apabila ada
persangkaan bahwa hukum
pidana dilanggar (Sudarto)
Hukum Acara Pidana
(HK PIDANA FORMIL)
Penegak Hukum
Masyarakat
PELAKSANAAN HUKUM PIDANA
MATERIEL

Fungsi HAP adalah untuk melaksanakan
atau menegakkan HUKUM PIDANA;
SEHINGGA
HAP telah DIAPLIKASIKAN walaupun
baru ada dugaan adanya pelanggaran
HUKUM PIDANA, berarti HAP sudah dapat
berjalan meskipun belum jelas ada/tidaknya
suatu tindak pidana;





URAIAN FUNGSI/TUGAS HAP:
+Menemukan fakta tentang terjadinya pelanggaran
thd HUKUM PIDANA;
+Menetapkan pelanggar hukum (tersangka);
+Menemukan dan memeriksa tersangka (termasuk
menangkap/menahannya);
+Mengumpulkan alat-alat bukti;
+Mengajukan tersangka ke depan sidang
pengadilan;
+Memeriksa terdakwa dan menjatuhkan
putusan;
+Mengatur upaya-upaya hukum atas putusan
hakim;
+Melaksanakan dan mengawasi putusan
hakim.



TUJUAN HAP:
Mencari kebenaran materiil
(substantial truth/materiele
waarheid) dan sekaligus untuk
perlindungan terhadap HAM
(protection of human rights);
O Pemahaman ringkas tujuan HAP:


Kebenaran materiil
HUKUM ACARA PIDANA
Perlindungan HAM
SUMBER HUKUM HAP:

+KUHAP;
+UU Kekuasaan Kehakiman;
+UU Mahkamah Agung;
+UU Kepolisian;
+UU Kejaksaan;
+PP Tentang Pelaksanaan KUHAP;
+Berbagai UU lain,



PERSONAL DALAM HAP:

+ Setiap orang:
× Tersangka/terdakwa;
× Saksi;
× Ahli;

+ Pejabat Kepolisian dan PPNS (pemeriksaan pendahuluan/voorenderzoek):
× Penyelidik (Polri);
× Penyidik (Polri dan PPNS);
× Penyidik Pembantu (Polri);
+ Pejabat Kejaksaan (melakukan penuntutan dan pelaksanaan putusan
pengadilan):
× Jaksa;
× Penuntut Umum (JPU);

+ Pejabat Pengadilan (memeriksa dan membantu memeriksa, dan memutus
perkara di sidang
× Hakim,
×Panitera
+ Penasihat Hukum (Advokat)

+ Pejabat eksekutor (pelaksana) putusan pengadilan (menjalankan UU
pelaksanakan pidana/penitentiaire recht):
× Jaksa, Pejabat LAPAS, Polri;



+Equality before the law (isonomia);

+Principle of legality terhadap seluruh proses
hukum;

+Presumption of innocence;

+Ganti rugi dan rehabilitasi;

+Speedy trial (constante justitie) and fair trial;
(Lanjutan)
+Hak untuk membela diri dan menunjuk
penasihat hukumnya;

+Hak diberitahu akan hak-haknya;

+Onmidelijkheid van het oderzoek (kelangsungan
pemeriksaan pengadilan dng terdakwa hadir);

+Openbaarheid van het proces kecuali ditentukan
lain oleh UU;

Ilmu-ilmu Pengetahuan bantu
HAP
- Logika:
Orientasi – hipotesis – verifikasi – konstruksi logis
ada/tidaknya tindak pidana;

- Psikologi:
Berusaha memahami jiwa manusia agar dapat
memperlakukannya dengan tepat;
- Kriminalistik:
× Pelajari kejahatan dari sudut teknis.
× Didukung ilmu-ilmu forensik (ilmu pengetahuan
yang dapat memberikan keterangan atau
kesaksian bagi pengadilan secara meyakinkan-
ilmiah):

- Ilmu kedokteran forensik (pelajari organ manusia menyangkut
sebab-sebab luka atau kematian dalam kaitan dng tindak pidana);

(Lanjutan)

o Toksikologi forensik (―toxicon‖ dan ―logos‖, mempelajari
racun dalam kaitan dng tindak pidana);

o Ilmu kimia forensik (pelajari berbagai bahan kimia dengan
dasar ilmu kimia analitika);

o Ilmu alam forensik, misal:
-Forensic ballistic (balistik kehakiman, pelajari peluru
kejahatan atau geincrimineerde kogel)
-Dactyloscopie (“doctylus” or “finger” dan ―copy” atau
cetakan – sidik jari/finger-prints);
+Psikiatri:
× Mempelajari jiwa manusia yang sakit;

+Kriminologi:
× Pelajari kejahatan sebagai suatu masalah
manusiawi: mengapa, bagaimana, apa tujuan orang
melakukan kejahatan. Pelajari kejahatan dalam arti
makro;


Pemeriksaan Pendahuluan (voorenderzoek)







Persangkaan atau pengetahuan adanya
tindak pidana dapat diperoleh dari empat
kemungkinan:
+Kedapatan tertangkap tangan;
+Karena adanya laporan;
+Karena adanya pengaduan;
+Diketahui sendiri oleh penyidik;

SETELAH DIKETAHUI ADA
DUGAAN PERISTIWA HUKUM

PENYELIDIKAN
(Penyelidik)
PENYIDIKAN
(Penyidik)
Þ Penyelidikan
tindakan untuk
menentukan apakah
sesuatu peristiwa itu
merupakan tindak
pidana atau bukan
Þ Penyidikan
serangkaian tindakan
untuk menemukan
tersangkanya
Tugas&Wewenang
PENANGKAPAN
1. Pengertian – 1 angka 20 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –16 KUHAP
3. Syarat Penangkapan – 17 KUHAP
4. Lama Penangkapan – 19 KUHAP
5. Tatacara – 18-19 KUHAP
PENAHANAN
1. Pengertian – 1.21 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –20 KUHAP
3. Syarat Penahanan –21 KUHAP
6. Lama Penahanan – 24-29 KUHAP
4. Tatacara – 21.2 & 21.3 KUHAP
5. Jenis Penahanan – 22 KUHAP
BATAS WAKTU PENAHANAN
INSTANSI Awal Perpanjang Total Pasal 29
(hari) (hari/oleh) (hari) tambahan
1. PENYIDIKAN 20 40 (JPU) 60 30 + 30
2. PENUNTUTAN 20 30 (KPN) 50 30 + 30
3. PENGADILAN 30 60 (KPN) 90 30 + 30
4. BANDING 30 60 (KPT) 90 30 + 30
5. KASASI 50 60 (KMA) 110 30 + 30
______________________________________________
Maximum hari penahanan 400 + (150+150)
(700 hari)

Pasal 29: ditambah, jika ada gangguan fisik+mentall, ancaman
pidanan lebih 9 tahun.
+ Terhadap perpanjangan= boleh mengajukan keberatan KPT dan KMA
PENANGGUHAN
PENAHANAN
(Pasal 31 (1) KUHAP)
O Atas permintaan Tersangka atau Terdakwa,
Penyidik atau Penuntut Umum atau Hakim,
sesuai dengan kewenangan masing-masing,
dapat mengadakan penangguhan penahanan,
dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan
orang berdasarkan syarat yang ditentukan.
O Dalam Hal Penangguhan Penahanan
dikabulkan oleh Pejabat yang berwenang.
 Jaminan berupa uang, ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang berdasarkan Pasal 35 ayat (1)
PP No. 27 tahun 1983, tentang Pelaksanaan
KUHAP.
 Jaminan berupa orang, ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang berasarkan Pasal 36 ayat (1) PP
No. 27 tahun 1983, tentang Pelaksanaan KUHAP.
O Permohonan Penangguhan Penahanan
harus mencantumkan syarat-sayarat :
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
melarikan diri.
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
menghilangkan barang bukti.
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
mengulangi perbuatannya.
^Tersangka atau Terdakwa bersedia
memenuhi panggilan untuk kepentingan
pemeriksaan.
O Pejabat yang berwenang dapat mencabut
penangguhan penahanan atas tersangka atau
terdakwa jika melanggar syarat-syarat yang
ditentukan, Yaitu wajib lapor,tidak keluar rumah atau
kota.
O Terdakwa, Tersangka, keluarga atau Penasehat
Hukum dapat mengajukan permohonan perubahan
status penahanan kepada pejabat yang berwenang,
dari Status Rumah Tahanan Negara menjadi
Tahanan Kota atau Tahanan Rumah.
O Permohonan perubahan Status Tahanan lazim
mencantumkan:
©Tersangka atau Terdakwa tidak akan melarikan diri.
©Tersangka atau Terdakwa tidak akan menghilangkan
barang bukti.
©Tersangka atau Terdakwa tidak akan mengulangi
perbuatannya.
©Tersangka atau Terdakwa bersedia memenuhi
panggilan untuk kepentingan pemeriksaan
O Perubahan Status Tahanan apabila dikabulkan
akan mengurangi masa tahanan Tersangka
atau Terdakwa dengan perhitungan masa
tahanan :
=Penahanan Rumah Tahanan Negara, jumlah
pengurangannya sama dengan jumlah masa
penahanannya ( 1 hari : 1 hari).
=Penahanan Rumah, jumlah pengurangannya 1/3
hari X jumlah masa penahanannya (misalnya
Masa tahanan 60 hari, maka jumlah penahannya
60 hari X 1/3 hari).
=Penahanan Kota, jumlah pengurangannya 1/5
hari X jumlah masa penahanannya (misalnya
Masa tahanan 60 hari, maka jumlah penahannya
60 hari X 1/5 hari).
PENGGELEDAHAN
1. Pengertian – 1.17 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –32 KUHAP
3. Tatacara – Ps 33 KUHAP
4. Pengecualian – 34 dan 35 KUHAP
5. Jenis Penggeledahan- Pasal 32
PENYITAAN
1. Pengertian – 1.16 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –38 KUHAP
3. Tatacara – 38, 39,40,41 KUHAP
4. Penyimpanan –44 KUHAP
5. Tanggung Jawab- Pasal 44 (2)
HAK-HAK TERSANGKA
Mengirim
Surat
Pd
Pen Hukum
Bantuan
Hukum
Memberi
Ket
Bebas
Berbicara
Bertemu
Setiap saat
Dg PH
Mengajukan
Saksi
Cepat
Diperiksa
TERSANGKA
Pembelaan di Tingkat
Penyelidikan dan Penyidikan
“Pasal 69 dan 70 KUHAP”

Penasehat Hukum berhak menghubungi
dan berbicara dengan tersangka pada
setiap tingkat pemeriksaan dan setiap
waktu .

Juklak angka 1 Lamp.Kep.Menkeh No.M.14-
PW.07.03/1983, yang dimaksud setiap waktu
adalah pada jam kerja.
SURAT PANGGILAN
( Pasal 112 s/d 113 )
 Penyidik melakukan panggilan guna
pemeriksaan harus secara jelas.
 Yang dipanggil harus datang.
 Apabila orang yang dipanggil tidak
datang harus memberikan alasan yang
patut dan wajar.
SURAT KUASA
 PADA DASARNYA ACUAN DALAM
PEMBUATAN SURAT KUASA MERUJUK
PADA PASAL 1792 S/D 1797 KUH PERDATA
 KUASA DAPAT DIBERIKAN DAN DITERIMA
DALAM ; AKTA UMUM, TULISAN DIBAWAH
TANGAN, SURAT ATAU BAHKAN SECARA
LISAN.
 DALAM SURAT KUASA MEMUAT:
× IDETITAS PEMBERI KUASA;
× IDENTITAS PENERIMA KUASA DAN
DOMISILINYA;
× HAL-HAL YANG DIKUASAKAN SECARA KHUSUS
 Berita Acara bukan pro yustisia;
 Keterangan yang diberikan dapat dijadikan
alat bukti di pengadilan;
 Tolak pemintaan dokumen oleh penyelidik
(dapat terjadi self increminating).
Penyerahan dokumen selaku barang bukti
haruslah dibuatkan BAPenyitaan;
 Kedudukan Penasihat Hukum tidak diatur,
tetapi dalam praktek dapat mendampingi
terperiksa dan memberikan nasihat hukum.
Penyidikan—Pemeriksaan Saksi
(Pasal 6 s/d 9 KUHAP)
 Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik
Indonesia atau Pejabat Pegawai Negeri Sipil
tertentu yang diberi wewenang oleh undang-
undang untuk melakukan penyidik.
 Tidak diatur kedudukan Penasihat Hukum (PH)
dalam hal pemeriksaan saksi;
 Dalam praktek, penyidik menanyakan kepada
saksi apakah akan didampingi oleh Penasihat
Hukum dan dicatat dalam BAP nama Penasihat
Hukumnya;
 Dalam praktek, PH cukup leluasa membantu
merumuskan pertanyaan dan jawaban agar
pemeriksaan berjalan lancar dan cepat;
Penyidikan—Pemeriksaan
Tersangka
 Kedudukan PH diatur secara sederhana dalam
pasal 115 KUHAP;
 Prinsip umum: melihat dan mendengar saja (within
sight and within hearing);
 Pengecualian: Perkara ―keamanan negara‖ hanya
dapat melihat, tidak dapat mendengar (within sight
without hearing);
 Dalam praktek untuk perkara selain ―kamneg‖ PH
dapat membantu merumuskan jawaban, bahkan
terkadang membantu merumuskan pertanyaan.
Hal ini sangat bergantung pada keluwesan dan
etiket PH serta pribadi penyidik;
 Tujuan membantu di sini untuk memperlancar
jalannya pemeriksaan, bukan untuk tindakan
curang;
PRAPERADILAN
(Pasal 77 s/d Pasal 83 KUHAP)
Praperadilan adalah wewenang
Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan
memutus menurut cara yang diatur
dalam undang-undang ini.
 Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan,
penghentian penyidikan, atau penghentian
penuntutan;
 Ganti Kerugian dan atau Rehebilitasi bagi
orang yang perkara pidananya dihentikan
pada tingkat penyidikan atau penuntutan.
× Praperadilan dipimpin oleh Hakim Tunggal.
× Praperadilan diajukan oleh tersangka,
keluarga atau kuasanya Kepada Ketua
Pengadilan Negeri untuk memeriksa sah
atau tidaknya suatu Penangkapan atau
Penahanan dengan menyebutkan alasannya.
× Praperadilan diajukan oleh Penyidik,
Penuntut Umum atau Pihak Ketiga Kepada
Ketua Pengadilan Negeri.
 Permintaan Ganti Kerugian dan atau
Rehabilitasi diajukan oleh Tersangka atau
pihak ketiga yang berkepentingan kepada
Ketua Pengadilan Negeri.
× Acara Pemeriksaan Praperadilan :
Dalam waktu 3 hari diterimanya
permintaan, hakim yang ditunjuk
menetapkan sidang.
Pemeriksaan dilakukan secara cepat
yaitu 7 (tujuh) hari, apabila dalam
waktu tersebut belum selesai, maka
permintaan tersebut gugur.
Terhadap permintaan tersebut tidak
dapat dimintakan banding.
× Tersangka, Terdakwa atau Terpidana atau
ahli warisnya berhak menuntut Ganti
Kerugian karena ditangkap,ditahan,
dituntut dan diadili atau dikenakan
tindakan lain, tanpa alasan yang
berdasarkan undang-undang atau karena
kekeliruan mengenai orangnya atau
hukum yang diterapkan yang perkaranya
tidak diajukan ke Pengadilan Negeri,
diputus di sidang Praperadilan dan
mengikuti acara Praperadilan (Pasal 95
KUHAP).
Penandatanganan BAP
(Pasal 118 KUHAP)
 Saksi maupun Tersangka harus bebas
dalam memberikan keterangan dan dicatat
seteliti-telitinya sesuai dengan kata yang
dipergunakannya (pasal 117);
 Setelah memberikan keterangan, saksi dan
tersangka menandatangani BAP;
 Apabila keterangan yang diberikan tidak
sama dengan yang tertulis dalam BAP
maka saksi dan tersangka dapat menolak
menandatangani BAP;
 Untuk itu dibuatkan BAPenolakan
penandatanganan BAP;
TURUNAN BERITA ACARA
PEMERIKSAAN
 PADA TINGKAT PENYIDIKAN ; HANYA
BAP TERSANGKA.
 PADA TINGKAT PENUNTUTAN ;
SEMUA BERKAS PERKARA
TERMASUK SURAT DAKWAAN
 PADA TINGKAT PEMERIKSAAN
PENGADILAN ; SELURUH BERKAS
PERKARA TERMASUK PUTUSAN
HAKIM
Tim Pencari Fakta

BAP
Pro Justitia
Dilimpahkan
Tim Pencari Fakta
REKONSTRUKSI PERKARA– Apa
itu?
 Dapat bertentangan
dengan HAM krn:
1. Tersangka ―disuruh‖
mengaku;
2. Dapat bertentangan
dg prinsip Praduga
tak bersalah;
3. Tidak diatur dalam
KUHAP;



Rebuilt a fact or idea
Membangun-
menampilkan kembali
peristiwa pidana
Pertanyaan yg menjerat?
 Pasal 166 KUHAP – Pertanyaan yg
menjerat tidak boleh diajukan pd
terdakwa maupun kepada saksi

 Apakah berarti pertanyaan menjerat
boleh pd TERSANGKA (ditingkat
penyidikan)

Proses Penuntutan- Acara Biasa

Kasus Hukum
Penyelidikan
Penyidikan
PENUNTUTAN

*Laporan
*Tertangkap
Tangan

PENUNTUTAN
1. Pengertian – 1.7 KUHAP
PENUNTUT
UMUM
PENGADILAN
Berkas
Perkara &
Surat
Dakwaan
Tersangka/
Pen Hukum
Penyidik
Tentang Surat Dakwaan
FORMAL MATERIIL
Tanggal dan
tanda tangan
JPU
Identitas
Lengkap
Uraian
cermat,jelas,
lengkap = TP
Tempus dan
Locus delicti
Gabung
(voeging)
Pisah
(splitsing)
Org sama-
beberapa
tindak Pidana
Beberapa T.P
Bersangkut paut
Beberapa TP
oleh beberapa
Tersangka
Beberapa TP tidak
bersangkut paut ttp ada
hubungannya
Tunggal
Kumulatif
Alternatif
Subsider
Campuran
Surat dakwaan
tunggal/biasa
 Hanya berisi satu saja dakwaan;
 Tidak mengandung faktor ―penyertaan‖
(mededaderschap), atau ―perbarengan‖
(concursus), atau alternatif, atau
subsidaritas;
Surat dakwaan kumulasi
(Pasal 141 KUHAP)
 Surat dakwaan dengan menggabungkan
beberapa dakwaan sekaligus:
×Beberapa tindak pidana yang dilakukan oleh
seorang yang sama dan kepentingan
pemeriksaan tidak menjadikan halangan
terhadap penggabungannya;
×Beberapa tindak pidana yang bersangkut-
paut satu dengan yang lain;
×Tidak bersangkut-paut tapi berhubungan;
 Pemahaman dakwaan kumulatif akan
lebih jelas bila dikaji ketentuan KUHP
pasal 55 berkenaan dengan
―penyertaan‖ atau ―ambil bagian‖
(deelneming, take part in crime) dan
ketentuan ―perbarengan‖ (concursus,
samenloop) yang diatur dalam pasal-
pasal 63, 64, 65, 66, dan 70 KUHP);
Surat Dakwaan Alternatif
 Dakwaan yang satu dengan yang lain
saling
―mengesampingkan/menggantikan‖ (one
that substitutes for another);
 Hakim bebas memilih mana yang lebih
pantas dikenakan pidana berdasarkan
pembuktian di sidang pengadilan;
 Dicirikan dengan selalu ada kata ATAU
antara dakwaan yang satu dengan yang
lain

Surat Dakwaan
Subsideritas
 Terdiri dari dua atau lebih dakwaan;
 Disusun secara berurutan (berturut-turut):
Primair, Subsidair, Lebih Subsidair, Lebih-
lebih Subsidair, Lebih-lebih Subsidair Lagi,
dst;
 Urutan mulai dari dakwaan pidana
―terberat‖ dan berakhir pada dakwaan
―teringan‖;
 Duduk perkara antara dakwaan satu
dengan yang lain saling berhubungan erat;
PERBUATAN SAMENLOOP
CONCORSUS
IDEALIS
Satu Perbuatan
Satu Orang
Sesuatu Perbuatan
Temasuk dlm beberapa
Ketentuan Pidana
Orang membunuh dengan tembakan pd org
Lain yg berada dibalik kaca mobil.Kaca mobil
Pecah-mobil Rusak
(membunuh=338) + (merusak: 406)

Pasal-2
(406 KUHP)
Satu Perbuatan
Satu Orang
CONCORSUS
REALIS
Beberapa Perbuatan
Satu Orang
Pasal-1
351 KUHP
Pasal-2
406 KUHP
Seseorang mendatangi rumah orang lain;
-Melakukan Penganiayan thdp pemilik Rumah
- Kemudian merusak barang-barang yg dirumah
(Menganiaya=351) + (merusak: 406)

Pasal-1
(338 KUHP)
Contoh Dakwaan Alternatif dan
Subsideritas
Hasil Penyidikan
FAKTA:
Terdakwa
Menerima
Hasil Curian
PASAL Yang sesuai
1. Penadahan – 480 KUHP
2. Turut Serta -55 jo 362 KUHP

Penuntut Umum
Surat
Dakwaan
Alternatif
Subsideritas
Contoh Dakwaan Alternatif dan
Subsideritas
Hasil Penyidikan
FAKTA:
Terdakwa
Menghilangkan
Nyawa Orang Lain

PASAL Yang sesuai
1. Pembunuhan – 338 KUHP
2. Penganiayaan berat-mati
- 355 KUHP

Penuntut Umum
Surat
Dakwaan
Alternatif
Susideritas
Contoh Dakwaan Subsideritas

I. Primer :
Pasal 340 KUHP

II. Subsider:
Pasal 338 KUHP

III Lebih subsider :
Pasal 355 ayat 2 KUHP

IV Lebih subsider lagi
Pasal 353 KUHP

Fakta:
Menghilangkan
Nyawa orang
lain

Contoh Dakwaan Alternatif
(kasus: Pencurian)
PASAL Yang sesuai
1. Penadahan – 480 KUHP
2. Turut Serta -55 jo 362 KUHP

Surat
Dakwaan

Dakwaan-1
Penadahan


Dakwaan-2
Turut Serta
Mencuri

Dakwaan Kumulatif
(kasus: Bersama-sama mencuri- mededaderscap)

Dakwaan
Kumulatif
untuk
3 Terdakwa

Semuanya Peserta
Pencurian
-Dakwaan dijadikan
Satu. Satu putusan
untuk ketiga terdakwa

Equal Degree
Of criminal
Liability
Contoh Dakwaan Kumulatif
(kasus: Concursus Realis)
Berbarengan
(Concursus Realis=meerdaadsche Samenloop)
Pencurian- Penganiayaan- Penipuan
Dakwaan
KUMULATIF
Dakwaan 1 – 362 KUHP
Dakwaan II – 378 KUHP
Dakwaan III – 351 KUHP
Satu Hukuman
Maksimum
Hukman Terberat
+ 1/3
Contoh Beberapa Kemungkinan Dakwaan (kasus:
Penggelapan- Concursus Idealis)
Pasal
63-2 KUHP
Pid Umum-Khusus
seseorang
Mengunakan Uang orang lain

Psl 372 KUHP
(Lex Generalis)


Psl 417 KUHP
(Lex Spesialis)
Penuntut Umum
Tunggal Kumulatif Alternatif Subsider
Proses Persidangan
–Acara Biasa

Putusan
SELA
Eksepsi
Diterima
Eksepsi
Ditolak
Pembacaan
S.Dakwaan
Eksepsi:PH
Tanggapan:JPU
PEMBUKTIAN
TUNTUTAN
PIDANA
PEMBELAAN
REPLIK
DUPLIK
PUTUSAN
Pembukaan-Sidang
Pemanggilan Terdakwa
Pemeriksaan
SAKSI, Ahli
Surat, Terdakwa,
Barang Bukti
PENGERTIAN
PEMBUKTIAN
Kamus Umum: Memberi atau
memperlihatkan sesuatu hal atau
peristiwa yang cukup untuk dapat
dinyatakan atau dimengerti sebagai
suatu hal yang benar (W.J.S.
Poerwadarminta)
HUKUM ACARA PIDANA : Mencari, mempertahankan, dan
meletakkan suatu kebenaran berdasarkan ketentuan dan
pedoman yang dibenarkan oleh undang-undang guna untuk
menentukan kesalahan terdakwa.
Kamus Hukum Umum: usaha menetapkan
apa yang telah terjadi secara konkreto.
Membuktikan dalam arti yuridis berarti
memberikan dasar yang cukup kepada
hakim yg memeriksa perkara guna
memberi kepastian ttg kebenaran peristiwa
yg dikemukakan kedalam sidang
pengadilan (Prof Dr. Sudikno
Mertokusumo,SH)
Pasal 183 + 184-1 KUHAP
Pasal 183: Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana
kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-
kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh
keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar
terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah
melakukannya
Alat Bukti Yang Sah
1. Keteranagan Saksi
2. Keteranagan ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan terdakwa
Ps 184-1
+
Keyakinan
Hakim



TERBUKTI :
(Beyond a reasonable doubt)
Kesalahan Terdakwa
2 alat bukti
Yg Sah
Keyakinan
HAKIM
TERBUKTI
Secara Sah
Dan
Meyakinkan
Absolute Truth
Dua Alat Bukti Yang Sah ?


1. Keterangan Saksi
2. Keterangan Ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan
Terdakwa


Alat Bukti
Yang Tersedia
Setiap butir “alat bukti yang tersedia” harus
terpenuhi secara penuh untuk dapat memenuhi
syarat sebagai 1 alat bukti. Dua saksi yg sah
berarti memperoleh satu alat bukti.
Dengan demikian 2 alat bukti yg sah adalah
kombinasi antara No 1 -5 secara penuh.
Permasalahan
Boleh satu saksi yg sah ditambah Keterangan
terdakwa sama dengan 2 alat bukti yang sah.


Keterangan Saksi
Melalui Teleconference



• Lihat,dengar, alami sendiri,
menyebut alasan. (1.27)

• Bukan pendapat atau rekaan.
(185.5)

• Harus diberikan di dalam
sidang Pengadilan (185.1)

• Harus lebih dari dua saksi (185.2)

Syarat Sahnya
KESAKSIAN
Mengapa Teleconference bermasalah?
1. Karena kesaksiannya diberikan diluar
pengadilan (bertentangan dg Ps 185/1)
2. Kalau saksi (di luar negeri) hrs ditahan
karena keterangannya di persidangan
jarak jauh diduga palsu (174.2),
bagaimana melaksanakan proses
hukumnya? Hukum apa yang berlaku?
3. Bagaimana persidangan dpt
memastikan saksi memberi keterangan
dalam keadaan bebas?
Permasalahan
PEMBELAAN
Þ Pengertian
Membela kepentingan hukum klien, menangkis,
menyanggah, mengajukan bukti yang sebaliknya,
menempatkan masalah-kesalahan pada tempatnya,
membela agar memperoleh ―fair trial‖.
Þ Kekeliruan pengertian
Membela keinginan klien/terdakwa, membengkokkan
yang lurus dan meluruskan yang bengkok.
Nota Keberatan/Eksepsi
Tangkisan (plead) yg tidak
mengenai ‗materi pokok‘ surat
dakwaan melainkan pada
cacat ‗formal‘nya, yaitu
adanya tertib acara yang in
proper (tidak tepat) atau
illegal (tidak sah);

Pokok-Pokok Materi
Eksepsi
 Pendahuluan
 Eksepsi Gugurnya Kewenangan Menuntut
× Exceptio judicate (ne bis in idem) --76 KUHP
× Terdakwa meninggal dunia –77 KUHP
× Exceptio in tempores (dakwaan telah daluwarsa) – 78 KUHP
 Eksepsi Tuntutan Penuntut Umum Tidak Dapat Diterima
× Pelanggaran pasal 56 ayat 1 KUHAP (apabila pasal 56 ayat
1 tidak dipenuhi, dianggap pemeriksaan tidak memenuhi
syarat yang diminta UU, berakibat ―tuntutan PU tidak dapat
diterima ¬ MA No.1565 K/Pid/1991, 16 Sept. 1993)
× Tidak memenuhi syarat klacht delict (apabila tindak pidana
berupa delik aduan, tapi ternyata tidak ada pengaduan dari
korban)
 Eksepsi Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum – 67 jo 191 ay 2
KUHAP
× Jika perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti
(diakui), tetapi perbuatan itu tidak merupakan sesuatu tindak
pidana
 Eksepsi Kewenangan Mengadili (absolut dan relatif)

 Eksepsi Surat Dakwaan Tidak Dapat Diterima
× Exceptio subjudice (tindak pidana yang didakwakan
sedang tergantung pemeriksaan perkara pidana
lainnya karena kesamaan tindak pidana yang
didakwakan);
× Exceptio in personan (keliru mendakwa orang)
× Eksepsi keliru sistimatika dakwaan subsidiaritas
(dakwaan Subsider lebih berat drpd dakwaan
Primer)
× Eksepsi keliru bentuk dakwaan (misal: Seharusnya
berbentuk Kumulasi, tapi disusun secara
subsidiaritas)
 Eksepsi Dakwaan Batal Demi Hukum (143
ay 2 KUHAP) ¬ obscuur libel, misleading
×Dakwaan tidak memuat ―tanggal dan tanda
tangan PU‖
×Dakwaan tidak memuat identitas Terdakwa
secara lengkap
×Dakwaan tidak menyebut locus delicti dan
tempus delicti
×Dakwaan tidak cermat, jelas, dan lengkap
dalam menguraikan tindak pidana yang
didakwakan
O Penutup
Tentang Surat Tuntutan
 Tentang Surat Dakwaan
 Tentang Pemeriksaan Saksi-saksi/Tentang Fakta Di Persidangan
 Saksi Aldo
○ Saksi mengatakan melihat terdakwa ada di lokasi TKP
○ Benar terdakwa menurut saksi telah menusukkan pisau ke
dalam perut korban
○ Benar pisau yang ditunjukkan saksi adalah alat bukti yang
dipakai terdakwa
○ Benar Terdakwa menusuk perut korban dikarenakan terdakwa
akan dipukul dengan pedang oleh korban
 Saksi Rani
○ Benar saksi kenal dengan terdakwa
 Ahli Dr. Mun‘im
 Dipersidangan Ahli menerangkan sebagai berikut:







 Tentang Pasal Yang Didakwakan

 Tentang Analisis Yuridis
 (membahas dan menguraikan unsur-unsur
pasal yang didakwakan)

 Tentang Tuntutan Hukum
 Hal-hal yang meringankan
 Hal-hal yang memberatkan
 Besarnya tuntutan hukum

 Barang siapa mengambil barang milik orang lain
baik sebagian maupun keseluruhan tanpa ijin
pemilik barang tersebut diancam dengan hukum
pidana selama-lamanya 6 tahun.
 Unsur Barang Siapa
Bahwa yang dimaksud dengan barang siapa
disini adalah orang. Dalam hal ini tidak ada
orang lain yang dimaksud melainkan adalah
terdakwa, karena terdakwalah diajukan dan
diperiksa di muka sidang.

 Unsur Mengambil barang milik orang lain
sebagian maupun keseluruhan

 Unsur tanpa ijin pemilik barang
Nota Pembelaan/Pleidooi
 Pendahuluan
 Tentang pokok-pokok perbuatan/peristiwa yang
didakwakan
 Tentang fakta-fakta di persidangan (uraian
keterangan saksi-saksi dapat dikelompokkan
dengan mengacu pada pokok-pokok
perbuatan/peristiwa yang didakwakan, atau
berupa uraian keterangan saksi-saksi secara
berurutan)
 Analisis Yuridis Terhadap Tuntutan (uraian
unsur-unsur pasal yang didakwakan, dikaitkan
dengan fakta di persidangan)
 Kesimpulan/Penutup
Kesimpulan/Penutup
 Memutuskan terdakwa tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan telah
melakukan perbuatan yang didakwakan
oleh JPU dan oleh karena itu
membebaskan terdakwa dari segala
hukuman atau setidak-tidaknya
menyatakan terdakwa lepas dari segala
tuntutan.
Tentang Fakta-fakta di Persidangan
 Dakwaan kesatu
 Tentang Keberadaan Perusahaan Goro di
Bekas Gudang DOLOG DKI
○ Saksi A mengatakan ……, saksi B
mengatakan …, saksi C mengatakan … dst.
 Tentang Proses Tukar Guling
○ Saksi A mengatakan …., saksi C mengatakan
…, saksi D mengatakan …, dst

PROSES PEMBELAAN
(FAIR TRIAL)
OMenerima Bantuan Hukum sejak ditangkap dan
ditahan (Pasal 69 KUHAP)
OMengajukan Praperadilan (Ps 77 KUHAP)
OMeminta turunan BAP (Ps 72 KUHAP)
OMemperoleh berkas perkara ketika dilimpahkan ke PN
(Pasal 143-4 KUHAP)
OMengajukan EKSEPSI
OMelakukan pemeriksaan Saksi
OMengajukan Saksi A de Charge (160-1-c KUHAP) –
Penasehat Hukum minta saksi dihadirkan wajib
dipenuhi oleh Hakim
OMenolak pembacaan BAP (Pasal 162 KUHAP)
OMengkonfrontasikan antara saksi yg satu dengan
saksi yg lain (– Psl 165 -4 KUHAP)
OMengajukan Pembelaan Tertulis (Pasal 182-1-c),
Kewenangan Hakim Ketua
Majelis

Hakim Ketua Sidang memimpin
pemeriksaan dan
memelihara tata tertib di
persidangan

(Pasal 217 ayat (1) KUHAP)
Pasal 219 KUHAP
(1)Siapapun dilarang membawa
sejata api, senjata tajam, bahan
peledak, atau alat maupun
benda yang dapat
membahayakan keamanan
sidang dan siapa yang
membawanya wajib menitipkan
di tempat yang khusus
disediakan untuk itu
TIADA KEPENTINGAN HAKIM & JPU
DALAM PERKARA PIDANA

(1) Tiada seorang Hakim pun diperkenankan
mengadili suatu perkara yang ia sendiri
berkepentingan, baik langsung maupun tidak
langsung

(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
makna ayat tersebut di atas berlaku juga
bagi Penuntut Umum

(Pasal 220 KUHAP)
SIKAP HAKIM

Hakim dilarang menunjukkan sikap
atau mengeluarkan pernyataan di
sidang tentang keyakinan
mengenai salah atau tidaknya
terdakwa

(Pasal 158 KUHAP)
SIKAP HAKIM

Pertanyaan yang bersifat menjerat tidak boleh
diajukan baik kepada terdakwa maupun
kepada saksi

(Pasal 166 KUHAP)
 Menolak pertanyaan yang jawabannya berupa pendapat
pada saksi fakta, atau jawaban berupa fakta pada (saksi)
ahli;
 Menolak pertanyaan yang bersifat menjerat;
 Menolak pertanyaan yang berulang-ulang;
 Menolak kesimpulan yang diucapkan di persidangan;
 Menolak sikap hakim yang menyatakan bersalahnya
terdakwa di luar pembacaan putusan;
 Menolak sikap yang menyerang/mendebat
saksi/terdakwa;
 Menolak aparat yang membawa senjata api ke dalam
ruang sidang;
 Meminta agar saksi yang memberikan keterangan
berubah-ubah atau berbeda sekali dengan saksi yang lain
diperiksa dengan dugaan memberikan keterangan palsu;
Perhatikan Gambar Di bawah Ini
Benar, Salah atau Tanda Tanya
B S
?
 Ada dua orang dalam ruangan _ _ _
 sedang tidur bersama _ _
_
 tidak memakai baju _ _
_
 Mereka bertemu malam hari _ _ _
 berada pada kamar hotel _ _ _
 baru selesai mandi _ _
_
 sedang tersenyum _ _
_
(Lanjutan)
 Skala Probabilitas


Tidak
Mungkin Mungkin
Pasti
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10


 Kita harus berusaha menjadikan kepastian
dari probabilitas (certainties out of
probabilities)
(Lanjutan)
× Perbedaan fakta dan kesimpulan:

Kesimpulan:
1. Dibuat setiap waktu sebelum, selama dan
sesudah pengamatan;
2. Melampaui apa yang anda amati;
3. Menunjukkan suatu kadar probabilitas;
4. Biasanya menimbulkan perselisihan
pendapat;
5. Tak terbatas jumlahnya;


(Lanjutan)
Fakta:
1. Ditetapkan sesudah pengamatan atau
pengalaman;
2. Terbatas pada apa yang anda amati saja;
3. Sedekat mungkin dengan kepastian;
4. Cenderung memperoleh persetujuan;
5. Terbatas jumlahnya;
O Pemahaman fakta dan kesimpulan dalam praktik
konkrit:

× Suatu fakta atau kesimpulan tunggal:
= Nazamudin tewas setelah ditembak ;
= Ada peluru yang bersarang di kepala nazamudin
= Ada Pelaku Penembakan
= diperintah siapa (???)

× Suatu fakta atau kesimpulan berkelanjutan:
= Nazamudin naik mobil di supirkan , duduk kursi belakang;
= Ada lubang dikaca mobil
= Pelaku menggunakan pistol,
= ada pembunuhan berencana, siapa yang merencakanan???
= antasari yang merencanakan pembunuhan ??
= Ada sms yang dihubungkan dengan tewasnya nazamudin ;
= Ada uang yang diberikan kepada pelaku ??;
= Kesaksian dr muin :
= saksi-saksi
× Rumusan perundang-undangan menghindari kalimat yang
mengandung kesimpulan;

O Tipe persepsi ―mental set‖: Kebanyakan
orang cenderung mencerap apa yang ingin
mereka lihat atau mereka persiapkan,
terlepas dari kenyataan;

 Penyebab persepsi ―mental set‖: Setiap
orang memiliki ―saringan persepsi‖
(perceptual filter) tentang benda dan
manusia yang didasarkan pada latar
belakangnya;
Antara Fakta dan
Kesimpulan
O Memahami Fakta dan Kesimpulan:

× Definisi fakta:
- Segala sesuatu yang kita sepakati bahwa hal itu
benar;
- Sifat keberadaan sesungguhnya (Webster)

× Fakta adalah (benar-benar) kesimpulan dengan
kadar probabilitas yang berbeda-beda, makin suatu
kesimpulan mendekati kepastian maka makin
merupakan fakta;

× Kesalahan dalam memahami fakta dan kesimpulan
akan menjauhkan dari upaya mencari kebenaran
materiil (substantial truth/materiele waarheid);

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->