BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Pariwisata Sebagai suatu gejolak sosial, pemahaman akan pengertian dari makna

pariwisata memiliki banyak definisi. Akan tetapi dari kegiatan penulisan tesis ini, suatu sintesa mengenai konsepsi dan pengertian “pariwisata” yang digunakan sebagai suatu tinjauan pustaka dapat dibatasi pada pengertian: Menurut Kodyat (1983) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Selanjutnya Burkart dan Medlik (1987) menjelaskan pariwisata sebagai suatu trasformasi orang untuk sementara dan dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu. Sedangkan Wahab (1985) menjelaskan pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standart hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya. Sebagai sektor yang kompleks, pariwisata juga meliputi industri-industri klasik seperti kerajinan tangan dan cindera mata, penginapan, transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industri.

Universitas Sumatera Utara

2. Menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran Kedatangan wisatawan dari luar negeri adalah membawa mata uang asing. Pemasukan valuta asing itu berarti memberi efek positif terhadap neraca pembayaran luar negara suatu yang dikunjungi wisatawan ini disebut pariwisata aktif. apakah asal wisata itu dari dalam atau luar negeri. Jika dalam negara berarti bahwa sang wisatawan ini hanya pindah tempat sementara di dalam lingkungan wilayah negerinya (pariwisata domestik).Selain itu pariwisata juga disebut sebagai industri yang mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1969. ketika disadari bahwa industri pariwisata merupakan usaha yang dapat memberikan keuntungan pada pengusahanya. Bentuk Pariwisata Di dalam pertumbuhan dan perkembangan industri pariwisata ini dapat diklasifikasikan bentuknya ke dalam beberapa kategori berikut ini: 1. 2. sedangkan jika ia datang dari luar negeri dinamakan pariwisata Internasional. Sehubungan dengan itu Pemerintah Republik Indonesia sejak dini mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 tanggal 6 Agustus 1969. 2. menyatakan bahwa “Usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri pariwisata dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan negara (Yoet. Sedangkan Universitas Sumatera Utara . Menurut asal wisatawan Dilihat dari asal wisatawan. 1983).

kapal laut. Menurut jumlah wisatawan Perbedaan ini diperhitungkan atas jumlahnya wisatawan yang datang. Menurut jangka waktu Kedatangan seorang wisatawan di suatu tempat atau negara diperhitungkan pula menurut waktu lamanya ia tinggal di tempat atau negara yang bersangkutan. pariwisata kereta api dan pariwisata mobil. 3. maka katagori ini dapat dibagi menjadi pariwisata udara. Upaya pengembangan pariwisata yang dilihat dari kebijaksanaan dalam pengembangan wisata alam. 2. Maka timbullah istilahistilah pariwisata tunggal dan rombongan. Hal ini menimbulkan istilah-istilah pariwisata jangka pendek dan jangka panjang.3.kepergian seorang warga negara keluar negeri memberikan efek negatif terhadap neraca pembayaran luar negeri negaranya ini dinamakan pariwisata aktif. kereta api atau mobil. apakah sang wisatawan datang sendiri atau dalam suatu rombongan. tergantung apakah sang wisatawan tiba dengan pesawat udara. 5. 4. Menurut alat angkut yang dipergunakan Dilihat dari segi penggunaan alat pengangkutan yang dipergunakan oleh sang wisatawan. Upaya Pengembangan Pariwisata Menurut Suwantoro (2004). pariwisata laut. yang mana tergantung kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku oleh suatu negara untuk mengukur pendek atau panjangnya waktu yang dimaksud. Memang pariwisata alam Universitas Sumatera Utara . dari segi ekonomi pariwista alam akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

membutuhkan investasi yang relatif lebih besar untuk pembangunan sarana dan prasarananya. 4. 2. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya mendapatkan dana pengembangan kegiatannya. Infrastruktur. 2. Untuk itu diperlukan evaluasi yang teliti terhadap kegiatan pariwisata alam tersebut. Objek dan Daya Tarik Wisata Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata Universitas Sumatera Utara . Daerah Tujuan Wisata Unsur pokok yang harus mendapat perhatian guna menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan wisata yang menyangkut perencanaan. Prasarana wisata. Pengelolaan kawasan wisata alam banyak menggunakan dana dari pendapatan pariwisata dari pengunjung sebagai mekanisme pengembalian biaya pengelolaan dan pelestarian kegiatan pariwisata alam belum tercapai secara optimal. 3. Objek dan daya tarik wisata. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa pariwisata alam yang berbentuk ekoturisme belum berhasil berperan sebagai alat konservasi alam maupun untuk mengembangkan perekonomian. pelaksanaan pembangunan dan pengembangannya meliputi 5 unsur: 1.4. 1. Sarana wisata. 5. Masyarakat/lingkungan.

Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai khusus dalam bentuk atraksi kesenian upacara-upacara adat. hutan. Adanya ciri khusus/spesifikasi yang bersifat langka. 6. b. 2. 2. Adanya aksesibilitas yang tinggi untuk dapat mengunjunginya. 3. Membangun suatu objek wisata harus dirancang sedemikian rupa berdasarkan kriteria tertentu. Adanya sarana/prasarana penunjang untuk melayani para wisatawan yang hadir. 3. nilai luhur yang terkandung dalam suatu objek buah karya manusia pada masa lampau. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam. pasir. Dalam kedudukannya yang sangat menentukan itu maka daya tarik wisata harus dirancang dan dibangun/dikelola secara profesional sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang untuk datang. dan sebagainya. Umumnya daya tarik suatu objek wisata berdasar pada: 1. pantai. 4. Objek wisata alam mempunyai daya tarik tinggi karena keindahan alam pegunungan. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus. 5. nyaman dan bersih. sungai.a. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata di kelompokkan kedalam: 1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang. Universitas Sumatera Utara . Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya. indah.

melainkan juga memperhatikan dampak yang ditimbulkannya. pembangunan kembali candi Borobudur tidak semata-mata mempertimbangkan soal pengembalian modal pembangunan candi melalui uang retribusi masuk candi. 1. dapat meningkatkan penerimaan pada sektor yang lain seperti pajak. perdagangan. Pembangunan suatu objek wisata harus dirancang dengan bersumber pada potensi daya tarik yang memiliki objek tersebut dengan mengacu pada kriteria keberhasilan pengembangan yang meliputi berbagai kelayakan. dapat menciptakan lapangan kerja/berusaha. pajak dan sebagainya. Kelayakan Sosial Ekonomi Regional Studi kelayakan ini dilakukan untuk melihat apakah investasi yang ditanamkan untuk membangun suatu objek wisata juga akan memiliki dampak sosial ekonomi secara regional. Kelayakan Finansial Studi kelayakan ini menyangkut perhitungan secara komersial dari pembangunan objek wisata tersebut. Berapa tenggang waktu yang dibutuhkan untuk kembali modal pun sudah harus diramalkan. seperti jasa transportasi. pertanian dan lain-lain. Universitas Sumatera Utara . jasa akomodasi. 2.c. Perkiraan untung-rugi sudah harus diperkirakan dari awal. jasa restoran. industri kerajinan. perindustrian. dapat meningkatkan penerimaan devisa. Dalam kaitannya dengan dengan hal ini pertimbangan tidak semata-mata komersial saja tetapi juga memperhatikan dampaknya secara lebih luas. Sebagai contoh.

manusia dengan lingkungan alam dan manusia dengan Tuhannya. Pembangunan objek wisata bukanlah untuk merusak lingkungan tetapi sekedar memanfaatkan sumber daya alam untuk kebaikan manusia dan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia sehingga menjadi keseimbangan. terminal. 4. 2. air. keselarasan dan keserasian hubungan antar manusia dengan manusia. Untuk kesiapan objek-objek wisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan di daerah Universitas Sumatera Utara . Pembangunan objek wisata yang mengakibatkan rusaknya lingkungan harus dihentikan pembangunannya.3. seperti jalan. dan lain sebagainya. jembatan. Daya tarik suatu objek wisata akan berkurang atau bahkan hilang bila objek wisata tersebut membahayakan keselamatan para wisatawan. Prasarana Wisata Prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata. Kelayakan Teknis Pembangunan objek wisata harus dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dengan melihat daya dukung yang ada. Kelayakan Lingkungan Analisis dampak lingkungan dapat dipergunakan sebagai acuan kegiatan pembangunan suatu objek wisata. telekomunikasi. listrik. Tidaklah perlu memaksakan diri untuk membangun suatu objek wisata apabila daya dukung objek wisata tersebut rendah.

pusat-pusat perbelanjaan. dan sebagainya. arus lalu lintas ekonomi. kebutuhan wisatawan yang lain juga perlu disediakan di daerah tujuan wisata. yang tentu saja dapat meningkatkan kesempatan berusaha dan bekerja masyarakat. arus mobilitas manusia antara daerah. barbier.tujuan wisata. rumah sakit. 3. seperti bank. Pembangunan sarana wisata disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan baik Universitas Sumatera Utara . pom bensin. Sarana Wisata Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya. Dalam melaksanakan pembangunan prasarana wisata diperlukan koordinasi yang mantap antara instansi terkait bersama dengan instansi pariwisata di berbagai tingkat. dan sebagainya. Koordinasi di tingkat pelaksanaan merupakan modal utama suksesnya pembangunan pariwisata. prasarana wisata tersebut perlu dibangun dengan disesuaikan dengan lokasi dan kondisi objek wisata yang bersangkutan. apotik. Dalam pembangunan prasarana pariwisata pemerintah lebih dominan karena pemerintah dapat mengambil manfaat ganda dari pembangunan tersebut. Di samping berbagai kebutuhan yang telah disebutkan di atas. Pembangunan prasarana wisata yang mempertimbangkan kondisi dan lokasi akan meningkatkan aksesibilitas suatu objek wisata yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya tarik objek wisata itu sendiri. seperti untuk meningkatkan arus informasi. Dukungan instansi terkait dalam membangun prasarana wisata sangat diperlukan bagi pengembangan pariwisata di daerah.

sehingga penyedia sarana wisata tinggal memilih atau menentukan jenis dan kualitas yang akan disediakannya. Universitas Sumatera Utara . b. Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata adalah hotel. distribusi air bersih.kuantitatif maupun kualitatif. Dalam hubungannya dengan jenis dan mutu pelayanan sarana wisata di daerah tujuan wisata telah disusun suatu standart wisata yang baku. restoran dan rumah makan serta sarana pendukung lainnya. biro perjalanan. dan secara kuantitatif yang menunjukkan pada mutu pelayanan yang diberikan dan yang tercermin pada kepuasan wisatawan yang memperoleh pelayanan. 4. alat transportasi. Sarana wisata kuantitatif menunjukkan pada jumlah sarana wisata yang harus disediakan. Tata Laksana/Infrastruktur Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi sarana dan prasarana wisata. sistem pembuangan air limbah yang membantu sarana perhotelan/restoran. Sistem pengairan. Lebih dari itu selera pasar pun dapat menentukan tuntunan sarana yang dimaksud. Pengadaan sarana wisata tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Tak semua objek wisata memerlukan sarana yang sama atau lengkap. baik secara nasional dan secara internasional. baik yang berupa sistem pengaturan maupun bangunan fisik di atas permukaan tanah dan di bawah tanah seperti: a. Sumber listrik dan energi serta jaringan distribusikannya yang merupakan bagian vital bagi terselenggaranya penyediaan sarana wisata yang memadai.

di perjalanan. 5. Masyarakat Masyarakat di sekitar objek wisatalah yang akan menyambut kehadiran wisatawan tersebut dan akan memberikan layanan yang diperlukan oleh para wisatawan. e. karena dengan banyaknya orang di daerah tujuan wisata dan mobilitas manusia yang begitu cepat membutuhkan sistem keamanan yang ketat dengan para petugas yang selalu siap setiap saat. Keamanan diterminal. Infrastruktur yang memadai dan terlaksana dengan baik di daerah tujuan wisata akan membantu meningkatkan fungsi sarana wisata. di pusat-pusat perbelanjaan. dan di objekobjek wisata. Sistem keamanan atau pengawasan yang memberikan kemudahan di berbagai sektor bagi para wisatawan. akan meningkatkan daya tarik suatu objek wisata maupun daerah tujuan wisata.c. Sistem komunikasi yang memudahkan para wisatawan untuk mendapatkan informasi maupun mengirimkan informasi secara cepat dan tepat. Untuk ini masyarakat di sekitar objek wisata perlu Universitas Sumatera Utara . Di sini perlu ada kerjasama yang mantap antara petugas keamanan. sekaligus membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. baik swasta maupun pemerintah. Masyarakat/Lingkungan Daerah dan tujuan wisata yang memiliki berbagai objek dan daya tarik wisata akan mengundang kehadiran wisatawan. a. d. Sistem jalur angkutan dan terminal yang memadai dan lancar akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi objek-objek wisata.

Lingkungan Di samping masyarakat di sekitar objek wisata. Salah satunya adalah dalam bentuk bina masyarakat sadar wisata. Budaya Lingkungan masyarakat dalam lingkungan alam di suatu objek wisata merupakan lingkungan budaya yang menjadi pilar penyangga kelangsungan hidup suatu masyarakat. Dalam hal ini pemerintah melalui instansi-instansi terkait telah menyelenggarakan berbagai penyuluhan kepada masyarakat. Para wisatawan pun akan untung karena mendapat pelayanan yang memadai dan juga mendapatkan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu perlu adanya upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penegakan berbagai aturan dan persyaratan dalam pengelolaan suatu objek wisata. b. Lalu lalang manusia yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem fauna dan flora di sekitar objek wisata.mengetahui berbagai jenis dan kualitas layanan yang dibutuhkan oleh para wisatawan. c. Oleh karena itu lingkungan budaya ini pun kelestariannya tidak boleh tercemar oleh budaya asing. tetapi Universitas Sumatera Utara . Dengan terbinanya masyarakat yang sadar wisata akan berdampak positif karena mereka akan memperoleh keuntungan dari para wisatawan yang membelanjakan uangnya. lingkungan alam di sekitar objek wisata pun perlu diperhatikan dengan seksama agar tak rusak dan tercemar.

dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Jawa Barat. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) B yang terdiri dari Sumatera Selatan. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) A yang terdiri dari Daerah istimewa Aceh. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. menghayati. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) E yang terdiri dari Kalimantan Barat. dan mengamalkan sapta pesona wisata di daerah tujuan wisata menjadi harapan semua pihak untuk mendorong pengembangan pariwisata yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Selatan. 3. Universitas Sumatera Utara . Wilayah Tujuan Wisata (WTW) D yang terdiri dari Jawa Timur. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) C yang terdiri dari Lampung. 4. Bali.harus ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan kenangan yang mengesankan bagi tiap wisatawan yang berkunjung. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) F yang terdiri dari Sulawesi Selatan. Masyarakat yang memahami. Bengkulu. Jambi. Nusantara Tenggara Timur. dan Riau. Sumatera Barat. 5. 6. Pemerintah telah menetapkan pengelompokan daerah tujuan wisata (DTW) ke dalam wilayah tujuan wisata (WTW) dengan maksud untuk menyebarkan kunjungan wisatawan dan pengembangan kepariwisataan di Indonesia. DKI Jakarta. Jawa Tengah. 2. Adapun pengelompokan dan pembagiannya adalah sebagai berikut: 1.

Obyek wisata adalah faktor yang paling menarik perhatian para pelaku wisata. bergelombang. baik itu obyek wisata alam maupun budaya. hewan maupun manusia). Dari pengertian tersebut dapat diketahui. Apabila pariwisata dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas. khususnya wisata sungai.7. Obyek wisata merupakan segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata. serta merata masyarakat akan mendukung pembangunan kepariwisataan. dalam hal ini pengunjung. danau. Universitas Sumatera Utara . bahwa tidak setiap sungai dapat dipilih sebagai arena kegiatan arung jeram. Arung jeram adalah jenis kegiatan di alam bebas dengan menggunakan perahu karet dan dayung yang dilakukan pada sungai berarus deras. diantaranya kegiatan wisata arung jeram. laut. Aliran air pada sungai memiliki kesuburan yang dibutuhkan oleh biota (tumbuhan. Wisata sungai adalah kegiatan wisata yang obyek dan daya tariknya bersumber dari potensi sungai. seperti hutan. sungai. pantai. Sungai dapat menjadi obyek wisata petualangan. sehingga sungai dapat menjadi sumber kehidupan. Menurut Fandeli (2001). sungai sangat potensial menjadi daya tarik wisata. Menurut Samsurijal (1997). terutama bagi perbaikan hidup mereka sendiri. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) G yang terdiri dari Propinsi Maluku dan Irian Jaya. museum atau budaya tradisional lainnya. Sungai merupakan saluran alami yang di dalamnya terdapat aliran air yang bermuara di danau atau laut. Peran serta masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan dapat terbina bila masyarakat memahami manfaat pariwisata untuk kepentingan nasional. Oleh karena itu. berbatu dan berjeram.

Retribusi Daerah. Pendapatan Asli Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Pajak Daerah Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa mendapatkan imbalan langsung yang seimbang. 2.5. termasuk pengusaha objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. yang dapat Universitas Sumatera Utara . 2. Laba dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. 4. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata. d. Wisatawan adalah orang yang menikmati kegiatan wisata. c. Pajak Daerah. 2.1. 3. menyatakan bahwa: 1. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. b. Pendapatan lain yang sah.5. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari: a.

Sedangkan pajak daerah untuk daerah kabupaten/kotamadya meliputi: pajak hotel. pajak penerangan jalan. obyek pajak daerah untuk daerah provinsi meliputi: pajak kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air. yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan pembangunan daerah. Retribusi daerah digolongkan menjadi tiga golongan yaitu: retribusi jasa umum.dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. bea balik nama kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air. Retribusi jasa umum didasarkan pada kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. pajak restoran. pajak hiburan. dan retribusi perizinan tertentu berbeda.2. 2. dan retribusi perizinan tertentu. pajak reklame. dan pajak parkir. retribusi jasa usaha. kemampuan masyarakat dan aspek Universitas Sumatera Utara . pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Retribusi Daerah Retribusi daerah adalah kemampuan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.5. Dasar penetapan tarif pemungutan retribusi oleh Pemerintah Daerah untuk retribusi jasa umum. dan pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan. Menurut Undang-Undang No. Ketentuan dasar pengenaan tarif pajak daerah baik untuk daerah provinsi maupun daerah kabupaten/kotamadya. pajak penggalian bahan galian golongan C. retribusi jasa usaha. 34 Tahun 1999.

tujuan dan sasaran Kabupaten Langkat. Basilam. mengembangkan serta melestarikan nilai budaya daerah yang berakar pada nilai tradisional serta sejarah dan situs sejarah. maka ditetapkan arah kebijakan di bidang pariwisata Kabupaten Langkat sebagai berikut: 1.6. 3. Universitas Sumatera Utara . termasuk pengembangan sistem informasi jaringan pariwisata antardaerah dalam rangka mendukung penguatan dan pengembangan promosi pariwisata terpadu ke pasar global.keadilan. 2. 2. Menggali dan mengembangkan potensi pariwisata khususnya di daerah dengan penekanan pada peningkatan sarana dan prasarana pariwisata. Pengembangan Pariwisata dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah Kabupaten Langkat 2006-2010 Sesuai dengan visi-misi. Bahorok. Serta program untuk meningkatkan kualitas dan kwantitas sarana dan prasarana kepariwisataan untuk mendukung kunjungan pariwisata daerah Pangkalan Susu. Menggali. memelihara. Pemasaran industri pariwisata dengan penekanan pada keterpaduaan antar produk dan pasar pariwisata. Retribusi jasa usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. dan Karang Gading serta objek wisata lainnya. sedangkan retribusi perizinan tertentu berdasarkan pada bulan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan.

Basilam. budaya. Bahorok. 2. maka dilakukan strategi pengembangan pariwisata sebagai berikut: 1. kepada yakni pembangunan dengan cara pengembangan kawasan wisata Bahorok. Karang Gading serta menggali pengembangan objek wisata lainnya. Mewujudkan pembinaan kebudayaan. menjaga kelestarian lingkungan. Pengembangan berkelanjutan kepariwisataan dan berwawasan beroreintasi lingkungan. Peningkatan daerah tujuan wisata Pangkalan Susu. Peningkatan peran kebudayaan daerah. Mewujudkan aparatur yang profesional.Program ini didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Pengembangan kepariwisataan secara menyeluruh dan terpadu baik obyek wisata sejarah. Universitas Sumatera Utara . dan bahari. alam. Rencana tata ruang wilayah yang dilihat dari arah pengembangan pariwisata untuk memanfaatkan potensi pariwisata Kabupaten Langkat demi mendukung peningkatan perekonomian daerah dengan tetap. 2. Dalam rangka memberhasilkan tugas pokok dan fungsi di atas kantor kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Langkat telah menetapkan visi yaitu: Terwujudnya kebudayaan dan pariwisata yang maju dan berwawasan lingkungan melalui misi: 1. pengembangan/promosi dan pembangunan di bidang kepariwisataan. Tangkahan dan Pulau Sembilan dengan pengembangan ekowisata dan peningkatan kualitas obyek wisata. 2.

Produk dan Promosi Wisata Kota Bandar Lampung terhadap kunjungan wisatawan di Kota Bandar Lampung. 2. Prediksi berdasarkan modal analisa regresi berganda. diperoleh bahwa penyerapan tenaga kerja di bidang pariwisata dipengaruhi oleh variabel bebas yang ditentukan yaitu jumlah wisatawan. Hasilnya bahwa perkembangan pariwisata secara positif meningkatkan pendapatan masyarakat di Kota Brastagi dan sekitarnya. Penelitian Terdahulu Sembiring (1999) dalam penelitiannya yang berjudul Pengembangan Pariwisata dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Kota Brastagi dan Sekitarnya. Besaran pengaruh produk dan promosi wisata Kota Bandar Lampung terhadap kunjungan wisatawan dan PAD bidang kepariwisata di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian ini yaitu. jumlah sarana transportasi dan jumlah sarana pariwisata. jumlah tempat tidur hotel.3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari. Secara statistik PAD sektor pariwisata di Kota Bandar Lampung secara tidak langsung dipengaruhi oleh variabel bebas jumlah kunjungan wisatawan pada tingkat signifikan Universitas Sumatera Utara . Jumlah kunjungan wisatawan Kota Bandar Lampung terhadap PAD bidang kepariwisataan di Kota Bandar Lampung. Kemudian pada penelitian Wati yaitu Pengaruh Produk dan Promosi Wisata terhadap Kunjungan Wisatawan dan PAD Bidang Kepariwisataan di Kota Bandar Lampung.7. Mewujudkan pelestarian nilai-nilai tradisi budaya dan peninggalan sejarah.

dengan besaran nilai elastisitas kunjungan wisatawan sebesar – 0.1. Objek dan Daya Tarik Wisata 2. Skema Kerangka Pemikiran Universitas Sumatera Utara . Prasarana Wisata 4. Masyarakat di sekitar Objek Wisata Pendapatan Asli Daerah Pengembangan Wilayah Gambar 2.8. Sarana Wisata 3.609. Kerangka Pemikiran Kawasan Wisata Tangkahan Upaya Pengembangan 1. 2.alfa 10% atau pada tingkat kepercayaan 90% dengan derajat kebebasan sebesar tujuh.