Tugas Individu

TEORI PEMECAHAN MASALAH POLYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DOSEN PEMBINA Dr. Irwan Akib. M.Pd

Oleh : RUSDYI HABSYI Kelas D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… ABSTRAK ………………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………………………………. BAB II PEMBAHASAN A. Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika Menurut Polya ....... B. Perencanaan Mengajarkan Pemecahan Masalah ............................................ C. Langkah2 Penerapan Strategi Penyelesaian Masalah Menurut Polya ......... D. Aplikasi Pemecahan Masalah Polya Dalam Pembelajaran Matematika …... E. Karakteristik Bagi Orang Yang Mampu Melakukan Problem Solving ........ BAB II PENUTUP A. Kesimpulan ……………………………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………

. Plan (rencana). Sesuatu dikatakan masalah jika memenuhi syarat dari masalah itu sediri. Untuk menyelesaikan suatu masalah polya memenemukan pedoman yang di kenal dengan see (lihat). untuk memecahkan masalah tkita harusnya mempunyai langkah-langkah dalam penyelesaiannya baik dan sistematis.ABSTRAK Satu masalah biasanya mamuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya. Do (kerjakan) dan Check (periksa kembali). suatu masalah di alami seseorang belum tentu di anggap maslah bagi orang lain.

Dengan perkataan lain. sebagian besar kehidupan kita adalah berhadapan dengan masalah-masalah. pertanyaan yang dihadapkan kepada siswa haruslah dapat diterima oleh siswa tersebut. namun pertanyaan itu harus merupakan tantangan baginya untuk menjawabnya. tetapi bukan merupakan suatu masalah lagi bagi siswa tersebut pada saat berikutnya. syarat suatu masalah bagi seorang siswa adalah sebagai berikut. bila siswa tersebut sudah mengetahui cara atau proses mendapatkan penyelesaian masalah tersebut. Kita harus mencoba menyelesaiakannya dengan cara lain. Bila kita gagal dengan suatu cara untuk menyelesaikan suatu masalah. Kenyataan menunjukkan. Jelas kiranya. Pertanyaan itu dapat juga terselinap dalam suatu situasi sedemikian hingga situasi itu sendiri perlu mendapat penyelesaian. tetapi mungkin bukan merupakan suatu masalah bagi siswa yang lain. Jadi pertanyaan itu harus sesuai dengan struktur kognitif siswa. 2. Artinya. Kita perlu mencari penyelesaiannya. Karena itu. Suatu pertanyaan akan merupakan suatu masalah hanya jika seseorang tidak mempunyai aturan/hukum tertentu yang segera dapat dipergunakan untuk menemukan jawaban pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang dihadapkan kepada siswa yang tidak bermakna akan bukan merupakan masalah bagi siswa tersebut.BAB I PENDAHULUAN A. Pertanyaan yang dihadapkan kepada seorang siswa haruslah dapat dimengerti oleh siswa tersebut. 1. Demikian juga pertanyaan merupakan suatu masalah bagi seorang siswa pada suatu saat. Nampak di sini bahwa memecahkan masalah itu merupakan aktivitas mental yang tinggi. faktor waktu untuk menyelesaikan masalah janganlah dipandang . Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui siswa. suatu pertanyaan merupakan suatu masalah bagi siswa. Latar Belakang Memecahkan suatu masalah merupakan suatu aktivitas dasar bagi manusia. Perlu diketahui bahwa suatu pertanyaan merupakan masalah bergantung kepada individu dan waktu.

tidak berlebihan kiranya jika pemecahan masalah seyogyanya merupakan strategi belajar mengajar di sekolah. Karena itu pembicaraan di dalam hal ini adalah pemecahan masalah dalam ruang lingkup pengajaran matematika sekolah. Dalam pengajaran matematika. tetapi dalam hal ini ia menggunakannya pada suatu situasi baru. pertanyaan yang dihadapkan kepada siswa biasanya disebut soal. soal-soal matematika akan dibedakan menjadi dua bagian berikut. Keterampilan memecahkan masalah harus dimiliki siswa. Keterampilan tersebut akan dimiliki para siswa bila guru mengajarkan bagaimana memecahkan masalah yang efektif kepada siswa. menghendaki siswa untuk menggunakan sintesis atau analisis.sebagai hal yang esensial. Dengan demikian. Untuk menyelesaikan suatu masalah. Berikut ini penulis membahas tentang teori pemecahan maslah polya dalam pembelajaran matematika. siswa tersebut harus menguasai hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya yaitu mengenai pengetahuan. Masalah tidak seperti halnya latihan tadi. . Yang menjadi masalah adalah bagaimana pemecahan masalah itu diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar-mengajar matematika. Dengan demikian. 2. Dari pembahasan di atas sejalan dengan tujuan pendidikan yang hakekatnya adalah suatu proses terus-menerus manusia untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi sepanjang hayat. Karena itu siswa harus benar-benar dilatih dan dibiasakan berpikir secara mandiri. 1. keterampilan dan pemahaman. Latihan yang diberikan pada waktu belajar matematika adalah bersifat berlatih agar terampil atau sebagai aplikasi dari pengertian yang baru saja diajarkan.

Fase memahami masalah. . Dan langkah terakhir dari proses penyelesaian masalah menurut polya adalah melakukan pengecekan atas apa yang dilakukan.BAB II PEMBAHASAN A. 2003) mengatakan bahwa pemecahan masalah dapat berupa menciptakan ide baru. misalnya menyelesaikan soal cerita yang tidak rutin dan mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. jika rencana penyelesaian satu masalah telah dibuat baik tertulis maupun tidak. menemukan teknik atau produk baru. Mulai dari fase pertama hingga hingga fase ketiga. sesuai dengan rencana yang telah disusun dan dianggap tepat. Langkah selanjutnya adalah siswa mampu menyelesaikan masalah. Bahkan di dalam pembelajaran matematika. tanpa adanya pemahaman terhadap masalah yang diberikan. Tingkat kesulitan soal pemecahan masalah harus di sesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Dengan model seperti ini maka kesalahan yang tidak perlu terjadi dapat dikoreksi kembali sehingga siswa dapat menemukan jawaban yang benar-benar sesuai dengan masalah yang diberikan. dalam fase ini sangat tergantung pada pengalaman siswa lebih kreatif dalam menyusun penyelesaian suatu masalah. Polya(1985) mengajukan empat langkah fase penyelesaian masalah yaitu memahami masalah. Merencanakan penyelesaian masalah. Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika Menurut Polya Polya (1985) mengartikan pemecahan masalah sebagai satu usaha mencari jalan keluar dari satu kesulitan guna mencapai satu tujuan yang tidak begitu mudah segera untuk dicapai. Menurut Utari (1994) dalam (Hamsah. istilah tersebut mempunyai interpretasi yang berbeda. Hasil penelitian Driscol (1982). pada anak usia sekolah dasar kemampuan pemecahan masalah erat sekali hubungannya dengan pemecahan masalah. merencanakan penyelesaian. selanjutnya para siswa harus mampu menyusun rencana atau strategi. menyelesaikan masalah dan melakukan pengecekan kembali semua langkah yang telah dikerjakan. siswa tidak mungkin menyelesaikan masalah tersebut dengan benar. selain pemecahan masalah mempunyai arti khusus.

tugas guru adalah membantu siswa dalam menyelesaikan masalah dengan spektrum yang luas yakni membantu siswa dalam memahami masalah. Soal-soal yang serupa benar hendaknya dihindarkan sebab soal-soal yang demikian itu menjadi bukan masalah lagi bagi siswa tertentu. Secara-garis besar. keterampilan dan pemahaman. karena mencari jawaban dipandang sebagai satu-satunya tujuan yang ingin dicapai. Sementara dipihak lain siswa mengalami kesulitan bagaimana menyelesaikan masalah yang diberikan guru. 1) Merumuskan tujuan.Disadari atau tidak setiap hari kita diperhadapkan dengan berbagai masalah yang dalam penyelesaiannya. Perencanaan Mengajarkan Pemecahan Masalah Mengajar siswa untuk memecahkan masalah perlu perencanaan. B. seorang siswa memerlukan pra-syarat pengetahuan. Dengan demikian. 2) Memerlukan pra-syarat. Untuk menyelesaikan setiap masalah matematika. sering kita diperhadapkan dengan masalah–masalah yang sulit dan tidak bisa diselesaikan dengan segera. kesulitan ini muncul. perencanaan itu sebagai berikut. sehingga kemampuan dalam memahami konteks masalah bisa terus berkembang menggunakan kemampuan ingkuiri dalam menganalisa alasan mengapa masalah itu muncul. karena hanya terfokus pada jawaban. pengetahuan. Dalam matematika hal seperti itu biasanya berupa pemecahan masalah yang didalamnya termuat soal cerita untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah hal yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan menyangkut berbagai hal teknik dan strategi pemecahan masalah. Guru harus mengindentifikasi apa-apa yang sudah dipelajari siswa untuk suatu masalah sehingga masalah-masalah yang cocok sajalan yang disajikan kepada para siswa . keterampilan dan pemahaman merupakan elemen–elemen penting dalam belajar matematika terkadang guru menghadapi kesulitan dalam mengajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Tujuan itu hendaknya menyatakan bahwa siswa akan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang tidak rutin.

majalah-majalah yang berhubungan dengan matematika sekolah. Sumber-sumber boleh diambil dari bukubuku. Untuk belajar memecahkan masalah. Yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana seorang guru menyiapkan masalah-masalah untuk para siswa dan bagaimana guru itu membuat para siswa tertarik dan suka menyelesaikan masalah yang dihadapi. untuk menyelesikan masalah sangat relatif artinya jika seseorang diperhadapkan dengan satu masalah dengan waktu yang diberikan untuk menyelesaikannya tidak dibatasi. Pada suatu saat boleh juga para siswa memilih sendiri masalah-masalah itu. walaupun banyak juga para siswa yang dengan senang hati menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi mereka memberikan penghargaan kepada diri mereka sendiri dengan kcberhasilan mereka itu. Berikan masalah-masalah itu sebagai pekerjaan rumah. Masalah-masalah tersebut dapat dikerjakan secara individu atau kelompok. Supaya para siswa tertarik dan suka menyelesaikan masalah yang dihadapi perlu diberikan penghargaan. Pujian juga jangan dilupakan. Penghargaan itu dapat berupa nilai atau penghargaan khusus lainnya. Apabila mereka berhasil menyelesaikan masalah. para siswa harus mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan masalah. orang tersebut . mereka perlu mendapatkan penghargaan. Guru harus mempunyai bermacam-macam masalah yang cocok sehingga bermakna bagi para siswanya. Pertanyaan berikutnya yang timbul: "Bagaimana seorang siswa memulai menyelesaikan suatu masalah?". membicarakannya dan kemudian menyajikan penyelesaianya di depan kelas. maka kecendrungannya.3) Mengajarkan Pemecahan Masalah. "Bagaimana strategi yang dapat dilakukan?". Waktu yang diperlukan. Untuk dapat mengajarkan pemecahan masalah dengan baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Hal itu semuanya merupakan cara yang efektif untuk mendorong keberhasilan. mengerjakan masalah-masalah tersebut. "Kemampuan apa yang akan bermanfaat baginya untuk menyelesaikan masalah itu?" Ketiga hal ini. secara bersama-sama merupakan usaha untuk menemukan. Jadi mereka perlu mendapatkan pendekatan pedagogik untuk menyelesaikan masalah.

Gambaran umum dari kerangka kerja Polya: 1. Menurut polya dalam pemecahan masalah. Teknologi. Berbicara pemecahan masalah. buku matematika biasanya banyak memuat masalah yang sifatnya hanya rutin. karena alat tersebut perlu dipertimbangkan penggunaannya. kita tidak bisa terlepas dari tokoh utamanya yaitu Polya. sekalipun banyak kalangan yang tidak setuju dengan penggunaan kalkulator disekolah akan tetapi pada hal tertentu dapat digunakan. sudah menjadi jargon sehari-hari dalam penyelesaian problem sehingga Polya layak disebut dengan “Bapak problem solving”. aktivitas pembelajaran dan waktu yang diperlukan harus direncanakan serta dikoordinasikan. Perencanaan. Sumber. sehingga siswa memiliki kesempatan yang cukup untuk menyelesaikan berbagai masalah dan menganalisis serta mendiskusikan pendekatan yang mereka pilih. maka guru dituntut untu menyembunyikan masalah-masalah lain sehingga dapat menambah soal pemecahan masalah. Plan (menyusun rencana). Langkah-Langkah Penerapan Strategi Penyelesaian Masalah Menurut Polya. Pemahaman pada masalah (Identifikasi dari tujuan) Langkah pertama adalah membaca soalnya dan meyakinkan diri bahwa anda memahami secara benar. Do (melaksanakan rencana) dan Check (menguji jawaban). Ada empat langkah yang harus dilakukan. C. 4. 2. Tanyalah diri anda dengan pertanyaan: Apa yang tidak diketahui? Kuantitas apa yang diberikan pada soal? Kondisinya bagaimana? Apakah ada pengecualian? . Keempat tahapan ini lebih dikenal dengan See (memahami problem). 3.tidak akan mengkonsentrasikan fikirannya secara penuh pada proses penyelesaian masalah yang diberikan.

Untuk beberapa masalah akan sangat berguna untuk membuat diagranmnya dan mengidentifikasi kuantitas-kuantitas yang diketahui dan dibutuhkan pada diagram tersebut. anda dapat mencobanya pada kasus khusus  Masukan sesuatu yang baru . jika masalahnya ada pada ruang tiga dimensi. masalah yang berhubungan. Akan sangat berguna untuk membuat pertanyaan: “Bagaimana saya akan menghubungkan hal yang diketahui untuk mencari hal yang tidak diketahui?” Jika anda tak melihat hubungan secara langsung.  Gunakan analogi  Cobalah untuk memikirkan analogi dari masalah tersebut. 2. Contoh. sehingga anda dapat membangunya untuk menyelesaikan masalah. cobalah untuk melihat masalah sejenis dalam bidang dua dimensi.  Beberapa masalah dapat dipecahkan dengan cara mengenali polanya. masalah yang mirip. Lihatlah pada hal yang tidak diketahui dan cobalah untuk mengingat masalah yang mirip atau memiliki prinsip yang sama.  Cobalah untuk mengenali sesuatu yang sudah dikenali. Pola tersebut dapat berupa pola geometri atau pola aljabar.  Cobalah untuk mengenali polanya. yaitu.  Hubungkan masalah tersebut dengan hal yang sebelumnya sudah dikenali. yang lebih sederhana sehingga memberikan anda petunjuk yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah yang lebih sulit. Membuat Rencana Pemecahan Masalah Kedua: Carilah hubungan antara informasi yang diberikan dengan yang tidak diketahui yang memungkinkan anda untuk memghitung variabel yang tidak diketahui. Jika anda melihat keteraturan atau pengulangan dalam soal. gagasan berikut ini mungkin akan menolong dalam membagi masalah ke sub masalah  Membuat sub masalah  Pada masalah yang komplek. anda dapat menduga apa yang selanjutnya akan terjadi dari pola tersbut dan membuktikannya. akan sangat berguna untuk membantu jika anda membaginya kedalam beberapa sub masalah. Atau jika masalah terlalu umum.

Kritisi hasilnya. Ujilah solusi yang telah didapatkan. Penekanan ini perlu dilakukan bahwa gambar atau diagram yang dibuat tidak perlu sempurna. 4. Membuat gambar atau diagram. tahap demi tahap mulai dari jawaban masalah sampai ke data yang diberikan 3. Mungkin suatu saat perlu untuk memasukan sesuatu yang baru. Dalam melaksanakan rencana yang tertuang pada langkah kedua. untuk membuat hubunganantara data dengan hal yang tidak diketahui. Contoh. dapat mulai dilakukan melalui sekumpulan gambar .  Buatlah kasus  Kadang-kadang kita harus memecah sebuah masalah kedalam beberapa kasus dan pecahkan setiap kasus terbut.  Mulailah dari akhir (Asumsikan Jawabannya) Sangat berguna jika kita membuat pemisalan solusi masalah. Sebuah persamaan tidaklah cukup. lihatlah kelemahan dari solusi yang didapatkan (seperti: ketidakkonsistenan atau ambiguitas atau langkah yang tidak benar) Pada saat guru menggunakan strategi ini. kita harus memeriksa tiap langkah dalam rencana dan menuliskannya secara detail untuk memastikan bahwa tiap langkah sudah benar. Menemukan pola Kegiatan matematika yang berkaitan dengan proses menemukan suatu pola dari sejumlah data yang diberikan. sebaiknya ditekankan bahwa penggunaan objek yang dicontohkan dapat diganti dengan satu model yang lebih sederhana. peralatan tambahan. Menyelesaikan rencana anda. Lihatlah kembali Keempat. yang penting bagian-bagian terpenting dari gambar itu dapat memperjelas masalah. diagram sangat bermanfaat dalam membuat suatu garis bantu. misalnya: 1. Malaksanakan Rencana Ketiga. 2. terlalu bagus atau terlalu aktual.

pada suatu saat keterampilan itu akan terbentuk dengan sendirinya sehingga pada saat menghadapi permasalahan tertentu. Tanpa melalui latihan sangat sulit bagi seseorang untuk menyadari bahwa dalam permasalahan yang dihadapinya terdapat pola yang bisa diungkap. Yang dimaksud sistematik disini misalnya dengan mengorgErnisasikan data berdasarkan kategori tertentu.atau bilangan. salah satu pertanyaan yang mungkin muncul pada benak seseorang antara lain adalah :”Adakah pola atau keteraturan tertentu yang mengaitkan tiap data yang diberikan?”.Yang kita perhatikan adalah semua kemungkinan yang diperoleh dengan cara sistematik. maka kita akan dengan mudah menggunakan data tersebut. Namun demikian. 4. sehingga jawaban pertanyaan tadi dapat diselesaikan dengan baik. Membuat tabel MengorgErnisasi data ke dalam sebuah tabel dapat membantu kita dalam mengungkapkan suatu pola tertentu serta dalam mengidentifikasi informasi yang tidak lengkap. Sebagai suatu strategi untuk pemecahan masalah. mungkin kita harus memperhatikan semua kemungkinan yang bisa terjadi. pencarian pola yang pada awalnya hanya dilakukan secara pasif melalui permasalahan yang dikeluarkan oleh guru. Penggunaan tabel merupakan langkah yang sangat efisien untuk melakukan klasifikasi serta menyusun sejumlah besar data sehingga apabila muncul pertanyaan baru berkenaan dengan data tersebut. Memperhatikan semua kemungkinan secara sistematik Strategi ini biasanya digunakan bersamaan dengan strategi mencari pola dan menggambar tabel. 5. Dalam menggunakan strategi ini. 3. Tebak dan periksa (Guess and Check) Strategi menebak yang dimaksudkan disini adalah menebak yang didasarkan pada alasan tertentu serta kehati-hatian. Kegiatan yang mungkin dilakukan antara lain dengan mengobservasi sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh kumpulan gambar atau bilangan yang tersedia. untuk dapat melakukan tebakan dengan baik seseorang perlu memiliki pengalaman cukup yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi . Selain itu. kita tidak perlu memperhatikan keseluruhan kemungkinan yang bisa terjadi. untuk masalah-masalah tertentu.

3. -1 -2 -3 -4 -5 -6 Jawab 1. Meletakkan Bilangan-bilangan dalam kotak yang satu lingkaran b. Malaksanakan Rencana Dengan berbagai percobaan didapatlah sebagai berikut. Lihatlah kembali Dengan memeriksa setelah memasukkan digit tadi. Pemahaman pada masalah (Identifikasi dari tujuan) Diketahui: a. Bilangan –bilangan itu: -1 -2 -3 -4 -5 -6 2. Membuat Rencana Pemecahan Masalah Lakukan percobaan dengan cara mengambil satu persatu bilangan yang diketahui kemudian jumlahkan yang terletak pada satu lingkaran. -6 -2 -3 -1 -5 -4 4. . sehingga lebih yakinlah peserta didik. sehingga bilangan yang terletak pada masing-masing lingkaran berjumlah sama.Contoh: Letakkan bilangan-bilangan dalam kotak di bawah ini pada persegi-persegi.

00 b.6. Menjemput Soni ¾ jam c.00. Membuat Rencana Pemecahan Masalah Bekerja mundur salah satu langkah pemecahan masalah ini yang efektif dan efisien yaitu mulai dari pukul 10. e. Ingin tiba di lokasi latihan 15 menit sebelum di mulai. Makan dan berjalan ke lokasi latihan 1 ¼ jam d. Pukul berapa Bagas seharusnya meninggalkan rumahnya? Jawab: 1. Untuk makan dan berjalan ke lokasi latihan diperlukan waktu 1 ¼ jam.00 kemudian dikurangi 15 menit dikurangi pula 1 ¼ jam selajutnya dikurangi lagi ¾ jam. sedangkan komponen yang ditanyakan merupakan komponen yang seharusnya muncul lebih awal. Latihan softball dimulai pukul 10. Softball dimulai pukul 10. Penyelesaian masalah seperti ini biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan strategi mundur.45 . Pemahaman pada masalah (Identifikasi dari tujuan) Diketahui: a. Malaksanakan Rencana Dengan memperhatikan rencana pemecahan masalah yang telah dibuat maka dapat dihitung sebagai berikut: Dimulai pukul 10. Mereka ingin tiba di lokasi latihan 15 menit sebelum di mulai. Bagas memerlukan waktu ¾ jam untuk menjemput Soni dan pergi ke warung Pak Bimo dekat lokasi latihan softball. Tiba di lokasi 10.00. Contoh: Bagas dan Soni berencana untuk makan di warung Pak Bimo dan pergi latihan softball bersama. Strategi kerja mundur Suatu masalah kadang-kadang disajikan dalam suatu cara sehingga yang diketahui itu sebenarnya merupakan hasil dari proses tertentu. Pukul berapa Bagas seharusnya meninggalkan rumahnya? 2. 3.00-15 menit = 9.

15 = 9.. Setelah itu baru dibuat kalimat terbukanya. Untuk sampai pada kalimat yang dicari..45 kemudian menambahkan ¾ jam = 7. Walaupun strategi ini termasuk sering digunakan.100 maka akan menyita waktu yang cukup lama untuk menemukan jawabannya. dengan maksud agar hubungan antar unsur yang terkandung di dalam masalah dapat dilihat secara jelas.30 selajutnya 8. Contoh: Seorang guru mengajukan masalah dengan meminta siswa untuk menjumlahkan 100 bilangan asli yang pertama.+100 = . Menggunakan kalimat terbuka Strategi ini juga termasuk sering diberikan dalam buku matematika sekolah dasar..30 + 1.2.Makan dan berjalan 9.30 dijumlahkan dengan 1 ¼ jam = 8.00 sehingga lebih yakinlah peserta didik bahwa jawaban yang dicari benar.. akan tetapi dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah maka waktu yang digunakan cukup cepat. akan tetapi pada langkah awal anak sering kali mendapat kesulitan untuk menentukan kalimat terbuka yang sesuai.3. Hal ini berarti bahwa benar tiba 15 menit sebelum pukul 10.45 4..30-45 menit = 7.100 dengan demikian masalah yang muncul adalah 1+2+3.Untuk menyelesaikan masalah ini bila dilakukan pola seperti : .? Merencanakan penyelesaian. Aplikasi Pemecahan Masalah Polya Dalam Pembelajaran Matematika 1..45 + 45 = 8.. Lihatlah kembali Dengan memeriksa kembali setelah mendapatkan hasilnya dapatlah dicek kebenarannya dengan memulai berangkat dari pukul 7. sering kali harus melalui penggunaan strategi lain. D.3.45 – 1.15 = 8.2.4..30 Menjemput Soni dan ke warung 8.. Jika siswa tersebut menjumlahkan angka 1. salah satu strategi yang diterapkan adalah mencari kemungkinan adanya satu pola. Memahami masalah : bilangan 1. 7.45 .45 Jadi Bagas meninggalkan rumah pukul 7.

maka akan di peroleh 100 × 101 = 2x x = 1010/ 2 x = 505 Memeriksa kembali... metode yang digunakan secara matematika sudah benar... .1 + 2 + 3 + . + 100 = x 100 + 99+98+. Lima orang pemain catur.. . Sebab penjumlahan dapat dilakukan dalam urutan yang berbeda dan perkalian adalah penjumlahan yang berulang... maka hasilnya adalah 2x. tiga siswa . ........... . Jika masalah umum muncul...+101 = 2x Karena jumlah nya 101maka ada 100 pasang bilangan yang berjumlah 101. Aan. ..+ 1=x 101 +101+101 + . Menyelesaikan masalah. 2... tentukanlah jumlah n bilangan asli yang pertama : 1 + 2 + 3 .. .. Erni.. Jika merupakan bilangan genap.+ n = x n + . ...3 + 2 + 1 = x n (n + 1 ) =2x pasangan bilangan yang masing-masing berjumlah n + 1. dari kelima siswa yang bertanding itu..... Masing-masing tim harus paling sedikit seorang memainkan bidak hitam dan seorang yang lain memainkan bidak putih. dan Aat berpartisipasi suatu pertandingan catur yang mewakili sekolahannya... Dua orang siswa mewakili ”Sekolah Nusantara" dan tiga orang siswa lainnya mewakili "Sekolah bumi putera"... Sebanyak n maka dengan demikian jumlah keseluruhan didapat ( n / 2 ) ( n + 1 )...... + n. . jika terdapat 100 pasang bilangan 101.. .. maka cara seperti sebelumnya dapat digunakan 1 + 2 + 3 + ..... Dengan n bilangan asli..... Ucha. Yusman.. ...

b) Dua orang mewakili "Sekolah Nusantara". . a) Dalam bermain catur berpasangan. Ucha dan Aan berasal dari sekolah yang sama. sedang Yusman dan Aat berbeda sekolah. yang diketahui dengan tanda "+" atau ”-” untuk masing-masing pemain bidak hitam. 2) Merencanakan penyelesaian.memainkan bidak hitam. Juga ”+” atau "-" masing-masing untuk Sekoah Nusantara dan Sekolah Bumi Putera. Dari kelima siswa. dua orang memainkan bidak putih d) Ucha dan Aan dari sekolah yang sama Yusman dan Aat dari sekolah yang berbeda Erni dan Yusman memainkan bidak yang sama warnanya Aan dan Aat memainkan bidak yang berbeda warnanya. pemain bidak putih. Erni dan Yusman memainkan bidak yang sama sedang Aan dan Aat memainkan bidak yang berbeda warnanya. c) Tiga orang memainkan bidak hitam. Seorang pemain bidak putih dari ”Sekolah Nusantara" sebagai pemenang. Kita akan menyusun tabel yang disesuaikan dengan fakta. satu pihak memainkan bidak putih dan pihak lain memainkan bidak hitam. Siapa pemenang itu ? Kategori Hitam Putih Nusantara Bumi putra + + Ucha Erni + + + + Yusman + Aan + Aat + + - Jawab. 1) Memahami masalah. dua lainnya memainkan bidak putih. tiga orang mewakili "Sekolah bumi Putera".

Terdapat empat komponen untuk mereviu suatu penyelesaian sebagai berikut. Pemain bidak putih yang lain adalah Aan tidak dari Sekolah Nusantara. Apa yang dapat kita simpulkan ? (Ucha dan Aan serta Yusman atau Aat dari Sekolah Bumi Putera). apakah ada cara lain untuk mendapatkan penyelesian yang sama. (2) Kita intepertasikan jawaban yang kita peroleh.Kategori Bidak hitam Bidak putih Nusantara Bumi utera Ucha + + Erni + + - Yusman + + Aan + + Aat + + - 3) Melaksanakan perencanaan. Namun bila pendekatan yang kita . Menyelesaikan masalah memerlukan waktu dan berkelanjutan. Erni haruslah dari Sekolah Nusantara. (3) Kita bertanya kepada diri kita sendiri. demikian juga Aan atau Aat. 4) Melihat Kembali Penyelesaian Langkah "melihat kembali" untuk melihat apakah penyelesaian yang kita peroleh sudah sesuai dengan ketentuan yang diketahui dan tidak terjadi kontradiksi merupakan langkah terakhir yang penting. Erni dan Yusman memainkan bidak hitam. Ucha dan Aan dari sekolah yang sama. tidak terpenggal-penggal dalam proses berpikir kita. (1) Kita cek hasilnya. Dengan demikian Aat adalah pemain bidak putih dan dari Sekolah Nusantara atau dengan kata lain pemenangnya adalah Aat. Jadi Ucha memainkan bidak putih. Yusman dan Aat dari sekolah yang berbeda. Aat yang dapat dari Sekolah Nusantara. (4) Kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah ada penyelesaian yang lain ? Perlu kita sadari janganlah kita langsung mengharapkan dapat menjawab benar untuk semua masalah.

maka ada problem termudah yang tidak dapat Anda selesaikan: menemukannya.gunakan tepat. Kemampuan menaksir dan menganalisa. . Kemampuan untuk mencatat kesamaan. Kemampuan untuk mengetahui hal yang tidak berkaitan. Apabila Anda tidak dapat menyelesaikan problem. then there is an easier problem you can’t solve: find it) …………… George Polya. Menurut mereka kemampuan pemecahhan masalah yang harus ditumbuhkan adalah : 1. Kemampuan mengvisualisasi dan menginterpretasi kuantitas. 8. siswa mempunyai keadaan yang tentu untuk masa yang akan datang sehingga dengan percaya diri dapat mengembangkan kemampuan tersebut. perbedaan dan analog. 4. 7. Kemampuan untuk berganti metoda yang di ketahui. Kemampuan untuk memperumum berdasarkan beberapa contoh. E. (If you can’t solve a problem. Kemampuan untuk mengidentifikasi elemen terpenting dan memilih prosedur yang benar. Karakteristik Bagi Orang Yang Mampu Melakukan Problem Solving Pemecahan masalah telah dilakukan beberapa puluh tahun yang lalu diantaranya di lakukan oleh Dodson (1971). nampaknya masalah yang sulit kadang-kadang berubah menjadi masalah yang mudah. 3. Hollander (1974) dalam Wono Setya Budi (2003). 5. Kemampuan mengerti konsep dan istilah matematika. 6. 2. Selain kemampuan di atas.

BAB III PENUTUP A. Do (melaksanakan rencana) dan Check (menguji jawaban). . namun pertanyaan itu harus merupakan tantangan baginya untuk menjawabnya. faktor waktu untuk menyelesaikan masalah janganlah dipandang sebagai hal yang esensial. Plan (menyusun rencana). 2. a) Pertanyaan yang dihadapkan kepada seorang siswa haruslah dapat dimengerti oleh siswa tersebut. b) Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui siswa. Syarat suatu masalah bagi seorang siswa adalah sebagai berikut. Polya menerapkan pemecahan masalah dengan 4 langkah secara siklus yaitu See (memahami problem). Kesimpulan Dari pembahasan di atas penulis dapan menarik kesimpulan bahwa: 1. Karena itu.

Polya. Langkah Awal Menuju Olimpiade Matematika. Principle and Standard for School Mathematics. How to Solve It 2nd Ed Princeton University Press.DAFTAR PUSTAKA Budhi. New Jersey. Problem Posing dan Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika. JICA. Bandung. Hudojo. George. H. 2003. Reston: The National Council of Teacher Mathematics. 2003. Ricardo. Inc. 1986. Setya. 1985. 2003. Jakarta. Hamzah. Pustaka Ramadan. NCTM. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Jakarta: IMSTEP. . W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful