Engkle merupakan permainan anak-anak di daerah Jawa Timur menggunakan media pada area tanah disertai lempengan

kereweng. Kereweng merupakan pecahan genting tanah yang dibentuk membulat berdiameter sekitar 5 cm. Engkle biasanya dimainkan oleh anak perempuan, namun kadang juga ada anak laki-laki yang turut. Adapun gambar yang dibentuk di atas tanah biasanya dengan berbentuk persegi empat (yang dinamakan rumah) dengan formasi 6 bagian. Atau ada juga yang menggunakan formasi 8 ditambah gunungan (gambar setengah lingkaran) di bagian ujung. Dinamakan engkle, karena permainan ini setiap pemain tidak harus melakukan engkle atau berjingkat (hopscotch) dengan satu kaki untuk melewati setiap bagian rumah. Pemain hanya boleh menurunkan kedua kakinya pada rumah yang dimilikinya, atau pada area bergambar gunung. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melemparkan abak berupa kereweng ke areal rumah yang disepakati. Kemudian pemain harus engkle untuk mendorong abak menggunakan ujung jari ke setiap tahapan kotak rumah, dan seterusnya. Engkle bukan merupakan nama tunggal untuk jenis permainan rakyat yang satu ini. Karena di beberapa daerah engkle memiliki nama lain, seperti di Bungah Gresik dikenal sebagai Deblekan, di Tembelang Jombang dinamakan Sonda, di Probolinggo disebut Bendan, dan mungkin masih ada nama-nama lainnya di tempat lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful