Boraks dan Formalin Pada Makanan

Disusun oleh : Nama : Aji R Permadi Kelas : 9C

Tugas B.Indonesia ; Karya Ilmiah Makalah

SMP Assalaam Bandung 2012

1.2 Sumber Data…………………………………………………………… ….…………..DAFTAR ISI Halaman Pengesahan…………………………………………………………….. 1. BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… …..……… 1.……………………………………………… ……..1 Jenis Penelitian……………..……..2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan…………………...1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………….……………………………………………………… 1.2 Pembatasan Masalah………………………………………. 4.……………………………………………………………… BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………… …….3 Perumusan Masalah………………………………………………….……. BAB III METODE PENELITIAN 3..……………………… 1..……. …. Kata Pengantar…………………………………………………………………………...…………………….4 Tujuan Penulisan…………………………………………….3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks …………………. ..5 Metode Penelitian…………. 1.. 4... BAB V PENUTUP…………………………………………….………………………………………………….. ..6 Hipotesa……………………...1 Pengertian Boraks dan Formalin…………………………………. BAB I PENDAHULUAN 1.………… 4. 3.....…………………. 3.…… BAB IV PEMBAHASAN 4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia………………………………………………………….. 3.4 Teknik Analisis Data……………………………………………………..7 Manfaat……………. .3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………….

KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. . Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta efektif dari pihak pengawas makanan yang merupakan bagian dari kepemerintahan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat lebih terjamin dan sehat. Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan.

Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. hipotesa dan manfaat. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi. Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya? 3. BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah. Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis. pembatasan masalah. Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya? 2. dari kanker hingga menyebabkan kematian.3 Perumusan Masalah 1. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan. 1.2 Pembatasan Masalah Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.. kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting. Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin? 4. 1. Oleh karena itu. metode penelitian. 1. tujuan penulisan. perumusan masalah. Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan? . Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya.

4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Di mana angket itu berisi pertanyaanpertanyaan mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada. . 3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan. dsb.4 Tujuan Penulisan Mengetahui pengertian boraks dan formalin. hati. Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan. Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.7 Manfaat Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.5. 2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu. 1. Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan. Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas? 1. kayu. disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian. otak. Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. yaitu dengan angket.6 Hipotesa 1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil. Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan. 1. Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya. serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. saraf. 1. bakso dan ikan asin.5 Metode Penulisan Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya. tempe.

dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. semprot hidung.BAB II LANDASAN TEORI Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan. karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. pengawet kayu. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. kerusakan mata. perut terasa perih. Pada umumnya. tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya. dan dapat menyebabkan kanker paru-paru. Tanda dan gejala kronis . Formalin memiliki bau yang sangat menyengat. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan . dan keramik. kulit membiru. berair. gatal. dan salep luka kecil. Jika tertelan akan menyebabkan mual. konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat) b. dan kulit terbakar c. karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. kerusakan hati. a. hilangnya pandangan.Anemia. boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki . Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah. sukar bernafas. Misalnya. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit. Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya. gelas. muntah-muntah. diare. dan mudah larut dalam air maupun alkohol. sakit kepala. Selain itu. nafas pendek. mudah larut dalam air. bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas. Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut. b. diare. kerusakan saraf. khususnya industri kertas. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur. gatal. rambut rontok dan kanker.Gangguan pencernaan . tidak berbau. pusing. Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan. karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. gangguan jantung. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan. Walaupun begitu. larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. bahkan koma dan kematian. kejang.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. pembasmi serangga. Tanda dan gejala akut : Muntah-muntah. Namun. sakit kepala. banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih. bahkan kebutaan d. a.Nafsu makan menurun . alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat. pandangan kabur.

berbau -menyengat. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. ikan. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso. . misalnya bakso dan kerupuk. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. mie.Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk. tahu.Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. dan juga daging ayam.Tahu yang berbentuk bagus.Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius). kerupuk.Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. . teksturnya bagus dan renyah. dan berbau menyengat khas formalin. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. . . awet hingga lebih dari 3 hari.tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus. . dan memiliki bau menyengat khas formalin. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. kenyal. tidak mudah hancur. bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. . Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks. kenyal. tidak lengket dan agak mengkilap. insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang.

setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat. Langkah berikutnya. sumber data. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Langkah terakhir.4 Teknik Analisis Data Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.BAB III METODE PENELITIAN Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian. yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan. 3. kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. 3. melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama.2 Sumber data Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius. kami menuangkannya dalam karya tulis ini. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Dengan angket kami dapat menyimpulkan. 3. sesuai dengan jenis penelitian kami. . . Lalu kami mulai menghitung jumlah data.

5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan. sedangkan 27. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. sehingga dapat menggunakannya secara benar. dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya. Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan : . Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut : 1.BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin. agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin. 4.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin Menurut hasil angket kami.5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin. Jawaban B : 5% 3. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya. Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita? a. 4. Jawaban C :50% Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut. Jawaban A : 45% 2. Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. Jika dimasukkan dalam persen maka 72. didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan.serta gejala lainnya. kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya. didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang. Formalin Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. sesuai dengan fungsinya. dari total 40 angket yang dibagikan.

muntah. kerusakan mata. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin. Boraks Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. kerusakan hati. gatal. sakit kepala. kebutaan • Jika tertelan Mual. 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk.Gangguan pencernaan . Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan. dan 1 orang memilih kerupuk. nafas pendek. Yakni.Anemia. pusing. kulit terbakar • Jika terkena mata Kemerahan. kanker paru-paru. 4. Pengaruh terhadap kesehatan : • Tanda dan gejala akut : Muntah.• Jika terhirup Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan . sakit kepala. namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. diare. jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang. mata berair. merah dilendir. konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat) • Tanda dan gejala kronis . perut perih. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi.Gangguan SSP : bingung dan bodoh . hilangnya pandangan. Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. • Jika terkena kulit Kemerahan. kejang. sukar bernafas. Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa . gatal. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. gangguan jantung.Nafsu makan menurun . kerusakan saraf. rambut rontok dan kanker. jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang. pandangan kabur. diare. Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. koma dan kematian. 66 persen dari total 786 sampel.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. kulit membiru. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005. b. sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang.

namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan. kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. Oleh karena itu. Bau agak mengengat. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut. namun tidak padat. terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin. menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin. D. Ikan asin . bau formalin. boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya. B. bau formalin. Namun tetap saja. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya. E. Mi basah Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Tahu Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Padahal. Teksturnya juga sangat kenyal. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. Tahu juga akan terlampau keras. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). C. Bakso Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang. Ikan segar Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Selain itu. Baunya agak menyengat. bisa formalin maupun boraks. di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin: A.

& UU No. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini. terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu. 71/1996. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan. Tubuh ikan bersih. bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. karena dapat membahayakan kesehatan manusia. black currant. Dari hasil angket diatas. karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin. dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman sesuai UU No. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). classic cream. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini. cerah. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut. dan manisan plum. pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum. Sebenarnya. bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela. pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan. . hanya dianggap gertakan oleh para pedagang. dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali. sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak. bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia. karena lebih banyak orang yang beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan. Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden. padahal ini adalah masalah yang serius. mengeluarkan permenkes no. Karena masih mengandung air. dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang. Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM. seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy.Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras. kiamboy. Buktinya bisa didapat. yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 4.

Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti. ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin. b. c. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005. walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti. sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi. d. 5. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. .1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa: a.BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran. tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.

serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya. Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks. Keritik dan Saran” Email : Adjirahmat@gmail. pengertian. dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin. tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya. fungsinya.com .Penutup SARAN Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut: Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin. seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undangundang mengenai boraks dan formalin. Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya. Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful