P. 1
Layout Aviasi April 2012

Layout Aviasi April 2012

5.0

|Views: 537|Likes:
Published by ian nugroho
Pelopor tabloid penerbangan indonesia
Pelopor tabloid penerbangan indonesia

More info:

Published by: ian nugroho on May 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

AVIASI

A V I A T I O N O F I N D O N E S I A
www.tabloidaviasi.com
Edisi 46 Thn lV - April 2012 Rp 8.000 (Luar Pulau Jawa Rp 9.000)

HEADLINES
Pilatus Porter PC 6 Jagoan di Segala Medan
Pesawat mini yang layak dioperasikan di daerah perkebunan.

Perawatan Pesawat Terbang
Seperti apa tahapan merawat pesawat.

Harga Minyak Melambung Maskapai Limbung

Menyusuri Jejak di Kota Mutiara Hitam

Sawahlunto kota sejuk penuh kenangan.

ARJ-21 Burung Besi Andalan Negeri Tirai Bambu

Pesawat yang siap jadi pesaing pemain lama.

Pacific Royale Sambut Dua F-50, Pemogokan Serikat Pekerja Iberia Dibatalkan, Delta Airlines Terperosok karena Rem Blong, Garuda Indonesia Sisihkan Maskapai Kelas Dunia, Lufthansa Perkenalkan Pertama 747-81, Kingfisher Pangkas Penerbangn Internasional, Debut India Aviation Show, Permintaan Pesawat di Regional Rusia
Lintas Aviasi Hal 4-7

Avia Cargo , Air France-KLM Akuisisi Alitalia, GMF Pertama Lakukan DO3-Check A330 di Kawasan Regional, Subsidi untuk Penerbangan Perintis
Bisnis Aviasi Hal. 8-9

Perayaan 50 Tahun Penerbangan ke Negeri Sakura, AirAsia Indonesia Rayakan 100% Airbus, Terbang Perdana A380 Thai Airways
Seremonia Hal. 10-11

Harga avtur terus melonjak membuat industri dirgantara dunia harus memutar otak mengakalinya. Sejumlah burung besi pun mengalami "krisis" merugi besar, memangkas rute penerbangan, mengembalikan pesawat ke lessor, bahkan menghentikan operasi

Info Berlangganan 0812 88 737 747

: tabloidaviasi

tabloidaviasi@gmail.com

www.tabloidaviasi.com

LET GOOD THINGS HAPPEN
A Personal Welcome
At Mercure hotels, our welcoming and attentive staff offer you their professionalism and knowledge of the local area to make your stay a memorable one.

Mercure Jakarta Convention Center Ancol Mercure Jakarta Kota • Mercure Surabaya Mercure Bali Harvestland Kuta Mercure Bali Kuta • Mercure Bali Resort Sanur Mercure Makassar • Mercure Banjarmasin Mercure Batam • Mercure Padang Mercure Pontianak Future Openings Mercure Jakarta Simatupang Mercure Bali Nusa Dua

PERSONAL RECOMMENDATION

… OUR SMILES ACCOMPANY YOU THROUGHOUT YOUR STAY.

ATTENTION… SMILE…

700 Hotels worldwide

mercure.com

AVIASI
A V I A T I O N O F I N D O N E S I A

Aviasi l April 2012 l 3

PENERBIT

TReND MeDIA GLOBAL

Dari Redaksi
kemelut Harga Minyak
SAAT tabloid ini berada di tangan Anda, banyak di antara kita yang masih menggunjingkan tentang penaikan harga BBM. Berbagai aksi penolakan juga masih marak di sana-sini. Jauh di luar sana, harga minyak mentah dunia juga terus bergejolak dan sudah menembus angka US$ 125 per barel yang pastinya berdampak pada harga avtur yang setiap hari harus dikonsumsi pesawat. Naiknya harga bahan bakar jelas sangat berpengaruh terhadap kelangsungan industri penerbangan. Sampai sejauh mana pengaruhnya? Perusahaan penerbangan apa saja yang sudah megap-megap? Menaikkan tarif penerbangan apakah sebuah solusi yang paling jitu? Adakah jenis pesawat yang benar-benar irit bahan bakar? Apakah ongkos naik haji juga bakal ikut naik? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang coba kami jawab dan kemas dalam Laporan Utama Aviasi edisi bulan ini. Apa yang kami tuangkan di sini jelas belum final, sebab penaikan harga BBM di dalam negeri pasti berdampak pada industri penerbangan di hari-hari mendatang. Di luar itu, kami tetap menyajikan berbagai informasi lain yang sayang jika Anda lewatkan. Akhirnya kami ucapkan selamat membaca dan juga selamat Paskah kepada umat kristiani yang merayakannya.

Jl. Pulau Putri Raya LS No. 31 Kota Modern, Tangerang TEL I 021-68903778, 55780849 FAx I 021-55780849
EMAIL ENqUIRIES REDAKSI

ALAMAT REDAKSI

marketing@tabloidaviasi.com WEBSITE I www.tabloidaviasi.com

ADVERTISING & MARKETING

I redaksi@tabloidaviasi.com I

CORPORATE
DIREkTUR UTAMA PEMIMPIN UMUM PENASIHAT

I Venita Pardede I Andi Gultom

I Prof. DR. H. K. Martono, SH, L.L.M
Prof. Dr. H. Priyatna Abdurrasyid,SH,Ph.D Capt. Sonny M. Sasono Capt. Hasfrinsyah Hasan

EDITORIAL

I Andi Gultom I Tom Maruli STAF REDAkSI I Ir. Haryono
PEMIMPIN REDAkSI REDAkTUR

Foto Cover: Pengisian bahan bakar pesawat Foto: Tom

Redaksi

Jasmen Pasaribu Tjuk Sudarsono Danang Prihantoro, S.Pd kEUANGAN/SEkRETARIS I Nita Reni MANAGER IkLAN/SIRkULASI I Yunita Pardede, S.psi MARkETING I Antonio Ester Ida Berliana, SE Edoy Martin P. Gultom SIRkULASI I Susanto DESAIN GRAFIS I Alex HB Anto WEbSITE I Ian Nugroho PERWAkILAN I Agung (Kota Kinabalu) Sukardiansyah (Balik Papan) Sonoib (Medan) Kifli (Makassar) Bona (Semarang) Otto (Jogyakarta) Mantang (Tanjung Karang) Wuryanto (Surabaya) Haryono N (Bandung) Palang (Ampenan)

Dari Pembaca

Menunggu Bagasi Terlalu Lama
SAYA beberapa kali bepergian dengan naik pesawat dan turun di Bandara SoekanoHatta. Seperti biasa, setelah turun dari pesawat di Terminal 2, para penumpang, termasuk saya menunggu bagasi di terminal tersebut. Namun tunggu punya tunggu, bagasi milik penumpang tak kunjung datang. Lebih dari 30 menit kami menunggu. Banyak di antara penumpang, termasuk saya, yang panik. Khawatir barang mereka hilang. Para penumpang mulai resah dan menyesal harus menempatkan barang bawaannya di bagasi, bukan di kabin. Banyak waktu yang terbuang saat menunggu bagasi. Maka jangan heran kalau banyak penumpang yang membawa bawaan ke kabin meskipun setiap penumpang dibatasi maksimal 7 kg. Diakui, banyak kendala mengapa bagasi sering terlambat di ruang terminal kedatangan, misal hujan, posisi parkir pesawat dan sebagainya. Penyebab lain adalah terbatasnya conveyer belt. Di Terminal Bandara Soekarno-Hatta, ban berjalan untuk bagasi itu ada 12 buah yang tersebar di terminal kedatangan D, E, dan F. Dengan semakin padatnya jumlah penerbangan, jumlah itu jelas tidak memadai. Ada baiknya pihak pengelola bandara menambah ban berjalan ini, sehingga para penumpang tidak menunggu terlalu lama. Masak lama menunggu bagasi sama dengan waktu tempuh perjalanan dari kota lain ke Jakarta? RAS Jakarta

Untuk saran, kritik dan komentar kirim email ke: redaksi@tabloidaviasi.com
Wartawan Aviasi tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari nara sumber. Wartawan Aviasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Redaksi menerima tulisan atau artikel dan foto yang berkaitan dengan dunia penerbangan. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke redaksi diketik 2 spasi dan maksimum 3.000 karakter. Alamat pengiriman: redaksi@tabloidaviasi.com

Usulan Buat Aviasi
SAYA senang membaca tabloid Aviasi, sebab banyak berita aktual di dalamnya, terutama laporan utamanya yang lengkap dan dalam. Saya mohon ke depan, Aviasi dapat menurunkan berita-berita atau tulisan yang lebih ringan untuk mengimbangi laporan utama yang lebih berkesan serius. Saya usul nih, sekali-kali dong Aviasi membuat laporan perjalanan naik pesawat tertentu dari satu kota ke kota lain, pesawat jenis apa yang dinaiki, bagaimana pelayanan awak pesawatnya, dan sebagainya. Buat juga dong, liputan tentang apa dan bagaimana pesawat-pesawat baru yang sedang ngetren. Haris Winanto bintaro Permai, Jakarta Selatan

PEMbERITAHUAN Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada instansi yang akan mengundang Aviasi guna liputan/wawancara, undangan mohon ditujukan kepada Redaksi Aviasi melalui e-mail: redaksi@tabloidaviasi.com, atau Fax nomor. 021 5578 0849, atau bisa menghubungi melalui telepon atau SMS ke 0812 88 737 747,

4 l Aviasi l April 2012

Lintas Aviasi Pemogokan Serikat Pekerja Iberia Dibatalkan
Iberia Airlines A319 (Foto: Iberia Airlines flickr)

Pacific Royale Sambut Dua F-50

P
Fokker 50 Pacific Royale (Foto: Dok. Pacific Royale)

P

ACIFIC Royale Airways mengumumkan kedatangan pesawat pesanannya yang kedua, Fokker 50 dengan registrasi PK-PRB di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sebelumnya pada 7 Januari 2012 lalu, maskapai baru ini menerima pesawat pertama dengan registrasi PK-PRA dari Fokker Aircraft asal Belanda. Armada tersebut kini dalam tahap pengecatan (livery painting) dan perawatan yang meliputi pemasangan kursi dan karpet di PT Mulia Sejahtera Technology Bandung. Chief of Executive Officer Pacific Royale Airways, Samudra Sukardi, menjelaskan, pesawat F-50 yang baru datang itu akan dioperasikan ke kotakota di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Batam, Pekanbaru, Jambi, Padang dan sejumlah destinasi di Kalimantan. Pada fase pertama, Pacific Royale akan menempuh rute domestik

di Batam, Jambi, Kerinci, Padang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pangkalanbun, Bandung, Balikpapan, Makassar dan Pekanbaru. Rute internasionalnya adalah Singapura, Hong Kong dan Kuala Lumpur. Pacific Royale telah menandatangani kerja sama dengan Fokker Service Asia untuk dukungan logistik dan pemeliharaan atas lima unit Fokker 50. Fokker 50 menggunakan mesin Pratt and Whitney PW127B dengan tingkat kebisingan rendah. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi seperti Traffic Collision Avoidance System (TCAS) dan TAWS. Samudra menegaskan Pacific Royale bertekad untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pasar penerbangan Indonesia. Pada tahun pertama operasinya, maskapai ini memiliki lima Fokker 50, empat A320 dan satu A330. (Sat)

ILOT yang diwakili oleh serikat SEPLA (Sindicato Español de Pilotos de Líneas Aéreas) dan awak kabin yang diwakili serikat STAVLA (Sindicato de Tripulantes Auxiliares de Vuelo de Líneas Aéreas) di Iberia Airlines (IB/ BE) membatalkan aksi mogoknya pada 14 Maret lalu. Seperti yang dikutip ATW Daily News, pilot Iberia Airlines awal bulan ini mengumumkan akan melakukan aksi mogok antara tanggal 16 Maret hingga 28 Mei guna memprotes peluncuran Iberia

Express, anak perusahaan baru untuk penerbangan pendek dan jarak menengah. Aksi mogok batal setelah ada upaya penyelesaian dengan pemerintah Spanyol. Menurut kantor berita EFE (Spanish news agency), pemerintah juga sepakat menunjuk mediator untuk membantu proses negosiasi antara perusahaan penerbangan dan serikat buruh. (*)

P

Terperosok karena Rem Blong
Delta Air Lines Boeing 737-700 (Foto: detroitnews.com)

Delta Airlines

ESAWAT milik Delta Air Lines (DL/DAL) mendarat darurat yang akhirnya tergelincir dan menabrak beton pembatas di ujung landasan Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta 14 Maret lalu dengan kerusakan pesawat yang cukup parah. Pesawat Boeing 737-700 tersebut sedang mengalami uji terbang yang sebelumnya dilakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin pada mesin pesawat sekitar pukul 5 pagi karena pesawat tidak bergerak. Juru bicara Federal Aviation Administration mengatakan bahwa cockpit crew tidak ada yang terluka dan pesawat

tersebut tidak membawa penumpang serta tidak ada penundaan penerbangan dari Atlanta karena kecelakaan. "Mereka menguji mesin pesawat ketika menemukan masalah pada sistem pengereman pesawat," kata juru bicara Delta Eric Torbenson kepada Associated Press. Pesawat dilaporkan berbelok ke taxiway E di sisi timur bandara dengan kondisi melaju kencang yang akhirnya terperosok, akibatnya landasan pacu yang berdekatan dengan taxiway E harus ditutup karena untuk mengangkat pesawat. (*)

Garuda Indonesia Sisihkan Maskapai Kelas Dunia

M

(Foto: Tom)

EMBAGGAKAN. Flag carrier Garuda Indonesia (GA/GIA) mengalahkan maskapai papan atas dunia yang selama ini selalu menempati urutan teratas seperti Singapore Airlines. Adalah Roy Morgan, lembaga riset independen dengan kinerja yang diakui dunia yang menetapkan Garuda seperti itu. Lembaga riset internasional di Australia ini telah beroperasi selama 70 tahun dan bekerja secara profesional. Menurut VP Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Pujobroto, Lembaga Riset Internasional Roy Morgan, telah menetapkan Garuda Indonesia sebagai ”The

Best International Airline”, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Roy Morgan mulai bulan Februari 2011 hingga Januari 2012 terhadap 3.943 responden penumpang internasional. Morgan menempatkan Garuda Indonesia di posisi teratas, kemudian disusul berurutan yaitu Singapore Airlines (SQ/SIA), Air New Zealand (NZ/ANZ), Emirates (EK/UAE), dan Cathay Pacific (CX/CPA). ”Survei tersebut membuktikan bahwa Garuda sebagai maskapai bintang empat versi Skytrax sebetulnya mampu unggul dari maskapai bintang lima seperti Singapore Airlines dan Cathay Pacific,” jelasnya. Indikator yang menjadikan Garuda Indonesia

maskapai internasional terbaik menurut badan riset itu adalah pelayanannya. Karena itu, Garuda bertekad terus meningkatkan pelayanan untuk menambah kenyamanan penumpang. Selain meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia juga akan membuka rute penerbangan baru. Dari responden yang diteliti, 91 persen di antaranya menyatakan sangat puas terhadap layanan selama perjalanan menggunakan Garuda Indonesia. “Penilaian yang diberikan tersebut ternyata malah melebihi penilaian terhadap perusahaan-perusahaan penerbangan dunia lainnya,” tambah Pujo. (Dnn)

Aviasi l April 2012 l 5

Inagurasi SMAC Luwuk Utara-Palu
Penerbangan yang dilaksanakan awal Maret lalu itu menggunakan pesawat dengan konfigurasi 22 seat. Menurut Kepala Bandara Seko, H. Haryadi kepada media, dengan dibukanya penerbangan tiga bandara dari Masamba langsung ke Bandara Mutiara Palu berarti akses masyarakat yang ingin menggunakan jasa transportasi lewat udara dengan jarak tempuh hanya hitungan menit. Diharapkan masyarakat kita akan merasa terbantu dengan program ini, dengan masa kontrak selama satu tahun dengan pihak SMAC. Harga tiket penerbangan dari Bandara Masamba-Seko dan Palu sudah termasuk pajak bandara Rp 432.500. Dari Bandara Seko ke Mutiara Palu Rp 241.500, dari Masamba ke Rampi dan Palu Rp 458.500. (Pri)

SAS Merombak Seat Pesawat

UNA meningkatkan akses di Sulawesi Tengah, maskapai SMAC (Sabang Merauke Air Charter) telah membuka rute baru dari tiga bandara di Luwuk Utara, yaitu Andi Djemma Masamba (MXB/WAWM), Seko dan Rampi ke Mutiara Palu (PLW/WAML) dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit. Saat ini ada tiga bandara yang dipakai untuk menunjang kemajuan kabupaten yang terisolasi.
Embraer 190 Estonian Air (Foto: Dok. Estonian Air)

G

SMAC (Foto: planepicture.net)

Scandinavian Airlines (SAS) Boeing 737-883 LN-RPL (Foto: Oberau Online)

CANDINAVIAN Airlines (SAS) berencana mengganti 3.520 kursi di armada narrowbody dengan seat yang baru, ringan, dan ramping untuk kelas ekonomi, dimulai dengan armada Boeing 737-800 pada bulan Mei. Pada saat yang sama, pesawat akan

S

dilengkapi dengan Wi-Fi. Menurut SAS, 70% dari bisnisnya pada rute jarak pendek dan 30% adalah pada operasi jarak jauh, yang sekarang masih tengah dievaluasi. Seiring dengan pengubahan kursi di pesawat, SAS akan meluncurkan 25 rute baru tahun ini. (*)

M

estonian Air Beralih Menggunakan embraer
penggantian pesawat generasi lama dan memahami konsep ukuran yang sesuai,” demikian dikatakan Paulo Cesar de Souza e Silva, Presiden dari Embraer Commercial Aviation. Menurut dia, Estonian Air akan menjadi maskapai pertama dari negaranegara di kawasan Balkan yang mengadopsi filosofi E-Jet. “Saya yakin bahwa mereka akan dengan cepat melihat seluruh keuntungan ekonomi dan fleksibilitas jika menggunakan pesawat ini. Penumpang juga akan jatuh cinta kepada kenyamanan E-Jets.” Estonian Air juga akan membeli delapan pesawat tambahan, yang terdiri dari empat E-170 dan empat E-190. Satu dari empat E-170 yang disewa dari Finnair akan memasuki masa pelayanannya bulan ini, sedangkan pesawat yang dibeli akan dikirimkan pada semester kedua tahun 2014. (Dnn)

ASKAPAI Estonian Air (OV/ELL) bertekad terus menjadi yang terdepan dalam pengadaan armada. Perusahaan penerbangan nasional Estonia ini dan Embraer sudah menandatangani kesepakatan untuk pembelian tiga E-175 dan satu E-190. “Kami memilih E-Jets dari Embraer untuk menggantikan armada Boeing 737 dan Bombardier CRJ (Canadair Regional Jet), karena kami ingin memberikan fleksibilitas untuk kapasitas yang kami perlukan. Kami juga ingin memodernisasi armada kami. Pesawat baru ini akan mampu menghadirkan standar untuk pengalaman penerbangan yang membuat kami kompetitif dan memungkinkan akses ke pasar yang baru dengan risiko yang lebih rendah dibandingkan jika harus menggunakan jet yang berukuran terlalu besar,” kata Tero Taskila, Presiden Estonian Air. “Kami terus melihat potensi yang besar dari benua Eropa, seiring dengan

Bikin Onar Awak Kabin American Airlines Diperiksa

A

MERICAN Airlines (AA/AAL) sempat heboh besar pada 9 Maret lalu. Pramugarinya yang biasanya mengutamakan keselamatan kali ini berteriakteriak bahwa pesawat akan mengalami kecelakaan. Pesawat jenis MD-82 tersebut akhirnya memutuskan untuk kembali ke bandara setelah mengudara beberapa menit dari bandara Dallas Fort Worth.

American Airlines MD 82 (Foto: Positive Rate flickr)

Pihak maskapai memutuskan menahan flight attendant tersebut untuk memeriksakan kejiwaannya. Saat di bandara, polisi dan gabungan The Federal Bureau of Investigation (FBI) langsung mengamankan burung besi tersebut. Penumpang sangat cemas dan marah, apalagi harus mengalami penundaan penerbangan selama satu jam. American Airlines akhirnya mengganti satu set crew pesawat untuk menerbangkan kembali ke Bandara Internasional O’hare Chicago. (*)

6 l Aviasi l April 2012

FPI Siap Kerja Sama dengan Flying School
Hasan, pesawat tidak akan terbang tanpa pilot. Banyaknya pesawat yang dimiliki maskapai, kata dia, ternyata belum sebanding dengan jumlah penerbang. Saat ini jumlah pilot di Indonesia ada 5.700 orang di luar calon pilot (siswa penerbang). Oleh sebab itulah FPI memandang penting melakukan “urun rembuk” dengan Asosiasi Sekolah Penerbang Indonesia di Gedung Garuda Indonesia, Jl Gunung Sahari, Jakarta. Dalam pembicaraan tersebut, diharapkan FPI mampu menampung lulusan sekolah-sekolah penerbang yang semakin banyak jumlahnya. Para pilot yang ada di FPI bukan hanya untuk Garuda, tetapi untuk semua maskapai. (Dnn)

Helikopter Airfast Jatuh

M

(Foto: Dok. FPI)

NDUSTRI penerbangan di tanah air semakin menggeliat di saat dirgantara dunia lesu. Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan maskapai baru maupun pemesanan pesawat-pesawat terbaru. Selain itu
Air Baltic registrasi YL-BBE B737-53S (Foto: FokkerAMS flickr)

I

juga diimbangi dengan permintaan dari masyarakat pengguna jasa transportasi udara. Namun apa pun kemajuannya, menurut Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI) Capt. Hasfrinsyah

ASKAPAI penerbangan Airfast Indonesia tanggal 17 Maret lalu kehilangan kontak dengan Helly Bell miliknya yang bernomor registrasi PK-ODA. Saat itu heli tersebut tengah dipiloti Sri Krisnan asal India warga negara New Zealand dari Wanagon menuju Tembagapura. Petugas berhasil menemukan bangkai heli Minggu 18 Maret sekitar pukul 07.44 WIT, di Mile 74 areal tambang milik Freeport Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dari data yang dihimpun, heli ditemukan dalam kondisi hancur. Seperti yang dikutip dalam bintangpapua.com bahwa Heli ditemukan di titik koordinat 04 07' 35 S, 137 05' 39 “ E dalam kondisi hancur. (*)

air Baltic Mengucurkan $ 416,4 Juta Program Restrukturisasi

M

askapai airBaltic (BT/BTI) mengimplementasikan rencana perbaikan internal kondisi perusahaan untuk mempertahankan keuntungan dan pembangunan jaringan penerbangan di hub Riga Utara. Program ini bertujuan untuk mengurangi biaya sebesar 16% yang meliputi modernisasi

armada, optimalisasi biaya, efisiensi operasional, peningkatan pendapatan dan perbaikan rute. CEO airBaltic Martin Gauss mengatakan kepada ATW daily news di Berlin bahwa maskapai ini telah mencapai "pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam beberapa tahun terakhir. "Kami mengalami kerugian terbesar dalam sejarah

kita tahun 2011, sekitar € 100 juta ($ 131.200.000), dan kita harus menyadari hasilnya akan lebih menyusut," tambahnya. Pada bulan Desember 2011, pemerintah Latvia telah mengakuisisi saham 47,2% Air Baltic yang sebelumnya dipegang oleh Baltijas Aviacijas Sistemas (BAS). Air Baltic melayani 60 tujuan dengan armada enam Boeing

737-500, delapan Boeing 737300, dua Boeing 757-200, sepuluh Fokker 50 dan delapan Bombardier Q400 NextGens. ”Rencananya sebagai solusi sementara, kami akan memperkenalkan sewaan Airbus A319 atau Boeing 737 Next Generation untuk dapat mengurangi bahan bakar sebesar 15% sampai kita mendapatkan pesawat sendiri," katanya.

Batavia Pembawa Turis China Tergelincir di Sepinggan
ATAVIA AIR, maskapai dengan tagline “trust us to fly” ini 12 Maret lalu tergelincir hingga keluar landasan pacu (over run) di Bandara Sepinggan, Balikpapan saat melakukan transit dari Ngurah Rai Denpasar dan akan melanjutkan ke Ghuangzhou, China. Roda belakang pesawat terbenam 30-40 cm ke aspal runway end safety area (RESA). Pasca terperosoknya Batavia Air (Y6/BTV) itu runway sepanjang 2.500 meter selama dua hari tidak bisa digunakan, dan yang bisa digunakan hanya 2.040 meter. Menurut Kusaidi Manajer

B

Pesawat A320 dengan registrasi PK-YVE milik Batavia Air berada di apron bandara sepinggan setelah berhasil dievakuasi (Foto: Tom)

Operasional Sepinggan saat dihubungi AVIASI, bahwa pesawat baru bisa ditarik setelah menunggu jack/dongkrak untuk Aribus 320. Batavia Air lambat mengirimkan alat itu ke Sepinggan. A320 yang digunakan Batavia Air itu mengangkut 177 wisatawan China. "Tidak ada korban. Penumpang semua sudah berada di ruang tunggu," kata Guntur, Airport Duty Manager Bandara Sepinggan seperti dikutip kompas. com. Selanjutnya penumpang diterbangkan dengan armada Batavia Air yang lainnya sekitar pukul 19.40 WITA. (Sat)

Lintas Aviasi
Lufthansa Boeing 747-8I (Foto: aviationnews.eu)

Aviasi l April 2012 l 7

Lufthansa Perkenalkan Pertama 747-8I
UFTHANSA (LH/DLH) akan mengambil lima pesawat Boeing 747-8 Intercontinental tahun ini sebagai bagian dari program modernisasi terbesar armada dalam sejarahnya. LH adalah maskapai penumpang pertama yang mengoperasikan B747-8I. Mereka mengharapkan pengiriman pertama pada akhir April untuk digunakan pada layanan dari Frankfurt ke Pantai Timur AS dan India. Selain itu, LH juga akan

L

mendatangkan pesawat pertama dari empat Airbus A330-300 yang telah dipesan 30 September 2011 lalu seperti yang dilansir dalam ATW Daily News. Di Amerika Serikat 19 Maret lalu, maskapai ini juga memperkenalkan kelas bisnis dengan tampilan kursi baru untuk penerbangan jarak jauh di setiap armadanya. Kursi baru yang dilengkapi tempat tidur dengan panjang 1,98 meter ini, akan diperkenalkan pertama di armada 747-8I.

Tampilan kursi baru menjadi komponen utama investasi Lufthansa dalam upaya menggaet pelanggan di pesawat bertingkat tersebut. "Pemasangan di seluruh armada untuk jarak jauh yang lebih dari 100 pesawat diperkirakan akan memakan waktu empat tahun," kata anggota dewan Lufthansa Jens Bischof kepada ATW . "Pada 2012 bersama-sama kita akan investasi senilai € 1,8 miliar," tambahnya. (*)

Kingfisher Pangkas Penerbangan Internasional

INGFISHER Airlines (IT/ KFR) saat ini tengah berjuang untuk bertahan dalam industri penerbangan. Maskapai dengan basis di Bangalore ini terhitung mulai Rabu, 14 Maret 2012 telah membatasi rute internasional. "Kami ingin menegaskan bahwa kita membatasi operasi widebody

K

Kingfisher Airlines A330-200; VT-ALS (Foto: Aero Icarus flickr)

kami di luar negeri yang sedang mengalami kesulitan," kata juru bicara Kingfisher Prakash Mirpuri dalam sebuah pernyataan. "Untuk tujuan ini kami telah mengembalikan satu Airbus A330-200 ke lessor di Inggris, tindakan positif ini sedang diambil di semua lini untuk memotong biaya," tambahnya.

Perusahaan penerbangan di India ini tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang biaya penerbangan yang dipotong. Dalam beberapa pekan terakhir ini Kingfisher telah mengoperasikan setengah jadwal penerbangan dari frekuensi semula seperti ke Dubai, London Heathrow, Singapura, Hong Kong dan Bangkok. Hal lain yang menjadi kendala seperti yang dilansir dalam ATW daily news bahwa Kingfisher telah diperingatkan oleh IATA pekan lalu karena belum melunasi biaya. Selain itu, banyak karyawan yang belum dibayar, termasuk pilot. "Situasi ini timbul sebagai konsekuensi dari rekening bank kami yang telah dibekukan oleh otoritas pajak," kata Mirpuri. (*)

Permintaan Pesawat di Regional Rusia

Saratov Airlines (SARAVIA), Yak-42D (Foto: joseluiscel flickr)

O

Debut India Aviation Show

India Aviation Show (Foto: aerospacediary.blogspot.com)

INDIA menggelar International Exhibition and Conference on Civil Aviation yang ketiga pada 14-18 Maret 2012 lalu. Event dirgantara yang diselenggarakan Departemen Perhubungan Udara dan FICCI (Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry) itu dibuka

oleh Menteri Penerbangan Sipil Ajit Singh. Produsen terkemuka pesawat sipil dunia mengambil bagian dalam acara besar tersebut seperti Airbus, Boeing, Bombardier, Dassault, Embraer, Gulfstream, Hawker Beechcraft, Piaggio Aero, UAC

Sukhoi, dan Irkut Beriev Aircraft Company untuk memamerkan produk terbaiknya. Boeing 787 Dreamliner pertama kali ditampilkan di India. Boeing berharap pesawat ini menjadi armada Air India akhir tahun ini. Dreamliner pertama dicat warna khas Air India dan mendarat pada malam pertunjukan dan dipamerkan selama tiga hari. Sejumlah produsen helikopter yang mengincar pasar India juga hadir dalam pameran itu, seperti Augusta Westland, Bell Helicopter Textron, Eurocopter dan UTC-Sikorsky Aircraft yang bekerja sama dengan Tata Advanced Systems Limited.

perator penerbangan Rusia sedang beralih ke pabrikan pesawat Kanada untuk menggantikan armada produk Soviet. Salah satunya Saravia Airlines (6W/SOV) akan menyewa tiga Bombardier Q400. Ilyushin Finance Co akan membiayai kesepakatan leasing Q400 ini, sehingga diharapkan segera memiliki sertifikasi dari Rusia Interstate Aviation Committee Aviation Register (IACAR) pada bulan Mei mendatang. Seperti yang diinformasikan dalam ATW daily news, bahwa kawasan Rusia sedang membutuhkan alat transportasi guna menunjang lonjakan barang dan penumpang. Varian tipe pesawat tersebut dipilih terutama karena mampu mendarat di bandara dengan landasan pacu pendek. Pada tahun 2011, Bombardier CRJ200 menjadi salah satu pesawat paling populer di antara perusahaan Rusia, di mana hampir 50 telah dioperasikan. (*)

8 l Aviasi l April 2012

Bisnis Aviasi

Avia Cargo:

Jamin Aman dan Tepat Waktu
ELUM lama ini, tepatnya 16 Maret 2012, PT Adhya Avia Prima melakukan penandatanganan kerjasama baru dengan Garuda Indonesia di gedung GMF, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang. Pihak Garuda Indonesia dihadiri Vice President Corporate Security, Muhammad Nur, Manager Quality Control Risk Analys, Suprayetno, dan Presiden Direktur PT Adhya Avia Pratama, Triyosowati. Sebagai perusahaan cargo udara yang berkantor di Ruko Taman Mahkota Blok A2/2, Jl. Husein Sastra Negara, Rawa Bokor, Kecamatan Banda, Tangerang memiliki visi untuk membentuk jaringan kerja layanan jasa transportasi yang solid, terpadu dan secara berkelajutan melebarkan daya jangkau untuk melayani lebih banyak pelanggan sekaligus menjaga kepuasan pelanggan. Selain itu, misi Avia Cargo adalah memberikan pelayanan keamanan dan jaminan tepat waktu dalam jasa pengiriman cargo/dokumen dan paket. Melayani pelanggan dengan suasana yang lebih ramah, nyaman dan profesional. Menciptakan hubungan usaha yang kondusif,

B

saling menguntungkan antar jaringan usaha dan mitra kerja dalam skala lokal, nasional dan internasional. Dan berkomitemen untuk memberikan layanan dengan standar tinggi di dalam industri jasa pengiriman dan tranportasi. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2003, adalah perusahaan yang menerapkan tehknologi jasa transportasi terkini dengan jiwa profesionalisme, sehingga didapat sistem pengiriman yang efektif, efisien, handal dan tepat waktu dalam memberikan layanan jasa pengiriman. Sebagai GSA Citilink Garuda, dan Agent Cargo dari beberapa maskapai penerbangan nasional, Avia Cargo menjadi perusahaan muda yaang dapat diandalkan dalam menciptakan hubungan kerjasama bisnis angkutan (khususnya udara) di skala nasional dan internasional, perkembangan perusahaan telah menghasilkan kepercayaan dari institusi pemerintah maupun swasta, sehingga komunitas bisnis banyak yang mempercayakan kerjasama operasi dalam mencapai tujuannya. Dengan prinsip “Touch n Go”, kini Avia Cargo memiliki cabang yang tersebar di Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Makasar, Banjarmasin, Batam dan Medan.

Wajar saja, dengan kekuatan sumber daya manusia yang berdeikasi dan terpilih didukung sistem pelatihan yang berkesinambungan menjadikan tim Avia Cargo lebih profesional dalam tugas. Sinergi kerja yang kondusif dan positif mendajikan SDM Avia Cargo memiliki kesamaan visi dalam tim untuk menunjang misi-misi perusahaan di kemudian hari. Dalam menajemen, dengan fungsi

administrasi yang jelas, memudahkan menajemen melaksanakan fungsi kontrol dan pelaporan dalam hal tanggungjawab untuk memecahkan semua tantangan kebutuhan jasa pengiriman dan angkutan logistik yang diberikan pelanggan. Peningkatan proses manajemen akan tetap menjaga fleksibilitas perusahaan dalam menggapai kepuasan pelanggan. (*)

Air France-KLM Akuisisi Alitalia

M

ASKAPAI penerbangan Air France KLM (AF KLM) tahun 2013 mendatang bakal melakukan akuisi dengan membeli Alitalia (AZ) melalui penukaran saham. Seperti dilaporkan dalam La Tribune, belum lama ini, AZ melaporkan rugi bersih 2011 sebesar € 69 juta ($ 92.900.000), meningkat 58,9% dari defisit € 168.000.000 pada tahun 2010. Namun, dengan menggunakan saham yang diperdagangkan sekitar € 4 ($ 5,27), maka diharapkan

perusahaan akan mengalami keuntungan.. AF-KLM mengumumkan membeli kepemilikan saham sebesar 25% di AZ pada awal 2009. AF- KLM juga memperoleh pilihan untuk membeli saham tambahan setelah tahun 2013. AF-KLM sebagai perusahaan merger terbaik pada tahun 2004. Untuk itu, AF-KLM ingin menggunakan mekanisme yang sama di Alitalia untuk

memperbaiki kondisi keuangan, tetapi “jika harga saham tetap pada tingkat sekarang, operasi penerbangan tidak mungkin,” kata seorang sumber perusahaan kepada La Tribune. Ditambahkan bahwa beberapa analis keungan memperkirakan pemegang saham Alitalia kemungkinan akan memilih

uang tunai atas saham dari sebuah maskapai penerbangan yang mengalami kerugian. (*)

Alitalia A319 (Foto: francescoOnair. flickr)

Garuda Indonesia registrasi PK-GPA A330-341 (Foto: flyteam.jp)

Aviasi l April 2012 l 9

GMF Pertama Lakukan D03-Check A330 di Kawasan Regional
MF AeroAsia berhasil melaksanakan perawatan atas D03-Check pesawat A330 pertama di kawasan regional. Selain menjalani perawatan D03-check, pesawat A330 Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GPA ini juga menjalani modifikasi frame 53. Garuda Indonesia merupakan salah satu operator pesawat A330 pertama di dunia. “Keberhasilan melakukan D03-Check pesawat A330 ini merupakan lompatan besar bagi GMF,” kata Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budihadianto. Menurut Richard Budihadianto, untuk memiliki kemampuan D03-Check pesawat A330, GMF melakukan pengembangan yang terkait infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia sejak satu tahun lalu. Persiapan ini untuk mengantisipasi pekerjaan overhaul pesawat A330 Garuda yang berjumlah 14 unit. Selama ini, untuk pekerjaan overhaul (D01 dan D02-

G

Check) pesawat A330, Garuda harus mengirimkan ke luar negeri seperti Swiss, Malaysia, dan Singapura. Sejumlah perusahaan MRO seperti Swiss Air Technic, ST Engineering, HAECO merupakan MRO yang telah memiliki kapabilitas overhaul pesawat A330. Tapi, perusahaan MRO itu baru melakukan pekerjaan besar untuk pesawat A330 hingga

D02-Check. GMF menjadi yang pertama di kawasan regional yang melakukan D03-Check. “Pencapaian ini merupakan bukti bahwa kemampuan GMF setara dengan MRO global yang lain,” katanya. Kapabilitas D03-Check ini bisa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan GMF kepada pasar perawatan pesawat. Keberhasilan

melakukan D03-Check ini membuat GMF semakin diperhitungkan di Asia Pasifik. “GMF tumbuh sebagai kekuatan baru di Asia Pasifik dengan kapabilitas ini,” katanya. Peluang GMF meningkatkan serapan pasar dari kawasan Asia Pasifik semakin besar seiring penambahan kapabilitas yang baru. (*)

Subsidi untuk Penerbangan Perintis
(Foto: Tom)

P

ENERBANGAN perintis memberikan sinyal yang bagus bagi industri penerbangan tanah air. Pemerintah tahun ini memberikan subsidi 30% hingga 40% biaya operasional bagi maskapai yang membuka jalur penerbangan perintis. Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa tahun 2012 pemerintah memberikan subsidi untuk membantu penerbangan

di daerah terpencil, total subsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk penerbangan perintis mencapai Rp 279,19 miliar. Dana sebesar itu di antaranya untuk penggantian bahan bakar avtur sebesar Rp 17,27 miliar. Ada 18 maskapai yang ikut tender dalam penerbangan perintis 132 rute. Hasilnya enam perusahaan penerbangan memenangi tender di 17 provinsi, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya tujuh maskapai.

Maskapai Nusantara Buana Air (NBA) berhasil mendapatkan kontrak terbanyak dengan nilai Rp 83,3 miliar untuk 32 rute perintis. Kemudian disusul Merpati Nusantara Airlines (MNA) senilai Rp 70 miliar (40 rute), PT Sabang Merauke Air Raya Charter (SMAC) Rp 38,3 miliar (17 rute), PT Trigana Air untuk Rp 17,6 miliar (11 rute), dan PT Aviastar Mandiri sebesar Rp 10,9 miliar (4 rute), sedangkan Susi Air memperoleh 15

rute senilai Rp 44 miliar. Layanan rute perintis ini terutama di Pulau Sumatera, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Maskapai menggunakan pesawat-pesawat kecil, di antaranya jenis Cessna, helikopter, Cassa 212, Twin Otter, bahkan rencananya pesawat produk dalam negeri N219 juga siap menjadi moda transportasi perintis yang akan digunakan oleh beberapa perusahaan lokal. (*)

10 l Aviasi l April 2012

Seremonia AirAsia Indonesia Rayakan 100% Airbus

Perayaan 50 Tahun Penerbangan ke Negeri Sakura

Jajaran Manajemen GA dalam acara 50 tahun penerbangan ke jepang (Foto: Tom)

M

ASKAPAI flag carrier Indonesia menggelar acara 50 tahun penerbangan ke Jepang. Peringatan tersebut ditandai dengan melepas rute Jakarta-Tokyo jadwal keberangkatan 23.30 WIB menggunakan pesawat A330-300 nomor penerbangan GA 884 oleh Senior General Manager Area Western Indonesia Garuda Indonesia, Suranto, di Gate E7 Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam perayaan tersebut tampak meriah. Sejak penumpang mulai check in, banner peringatan 50 tahun rute Jepang menyambut penumpang datang. Disusul dua wanita cantik berbalut kimono, mereka mempersilakan para

penumpang yang memasuki ruang tunggu keberangkatan. Pelanggan setia Garuda Indonesia diberikan suvenir dan dipersilakan menikmati hidangan yang telah disiapkan. Menurut Senior GM Area Western Indonesia Garuda Indonesia Suranto, acara peringatan ini merupakan upaya untuk semakin meningkatkan pasar Jepang. Negeri sakura ini merupakan pasar yang sangat penting bagi Garuda Indonesia. “Penerbangan pertama kalinya yang dilaksanakan 50 tahun lalu oleh Garuda Indonesia ke Jepang memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara, ” kata Suranto dalam rilis tertulisnya. Dalam sejarahnya, penerbangan

pertama Garuda Indonesia ke Negeri Sakura dilaksanakan 13 Maret 1962 dengan rute Bandara Kemayoran, Jakarta menuju Bandara Haneda, Tokyo melalui Hong Kong. Saat itu penerbangan perdana menggunakan jenis pesawat Lockheed L-118 Electra dengan konfigurasi kurang lebih 100 seat dan diterbangkan oleh Pilot In Command (PIC), Alm Capt A. Muthalib, Alm Capt Jusman Repon dan Capt Roekanto Jokomono. Selain penerbangan ke Tokyo tahun 1990, Garuda Indonesia melayani rute Jakarta-Nagoya dengan pesawat DC 10, dilanjutkan inagurasi Jakarta–Osaka pada tahun 1994 yang dilayani armada DC 10. (Pri)

ASKAPAI afiliasi AirAsia di Indonesia, tanggal 6 Maret 2012 lalu mulai mengukir sejarah barunya, yaitu menghentikan armada Boeing 737-400 dan 100% resmi mengoperasikan 17 unit pesawat Airbus 320. Adapun pengoperasian single fleet (satu tipe pesawat) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional maskapai. Dharmadi, Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia menyampaikan bahwa kebijakan 100% Airbus dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga 15%. Mengingat bahan bakar merupakan komponen pengeluaran terbesar bagi sebuah maskapai, hal ini tentu berdampak positif terhadap tingkat profitabilitas perusahaan. “Sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat, kami berupaya untuk senantiasa menyediakan jasa penerbangan yang aman dan nyaman dengan harga terjangkau. Untuk itu, kami mengandalkan Airbus A320 yang tak hanya nyaman, namun juga hemat bahan bakar,” ujar Dharmadi dalam acara peresmian 100% Airbus di Terminal Bandara Haji, Bandara Soekarno-Hatta. AirAsia Indonesia berencana untuk mengoperasikan 34 unit Airbus A320 hingga tahun 2015. Penambahan armada ini tentu diiringi dengan perencanaan bisnis yang matang; mulai dari analisis pasar, pengelolaan sumber daya manusia, hingga inovasi dan teknologi yang mendukung,” lanjut Dharmadi. (Dnn)

M

AirAsia Rayakan 100% Airbus (Foto: Dok. AirAsia)

Terbang Perdana A380 Thai Airways

F

Thai Airways A380 (Foto: airbus)

LAG carrier Thailand "Thai Airways" menerima pesawat Airbus 380 pertama setelah menjalani perakitan badan pesawat dan pengetesan sistem di Toulouse, Prancis untuk innaugural flight 6 Maret 2012 lalu. Selama lebih dari empat jam penerbangan, si super jumbo tersebut mendarat di Hamburg, Jerman, karena harus menjalani tahap instalasi kabin dan pengecatan. Thai Airways International

memesan sebanyak enam A380 yang akan diterima secara bertahap mulai kuartal ketiga tahun 2012 ini dan menjadi maskapai kesembilan yang mengoperasikan A380. Pengoperasian armada terbaru tersebut, karena Thailand terutama Bangkok memiliki potensi wisata yang mampu mengundang banyak wisatawan. (*)

Aviasi l April 2012 l 11

C

Citilink Perkuat eksistensi
spesial kepada pelanggan yang membeli tiket dengan bunga 0% dan mendapatkan cashback selama event berlangsung, terutama untuk pemegang BNI cardholders. Guna memberikan kenyamanan kepada para pelanggan, Citilink juga menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta dan dari Surabaya, yaitu: • Jakarta–Medan (5x), JakartaBatam (3x), Jakarta-Banjarmasin (2x), Jakarta–Balikpapan (2x), Jakarta–Surabaya (8x), Jakarta– Denpasar (4x). • Surabaya–Jakarta (8x), Surabaya– Banjarmasin (4x), SurabayaBalikpapan (3x), SurabayaDenpasar (6x). Harga khusus berlaku untuk pembelian tiket lewat online di www.citilink.co.id melalui booth Citilink untuk perjalanan mulai 1 Mei–31 Mei 2012. Promo hanya berlaku pada saat BNI Travel Fair berlangsung. (Dnn)

ITILINK terus berusaha semakin eksis di bidang jasa penerbangan berbiaya murah (low cost carrier-LCC). Maskapai yang merupakan unit usaha strategis PT Garuda Indonesia ini pun pada 22-25 Maret merasa perlu berpartisipasi dalam acara BNI Travel Fair di Atrium Mall Taman Anggrek, Jakarta. Sejak Agustus 2011, Citilink telah meluncurkan strategi pembaruan nama sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan dan reputasi sebagai LCC kelas dunia dan menjadi maskapai paling terdepan di Indonesia. Citilink pernah meraih penghargaan sebagai maskapai berbiaya rendah terunggul 2011/2012 pada 11 November 2011 dalam Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA). Penghargaan itu diperoleh setelah panitia melakukan angket kepada publik secara online. Citilink juga

Suasana booth Citilink di BNI Travel Fair (Foto: Dok. Citink)

mendapatkan penghargaan sebagai maskapai terbaik dalam melakukan kampanye pemasaran dalam ajang The Budgies and Travel Awards 2012. “Citilink telah menjalankan sejumlah kampanye marketing dengan pendekatan baru, dalam rangka peluncuran kembali brand Citilink,” kata Aristo Kristandyo, SM Marketing & Communication Citilink. Melanjutkan program promo

Citilink yang dilaksanakan di Balikpapan, Banjarmasin, dan Makasar, Citilink kembali berpartisipasi dalam acara BNI Travel Fair. Di arena itu konsumen Citilink bisa mendapatkan harga promo mulai dari Rp 159.000 untuk semua rute Citilink (Jakarta, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, Batam). Bekerja sama dengan Bank BNI, Citilink memberikan penawaran

Sorotan dalam Seminar Hukum Penerbangan

H

UKUM penerbangan sangat diperlukan bagi regulasi industri dirgantara di Indonesia. Dilatarbelakangi kenyataan ini, Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) melaksanakan Seminar Hukum Penerbangan 21 Maret lalu di kampus tersebut. Seminar mengangkat tema “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Sebagai Pilar Peningakatan Keselamatan Penerbangan Indonesia.” Seminar dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Udara RI. Seminar dihadiri oleh mahasiswa dan nonmahasiswa UPH, menghadirkan pembicara Hemi Pamurahardjo (Kepala Sub Direktorat Angkutan Udara Berjadwal), Chappy Hakim Marsekal TNI Purnawirawan, Prof. Dr. K. Martono, S.H, L.L.M Guru besar Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, Bono Danu Adji Partner Lawliren Assegaf Hamzah&Partners, Perwakilan Garuda Indonesia dan Adrianus Darmawan selaku moderator. Salah satu yang perlu mendapat

perhatian ialah apa yang diungkapkan Chappy Hakim. Dia mengatakan, “Menyoroti kondisi dunia penerbangan kita saat ini terutama dalam sektor yang sangat menentukan yaitu SDM, sebenarnya sudah sangat memprihatinkan. Gambar suram dengan mudah dapat kita peroleh dari berita-berita yang beredar akhir-akhir ini.” Salah satu hal yang cukup menarik adalah sebagai berikut: Bekas pilot Lion Air, Prayudi Budi Swasono dihukum harus membayar denda sebesar Rp 28 miliar kepada Lion Air. Prayudi dihukum karena mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerjanya habis. Keputusan ini langsung mendapat kecaman dari organisasi buruh. “Harusnya hakim juga memperhatikan nilai keadilan ekonomi.” Selain bahasan tersebut, Hemi Pamudiharjo mengupas tentang kebijakan angkutan udara yang keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama. Bono Daru Adji menyampaikan tentang padat modal dan pemegang saham bagi sistem transportasi nasional, terutama penerbangan.

Chappy Hakim dalam presentasi acara seminar hukum penerbangan (Foto: Fakultas Hukum UPH)

Prof. Martono menyampaikan hukum penerbangan itu lama atau cepat segera datang, ”kita harus berpikir secara nasional jangka panjang bukan berpikir secara

pribadi.” Maskapai itu, katanya, harus memenuhi aturan UU, misalnya wajib memiliki 10 armada, 5 milik sendiri dan 5 merupakan sewa. (Dnn)

12 l Aviasi l April 2012

Laporan Utama

Harga Minyak Melambung,

H

Maskapai Limbung
bisa bertahan. AirAsia X dengan afiliasinya langsung memutuskan menghentikan penerbangan jarak jauh sejak 12 Maret lalu. Penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Christchurch, Selandia Baru langsung dihentikan. AirAsia akan lebih berkonsentrasi pada pasar-pasar utama. Penghentian penerbangan rute Christchurch itu merupakan upaya lanjutan dari berbagai langkah yang sebelumnya telah dilakukan, seperti penghentian penerbangan ke Eropa dan India. Langkah drastis itu diambil semata-mata, apalagi kalau bukan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional menyusul melambungnya harga minyak dunia. Azran Osman-Rani, CEO AirAsia X mengungkapkan sejak diluncurkan pada April 2011 lalu, rute Kuala Lumpur–Christchurch sebenarnya menunjukkan performa yang baik dari segi permintaan, dengan tingkat keterisian yang hingga hampir 80% di tahun 2011. Namun, katanya berterus terang, rute Christchurch terkena imbas dari efek domino peningkatan harga bahan bakar avtur jet. Sejak rute tersebut dilayani AirAsia, harga avtur jet meningkat

Air Berlin A319-112 registrasi D-ABGS (oscar von Bonsdorff) flickr

ARGA minyak mentah dunia belakangan ini terus ”menarinari” tak tentu arah membuat pihak-pihak yang berkepentingan miris. Sejumlah maskapai kelas dunia pun mulai mengurangi rute penerbangan, bahkan menghentikan operasi, karena bahan bakar utama pesawat, avtur, ikut melambung tinggi. Hingga laporan ini disusun, harga minyak mentah dunia telah merangsek ke kisaran US$ 125 dolar per barel. Kali lain turun ke US$ 110 per barel, tapi beberapa hari kemudian naik lagi menjadi US$ 126. Yang pasti ”tari-tarian” harga minyak itu dalam tiga bulan terakhir tak pernah di bawah US$ 100 per barel. Pihak yang paling tak diuntungkan dengan ”tarian gila” harga minyak itu adalah industri penerbangan. Ibarat bermain tinju, banyak di antaranya yang terkena ”hook” harga minyak tersebut. Wujudnya ada yang kepalanya terasa berputar-putar, ada pula yang langsung terjatuh dan limbung. Ibarat burung yang tengah asyik terbang, tiba-tiba tertembak pemburu dan jatuh ”kleper-kleper”. Putar otak untuk atur strategi operasi adalah salah satu cara yang diambil sejumlah maskapai agar

hingga 30%, dan terus berada di level yang sangat tinggi hingga saat ini. ”Tingginya biaya bahan bakar mempengaruhi kemampuan kami untuk menawarkan tarif kursi penerbangan ekstra hemat yang menjadi andalan kami selama ini,” katanya. Setelah dikalkulasi dengan biaya operasional tahun lalu, maskapai Air Berlin (AB) juga mengalami kerugian hingga € 271.800.000 (US$ 358.200.000). Angka kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan kerugian tahun 2010 senilai € 97.200.000. Daripada terus tekor, Air Berlin memutusan bergabung dengan Oneworld pada 3 Februari 2012. Kerugian yang dialami AB pada 2011 di samping karena pajak, harga bahan bakar yang tinggi, musim dingin yang parah di Eropa, juga musim semi di Arab serta ancaman pemogokan serikat pekerja. CEO Air Berlin Hartmut Mehdorn berterus terang beban berat yang paling dirasakan AB adalah harga BBM yang terus melambung. Cathay Pacific (CX) yang berpusat di Hong Kong juga kelimpungan dengan “tarian” harga minyak mentah dunia yang pastinya berimbas kepada harga bahan bakar untuk

pesawat-pesawatnya. Dari hasil analisis, pendapatan usaha Chatay memang naik 9,9% menjadi HKD 98,4 miliar pada 2011, tapi biaya operasionalnya melonjak 19,4% menjadi HKD 92,9 miliar dan biaya bahan bakar naik 37,5% menjadi HKD 38,88 miliar. CEO CX Christopher Pratt berterus terang, “Setelah mencapai rekor di tahun 2010, kami menghadapi sejumlah tantangan besar di 2011 seperti ketidakstabilan ekonomi global, lemahnya pasar kargo udara, pengurangan hasil panen dampak bencana alam di Jepang dan Thailand, kerusuhan di Timur Tengah dan harga bahan bakar jet yang terus tinggi.” Ke depan, Pratt berharap tekanan semakin berkurang, baik untuk layanan kelas ekonomi maskapai ini, maupun bisnis kargo. Untuk ini, Harga “kami akan lebih rinci dalam mengelola biaya dengan tidak mengorbankan kualitas produk dan layanan atau investasi jangka panjang strategis dalam bisnis,” katanya. Laba operasional Lufthansa juga terpengaruh, turun hampir 20% menjadi € 820.000.000 ($ 1.070.000.000) pada tahun 2011. Selain diakibatkan pajak

Aviasi l April 2012 l 13

kata Md Nor Yusof Md, ketua Malaysia Airlines. Seperti dilansir kantor berita Associated Press, sebenarnya pendapatan Malaysia Airlines tumbuh 8% pada April-Juni 2011. Tapi prosentase pertumbuhan itu tak sebanding dengan dana yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar yang total meningkat menjadi 41%. Kini Malaysia Airlines bakal merestrukturisasi bisnisnya. Maskapai Southwest Airlines (SWA) juga mengalami kerugian

gara-gara harga BBM yang terus melambung. Menurut Senior VP-Keuangan SWA, kenaikan harga avtur menjadikan perusahaan mengalami krisis dalam kuartal pertama tahun 2012 ini. Seperti dilansir ATW Daily News, dia mengatakan perkiraan SWA, kuartal pertama biaya bahan bakar per gallons akan menjadi $ 3,50, sekitar 4,5% lebih tinggi daripada yang diantisipasi Januari lalu. ”Kenaikan bahan bakar adalah rintangan yang signifikan bagi kami,”

katanya. Garuda Indonesia juga telah menghentikan penerbangannya ke Amsterdam Belanda sejak beberapa bulan lalu. Di samping untuk penghematan menyusul naiknya avtur, rute ke Amsterdam belakangan ini tidak terlalu ramai. Frekuensi penerbangan ke Jepang pun telah dikurangi. Apa mau dikata, inilah berbagai cara yang bisa dilakukan guna mengantisipasi tidak menentunya harga minyak dunia. (Dnn)

penerbangan yang tinggi, maskapai asal Jerman ini juga pusing tujuh keliling dengan harga bahan bakar yang tinggi. Tak malu-malu, Lufthansa pada 14 Maret lalu mengumumkan rugi bersih sebesar € 13.000.000 ($ 17.000.000). CEO Lufthansa Christoph Franz saat konferensi pers di Frankfurt mengatakan, harga bahan bakar meningkat 25% menjadikan margin keuntungan maskapai turun hingga € 5,8 miliar. Dia memerkirakan biaya bahan bakar pada tahun 2012 ini akan meningkat dari € 1,2 miliar menjadi € 7,5 miliar. Ibarat petinju, masapai Malaysia Airlines sudah megap-megap di sudut ring gara-gara dihantam harga minyak. Saham Malaysia Airlines merosot setelah perusahaan penerbangan itu ”krisis”. Sahamnya jatuh sebanyak 5,6% dan harganya cuma 1.350 ringgit di Bursa Malaysia. Ini terjadi setelah perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar 2.5bn Ringgit Malaysia ($ 841 miliar) tanggal 31 Desember 2011. Hitung punya hitung, biaya untuk keperluan bahan bakar pesawat milik Malaysia Airlines meningkat 21% sepanjang tahun lalu, ”sehingga perusahaan ini benar-benar krisis,”

14 l Aviasi l April 2012

H

Naikkan Tarif? Tidak Gampang
operasi maskapai penerbangan sebesar 20 persen dalam tiga bulan berturut-turut, maka barulah maskapai diizinkan untuk mengenakan fuel surcharge. Pasalnya, harga avtur yang kini dijual Pertamina masih di bawah angka yang dipatok regulator sebagaimana tertuang di dalam keputusan menteri perhubungan. Apa boleh buat, maskapai-maskapai di sini pun harus bersabar dengan berbagai risiko. perusahaan minyak asing di luar negeri. “Sebanyak 74% avtur kita berasal dari Pertamina, sedangkan sisanya berasal dari bandara-bandara di luar negeri,” katanya. Nah, silakan hitung sendiri, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan perusahaan BUMN ini jika harga avtur terus merangkak naik. Mau menaikkan tarif, serba salah, sebab sampai sedemikian jauh, tarif yang diberlakukan Garuda – jika dibandingkan maskapai lain – sudah masuk dalam katagori premium alias selangit. Sebelumnya, Elisa Lumbantoruan, Direktur keuangan Garuda Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan avtur biasanya diakali dengan menerapkan beban biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Untuk penerbangan rute internasional biasanya fuel surcharge tinggal disesuikan dengan kenaikan avtur, sedangkan rute dalam negeri diakui agak berat mengakalinya, sebab besar harga sudah ditentukan oleh aturan. Sampai saat ini sedikitnya terdapat 319 maskapai flag carrier, sehingga beban operasional bisa mencapai antara 25-37% setiap harinya dengan total satu miliar rupiah. Harga avtur saat ini naik 3,2% dari Rp 9.400 pada dua bulan lalu menjadi Rp 9.702 per liter untuk harga saat ini. Kenaikan harga avtur ini mengacu pada harga avtur yang ditetapkan PT Pertamina. “Kami mencoba mengakali dengan melakukan alokasi subclass dalam penawaran harga tiket. Jika avtur makin naik, biasanya untuk subclass yang murah dikurangi, itu dilakukan setelah basis best fare dinaikkan. Belum lama ini best fare sudah dinaikkan sebesar lima persen,” tambahnya.

ITUNG-HITUNGAN paling sederhana yang bisa dilakukan maskapai di dalam negeri untuk menutup biaya operasi menyusul melambungnya harga avtur adalah menaikkan harga tiket. Gampang di teori, tapi sulit di praktik. Bahasa populernya adalah melakukan fuel surcharge (penambahan biaya). Langkah ini dirasa perlu dilakukan agar industri penerbangan dunia yang sedang dilanda krisis bahan bakar, termasuk Indonesia, tidak semakin kelimpungan. Tapi, ya itu tadi, buat maskapai di Indonesia, kebijakan menetapkan tarif baru tidak semudah orang membalikkan telapak tangan. Pasalnya regulator juga ikut menentukan: setuju atau tidak setuju. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2010 tentang Penetapan Tarif Batas Atas Untuk Angkutan Udara Niaga Berjadwal dinyatakan, jika harga avtur lebih dari Rp 10.000 per liter yang mengakibatkan penambahan biaya

Garuda Indonesia Habiskan Rp 9 Triliun

Garuda Indonesia misalnya, maskapai plat merah ini belanja bahan bakar hingga Rp 9 triliun per tahun atau Rp 25 miliar per hari untuk membeli avtur kepada PT Pertamina dan perusahaan asing di bandara-bandara luar negeri. Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan bahwa kebutuhan 1,1 miliar avtur tersebut, sebanyak 700 juta liter dibeli dari Pertamina, sedangkan sisanya yang 400 juta liter dibeli dari

Aplikasi Fuel Reconcile System

Selain itu untuk mememuhi kebutuhan bahan bakar yang besar, Garuda Indonesia dan Pertamina meluncurkan aplikasi Fuel Reconcile System melalui Fuel Online Garuda (FOGA) dan Online Sales Distribution System (OSDS) Pertamina. Kerja sama ini dalam rangka meningkatkan

Aviasi l April 2012 l 15

(Foto: Tom)

sinergi di antara badan usaha milik negara, serta meningkatkan efisiensi dan akurasi proses penyiapan data dan pembayaran penggunaan avtur oleh Garuda Indonesia. Fuel Online Garuda (FOGA) merupakan aplikasi transaksional yang terintegrasi dengan sistem SAP Garuda yang berfungsi untuk mendata penggunaan fuel secara rinci hingga per rute pesawat, baik dari aspek operasional maupun finansial. Sedangkan Online Sales Distribution System (OSDS) merupakan aplikasi serupa yang digunakan oleh Pertamina unit Aviation untuk memonitor transaksi pengisian bahan bakar yang dilakukan Garuda juga dari sisi operasional maupun finansial. Salah satu fitur yang ada dalam aplikasi FOGA-OSDS yang difungsikan secara khusus sebagai memonitor transaksi dan pelaporan antara Garuda Indonesia dan Pertamina secara daily basis. Menurut Emirsyah Satar, melalui aplikasi FOGA-OSDS,

data pengisian bahan bakar dapat diketahui kedua belah pihak secara real time. Dengan transaksi sebesar Rp 25 miliar per hari atau hingga Rp 9 triliun per tahun, maka verifikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Garuda juga dapat melakukan penghitungan perencanaan penggunaan fuel secara lebih cepat dan tepat. Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina menyatakan bahwa sistem FOGA-OSDS ini dipastikan dapat membuat proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Melalui FOGA-OSDS, kedua perusahaan dapat memonitor transaksi pengisian fuel dan delivery receipt--sebagai bukti pengisian fuel-secara real time. Hal lain, verifikasi sejak awal dapat dilakukan, sehingga proses pencatatan dan penagihan menjadi sangat efektif dan efisien bagi kedua perusahaan.

menyikapi lonjakan harga avtur. Namun Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, tidak mungkin menaikkan harga tiket untuk menutup kenaikan harga avtur, karena bisa berdampak calon penumpang enggan menggunakan angkutan udara. “Kami berusaha terus untuk melakukan efisiensi tanpa melupakan aspek keselamatan,” katanya. Perusahaan yang akan mengoperasikan pesawat pabrikan Embraer ini, dalam jangka waktu satu bulan untuk penerbangan regional dan domestik telah mengonsumsi sekitar 20 juta liter avtur alias memberikan kontribusi 55% bagi seluruh biaya operasional yang dikeluarkan. Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo menyarankan sebaiknya pemerintah tidak menunggu selama tiga bulan sebelum merevisi peraturan tentang besaran avtur sambil melihat perubahan biaya operasi maskapai penerbangan

Sriwijaya Air

Lion Air

Maskapai swasta terbesar yang mengoperasikan jenis Boeing 737900ER ini juga tengah bersiap-siap

sebesar 20 persen. “Kalau harga avtur mencapai Rp 11.000 per liter, siapa nantinya yang akan menanggung selisih seribu rupiah tersebut sebab untuk penerbangan dengan waktu satu jam saja kami harus membeli avtur Rp 4.000 per liter. Tarif batas atas yang ditetapkan dalam aturan sudah tidak bisa menutupi biaya operasi kami, siapa yang akan menanggung selisihnya,” keluhnya seperti dikutip pers. Akan halnya maskapai yang menerapkan kelas LCC (low cost carrier) seperti Indonesia AirAsia. Presiden Direktur Indonesia Air Asia Dharmadi menjelaskan, jika harga avtur sudah melewati 130 dolar AS per barel hal itu bisa menjadi alasan bagi maskapai untuk meminta regulator merevisi batas fuel surcharge yang ada di regulasi. “Saat ini kami menutupi kenaikan harga avtur dari pemasukan ancillary seperti penjualan makanan di pesawat dan memilih kursi,” katanya.(Dnn)

16 l Aviasi l April 2012

H

Galau Menghitung Konsumsi Avtur Pesawat
Tidak bisa tidak – dan ini yang membuat banyak maskapai di sini galau -- PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Aviation kembali menaikkan harga avtur yang dijualnya selama periode 1 Maret-14 Maret. Harga avtur untuk penerbangan internasional di Bandara SoekarnoHatta Cengkareng naik 5,1 persen dari 83,8 dolar AS per liter menjadi 88,1 dolar AS per liter. Sementara harga avtur untuk penerbangan domestik naik 3,7 persen menjadi Rp 8.481 per liter dari sebelumnya Rp 8.173 per liter. Beruntung, Pertamina Aviation telah memiliki jaringan (depot) sehingga penyaluran avtur ke makapai-maskapai tak terganggu, meskipun Pertamina tetap memberikan patokan harga yang berbeda-beda di setiap depot. Data berikut adalah harga avtur yang dipatok oleh Pertamina Aviation di 3 bandara di Indonesia:
Soekarno-Hatta Internatinoal Airport, Jakarta CGk Jet A-1 Prices For international flights ** For domestic flights * Not Into Aircraft Delivery * Packaged product * Avgas Price Packaged product * Methmix Price Packaged product * Ngurah Rai International Airport, Denpasar DPS Jet A-1 Prices 100,60 US Cent For international flights ** per liter For domestic flights * 10.065 IDR per liter/ 109,67 US Cent per liter 13.200 IDR per liter Polonia International Airport, Medan MES Jet A-1 Prices 103,10 US Cent For international flights ** per liter For domestic flights * 10.307 IDR per liter/112,31 US Cent per liter 97,10 US Cent per litre 9.702 IDR per litre/105,71 US Cent per liter 11.627 IDR per liter/126,61 US Cent per liter 00 IDR per drum 00 IDR per drum

ARGA minyak mentah dunia yang melambung tinggi dan pastinya berpengaruh terhadap harga avtur tentu saja membuat galau industri penebangan di dalam negeri. Karena itu pemerintah, sebagaimana diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay, merasa perlu memantau perkembangan harga avtur seiring dengan naiknya harga minyak dunia akibat rangkaian konflik politik di Mesir dan Libia yang menghambat pasokan minyak. Harga minyak dunia memang sulit ditebak. Harga kontrak freight on board avtur di Singapura untuk kawasan Asia Pasifik sempat menyentuh harga tertinggi pada 24 Februari lalu sebesar 130,6 dolar AS per barel, sementara harga terakhir pada 1 Maret sebesar 127,4 dolar AS per barel.

11.627 IDR per Not Into Aircraft Delivery * liter/126,61 US Cent per liter 2.919.400 IDR per Packaged product * drum Avgas Price Packaged product * Methmix Price Packaged product * 00 IDR per liter 5.220.600 IDR per drum

11.627 IDR per Not Into Aircraft Delivery * liter/126,61 US Cent per liter Packaged product * 3.018.400 IDR per drum

Avgas Price Packaged product * 00 IDR per drum Methmix Price Packaged product * 00 IDR per liter
* Government tax is inclusive (not applicable for International Flights) ** Fuel price for International flight is only applicable for outbound flights from Indonesian Airports to overseas *** valid until 31 Mar 2012 (Sumber: Pertamina Aviation)

(Foto: Tom)

(Foto: Tom)

Aviasi l April 2012 l 17

Naik Haji, Naik Pesawat, Naik Tarif
EMENTERIAN Perhubungan hari-hari ini terus akan mengkaji kemungkinan maskapai mengenakan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge untuk rute domestik jika kenaikan harga minyak mentah dunia terus di atas level US$ 100 per barel dalam tiga bulan berturut-turut. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengungkapkan sudah ada alat untuk mengantisipasi kenaikan harga avtur yakni tarif batas atas. Namun jika akibat kenaikan harga minyak mentah dunia terus berlanjut di atas US$ 100 per barel dalam tiga bulan berturutturut, akan ada revisi. Faktanya, ketika AVIASI menurunkan laporan utama ini, harga minyak mentah dunia tetap bertengger di atas US$ 100. Kalau begitu? Kemungkinan maskapai dibolehkan menarik biaya fuel

K

(Foto: Tom)

surcharge penerbangan domestik. “Selama ini fuel surcharge hanya untuk penerbangan internasional,” kata Herry. Oleh sebab itu besar kemungkinan, biaya atau ongkos naik haji akan naik. Disebut-sebut ongkos naik haji (ONH), 52% di antaranya adalah untuk biaya perjalanan, termasuk naik pesawat pergi dan pulang. Pemerintah sendiri, seperti diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali memastikan ONH

tahun ini lebih besar daripada tahun lalu. Harga penerbangan jemaah haji tahun ini US$ 2.010 atau sekitar Rp 17,1 juta. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai itu lebih tinggi US$ 290 atau naik 16,86%. Tahun lalu, biaya penerbangan jemaah haji US$1.720. Dalam komponen biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), ongkos penerbangan jemaah mengambil porsi 52% dari BPIH. Pihak Garuda Indonesia sendiri yang selama ini menjadi penerbangan

resmi naik haji sudah bertekad akan menyesuaikan tarif setelah harga bahan bakar pesawat tidak bisa diajak berkompromi. Berdasarkan hitung-hitungan awal, ongkos terbang ke Tanah Suci itu mengalami kenaikan yang cukup tajam, dari US$ 68 atau Rp 579 ribu per liter pada tahun lalu menjadi US$ 101 atau Rp 861 ribu per liter. Biaya bahan bakar itu berkontribusi 40% pada total biaya operasional penerbangan. Itu belum termasuk biaya komponen lain yang juga naik rata-rata 5%, seperti biaya pendaratan, parkir, dan pajak bandara di Jeddah dan Madinah. “Iktikad kami memang menurunkan ongkos itu, tapi sulit bagi kami,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Nah, apa boleh buat. Naik haji dengan naik pesawat, ya harus bersiap-siap menerima kenyataan tarifnya naik.(Dni)

Dicari, Pesawat Hemat Bahan Bakar
Harap maklum, bahan bakar merupakan komponen pengeluaran terbesar bagi seluruh perusahaan penerbangan. Sejak 2005 hingga awal 2012, AirAsia masih menggunakan jenis pesawat Boeing 737-300 Classic. Namun, mulai tahun 2012 dan seterusnya maskapai ini tidak lagi menggunakan armada berjenis Boeing yang boros. Seluruh pesawatnya yang dimiliki (17 unit) adalah Airbus A320. Dituduh pesawat produksinya boros bahan bakar, Boeing pun melakukan inovasi membikin psawat jenis 787 Dreamliner. Pesawat ini disebut-sebut sebagai salah satu pesawat komersial tercanggih sekaligus paling irit bahan bakar. Boeing mengklaim, 787 Dreamliner adalah pesawat paling irit di kelas pesawat berukuran menengah. Tingkat keefisienan bahan bakarnya
Type Pesawat A 330-200 B 767-400ER A 320 B 737-800 A 340-600 B 747-800 B 777-300 ER
Dari berbagai sumber

ALAH satu solusi yang disiapkan banyak maskapai untuk mengantisipasi naiknya bahan bakar pesawat adalah mengganti atau memensiunkan pesawat-pesawat lama yang selama ini doyan minum avtur. Meskipun proyek mengganti pesawat membutuhkan investasi besar, apa boleh buat untuk jangka panjang, mencari jenis pesawat yang irit bahan bakar harus dijadikan agenda bisnis maskapai. Hal itu sudah dilakukan maskapai penerbangan PT Indonesia AirAsia

S

(Foto: Dok. Airbus)

(IAA) yang tahun ini secara resmi mengoperasikan satu jenis pesawat (single fleet) yaitu Airbus A320. Pesawat jenis ini dipakai, katanya sih, bisa menghemat bahan bakar pesawat (avtur) hingga 15 persen. Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi mengatakan, selain bisa menghemat penggunaan bahan bakar, pengoperasian satu jenis pesawat ini juga bisa menurunkan biaya pelatihan bagi penerbang. Pasalnya, teknisi nantinya cukup melatih satu jenis pesawat, yaitu Airbus A320.

mencapai 20 persen. Sebab, pesawat yang panjang totalnya 57 meter itu terbuat dari material-material yang sangat ringan. Kelebihan Dreamliner lainnya terletak pada ukuran jendela yang lebih besar dan tingkat kelembapan lebih tinggi sehingga penumpang bakal tiba di tempat tujuan lebih segar. Dengan ukuran yang ”langsing”, Dreamliner juga bisa tanpa kesulitan menyinggahi bandara-bandara kecil. Pabrikan pesawat asal AS itu berencana memproduksi 10 Dreamliner per bulan mulai 2013. Untuk saat ini, tingkat produksinya baru 2,5 pesawat per bulan. Namun, pesawat hasil revolusi desain Boeing dalam satu dekade terakhir tersebut akan mendapat ”perlawanan” dari A350 XWB produksi rival utama Boeing, Airbus. (Dni)
Gallon per Pax, Mille 0,0245 0,0173 0,0143 0,0132 0.0180 0.0167 0.0167

Fuel Capacity ( US Gallons) 36,750 23,980 7,835 6,875 54,023 60,125 47,890

Range (nautical miles) 6,750 5,645 3,050 3,060 7,900 8,000 7,880

Pax Capacity 2 class/ 222 2 class /245 2 class / 165 1 class / 180 2 class / 162 1 class / 170 3 class / 380 3 class / 450 3 class / 365

Gallon per Mille 5.44 4.25 2.569 2.246 6.84 7.52 6.077

18 l Aviasi l April 2012

Kupas Aviasi

Pilatus Porter PC 6
Jagoan di Segala Medan
AYANGKAN jika Anda pengusaha perkebunan atau pertambangan yang mempunyai bisnis lain di Jakarta atau di kota besar lainnya, seperti Surabaya atau Semarang. Lokasi perkebunan atau pertambangan Anda ada di pedalaman Sumatra atau Kalimantan, sedangkan Anda tidak mempunyai kemewahan akan waktu perjalanan yang ber jam-jam untuk meninjau lokasi secara berkala. Atau jika Anda sebagai abdi masyarakat memerlukan distribusi kebutuhan bahan pokok ke seluruh pedalaman daerah layanan yang mempunyai medan yang bergunung-gunung dan kontur tanah yang tidak dimungkinkan dibangun landasan pesawat. Untuk itu Anda memerlukan kuda terbang yang dapat dalam sekejap membawa ke tempat tujuan di mana tidak terdapat fasilitas take off landing yang standar. Anda mungkin membayangkan alat transportasi untuk menjangkau lokasi itu adalah helikopter. Meskipun dapat mendarat di hampir setiap tempat di mana pun di dunia ini, helikopter mempunyai keterbatasan untuk dapat terbang dengan kecepatan, ketinggian jumlah beban yang diangkut dan biaya yang efisien. Pada umumnya, helikopter tidak mempunyai kecepatan setingkat dengan pesawat konvensional dengan mesin yang sama. Hal tersebut dikarenakan tenaga yang dihasilkan mesin dibagi dua menjadi gaya angkat dan gaya dorong. Selain itu kecepatan baling-baling utama helikopter harus dibatasi sehingga tidak melebihi batas kecepatan suara. Karena kemampuan terbang tingginya terbatas, helikopter pada umumnya hanya dapat digunakan pada kondisi cuaca cerah. Pada dunia penerbangan disebut Visual Wather Condition/Rules (VMC/R) meskipun sekarang sudah banyak helikopter yang mempunyai kemampuan Instrument Weather
(Foto: Tom)

B

Condition atau IFR. Akibatnya kemampuan helikopter untuk terbang jarak jauh sangat dibatasi oleh waktu dan kontur daerah operasi. Selain itu dibandingkan dengan pesawat konvensional, beban yang dapat dibawa oleh helikopter sangat terbatas. Menggunakan helikopter menjadi tidak efisien. Sekarang bandingkan dengan salah satu jenis pesawat baling-baling turboprop mesin tunggal ini, Pilatus PC 6 atau dikenal dengan sebutan Pilatus Porter. Pesawat ini, pada saat mengangkut beban seberat 1.500 kg mampu untuk tinggal landas pada landasan sepanjang hanya 195 meter. Dalam dunia penerbangan, jarak tersebut dihitung saat pesawat mulai bergerak, mencapai kecepatan penuh sampai saat melayang dengan ketinggian 35 feet (10 meter) dari permukaan landasan. Panjang landasan yang dituhkan oleh pesawat ini adalah 130 meter. Dengan kemampuan tinggal landas secanggih itu, pesawat jenis STOL (Short Take Off and Landing) tersebut dapat tinggal landas dan landing di sebuah lapangan bola terbuka. Bahkan seorang test pilot jenis pesawat ini dapat mendaratkan pesawat tersebut pada jarak hanya 50 meter. Prototype pesawat ini pertama kali terbang pada tanggal 4 Mei 1959 menggunakan mesin piston sebesar 254 Kw. Pesawat Pilatus Porter pertama kali menggunakan mesin turboprop terbang pada tahun 1961. Kemampuan mesin turboprop tersebut di-upgrade menjadi sebesar 410 Kw pada tahun 1963. Sampai saat ini pesawat terebut masih diproduksi oleh pabrik pesawat Pilatus yang berkedudukan di Swiss. Beban maksimum yang dapat dibawa pesawat ini hampir satu setengah ton, dengan jarak jelajah maksimum payload sejauh 750 km pada kecepatan 115 Knots. Pesawat ini dapat terbang pada

ketinggian maksimum 25 000 feet, jika seluruh penumpang mempunyai suplai oksigen yang cukup. Dengan kemampuan tinggal landas yang sangat mencengangkan, saat ini pesawat ini banyak digunakan di daerah Papua sebagai tulang punggung distribusi hampir semua kebutuhan bahan pokok rakyat Papua. Saat ini, Pilatus Porter dapat hanya dioperasikan oleh satu orang pilot dengan desain glass cokpit yang hampir sama denga pesawat sekelas Airbus 320. Hal ini menjadikan pesawat sangat user friendly dan miningkatkan faktor keamanan dan kenyamanan terbang, terutama bagi para pilot. Desain struktur roda pendarat yang sangat kukuh, menjadi salah satu alasan mengapa pesawat ini bisa mendarat di landasan yang tidak beraspal, bahkan berbatu-batu. Sehingga sang pengguna tidak perlu memikirkan biaya tambahan untuk membuat landasan yang halus jika akan mengoperasikan pesawat ini. Harga pesawat ini diperkirakan USD 1 juta atau sekitar Rp 9 miliar dengan maintenance cost yang sangat rendah, menjadi pilihan yang tepat dan efisien sebagai salah satu alat jasa angkut. Kabin pesawat yang cukup luas dapat mengangkut sampai dengan 10 penumpang dan dapat dengan cepat dan mudah diubah menjadi pesawat pengangkut barang atau pesawat kargo. Jika dirasa budget masih belum mencukupi, dan lagi frekuensi penerbangan masih belum terlalu sering, perusahaan Anda dapat menyewa dari perusahaan charter yang mempunyai pesawat ini seperti Susi Air atau MAF. Sistem kepemilikan kolektif juga dapat menjadi pilihan yang cukup efisien. Artinya sebuah pesawat dapat dibeli dan dioperasikan oleh debih dari satu individu atau perusahaan sedemikian hingga seluruh biaya bisa ditanggung beramai-ramai oleh stake holder. Sistem penggunaan pesawat diatur secara bersama-sama. (Puce Landau)

Aviasi l April 2012 l 19

MRO Aviasi

(Foto: Anto)

ANYAK yang mengira bahwa perawatan atau maintenance pesawat hanya meliputi perbaikan dan pergantian bagian atau komponen, termasuk cairan untuk pelumasan atau yang lazim disebut servicing. Dalam dunia penerbangan, maintenance mengandung makna yang sangat luas cakupannya. Yang pasti perawatan merupakan sesuatu yang mutlak dan harus dilakukan. Ujung-ujungnya perawatan diperlukan agar pesawat yang dioperasikan benar-benar laik terbang dan memberkan keamanan dan kenyamanan. Pesawat yang dinyatakan laik terbang adalah pesawat yang secara teratur (tepat waktu) menjalani perawatan. Maintenance pesawat terbang haruslah direncanakan oleh maskapai penerbangan secara terperinci dan dibukukan untuk dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) guna mendapatkan sertifikasinya. Jadi setiap maskapai penerbangan harus mempunyai rencana pelaksanaan maintenance yang diketahui oleh Ditjen Perhubungan Udara, sehingga Kementerian Perhubungan sebagai regulator dapat memeriksa kebenaran dari pelaksanaan maintenance tersebut. Dalam dunia penerbangan tidak satu pun aktivitas maintenance yang tidak diketahui regulator. Perawatan pesawat dapat dibagi menjadi 3 (tiga) katagori umum, yaitu:

B

1. Katagori Ringan 2. Katagori Sedang 3. Katagori Berat

1. Katagori Ringan

Katagori ini dilaksanakan dengan kurun waktu yang tidak mengganggu pesawat yang tengah digunakan untuk melayani penerbangan. Maintenance/perawatannya hanya meliputi pemeriksaaan terhadap suatu kondisi dari parts/components atau bagian dari badan pesawat yang kondisinya memang sudah dalam keadaaan baik. Kalau ditemukan ada sesuatu yang tidak beres dapat dilakukan perbaikan secara cepat Pelaksanaan dari kategori ini biasanya setiap hari saat pesawat akan terbang kembali atau seminggu sekali (100–200 jam terbang). Aktivitas dalam perawatan ini biasanya berupa pemeriksaan dari struktur luar pesawat, landing gear (roda pendarat), engine (mesin), wing (sayap) dan baling-baling. Jika diperlukan ada penambahan oli, nitrogen, wather dan oxygen.

maintenance pesawat-pesawatnya. Rata-rata maskapai penerbangan memberikan waktu tidak lebih dari 2 (dua) minggu. Tapi makin tua umur pesawat, penyelesaian perawatan/maintenance semakin lama. Dalam perawatan ini

item yang harus dilaksanakan dan direkomandasi dari pabrik pesawat terbang serta dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam hal ini Setifikasi Kelayakan terbang dari pesawat tersebut. Hampir seluruh bagian dari

dilakukan pergantian komponen yang umur pemakaiannya telah habis.

2. Katagori Sedang

Biasanya maskapai penerbangan yang sudah mapan dan memiliki pasar yang cukup tinggi tidak ingin pesawatnya tidak dioperasikan, tapi sebisa mungkin untuk mendapatkan revenue sehingga penjadwalan untuk perawatan/maintenance Katagori Sedang ini bervariasi untuk mengoptimumkan reveneu tersebut. Dengan demikian maskapai penerbangan pun mempunyai jadwal yang ketat untuk perwatan/

Perawatan berat atau Heavy Maintenance mempunyai ground time yang sangat lama, kira-kira lebih dari satu bulan. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya

3. Katagori Berat

airframe pesawat diperiksa secara detail (Detail Inspection) dan dilakukan pengecatan kembali dengan cara melepaskan cat yang menempel pada skin/kulit pesawat. Biasanya cost untuk maintenance ini sangatlah tinggi meliputi tenaga kerja daan material yang digunakan. Setelah dirawat pada tahap ini, harga pesawat akan kembali naik. (D2IR1)

20 l Aviasi l April 2012

Profil Aviasi

Pembawa Sentuhan Unik Selandia Baru
Air New Zealand yang tergabung dalam Star Alliance terus berkomitmen menjadi mitra layanan armada dan penerbangan terbaik di Pasifik dan Dunia. Pengalaman perjalanan udara dan ramah lingkungan telah menjadikan sebagai maskapai uji komersil pertama biofuel dengan pohon jarak…
A320 All Blacks (Foto: hotelmanagement.com.au)

M

askapai ini didirikan pada 1940 sebagai Tasman Empire Airways Limited (TEAL) pembawa penerbangan nasional Selandia Baru. Awalnya terbang dengan rute trans-Tasman setelah Perang Dunia II dengan layanan mingguan dari Auckland ke Sydney, Wellington dan Fiji. Pada 1953, Selandia Baru dan Australia membeli saham 50% di TEAL untuk mendukung pembelian pesawat baling-baling. Tahun 1965 perusahaan ini memperkenalkan armada baru DC-8 sekaligus secara resmi TEAL menjadi Air New Zealand (ANZ) yang kemudian pemerintah Selandia Baru membeli saham kembali 50%. Penerbangan internasionalnya dimulai tahun 1965 dengan

pesawat DC-8. Air New Zealand mulai layanan trans-pasifik ke Amerika Serikat seperti Los Angeles dan Honolulu serta ke Asia. Kemudian tahun 1973 ANZ menerima pesawat berbadan lebar DC-10 Penerbangan lintas Eropa dimulai tahun 1982 menuju London dan Inggris. Tahun 1985 ANZ mulai memperkenalkan pesawat yang lebih modern Boeing 767-200ER dan tahun 1989 maskapai ini diprivatisasi dengan penjualan saham kepada konsorsium yang dipimpin oleh Brierley Investments Ltd Brierley Investasi, Qantas, Japan Airlines dan American Airlines. ANZ dan Ansett Australia Pasar transportasi udara Selandia Baru mengalami deregulasi pada

tahun 1990, hal ini mendorong Air New Zealand untuk mengakuisisi 50% saham di Ansett Australia tahun 1995. Pada bulan September 1996, Air New Zealand mengumumkan perjanjian bersyarat untuk membeli 50% dari Ansett Holdings untuk total pengeluaran $ 475 juta. Pembelian tersebut selesai pada Oktober 1996. Ansett Holdings memiliki 100% Ansett Australia (maskapai domestik) dan 49% dari Ansett Internasional. Bulan Februari 2000, Air New Zealand mengumumkan pembelian bersyarat dari sisa 50% Ansett Holdings Limited dari News Corporation Limited senilai $ 580M. Pada bulan Maret 1999 ANZ menjadi anggota penuh dari kelompok Star Alliance sebagai

aliansi global terbesar dunia dan menyediakan jaringan yang berharga dan manfaat loyalitas bagi pelanggan. Di luar Star Alliance, Air New Zealand memiliki kemitraan bisnis yang kuat secara bilateral dengan maskapai penerbangan yang melayani pasar-pasar utama yang melengkapi dan memperkuat jaringan maskapai penerbangan Air New Zealand. Perombakan Armada Pada Juli 2002, maskapai berbasis di Auckland ini memulai program pembaruan armada dan memesan 14 pesawat Airbus A320 untuk mengganti Boeing 767-200 dan Boeing 737-300 yang secara progresif pensiun. Pada bulan Oktober 2004, maskapai ini mengumumkan

Aviasi l April 2012 l 21

upgrade ke armada turboprop untuk layanan domestik dengan membeli 17 Bombardier Q300 (50 kursi) serta membeli 10 jenis Q300 dan 13 tipe Q400 13 yang akan menggantikan armada Saab 340A (33 kursi). Untuk memperkuat jaringan internasional, ANZ bulan Juni 2004 menambah 12 pesawat Boeing 777200ER senilai lebih dari $ 1 miliar, serta hak untuk memperoleh pilihan varian yang sama sebanyak 46 pesawat. Berawal dari ini, Air New Zealand mengembangkan rute baru, meningkatkan frekuensi yang ada, baik penumpang maupun kapasitas kargo, serta peringkat efisiensi dan emisi pada bulan Oktober 2005. Perusahaan ini telah mengubah bisnisnya untuk menempatkan pelanggan menjadi prioritas utama dengan mengusung tema Being There is Everyting, terutama pada layanan domestik pertama yang mengalami transformasi. Mulai November 2002, cara orang bepergian ke Selandia Baru berubah secara total, karena maskapai ini direnovasi bisnisnya untuk menawarkan tarif jauh lebih rendah, seperti aturan pemesanan disederhanakan, fokus pada penjualan internet, kemudahan pemesanan, ketersediaan tempat

duduk tambahan dan manfaat loyalitas keanggotaan. Selanjutnya, Oktober 2003, konsep ini diperpanjang ke semua rute sehingga menjadi maskapai pertama yang memperkenalkan biaya rendah di Tasman dan melanjutkan upaya untuk mendorong lebih banyak orang untuk melakukan perjalanan ke rute-rute Pasifik. Air New Zealand berkomitmen untuk memberikan pengalaman unik di Selandia Baru kepada pelanggan sekaligus menawarkan standar layanan sangat tinggi. Maskapai ini bangga menampilkan yang terbaik dari Selandia Baru pada setiap titik sentuh, modern, lounge, maskapai kontemporer yang mencerminkan gaya hidup santai Selandia Baru. Baru-baru ini, maskapai ini telah membentuk Air New Zealand Environment Trust untuk mendanai penelitian dan pengembangan menjadi bahan bakar alternatif dan proyek yang meningkatkan dukungan bersih Selandia Baru, go green di seluruh dunia. Pada bulan Desember 2008 Air New Zealand berhasil menyelesaikan penerbangan pertama di dunia uji komersial didukung oleh generasi kedua biofuel berkelanjutan dari pohon jarak. (Dnn)

Air New Zealand IATA: NZ ICAO: ANZ Callsign: SELANDIA BARU Hub Kota Fokus Bandara Internasional Auckland Bandara Internasional Christchurch Bandara Internasional Hong Kong Bandara Internasional Los Angeles Wellington International Airport Koru Club Star Alliance (1999) Air Nelson Eagle Airways Mount Cook Airlines Amazing Journeys for Every Days Selandia Baru Pemerintah (73,72% pemilik) Rob Fyfe ( CEO ) [sampai 31 Desember 2012] Norm Thompson (Deputi CEO) www.airnewzealand.com B747-400 B777-300ER B777-200ER B787 B767-300ER Airbus A320 - Shorthaul Airbus A320 - Domestic B737-300 slogan Perusahaan induk Tokoh penting ATR72-500 ATR72-600 Q300 Beech1900D Total
Sumber: Aircraft Air New Zealand

Aircrew (Foto: thedrum.co.uk)

Armada Air New Zealand
Pesawat Operasi saat ini Pesanan Umur pesawat (tahun) 18.5 0.6 5.5 16.1 7.3 0.6 13.9 10.9 7 27 4.8 9.9 8.8 Rata-rata pengoperasian (jam/hari) 10:30 17:18 15:12 12:12 10:28 8:53 7:28 7:06 6:53 6:09 8:44

Pesawat Jet 4 4 8 5 12 3 14 11 23 18 102 1 8 11 Turbo-props

Airport Lounge Persekutuan Anak perusahaan

Situs web
Sumber: Air New Zealand dan Wikipedia

22 l Aviasi l April 2012

Bandara

Bandara Vital di Bumi Tambun Bungai

Tjilik Riwut

Gedung Terminal Tjilik Riwut (Foto: Mochamad Khadafi Kurniawan)

Pintu udara di Kota Palangkaraya ini sebagai jalur strategis terutama di Kalimantan Tengah. Secara historis, nama besarnya tak lepas dari perjuangan TKR Jawatan Penerbangan. Bandara ini selalu berbenah diri. ...

JILIK Riwut adalah seorang pahlawan yang setelah Proklamasi Kemerdekaan menjadi mayor TKR jawatan penerbangan (sekarang TNI AU). Kontribusinya untuk bangsa ini, dia memimpin pemuda yang bertugas untuk menggerakkan perjuangan, membentuk angkatan bersenjata untuk melakukan perang gerilya melawan Belanda di Kalimantan serta pernah membentuk pemerintahan darurat RI di Pulau Borneo. Setelah pengakuan kedaulatan, Tjilik Riwut diangkat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah pertama kali. Ia berjasa besar membangun Palangkaraya dan Kalimantan Tengah. Dia putra terbaik TNI AU yang wafat di Palangkaraya 17 Agustus 1987. Berkat pengorbanannya, namanya diabadikan menjadi “Bandar Udara Tjilik Riwut”. TNI Angkatan Udara Masyarakat Kalimantan Tengah, terutama Palangkaraya sangat erat dengan keberadaan TNI Angkatan Udara. Penduduk Kota Cantik ini ingin memiliki kembali kekuatan TNI AU. Secara resmi Gubernur

T

Kalimantan Tengah mendukung rencana tersebut melalui surat No 593/168/Pem tanggal 10 Februari 1998 tentang dukungan atas rencana pencadangan lokasi pembangunan pangkalan TNI AU di Palangkaraya yang disampaikan kepada Pangkoopsau II. Akhirnya, melalui APBD, Pemprov Kalteng membangun kantor perwakilan TNI AU di lahan seluas 800 M3. Tepat tanggal 23 Mei 2000 yang juga hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah ke 43 dilakukan peresmian kantor perwakilan TNI AU yang dilakukan sebagai salah satu acara khusus. Bandara Tjilik

Riwut kemudian dijadikan sebagai perpanjangan jalur komando angkatan udara. Bandara Panarung Bandara ini mempunyai nilai yang strategis pada jalur di ibukota provinsi. Bandara ini juga dikenal sebagai Bandar Udara Panarung, terletak di Jalan Jalan A Donis Samad Desa Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya. Tjilik Riwut yang difungsikan sebagai bandara komersial telah mengalami perkembangan yang signifikan. Namun, ketika digelar acara Infrastruktur Asia 2010, minat

Informasi bandar Udara
kode IATA/ICAO Koordinat Elevasi Runway Taxiway Apron Fasilitas Sisi Darat Domestik Hanggar Kargo Fasilitas penunjang lain Layanan umum PkY/WAOP 02°13’36,00” LS (S) / 113°56’39,00” BT (E) 24,99 m diatas permukaan laut 2.500x45 m 129mx22,5 m 198,5mx24 m 240m2 391m2 400m2 counter tiket airlines, ruang informasi, ruang teknisi, ruang bagasi, ruang tunggu, ruang karantina tumbuhan, konsesi PKK propinsi, souvenir, pelangi busana restoran, snack bar, kantin, toilet, smooking area, parkir

Sumber: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan berbagai sumber

Aviasi l April 2012 l 23

investor masih tergolong lemah untuk pengembangan Bandara Tjilik Riwut yang ditawarkan bernilai Rp 113,24 miliar. Dalam hal pengembangan, Kementerian Perhubungan sebagai pengelola, terus melakukan pembenahan bandara Bumi Tambun Bunga ini. Pada 2006, dilakukan perpanjangan runway dari 1.550 meter menjadi 2.100 meter, yang saat itu bisa didarati Boeing 737-200. Mengingat kebutuhan transportasi yang besar dengan pergerakan pesawat yang semakin banyak, panjang landasan ditambah 400 meter, sehingga pesawat Boeing 737-300,400, 500, 800 NG dan 900 ER bisa mendarat dengan mulus di bandara ini. Saat ini layanan penerbangan dari Bandara Tjilik Riwut untuk domestik adalah ke Jakarta, Surabaya, dan Muara Taweh. Seiring dengan perkembangannya, pintu udara ini tengah mempersiapkan menjadi bandara embarkasi haji, mengingat jamaah haji asal Kalteng yang akan menunaikan ibadah ke Mekkah selama ini harus terbang dulu ke Banjarmasin dan Solo, walau fasilitas seperti asrama haji sudah ada. (Dnn)

Airport One Stop Service ala Solo

P

T Angkasa Pura 1 (Persero) belum lama ini menunjuk Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi Airport One Stop Service (AOSS) menyusul semakin ramainya penumpang di bandara tersebut. Dengan status itu, maka kewajiban bagi pengelola bandara untuk memberikan pelayanan kepada penumpang selengkap dan senyaman mungkin, hingga konsumen benar-benar puas. AOSS adalah pelayanan lanjutan yang mengatur perjalanan penumpang mulai dari berangkat sampai penumpang kembali lagi ke airport dan ke rumah. Kegiatan yang dilakukan oleh Airport One Stop Service adalah mengurus pelayanan lanjutan penumpang untuk pemesanan hotel sebelum penumpang berangkat ataupun setelah landing di airport tujuan, pengantaran menuju alamat penumpang di luar kota Solo serta pengantaran ke tempat wisata dengan cara memesan

ke nomor reservasi. Penumpang menyelesaikan administrasi melalui telepon kepada petugas reservasi. Penumpang dijemput dan diantar ketempat tempat wisata sesuai dengan program ataupun sesuai keinginan penumpang seperti, mengunjungi objek wisata, berbelanja batik dan kerajinan tradisional, menonton kebudayaan daerah dan kuliner. Diharapkan program Airport One Stop Service ini dapat memberikan kemudahan , keamanan dan kenyamanan kepada penumpang sehingga penumpang merasa puas dan melakukan perjalanan kembali dengan pesawat terbang. Diharapkan pula program Airport One Stop Service dapat meningkatkan pelayanan airlines di bandara , hotel dan pengelola objek wisata serta restoran. Airport One Stop Service dapat dihubungi di : 085647195669, (0271) 912 5421. (*)

24 l Aviasi l April 2012

Fokus Aviasi

Biofuel Generasi 2
Oleh budi Priyanto Airworthiness Inspector pada Direktorat Kelaikan Udara & Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan

Solusi Alternatif untuk Industri Aviasi

DI tengah tingginya harga minyak dunia yang pastinya berdampak pada industri penerbangan, para perintis industri biofuel di tanah air mempunyai peluang besar untuk memasok kebutuhan akan bahan bakar bagi keperluan penerbangan seiring dengan tumbuhnya industri ini.

Biji jarak pagar (Foto: jatrophaseedexporter.en.ecplaza.net)

Tanaman jarak pagar (Foto: coeroet.wordpress.com)

Rumput Rawa

ndustri aviasi di tanah air dalam satu dekade ini telah tumbuh rata-rata di atas 15% melebihi pertumbuhan industri lainnya yang hanya 5-6 %. Di tingkat dunia industri ini telah memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi lebih 2 miliar manusia setiap tahun. Jasa transportasi udara menyediakan pekerjaan terhadap 32 juta lebih manusia dan mempunyai keuntungan ekonomi global sekitar 7.5% dari produk domestik kotor dunia. Melihat peluang besar di depan, Asosiasi Penerbangan Udara Internasional (IATA) mendukung penelitian, pengembangan dan pengembangan bahan bakar alternatif. IATA berkeinginan 6% kebutuhan akan bahan bakar biofuel dari generasi ke-2 tercapai pada tahun 2020. Generasi ke-2 biofuel ini harus mempunyai kemampuan mensubstitusi bahan bakar tradisional untuk aviasi seperti Jet A dan Jet A-1 dengan karakteristik dan kualitas yang sama. Generasi pertama biofuel seperti biodiesel dan ethanol tidak memenuhi persyaratan dalam menggerakkan mesin-mesin pesawat terbang. Bahan bakar ini juga tidak memenuhi performa yang tinggi dengan spesifikasi keamanan dan teknis seperti Jet A. Generasi pertama biofuel sudah dipakai dalam sejumlah transportasi darat, pemanas rumah dan menggerakkan mesinmesin stasioner. Beberapa kriteria yang meliputi

I

titik beku, titik nyala, kekentalan (viscosity), energi panas yang dihasilkan dan kandungan sulfur adalah spesifikasi yang menjadi tantangan untuk diselesaikan oleh para ahli. Kemajuan akhir-akhir ini dalam teknologi produksi bahan bakar telah mampu menghasilkan turunan biofuel yang tidak hanya memenuhi persyaratan di atas, tapi juga melebihi spesifikasi dari bahan bakar yang ada. Spesifikasi yang Diinginkan
kriteria 1 2 3 4 5 6 Titik Nyala Titik Beku Panas Dihasilkan Kekentalan Kandungan Sulfur Kerapatan keterangan

Secara sederhana berarti menetralkan karbon yang dihasilkan karena jumlah karbon yang diproduksi selama pembakaran akan diserap oleh tanaman selama pertumbuhan biomassanya. Generasi ke-1 biofuel dihasilkan dari tanaman pangan yang juga dibutuhkan oleh manusia seperti tebu, jagung, singkong dan sawit. Penggunan bahan ini akan membawa dampak kenaikan harga pangan dunia. Generasi ke-2 adalah
Spesifikasi jet A-1 Minimum 380 C -470 C 42.8 MJ/kg minimum 8000 maksimum 0.3 775-840 Generasi ke-2 biofuel

Tingkat suhu memicu dalam mesin yang menyebabkan pembakaran terjadi Suhu saat bahan bakar membeku Energi yang dilepaskan selama pembakaran (per kilo bahan bakar) Tingkat kemampuan dalam mengalir (mm2/s) Kandungan sulfur dalam bagian sepersejuta (parts per million) Tingkat massa per volume dalam kg/m2

Generasi ke-2 bio fuel ini juga diharapkan dapat mengurangi tingkat emisi CO2 di atmosfer di bawah kondisi sekarang. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), 2% dari emisi rumah kaca saat ini diakibatkan oleh industri aviasi. Peningkatan penggunaan bahan bakar fosil yang selama ini berdampak pada perubahan iklim telah menjadi fokus perhatian dunia. Berlawanan dengan bahan bakar fosil, biofuel membantu mengurangi CO2 selama siklusnya.

bersumber dari tanaman non-pangan yang juga dapat tumbuh dalam kawasan yang marginal, bahkan di padang pasir dan lingkungan air garam, sehingga penggunaanya justru sangat bermanfaat. Beberapa sumber bahan baku keperluan biofuel generasi ke-2 yang telah dikenal adalah: 1. Jatropha (Jarak Pagar) adalah tanaman yang menghasilkan biji-bijian berisi ‘inedible lipid oil’ . Setiap bijinya memproduksi minyak 30-40% dari total

Aviasi l April 2012 l 25

massanya. Biji-bijian jarak bukanlah sumber makanan karena beracun bagi manusia dan binatang. 2. Camelina (Biji Rami) adalah tanaman yang tumbuh di tempat marjinal dan tidak bersaing dengan tanaman pangan. Camelina membutuhkan sedikit air atau nitrogen untuk berkembang, dan biasa digunakan sebagai tanaman rotasi ladang gandum, untuk meningkatkan kesuburan tanah. 3. Algae (Tanaman Alga) adalah tanaman yang menjanjikan dapat dihasilkan dalam jumlah besar bagi kebutuhan bahan bakar untuk aviasi secara berkelanjutan. Tanaman mikrokospik ini dapat tumbuh diperairan laut dan terpolusi, daerah gurun serta tempat lain yang tidak terlalu ramah bagi tumbuhan lain pada umumnya.

LAN dan Air BP Copec Luncurkan Penerbangan Biofuel

Tumbuhan Alga

Halopyhtes (Rumput Rawa) adalah tanaman yang tumbuh di daerah rawa atau perairan yang dipengaruhi salinitas air laut. Implementasi biofuel dalam hal distribusi untuk aviasi lebih mudah daripada untuk moda lain. Sebagai contoh di Amerika Serikat ada ribuan (161.768) stasiun pengisian bahan bakar dibanding 1.679 airport yang menangani 95% seluruh penumpang. Demikian pula didunia ada 580 juta kendaraan milik pribadi dibandingkan dengan sekitar 23.000 pesawat yang dioperasikan oleh 2.000-an maskapai penerbangan. Begitu juga lebih murah integrasinya dan lebih mudah dikontrol daripada sistem pengiriman bahan bakar untuk publik. Tapi di sisi lain biofuel yang akan dipakai di industri penerbangan tidak ada kompromi dengan keselamatan. Keselamatan adalah prioritas tertinggi di industri penerbangan. Industri penerbangan mempunyai proses pengujian yang ketat untuk mempertahankan standar keamanan dan keselamatan yang tertinggi. Untuk itulah pengujian biofuel harus dilaksanakan baik di skala laboratorium, di darat maupun di udara. Proses menentukan biofuel yang cocok untuk penerbangan adalah proses yang melelahkan. Namun di Indonesia kabarnya sudah ada perusahaan yang terjun di bidang ini, yaitu Waterland International yang berkantor di Gedung Perhutani Semarang , Jawa Tengah. (*)

image 2 (Foto: blog.cheapoair.com)

M

ASKAPAI penerbangan LAN Airlines (LA/ LAN) dan Air BP Copec 7 Maret lalu membuat sejarah di dunia kedirgantaraan. LAN Airlines menjadi perusahaan pertama di Amerika Selatan yang pesawatnya menggunakan biofuel generasi kedua. Acara perdana dilakukan rute Chili Santiago dan Concepcion, menggunakan A320 dengan mesin CFM CFM56-5B. Bahan bakar yang digunakan berasal dari penyulingan minyak nabati. Menteri Lingkungan Hidup Chili Maria Ignacia Benitez menghadiri acara tersebut guna menandai penerbangan berbahan bakar alternatif tersebut. Seperti yang ditulis Karen Walker dalam ATW daily news, di saat peluncuran penerbangan, COO LAN Airlines Ignacio Cueto mengatakan: ”Penerbangan ini merupakan langkah kunci menuju masa depan maskapai LAN yang

bertujuan untuk mengembangkan biofuel berkelanjutan bagi pesawat komersial dengan potensi produksi yang tinggi di Amerika Selatan. Saat ini, sumber-sumber energi terbarukan memainkan peran penting dalam penerbangan global dan akan semakin mempengaruhi pengambilan keputusan kelangsungan hidup perusahaan. Kami ingin menjadi pelopor dalam penggunaan bahan bakar biofuel pesawat di Amerika Selatan.” Manajer Umum Copec Lorenzo Gazmuri mengatakan bahwa ini adalah hasil kerja keras selama lebih dari setahun, sebuah perwujudan dan komitmen berkelanjutan dari Copec untuk mengembangkan dan mempromosikan solusi energi baru dan inovatif bagi maskapai penerbangan. ”Kami berharap di Chili dan daerah lainnya berkeinginan untuk mempromosikan bahan bakar alternatif ini.” Menggunakan biofuel generasi

kedua dalam penerbangan secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, karena tidak ada CO2 tambahan dipancarkan ke atmosfer, tambah Cueto. Aliansi LAN-Copec berusaha untuk mendorong pengembangan energi alternatif dan dengan demikian menghasilkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial di wilayah tersebut. BP Copec, perusahaan patungan antara Copec dan Air BP, dibentuk pada Januari 2001. Tujuan utama perusahaan adalah memasok bahan bakar untuk bisnis penerbangan komersial dan umum di Chili selaras dengan prinsip-prinsip kesehatan, keselamatan dan lingkungan. Air BP Copec adalah pemasok bahan bakar utama dalam pasar penerbangan Chili. Perusahaan ini mengoperasikan sembilan lokasi bandara di negara dan menjual Jet A1 dan Avgas. (*)

26 l Aviasi l April 2012

Destinasi

Menyusuri Jejak di Kota Mutiara Hitam

Silo-sawahlunto (Foto: id.wikipedia.org)

(Foto: c-internasional.blogspot.com)

Sawahlunto pernah memiliki kekayaan besar yang layak untuk ditelusuri, mulai dari bangunan lawas hingga kereta besi uap langka masih kukuh berdiri hingga kini. Sejarah tidak lepas dengan eksploitasi tambang batubara Pemerintah Kolonial Belanda yang cukup panjang sejak tahun 1892.

UMATERA Barat memiliki keanekaragaman budaya dan wisata yang layak untuk Anda kunjungi. Dengan wilayah yang dikelilingi bukit-bukit yang indah menambah daya tarik para wisatawan. Selain menawarkan wisata alam, provinsi yang terkenal dengan kisah “Malin Kundang” ini juga menyimpan kejayaan, salah satunya ada di Sawahlunto. Kota ini berjarak sekitar 2,5 jam dari kota Padang. Ini merupakan kota tambang. Cadangan batu bara mulai ditemukan pada pertengahan abad ke-19 oleh geolog Belanda bernama William Hendrik De Greve. Sawahlunto sejak tahun 1892 mulai memproduksi batu bara. Dalam sejarahnya, selama seratus tahun lebih batubara di Sawahlunto telah ditambang sekitar 30 juta ton, dan diperkirakan masih tersisa cadangan lebih dari 100 juta ton. Untuk menunjang sarana tambang, kolonial Belanda membangun jalur kereta api pada tahun 1894 dari Emma Haven ke Sawahlunto sepanjang 155,5 kilometer. Kereta api mulai beroperasi dari stasiun yang dibangun pada tahun 1918. Lokomotif uap E1060 dibuat oleh Esslingen, Jerman, yang sekarang menjadi ikon pariwisata Sawahlunto dengan sebutan “Mak Item”. Kini lokomotif biasa dipakai untuk wisatawan. Stasiun kereta api antik di kota tambang ini kini menjadi museum kereta api yang menjadi kebanggan. Di museum ini juga disediakan lori (kereta api wisata) dengan jalur kota Sawahlunto-

S

Mak Itam Sawahlunto (Foto: c-internasional.blogspot.com)

Muara Kalaban, sekaligus sebagai alat transportasi untuk memasuki terowongan (Lubang Kalam) dengan panjang 800 meter. Kota yang juga mendapat sebutan Hong Kong di waktu malam ini telah menjadikan Sawahlunto sebagai kota penting di Sumatera pada masa itu. Hingga kini kota ini masih menyimpan gedunggedung tua yang masih kukuh dan berharga. Di kota itu juga ada Gereja Katolik Santa Barbara yang dibangun pada tahun 1920-an. Gereja ini masih tampak cukup anggun berada di sudut Jalan Yos Sudarso, di seberang samping Wisma Ombilin, dan bersebelahan dengan Sekolah Santa Lucia yang bangunannya juga antik. (Dnn)

Informasi Penerbangan Layanan jalur udara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang
Maskapai No. Penerb angan GA 160 Garuda Indonesia GA 162 GA 164 GA 166 JT 252 JT 350 Lion Air JT 358 JT 352 JT 354 JT 356 Batavia Air Y6 585 Y6 583 Y6 581 SJ 022 Sumber: website @airlines Sriwijaya Air SJ 020 ETD (keberangkatan) 06.35 11.40 15.45 18.55 05.50 08.10 10.20 13.10 15.25 20.20 07.00 10.50 16.00 12.00 15.50 ETA (kedatangan) 08.20 13.25 17.35 20.45 07.35 09.55 12.05 14.55 17.10 22.05 08.35 12.25 17.35 13.35 17.25

Destinasi

Aviasi l April 2012 l 27

Mercure Padang
Satu-satunya Hotel untuk Melihat Matahari Terbit dan Terbenam
Untuk memenuhi kebutuhan akan akomodasi yang nyaman dan santai dipadu dengan pemandangan laut nan indah, Mercure Padang menawarkan beragam fasilitas dan layanan lengkap.
saluran televisi kabel, akses broadband internet, IDD telephone, brankas penyimpanan, mini bar serta fasilitas untuk membuat teh dan kopi, hair dryer, pemanas air, tas laundry, sandal hotel, kunci pintu elektronik dan room service selama 24 jam. Layanan lain meliputi penjemputan dari bandara menuju hotel (PP), akses internet WIFI, pusat kebugaran, kolam renang, spa, lounge dan business centre. Hotel ini dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Minangkabau. Dengan layanan lengkap dan ramah, para tamu akan merasakan kenyamanan menginap yang diberikan Mercure Padang di Kota Ranah Minang ini.

Jaminan Kualitas Layanan Penanganan Acara
Sebagai hotel yang juga memberikan fasilitas untuk MICE (meeting, incentive, conference & exhibition), Mercure Padang memiliki ruang pertemuan, ruang serbaguna dan ballroom untuk keperluan rapat, seminar, pernikahan, ulang tahun, peluncuran produk dan acara lainnya. Ballroom dapat menampung hingga 1.600 tamu, dimana para karyawan hotel memiliki keahlian untuk menangani acara dengan skala yang bervariasi agar setiap kegiatan pertemuan berjalan dengan sukses.

S

elain panorama yang elok di Bukit Barisan, kota Padang kini menghadirkan akomodasi pilihan terbaik dengan hadirnya hotel Mercure pertama di kota Ranah Minang tersebut. Mercure Padang adalah satu-satunya hotel di Padang dimana Anda dapat melihat matahari terbit dan terbenam dari satu tempat. Hotel yang tergabung dalam jaringan Accor Group ini, memiliki letak yang strategis yaitu di Jl. Purus yang berada di daerah kawasan pengembangan baru, sehingga dekat dengan kantor pemerintahan, bank dan aktivitas bisnis lainnya. Padang juga merupakan destinasi wisata yang menawarkan daya tarik nan unik dan berbeda seperti Pelabuhan Muaro Tua dan kawasan Chinatown. Dengan demikian, Mercure Padang menjadi pilihan yang sempurna untuk pengunjung yang sedang melakukan aktivitas berbisnis maupun berekreasi.

Paduan Kuliner Pilihan dan Pemandangan Spektakuler
Mercure Padang mengundang Anda untuk menikmati sajian menggugah selera apakah untuk sarapan, makan siang, makan malam ataupun makanan ringan. Bagi wisatawan yang ingin menikmati sajian istimewa dari Sumatera Barat, Atlantis Restoran Mercure Padang menyajikan pengalaman bersantap yang unik. Anda juga dapat menikmati hidangan di Lobby Lounge yang beroperasi mulai dari pukul 07.00 - 24.00 dan menyajikan berbagai pilihan kue dan camilan. Oleh karena itu Lobby lounge tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati secangkir teh atau kopi. Selain itu, terdapat pula Pool Bar yang beroperasi dari pukul 15:00 – 24:00 agar Anda dapat menikmati segelas cocktail sembari mengagumi pemandangan laut yang fantastis.

Tempat beristirahat bagi para kru maskapai penerbangan
Maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan menuju Padang seringkali melakukan RON (remain over night) yaitu istirahat singkat/ bermalam di kota Padang, dan Mercure Padang menjadi hotel pilihan yang ideal bukan hanya bagi pebisnis ataupun wisatawan, namun juga bagi para kru pesawat. Mercure Padang menghadirkan layanan yang lengkap dan memberikan kenyamanan beristirahat bagi para awak pesawat. (Dnn)

Mempersembahkan Layanan Akomodasi Terlengkap
Mercure Padang memiliki 146 kamar dengan desain kontemporer modern, tempat tidur yang nyaman disertai alternatif pemandangan mengarah ke kolam renang ataupun laut biru yang luas. Fasilitas guest rooms seperti air conditioning,

Hotel address Mercure Padang
Jl Purus IV No 8 Padang Sumatera Barat Indonesia 25115 Tel. (+62)751/891188 Fax. (+62)751/891891 Info@mercurepadang.com

28 l Aviasi l April 2012

Iptek

ARJ-21 Burung Besi Andalan Negeri Tirai Bambu
ARJ-21 (Foto: radarfigyelo)

D

UNIA dirgantara tak lama lagi akan bertambah ramai dengan masuknya pesawat jet ARJ-21 buatan China. Maskapai penerbangan Indonesia, yakni Merpati Nusantara Airlines kabarnya sudah memesan pesawat tersebut. Tak tanggung-tanggung, 40 unit pesawat gress diborong Merpati dari Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) saat berlangsungnya Singapore Airshow pada Februari lalu. Dari segi nama, pesawat ARJ-21 memang masih kalah populer bila dibandingkan dengan pesawatpesawat buatan Airbus, Boeing, Embraer maupun Bombardier. Maklumlah, pesawat ini merupakan salah satu pesawat anyar yang baru diperkenalkan ke publik pada tahun 2000-an. Ibarat barang dagangan, pesawat ini merupakan barang baru yang masih terasa asing di telinga pembeli. ARJ-21 (Advanced Regional Jet for the 21 Century) merupakan pesawat jet bermesin ganda berkapasitas antara 70-105 penumpang yang dikembangkan oleh konsorsium AVIC I Commercial Aircraft Company yang sekarang merupakan bagian dari industri pesawat komersial COMAC. ARJ-21 yang terbang perdana pada 28 November 2008 ini sejak awal ditujukan untuk melayani rute penerbangan jarak pendek dan menengah. Selain itu, pesawat jet berbiaya operasi murah ini juga sengaja dibuat untuk mendukung maskapai penerbangan yang mengusung konsep low cost airline yang saat ini banyak bermunculan di dunia penerbangan seperti IndiGo

(India), Air Asia (Malaysia), EasyJet (Inggris) dan lain-lain. Dilihat dari tampilan fisiknya, dengan dua buah mesin menempel di kiri-kanan bodi bagian belakang plus bentuk hidung serta konfigurasi ekor model T (T-tail), sekilas ARJ-21 mirip dengan pesawat DC-9 yang pernah populer di tahun 1970-an. Pendapat ini memang ada benarnya, karena sebelum membuat ARJ-21, China memiliki pengalaman membuat pesawat jet MD-90 melalui Program Trunkliner yang produksinya dilakukan di bawah lisensi industri pesawat terbang AS, McDonnell Douglas Corporation (sekarang Boeing Company). MD-90 sendiri merupakan pengembangan dari MD-80 yang tak lain merupakan derivatif (turunan) dari DC-9. Menariknya, meski ARJ-21 adalah pesawat jet buatan China yang notabene menganut ideologia komunis, banyak komponen penting yang menyusun pesawat ini justru dibuat oleh industri yang berasal dari negara Barat. Sebut saja untuk mesin menggunakan produk dari General Electric, avionik disuplai oleh Rockwell Collins, kemudian untuk sistem kemudi fly-by-wire menggunakan produk buatan Honeywell. Ketiga pabrikan yang disebutkan di atas merupakan perusahaan asal Amerika Serikat.

GE Innovation Shanghai Aviation Feature ARJ21, COMAC (Foto: GE)

penerbangan. Dengan teknologi ini, bila sewaktu-waktu pilot lengah dan melakukan kesalahan (human eror), komputer bisa mengambil alih kemudi pesawat dan melakukan koreksi. Selain itu, ARJ-21 mempunyai keunggulan dengan adanya pemasangan winglet di kedua ujung sayap. Selain mampu menambah keindahan tampilan sayap, keberadaan winglet ini juga mampu menghemat konsumsi bahan bakar, sehingga membuat jangkauan

terbang pesawat menjadi lebih jauh. Bicara soal mesin, ARJ-21 ditenagai dua buah mesin turbofan CF34-10A buatan General Electric yang masingmasing memiliki gaya dorong sekitar 17.000 pon. Berbekal kedua mesin tersebut, ARJ-21 mampu terbang sejauh 2.200 km dengan muatan penuh. Sementara kecepatan jelajah normal mencapai Mach 0,78 (933 km/jam) dan mampu terbang hingga ketinggian 11.000 meter. (Yudi Supriyono)

Spesifikasi Pesawat
ARJ-21-700 Awak kokpit Kapasitas penumpang Panjang Rentang sayap 2 (pilot dan kopilot) 70-95 33,46 m 27,28 m 8,44 m 40.500 kg (Standard Range) 43.500 kg (Extended Range) General Electric CF34-10A Mach 0,78 (933 km/jam) 2.200 km (Standard Range) 3.700 km (Extended Range) ARJ-21-900 2 (pilot dan kopilot) 95-105 36,35 m 27,28 m 8,44 m 43.616 kg (Standard Range) 47.182 kg (Extended Range) General Electric CF34-10A Mach 0,78 (933 km/jam) 2.200 km (Standard Range) 3.300 km (Extended Range)

Teknologi Canggih

Melongok ke bagian kokpit, nuansa canggih terlihat dari penggunaan lima layar LCD high-resolution ukuran 10 x 8 inci pada panel. Kerja pilot di ruang kokpit juga dipermudah dengan telah diterapkannya teknologi fly-by-wire pada sistem kontrol

Tinggi Berat lepas landas maksimum Mesin Kecepatan jelajah normal Jarak jangkau

Cakrawala

Aviasi l April 2012 l 29

Charles Edward Taylor Mekanik Pesawat Terbang Pertama
mulai tertanam budaya safety, kali ini tidak ada toleransi untuk berbuat salah, sekecil apa pun, no place for error.., ketika semua siap Willbur mengacungkan ibu jarinya pertanda Wright Flyer sudah all clear untuk mulai engine start, sambil mengangguk tanda setuju Orville yang duduk dibelakang kemudi dengan sigap mengulangi aba-aba yang diucapkan Willbur, kemudian baling-baling segera diengkol dengan tangan beberapa kali, mesin 12PK seberat 73 kg itu kemudian menyalak hidup hingga putaran 1.000 rpm lebih..!, Setelah pemanasan mesin dirasa cukup, Wright Flyer yang terbuat dari kayu, kain dan bertumpu diatas skid itupun dirilis, membuatnya bergerak (taxi) perlahan tapi pasti untuk segera memasuki fase take off, fase tinggal landas yang kelak akan mengukir sejarah sebagai benda yang bisa terbang diudara karena gaya aerodinamika dengan tenaganya sendiri. Akhirnya hari itu Wright Flyer berhasil me-log take-off & landing sebanyak 4 kali dengan tenaga mesin buah karya Taylor. Kendati hanya mesin yang sangat sederhana, Wright Flyer mencatat rekor durasi 59 detik, ketinggian beberapa kaki dan total jarak yang dicakup sejauh 260 meter. (N. Pudjo Basuki, dari berbagai sumber)

ALAM sejarah dunia penerbangan kita mengenal dua bersaudara berkebangsaan Amerika yang bernama Wilbur dan Orville Wright sebagai orang yang pertama kali berhasil menciptakan dan menerbangkan pesawat bermotor produk rekayasanya. Meskipun akhirnya sejarah mencatat Wright bersaudara sebagai pionirnya penerbangan dengan pesawat bermotor, tetapi hampir bisa dipastikan masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ada tokoh lain, yakni seorang mekanik dibalik keberhasilan terbangnya Wright Flyer, pesawat bermesin tunggal berbaling-baling ganda yang didesain dan diterbangkan oleh Wright bersaudara itu. Sekitar awal musim semi tahun 1901, di tepi sebuah jalan di kota Dayton negara bagian Ohio AS ada sebuah bengkel sepeda yang ramai dikunjungi orang ketika itu, sampai pemiliknya yaitu kakak beradik Wright menjadi teramat sibuk dan mulai kerepotan melayani pelanggannya, maklumlah selain harus mengurusi bisnis sepeda rupanya mereka juga sedang serius menggarap sebuah proyek eksperimen, proyek yang kemudian diberi nama Wright Flyer. Hari itu 17 Desember 1903, cuaca disebuah lapangan berpasir didaerah Kitty Hawk Carolina utara dingin sedikit berkabut, bagi Wright bersaudara ini adalah perjalanan yang ketiga kalinya ketempat itu, mestinya mereka mengikut sertakan Taylor tetapi apa boleh buat Ia terpaksa ditinggal karena harus melayani pelanggan bengkel sepedanya. Setelah tiba di Kitty Hawk, di lokasi uji terbangnya, Wright Flyer segera dirakit kembali dan disiapkan dengan seksama, sebetulnya beberapa model yang mirip pernah dicoba Wright tetapi hanya sebagai glider, kali ini prototipnya dipasangi sebuah mesin. Sementara itu bahan bakar dan oli mesin sudah cukup, Wright melakukan cek sekali lagi satu persatu urut sesuai checklist yang ditulis tangan, dibenaknya sudah

D

GRAND TEMBAGA HOTEL
Breakfast, Restaurant, Meeting Room, Lounge, Live Music, Bectun, Karaoke, Internet Wi-Fi, Laundry, Parking

Berawal di Bengkel Sepeda

Jl. Yos Sudarso No. 133 Timika - Papua Tel : (0901) 321284, 322629 Fax: (0901) 322394, 321284

30 l Aviasi l April 2012

Cakrawala

Headset Anti-Jet Lag
ENERBANGAN jarak jauh terasa membosankan dan melelahkan. Namun, tidak lama lagi anggapan tersebut akan sirna dengan adanya headset antijet lag yang sudah dirilis akhir bulan Maret lalu. Percobaan gadget anti-jet lag ini akan dilakukan maskapai milik Finlandia, Finnair. Headset antijet lag ini mampu mengirimkan cahaya ke otak melalui telinga untuk menyembuhkan jet lag atau gangguan tidur yang diakibatkan perjalanan melintasi zona waktu berbeda. Alat ini diuji coba di kelas bisnis Finnair dalam penerbangan dari Helsinki ke Shanghai. “Ini merupakan sebuah penemuan baru yang menarik,” tutur Wakil Presiden Finnair, Jarkko Konttinen, seperti dilansir News, pertengahan bulan lalu. “Finnair adalah maskapai inovatif dan kami selalu mencari cara baru untuk meningkatkan kenyamanan penumpang,” lanjutnya. Cara kerja headset anti-jet lag ini sudah pernah diungkapkan oleh ilmuwan Harvard, yang mengatakan pengiriman cahaya terang di waktu yang tepat ke otak akan membantu mengadaptasi tubuh terhadap jet lag. (*)

P

Baby sitter Sewaan di Pesawat

M

EMBAWA anak bepergian naik pesawat terbang memang menyenangkan, karena kita bisa bercanda dengannya di saat kita lelah. Tapi sebaliknya anak juga bisa membuat kita jengkel jika mereka sangat proaktif dan mengganggu penumpang lainnya. Karena itu banyak orang tua yang memilih untuk tidak membawa buah hatinya ketika berwisata karena takut

menghadapi kerepotan saat dalam perjalanan. Namun kini, hal tersebut tidak perlu dirisaukan lagi, sebab selalu ada solusi. Kini, muncul sebuah situs baru yang dapat memberikan pelayanan babysitter kepada para orangtua untuk menjaga anak mereka saat berada di pesawat. Dengan layanan ini, para orangtua dapat beristirahat selama perjalanan selagi

anaknya diasuh oleh babysitter. Situs Nanny in The Cloud ini didirikan oleh Julie Melnick. Usaha jasa ini menyediakan babysitter yang akan terbang bersama mereka dalam pesawat yang sama. Orang tua yang ingin menggunakan layanan ini tinggal memasukkan rincian nomor penerbangan, tanggal penerbangan, serta tujuannya secara lengkap. Biayanya US$ 10 (Rp 91 ribu). (*)

Hotel Kapsul

di Bandara Munich

ELAH menunggu di bandara, karena pesawat delay? Bandar udara Munich, Jerman melakukan terobosan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa transportasi udara. Pengelola bandara itu menghadirkan sebuah ruangan tunggu khusus untuk menghilangkan rasa lelah. Ruang tunggu bernama Napcabs ini sebenarnya merupakan sebuah ‘kotak’ yang memiliki tempat tidur dan meja kerja yang dapat Anda sewa selama tiga hingga 12 jam. Konsep ini cukup akrab jika Anda sempat mengetahui soal hotel kapsul. Konsep Napcabs ada sejak 2010 di kawasan Terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Munich. (*)

L

SPECIAL OFFER : RP 588.000++ /ROOM/ NIGHT INCLUDING BREAKFAST FOR 02 PERSONS bOOkING PERIOD : 01 APRIL - 31 MAY 2012 TRAVEL PERIOD : 15 MAY - 15 AUGUST 2012
Email : grandmegaresortandspakuta@gmail.com

135 Deluxe & Suites Room 4 Meeting Room, Spa, Fitness Center, Swimming Pool, Restaurant and Pool Bar

Jl. By Pass Ngurah Rai No. 234 Simpang Siur, Kuta - Bali Telp +62 361 767672 Fax + 62 361 764242

SAFeTY

Aviasi l April 2012 l 31

Peningkatan Pengetahuan dan Kecakapan atas Quality Management System

(Foto: Dok. Garuda Indonesia)

P
Capt. Novianto Herupratomo VP. Corporate Quality, Safety, and Environment Management PT Garuda Indonesia (Persero)

engetahuan dan kecakapan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan, terutama dalam dunia penerbangan. Pilot, engineering, awak kabin dan FOO merupakan beberapa contoh dimana profesi-profesi tersebut mewajibkan adanya pengetahuan, kecakapan (skill) dan aplikasi pengalaman yang harus dibuktikan dengan sebuah sertifikasi sebagai standar kecakapan (license maupun sertifikat pelatihan). Quality Management System (QMS), terutama dalam hal keselamatan dan keamanan penerbangan, berfungsi untuk memastikan bahwa regulasi, standar dan aturan yang dibuat harus dapat terimplementasi secara konsisten. Personil-personil yang terlibat dalam QMS diharapkan dapat mendeteksi adanya gejala ketidaksesuaian dan ketidakpatuhan atas aturan yang ada. Guna menjamin adanya keberlangsungan QMS, khususnya dalam hal regenerasi personil serta memastikan implementasi fungsi Qualty Assurance di semua lini kerja, maka personil yang bekerja di dalamnya secara otomatis juga harus pun diharuskan mendapatkan pengetahuan,

pengalaman dan kecakapan guna menjalankan fungsinya. Pelatihan Safety and Security Auditor dijalankan sebagai salah satu bagian dari QMS. Calon Safety and Security Auditor yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya harus memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam Quality Manual. Para peserta pelatihan datang dari berbagai lini kerja yang beraneka ragam, misalnya dari Flight Operations, Ground Operations, Cabin Crew, Training Center, Corporate Secretary, Strategic Management, dan sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa kualitas keselamatan dan keamanan penerbangan tidak hanya berkutat pada aspek operasional dan teknik, namun juga manajerial. Regulasi, standar dan aturan mengenai keselamatan dan keamanan penerbangan pun juga perlu diketahui, disadari dan tentu saja diterapkan oleh semua lini. Dengan beraneka ragam peserta pelatihan tersebut, maka informasi dan interaksi yang didapatkan akan beraneka ragam serta memperkaya materi pelatihan yang diadakan. Dalam pelatihan tersebut, para peserta digembleng mengenai

tentang dasar-dasar QMS, cara untuk menjalankan Quality Assurance, bagaimana cara berinteraksi dan berkomunikasi, termasuk tentang etika dalam menjalankan tugas. Proses pelatihan ini juga mencakup On the Job Training (OJT) sehingga para peserta dapat melakukan pembelajaran mengenai apa yang telah dipelajari di dalam kelas dan menerapkannya di dalam kejadian sesungguhnya. Penyelenggaraan pelatihan Safety and Security Auditor ini diharapkan menjadi awal dari proses formal pengetahuan atas QMS, namun nantinya, calon Auditor akan dapat melakukan implementasi dan observasi guna dapat makin mengasah kecakapan, kemampuan dan meningkatkan pengalamannya di dunia nyata. Para calon Auditor pun diharapkan nantinya dapat selalu memberikan kontribusi yang positif dalam penerapan Quality Assurance atas keselamatan dan keamanan penerbangan, baik dalam lingkup Corporate maupun sebagai Quality Control dalam lini kerja masingmasing. (*)

32 l Aviasi l April 2012

Medika

Pengelolaan Kelelahan (Fatigue) pada Aircrew
ANYAK ahli memberikan definisi mengenai kelelahan. Hawkins menjabarkan empat pemahaman mengenai sumber kelelahan sebagai berikut: 1. Kelelahan akibat istirahat yang inadekuat. 2. Kelelahan akibat gangguan ritme biologis (jet lag). 3. Kelelahan akibat aktivitas tubuh atau otot yang berlebih. 4. Kelelahan akibat kerja kognitif yang berlebih. Michael Mann menjabarkan kelelahan itu sendiri sebagai “kondisi yang berasal dari mekanisme fisiologis antara tidur, hilang tidur dan ritme sikardian yang tidak dapat dihilangkan dengan motivasi atau kedisiplinan.” Dr Steven Hursh menjabarkan dengan lebih spesifik bahwa faktor utama terjadinya kelelahan, yaitu waktu harian (antara pukul 00.00 dan 06.00 adalah waktu yang buruk); utang tidur yang menumpuk (akumulasi lebih dari 8 jam adalah hal yang buruk); utang tidur sesaat (kurang dari 8 jam tidur dalam periode 24 jam sebelumnya adalah hal yang buruk); waktu terjaga yang kontinyu (lebih dari 17 jam sejak periode tidur “utama” terakhir adalah hal yang buruk); dan waktu kerja (bekerja secara kontinyu tanpa jeda rehat). Kuantitas Tidur. Jumlah waktu untuk tidur bagi kebanyakan orang adalah 8 jam penuh untuk setiap harinya. Jika seseorang memiliki utang tidur sebanyak lebih dari 8 jam secara akumulatif, ia akan berada dalam kondisi “utang tidur kumulatif ”. Peraturan mengenai istirahat aircrew saat ini menghitung kuantitas tidur – aircrew diberikan waktu sebanyak 10 hingga 12 jam untuk beristirahat demi memenuhi syarat minimum tidur tanpa gangguan selama 8 jam sebelum melakukan jadwal tugas penerbangan berikutnya. Kualitas Tidur. Ketika seseorang mungkin mendapat 8 jam waktu tidur, kualitasnya dapat saja buruk.

B

Oleh Dr Wendri Wildiartoni Pattiawira Pelupessy, OHP, AME (Praktisi Kesehatan Kerja dan Kesehatan Dirgantara)

Memberikan layanan utama berupa Medical Escort, Evacuation, Home Care, Wound Care, Klinik Imunisasi Anak-Dewasa, Klinik Stop Merokok beserta layanan pendukung lainnya. Kunjungi website kami di http://pelupessymd.com atau Blackberry Messenger kami di 23095FCF / 20FFC6C0 untuk info lebih lanjut.

Kejadian terbangun saat tengah tidur, baik akibat bunyi, hasrat untuk ke toilet, getaran, atau hal lainnya, akan mengganggu mekanisme tidur dalam tubuh. Hal ini membutuhkan jam tidur sebanyak 2 malam secara kontinyu untuk memperoleh pemulihan penuh dari hutang tidur tersebut. Ritme Sikardian. Dapat diasumsikan bahwa Anda telah memahami konsep dari ritme sikardian dan siklus 24 jam bangun/ tidur dalam tubuh. Ketika siklus tersebut terganggu akibat jet lag, perubahan jam kerja dan lain-lain, maka dampak buruk akan terjadi. Hal ini juga menjadi faktor terbesar yang menyebabkan hilangnya waktu tidur dan mengakibatkan terjadinya kelelahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh aircrew untuk mengatasi kelelahan: 1. Diet & Hidrasi. Terdapat beberapa rekomendasi yang mengatur pola diet dan hidrasi untuk mengurangi efek dari kelelahan. Untuk melawan kelelahan, “minum banyak cairan, khususnya air putih” dan “makan makanan tinggi protein”. Untuk menolong proses tidur Anda, “makanan mengandung karbohidrat di sore hari, khususnya bila dikombinasikan dengan makanan kaya triptofan” akan cukup berguna. Hindari alkohol, tembakau atau kafein saat hendak tidur. 2. Kualitas Tidur. Ditemukan suatu fakta bahwa kebisingan menjadi penyebab utama terjadinya kurangnya kualitas tidur. Penyebab lainnya juga termasuk getaran (turbulensi dan pintu yang ditutup) dan gangguan privasi seperti pergi ke kamar mandi. Lingkungan yang kondusif untuk tidur adalah kunci dari kualitas dan kuantitas tidur yang baik. 3. Ritme Sikardian. Gangguan ritme sikardian memiliki dampak yang besar terhadap

• •

• • •

• •

• •

• •

kelelahan. Tubuh seharusnya memiliki jadwal yang teratur untuk mengetahui kapan waktu untuk terjaga dan kapan waktu untuk tidur. Beberapa prinsip dasar untuk mengatasi masalah ini adalah yang seperti yang dijabarkan di bawah ini. Jangan bekerja secara berlebih atau dalam keadaan mengantuk sebelum terbang. Tidur ringan dilakukan sebelum dan awal penerbangan malam. Gunakan cahaya terang saat bekerja di malam hari untuk menyesuaikan ritme sikardian. Tidur normal selama dua malam sebelum terbang. Tidur normal selama dua malam setelah melakukan penerbangan. Hindari rotasi shift terbang yang terlalu sering; shift terbang dapat dilakukan kembali setelah dua hingga tiga minggu. Lepas tugas malam dari jadwal terbang malam yang panjang. Usahakan untuk menetapkan jam biologis tubuh untuk tidur saat berada di zona waktu yang berbeda dengan cara mendapatkan kesempatan untuk tidur selama waktu tidur menurut zona waktu kota asal. Ambil waktu selama 20 menit setelah terjaga dari tidur. Ikuti jadwal waktu tidur dan makan secara konsisten dari hari ke hari. Pertahankan jadwal tidur, bangun tidur, dan makan yang sama selama masa lepas tugas. Jauhi kafein dan alcohol beserta hidangan makanan yang banyak sebelum tidur. Lakukan teknik relaksasi dan hygiene tidur. Lingkungan tempat untuk tidur harus bebas dari suara, cahaya, suhu ruangan yang ekstrim dan gangguan lainnya. Hindari kebiasaan melihat jam; gunakan alarm sebagai pengingat bangun tidur. (*)

FIGUR & TOKOH

Aviasi l April 2012 l 33

FA Lindawaty (GA Citilink)

Safe and Enjoy your Flight With Citilink
prosedur, seperti harus mengikuti test yang lumayan berat sebelum terjun sebagai pramugari. Proses itu diikutinya dan ia lolos test. Setelah terjun ke lapangan, “saya suka dengan pekerjaan ini,” katanya suatu kali kepada AVIASI. Kini Linda mengabdi di maskapai penerbangan yang berkonsep ”low cost carrier”, Citilink. Bekal selama satu tahunan di maskapai swasta yang pernah ditempatinya membuat Linda semakin cinta dengan pekerjaannya. Saat ini Linda sudah mengabdi kurang lebih tiga tahun di Citilink. Dia mengatakan, terbang bersama Citilink sangat menyenangkan dan menarik. ”Saya senang dengan suasana dan awak kabin lain yang bisa bekerjasama. Mereka sangat bersahabat dan hidup teratur. Bahagia rasanya terbang, bertemu dengan cabin crew, cockpit crew serta penumpang yang tidak pernah saya tahu karakternya,” katanya. Tentu dia memiliki pengalaman terbang yang disebutnya ada suka dan dukan. Sukanya adalah kalau flight ontime, karena dipuji penumpang. ”Kadang penumpangpun bisa berbagi cerita dan pengalaman sampai kadang-kadang saya diberi oleh-oleh. Dukanya yah kalau flight delay berkepanjangan yang menyebabkan penumpang marah–marah,” ujar Linda. (Lutfi)

Pramugari Merangkap Host TV FA Trigana Air, Nita Amalia

M

P

(Foto: Pribadi)

ADA mulanya Lindawaty, pramugari Citilink, bercita-cita menjadi pengusaha. Namun setelah mengetahui bahwa tugas seorang pramugari sangat mulia – bukan sekadar melayani penumpang, tapi bertanggung jawab terhadap keselamatan penumpang – akhirnya ia mencoba melamar menjadi pramugari. Belakangan Linda, begitu ia biasa dipanggil, semakin mencintai profesinya sebagai pramugari. Seperti pramugari yang lain, dia mengikuti

Triyosowati,

Presiden Direktur PT Adhya Avia Prima
Emansipasi wanita saat ini sudah semakin mengental. Apa yang diwariskan RA Kartini sepertinya tidak menjadi beban bagi kaum perempuan. Hampir semua lini untuk kaum hawa sudah mengisinya, seperti guru, dosen, hakim, politikus, pengacara, dokter, pengusaha dan lain sebagainya. Salah satu perusahaan cargo yang dikomandoi oleh seorang perempuan ini, adalah perusahaan ketujuh yang mendapatkan kepercayaan dari kementerian perhubungan melalui direktorat perhubungan udara berupa SK Regulated Agent (RA). Triyosowati, Presiden Direktur PT Adhya Avia Prima mengatakan sangat bangga perusahaannya dipercaya untuk menangani layanan jasa pengiriman atau transportasi dari pelanggan berupa cargo udara, pelayanan door to door, prot to port, kurir domestik dan internasional, transportasi darat, penjualan dan reservasi tiket pesawat udara. “Dengan sumber daya manusia yang profesional, sistem yang terintregasi, armada darat yang baru dan didukung sebagai general sales agent maupun agent cargo airlines, kami mempunyai sasaran yang jelas dalam mengembangkan visi dan misi perusahaan kami,” ungkap Triyosowati suatu ketika. Kini Adhya Avia Prima memiliki partner general sales agent dengan Citylink, dan cargo sales agent dengan Garuda Indonesia, Batavia Air, Merpati, Sriwijaya Air, dan Lion Air.

ENJADI pramugari dambaan kaum hawa. Salah satunya adalah Nita Amalia. Awalnya ia hanya iseng-iseng melamar di maskapai Star Air tahun 2002 saat masih kuliah semester tiga. Yang memotivasi memilih pramugari, “selain saya suka travelling, saya suka profesi ini, karena bisa ketemu dengan orang yang berbeda latar belakang setiap harinya, it was so fun to communicate and helping them on board as well,” paparnya. Sarjana bahasa Inggris ini menjalani pendidikan awak kabin di GITC. Selama sekolah pramugari dia diajari bagaimana haus benarbenar mengedepankan service and safety yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Virshania panggilan akrabnya, juga pernah bekerja di Saudi Airlines, AirAsia dan Sriwijaya Air. Masuk di Trigana Air tahun 2011. “Ya jadi saya sudah terhitung 10 tahun menjadi cabin crew,” tambahnya. Baginya, maskapai dengan tagline We serve you…here…there and every where ini telah memberikan pengalaman dan karier yang terbaik. Sukanya menjadi frontliner airlines adalah karena Nita tertarik dengan pekerjaan yang tidak monoton dan menikmati wisata kuliner saat di luar kota. Kalau dukanya “sering kena marah penumpang, saat pesawat delay hehehe, tapi itulah pekerjaan saya,”jelasnya. “Selama menjadi pramugari, pengalaman unik saya saat menenangkan penumpang yang histeris minta turun karena takut naik pesawat, waktu itu pesawat sudah mau lepas landas, hehehe ,” imbuh Nita. Wow…ternyata gadis yang hobi modeling ini terakhir pernah menjadi guest host di salah satu stasiun televisi swasta. Dan terkadang juga masih menjadi pemain figuran, kalau pemeran utama mungkin saat ini belum. “Saya belum bisa meninggalkan pekerjaan sebagai duta penerbangan, karena saya cinta banget dengan profesi ini,” katanya. (Dnn)

(Foto: Anto)

(Foto: Pribadi)

34 l Aviasi l April 2012

Hukum & Regulasi

Indonesia Belum Berdaulat Penuh di Ruang Udara (1)

Bandara Changi di Singapura yang semakin moderen. Saat ini Singapura mengawasi gerakan pesawat udara di beberapa wilayah Indonesia (Foto: Tom)

D

Prof. DR. H. K. Martono, SH, LL. McSc

Jika anda berminat silahkan hubungi: Sugiarto (085695583553)

ALAM tayangan di MNC News 16 Maret 2012, Menteri Negara BUMN menegaskan bahwa Indonesia belum berdaulat penuh di udara. Barangkali yang dimaksudkannya adalah pengawasan flight inormation region (FIR) di atas pulau Natuna. Bilamana hal itu benar, maka dapat dijelaskan bahwa sesuai dengan Pasal 1 Konvensi Chicago 1944, FIR di atas pulau Natuna seharusnya diawasi oleh Indonesia, tetapi kenyataannya masih diawasi oleh Singapura. FIR di atas pulau Natuna tersebut ditetapkan dalam Regional Air Navigation (RAN) Meeting oleh negara-negara Asia Pacific pada bulan November 1946. Beberapa tahun yang lalu, Singapura pernah menuduh bahwa Indonesia merupakan sarang teroris internasional. Tuduhan tersebut dibantah oleh anggota DPR dan sekaligus mengatakan bahwa FIR di atas pulau Natuna adalah wilayah kedaulatan Indonesia yang harus diambil kembali. Tuntutan tersebut tambah aktual lagi setelah disiarkan oleh radio Elshinta. Masalah tersebut muncul kembali dibahas oleh DPR dan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dengan Menlu Singapura yang berlangsung di Bali. Menurut AFP, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada waktu itu mengatakan tetap akan mengambil alih kembali FIR di atas pulau Natuna dari pengawasan Singapura, bahkan akan meninjau kembali perjanjian Singapura dengan Indonesia yang mengizinkan pesawat udara militer Singapura berlatih di wilayah Indonesia.

Kronologi Pengambilalihan

Niat untuk mengambil alih kembali pengawasan FIR di atas pulau Natuna tersebut, diawali dengan argumentasi antara penerbang TNI-AU dan pengawas lalu lintas udara Singapura. Pada saat itu seorang Jenderal ikut dalam penerbangan di atas pulau Natuna, pengawas lalu lintas udara (ATC) Singapura menanyakan siapa yang ada dalam pesawat udara tersebut, dijawab oleh penerbang TNI-AU bahwa di dalamnya ada VIP, tetapi jawaban tersebut tidak memuaskan bagi ATC Singapura, sebaliknya penerbang TNI-AU merasa tidak enak karena terbang di wilayahnya sendiri, tetapi selalu diawasi oleh negara lain. Pada saat Jenderal tersebut mendarat, ia memerintahkan untuk mengambil alih kembali pengawasan FIR di atas pulau Natuna yang sampai saat ini belum berhasil. Sebagai realisasi instruksti tersebut, mulai diadakan langkah-langkah persiapan pengambilalihan FIR di atas pulau Natuna tersebut. Usaha pengambil alihan FIR tersebut semakin intensif dilakukan sejak bulan Juli 1992. Niat Indonesia mengambil alih pengawasan FIR di atas pulau Natuna, secara resmi telah disampaikan pada Regional Air Navigation (RAN) Meeting di Bangkok bulan Mei 1993, tetapi dalam RAN-Meeting tersebut diputuskan agar masalah tersebut diselesaikan secara bilateral antara Indonesia dan Singapura yang hasilnya harus dilaporkan kepada kantor perwakilan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Bangkok.

Pertimbangan Penentuan FIR

Penentuan FIR berdasarkan kesepakatan secara regional yang dibahas oleh negara-negara Asia dan Pacific di Bangkok. Penentuan FIR atas pertimbangan keselamatan penerbangan biasanya diselenggarakan dalam waktu 10 tahun sekali. Penentuan FIR berbeda dengan penentuan wilayah kedaulatan (sovereignty) yang berdasarkan pertimbangan keamanan, karena itu dapat terjadi wilayah kedaulatan tidak konsisten dengan wilayah FIR, sehingga dapat terjadi FIR di wilayah kedaulatan Indonesia diawasi oleh Singapura. FIR ditentukan berdasarkan Pasal 28 Konvensi Chicago 1944 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Annex 11 Konvensi Chicago 1944. Menurut Pasal 28 Konvensi Chicago 1944 Indonesia wajib menyediakan fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan, namun demikian menurut Annex 11 Konvensi Chicago 1944 Indonesia dapat mendelegasikan pengawasan tersebut kepada negara lain (Singapura) bilamana merasa belum mampu mengawasi lalu lintas udara di atas kedaulatan Republik Indonesia. Pendelegasian tersebut tidak mengurangi kedaulatan Indonesia. Apabila Indonesia telah mampu melayani, maka pendelegasian tersebut dapat dikembalikan lagi ke Indonesia seperti terjadi di Viet Nam yang sebelumnya dilayani oleh negara tetangganya.(Bersambung)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->