P. 1
Lembaga legislatif

Lembaga legislatif

|Views: 62|Likes:
Published by Ngurah Pramana

More info:

Published by: Ngurah Pramana on May 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Lembaga negara legislatif — Presentation Transcript

1. SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA Pokok Bahasan : Lembaga Negara Legislatif Dosen Pengasuh : MGS. M. Rizqi Al Fadli, S.IP Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pemerintahan – ADS Palembang - 2011

 

2. M P R 3. Majelis Permusyawaratan Rakyat (disingkat MPR ) adalah lembaga legislatif bikameral yang merupakan salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Sebelum Reformasi MPR merupakan lembaga tertinggi negara. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara. Pasal 1 ayat (2) yang semula berbunyi: “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.” diubah menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.” Dengan demikian pelaksanaan kedaulatan rakyat tidak lagi dijalankan sepenuhnya oleh sebuah lembaga negara, yaitu MPR, tetapi melalui cara-cara dan oleh berbagai lembaga negara yang ditentukan oleh UUD 1945. Lembaga MPR diatur dalam Ps. 2 dan 3 UUD 1945 dan UU N0. 27/2009 ttg MPR, DPR, DPD dan DPRD

4. Tugas dan Wewenang MPR Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Usul pengubahan pasal UUD 1945 diajukan oleh sekurangkurangnya 1/3 (satu pertiga) dari jumlah anggota MPR Sidang paripurna MPR dapat memutuskan pengubahan pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan persetujuan sekurang-kurangnya 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota ditambah 1 (satu) anggota.

5. Melantik Presiden dan Wakil Presiden MPR melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum dalam sidang paripurna MPR Perubahan kewenangan tersebut diputuskan dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-7 (lanjutan 2) tanggal 09 November 2001, yang memutuskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat , Pasal 6A ayat (1). Memutuskan usul DPR untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya MPR hanya dapat memberhentikan

Presiden bersumpah janji di hadapan rapat paripurna DPR. Keanggotaan MPR diresmikan dengan keputusan Presiden (ps.  8. Imunitas.Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya atas usulan DPR dengan pembuktian MK Keputusan MPR terhadap usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden diambil dalam sidang paripurna MPR yang dihadiri sekurang-kurangnya 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota yang hadir. diberhentikan. MPR menyelenggarakan sidang paripurna paling lambat 30 hari untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Dari dua pasangan calon pres/wapres yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Pres/Wapres-nya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya. dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Protokoler. Keanggotaan MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Memilih Wakil Presiden Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden. Anggota MPR sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna MPR  9. Jika DPR tidak dapat mengadakan rapat. berhenti. MPR segera menyelenggarakan sidang paripurna MPR untuk melantik Wakil Presiden menjadi Presiden Jika MPR tidak dapat mengadakan sidang. MPR menyelenggarakan sidang paripurna dalam waktu paling lambat 60 hari untuk memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diusulkan oleh Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya  7. Keuangan dan administratif Kewajiban Anggota MPR Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila. Hak dan Kewajiban Anggota Hak Anggota MPR Mengajukan usul pengubahan pasal UUD 1945 Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan. Memilih dan dipilih. Melaksanakan UUD 1945 dan menaati peraturan . Memilih Presiden dan Wakil Presiden Apabila Presiden dan Wapres mangkat. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan. Membela diri. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden Jika terjadi kekosongan jabatan Presiden. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun. 2 UUD 1945) Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang yang terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Presiden bersumpah janji di hadapan pimpinan MPR dengan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung.  6.

Panitia Ad Hoc Panitia ad hoc MPR terdiri atas pimpinan MPR dan paling sedikit 5% (lima persen) dari jumlah anggota dan paling banyak 10% (sepuluh persen) dari jumlah anggota yang susunannya mencerminkan unsur DPR dan unsur DPD secara proporsional dari setiap fraksi dan Kelompok Anggota MPR.perundang-undangan. fungsi legislasi dapat dikatakan berjalan dengan baik apabila produk hukum yang dikeluarkan oleh DPR dapat memenuhi aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat . Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sidang MPR sah apabila dihadiri: sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah Anggota MPR untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR untuk mengubah dan menetapkan UUD sekurang-kurangnya 50%+1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang lainnya Putusan MPR sah apabila disetujui: sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden sekurang-kurangnya 50%+1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk memutus perkara lainnya. Dalam konsep Trias Politika.   12. Melaksanakan peranan sebagai wakil rakyat dan wakil daerah.  10.  11. Sementara itu. yang ditetapkan dalam sidang paripurna MPR. 27/2009 ttg MPR. DPD dan DPRD) Fungsi pengawasan dapat dikatakan telah berjalan dengan baik apabila DPR dapat melakukan tindakan kritis atas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. DPR berperan sebagai lembaga legislatif yang berfungsi untuk membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pelaksanaan undang-undang yang dilakukan oleh pemerintah sebagai lembaga eksekutif (Ps. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. kelompok. Sidang MPR MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara. Alat Kelengkapan Pimpinan Pimpinan MPR terdiri atas 1 (satu) orang ketua yang berasal dari anggota DPR dan 4 (empat) orang wakil ketua yang terdiri atas 2 (dua) orang wakil ketua berasal dari anggota DPR dan 2 (dua) orang wakil ketua berasal dari anggota DPD. dan golongan. D P R 13. DPR. 20 UUD 1945 dan UU N0.

Hakim Konstitusi. Legislasi Fungsi legislasi dilaksanakan sebagai perwujudan DPR selaku pemegang kekuasaan membentuk undang-undang Anggaran Fungsi anggaran dilaksanakan untuk membahas dan memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap rancangan undang-undang tentang APBN yang diajukan oleh Presiden. pejabat pemerintah. Hak Hak interplasi Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan Pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat. Grasi. legislasi. atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan tentang suatu hal yang perlu ditangani demi kepentingan bangsa dan negara Setiap pejabat negara. DPR dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya berhak meminta pejabat negara..  15. Pengawasan Fungsi pengawasan dilaksanakan melalui pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan APBN. Hakim Agung. Pernyataan Perang. dan bernegara Hak angket Hak angket adalah hak . pejabat pemerintah. dll )  16. Rehabilitasi. berbangsa. dan pengawasan yang dijalankan dalam kerangka representasi rakyat. pendidikan. yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 (lima belas) hari sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan  17. anggaran. Sambungan . KY. Amnesti. Abolisi. badan hukum. atau warga masyarakat yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan panggilan paksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Dalam hal panggilan paksa tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah. Dubes. 14. Fungsi DPR DPR mempunyai fungsi . badan hukum. anggota BPK. dan agama Membahas bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan memberikan persetujuan atas rancangan undangundang tentang APBN yang diajukan oleh Presiden Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan APBN Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang Memberikan persetujuan kepada Presiden terhadap segala sesuatu kebijakan yang akan dilakukan Presiden (pemilihan menteri. Tugas dan Wewenang Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama Menerima rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPD Membahas rancangan undang-undang yang diajukan oleh Presiden atau DPR Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang tentang APBN dan rancangan undangundang yang berkaitan dengan pajak.

 18. akuntan publik. Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta. dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat. Larangan dan Penyidikan Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. konsultan. notaris. Hak menyatakan pendapat Hak menyatakan pendapat adalah hak DPR untuk menyatakan pendapat atas : Kebijakan Pemerintah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di tanah air atau di dunia internasional Tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket Dugaan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum baik berupa pengkhianatan terhadap negara. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. permintaan keterangan. hakim pada badan peradilan. penyuapan.  20. dan hak sebagai anggota DPR.  19. korupsi..  21. pegawai negeri sipil. maupun perbuatan tercela.DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dan/atau kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. Fraksi Untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi. serta hak dan kewajiban anggota DPR. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. strategis. advokat/pengacara. Setiap anggota DPR harus menjadi anggota salah satu fraksi. Komposisi Fraksi Fraksi Jumlah Anggota Ketua Fraksi Partai Demokrat 148 Mohammad Jafar Hafsah Fraksi Partai Golongan Karya 107 Setya Novanto Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 94 Tjahjo Kumolo Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 57 Mustafa Kamal Fraksi Partai Amanat Nasional 46 Asman Abnur Fraksi Partai Persatuan Pembangunan 37 Hasrul . dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. dibentuk fraksi sebagai wadah berhimpun anggota DPR Fraksi melakukan evaluasi terhadap kinerja anggota fraksinya dan melaporkan kepada publik. Fraksi dapat dibentuk oleh partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dalam penentuan perolehan kursi DPR. wewenang. tugas dan wewenang DPR. anggota TNI/Polri. Sambungan . dan/atau Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. berbangsa. pemanggilan. Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. tindak pidana berat lainnya.

Pimpinan DPR karena jabatannya juga sebagai pimpinan Badan Musyawarah Secara garis besar Bamus bertugas menetapkan agenda DPR. pengaturan knsultasi pemerintah dan DPR  24. Tugas komisi dalam pembentukan undang-undang adalah mengadakan persiapan. keempat. penyusunan. Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR Wakil Ketua DPR ialah anggota DPR yang berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak kedua. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi Pimpinan komisi terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR.  25. termasuk APBN. sambungan . ketiga. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi.  23. yang dipilih dari dan oleh anggota komisi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi.Azwar Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 28 Marwan Ja'far Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya 26 Mujiyono Haryanto Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat 17 Ahmad Fauzi  22. serta peraturan .. dan penyempurnaan rancangan undang-undang Tugas komisi di bidang anggaran adalah mengadakan pembicaraan pendahuluan mengenai penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya bersama-sama dengan Pemerintah Tugas komisi di bidang pengawasan adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang. dan kelima. pembahasan. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Musyawarah pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Anggota Badan Musyawarah berjumlah paling banyak 1/10 (satu persepuluh) dari jumlah anggota DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi yang ditetapkan oleh rapat paripurna. substansinya dikerjakan di dalam komisi. Badan Musyawarah Bamus dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. Alat Kelengkapan Pimpinan Pimpinan DPR terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 4 (empat) orang wakil ketua yang berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPR. Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. Pada umumnya. memberikan pendapat kepada pimpinan DPR. pengaturan Komisi.

dan informasi. pembulatan. Sambungan . Komisi IV. hak asasi manusia. Komisi X. dan kebudayaan. membidangi perdagangan. memberikan pertimbangan terhadap rancangan undang-undang yang diajukan. otonomi daerah. Komisi VI. Komisi VIII. sosial dan pemberdayaan perempuan. perkebunan..  27. melakukan pengharmonisasian. kesehatan. membidangi pertanian. Komisi II. Pada periode 2009-2014. kesenian. membidangi kependudukan. Komisi IX. perencanaan pembangunan nasional. mengikuti perkembangan dan melakukan evaluasi terhadap pembahasan materi muatan rancangan undang- .. membidangi energi. usaha kecil dan menengah). perumahan rakyat. menyiapkan rancangan undang-undang. telekomunikasi. dan badan usaha milik negara. dan lingkungan. yaitu : Komisi I. dan lembaga keuangan bukan bank. perindustrian. perbankan. luar negeri. perikanan. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas. membidangi pemerintahan dalam negeri. melakukan pembahasan. dan pangan. Komisi VII. dan/atau penyempurnaan rancangan undang-undang yang secara khusus ditugaskan oleh Badan Musyawarah. dan keamanan. kelautan. olahraga. Badan Legislasi DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Legislasi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Jumlah anggota Badan Legislasi ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. membidangi agama. membidangi perhubungan. membidangi keuangan.pelaksanaannya yang termasuk dalam ruang lingkup tugasnya. pengubahan. mengoordinasi penyusunan program legislasi nasional.  26. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. pekerjaan umum. pemuda. Badan Legislasi bertugas: menyusun rancangan program legislasi nasional. tenaga kerja dan transmigrasi. sumber daya mineral. riset dan teknologi. membidangi pertahanan. dan pemantapan konsepsi rancangan undangundang yang diajukan anggota. Pimpinan Badan Legislasi terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Legislasi berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan m enurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi  28. membidangi hukum dan perundang-undangan. Komisi III. investasi. koperasi. aparatur negara. kehutanan. membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK yang berkaitan dengan ruang lingkup tugasnya. membidangi pendidikan. Komisi XI. Komisi V. dan agraria. pariwisata.

menetapkan pendapatan negara bersama Pemerintah dengan mengacu pada usulan komisi terkait. Pimpinan Badan Anggaran terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Anggaran berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan m enurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi  30. membahas laporan realisasi dan prognosis yang berkaitan dengan APBN.. memberikan masukan kepada pimpinan DPR atas rancangan undang-undang usul DPD yang ditugaskan oleh Badan Musyawarah.undang melalui koordinasi dengan komisi dan/atau panitia khusus. Jumlah anggota Badan Anggaran ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. Badan Anggaran bertugas: membahas bersama Pemerintah menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian/lembaga dalam menyusun usulan anggaran.  29. Pimpinan BAKN terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang . Anggota komisi dalam Badan Anggaran harus mengupayakan alokasi anggaran yang diputuskan komisi dan menyampaikan hasil pelaksanaan tugas  31. dan membahas pokok-pokok penjelasan atas rancangan undangundang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Anggota BAKN berjumlah paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang atas usul fraksi DPR yang ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Sambungan . Badan Anggaran DPR menetapkan susunan dan keanggotaan Badan Anggaran pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Badan Anggaran hanya membahas alokasi anggaran yang sudah diputuskan oleh komisi. Badan Akuntabilitas Negara DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. membahas rancangan undangundang tentang APBN melakukan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan di komisi mengenai rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga. dan membuat laporan kinerja dan inventarisasi masalah di bidang perundangundangan Badan Legislasi menyusun rancangan anggaran untuk pelaksanaan tugasnya sesuai dengan kebutuhan yang selanjutnya disampaikan kepada Badan Urusan Rumah Tangga.

analis keuangan. BAKN dapat dibantu oleh akuntan. Selain tugas tersebut diatas. serta penyajian dan kualitas laporan. menyampaikan hasil penelaahan kepada komisi. Badan Kehormatan melakukan evaluasi dan penyempurnaan peraturan DPR tentang kode etik DPR.. Hasil kerja disampaikan kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna secara berkala Dalam melaksanakan tugas. dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara BAKN dapat mengusulkan kepada komisi agar BPK melakukan pemeriksaan lanjutan. hambatan pemeriksaan. DPD. dan memberikan masukan kepada BPK dalam hal rencana kerja pemeriksaan tahunan. menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi. badan usaha milik negara. lembaga negara lainnya. dan/atau melanggar ketentuan larangan. Badan Kehormatan bertugas melakukan penyelidikan dan verifikasi atas pengaduan terhadap anggota karena: tidak melaksanakan kewajiban. badan usaha milik daerah. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai anggota DPR selama 3 (tiga) bulan berturut-turut tanpa keterangan apa pun.. dan/atau peneliti. Bank Indonesia. dan DPRD. pemerintah daerah. yang dipilih dari dan oleh anggota Badan Kehormatan Pemilihan pimpinan Badan Kehormatan dilakukan dalam rapat Badan Kehormatan yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan Badan Kehormatan  35. Sambungan .. Sambungan .  33. badan layanan umum. Badan Kehormatan Anggota Badan Kehormatan berjumlah 11 (sebelas) orang dan ditetapkan dalam rapat paripurna pada permulaan masa keanggotan DPR dan pada permulaan tahun sidang Pimpinan Badan Kehormatan terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan 2 (dua) orang wakil ketua. Sambungan . ahli.dipilih dari dan oleh anggota BAKN berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi  32. tidak menghadiri rapat paripurna dan/atau rapat alat kelengkapan DPR yang menjadi tugas dan kewajibannya sebanyak 6 (enam) kali berturut-turut tanpa alasan yang sah. BAKN bertugas: melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR. Pemerintah. Dalam melaksanakan tugas BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK.  34. tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemilihan umum anggota DPR. Badan .

Badan Kehormatan membuat laporan kinerja pada akhir masa keanggotaan  36. melakukan koordinasi dengan alat kelengkapan DPD dan alat kelengkapan MPR yang berhubungan dengan masalah kerumahtanggaan DPR. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. Sambungan . BURT bertugas: menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR.. baik secara bilateral maupun multilateral.  38. DPD.Kehormatan berwenang memanggil pihak terkait dan melakukan kerja sama dengan lembaga lain. BKSAP bertugas: membina. . Sambungan . dan menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu. dan memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antarparlemen. Badan Kerjasama Antar Parlemen Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang P impinan BKSAP terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. melakukan pengawasan terhadap Sekretariat Jenderal DPR dalam pelaksanaan kebijakan kerumahtanggaan DPR sebagaimana dimaksud dalam huruf a.. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah Pemilihan pimpinan BKSAP dilakukan dalam rapat BKSAP yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BKSAP  37. Badan Urusan Rumah Tangga Jumlah anggota BURT ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang Pimpinan BURT terdiri atas 1 (satu) orang ketua yang dijabat oleh Ketua DPR dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota BURT berdasarkan prinsip musyawarah Pemilihan pimpinan BURT dilakukan dalam rapat BURT yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan BURT  39. dan MPR yang ditugaskan oleh pimpinan DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. menyampaikan hasil keputusan dan kebijakan BURT kepada setiap anggota DPR. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain. mengembangkan. termasuk pelaksanaan dan pengelolaan anggaran DPR.

yang berkedududukan sebagai Kesekretariatan Lembaga Negara yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal dan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Pimpinan DPR Sekretaris Jenderal diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan . Sekretariat Jenderal DPR Sekretariat Jenderal DPR-RI merupakan unsur penunjang DPR. cara penyelesaiannya diserahkan kepada pimpinan DPR. kuorum belum juga terpenuhi. keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Panitia Khusus DPR menetapkan susunan dan keanggotaan panitia khusus berdasarkan perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. rapat ditunda paling banyak 2 (dua) kali dengan tenggang masing-masing tidak lebih dari 24 (dua puluh empat) jam. Persidangan Tahun sidang DPR dimulai pada tanggal 16 Agustus dan diakhiri pada tanggal 15 Agustus tahun berikutnya dan apabila tanggal 16 Agustus jatuh pada hari libur. 40. kecuali dalam rapat pengambilan keputusan terhadap pelaksanaan hak menyatakan pendapat. Setiap rapat atau sidang DPR dapat mengambil keputusan apabila memenuhi kuorum. Kuorum terpenuhi apabila rapat dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah anggota rapat dan terdiri atas lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah fraksi. Panitia khusus dibubarkan oleh DPR setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. Setelah 2 (dua) kali penundaan.  41. Panitia khusus bertanggung jawab kepada DPR. Rapat paripurna menetapkan tindak lanjut hasil kerja panitia khusus. pembukaan tahun sidang dilakukan pada hari kerja sebelumnya Tahun sidang dibagi dalam 4 (empat) masa persidangan Sebelum pembukaan tahun .  43. Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan dalam rapat DPR pada dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat Apabila cara pengambilan keputusan tidak tercapai. Jumlah anggota panitia khusus ditetapkan oleh rapat paripurna paling banyak 30 (tiga puluh) orang Pimpinan panitia khusus terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota panitia khusus berdasarkan prinsip musyawarah Pemilihan pimpinan panitia khusus sebagaimana dilakukan dalam rapat panitia khusus yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan panitia khusus Panitia khusus bertugas melaksanakan tugas tertentu dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna. anggota DPR dan anggota DPD mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam sidang bersama yang diselenggarakan oleh DPR atau DPD secara bergantian  42. Apabila kuorum tidak terpenuhi.

dan agama Pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu. Tantangan tersebut mulai dari wewenangnya yang dianggap jauh dari memadai untuk menjadi kamar kedua yang efektif dalam sebuah parlemen bikameral.  46. Anggota DPD dari setiap provinsi adalah 4 orang. Jumlah anggota DPD tidak lebih dari 1/3 (satu pertiga) jumlah anggota DPR. pendidikan. dan sumber daya ekonomi lainnya serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Wewenang dan Hak Tugas dan wewenang DPD antara lain: Mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. dan penggabungan daerah. pembentukan dan pemekaran. ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu pemberian pertimbangan kepada DPR atas rancangan Undang-undang tentang anggaran pendapata dan belanja negara dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. DPR kemudian mengundang DPD untuk membahas RUU tersebut. Masa jabatan anggota DPD adalah 5 tahun.  48. Tugas. pengelolaan sumber daya alam. Sistem perwakilan teritorial (territorial representation atau regional representation) . pendidikan. hubungan pusat dan daerah. masih banyak tantangan yang dihadapi oleh DPD. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) lahir pada tanggal 1 Oktober 2004. sampai dengan persoalan kelembagaannya yang juga jauh dari memadai. . Dewan Perwakilan Daerah (disingkat DPD ) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum. Tantangan-tantangan tersebut timbul terutama karena tidak banyak dukungan politik yang diberikan kepada lembaga baru ini  47. dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPD yang baru mengucapkan sumpah/janji. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak. Dengan demikian jumlah anggota DPD saat ini adalah 132 orang. Fungsi DPD memiliki fungsi: Pengajuan usul.DPR Sekretariat Jenderal DPR RI personelnya terdiri atas PNS. ketika 128 anggota DPD yang terpilih untuk pertama kalinya dilantik dan diambil sumpahnya. D P D 45. Pada awal pembentukannya. Susunan organisasi dan tata kerja Sekretaris Jenderal ditetapkan dengan keputusan Presiden   44.

 50. melaksanakan dan memasyarakatka keputusan DPD. hubungan pusat dan daerah. serta hak protokoler. mengadakan konsultasi dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara lainnya sesuai dengan keputusan DPD. pembentukan. pendidikan. Alat Kelengkapan PIMPINAN terdiri atas seorang ketua dan dua wakil ketua. Panitia Musyawarah bertugas menetapkan jadwal dan acara persidangan. Apabila Panitia Musyawarah tidak dapat mengadakan rapat untuk menetapkan jadwal dan acara. pajak. Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari BPK untuk dijadikan bahan membuat pertimbangan bagi DPR tentang RUU yang berkaitan dengan APBN Anggota DPD juga memiliki hak menyampaikan usul dan pendapat. pemekaran. menyusun rencana kerja pimpinan. membela diri. Panitia Musyawarah Panitia Musyawarah dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap. Apabila Panitia Musyawarah tidak dapat mengadakan rapat untuk menetapkan jadwal dan acara. dan penggabungan daerah. Panitia Kerja Panitia kerja dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap. dan sumber daya ekonomi lainnya. pelaksanaan APBN.dan agama. hak imunitas. mewakili DPD di pengadilan. dan agama. Panitia Musyawarah Panitia Musyawarah dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap. Pimpinan DPD periode 2009–2014 adalah: Ketua: Irman Gusman (Sumatera Barat) Wakil Ketua: Gusti Kanjeng Ratu Hemas (DI Yogyakarta) Wakil Ketua: La Ode Ida (Sulawesi Tenggara)  51. memimpin sidang DPD dan menyimpulkan hasil sidang untuk diambil keputusan. Keanggotaan panitia kerja ditetapkan olehsidang paripurna DPD pada permulaan . Sambungan … Melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan  49. menjadi juru bicara DPD. pimpinan DPD dapat menetapkan jadwal dan acara tersebut  52. Panitia Musyawarah bertugas menetapkan jadwal dan acara persidangan. pengelolaan sumber daya alam. Pimpinan DPD bertugas antara lain . pimpinan DPD juga sebagai juru bicara DPD. pimpinan DPD dapat menetapkan jadwal dan acara tersebut  53. Selain bertugas memimpin sidang.

undang adalah mengadakan persiapan dan pembahasan rancangan undang-undang tertentu Tugas panitia kerja dalam pembahasan rancangan undang-undang yang berasal dari DPR atau Presiden adalah melakukan pembahasan serta menyusun pandangan dan pendapat DPD  55.. harmonisasi. menyusun pertimbangan DPD terhadap calon anggota BPK yang diajukan DPR Tugas panitia kerja di bidang pengawasan adalah: melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang. Badan Kehormatan BK dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap.  56. Keanggotaan PPUU ditetapkan oleh sidang paripurna DPD pada permulaan masa kegiatan DPD dan pada setiap permulaan tahun sidang. Sambungan . pendidikan dan agama. Sambungan . Tugas PPUU merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan usul rancangan undang-undang untuk 1 (satu) masa keanggotaan DPD dan setiap tahun anggaran.masa kegiatan DPD dan pada setiap permulaan tahun sidang. membahas usul rancangan undang-undang melakukan kegiatan pembahasan. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai anggota DPD selama 3 (tiga) bulan . Tugas panitia kerja dalam pengajuan rancangan undang. Panitia Perancang Undang-Undang dipimpin oleh pimpinan Panitia Perancang Undang-Undang.. Keanggotaan BK ditetapkan oleh sidang paripurna DPD pada permulaan masa kegiatan DPD dan pada setiap permulaan tahun sidang. dan pemantapan konsepsi usul rancangan undang-undang Melakukan koordinasi. Badan Kehormatan bertugas melakukan penyelidikan dan verifikasi atas pengaduan terhadap anggota karena: tidak melaksanakan kewajiban. BK dipimpin oleh pimpinan BK  59. Panitia Perancang UU PUU dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap. kecuali pada permulaan tahun sidang terakhir dari masa keanggotaan DPD  54. konsultasi.undang bidang tertentu membahas hasil pemeriksaan BPK.  57. Tugas panitia kerja dalam pemberian pertimbangan adalah: melakukan pembahasan dan penyusunan pertimbangan DPD mengenai rancangan undang. Sambungan . dan evaluasi dalam rangka mengikuti perkembangan materi usul rancangan undangundang melakukan evaluasi terhadap program penyusunan usul rancangan undang-undang  58.undang tentang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak.. pembulatan.

dan DPRD. Selain tugas tersebut diatas. Persidangan Tahun sidang DPR dimulai pada tanggal 16 Agustus dan diakhiri pada tanggal 15 Agustus tahun berikutnya dan apabila tanggal 16 Agustus jatuh pada hari libur. Sebelum . PURT dipimpin oleh pimpinan PURT  61. tidak menghadiri rapat paripurna dan/atau rapat alat kelengkapan DPD yang menjadi tugas dan kewajibannya sebanyak 6 (enam) kali berturut-turut tanpa alasan yang sah. Badan Kehormatan melakukan evaluasi dan penyempurnaan peraturan DPD tentang kode etik DPD. BURT bertugas: Membantu pimpinan DPD dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPD. Badan Kehormatan membuat laporan kinerja pada akhir masa keanggotaan  60. termasuk kesejahteraan anggota dan pegawai Sekretariat Jenderal DPD. pembukaan tahun sidang dilakukan pada hari kerja sebelumnya Kegiatan DPD meliputi sidang DPD di ibu kota negara serta rapat di daerah dan tempat lain sesuai dengan penugasan DPD. DPD. tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemilihan umum anggota DPR. Keanggotaan PURT ditetapkan oleh sidang paripurna DPD pada permulaan masa kegiatan DPD dan pada setiap permulaan tahun sidang. dan/atau melanggar ketentuan larangan. membantu pimpinan DPD dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan kewajiban yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal DPD membantu pimpinan DPD dalam merencanakan dan menyusun kebijakan anggaran DPD melaksanakan tugas lain yang berhubungan dengan masalah kerumahtanggaan DPD yang ditugaskan oleh pimpinan DPD berdasarkan hasil rapat Panitia Musyawarah menyampaikan laporan kinerja dalam sidang paripurna DPD yang khusus diadakan untuk itu  62. Badan Kehormatan berwenang memanggil pihak terkait dan melakukan kerja sama dengan lembaga lain. Panitia Urusan Rumah Tangga PURT dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD yang bersifat tetap. Panitia Urusan Rumah Tangga membuat inventarisasi masalah. baik yang sudah maupun yang belum terselesaikan untuk dapat digunakan sebagai bahan oleh Panitia Urusan Rumah Tangga pada masa keanggotaan berikutnya Panitia Urusan Rumah Tangga dapat meminta penjelasan dan data yang diperlukan kepada Sekretariat Jenderal DPD  63.berturut-turut tanpa keterangan apa pun.

Kuorum terpenuhi apabila rapat dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu perdua) jumlah anggota sidang Apabila kuorum tidak terpenuhi. keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. . Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan dalam rapat DPR pada dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat Apabila cara pengambilan keputusan tidak tercapai.pembukaan tahun . cara penyelesaiannya diserahkan kepada pimpinan DPD. Setiap rapat atau sidang DPR dapat mengambil keputusan apabila memenuhi kuorum. Setelah 2 (dua) kali penundaan. anggota DPR dan anggota DPD mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam sidang bersama yang diselenggarakan oleh DPR atau DPD secara bergantian  64. rapat ditunda paling banyak 2 (dua) kali dengan tenggang masing-masing tidak lebih dari 24 (dua puluh empat) jam. kuorum belum juga terpenuhi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->