P. 1
Sistem Komunikasi Massa Di Indonesia Dan Dampak Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat

Sistem Komunikasi Massa Di Indonesia Dan Dampak Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat

|Views: 189|Likes:
Published by Caesar Julio

More info:

Published by: Caesar Julio on May 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2015

pdf

text

original

SISTEM KOMUNIKASI MASSA DI INDONESIA DAN DAMPAK TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT Komunikasi massa adalah proses dimana

organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Komunikasi massa itu sendiri sudah digunakan di Indonesia selama bertahun-tahun sebagai media untuk melakukan komunikasi kepada seluruh bangsa Indonesia.
Sistem Komunikasi massa di Indonesia mempunyai beberapa ciri yaitu terlembaga dan lembaga itu sendiri adalah media, pesan yang disampaikan dari komunikasi massa ini bersifat umum dan terbuka untuk masyarakat luas ataupun umum dan pesannya juga bersifat satu arah tanpa komunikator tahu feedback yang diberikan komunikan, biasanya komunikannya bersifat heterogen karena tidak memandang suku,ras,agama, dan lain-lain,dan yang terakhir media massa yang digunakan akan disampaikan secara serempak.

Media massa dipandang punya kedudukan strategis untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Dengan begitu media massa merupakan instrumen fungsi pragmatis dari pihak di luar media massa ataupun bagi pemilik media massa sendiri dalam menghadapi masyarakat.

Hal ini di karenakan. Pertama. Kedua. komunikasi massa merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada . Dalam sisi normatif ini di sebutkan harapan masyarakat terhadap media dan peran yang seharusnya di mainkan oleh media. gambaran media sebagai institusi mediasi. Pendapatan televisi terbesar di peroleh dari iklan. Hubungan Media Massa dan Masyarakat Hubungan media massa dengan masyarakat telah di bahas dengan berbagai pendekatan yang berbeda.1. dapat di lihat dari sisi normatif. maka si pemilik perusahaan akan memilih program lain atau stasiun televisi lainnya yang memiliki penonton dengan jumlah besar. merupakan ide yang mengandung konsep hubungan yang terjadi setidak-tidaknya karena adanya arus informasi yang berkesinambungan. Jika rating program yang di tayangkan sangat sedikit penontonnya. Jika. menyajikan dan kadangkala berperan serta secara aktif untuk memenuhi kepentingan nasional yang di tentukan oleh para aktor dan isntitusi lain yang lebih kuat. sebagai suatu institusi yang di perlukan bagi kesinambungan sistem sosial masyarakat industri (informasi) modern yang berskala besar.D. pada awalnya media juga menerapkan kegiatan dan konvensi sebagaimana yang diterapkan oleh institutasi nasional lainnya. Para pemasang iklan akan melihat rating tayangan tertentu jika memasang iklan di televisi tersebut. D. Mediapun memenuhi harapan khalayaknya. Hal itu tampak dalam isi media. Terlepas dari adanya persamaan dari beberapa institusi media pada semua masyarakat. sebuah perusahaan akan mengiklankan produknya di salah satu stasiun televisi. dalam fungsi media telah di sebutkan media massa berperan untuk membuat rasa nyaman terhdap publik atau komunikannya. Hubungan lainnya.2. hubungan tersebut merupakan bagian dari sejarah perkembangan setiap media massa dalam masyarakat sendiri. Media mencerminkan. yang menghubungkan para anggota masyarakat biasa dengan peristiwa dunia yang sulit di jangkau oleh penguasa. Ketiga. Efek Tayangan Kekerasan Terhadap Masyarakat Sebagaimana telah di singgung di atas. Sebut saja misalnya. Pola hubungan tersebut merupakan hasil refleksi sejarah yang di perkirakan turut berperan dalam perkembangan sejarah itu tersendiri. masyarakat mulai tidak suka terhadap tayangan yang di tampilkan oleh televisi maka televisi tersebut dengan sendirinya akan mengalami “miskin” pendapatan.

dengan berbagai nama program. Hal ini tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (KEWI) Pasal 12 yang menyebutkan. Kejenuhan masyarakat selama ini yang selalu di sodorkan dengan berita-berita politik ini yang di sebut Indira sebagai proses pembaharuan program tayangan dan mencuri pasar media. seorang tersangka atau pelaku tindak kriminal di buru oleh Polisi. Awalnya menurut Indira Hadi Purnama pemimpin redaksi Patroli Indosiar tujuan program Patroli milik statsiun televisinya untuk menghilangkan jenuh masyarakat (komunikan). Polisi akan mengejar dan menembak pelaku tersebut. Bahkan TPI yang mengusung misi sebagai televisi pendidikan juga turut membuat format tayangan ini. Bukan hanya itu. Jurnalis tidak menyajikan berita yang mengumbar kecabulan. Ini belum termasuk berita-berita kriminalitas dalam program liputan umum. pada kenyataannya. polisi akan memberitahukan kepada wartawan. Sedikitnya delapan program televisi bertema kriminalitas. Banyaknya televisi yang menayangkan berita-berita politik membuat masyarakat jenuh dan akhirnya secara tidak langsung berharap agar stasiuntelevisi kreative dan melahirkan program siaran yang baru. dengan durasi sedikitnya 30 menit hingga 1 jam. Jika si pelaku melarikan diri. tayangan jenis ini semakin berkembang di Indonesia. Dalam format tayangannya. Dilihat dari jam tayangnya. yaitu rentang waktu di mana jumlah penonton televisi mencapai puncaknya. Hubungan antara aparat kepolisian dan wartawan yang di tempatkan dalam desk berita kriminal sejauh ini sangat harmonis. Tayangan ini sendiri di liput secara langsung oleh wartawan stasiun televisi tersebut. Namun. Indira memilih untuk membuat tayangan Patroli dengan mengedepankan berita-berota kriminal. dalam gambar yang di tampilkan. sebagian besar program kriminalitas menempati jam-jam prime time. tidak jarang bercak darah bekas penembakan terlihat jelas oleh masyarakat sebagai penonton setia tayangan tersebut. Secara etik jurnalistik. Seluruh proses penggerebekan. kekejaman. Dalam tayangannya. PATROLI di Indosiar dan SIDIK di TPI merupakan fenomena baru dalam tayangan televisi di Indonesia.komunikan dengan menggunakan media massa sebagai saluran penyampaiannya. Setiap kali akan melakukan penangkapan. pengejaran dan penembakan pelaku kriminal ini di rekam oleh kamera wartawan yang mengikuti proses penangkapan tersebut. tayangan kekerasan lainnya seperti Smack Down di LatiVi juga . ditayangkan setiap hari oleh stasiun-stasiun televisi di Indonesia. memperlihatkan tayangan langsung seperti ini dengan bercak darah dan kekerasan yang terjadi merupakan sebuah pelanggaran. Maraknya tayangan kekerasan di televisi dewasa ini seperti SERGAP di RCTI. program siaran berbau kekerasan tersebut mewabah ke stasiun televisi lainnya. Bahkan. Maka. kekerasan fisik dan seksual.

Pengakuan seorang Pelaku Pencurian Kendaraan bermotor di SelamanYigyakakarta kepada Indira Pemimpin Redaksi Patroli Indosiar menyebutkan dirinya menggunakan motiv operandi yang di siarkan oleh Patroli menjadi sebuah kenyataan yang tidak dapat di bantahkan oleh siapapun. sehingga tidak terseret arus dominan realitas televisi (berikut gaya hidupnya). Televisi sudah merasa cukup menjalankan produksi pemberitaan dan informasi (bertema kriminalitas) sesuai dengan kaidah teknis objektivitas berita. jelas bahwa kondisi industri pertelevisian di Indonesia sendiri telah menyuburkan situasi yang memungkinkan masyarakat diterpa informasi kriminalitas tanpa henti. pada kenyataannya. Kalau ada yang sampai terpengaruh. Mencermati fenomena ini. media massa tidak mau diatur. Investasi yang mahal harus dikembalikan secepatnya. Stasiun televisi jelas tidak mau merugi. tanpa mau repot-repot memikirkan dampak etis pemberitaannya. dan kenapa bisa sampai terpengaruh. penonton sendirilah kini yang harus mewajibkan diri untuk mengkritisi tayangan televisi. Kontroversi seputar RUU Penyiaran jelas memperlihatkan bahwa dalam pemakaian ruang publik pun. Kenyataan ini lah yang membuat risau masyarakat di seluruh Indonesia terhadap tayangan kekerasan tersebut. Apalagi dalam pembatasan isi siaran. dengan bimbingan orang tua) bertuliskan pembatasan usia penonton pada acara-acara "keras". media massa tidak akan pernah mau disalahkan. di samping infotainment dan tayangan bertema klenik-supranatural. Tayangan Smack Down sendiri awalnya tahun 2000 telah di siarkan oleh stasiun televisi TPI. Bagaimana dengan instrumen hukum?. Padahal. keuntungan yang diperoleh pun harus berlipat ganda. Menilik realitas semacam itu. menjadi primadona dengan menempati ranking-ranking teratas program yang paling banyak ditonton khalayak. Pihak media merasa sudah cukup bertindak etis dengan memasang logo PG (Parental Guide.merupakan salah satu bentuk tayangan kekerasan yang di tampilkan oleh media massa di Indonesia. cara itu sungguh mustahil untuk mengontrol pembatasan usia penonton. yang kerap dimaknai secara sepihak sebagai pembatasan kebebasan pers. Sehingga memperbesar kemungkinan berlakunya efek media pada masyarakat. Kenyataan ini dikuatkan dengan laporan rating program televisi yang memperlihatkan bahwa tayangan bertema kriminalitas. Salahkan saja penontonnya. kenapa mau saja menonton. Berharap bahwa pihak media mau berbaik hati mengurangi tayangan bertema kekerasan di televisi sama saja dengan menggantang asap di atas perapian. dan tidak . Tak ada salahnya.

organisasi ini perlu didesentralisasi sampai ke tingkat lokal. dari tontonan televisi yang tidak Indonesia juga perlu memiliki mediawatch sebanyak-banyaknya. dan Afrika Selatan). Dalam kurun waktu yang sama. Hasilnya.ada ruginya berpuasa mencerdaskan. Dalam kerangka sistem kapitalisme global industri media massa saat ini. Sebuah survai pernah dilakukan Christian Science Monitor (CSM) tahun 1996 terhadap 1. Penelitian Centerwall dari 1975 - . beberapa efek yang di timbulkan oleh tayangan ini di antaranya sebagai berikut: a. Ini tentu membuat semakin sulit untuk mengatakan bahwa tayangan televisi berpengaruh terhadap perilaku anak. Mediawatch yang tidak saja mengontrol fungsi-fungsi media dan mengadvokasi kepentingan publik. 56% responden menjawab amat mempengaruhi. di mana materi menjadi penentu segalanya. Di masa depan. Terhadap pertanyaan seberapa jauh kekerasan di TV mempengaruhi anak. Ia mencari hubungan statistik antara meningkatnya tingkat kejahatan yang berbentuk kekerasan dengan masuknya TV di tiga negara (Kanada. Brandon Centerwall dari Universitas Washington memperkuat survai itu.17 tahun. Di Afrika Selatan. 26% mempengaruhi. 5% cukup mempengaruhi. dan 11% tidak mempengaruhi. Kiprahnya juga perlu diperluas sampai ke tingkat akar rumput dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara menyeluruh.209 orang tua yang memiliki anak umur 2 . Efek Tayangan Televisi Terhadap Anak-anak Tayangan kekerasan juga berpengaruh terhadap pola prilaku anak. meski masih simpang siur. di Kanada dan Amerika tingkat pembunuhan di antara penduduk kulit putih naik hampir 100%.untuk tidak menyebut penyebab antara tayangan kekerasan dengan perilaku anak. Amerika. peneliti di luar sudah menyimpulkan ada korelasi . D.3. Hasil penelitian Dr. Fokus penelitian adalah orang kulit putih. siaran TV baru diizinkan tahun 1975. Jadi Agresor dan Tak Pedulian Di Indonesia belum ada penelitian mengenai pengaruh tayangan kekerasan terhadap perilaku anak. dan lebih mencerdaskan penonton. kepemilikan TV meningkat dengan perbandingan yang sejajar. Sementara. Sisanya. Masyarakat penyiaran Indonesia kini baru sebatas organisasi yang terdiri dari elite-elite media dan akademisi pemerhati media. hanya penonton selaku konsumenlah yang punya kekuatan untuk memaksa stasiun televisi menayangkan informasi-informasi kriminalitas (atau informasi apa pun) secara etis. Tetapi juga mendidik masyarakat untuk mengonsumsi televisi secara cerdas dan kritis.

20-3-1995). proses dari sekadar tontonan sampai menjadi perilaku perlu waktu yang cukup panjang. Sedangkan Ron Solby dari Universitas Harvard secara terinci menjelaskan. yang merepotkan bila tontonan kekerasan jadi suguhan sehari-hari.1983 menunjukkan. dampak pemerhati. Dengan begitu ada tiga tahap kekerasan yang terekam dalam penelitian: awalnya meningkatnya kekerasan di antara anak-anak. tingkat pembunuhan di antara kulit putih meningkat 130%. Nonton untuk pelarian Tapi. b. Centerwall kemudian menjelaskan. Ada permainan yang dapat memicu agresi. kedua. beberapa tahun kemudian meningkatnya kekerasan di antara remaja.1974. Ada yang melihat. Menurut psikolog dari Universitas Stanford. Penemuan ini sejalan dengan hasil penelitian Lembaga Kesehatan Mental Nasional Amerika yang dilakukan dalam skala besar selama sepuluh tahun. tingkat pembunuhan justru menurun (Kompas. "Orang belajar tidak . dan pada tahun-tahun akhir penelitian di mana taraf kejahatan meningkat secara berarti yakni kejahatan pembunuhan oleh orang dewasa." demikian simpulnya. Padahal antara 1945 . di sini anak menjadi makin kurang peduli terhadap kesulitan orang lain. "Kekerasan dalam program televisi menimbulkan perilaku agresif pada anak-anak dan remaja yang menonton program tersebut. ada empat macam dampak kekerasan dalam televisi terhadap perkembangan kepribadian anak. sifat itu bisa merusak. Namun. Tanpa agresivitas. dampak nafsu dengan meningkatnya keinginan anak untuk melihat atau melakukan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan. Sifat ini berguna dalam bertahan hidup. anak tidak akan bereaksi jika mendapat rangsangan yang mengancamnya. sehingga menjadi hal yang biasa. keempat. benarkah agresivitas anak-anak terjadi hanya karena tayangan kekerasan di layar kaca? "Pada dasarnya setiap manusia itu mempunyai sifat agresif sejak lahir. tanpa pengarahan yang baik." ungkap Fawzia. ketiga. dampak agresor di mana sifat jahat dari anak semakin meningkat. Pertama. apalagi lingkungan sekitar juga mendukung. dampak korban di mana anak menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang lain. respons agresif bukan turunan. Tetapi. TV tidak langsung berdampak pada orang-orang dewasa pelaku pembunuhan. tetapi pengaruhnya sedikit demi sedikit tertanam pada si pelaku sejak mereka masih anak-anak. Albert Bandura. tetapi terbentuk dari pengalaman.

" tambah Singer. "Menurut mereka. tapi membuatnya makin parah.244 anak sekolah yang berumur 8 . atau setahun? Mungkinkah akhirnya si anak merasa. Mereka juga dilaporkan lebih banyak menyerang anak lain.menyukai dan menyerang tipe individu tertentu melalui pengalaman atau pertemuan langsung yang tidak menyenangkan. Hanya 1 dari 10 pemirsa yang mengatakan TV untuk olah intelektual.14 tahun di Northeast Ohio. memang "tidak apa-apa" memukul dan menganiaya orang lain? Hasil survai berikut bisa memberikan gambaran. sekitar 70% anak yang menonton TV menyatakan. di mana mereka berada sepanjang hari." ujar Singer. penelitian menunjukkan. menonton TV berjam-jam secara pasif justru meningkatkan level trauma kejiwaan. . Dalam penelitian yang melibatkan 100. "Kegiatan nonton TV berjam-jam tidak menghilangkan rasa tertekan. guru besar di Mandel School of Applied Social Sciences yang meneliti 2. AS.atau program kekerasan tinggi. Banyak anak begitu betah menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV.30 jam per minggu. Malah menurut majalah TV Guide. Pengawasan itu berupa pengenalan orang tua akan teman-teman sang anak. Yang menarik. sebulan. ada hubungan antara pilihan program dengan tingkat kemarahan atau agresi. Rupanya. Selain itu." Bayangkan. Padahal. nonton TV hanya sebagai pelarian. bila dalam sehari disuguhkan 127 adegan kekerasan. "Anak laki-laki atau perempuan yang memilih program TV dengan banyak aksi dan perkelahian .000 orang sebagai subjek disimpulkan." kata Mark I Singer. ada bukti kuat hubungan antara perilaku agresif dan melihat tayangan TV yang bermuatan kekerasan dalam waktu lama (ekstensif). televisi adalah cara terbaik untuk menyingkirkan perasaan tertekan. ada hubungan nyata antara kebiasaan menonton TV dengan tingkatan pengawasan orang tua. Rata-rata orang Amerika menonton TV selama 25 . apakah orang tua juga menetapkan dan menjalankan peraturan pembatasan waktu bermain di luar rumah atau nonton TV. memiliki nilai kemarahan yang tinggi dibandingkan anak lainnya. atau untuk mencoba lari dari perasaan itu. berapa yang akan diterima dalam seminggu.

"Pada umur sembilan tahun anak baru bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi. Maka sebaiknya orang tua lebih . tak mematuhi aturan kelas. tentu peran orang tua tidak bisa diabaikan. yaitu bahwa anak membutuhkan figur pahlawan.Anak yang tidak diawasi dengan ketat akan menonton TV lebih banyak dibandingkan anak-anak yang lain. Apalagi menurut Aletha Huston. Sedangkan pada kelompok anak laki-laki tipe yang sama merasa takut akan ada orang yang membunuh mereka. Satu kajian oleh para ahli ilmu jiwa Inggris menyebutkan." Film laga harus pula dilihat dari aspek positifnya. membiarkan tugasnya tidak selesai. Di sinilah peran orang tua untuk mengajaknya menarik garis perbedaan antara dunia nyata dan film. Sikap orang tua terhadap TV akan mempengaruhi perilaku anak. jagoan. memantau perilaku 859 anak di pulau terpencil Saint Helena." ungkap Singer. Seperti yang dikatakan Madeline Levine." tutur ahli perilaku Tony Charlton. dan heroisme. yang memimpin kajian itu. Atlantik. "Tak ada yang lebih baik daripada keluarga yang hangat. ada syarat yang harus dipenuhi. Charlton tidak memperhatikan populasi penduduk yang hanya 5. Ia menemukan. Kelompok ini lebih banyak menonton program aksi dan perkelahian atau video musik. Selama tiga tahun peneliti Inggris. hampir separuh kelompok anak perempuan dengan tingkat kemarahan tinggi punya pikiran untuk bunuh diri. tak ada kaitan langsung antara kekerasan di TV dengan perilaku anak. dan masyarakat yang peduli. dari University of Kansas. Tony Charlton.D. Tapi janganjangan. psikolog di Marin County. Ph. Kalifornia. "Sebanyak 58% anak perempuan yang kurang diawasi.D. lebih memilih program TV berbau kekerasan atau video musik. tak ada masalah dengan kekerasan yang ditonton. Namun.." Toh tidak semua pihak setuju dengan pendapat bahwa kekerasan di TV berakibat langsung pada perilaku. Singer juga melaporkan. tidak ada perubahan perilaku pada mereka yang menonton TV dari berbagai belahan dunia yang diterima melalui satelit." Majalah Time (12-1-1998) juga memaparkan hasil sebaliknya.600 orang dan letaknya yang terpencil itu? c. "Anak-anak yang menonton kekerasan di TV lebih mudah dan lebih sering memukul teman-temannya. "Kalau tiga aspek itu terpenuhi. sekolah yang bermutu. Ph. dan lebih tidak sabar dibandingkan dengan anak yang tidak menonton kekerasan di TV. Orang Tua Contoh Model Anak Dari berbagai kemungkinan masalah yang bisa timbul.

. rekam acara yang Anda sukai lalu tonton kembali bersama-sama pada saat yang sudah ditentukan. dan seberapa banyak acara TV yang ditonton.seperti pacaran. Untuk itu video kaset bisa berguna. Biasanya. rayuan . baik sendiri maupun bersama orang tuanya. umumnya anak-anak senang belajar dengan melakukan berbagai hal. dan bahasa kotor yang kerap muncul dalam suatu acara. berjalan-jalan dan menikmati makan bersama keluarga. anak-anak perlu punya cukup waktu untuk bermain bersama teman-teman dan mainannya. Masalah bahasa pun perlu diperhatikan agar anak tahu mengapa suatu kata kurang sopan untuk ditiru. atau adegan . Maka sebaiknya orang tua tahu isi acara yang akan ditonton anak. semua itu tergantung pada cara sebuah keluarga menghabiskan waktu mereka bersama. atau justru sore hari. Tujuannya. Cara ini akan membatasi. Ia menonton hanya bila perlu. agar anak menjadikan kegiatan menonton TV hanya sebagai pilihan. Bisa saja di waktu santai sehabis makan malam bersama. artinya Anda bisa melakukan kegiatan lain kalau sedang jenuh. terutama di TV untuk mencapai efek tertentu. Waktu Ideal Untuk Anak-Anak Menonton TV Kapan dan berapa lama anak boleh menonton TV. karena anak hanya menyaksikan apa yang ada di rekaman itu. adegan seks. tetapi di dalamnya ada bahasa yang kurang sopan. di kala lelah atau bosan dengan kegiatan rumah. Sebenarnya.yang kurang cocok untuk anak-anak. Orang tua bisa menjelaskannya sebagai ungkapan untuk keadaan khusus.dulu membuat batasan pada dirinya sebelum menentukan batasan bagi anak-anaknya. bukan kebiasaan. Usahakan TV hanya menjadi bagian kecil dari keseimbangan hidup anak. Hal penting kedua adalah mengikutsertakan anak dalam membuat batasan. orang tua suka menonton TV. kapan. Yang penting. orang tua sebaiknya bisa memberi penjelasan sesuai usia. kalau ketika sedang menonton dengan anak-anak tiba-tiba nyelonong adegan "saru". untuk membaca cerita dan istirahat. anak akan tahu ada banyak cara beraktivitas selain menonton TV. d. Dalam hal seks. Kadang ada acara yang bagus karena memberi pesan tertentu. Usia anak dan kedewasaan mereka harus jadi pertimbangan. Tetapi kalau itu tidak dilakukan dengan rutin. Masalah jenis program yang ditonton sangat penting dipertimbangkan sebab itu menyangkut masalah kekerasan. Tetapkan apa.

tindakan yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan pengaruh tersebut. Sama sulitnya jika harus mencari siapa yang harus disalahkan terhadap masuknya tayangan kekerasan dalam industri hiburan.produser acara TV anakanak dan penulis .Anak yang sudah bersekolah harus dibatasi. Untuk anak yang belum bersekolah atau sering ditinggal orang tuanya di rumah. mulai dari lingkungan keluarga. orang tua memang dituntut untuk cerewet. menghargai waktu dan pilihan. itu termasuk main komputer dan video game. kapan. Memberikan batasan apa. disiplin dan pengawasan orang tua mutlak diperlukan. serta menjaga keseimbangan kebutuhan mereka. Tidak apa-apa agak cerewet. Kekerasan memang sulit dipisahkan dari industri hiburan. pengiklan. porsinya mungkin bisa sedikit lebih banyak. Kuncinya." ujar Fawzia.sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari. dan seberapa banyak menonton acara TV juga akan mengajarkan pada anak bahwa mereka harus memilih (acara yang paling digemari). maupun penonton sendiri. Kita akan terjebak dalam lingkaran setan antara produser. Sayangnya. sutradara. unsur pengawasan ini yang sering jadi titik lemah orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehari-hari di kantor. pengelola TV. Kesimpulan . Berapa jam? Menurut Jane Murphy dan Karen Tucker . misalnya hanya boleh menonton setelah mengerjakan semua PR. khususnya terhadap anakanak. BAB III PENUTUP A. demi kebaikan anak-anak. "Untuk itu. Agar sasaran tercapai. Sementara menangkap setannya lebih sulit.

Perubahan prilaku ini berlangsung dari hari ke hari. B. Tayangan berbau kekerasan yang marak di stasiun televisi di Indonesia saat ini berpengaruh dalam merubah pola perilaku dan budaya masyarakat Indonesia. Tayangan kekerasan di Indonesia semakin hari semakin marak. Lembaga ini tentunya bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Saran Dari hasil pembahasan di atas. 2. Televisi Indonesia belum menggunakan manajemen media dengan menyesuaikan jam tayang program kekerasan tersebut. 3. sehingga di khawatirkan akan terjadi pergeseran moral di kalangan masyarakat Indonesia. maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. maka dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1.Dari paparan di atas. televisi Indonesia belum mampu mendesain program yang lebih memiliki nilai-nilai edukatif. . Stasiun televisi Indonesia harus menyesuaikan jam tayang untuk program tayangan kekerasan ini 2. Harus adanya mediawatc yang mengontrol tayangan kekerasan di Indonesia. Hal ini di karenakan. KPI harus lebih ketat mengawasi program siaran di seluruh stasiun televisi Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->