KERANGKA TEORI

Etnografi adalah berasal dari kata Yunani ethnos yang berarti bangsa dan graphein yang berarti tulisan atau uraian. Jadi berdasarkan asal katanya, etnografi berarti tulisan tentang/ mengenai bangsa. Secara harfiah, etnografi berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan atau sekian tahun. Etnografi, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelitian, dianggap sebagai asalusul ilmu antropologi. Hal ini diperkuat oleh Burhan Bungin (2008:220) yang mengatakan bahwa etnografi merupakan embrio dari antropologi. Artinya etnografi lahir dari antropologi di mana jika kita berbicara etnografi maka kita tidak lepas dari antropologi, setidaknya kita sudah mempelajari dasar dari antropologi. Etnografi merupakan ciri khas antropologi, artinya etnografi merupakan metode penelitian lapangan asli dari antropologi (Marzali 2005:42). Istilah etnografi juga bisa diartikan sebagai sejenis tulisan yang menggunakan bahan-bahan dari penelitian lapangan untuk menggambarkan kebudayaan manusia. Teori ini diperkuat oleh para ahli. Menurut Spradley (1980: 6-8) kebudayaan merupakan seluruh pengetahuan yang dipelajari manusia dan digunakan untuk menginterpretasi pengalaman dan membentuk tingkah laku, dan etnografi merupakan penelitian yang membahas kebudayaan, baik yang eksplisit maupun implisit. Marvin Harris (1992:19) menyatakan bahwa kebudayaan akan menyangkut nilai, motif, peranan moral etik, dan maknanya sebagai sebuah sistem sosial. Kebudayaan tidak hanya cabang nilai, melainkan merupakan keseluruhan institusi hidup manusia. Dengan kata lain, kebudayaan merupakan hasil belajar manusia termasuk di dalamnya tingkah laku. Karena itu, menurut Spradley (1997:5) etnografi harus menyangkut hakikat

kebudayaan, yaitu sebagai pengetahuan yang diperoleh, yang digunakan orang untuk menginterpretasikan pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial. Itulah sebabnya etnografi akan mengungkap seluruh tingkah laku sosial budaya melalui deskripsi yang holistik. Hal ini didukung oleh Hoey yang menyatakan bahwa etnografi merujuk pada setiap proyek penelitian kualitatif yang ditujukan untuk menyajikan gambaran kehidupan sehari-hari secara terperinci dan mendalam.

perpindahan tempat tinggal. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun menurun dari satu generasi ke generasi yang lain. terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi. norma sosial. dan lainlain. penelitian itu tidak akan sistematik. Dari satu sisi. Dari berbagai definisi tersebut. Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia. karena kedua metode ini saling mempengaruhi satu sama lain. kebudayaan itu bersifat abstrak. etnogenesis. kelompok etnis dan formasi etnis lainnya. Menurut para ahli Meville J. Etnografi mula-mula dilakukan untuk membangun tingkat-tingkat perkembangan evolusi budaya manusia dari masa manusia mulai muncul di permukaan bumi sampai ke masa terkini. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial. karakteristik kesejahteraan sosial. Karena jika etnogafi tidak dipengaruhi dengan adanya strukturstruktur kebudayaan suatu penelitian. Menurut Andreas Eppink. juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat. tujuan etnografi dan kebudayaan untuk memahami hal yang di lihat. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. juga budaya material dan spiritual mereka. Jadi. Etnografi muncul pada akhir abad ke-19. di dengar dan di amati betul-betul untuk kemudian menarik kesimpulan (memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang asli). Tak ubahnya analisis . hal ini sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan yang meliputi sistem atau struktur dari keduanya dalam mendiskripsikan pandangan hidup masyarakat sehari-hari. etnografi dan kebudayaan mempunyai kaitan yang sangat erat. religius. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. etnografi adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial. komposisi. tambahan lagi segala pernyertaan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.Sedangkan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia. yang kemudian disebut sebagai superorganik.

transferabilitas. Dengan demikian akan ditemukan makna tindakan budaya suatu komunitas yang diekspresikan melalui apa saja. dan berperilaku. Studi ini akan terkait begaimana subyek berpikir. seorang etnografer biasanya melakukan pendekatan secara holistik dan mendeskripsikannya secara mendalam atau mendetil untuk memproleh native’s point of view. yang menyajikan pandangan hidup subyek sebagai obyek studi. Metode ini berupaya mempelajari peristiwa kultural. legalitas penelitian semacam ini mulai dipertanyakan karena tidak ada fakta yang mendukung interpretasi para peneliti. pada akhir abad ke-19. yaitu aspek budaya baik spiritual maupun material. Akhirnya. Dari sini akan terungkap pandangan hidup dari sudut pandang penduduk setempat. dalam penelitan ini peran peneliti hanya sebagai pencatat dan atau pengamat dari sebuah peristiwa yang berlangsung tanpa campur tangan peneliti untuk mengarahkan peristiwa tersebut. muncul pemikiran baru bahwa seorang antropolog harus melihat sendiri alias berada dalam kelompok masyarakat yang menjadi obyek kajiannya. Namun. .wacana. Sewaktu meneliti masyarakat. Metode etnografi cenderung mengarah ke kutub induktif. dan subyektif. dengan cara mendeskripsikan budaya dan tradisi yang ada. Dalam membuat etnografi. mereka (ilmuwan antropologi) pada waktu itu melakukan kajian etnografi melalui tulisan-tulisan dan referensi dari perpustakaan yang telah ada tanpa terjun ke lapangan. Etnografi lazimnya bertujuan untuk menguraikan budaya tertentu secara holistik. Etnografi berisi tentang kebudayaan suku atau masyarakat yang diceritakan masyarakat yang diceritakan yaitu mengenai kebudayaan suku atau masyarakat tersebut. Tentu saja perlu dipilih peristiwa yang unik yang jarang teramati oleh kebanyakan orang. seorang penulis etnografi (etnografer) selalu hidup atau tinggal bersama dengan masyarakat yang ditelitinya yang lamanya tidak dapat dipastikan. Serta metode pengumpulan data yang digunakan biasanya wawancara mendalam (depth interview) dan observasi partisipasi di mana metode pengumpulan data ini sangat sesuai dengan tujuan awal yaitu mendeskripsikan secara mendalam. Kecuali itu. ada yang berbulan-bulan dan ada juga sampai bertahun-tahun. juga lebih menekankan idiografik. hidup. konstruktif. Hal ini diperkuat oleh teori Suwardi Endaswara (2006) yang mengatakan bahwa etnografi merupakan penelitian untuk mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Artinya.

atau studi kasus. politik. adat-istiadat. (b) peneliti sendiri merupakan instrumen yang paling penting dalam pengumpulan data. dibaca. (c) digunakan untuk memahami bentuk-bentuk tertentu (shaping). peneliti harus berperilaku seperti masyarakat yang ditelitinya. . artinya peneliti harus memahami gejala empirik (kenyataan) dalam kehidupan sehari-hari. dan sangat respek pada cara mereka belajar tentang budaya. artinya. Peneliti justru lebih banyak belajar dari pemilik kebudayaan. analisis etnografi bersifat induktif dan dibangun berdasarkan perspektif orang-orang yang menjadi partisipan penelitian. konsultan. (k) dalam pengumpulan data menggunakan purposive sampling dan bukan probabilitas statistik. (e) analisis bersifat induktif. Berbagai peristiwa dan kejadian unik dari komunitas budaya akan menarik perhatian peneliti etnografi. artinya. (j) titik berat perhatian harus pada pandangan emik. mengabstrakkan. (c) bersifat pemerian (deskripsi). namun sebagian besar menggunakan kualitatif. serta teman sejawat. dan geografis. Etnografi pada dasarnya lebih memanfaatkan teknik pengumpulan data pengamatan berperan serta (partisipant observation). nilai-nilai. dan tingkah laku sekelompok orang yang berinteraksi dalam suatu lingkungan sosial-ekonomi. Penelitian etnografi adalah kegiatan pengumpulan bahan keterangan atau data yang dilakukan secara sistematik mengenai cara hidup serta berbagai aktivitas sosial dan berbagai benda kebudayaan dari suatu masyarakat. ritual. kemudian mengkombinasikan.Penelitian etnografi memusatkan perhatian pada keyakinan. (f) di lapangan. dan menarik kesimpulan. bahasa. mencatat secara teliti fenomena budaya yang dilihat. dan bukan dari etik. peneliti harus menaruh perhatian pada masalah penting yang diteliti dari orang yang diteliti. religi. (g) data dan informan harus berasal dari tangan pertama. 2001:85-86) antara lain: (a) sumber data bersifat ilmiah. (i) orang yang dijadikan subyek penelitian disebut partisipan (buku termasuk partisipan juga). Ciri-ciri penelitian etnografi adalah analisis data yang dilakukan secara holistik. bukan parsial. lewat apa pun termasuk dokumen resmi. (h) kebenaran data harus dicek dengan dengan data lain (data lisan dicek dengan data tulis). Ciri-ciri lain seperti dinyatakan Hutomo (Sudikan. (1) dapat menggunakan data kualitatif maupun kuantitatif. Sebagaimana yang telah dijelaskan.

dan unsur yang relevan. tebal di sini lebih merupakan formulasi ke arah deskripsi yang mendalam. Melalui seleksi secara komprehensif. seleksi secara komprehensif dipandang lebih akurat dibanding empat kriteria seleksi yang lain. peneliti akan mampu menentukan langkah yang tepat sejalan dengan apa yang diteliti. bukan sekedar data yang ditumpuk. unsur mana yang menjadi titik perhatian. tahap.Dari ciri-ciri tersebut. Dari lima cara tersebut. sehingga diperoleh ciri-ciri tertentu. dapat dipahami bahwa etnografi merupakan model penelitian budaya yang khas. Peneliti perlu tahu konteks masyarakat yang diteliti. tanpa membawa prakonsep atau praduga atau teori yang dimilikinya. peneliti budaya model etnografi dapat memilih salah satu yang paling relevan dengan fenomena yang dihadapi. seleksi apabila populasi besar jumlahnya. Namun demikian. dan (5) seleksi dengan perbandingan antarkasus. (3) seleksi kuota. sehingga lukisan lebih berarti. Pelukisan etnografi dilakukan secara tick deskription (deskripsi tebal dan mendalam). ada lima jenis yaitu: (1) seleksi sederhana. menurut pertimbangan penulis. peneliti juga perlu menggunakan skala prioritas. Peneliti etnogragi juga perlu mempertimbangkan aspek-aspek lain yang mungkin belum terkover dalam unsurunsur budaya tersebut. Artinya. misalnya yang teladan. artinya seleksi berdasarkan kasus. sedangkan unsur lain hanya penyerta. (4) seleksi menggunakan jaringan. Memang etnografi bercirikan kelengkapan data. jika harus mengambil sampel. Penelitian etnografi sering diasumsikan . artinya seleksi hanya menggunakan satu kriteria saja. sebaiknya dilakukan secara pragmatik dan bukan secara acak. (2) seleksi komprehensif. Kecuali itu. melainkan proses. Namun demikian. itulah yang dikemukakan lebih dahulu. dilakukan dengan membandingkan kasus-kasus yang ada. Yang lebih penting lagi. seleksi menggunakan informasi dari salah satu warga pemilik budaya. Penentuan sampel pada penelitian kualitatif model etnografik. Etnografi memandang budaya bukan semata-mata sebagai produk. misalkan kriteria umur atau wilayah subyek. Peneliti berusaha menangkap sepenuh mungkin informasi budaya menurut perspektif orang yang diteliti. namun pembahasan juga mengandalkan akal sehat. dan memiliki pengalaman khas. untuk itu populasi dijadikan beberapa kelompok misalnya menurut pekerjaan dan jenis kelamin.

peneliti harus tinggal pada salah satu tempat. Peneliti boleh saja mengungkapkan sub bab tertentu yang dipandang spesifik dan langsung pada sasaran. Bahan-bahan etnografi berasal dari masyarakat yang disusun secara deskriptif. deskripsi semacam ini tidak harus dipenuhi semua. yaitu meliputi unsur-unsur kebudayaan secara universal. hal ini untuk lebih mampu mengambil jarak dalam penelitian. Sedangkan desain multiple site and subject studies cenderung untuk meneliti budaya dalam skup luas. Penerapan studi kasus akan mencari keunikan budaya pada wilayah tertentu. yaitu: (a) jadilah praktisi. beradaptasi. kesenian dan sistem religi. dan kalau peneliti ingin menyederhanakan pun sebenarnya tidak dilarang. ini lebih didasarkan pada unsur kebudayaan secara universal. organisasi sosial. yaitu bahasa. Deskripsi etnografi menurut Koentjaraningrat (1990:333) sudah baku. sistem pengetahuan. namun masalah waktu sebenarnya sangat relatif. jangan terlalu berpegang kaku pada rencana peneliti. menyangkut berbagai aspek kehidupan untuk meninjau salah satu aspek yang diteliti. sistem ekonomi. akan menjadi sorotan peneliti. dapat dinyatakan bahwa etnografi adalah salah satu model penelitian budaya yang mengangkat hal-hal khusus. Dari dua desain demikian.sebagai penelitian yang relatif lama. (b) upayakan tempat yang asing dari peneliti. Kekhususan penelitian budaya adalah pada kemampuan memanfaatkan model etnografi sedetail mungkin. Sebab. Deskripsi dipandang bersifat etnografis apabila mampu melukiskan fenomena budaya selengkap-lengkapnya. pelukisan etnografi mengenal dua desain penelitian yaitu: (1) studi kasus dan (2) multiple site and subject studies. artinya setting tidak perlu terlalu luas dan terlalu sempit. (c) ketiga. Namun demikian. yang penting mampu mewakili fenomena. Yang penting deskripsi menyeluruh dapat tercapai. sistem teknologi. Hal ini memang ideal dilakukan. Penyimpangan-penyimpangan budaya yang merupakan kasus spesial dan menarik. rencana bisa berubah setelah di lapangan. Penetapan setting model etnografi memerlukan strategi khusus. tetapi juga memperhatikan kemudahan masuk tidaknya ke dalam setting. . (d) pikirkan sejumlah topik yang sulit dijangkau. Deskripsi data diharapkan secara menyeluruh. dan seterusnya. Dalam kaitan itu. Peneliti dapat melukiskan budaya tertentu pada berbagai tempat.

Penjajakan bisa dilakukan dengan prinsip: membuat penjelasan berulang. Langkah yang dimaksud adalah seperti dikemukakan Spradley (1997) dalam buku Metode Etnografi. menetapkan informan. struktural. kerja sama. yaitu: (a) enkulturasi penuh. (d) memiliki waktu yang cukup. waktu. sehingga kalau peneliti kebetulan hanya mampu memenuhi dua sampai tiga syarat pun juga sah-sah saja. dan perlu diberikan analisis atau interpretasi. dan dalam suasana bahasa asli). . lima syarat ini merupakan idealisme. Ketiga. Yang penting. ketika memasuki lapangan. Sebaiknya dilakukan dengan wawancara yang penuh tujuan. persahabatan. Pertanyaan ini digunakan untuk merefleksikan setempat. penjelasan pertanyaan (meliputi pertanyaan deskriptif. penjajakan. Catatan ini juga sangat fleksibel. (b) keterlibatan langsung. artinya (c) suasana budaya yang tidak dikenal. sebagai berikut: Pertama. peneliti bisa mencatat jelas tentang identitas informan. Kedua. jurnal lapangan. Catatan dapat berupa laporan ringkas. Apalagi. Pada saat mengajukan pertanyaan. dan kontras). tentu saja etnografi memiliki karakteristik dan langkahlangkah tersendiri. mengajukan pertanyaan deskriptif.Langkah-langkah Etnografer Sebagai sebuah model. peneliti juga masih menduga-duga siapa yang pantas menjadi informan yang tepat sesuai penelitiannya. dia tidak akan basa-basi. Ada lima syarat minimal untuk memilih informan. penjelasan Pada saat awal wawancara perekaman. Tentu saja. melainkan cukup sederhana saja. dan jangan mencari makna melainkan kegunaannya. Wawancara hendaknya jangan sampai menimbulkan kecurigaan yang berarti pada informan. (e) non-analitis. bisa dimulai dari keprihatinan. biasanya akan semakin menerima tindak budaya sebagaimana adanya. artinya mengetahui budaya miliknya dengan baik. tidak harus menggunakan kertas ini itu atau buku ini itu. melakukan wawancara kepada informan. laporan yang diperluas. membuat catatan etnografis. dan partispasi. menegaskan kembali yang dikatakan informan. perlu model menginformasikan etnografis (meliputi wawancara. Keempat.

Analisis dikaitkan dengan simbol dan makna yang disampaikan informan. (d) cari domain yang lebih besar. Jika kemungkinan harus berceritera tentang suatu fenomena. simpanan. Penentuan tema budaya ini boleh dikatakan merupakan puncak analisis etnografi. cara-cara untuk melakukan pendekatan yang berasal dari pertanyaan: “apa saja cara untuk melakukan pendekatan”. dll. petugas elevator. Contoh domain. Taksonomi adalah upaya pemfokusan pertanyaan yang telah diajukan. Tugas peneliti adalah memberi sandi simbolsimbol budaya serta mengidentifikasikan aturan-aturan penyandian dan mendasari. Kesepuluh. membuat analisis taksonomik. Kita bisa mengajukan pertanyaan yang kontras untuk mencari makna yang berbeda. sebailrnya dilukiskan yang enak dan tidak membosankan pembaca. Yakni. Keduabelas. mengajukan pertanyaan kontras. perempuan. mengajukan pertanyaan struktural. tukang sapu. misalkan kepala tukang kunci: tukang kunci. membuat analisis komponen. (b) identifikasi kerangka substitusi yang tepat untuk analisis. misalkan jenis penghuni penjara (tukang peluru.Kelima. Kesembilan. Istilah tersebut seharusnya memiliki hubungan semantis yang jelas. dan sebagainya. pemabuk. akan lebih baik justru peneliti mampu mengungkap tema-tema yang orisinal. Ada lima langkah penting membuat taksonomi. (c) cari subset di antara beberapa istilah tercakup. menulis etnografi. dengan bahasa yang cair dan lancar. melakukan analisis wawancara etnografis. apa saja itu? Kedelapan. (f) buatlah taksonomi sementara. dan bukan tema-tema yang telah banyak dikemukakan peneliti sebelumnya. Keenam. yaitu: (a) pilih sebuah domain analisis taksonomi. Hal ini untuk menghindari manakala ada hal-hal yang masih perlu ditambah. orang dewasa. berarti keberhasilan dalam penelitian. Ketujuh. Keberhasilan seorang peneltii dalam menciptakan tema budaya. Analisis komponen sebaiknya dilakukan ketika dan setelah di lapangan. Tentu saja. Menulis etnografi sebaiknya dilakukan secara deskriftif. seperti wanita. menemukan tema-tema budaya. Misalkan. pertanyaan untuk melengkapi pertanyaan deskriptif. membuat analisis domain.). Peneliti membuat istilah pencakup dari apa yang dinyatakan informan. gadis. . segera dilakukan wawancara ulang kepada informan. orang tuli menggunakan beberapa cara berkomunikasi. Kesebelas.

dan dengan gembira memberikan informasi kepada peneliti. penyebar ide. Cara ini dipandang lebih efektif. (c) sehat jasmani rohani. paham terhadap informasi yang dibutuhkan. antara lain dapat melalui empat macam cara. dapat juga berfungsi sebagai pemberi ijin. mengambil data. antara lain: (a) orang yang bersangkutan memiliki pengalaman pribadi tentang masalah yang diteliti. lalu mengambil kesimpulan. Orang tersebut diperlukan untuk membukan jalan (gate keeper) peneliti berhubungan dengan responden. Peneliti bisa menyamar sebagai pembeli atau penjual tertentu ke suatu wilayah. dan (e) berpengetahuan luas. Informan kunci adalah orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan terhormat dan berpengetahuan dalam langkah awal penelitian. sikap dan perilaku peneliti tidak menimbulkan kecurigaan. agar tidak menimbulkan kecurigaan. (d) bersikap netral. tetapi tetap strategis dilakukan. karena peneliti bisa mengemukakan maksudnya lebih leluasa. mereka akan mendengarkan dan mengamati langsung maupun berperan serta. artinya peneliti menemui seseorang yang sama sekali belum diketahui pada salah satu wilayah penelitian. Peneliti berusaha menghubungi beberapa orang. sebagai berikut: (a) secara insidental. Setiap langkah pengambilan data akan disertai pengambilan kesimpulan sementara. akan lebih baik apabila informan kunci mau memperkenalkan peneliti kepada responden. mungkin melalui orang terdekat.Penentuan informan kunci juga penting dalam penelitian etnografi. pemberi data. Informan kunci dapat ditentukan menurut konsep Benard (1994:166) yaitu orang yang dapat berceritera secara mudah. Bahkan. Pertimbangan yang harus dilakukan dalam menentukan informan kunci. Tentu cara semacam ini kurang begitu menguntungkan. Bagi peneliti memang tidak mudah menentukan informan kunci. . Yang penting. Karena itu. Pemilihan informan kunci ada strategi khusus. Melalui orang dekat tersebut. peneliti bisa meyakinkan bahwa penelitiannya akan dihargai. dan perantara. tidak memiliki kepentingan pribadi. berbagai hal perlu dipertimbangkan agar jendela dan pintu masuk peneliti semakin terbuka dan peneliti mudah dipercaya oleli responden. (b) usia telah dewasa. Pada saat etnografer ke lapangan. Orang semacam ini sangat dibutuhkan bagi peneliti etnografi. (b) menggunakan modal orang-orang yang telah dikenal sebelumnya.

Pemilihan didasarkan pada aspek kemudahan peneliti memasuki setting dan pengumpulan data. peneliti boleh juga menggunakan cara yang lain sampai diperoleh data yang mantap.(c) sistem kuota. yakni: observatory participant sebagai teknik pengumpulan data. ketua RT. Ketidakberuntungan metode etnografi dibanding analisis wacana. bahkan metode penelitian kuantitatif sekalipun. misalkan ketua organisasi. Di sisi lain. ia mampu melaklukan analisis yang lebih mendalam serta menyajikan refleksi kritis secara detil dalam lingkup mikro sebuah kehidupan manusia. dukun dan sebagainya. ketrampilan berkomunikasi yang terlatih. metode etnografi telah membuktikan bahwa sebagai metode penelitian kualitatif. Jika cara yang telah ditempuh gagal. peneliti dapat memilih salah satu yang paling cocok. Informan akan berkembang terus. wawancara yang mendalam dan tak terstruktur serta mengikutsertakan interpretasi penelitinya. metode etnografi memiliki ciri unik yang membedakannya dengan metode penelitian kualitatif lainnya. Dari cara-cara tersebut. Untuk kasus-kasus tertentu. . informan kunci menjajdi semakin besar sampai jumlah tertentu. serta kemampuan menuliskan interpretasi dengan baik. Jadi sebagaimana yang telah diuraikan. artinya informan kunci dimulai dengan jumlah kecil (satu orang). (d) secara snowball. berada dalam setting tertentu. tenaga yang besar karena peneliti harus bergabung dengan informan. metode penelitian etnografi hanyalah sebuah cara yang dalam aplikasinya tentu tidak dapat meninggalkan metode penelitian lainnya. artinya informan kunci telah dirumuskan kriterianya. Bagaimanapun juga. sejatinya interpretasi ilmuwanilmuwan etnografi berperan besar dalam menyajikan kesadaran-kesadaran kritis atas perilaku bermedia masyarakat. sampai memperoleh data jenuh. jangka waktu penelitian yang relatif lama. kemudian atas rekomendasi orang tersebut. semiotik serta studi kasus adalah karena penelitian ini memerlukan waktu yang sangat lama. kemampuan interpretasi peneliti diragukan tanpa mereka sadari. Yang terakhir ini sepertinya masih menjadi perdebatan dengan penganut positivis.

2008. Marzali. Jankowski. Jensen. Jakarta. Bandung: PT remaja Rosdakarya Spradley. Suwardi.wordpress. Yogyakarta: PT tiara Wacana. Yogyakarta : UGM Press. 1997.wordpress.org/wiki/Etnografi . 1991. Metodologi Penelitian Kebudayaan.com/2010/10/10/penelitian-etnografi/) http://adhieserene. 2006. Washington: Wadworth Publishing Company. 2001. http://parlindunganpardede. Metode Etnografi. Endaswara. A Hand Book of Methodologies For Mass Communication research. Kencana. Klaus Bruhn and Nicholas W. Mulyana.wikipedia. Kencana. Jakarta.2005. Burhan.com/2009/11/30/kaitan-etnografi-dengan-kebudayaan/ http://id. Amri. Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. James P. Penelitian Kualitatif. Antropologi dan Pembangunan Indonesia.Sumber: Bungin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful