MENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Mendidik anak bukan hal mudah; terbukti banyak yang gagal, apalagi menghadapi anak berkebutuhan khusus (dulu istilahnya anak luar biasa) dituntut kesabaran yang juga luar biasa untuk memahami kemampuan dan kebutuhannya yang khusus kemudian memberinya berbagai latihan agar kelak mereka mampu hidup mandiri, terutama dalam melakukan kegiatan rutin. Tujuan mendidik anak berkebutuhan khusus sama seperti anak normal lainnya, yaitu membentuk karakter, intelek, bakat dan akhlak, sehingga anak memiliki sikap dan perilaku yang berguna bagi kelangsungan hidupnya sesuai dengan harapan masyarakat. Hanya saja kelancaran proses belajar terhalang oleh kondisi mereka yang khusus. Untuk mengatasi halangan ini, perlu di gali kelebihan atau kecakapan yang dimiliki. Misal anak yang buta tidak dapat menangkap pelajaran melalui penglihatan. Mereka memiliki pendengaran yang peka. Kemampuan ini harus dilatih berfungsi secara maksimal menggantikan mata sehingga mereka dapat belajar maksimal. Mempersiapkan pendidikan anak berkebutuhan khusus : 1. Ciptakan lingkungan keluarga yang hangat, terbuka, komunikatif, sehingga anak merasa diterima oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Sesering mungkin mengajak anak berdialog (tanya-jawab) untuk melatih kemampuan mengungkapkan keinginan atau pikirannya. Orang tuapun dapat lebih memahami anaknya. Mengetahui minat, kelebihan-kelebihannya, perasaan dan harapan mereka. Persdssn aman penting untuk mereka (cenderung rendah diri) menumbuhkan rasa percaya diri yang mendorongnya maju dan bersikap positif. 2. Dibutuhkan keteraturan dan kemantapan bentuk pelatihan agar anak memiliki kepercayaan yang kokoh pada diri sendiri maupun orang lain. Adanya prinsip yang teguh membuat anak berani dan tidak mudah diombang-ambingkan saat menghadapi situasi baru. Orang tua harus teguh mempertahankan hal yang dipandang baik, setia pada komitmen yang sudah dipilih. Misal, jika orang tua sepakat mendidik anak mandiri, maka jangan ada keraguan (perasaan “tidak tega”) jika melihat anak tertatih-tatih belajar melakukan tugasnya sendiri. Orang tua yang bimbang kadangkadang memberi bantuan, di saat lain (kesal, lelah) membiarkan anak mencoba sendiri ketidakteraturan ini menciptakan keraguan anak, ia merasa tidak perlu mandiri. Anak harus diyakinkan bahwa melatihnya mandiri bukan berarti ia tidak di sayang orang tuanya. Apa sebaiknya yang dilakukan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus? 1. Menerima kelemahan anak dan mengatasinya sedini mungkin dengan memberi banyak rangsangan pada kemampuan lain yang bisa difungsikan menjadi kekuatannya. 2. Sering memberi kesempatan anak bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan sebaya untuk mengekspresikan perasaan maupun emosinya. 3. Melatih gerak tubuh melalui permainan, percakapan drama. Tujuan untuk mencapai keselarasan antara pengamatan, panca indera yang berfungsi dan ekspresi verbal atau fisik. 4. Ajarkan anak peran dan tingkah laku yang diterima masyarakat, seperti tanggung jawab, mandiri, ramah. 5. Ajarkan nilai-nilai kemanusiaan (tolong-menolong, kejujuran, sportif, toleran) yang dapat dijadikan prinsip dalam dirinya dalam mengambil keputusan, jika ia memiliki prinsip yang kokoh maka ia tidak mudah dipengaruhi atau ditekan orang lain. 6. Ajarkan anak menyelesaikan masalah. Orang tua jangan mudah menyerah atau bahkan memaksanya. Berikan penjelasan dengan sabar sampai ia dapat memahaminya. 7. Ajarkan anak terlibat dalam kegiatan sosial di sekitarnya. Misal: kerja bakti, mengikuti kegiatan di mesjid, gereja, wihara, atau karang taruna; silaturahmi dengan tetangga. 8. Tumbuhkan terus rasa harga diri anak. Yaitu dengan memberi perhatian terus menerus, menerima anak apa adanya, menghargai hasil dan usaha anak. Bersikaplah tegas, tidak keras

puisi. membaca bibir.Bagi anak retardasi mental. Ajarka anak mencintai alam melalui kegiatan yang sesuai dengan keterbatasannya misal: memelihara binatang. Jika perlu bekerjasama dengan guru atau seorang ahli. dan lain-lain. hanya saja mereka mendengar dengan mata dan perasaan. raba). 10. dengar.Untuk memberikan kebebasan bergerak. Beberapa hal penting yang perlu diajarkan pada anak berkebutuhan khusus : . anak tunanetra perlu diajarkan mengenal lingkungan dan gerak untuk memahami posisi dirinya maupun benda di sekitarnya. 9. lagu atau menggambar. Anak yang merasa kebutuhannya diperhatikan orang tua akan lebih siap menerima dan menghargai apa yang dikatakan dan diajarkan orang tuanya. anjing pembantu. membuat surat. siapa tahu ia berbakat. membuat diorama mini dari serangga. . bahasa isyarat atau gabungan keduanya. Gugah minatnya untuk menggunakan indera lainnya (lihat.Anak lumpuh memiliki kesulitan gerak sehingga perlu diajarkan dan dijaga agar anak terhindar dari situasi yang membahayakan jiwa anak . koleksi perangko atau gambar tentang alam. Ajarkan penggunaan alat bantu seperti tongkat.tetapi hangat. kulit kerang. Ajar anak menuangkan isi hati dan pikiran ke dalam buku harian. Usaha ini dapat mengarahkan anak menemukan hobinya. Mereka memiliki daya tangkap yang lemah jadi perlu kesabaran mengajarinya melalui cerita ajarkan mereka disiplin atau keteraturan. sehingga mereka memiliki kemampuan menyampaikan dengan cara lain untuk menyampaikan sesuatu. Orang tua harus ekpresif jika mengutarakan sesuatu agar anak bisa membaca apa yang dikatakan atau dimaksud orang lain. ajarkan kemampuan menangkap pembicaraan atau masalah. . bebatuan atau jika memungkinkan sesekali berpetualang di taman atau hutan dekat rumah. 11. Jadi harus dilatih kemampuan berkomunikasi efektif. Anak tunarungu memiliki cara berpikir seperti anak normal. Bagi anak tunarungu kondisi penerangan ruang perlu diperhatikan sebab mereka belajar hanya dari apa yang dapat dilihatnya saja. juga cara mengekspresikan pikiran dan keinginannya. cium. Kecerdasan anak harus dirangsang berkembang maksimal.

Namun. kompetensi yang dimiliki. ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar. ketrampilan diri. Tujuannya agar saat memprogamkan pembelajaran sudah dipikirkan mengenbai bentuk strategi pembelajaran yanag di anggap cocok. ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak.hari dan . Kompetensi ini terdiri atas empat ranah yang perlu diukur meliputi kompetensi fisik. kemampuan dan kelemahanya.anak sebaya lainnya dalam system pendidikan regular.STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS A. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus melalui penggalian kemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi. Asesmen di sini adalah proses kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan social. konsep diri. kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (children with special needs). dan tingkat perkembanganya. Latar Belakang Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar. Kegiatan ini biasanya memerlukan penggunaan instrument khusus secara baku atau di buat sendiri oleh guru kelas. PENDAHULUAN 1. 1. Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . di tujukan agar peserta didik mampu berinteraksi terhadap lingkungan social. Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor. Model pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkan oleh guru di sekolah. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . kognitif. kemampuan berbahasa. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik. kompetensi sehari. melalui pengamatan yang sensitive. kompetensi afektif. Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik dari setiap siswa seorang guru terlebih dahulu melakukan skrining atau asesmen agar mengetahui secara jelas mengenai kompetensi diri peserta didik bersangkutan. hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dari orang lain.

contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Definisi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental.Tunagrahita (Mental retardation) Ada beberapa definisi dari tunagrahita. 20) mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (sub-average). sosial. [1]Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ”Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus” 1. 1. Rumusan Masalah 1. 1. 3. dan menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. 2. PEMBAHASAN 2. antara lain: 1. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus? 3. mental-intelektual. . ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka.kompetensi akademik. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus. 3. dan emosional) dalam proses pertumbuhkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes individual. Tujuan 1. Menjelaskan definisi dari anak berkebutuhan khusus. American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM. SLB bagian A untuk tunanetra. emosi atau fisik. 1. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus? 1. Jenis Dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru antara lain[4] : a.[2] Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/ penyimpangan (fisik. yang muncul sebelum usia 16 tahun. SLB bagian D untuk tunadaksa. 2. SLB bagian B untuk tunarungu. Menjelaskan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda. SLB bagian C untuk tunagrahita. B. (p. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 2. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus? 2.[3] Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus.

functional academics. 4. 3. Bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya. 4. sensori atau kesehatan. Perkembangan bicara/bahasa terlambat Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong). Definisi tunagrahita yang dipublikasikan oleh American Association on Mental Retardation (AAMR). 5. keterampilan sosial. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. 3. 2. Bertendensi kea rah symptoms fisik: merasa sakit atau ketakutan berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah. tunagrahita merujuk pada keterbatasan fungsi intelektual umum dan keterbatasan pada keterampilan adaptif. Menurut WHO seorang tunagrahita memiliki dua hal yang esensial yaitu fungsi intelektual secara nyata di bawah rata-rata dan adanya ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan norma dan tututan yang berlaku dalam masyarakat. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia. 4. Di awal tahun 60-an. home living. b. The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan tentang tunagrahita adalah bahwa seseorang dikatakan tunagrahita apabila kecerdasannya jelasjelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan serta terhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya. 1. bermasyarakat. Bower (1981). yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler). Menurut Eli M. mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita ialah fungsi intelektualnya lamban. 5. Tunalaras (Emotional or behavioral disorder) Nilai standarnya 4 • Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku. Menurut definisi ini. . apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut: 1. waktu luang. misalnya kepala terlalu kecil/besar. Secara umum mereka selalu dalam keadaan pervasive dan tidak menggembirakan atau depresi. 6. Keterampilan adaptif mencakup area : komunikasi. Japan League for Mentally Retarded (1992: p. 20-22). anak dengan hambatan emosional atau kaelainan perilaku. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali).2. 2. 5. mengontrol diri. ketunagrahitaan muncul sebelum usia 18 tahun. Tidak mampu belajar bukan disebabkan karena factor intelektual.22) dalam B3PTKSM (p. dan terjadi pada masa perkembangan. 3. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar. Tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru. kekurangan dalam perilaku adaptif. Penampilan fisik tidak seimbang.[5] Adapun cara mengidentifikasi seorang anak termasuk tunagrahita yaitu melalui beberapa indikasi sebagai berikut: 1. dan kerja. merawat diri.

Keluar nanah dari kedua telinga. 3. 1. 2. Karena tunanetra memiliki keterbataan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan . 6. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan pendengaran[8]: 1. bahasa isyarat dan bahasa tubuh. Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah:[7] 1. Ucapan kata tidak jelas. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak. 2. 5. ringan(41-55dB). Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara.Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku juga bisa diidentifikasi melalui indikasi berikut:[6] 1. 3. 4. d. 4. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal. sedang(56-70dB). 7. 3. 1. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi. untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. Terdapat kelainan organis telinga. Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan pendengaran pendengaran pendengaran pendengaran pendengaran sangat ringan(27-40dB). Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. 4. Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum. 5. 2. Terlambat perkembangan bahasa. Mudah terangsang emosinya. tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. Tunarungu Wicara (Communication disorder and deafness) Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Bersikap membangkang. Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. berat(71-90dB). 8. c. Tunanetra (Partially seing and legally blind) Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar. 10. • Nilai standarnya 7. 9. Banyak perhatian terhadap getaran. ekstrim/tuli(di atas 91dB). Tidak mampu mendengar. Sering melakukan tindakan aggresif. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat. Kualitas suara aneh/monoton.

Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan anggota tubuh tubuh/gerak tubuh:[10] 1. • Tidak mampu melihat. 6. 1. 5. Nilai standarnya adalah 6. amputasi. dan lumpuh. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium). Mata bergoyang terus. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara. e. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS. Tunaganda (Multiple handicapped) Menurut Johnston & Magrab. 6. 7. • Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering. contohnya adalah penggunaan tulisan braille. tidak lentur/tidak terkendali). 1. polio. 2. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter. 7. sakit atau akibat kecelakaan. Tunadaksa (physical disability) Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. Terdapat cacat pada alat gerak. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. maka anak termasuk tunanetra. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa. berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik.pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. 2. 5. 4. termasuk celebral palsy. f. gambar timbul. benda model dan benda nyata. 4. artinya bila anak mengalami minimal 6 gejala di atas. 3. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan penglihatan:[9] 1. Kerusakan nyata pada kedua bola mata. tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neurologis yang . Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk. Hiperaktif/tidak dapat tenang. 3. sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi. Nilai standarnya 5.

Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai. 2. Kemampuan memahami isi bacaan rendah. 1. bahasa. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata. 6. 1. Kalau membaca sering banyak kesalahan Nilai standarnya 3. 17 dengan 71. 3. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang. <. dan afasia perkembangan. Seseorang dengan hambatan-hambatan yang memerlukan modifikasi khusus. brain injury. 1. Sulit membedakan bangun-bangun geometri. 4. 3. 6 dengan 9. Seseorang dengan dua hambatan yang masing-masing memerlukan layanan-layanan pendidikan khusus. 5. v dengan u. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6. 5.disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi. • Nilai standarnya 4. 3. gerak. berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi. dan sebagainya. disfungsi minimal otak. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca. • Nilai standarnya 4. g. dan sebagainya. x. Anak yang mengalami kesulitan berhitung (diskalkula) Sulit membedakan tanda-tanda: +. berhitung. Walker (1975) berpendapat mengenai tunaganda sebagai berikut: 1. 2 dengan 5. p dengan q. gangguan koordinasi gerak. 4. 3. 2. = Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan. Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda yang memerlukan layanan teknologi. dislexia. :. • Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia) Perkembangan kemampuan membaca terlambat. . 2. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris. >. gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep. 3 dengan 8. Kesulitan Belajar (Learning disabilities) Anak dengan kesulitan belajar adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa. -. 6. atau hubungan pribadi di masyarakat. Sering salah membilang dengan urut. Berikut adalah karakteristik anak yang mengalami kesulitan belajar dalam membaca. membaca. mengalami gangguan motorik persepsi-motorik. berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir. Anak yang mengalami kesulitan menulis (disgrafia) 2. 4. Sering salah menulis huruf b dengan p. menulis dan berhitung[11]: 1. 2 dengan 5.

. 1. 2. social. 8.1987 dalam Amin. Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah. 2. Dapat memberikan banyak gagasan. juga terhadap masalah orang dewasa. mempunyai kreativitas tinggi (Guilford. Membaca pada usia lebih muda. psikomotor dan psikososial (Sisk. estetika. 3. mengacu pada kemampuan berpikir secara abstrak dan mampu memecahkan masalah secara sistematis dan masuk akal. 5. 3. 1996:3). m. 1. 2. 3. Mempunayi minat yang luas. mengacu pada kemampuan yang berbeda dalam matematika. bahasa asing. kemampuan memimpin dan kemampuan dalam seni drama. 1972). 2. Berpikir kritis. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. Luwes dalam berpikir. Mempunyai pengamatan yang tajam. tugas atau bidang yang diminati. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan. Berpikir kreatif atau berpikir murni menyeluruh. 1975:120). seni tari dan seni rupa (Marlan. 1. maka anak berbakat adalah mereka yang mempunyai kemampuankemampuan yang unggul dalam segi intelektual. 5. Memberi jawaban-jawaban yang baik. R. teknik. 7. 6. akademik. h. Membaca lebih cepat dan lebih banyak. Anak Berbakat (Giftedness and special talents) Menurut Milgram.M (1991:10). 1956). 4. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang. dan sintesis yang tinggi. 1925). sebagai berikut: 1. bersifat orisinil dan berbeda dengan yang lain. 4. konseptualisasi.1. Mempunyai daya imajinasi yang kuat. Mempunyai inisiatif dan dapat berkeja sendiri. Mempunyai kemampuan intelektual atau intelegensi yang menyeluruh. atau ilmu pengetahuan alam. music. 2. juga terhadap diri sendiri. Pada umumnya mampu berpikir untuk menyelesaikan masalah yang tidak umum dan memerlukan pemikiran tinggi. Anak berbakat mempunyai empat kategori. fisik (Freemen. terutama terhadap 1. Berperilaku terarah pada tujuan. Mempunyai bakat kreatif khusus. Memiliki perbendaharaan kata yang luas. anak berbakat adalah mereka yang mempunyai skor IQ 140 atau lebih diukur dengan instrument Stanford Binet (Terman. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal. M. Kemampuan intelektual khusus. Berikut identifikasi anak berbakat atau anak yang memilki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa[12]: 1. Dari keempat kategori di atas. Cepat menangkap hubungan sebabakibat. Senang mencoba hal-hal baru. 3. 1. J. 4. Mempunyai daya abstraksi.

jawabannya sangat pelan dengan nada monoton. Tidak peduli terhadap lingkungannya. dan mata sayu dan selalu memandang ke bawah. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya keganjilan perilaku dan ketidakmampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. kecuali terhadap benda yang disukainya. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). P. 1. kemudian dengan suara yang aneh akan menceritakan dirinya dengan beberapa kata kemudian diam menyendiri lagi. Anak Autistik Nilai standarnya 18. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). 2. Jika ada pertanyaan terhadapnya. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anakanak tunanetra. 2004:4) 1. Autism Syndrome merupakan kelainan yang disebabkan adanya hambatan pada ketidakmampuan berbahasa yang diakibatkan oleh kerusakan pada otak. anak-anak jalanan (anjal). Gejala-gejala autism menurut Delay & Deinaker (1952) dan Marholin & Philips (1976) antara lain: 1. tidak menunjukkan rasa takut dan tidak menyenangi sekelilingnya. serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. Autis. tunarungu. tunadaksa. 3. 6. anak-anak korban bencana alam. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. a hearing deficit or mental retardaction. 2. Hyperactive (Attention Deficit Disorder with Hyperactive) Hyperactive bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala atau symptoms. Strategi Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. . Secara umum anak autis mengalami kelainan dalam berbicara. dan lain-lain. w. Mempunyai banyak kegemaran (hobi). • Tidak cepat puas dengan prestasinya. i. j. ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders).1. Dewasa ini banyak kalangan medis masih menyebut anak hiperaktif dengan istilah attention deficit disorder (ADHD) (Solek. 1986: 261). tunalaras. Tidak tampak ceria. Anak Berkesulitan Belajar. 4. (Batshaw & Perret. an emotional disturbance. Selalu diam sepanjang waktu. muka pucat. Tidak pernah bertanya. tunagrahita. Senang tidur bermalas-malasan atau duduk menyendiri dengan tampang acuh. 3. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi). Mempunyai daya ingat yang kuat. 1. 5. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. 4. kelainan fungsi saraf dan intelektual.symptoms terjadi disebabkan oleh factor-faktor brain damage. 3.

Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran . tetapi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa. 1995). . Stainback dan Stainback (1990) mengemukakan bahwa: sekolah inklusi[13] adalah sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama. antara lain: 1. Selain itu. Lebih dari itu. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. Melalui pendidikan inklusi. apapun jenis kelainannya dan bagaimanapun gradasinya. dan berat secara penuh di kelas reguler. menerapkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mengoptimalkan peranan guru. yaitu para siswa. Sapon-Shevin (O’Neil. menantang. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak. Oleh karena itu. ditekankan adanya perombakan sekolah. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan. sedang. memasukkan aspek fleksibilitas dan aksesibilitas ke dalam sistem pendidikan pada jalur formal. dan masyarakat sekitarnya. maupun anggota masyarakat lain agar kebutuhan individualnya dapat terpenuhi. dan saling membantu dengan guru dan teman sebayanya. Sementara itu. anak berkelainan dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya (Freiberg. tentu memerlukan strategi khusus. di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. orang tua. nonformal. Hal ini menunjukkan bahwa kelas reguler merupakan tempat belajar yang relevan bagi anak berkelainan. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 1. guru. lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. 3. Dalam hal ini. menjadi bagian dari kelas tersebut. Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. Staub dan Peck (1995) menyatakan bahwa: pendidikan inklusi[14] adalah penempatan anak berkelainan tingkat ringan. materi pelajaran. Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. yaitu: peraturan perundang-undangan yang menyatakan jaminan kepada setiap warga negara Indonesia (termasuk ABK temporer dan permanen) untuk memperoleh pelayanan pendidikan. sehingga sumber belajar menjadi memadai dan mendapat dukungan dari semua pihak. Selanjutnya.Untuk menangani ABK tersebut dalam setting pendidikan inklusif di Indonesia. sehingga menjadi komunitas yang mendukung pemenuhan kebutuhan khusus setiap anak. metode. Pendidikan inklusi mempunyai pengertian yang beragam. ada empat strategi pokok yang diterapkan pemerintah. maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil. 1. guru. 1995) menyatakan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat. siswa. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas. media. sekolah inklusi juga merupakan tempat setiap anak dapat diterima. dan informal. 2.

4. 2. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal. 1. Tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual semata tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional. Pembelajaran harus diwarnai dengan kecepatan dan tingkat kompleksitas. Model biogenetic Model behavioral/tingkah laku Model psikodinamika Model ekologis 6. nilai. 3. 5. 2. 1. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka. Strategi modifikasi tingkah laku 1. kelompok kecil dan individual. 5. 3. Strategi yang dapat digunakan dalam mengajar anak tunagrahita antara lain. ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi. kooperatif dan modifikasi perilaku. Strategi pembelajaran bagi anak berbakat Strategi pembelajaran yang sesuai denagan kebutuhan anak berbakat akan mendorong anak tersebut untuk berprestasi. 4. 1. moral. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meneentukan strategi pembelajaran adalah : 1. dan melalui media. sebagai berikut: 1. Strategi pembelajaran yang diindividualisasikan 2. Kauffman (1985) mengemukakan model-model pendekatan sebagai berikut. Strategi pembelajaran bagi anak tunadaksa Strategi yang bias diterapkan bagi anak tunadaksa yaitu melalui pengorganisasian tempat pendidikan. Strategi pembelajaran bagi anak tunalaras Untuk memberikan layanan kepada anak tunalaras. Model-model layanan yang bias diberikan pada anak berbakat yaitu model layanan perkembangan kognitif-afektif. 1. Strategi pembelajaran bagi anak dengan kesulitan belajar . Pendidikan integrasi (terpadu) Pendidikan segresi (terpisah) Penataan lingkungan belajar 5. 3. Selain strategi yang telah disebutkan di atas. 4. 2. Strategi pembelajaran bagi anak tunagrahita Strtegi pembelajaran anak tunagrahita ringan yang belajar di sekolah umum akan berbeda dengan strategi anak tunagrahita yang belajar di sekolah luar biasa. content dan produk. 4. Strategi kooperatif 3. kreativitas dan bidang khusus. 3. Berorientasi pada modifikasi proses. 2.

Anak Berkesulitan Belajar. klasikal.1. 3. 6. Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. Anak berkesulitan belajar berhitung yaitu melalui program remidi yang sistematis sesuai dengan urutan dari tingkat konkret. kelompok. anak-anak jalanan (anjal). Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anakanak tunanetra. Anak berkesulitan belajar menulis yaitu melalui remedial sesuai dengan tingkat kesalahan. individual. tunagrahita. Strategi pembelajaran bagi anak tunarungu Strategi yang biasa digunakan untuk anak tunarungu antara lain: strategi deduktif. ekspositorik. induktif. . ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders). Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). Anak berkesulitan belajar membaca yaitu melalui program delivery dan remedial teaching 2. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. anak-anak korban bencana alam. semi konkret dan tingkat abstrak. tunalaras. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. C. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). heuristic. 1. dan lain-lain. tunadaksa. 7. KESIMPULAN Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. tunarungu. Autis. kooperatif dan modifikasi perilaku. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful