MENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Mendidik anak bukan hal mudah; terbukti banyak yang gagal, apalagi menghadapi anak berkebutuhan khusus (dulu istilahnya anak luar biasa) dituntut kesabaran yang juga luar biasa untuk memahami kemampuan dan kebutuhannya yang khusus kemudian memberinya berbagai latihan agar kelak mereka mampu hidup mandiri, terutama dalam melakukan kegiatan rutin. Tujuan mendidik anak berkebutuhan khusus sama seperti anak normal lainnya, yaitu membentuk karakter, intelek, bakat dan akhlak, sehingga anak memiliki sikap dan perilaku yang berguna bagi kelangsungan hidupnya sesuai dengan harapan masyarakat. Hanya saja kelancaran proses belajar terhalang oleh kondisi mereka yang khusus. Untuk mengatasi halangan ini, perlu di gali kelebihan atau kecakapan yang dimiliki. Misal anak yang buta tidak dapat menangkap pelajaran melalui penglihatan. Mereka memiliki pendengaran yang peka. Kemampuan ini harus dilatih berfungsi secara maksimal menggantikan mata sehingga mereka dapat belajar maksimal. Mempersiapkan pendidikan anak berkebutuhan khusus : 1. Ciptakan lingkungan keluarga yang hangat, terbuka, komunikatif, sehingga anak merasa diterima oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Sesering mungkin mengajak anak berdialog (tanya-jawab) untuk melatih kemampuan mengungkapkan keinginan atau pikirannya. Orang tuapun dapat lebih memahami anaknya. Mengetahui minat, kelebihan-kelebihannya, perasaan dan harapan mereka. Persdssn aman penting untuk mereka (cenderung rendah diri) menumbuhkan rasa percaya diri yang mendorongnya maju dan bersikap positif. 2. Dibutuhkan keteraturan dan kemantapan bentuk pelatihan agar anak memiliki kepercayaan yang kokoh pada diri sendiri maupun orang lain. Adanya prinsip yang teguh membuat anak berani dan tidak mudah diombang-ambingkan saat menghadapi situasi baru. Orang tua harus teguh mempertahankan hal yang dipandang baik, setia pada komitmen yang sudah dipilih. Misal, jika orang tua sepakat mendidik anak mandiri, maka jangan ada keraguan (perasaan “tidak tega”) jika melihat anak tertatih-tatih belajar melakukan tugasnya sendiri. Orang tua yang bimbang kadangkadang memberi bantuan, di saat lain (kesal, lelah) membiarkan anak mencoba sendiri ketidakteraturan ini menciptakan keraguan anak, ia merasa tidak perlu mandiri. Anak harus diyakinkan bahwa melatihnya mandiri bukan berarti ia tidak di sayang orang tuanya. Apa sebaiknya yang dilakukan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus? 1. Menerima kelemahan anak dan mengatasinya sedini mungkin dengan memberi banyak rangsangan pada kemampuan lain yang bisa difungsikan menjadi kekuatannya. 2. Sering memberi kesempatan anak bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan sebaya untuk mengekspresikan perasaan maupun emosinya. 3. Melatih gerak tubuh melalui permainan, percakapan drama. Tujuan untuk mencapai keselarasan antara pengamatan, panca indera yang berfungsi dan ekspresi verbal atau fisik. 4. Ajarkan anak peran dan tingkah laku yang diterima masyarakat, seperti tanggung jawab, mandiri, ramah. 5. Ajarkan nilai-nilai kemanusiaan (tolong-menolong, kejujuran, sportif, toleran) yang dapat dijadikan prinsip dalam dirinya dalam mengambil keputusan, jika ia memiliki prinsip yang kokoh maka ia tidak mudah dipengaruhi atau ditekan orang lain. 6. Ajarkan anak menyelesaikan masalah. Orang tua jangan mudah menyerah atau bahkan memaksanya. Berikan penjelasan dengan sabar sampai ia dapat memahaminya. 7. Ajarkan anak terlibat dalam kegiatan sosial di sekitarnya. Misal: kerja bakti, mengikuti kegiatan di mesjid, gereja, wihara, atau karang taruna; silaturahmi dengan tetangga. 8. Tumbuhkan terus rasa harga diri anak. Yaitu dengan memberi perhatian terus menerus, menerima anak apa adanya, menghargai hasil dan usaha anak. Bersikaplah tegas, tidak keras

Mereka memiliki daya tangkap yang lemah jadi perlu kesabaran mengajarinya melalui cerita ajarkan mereka disiplin atau keteraturan.Anak lumpuh memiliki kesulitan gerak sehingga perlu diajarkan dan dijaga agar anak terhindar dari situasi yang membahayakan jiwa anak . koleksi perangko atau gambar tentang alam. dan lain-lain.tetapi hangat. . membaca bibir. Jika perlu bekerjasama dengan guru atau seorang ahli. anjing pembantu. raba). kulit kerang. Ajar anak menuangkan isi hati dan pikiran ke dalam buku harian. membuat diorama mini dari serangga. anak tunanetra perlu diajarkan mengenal lingkungan dan gerak untuk memahami posisi dirinya maupun benda di sekitarnya. 9. juga cara mengekspresikan pikiran dan keinginannya. membuat surat. Anak tunarungu memiliki cara berpikir seperti anak normal. Bagi anak tunarungu kondisi penerangan ruang perlu diperhatikan sebab mereka belajar hanya dari apa yang dapat dilihatnya saja. sehingga mereka memiliki kemampuan menyampaikan dengan cara lain untuk menyampaikan sesuatu. Anak yang merasa kebutuhannya diperhatikan orang tua akan lebih siap menerima dan menghargai apa yang dikatakan dan diajarkan orang tuanya. Ajarka anak mencintai alam melalui kegiatan yang sesuai dengan keterbatasannya misal: memelihara binatang. cium. Ajarkan penggunaan alat bantu seperti tongkat. .Untuk memberikan kebebasan bergerak. ajarkan kemampuan menangkap pembicaraan atau masalah. siapa tahu ia berbakat. bahasa isyarat atau gabungan keduanya. Kecerdasan anak harus dirangsang berkembang maksimal. 10. Gugah minatnya untuk menggunakan indera lainnya (lihat. Jadi harus dilatih kemampuan berkomunikasi efektif.Bagi anak retardasi mental. dengar. puisi. Beberapa hal penting yang perlu diajarkan pada anak berkebutuhan khusus : . hanya saja mereka mendengar dengan mata dan perasaan. Usaha ini dapat mengarahkan anak menemukan hobinya. bebatuan atau jika memungkinkan sesekali berpetualang di taman atau hutan dekat rumah. lagu atau menggambar. Orang tua harus ekpresif jika mengutarakan sesuatu agar anak bisa membaca apa yang dikatakan atau dimaksud orang lain. 11.

di tujukan agar peserta didik mampu berinteraksi terhadap lingkungan social. melalui pengamatan yang sensitive. ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak. Tujuannya agar saat memprogamkan pembelajaran sudah dipikirkan mengenbai bentuk strategi pembelajaran yanag di anggap cocok. ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik. ketrampilan diri. PENDAHULUAN 1.hari dan . Model pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkan oleh guru di sekolah. Namun. kognitif. dan tingkat perkembanganya. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Kegiatan ini biasanya memerlukan penggunaan instrument khusus secara baku atau di buat sendiri oleh guru kelas. kompetensi yang dimiliki. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus melalui penggalian kemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi. Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik dari setiap siswa seorang guru terlebih dahulu melakukan skrining atau asesmen agar mengetahui secara jelas mengenai kompetensi diri peserta didik bersangkutan. Asesmen di sini adalah proses kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan social. Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya.STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS A. 1. memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar.anak sebaya lainnya dalam system pendidikan regular. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (children with special needs). Kompetensi ini terdiri atas empat ranah yang perlu diukur meliputi kompetensi fisik. hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dari orang lain. kemampuan berbahasa. kemampuan dan kelemahanya. kompetensi afektif. kompetensi sehari. Latar Belakang Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar. Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor. konsep diri.

PEMBAHASAN 2. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. SLB bagian C untuk tunagrahita. . 1.kompetensi akademik. SLB bagian D untuk tunadaksa. 2. contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. 3. antara lain: 1. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus? 1. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Menjelaskan definisi dari anak berkebutuhan khusus. 2. Tujuan 1. mental-intelektual.Tunagrahita (Mental retardation) Ada beberapa definisi dari tunagrahita. SLB bagian B untuk tunarungu. (p. SLB bagian A untuk tunanetra. sosial. yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes individual. dan menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. emosi atau fisik.[2] Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/ penyimpangan (fisik. dan emosional) dalam proses pertumbuhkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. 3. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus. Jenis Dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru antara lain[4] : a. American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM. [1]Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ”Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus” 1. 1. SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus? 3. B. Definisi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental. 20) mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (sub-average). yang muncul sebelum usia 16 tahun. Menjelaskan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. 1.[3] Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus? 2. Rumusan Masalah 1. 2.

dan kerja. dan terjadi pada masa perkembangan. waktu luang. 2. Tidak mampu belajar bukan disebabkan karena factor intelektual.2. tunagrahita merujuk pada keterbatasan fungsi intelektual umum dan keterbatasan pada keterampilan adaptif. Keterampilan adaptif mencakup area : komunikasi. kekurangan dalam perilaku adaptif. 2. functional academics. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Perkembangan bicara/bahasa terlambat Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong). ketunagrahitaan muncul sebelum usia 18 tahun. 5. Japan League for Mentally Retarded (1992: p. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali). misalnya kepala terlalu kecil/besar. 20-22). Di awal tahun 60-an. Menurut WHO seorang tunagrahita memiliki dua hal yang esensial yaitu fungsi intelektual secara nyata di bawah rata-rata dan adanya ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan norma dan tututan yang berlaku dalam masyarakat. merawat diri. The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan tentang tunagrahita adalah bahwa seseorang dikatakan tunagrahita apabila kecerdasannya jelasjelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan serta terhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya. Bower (1981). home living. 4. anak dengan hambatan emosional atau kaelainan perilaku. bermasyarakat. apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut: 1. Bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya. Menurut Eli M. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler). Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar. Bertendensi kea rah symptoms fisik: merasa sakit atau ketakutan berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah. Definisi tunagrahita yang dipublikasikan oleh American Association on Mental Retardation (AAMR). Tunalaras (Emotional or behavioral disorder) Nilai standarnya 4 • Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. 4. sensori atau kesehatan. Menurut definisi ini. 5. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia. . yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. 3.[5] Adapun cara mengidentifikasi seorang anak termasuk tunagrahita yaitu melalui beberapa indikasi sebagai berikut: 1. 5. 3. b.22) dalam B3PTKSM (p. 6. mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita ialah fungsi intelektualnya lamban. mengontrol diri. keterampilan sosial. 1. yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku. Tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru. 3. Penampilan fisik tidak seimbang. Secara umum mereka selalu dalam keadaan pervasive dan tidak menggembirakan atau depresi. 4.

Tunanetra (Partially seing and legally blind) Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. ringan(41-55dB). 4. 1. Keluar nanah dari kedua telinga. Tidak mampu mendengar. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak. Ucapan kata tidak jelas. untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar.Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku juga bisa diidentifikasi melalui indikasi berikut:[6] 1. 5. Tunarungu Wicara (Communication disorder and deafness) Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. 7. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi. Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. 2. • Nilai standarnya 7. berat(71-90dB). 6. 3. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara. 1. Mudah terangsang emosinya. bahasa isyarat dan bahasa tubuh. 9. 2. 2. Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan Gangguan pendengaran pendengaran pendengaran pendengaran pendengaran sangat ringan(27-40dB). Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat. Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. Terdapat kelainan organis telinga. c. Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah:[7] 1. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal. Banyak perhatian terhadap getaran. d. 8. tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. 3. Terlambat perkembangan bahasa. Kualitas suara aneh/monoton. 3. ekstrim/tuli(di atas 91dB). 4. 4. 10. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan pendengaran[8]: 1. 5. Sering melakukan tindakan aggresif. Bersikap membangkang. Karena tunanetra memiliki keterbataan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan . sedang(56-70dB).

e. f. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan penglihatan:[9] 1. 4. polio.pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. contohnya adalah penggunaan tulisan braille. Tunaganda (Multiple handicapped) Menurut Johnston & Magrab. 5. 6. 1. benda model dan benda nyata. Mata bergoyang terus. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering. artinya bila anak mengalami minimal 6 gejala di atas. sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik. tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neurologis yang . Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi. Hiperaktif/tidak dapat tenang. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam. 6. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium). berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik. gambar timbul. Nilai standarnya 5. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara. amputasi. • Tidak mampu melihat. • Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh. 4. tidak lentur/tidak terkendali). dan lumpuh. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS. maka anak termasuk tunanetra. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal. 2. Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan anggota tubuh tubuh/gerak tubuh:[10] 1. Tunadaksa (physical disability) Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuromuskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan. Nilai standarnya adalah 6. 2. Terdapat cacat pada alat gerak. 3. sakit atau akibat kecelakaan. Kerusakan nyata pada kedua bola mata. 7. 5. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa. 7. 3. termasuk celebral palsy. 1.

6. disfungsi minimal otak. 2 dengan 5. 6. Kalau membaca sering banyak kesalahan Nilai standarnya 3. 17 dengan 71. 1. 2 dengan 5. Seseorang dengan dua hambatan yang masing-masing memerlukan layanan-layanan pendidikan khusus. -. dan sebagainya.disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi. membaca. 3 dengan 8. Berikut adalah karakteristik anak yang mengalami kesulitan belajar dalam membaca. <. 3. berhitung. bahasa. 6 dengan 9. v dengan u. Sulit membedakan bangun-bangun geometri. Kemampuan memahami isi bacaan rendah. mengalami gangguan motorik persepsi-motorik. 3. 5. 1. 1. gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep. 5. 3. berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi. >. Anak yang mengalami kesulitan berhitung (diskalkula) Sulit membedakan tanda-tanda: +. • Nilai standarnya 4. 2. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris. Anak yang mengalami kesulitan menulis (disgrafia) 2. 4. Seseorang dengan hambatan-hambatan yang memerlukan modifikasi khusus. 2. 2. . 4. • Nilai standarnya 4. gangguan koordinasi gerak. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6. = Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan. atau hubungan pribadi di masyarakat. Walker (1975) berpendapat mengenai tunaganda sebagai berikut: 1. 4. Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda yang memerlukan layanan teknologi. dislexia. berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir. x. Sering salah membilang dengan urut. p dengan q. :. Kesulitan Belajar (Learning disabilities) Anak dengan kesulitan belajar adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa. g. • Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia) Perkembangan kemampuan membaca terlambat. Sering salah menulis huruf b dengan p. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata. 3. menulis dan berhitung[11]: 1. brain injury. dan sebagainya. dan afasia perkembangan. gerak.

Anak berbakat mempunyai empat kategori. 1975:120). Berpikir kritis.M (1991:10). Berikut identifikasi anak berbakat atau anak yang memilki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa[12]: 1. 1. atau ilmu pengetahuan alam. 3. Membaca pada usia lebih muda. bahasa asing. 5. psikomotor dan psikososial (Sisk. Memberi jawaban-jawaban yang baik. mengacu pada kemampuan yang berbeda dalam matematika. 2. Senang mencoba hal-hal baru. 7. seni tari dan seni rupa (Marlan. teknik. social. 1956). Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat. mengacu pada kemampuan berpikir secara abstrak dan mampu memecahkan masalah secara sistematis dan masuk akal. 4. m. Mempunyai inisiatif dan dapat berkeja sendiri. 1996:3). konseptualisasi. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang. tugas atau bidang yang diminati. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal. 3. Mempunyai kemampuan intelektual atau intelegensi yang menyeluruh. Pada umumnya mampu berpikir untuk menyelesaikan masalah yang tidak umum dan memerlukan pemikiran tinggi. Mempunyai daya imajinasi yang kuat. Kemampuan intelektual khusus. Berperilaku terarah pada tujuan. 2. Mempunyai daya abstraksi. . 1.1987 dalam Amin. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan. 4. mempunyai kreativitas tinggi (Guilford. 5. estetika. maka anak berbakat adalah mereka yang mempunyai kemampuankemampuan yang unggul dalam segi intelektual. 2. h. dan sintesis yang tinggi. Mempunyai bakat kreatif khusus. anak berbakat adalah mereka yang mempunyai skor IQ 140 atau lebih diukur dengan instrument Stanford Binet (Terman. Anak Berbakat (Giftedness and special talents) Menurut Milgram. Membaca lebih cepat dan lebih banyak. Luwes dalam berpikir. kemampuan memimpin dan kemampuan dalam seni drama. Dapat memberikan banyak gagasan. J. Cepat menangkap hubungan sebabakibat. juga terhadap masalah orang dewasa. Mempunyai pengamatan yang tajam. 3. 8. Mempunayi minat yang luas. music. 1925). Senang terhadap kegiatan intelektual dan pemecahan masalah. 6. 1. fisik (Freemen. Berpikir kreatif atau berpikir murni menyeluruh. 1972).1. M. bersifat orisinil dan berbeda dengan yang lain. 1. juga terhadap diri sendiri. 4. 2. sebagai berikut: 1. 2. Dari keempat kategori di atas. terutama terhadap 1. Memiliki perbendaharaan kata yang luas. akademik. 3. R.

3. j. (Batshaw & Perret. kemudian dengan suara yang aneh akan menceritakan dirinya dengan beberapa kata kemudian diam menyendiri lagi. w. Jika ada pertanyaan terhadapnya. jawabannya sangat pelan dengan nada monoton. Mempunyai daya ingat yang kuat. Strategi Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. i. Peka (sensitif) serta menggunakan firasat (intuisi). Anak Berkesulitan Belajar. kecuali terhadap benda yang disukainya. 1986: 261). Autism Syndrome merupakan kelainan yang disebabkan adanya hambatan pada ketidakmampuan berbahasa yang diakibatkan oleh kerusakan pada otak. 6. tunarungu. anak-anak jalanan (anjal).symptoms terjadi disebabkan oleh factor-faktor brain damage. Hal tersebut dapat terlihat dengan adanya keganjilan perilaku dan ketidakmampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Anak Autistik Nilai standarnya 18. serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. kelainan fungsi saraf dan intelektual. 1. Tidak peduli terhadap lingkungannya. dan lain-lain. Mempunyai banyak kegemaran (hobi). tunadaksa. tunagrahita. . Autis. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). • Tidak cepat puas dengan prestasinya. 5. Hyperactive (Attention Deficit Disorder with Hyperactive) Hyperactive bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala atau symptoms. Dewasa ini banyak kalangan medis masih menyebut anak hiperaktif dengan istilah attention deficit disorder (ADHD) (Solek. Senang tidur bermalas-malasan atau duduk menyendiri dengan tampang acuh. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan. 2004:4) 1. Secara umum anak autis mengalami kelainan dalam berbicara. 3. a hearing deficit or mental retardaction. tidak menunjukkan rasa takut dan tidak menyenangi sekelilingnya. anak-anak korban bencana alam. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anakanak tunanetra. 2. dan mata sayu dan selalu memandang ke bawah. 4. 1. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). 2. tunalaras. Tidak pernah bertanya. 3. muka pucat. an emotional disturbance. ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders).1. 4. Gejala-gejala autism menurut Delay & Deinaker (1952) dan Marholin & Philips (1976) antara lain: 1. P. Tidak tampak ceria. Selalu diam sepanjang waktu.

Selanjutnya. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak berkelainan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas. 1995). Staub dan Peck (1995) menyatakan bahwa: pendidikan inklusi[14] adalah penempatan anak berkelainan tingkat ringan. menerapkan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mengoptimalkan peranan guru. Lebih dari itu. dan masyarakat sekitarnya. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. anak berkelainan dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya (Freiberg. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan. maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru agar anak-anak berhasil. yaitu: peraturan perundang-undangan yang menyatakan jaminan kepada setiap warga negara Indonesia (termasuk ABK temporer dan permanen) untuk memperoleh pelayanan pendidikan. sedang. dan informal. Dalam hal ini. maupun anggota masyarakat lain agar kebutuhan individualnya dapat terpenuhi. nonformal. 1995) menyatakan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat. Pendidikan inklusi mempunyai pengertian yang beragam.Untuk menangani ABK tersebut dalam setting pendidikan inklusif di Indonesia. ada empat strategi pokok yang diterapkan pemerintah. yaitu para siswa. 1. dan saling membantu dengan guru dan teman sebayanya. sehingga menjadi komunitas yang mendukung pemenuhan kebutuhan khusus setiap anak. Melalui pendidikan inklusi. Sapon-Shevin (O’Neil. siswa. 2. Hal ini menunjukkan bahwa kelas reguler merupakan tempat belajar yang relevan bagi anak berkelainan. Sementara itu. sekolah inklusi juga merupakan tempat setiap anak dapat diterima. 3. Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. orang tua. Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. memasukkan aspek fleksibilitas dan aksesibilitas ke dalam sistem pendidikan pada jalur formal. lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. Selain itu. guru. guru. . tentu memerlukan strategi khusus. Oleh karena itu. antara lain: 1. Stainback dan Stainback (1990) mengemukakan bahwa: sekolah inklusi[13] adalah sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama. dan berat secara penuh di kelas reguler. metode. Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak. media. tetapi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa. materi pelajaran. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran . apapun jenis kelainannya dan bagaimanapun gradasinya. menjadi bagian dari kelas tersebut. sehingga sumber belajar menjadi memadai dan mendapat dukungan dari semua pihak. menantang. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 1. ditekankan adanya perombakan sekolah. di kelas reguler bersama-sama teman seusianya.

Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka. 3. Model biogenetic Model behavioral/tingkah laku Model psikodinamika Model ekologis 6. Berorientasi pada modifikasi proses. sebagai berikut: 1. dan melalui media. 1. nilai. 3. 4. Strategi yang dapat digunakan dalam mengajar anak tunagrahita antara lain. Strategi kooperatif 3. 2. content dan produk. Model-model layanan yang bias diberikan pada anak berbakat yaitu model layanan perkembangan kognitif-afektif. Pendidikan integrasi (terpadu) Pendidikan segresi (terpisah) Penataan lingkungan belajar 5. 2. 3. 2. 1. ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi. kelompok kecil dan individual. 1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meneentukan strategi pembelajaran adalah : 1. Strategi pembelajaran bagi anak tunadaksa Strategi yang bias diterapkan bagi anak tunadaksa yaitu melalui pengorganisasian tempat pendidikan. 3.4. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal. Strategi pembelajaran yang diindividualisasikan 2. 5. moral. Strategi pembelajaran bagi anak tunagrahita Strtegi pembelajaran anak tunagrahita ringan yang belajar di sekolah umum akan berbeda dengan strategi anak tunagrahita yang belajar di sekolah luar biasa. Strategi modifikasi tingkah laku 1. 5. Tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual semata tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional. 1. Strategi pembelajaran bagi anak dengan kesulitan belajar . Strategi pembelajaran bagi anak berbakat Strategi pembelajaran yang sesuai denagan kebutuhan anak berbakat akan mendorong anak tersebut untuk berprestasi. 2. Strategi pembelajaran bagi anak tunalaras Untuk memberikan layanan kepada anak tunalaras. 4. kreativitas dan bidang khusus. kooperatif dan modifikasi perilaku. Pembelajaran harus diwarnai dengan kecepatan dan tingkat kompleksitas. Kauffman (1985) mengemukakan model-model pendekatan sebagai berikut. Selain strategi yang telah disebutkan di atas. 4.

anak-anak jalanan (anjal). dan lain-lain. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. tunadaksa. 7. ekspositorik. Autis. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. tunagrahita. individual. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. kelompok. ADHD (Attention Deficiency and Hiperactivity Disorders). yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. KESIMPULAN Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. Anak berkesulitan belajar membaca yaitu melalui program delivery dan remedial teaching 2. tunalaras. Anak berkesulitan belajar berhitung yaitu melalui program remidi yang sistematis sesuai dengan urutan dari tingkat konkret. 3. klasikal. Strategi pembelajaran bagi anak tunarungu Strategi yang biasa digunakan untuk anak tunarungu antara lain: strategi deduktif. Anak Berkesulitan Belajar. 6. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). anak-anak korban bencana alam. induktif. kooperatif dan modifikasi perilaku. tunarungu. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anakanak tunanetra. Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok. 1. heuristic. Anak berkesulitan belajar menulis yaitu melalui remedial sesuai dengan tingkat kesalahan.1. . C. semi konkret dan tingkat abstrak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful