Proses Control Block dan Penjadwalan

By AuliaRahmanThoharsin

1 Vote

Gambar Proses Control Block

Penjelasan mengenai process control block : 1) Setiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah proses control block PCB). PCB berisikan banyak informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, yaitu : Status proses : Status mungkin dimiliki oleh setiap proses new, ready,running, waiting, terminated. a) NEW Status yang dimiliki pada saat proses baru saja dibuat oleh penjadwalan tingkat tinggi, tetapi belum siap melakukan eksekusi. b) READY Status yang dimiliki pada saat proses siap dieksekusi oleh processor. c) RUNNING Status yang dimiliki pada saat instruksi-instruksi dari sebuah proses dieksekusi. Proses bisa dieksekusi karena CPU tidak sedang mengerjakan tugas yang lain. d) WAITING Status yang dimiliki pada saat proses menunggu suatu event, seperti penyelesaian I/O atau menerima signal. e) TERMINATED Status yang dimiliki pada saat proses telah selesai dieksekusi. 2) Program counter adalah menunjukkan alamat berikutnya yang akan dieksekusi oleh proses tersebut. 3) CPU registers

tabel halaman atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yang digunakan dalam sistem operasi. 6) Informasi status I/O Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang digunakan pada proses ini. Beberapa Algoritma penjadwalan adalah sebagai berikut : 1. dan P3 memiliki burst time 3 ms. general-purpose register. Proses yang belum mendapat jatah alokasi dari CPU akan mengantri di ready queue. Waiting time untuk P1 adalah 0 ms (P1 tidak perlu menunggu). Register tersebut termasuk dalam accumulator. dan banyak lagi. jumlah akun jumlah job atau proses. P2 memiliki burst time 3 ms. PENJADWALAN PADA KONSEP SISTEM OPERASI Penjadwalan berkaitan dengan permasalahan CPU untuk memutuskan proses mana yang akan dieksekusi dalam suatu sistem. Gambar gantt chart kedatangan proses . dan untuk P3 sebesar 27 ms (menunggu P1 dan P2 selesai). ditambah kode informasi pada kondisi apa pun. untuk memungkinkan proses tersebut berjalan / bekerja dengan benar setelahnya. Algoritma penjadwalan berfungsi untuk menentukan proses manakah yang ada di ready queue yang akan dieksekusi oleh CPU. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi. sedangkan untuk P2 adalah sebesar 24 ms (menunggu P1 selesai). tergantung pada rancangan komputer. 4) Informasi manajemen memori Informasi ini termasuk dalam suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register. P1 memiliki burst time 24 ms. stack pointer. batas waktu. Contoh: Ada tiga buah proses yang datang secara bersamaan yaitu pada 0 ms. sesuai dengan waktu kedatangannya. Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan kedalam FIFO queue atau antrian dengan prinsip first in first out. keadaan / status informasi harus disimpan pada saat gangguan terjadi. First in first out Algoritma ini merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. register indeks.Register bervariasi dalam setiap jumlah dan jenis. Hitunglah waiting time rata-rata dan turnaround time( burst time + waiting time) dari ketiga proses tersebut dengan menggunakan algoritma FCFS. suatu daftar berkasberkas yang sedang diakses dan banyak lagi. 5) Informasi pencatatan Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan. *PCB hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang dapat bervariasi dari proses yang satu dengan yang lain. Beserta dengan program counter.

jika ada suatu proses yang baru datang memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada proses yang sedang dijalankan. P3. pada non-preemptive. yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU. untuk P3 sebesar 30 ms.Urutan kedatangan adalah P1. 4. Waiting time adalah P1=6. P1. Priority function juga dapat dijalankan secara preemptive maupun non-preemptive. Turnaround time untuk P1 sebesar 24 ms. P2. Solusi dari permasalahan ini adalah aging. Time limit. 2. Kelemahan pada priority function adalah dapat terjadinya indefinite blocking( starvation). Tingkat kepentingan proses. Average waiting time: (6+3+0)/3=3. Sementara itu. Gambar gantt chart kedatangan proses urutan kedatangan dibalik 2. proses yang baru datang tidak dapat menganggu proses yang sedang berjalan. Prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui beberapa karakteristik antara lain: 1. yaitu meningkatkan prioritas dari setiap proses yang menunggu dalam queue secara bertahap. 5. Akses file. P2=3. Waiting time rata-ratanya cukup lama. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing. Terjadinya convoy effect. P2 . sedangkan untuk P2 sebesar 27 ms (dihitung dari awal kedatangan P2 hingga selesai dieksekusi). tetapi hanya diletakkan di depan queue. maka proses yang sedang berjalan tersebut dihentikan. Suatu proses dengan prioritas yang rendah memiliki kemungkinan untuk tidak dieksekusi jika terdapat proses lain yang memiliki prioritas lebih tinggi darinya. Algoritma ini juga menerapkan konsep non-preemptive. gantt chart untuk urutan ini adalah: Waiting time rata-ratanya adalah sebesar(0+24+27)/3 = 17ms. P3=0. Kelemahan dari algoritma ini: 1. 2. Perbandingan antara burst M/K dengan CPU burst. . Memory requirement. 3. Priority Function Priority Function merupakan algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. Misalkan proses dibalik sehingga urutan kedatangan adalah P3. Pada preemptive. Turnaround time rata-rata untuk ketiga proses tersebut adalah (24+27+30)/3 = 27 ms. yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat di-interrupt oleh proses yang lain. lalu CPU dialihkan untuk proses yang baru datang tersebut.

Contoh: Setiap 10 menit. Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil. algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served. CPU akan dialokasikan ke proses berikutnya. maka proses itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Jika terlalu besar. jika time quantum terlalu besar. Multilevel Feedback Algoritma ini mirip sekali dengan algoritma multilevel queue. Proses ini akan dinaikkan tingkatannya. Time quantum yang ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih kecil dari 1 time quantum. dan tak akan menunggu lebih lama dari (n1)q dengan q adalah lama 1 quantum. Proses akan mendapat jatah sebesar time quantum. Maka. setidaknya dalam 21 jam 20 menit. Hal ini tidak baik karena akan terjadi banyak switch. prioritas dari masing-masing proses yang menunggu dalam queue dinaikkan satu tingkat. Round Robin Algoritma ini menggilir proses yang ada di antrian. proses tersebut akan memiliki prioritas 0. Tentu proses ini cukup adil karena tak ada proses yang diprioritaskan. dengan begitu CPU akan terutilisasi penuh dan M/K dapat terus sibuk. maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum. padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain (disebut dengan context switches time). Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama. Sebaliknya. Jika terlalu kecil. Algoritma ini sepenuhnya bergantung besarnya time quantum. Jika time quantum-nya habis atau proses sudah selesai. . algoritma ini akan sama saja dengan algoritma first come first served. panjang CPU burst proses juga semakin besar. Perbedaannya ialah algoritma ini mengizinkan proses untuk pindah antrian. Demikian pula dengan proses yang menunggu terlalu lama. Hal ini menguntungkan proses interaksi karena proses ini hanya memakai waktu CPU yang sedikit. semua proses mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu (1/n). Semakin rendah tingkatannya. 3. suatu proses yang memiliki prioritas 127. Biasanya prioritas tertinggi diberikan kepada proses dengan CPU burst terkecil. Permasalahan utama pada Round Robin adalah menentukan besarnya time quantum. Gambar Urutan kejadian algoritma Round Robin 4. akan semakin banyak peralihan proses sehingga banyak waktu terbuang. yaitu prioritas yang tertinggi (semakin kecil angka menunjukkan bahwa prioritasnya semakin tinggi).

sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal. Proses yang tiba belakangan yang akan dieksekusi terlebih dahulu . Last In First Out Pada algoritma ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek.Gambar Multilevel Feedback Queue 5.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.