PENDAPAT ULAMA TENTANG ASURANSI KONVENSIONAL

:

Dalam mengkaji masalah asuransi konvensional, para ulama melihat didalamnya ada empat hal yang menjadi pangkalan perselisihan, ketiga hal tersebut adalah:

a. Adanya unsur ketidak pastian (gharar)

Dalam asuransi konvensional perjajian asuransi jiwa termasuk akad pertukaran (tabadduli), yaitu pertukaran pembayaran premi de gan uang pertanggungan. Dalam hal ini unsur ghararnya terlihat bahwa nasabuah mengetahui secara pasti besarnya jumlah seluruh premi yang akan dibayar.

b. Adanya unsur untung-untungan (gambling), semacam perjudian (maisir)

Dalam asuransi konvensional ada pihak yang mendapatkan keuntungan dan sebagian ada yang mengalami kerugian.

c. Adanya unsur riba

Dalam ansuransi konvesional dana yang dikumpulkan dari para nasabah akan ditanamkan di berbagi usaha dengan sistem bunga, seperti didepositkan di bagi bank dengan sistem bunga, dalam bentuk SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan sebagainya.

d. Unsur Komersial. Dalam asuransi konvensional penanam modal bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, seperti halnya menanamkan modalnya di banding komersial lainnya semacam PT, Firma, CV dan sebagainya.

Uang premi yang terkumpul dari peserta akan diinvestasikan dengan cara haram. Premi Diputar dalam Investasi dengan Sistem Ribawi Perusahaan asuransi konvensional membenamkan dananya dengan sistem ribawi. berapa yang harus dikeluarkan dan berapa yang akan didapat. Asuransi konvensional termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai d. b. Asuransi Konvensional Mengandung Unsur-unsur Tidak Pasti Ketidakpastian yang dimaksud adalah antara peserta dengan perusahaan samasama tidak tahu. Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis. Sebab asuransi yang begini lebih dekat kepada sebuah perjudian. Bila peserta asuransi mengajukan klaim.KELEMAHAN DALAM ASURANSI KONVENSIONAL : a. Bisa jadi seorang peserta asuransi berharap akan bisa mendapat banyak dari klaim. banyak ulama yang mengharamkan kesertaan kita dalam perusahaan asuransi konvensional. tentu saja uang hasil klaim itu bersumber dari investasi ribawi. . Karena masih sangat bergantung dengan banyak kejadian. Di mana penjual dengan pembeli sama-sama tidak tahu keuntungan dan kerugian masingmasing. Karena itu hasilnya pun merupakan uang riba yang haram juga. c. tapi bisa juga tidak mendapat apa-apa. Akad ini berarti mengandung jahalah yang diharamkan dalam agama. dan sama halnya dengan mendahului takdir Allah Sehingga dengan segala kekurangan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful