SISTEM INFORMASI MENJADI TANTANGAN MANAJEMEN Keamanan sistem informasi memerlukan sumber organisasi dan manajemen seperti : bermacam

teknologi. Menyusun kerangka yang baik untuk keamanan dan kontrol meminta keahlian dalam mengimbangi risiko, reward, dan kapabilitas operasional perusahaan. Sistem informasi merupakan aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi:

operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan menghasilkan, menganalisa, keputusan

serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menyebarkan dan memperoleh informasi

guna mendukung

pengambilan

mengenai penjualan. Secara teknis sistem informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan, memproses, menyimpan dan

mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi. Sistem Informasi dapat dibedakan menjadi 2, sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer (CBIS). CBIS atau selanjutnya disebut sistem

informasi (SI) adalah jenis sistem informasi yang menggunakan computer. Pengertian Sistem Informasi Alter (1992), Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Bodnar dan Hopwood (1993) , Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna. Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990), Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.

1999) 1. dengan kecepatan tinggi 2. pertokoan. Sifat Sistem Informasi 1. Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antarorgansiasi yang murah. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak di seluruh dunia dengan cepat dan murah 5. dan cepat 3. McLean. tempat pariwisata. dan Wetherbe. Melaksanakan komputasi numerik.Contoh Sistem Informasi :           Sistem reservasi pesawat terbang Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor Sistem biometric Sistem POS (point-of-sale) Sistem telemetri Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel. akurat. bervolume besar. dan lain-lain Sistem layanan akademis berbasis web Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI) E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet. Bisa saja menggunakan sebuah computer Kemampuan Sistem Informasi (Turban. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi . Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses 4. Tidak harus kompleks 2.

perawatan komputer.6. 1992)     Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas Otomasi Mengaitkan perencanaan. dan tentu saja akan melibatkan orang-orang yang ada didalamnya. Tantangan dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orangorang yang terlibat dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. software. instalasi. Mempercepat pengetikan dan penyuntingan 9. Sebuah program aplikasi yang baik tidak hanya menterjemahkan proses manual ke dalam system dalam bentuk medianya tetapi meliputi proses yang terdapat didalamnya dengan memberikan kemudahan bagi penggunanya dan tentu saja memberikan nilai tambah bagi perkembangan suatu organisasi. Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual 8. Jika system yang akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka . Perubahan proses akan mengubah SOP (Standard Operasional Procedure) yang sudah ada. memproses. dan pengendali dalam sebuah subsistem Mengkoordinasikan subsistem-subsistem Mengintegrasikan subsistem-subsistem. menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengawasan dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia 7. Melaksanakan hal-hal di atas jauh lebih murah daripada kalau dikerjakan secara manual Peranan Sistem Informasi (Alter. pengerjaan. Secara teknis sistem informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan mengumpulkan. Sistem informasi merupakan aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi. seperti operasi. dan data.

namun dalam disiplin organisasi diminta untuk menggunakan teknologi-teknologi yang tersedia secara efektif. dan kapabilitas operasional perusahaan. 3. dimana pengguna tidak dapat menjadikan implementasi sebagai prioritas pertama. Yaitu mendesain sistem baik diluar kontrol maupun di bawah kontrol. Alasan mengapa sistem informasi menjadi tantangan manajemen adalah karena keamanan sistem informasi memerlukan sumber organisasi dan manajemen seperti bermacam teknologi. Ada banyak teknologi alternatif untuk membantu perusahaan mencapai keamanan dan kontrol. Masalah yang dihadapi dalam implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut : 1. menjalankan dan mengikutinya tetapi pada kenyataannya semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan. dan pada tahap analisa developer juga tidak mengetahui benar-benar proses bisnis yang berlangsung atau juga karena standard dari developer yang kurang dalam membuat program sehingga program yang dihasilkan adalah program yang baik dari kacamata developer bukan dari kedua belah pihak. dan penyelesaian masalah menimbulkan masalah baru seperti melakukan tambal sulam yang berakibat pada benang kusut akan membuat suatu aplikasi yang tidak dapat di andalkan. Pengguna tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses bisnis yang dikerjakannya setiap hari. Dalam implementasi system terintegrasi. dimana pengguna yang sudah disibukkan dengan kegiatan operasional akan berpura-pura menyetujui. . Kedua belah pihak tidak memahami asumsi dan ketergantungan yang ada dalam system dan bisnis proses. sehingga pada tahap implementasi jika ada bagian dari proses bisnis yang belum di cover oleh system dan kemudian dibuatkan fungsi baru yang ternyata menimbulkan masalah. 2.tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal. reward. Karena ketidak tahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna juga tidak keberatan dengan program yang diberikan untuk digunakan. Menyusun kerangka yang baik untuk keamanan dan kontrol meminta keahlian dalam mengimbangi risiko. Dan aplikasi hanya dibuat sebagai program untuk melakukan entry data.

menghilangkangkan peraturan krja yang kadaluwarsa. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan menyadari nilai yang kembali (good return) dari investasi sistem informasi tersebut. membangun model bisnis.Pertumbuhan yang cepat dalam perdagangan internasional dan timbulnya ekonomi global memerlukan sistem informasi yang mendukung produksi dan menjual produk di berbagai negara yang berbeda. maka organisasi perlu melakukan desain ulang. Bentuk-bentuk tantangan manajemen adalah sebagai berikut : 1. Ternyata salah satu tantangan yang paling besar yang dihadapi manajer masa kini adalah jaminan bahwa perusahaan mereka benarbenar mendapatkan good return dari biaya yang mereka keluarkan untuk sistem informasi. karena mereka kurang atau gagal untuk menghargai aset komplemen yang diperlukan agar dapat menggunakan aset teknologi mereka untuk bekerja. menciptakan akuntansi dan struktur laporan yang antar budaya serta mendesain proses bisnis transnasional. . 3.artinya kontrol yang efektif tapi tidak mengecilkan otoritas individu dari menggunakan suatu sistem masih sulit untuk dirancang.Untuk mendapatkan keuntungan sepenuhnya dari TI. Tantangan stratejik bisnis . software dan komunikasi. maka bisnis harus membangun standar global hardware. Tantangan investasi sistem informasi Pentingnya sistem informasi sebagai investasi yang memproduksi nilai bagi perusahaan.Kekuatan dari komputer hardware dan software tumbuh lebih cepat dari kemampuan organisasi untuk mengaplikasikan dan menggunakan teknologi. . Tantangan globalisasi . Merekan harus membuat perubahan fundamental dan perilaku pengelolaan (manajer).Selain investasi TI yang berat. mengeliminasi proses bisnis dan struktur organisasi yang modelnya tidak efisien. banyak organisasi tidak menyadari nilai bisnis yang penting dari sistem mereka. . 2. . dan agar berdaya saing serta efektif. menyadarai produktivitas yang asli.Untuk membangun sistem informasi yang multinasional dan terintegrasi.

. . kecuali jika ada kesadaran akan pentingnya keamanan dari perusahaan. serta tindakan mereka yang merupakan hambatan bagi strategi dan pelaksanaan bisnisnya. kejahatan komputer dan eliminasi pekerjaan.Banyak perusahaan yang dibebani dengan program TI yang mahal. mereka juga menciptakan masalah dan tantangan sosial dan etis baru.4.Meskipun sistem informasi memberikan keuntungan dan efisiensi yang besar.Tantangan besar dari pengelolaan (manajer) adalah membuat keputusan terinformasi yang sensitif sampai ke konsekuensi negatif dari sistem informasi sampai ke yang negatif. 5. Solusi Salah satu hal yang harus jelas: keamanan dan kendali harus menjadi suatu prioritas yang lebih tegas dan investasi akan sistem informasi lebih ditekankan secara keseluruhan pada proses perencanaan organisasi. Tantangan tanggungjawab dan pengawasan: etika dan pengawasan. Mengkoordinasi dan merencanakan keamanan perusahaan secara keseluruhan dalam perencanaan bisnis menunjukkan bahwa keamanan itu sama pentingnya bagi kesuksesan dari bisnis seperti semua fungsi bisnis yang lain. banyak perusahaan yang berjuang mengintegrasikan pulau teknologi dan sistem informasi mereka. . Tantangan infrastruktur teknologi informasi . . masalah kesehatan yang berhubungan dengan komputer. seperti ancaman ke individual privacy dan hak kepemilikan intelektual. sistem informasi yang kompleks dan rapuh.Untuk membangun infrastruktur TI baru merupakan tugas berat yang khusus. Dukungan dan komitmen dari manajemen puncak diperlukan untuk menunjukkan bahwa keamanan adalah prioritas dari perusahaan dan penting bagi semua aspek dari bisnis tersebut. Keamanan dan kendali tidak pernah menjadi prioritas utama.

organisasi. Disiplin ilmu yang berkontribusi adalah ilmu komputer. Pendekatan Teknis Pendekatan teknis terhadap sistem informasi menekankan model matematika untuk mempelajari sistem informasi . Secara umum bidang informasi dapat dilihat dengan pendekatan teknis dan pendekatan perilaku. Sistem informasi tetap membutuhkan substansi sosial. metode kuantitatif.PENDEKATAN KONTEMPORER TERHADAP SISTEM INFORMASI Studi sistem informasi merupakan bidang multidisipliner. . Tidak ada satu teori atau pandangan yang mendominasi. serta penekanan pada teknologi secara fisik dan kemampuan format dari sistem tersebut. dan riset operasi. dan investasi intelektual untuk bisa berjalan dengan layak walaupun sistem ini terdiri atas mesin dan teknologi fisik. Pendekatan teknis Pendekatan perilaku 1.

Ahli sosiologi mempelajari sistem informasi dengan melihat bagaimana kelompok dan organisasi mempengaruhi pengembangan sistem informasi dan juga bagaimana sistem mempengaruhi individu. implementasi. mempelajari keterkaitan Individu dan mempelajari keterkaitan dengan pola pengambilan keputusan. Ahli Sosiologi. implementasi. Bagian penting dalam bidang sistem informasi adalah isu perilaku yang muncul dalam pengembangan dan pemeliharaan jangka panjang dari sistem informasi. Tetapi fokus dari pendekatan ini umumnya bukan pada solusi teknisnya. Pendekatan Perilaku Bagian penting bidang sistem informasi melibatkan isu perilaku yang muncul dalam pengembangan dan pengelolaan jangka panjang dari sistem informasi. pengawasan persediaan.Menekankan pada model normatif berbasis matematis pada ilmu sistem informasi sebagaimana teknologi fisik dan kapabilitas formal pada sistem. kelompok dan organisasi. kebijakan manajemen. Kemudian Ahli Ekonomi. Disiplin ilmu mengenai perilaku lainnya berkontribusi pada metode dan konsep penting. utilisasi dan manajemen tidak dapat digali dengan baik dengan pendekatan teknis. Isu seperti integrasi bisnis strategis. perancangan. Riset operasi berfokus pada teknis matematika untuk mengoptimalkan parameter terpilih dari organisasi seperti transportasi. desain.Ilmu komputer berfokus pada pengembangan teori perhitungan. sebaliknya pendekatan ini berkonsentrasi pada perubahan tingkah laku. . penggunaan dan manajeman tidak dapat di jelajahi dengan menggunakan model dari pendekatan teknis. Teknologi sistem informasi sering menjadi penyebab bagi permasalahan atau isu perilaku. organisasi dan perilaku. 2. Pendekatan perilaku sebenarnya sebenarnya tidak mengabaikan teknologi. Isu seperti integrasi strategik bisnis. metode perhitungan dan metode akses dan penyimpanan data yang efisien. dinamika dari pasar digital dan pemahaman bagaimana sistem informasi baru mengubah pengawasan struktur biaya di dalam perusahaan. mempelajari sistem informasi dengan dan menggunakan informasi keterkaitan dengan proses produksi barrang – barang digital. dan biaya transaksi. Metode kuantitatif menekankan pada pengembangan model untuk pengambilan keputusan dan praktiku manajemen.

Pengembangan dan pengelolaan sistem dewasa ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak di dalam organisasi. membuat rencana. Pendekatan lain Sistem Sosioteknik SIM menggabungkan tataran teoritis dari ilmu komputer. database. Perubahan di satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya. Sebagai contoh. baik teknis maupun perilaku. Perspektif sistem sosioteknik membantu menghindari pendekatan teknologi murni pada sistem informasi. PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM ORGANISASI Manajemen tidak dapat mengabaikan sistem informasi karena sistem informasi memainkan peran yang kritikal di dalam organisasi. yaitu bagaimana menetapkan ukuran atau bobot setiap tujuan atau kegiatan. serta meningkatkan sasaran kinerja yang hendak dicapai. peraturan dan prosedur di satu sisi dengan sistem informasi (software. Penekanannya adalah pada perlunya optimasi kinerja sistem secara keseluruhan. ilmu manajemen & riset operasi dengan orientasi praktis melalui pembuatan sistem dan aplikasi. Oleh karenanya. peningkatan produktivitas kerja para pegawai sangat tergantung pada jenis dan kualitas dari sistem informasi organisasi. ekonomi dan psikologi. . Hal ini berarti bahwa teknologi harus diubah dan didesain agar sejalan dengan kebutuhan organisasi dan individu. Aktivitas apa yang akan dilakukan lima tahun ke depan biasanya juga sangat tergantung kepada sistem apa yang tersedia untuk dapat melaksanakannya. hardware. tanggung jawab terhadap sistem informasi tidak dapat didelegasikan begitu saja kepada sembarang pengambil keputusan. dan mengelola para pegawainya. Semakin meningkat saling ketergantungan antara rencana strategis instansi. Sistem informasi ini sangat mempengaruhi secara langsung bagaimana manajemen mengambil keputusan. Juga menekankan pada isu keperilakuan yang diangkat oleh sosiologi. dan telekomunikasi) di sisi yang lainnya. menetapkan standar pelayanan minimum. Perubahan lain dalam hubungan sistem informasi dengan organisasi adalah semakin meningkatnya cakupan dan ruang lingkup dari sistem informasi dan aplikasinya.3. Hubungan ini menjadi sangat kritikal manakala manajemen ingin membuat rencana ke depan. dan bagaimana menetapkan standar dan prosedur pelayanan baku kepada masyarakat.

Hampir setiap orang di seluruh dunia ini. pendidikan. Pertumbuhan yang pesat di teknologi komputer dan jaringan. Internet menciptakan platform teknologi baru yang universal.jika dibandingkan peran dan keterlibatanya pada periode-periode yang lalu. Semakin baiknya kemampuan komputer telah menghasilkan jaringan komunikasi yang kuat yang dapat digunakan organisasi untuk melakukan akses informasi dengan cepat dari berbagai penjuru dunia serta untuk mengendalikan aktivitas yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. baik yang bekerja di dunia sains. Sebagaimana sudah disampaikan dengan meningkatnya kecenderungan organisasi berteknologi digital. Jaringan-jaringan ini telah mentransformasikan ketajaman dan bentuk aktivitas organisasi. Partisipasi dalam diskusi. maupun kalangan pebisnis menggunakan jaringan internet untuk bertukar informasi atau melakukan transaksi bisnis dengan orang atau organisasi lain di seluruh dunia. termasuk teknologi internet telah mengubah struktur organisasi yang memungkinkan secara instan informasi didistribusi di dalam dan di luar organisasi. instansi pemerintahan lainnya. pemerintah. Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan penggunaan internet:       Komunikasi dan kolaborasi. menciptakan fondasi untuk memasuki era digital. Hobi atau bersenang-senang (entertainment). Teknologi internet ini mampu mempertajam cara bagaimana sistem informasi digunakan dalam bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Akses data dan informasi. Supply informasi. Kemampuan ini dapat digunakan untuk mendesain ulang dan . dan bahkan informasi mengenai perkembangan politik terakhir. Pertukaran transaksi bisnis. Satu alasan mengapa sistem informasi memainkan peran yang sangat besar dan berpengaruh di dalam organisasi adalah karena semakin tingginya kemampuan teknologi komputer dan semakin murahnya biaya pemanfaatan teknologi komputer tersebut. Jaringan yang terluas dan terbesar yang digunakan adalah internet. maka sistem informasi di dalam organisasi dapat meliputi jangkauan yang semakin luas hingga kepada masyarakat.

Strategi persaingan yang diterapkan oleh bisnis/industri mampu memberikan keunggulan organisasi. PENGGUNAAN PERUSAHAAN SISTEM INFORMASI DALAM MENUNJANG STRATEGI Persaingan merupakan kunci penentu keberhasilan sebuah organisasi bisnis. ruang lingkup organisasi. arus kerja. mentransfer struktur organisasi. yang membawa dampak pada hal-hal sebagai berikut:  Organisasi semakin ramping. termasuk jumlah pegawainya dan tingkatan hirarkis manajemennya. Hal ini karena seluruh strategi kompetitif perusahaan harus memiliki teknologi informasi. maka pemisahan antara teknologi informasi dan strategi kompetitif perusahaan semakin tidak terlihat. dan tidak dapat kompetitif. melaporkan dan mengendalikan mekanisme.mempertajam organisasi. proses bisnis yang dilakukan secara elektronis membawa organisasi lebih dikelola secara digital.  Pemisahan pekerjaan dari lokasi. Organisasi yang gemuk dan birokratis lebih sulit untuk mengikuti perubahan yang pesat dewasa ini. Hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan manfaat penggunaan sistem informasi dikembangkan melalui beberapa lapisan. praktik-praktik kerja. kurang efisien. Sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan bisnis. Keunggulan kompetitif akan membawa organisasi pada kemampuan mengendalikan pasar dan meraih keuntungan usaha. Strategi bisnis menjadi pusat yang mengendalikan strategi organisasi dan strategi informasi. Teknologi komunikasi telah mengeliminasi jarak sebagai satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pekerjaan. Perubahan pada salah satu strategi membutuhkan penyesuaian. agar tetap setimbang. mutu dan kecepatan proses. mulai dari perencanaan. analisa dan perancangan. serta produk dan jasa. Pada akhirnya. Oleh karenanya. . banyak model organisasi ini sekarang dirampingkan. dengan memperhatikan faktor biaya.

peran strategis sistem informasi dalam organisasi adalah memperbaiki efisiensi operasi. 1. Pada umumnya resiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek . maupun panjang karena adanya perubahan orientasi bisnis. Dalam sebuah organisasi non-profit. diantaranya sebagai berikut. meningkatkan inovasi organisasi dan membangun sumber daya informasi yang strategis. peran strategis yang dimaksud adalah meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan dan meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas pelayanan. terutama berkaitan dengan faktor-faktor keuangan. Sistem informasi secara umum memiliki beberapa peranan dalam perusahaan.Strategi perusahaan berbasis sistem informasi perlu dibuat karena sumber daya yang dimiliki perusahaan sangat terbatas. Menurut O’Brien (2005). sehingga harus dimanfaatkan secara optimal. Ketiga peran strategis ini dapat mendukung organisasi dalam meningkatkan keunggulan kompetitif dalam bersaing. tetapi juga dapat menciptakan suatu sistem informasi manajemen yang mampu meningkatkan integrasi di bidang informasi dan operasi diantara berbagai pihak yang ada di perusahaan. Sistem ini dapat berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang tinggi. baik berupa peningkatan pendapatan mapun pengurangan biaya. Dari sisi internal perusahaan. sistem informasi yang unggul akan menciptakan barriers to entry pada kompetitor karena adanya kerumitan teknologi untuk memasuki persaingan pasar. Minimize Risk Setiap bisnis memiliki resiko. Strategi ini juga digunakan untuk meningkatkan daya saing atau kinerja perusahaan karena para kompetitor memiliki sumberdaya teknologi yang sama dan memastikan bahwa aset teknologi informasi dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. maka perusahaan dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam jangka pendek. penggunaan sistem informasi bukan saja akan meningkatkan kualitas serta kecepatan informasi yang dihasilkan bagi manajemen. menengah. Sistem informasi yang diaplikasikan oleh perusahaan untuk menunjang strateginya dapat pula digunakan untuk melihat kecenderungan tren bisnis di masa depan. Dengan adanya sistem informasi. Disamping itu. sumberdaya yang berkualitas. dan yang paling penting adalah komitmen perusahaan.

yakni eliminasi proses yang dirasa tidak perlu. maka menuntut manajemen untuk menghasilkan sistem informasi yang layak dan mendukung kegiatan bisnis. integrasi proses sehingga lebih cepat dan praktis.eksternal lain yang berada diuar kontrol perusahaan. peningkatan perencanaan strategis sistem informasi menjadi tantangan serius bagi pihak manajemen sistem informasi. seperti forecasting. simplifikasi proses. kehadiran teknologi informasi merupakan sarana bagi manajemen dalam mengelola resiko yang dihadapi. e-loyalty. Seiring dengan perkembangan dunia bisnis. 3. 2. dan lain-lain. Perencanaan strategis sistem informasi diperlukan agar sebuah organisasi dapat mengenali target terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi . Terdapat empat cara untuk mengurangi biaya operasional melalui penerapan sistem informasi. dan lain-lain dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi. Selain itu. tetapi juga untuk menciptakan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Dengan semakin berkembangnya peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk mengurangi resiko-resiko yang kerap diahadapi oleh bisnis. financial advisory. Create New Realities Pesatnya teknologi internet menghasilkan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan di dunia maya. dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen sistem informasi. planning expert. e-customer. 4. serta otomatisasi proses. Added Value Teknologi informasi dapat menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Penciptaan value ini tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan. Hal ini ditunjukkan dengan maraknya penggunaan e-commerce. Reduce Cost Peran teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya operasional perusahaan akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Perubahan yang terjadi adalah dengan diterapkannya perencanaan strategis sistem informasi. Untuk itu.

Sistem Informasi Majemen. Inc. [25 Desember 2010] Noviyanto.perbanas.manajemen. Bandung. Introduction to Information System 12th ed.pdf. 2007 Interisti JR. diakses pada 3 Maret 2012 http://feby.lecture.ac. serta memaksimalkan hasil investasi dari teknologi informasi.blog.id/files/2010/03/Tantangan-Manajemen.ac.uns. Daftar Pustaka Loudon JP. 2007 O’Brien JA. diakses pada 3 Maret 2012 . Strategi sistem informasi dipengaruhi oleh strategi-strategi lain yang diterapkan perusahaan dan selalu memiliki konsekuensi. ERP Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis. penerapan teknologi informasi untuk menentukan strategi perusahaan adalah salah satu cara yang paling efektif dalam untuk meningkatkan performa bisnis. 2005. Boston: McGraw-Hill Companies. Konsep-konsep dasar sistem informasi dalam bisnis. Sebuah sistem informasi yang baik akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk merealisasikan rencana bisnisnya.staff. [25 Desember 2010] http://teknologi.com/internet/2010/03/27/tantangan-implementasi-pengembangansistem-informasi-operasional-dan-ti-dibawah-kepemimpinan-manajemen/. Peranan IT dalam organisasi perusahaan.ac.id. Dengan demikian. 2010.id/2009/06/18/tantangan-peluang-dan-solusi-sistem-informasimanajemen/. Falahah.blog.ac.kompasiana. diakses pada 3 Maret 2012 http://saifulrahman. 2010. Jakarta. Empat komponen infrastruktur sistem informasi menjadi kunci strategi sistem informasi. Dhewanto Wawan .gunadarma. http://jane.ub. Informatika. http://viyan.id.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TANTANGAN MANAJEMEN Inke Putri Okta 105030200111143 Sri Wahyuni 105030203111041 Eprianita Mey W 105030213111009 Ely Cintana Dewi 105030207111068 Kelompok 2 Kelas A .

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful