Desain & Metode Konstruksi Jembatan Suramadu

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge. Berikut adalah Rangkuman dari DESAIN dan METODE KONSTRUKSI Jembatan Suramadu yang diunduh dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.

DESAIN Lokasi casting yard berada di Marina Shipyard, Desa Sidorukun, Gresik, dengan luasan sekitar 30.000m2 berada pada tepi laut dengan kedalaman yang mencukupi sehingga memudahkan loading/unloading material dari laut. Jarak dari casting yard ke lokasi proyek bentang tengah sekitar 12 km, yang dapat ditempuh sekitar 45-60 menit dengan speed boat.

Heru Iswanto, ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011

Page 1

Heru Iswanto. Sedangkan untuk bagian bawah menggunakan pondasi pipa baja berdiameter 60 cm dengan panjang rata-rata 25 meter untuk sisi surabaya dan 27 meter untuk sisiMadura. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 2 .---Causeway--- Terdiri dari 36 bentang untuk sisi Surabaya dan 45 bentang sisi Madura dengan panjang masing-masing 40 meter. Konstruksi bangunan diatas menggunakan PCI Girder.

75 m Kelandaian maksimum = 3% Lajur kendaraan * Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat * Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur Heru Iswanto.50 m Lajur lambat (darurat) = 2 x 2. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 3 .0 m Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3. 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m.4 meter dengan panjang sekitar 80 meter.---Main Bridge--Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2. Pembagian Lajur Jalan Lebar Jembatan = 2 x 15.

Sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi bored pile berdiameter 180 cmdengan panjang 60-90 meter. dengan menggunakan borepile berdiameter 2. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 4 . Heru Iswanto.Detail Pylon Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter. Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut ---Approach Bridge--- Untuk bangunan atas menggunakan beton Presstressed Box Girder dengan bentang 80 meter sebanyak 7 bentang.4 meter dengan kedalaman 71 meter. baik untuk sisi Surabaya maupun sisi Madura.

Sebuah aktivitas di tengah laut yang butuh kejelian dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja. Metode ini cocok dilakukan untuk pekerjaan di laut dengan bentang 120 meter. Di Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu terdapat dua metode konstruksi. sistem bottom basket. maka dipilihlah metode balance cantilever. Metode konstruksi cable stayed dan metode konstruksi approach bridge. sistem anchoring dan sistem gerak. yang terdiri dari sistem trust stimuler utama. Heru Iswanto. ---Concreate Box Girder--- Sesuai untuk kebutuhan bentang panjang. sistem form work. Metode pengecoran box girder adalah menggunakan form traveller. Metode konstruksi merupakan suatu tahapan pelaksanaan pekerjaan pada proses konstruksi.METODE KONSTRUKSI Membangun Aktivitas di Tengah Laut Metode Konstruksi Bentang Tengah. sistem suspensi. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 5 . proses paling rumit dan kompleks.

Formwork siap digunakan setelah seluruh kegiatan perangkaian selesai. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses formwork dan pengecoran. Proses semifinish rebar dilakukan di stockyard dan proses finalisasi rebar dilakukan di lokasi pekerjaan.Sistem form work terdiri dari side formwork. Proses penempatan rebar dilakukan setelah formwork terpasang. ---V-Pier (Tumpuan Cantilever Approach Bridge & Cable Stay)--- Heru Iswanto. inner form work dan diafragma formwork. Pekerjaan stressing adalah pekerjaan yang sangat penting untuk pekerjaan bentang panjang yang kontinyu. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 6 . Pengecoran rebar dilakukan setelah rebar dan duct terpasang dengan baik. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete pump dengan bantuan pipa. Pengecoran segmental box girder yang akan digunakan adalah pengecoran cast insitu.

pier digunakan sebagai tumpuan balance cantilever approach bridge dan cable stay Main Span. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 7 . V ..Pier menjadi pekerjaan yang krusial.Pier merupakan rigid frame dan mempunyai panjang deck longitudinal sepanjang 32 m. Heru Iswanto.Pada review desain Pier 42 dan Pier 45 berbentuk V. karena itu pekerjaan V . V .

 Pemasangan balok bottom formwork dan multiplek. web sisanya akan Pekerjaan stressing vertikal akan dilakukan setelah pekerjaan pier table memenuhi kekuatan yang dipersyaratkan. Pengecoran pier table dilakukan dalam dua kali pengecoran. balok IWF steel plat dan balok kayu dipindahkan dari stock yard ke ponton material pembuatan form work untuk pile cap diangkut dari dermaga Gresik menuju lokasi pile cap dengan menggunakan ponton form work ponton. Proses finalisasi perakitan dilakukan dilokasi pekerjaan. skirting panel dipersiapkan selain sebagai bagian dari pile cap juga digunakan sebagai side form work.tahap pekerjaan pembuatan form work pile cap adalah :  Pemasangan steel plat yg diklem yg digunakan sebagai dudukan steel support. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 8 . Pekerjaan pemotongan dan pembengkokan rebar akan dilakukan di stock yard sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Side formwork akan didukung steel trust sedangkan inner formwork akan didukung oleh portal bracing.tahap pekerjaan pier table adalah pemasangan concrete box bagian bawah rencana Pier table pemasangan horisontal IWF suport dan vertikal IWF support pemasangan side formwork. bottom slab dan sebagian web akan dicor terlebih dahulu sedangkan top slab dan sebagian dicor pada pengecoran ke dua. Pemasangan balok penyangga searah longitudinal balok jembatan dan balok penyangga arah transversal jembatan sebagai penerus beban dari balok penyangga dengan baja IWF. ---Pier Cap & Pier Work--Seluruh persiapan untuk pekerjaan form work dilakukan di stock yard. Heru Iswanto. Seluruh bahan penyusun beton dibawa menuju ke ponton baching plan.---Pier Table--- Tahap . Formwork frame dibentuk dari berbagai kombinasi bentuk baja dan plat. Tahap . inner formwork dan bottom formwork.

5 meter. dilakukan setelah bottom form work. Metode pengecoran beton yang digunakan adalah dengan menggunakan pipa. Setelah beton cukup kuat pemasangan rebar dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pengecoran beton untuk pier dilakukan dalam beberapa tahap tergantung pada ketinggian pier. pekerjaan ter-sebut diulang sampai pada tinggi pier yg ditentukan. beton tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 150 cm. Beton setinggi 0. pemasangan rebar dilakukan setelah proses instalasi botom dan side form work selesai perangkaian rebar dari semi finis menjadi fix di lokasi pekerjaan pile cap. Pengecoran pertama dilakukan setinggi 50 cm. Pekerjaan tahap pertama rebar dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran. Begitu seterusnya hingga ketinggian yang ditentukan. side form work dan rebar terpasang. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 9 . digunakan sebagai tumpuan pemasangan skirting panel. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses form work dan pengecoran setelah form work terpasang. Penulangan beton pertama setinggi 0.5 meter. Tinggi pengecoran maksimum dengan menggunakan climbing form adalah 4 meter. Skirting panel merupakan segmental precast concrete.5 meter selain digunakan sebagai penahan untuk tahap pengecoran selanjutnya juga. Heru Iswanto. Pemasangan climbing form dimulai dari pemasangan bottom formwork dilanjutkan side formwork pada keempat sisi. Saat pengecoran.  Rebar pertama dipasang untuk pengecoran beton pertama setinggi 0. pengecoran selanjutnya dilakukan dengan tinggi yang bervariasi begitu seterusnya sampai pada ketinggian yang ditentukan. Setelah beton mencapai kekuatan yang dipersyaratkan climbing form dapat dipindahkan ke segment selanjutnya.

ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 10 .---Urutan Pekerjaan Bore Pile— Heru Iswanto.

Pemasangan rebar dilakukan setelah lubang bor dibersihkan. Heru Iswanto. Peralatan bor dipersiapkan di atas ponton yang meliputi peralatan driving casing dan drilling. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 11 . Penyambungan antar segmen dilakukan dengan menggunakan mekanikal kopler. Untuk pembentukan suatu gaya tulangan yang utuh jumlah sambungan pada satu potongan yang sama tidak boleh lebih dari setengah jumlah rebar yang terpasang. Metode yang digunakan untuk pengecoran dibawah air adalah dengan menggunakan Tremix Pipe. Mesin bor diletakkan di atas casing terpasang. Persiapan untuk proses pengecoran dimulai dari pengangkutan raw material dari stock yard menuju ke dermaga dengan menggunakan dump truck. dilakukan setelah pemancangan casing pipa selesai. digunakan bore pile berdiameter 2200 mm dengan tujuan memberi ruang dan toleransi bagi mesin bor pada waktu pekerjaan pengeboran. Tahap-tahap pekerjaan yang dilakukan pada saat driving casing adalah:   Pemasangan jacking ponton pada saat tiba dilokasi pengeboran agar tidak terjadi pergerakan pada saat dilakukan pengeboran dan pemancangan. Beton harus mempunyai kekuatan yang cukup dan nilai slump dijaga pada 18-22 cm. Penyiapan bahan baku untuk beton dan casing pipa dilakukan di stock yard Gresik sedangkan untuk semen SBC dilakukan di dermaga Gresik. Pekerjaan pengeboran dilakukan sampai pada kedalaman kurang lebih 45 meter dari permukaan pile. dilakukan pada saat casing pipa sudah berada di posisinya. Pengeboran casing pipa berdiameter 2250 mm dengan tebal minimum 20 mm. Pekerjaan pengeboran dengan methode RCD (Reserved Circular Drill). Pemasangan casing pipa sampai pada kedalaman kurang lebih 30 meter. Beton yang digunakan pada pekerjaan bore pile ini adalah beton k-300.   Pemasangan vibratory hamer di atas pipa. dilakukan di stock yard. Raw material dan semen SBC akan diangkut dengan menggunakan feeder ponton menuju lokasi pengeboran. Lumpur hasil pengeboran diletakkan di disposal ponton dan dibuang di tempat yang sudah ditentukan sejauh 5 km dari lokasi pekerjaan.METODE KONSTRUKSI APPROACH BRIDGE Pondasi Bored Pile Untuk mengurangi pekerjaan di laut beberapa persiapan seperti perakitan rebar. Persyaratan toleransi yang ditentukan yaitu 20 mm per meter panjang bangbor yang tidak tertutup casing Diameter Lubang dalam segala arah tidak boleh melebihi 5 persen dari diameter yang ditentukan.

Konstruksi balok pengikat pylon bagian bawah. menyimpan material seperti tiang pancang serta sebagai tempat bagi berbagai aktivitas di tengah laut selama kegiatan konstruksi berlangsung. Konstruksi lengah pylon di tengah. Pelaksanaan Pekerjaan Pylon        Konstruksi dasar pylon dan lengan bawah dari pylon. Heru Iswanto. Pengecoran beton pile cap yang dilakukan tiga lapis. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 12 . Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap     Setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan.METODE KONSTRUKSI CABLE STAYED Pelaksanaan Pekerjaan Platform Platform merupakan konstruksi pendukung sementara yang berfungsi sebagai tempat untuk menginstalasi batching plan. Konstruksi balok pengikat tengah. Pengeboran sampai kedelaman yang diinginkan. Pemasangan tulangan Pengecoran lubang bored pile dengan beton. Konstruksi lengan atas pylon. Konstruksi balok pengikat atas. Pengecoran lapisan sealing concrete untuk menahan masukkan air laut ke pile cap Pemasangan tulangan pile cap. semua komponen platform yang menumpu ke steel casing di bongkar. Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile    Pemasangan Casing Baja. Caisson baja yang berfungsi sebagai bekisting bawah pile cap kemudian dipasang. Instalasi elevator pada pylon.

Pada saat bersamaan dipasang pilar sementara di dekat pilar V. Untuk mengetahui posisi dan elevasi pembesian. Untuk menghindari adanya karat akibat angin dan air laut. Pemasangan girder baja selanjutnya dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan peregangan kabel. Selain itu disiapkan scupper juga dan pipa PVC. Setelah pengecoran selesai dilakukan. Deck slab tersebut dibuat dari beton dengan mutu K-350. yaitu: tahap persiapan. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton K -350 yang dilaksanakan dalam satu tahap. Yang pertama dipasang adalah tulangan dalam arah lebar jembatan kemudian dalam arah memanjang. pembesian lantai. dengan menggunakan teodolit dan waterpass. Deck slab merupakan elemen non-struktural yang berfungsi sebagai lantai kerja dan bekisting bagi plat lantai jembatan. Pekerjaan persipan dimulai dari penyiapan material besi di stockyard untuk selanjutnya potongan besi dibawa ke lokasi pembesian dengan menggunakan truk. Pemasangan segmen girder baja pertama dengan crane barge. dan pengecoran plat lantai. hubungan antara segmen dengan pylon dibuat tetap (fix) untuk sementara. Pemasangan pelat lantai jembatan pada segmen pertama dan kedua dilanjutkan dengan pengecoran sambungan. Pengikatan tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian stressing pada diafragma dan PCI Girder sehingga dapat bekerja sebagai satu kesatuan. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 13 . besi ditutup dengan menggunakan terpal. Besi yang sudah difabrikasi di gudang diletakkan atau ditata berdasarkan tipe yang ada pada . Pemasangan cantilever crane pada lantai jembatan untuk mengakat segmen berikutnya. Sistem difragma yang digunakan pada causeway Jembatan Suramadu adalah sistem pracetak. Pemasangan girder baja dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan penenganan kabel. Heru Iswanto. beton tersebut kemudian dirawat curring dengan menggunakan curring compound yang bertujuan untuk menghindarkan terjadi keretakan (cracked) . dilakukan pengukuran. DIAFRAGMA & DECK SLAB Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk memberikan ikatan antara PCI Girder sehingga akan memberikan kestabilan pada masing PCI Girder dalam arah horisontal. Metode dengan karung basah juga dilaksanakan curing sampai dengan umur beton 28 hari. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemasangan tulangan. PLAT LANTAI Pekerjaan plat lantai jembatan terdiri dari beberapa tahapan. Persiapan terakhir sebelum dilakukan pengecoran adalah pembersihan lokasi pembesian dari kotoran berupa sisa-sisa kawat bendrat maupun kotoran lain yang dapat mengganggu pada saat pengecoran.Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas       Pemasangan struktur bantu sementara di atas pile cap. Sebagai proses terakhir pembesian dilakukan pemasangan dudukan untuk kanal dan baja WF yang berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran dan menghindarkan terinjaknya tulangan pada saat pengecoran. Selanjutnya adalah pembesian pembatas jembatan pada bagian tepi.

Sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu perletakan sementara untuk masing-masing segmen. Di bagian ujung pertemuan harus diberi oli atau pelumas agar balok dapat bergerak mengimbangi gaya pratekan yang diberikan.000-2. Pemotongan diusahakan seminimal mungkin agar tidak ada kabel yang terbuang. dengan panjang 40 meter.000Psi. untuk memindahkan balok PCI Girder tersebut secara utuh --sesuai panjang bentang--. Setelah itu ketujuh segmen balok girder yang telah menjadi satu kesatuan. Heru Iswanto. Lalu di pasang pengunci kabel strand di ujung kabel. Dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan teoritis yang dilakukan sebelum penarikan. Pembagian ini mengingat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.000 Psi dengan dilakukan pengontrol tegangan dan perpanjangan kabel. Lokasi post tensioning harus diusahakan sedatar mungkin agar tidak menyebabkan girder mengalami perpindahan dalam arah lateral. Kabel strand dipotong sesuai dengan kebutuhan di lapangan. yang terbagi menjadi 7 segmen. dari lokasi pembuatan (pabrik) ke lokasi pemasangan. dijajarkan sesuai bagiannya. Pencatatan dilakukan pada setiap kenaikan tegangan 1. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 14 . Stressing Girder Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan PCI Girder ini adalah elevasi stressing bed. Selanjutnya dilakukan post tension dengan menggabungkan beberapa segmen balok untuk kemudian disatukan denganmenggunakan perekat dan ditegangkan (stressing).PCI GIRDER Penggunaan Balok PCI Girder Struktur atas causeway Proyek Jembatan Suramadu menggunakan balok PCI Girder berkekuatan beton K-500. Penegangan (stressing) dilakukan sampai tegangan 8. Berikutnya kabel strand dimasukkan ke dalam duct secara manual pada tiap-tiap tendon sesuai dengan perencanaan.

Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. Sedangkan di sisi Surabaya. Sedangkan di sisi Surabaya. kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Proses selanjutnya adalah pemindahan dari boogy ke pile cap yang dilaksanakan dengan metode yang berbeda antara sisi Surabaya dan sisi Madura. yaitu pembuatan bekisting. Ini untuk menghindarkan terjadinya gaya horisontal akibat gerakan truk yang berlebihan yang dapat menyebabkan balok girder patah. Pengecoran dilakukan dalam dua tahap. dengan tinggi 2. sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane. yaitu bagian bawah pier dan bagian atas pier. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller . Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. PCI Girder tersebut didesain untuk hanya menerima beban vertikal dan tidak untuk menerima beban horisontal. Hal ini menyebabkan proses pengangkutan PCI Girder tersebut dari lokasi penyimpanan (stockyard) sampai ke lokasi pemasangan harus dibuat sedatar dan selurus mungkin. kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasangsurut air laut. Di sisi Madura.05 m Tinggi : 1. pembesian. Setelah bekisting selesai dikerjakan. dan berat 80 ton. kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. dan pengecoran. ABUTMENT & PIER HEAD Pelaksanaan Pembuatan Dilakukan Bertahap Dimensi Pile Cap Dimensi Atas: Dimensi bawah Panjang : 32 Panjang : 30 m Lebar : 2 m Lebar : 4 m Tinggi : 1. Di sisi Madura. Tahapan pemindahan girder dimulai dengan pengangkatan menggunakan dua crane dan diletakkan pada boogy .5 m Pelaksanaan pembuatan pier head/ pile cap dilakukan dalam tiga tahap. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller . dilakukan pekerjaan pembesian yang meliputi pemasangan/ pengelasan besi WF Heru Iswanto. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat.ERECTION GIRDER Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. Girder tersebut kemudian diangkut dengan boogy ke masingmasing pier.1 meter. Panjang PCI Girder setelah terangkai adalah 40 meter. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 15 . sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane.

Heru Iswanto. dilakukan pengambilan benda uji sebanyak 48 buah untuk tiap pile cap serta pengujian slump ulang. Kemudian crane ditempatkan di titik yang ditentukan dan dikontrol dengan teropong teodolit. pengisian beton tanpa tulangan dan pengisian beton dengan tulangan.pengikat tiang pancang. dan pilar bagian atas. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 16 . Panjang masing-masing pipa 12 m. TIANG PANCANG Tahap Awal Dan Pemancangan Selanjutnya Pondasi yang digunakan untuk causeway adalah tiang pancang baja dengan diameter 600 mm dengan spesifkasi sesuai dengan ASTM A252 Grade 2. Setelah itu dilaksanakan pekerjaan finishing pada permukaan beton Hal penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pengecoran beton dengan massa besar (mass concrete)adalah perbedaan suhu. Untuk tiang pancang dengan kondisi miring (sudut 1:10) maka dibuat perbandingan dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. Beton dengan K-350 dibuat berdasarkan hasil test pencampuran/ trial mix. sesuai kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pekerjaan pemancangan.5 cm) maka pemancangan dihentikan. Untuk setiap truk mixer beton yang berasal dari batching plant. Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang ini meliputi pekerjaan pemancangan. Dengan bantuan crane. Pelaksanaan pemancangan disesuaikan dengan nomor urut dengan pengondisian ponton. dilakukan uji slump beton. Tebal tiap lapisan ± 30 cm. tiang pancang diletakkan di atas ponton service untuk dibawa menuju ponton pancang. tahap berikutnya adalah pekerjaan pengecoran. beton tersebut dituangkan ke dalam pile cap lapis demi lapis sambil dipadatkan. Apabila sudah tepat maka tiang pancang di turunkan sesuai dengan kemiringannya dan siap untuk dipancang. pengisian pasir. Apabila sudah sesuai dengan posisi yang diinginkan. Lalu mengarahkan leader crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong yang telah disetting dengan komando dari surveyor. Slump yang dipersyaratkan adalah t ± 8-12 cm. dan Pilar 101 sampai dengan pilar 96. Kedalaman dari masing-masing pengisian ini didasarkan atas kondisi daya dukung tanah dan penggerusan tanah (scouring). Sementara di sisi Madura di Abutment (A102). alat ukur. Selanjutnya adalah pemindahan stok pipa ke tepi pantai sesuai dengan kebutuhan. pemancangan di tahap awal dilakukan dengan memanfaatkan jalan kerja yang dibuat dengan menimbun. yaitu di Abutment (A0). Untuk pilar selanjutnya pekerjaan pemancangan dilaksanakan dengan menggunakan ponton pancang. harus sudah dipersiapkan di posisi yang telah ditentukan. Sebelum dituang. Truk mixer kemudian membawa beton ke lokasi proyek untuk dituangkan ke concrete pump. Peralatan yang digunakan untuk pemindahan ini adalah crane service 25 ton dan truk trailer. dengan kedalaman pemancangan rata-rata untuk Sisi Surabaya sekitar 25 m dan sisi Madura 33 m. Tahapan selanjutnya adalah pengukuran posisi dengan mengunakan teodolit (lihat penjelasan metoda pengukuran). Dengan bantuan concrete pump. pilar samping. dan crane pancang. Metode Pelaksanaan Pemancangan Ponton service ditarik boat mendekati stok tiang pancang yang telah diposisikan di dekat pantai. Setelah semua tulangan terpasang. pembesian tulangan pilar bagian bawah. Persiapan Hal penting yang harus diperhatikan adalah monitoring stok tiang pancang pipa baja yang sudah di-coating. Dan setelah dilakukan kalendering (10 pukulan terakhir maksimal sebesar 2. Agar didapat suhu beton merata tanpa terjadi perbedaan yang besar dilakukan perawatan atau curing beton dengan karung basah selama 14 hari. Pilar 1-5 untuk sisi Surabaya. maka tiang pancang sudah siap untuk dipancang. Saat pelaksanaan 2003-2004.

yang mampu menampung pasir 200 m3 sesuai dengan kebutuhan satu pile cap serta excavator PC 200 dengan kapasitas ± 67 m3/ jam. Bacaan sudut horizontal teodolit-1 dengan acuan arah centerline jembatan diset sebesar b = 03º 59' 42" mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. setelah terlebih dahulu diukur dengan menggunakan teodolit. Diatas pontoon diposisikan sebuah excavator untuk memindahkan pasir dari dermaga ke ponton. Pengecoran dilakukan dengan concrete pump yang dilengkapi dengan belalai untuk memasukkan beton ke tiang pancang. Bacaan sudut vertikal teodolit-1 dan teodolit-2 diset pada elevasi 2. Dump truck mengambil pasir pada stok area dengan bantuan excavator.  Mengarahkan ladder crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong teodolit-1 dan teodolit-2. Selanjutnya dump truck yang telah berisi pasir menuju dermaga dan menuangkan pasir. Untuk mengantisipasi agar tulangan besi tersebut tidak jatuh. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 17 . bagian tiang pancang yang di-stake-out atau dibidik adalah tepi tiang pancang. Selanjutnya dilakukan pengukuran kedalaman tiang pancang dengan menggunakan tali yang ujungnya diberi pemberat dan diukur dengan meteran. dan excavator mengisi pasir ke dalam tiang pancang dengan bantuan tremi. Untuk pengisian pasir dipasang tremi di ujung tiang pancang. Tahapan pelaksanaan pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut:     Alat ukur teodolit-1 dan teodolit-2 didirikan di titik-titik BM yang telah direncanakan (menggeser ke kiri ke kanan dari as BM). Bacaan sudut horizontal teodolit-2 dengan acuan terhadap arah centerline jembatan diset sebesar b = 273º 59' 42". Setting sudut a dan b untuk masing-masing titik pancang (1-36) dibuatkan dalam bentuk tabel sesuai koordinat titik-titik rencana. maka pada ujung tulangan dimasuki besi melintang yang panjangnya lebih dari diameter pipa pancang. mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. agar bisa mencapai kedalaman rencana dari pasir pada tiang pancang. disesuaikan dengan posisi tepi tiang pancang yang akan dibidik. dengan posisi kedudukan teropong mendatar (90°).Selanjutnya tiang pancang yang elevasinya tidak sama dipotong dengan menggunakan alat las. Pengisian Beton Besi isian pancang dipersiapkan di stockyard.50 meter dengan melalui perhitungan pengesetan sudut vertikal. Untuk memudahkan pelaksanaan. Selanjutnya truk mixer dari batching plan menuju ke pompa pengecoran (concrete pump). bukan bagian tengahnya. Stok besi diangkut dengan truk menggunakan bantuan crane menuju dermaga dan dinaikkan ke atas ponton. Metode penentuan posisii (stake out) Tiang Pancang di Laut Secara prinsip Metoda Perpotongan Kemuka yang digunakan untuk Sisi Surabaya dan Sisi Madura diuraikan sebagai berikut: Titik-titik tempat alat ukur digeser ke kiri atau ke kanan dari as BM sejauh setengah diameter pipa pancang (300 mm). Settingsinggung tepi tiang pancang. Besi isian dimasukan ke tiang pancang dengan bantuan crane. Kemudian singgungkan tepi tiang pancang (seperti gambar ilustrasi) dengan komando dari Heru Iswanto. Pengisian Pasir Pengisian pasir dilakukan dengan menggunakan ponton 120 ft.

Penentuan titik-titik BM yang dipakai untuk referensi posisi alat ukur berdiri disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan maksud memudahkan pengukuran dan sasaran tidak terhalang. serta operator crane. Apabila sudah tepat. apakah 2 (dua) setting suduthorizontal yang kita lakukan sudah benar atau tidak.com : Heru Iswanto.blogspot. Tiang pancang kemudian diarahkan ke arah bidikkan teropong teodolit-1 dan teodolit-2 dan disinggungkan ke tepi kiri dan tepi kanannya hingga tepat. . secara teknis memenuhi persyaratan dan tidak terlalu sulit dilaksanakan. keempat dan seterusnya hanya berfungsi sebagai control/ checking. guna koordinasi antara tim pengukur (surveyor) dengan tim pancang. Source . Secara prinsip dari 2 (dua) setting sudut horizontal saja sudah cukup memadai untuk penentuan posisi secara tepat. maka tiang pancang tersebut sudah berada di posisi yang tepat dan siap pancang.  Dalam pelaksanaan penentuan titik-titik pancang tersebut.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. Apabila tepi kiri dan tepi kanan sudah tepat bersinggungan. sedang setting sudut horizontal yang ketiga. maka tiang pancang tersebut diturunkan sesuai kemiringan dan siap untuk dipancang. ladder crane pancang diset membentuk sudut 1:10 dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. perlu adanya alat komunikasi.http://rachmiecaroline. ST …… Desain dan Permodelan Jembatan Suramadu 2011 Page 18 .surveyor. Cara tersebut digunakan untuk tiang pancang tegak  Untuk tiang pancang miring dengan perbandingan sudut 1:10. Metoda perpotongan kemuka yang dipilih untuk penentuan posisi titik-titik pancang Jembatan Suramadu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful