BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Laboratorium adalah tempat atau ruangan dimana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda (Procter, 1981). Kegiatan di laboratorium meliputi kegiatan yang sangat kompleks mulai dari pengukuran, pengamatan, pengujian, penyelidikan, penelian dan sebagainya. Dalam mempelajari dan melakukan percobaan analisis di laboratorium, diperlukan suatu alat atau instrumentasi, yang sangat penting guna memperlancar dalam melakukan percobaan- percobaan. Salah satu instrument yang penting dalam menunjang kegiatan analisis di laboratorium adalah alat ukur.

Alat ukur merupakan suatu alat yang kita gunakan untuk mengetahui nilai ataupun besar dari
satuan yang kita ukur. Alat ukur dapat dibedakan menjadi alat ukur massa, volume, suhu,

waktu dan lain sebagainya. Alat ukur ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan di laboratorium terutama untuk melakukan proses pengukuran dalam suatu analisis kuantitatif. Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian. Di dalam pengukuran suatu alat ukur tidak ada satupun hasil pengukuran
yang mempunyai nilai kebenaran mutlak. Oleh karena itu laboratorium pengujian perlu mengetahui tentang nilai ketidakpastian dari alat ukur yang digunakan. Cara untuk mengetahui nilai ketidakpastian dari alat ukur yang digunakan adalah dengan melakukan kalibrasi. Kalibrasi pada dasarnya adalah suatu kegiatan untuk mencari hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui, yang berkaitan dengan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu, atau bisa dikatakan kalibrasi sebagai suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar yang tertelusur. Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Sejalan dengan perkembangan sistem mutu yang terjalin secara institusi nasional bahkan internasional, maka nilai ketidakpastian pengukuran merupakan suatu parameter yang tidak boleh 1

tidak (harus) disertakan pada setiap hasil pengukuran atau pengujian yang dilakukan oleh suatu laboratorium uji bahan.1 Manfaat Praktis Dari penulisan makalah ini diharapkan agar dapat bermanfaat bagi pembaca maupun penulis. c.1 1. 1.4.3. 1.2. Untuk mengetahui pengertian kalibrasi. Untuk mengetahui manfaat dan tujuan kalibrasi.2. Untuk mengetahui prosedur kalibrasi alat ukur volumetrik.2 Rumusan Masalah 1.2 1.3 Tujuan Penulisan 1.3. 1. b.2 Manfaat Teoritis Dari penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah kepustakaan mengenai semua yang berkaitan dengankalibrasi alat ukur.1 Tujuan Umum a.2 Tujuan Khusus Pembuatan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Instrumentasi sebagai syarat kelengkapan nilai.2. 2 . Untuk mengetahui interval waktu kalibrasi.4 Apa yang dimaksud dengan kalibrasi? Apa manfaat dan tujuan dari kalibrasi? Kapan perlu dilakukan kalibrasi? Bagaimana prosedur kalibrasi alat ukur volumetrik? 1. Maka dari itu kalibrasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan wajib dilakukan dalam rangka menjamin hasil pengukuran yang didapatkan adalah benar dan valid serta dapat dipertanggungjawabkan. d.4.2. Serta dapat menambah wawasan pengetahuan bagi penulis maupun pembaca terutama semua yang berkaitan tentang kalibrasi alat ukur. 1.3 1.4 Manfaat Penulisan 1.

merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kalibrasi Kalibrasi adalah Serangkaian kegiatan yg membentuk hubungan antara nilai yg ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran. Ketika hasil pengamatan dipertanyakan 3 . Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi 5. Contohnya. Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan analisa ketidakpastian. alat pengukuran dan alat pengujian. Suatu perangkat setiap waktu tertentu 3. Kalibrasi. Kalibrasi diperlukan untuk: 1. Perangkat baru 2. pada umumnya. dgn nilai-nilai yg sudah diketahui yg berkaitan dari besaran yg diukur dlm kondisi tertentu atau kegiatan memastikan kebenaran nilai-nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan cara membandingkan dengan nilai konvensional yang diwakili oleh standar ukur yang memiliki kemampuan telusur ke standar Nasional atau Internasional. termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi). Dengan kata lain kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat inspeksi. sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala. atau nilai yg diwakili oleh bahan ukur. Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi) 4.

memiliki perelengkapan yg memadai. Standar acuan yang mampu telusur ke standar Nasional atau Internasional. jika setiap mata rantai pengukuran yg menuju ke standar nasional atau internasional yg terdokumentasi serta ada bukti mengenai personil yg melakukan kalibrasi.2 Konsep Mampu Telusur Kalibrasi 1. Personil kalibrasi yang terlatih.1. nama alat ukur yg digunakan. 5.1. aliran udara. dan hasil estimasi ketidakpastian pengukuran. yang dibuktikan dengan sertifikasi dari laboratorium yang terakreditasi. 4.2. Setelah ada bukti melalui kalibrasi dan pengujian yg memberikan data kalibrasi atau pengujian memuaskan. 2. Kalibrasi dikatakan tertelusur. 3. seperti suhu.1 Filisofi Kalibrasi Bahwa setiap instrumen ukur harus dianggap tidak cukup baik sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau pengujian bahwa instrumen ukur tersebut memang baik. harus tetap dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Jadi walaupun alat tersebut baru.1. dan kedap getaran. Selanjutnya alat acuan tsb harus terkalibrasi terhadap acuan yg lebih akurat. 2. 3. tekanan udara.3 Persyaratan Kalibrasi 1. Alat yang dikalibrasi dalam keadaan berfungsi baik atau tidak rusak. 5. Ruangan atau tempat kalibrasi yang terkondisi. 4. dan menjalankan sistem mutu SNI 19-17025-2000 secara efektif. 4 . Alat ukur yg digunakan utk pengukuran harus terkalibrasi terhadap alat ukur lain yg sejenis yg dpt berfungsi sebagai acuan. kelembaban. baru percaya bahwa peralatan tersebut baik. 2. Setiap instrumen atau peralatan pengukuran harus dianggap tidak cukup baik. Demikian seterusnya sampai pd acuan yg paling akurat yg umumnya berupa standar nasional. 2. Setiap pekerjaan kalibrasi harus dilakukan oleh organisasi yg terbukti memiliki kompetensi teknis yg dipersyaratkan. Metoda kalibrasi yang diakui secara Nasional atau Internasional.

Tanpa memiliki ketelusuran.1. Kesalahan pemahaman prosedur akan membuahkan hasil yang kurang benar dan tidak dapat dipercaya. hasil kalibrasi tidak akan diakui oleh pihak lain. Alat yang dikalibrasi Alat yang dikalibrasi harus dalam keadaan maksimal. kecermatan dan kestabilan kalibrator harus setingkat lebih baik dari pada alat yang dikalibrasi 3. tingkat penerangan dan sebagainya. medan magnetik. Lingkungan Lingkungan dapat menyebabkan pengaruh yang sangat besar terhadap kalibrasi terutama untuk mengkalibrasi kalibrator. Periode kalibrasi Periode kalibrasi adalah selang waktu antara satu kalibrasi suatu alat ukur dengan kalibrasi berikutnya. Periode kalibrasi dapat ditetapkan berdasarkan lamanya pemakaian alat.2. Kalibrator Klibrator harus mampu telusur kestandar Nasional dan atau Internasional. getaran mekanik medan listrik. pemeliharaan atau penyimpanan dan tingkat ketelitianya. artinya dalam kondisi jalan dengan baik.4 Sumber-Sumber yang Mempengaruhi Hasil Kalibrasi 1. Prosedur Kalibrasi harus dilakukan sesuai dengan prosedur standar yang telah diakui. 4. frekuensi pemakaian. 2. 5 . terutama untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh peralak maupun penalaran posisi skala. Tenaga pengkalibrasi Tenaga pengkalibrasi harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang memadai. medan elektro magnetik. Misalnya kondisi suhu. 5. kelembabab. Pengesetan sistem harus teliti sesuai dengan aturan pemakaian alat. karena hasil kalibrasi sangat tergantung kepadanya. waktu kalender atau gabungan dari keduanya. agar kesalahan dapat dihindari. Kemampuan mengoperasikan alat dan kemampuan visualnya. 6. Demikian pulaketelitian.Periode kalibrasi tergantung pada beberapa faktor antara lain pada kualitas metrologis alat ukur tersebut. umumnya sangat diperlukan. stabil dan tidak terdapat kerusakan yang menggangu.

Periode kalibrasi dapat ditetapkan berdasarkan lamanya pemakaian alat. Selang waktu kalibrasi dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain: 1. Adapun manfaat dan tujuan dari kalibrasi adalah: Manfaat kalibrasi antara lain: 1. Menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesefikasinya Tujuan kalibrasi antara lain: 1. Mendukung sistem mutu yg diterapkan di berbagai industri pd peralatan laboratorium dan produksi yg dimiliki. waktu kalender atau gabungan dari keduanya.2 Manfaat dan Tujuan Kalibrasi Di dalam pengukuran suatu alat ukur tidak ada satupun hasil pengukuran yang mempunyai nilai kebenaran mutlak. Kalibrasi harus dilakukan secara periodik. 2. 2. 3. Menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun Internasional. Pemeliharaan 6 . Mengetahui seberapa jauh perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dgn harga yg ditunjukkan oleh alat ukur. Oleh karena itu laboratorium pengujian perlu mengetahui tentang nilai ketidakpastian dari alat ukur yang digunakan dengan cara melakukan kalibrasi.3 Interval Waktu Kalibrasi Interval atau periode kalibrasi adalah selang waktu antara satu kalibrasi suatu alat ukur dengan kalibrasi berikutnya.2. Untuk mencapai ketertelusuran pengukuran melalui rangkaian perbandingan yg tak terputus. 3. Frekuensi pemakaian 3. Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional penunjukan suatu instrumen ukur. frekuensi pemakaian.Periode kalibrasi tergantung pada beberapa faktor antara lain pada kualitas metrologis alat ukur tersebut. pemeliharaan atau penyimpanan dantingkat ketelitianya. 2. Jenis alat ukur 2.

01 0.10 0.03 0. Kombinasi cara pertama dan kedua.006 - - 5 0. Contoh alat ukur volumetric yang biasa digunakan di laboratorium antara lain pipet volume.03 0.08 0.08 200 0.10 - 0. dan seterusnya) 3.Interval kalibrasi bisa dinyatakan dalam beberapa cara antara lain: 1.000 jam pakai.02 0.pipet ukur.05 0. dan buret. Waktu kalender (1 tahun sekali. Waktu pemakaian (1.05 100 0.05 0.15 1000 - - 0.01 - 10 0. dan seterusnya) 2.02 - 25 0.03 50 0.4 Kalibrasi Alat Ukur Volumetrik Alat ukur volume merupakan bagian dari perangkat peralatan yang digunakan dalam analisis kuantitatif di laboratorium.30 7 . Tabel 1: Toleransi untuk Peralatan Gelas Volumetrik Volume Pipet Buret Labu ukur 2 0. Tabel 1 menunjukkan harga dari beberapa toleransi yang ditetapkan untuk peralatan gelas volumetric oleh National Bureau of Standar. tergantung mana yang lebih dulu tercapai 2.10 500 - - 0.

Dasar umum dalam peneraan adalah untuk menentukan berat air yang dimuat atau dikeluarkan oleh sebuah alat gelas tertentu. Data kalibrasi ditetapkan dengan mengubah berat air ke dalam volume lewat densitas. Berikut adalah daftar volume 1 gram air yang ditimbang dalam ruang hampa dengan anak timbangan kuningan pada berbagai suhu. Kemudian dengan densitas air yang diketahui. 3. 8 . Massa jenis air bergantung pada suhu. satu wadah dengan volume besar maka massanya akan lebih kecil disbanding apabila ditimbang dalam ruang hampa dan seharusnya diadakan koreksi. Volume wadah gelas berubah-ubah dengan suhu. National Breau of Standars telah menetapkan 200 C sebagai suhu untuk mengadakan kalibrasi peralatan gelas. maka peralatan gelas pada hakekatnya harus dikoreksi apabila digunakan pada suhu lain karena adanya kesalahan yang disebabkan oleh pemuaian baik dari bejana sendiri maupun dari larutan yang ada di dalamnya. volume yang benar dapat dihitung. Oleh karena gaya tekan udara yang pada suhu tertentu terhantung pada tekanan barometer. maka air pada umumnya digunakan sebagai zat pembanding dalam peneraan peralatan gelas volumetric. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penetapan volume sebenarnya dari wadah gelas adalah: 1. sehingga massa satu liter air bukan 1000 gram untuk semua suhu.Persyaratan pertama untuk pengukuran yang tepat dan membuatnya sampai volume tertentu adalah alat gelas yang memenuhi syarat. Karena suhu laboratorium biasanya tidak akan tepat 20 0 C. Karena kebanyakan pekerjaan analitik menyangkut larutan-larutan dalam air. 2.

0016 24 1.1 Cara-Cara Kalibrasi yang Biasa Digunakan dalam Kalibrasi Alat Ukur Volumetrik Ada 3 pendekatan secara umum untuk melakukan kalibrasi peralatan gelas volumetric.0054 20 1. Kalibrasi langsung atau absolute: volume air yang dikeluarkan oleh sebuah buret atau pipet ditampung dalam sebuah botol volumetric. yang digunakan secara luas dan yang harus dikenal antara lain: 1.0045 17 1.0037 14 1.0021 27 1.4.0026 30 1.0051 19 1.0043 16 1.0040 15 1.0028 31 1.0018 25 1.0014 22 1.0015 23 1.0022 28 1.0033 12 1.0013 21 1.0056 2.0019 26 1.0024 29 1.0030 11 1. 9 .Tabel 2: Tabel Volume 1 gram air pd berbagai temperatur C0 ml C0 Ml 10 1.0035 13 1.0048 18 1.

Umpamakan bahwa diinginkan melakukan titrasi terhadap seperlima dari sebuah contok yang tidak diketahui. Cara yang digunakan untuk kalibrasi relative ini mnyangkut hanya mengosongkan pipet sebanyak lima kali ke dalam botol dan member tanda sesuai permukaan meniscus pada botol. kemudian larutan dimabil dengan menggunakan pipet 50 ml. Kalibrasi relative: Dalam suatu kalibrasi kadang-kadang hanya diperlukan hubungan antara dua jenis peralatan gelas tanpa mengetahui volume absolute dari salah satu alat. 10 . misalnya dengan mengambil suatu bagian liquot larutan. 2. 3. Zat ini dilarutkan dan diencerkan dalam sebuah botol volumetric 250 ml. Kalibrasi tak langsung atau kalibrasi dengan membandingkan: Peralatan gelas volumetric dikalibrasi dengan membandingkannya dengan sebuah bejana lain yang sebelumnya telah dikalibrasi secara langsung. tetapi seharusnya dituntut bahwa pipet tepat memuat seperlima banyaknya larutan di dalam botol.Volume air yang dikeluarkan tersebut diperoleh secara langsung dari berat air dan densitasnya seperti pada penjelasan di atas. untuk perhitungan dalam analisa ini tidak perlu diketahui volume yang tepat dari botol atau pipet. Keadaan ini timbul .

4 Dasar umum kalibrasi alat ukur volumetric adalah dengan menentukan massa air yang dikeluarkan.1.2 Secara umum. dengan massa jenis air yang diketahui volume yang betul dapat dihitung ( suhu 200C ).000 jam pakai. dgn nilai-nilai yg sudah diketahui yg berkaitan dari besaran yg diukur dlm kondisi tertentu atau kegiatan memastikan kebenaran nilai-nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan cara membandingkan dengan nilai konvensional yang diwakili oleh standar ukur yang memiliki kemampuan telusur ke standar Nasional atau Internasional. dan kombinasi cara pertama dan kedua. waktu pemakaian (1.BAB III PENUTUP 3.3 Interval kalibrasi bisa dinyatakan dalam beberapa cara antara lain waktu kalender (1 tahun sekali. Kemudian.1. maka peralatan gelas pada hakekatnya harus dikoreksi apabila digunakan pada suhu lain oleh karena kesalahan yang disebabkan oleh pemuaian baik dari bejana sendiri maupun dari larutan yang ada di dalamnya. dan seterusnya). 3.2 Saran Bagi paraktikan yang akan melakukan kalibrasi terhadap alat ukur disarankan agar memahami benar prosedur dalam melakukan kalibrasi sehingga hasil yang diperoleh sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan.1. karena hal ini juga akan dapat mempengaruhi hasil kalibrasi. 3. atau nilai yg diwakili oleh bahan ukur. tujuan dan manfaat dari kalibrasi antara lain adalah menjaga kondisi alat ukur agar sesuai dengan spesifikasinya dan dapat menjamin hasil pengukuran sesuai standar yang ditetapkan. dan seterusnya).1 Kalibrasi adalah Serangkaian kegiatan yg membentuk hubungan antara nilai yg ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran.1 Simpulan 3. tergantung mana yang lebih dulu tercapai.1. 3. 11 . Diusahakan juga agar menghindari terjadinya kesalahan paralaks. 3.

2009. Alat Ukur Utama dalam Elektronika. http://id.com/article6. Peran Laboratorium Terakreditasi Dalam Pengembangan Mutu Dan Keamanan Pangan Dan Pertanian . 2009.wordpress. 2011.org/kalibrasi-alat-ukur/ Anoname.wordpress.org/wiki/Pengukuran Day. http://www.kawanlama.com/id/after-sales-service/147laboratorium-kalibrasi Anoname. Analisa Kimia Kuantitatif (Edisi Keempat). Sistem Kalibrasi. Pengukuran.com/2009/07/28/2-alat-ukur-utama-dalam-elektronika/ Anoname.org/wiki/Kalibrasi Anoname.A Jr dan A. Kalibrasi Alat Ukur. 2011. Underwood. Jakarta: Erlangga 12 .htm Anoname. 2011. Laboratorium Kalibrasi. http://novertaeffendist. http://www.L. http://id. http://kalibrasi. 2009.mbrio-food.DAFTAR PUSTAKA Anoname.wikipedia. 2011. Kalibrasi. R.wikipedia.1983.com/2009/01/05/sistem-kalibrasi/ Anoname. http://smk3ae.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful