LAKTASI PADA SAPI PERAH SEBAGAI LANJUTAN PROSES REPROD UKSI

Oleh : Tita Damayanti Lestari

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2006

1

PENDAHULUAN Laktasi adalah karakteristik yang spesifik bagi ternak mamalia. Susu adalah produk yang dihasilkan oleh glandula mamae dan merupakan nutrisi bagi anaknya untuk mendapatkan imunitas pasif. Susu mempunyai susunan kimia yang kompleks. Konstituen utamanya adalah air yaitu sebesar 46 – 90 %, tergantung spesies ternaknya. Komposisi susu juga bervariasi tergantung spesies (Tabel 1). Komponen utama lainnya adalah protein, lemak dan laktosa. Susu juga merupakan sumber berbagai mineral seperti Ca, Mg dan P serta berbagai vitamin. Air susu yang pertama keluar setelah proses kelahiran mengandung maternal immunoglobulin atau antibody yang dapat bertndak sebagai i imunitas terhadap penyakit, disebut kolostrum. Tabel 1. Komposisi susu sapi dan beberapa spesies lain Sapi Air Lemak Laktosa Protein (N x 6,38) Abu 87,70 3,61 4,65 3,29 0,75 Kambing 86,0 4,6 4,2 4,4 0,8 Manusia Domba 88,2 3,3 6,8 1,5 0,2 81,3 6,9 5,2 5,6 1,0 Kuda 89,9 1,2 6,9 1,8 0,3 Babi 81,9 6,8 5,5 5,1 0,7

Sumber : Pearson, D.1971. Dalam Ensminger 1993. Protein dan lemak merupakan komposisi penting pada susu. Protein dalam susu disebut casein. Casein ini hadir dalam berbagai bentuk pada spesies yang berbeda. Molekul casein beragregasi membentuk ikatan disebut micelles, dan distabilkan oleh komponen lain yaitu Ca, Phosphate, Citrat dan lain-lain. Casein terdiri dari berbagai asam amino. Casein mengandung asam amino yang dibutuhkan oleh manusia, oleh

2

Kelenjar mammae ini adalah perkembangan dari kelenjar keringat. Unta merupakan ternak perah yang penting di timur tengah. nutrisi yang dapat kita konsumsi. 3. Sementara lemak hadir sebagai globul-globul kecil dekat dengan membrane yang berasal dari sel-sel yang mengeluarkannya yaitu membrane globul lemak susu. Sel-sel alveoli dikelilingi oleh sel-sel kontraktil yang disebutt sel-sel myoepithelial. Sel-sel ini membentuk struktur yang disebut alveoli. Tiga alasan mengapa ternak ruminansia diperuntukkan sebagai penghasil susu adalah 1. Hal ini dapat terjadi berkat adanya fermentasi mikroba dalam rumennya. Susu diproduksi oleh glandula mammae dari kumpulan sel-sel epithelial sekretori yang spesifik. 2. Sel-sel berkontraksi sebagai respon dari hormone yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary yaitu oxytocin. Mereka memproduksi susu dalam jumlah besar secara efisien. Membrane ini mudah rusak selama pemerahan menggunakan mesin. Kelenjar mammae adalah kelenjar eksokrin dimana sekresi ekst rnal dari alveoli e dialirkan melalui system pembuluh ke puting yang dapat dihisap oleh anaknya. sedangkan susu kuda banyak digunakan sebagai susu fermentasi atau yoghurt yang banyak dikonsumsi di Asia. Mereka dapat merubah rumput dan hijauan yang tidak kita konsumsi sebagai sumber pakan ke dalam susu. Peristiwa ini disebut lipolisis dan menyebabkan rasa yang basi. sapi dan kambing. Hal ini menyebabkan lemak mudah pecah oleh ensimensim susu. Mereka m emiliki pembuluh puting yang dapat memfasilitasi pengeluaran susu. 3 .karena itu susu merupakan nutrisi yang tinggi kualitas proteinnya. Spesies yang penting secara ekonomi sebagai penghasil susu adalah ruminansia seperti domba.

Brown Swiss (dari Switzerland). Red Danish (dari Denmark) dan Drought master (dari Australia). bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua.Sebagai perbandingan.15. domba dan kambing yang kita miliki saat ini.Pertama kali ternak ruminansia yang didomestikasi adalah domba dan kambing. Jersey. Jersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). Guernsey and Ayrshire dimana Fries Holstein jumlahnya 5 kali lebih banyak dari pada Jersey. Jersey. Breed utama sebagai sapi perah adalah Holstein. di Amerika Serikat ada 5 jenis sapi perah yang dipelihara yaitu Fries Holstein. Hal ini sangat penting bagi pembuatan keju. dan breed lainnya adalah Brown Swiss. Brown Swiss. Bangsa Sapi Perah Secara garis besar. Brown Swiss Bangsa sapi perah ini sangat digemari karena tingginya kandungan protein dalam air susunya. (FH) 4 . yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk. Sekitar abad ke 14 . susu sapi dan keju mulai digemari di Eropa. Secara bertahap berbagai breed yang berkembang dan terseleksi sebagai penghasil susu adalah sapi. Friesian Holstein (dari Belanda). yang i tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dar Bos primigenius. Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorthorn (dari Inggris). Guernsey and Ayrshire.

8 %. Sapi perah Aryshire Guernsey Berasal dari Guernsey Inggris dan pertama kali di import mas ke Amerika uk Serikat pada 1831. Gambar 2. Susunya mengandung lemak dan protein tinggi. Warna susunya cenderung 5 . pertama kali diperkenalkan pada tahun 1822. Sapi perah Brown Swiss Aryshire Bangsa sapi ini berasal dari Scotlandia.Gambar 1.000 lbs dengan kandungan lemak 3. Secara fisik bangsa sapi ini kecil namun lebih awal mencapai dewasa kelamin. Produksi susunya mencapai 14.

Sapi ini merupakan bangsa sapi besar (keturunan Eropa). FH cukup baik beradaptasi pada segala lingkungan dan memproduksi susu dalam jumlah besar. Gambar 3.5 % lemak dan sangat cocok untuk pembuatan mentega. Itu artinya lebih dari 20 galon per hari.000 lbs dalam 365 hari. Rata-rata produksi susunya 13. 6 .000 lbs dengan kandungan lemak 3. Sapi perah Guernsey Holstein Berasal dari negeri Belanda dan saat ini merupakan bangsa sapi perah terbesar yaitu 90 % dari jumlah total sapi perah yang ada di dunia.7 %. pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1600.400 lbs dan mengandung 4.kuning karena kandungan vitamin A nya yang tinggi. Rata-rata produksi susunya mencapai lebih dari 19. Produksi terbesar dari bangsa sapi perah FH ini pernah tercatat melebihi 60.

Gambar 5. Sapi perah Jersey 7 .400 lbs dengan kandungan lemak 4.Gambar 4. Jersey.7 %. Namun demikian sapi ini tetap berharga karena kandungan lemak susunya yang tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pem-buatan mentega. Rata-rata produksi susunya adalah 13. pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1800 an. Sapi perah Holstein Jersey Bangsa sapi ini berasal dari kepulauan Inggris. Secara isik Jersey adalah bangsa sapi perah terkecil dan memproduksi susu dalam jumlah terkecil dibandingkan breed ya ng lain.

Banyak hormone yang mempengaruhi hal ini namun estrogen dan progesterone adalah hormone yang paling b erpengaruh.8 3. Siklus perkembangan pada peternakan sapi perah Laktasi dimaksudkan untuk memberi nutrisi pada anak segera setelah kelahiran.6 3. The Ohio State University.7 5. Kelenjar mammae ini tumbuh dan berkembang selama terjadinya kebuntingan. Komposisi susu dari masing-masing breed terlihat pada table 2 sebagai berikut: Tabel 2. Kedua hormone itu diproduksi oleh ovarium dibawah pengaruh follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).1 3.7 SNF 8.7 0. Komposisi susu dari berbagai breed sapi perah Total solid (%) 13.01 8.3 14.1 13.9 4.0 4.1993.7 0.0 5.1 4.0 3.9 4.1 3.21 Sumber : Dairy Guide. siklus reproduksi dimanipulasi dengan tujuan setiap ekor harus beranak setiap tahun dengan masa laktasi sekitar 10 bulan.Hasil penelitian oleh berbagai peneliti dan institusi selama bertahun-tahun.45 9.7 0.6 Breed Ayrshire Brown Swiss Guernsey Holstein Jersey Lemak Protein Laktosa (%) (%) (%) 4.9 4.9 Abu (%) 0. Columbus dalam Ensminger.7 0. Betina yang belum matang secara seksual belum memiliki kelenjar mammae yang berkembang namun secara structural pembuluh mammae dan alveolinya tumbuh.4 12. jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein.6 3. Sapi memiliki siklus reproduksi normal yaitu 21 8 . Pada peternakan sapi perah.7 5.52 8.4 14.99 9.

Komposisi colostrums dari sapi Holstein Nutrien Total solid Abu Lemak Laktosa Protein Sumber : Ensminger. Sebagian besar peternak mengawinkan sapi dara mereka sekitar 15 – 18 bulan untuk memperoleh pedet pada 24 – 27 bulan. Susu yang diproduksi pertama kali disebut colostrum and kaya akan antibody. 1993.7 2. Sapi berahi selama 12 jam kemudian ovulasi tejadi menyusul terlihatnya tanda-tanda berahi tersebut. Komposisi dari colostrums tertera pada table 3. Sinkronisasi estrus dengan injeksi hormone biasa dilakukan untuk mendapatkan pola beranak yang lebih pendek.9 1. Perkembangan sapi dara perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan kelenjar mammae. Sapi dara dapat saja dikawainkan lebih dini namun ada resiko mempunyai problem pada saat melahirka terutama bila ukuran n anaknya besar. Colostrum ini diberikan pada pedet dan tidak dikonsumsi oleh manusia.11 6. Colostrum (%) 23. perkembangan kelenjar mammae yang maksimal terjadi untuk mempersiapkan produksi susu (laktogenesis). yang dimulai pada saat pedet lahir. Tabel 3.0 9 . Hormone yang biasa digunakan disini adalah prostaglandin. Lama kebuntingan yang normal pada sapi adalah 285 hari.7 14. Hal ini lebih t rgantung pada berat badan daripada umur sapi dara e tersebut untuk dapat beranak pertama kali.hari. Selama kebuntingan.

000 kg susu/laktasi atau 50 kg susu/hari. thyroid hormones dan growth hormone (BST). Hal ini sangat memerlukan nutrisi dan manajemen pakan yang efektif. Sekitar 30 hari masa 5 laktasi kemudian berhenti sapi mengalami kering kandang atau "dried off". Sekitar 25 – 30 % pada kelompok ternak diganti setiap tahunnya. laktasi berlangsung pada periode tertentu. sapi perah dapat memproduksi 15.Di Amerika hal ini dapat dicapai melalui penggunaan campuran hijauan. Hormon yang mempengaruhi pada proses laktasi ini adalah prolactin. insulin. Sapi kemudian di insenminasi buatan (IB) pada saat estrus yang tepat sekitar 70 – 90 hari setelah kelahiran. Rata-rata beranak dan laktasi per sapi adalah tiga kali. Beberapa minggu setelah kelahiran. Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk mendapatkan kelahiran sekali dalam setahun. biji- 10 .Setelah kelahiran. Produksi susu menuruin pada saat terjadi kebuntingan. sapi kembali dengan siklus estrus dan menunjukan tanda-tanda nya. Sementara sapi jantan dapat dijual sebagai anakan atau sapi daging. Pada sapi laktasi berlangsung selama 305 hari. Perubahan hormone yang terjadi selama kebuntingan dan meningkatnya penyerapan nutrisi ke fetus menyebabkan menurunnya pengaturan pengeluaran air susu. Pakan sapi perah Pada peternakan modern. Bila pedet adalah betina digunakan sebagai induk pengganti (replacement).

yaitu protein kasar (Crude Protein) dan protein sejati (True Protein).5 kali energi untuk produksi susunya daripada yang dia butuhkan untuk pemeliharaan tubuhnya.nilai yang didapat dari hasil perkalian total N dengan 6. Protein dapat kita bagi menjadi 2 kelas utama.bijian dan mineral yang disebu total mixed ration (TMR) yang seimbang untuk t kebutuhan memproduksi susu dan pemeliharaan tubuh. protein pakan biasanya mengandung 16% N. tidak semua N di dalam bahan pakan adalah protein. garam ammonium dan asam amino tunggal. Untuk memproduksi 40 kg susu per hari seekor sapi memerlukan 2. Di dalam laboratorium pakan. Crude Protein dan True Pr otein Secara umum. energi. Ransum harus mengandung keseimbangan yang benar dari protein. 11 . protein dipisahkan dari karbohidrat dan lipid k arena kandungan nitrogen (N) pada protein tersebut – secara umum. Pemisahan ini memungkinkan peneliti untuk mengestimasi kandungan protein dari sebuah bahan pakan dengan cara melakukan pengukuran terhadap kandungan N-nya untuk kemudian dikalikan dengan bilangan 6.25 (perbandingan terbalik dari 16%).25 biasa disebut Protein Kasar. N yang bukan protein disebut Non-protein Nitrogen (NPN). serta protein. Ketiga komponen tersebut adalah karbohidrat (misal: celulosa dan zat tepung). ada 3 jenis komponen organik yang utama dalam setiap formulasi diet / pakan hewan ruminansia. Oleh sebab itu. Meskipun demikian. NPN dapat kita temukan dalam komponen pakan seperti urea. lipid (lemak dan minyak). Bila input pakan tidak cukup maka sapi akan memobilisasi ca dangan tubuhnya untuk produksi susu dan akan kehilangan berat badan serta kondisi tubuhnya. Protein sejati tersusun atas asam amino (Amino Acids) berantai panjang dan setiap proteinnya menjadi berbeda karena tersusun atas 20 Asam Amino. hijauan dan mineral.

kecepatan penguraiannya tidak sama. Pada sistem NRC (Nationa Research Centre .badan di Amerika yang l mengeluarkan standar dan tabel kebutuhan nutrisi ternak) hal ini di beri nama DegradableIntake Protein (DIP). Apabila dibandingkan dengan komponen NPN pada Protein Kasar yang dapat diuraikan dengan seketika ketika memasuki rumen. 12 . Kebanyakan protein terdiri dari beberapa ratus sampai sekian ribu rantai asam amino (Dairy Research & Technology Centre. Beberapa jenis dapat diuraikan secara penuh hanya dalam waktu 30 menit setelah mencapai rumen. sedangkan jenis lainnya dapat memakan waktu beberapa hari sebelum dapat di uraikan. Pada True Protein yang berbeda. Penguraian Protein Sekian persen dari protein kasar yang terdapat di dalam baha pakan yang di n konsumsi oleh sapi (disebut juga Intake Protein) di uraikan oleh mikroba di dalam rumen sapi. Setiap protein memiliki karakteristik yang unik karena bentuk dan urutan asam aminonya.Gambar 6: Diagram skematik dari Protein Sejati.University of Alabama).

(Dairy Research & Technology Centre.Protein pada bahan pakan yang dapat terurai dengan cepat kebanyakan memiliki sifat mampu larut (soluble). dan terutama. Pada saat protein sedang diuraikan di dalam rumen. Gambar 7.Beberapa sumber protein terlarut (mis: tepung darah) relatif terurai lebih lambat. hasil keluaran dari penguraian DIP ( sebagian besar adalah ammonia dan asam amino) digunakan untuk pembuatan sel mikroba untuk menggantikan sel sel mikroba lain yang tersapu bersama bahan pakan lain dari rumen. menuju usus kecil (smallintestine). Pada gambar 8 di bawah. abomasum untuk selanjutnya 13 . sisa bakan pakan (feed residue) juga mengalir keluar dari rumen menuju omasum. University of Alabama). yang mana protein tersebut adalah zat yang paling cepat diuraikan di dalam rumen.Aliran protein pada sapi laktasi. pengukuran protein terlarut (soluble protein) pada skala laboratorium dapat dianggap menunjukkan proporsi dari protein kasar yang terurai.

nilai UIP akan lebih rendah manakala sumber bahan pakan protein lepas seperti tepung sereal jagung (corn gluten meal) diberikan pada sapi masa kering yang mengkonsumsi bahan kering (dry matter) sebanyak 2% bobot tubuh. manakala kecepatan penguraian protein (di dalam rumen) kalah cepat dengan aliran keluar sisa bahan pakan. bahan protein tersebut lolos dari penguraian mikroba rumen. mikroba semakin memiliki kesempatan untuk menguraikan bahan tersebut dan membuat nilai UIP makin kecil.tiba di usus kecil. Oleh sebab itulah. Passsage rate akan meningkat manakala asupan makanan ditingkatkan. Hal ini disebut protein lepas ( escape atau bypass protein). Karena tempo dan irama penyimpanan rumen akan mempengaruhi tingkat kemampuan urai dari rumen. tapi akan berubah ubah seiring dengan tingkat asupan pakan. makin lambat tingkat perjalanan bahan (passage rate) tersebut melalui rumen. 14 . Pada bahan pakan yang merupakan bahan protein lambat terurai. dibandingkan sapi laktasi yang mengkonsumsi dua kali le bih banyak (4% bobot tubuh). nilai pelepasan dari sebuah bahan pakan tidak konstan. Oleh sebab itu. NRC menyebutnya sebagai UIP (undegradable intake protein ).

disebut ambing (gambar 8). Spesies Jumlah kelenjar mammae 4 2 2 2 Jamlah puting Saluran dalam puting 1 2 1 1 2 Posisi kelenjar inguinal inguinal inguinal inguinal abdominal Sapi Kuda Domba Kambing Babi 4 2 2 2 4 – 9 pasang 4 – 9 pasang Sumber : Beraden and Fuquay. spesifik pada masing-masing ternak. setiap kelenjar memiliki sebuah puting.STRUKTUR KELENJAR MAMMAE Anatomi Sapi mempunyai empat kelenjar mammae yang menyatu dalam sebuah struktur. Sebagai contoh bila zat warna diinjeksikan pada sebuah puting. Tabel 4. sapi memiliki empat kelenjar (quarter). berbulu dan melahirkan anak yang menyusu pada periode tertentu cairan sekresi yang dikeluarkan oleh kelenjar mammae yang disebut susu. sedang pada babi biasanya memiliki 10 atau lebih kelenjar mammae. Sebuah saluran langsung melalui puting merupakan perjalanan aliran susu yang telah diproduksi dan disimpan di kelenja r mammae. Walaupun bersatu. Jumlah kelenjar mammae dan posisinya pada tubuh. 15 . maka hanya puting tersebut yang teririgasi oleh zat warna. Sebagai contoh. Secara zoology. masing-masing mempunyai ambing atau puting di bagian luar. Kelenjar mammae tersebut terletak di daerah inguinal. namun setiap kelenjar adalah unit unit yang terpisah. 2004. sapi termasuk hewan mamalia-berdarah panas. Perbandingan kelenjar mammae pada beberapa ternak.

Alveoli mempunyai lumen dan sejalan dengan sel-sel epithelial. Support yang utama berasal dari ligamentum suspensory lateral yang tidak elastis dan ligamentum suspensory median yang elastis. Bagian yang paling besar disebut lobus. Struktur jaringan yang menunjang/mensupport adalah kulit.11 – 1 hal 143 foto kopi laktasi Gambar 8.Fig. Morfologi Kelenjar mammae dapat dibagi menjadi jaringan yang mensupport dan jaringan yang terlibat dalam sintesa da n transportasi susu. Sel-sel epithelial adalah unit dasar sekresi susu dalam kelenjar mammae Lebih dari setengah jumlah s . ligamen dan jaringan konektif. usu yang diproduksi 16 . dengan ilustrasi sebuah lobus. Empat quarter menyatu pada sebuah kelenjar yang kompleks. Lobus ini terbagi pula atas beberapa lobulus yang lebih kecil. Jaringan konektif terbagi dalam sintesa susu dan system transportnya ke beberapa bagian. Diagram system pembuluh dalam satu quarter dari kelenjar mammae pada sapi. Alveoli-alveoli itu kecil dan strukturnya menyerupai kantung yang bulat (gambar 9). Setiap lobulus terdiri dari 150 – 225 alveoli.

sel-sel epithelial. domba dan kambing adalah dari arteri pudic eksterna. Nutrient yang dimanfaatkan dalam sintesa susu. Sisanya disimpan dalam lpembuluh-pembuluh yang menuju lobulus dan lobus seperti terlihat pada gambar 8. 2002). berasal dari darah. Supplay darah yang cukup kepada kelenjar mammae adalah sangat diperlukan untuk produksi susu. kuda. Fig. kelenjar mammaenya disuplay oleh arteri pudic eksterna dan arteri thoracis ekstern. Pada babi. 17 . Kira-kira 400 volume darah harus mengalir ke dalam kelenjar mammae untuk mensintesa 1 volume susu. sel-sel myoepithelial dan kapiler.kapiler arteri yang mentransfer nutrient yang digunakan dalam sintesa susu. 11 – 4. Arter-arteri yang mempenetrasi cabang-cabang kelenjar mammae dan mengikuti jaringan konektif inilah yang membentuk lobus dan lobulus. Alveoli dikelilingi oleh sebuah network dari kapiler.disimpan dalam lumen-lumen alveoli. ( Akers and Capuco. Supplay darah yang utama untuk kelenjar mammae pada sapi. hal 145 Gambar 9. Diagram alveolus yang menunjukkan lumen.

Pada keadaan kelenjar tidak laktasi. Bila aktif menghasilkan sekret (susu). Sel yang melapisi alveol bervaiasi penampilannya. sel-sel kembali berbentuk kuboid dengan ukuran yang jauh 18 . Sel-sel myoepithelialadalah jaringan kontraktil yang memegang peran penting dalam milk ejection/ milk let down (pengeluaran susu). Sel-sel tersebut lembut. Parenkim merupakan jaringan sekretori berbentuk kelenjar tubulo-alveolar yang mensekresikan susu ke dalam lumen alveol. Lapisan sel epitel ini dikelilingi oleh sel-sel myoepitel yang bersifat kontraktil sebagai responnya terhadap hormon oxytocin dan selanjutnya dikelilingi oleh stroma berupa jaringan ikat membrana basalis. selnya berbentuk silindris. Histologi Kelenjar Ambing Struktur kelenjar ambing tersusun dari jaringan parenkim dan stroma (connective tissue). Serat-serat tersebut berhubungan dengan ukuran arteri dan vena yang kecil serta mengkontrol supplay darah kepada sel-sel sekretori. sel berbentuk kuboid.Network sel-sel myoepithelial meliputi seluruh permukaan alveoli dan pembuluhpembuluh kecil yang mengaliri lobulus. Lumen alveol dibatasi oleh selapis sel epitel kuboid. Beberapa alveol bersatu membentuk suatu struktur lobulus dan beberapa lubulus bergabung dalam suatu lobus yang lebih besar. Serat otot halus ditemukan pula di kelenjar mammae. meregang. tergantung aktivitas r fungsionalnya. Sel-sel tersebut berasal sari sel-sel epithelial. berfungsi seperti otot tetapi berasal dari ectodermal bukan mesodermal. Pembuluh darah dan kapiler ter apat pada d jaringan ikat di antara alveol-alveol ini. Penyaluran susu dari alveol sampai ke glandula sisterna melalui suatu sistem duktus yang disebut ductus lactiferus (Hurley 2000). Dan bila susu dicurahkan ke dalam lumen.

lebih besar dan sel-sel penuh berisi sekret (Singh 1991). Sel-sel sekretoris alveol kaya akan ribosom. Perkembangan pertama pada embrio terlihat adanya mammary band yaitu area sel-sel epithelial yang kecil dan tebal. Pada individu betina. Kecambah primer ini merupakan awal jaringan sekresi susu terbentuk. kompleks golgi dan droplet lemak serta banyak memiliki vakuol sekretoris (Russo dan Russo 1996). Kelenjar mamme ini berasal dari ectodermal. Pucuk/kuncup mammae ini terlihat pada kedua jenis embrio jantan dan betina maka hal ini juga sebagai tanda awal dari pola perkembangan kelenjar jantan dan betina. tonjolan mammae ( mammary hillock) dan pucuk mammae (mammary bud). Pada tahap perkembangan selanjutnya adalah garis mammae (mammary line). perkem bangan fetus. Sedikit bukti yang menunjukan bahwa perkembangan mamme embrional ini dibawah control hormonal. pusat mamme (mammary crest). yaitu perkembangan embrionik. perkembangan pada periode pertumbuhan postnatal dan perkembangan selama kebuntingan. Kecambah primer ( primary sprout ) akan membentuk jaringan mamme fetus pada tiga bulan kebuntingan. yang pada sapi dapat terlihat kira-kira pada umur 30 hari. Sebelum akhir masa kebuntingan kecambah sekunder dan tertier juga 19 . pucuk mammae dapat ditemukan di bagian tengah garis ventral dari embrio dan selanjutnya tumbuh ke bagian depan dan belakang quarter. tahap pucuk mammae ini diikuti dengan perkembangan puting. Pada sapi. Pengaturan hormone pada perkem bangan dan fungsi kelenjar mam mae Perkembangan mammae Perkembangan mamme (mammogenesis) dapat dibagi menjadi empat fase. Pucuk atau kuncup mammae ini dapat terlihat pada bagian awal periode fetus.

perkembangan mammae akan berlanjut. Konsentrasi progesteron tingg sepanjang masa kebuntingan. Prolaktin yang bekerja sinergis dengan insulin. Growth hormone terlibat sebagai regulator pada pertumbuhan ini. mammae tumbuh terus dengan kecepatan tumbuh seperti umumnya pertumbuhan badan sampai kira-kira umur 3 bulan. Setelah lahir. kelenjar mam mae akan dihadapkan pada siklus yang membutuhkan peningkatan estrogen dan progesterone. yang pararel dengan kecepatan pertumbuhan fetus. i walaupun lebih tinggi pada awal k ebuntingan. Secara demonstrasi menunjukan bahwa sapi yang tidak bunting dan sapi dara dapat diinduksi menjadi laktasi Sekresi susu Milk ejection 20 . sedang progesterone menstimulus perkembangan lobulus. Setelah pubertas. namun ada bukti adanya pengaruh endokrin. Setelah kebuntingan. Pengaturan pada fase ini belum sepenuhnya dimengerti. dengan kecepatan perkembangan yang tinggi pada akhir masa kebuntingan. sementara konsentrasi estrogen lebih tinggi pada akhir masa kebunti gan yaitu pada periode pertum n buhan terbesar dari kelenjar mammae. Efek dari estrogen adalah pada perkembangan pembuluh. kecepatan tumbuh mammae lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan badan. Dari umur tiga bulan sampai sebelum pubertas.Kedua hormone tersebut adalah sebagai regulator yang penting bagi perkembangan fungsi jaringan mammae yang potensial untuk sekresi susu. hormone steroid dari cortex adrenal da progesterone adalah hormon-hormon yang mungkin n menstimulasi perkembangan ini.terbentuk.

Jalan masuk bakteri melalui puting ambing menuju kelenjar susu (Hurley dan Morin 2000). 21 .Masalah yang sering timbul pada sapi laktasi Mastitis Duval (1997) menjelaskan bahwa proses infeksi pada mastitis terjadi melalui beberapa tahap. yaitu adanya k ontak dengan mikroorganisme di ana sejumlah m mikroorganisme mengalami multiplikasi di sekitar lubang puting (sphincter). Apabila respon ini gagal. kemudian dilanjutkan dengan masuknya mikroorganisme akibat lubang puting yang terbuka ataupun karena adanya luka (Gambar10). Gambar 10. Tahap berikutnya. Respon pertahanan pertama ditandai dengan berkumpulnya leukositleukosit untuk mengeliminasi mikroorganisme yang telah menempel pada sel-sel ambing. maka mikroorganisme akan mengalami multiplikasi dan sapi dapat memperlihatkan respon yang lain. terjadi respon imun pada induk semang. misalnya demam.

Permeabilitas pembuluh darah meningkat disertai dengan pembentukan produk-produk inflamasi. menjelaskan bahwa peradangan pada ambing diawali dengan masuknya bakteri ke dal m ambing yang dilanjutkan den a gan multiplikasi. Pada saat ini terjadi diapedesis. Demikian juga glukosa sebagai sumber energi pada 22 . Sebagai respon pertama. pembuluh darah ambing mengalami vasodilatasi dan terjadi peningkatan aliran darah pada ambing. menyebabkan degranulasi yang berlebihan dan meningkatnya gejala peradangan. leukotrine. PMN yang terlalu muda pada kelenjar dan adanya PMN yang tidak memusna hkan bakteri tapi sebaliknya malah melindungi bakteri dari proses penghancuran berikutnya. sel-sel fagosit (PMN dan makrofag) keluar dari pembuluh darah menuju jaringan yang terinfeksi dilanjutkan dengan fagositosis dan penghancuran bakteri. Pemusnahan bakteri melalui sistem oxygen respiratory burst membutuhkan oksigen yang lebih banyak. Tahap berikutnya. Hal lain juga disebabkan karena adanya komponen lipid pada susu yang kemungkinan menghambat reseptor Fc pada leukosit. Lemak dan casein susu yang tertelan oleh PMN dapat menyebabkan kegagalan PMN dalam proses ingesti bakteri. seperti prostaglandin. di antaranya adalah : jaringan yang menjadi kurang efektif pada umur tua. namun kadar oksigen pada susu jauh lebih rendah daripada konsentrasi oksigen dalam darah. bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan kelenjar ambing untuk bertahan dari infeksi. terjadi proses persembuhan jaringan. Adanya filtrasi cairan ke jaringan menyebabkan kebengkakan pada ambing.Hurley dan Morin (2000). Kemampuan PMN dalam fagositosis dan membunuh bakteri juga dapat menurun pada keadaan defisiensi vitamin E atau selenium. Hurley dan Morin (2000) lebih lanjut menjelaskan. protease dan metabolit oksigen toksik yang dapat meningkatkan permeabilitas kapiler ambing.

susu mengandung komponen opson (seperti : in imunoglobulin dan komplemen) yang relatif sedikit dan dalam susu hampir tidak ada aktivitas lisosim (Hurley and Morin 2000). Penggunaan BST secara eksogen dilarang di negara-negara Uni Eropa. Sapi dengan produksi tinggi sangat rentan terhadap kelumpuhan karena penyimpangan metabolisme yang terjadi. Kelumpuhan Kelumpuhan merupakan hal yang menyakitkan dan menjadi issue serius pada kesejahteraan ternak ( animal welfare). Bovine Somatotropin (BST) Bovine Somatotrophin (BST) adalah growth hormone yang dimiliki oleh sapi secara genetic dan berfungsi meningkatkan produksi susu 10 – 20 %. Di samping itu. Ketosis Sapi perah yang berproduksi tinggi sangat mudah menderita ketosis. suatu kondisi yang sering terjadi pada awal laktasi. menghasilkan sejumlah besar badan keton dalam liver atau hati. padahal untuk fagositosis diperlukan energi yang lebih tinggi. Namun pelarangan ini tidak berlaku bagi produk-produk daging dan susu seperti ice cream yang diimport dari negara-negara lain termasuk Amerika Serikat dimana BST tetap digunakan. Sapimemat bolisme lemak e a tubuhnya untuk memproduksi susu.susu sangat rendah konsentrasinya. Hal ini terjadi akibat metabolisme sapi yang bekerja keras untuk memproduksi susu s cara terus menerus. Penggunaan BST yang diinjeksikan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang seriu serta dapat s 23 . Rata-rata kelumpuhan yang terjadi p ada sekelompok ternak perah di Inggris adalah 55 kasus setiap 100 ekor sapi. Hal ini dapat merusak hati dan menjadikan sapi tidak sehat.

meningkatkan kejadian mastitis pada penggunaan yang lama bah kan dapat terjadi gangguan pencernaan. 24 .

mcgill. Hurley WL. ANSCI 308.uiuc.ca/Publications/EAP69. Treating mastitis without antibiotics. Mammary tissue organization.08 . Mastitis Lesson A. [15 – 08 . ANSCI 308. 2000. Lactation Biology. 2000. http://www. 25 .edu/Ansci 308/. http://classes aces.htm.2006].DAFTAR PUSTAKA Duval J.eap. Hurley WL and Morin DE.uiuc. http://classes aces.edu/Ansci 308/. Lactation Biolo gy.2006]. 1997. [15 . Ecological Agriculture Projects. [15 – 08 -2006]..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful